Tag: USD

  • Penegasan Bank Sentral AS: Kami Mencetak Dolar AS Secara Digital

    Jerome Powell, Kepala Bank Sentral AS alias The Fed mengatakan di program 60 Minutes, bahwa mereka secara kelembagaan mencetak dolar secara digital, demi menyelamatkan ekonomi AS yang terdampak COVID-19.

    Sebenarnya pernyataan bank sentral itu adalah yang kesekian kalinya sejak Maret 2020. Hanya saja pernyataan Powell ini adalah penegasan dan memiliki kaitan erat dengan harapan kenaikan harga bentuk investasi lainnya, seperti emas dan Bitcoin.

    “Sebagai bank sentral, kami memiliki kemampuan mencetak/menerbitkan uang dolar AS secara digital. Caranya adalah kami membeli surat utang negara (obligasi) dan sejumlah sekuritas (saham) yang dijamin oleh pemerintah. Dan itu benar-benar menambah jumlah uang dolar AS yang beredar. Kami juga mencetak uang dolar fisik dan mendistribusikannya,” kata Powell.

    Disebut sebagai kebijakan moneter, bank sentral memang memiliki kemampuan seperti itu pada kondisi-kondisi mendesak. Dengan menambahkan uang ke dalam ekonomi, diharapkan bisa menstimulus gerak ekonomi yang padam akibat pandemi COVID-19.

    Masalahnya adalah, jikalau uang baru itu tidak digunakan secara baik, maka berpotensi menimbulkan inflasi atau malah hiperinflasi.

    Ini yang mengakibatkan kemerosotan ekonomi lebih lanjut dan membuat uang tidak memiliki nilai dan harga barang dan jasa menjadi tinggi.

    Jika fiat money alias uang yang diterbitkan oleh negara menganut pelonggaran kuantitatif seperti itu, maka Bitcoin berlaku sebaliknya, yakni pengetatan kuantitatif.

    Bitcoin secara baku dibuat menjadi langka setiap 210.000 block atau setara 4 tahun sekali, yang disebut Bitcoin Halving.

    Sejak 12 Mei 2020 lalu sampai tahun 2024 adalah Bitcoin Halving III, di mana imbalan terhadap penambang berkurang separuh dari 12,5 BTC per block menjadi 6,25 BTC per block. Itu yang sekaligus memperlambat laju pasokan Bitcoin ke dalam pasar melalui penambang, yakni hanya 900 BTC baru setiap hari. Inflasi juga berkurang menjadi 1,8 persen per tahun.

    Namun, apakah dalam jangka panjang Bitcoin bisa menjadi raja investasi luar biasa menghadapai uang fiat bahkan emas, tidak seorang pun tahu.

    Lagipula Bitcoin belum sanggup kembali ke US$13.000 per BTC seperti pada 2019 lalu, bahkan belum juga pulih melebih US$19 ribu seperti pada Desember 2017. Dalam moment masuk ke Bitcoin Halving pada 12 Mei 2020 lalu saja, Bitcoin enggan masuk ke level US$10ribu.

    Pulih Sangat Lama

    Di kesempatan yang sama, Powell juga mengatakan bahwa ekonomi bisa pulih pada akhir tahun 201 atau ketika vaksin COVID-19 yang efektif sudah ditemukan.

    Namun, Carmen Reinhart dan Kenneth Rogoff, ekonom dari Universitas Harvard mengatakan kepada Bloomberg, pemulihan tidak akan berlangsung secepat itu.

    “Memang kita berharap pemulihan berbentuk grafik V, sehingga kehidupan menjadi normal sebelum ada pandemi. Namun, dalam pandangan kami tidak satu pun dari itu yang mungkin benar,” kata Reinhart.

    Mengapa? Sebab COVID-19 telah menghancurkan rantai perdagangan dan pasokan produk secara global. Dan itu akan memakan waktu lama bagi perusahaan untuk berbenah, katanya Reinhart.

