Tag: USAT

  • Tether Integrasikan USA₮ ke Rumble Wallet, Ekspansi Pembayaran Digital

    Tether kembali memperluas ekspansinya di sektor pembayaran digital dengan mengintegrasikan stablecoin USA₮ ke dalam Rumble Wallet.

    Integrasi ini memungkinkan kreator konten di platform tersebut menerima pembayaran secara on-chain menggunakan dolar digital yang dirancang untuk mematuhi regulasi domestik Amerika Serikat.

    Langkah ini menandai babak baru dalam konvergensi antara ekonomi kreator dan infrastruktur blockchain, sekaligus mempertegas strategi Tether dalam menghadirkan produk stablecoin yang lebih ramah regulator.

    Baca Juga: Tether Luncurkan Mining OS (MOS), Dorong Efisiensi Penambangan BTC

    Berkenalan dengan USA₮

    Sebagaimana dilansir dari Cryptobriefing pada Jumat (20/2), USA₮ merupakan dolar digital yang dikembangkan dengan pendekatan regulasi yang lebih ketat dibandingkan stablecoin pada umumnya.

    Aset ini dikelola oleh Anchorage Digital Bank dan Cantor Fitzgerald, dua entitas yang memiliki reputasi kuat dalam sektor keuangan dan kustodi aset digital di Amerika Serikat.

    Stablecoin ini dirancang untuk memenuhi standar regulasi domestik AS, termasuk kerangka hukum yang dikenal sebagai GENIUS Act, sebuah inisiatif regulasi yang bertujuan menciptakan kepastian hukum bagi penerbit dan pengguna stablecoin di Amerika Serikat.

    Dengan struktur tata kelola yang lebih formal dan pendekatan kepatuhan yang ketat, USA₮ diposisikan sebagai alternatif stablecoin yang dapat diterima oleh regulator, institusi keuangan, serta pelaku industri digital.

    Rumble Wallet dan Ekonomi Kreator

    Rumble dikenal sebagai platform berbagi video yang berkembang pesat dan memiliki basis kreator independen yang signifikan.

    Dengan integrasi USA₮ ke dalam Rumble Wallet, para kreator kini dapat menerima penghasilan secara langsung melalui blockchain tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sistem perbankan tradisional atau pemroses pembayaran pihak ketiga.

    Model pembayaran on-chain ini menawarkan sejumlah keunggulan, seperti penyelesaian transaksi lebih cepat, transparansi pembayaran, potensi biaya lebih rendah, dan akses global tanpa hambatan perbankan lintas negara.

    Bagi kreator, hal ini membuka peluang monetisasi yang lebih fleksibel, terutama bagi mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses perbankan.

    Regulasi dan Ekspansi

    Integrasi USA₮ ke Rumble Wallet juga mencerminkan strategi jangka panjang Tether untuk memperkuat posisinya di tengah meningkatnya pengawasan regulator terhadap stablecoin.

    Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini bukan sekadar ekspansi teknis, melainkan manuver strategis untuk memperluas dominasi di sektor ekonomi kreator sekaligus menjawab tantangan regulasi.

    “Integrasi ini memungkinkan kreator Rumble untuk menerima penghasilan tanpa bergantung pada sistem perbankan tradisional. Bagi Tether, ini adalah langkah strategis untuk memperkuat dominasi di ekonomi kreator global sekaligus menepis kekhawatiran regulasi melalui produk USA₮ yang patuh hukum federal,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Dengan menghadirkan stablecoin yang dikelola institusi teregulasi, Tether berupaya memperluas adopsi di kalangan pengguna institusional dan korporasi yang sebelumnya berhati-hati terhadap risiko hukum.

    Implikasi bagi Industri Stablecoin

    Industri stablecoin saat ini berada di persimpangan antara inovasi dan regulasi.

    Di satu sisi, stablecoin menjadi tulang punggung likuiditas pasar kripto dan pembayaran digital. Di sisi lainnya, regulator global semakin aktif menetapkan standar kepatuhan dan transparansi.

