Tag: universitas

  • Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 Diputus, Begini Kata BPPT



    Jakarta

    Orang tua penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 menyampaikan petisi pada Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek, Rabu (20/111/2024).

    Pada petisi tersebut, orang tua siswa penerima beasiswa meminta agar program BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dilanjutkan sesuai kesepakatan. Sebab, berdasarkan Surat Puspresnas Kemendikdbudristek No 1645/J3/PN.06/2024 tanggal 3 November 2024 tentang BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4, komponen beasiswa berupa college counseling (konseling pendidikan tinggi) dan penggantian biaya pendaftaran di universitas luar negeri ditiadakan.

    Terkait perubahan program dan komponen pembiayaan dalam BIM Persiapan S1 Luar Negeri, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Pembiayaan Pendidikan Tinggi (BPPT), Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek Ratna Prabandari mengatakan pihaknya akan membahas hal ini lebih lanjut dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Stella Christie.


    “Belum tahu, ini kita lagi mau rapat sama Bu Stella untuk membicarakan itu. Jadi aku belum bisa jawab itu,” ucapnya di sela kegiatan pemberian Beasiswa Eramet 2024 di Hotel Bidakara, Pancoran, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (22/11/2024).

    “Karena sepertinya nanti BIM akan di-cover di sana juga. Sepertinya, ya,” ucapnya.

    Ratna mengatakan, BPPT, Puspresnas saat ini masih tercatat berada di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

    Diketahui, pada pemerintahan Prabowo-Gibran 2014-2029, Kemendikbudristek dibagi tiga menjadi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), dan Kementerian Kebudayaan (Kemennbud).

    “Masih, sementara masih di bawah Kemendikbudristek ya. Sekarang namanya masih kemendikbudristek. Tapi nanti saya nggak ngerti mulai kapan, mungkin awal tahun depan, itu harusnya sudah mulai diumumkan bahwa ada Kemendikdasmen sama ada Kemendiktisaintek.

    Ratna mengatakan, pihaknya masih menunggu penetapan penempatan BPPT di salah satu kementerian pecahan Kemendikbudristek ini.

    “Belum tahu karena belum ada keputusan. Kami juga masih menunggu keputusan untuk BPPT sendiri, di mana kita juga masih belum tahu,” ucapnya.

    Sementara itu, ia mengatakan penerima beasiswa pemerintah yang dikelola Kemendikbudristek seperti Beasiswa Indonesia Maju (BIM) dan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).

    “Yang jelas, yang sekarang diamankan adalah mereka yang sudah mendapatkan beasiswa pasti akan diamankan anggaranya, itu yang pertama. Nggak akan terlantar. Nah untuk programnya, apakah nanti berubah? Masih belum tahu,” ucapnya.

    “Tapi yang jelas, fokus utama (anggaran Kemendikbudristek) kayaknya prioritasnya adalah untuk pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan dulu,” imbuhnya.

    Perubahan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4

    Konseling pendidikan tinggi pada BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 sedianya meliputi bimbingan pemilihan perguruan tinggi dan prodi, penulisan esai, hingga wawancara bersama perguruan tinggi luar negeri.

    Lebih lanjut, siswa yang sudah menerima Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri akan mengikuti Seleksi Lanjutan untuk ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa.

    Siswa pemegang LoA calon penerima beasiswa sedianya direkomendasikan pada Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan untuk ditetapkan sebagai Penerima Beasiswa Sarjana Luar Negeri.

    Sedangkan berdasarkan Surat Puspresnas Kemendikdbudristek No 1645/J3/PN.06/2024 tanggal 3 November 2024 tentang BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4, layanan college counseling dan pembiayaan pendaftaran ke perguruan tinggi luar negeri ditiadakan.

    Lebih lanjut, siswa BIM Persiapan Program Sarjana yang ingin mendaftar ke beasiswa program S1 kini dapat mendaftar ke Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) atau beasiswa lain yang dibiayai pemerintah/lembaga lain. Mereka juga disebut dapat mendaftar ke perguruan tinggi dalam negeri lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

    (twu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Cerita Nasa, Siswa Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri yang Programnya Diputus


    Jakarta

    Muhammad Fazil Ihsan Lanasa ingin kuliah teknik dirgantara di luar negeri seperti idolanya, BJ Habibie. Peraih medali emas World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2023 ini sudah mengantongi skor IELTS dan SAT untuk bekal mendaftar di perguruan tinggi luar negeri.

    Nasa, begitu ia akrab dipanggil, merupakan salah satu dari 350 siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4. Sejak awal tahun, siswa kelas 12 MAN 4 Jakarta ini mengikuti rangkaian program beasiswa, mulai dari webinar series untuk kuliah luar negeri, kursus IELTS dan SAT, summer program, dan proyek sosial.

    Namun pada 3 November 2024, Surat Puspresnas Nomor 1645/J3/PN.06/2024 menyatakan beasiswa persiapan kuliah di luar negeri ini tidak lagi menyelenggarakan college counseling. Penggantian biaya pendaftaran universitas luar negeri juga ditiadakan.


    College counseling ini penting karena selain yang di-planning tadi, seharusnya juga ada pendampingan soal esai, terutama untuk universitas di Amerika Serikat ataupun buat scholarships,” tuturnya pada detikEdu jelang penyampaian petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di Kantor Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).

    Tak Ada Konseling, Pembiayaan Ditiadakan

    Dikutip dari laman BIM Puspresnas, college counseling merupakan bimbingan pendidikan tinggi untuk memilih perguruan tinggi dan prodi tujuan, penulisan esai, hingga persiapan wawancara.

