Tag: university

  • Beasiswa MEXT 2025 di APU Jepang, Cek Syarat dan Cara Daftar di Sini


    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (MEXT) Jepang di Asia Pacific University (APU) dibuka dalam jalur University Recommendation (UR). Calon mahasiswa dari Indonesia dapat mendaftar ke APU untuk meraih beasiswa MEXT S2 ini.

    Beasiswa MEXT di APU meliputi gratis biaya pendaftaran, uang kuliah, dan uang hidup bulanan 144 ribu yen (Rp15,8 juta) per bulan. Penerima beasiswa juga akan mendapat fasilitas penerbangan pergi dan pulang (PP) Indonesia-Jepang pada awal dan akhir program.

    Beasiswa MEXT 2025 dibuka hingga tanggal 13 November 2024 untuk mulai kuliah pada September 2025. Berminat mendaftar, detikers? Simak informasinya di bawah ini.


    Syarat Beasiswa MEXT 2025 di APU

    1. Calon mahasiswa internasional, termasuk asal Indonesia.
    2. Kelahiran 2 April 1990 atau lebih muda.
    3. IPK minimal 2.30 dari skala 3.00 (atau yang setara) dari pendidikan tinggi terakhir.
    4. Tidak sedang bertugas militer saat sedang mendaftar.
    5. Wajib dapat tiba di Jepang pada masa kedatangan yang ditetapkan APU.
    6. Belum pernah menerima beasiswa MEXT, kecuali telah memiliki lebih dari 3 tahun pengalaman riset edukasional setelah penyaluran terakhir dana beasiswa MEXT sebelumnya.
    7. Tidak mendaftar ke jenis beasiswa MEXT lainnya.
    8. Jika terpilih, penerima beasiswa tidak boleh menerima beasiswa dari organisasi pemberi beasiswa lain saat kuliah di APU.
    9. Jika terpilih, penerima beasiswa harus memiliki visa student Jepang.
    10. Memiliki sertifikat kemahiran berbahasa dari ujian yang dilaksanakan setelah 22 Maret 2023, beasiswa MEXT ini wajib TOEFL.

    Cara Mendaftar Beasiswa

    Beasiswa MEXT di APU diberikan pada calon mahasiswa yang direkomendasikan oleh pihak kampus ke kementerian. Berikut cara mendaftar beasiswa MEXT 2025 di APU jalur University Recommendation:

    1. Melamar S2 di APU untuk awal kuliah September 2025 di https://admissions.apu.ac.jp.APU
    2. menyeleksi kandidat penerima beasiswa berdasarkan dokumen pendaftaran.
    3. Hasil pendaftaran dan rekomendasi beasiswa diinformasikan kepada kandidat terpilih.
    4. Kandidat terpilih merampungkan pemberkasan dan mengirim dokumen tambahan beasiswa MEXT ke APU.
    5. MEXT memutuskan dan mengumumkan hasil seleksi beasiswa final.

    Informasi lebih lanjut mengenai beasiswa MEXT 2025 di APU jalur University Recommendation bisa dicek di sini. Semoga berhasil, detikers!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Jalur Beasiswa UII 2024 Masih Dibuka, Kuliah Gratis Sampai Lulus



    Jakarta

    Siswa ingin kuliah di Universitas Islam Indonesia (UII), tetapi khawatir biaya? Dalam penerimaan mahasiswa tahun ini, UII membuka Jalur Pola Seleksi Beasiswa (PSB) yang memungkinkan kuliah gratis sampai lulus.

    UII merupakan salah kampus swasta terbaik di Indonesia. Dalam pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings 2024 (THE WUR), UII menjadi menjadi satu-satunya perguruan tinggi Islam Indonesia yang berhasil masuk dalam peringkat tersebut.

    UII juga berhasil menempati urutan ke-11 PTS terbaik di Indonesia dalam peringkat Webometrics 2024. Kampus di Yogyakarta ini menempati peringkat ke 47 sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan 3.585 di dunia.


    Kampus ini menyediakan jalur beasiswa. Jalur beasiswa di UII menyeleksi siswa melalui rekam jejak prestasi (nilai rapor dan prestasi penunjang). Nilai rapor yang digunakan adalah nilai rapor semester 1 sampai 6.

    Jalur PSB hanya dapat diikuti oleh peserta seleksi lulusan tahun 2022, 2023, dan 2024. Adapun beasiswa yang masih tersedia adalah jalur KIP Kuliah atau disebut dengan PSB Merdeka.

    Peserta seleksi belum menjadi mahasiswa sebelumnya, memiliki potensi akademik baik, tetapi memiliki keterbatasan ekonomi atau berasal dari keluarga miskin/rentan miskin, dan lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru pada program studi yang telah terakreditasi.

    Beasiswa yang akan diterima adalah pembebasan biaya Dana Catur Darma, pembebasan biaya Uang Kuliah, serta bantuan biaya hidup (bulanan). Tertarik mendaftar? Cek kelengkapan dokumen dan jadwal pendaftaran seperti dilansir dari laman resminya berikut ini.

    Kelengkapan Dokumen PSB Merdeka UII 2024

    1. Kartu Indonesia Pintar (KIP)
    2. Rapor semester 1-6, ijazah/surat keterangan lulus, dan sertifikat prestasi (jika ada) di tingkat SMA/sederajat.
    3. Kartu keluarga (KK), foto rumah/tempat tinggal (tampak depan, tampak belakang, tampak samping, dan tampak dalam), rekening listrik/keterangan yang menyertai, dan bukti tagihan PBB/keterangan yang menyertai.
    4. Asesmen diri PSB beasiswa KIP

    Jadwal PSB Merdeka UII 2024

    Pendaftaran: 12 Juli-3 Agustus 2024
    Tenggat unggah dokumen: 5 Agustus 2024
    Pengumuman seleksi administrasi: 7 Agustus 2024
    Technical meeting seleksi tahap 2 dan 3: 9 Agustus 2024
    Seleksi tahap 2 (tes potensi akademik): 12 Agustus 2024
    Pengumuman seleksi tahap 2: 14 Agustus 2024
    Seleksi tahap 3 (wawancara): 19 Agustus 2024
    Hasil kelulusan: 26 Agustus 2024
    Registrasi: 27-30 Agustus 2024

    Pendaftaran bisa dilakukan melalui https://pmb.uii.ac.id/registrasi/

    (nir/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa ADB Jepang ke University of Tokyo 2025 Dibuka, Cek Ya!