    “Mungkin saja akan terjadi gesekan sosial yang fenomenal dari situasi ini. Pun secara grafik, pemulihan akan terjadi dalam bentuk huruf U, bukan V. Sulit mengatakan kapan AS bisa kembali ke PDB 2019 per kapita. Namun, melihat situasi terkini, kita akan pulih 5 tahun lagi, kata Rogoff. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mungkinkah Cryptocurrency Akan Menciptakan Gelombang Jutawan Baru di Masa Resesi?

    Di awal kemunculannya pada 2009 silam, Bitcoin telah berhasil menciptakan gelombang jutawan baru bagi masyarakat yang membeli dan menyimpan aset cryptocurrency tersebut selama beberapa tahun setelah peluncurannya.

    Lantas, hal ini mungkin saja bisa terjadi kembali di tengah masa resesi yang melanda berbagai negara di dunia akibat wabah Covid-19. Di mana, ketika mata uang dolar AS dinilai sudah kalah pamor dibanding Bitcoin, lantaran dianggap tidak tahan inflasi.

    Baca Juga: Sekarang Dengerin Musik Bisa Dapat Token di AUDIUS!

    Bitcoin muncul bagaikan emas digital yang membuat mata investor terpanah dengan kemilaunya dengan berhasil menduduki peringkat pertama berdasarkan tingkat returnsepanjang 2020. Bahkan, kinerja Bitcoin sepanjang 2020 mampu mengalahkan emas, deposito, dan dolar AS.

    Bitcoin benar-benar menjadi pelabuhan baru bagi banyak investor di luar sana untuk menyimpan uang mereka agar tidak terdampak inflasi yang berfungsi sebagai penyimpanan nilai.

    Faktor pasar membuat potensi pergerakan harga Bitcoin kian kinclong saja hingga akhir tahun ini. Lantaran, adanya isu geopolitik di antaranya:

    • Ketidakpastian pemilu AS.
    • Kesepakatan uni Eropa dan Inggris (membuat nilai tukar euro dan poundsterling kian perkasa vs USD).
    • Stimulus bank sentral Eropa untuk negara-negara Eropa.
    • Gelombang virus kedua di Amerika Serikat yang berpotensi mengakibatkan pembatasan ekonomi di sana, yang dapat menekan nilai tukar USD.

    Korelasi Bitcoin dan USD memang selalu menjadi perdebatan di luar sana bagi penggiat cryptocurrency, apakah kedua hal ini berhubungan atau tidak. Namun, bila kita flashback di tahun 2017, tahun tersebut adalah “tahunnya Bitcoin” dengan memecahkan rekor harga tertingginya hingga melampaui $20.000. Kala itu, sepanjang 2017 US Dollar Index menunjukkan keterpurukan secara keseluruhan. Di saat ketidakstabilan harga USD tersebut, Bitcoin mengalami reli hingga menyentuh harga tertingginya mencapai lebih dari $20.000.

    Baca Juga: Toyota Sudah Masuk Ke Ranah Crypto, Yang Lain Kapan?

    Tahun 2017 adalah salah satu fakta yang tidak bisa terbantahkan lagi bagi perkembangan cryptocurrency yang mencapai puncak tertingginya. Bahwa Bitcoin dan USD memiliki korelasi, lantaran ketika dolar AS sedang terpuruk seperti saat ini investor merasa tidak nyaman untuk menempatkan dananya di mata uang gegara adanya beragam sentimen negatif yang berasal sistem kebijakan moneter dan politik. Ini adalah anggapan yang bisa membuat seseorang jadi kaya karena cryptocurrency di tengah resesi seperti saat ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Jenis Stablecoin dan Perbedaannya dengan Aset Kripto Lain

    Berbicara soal aset kripto memang tak bisa lepas dari pembahasan mengenai harganya yang mudah naik-turun. Aset kripto yang ada di pasaran hampir tidak bisa ditebak akan ke mana arahnya, mungkin saja saat harganya sedang naik, tidak butuh waktu lama harganya langsung turun bahkan anjlok. Tetapi, ada nih jenis aset kripto yang harganya stabil, namanya Stablecoin

    Terus, apa sih penyebab harganya bisa stabil? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

    Apa itu Stablecoin?