    College counseling sedianya digelar sekitar September-Oktober, tetapi tidak kunjung diadakan sampai terbit surat Puspresnas tentang peniadaan bimbingan pendidikan tinggi dan reimbursement biaya pendaftaran ke kampus luar negeri bagi awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri.

    Sedangkan peniadaan reimbursement biaya pendaftaran universitas luar negeri menurut Nasa berdampak pada teman-teman sesama penerima beasiswa dengan keterbatasan ekonomi.

    Ia mencontohkan, salah satu rekannya yang peraih medali olimpiade sains nasional (OSN) mengalami keterbatasan finansial. Akibatnya, awardee tersebut tak mampu membayar biaya pendaftaran di universitas luar negeri tujuannya.

    “Karena saya tahu sendiri, nggak semua awardee BIM Persiapan ini yang punya kapabilitas finansial bagus, karena mereka dinilai dari merit (prestasi),” tuturnya.

    Nasa sendiri membayar CAD 170 atau sekitar Rp 1,9 juta untuk mendaftar ke University of British Columbia (UBC), Kanada. Sedangkan rencana untuk mendaftar ke University of California (UC) Berkeley dan University of Rhode Island ia urungkan.

    “UC Berkeley kemungkinan saya drop, karena harganya lumayan mahal 85 dolar (USD, sekitar Rp 1,3 juta). Dan juga University of Rhode Island 65 dolar (USD, sekitar Rp 1,03 juta),” tuturnya.

    Tak hanya dirinya, Nasa menuturkan siswa sesama penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dari madrasahnya pun mengalami kendala biaya pendidikan tinggi yang sama.

    “Teman saya itu nilai IELTS-nya udah jauh di atas kualifikasi BIM, dan juga ada SAT-nya yang jauh di atas kualifikasi BIM. tapi karena keputusan itu (tidak ada lagi reimbursement biaya pendaftaran), dia sering drop beberapa universitas gara-gara biaya,” ucapnya.

    Mencari Kuliah Gratis di Luar Negeri

    Ia kini pikir-pikir lagi untuk mengeluarkan biaya pendaftaran ke universitas di luar negeri. Bersama empat teman awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di MAN 4 Jakarta, Nasa bagi-bagi tugas mencari peluang beasiswa di berbagai negara dan benua. Khususnya pada kampus yang menyediakan biaya pendaftaran gratis.

    “Salah satu teman saya nyari semua universitas yang ada beasiswanya di Australia. Satu yang di Eropa, satu yang di Amerika,” tuturnya.

    “Kita buat kategori, dan apa-apa cari sendiri,” imbuhnya.

    Nasa juga mendaftar ke International Scholars Program, sejenis BIM untuk mahasiswa internasional di Kanada. Beasiswa ini menyediakan gratis uang kuliah dan uang saku per tahun.

    “Pengumumannya sendiri, kalau tidak salah, Maret. Jadi pas tahu pengumuman ini, bisa lanjut ke BIM (reguler S1) atau scholarship ini,” imbuhnya.

    Ia semula ingin masuk Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, perguruan tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking (WUR) 2025. Namun, beasiswa di kampus-kampus AS lazimnya bersifat parsial, tidak menyediakan tempat tinggal dan tunjangan hidup per tahun.

    “Saya jadi nge-rescale tujuan saya. Jadi kalau universitasnya nggak ada kepastian soal beasiswa atau apapun, saya drop,” ucapnya.

    Kini, Nasa menarget Monash University, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), hingga Korea Advanced Institute of Science Technology (KAIST). Kampus terakhir terkenal dengan pendidikan gratis, uang saku, plus asrama bagi mahasiswanya.

    Melanjutkan Riset

    Tak berdiam diri, Nasa juga kini melanjutkan proyek risetnya. Sebelumnya, ia harus berpandai-pandai membagi waktu sekolah, persiapan IELTS dan SAT, serta kompetisi riset.

    Minatnya di bidang riset sains dan teknologi terutama diasah sejak menginjak kelas 10 madrasah. Saat itu, dia membuat kompensator energi dari barang rongsokan. Kompensator daur ulang ini dapat menghemat listrik rumah tangga hingga 1.000 Watt.

    Gagasannya terinspirasi dari flywheel alias roda gila yang digunakan Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) yang komponennya relatif jarang ditemukan secara umum. Berkonsultasi dengan kepala sekolah SMK PGRI Telagasari, Karawang, Jawa Barat, ia pun berinovasi memanfaatkan flywheel dari bearing truk diesel dan generator bekas hydro generator.

    Risetnya itu kelak diganjar dengan medali emas International Research Competition for Young Scientist (IRCYS) 2022.

    Kini, Nasa berencana membuat inovasi yang berdampak untuk membantu krisis kemanusiaan. Ia menuturkan, proyek ini berangkat dari kondisi di Palestina.

    “Situasi di lapangannya nggak ada jalur. Misal ada camp refugee di sini, tapi jalur logistik ke camp-nya udah hancur banget. Kaya truk yang didesain buat off-road pun susah ke sananya,” tuturnya.

    “Jadi inginnya, inovasinya nanti bisa diaplikasikan di tempat-tempat yang lagi krisis,” pungkasnya.

    Terkait petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri untuk Nasa dan kawan-kawannya, Sekretaris Puspresnas Nancy Rahmawati mewakili Kepala Puspresnas menerima petisi orang tua siswa. Ia mengatakan pihaknya mengagendakan pertemuan selanjutnya dengan orang tua siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 pada Jumat (22/11/2024).