    Jakarta

    Asian Development Bank – Japan Scholarship Program (ADB-JSP) membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa yang berencana studi di University of Tokyo (UTokyo), Jepang pada 2025 mendatang. Peminat beasiswa S2 ini dapat mendaftar dan mengunggah dokumen persyaratan paling lambat 10 Desember 2024.

    Beasiswa ADB-JSP di University of Tokyo 2025 ini meliputi uang kuliah penuh, tunjangan subsisten bulanan termasuk tempat tinggal, buku dan materi, asuransi kesehatan, serta ongkos perjalanan. Jika penerima beasiswa melakukan riset, akan ada dana khusus persiapan tesis yang diberikan, seperti dikutip dari laman ADB.

    Beasiswa ADB Jepang di University of Tokyo 2025

    Prodi Pilihan

    1. Master of Environmental Studies:


    – Department of Natural Environmental Studies

    – Department of Ocean Technology, Policy, and Environment

    – Department of Environment Systems

    – Department of Human and Engineered Environmental Studies

    – Department of Socio-Cultural Environment Studies

    2. Master of International Studies:

    – Department of International Studies

    3. Master of Sustainability Science

    – Graduate Program in Sustainability Science

    Syarat Beasiswa

    1. Warga dari negara anggota peminjam ADB, termasuk Indonesia
    2. Dinominasikan oleh institusi pendidikan yang ditunjuk dan hendak kuliah jenjang S2 (Master degree)
    3. Memiliki pengalaman profesional minimal 2 tahun di bidang yang relevan dengan jurusan S1 saat mendaftar
    4. Usia maksimal 35 tahun saat mendaftar
    5. Bersedia untuk kembali dan bekerja di Tanah Air setidaknya selama 2 tahun setelah menyelesaikan studi S2 di GSFS; Jika berencana lanjut studi hingga S3 setelah lulus, disarankan mendaftar beasiswa MEXT dengan rekomendasi Kedutaan Besar ketimbang ADB-JSP
    6. Belum pernah kuliah S2 saat mendaftar beasiswa

    Syarat Dokumen

    1. Formulir pendaftaran
    2. Field of Study and Research Plan
    3. Transkrip akademik resmi atau fotokopinya yang telah dilegalisasi oleh perguruan tinggi jenjang S1
    4. Ijazah S1 resmi atau fotokopi yang telah dilegalisasi oleh perguruan tinggi
    5. Dua surat rekomendasi confidential
    6. Format dokumen persyaratan dapat diunduh di laman beasiswa.

    Cara Mendaftar

    1. Cek kriteria pelamar kembali di https://www.adb.org/work-with-us/careers/japan-scholarship-program
    2. Cek pengajar yang ingin dijadikan sebagai supervisor di laman departemen/sekolah pilihan, atau klik https://www.k.u-tokyo.ac.jp/en/gsfs/faculty/
    3. Unggah dokumen lamaran di sini
    4. Jika lolos seleksi tahap awal, pelamar akan diminta melengkapi dokumen pendaftaran beasiswa ADB pada Februari 2025
    5. Pengumuman hasil seleksi beasiswa ADB-JSP di University of Tokyo 2025 ini akan disampaikan pada Mei 2025. Penerima beasiswa akan berkuliah mulai 1 Oktober 2025.

    Berminat mendaftar, detikers? Simak informasi beasiswa S2 di Jepang ini lebih lanjut, klik di sini.

    (twu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Boy Thohir Harap Ada Beasiswa LPDP Padanan ke USC



    Jakarta

    Ketua Yayasan Mochamad Thohir, Garibaldi (Boy) Thohir mengumumkan beasiswa S2 Administrasi Bisnis di University of Southern California (USC) sedang buka pendaftaran dalam program TAMBA & SAMBA Scholarship hingga 31 Agustus 2024. Boy berharap ke depannya beasiswa ini bisa menjadi program padanan (matching) beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

    Boy Thohir menjelaskan, sejak 2023, keluarga Thohir dan keluarga Soerjadjaja mengucurkan dana beasiswa masing-masing senilai USD 1 juta (Rp 16 miliar) untuk 5 tahun, dengan total USD 2 juta untuk 5 tahun. Dana ini disalurkan melalui beasiswa Thohir & Alumni USC Indonesia (AUSCI) MBA (TAMBA) Scholarship serta Soerjadjaja AUSCI MBA (SAMBA) Scholarship.

    Ia menambahkan, para awardee TAMBA & SAMBA Scholarship diharapkan menjadi calon pemimpin Indonesia berwawasan internasional yang berkontribusi untuk kemajuan Indonesia. Namun karena keterbatasan dana, masing-masing jenis beasiswa tersebut hanya dapat membiayai 1 mahasiswa per tahun.


    “Kita komit untuk 5 tahun ke depan. Unfortunately karena mahal banget, kita cuma sanggup setahun 1 (mahasiswa); TAMBA 1, SAMBA 1. Jadi setiap tahun kita kirim 2 (mahasiswa). Selama 5 tahun, kita berharap 10 orang (mahasiswa),” ucap Boy di kantor Adaro Energy, Menara Karya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (7/8/2024).

    Di sisi lain, ia mengatakan, pihak USC saat ini membuka peluang lebih banyak pelajar asal RI untuk kuliah di kampus swasta elite tersebut. Untuk itu, ia berharap dapat bekerja sama dengan LPDP untuk menyediakan beasiswa LPDP matching program.

    “Saya pengen–saya sebetulnya udah minta waktu ke LPDP (untuk bicara), karena kalau bisa saya berharap dari LPDP kan dana kelolaannya banyak, jadi saya berpikir kalau bisa ya apa nanti ada yang dari LPDP mungkin itu yang saya bilang matching program. Kalau misalnya kita (TAMBA & SAMBA Scholarship) kirim 2 (mahasiswa), LPDP ngirim 2 (mahasiswa),” ucap Boy.

    “Nanti kita yang bantu pengurusan (pendaftaran) di USC-nya karena USC tuh susah banget gitu loh. Jangankan yang beasiswa, kita-kita aja yang mau sekolah mau masuk, mau bayar, itu nggak gampang masuknya. Kayak ke UI, ke ITB, deh orang mau masuk, mau bayar aja kan nggak bisa gitu karena sekolahnya memang top banget,” sambungnya.