    Langkah Tether melalui USA₮ menunjukkan tren baru: penerbit stablecoin mulai mengembangkan produk yang secara eksplisit dirancang sesuai kerangka hukum nasional, bukan hanya beroperasi di wilayah abu-abu regulasi.

    Jika model ini berhasil diadopsi luas, bukan tidak mungkin akan muncul lebih banyak stablecoin berbasis yurisdiksi tertentu dengan struktur kustodi dan tata kelola yang lebih formal.

    Baca Juga: LayerZero Dilirik Tether! USDT0 Disebut Sudah Pindah US$70 Miliar

    Masa Depan Pembayaran Kreator On-Chain

    Integrasi USA₮ ke Rumble Wallet memperlihatkan bagaimana blockchain semakin relevan dalam ekonomi digital arus utama.

    Pembayaran kreator, yang sebelumnya sepenuhnya bergantung pada bank dan platform sentralistik, kini mulai bertransformasi menuju model desentralisasi berbasis aset digital yang patuh regulasi.

    Bagi Tether, langkah ini memperluas cakupan penggunaan stablecoin dari sekadar instrumen perdagangan kripto menjadi alat pembayaran riil dalam ekosistem kreator global.

    Sementara itu, bagi industri secara keseluruhan, kolaborasi antara perusahaan blockchain, bank kustodi teregulasi, dan platform media digital menandai era baru di mana inovasi dan kepatuhan hukum berjalan beriringan.

    Dengan meningkatnya tekanan regulator di berbagai negara, pendekatan seperti USA₮ bisa menjadi template bagi masa depan stablecoin yang lebih transparan, terstruktur, dan diterima secara luas oleh sistem keuangan formal.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Stablecoin USAT? Stablecoin Baru Tether yang Patuhi Regulasi AS

    Tak bisa dipungkiri lagi jika stablecoin telah menjadi salah satu kegunaan nyata dari aset kripto yang paling banyak digunakan. Selain membuat pengguna bebas khawatir tentang fluktuasi harga, eksposur terhadap aset kripto juga masih tetap terjaga.

    Baru-baru ini Tether, penerbit stablecoin USDT mengumumkan akan segera merilis stablecoin USAT yang akan menjadi stablecoin yang patuh terhadap regulasi ketat Amerika Serikat.

    Langkah ini menandai perubahan besar dalam pendekatan industri kripto, dari yang sebelumnya cenderung menghindari regulasi, kini justru berusaha merangkulnya demi keberlanjutan jangka panjang.

    Apa Itu USAT Token?

    USAT merupakan stablecoin berbasis dolar yang dirancang khusus untuk melayani pasar Amerika Serikat dan mendukung standar regulasi Amerika, setelah diresmikannya GENIUS Act oleh Presiden Donald Trump.

    Stablecoin ini dikembangkan oleh Tether, pemimpin global dalam teknologi stablecoin yang juga menerbitkan token stablecoin USDT. 

    Jika USDT dikenal sebagai stablecoin global yang digunakan lintas negara, maka USAT difokuskan secara spesifik untuk pasar Amerika Serikat, yang membuat USAT sering kali dianggap sebagai “versi teregulasi” dari stablecoin USDT.

    USAT diharapkan dapat menjadi jalur baru bagi perdagangan, bisnis, dan keuangan Amerika guna memberikan nilai jangka panjang, tata kelola yang kuat, serta adopsi dunia nyata.

    Baca juga: Tether Ngebet Akuisisi Juventus Rp17 Triliun, Langsung Ditolak!

    Latar Belakang Diluncurkannya USAT

    Illustrasi USAT. Sumber: USAT.io

    Seperti yang kamu tahu, Tether telah menjadi pemain lama di dunia kripto khususnya stablecoin, sejak diluncurkannya USDT pada tahun 2014.

    Tantangan baru datang siring regulasi kripto yang semakin matang, terutama di Amerika Serikat (AS) dengan diresmikannya undang-undang baru GENIUS Act, yang ditandatangani pada Juli 2025 oleh Presiden Donald Trump.