    “Mereka menyampaikan petisi untuk melanjutkan BIM 4 yang saat ini masih tertunda,” ucapnya di Kantor Puspresnas, Jakarta Selatan.

    “Kelanjutannya nanti ada pertemuan lagi selanjutnya, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk anak-anak semua. Pertemuannya hari Jumat besok. Ibu Kepala nanti menemui Bapak-Ibu Jumat nanti, sudah kita jadwalkan,” sambungnya.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S2-S3 BRIN Ini Dibuka Sepanjang Tahun, Cek Ya!


    Jakarta

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki program beasiswa Degree by Research jenjang S2 dan S3. Beasiswa ini dibuka untuk PNS maupun non-PNS yang berminat kuliah sambil riset.

    Berbeda dengan beasiswa pemerintah pada umumnya, beasiswa S2 dan S3 BRIN ini dibuka untuk program kuliah online agar pesertanya tidak meninggalkan tugas kedinasan. Pelamar bisa memilih perguruan tinggi dalam dan luar negeri mitra BRIN, yang telah menyiapkan kurikulum pendidikan jarak jauh penuh (PJJ) dan prodi penyelenggara kelas riset.

    Beasiswa Degree by Research BRIN meliputi uang kuliah tunggal (UKT) dan bantuan riset. Per 29 April 2024, peminat beasiswa ini bisa melamar sepanjang tahun di situs resminya.


    Namun, peminat beasiswa juga perlu memantau sejumlah jenis beasiswa Degree by Research yang ditawarkan dengan batas waktu pendaftaran tertentu. Contohnya seperti beasiswa University Polytechnic Hauts-De-France dan Tomsk Polytechnic University Degree by Research 2025 yang tutup pendaftaran pada 22 November 2024.

    Sebelum mendaftar, simak alur beasiswa Degree by Research BRIN dan daftar kampusnya di bawah ini seperti dikutip dari panduan resminya.

    Alur Pendaftaran Beasiswa BRIN Degree by Research (DBR)

    1. Memiliki Topik Riset

    Peserta mengajukan topik riset yang sedang atau akan dikerjakan kelompok-kelompok riset di BRIN

    2. Memperoleh Kopromotor dari BRIN

    Kopromotor harus sesuai dengan bidang kepakaran topik riset yang dipilih. Ia wajib melibatkan penerima beasiswa pada riset yang sedang dilakukan bersama periset lainnya. Ia juga bertanggung jawab menjamin keberlangsunga topik riset tersebut selama penerima beasiswa menjalani program.

    3. Mendaftar di Sistem Informasi Degree by Research

    Pendaftar yang merupakan tenaga BRIN dan luar BRIN sama-sama mendaftar di laman https://byresearch.brin.go.id. Bedanya, tenaga BRIN mendaftar dengan akun SSO Intra BRIN, sedangkan pelamar non-BRIN menggunakan akun email pribadi.

    Setelah mendaftar, unggah surat pengantar dari kepala unit kerja instansi asal, unduh format di laman DbR BRIN. Surat wajib sesuai dengan format agar tidak dikembalikan untuk direvisi.

    4. Unggah Dokumen Persyaratan

    Jika sudah terverifikasi, buka kembali akun pendaftaran untuk mengunggah dokumen berikut:

    • Proposal riset yang sudah ditandatangani kopromotor asal BRIN serta kepala pusat riset dan kolaborator riset dari
      universitas
    • Surat kesediaan menjadi kopromotor
    • Biodata kopromotor
    • Surat rekomendasi dari kepala satuan kerja (satker) BRIN
    • Surat pernyataan menyelesaikan studi
    • CV pengusul
    • Ijazah
    • Transkrip akademik terakhir

    Format dokumen di atas dapat diunduh di laman resmi DbR BRIN.

    5. Verifikasi Dokumen dan Review Proposal Riset

    Proposal riset yang sudah lolos verifikasi akan ditinjau tim reviewer. Jika sudah disetujui, proposal riset dinyatakan berstatus direkomendasikan.

    Berkas pendaftaran lainnya juga akan menjalani verifikasi. Pelamar beasiswa wajib memantau secara berkala pemberitahuan keperluan revisi jika ada.

    6. Seleksi Wawancara

    Peserta yang lolos verifikasi dokumen dan review proposal akan diundang untuk menjalani seleksi wawancara dengan tim reviewer dan kopromotor dari BRIN. Peserta dapat memaparkan proposal riset maksimal 10 menit.

    Pastikan untuk mengecek undangan seleksi wawancara di email dan sistem informasi DbR.

    7. Memperoleh Surat Jaminan Pembiayaan

    Peserta yang lolos tahap wawancara berhak atas surat jaminan pembiayaan dari Deputi Sumber Daya Manusia dan Iptek (SDMI) BRIN. Surat jaminan ini berlaku 12 bulan sejak surat diterbitkan.

    Surat jaminan pembiayaan bisa digunakan untuk memperoleh LoA dari perguruan tinggi mitra DbR BRIN. Surat ini berlaku sesuai kampus kolaborator proposal riset. Dokumen ini bisa diunduh di sistem informasi DbR.

    8. Unggah LoA, Proposal Riset, dan Surat Pengantar

    Peserta yang sudah mendapat surat jaminan pembiayaan diminta mengunggah dokumen sesuai batas waktu yang ditentukan:

    • LoA prodi kelas riset dari perguruan tinggi mitra DbR BRIN
    • Surat pengantar penetapan peserta DbR
    • Proposal riset yang sudah disetujui promotor dari perguruan tinggi, kopromotor dari BRIN, dan kepala satker BRIN.