    Boy mengaku saat ini belum jadi bertemu dengan pihak LPDP. Ia berharap ada pembicaraan lanjut dengan untuk mengadakan beasiswa LPDP matching program MBA di USC.

    “Udah bicara, kemarin itu sebenernya udah mau ketemu. Tapi terus (belum jadi). Mungkin nanti minggu depan saya temuin. Tapi sebetulnya dari LPDP sendiri juga banyak yang mengirim beasiswa ke Amerika kan. Tapi belum, yang MBA ini belum nih,” ucapnya.

    “Insya Allah mungkin kalau nanti mereka bisa match gitu, paling nggak kita kirim 2 (mahasiswa), nanti LPDP kirim 2 (mahasiswa). Jadi kan bisa 4 (mahasiswa). Kalau 4 (mahasiswa), (dalam) 5 tahun kan 20 orang gitu. Saya berharap 20 orang itu yang creme de la creme dari Indonesia sehingga nanti waktu mereka kembali ke Indonesia bisa ikut bersama-sama kita membangun bangsa,” sambung Boy.

    Boy berharap beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship dan padanannya dalam beasiswa LPDP nanti mendukung generasi muda dan calon pemimpin Indonesia memiliki wawasan global sehingga bisa bersaing dengan pemuda dan pemimpin terdidik di negara tetangga.

    “Kita sebagai negara kan mau tidak mau juga competing with other countries. Terutama kita harus akuin lah bahwa salah satu yang cukup advance itu kan negara tetangga kita Singapura, udah kecil, tapi kita lihat dari susunan kabinetnya juga semua pasti itu kalau nggak dia (lulusan) Oxford, dia semua segala macam background education-nya hebat-hebat,” ucapnya.

    “Nah kita sebagai negara kan mau nggak mau harus compete sama mereka gitu. Nah jadi kita berharap tentunya ke depan ini nanti mereka-mereka yang sudah lulus (seperti itu). Bukan gimana-gimana, teman-teman bisa Google, memang kalau education sampai hari ini seluruh dunia mengakui bahwa Amerika itu leading, universitas-universitasnya itu memang hebat-hebat,” imbuhnya.

    Awardee Juga Wajib Kembali ke Indonesia

    Boy mengatakan para awardee TAMBA & SAMBA Scholarship juga menerima dukungan uang kuliah penuh, tunjangan hidup, dan ongkos PP Indonesia-AS. Setelah 1 tahun studi, awardee juga wajib kembali dan berkontribusi di Indonesia selama minimal 5 tahun seperti penerima beasiswa LPDP, jika tidak ingin kena sanksi.

    “Ada syarat harus balik. Kenapa? Karena tujuan utama kita semua atau tujuan utama saya dan Pak Edwin (Soerjadjaja), saya pengennya mereka balik, mereka bisa membangun bangsa ini gitu sama-sama. Jadi memang ada perjanjian antara kita dengan penerima beasiswa, ada perjanjian yang mengikat,” ucapnya.

    “Kalau nggak salah nanti ya mungkin ada dendanya atau segala macam, tapi intinya kita dan saya yakin mereka juga komit, karena mereka kan bukan, sorry to say, undergraduate gitu kan; yang ke sana (kuliah di luar negeri) terus nggak mau balik lagi. Ya mustinya enggak lah,” sambungnya.

    Peluang Berkontribusi di Indonesia

    Boy mengakui sejumlah kualifikasi awardee beasiswa terkadang tidak cocok dengan perusahaan di Indonesia. Namun, ia mendapati kenyataannya berbeda dengan awardee beasiswa MBA ini. Sebab, di samping sudah punya pengalaman dan posisi relatif penting di instansi dan bisnis, pelamar beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship jadi memiliki nilai tambah yang cocok sekembalinya ke Tanah Air.

    “Ini beda. Kenapa? Karena yang dikirim, contoh, batch pertama itu ada tiga orang (awardee). Dua dari Bank Mandiri, satu dari Ditjen (Direktorat Jenderal) Pajak. Secara logika, pasti Bank Mandiri akan me-retain mereka karena kalau sudah 6 tahun kerja kan mungkin levelnya juga udah lumayan, bukan di bawah banget. Begitu dapat titel lebih tinggi, Master, plus pengalaman di LA selama setahun, dengan semua pola pikir yang berubah, menurut saya sudah hampir pasti Bank Mandiri dan Dirjen Pajak akan me-retain mereka,” ucapnya.

    “Yang Bang Mandiri saya bicara dengan Pak DJ gitu, Pak Dirutnya Bank Mandiri, Pak Darmawan Junedi, mereka appreciate sekali gitu, ‘Pak Boy terima kasih gini-gini nanti kalau mereka udah balik, jangan diambil ya, Pak, Bu.’ Karena menurut saya, nggak mungkin lah mereka mau melepaskan,” imbuhnya.

    Ia berharap, awardee beasiswa ini juga dapat berkontribusi sebagai bagian pemerintahan setelah menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.

    “Dan saya bersyukur salah satu yang kita kirim kemarin dari Ditjen Pajak. Saya pengen nanti dari government, misanya dari selain Bank Mandiri, karena saya melihat, kenapa nggak sih nanti mungkin ada lulusan dari IBEAR yang nanti bisa balik menjadi atau berperan di regulator, di OJK (Otoritas Jasa Keuangan), atau di Ditjen Pajak, atau di Kementerian Keuangan. Saya berharap bahwa future leaders ini, yang membedakannya itu, pengalaman di sana (USC) yang kita nggak dapet,” ucapnya.

    Sementara itu, Boy juga menyatakan alumni beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship yang tidak dapat kembali ke instansinya setelah lulus akan diterima berkarier di jejaring Alumni USC Indonesia (AUSCI).

    “Bila Bank Mandiri ataupun institusi-institusi lain yang berhasil mengirimkan karyawannya nggak bersedia, kita di network-nya AUSCI itu akan sangat welcome. Karena kalau istilah saya tuh, ini barang jadi nih, bukan yang masih nggak jelas gitu, kalau ini pasti akan dibutuhkan,” ucapnya.

    “Dan banyak sekali itu (alumni yang mau menerima). Nanti bisa dilihat list-nya. Mereka-mereka yang lulus dari IBEAR (MBA USC) itu semua udah jadi orang di seluruh dunia gitu,” sambung Boy.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Boy Thohir Umumkan Beasiswa MBA di AS, Begini Kuliahnya


    Jakarta

    Yayasan Mochamad Thohir dan William & Lily Foundation sedang membuka pendaftaran beasiswa TAMBA (Thohir & Alumni USC Indonesia (AUSCI) MBA) & SAMBA (Soerjadjaja AUSCI MBA) Scholarship hingga 31 Agustus 2024. Penerima beasiswa akan kuliah S2 pada program International Business Educational and Research (IBEAR) MBA di University of Southern California (USC) Marshal School of Business, Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS).

