Tag: ungkapan

  • Kiyomeru, Prinsip dari Jepang biar Nggak Males Bersih-bersih Rumah



    Jakarta

    Apakah kamu mengalami kesulitan dalam menjaga kebersihan rumah? Jika iya, prinsip pembersihan Jepang yang dikenal sebagai Kiyomeru bisa menjadi solusi yang tepat untuk kamu.

    Metode ini tidak hanya fokus pada kebersihan fisik, tetapi juga membantu menciptakan suasana yang lebih tenang dan teratur di rumah. Simak penjelasan ini yang akan menjelajahi bagaimana Kiyomeru dapat membantu kamu mengatasi tantangan kebersihan dan membuat rumah kamu lebih nyaman.

    Apa Itu Kiyomeru?

    Dilansir Homes and Gardens, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Kiyomeru berarti memurnikan. Dalam konteks ini, pembersihan dianggap sebagai ritual yang tidak hanya membersihkan rumah, tetapi juga jiwa kamu .


    Azumi Uchitani, penulis, seniman, dan dosen serta salah satu pendiri Akademi Kebijaksanaan Jepang, menjelaskan bahwa kata Kiyomeru (清める) dilambangkan dengan karakter 清, yang berarti kemurnian dan kebersihan.

    Konsep ini melampaui sekadar kebersihan fisik, ia mencakup pemurnian spiritual yang lebih dalam dan pembersihan energi dari barang-barang serta lingkungan sekitar kita.

    Berakar pada tradisi Shinto dan kepercayaan Buddha yang mendalam, Kiyomeru mencerminkan pentingnya harmoni, pembaruan, dan penghormatan terhadap hal-hal yang sakral dalam budaya Jepang.

    Harmoni adalah elemen kunci dari konsep ini, mendorong individu untuk belajar hidup selaras dengan harta benda dan lingkungan mereka. Ketika Kiyomeru diterapkan pada pembersihan, hal ini juga merujuk pada pembersihan energi rumah kamu (chi).

    Bagaimana Kiyomeru Dapat Membantu dalam Membersihkan Rumah?

    Ketika seseorang membersihkan rumah, mereka biasanya berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain atau dari satu tempat ke tempat lain, merapikan barang-barang yang tidak terpakai dan mengatasi kekacauan yang terlihat. Aktivitas ini sering kali dianggap sebagai pekerjaan yang berat oleh banyak orang.

    Namun, dalam budaya Jepang, pembersihan tidak dipandang dengan cara yang sama. Bersih-bersih dianggap bukan sebagai tugas yang melelahkan, melainkan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur terhadap rumah dan harta benda kita.

    “Praktik Kiyomeru sangat mendalam dalam budaya dan kehidupan sehari-hari orang Jepang,” kata Azumi. Salah satu contohnya adalah upacara minum teh Jepang, Sado (atau Chado) 茶道, yang merupakan ritual mendalam yang menekankan pengalaman kesatuan dan pertukaran energi murni melalui pembuatan dan penyajian teh matcha.

    Pertukaran sakral antara tuan rumah dan tamu dimulai dan diakhiri dengan Kiyomeru, sebuah proses pembersihan dan pemurnian peralatan makan yang indah. Meskipun peralatan makan mungkin tampak bersih, tujuannya adalah untuk memurnikan energi setiap alat makan dan menunjukkan rasa terima kasih atas perannya.

    Ritual ini mencerminkan interaksi harmonis antara kebersihan, perhatian, dan penghormatan terhadap semua yang digunakan. Jika kita mendekati tugas membersihkan rumah dengan pola pikir yang berbeda, yaitu dengan rasa syukur kita dapat memperoleh perspektif yang lebih dalam.

    Tugas yang sebelumnya kita benci kini bisa berubah menjadi pengingat betapa beruntungnya kita memiliki tempat untuk dijaga kebersihannya. Mengubah cara pandang terhadap tugas ini dapat mengurangi asosiasi negatif dan mempermudah proses pembersihan, terutama saat merasa kewalahan.

    Cara Menerapkan Prinsip Kiyomeru dalam Pembersihan Rumah

    Untuk mulai menerapkan Kiyomeru dan prinsip-prinsipnya dalam kehidupan kamu, penting untuk melihatnya sebagai lebih dari sekadar alat, melainkan sebagai gaya hidup.

    “Kiyomeru adalah sebuah cara hidup,” jelas Azumi. Tujuannya adalah untuk menjaga aliran energi yang harmonis dalam hidup kita.

    Oleh karena itu, kita perlu memahami bahwa lingkungan sekitar kita adalah perpanjangan dari diri kita sendiri. Ketika kita merawat tubuh kita, kita juga harus merawat lingkungan di sekitar kita.

    Kita terhubung secara energetik dengan lingkungan, dan ketika area luar bersih dan teratur, energi dapat mengalir dengan lancar, sehingga hidup kita pun menjadi harmonis.

    Azumi memberikan panduan langkah demi langkah untuk membersihkan rumah kamu dengan Kiyomeru sebagai cara hidup.

    Ubah Pola Pikir Kamu

    Renungkan keyakinan dan sikap kamu terhadap pembersihan dan penataan. Apa saja pikiran atau perasaan yang kamu miliki. Jika ada rasa enggan terkait pembersihan, ubahlah terlebih dahulu.

    Anggaplah ruang tinggal dan kerja kamu sebagai perpanjangan dari diri kamu. Ketika kamu menyikat gigi setiap pagi dan malam, bersihkan juga toilet. Saat mandi untuk membersihkan tubuh, dan jangan melupakan debu yang mulai menumpuk.

    Mengatasi penumpukan tugas akan sangat membantu.

    Ciptakan Ritual Pembersihan di Pagi dan Malam Hari

    Mulailah hari kamu dengan tindakan sederhana yang menciptakan suasana kemurnian dan keteraturan. Setelah bangun tidur, rapikan tempat tidur, buka jendela untuk menghirup udara segar, dan sapu lantai.

    Di malam hari, lakukan hal-hal kecil seperti merapikan rumah sebelum tidur untuk menciptakan suasana yang harmonis. Ini adalah kebiasaan yang dimiliki oleh mereka yang memiliki rumah bersih.