    Daftar Perguruan Tinggi Beasiswa DbR BRIN

    • Universitas Indonesia (UI)
    • Institut Teknologi Bandung (ITB)
    • Universitas Gadjah Mada (UGM)
    • Universitas Padjadjaran (Unpad)
    • IPB University
    • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
    • Universitas Diponegoro (Undip)
    • Universitas Hasanuddin (Unhas)
    • Universitas Sebelas Maret (UNS)
    • Universitas Andalas (Unand)
    • Universitas Airlangga (Unair)
    • Universitas Brawijaya (UB)
    • Universitas Sumatera Utara (USU)
    • Universitas Syiah Kuala (USK)
    • Technische Universität Berlin
    • Deakin University
    • University of Twente
    • Tomsk Polytechnic University
    • Suranaree University of Technology
    • Universitas Sains Malaysia
    • Université Polytechnique Hauts-de-France
    • Swinburne University of Technology
    • Universiti Teknologi Malaysia

    Informasi lebih lanjut tetang pendaftaran beasiswa BRIN Degree by Research (DBR) bisa diakses lebih lanjut di laman https://byresearch.brin.go.id, https://bit.ly/SkemaBaruDbR2024, dan akun Instagram @brin_talentarisetinovasi. Semoga bermanfaat!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa S1-S3 di Hungaria Deadline 20 Februari, Cus Daftar!



    Jakarta

    Tempus Public Foundation membuka beasiswa bernama Bilateral State Scholarships Tahun Ajaran 2025-2026. Beasiswa ini dibuka untuk jenjang S1, S2, S3 dan program non-gelar.

    Penerima akan mendapat bantuan pendidikan dan tunjangan selama studi. Adapun pendaftaran dibuka secara gratis melalui https://scholarship.hu.

    Jenis Beasiswa yang Dibuka

    Ada empat jenis beasiswa yang bisa detikers ikuti, yakni:


    • Studi semester/parsial sarjana, magister, atau doktoral (3-10 bulan)
    • Studi sarjana, magister, atau doktoral penuh (masing-masing 36/24/36 bulan)
    • Kunjungan studi jangka pendek atau panjang (3 hari – 6 bulan)
    • Kursus musim panas (2-4 minggu)

    Cakupan Beasiswa Bilateral State Scholarships

    Pelamar yang diterima berhak mengikuti studi tanpa dipungut biaya apapun. Tunjangan bagi penerima beasiswa mencakup akomodasi, dan lain-lain, tergantung pada jenis beasiswa.

    Tunjangan dibayarkan oleh lembaga penerima, Tempus Public Foundation, atau oleh negara pengirim, juga tergantung pada jenis beasiswa.

    Deadline Pendaftaran Bilateral State Scholarships

    Studi semester/parsial sarjana, magister, atau doktoral (3-10 bulan): 20 February 2025

    Studi sarjana, magister, atau doktoral penuh (masing-masing 36/24/36 bulan): 20 February 2025

    Kunjungan studi jangka pendek atau panjang (3 hari – 6 bulan): 20 Februari 2025

    Kursus musim panas (2-4 minggu): 28 Maret 2024

    Syarat Dokumen Bilateral State Scholarships

    1. Formulir Pendaftaran
    2. Salinan Paspor dan Kartu Identitas
    3. Motivation Letter
    4. Salinan Transkrip Akademik
    5. Sertifikat Kemahiran Bahasa
    6. Surat Penerimaan dari Universitas Terkait
    7. Rencana Karier
    8. Surat Rekomendasi

    Informasi lebih lanjut mengenai Bilateral State Scholarships dapat detikers cek di laman https://studyinhungary.hu/study-in-hungary/menu/scholarships/bilateral-state-scholarships.html atau https://tka.hu/international-programmes/4127/bilateral-state-scholarships. Tertarik mendaftar, detikers?

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Kebut Teknologi Nuklir, BRIN Sebut Akan Ada Beasiswa LPDP


    Jakarta

    Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan sejumlah rencana untuk mengebut pemajuan teknologi nuklir di Indonesia. Termasuk di antaranya pemberian beasiswa untuk mendukung talenta nuklir RI.

    “Jadi dengan demikian, kami berharap bisa mengejar ketertinggalan kita di teknologi nuklir secara umum dalam waktu sesingkat-singkatnya,” ucapnya dalam penganugerahan tokoh nuklir Siwabessy Award dan GA Siwabessy Memorial Lecture oleh BRIN di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, Kamis (5/12/2024).

    Rencana Kebut Teknologi Nuklir RI

    Revitalisasi Reaktor Nuklir GA Siwabessy

    Handoko menjelaskan, saat ini BRIN menyediakan dua platform kolaborasi nuklir. Masing-masing khusus untuk bidang reaktor dan akselerator.


    Salah satunya untuk revitalisasi reaktor riset GA Siwabessy di Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

    “Akan kami fokuskan sekaligus produksi radioisotop dan radiofarmaka di Indonesia,” ucapnya.

    Kerja Sama Teknologi buat PTLN

    Ia menyatakan pihaknya juga berencana menjalankan pengembangan bersama (joint development) teknologi reaktor untuk energi pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dengan menggandeng mitra mancanegara.

    “Saat ini dalam proses negosiasi,” kata Handoko.

    Ajak Warga Kampus Ikut Program

    Ia berharap skema-skema di atas dapat mendorong talenta nuklir RI, termasuk yang beraktivitas di perguruan tinggi, dapat turut bergabung dan memiliki platform tersebut.

    “Ini sesuatu yang tidak mungkin dilakukan universitas karena terlalu besar dan membutuhkan komitmen jangka panjang, dan full time researcher yang harus day-by-day ada di situ,” ucapnya.

