Tag: universitas

  • 5 Beasiswa D3-S1 yang Buka pada Mei 2025, Tujuan Dalam & Luar Negeri


    Jakarta

    Pada awal Mei 2025, pemerintah meluncurkan berbagai beasiswa kuliah D3-S1. Pengadaan beasiswa ini tentunya dibutuhkan oleh lulusan SMA/SMK yang akan menapaki dunia kampus mulai tahun ini.

    Baik dari kementerian maupun pemerintah daerah, punya masing-masing skema beasiswa. Cakupannya pun luas, ada yang berlaku untuk kampus dalam negeri maupun luar negeri.

    Ada beasiswa apa saja? Mengutip laman resmi masing-masing beasiswa, berikut daftar beasiswa D3-S1 untuk kuliah di dalam dan luar negeri.


    Beasiswa D3-S1 Dalam & Luar Negeri yang Buka Mei 2025

    1. Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)

    Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) menyediakan bantuan pendidikan gratis untuk jenjang S1, S2, dan S3. Pendaftaran beasiswa sudah dibuka sejak 1 April dan ditutup pada 31 Mei 2025.

    Skema pembiayaan BIB adalah fully funded sehingga awardee dapat berkuliah secara gratis. Beasiswa yang dikelola oleh Kementerian Agama ini diperuntukkan siswa, santri, mahasiswa, guru, dosen, ustadz maupun tenaga kependidikan.

    Selain mendapatkan pembebasan biaya kuliah, penerima BIB akan memperoleh biaya hidup bulanan, uang asuransi, dana darurat, settlement allowance, biaya transportasi, biaya program, dan biaya pendukung lainnya.

    2. Beasiswa Garuda

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun ini meluncurkan Beasiswa Garuda untuk jenjang D4/S1 ke luar negeri. Gelombang 2 pendaftaran beasiswa ini masih dibuka hingga 24 Mei 2025.

    Lewat Beasiswa Garuda, mahasiswa dibebaskan uang SPP dan uang pendaftaran kuliah. Selain itu, awardee diberikan uang transportasi, uang visa, asuransi kesehatan, uang hidup bulanan, dan dana darurat.

    Salah satu syarat yang harus diperhatikan pelamar beasiswa ini adalah Letter of Acceptance atau bukti sudah diterima di suatu kampus. Untuk syarat lengkapnya bisa dilihat di SINI.

    3. Beasiswa Cendekia Baznas Albukhary International University

    Beasiswa Cendekia Baznas Albukhary International University (BCB AIU) baru dibuka pada 1 Mei 2025 lalu. Pendaftarannya akan ditutup pada 20 Mei 2025.

    Beasiswa ini menyediakan biaya pendidikan gratis kuliah S1 di Albukhary International University, Malaysia. Komponen beasiswa terdiri atas biaya pendidikan, tunjangan bulanan, asrama, biaya jaminan, akomodasi perjalanan, dan visa.

    Namun, beasiswa ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang punya latar belakang ekonomi kurang mampu. Untuk mengetahui persyaratan lebih lengkap bisa dilihat di SINI.

    4. Beasiswa Al-Azhar, Kairo, Mesir

    Kementerian Agama (Kemenag) pada awal Mei 2025 baru saja mengumumkan beasiswa S1 ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Beasiswa ini bisa dicoba oleh lulusan Madrasah Aliyah, Pendidikan Diniyah Formal Ulya, dan satuan pendidikan yang memenuhi kriteria.

    Periode pendaftaran cukup singkat yakni selama 1-9 Mei 2025. Dalam proses seleksinya, pelamar beasiswa akan mengikuti ujian Computer Based Test (CBT), sehingga bagi detikers yang berminat harus menyiapkan diri mulai sekarang.

    Selain itu, kandidat terpilih akan diwawancara oleh panitia dalam segi pengetahuan umum dan Islam. Ketentuan dan teknis lengkapnya bisa dilihat di SINI.

    5. Beasiswa Kepri

    Beasiswa Kepri disediakan oleh Pemerintah Kepulauan Riau untuk mahasiswa yang berasal dari daerahnya. Ada berbagai jenis beasiswa Kepri yakni beasiswa D3 Prestasi, D3 Tidak Mampu, D4/S1 Prestasi, D4/S1 Tidak Mampu dan D4/S1 Prestasi.

    Besar beasiswa untuk jenjang D3, D4 dan S1 ini sebesar Rp2,5 juta. Syarat untuk daftar beasiswa ini mahasiswa minimal berada di semester 6 untuk D3 dan semester 8 untuk D4/S1.

    Pendaftaran Beasiswa Kepri berlaku selama 2 Mei sampai 7 Juni 2025. Informasi lebih lanjut bisa ditinjau di SINI.

    Itulah informasi daftar beasiswa yang buka selama Mei 2025 ini. Selamat mencoba, detikers!

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Sabrina Chairunnisa Buka Pendaftaran untuk Peserta yang Lulus SNBT 2025, Cek Syaratnya!



    Jakarta

    Beasiswa Sabrina Chairunnisa 2025 buka pendaftaran di akhir Mei 2025 mendatang. Seleksi kali ini terbuka untuk seluruh siswa Indonesia yang lulus UTBK SNBT 2025 tetapi terhalang biaya pendidikan.

    Sebagai informasi, Sabrina yang juga istri podcaster Deddy Corbuzier membuka pendaftaran beasiswa pendidikan tinggi untuk anak-anak Indonesia sejak 2024 lalu. Syarat utamanya adalah mereka harus berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi.

    Awardee beasiswa ini akan mendapat bantuan uang pendidikan hingga lulus kuliah S1. Berminat mendaftar? Berikut informasinya dikutip dari postingan Instagram resmi Scholarship Sabrina Chairunnisa, Selasa (13/5/2025).