    Tetapkan Jadwal Bersih-bersih Harian, Mingguan, Bulanan, dan Musiman

    Jadikan pembersihan sebagai bagian alami dari rutinitas kamu, seperti menggosok gigi atau mandi. Setiap hari, fokus pada tugas-tugas penting seperti merapikan permukaan, mengelap meja, dan menyapu ringan. Bersihkan toilet, pancuran, dan bak mandi setiap hari.

    Setiap minggu, luangkan waktu untuk menyedot debu, membersihkan debu, dan merapikan lemari pakaian. Setiap bulan, lakukan pembersihan menyeluruh di rumah serta proyek pembersihan besar seperti mencuci jendela atau membersihkan lemari es. Musiman.

    Segarkan lemari pakaian kamu di musim panas dan dingin serta lakukan pembersihan menyeluruh di akhir tahun, termasuk membersihkan debu serta jendela, dapur, dan area lainnya.

    Tentukan Aturan

    Pastikan titik kontak pertama dengan rumah kamu, agar pintu masuk tetap menarik dan bersih. Jaga agar pintu dan keset bebas dari noda, rawat sepatu kamu dengan baik karena sepatu tersebut menopang beban aktivitas harian kamu.

    Lepaskan sepatu saat masuk dan letakkan dengan rapi di tempat yang telah ditentukan sambil mengucapkan terima kasih atas jasanya. Di dapur, jangan biarkan piring kotor menumpuk di wastafel segera cuci atau masukkan ke mesin pencuci piring.

    Akhiri hari kamu dengan membersihkan wastafel agar tetap teratur. Di kamar mandi, biasakan untuk membersihkan toilet setiap pagi dan sore. Luangkan waktu 10 menit untuk ritual pemurnian.

    Sisihkan waktu 10 menit setiap hari untuk menjaga kebersihan dan kemurnian. Tindakan kecil yang konsisten ini akan membantu menumbuhkan keharmonisan dan kesadaran di ruang kamu.

    Bagian yang Harus Dibersihkan

    Karina Toner, pembersih profesional dan manajer operasi di Spekless, menyarankan untuk memulai pembersihan di area rumah yang paling penting bagi kamu, seperti pintu masuk dan kamar tidur.

    “Fokuslah pada area yang paling vital untuk menjaga kebersihan, seperti pintu masuk agar energi positif dapat masuk atau kamar tidur untuk mendukung tidur yang berkualitas,” kata Karina.

    “Menggunakan penghilang bau alami dan produk pembersih ramah lingkungan saat membersihkan rumah juga merupakan cara yang baik untuk menjaga kebersihan tanpa meninggalkan bau atau bahan kimia yang menyengat,” tambahnya.

    Manfaat Kiyomeru

    Kiyomeru bukan sekadar metode, melainkan perubahan pola pikir yang menumbuhkan rasa hormat terhadap lingkungan dan diri kamu sendiri. Dengan mengadopsi pendekatan ini, kamu dapat mengubah pembersihan dari tugas yang menakutkan menjadi ritual perawatan dan peremajaan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 40 Ucapan Terima Kasih Dalam Islam yang Singkat dan Penuh Doa

    Jakarta

    Ingin membalas pesan berupa ucapan terima kasih dalam Islam? Jika bingung, ada beberapa referensi kalimat ucapan terima kasih dalam Islam yang bisa kamu gunakan.

    Mengucapkan terima kasih menjadi cara sederhana untuk menunjukkan penghargaan dan menghargai kebaikan orang lain. Dalam Islam, mengungkapkan rasa syukur tidak hanya sekadar ucapan tapi juga disertai dengan doa-doa baik yang mendalam.

    Ucapan terima kasih yang disertai doa merupakan bentuk kepedulian kepada orang yang telah membantu, sekaligus sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT yang mempertemukan kita dengan orang-orang baik. Dengan ucapan terima kasih dalam Islam, kita tidak hanya membuat orang lain merasa dihargai tapi juga menyebarkan keberkahan kepada mereka.


    Ucapan terima kasih dalam Islam sering kali diiringi dengan kata-kata seperti ‘jazakallahu khairan’ atau ‘barakallahu fiik’, yang artinya agar Allah membalas kebaikan orang tersebut. Makna dari ungkapan ini lebih dalam dibandingkan dengan sekadar kata ‘terima kasih’ karena turut menyertakan harapan dan doa untuk kebaikan yang terus mengalir.

    Mendoakan orang yang berbuat baik kepada kita juga merupakan salah satu adab yang dianjurkan dalam Islam. Dari ucapan untuk sahabat, keluarga, hingga orang-orang yang mungkin baru kita temui, berikut ucapan terima kasih dalam Islam penuh doa buat membalas kebaikan orang lain yang telah membantu.

    Ucapan Terima Kasih Dalam Islam yang Penuh Doa

    1. “Jazakallahu khairan katsiran wa ahsanal jaza atas semua kebaikan yang telah engkau berikan. Semoga Allah memberkahi hidupmu, melapangkan rezekimu, dan melindungi keluargamu dalam rahmat-Nya yang tak terhingga.”

    2. “Terima kasih banyak atas bantuan dan dukungan yang tak ternilai. Semoga Allah mengangkat derajatmu, memudahkan segala urusanmu, dan membalas setiap kebaikanmu dengan pahala yang melimpah di dunia dan akhirat.”

    3. “Syukran wa jazakallahu khairan katsiran. Semoga Allah selalu menjagamu dalam kasih dan sayang-Nya, memberimu kemudahan dalam setiap langkah hidup, dan menambahkan keberkahan di setiap usahamu.”

    4. “Alhamdulillah, terima kasih atas ketulusan dan kebaikanmu. Semoga Allah mencatatnya sebagai amal jariyah, dan semoga kebaikanmu ini menjadi cahaya yang menerangimu di dunia dan akhirat kelak.”