    Beasiswa LPDP dan Program S2-S3

    Mengebut pertumbuhan talenta RI bidang nuklir, ia menambahkan lulusan S1 akan dapat mengikuti program S2-S3 berbasis penelitian di platform teknologi nuklir BRIN. Di samping itu, pihaknya juga menggandeng Lembaga Pengelola Dana Pendidikan untuk menyediakan beasiswa LPDP targeted bidang teknologi nuklir.

    “Nanti bagaimana mahasiswa dari ITB, UGM, Itera, dan seterusnya, bagaimana mereka bisa terlibat di situ, mereka bisa langsung menjadi S2-S3. Sebagian kita kirim dengan targeted scholarship yang dari LPDP juga, karena salah satu fokusnya adalah teknologi nuklir,” ucapnya.

    (twu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Guru 2025 ke Jepang, Cek MEXT Teacher Training Program di Sini!


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang (Monbukagakusho/MEXT) membuka pendaftaran beasiswa guru non gelar. Guru aktif bisa mendaftar paling lambat 22 Januari 2025.

    Dikutip dari laman Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, beasiswa ini diperuntukkan bagi guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran sesuai dengan bidangnya. Program beasiswa ini berlangsung 1 tahun 6 bulan pada September/Oktober 2025-Maret 2027. Adapun 6 bulan pertama termasuk belajar bahasa Jepang.

    Selama periode beasiswa, guru akan belajar di universitas di Jepang; mendapatkan pelatihan dalam cara mengajar, membuat rencana pembelajaran yang efektif, dan hal lainnya yang dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan sebagai guru.


    Beasiswa Guru 2025 ke Jepang MEXT Teacher Training Program

    Beasiswa guru ini meliputi:

    • Biaya kuliah hingga program selesai.
    • Tunjangan hidup sekitar 143 ribu yen (Rp 14,6 juta) per bulan.
    • Tiket pesawat pergi pulang Indonesia-Jepang.
    • Bebas biaya pembuatan visa pelajar.
    • Tanpa ikatan dinas.

    Jadwal Seleksi Beasiswa Guru 2025 ke Jepang MEXT

    • Pendaftaran: 24 Desember 2024-22 Januari 2025
    • Pengumuman hasil seleksi dokumen: 7 Februari 2025
    • Seleksi tulis: Pertengahan Februari 2025, dapat berubah sewaktu-waktu, pantau di situs resmi Kedubes Jepang di Indonesia
    • Pengumuman ujian tulis: Akhir Februari 2025
    • Seleksi wawancara: Awal Maret 2025
    • Pengumuman hasil seleksi wawancara: Awal Maret 2025
    • Secondary screening: Maret-Juli/pertengahan Agustus 2025*
    • Pengumuman hasil akhir dari MEXT: Juli-pertengahan Agustus 2025
    • Keberangkatan ke Jepang: September/ Oktober 2025

    Syarat Beasiswa

    • Usia maksimal 34 tahun pada tanggal 1 April 2025 atau lahir pada/ setelah 2 April 1990.
    • Lulusan minimal D4/S1.
    • Guru pegawai negeri, swasta, atau honorer yang sedang aktif mengajar di sekolah/lembaga pendidikan formal, seperti SD, SMP, SMA dan Sederajat (SMK, madrasah, dan lain-lain), serta SLB.
    • Memiliki pengalaman mengajar minimal 5 tahun 0 bulan pada 1 Oktober 2025 di lembaga pendidikan formal (akumulatif).
    • Sehat jasmani dan rohani, kondisi kesehatan fisik dan mental tidak akan mengganggu proses perkuliahan selama di Jepang.
    • Menguasai bahasa Inggris atau bahasa Jepang.
    • Bersedia belajar bahasa Jepang bagi yang belum bisa.
    • Ketentuan sertifikat kemahiran bahasa:
      • – Sertifikat IELTS terbitan Universitas Cambridge, British Council, IALF dan IDP Education.
      • – Sertifikat kemampuan bahasa inggris setara dengan TOEFL/TOEIC/IELT yang diterbitkan oleh universitas resmi dapat digunakan.
      • – Sertifikat JLPT terbitan dari Japan Foundation bisa disertakan
      • – Sertifikat NAT-TEST/J-TEST tidak dapat digunakan.
      • – Sertifikat TOEFL Like dan TOEFL Prediction tidak dapat digunakan.
    • Harus segera kembali ke Indonesia dan melanjutkan kariernya sebagai guru setelah program beasiswa berakhir, atau wajib mengembalikan semua tunjangan beasiswa yang telah diterima.
    • Bukan termasuk salah satu kondisi di bawah ini:
    • Guru TK/PAUD.
    • Guru yang tidak mengampu suatu mata pelajaran.
    • Personel militer atau warga sipil militer di masa kedatangan di Jepang atau masa penyaluran beasiswa.
    • Tidak dapat tiba di Jepang paling lambat hari terakhir dari periode yang ditentukan MEXT atau kampus penerima.
    • Pernah menjadi penerima beasiswa MEXT, termasuk yang mengundurkan diri dari beasiswa tersebut setelah tiba di Jepang, kecuali yang pernah menerima Monbukagakusho Honors Scholarship for Privately-Financed International Students.
    • Pelamar program lain yang penyaluran beasiswanya akan dimulai pada tahun fiskal 2025 lewat skema beasiswa Pemerintah Jepang (MEXT).
    • Sudah diterima di kampus Jepang atau institusi lain dengan status tinggal sebagai “Pelajar” maupun yang sedang mendaftar, atau berencana mendaftar, ke kampus Jepang atau institusi lainnya sebagai mahasiswa internasional dengan pendanaan swasta, pada masa pendaftaran beasiswa MEXT sampai masa penyaluran beasiswa; kecuali yang kembali ke Indonesia sebelum masa penyaluran beasiswa dan mendapat izin tinggal “Pelajar” ulang di Jepang.
    • Berencana menerima beasiswa atau fellowship lain dari Pemerintah Jepang, organisasi terkait Pemerintah Jepang, dan lainnya setelah masa penyaluran beasiswa MEXT.
    • Memiliki dua kewarganegaraan.
    • Diketahui melakukan kecurangan saat ujian tulis.
    • Mengubah status izin tinggal dari “Pelajar” ke status lainnya setelah tiba di Jepang.