    Ketua Yayasan Mochamad Thohir, Garibaldi Thohir, mengatakan para penerima beasiswa akan menjalani perkuliahan MBA intensif selama satu tahun, termasuk proyek pemecahan masalah bisnis dunia nyata dalam ekonomi global.

    Pria yang akrab disapa Boy Thohir tersebut mengatakan, selama masa beasiswa, awardee akan mendapat dukungan uang kuliah, tunjangan hidup, dan ongkos pesawat PP Indonesia-AS senilai USD 200.000 (Rp 3,2 miliar) per orang per tahun dari dana keluarga Thohir dan Soerjadjaja.


    “Dengan program satu tahun yang padat itu, dengan pengalaman kerja bikin project di sana, itu akan menjadi satu pengalaman yang luar biasa untuk penerima beasiswa,” ucapnya di kantor Adaro Energy, Menara Karya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (7/8/2024).

    Kuliah MBA di USC Marshall

    Dikutip dari laman resminya, program One-Year MBA di USC Marshall School of Business adalah program kuliah Magister Administrasi Bisnis (MBA) intensif satu tahun. Dalam periode tersebut, mahasiswa juga akan menjalani proyek konsultasi 4 bulan untuk memecahkan masalah nyata bisnis global bersama rekan, pengajar, dan klien.

    Kampus swasta elite di kawasan West Coast (pantai barat), Amerika Serikat ini biasanya menerima 55 mahasiswa MBA dari 12-15 negara setiap tahun. Sebanyak 80% di antaranya berusia 32-40 tahun, dan sepertiganya disponsori perusahaan dan bisnis keluarga.

    Sejak 1978, program S2 yang dikenal dengan nama International Education and Research (IBEAR) MBA ini telah memiliki 2.100 alumni dari 60 negara. Salah satunya yakni Dr Ari Firmandi, Director of Transaction and Advisory Services, Ernst&Young.

    Ari menuturkan, masa studi 1 tahun dan latar pengalaman mahasiswa menjadi salah satu daya tarik program IBEAR MBA di USC. Berdasarkan data kampus, mahasiswa di sekolah/fakultas ini rata-rata berlatar pengalaman profesional 12 tahun di berbagai negara. Beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship sendiri mensyaratkan pelamar untuk mengantongi pengalaman profesional di korporasi atau instansi atau memiliki usaha rintisan sendiri yang sudah cukup berjalan dengan baik minimal 6 tahun.

    “Dengan pengalaman yang lebih banyak dibanding yang MBA regular, jadi ketika nanti berdiskusi di dalam kelas, kita akan lebih banyak masukannya. Karena kan dari berbagai industri,” ucap Ari yang juga alumnus S1 Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung dan S2 Construction Management in Civing Engineering, USC.

    “Salah satu contoh classmate saya itu dari berbagai negara, mungkin ada dari 15 negara. Ada dari Korea, Jepang, Meksiko, ada juga dari Chile, ada juga dari India, pokoknya hampir kami dari seluruh beragam dari company, yang besar Fortune 500 juga ada di situ,” imbuhnya.

    Proyek Nyata Bisnis

    Memasuki semester akhir, mahasiswa IBEAR MBA USC akan menjajal proyek nyata untuk berhubungan dengan pelaku bisnis global dari perusahaan kenamaan dunia. Jejaring USC dengan bisnis di kawasan Pacific Rim memungkinkan mahasiswa menjalankan proyek di Amerika, Korea, hingga India.

    Ari bercerita, pada masa proyek tersebut di 2006, ia terlibat dengan Lockheed Martin, perusahaan kontraktor keamanan, pertahanan, dan kedirgantaraan global. Ia bertugas di bidang riset market entry di India.

    “Walau dia defense company (perusahaan pertahanan) di US, tapi dia fokusnya lagi ingin mencari teknologi IT di India. Jadi kita melakukan research. Makanya diberi nama International Business Education and Research (IBEAR MBA). Karena kita fokus bener-bener (di situ),” tuturnya.

    Ari mengatakan, hasil proyek studi mahasiswa tersebut berkesempatan untuk benar-benar dimanfaatkan oleh perusahaan klien. Pengalaman ini menurutnya sangat berharga bagi mahasiswa, di samping poin plus pengalaman belajar di luar kelas, khususnya bagi penerima beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship nanti.

    “Nanti apa yang student lakukan itu kalau emang bagus, diterima oleh perusahaan yang bersangkutan, akan menjadi inisiatif perusahaan tersebut. Jadi begitu percayanya perusahaan-perusahaan besar di Amerika terhadap program ini,” ucapnya.

    “Jadi ini menurut saya ini sebenarnya akan menjadi salah satu edukasi yang mungkin berharga bagi calon-calon penerima scholarship nanti, ya. Jadi bukan hanya melakukan pembelajaran di dalam kelas, tapi juga nanti mereka akan melakukan real project,” imbuh Ari.

    Ari tak menampik masa kuliah plus proyek dari pagi sampai malam tak mudah. Ia pun harus memanfaatkan jadwal libur untuk membaca bahan studi untuk diskusi keesokan harinya.

    “Jadi saya pas kuliah dulu mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore itu Senin sampai Jumat. Jumat sampai setengah hari itu 5 hari sekolah (kuliah) full terus. Mulai Sabtu mungkin cari nafas sedikit lah ya. Minggu udah belajar lagi, misalnya belajar untuk PR segala macam,” tuturnya.

    “Kalau Senin ada kuliah, kita Minggu udah belajar jadi gitu, terus aja begitu sampai ya, mungkin sampai 8 bulan seperti itu ya, baru 4-6 bulan terakhir itu adalah pekerjaan praktik tadi,” sambung Ari.

    Di sisi lain, Ari mengingatkan esensi MBA bukan sekadar melahap materi perkuliahan, tetapi mempelajari konsep bisnis dan berjejaring.

    “MBA itu kan, it’s not about learning pelajaran, tapi learning business concept. Business concept itu penting, dan yang ketiga adalah networking,” ucapnya.