    5. “Jazakillah khair, sungguh kebaikanmu tidak akan pernah bisa aku lupakan. Semoga Allah selalu melindungimu, membalas setiap kebaikanmu dengan balasan terbaik, dan menjadikan setiap amalmu sebagai pemberat timbangan kebaikan di hari akhir.”

    6. “Syukran wa barakallahu fiik. Semoga Allah menambahkan ketenangan dalam hatimu, keberkahan dalam hartamu, dan kebahagiaan dalam keluargamu atas semua kebaikan yang telah engkau lakukan.”

    7. “Jazakumullahu khairan untuk segala kebaikan dan bantuanmu. Semoga Allah membalas dengan pahala yang berlipat, dan semoga kebaikanmu ini menjadi jalan yang mengantarmu menuju surga-Nya.”

    8. “Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kita. Terima kasih atas setiap doa, perhatian, dan bantuan yang engkau berikan. Semoga Allah memudahkan setiap urusanmu dan memberkahi langkahmu.”

    9. “Terima kasih yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah melipatgandakan kebaikanmu dan menjadikan amalmu sebagai sebab rahmat dan ampunan di hari yang penuh hisab.”

    10. “Syukran katsiran, jazakallah khair atas segala kebaikan yang telah engkau berikan. Semoga Allah membalasnya dengan kebahagiaan, kesehatan, dan rezeki yang luas di setiap harimu.”

    11. “Jazakumullah ahsanal jaza, semoga Allah membalasmu dengan balasan terbaik. Terima kasih atas kebaikan hatimu yang begitu tulus, dan semoga setiap doa yang baik kembali kepadamu dengan keberkahan.”

    12. “Syukran wa barakallahu fiik, terima kasih atas bantuan dan ketulusanmu. Semoga setiap kebaikan yang kau lakukan dilipatgandakan balasannya dan menjadi penerang di saat-saat sulit dalam hidupmu.”

    13. “Terima kasih yang tak terhingga atas dukunganmu. Semoga Allah menjadikan setiap amal baikmu sebagai pemberat timbangan amal kebaikan di hari kiamat dan selalu memberimu kemudahan dalam setiap urusan.”

    14. “Jazakumullah khairan, terima kasih atas segala kebaikan yang telah engkau berikan. Semoga Allah mencurahkan keberkahan pada keluargamu dan membalas setiap kebaikanmu dengan keindahan surga-Nya.”

    15. “Syukran atas keikhlasan dan kebaikanmu. Semoga Allah selalu memberikan rahmat dalam hidupmu dan melindungimu dari segala kesulitan. Semoga setiap kebaikanmu menjadi amal yang tidak terputus hingga akhirat.”

    16. “Terima kasih banyak, semoga Allah melapangkan jalanmu menuju surga, memberimu kebahagiaan yang tak berkesudahan, dan menjadikan kebaikanmu sebagai cahaya yang menuntunmu di hari akhir nanti.”

    17. “Jazakallahu khairan atas semua perhatian, bantuan, dan keikhlasanmu. Semoga Allah mengganjarmu dengan kebaikan yang berlipat ganda, serta menjadikan setiap langkahmu penuh berkah dan ridha-Nya.”

    18. “Syukran jazakumullah khairan, semoga Allah senantiasa merahmatimu. Terima kasih atas segala kebaikan yang kau berikan, semoga Allah memuliakanmu di dunia dan akhirat, serta menjagamu dari segala keburukan.”

    19. “Terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga Allah menuliskan setiap kebaikanmu sebagai amal shaleh, melindungimu dari bahaya, dan menjadikanmu pribadi yang selalu berada dalam rahmat dan lindungan-Nya.”

    20. “Jazakillah khairan katsiran, terima kasih atas semua yang telah kau lakukan. Semoga Allah menghapus segala kesulitanmu dan memberimu kehidupan yang penuh kedamaian, ketentraman, dan keberkahan di dunia dan akhirat.”

    Ucapan Terima Kasih Dalam Islam yang Singkat

    21. “Jazakallahu khairan katsiran, semoga Allah membalas kebaikanmu dengan pahala yang berlimpah.”

    22. “Syukran wa jazakallah khair, semoga setiap kebaikan yang kau berikan dibalas berlipat oleh Allah.”

    23. “Alhamdulillah, terima kasih atas bantuannya. Semoga Allah mencatatnya sebagai amal jariyah yang tak terputus.”

    24. “Syukran jazilan, semoga Allah memberkahi setiap langkahmu.”

    25. “Terima kasih, barakallahu fiik, semoga Allah melimpahkan berkah pada hidupmu.”

    26. “Jazakillah khairan, semoga Allah selalu merahmatimu dan keluargamu.”

    27. “Terima kasih banyak. Semoga setiap kebaikanmu menjadi pahala yang kekal di sisi Allah.”

    28. “Syukran wa jazakumullahu khair, semoga setiap langkah hidupmu diberkahi oleh Allah.”

    29. “Alhamdulillah, terima kasih. Semoga Allah melipatgandakan pahala untuk setiap kebaikanmu.”

    30. “Jazakumullahu khairan, semoga Allah membalas dengan kebaikan yang jauh lebih besar.”

    31. “Syukran atas bantuanmu. Semoga Allah memberi kebaikan dalam setiap usahamu.”

    32. “Terima kasih, semoga Allah memperindah kehidupanmu dengan keberkahan dan kasih-Nya.”

    33. “Jazakallah khair, semoga Allah memberikan kebaikan berlipat ganda kepadamu.”

    34. “Syukran, semoga setiap amal baikmu diterima dan dibalas oleh Allah dengan kebaikan yang tiada henti.”

    35. “Terima kasih atas bantuanmu. Semoga Allah senantiasa menjagamu dalam kebaikan.”

    36. “Jazakumullahu ahsanal jaza, semoga Allah membalasmu dengan sebaik-baik balasan.”

    37. “Syukran katsir, semoga Allah memberimu kemudahan dan keberkahan dalam setiap urusan.”

    38. “Terima kasih, semoga kebaikan yang kau berikan menjadi amal yang tak putus sampai akhirat.”

    39. “Jazakallah khair, semoga setiap niat baik dan kebaikanmu tercatat sebagai pahala di sisi Allah.”