    Informasi pendaftaran lebih lanjut mengenai beasiswa guru 2025 ke Jepang MEXT Teacher Training Program bisa dicek dengan klik DI SINI. Berminat mendaftar, detikers?

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa MEXT Japanese Studies 2025 buat Mahasiswa, Belajar Bahasa dan Budaya Jepang


    Jakarta

    Beasiswa belajar bahasa Jepang dibuka Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang (MEXT). Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa S1 dan D4 jurusan sastra/pendidikan bahasa Jepang.

    Dikutip dari laman Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, beasiswa non gelar ini berdurasi 1 tahun. Penerima beasiswa akan mendalami bahasa dan kebudayaan Jepang di universitas Jepang pada September/Oktober 2025-Agustus/September 2026. Di akhir program, penerima beasiswa akan mendapat sertifikat.

    Syarat Beasiswa MEXT Belajar Bahasa Jepang 2025

    • Mahasiswa aktif S1/D4 sastra/pendidikan/budaya/bahasa Jepang, minimal semester 3.
    • Sehat jasmani dan rohani untuk menjalani perkuliahan di Jepang.
    • Menguasai bahasa Jepang, sertakan sertifikat Nihongo Noryoku Shiken atau JLPT yang terbit pada/setelah Januari 2023 jika ada.
    • Usia maksimal 29 tahun pada tanggal 1 April 2025, atau lahir antara 2 April 1995 sampai 1 April 2007.
    • Direkomendasikan oleh institusi tempat berkuliah saat ini, berdasarkan seleksi internal di institusi masing-masing.
    • Belum akan mengikuti sidang skripsi selama proses seleksi berlangsung maupun saat sudah ditetapkan sebagai penerima beasiswa.
    • Pendaftar wajib segera kembali ke Indonesia dan melanjutkan kuliah setelah program beasiswa ini berakhir. Jika melanggar, maka wajib mengembalikan seluruh tunjangan beasiswa yang telah diterima.
    • Khusus pendaftar yang mengikuti double degree di universitas di Indonesia dan di Jepang dan akan melanjutkan studinya di Jepang, maka tidak perlu kembali ke Indonesia, tetapi tidak akan secara langsung mendapatkan visa “Student” ataupun visa “Temporary Visitor” usai program beasiswa.

    Cara Daftar

    1. Registrasi di https://daftar.beasiswamext.com.
    2. Cek email konfirmasi dan simpan nomor ujian.
    3. Jika tidak menerima email konfirmasi dalam 5 menit, hubungi beasiswa@dj.mofa.go.jp dengan menyertakan nama lengkap, program yang dipilih, dan salinan transkrip nilai sementara.
    4. Lengkapi dokumen persyaratan.
    5. Institusi perekomendasi mengirimkan berkas dengan kode di kanan atas amplop “Japanese Studies 2025” ke alamat: Bagian Informasi dan Kebudayaan (Pendidikan), Kedutaan Besar Jepang, Jl MH Thamrin No 24 Jakarta, 10350.
    6. Jika mengirim dengan ojek online, serahkan ke pihak security Kedubes Jepang.
    7. Pastikan berkas sudah diterima Kedubes Jepang di Jakarta paling lambat 22 Januari 2025.

    Jadwal Seleksi Beasiswa MEXT Japanese Studies 2025

    • Pendaftaran: 24 Desember-22 Januari 2025
    • Pengumuman hasil seleksi dokumen: 7 Februari 2025
    • Seleksi ujian tulis: Pertengahan Februari 2025
    • Pengumuman hasil ujian tulis: Akhir Februari 2025*
    • Seleksi wawancara: Akhir Februari 2025*
    • Pengumuman hasil seleksi wawancara: Awal Maret 2025*
    • Secondary screening: Maret-Juli/Pertengahan Agustus 2025*
    • Pengumuman hasil akhir dari MEXT: Juli-pertengahan Agustus 2025*
    • Berangkat ke Jepang: September/Oktober 2025*

    Informasi beasiswa MEXT Japanese Studies 2025 bisa diakses lebih lanjut dengan klik di sini Informasi Beasiswa MEXT Program Japanese Studies (Non-Degree) | Embassy of Japan in Indonesia. Berminat, detikers?


    (twu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa MEXT Jepang Khusus Guru Dibuka, Setahun Kuliah Gratis di Jepang!



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang (MEXT) membuka beasiswa MEXT khusus guru di Indonesia. Apa saja persyaratannya?

    Beasiswa MEXT Jepang khusus guru merupakan program beasiswa yang dirancang khusus bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran sesuai dengan bidangnya. Program akan berjalan selama 1 tahun 6 bulan dengan 6 bulan pertama ditujukan untuk belajar bahasa Jepang.