    Syarat Beasiswa Sabrina Chairunnisa

    1. Lulusan SMA/SMK/sederajat tahun 2025
    2. Lulus UTBK SNBT 2025 di universitas negeri seluruh Indonesia
    3. Kampus wajib sesuai domisili atau memiliki saudara/keluarga yang bisa jadi tujuan tempat tinggal
    4. Lulus pada perguruan tinggi negeri (PTN) di fakultas yang ditentukan, yaitu:
      • Fakultas Kedokteran
      • Fakultas Kedokteran Hewan
      • Fakultas Keperawatan
      • Fakultas Kebidanan
      • Fakultas Pertanian
      • Fakultas Hukum
      • Fakultas Pendidikan
    5. Melampirkan bukti kelulusan UTBK SNBT 2025
    6. Memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau bukti terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
    7. Penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) tidak diperbolehkan mendaftar
    8. Berasal dari keluarga yang memiliki masalah ekonomi
    9. Jika diterima, wajib mempertahankan IPK minimal 3,3 skala 4,00 yang dibuktikan dengan melampirkan transkrip nilai setiap semester
    10. Biaya perkuliahan akan langsung ditransfer ke rekening kampus.

    Cara Daftar Beasiswa Sabrina Chairunnisa

    1. Pendaftaran dibuka pada hari pengumuman kelulusan UTBK SNBT sampai dengan 3 hari pengumuman, yakni 28-31 Mei 2025
    2. Kirim email dan seluruh berkas syarat pendaftaran melalui alamat programs1yeongja@icloud.com dengan subject “Nama – Lulus SNBT – UTBK 2025”

    Bila melihat seleksi sebelumnya, ada dua proses seleksi yang akan dilakukan. Pertama seleksi berdasarkan berkas, dan kedua wawancara secara daring dengan peserta yang terpilih.

    Sabrina berharap program ini benar-benar diikuti oleh siswa yang ingin berkuliah namun terkendala biaya. Meskipun nanti tidak terpilih, ia berpesan agar siswa tidak sedih lantaran tidak menutup kemudian program yang sama akan terus berjalan.

    “Aku berharap adik-adik yang dapat beasiswa gratis ini adalah kalian yang memang membutuhkan dan punya prestasi yang baik juga. So please be honest,” kata Sabrina dikutip dari arsip detikEdu.

    Informasi lain tentang beasiswa ini bisa dilihat melalui laman Instagram Scholarship Sabrina Chairunnisa. Semoga beruntung detikers!

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa LPDP di Universitas Islam Internasional Indonesia, Ini Prodinya


    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka pendaftaran beasiswa LPDP-Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) sampai 16 Mei 2025. Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) boleh mendaftar.

    Dikutip dari laman LPDP Kemenkeu, beasiswa kerja sama LPDP dan UIII ini bertujuan untuk mendukung peran Indonesia sebagai pusat keilmuan pendidikan dan riset di dunia muslim. Penerima beasiswa akan studi jenjang pendidikan doktor maksimal 48 bulan (4 tahun) di UIII.

    Prodi Beasiswa LPDP UIII Program Doktor 2025

    Pendaftar beasiswa hanya dapat memilih 1 prodi doktor UIII pada pendaftaran, dengan perkuliahan tercepat pada September 2025. Berikut pilihan prodinya:


    • Program Doktor Studi Islam pada Fakultas Studi Islam
    • Program Doktor Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
    • Program Doktor Ilmu Politik pada Fakultas Ilmu Sosial
    • Program Doktor Ilmu Pendidikan pada Fakultas Ilmu Pendidikan

    Komponen Beasiswa

    Beasiswa LPDP dalam negeri ini meliputi:

    • Dana pendaftaran
    • Dana SPP
    • Dana tunjangan buku
    • Dana bantuan penelitian disertasi
    • Dana bantuan publikasi jurnal internasional
    • Dana bantuan seminar internasional
    • Dana transportasi: khusus untuk WNA dari negara asal ke Indonesia (pergi-pulang); untuk WNA sesuai ketentuan yang berlaku di LPDP
    • Dana aplikasi visa dan/atau kartu izin tinggal terbatas (kitas) khusus untuk WNA
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana hidup bulanan
    • Dana kedatangan
    • Dana tunjangan keluarga
    • Dana keadaaan darurat (jika diperlukan)

    Syarat Beasiswa

    • Sudah menyelesaikan studi program magister (S2)
    • Belum pernah menyelesaikan studi program doktor (S3)
    • Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari UIII
    • Usia maksimal 40 tahun per 31 Desember 2025
    • IPK minimal 3,25 dari 4,00 pada jenjang magister
    • Pendaftar dengan jenjang magister tanpa IPK wajib melampirkan surat keterangan dari kampus asal
    • WNI lulusan luar negeri menyertakan hasil penyetaraan ijazah dan konversi IPK, atau tangkapan layar pengajuannya
    • Skor bahasa Inggris yang masih berlaku sampai 3 Juni 2025 minimal TOEFL ITP 530, IBT 79, IELTS 6.5, atau PTE Academic 58

    Cara Daftar Beasiswa LPDP UIII

    • Mendaftar di https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    • Prodi pilihan sesuai dengan prodi yang dibolehkan program beasiswa
    • Submit aplikasi untuk mendapatkan kode registrasi atau kode pendaftaran

    Jadwal Beasiswa LPDP UIII 2025

    • Pendaftaran: 6-16 Mei 2025
    • Seleksi administrasi: 19-21 Mei 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 23 Mei 2025
    • Pengajuan sanggah: 24-26 Mei 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 3 Juni 2025
    • Seleksi substansi: 4-10 Juni 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 19 Juni 2025
    • Mulai kuliah: (paling cepat) September 2025

    Cek panduan pendaftaran beasiswa LPDP UIII 2025 dengan klik DI SINI. Informasi lebih lanjut tentang beasiswa LPDP targeted bisa diakses di https://lpdp.kemenkeu.go.id/.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Program BPI Pathway Luar Negeri 2024 Tahap 2 Diputus, Bagaimana Nasib Dosen?