    40. “Syukran wa barakallahu fik, semoga Allah melapangkan jalanmu dengan kebaikan dan berkah-Nya.”

    Semoga ucapan terima kasih dalam Islam di atas dapat menyampaikan rasa terima kasihmu yang mendalam dan penuh doa.

    (eny/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Arti Jazakallah Khairan Ucapan Terima Kasih dalam Bahasa Arab

    Jakarta

    Jazakallahu khairan merupakan ucapan terima kasih dalam bahasa Arab yang biasa digunakan dalam konteks Islam. Lalu, apa arti jazakallah khairan?

    Di sebagian besar budaya, merupakan kebiasaan untuk mengungkapkan rasa terima kasih dengan cara tertentu. Mengucapkan terima kasih menjadi etika dasar yang disampaikan sebagai bentuk nikmat atau syukur yang telah diberikan orang lain.

    Memberikan respons yang tulus dan berterima kasih atas tindakan atau perkataan seseorang sering kali menjadi ‘perekat’ yang menjaga keutuhan hubungan. Ucapan terima kasih juga menunjukkan rasa hormat dan apresiasi.


    Kata-kata terima kasih memiliki kekuatan besar jika digunakan dengan tulus dan sering. Sebagai umat muslim ada beberapa ucapan terima kasih islami.Salah satu ungkapan yang sering digunakan adalah jazakallah khairan.

    Ungkapan jazakallah khairan memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar ucapan terima kasih biasa. Bukan sekadar bentuk sopan santun, tetapi juga mengandung doa dan harapan baik bagi orang yang menerimanya.

    Arti Jazakallah Khairan

    Jazakallahu khairan dalam huruf Arab :
    جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا
    Artinya :
    Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.

    Jazakallahu khairan merupakan ucapan terima kasih Islami yang disebutkan dalam sebuah riwayat yang berasal dari Usamah bin Zaid RA. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    من صُنِعَ إليه مَعْرُوفٌ فقال لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ الله خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ في الثَّنَاءِ

    Artinya:
    “Barangsiapa yang diperlakukan baik, lalu ia mengatakan kepada pelakunya, ‘Jazakallahu khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan)’ maka sungguh ia telah sangat menyanjungmu.” (HR Tirmidzi)

    Cara Mengucapkan Jazakallah Khairan

    Seseorang juga bisa mengucapkan terima kasih dalam bahasa Arab dengan “Jazakallah khairan katsiran” artinya “semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang banyak”. Variasi kalimatnya pun berbeda di mana “Jazakillah khairan katsiran” diucapkan untuk satu orang perempuan. Sementara itu “Jazakumullah khairan katsiran” diucapkan untuk lebih dari satu orang (kalian)

    Balasan Jazakallah Khairan

    Jika seseorang mengucapkan Jazakallah Khairan (جزاك اللهُ خيرًا), yang berarti “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan,” maka jawaban yang tepat adalah “Wa iyyak” (وإياك) yang berarti “Dan kepadamu juga.”

    Selain itu, beberapa jawaban jazakallah khairan lain yang bisa digunakan:

    – Wa iyyaka (وإياك) untuk laki-laki atau Wa iyyaki (وإياكِ) untuk perempuan. Artinya: Dan semoga Allah membalasmu dengan kebaikan juga.
    – Wa iyyakum (وإياكم) jika ditujukan kepada banyak orang. Artinya: Dan semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan juga.
    – Ameen wa iyyak. Artinya: Aamiin, dan kepadamu juga.

    Itulah arti jazakallah khairan yang merupakan ucapan terima kasih dalam bahasa Arab. Sebagai umat Muslim, membiasakan diri dengan ungkapan yang mengandung doa seperti ini dapat menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama.

    (eny/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Brand Kami Rilis Koleksi Terbaru dengan Pesan Kekuatan Wanita & Inovasi Kain

    Jakarta

    Kami. merillis koleksi terbarunya bertajuk Katla di gelaran Senayan City Fashion Nation pada 27 September 2025. Fashion show yang juga menghadirkan penampilan dari grup band Ten2fiveband dan Dea Rizkita ini mengusung pesan yang kuat, menemukan cahaya saat hidup terasa paling gelap. Koleksi ini diharapkan dapat menjadi penggerak perspektif baru bagi para pelanggan setia Kami. yang dikenal sebagai Kami. People.

    Didirikan oleh Nadya Karina, Istafiana Candarini, dan Afina Candarini, brand Kami. dikenal dengan ciri khas busana modest yang nyaman untuk dipakai sehari-hari. Istafiana Candarini, atau akrab disapa Irin, mengungkapkan bahwa koleksi Katla mengangkat penggunaan bahan dasar yang nyaman seperti katun, sesuai dengan signature Kami.

    Brand hijab dan modest fashion, Kami. mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Katla di Senayan Fashion Nation.Brand hijab dan modest fashion, Kami. mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Katla di Senayan Fashion Nation. Foto: Gresnia/Wolipop.

    “Makna filosofis di balik nama Katla yang secara harfiah terinspirasi dari gunung berapi dan ungkapan perasaan. Katla menyimbolkan bahwa setiap kehidupan manusia memiliki sisi kerapuhan, dan apa yang ditampilkan oleh manusia hanyalah sebatas permukaannya,” kata Irin.


    Irin menjelaskan koleksi Katla dibagi menjadi tiga fragmen yang akan diluncurkan secara bertahap, yaitu Katla Linear, Katla Mahika, dan Katla Dara. Filosofi ini menarik benang merah dari pesan kampanye Katla, kehidupan berat akan jadi lebih baik.

    Ia menuturkan koleksi ini mengajak untuk menerima dan merayakan kerapuhan tersebut, membentuk perspektif yang baru tentang kehidupan. Momen kebangkitan dan sisi gelap-terang yang diangkat adalah cerminan dari kisah bangkitnya seseorang setelah berulang kali menghadapi titik terendah.

    Peluncuran koleksi Katla ini direncanakan berlangsung secara bertahap pada September, Oktober, dan November 2025. Fragmen pertama, Katla Linear, yang ditampilkan di Fashion Nation Senayan City merupakan awal dari perjalanan Katla, menampilkan gaya yang lebih silent and expression dalam menyikapi kehidupan dengan harapan.