    Penerima beasiswa akan belajar langsung di universitas di Jepang. Pembelajaran yang akan didapat termasuk pelatihan dalam cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang efektif, serta hal-hal lain yang dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan guru.


    Fasilitas Beasiswa MEXT Jepang Khusus Guru

    Biaya kuliah ditanggung sepenuhnya hingga program selesai
    Tunjangan hidup sebesar kurang lebih ¥143.000/bulan
    Tiket pesawat pergi pulang Indonesia – Jepang
    Bebas biaya pembuatan visa pelajar
    Tidak ada ikatan dinas

    Jadwal Beasiswa MEXT Jepang Khusus Guru

    Masa Pendaftaran : 24 Desember 2024 – 22 Januari 2025
    Pengumuman Hasil Seleksi Dokumen : 7 Februari 2025
    Seleksi Tulis : Pertengahan Februari 2025*
    Pengumuman Ujian Tulis : Akhir Februari 2025*
    Seleksi Wawancara : Awal Maret 2025*
    Pengumuman Hasil Seleksi Wawancara : Awal Maret 2025*
    Secondary screening : Maret – Juli/Pertengahan Agustus 2025*
    Pengumuman Hasil Akhir dari MEXT : Juli – Pertengahan Agustus 2025*
    Berangkat ke Jepang : September/ Oktober 2025*

    Syarat Beasiswa MEXT Jepang Khusus Guru

    Usia maksimal 34 tahun pada tanggal 1 April 2025 (lahir pada atau setelah 2 April 1990).
    Lulusan minimal D4 atau S1.
    Guru (pegawai negeri, swasta, honorer) yang sedang aktif mengajar di sekolah/lembaga pendidikan formal, seperti SD, SMP, SMA dan Sederajat (SMK, Madrasah, dsj), serta SLB.
    Pelamar memiliki pengalaman mengajar minimal 5 tahun 0 bulan pada 1 Oktober 2025 di lembaga pendidikan formal (akumulatif).
    Sehat jasmani dan rohani
    Menguasai bahasa Inggris atau bahasa Jepang
    Bagi yang belum bisa berbahasa Jepang, bersedia belajar bahasa Jepang.
    Pelamar harus segera kembali ke Indonesia dan melanjutkan karirnya sebagai guru setelah program beasiswa berakhir.

    Cara Pendaftaran Beasiswa MEXT Jepang Khusus Guru

    Pelamar melakukan registrasi online melalui https://daftar.beasiswamext.com/. Lengkapi pula dokumen-dokumen yang diperlukan dan dimasukkan ke dalam 1 amplop. Tuliskan kode “Teacher Training 2025” pada kanan atas amplop.

    Berkas dikirim atau diserahkan langsung ke:

    Bagian Informasi dan Kebudayaan (Pendidikan)
    Kedutaan Besar Jepang
    Jl. M.H. Thamrin No. 24. Jakarta 10350

    Tahap Seleksi Beasiswa MEXT Jepang Khusus Guru

    1. Tahap Primary Screening
    Seleksi Dokumen.
    Ujian Tulis
    Ujian Wawancara

    2. Tahap Secondary Screening
    Bagi yang lulus primary screening akan Kedutaan Besar Jepang rekomendasikan ke Monbukagakusho/MEXT. Berkas peserta akan bersaing dengan berkas peserta dari negara lain pada tahap ini.
    Peserta yang lulus seleksi akhir (secondary screening) di MEXT akan menjadi penerima beasiswa. Pengumuman hasil seleksi akhir akan diumumkan pada bulan Juli – Agustus 2025.

    Informasi lebih lanjut tentang Beasiswa MEXT Jepang khusus guru dapat dicek melalui https://www.id.emb-japan.go.jp/itpr_id/sch_tt.html. Tertarik mendaftar, detikers?

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Syarat, Cara Pengajuan, hingga Besarannya


    Jakarta

    Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) bisa memberikan bantuan pendidikan atau beasiswa kepada anak-anaknya lo. Tetapi ada syarat yang harus diperhatikan.

    Mengutip Antara, BPJS Ketenagakerjaan adalah program pemerintah yang menetapkan iuran bagi para pekerja. Program ini dibuat untuk menjamin pekerja Indonesia mendapat perlindungan terbaik.

    Baik terhadap risiko bahaya di tempat kerja hingga kesejahteraan pasca kerja. BPJS Ketenagakerjaan memiliki sejumlah program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), dan Jaminan Kematian (JK).


    Nah, beasiswa pendidikan anak peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa diberikan apabila orang tuanya mengikuti program JKK ataupun JK. Sehingga beasiswa itu bisa diklaim jika orang tuanya meninggal dunia ataupun mengalami kecelakaan kerja yang fatal.

    Untuk mengetahui syarat, cara pengajuan, dan besaran beasiswa yang didapatkan berikut informasinya dirangkum detikEdu, Minggu (12/1/2025).

    Syarat Beasiswa BPJS Ketenagakerjaan

    Syarat Utama

    Pemberian beasiswa pendidikan tersebut didasarkan PP Nomor 82 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Aturan ini telah berlaku secara efektif sejak 1 April 2023.

    Selain itu program ini juga disempurnakan melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No 5 tahun 2021 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua.

    Hasilnya, syarat utama untuk memperoleh manfaat beasiswa pendidikan BPJS Ketenagakerjaan adalah anak peserta yang mengalami dua klausul khusus.

    Yakni meninggal dunia atau cacat total akibat kecelakaan kerja bagi JKK dan anak peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja bagi program JK.

