Tag: unesa

  • Unesa Tawarkan Beasiswa Kuliah bagi Pelajar RI yang Sekolah di Arab Saudi



    Jakarta

    Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menawarkan beasiswa kuliah bagi siswa Indonesia yang bersekolah di Arab Saudi. Khususnya bagi yang menempuh pendidikan di Sekolah Indonesia di Riyadh (SIR) dan Sekolah Indonesia di Jeddah (SIJ) Arab Saudi.

    Hal ini merupakan bentuk kerja sama antara Unesa dan kedua sekolah tersebut. Sebelumnya, Unesa dan dua sekolah ini telah melakukan kerja sama dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

    Rektor Unesa, Prof Dr Nurhasan, M Kes mengatakan program ini juga didukung oleh pihak KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah. Dengan adanya beasiswa ini, Nurhasan berharap Unesa bisa memberikan kesempatan luas bagi anak para pekerja migran.


    “Sekolah Indonesia baik itu yang di Jeddah maupun Riyadh itu siswanya anak pekerja migran Indonesia. Kami kolaborasi untuk memberikan akses beasiswa kuliah di Unesa,” ujar Nurhasan, dikutip dari laman Unesa, Kamis (14/3/2024).

    Menurutnya, bentuk kerja sama pendidikan ini berangkat dari semangat kemanusiaan yang ditanamkan di lingkungan Unesa. Ia berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pelajar-pelajar yang ada di sana.

    “Kami selalu sampaikan, semangat Unesa merupakan semangat kemanusiaan. Selain itu, kami berkomitmen bersama pemerintah untuk mempersiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. Semoga pelajar Indonesia di Riyadh dan Jeddah semakin semangat mengembangkan diri lebih tinggi,” tambahnya.

    Program Pertukaran Dosen-Pengabdian Masyarakat

    Tak hanya kerja sama antara Unesa dan kedua sekolah tersebut, kampus ini juga membentuk program internasionalisasi. Unesa bekerja sama dengan Universitas Islam Madinah dalam melakukan penelitian dan pertukaran dosen.

    Unesa juga akan mengirimkan mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan magang di Arab Saudi. Juga, menyiapkan dosen-dosen dalam melakukan pengabdian masyarakat di negara tersebut.

    Dalam mempersiapkan program internasionalisasi ini, Unesa telah berkoordinasi dan melakukan rapat dengan seluruh jajaran yang terkait. Rencananya akan ada 10 kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Unesa di Arab Saudi.

    “Hasil FGD kemarin dengan KBRI dan sekolah Indonesia di sini telah mengidentifikasi permasalahan yang akan diselesaikan melalui program PKM tersebut. Semoga langkah konkrit ini membantu pemerintah dalam menyiapkan SDM unggul di masa mendatang,” kata Rektor Unesa.

    Selain itu, Unesa bekerja sama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh dalam membantu para guru di Sekolah Indonesia Riyadh dan Jeddah untuk bisa melanjutkan studi S2 dan S3 lewat program RPL.

    (cyu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • 101 Ribu Mahasiswa Baru Jalur SNBP-SNBT Terima KIP Kuliah 2024



    Jakarta

    Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2024 bagi mahasiswa baru memasuki masa-masa akhir seleksi. Pendaftaran masih dibuka untuk seleksi jalur mandiri di perguruan tinggi negeri maupun swasta hingga 31 Oktober 2024 mendatang.

    Namun, di luar jalur mandiri penetapan penerima KIP Kuliah sudah mulai dilakukan banyak kampus. Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Andhika Ganendra menjelaskan total kuota KIP Kuliah 2024 adalah 200 ribu mahasiswa.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 101 mahasiswa berasal dari mereka yang lolos Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes-Ujian Tulis Berbasis Komputer (SNBT-UTBK).


    “Sisa kuota akan diberikan pada mahasiswa pendaftar KIP Kuliah yang lolos seleksi mandiri dan seleksi di perguruan tinggi swasta,” katanya dikutip dari rilis di laman resmi Puslapdik, Selasa (27/8/2024).

    Kriteria Penerima Prioritas KIP Kuliah

    Dengan jumlah tersebut, Andhika memastikan bila penerima KIP Kuliah adalah mereka yang terbukti kesulitan dalam masalah ekonomi. Namun memiliki kemauan yang kuat untuk masuk ke perguruan tinggi baik melalui jalur tes maupun prestasi.

    Kriteria penerima KIP Kuliah sendiri sudah ditetapkan pada pada Peraturan Sekretaris Jenderal (Persesjen) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kartu Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi. Hal ini menjadi acuan penting perguruan tinggi untuk menjaring mahasiswa penerima KIP Kuliah.