    Jakarta

    Sejumlah dosen penerima beasiswa (awardee) Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Doktor Luar Negeri Pathway 2024 Tahap 2 mendatangi Grha Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senin (26/5/2025) untuk menggelar aksi damai dan audiensi dengan pihak kementerian.

    Mereka meminta kejelasan nasib 42 awardee usai program BPI Pathway ini diputus. Program BPI Pathway 2024 adalah beasiswa persiapan (pathway) doktor luar negeri bagi dosen Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan/Pendidikan Profesi Guru (LPTK/PPG) atau vokasi.

    Dosen penerima beasiswa persiapan ini antara lain menjalani program penguatan bahasa Inggris untuk mendukung peluang mendapat pernyataan diterima tanpa syarat (Letter of Acceptance) dari kampus.


    Dikutip dari sosialisasinya di kanal YouTube USAID Teman LPDP pada 17 Juni 2024 lalu, beasiswa persiapan doktor ini merupakan kerja sama Kemdiktisaintek dengan United States Agency for International Development (USAID), badan bantuan luar negeri dan bantuan pembangunan dari pemerintah Amerika Serikat.

    Jika sudah mendapat LoA Unconditional dari kampus AS, maka penerima beasiswa akan didanai studi program doktor sampai lulus sesuai ketentuan. Pemberangkatan ke kampus AS dijadwalkan terbang paling lambat Desember 2025.

    Berdasarkan panduan pendaftaran resminya, dosen peserta beasiswa BPI Pathway 2024 yang sudah menjalani persiapan (pathway) diminta mengajukan LoA Unconditional dari tiga perguruan tinggi di AS. Jika tidak dapat LoA, dosen harus bersedia mengundurkan diri dari program beasiswa.

    Perwakilan penerima Beasiswa BPI Pathway Batch 2 Adrian Damora mengatakan, kendati kebijakan politik AS membuat program beasiswa persiapannya terhenti di tengah jalan, para dosen lanjut persiapan mandiri, termasuk memenuhi syarat bahasa Inggris dari kampus tujuan.

    Mereka mengharapkan tetap dapat mengajukan LoA Unconditional dari perguruan tinggi luar negeri dan mendapat pendanaan beasiswa kuliah program doktor setelah persiapan tersebut.

    Ia mencontohkan, sejumlah awardee mengeluarkan uang pribadi untuk penguatan bahasa Inggris di kampung Inggris. Adrian sendiri yang seorang dosen Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh membayar biaya tes dan ongkos dengan uang pribadi untuk dapat ikut tes bahasa Inggris TOEFL iBT yang tersedia di Medan.

    Sejumlah awardee juga telah mendaftar ke kampus luar negeri dengan uang sendiri. Beberapa di antaranya juga telah mendapatkan LoA Unconditional. Namun, ia menyayangkan saat mengetahui bahwa hasil pertemuan terakhir dengan Kemdiktisaintek antara lain yakni penerima Beasiswa BPI Pathway Doktor Luar Negeri 2024 Batch 2 akan diberi skema baru dari Kemdiktisaintek berupa beasiswa joint degree program doktor. Tiga tahun di dalam negeri, satu tahun pengalaman di luar negeri.

    Sementara itu, 26 orang awardee Batch 1 sebelumnya telah berangkat ke berbagai kampus di AS, Australia, dan Selandia Baru.

    “Harapan kami adalah, ini (awardee Batch 2 yang sudah punya LoA Unconditional) tetap diberangkatkan ke luar negeri. Negaranya kami pun sebenarnya tidak harus ke US gitu ya,” kata Adrian pada detikEdu, Senin (26/5/2025).

    “Teman-teman ada yang bahkan sudah punya LoA dari New Zealand, Malaysia, dan sebagainya.Kalau bisa digunakan LoA itu akan lebih bagus. Tinggal dicairkan beasiswa (program gelar doktornya),” imbuhnya.

    Adrian menggarisbawahi, sesuai sosialisasinya, beasiswa BPI Gelar diadakan oleh Pemerintah Indonesia dengan pendanaan bersumber dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Untuk itu, ia menilai pendanaan studi doktor bagi awardee beasiswa pathway (persiapan) tetap dapat dilanjutkan.

    USAID Tutup dan Nasib Beasiswa BPI Pathway

    Sejak Donald Trump menjabat Presiden AS lagi mulai 20 Januari 2025, bantuan USAID dipangkas pada berbagai program di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Ia juga mengupayakan penutupan badan pembangunan internasional AS.

    Sementara USAID tidak dapat ditutup tanpa persetujuan kongres di AS, Trump menunjuk Departemen Luar Negeri AS untuk bertanggung jawab mengelola program-program USAID yang tersisa mulai 1 Juli 2025. Namun, belum jelas program mana saja yang akan diurus, dilansir Independent.

    Respons Kemdiktisaintek >>>

    Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Henri Togar Hasiholan Tambunan mengatakan Program Pathway (persiapan) merupakan salah satu program kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kemendikbudristek dengan pemerintah AS melalui USAID untuk menyelenggarakan pelatihan Bahasa Inggris sebagai rangkaian dari Program Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemendikbudristek (yang kini pecah tiga, salah satunya jadi Kemdiktisaintek).

    Program ini berlangsung selama 12 bulan terhitung sejak bulan Oktober 2024 sebagai durasi awal pelatihan persiapan. Ia menambahkan, pada perkembangannya, terdapat kebijakan baru oleh Pemerintah Amerika Serikat.