    Stablecoin adalah sederet aset kripto yang menawarkan nilai aset yang terus stabil dikarenakan sudah dijamin oleh aset-aset lain di belakangnya dengan rasio 1:1. Aset lain tersebut bisa bermacam-macam bentuknya, mulai dari uang fiat, sesama aset kripto lain, hingga komoditas.

    Saat ini, stablecoin kerap menjadi buah bibir dan pilihan utama pegiat aset kripto. Selain karena harganya yang cenderung stabil dan berbeda dengan aset kripto lainnya, stablecoin juga dianggap lebih aman karena adanya aset lain yang menjaminnya.

    4 Jenis Stablecoin

    gambaran jenis jenis stable coin

    Dalam dunia aset kripto, stablecoin dibagi lagi ke dalam empat jenis sesuai dengan cara kerjanya. Berikut adalah empat jenis stablecoin, lengkap dengan cara kerja dan contohnya, yaitu:

    1. Fiat-collateralized 

    Seperti namanya, fiat-collateralized berarti jenis stablecoin yang dijamin oleh uang fiat. Umumnya, uang fiat yang digunakan sebagai jaminan adalah uang yang harganya tergolong stabil di pasar, seperti Dollar AS dan Euro. Meski begitu, kini juga sudah ada stablecoin yang dijamin oleh uang fiat lain seperti Rupiah.

    Beberapa contoh dari stablecoin berjenis ini adalah Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) yang memiliki nilai setara dengan Dollar AS, menjadi dua stablecoin yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar saat ini. Selain itu, dalam skala nasional juga hadir Rupiah Token (IDRT), yang nilainya dijamin oleh nilai Rupiah asli.

    2. Commodity-collateralized

    Jenis stablecoin selanjutnya ada commodity-collateralized, yaitu stablecoin yang harganya ditetapkan sesuai dengan harga komoditas, atau aset lain yang bisa dipertukarkan. Komoditas yang digunakan yaitu logam mulia seperti emas atau perak, tetapi ada juga yang menggunakan properti. Layaknya komoditas di dunia nyata, tidak menutup kemungkinan nilai stablecoin jenis ini bisa naik atau turun seiring berjalannya waktu.

    Stablecoin berjenis ini antara lain adalah PAX Gold (PAXG), Tether Gold (XAUT), dan Digix Gold (DGX) yang harganya mengikuti pergerakan harga logam mulia emas. Ada juga Secure Coin (SRC) yang nilainya dijamin oleh portofolio properti di Swiss.

    3. Crypto-collateralized

    Selanjutnya ada stablecoin dengan jenis crypto-collateralized, di mana nilai stablecoin yang ada dijamin oleh aset kripto lainnya. Agar harga stablecoin yang dijamin tetap stabil, maka biasanya aset kripto yang menjaminnya sengaja disiapkan lebih banyak. Hal ini akan menghasilkan stablecoin dalam jumlah sedikit, tetapi harganya tetap stabil.

    Misalnya, dalam menghasilkan stablecoin senilai 2500 USD, maka penerbit harus mempersiapkan aset kripto lain sebagai jaminan dengan nilai 5000. Dalam hal ini, stablecoin berhasil dijamin sebesar 200 persen. Contoh stablecoin berjenis ini adalah MakerDAO (DAI) yang harganya dipatok pada Dollar AS tetapi didukung oleh Ether (ETH).

    4. Non-collateralized

    Terakhir ada stablecoin dengan jenis non-collateralized alias tidak dijamin oleh aset apapun. Tapi, kok, harganya bisa tetap stabil? Sebenarnya, jenis ini tidak sepenuhnya sama sekali tanpa jaminan. Non-collateralized di sini maksudnya adalah tetap menggunakan mekanisme kerja atau algoritma selayaknya bank sentral, sehingga harganya bisa terus stabil.