    Selaras dengan peraturan tersebut, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Muhammad Sholeh menjelaskan pihaknya sangat memperhatikan Persesjen Nomor 13/2024 terkait penerimaan mahasiswa KIP Kuliah. Pada Persejen tersebut, dijelaskan bila ada beberapa kriteria yang diprioritaskan mendapat KIP Kuliah seperti:

    – Penerima KIP jenjang dasar dan menengah

    – Peserta yang terdaftar di Program Keluarga Harapan (PKH)

    – Peserta Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)

    – Anak panti asuhan atau berstatus yatim piatu.

    Setiap tahunnya, Unesa membuka kuota 4-5 ribu bagi mahasiswa yang ingin mendaftar KIP Kuliah. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui mahasiswa agar bantuan pendidikan ini diberikan pada sasaran yang tepat.

    “Agar dipastikan tepat sasaran, kita juga akan survei kondisi di rumahnya, jika asal mahasiswa pendaftar masih di dalam provinsi Jawa Timur, tim survei dari kampus akan datang langsung ke lokasi. Jika di luar itu, survei dilakukan melalui panggilan video (video call). Setelah itu lalu kita peringkatkan,” ungkap sosok yang akrab dipanggil Sholeh ini.

    ‘Alat’ Mencapai Cita-cita

    Menjadi salah satu bantuan pendidikan paling besar dan ditunggu-tunggu setiap tahunnya, KIP Kuliah memang bak alat untuk mencapai cita-cita mahasiswa. Hal ini ikut dirasakan Syarifah Luthfiah Quraisy.

    Syarifah merupakan penerima KIP Kuliah dari Universitas Muhammadiyah Makassar. Ia kini mampu menggapai mimpi untuk berkuliah di fakultas kedokteran secara gratis tanpa biaya apapun.

    “Saya ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, khususnya fakultas kedokteran dan ingin meringankan beban ibu saya yang merupakan orang tua tunggal,” katanya.

    Selaras dengan Syarifah, Nizam Zulfi Zakaria penerima KIP Kuliah dari Universitas Brawijaya juga sangat merasa terbantu dengan program ini. Tak hanya melanjutkan kuliah, program KIP juga menjadi jembatannya untuk meraih gelar sebagai Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional.

    Nizam berharap program ini tak akan hilang meskipun kelak berganti pemerintahan. Bukan berkurang melainkan kuota penerimaan semakin ditambah.

    “Karena ini adalah langkah konkret pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan,” katanya.

    Ia juga berpesan kepada teman-teman lainnya yang ingin melanjutkan pendidikan tetapi terhalang masalah finansial untuk tidak menyerah.

    “Karena di mana ada kemauan, di situ ada jalan,” tutupnya.

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Pelatih Fisik Timnas U-17 Dapat Beasiswa Doktor dari Unesa



    Jakarta

    Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan beasiswa doktor atau S-3 kepada Sofie Imam Faizal. Sofie adalah pelatih fisik yang turut mengantarkan Timnas U-17 lolos ke Piala Dunia Qatar 2025.

    Rektor Unesa, Nurhasan melalui Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Dwi Cahyo Kartiko menuturkan, beasiswa tersebut bukan hanya untuk peningkatan kualifikasi personal. Tetapi menyentuh fondasi pengembangan sepak bola nasional secara menyeluruh.

    “Langkah sederhana tetapi krusial ini penting untuk memperkuat ekosistem pelatih sepak bola nasional. Jika pelatih menempuh pendidikan yang lebih tinggi, tentu profesionalisme tim pelatih juga bisa meningkat, sehingga berdampak positif pada kualitas pemain dan atmosfer sepak bola nasional,” ucap Dwi, dikutip dari situs Unesa, Selasa (15/4/2025).


    Sementara itu, Guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) itu mengatakan, Unesa menginginkan sepak bola Indonesia dapat melaju melalui penguatan sumber daya manusia atau SDM kepelatihan berbasis sport sciences.

    “Harapannya tim pelatih tidak hanya punya jam terbang di lapangan. Tapi juga memiliki basis ilmu keolahragaan yang kuat. Sehingga kita bisa melahirkan pelatih-pelatih yang berpengalaman dan punya keilmuan yang kuat,” katanya.

    Atas tawaran beasiswa di Unesa tersebut, Sofie menyampaikan terima kasih. Menurutnya, kesempatan kuliah tersebut penting untuk memperkuat kompetensi dan profesionalismenya sebagai pelatih fisik.

    “Bagi saya kuliah itu penting, termasuk bagi saya. Karena itu saya terus melanjutkan studi. Sekarang saya sedang menyelesaikan studi magister di Universitas Sebelas Maret (UNS) dan tinggal ujian. Targetnya semester ini lulus,” ungkapnya.