    Merujuk pada dokumen yang diterbitkan oleh Presiden AS tertanggal 20 Januari 2025 mengenai “Evaluasi Ulang dan Penyelarasan Bantuan Luar Negeri Amerika Serikat” tercantum pada poin ketiga, bahwa AS telah memerintahkan penghentian sementara selama 90 hari terhitung sejak Executive Order (EO) tersebut dikeluarkan perihal segala kewajiban dan pencairan dana bantuan untuk pembangunan ke negara-negara asing, lembaga swadaya masyarakat, dan lembaga internasional sambil menunggu tinjauan atas program untuk efisiensi program yang sesuai dengan kebijakan AS.

    Selanjutnya, USAID berhenti beroperasi semenjak Executive Order 1419 tertanggal 20 Januari 2025 dan sampai hari ini belum ada kejelasan untuk program USAID di seluruh dunia, termasuk melaksanakan program Pathway (Persiapan) dan memberikan rekomendasi untuk peserta Pathway.

    Henri mengatakan, Kemdiktisaintek sebagai salah satu mitra yang bekerja sama dengan USAID menjadi pihak yang terdampak oleh kebijakan Pemerintah AS, khususnya terkait penghentian sementara USAID selaku pelaksana program Pathway (persiapan).

    “Konsekuensi dari penghentian ini adalah program Pathway (Persiapan) sebagai bagian dari program yang berada di bawah pendanaan USAID, tidak dapat dilanjutkan seperti yang telah disepakati,” tulisnya pada detikEdu, Senin (26/5/2025).

    Ia membenarkan bahwa Kemdiktisaintek kini program beasiswa doktoral skema joint degree bagi awardee Beasiswa BPI Pathway 2024 Batch 2.

    “Kemdiktisaintek tetap berkomitmen mendukung pengembangan kualitas SDM bagi dosen dengan memberikan kesempatan melalui program beasiswa doktoral dalam negeri dengan skema Joint Degree (JD) yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan di dalam negeri dan memiliki pengalaman studi di luar negeri sesuai dengan kesepakatan dan ketersediaan program studi pada setiap perguruan tinggi,” sambungnya.

    Adrian mengatakan, pihaknya kini tengah menjajaki komunikasi dengan Komisi X DPR terkait nasib awardee Beasiswa BPI Pathway Doktor Luar Negeri 2024 Batch 2.

    Ia pun mengungkapkan pada 12 Februari 2025 para dosen mengadakan pertemuan daring dengan pejabat dari Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek yaitu Anton Rahmadi dan Septien Prima Diassari.

    Adrian mengklaim, para pejabat tersebut meyakinkan peserta bahwa hak beasiswa tidak hangus dan tetap diberikan sebagaimana hainya awardee BPI Pathway Luar Negeri Tahap 1 sebanyak 26 orang yang sukses berangkat ke berbagai perguruan tinggi di AS, Australia, dan Selandia Baru.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Jadwal, Cara Cek, dan Tahap Lanjutannya


    Jakarta

    Seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Tahap 1 2025 menuju tahap akhir. Kini calon awardee tinggal menunggu waktu pengumuman tahap akhir yang akan berlangsung pada 19 Juni 2025 mendatang.

    Seperti yang diketahui, beasiswa LPDP dibuka dua kali setiap tahunnya. Pendaftaran LPDP Tahap 1 telah dimulai sejak 17 Januari 2025 lalu.

    Untuk resmi menjadi awardee, peserta wajib melalui berbagai seleksi. Dari administrasi, seleksi bakat skolastik, dan terakhir seleksi substansi.


    Menjadi tahap terakhir, seleksi substansi sudah mulai digelar pada 6 Mei 2025 lalu. Hasil tahap substansi juga akan menjadi hasil akhir seleksi beasiswa LPDP tahap 1 2025.

    Dikutip dari laman resmi LPDP dan arsip detikEdu, Senin (26/5/2025) berikut serba-serbi pengumuman LPDP 2025 yang perlu kamu ketahui.

    Jadwal Pengumuman LPDP 2025

    Seperti yang disebutkan, pengumuman LPDP 2025 akan berlangsung pada 19 Juni 2025 mendatang. Namun, bila melihat keseluruhan rangkaian seleksi, jadwal LPDP tahap 1 2025 adalah sebagai berikut:

    • Pendaftaran: 17 Januari 2025
    • Seleksi administrasi: 18 Februari 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 7 Maret 2025
    • Pengajuan sanggah: 8 Maret 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 24 Maret 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 14 April 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Mei 2025
    • Seleksi substansi: 6 Mei 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 19 Juni 2025

    Cara Cek Pengumuman LPDP 2025

    Pengumuman LPDP tahap 1 2025 akan dilakukan melalui akun yang digunakan saat mendaftar LPDP. Tahapannya yaitu:

    1. Buka https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/index.php/site/login
    2. Masukkan email dan password yang didaftarkan sebelumnya
    3. Klik tombol “Masuk”
    4. Pengumuman LPDP Tahap 1 Tahun 2025 akan terlihat

    Peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan proses pemberangkatan dan menunggu waktu perkuliahan dengan Beasiswa LPDP. Sedangkan yang belum berhasil, masih bisa mengikuti seleksi di kesempatan selanjutnya.

    Tahapan Setelah Lolos Pengumuman LPDP 2025

    Ketika dinyatakan lolos seleksi di pengumuman LPDP 2025, peserta harus segera menyiapkan Letter of Acceptance (LoA) Unconditional. LoA Unconditional adalah surat resmi dari kampus tujuan yang menyatakan bila peserta telah diterima sebagai mahasiswa tanpa syarat tambahan.