    Jejaring Global

    Boy Thohir juga menyorot keunggulan IBEAR MBA USC untuk mempertemukan mahasiswa dengan pendiri bisnis global.

    “Ketemunya udah CEO-nya langsung, ketemu CEO Starbucks. Lalu kayak misalnya gini, IBEAR itu juga melakukan kunjungan kerja ke Indonesia. ketemunya langsung CEO-nya Astra. Nah itu kan nggak gampang. Itulah kelebihan daripada USC network itu,” ucapnya.

    Boy menambahkan, jejaring alumni USC global juga jadi keunggulan bagi penerima beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship. Hal ini menurutnya perlu dimanfaatkan profesional hingga pebisnis muda Indonesia.

    “Satu yang hebat dari USC itu adalah networking dunianya. Jadi kita tuh sampai ada USC Global Conference. Bayangin gitu, yang datang tuh ribuan. Saya pernah ikut yang di Jepang, yang datang tuh ribuan karena alumni-alumninya USC itu ada di mana-mana dan besar-besar: Indonesia, Thailand, Hongkong, India, China, terus Korea, Eropa, segala macam,” ucapnya.

    “Jadi yang membedakan itu dari yang lain adalah USC global network itu luar biasa besar dan luar biasa kompak. Contoh misalnya di Indonesia, nggak ada alumni dari universitas di Amerika yang sebesar (USC). Saya berani taruhan deh,” imbuh Boy.

    Mentorship AUSCI

    Peluang mentoring bersama alumni USC Indonesia, termasuk Boy Thohir, juga menjadi salah satu benefit beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship. Bekal studi, proyek, jejaring, dan mentorship ia harapkan dapat mendukung para awardee untuk berkontribusi bagi kemajuan negeri dan menjadi calon pemimpin Indonesia masa depan.

    “Lulusannya ini juga diharapkan (buka lapangan kerja), saya berharap begitu, karena memang salah satu keunggulan daripada IBEAR (MBA) itu adalah di bisnis dan research. Saya sendiri sekolahnya di program entrepreneurship. Enterpreneurship itu apa sih? Menciptakan lapangan kerja; how to create your own business; how to create jobs,” ucap Boy.

    “Tentunya balik (nanti) kerja dulu, tapi eventually mungkin ya nanti either bisa jadi pejabat di satu organisasi yang besar, atau dia bisa menjadi pengusaha untuk menciptakan lapangan kerja lagi, tujuan utamanya usaha untuk menciptakan lapangan kerja lagi,” imbuh Boy.

    Informasi lebih lanjut mengenai beasiswa S2 TAMBA & SAMBA Scholarship di IBEAR MBA, USC Marshal School of Business, LA, Amerika Serikat di laman https://ausci.org/scholarship/. Bagaimana, berminat mendaftar, detikers?

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Boy Thohir Undang Profesional hingga CEO Startup Daftar Beasiswa MBA di AS



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa S2 Master of Business Administration (MBA) satu tahun tengah dibuka Yayasan Mochamad Thohir dan William & Lily Foundation dalam program TAMBA & SAMBA Scholarship. Penerima beasiswa akan menempuh studi pada program International Business Educational and Research (IBEAR) MBA di University of Southern California (USC) Marshal School of Business, Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS).

    Ketua Yayasan Mochamad Thohir, Garibaldi Thohir, mengatakan pemberian beasiswa Thohir & Alumni USC Indonesia (AUSCI) MBA (TAMBA) Scholarship serta Soerjadjaja AUSCI MBA (SAMBA) Scholarship bertujuan untuk menghasilkan calon pemimpin Indonesia berwawasan internasional dan dapat berkontribusi kembali untuk kemajuan negara.

    Pria yang akrab disapa Boy Thohir tersebut mengundang para profesional hingga CEO startup lintas disiplin yang telah berpengalaman 6 tahun di bidangnya untuk mendaftar beasiswa MBA di Amerika ini.


    “Saya sangat optimis bahwa Indonesia bisa jadi negara maju, tentunya harus didukung dengan mereka-mereka yang mempunyai pengalaman internasional, mereka-mereka yang punya karakter bagus, mereka-mereka yang punya kemampuan baik. Dan kita nanti berkolaborasi untuk bagaimana bisa membangun atau memberikan kontribusi balik ke Indonesia,” ucap Boy di kantor Adaro Energy, Menara Karya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (7/8/2024).

    Beasiswa S2 TAMBA & SAMBA di USC Marshall

    Boy Thohir mengatakan TAMBA & SAMBA Scholarship masing-masing akan mengucurkan dana senilai USD 1 juta (Rp 16 miliar) untuk 5 tahun, dengan total USD 2 Juta untuk 5 tahun. Setiap tahun, TAMBA Scholarship akan memilih 1 orang penerima beasiswa (awardee) dan SAMBA Scholarship juga akan memilih 1 awardee. Jadi total, akan terpilih 2 orang awardee setiap tahun sejak tahun 2023.

    Komponen beasiswa penuh (fully funded) ini meliputi uang kuliah, tunjangan hidup, dan ongkos tiket pesawat pulang pergi (PP) dengan anggaran USD 200.000 (Rp 3,2 miliar) per orang per tahun.

    “Kita komit untuk 5 tahun ke depan. Unfortunately karena mahal banget, kita cuma sanggup setahun satu. Jadi dari TAMBA satu (awardee), dari SAMBA satu (awardee). Jadi setiap tahun kita kirim dua (awardee),” tutur Boy.

    Dana beasiswa SAMBA-TAMBA ini, lanjut Boy, adalah dana dari masing-masing keluarga Thohir dan Soerjadjaja.

    “Dananya sendiri dari dari kami. Dari masing-masing keluarga, dari keluarga Thohir dan dari keluarga Pak Edwin (Soerjadjaja) di luar dana CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan. Jadi ini purely memang yayasan keluarga kami yang menyiapkan untuk program beasiswa ini,” tuturnya.

    Boy berharap, para pendaftar ini adalah orang-orang muda yang berusia maksimal 40 tahun. Mereka harus sudah sarjana dan mengenyam pengalaman profesional selama minimal 6 tahun di korporasi atau instansi, atau sudah mendirikan perusahaan rintisan (start up).

    “Khusus yang ini memang kita fokus untuk cari yang creme de la creme untuk menjadi Indonesian future leaders,” jelas kakak dari Menteri BUMN Erick Thohir ini.

