Tag: underrated

  • Nasi Dendeng dan Gulai ‘Kalcer’ yang Nyempil di Jaksel


    Jakarta

    Terlepas dari makanan kekinian, ternyata menu rumahan bisa disajikan dengan gaya menarik. Di warung nasi ‘kalcer’ ini ada nasi dendeng hingga gulai yang creamy.

    Di era gempuran berbagai makanan modern, ternyata masakan rumahan yang sedap juga bisa menarik selera. Dengan sentuhan dan cara penyajian yang berbeda.

    Dewasa ini ramai digunakan istilah ‘kalcer’ yang merujuk pada kata culture dalam bahasa Inggris dan budaya dalam bahasa Indonesia. Maksudnya kalcer digunakan untuk menunjukkan tren kekinian yang tengah digandrungi anak muda.


    Tak hanya sekadar pakaian, musik, hobi, atau kafe, ternyata ada tempat makan berupa warung nasi yang dikemas dengan konsep kalcer tersebut. Menu rumahan yang dihidangkan di sini sukses menarik selera

    Menyambangi warung nasi kekinian yang nyempil di Jakarta Selatan ini, detikfood mencicipi beberapa menu andalannya. Tak lupa kami juga menikmati racikan unik minumannya yang memadukan kopi dengan kelapa.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Markah Warung
    Alamat Jalan Kemang 1 No.8, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
    Instagram
    @markah.warung
    Jam Operasional Minggu – Kamis : 12:00 – 22:00 WIB
    Jumat – Sabtu : 12:00 – 00:00 WIB
    Estimasi Harga Rp 20.000 – Rp 45.000
    Tipe Kuliner Tradisional, Kafe
    Fasilitas
    • Makkan di Tempat
    • Bawa Pulang
    • Area Merokok
    • Parkir luas,
    • dll
    Markah WarungMemanfaatkan ruangan yang terbatas, Markah Warung berhasil menghadirkan warung nasi bergaya kalcer. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Konsep ‘kalcer’ yang nyaman

    Buka sejak 4 tahun silam, Markah Warung memiliki perpaduan konsep yang unik. Di sini kamu bisa menikmati berbagai menu rumahan yang enak, dengan racikan minuman khas kafe, dan tentunya suasana kalcer dan kekinian.

    Memanfaatkan lahan dan ruangan yang tak terlalu luas, Markah Warung justru menghadirkan definisi nyaman. Pernak-pernik yang menyesuaikan hobi kebanyakan anak muda masa kini hingga sentuhan dan ornamen yang klasik tetapi estetik.

    Markah Warung memiliki dua area makan yang terbagi menjadi indoor dan outdoor. Kursinya tak terlalu banyak, di bagian luarnya hanya untuk sekitar 4-6 orang sementara di bagian dalamnya menampung 12-16 orang dalam satu waktu.

    Pengunjung harus sabar terutama ketika warung sedang ramai dengan antrean pelanggan. Markah Warung juga cocok untuk sekadar menjadi tempat melipir ketika jenuh menghadapi kemacetan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

    Markah WarungTak hanya warung makan, di dalamnya juga ada kafe dengan racikan kopi yang enak. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Perpaduan warung nasi dan kafe

    Walaupun berkonsep warung nasi tetapi di sini juga ada kafenya, lho! Ide untuk menyatukan kafe dan warung makan menjadi satu ternyata sangat membantu dan mengefisienkan waktu serta keinginan para pelanggan.

    Belum ingin makan berat? Ada racikan kopi dan camilan di kafe. Mulai terasa lapar? Ada berbagai menu nasi dan lauk pauk komplet yang dapat dipesan.

    Tertarik dengan sudut kafenya, kami memesan dua minuman andalan mereka. Ada Kopi Susu Klapa yang dibanderol Rp 20.000 per gelasnya dan Madu Sereh yang segar cukup dibayar senilai Rp 28.000 per gelas.

    Kopi Susu Klapanya memiliki karakter yang unik. Komposisinya berupa krimer, sirup vanila, saus karamel, espresso, cold krim, serta santan yang memberikan sentuhan rasa unik.

    Espresso yang kuat dipadukan dengan gurih legit saus karamel, manisnya sirup vanila, dan susu kelapa yang gurihnya khas. Sehingga ketika disesap rasanya akan silih berganti menyentuh lidah, antara manis dan gurih. Tak lupa tambahan cold krimnya juga memberikan tekstur lembut.