    Sehingga peserta hanya perlu melakukan daftar ulang dan mempersiapkan keberangkatan. Ada dua jalur berbeda yang akan dilalui awardee bila belum dan sudah memiliki LoA Unconditional, yakni:

    Sudah Punya LoA Unconditional

    Bila peserta sudah memiliki LoA Unconditional tahapan selanjutnya adalah:

    1. Persiapan keberangkatan

    Persiapan keberangkatan merupakan agenda pembekalan yang dikenal dengan Persiapan Keberangkatan (PK). Pengajuan PK bisa dilakukan melalui aplikasi e-Beasiswa dengan memenuhi persyaratan dokumen, seperti:

    • LoA Unconditional
    • Mengisi universitas tujuan studi dan tanggal intake.

    2. Mengajukan Suat Pernyataan (SP)

    SP adalah dokumen yang menyatakan kesediaan penerima beasiswa untuk mentaati ketentuan yang ditetapkan oleh LPDP. SP berisi dokumen yang harus disiapkan, seperti:

    • LoA Unconditional
    • Kalender Akademik
    • Silabus Pembelajaran
    • Surat Persetujuan Penundaan Studi (Defer) dari universitas bagi awardee LPDP yang melakukan penundaan studi.
    • Surat tugas belajar bagi awardee LPDP dengan status PNS/TNI/Polri atau dosen
    • Surat pernyataan bersedia mengikuti persiapan keberangkatan.

    3. Pengajuan Letter of Guarantee (LoG)

    Letter of Guarantee (LoG) adalah surat keterangan jaminan pendanaan beasiswa dari LPDP. Awardee mendapatkan LoG setelah SP diproses dan mendapat SK.

    LoG merupakan dokumen wajib yang harus diserahkan ke universitas tujuan sebelum memulai studi. Karena LoG adalah sebuah surat yang menjamin pendanaan beasiswa peserta.

    Belum Punya LoA Unconditional

    Bila peserta belum memiliki LoA Unconditional, maka mereka harus melakukan proses Pengayaan Bahasa.

    Bagi mahasiswa dengan tujuan studi di luar negeri, LPDP bisa menerbitkan Letter of Sponsorship (LoS) sebagai upaya agar mahasiswa bisa diterima di kampus tujuan. LoS bisa ditemukan di aplikasi e-Beasiswa yang tersedia untuk 3 tujuan program studi yang telah didaftarkan.

    Tapi untuk diingat, bila LoS bukanlah surat garansi final dari LPDP dengan artian berbeda dengan Letter of Guarantee (LoG). Untuk mendapatkan LoG, mahasiswa harus memiliki LoA Unconditional.

    Sedangkan untuk mahasiswa dengan tujuan studi dalam negeri, peserta langsung bisa mendaftarkan diri di seleksi universitas tujuan. Batas ‘perburuan’ LoA Unconditional adalah 18 bulan setelah dinyatakan lulus sebagai awardee LPDP.

    Itulah informasi tentang Pengumuman LPDP 2025. Semoga mendapatkan hasil terbaik ya detikers!

    (det/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa KJMU Kini Bisa untuk Mahasiswa S1-S3 di Semua Universitas



    Jakarta

    Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Pramono Anung mengumumkan beberapa ketentuan baru untuk program beasiswa Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Apa saja itu?

    Ia mengatakan mulai tahun ini beasiswa KJMU berlaku juga untuk mahasiswa S2 dan S3. Sebelumnya, beasiswa ini hanya diperuntukkan mahasiswa S1.

    “Perbedaannya dengan KJMU yang dulu, itu hanya sampai S1. Namun, sekarang kami perluas hingga S2 dan S3 untuk mahasiswa yang IPK-nya bagus. Kenapa itu dilakukan? Untuk memutus apa yang disebut dengan garis ketidakberuntungan,” ujar Pramono dilansir website resmi Provinsi DKI Jakarta, Rabu (28/5/2025).


    Tak hanya itu, beasiswa KJMU sekarang bisa dicoba mahasiswa yang berasal dari semua universitas. Pada tahun lalu dan ke belakang, KJMU hanya berlaku untuk kampus berakreditasi A.

    “Selain itu, yang membedakan KJMU saat ini dengan yang sebelumnya, yaitu KJMU bisa untuk semua universitas dengan akreditasi apapun baik A/B/C, tidak hanya yang akreditasinya A saja,” lanjutnya.

    Besar Bantuan Rp 9 Juta per Semester

    Adapun besar nominal bantuan KJMU tidak berubah yakni Rp 9 juta per semester. Untuk uang saku bulanan, mahasiswa akan menerima Rp 750 per bulan.

    Pramono mengatakan uang tersebut akan langsung ditransfer ke pihak kampus. Sehingga mahasiswa tak repot mengurus dan bisa fokus belajar dan menyelesaikan perkuliahan.

    Disampaikan juga oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, kuota beasiswa KJMU saat ini sebanyak 16.979 mahasiswa. Sebanyak 14.745 mahasiswa sudah menerima manfaatnya.

    Sementara 2.129 orang lainnya masih dalam tahap penyaluran ke rekening dan cetak kartu ATM. Ia pun menegaskan tidak ada pungutan biaya dalam proses seleksinya.

    “Kami tegaskan, seluruh proses pendaftaran KJMU tidak dipungut biaya apapun,” ujar Nahdiana.

    Syarat Penerima Beasiswa KJMU

    Syarat umum penerima KJMU adalah mahasiswa yang ber-KTP alamat wilayah Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, peserta harus berasal dari keluarga tidak mampu dinyatakan surat keterangan tidak mampu/miskin dari RT.