    Brand hijab dan modest fashion, Kami. mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Katla di Senayan Fashion Nation.Brand hijab dan modest fashion, Kami. mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Katla di Senayan Fashion Nation. Foto: Dok. Kami.

    Sementara itu, Katla Mahika dijadwalkan rilis pada Oktober 2025. Puncak koleksi, Katla Dara, akan hadir pada November 2025 bertepatan dengan Hari Pahlawan. Harapannya, koleksi ini akan memproyeksikan wanita sebagai pahlawan yang tetap kuat dan sesuai dengan brand value Kami.

    Koleksi terbaru Kami. ini mencakup berbagai jenis pakaian mulai dari kerudung, tunik, kemeja, hingga dress, dengan rentang harga yang terjangkau, dimulai dari Rp 379.000 untuk kerudung hingga Rp 949.000 untuk dress termahal. Untuk koleksi Katla Linear, terdiri dari dua dress, satu tunik, sembilan top, dan dua celana. Kami. juga memperkenalkan pembaruan material seperti bahan menyerupai polo dengan pattern linear yang akan dirilis sekitar minggu kedua Oktober 2025.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Mengenal Budaya Madura, Tradisi Unik dan Keindahan Kesenian Lokal



    Madura

    Madura, pulau di timur Jawa yang dikenal dengan julukan ‘Pulau Garam’. Inilah pesona Madura yang unik.

    Menurut situs resmi Kemendikdasmen pada Rabu (30/7/2025), Madura memiliki kebudayaan yang unik dan tradisi yang sudah mendunia. Suku Madura menjadi salah satu suku terbesar Indonesia.

    Keeksotisan budayanya membuat Madura semakin tersohor. Banyak wisatawan lokal dan internasional yang datang ke pulau itu untuk mengenal tentang budaya dan tradisi Madura.


    Selain itu, orang Madura juga dapat dikenali dengan mudah karena memiliki logat bicara yang sangat kental dengan dialek bahasa tradisional. Bahkan, saat berbicara dengan bahasa Indonesia pun juga mudah diketahui lewat logatnya yang menjadi ciri khas.

    Kebudayaan Suku Madura yang Populer

    Suku Madura memiliki sejumlah kebudayaan yang populer. Mengutip catatan detiktravel, berikut beberapa kebudayaan suku Madura:

    1. Karapan Sapi

    Salah satu kebudayaan suku Madura yang populer adalah Karapan Sapi. Dalam perlombaan ini, sepasang sapi menarik semacam kereta dari kayu yang dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan sapi lain. Trek pacuan tersebut biasanya sepanjang 100 meter.

    Lomba Karapan Sapi dapat berlangsung sekitar 10 detik hingga 1 menit. Sejumlah kota di Madura menyelenggarakan Karapan Sapi pada Agustus dan September setiap tahun.

    Tak hanya perlombaan, Karapan sapi menjadi ajang pesta rakyat dan acara yang prestisius bagi masyarakat Madura. Bahkan status sosial pemilik sapi karapan terangkat jika sapinya menjadi juara.

    2. Carok

    Carok merupakan kebudayaan suku Madura yang juga populer. Carok adalah duel sampai mati dengan menggunakan senjata tajam yaitu celurit. Hal ini dilakukan karena orang Madura memiliki watak keras dan mengedepankan harga diri, sehingga diselesaikan dengan cara kekerasan.

    Carok umumnya terjadi menyangkut masalah-masalah terkait kehormatan atau harga diri bagi orang Madura, seperti perselingkuhan dan harkat martabat atau kehormatan keluarga. Meski mayoritas suku Madura beragama Islam, tapi secara individual banyak yang masih memegang tradisi carok.

    3. Rokat

    Rokat merupakan upacara petik laut yang biasa disebut Rokat Tase. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur atas karunia dan nikmat yang diberikan Tuhan. Tradisi ini dipercaya dapat memberikan keselamatan dan kelancaran rezeki.

    Tradisi rokat dimulai dengan acara pembacaan istighosah dan tahlil bersama masyarakat yang dipimpin pemuka agama. Setelah itu, masyarakat menghanyutkan sesaji ke laut sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Isi dari sesaji itu adalah tumpeng, ketan berwarna-warni, dan ikan-ikan.

    4. Toktok

    Kebudayaan suku Madura berikutnya adalah Toktok. Tradisi ini adalah kompetisi aduan sapi, jadi dua sapli saling berhadapan dan saling seruduk.

    Biasanya, sapi yang digunakan untuk mengadu adalah sapi jantan. Kedua sapi lalu beradu kekuatan hingga salah satu sapi menyerah atau lari dari lawannya.

    Aduan Toktok harus didampingi oleh wasit selama pertandingan berlangsung. Namun, tidak sembarang orang bisa menjadi wasit. Soalnya, aduan Toktok dapat membahayakan orang lain yang sedang menonton.

    Demikian pembahasan mengenai ciri khas suku Madura dan sejumlah kebudayaannya yang populer. Tertarik untuk jalan-jalan ke Madura?

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Endog-endogan Banyuwangi, Tradisi Memperingati Maulid Nabi



    Banyuwangi

    Untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW, masyarakat Banyuwangi punya tradisi endog-endogan. Tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya Banyuwangi yang unik dan penuh makna.

    Bagi masyarakat Banyuwangi, terutama komunitas Using, endog-endogan bukan sekadar perayaan, tetapi juga ungkapan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus sarana memperkuat syiar Islam di Bumi Blambangan.

    Sejarah Tradisi endog-endogan

    Dilansir dari Repository Unej, tradisi endog-endogan tercatat sudah ada sejak tahun 1777, masa ketika para misionaris VOC berusaha menyebarkan agama Nasrani di wilayah Banyuwangi. Pada masa itu, para ulama dan masyarakat setempat memanfaatkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai media dakwah.