    Masih bingung? Sederhananya, seperti yang dahulu terjadi pada Dollar AS di mana nilainya sempat dipatok dengan nilai emas yang bertujuan untuk menstabilkan harganya. Namun, setelah tidak lagi dijamin oleh harga emas, ternyata harga Dollar AS tetap stabil karena masyarakat sudah percaya akan nilai dan impact yang dimilikinya. 

    Sama seperti ilustrasi tersebut, ada jenis stablecoin yang dibangun menggunakan algoritma serupa. Akan tetapi, pada aset kripto, diperlukan juga penerapan smart contract pada sebuah platform terdesentralisasi terlebih dulu. Selain itu, untuk mempertahankan stabilitasnya, stablecoin jenis ini harus bisa menunjukkan pertumbuhannya dalam jangka waktu yang cukup panjang.

    Contohnya adalah Ampleforth (AMPL) yang menggunakan algoritma supply-demand. Jadi, apabila terjadi pembelian AMPL dalam jumlah besar, protokol akan secara otomatis meningkatkan supply AMPL agar harganya tetap stabil dan menimbulkan keseimbangan antara supply dan demand.

    Baca juga: Kenalan dengan 5 Jenis Altcoin dan Cara Kerjanya

    Perbedaan Stablecoin dengan Aset Kripto Lain

    perbedaan stable coin dan

    Lalu, apa saja sebenarnya yang membedakan stablecoin dengan aset kripto lainnya? Ada 2 perbedaannya, yakni:

    1. Volatilitas

    Perbedaan pertama adalah tingkat volatilitas masing-masing tipe aset kripto. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, stablecoin menawarkan aset kripto dengan tingkat volatilitas yang amat rendah alias harganya stabil. Hal ini membuat naik-turunnya harga stablecoin lebih mudah untuk diprediksi.

    Berbeda dengan aset kripto selain stablecoin yang ada di pasar, di mana aset-aset tersebut memiliki tingkat volatilitas yang amat tinggi dan menyebabkan aset lebih mudah goyah, sehingga bisa naik-turun secara cepat serta arahnya cenderung sulit untuk diprediksi.

    2. Penggunaan

    Selanjutnya terletak pada penggunaannya. Stablecoin bisa digunakan untuk pembayaran di dunia nyata, tidak hanya di dunia digital. Hal ini bermula dari Visa yang memungkinkan para nasabahnya untuk menggunakan USDC dalam bertransaksi. Disusul oleh Mastercard yang bekerja sama dengan perusahaan penyalur stablecoin, Paxos dan Circle, dalam mendukung aktivitas transaksi menggunakan USDC.

    Sementara itu, aset kripto lainnya sampai saat ini baru bisa digunakan sebatas transaksi digital saja. Misalnya seperti pertukaran atau jual-beli aset kripto pada exchange, aktivitas trading, pembayaran cross-border, serta pembayaran layanan yang ada pada blockchain.

    Ternyata, cukup banyak ya stablecoin yang telah diterbitkan di pasar aset kripto. Tidak sedikit pula yang menarik perhatian para investor. 

    Apakah Anda salah satu di antara mereka yang tertarik berinvestasi stable coin? Kalau iya, yuk langsung selesaikan KYC Anda dan beli stable coin hanya di Tokocrypto! Jangan lupa juga untuk gabung di Komunitas Tokocrypto untuk tahu lebih banyak soal dunia aset kripto, ya!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aman & Legal, Trading Berjangka Jadi Solusi Diversifikasi Portofolio Investasi


    Jakarta

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi pada September 2024 lalu sebesar 0,12% secara bulanan. Ini merupakan deflasi berturut-turut dalam 5 bulan sejak bulan Mei.

    Deflasi beruntun ini menjadi salah satu indikator bahwa permintaan terhadap barang atau jasa menurun yang berdampak pada sulitnya untuk mendapatkan uang sehingga terpaksa membuat sebagian orang ‘makan tabungan’.

    Kondisi ini membuat seseorang harus mengantisipasinya, mencari cara bagaimana agar kondisi keuangan bisa bertahan bahkan membaik sekalipun terjadi deflasi.