    Undang-undang GENIUS Act ini menjadi undang-undang AS pertama yang secara komprehensif membahas kripto serta berfokus pada regulasi stablecoin. Di dalamnya termasuk persyaratan tentang cadangan penuh, audit rutin, dan kepatuhan dengan lembaga keuangan berlisensi federal.

    USAT lahir sebagai respons terhadap undang-undang ini. CEO Tether, Paolo Ardoino, menyatakan bahwa USAT menjadi salah satu stablecoin yang sesuai dengan perundang-undangan AS dan transparan “USA₮ adalah wujud komitmen kami untuk memastikan bahwa dolar tidak hanya tetap dominan di era digital, tetapi juga berkembang – melalui produk yang lebih transparan, lebih tangguh, lebih mudah diakses, dan lebih tak terbendung daripada sebelumnya,” ujarnya melalui rilis resmi Tether.

    Nantinya USAT akan diterbitkan oleh Anchorage Digital Bank, N.A., yang mana ini merupakan satu‑satunya bank kripto yang diatur secara federal dan sesuai GENIUS Act.

    Baca juga: Menatap Masa Depan Stablecoin: Partisipasi Publik Dalam GENIUS Act

    Lalu Apakah USAT Akan Menjadi Legal Tender di Amerika?

    Melalui rilis resminya, Tether menegaskan bahwa USAT tidak akan menjadi alat pembayaran yang sah (sebagaimana dijelaskan dalam pasal 5103 judul 31, United States Code) dan tidak akan diterbitkan, didukung, disetujui, atau dijamin oleh pemerintah Amerika Serikat.

    USAT juga tidak akan tunduk pada perlindungan asuransi dari Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), Securities Investor Protection Corporation (SIPC), atau lembaga pemerintah lainnya.

    FDIC (Federal Deposit Insurance Corporation) sendiri adalah lembaga pemerintah AS yang melindungi simpanan nasabah bank. Jika sebuah bank kolaps, simpanan nasabah biasanya dijamin hingga USD 250.000 per orang per bank. Sedangkan SIPC (Securities Investor Protection Corporation) melindungi investor di perusahaan sekuritas atau broker saham.

    Ini berarti USAT tidak dilindungi oleh skema asuransi pemerintah Amerika Serikat dan jika terjadi sesuatu yang buruk, misalnya perusahaan penerbitnya bermasalah, bangkrut, atau asetnya dibekukan—maka pengguna tidak punya jaring pengaman dari negara.

    Kapan Stablecoin USAT Akan Dirilis?

    Berdasarkan pengumuman resmi dari Tether, USAT dijadwalkan untuk dirilis pada Desember 2025. Namun, hingga tanggal 23 Desember 2025, belum ada konfirmasi resmi bahwa stablecoin ini telah secara penuh diluncurkan ke publik.

    Teaser terbaru dari akun X @USAT_io, pada 22 Desember 2025, menyebutkan “USA₮. Coming soon,” yang menandakan peluncuran sangat dekat, mengingat Desember hanya kurang dari 2 minggu lagi, USAT mungkin akan segera dirilis dalam hitungan hari.

    Dengan semakin dekatnya peluncuran USAT, momentum ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting untuk memperluas akses stablecoin yang patuh terhadap regulasi, termasuk di Indonesia nantinya.

    Stablecoin memang menjadi salah satu opsi populer buat para investor yang ingin menyimpan uang dalam bentuk dolar—di Tokocrypto kamu bisa beli langsung stablecoin dengan GRATIS biaya trading lho! Yuk cobain download dan daftar sekarang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • USA₮ Ekspansi ke Celo, Perluas Infrastruktur Pembayaran Stablecoin

    Stablecoin berbasis dolar AS, USA₮, resmi memperluas jangkauannya ke jaringan Celo dalam langkah strategis yang menandai deployment pertama di luar Ethereum.

    Stablecoin ini diterbitkan oleh Anchorage Digital Bank dan didukung oleh Tether, dengan pendekatan yang menitikberatkan pada kepatuhan terhadap regulator seperti Office of the Comptroller of the Currency (OCC).

    Ekspansi ini bukan sekadar tambahan jaringan, tetapi sinyal kuat bahwa adopsi stablecoin mulai bergeser dari sekadar instrumen trading menuju infrastruktur pembayaran nyata, khususnya di ekosistem mobile-first seperti Celo.