    Syarat Umum

    Setelah memenuhi syarat utama, ada syarat lain yang harus dipenuhi yakni:

    • Pekerja memiliki anak usia sekolah
    • Umur anak pekerja maksimal 23 tahun
    • Berlaku hanya untuk 2 (dua) orang anak
    • Fotokopi kartu keluarga
    • Surat keterangan dari sekolah/ perguruan tinggi
    • Anak pekerja belum menikah
    • Dalam hal perusahaan menunggak iuran lebih dari 3 bulan, manfaat beasiswa diberikan setelah Pemberi Kerja melunasi tunggakan iuran beserta denda.

    Ketentuan Lainnya

    • Pengajuan klaim beasiswa bisa dilakukan setiap tahunnya.
    • Bila anak peserta BPJS Ketenagakerjaan belum memasuki usia sekolah pada saat peserta meninggal dunia tau cacat total, beasiswa bisa diberikan saat anak memasuki usia sekolah.
    • Beasiswa berakhir saat anak peserta mencapai usia 23 tahun atau menikah atau bekerja.

    Cara Pengajuan Beasiswa BPJS Ketenagakerjaan

    Ahli waris peserta yang meninggal dunia dapat mendatangi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat dengan membawa persyaratan dokumen yang dibutuhkan. Berbagai dokumen yang diperlukan untuk mengklaim JKK dan JK yaitu:

    • Formulir Beasiswa
    • Surat Keterangan dari sekolah atau universitas bahwa anak tersebut masih menempuh pendidikan
    • E-KTP Anak atau Kartu Pelajar
    • Akta Kelahiran
    • Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan
    • Fotokopi E-KTP tenaga kerja dan ahli waris
    • Akta kematian
    • Fotokopi Kartu Keluarga
    • Surat Keterangan ahli waris dari pejabat yang berwenang.

    Besaran Beasiswa BPJS Ketenagakerjaan

    Besaran beasiswa pendidikan JKK dan JK BPJS Ketenagakerjaan, yakni:

    • Pendidikan taman kanak-kanak (TK) sampai dengan SD: Rp1,5 juta per orang per tahun. Maksimal menyelesaikan pendidikan selama 8 tahun.
    • Pendidikan SMP/sederajat: Rp2 juta per orang per tahun. Maksimal menyelesaikan pendidikan 3 tahun.
    • Pendidikan SMA/sederajat: Rp3 juta per orang per tahun. Maksimal menyelesaikan pendidikan 3 tahun.
    • Pendidikan tinggi paling tinggi S1: Rp12 juta per orang per tahun. Maksimal menyelesaikan pendidikan 5 tahun.

    Informasi lebih lengkap tentang beasiswa BPJS Ketenagakerjaan bisa di cek pada laman resminya melalui tautan INI. Semoga informasi ini bermanfaat ya detikers!

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran Beasiswa Ajinomoto 2026 Dibuka, Kuliah S2 Gratis di Jepang



    Jakarta

    Perusahaan Ajinomoto membuka beasiswa S2 ke Jepang untuk tahun akademik 2026. Adapun beasiswa ini ditujukan untuk tujuh perguruan tinggi di Jepang.

    Seperti diketahui, Ajinomoto adalah perusahaan dari Jepang yang bergerak di di industri pangan yang membuka cabang di Indonesia Sebagai perusahaan internasional, Ajinomoto membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan S2 di Negeri Sakura.

    Beasiswa ini mencakup uang saku senilai Rp 15-16 juta per bulan. Penasaran apa lagi manfaat yang didapat dari Beasiswa Ajinomoto? Cek di bawah ini seperti dilansir dari laman resminya.


    Manfaat Beasiswa Ajinomoto 2026

    1. Mahasiswa riset magister: Bantuan 150,000 yen atau Rp 15,5 juta per bulan
    Mahasiswa Kursus Magister: 180.000 yen atau Rp 18,6 juta per bulan
    2. Biaya ujian, penerimaan, dan biaya kuliah
    3.Tiket penerbangan sekali jalan dari Indonesia ke Jepang.

    7 Universitas Pengampu Beasiswa Ajinomoto 2026

    1. Waseda University
    2. The University of Tokyo
    3. Kyoto University
    4. Ochanomizu University
    5. Kagawa Nutrition University
    6. Nagoya University
    7. Tokyo Institute of Technology

    Syarat Beasiswa Ajinomoto 2026

    1. Warga Negara Indonesia
    2. Telah lulus program sarjana dengan catatan akademik yang sangat baik
    3. Rekomendasi dari rektor universitas atau penasihat akademisnya atau memenuhi syarat untuk mendaftar di universitas
    4. Mencapai IPK 3.5 atau lebih tinggi di universitas terakhir
    5 Pelamar harus berusia di bawah 35 tahun pada 1 April 2025.
    6. Pelamar harus dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.
    7. Pelamar tidak boleh menerima beasiswa lain.

    Syarat Dokumen Beasiswa Ajinomoto 2026

    1. Formulir pendaftaran
    2. Transkrip akademik
    3. Formulir program studi
    4. Surat rekomendasi
    5. Surat pernyataan pendaftaran
    6. Salinan sertifikat kemampuan bahasa Jepang maupun Inggris jika diminta oleh universitas tujuan

    Tata Cara Daftar Beasiswa Ajinomoto 2026

    1. Kunjungi laman https://www.ajinomoto.co.id/id/beasiswa
    2. Registrasi dan isi data diri serta kampus pilihan
    3. Lengkapi dokumen pendaftaran

    Batas waktu pendaftaran Beasiswa Ajinomoto 2026 adalah 9 Maret 2025. Jangan sampai terlewat, ya!

    (nir/nir)



    Sumber : www.detik.com