    Untuk minuman Madu Serehnya lebih cocok bagi penikmat non kopi. Racikan teh, jahe, sereh, serta gula cair yang dihidangkan dingin terasa hangat di tenggorokan berkat rasa jahenya yang dominan.

    Rasa minumannya tak terlalu manis, justru hangat segar jahe dengan aroma sereh yang lebih dominan. Tehnya tak terlalu pekat, sepertinya memang sengaja dibuat encer agar tak mengalahkan jahe dan sereh yang ingin ditonjolkan.

    Ada nasi dendeng hingga ayam bumbu hitam nikmat di halaman berikutnya.

    Markah WarungNasi Dendng khas Markah menjadi menu yang nikmat dan tak boleh lupa dipesan. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Nasi dendeng yang mlekoh

    Setelah puas pada sudut kafenya, kami bergeser menu etalase lauk pauk yang seolah sudah memanggil sejak memasuki pintu Markah Warung. Beberapa menu dalam etalase tampak sudah habis pada sekitar pukul 18.00 WIB.

    Beruntungnya kami masih kebagian beberapa lauk andalan mereka. Salah satunya adalah nasi dendeng yang warna merahnya paling mencolok di antara lauk pauk yang lain.

    Seporsi nasi dendeng yang kami pesan berisi nasi putih, dendeng, serundeng, daun singkong, irisan timun, kerupuk udang, serta kuah kaldu rempah. Harga seporsi nasi yang lengkap ini dibanderol Rp 38.000 saja.

    Tekstur dendengnya empuk dan tidak kering dengan rasa pedas cabai merah yang dominan. Tetapi ketika disiram dengan kuah kaldu rempah rasa pedasnya sedikit lebih berkurang tetapi diperkaya dengan rasa gurih lembut dari kaldunya.

    Markah WarungNasi Gulainya disajikan dengan creamy berempah. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Creamy kuah nasi gulai bikin nagih

    Selain nasi dendeng kami juga tertarik melihat wadah berisi bumbu gulai yang pekat warnanya. Seporsi Nasi Gule kami pesan seharga Rp 31.000 dengan isian nasi putih, gulai daging, bumbu hitam, sambal, keripik singkong, serta irisan timun.

    Uniknya nasi gulai yang disajikan berbeda dengan nasi gulai pada umumnya yang viral dan digemari anak muda. Kuah gulainya tak terasa pedas menyengat, konsistensi kuahnya juga creamy dengan rasa gurih rempah.

    Bagi penggemar rasa pedas sebaiknya menambahkan sambal yang telah disiapkan sebagai pendamping. Potongan dagingnya tak terlalu banyak, tetapi teksturnya lembut dan tidak berurat maupun terlalu banyak lemak.

    Markah WarungSebagai lauk tambahan juga bisa memesan ayam goreng bumbu hitam yang nikmat. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Rendang dan ayam goreng bumbu hitam

    Jika ingin mencicipi lauk tambahan lainnya, ada juga menu-menu yang dapat dipesan di sini. Misalnya seperti rendang dan ayam goreng bumbu hitam yang dibanderol mulai dari Rp 20.000an.

    Ayam goreng bumbu hitamnya menggunakan ayam goreng serundeng sebagai bahan utamanya. Ayam yang sudah diungkep digoreng hingga renyah dan diberi taburan serundeng. Rasanya renyah di luar tetapi tetap juicy pada bagian dalam dagingnya.

    Keunikan bumbu hitam di sini terletak pada rasanya. Rupanya bumbu hitam yang digunakan mengacu pada bumbu hitam khas Solo bukan Madura. Sehingga rasanya lebih manis gurih dibandingkan pedas seperti pada nasi bebek atau nasi ayam khas Madura.

    Untuk rendangnya memiliki tekstur yang empuk, bumbu rempah yang berlimpah, dan rasanya mirip seperti rendang rumahan yang dapat ditemui saat acara keluarga. Saking empuknya daging rendang di sini tak butuh tenaga untuk dipotong atau dihancurkan, akan lebih nikmat jika disantap dengan nasi putih hangat.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikcom? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Racikan Teh Nusantara yang Harum Semerbak


    Jakarta

    Kawasan Cipete, Jakarta Selatan identik dengan kafe dan tempat makan kekinian. Ternyata ada kedai teh dengan racikan unik yang menarik untuk dicoba.