    Salah satu cara bijak menjaga kondisi keuangan adalah dengan melakukan strategi diversifikasi portofolio investasi di beberapa aset, seperti mata uang, indeks saham maupun komoditas. Hal ini bertujuan untuk memitigasi risiko serta mengoptimalkan keuntungan.

    3 Alasan Utama Harus Diversifikasi Portofolio Investasi

    Berikut ini beberapa alasan perlunya melakukan diversifikasi portofolio investasi:

    1. Mengurangi Risiko dan Dampak Volatilitas Pasar

    Dengan mendiversifikasi portofolio, investor menyebarkan investasi ke berbagai aset. Jadi, jika salah satu aset berkinerja buruk, kerugian tersebut bisa diimbangi dengan keuntungan dari aset lainnya.

    Ini juga membantu Anda menjaga stabilitas portofolio ketika pasar berfluktuasi, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

    2. Memaksimalkan Potensi Keuntungan

    Dengan menyebarkan investasi ke berbagai asset, membuka peluang untuk mendapatkan keuntungan dari berbagai sumber yang bisa jadi potensi imbal hasilnya lebih baik di waktu tertentu. Misalnya, saham teknologi memberikan keuntungan besar saat ini, tapi di waktu lain komoditas atau properti bisa lebih menguntungkan.

    Bahkan beberapa aset yang memiliki korelasi negatif bisa juga Anda manfaatkan, misalnya ketika pasar saham mengalami penurunan akibat memanasnya situasi geopolitik, harga emas sering kali naik karena dianggap sebagai ‘safe haven’.

    Hal ini juga bisa berlaku saat inflasi lagi tinggi.Beberapa aset, seperti komoditas (emas atau minyak mentah), cenderung memiliki kinerja yang baik selama periode inflasi tinggi.

    3. Memenuhi Berbagai Tujuan Keuangan

    Tujuan investasi setiap orang bisa berbeda-beda, ada yang mau penghasilan pasif saja, pertumbuhan modal saja, ataupun perlindungan terhadap risiko, namun umumnya gabungan dari banyak tujuan. Dengan diversifikasi, investor menyebar aset Anda ke berbagai tempat untuk memenuhi tujuan yang berbeda ini.

    Obligasi bisa memberikan pendapatan tetap. Saham, properti dan beberapa komoditas dapat menawarkan pertumbuhan jangka panjang, sementara aset yang berbentuk kontrak derivatif bisa memberikan perlindungan nilai atau bisa juga memenuhi target jangka pendek investasi.

    Diversifikasi menghindarkan seseorang dari ketergantungan pada kinerja satu aset atau satu sektor. Ini memberi lebih banyak keamanan dan fleksibilitas jika kondisi pasar berubah tiba-tiba, serta membantu memastikan bahwa Anda tidak menaruh semua dana dalam satu keranjang yang berisiko.

    Anda bisa bagi alokasi aset Anda dalam 3 tujuan finansial besar seperti dibawah ini dimana diversifikasi akan disebar pada setiap kelompok instrumen dalam setiap tujuan tersebut;

    1. Keamanan dan Perlindungan (hutang, dana darurat, cash, tabungan, asuransi dan fixed income)
    2. Pertumbuhan kekayaan (reksadana, saham-saham besar, properti)
    3. Peluang dan Spekulasi (saham-saham kecil, komoditi dan derivatif)
    advFoto: dok. Valbury

    Piramida Alokasi Asetseperti gambar diatas, bisa membantu Anda mengatur alokasi aset dan rencana diverifikasi portofolio ke dalam berbagai kelas dengan cara lebih yang konservatif. Porsi terbesar misalnya 70% dari kekayaan dialokasikan pada instrumen yang memiliki tingkat kepastian yang tinggi, dengan potensi risk dan reward yang rendah.

    Porsi kedua bisa 20% dialokasikan pada instrumen yang berpotensi menumbuhkan kekayaan dengan risiko yang sedang, sementara porsi terkecil 10% dialokasikan pada aset yang memiliki potensi pertumbuhan yang paling besar, tentunya dengan risiko yang juga besar.