    Lalu, mahasiswa bukan penerima beasiswa yang bersumber dari APBD Jakarta atau APBN. Belum ada syarat khusus untuk jenjang S1, S2 maupun S3 sehingga informasinya harus terus dipantau lewat website dan media sosial resmi Pemprov DKI Jakarta.

    Dalam memudahkan penerima, Pemprov DKI juga telah membuka poskp KJMU di seluruh kecamatan yang ada di wilayah Jakarta. Informasi posko tersebut bisa dilihat di jakita.jakarta.go,id.

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Kuliah Aperti BUMN 2025, Peluang Studi Gratis sampai Lulus


    Jakarta

    Aliansi Perguruan Tinggi Badan Usaha Milik Negara (Aperti BUMN) membuka pendaftaran beasiswa kuliah hingga lulus sesuai ketentuan. Tahun ini, beasiswa Aperti BUMN dibuka di enam perguruan tinggi yang berafiliasi dengan BUMN mulai 2-16 Juni 2025.

    Ketua Umum Aperti BUMN dan Rektor Institut Teknologi (IT) PLN Prof Dr Ir Iwa Garniwa MK MT IPU ASEAN Eng APEC Eng mengatakan beasiswa ini diperuntukkan bagi lulusan SMA, SMK, MA, atau yang sederajat pada 2025 atau 2024 yang ingin menempuh pendidikan program sarjana atau vokasi Peluang beasiswa program magister (S2) juga dapat dibuka kampus anggota.

    Ia merinci, beasiswa Aperti BUMN 2025 terdiri dari beasiswa penuh dan beasiswa parsial. Kuota total yakni sebanyak 301 mahasiswa.


    “Peserta yang lolos seleksi ada yang mendapatkan beasiswa penuh, tidak membayar biaya sekolah (pendidikan) sama sekali; ada yang kita sebut parsial, ini tergantung perguruan tinggi masing-masing,” ucapnya di Universitas Pertamina, Jakarta, Senin (2/6/2025), dikutip dari kanal YouTube Universitas Pertamina, Selasa (3/6/2025).

    Di samping dukungan biaya kuliah dan fasilitas akademik, penerima beasiswa berkesempatan untuk menjadi peserta prioritas pada program magang BUMN afiliasi kampus. Penerima beasiswa juga berkesempatan menjalani pelatihan soft skills dan hard skills yang relevan dengan dunia kerja serta berjejaring dengan alumni serta profesional di bidangnya.

    Daftar Perguruan Tinggi Beasiswa Aperti BUMN

    Pendaftar dikenakan biaya Rp 100.000 dengan ketentuan mendaftar ke maksimal 1 perguruan tinggi Aperti BUMN saja. Berikut anggota Aperti BUMN saat ini yang dapat dilamar dengan beasiswa Aperti BUMN beserta kuota beasiswanya:

    Telkom University

    • Afiliasi: PT Telkom Indonesia Tbk
    • Kuota beasiswa penuh: 25
    • Kuota beasiswa parsial: 30

    Institut Teknologi (IT) PLN

    • Afiliasi: PT PLN (Persero)
    • Kuota beasiswa penuh: 5
    • Kuota beasiswa parsial: 100

    Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI)

    • Afiliasi: Semen Indonesia Group (SIG)
    • Kuota beasiswa penuh: 10
    • Kuota beasiswa parsial: 20

    Universitas Pertamina

    • Afiliasi: PT Pertamina (Persero)
    • Kuota beasiswa penuh: 5
    • Kuota beasiswa parsial: 10

    Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI)

    • Afiliasi: PT Pos Indonesia (Persero)
    • Kuota beasiswa penuh: 5
    • Kuota beasiswa parsial: 50

    Politeknik Semen Indonesia

    • Afiliasi: Semen Indonesia Group (SIG)
    • Kuota beasiswa penuh: 5
    • Kuota beasiswa parsial: 36

    Iwa mengatakan, Aperti BUMN juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi afiliasi BUMN Malaysia. Lewat kerja sama ini, mahasiswa berkesempatan untuk menjalani student exchange dan kolaborasi riset.

    Syarat Beasiswa Aperti BUMN 2025

    • Siswa SMA/SMK/MA/sederajat lulusan 2024 atau 2025
    • Memilih satu perguruan tinggi Aperti BUMN
    • Melampirkan:
      • Nilai rapor semester 1-5
      • Sertifikat prestasi akademik dan/atau nonakademik yang diraih selama SMA/sederajat (diutamakan)
      • Surat rekomendasi sekolah (diutamakan).

    Jadwal Beasiswa Aperti BUMN 2025

    • Pendaftaran: 2-16 Juni 2025
    • Seleksi administrasi: 17-20 Juni 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 21 Juni 2025
    • Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kecerdasan Majemuk (TKM): 23 Juni 2025
    • Pengumuman lolos ujian masuk: 24 Juni 2025
    • Seleksi wawancara: 25-26 Juni 2028
    • Pengumuman penerima beasiswa Aperti BUMN: 1 Juli 2025

    Unggah berkas pendaftaran di website Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) kampus tujuan masing-masing. Semoga berhasil, detikers!

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Penuh dan Parsial Aperti BUMN 2025, Begini Bedanya


    Jakarta

    Enam perguruan tinggi afiliasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka penerimaan mahasiswa baru jalur Beasiswa Aliansi Perguruan Tinggi (Aperti) BUMN 2025. Periode pendaftaran berlangsung sampai 16 Juni mendatang.

    Ketua Umum Aperti BUMN dan Rektor Institut Teknologi (IT) PLN Prof Dr Ir Iwa Garniwa MK MT IPU ASEAN Eng APEC Eng mengatakan, beasiswa Aperti BUMN 2025 terdiri dari dua skema yakni beasiswa penuh dan parsial.