    Baca Juga: Harga Celo Meroket 30% Sehari! Sinyal Bullish dan Kebangkitan DeFi

    Celo: Dari Blockchain ke Payment Rail

    Celo selama ini dikenal sebagai blockchain yang fokus pada akses keuangan berbasis mobile. Dengan integrasi USA₮, posisi tersebut semakin diperkuat.

    Jaringan ini telah memproses lebih dari 420 juta transaksi, sebagian besar didorong oleh aplikasi seperti MiniPay, yang dirancang untuk mempermudah penggunaan stablecoin sehari-hari.

    Tak hanya itu, ekosistem Celo juga mencatat lebih dari 4,23 juta pengguna aktif mingguan untuk USD₮, menunjukkan bahwa permintaan terhadap stablecoin di jaringan ini sudah memiliki basis yang solid.

    Laporan dari Cryptobriefing menyebut, masuknya USA₮ memperluas pilihan stablecoin di jaringan ini sekaligus meningkatkan likuiditas dan utilitas dalam ekosistem pembayaran digital.

    Fokus pada Kepatuhan Regulasi

    Salah satu pembeda utama USA₮ dibandingkan stablecoin lainnya adalah pendekatannya terhadap regulasi.

    Dengan dukungan dari Anchorage Digital Bank (bank kripto yang memiliki lisensi federal di AS), USA₮ dirancang untuk memenuhi standar kepatuhan tinggi yang diharapkan oleh regulator seperti OCC.

    Hal ini menjadi penting di tengah meningkatnya perhatian global terhadap regulasi stablecoin, terutama terkait transparansi, cadangan aset, dan perlindungan pengguna.

    Dengan kata lain, USA₮ tidak hanya membawa likuiditas, tetapi juga kredibilitas institusional ke dalam ekosistem Celo.

    Dampak Bagi CELO

    Langkah ini dinilai sebagai katalis signifikan bagi token CELO. Dalam pernyataannya, tim riset dari Tokocrypto menyoroti bahwa integrasi ini dapat mengubah cara pasar menilai Celo.

    “Buat CELO, ini katalis adopsi yang sangat nyata karena chain-nya dipilih bukan untuk spekulasi, tapi untuk distribusi stablecoin yang benar-benar dipakai. Jika arus transaksi USA₮ tumbuh di MiniPay dan ekosistem Celo, pasar bisa mulai menilai CELO lebih sebagai payment infrastructure play daripada sekadar L2/EVM chain generik,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Opini tersebut menekankan pergeseran penting: dari blockchain sebagai platform spekulatif menuju infrastruktur finansial yang digunakan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

    Potensi Jangka Panjang

    Jika adopsi USA₮ di Celo terus meningkat, beberapa dampak jangka panjang dapat terjadi:

    • Peningkatan volume transaksi on-chain, yang berdampak langsung pada utilitas jaringan
    • Pertumbuhan ekosistem aplikasi pembayaran, terutama di negara berkembang
    • Re-rating valuasi CELO, dari sekadar token utilitas menjadi aset infrastruktur keuangan

    Lebih jauh lagi, integrasi ini membuka peluang bagi institusi lain untuk memanfaatkan Celo sebagai jalur distribusi stablecoin, terutama untuk remitansi dan pembayaran lintas negara.

    Baca Juga: Token AI Select Hari Ini: JASMY, CELO, FET, Siapa Pemenangnya?

    Ekspansi USA₮ ke Celo menandai langkah penting dalam evolusi stablecoin dari alat trading menjadi fondasi sistem pembayaran digital global.

    Dengan kombinasi kepatuhan regulasi, basis pengguna yang besar, dan fokus pada mobile-first, Celo kini berada di posisi strategis untuk menjadi salah satu jaringan utama dalam ekonomi stablecoin.

    Jika momentum ini berlanjut, CELO berpotensi keluar dari bayang-bayang blockchain generik dan muncul sebagai pemain kunci dalam infrastruktur pembayaran berbasis kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com