    Setelah satu tahun studi MBA di Amerika, penerima beasiswa diminta pulang ke Indonesia untuk menerapkan ilmu dan pengalamannya untuk berkontribusi di Tanah Air.

    “Tujuan utama saya dan Pak Edwin (Soerjadjaja), saya pengennya mereka balik, mereka bisa membangun bangsa ini gitu sama-sama,” ucapnya.

    “Nanti either dia bisa jadi pejabat di satu organisasi yang besar atau dia bisa menjadi pengusaha untuk menciptakan lapangan kerja lagi. Tujuan utamanya itu sih,” urainya.

    Selama studi, para penerima beasiswa di IBEAR MBA, USC Marshall ini khususnya berkesempatan menjajal pengalaman proyek perusahaan-perusahaan besar AS dan perusahaan jaringan alumni USC di seluruh dunia.

    Selama masa pemberian beasiswa, awardee didukung fasilitas mentorship, jejaring profesional dan pemimpin industri, serta jejaring alumni USC agar dapat bersaing secara global. Penerima beasiswa juga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan CEO dan eksekutif senior perusahaan global.

    “Lulusan-lulusan dari USC itu biasanya kalau join alumni USC, kita ada mentoring, masing-masing dari kita (di AUSCI). Bukan saya saja, tetapi semua,” imbuhnya.

    USC sendiri dikenal sebagai universitas swasta elite di kawasan West Coast (pantai barat) AS dengan alumninya seperti sutradara Jurassic Park Steven Spielberg, sutradara Star Wars George Lucas, dan pengusaha kenamaan di Indonesia termasuk Boy Thohir, Edwin Soerjadjaja dan Nirwan Bakrie. Alumni USC Indonesia sendiri mencapai sekitar 2.500 anggota, menjadikannya salah satu kelompok alumni terbesar dari universitas luar negeri di Indonesia.

    Syarat Beasiswa TAMBA-SAMBA

    1. Warga Negara Indonesia
    2. Usia maksimal 40 tahun
    3. Skor TOEFL minimal 95 atau IELTS minimal 7
    4. Skor GMAT minimal 540 dan serta GMAT Focus
    5. Capaian akademik tinggi
    6. Memiliki pengalaman profesional minimal 6 tahun
    7. Menunjukkan potensi kepemimpinan yang kuat
    8. Berkomitmen untuk kembali ke Indonesia minimal selama 5 tahun dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi RI usai kelulusan

    Jadwal Seleksi Beasiswa TAMBA-SAMBA

    • 31 Agustus 2024: Batas waktu pendaftaran, mengisi formulir daring, mengunggah skor GMAT, skor TOEFL/IELTS, personal statement, dan recommendation letter.
    • 14 September 2024: Pengumuman kandidat penerima beasiswa (shortlisted), yang akan diminta untuk menyiapkan esai dan video berdurasi 3 menit sesuai topik.
    • 21 September 2024 pukul 17.00 WIB: Batas waktu pengiriman dokumen tahap 2 beserta Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sebagai bukti layak beasiswa.
    • 14 Oktober 2024: Batas waktu pengiriman dokumen pendaftaran IBEAR MBA, pendaftaran dikenakan biaya USD 115 (Rp 1,8 juta)
    • 10 Oktober 2024: Wawancara luring dengan Komite Seleksi
    • 15 November 2024: Wawancara final dengan tim USC Admission
    • 15 Desember 2024: Pengumuman penerima beasiswa

    Informasi lebih lanjut mengenai beasiswa S2 TAMBA & SAMBA Scholarship di IBEAR MBA, USC Marshal School of Business, Los Angeles, Amerika Serikat ini dapat diakses di laman https://ausci.org/scholarship/. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemenag Buka 4 Beasiswa Non-Degree Khusus Santri, Bisa Studi di 3 Benua!



    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) tengah membuka empat beasiswa non-degree khusus santri. Dibuka sampai 7 September, santri bisa melanjutkan studi di tiga benua.

    Beasiswa ini merupakan hasil kerja sama Kemenag dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Melalui alokasi Dana Abadi Pesantren 2024, program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pesantren, membuka peluang bagi santri, mahasantri, ustadz/ustadzah, mudir, dan pengasuh pondok pesantren.

    Program ini menawarkan empat beasiswa non-degree, yaitu: Penulisan Karya Ilmiah Turots di Maroko (Benua Afrika), Penguatan Kapasitas Manajemen Sanad Keilmuan Ma’had Aly di Maroko, Micro Credential di Benua Amerika, dan Santri International Fellowship di Inggris (Benua Eropa).


    “Setiap program memiliki tujuan spesifik yang selaras dengan kebutuhan zaman dan tantangan yang dihadapi oleh dunia pesantren,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dikutip dari laman Kemenag Kamis (5/9/2024).

    Menurut Gus Men, panggilan akrabnya, Kemenag terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan Dana Abadi Pesantren dalam meningkatkan kualitas SDM di lingkungan pesantren.

    “Dana Abadi Pesantren adalah investasi dan akselerasi peningkatan kualitas SDM di bidang pendidikan melalui skema beasiswa degree dan non-degree kepada para santri dan pendidik di pesantren. Kami ingin memastikan bahwa santri kita mendapat pendidikan berkualitas di dalam dan luar negeri,” ujarnya.

    Seperti apa empat beasiswa non-degree khusus santri itu? Simak penjelasannya berikut ini seperti dilansir dari laman Nahdlatul Ulama (NU).

    4 Beasiswa Non-Degree Khusus Santri dari Kemenag

    1. Penulisan Karya Ilmiah Turots di Maroko (Benua Afrika)

    Program Penulisan Karya Ilmiah Turots adalah program beasiswa non-gelar untuk meningkatkan kompetensi para Santri, Alumni Aktif, Pengasuh, Tenaga pendidik yang aktif di Ma’had Aly sehingga mampu mengeksplorasi menjadi karya ilmiah. Program ini akan bekerja sama dengan Markaz al-Inma Li Al-Abhast Wa Ad-Dirasah Al-Mustaqbaliyah, Maroko, dan akan berfokus pada kajian turots serta pengaruhnya pada isu-isu di era kontemporer.

    Adapun komponen pendanaan beasiswa yang didapatkan meliputi biaya pendidikan, biaya mobilisasi, living allowance, biaya transportasi, dan biaya Asuransi. Untuk peminat, dapat mengecek syarat dan ketentuan selengkapnya pada laman bit.ly/bookletdng08. Adapun pendaftaran dapat diakses melalui pusaka.kemenag.go.id.