    Mereka merangkai telur rebus hias menjadi arak-arakan meriah yang kemudian dikenal sebagai tradisi endog-endogan. Keberadaan tradisi ini juga terkonfirmasi dalam Cathetan Raden Sudira pada awal 1930-an, hasil riset tentang Banyuwangi atas perintah peneliti Belanda Theodoore Pigeaud.

    Dalam manuskrip yang kini tersimpan di Perpustakaan Universitas Indonesia, disebutkan adanya hidangan ancak dan telur hias (endog-endogan) dalam perayaan Maulid Nabi, sebagaimana yang dikenal masyarakat Banyuwangi hingga kini.

    Dalam cerita lisan masyarakat, yang dilansir dari arsip pemberitaan detikJatim, tradisi ini bahkan diyakini pertama kali dicetuskan KH Abdullah Faqih dari Cemoro, Songgon.

    Menurut penulis buku Islam Blambangan, Ayung Notonegoro, setiap sisi tradisi endog-endogan memiliki nilai filosofis yang melambangkan ajaran Islam. Telur dengan tiga lapisannya mencerminkan Islam, Iman, dan Ihsan sebagai lapisan spiritual yang harus dimiliki seorang muslim.

    Sejak awal kemunculannya, tradisi endog-endogan mengalami pasang surut. Ada masa ketika tradisi ini dijalankan meriah, ada masa ketika hampir terpinggirkan oleh arus modernisasi.

    Namun, pada tahun 1995, pemerintah daerah Banyuwangi mulai memberi perhatian khusus dengan memasukkannya dalam agenda resmi pariwisata. Sejak itu, tradisi ini dikemas lebih menarik untuk memikat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

    Kini, tradisi endog-endogan semakin berkembang. Arak-arakan berlangsung lebih terorganisir, hiasan telur semakin kreatif, dan fungsi sosialnya semakin kuat sebagai sarana mempererat kebersamaan warga.

    Setiap wilayah di Banyuwangi bahkan memiliki ciri khas tersendiri dalam menghias jodang dan menggelar prosesi. Kondisi ini menunjukkan kekayaan budaya lokal yang tetap lestari.

    Rangkaian Acara Tradisi Endog-endogan

    Tradisi endog-endogan di Banyuwangi memiliki susunan acara yang sarat makna dan nilai kebersamaan. Setiap tahapannya mencerminkan kekayaan budaya Using, sekaligus semangat umat Islam dalam memperingati Maulid Nabi. Berikut rangkaian tradisi endog-endogan yang biasa digelar masyarakat Banyuwangi.

    1. Persiapan Telur Hias dan Jodang
    Warga menyiapkan ribuan telur rebus yang dihias beraneka warna. Telur-telur ini ditancapkan pada batang pisang atau jodang. Satu jodang biasanya memuat sekitar 50 telur, masing-masing ditempatkan dalam wadah kecil yang menarik.

    2. Arak-arakan Telur Sambil Bersalawat
    Pada hari pelaksanaan, warga mengenakan pakaian serba putih sebagai simbol kesucian. Mereka mengarak jodang telur keliling kampung sambil diiringi rebana, musik-musik Islami,dan melantunkan salawat Nabi Muhammad SAW. Ribuan warga dari berbagai penjuru berkumpul, melambangkan lima waktu salat wajib.

    3. Tausiah dan Doa Bersama
    Acara diisi dengan tausiah agama yang dilakukan para ulama. Tausiah ini mengingatkan makna peringatan Maulid Nabi dan nilai Islam, iman, serta ihsan yang disimbolkan telur dalam tradisi endog-endogan.

    Sebagai penutup acara, warga duduk bersama menikmati nasi ancak-nasi dan lauk yang disajikan di nampan daun pisang untuk dimakan oleh 4-5 orang. Momen ini menjadi simbol keguyuban, gotong royong, dan persaudaraan antarwarga.

    Artikel ini sudah tayang di detikJatim. Baca selengkapnya di sini.

    (auh/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Makna Innalillahiwainnailaihirojiun dan Kapan Harus Dibaca?


    Jakarta

    Setiap manusia pasti akan menghadapi ujian dan musibah dalam hidup. Musibah bisa datang dalam berbagai bentuk, mulai dari kehilangan harta, kesulitan, sakit, hingga kematian.

    Saat menghadapi musibah, hati yang tenang dan kesabaran menjadi kunci untuk tetap teguh dan berserah kepada Allah SWT. Islam mengajarkan doa dan dzikir yang membantu menghadapi ujian tersebut, salah satunya bacaan istirja’ atau bacaan innalillahiwainnailaihirojiun.


    Bacaan Innalillahiwainnailaihirojiun dan Maknanya

    Berikut bacaan Innalillahiwainnailaihirojiun beserta maknanya:

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

    Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn(a).

    Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kami akan kembali.”

    Berdasarkan buku Sukses Dunia-Akhirat Dengan Doa-Doa Harian karya Mahmud Asy Syafrowi, istilah istirja’ berasal dari kata dasar raja’a yang berarti “kembali” atau berusaha untuk kembali.

    Maksudnya, kita berupaya kembali kepada Allah SWT, menyerahkan diri sepenuhnya, dan mengembalikan seluruh urusan kita kepada-Nya. Segala sesuatu yang kita miliki, seperti kehidupan, kesehatan, keluarga, keturunan, jabatan, dan harta, sebenarnya hanyalah titipan dari-Nya. Suatu saat, semuanya akan diminta kembali oleh Sang Pemilik. Bahkan diri kita sendiri pun bukan sepenuhnya milik kita, karena tubuh ini akan hancur dan nyawa akan kembali kepada-Nya.

    Yang menarik dalam ucapan istirja’ adalah penggunaan dhamir “na” yang berarti “kita”, bukan “ni” yang berarti “saya”. Dhamir ini menunjukkan mutakallim ma’al ghair, yakni subjek yang dimaksud tidak hanya pengucap, tetapi juga orang lain. Dengan kata lain, ungkapan ini menekankan bahwa saya, Anda, kalian semua, beserta segala yang kita miliki, sejatinya adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya.