    “Peserta yang lolos seleksi ada yang mendapatkan beasiswa penuh, tidak membayar biaya sekolah (pendidikan) sama sekali; ada yang kita sebut parsial, ini tergantung perguruan tinggi masing-masing,” ucapnya di Universitas Pertamina, Jakarta, Senin (2/6/2025), dikutip dari kanal YouTube Universitas Pertamina, Selasa (3/6/2025).


    Beasiswa Aperti BUMN 2025: Penuh dan Parsial

    Sebagai contoh, Institut Teknologi PLN membuka beasiswa penuh hingga lulus di Prodi D3 Teknologi Listrik dan Prodi D3 Teknik Mesin. Periode beasiswa yakni maksimal 6 semester, seperti dikutip dari laman Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) IT PLN.

    Sementara itu, beasiswa parsial berupa potongan Biaya Pengembangan dan Pembangunan Pendidikan (BP3). Skema ini dibuka bagi pelamar prodi Sarjana (S1) apapun di IT PLN.

    Adapun biaya kuliah IT PLN kelas reguler tahun akademik 2025/2026 terdiri dari uang pangkal dan BP3 yang dibayarkan 1 kali di awal kuliah, serta biaya uang kuliah yang dibayarkan setiap semester.

    Uang pangkal berbeda-beda setiap prodi, mulai dari Rp 3,6 juta sampai Rp 6 juta. Sementara itu, BP3 sebesar Rp 8 juta atau Rp 10 juta, tergantung prodinya. Adapun uang kuliah prodinya berkisar dari Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per semester.

    Beda halnya dengan Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI). Kampus yang berafiliasi dengan PT Pos Indonesia (Persero) menerapkan beasiswa parsial berupa pembebasan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) dan pembebasan biaya Sumbangan Pengembangan Pendidikan SPP pada 1 semester terakhir.

    Adapun beasiswa penuh ULBI jalur Aperti BUMN merupakan pembebasan biaya pendidikan sampai lulus, baik DPP maupun SPP. Beasiswa penuh dan parsial ULBI ini berlaku pada semua prodi.

    DPP ULBI dibayarkan 1 kali, berkisar Rp 5 juta – Rp 10 juta. Sedangkan SPP ULBI tahun akademik 2025/2026 mulai dari Rp 5,5 juta-Rp 9,8 juta.

    Kuota Beasiswa Aperti BUMN 2025 Penuh dan Parsial

    Total sebanyak 301 kursi kuliah dengan beasiswa dibuka melalui Beasiswa Aperti BUMN 2025. Setiap kampus juga menerapkan kuota yang berbeda pada skema beasiswa penuh dan beasiswa parsial.

    Kuota Beasiswa Aperti BUMN Telkom University

    • Kuota beasiswa penuh: 25
    • Kuota beasiswa parsial: 30

    Kuota Beasiswa Aperti BUMN Institut Teknologi (IT) PLN

    • Kuota beasiswa penuh: 5
    • Kuota beasiswa parsial: 100

    Kuota Beasiswa Aperti BUMN Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI)

    • Kuota beasiswa penuh: 10
    • Kuota beasiswa parsial: 20

    Kuota Beasiswa Aperti BUMN Universitas Pertamina

    • Kuota beasiswa penuh: 5
    • Kuota beasiswa parsial: 10

    Kuota Beasiswa Aperti BUMN Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI)

    • Kuota beasiswa penuh: 5
    • Kuota beasiswa parsial: 50

    Kuota Beasiswa Aperti BUMN Politeknik Semen Indonesia

    • Kuota beasiswa penuh: 5
    • Kuota beasiswa parsial: 36

    Pantau ketentuan beasiswa penuh dan parsial masing-masing perguruan tinggi untuk Beasiswa Aperti BUMN 2025 di laman resminya. Semoga berhasil pada seleksi tahun ini!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada 100+ PTN dan PTS yang Menerima KIP Kuliah, Cek Daftarnya di Sini



    Jakarta

    Program beasiswa pendidikan KIP Kuliah telah menjangkau lebih dari 100 perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Untuk mengecek daftar perguruan tinggi tersebut, kamu bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

    Seperti diketahui, KIP Kuliah merupakan bantuan biaya pendidikan tinggi dari pemerintah untuk mahasiswa kurang mampu. Beasiswa ini akan mencakup biaya pendidikan serta memberikan biaya tunjangan hidup.

    Namun perlu diingat jika tidak semua PTN dan PTS menyediakan beasiswa ini. Maka dari itu, perlu untuk melakukan riset sebelum mendaftar di perguruan tinggi impian.


    Nah ada cara mudah untuk mengetahui daftar PTN dan PTS yang menjadi penerima mahasiswa KIP Kuliah. Berikut caranya.

    Cara Cek PTN dan PTS yang Menerima KIP Kuliah

    1. Kunjungi laman https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/
    2. Klik Menu Profil Perguruan Tinggi pada halaman atas
    3. Gulir ke bawah sampai layar menunjukkan Cari Perguruan Tinggi/Program Studi Penerima KIP Kuliah
    4. Layar akan menunjukkan daftar perguruan tinggi yang menerima KIP Kuliah
    5. Kamu juga bisa mencari apakah perguruan tinggimu termasuk penerima KIP Kuliah dengan menuliskan nama perguruan tinggi pada kolom Cari

    20 PTN Penerima Peserta KIP Kuliah Terbanyak pada SNBT 2025

    Sebagai referensi, ada 20 PTN penerima peserta KIP Kuliah terbanyak pada SNBT 2025. Menurut Konferensi Pers: Pengumuman SNBT 2025 yang disiarkan pada Youtube SNPMB ID pada Selasa (27/5), perguruan tinggi ini bisa menerima hingga ribuan peserta KIP Kuliah.