    Kawasan Jakarta Selatan seolah memanjakan para penduduk dan pengunjungnya dengan tempat-tempat kekinian untuk hangout. Misalnya di kawasan Cipete yang kini dipenuhi oleh kafe hingga restoran populer.

    Ternyata masih di kawasan yang sama, ada sebuah kedai teh dengan gaya yang berbeda dari kafe-kafe lainnya. Jika kafe lebih banyak menawarkan racikan es kopi susu atau dessert, di sini kamu bisa menikmati racikan teh Nusantara yang hangat dan menyegarkan.


    Uniknya lagi, teh yang dihadirkan tak hanya jenis teh single origin saja. Ada infused teh hingga teh artisan yang berasal dari perpaduan bahan-bahan lokal terbaik.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Tanagaia
    Alamat Jalan Asem Dua, Cipete Selatan, Cipete, Jaarta Selatan
    Instagram
    tanagaia.id
    Jam Operasional Setiap hari, 10.00 – 22.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 30.000 – Rp 65.000
    Tipe Kuliner Kedai teh
    Fasilitas
    • Minum di Tempat
    • Musholla
    • Toilet
    • Parkir Luas
    • Bawa Pulang
    • dll

    Konsep Tea Bar yang Nyaman

    Berbeda dengan kedai teh lainnya, Tanagaia menempati salah satu sisi dari sebuah restoran bergaya Aceh di kawasan Cipete. Namun ruang yang tak terlalu besar itu berhasil disulap menjadi tea bar yang nyaman juga menenangkan.

    Jika memilih duduk di meja bar, terdapat 6 kursi tinggi di mana pemandangan yang disuguhkan adalah deretan kemasan-kemasan teh yang warna-warni. Tanagaia sendiri mengenalkan produknya sebagai heritage tea spesialis yang artinya memiliki menu-menu teh pusaka sebagai andalannya.

    Dengan duduk di bagian barnya para pengunjung tak hanya dapat melihat langsung proses penyeduhan. Ada tea brewer yang siap diajak berbincang hingga menjawab semua pertanyaan atas rasa penasaran terhadap teh yang disajikan.

    Saat ini ada 10 jenis teh yang dapat dipesan para pengunjung Tanagaia. Agar tak salah pilih, para pengunjung juga boleh mengendus atau sniffing aroma teh untuk mengenali rasa yang akan dinikmati.

    TanagaiaTanagaia menggunakan teknik penyeduhan cangkir bukan dengan teko teh biasa. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Metode Penyeduhan yang Efektif

    Tanagaia memiliki metode penyeduhan yang berbeda dari cara menyeduh teh di kedai-kedai teh lainnya. Tanagaia tidak menggunakan teko yang merendam daun teh bersamaan dengan air seduhannya.

    Setelah pengunjung menentukan jenis teh yang diinginkan, tea brewer akan mengambil 3 gram teh untuk dimasukkan ke dalam cangkir transparan. Kemudian air panas dengan suhu yang sudah disesuaikan oleh jenis tehnya dituangkan sebanyak 250 mililiter.

    Ternyata penggunaan cangkir seduh daripada teko seduh dimaksudkan untuk mengekstrak teh lebih efektif. Cangkir seduh memiliki ruang yang lebih besar untuk teh mengembang sehingga rasa dan aroma yang dikeluarkan akan lebih maksimal, dibandingkan dengan teko seduh.

    Setelah diseduh selama 4-10 menit teh kemudian akan disaring ke dalam teko saji. Untuk menikmati aromanya terlebih dahulu, pengunjung bisa menutup bagian atas teh dengan cangkir kecil untuk mengumpulkan uapnya. Dari uap tersebut aroma asli teh setelah diseduh dapat dinikmati dengan maksimal.

    TanagaiaVarian teh yang dihadirkan semuanya murni dari petani dan produsen teh lokal. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Teh Murni dari Produsen Lokal

    Tanagaia tampaknya menyadari kekayaan alam Indonesia terutama dari para penghasil eh dan rempah-rempah. Semua menu yang tertulis pada buku menunya dijelaskan asal daerah bahan-bahan yang digunakan.

    Mayoritas teh yang digunakan berasal dari Jawa Barat. Selain daun teh, ada juga beberapa rempah yang digunakan untuk meracik teh yang diambil dari daerah asli rempah-rempah tersebut.