    Karena semua yang kita miliki berasal dari Allah SWT, setiap kehilangan atau pengambilan titipan-Nya disebut sebagai musibah, sekecil apa pun. Musibah tidak hanya berupa sakit atau kematian, seperti yang umumnya dipahami, tetapi mencakup segala hal yang tidak menyenangkan bagi manusia, baik besar maupun kecil. Rasulullah SAW bersabda,

    “Apa yang menimpa seorang mukmin dari hal yang tidak disukainya, maka itu dinamakan musibah.” (HR Thabrani)

    Oleh sebab itu, ucapan istirja’ relevan tidak hanya saat menghadapi kematian, tetapi juga dalam berbagai situasi lain, seperti ketakutan, kelaparan, kemiskinan, dan cobaan hidup lainnya.

    Kapan Innalillahiwainnailaihirojiun Dibaca?

    Menurut buku Fikih Basmalah (Merenda Makna, Menyelami Hukum Dan Menyusur Hikmah) karya Qosim Arsadani, bacaan istirja’ umumnya dibaca ketika seseorang terkena musibah. Musibah yang dimaksud bisa mengenai diri sendiri maupun orang lain, baik berupa kehilangan harta, kesulitan, maupun kematian.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 156,

    اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ

    Arab latin: Allażīna iżā aṣābathum muṣībah(tun), qālū innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn(a).

    Artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).

    Dari Ummu Salamah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Siapa saja yang terkena musibah, hendaknya membaca: ‘Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan kepada-Nya akan kembali. Wahai Allah, di sisi-Mu saya berharap dengan musibahku, maka berilah aku pahala dan gantilah untukku sebabnya dengan sesuatu yang lebih baik’.” (HR Ahmad)

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya


    Jakarta

    Membaca sholawat merupakan suatu amalan kebaikan yang berbentuk pujian atau doa sebagai ungkapan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Setiap muslim diwajibkan untuk senantiasa mengingat perjuangan dan ajaran yang dibawa Rasulullah SAW dengan bersholawat.

    Bahkan, terdapat satu ayat yang menyebutkan bahwa Allah SWT dan para malaikat pun bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 56,


    إِنَّ اللَّهَ وَمَلَتَبِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَتَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

    Arab Latin: innallâha wa malâ’ikatahû yushallûna ‘alan-nabiyy, yâ ayyuhalladzîna âmanû shallû ‘alaihi wa sallimû taslîmâ

    Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

    Mengutip buku Di Bawah Bimbingan Ilahi karya Sholihin H.Z, terdapat 3 doa malaikat Jibril yang diaminkan oleh malaikat Jibril, salah satunya adalah celaka bagi seorang hamba enggan mengucapkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

    Jibril berkata, “Hinalah seseorang yang (namamu) disebutkan padanya namun ia tidak mengucapkan sholawat,” kemudian Rasulullah SAW berkata, “Amin”.

    Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Barang siapa memohonkan sholawat atasku sekali, Allah SWT bersholawat atasnya sepuluh kali (HR. Muslim)

    Salah satu dari berbagai macam sholawat yang dapat diamalkan umat Islam adalah sholawat Jibril. Sholawat ini memiliki bacaan yang sangat pendek, namun keutamaan yang diberikan bagi pembacanya sangatlah banyak. Berikut bacaan sholawat Jibril.

    Bacaan Sholawat Jibril: Arab, Latin, dan Artinya

    صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ

    Arab Latin: Shallallahu ‘alâ Muhammad

    Artinya: “Semoga Allah memberikan rahmatNya kepada Nabi Muhammad.”

    Keutamaan Membaca Sholawat Jibril

    Mengutip buku Rahasia Sehat Berkah Shalawat karya Syukron Maksum, jika sholawat Jibril ini dibaca secara rutin, maka pembacanya akan dicintai oleh semua orang dan 70 pintu rahmat akan dibukakan untuknya.

    Sebagaimana yang diungkapkan oleh Imam Sya’roni bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

    “Barang siapa membaca sholawat ini (sholawat Jibril), maka ia telah membuka 70 pintu rahmat untuk dirinya dan Allah akan menitipkan cinta-Nya pada hati manusia sehingga mereka tidak akan marah kepadanya, kecuali orang yang menyimpan kemunafikan di dalam hatinya.”

    Adapun menurut riwayat dari As-Sakhawi, ada seorang laki-laki dari Syiria yang ingin mengunjungi Nabi SAW, ayahnya telah tua renta dan buta, namun ingin melihat Nabi SAW.

    Lalu ayahnya disarankan untuk membaca sholawat Jibril di atas. Setelah membaca sholawat Jibril tersebut, sang ayah kemudian dapat melihat Rasulullah SAW dalam mimpinya, bahkan bisa meriwayatkan hadits dari beliau.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ketika Bercermin, Amalkan untuk Kebaikan Diri


    Jakarta

    Doa ketika bercermin adalah salah satu doa harian yang bisa diamalkan. Sebab, manusia dalam kesehariannya sering sekali melakukan kegiatan bercermin.

    Bercermin merupakan aktivitas manusia untuk melihat memeriksa dan melihat penampilan mereka, khususnya sebelum pergi ke luar rumah. Dalam buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-Doa Harian karya Mahmud Asy-Syafrowi, dijelaskan bahwa Allah SWT sesungguhnya menciptakan umat-Nya dengan baik, sebagaimana disebutkan dalam Surat At-Tagabun ayat 3 berikut:

    خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّ وَصَوَّرَكُمْ فَاَحْسَنَ صُوَرَكُمْۚ وَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ ٣


    Artinya: “Dia menciptakan langit dan bumi dengan benar, Dia membentuk kamu lalu memperindah bentukmu, dan kepada-Nyalah kembali(-mu).”

    Mengutip buku Doa Mustajab untuk Muslimah karya Wira Kautsari Wijayanti, Lc., M.A., berdoa saat bercermin merupakan ungkapan kesadaran atas keindahan yang diberikan Allah kepada kita dan permohonan agar diberikan juga kebaikan dalam akhlak dan perilaku sehari-hari.

    Dengan berdoa ketika bercermin, umat Islam diingatkan untuk tidak hanya mementingkan penampilan fisik, melainkan jg kebaikan hati dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam.