    2. Penguatan Kapasitas Manajemen Sanad Keilmuan Ma’had Aly di Maroko

    Beasiswa Penguatan Kapasitas Manajemen Sanad Keilmuan Ma’had Aly bertujuan untuk menghasilkan kurikulum pembelajaran yang efektif dan terintegrasi, serta memperkaya sanad keilmuan sebagai basis pembelajaran di setiap Ma’had Aly. Harapannya, program ini dapat menjembatani adanya pertukaran gagasan tentang sistem kurikulum dan sanad keilmuan.

    Peserta yang lolos akan mendapatkan pendanaan mulai dari biaya pendidikan, biaya mobilisasi, biaya asuransi, tunjangan hidup, hingga biaya transportasi. Pendaftaran bisa dilakukan melalui pusaka.kemenag.go.id

    3. Micro Credential di Benua Amerika

    Program Beasiswa Non-Degree Micro Credential di Amerika dibuka untuk pengasuh, guru, mahasantri, para santri pondok pesantren, khususnya yang telah lulus pendidikan pada jenjang ulya/aliyah/menengah atas. Program beasiswa ini akan diadakan di American Islamic College (AIC), Chicago, Amerika Serikat.

    Program akan dilaksanakan secara luring di Institusi AIC selama 2 Bulan. Para santri yang lolos beasiswa akan mendapatkan pendanaan berupa biaya pendidikan, biaya mobilisasi, tunjangan hidup, biaya transportasi, dan biaya Asuransi. Info selengkapnya dapat dicek melalui bit.ly/bookletdng06. Apabila sudah yakin dengan beasiswa yang dipilih, dapat mendaftarkan diri melalui pusaka.kemenag.go.id

    4. Santri International Fellowship di Inggris

    Program Beasiswa Non-Degree Santri International Fellowship ke Inggris telah dibuka pada 26 Agustus 2024 hingga 31 Agustus 2024 lalu. Beasiswa ini bekerja sama dengan Conventry University, Inggris.

    Adapun cakupan beasiswa di benua Eropa itu meliputi biaya program pendidikan, tunjangan hidup, biaya transportasi, serta biaya asuransi.

    Demikian empat beasiswa non-degree khusus santri yang dibuka Kemenag. Jangan sampai terlewat, ya!

    (nir/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa Non Gelar Microcerdential STEM untuk Guru SD & SMP, Cek Syaratnya!



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan membuka pendaftaran beasiswa Microcredential bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Pendaftaran dibuka hingga 19 November 2024 melalui tautan https://s.id/MicroSTEM2024.

    Beasiswa kali ini mengambil tema “Climate Change and Environmental Sustainability” yang bekerja sama dengan Korea National University of Education. Program ini dirancang untuk mengembangkan kompetensi guru SD dan guru SMP dalam menangani isu-isu terkait perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.

    Sehingga para guru mampu merancang pembelajaran yang baik di kelas terutama terkait penyebab dan konsekuensi perubahan iklim. Hal ini untuk mendorong perubahan sikap dan perilaku peserta didik guna mengurangi dampak perubahan iklim di masa depan.


    Target peserta beasiswa ini adalah guru SD kelas 4, 5, dan 6 serta guru SMP yang mengampu mata pelajaran IPA. Dikutip dari Portal Beasiswa GTK Kemendikbduristek, Jumat (11/10/2024) berikut syarat dan cara daftarnya.

    Syarat Daftar Beasiswa Non Gelar Microcerdential STEM

    Syarat Utama

    1. Mengisi formulite pendaftaran pada laman https://gtk.kemdikbud.go.id/microcredential
    2. Warga Negara Indonesia (WNI)
    3. Berusia paling tinggi 55 tahun per-31 Desember pada tahun pendaftaran
    4. Berstatus sebagai guru Aparatur Sipil Negara (ASN) atau guru tetap yayasan
    5. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
    6. Memiliki kualifikasi akademik S1 dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00 skala 4,00
    7. Memiliki pengalaman mengajar minimal 2 tahun berturut-turut di satuan pendidikan PAUD/SD/SMP/SMA/SMK Non Kejuruan/SLB
    8. Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku

    Syarat Dokumen

    • Hasil pindai Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Hasil pindai Surat Keputusan Pengangkatan guru ASN atau Surat Keputusan Pengangkatan guru tetap Yayasan
    • Hasil pindai NUPTK
    • Hasil pindai ijazah dan transkrip nilai yang telah dilegalisir
    • Hasil pindai surat tugas mengajar
    • Hasil pindah sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor minimal TOEFL ITP 450/Duolingo 75/TOEFL IBT 45/IELTS 5.0/TOEIC 440/English Score 290
    • Hasil pindai Letter of Acceptance (LoA) setelah lulus seleksi
    • Hasil pindai surat pernyataan kesanggupan calon Peserta Penerima Program Pengembangan Kompetensi
    • Hasil pindai surat rekomendasi dari atasan
    • Hasil pindai esai/personal statement
    • Hasil pindai surat keterangan sehat

    Cara Daftar Beasiswa Non Gelar Microcerdential STEM

    1. Buka laman https://gtk.kemdikbud.go.id/microcredential atau https://s.id/MicroSTEM2024
    2. Pahamai syarat dan siapkan berkas persyaratan beasiswa
    3. Daftar beasiswa dan lengkapi profil di Portal Beasiswa GTK Kemendikbudristek
    4. Unggah dokumen sesuai syarat beasiswa yang dituju
    5. Tunggu verifikasi dan pengumuman penerima beasiswa.

    Pendaftaran dibuka hingga 19 November 2024. Informasi lebih lengkap dan format lampiran beasiswa bisa dilihat melalui tautan https://s.id/MicroSTEM2024. Selamat mendaftar detikers!

    (det/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Dapat Beasiswa di University of Pennsylvania, Simak!



    Jakarta

    University of Pennsylvania (UPenn) sedang ramai dibahas di media sosial. Kampus yang terletak di Amerika Serikat ini memang termasuk ke dalam universitas top.

    Berdasarkan pemeringkatan QS WUR 2025, UPenn menjadi kampus terbaik di dunia urutan ke-11. UPenn mempunyai 52 program sarjana dan 15 program pascasarjana.

    Selain itu, kampus UPenn menyediakan berbagai beasiswa bagi mahasiswanya. Baik beasiswa dari pemerintah, organisasi, alumni, perusahaan, dan masing-masing negara asal (mahasiswa internasional).