    Usai merampungkan studi magisternya tersebut, dia akan melanjutkan studi doktor di Prodi S-3 Ilmu Keolahragaan Unesa. Unesa menjadi center of gravity pengembangan bidang keolahragaan di Indonesia.

    Sofie mengambil lisensi kepelatihan D Nasional dari Unesa hingga menjadikannya sebagai bagian dari struktur pelatih Timnas Indonesia.

    (nwy/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Terapkan ‘Strategi Catur’, Anak Buruh Tani Ini Jadi Wisudawan Terbaik Unesa



    Jakarta

    Catur memang sebuah permainan strategi yang penuh makan filosofi di dalamnya. Filosofi inilah yang digenggam teguh Nur Hidayati Septi Rofiko untuk menjadi wisudawan terbaik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Periode ke-116.

    “Dari papan catur, saya belajar strategi, kesabaran, dan keberanian mengambil langkah,” tuturnya dikutip dari laman resmi Unesa, Kamis (16/10/2025).

    Anak Buruh Tani Jadi Wisudawan Terbaik Unesa

    Sosok yang akrab dipanggil Septi itu lahir dari keluarga yang hidup sederhana, ayahnya seorang buruh tani dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Meski sederhana, hal ini tidak dipandang Septi sebagai keterbatasan atau penghalang.


    Kondisi ini, justru menjadi pembelajaran yang paling berharga tentang kesabaran dan konsistensi. Sebelum berkuliah, Septi bercerita dirinya adalah pribadi yang pemalu dan penakut.

    Namun, usai diterima menjadi keluarga besar program studi (prodi) Pendidikan pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Unesa, ia berusaha keluar dari zona nyaman. Septi mencoba aktif dalam organisasi, seperti Ikatan Mahasiswa Jombang (IMJ) Unesa, Civic Study Club (CSC), hingga Percasi Kabupaten Jombang.

    Pengalaman ini kemudian mengubah dirinya untuk berani tampil di depan publik. Bahkan kini, Septi berani untuk memimpin hingga mengambil keputusan.

    “Hidup selalu menuntut kita keluar dari zona nyaman. Justru dari tantangan itu, kita menemukan versi terbaik diri kita,” ungkapnya.

    Tidak hanya pengalaman organisasi, Septi juga memiliki prestasi nonakademik. Ia pernah meraih Juara II Lomba Poster dalam ajang Civic Education Fair (CEF) 2022.

    Tentang catur, Septi mengaku sangat cinta dengan dunia olahraga tersebut. Berangkat dari hal ini, ia terkenal sebagai pengajar catur di ekstrakurikuler sekolah hingga les privat.

    Setelah perjalanan kuliah yang panjang, perjuangan Septi dibayar tuntas dengan predikat Wisudawan Terbaik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) dengan IPK 3,89, predikat Pujian (Cum Laude).

    Kembali mengacu pada dunia catur, Septi mengaku kunci keberhasilannya sebagai wisudawan terbaik adalah konsisten menjalani segala hal. Selain itu, menurutnya hidup juga perlu perencanaan yang matang.

    Septi memilih jalan itu, ia melangkah dengan doa kedua orang tuanya, konsisten, dan berani mengambil semua peluang. Tak perlu langsung hebat, ia terus bangkit dari keterpurukan dan melanjutkan langkah.

    “Harus berani jatuh, bangkit, dan melanjutkan langkah,” tegas Septi.

    Teliti Partisipasi Politik Perempuan

    Filosofi dunia catur juga dituangkan Septi pada tugas akhir skripsinya. Diketahui ia menulis terkait peran krusian perempuan dalam dunia politik lokal berjudul “Partisipasi Warga Negara: Studi Motivasi Anggota PTPS Perempuan Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang pada Pemilu 2024”.

    Skripsi ini hadir usai Septi terjun langsung sebagai sebagai Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Ia menyaksikan bagaimana perempuan tidak sekadar hadir, tetapi memberikan kontribusi nyata dalam mengawal jalannya demokrasi di tingkat akar rumput.

    “Bagi saya, partisipasi itu bukan hanya soal hadir menjalankan tugas, tapi juga cermin tanggung jawab dan keberanian perempuan dalam memperkuat demokrasi lokal,” katanya.

    Skripsi ini mengantarkan Septi lulus dari Unesa dengan predikat istimewa. Unesa mengapresiasi penuh kisah perjuangan Septi.

    Menurut Unesa kisah Septi meninggalkan pesan yang sederhana tetapi kuat. Di mana, setiap orang, dari latar belakang apa pun, bisa menulis kisah kemenangannya sendiri.

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com