    Misalnya pada menu teh artisan Bandapala, ada penambahan kembang pala di dalam tehnya. Mengingat kembang pala terbaik tumbuh di Pulau Banda, Maluku, maka sumber dari kembang pala yang digunakan pun sengaja didatangkan langsung dari Maluku.

    Ada infused tea hingga teh artisan yang unik di halaman selanjutnya.

    TanagaiaAda teh putih yang pekat dan berkualitas premium untuk diseruput di sini. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Teh Putih yang Pekat Rasanya

    Untuk mencicipi kualitas teh murni yang disajikan, kami memesan teh putih bernama Pucuk Perak Tanah Jawa yang didatangkan dari Jawa Barat. Segelas teh putih atau white tea yang kami pesan harga Rp 65.000 dan dapat diisi ulang sebanyak 2 kali dengan seduhan 250 mililiter air panas setiap seduhannya.

    Teh putih yang juga dikenal sebagai silver needle punya karakteristik yang unik ketika diseduh sebagai penanda kualitas tehnya. Ciri teh putih dengan kualitas yang baik adalah daun tehnya akan berdiri tegak seperti jarum ketika diseduh.

    Biasanya rasa teh putih cenderung lebih ringan. Tetapi kami mencicipi teh putih yang lebih kuat rasanya, dengan sentuhan manis mirip buah leci, dan selintas aroma melati saat disesap pertama kali. Perpaduan aroma dan rasanya cocok untuk diminum saat sore hari untuk menenangkan pikiran.

    Infused Tea dengan Bunga Cempaka

    TanagaiaTeh yang diinfusi dengan bunga cempaka memiliki sentuhan rasa manis alami yang unik. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Selain tehnya yang murni tanpa campuran, Tanagaia juga menawarkan menu teh yang telah diinfusi bahan-bahan tertentu. Menu bernama Champaca menarik perhatian karena menggunakan teh hitam asal Cianjur dan memasukkan aroma serta rasa bunga cempaka ke dalam racikannya.

    Segelas teh Champaca ini dibanderol dengan harga Rp 38.000. Sesaat setelah diseduh dan disajikan oleh tea brewer aroma perpaduan teh hitam dengan bunga cempaka yang lembut akan masuk ke hidung.

    Ketika disesap pertama kali ada rasa manis alami yang datang dari nektar bunga cempaka. Karena dipadukan dengan teh hitam sehingga rasa tehnya akan lebih pekat dan tidak kalah dengan sentuhan aroma dan rasa bunga cempaka yang ditambahkan.

    Racikan Teh Artisan Berempah yang Unik

    TanagaiaPerpaduan teh hitam dan andaliman yang unik juga bisa diseruput untuk menyegarkan tubuh. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Salah satu menu teh yang paling unik yang dimiliki oleh Tanagaian bernama Tobaliman. Jika biasa andaliman dari Sumatera Utara lebih awam digunakan sebagai racikan makanan berupa sambal, di sini andaliman diseduh bersamaan dengan teh.

    Tobaliman sendiri dibanderol seharga Rp 45.000 per gelasnya. Bahan dasarnya menggunakan teh hitam dari Sumatera Utara dan andaliman yang didatangkan dari Toba.

    Pada teh artisan ini bahan yang digunakan juga lebih banyak sehingga hasil rasa dan aromanya lebih kaya. Ada andaliman, kecombrang, jeruk shantang, cengkeh, hingga bunga lawang. Ketika diendus kamu akan mendapatkan aroma hangat berempah dari teh ini.

    Saat menyesap andaliman pertama-tama lidah akan dibuat kebingungan terlebih dahulu. Setelah tehnya menyebar ke seluruh rongga mulut baru terasa sentuhan kecombrang, cengkeh, hingga andalimannya.

    Sensasi hangat yang didatangkan dari andaliman berbeda jauh dengan ketika minum jahe. Hangatnya lebih lembut dan tidak meninggalkan kesan pahit pada pangkal tenggorokan.

    Teh ini cocok untuk dinikmati saat pagi atau sore hari. Agar lebih komplet ada juga camilan yang dapat dipesan untuk menemani waktu minum teh.

    Kami mencoba memesan pisang goreng kaya seharga Rp 25.000. Pisang kepok yang manis dan matang sempurna memberikan tekstur yang manis lembut di dalam tetapi renyah di luar. Menu ini salah satu yang cocok untuk memberikan rasa manis alami saat menikmati teh artisan yang disajikan tanpa gula.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com