    Doa Bercermin: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

    Mengutip dari berbagai sumber, berikut ini adalah tiga versi doa bercemin:

    1. Doa Bercermin Versi 1

    Mengutip buku Doa-Doa Rasulullah oleh Ibnu Taimiyah, diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, sesungguhnya Rasulullah ketika melihat (wajahnya) di cermin, beliau mengucapkan doa:

    اَلْحَمْدُلِلّٰهِ الَّذِى سَوَّى خَلْقِى فَعَدَّلَهُ وَكَرَّمَ صُوْرَةَ وَجْهِى فَحَسَّنَهَاوَجَعَلَنِى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

    Arab latin: Alhamdulillahilladzi sawwaa khalqii fa’addalahu wa karrama shurata wajhii fahassanaha waja’alanii minal muslimin.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan dan memperbaiki penciptaanku, memuliakan bentuk wajahku, maka Dia membaguskan dan menjadikan aku termasuk orang-orang Islam.”

    2. Doa Bercermin Versi 2

    Masih mengutip dari buku yang sama dengan sebelumnya, diriwayatkan oleh Ali bin Abu Thalibh ra., sesungguhnya Rasulullah ketika melihat (wajahnya) di cermin, maka beliau akan berdoa:

    اَللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ

    Arab latin: Allohumma kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii

    Artinya: “Ya Allah sebagaimana Engkau telah ciptakan aku dengan baik, maka perbaikilah akhlakku.”

    Doa Bercermin Versi 3

    Selain dua versi di atas, terdapat doa lain yang dapat dibaca ketika bercermin, sebagaimana dikutip dari buku Doa dalam Al-Qur’an dan Sunnah karya M. Quraish Shihab.

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنُ خُلُقي

    Arab latin: Alhamdulillaah allaahumma kamaa hassanta khalqi fahassin khuluqii.

    Artinya: “Segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah perindah tubuhku, maka perindah juga akhlakku.”

    Adab Bercermin

    Mengutip buku Living Hadis karya Salim Rosyadi dkk., selain membaca doa ketika bercermin, Islam juga mengatur adab ketika bercermin. Berikut ini adalah adab-adab bercermin:

    1. Mengingat nikmat yang telah diberikan Allah SWT seraya berdoa.
    2. Tidak terlalu mengagumi kecantikan diri sendiri.
    3. Tidak terlalu lama berada di depan cermin.
    4. Tidak berlebih-lebihan ketika bercermin.
    5. Tidak mencela kekurangan fisik sendiri.
    6. Bersyukur dengan segala kelebihan diri.
    7. Bersabar dengan segala kekurangan.

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Bangun Tidur dan Artinya yang Bisa Diamalkan


    Jakarta

    Bangun tidur adalah momen di mana kita kembali dari istirahat panjang di malam hari. Dalam Islam, tidur dianggap sebagai bentuk “kematian sementara,” sehingga saat bangun dari tidur, dianjurkan untuk mengucapkan doa sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT.

    Tidur adalah karunia Allah yang sangat berharga. Setelah lelah beraktivitas, tidur memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan energi. Seperti yang Allah firmankan dalam surah Ar-Rum ayat 23:

    وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ


    Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”

    Membiasakan membaca doa bangun tidur adalah salah satu bentuk dzikir harian yang sangat dianjurkan. Selain memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT, doa ini juga memberikan energi positif di awal hari. Dengan memulai hari dengan mengingat Allah, hati kita akan terasa lebih tenang, dan langkah kita akan terasa lebih terarah.

    Doa Bangun Tidur: Arab, Latin dan Terjemahannya

    Doa bangun tidur memiliki makna mendalam yang mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat hidup yang diberikan oleh Allah SWT. Dalam buku karya Abu Ihsan yang berjudul Penuntun Doa, Yuk!, doa yang dapat diucapkan saat bangun tidur adalah sebagai berikut:

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

    Arab latin: Alhamdullillahilladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wailaihin nusyuur

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.”

    Adab Bangun Tidur

    Selain membaca doa, ada beberapa adab lain yang dianjurkan setelah bangun tidur. Mengutip sumber yang sama, berikut adalah beberapa adab yang dapat diterapkan:

    • Membaca istighfar sebanyak tiga kali.
    • Membaca syahadat.
    • Membaca doa bangun tidur.
    • Menghindari mengusap tangan ke mata, karena tangan yang kurang bersih dapat menyebabkan mata gatal atau sakit.
    • Segera bangun dan hindari bermalas-malasan.
    • Melaksanakan sholat Subuh tepat waktu.
    • Merapikan tempat tidur dan menjaga kebersihan kamar.

    Doa sebelum Tidur

    Sebelum tidur, umat Islam juga dianjurkan untuk membaca doa. Berikut doa yang dikutip dari buku 100 Doa Harian Untuk Anak karya Nurul Ihsan.

    Doa Pendek Sebelum Tidur

    بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

    Arab latin: Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut.

    Artinya: “Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati.” (Sahih Bukhari, At-Tauhid: 6845)

    Doa Panjang Sebelum Tidur

    Selain doa pendek, terdapat pula doa sebelum tidur yang lebih panjang. Berikut lafadz lengkapnya:

    للَّهُمَّ أَسْلَمْتُ إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلَا مَنْحَى مِنْكَ إِلا إِلَيْكَ، أَمَنْتُ بكتابكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

    Arab latin: Allahuma aslamtuilaika wawajjahtuwajhii ilaika, wafawwadhtuamrii ilaika waalja’tudzahrii ilaika raghbatan waraghbatan ilaika laa maljaawalaa manjaa minka illa ilaika amantu bikitaabikalladzii anzaita wabinabiyyikalladzi arsalta

    Artinya : “Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu. Aku menghadapkan wajahku kepada-Mu. Aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Aku menyandarkan punggungku kepada-Mu lantaran mengharap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari ancaman-Mu kecuali hanya kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang Kau turunkan juga (aku beriman) kepada nabi-Mu yang Kau utus.” (HR Muslim, Bukhari dan Abu Dawud)

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com