    Perguruan tinggi mana saja? Simak di sini:

    1. Universitas Negeri Surabaya

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 3.252 orang

    2. Universitas Negeri Padang

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 2.815 orang

    3. Universitas Negeri Medan

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 2.744 orang

    4. Universitas Negeri Makassar

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 2.508 orang

    5. Universitas Lampung

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.998 orang

    6. Universitas Nusa Cendana

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.898 orang

    7. Universitas Tadulako

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.874 orang

    8. Universitas Pendidikan Indonesia

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.697 orang

    9. Universitas Negeri Gorontalo

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.696 orang

    10. Universitas Negeri Malang

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.645 orang

    11. Universitas Haluoleo

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.640 orang

    12. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.598 orang

    13. Universitas Hasanuddin

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.571 orang

    14. Universitas Jember

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.554 orang

    15. Universitas Siliwangi

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.484 orang

    16. Universitas Malikussaleh

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.424 orang

    17. Universitas Jambi

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.411 orang

    18. Universitas Jenderal Soedirman

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.347 orang

    19. Universitas Syiah Kuala

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.275 orang

    20. Universitas Mataram

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.267 orang

    Syarat Pendaftaran KIP Kuliah 2025

    1. Lulusan SMA, SMK, atau sederajat yang lulus tahun 2025, 2024, dan 2023
    2. Telah lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui semua jalur masuk baik PTN atau PTS pada program studi yang telah terakreditasi secara resmi dan tercatat pada sistem akreditasi nasional perguruan tinggi
    3. Memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi atau berasal dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan pertimbangan khusus yang didukung bukti dokumen yang sah.

    Dokumen keterbatasan ekonomi calon penerima KIP Kuliah bisa dibuktikan dengan:

    1. Kepemilikan program bantuan pendidikan nasional atau Program Indonesia Pintar (PIP) Dikdasmen.
    2. Masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau menerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial, contohnya:
    3. Program Keluarga Harapan (PKH)
    4. Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK)
    5. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
    6. Masuk dalam kelompok masyarakat miskin/rentan miskin maksimal pada desil 3 di Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
    7. Berasal dari panti sosial/panti asuhan

    Jika tidak masuk dalam seluruh kriteria di atas, calon mahasiswa tetap bisa mendaftar KIP Kuliah asalkan memenuhi persyaratan tidak mampu secara ekonomi. Syaratnya termasuk:

    Jumlah pendapatan kotor gabungan orang tua/wali paling banyak sebesar Rp 4 juta setiap bulan.
    Pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga paling banyak Rp 750 ribu.
    Calon penerima yang menggunakan kriteria ini wajib mengunggah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Pos Indonesia Buka Beasiswa D3-S1 untuk Anak Karyawan/Pensiunan, Cek Syaratnya!



    Jakarta

    PT Pos Indonesia (Persero) menyediakan beasiswa D3, D4 dan S1 bagi putra/putri karyawan hingga pensiunan. Beasiswa ini berlaku untuk tujuan kuliah di Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI).

    Dijelaskan oleh Direktur Human Capital Management PT Pos Indonesia, Asih Kurniasari Komar, untuk mendapatkan beasiswa ini pelamar harus mempunyai orang tua yang bekerja di PT Pos Indonesia secara aktif atau pensiun serta tercatat dalam kartu keluarga.

    “Beasiswa ini diperuntukkan secara khusus bagi anak-anak karyawan aktif dan pensiunan PT Pos Indonesia Group yang tercantum dalam kartu keluarga (KK). Kami ingin memastikan bahwa keluarga besar Pos Indonesia memiliki akses yang mudah dan berkualitas untuk melanjutkan pendidikan tinggi di ULBI, baik untuk jenjang D3, D4, maupun S1,” dikutip dari laman ULBI, Minggu (22/6/2025).


    Apa saja keuntungan memperoleh beasiswa PT Pos Indonesia ini?

    Keuntungan Beasiswa Pos Indonesia

    • Beasiswa berupa bantuan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) sebesar 60 persen.
    • Beasiswa berupa diskon 60 persen SPP, juga termasuk biaya proyek, PKL atau praktikum.
    • Pencicilan DPP atau SPP setiap bulan
    • Peluang bekerja di PT Pos Indonesia, BUMN cluster logistik dan mitra industri

    Syarat Daftar Beasiswa Pos Indonesia

    • Lulusan SMA/sederajat tahun ajaran 2023-2025
    • Mengunggah scan rapor semester 1-5
    • Mengunggah pasfoto berlatar merah
    • Mengunggah kartu keluarga
    • Mengunggah surat keterangan orang tua

    Daftar Program Studi di ULBI

    1. D3 Administrasi Logistik
    2. D3 Manajemen Pemasaran
    3. D3 Teknik Informatika
    4. D4/S1 Logistik Bisnis
    5. D4/S1 Manajemen Perusahaan
    6. D4/S1 Akuntansi Keuangan
    7. D4/S1 Teknik Informatika
    8. D4/S1 Logistik Niaga
    9. S1 Manajemen Logistik
    10. S1 Manajemen Transportasi
    11. S2 Bisnis Digital
    12. S2 Manajemen Rekayasa
    13. S1 Sains Data

    Jadwal Seleksi Beasiswa Pos Indonesia

    • Pembukaan program: 18 Juni-2 September 2025
    • Pengumuman kelulusan: 3 hari setelah berkas lengkap
    • Daftar ulang: 19 Juni-4 September 2025
    • Orientasi mahasiswa: 29 September 2025
    • Kuliah perdana: 3 Oktober 2025

    Demikian informasi beasiswa Pos Indonesia untuk kuliah di ULBI. Informasi lengkap bisa dilihat di join.ulbi.ac.id

    (cyu/nah)



    Sumber : www.detik.com