    Lantas, bagaimana cara mendapatkan beasiswa di UPenn? Mengutip berbagai sumber, ini langkah-langkahnya:

    Lewat Beasiswa Dalam Negeri

    Cara lazim dicoba oleh mahasiswa untuk meraih beasiswa di UPenn adalah lewat bantuan yang disediakan Pemerintah Indonesia sendiri. Berikut beberapa beasiswa dalam negari dengan pilihan kampus UPenn:

    1. Beasiswa LPDP

    Beasiswa LPDP disediakan oleh pemerintah RI lewat Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Jika detikers ingin meraih beasiswa pendanaan di UPenn bisa mencoba daftar beasiswa LPDP.

    Dikutip dari laman LPDP, kampus UPenn termasuk perguruan tinggi tujuan paling banyak dipilih. UPenn menduduki urutan ke-13 sebagai kampus luar negeri paling banyak dipilih dalam beasiswa LPDP.

    2. Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)

    Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) merupakan skema beasiswa yang disediakan oleh Kementerian Agama dan LPDP bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengembangakan karier, pengalaman, dan jaringan kampus di dalam dan luar negeri.

    Ada berbagai banyak pilihan program dalam BIB yakni S1, S2, S3, kemitraan, dan double degree. Pelamar beasiswa BIB bisa memilih UPenn sebagai pilihan kampus luar negeri.

    3. Beasiswa Indonesia Maju

    Beasiswa Indonesia Maju (BIM) juga menyediakan banyak pilihan kampus tujuan luar negeri bagi mahasiswa Indonesia. Salah satunya University of Pennsylvania.

    BIM bisa dicoba untuk beberapa kalangan seperti calon guru SMK, dosen, dan pelaku budaya. Salah satu syarat untuk mendapat beasiswa BIM adalah sudah diterima di UPenn dibuktikan lewat Letter of Acceptance.

    Lewat Beasiswa dari Pemerintah AS

    Pemerintah AS menyediakan dana pendidikan bagi mahasiswa internasional termasuk Indonesia. Bantuan tersebut disalurkan lewat beasiswa Fulbright.

    Beasiswa Fulbright bisa dicoba bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi master maupun doktoral. UPenn pun termasuk ke dalam salah satu pilihan kampus di beasiswa ini lho.

    Lewat Beasiswa Langsung di UPenn

    Mengutip laman resminya, UPenn menyediakan berbagai beasiswa untuk mahasiswa sarjana hingga pascasarjana. Berikut beberapa beasiswa yang tersedia:

    1. Penn Grant

    Penn Grant ditujukan bagi mahasiswa sarjana. Beasiswa ini dapat membiayai kuliah mahasiswa hingga semester 8.

    2. Named Scholarship

    Beasiswa jenis ini dibiayai oleh para alumni UPenn. Named Scholarship berlaku bagi mahasiswa S1.

    3. Graduate Grants and Scholarships

    Beasiswa ini tersedia di 12 sekolah pascasarjana UPenn, tapi dengan kuota terbatas. Penilaian beasiswa berdasarkan pada prestasi akademis dan profesional. Informasi lebih lengkapnya bisa dilihat di https://srfs.upenn.edu/financial-aid/grants-and-scholarships ya.

    Itulah beberapa cara memperoleh beasiswa di University of Pennsylvania. Semoga membantu ya!

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Jadwal, Syarat, dan Cara Daftar Kuliah


    Jakarta

    King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) Arab Saudi membuka pendaftaran S2 dan S3 musim semi 2025 hingga 1 Oktober 2024 mendatang. Setelah itu, masa pendaftaran kuliah musim gugur dibuka hingga 11 Januari 2025.

    Dikutip dari laman resminya, KAUST menyediakan fellowship untuk semua mahasiswa baru yang diterima di kampusnya. Fellowship ini termasuk beasiswa yang meliputi semua biaya kuliah, akomodasi, asuransi kesehatan, bantuan kepindahan, dan lain-lain.

    Pendaftaran kuliah ke KAUST tidak terpisah dengan tahap pendaftaran beasiswa. Calon mahasiswa juga tidak dikenakan biaya pendaftaran.


    Berminat kuliah di KAUST tahun depan, detikers? Simak syarat, jadwal, dan cara mendaftar kuliah di KAUST Kingdom of Saudi Arabia di bawah ini.

    Syarat Beasiswa KAUST 2024

    • Skor TOEFL IBT minimal 79 atau IELTS minimal 6.5 (kode admisi KAUST 4107)
    • Hasil ujian GRE, tidak wajib tetap diutamakan, khususnya jika mendapat skor kuantitatif tinggi (dikirimkan ETS langsung ke KAUST, kode admisi 4139)
    • Transkrip akademik, ijazah, rapor, atau rekam akademik dari semua institusi pendidikan sebelumnya
    • Hasil scan transkrip resmi berbahasa Indonesia dan translasi bersertifikasi dalam bahasa Inggris, yang memuat skala penilaian untuk semua dokumen lamaran
    • Transkrip final (jika lolos seleksi)
    • Tiga surat rekomendasi dari dosen atau dosen pembimbing tempat riset atau kuliah di jurusan utama pada jenjang sebelumnya, surat dikirimkan langsung oleh pemberi rekomendasi
    • Curriculum vitae (CV)

    Komponen Beasiswa KAUST

    • Biaya kuliah penuh
    • Uang saku USD 20 ribu – USD 30 ribu (Rp 303 juta-Rp 454 juta) per tahun
    • Tempat tinggal (dapat dikenakan biaya)
    • Asuransi kesehatan dan gigi (dapat dikenakan biaya)
    • Dukungan kepindahan

    Jadwal Pendaftaran KAUST 2025 Musim Semi

    • Pendaftaran: 15 Agustus-1 Oktober 2024
    • Pengumuman hasil seleksi: 14 November-1 Desember 2024
    • Mulai kuliah: 26 Januari 2025

    Jadwal Pendaftaran KAUST 2025 Musim Gugur

    • Pendaftaran: 15 Agustus 2024 -11 Januari 2025
    • Pengumuman hasil seleksi: 27 Februari-2 Maret 2025
    • Mulai kuliah: 31 Agustus 2025

    Informasi beasiswa KAUST 2025 dapat dicek lebih lanjut di laman https://admissions.kaust.edu.sa/. Semoga bermanfaat, ya!

    (twu/nwy)



    Sumber : www.detik.com