    Sebagai ilustrasi, misalnya jika Anda punya total kekayaan Rp 100 juta, sebagai orang yang lebih cenderung moderat, Anda bisa mengalokasikan Rp 60 juta untuk keamanan, Rp 30 juta untuk pertumbuhan dan Rp 10 juta untuk peluang yang lebih berisiko.

    Tapi kalau Anda lebih agresif, Rp 60 juta bisa dialokasikan untuk pertumbuhan, sementara untuk keamanan dan peluang spekulatif masing-masing bisa Rp 20 juta.

    Nah, dari alokasi peluang spekulatif sebesar 20 juta di atas untuk Anda yang agresif bisa di sebar di berbagai instrumen yang sesuai. Misalnya 50% dari bagian tersebut (Rp 10 juta) dialokasikan untuk instrumen berjangka emas dan minyak mentah.

    Berikut ini tips efektif untuk membantu Anda dalam melakukan diversifikasi:

    1. Sesuaikan diversifikasi dengan profil risiko dan tujuan keuangan.
    2. Jangan terlalu banyak diversifikasi, fokus pada yang terukur.
    3. Pantau dan Rebalancing secara berkala untuk menjaga aset sesuai dengan tujuan.
    4. Sesuaikan portofolio dengan perubahan kondisi ekonomi atau pasar global

    Instrumen Pilihan untuk Diversifikasi Portofolio Investasi

    Selain Saham yang sudah populer, ternyata trading berjangka atau perdagangan Foreign exchange (Forex) banyak dipilih juga oleh investor maupun trader untuk diversifikasi investasi portofolio. Trading forex adalah perdagangan valuta asing dalam bentuk pasangan mata uang atau forex pairs, seperti AUD/USD, USD/JPY, dan lainnya.

    Forex dipilih karena modalnya relatif terjangkau, potensi keuntungan dari 2 arah serta memiliki likuiditas tertinggi, karena pasar forex buka selama 24 jam sehari, 5 hari seminggu, jadi Anda bisa trading kapan saja & dimana saja. Ada empat sesi perdagangan utama yaitu New York, Sydney, London, dan Tokyo.

    Tips untuk Anda yang tertarik trading forex :

    • Kenali forex dan cara trading forex yang benar. Anda bisa mempelajarinya secara gratis melalui e-book Belajar Forex untuk Pemula.
    • Ini yang paling penting, perbanyak latihan sambil membuat trading plan. Anda bisa latihan secara gratis menggunakan Akun Demo dahulu dan manfaatkan fitur Trading Signal & Trading Tool supaya Anda #LebihMudah dan #LebihPede saat trading.
    • Mulai trading di akun riil secara bertahap untuk membangun rasa percaya diri dan disiplin.
    • Cari yang#LebihAman & #LebihPraktis, kini Anda bisa dapatkan semua kebutuhan trading forex dalam Aplikasi Trading yang Legal.

    Yuk, mulai diversifikasi portofolio Anda sekarang! Pastikan Anda paham tentang peluang dan risiko dalam trading berjangka. Kesuksesan akan bergantung pada kesabaran, disiplin dan ketekunan.

    Disclaimer : Perdagangan Berjangka komoditi memiliki peluang keuntungan dan resiko kerugian yang tinggi. Apabila anda hendak berinvestasi dalam perdagangan berjangka, anda terlebih dahulu harus mengerti dan memahami kegiatan perdagangan berjangka serta isi Perjanjian dan Peraturan Perdagangan.

    (Content Promotion/Valbury)



    Sumber : finance.detik.com

  • Pertama Kali! Hong Kong Buka Pendaftaran Lisensi Stablecoin


    Jakarta

    Hong Kong berencana meluncurkan lisensi untuk stablecoin pertamanya pada awal tahun depan. Pengajuan lisensi ini berlaku mulai hari ini, Jumat (1/8), waktu setempat yang dimuat dalam RUU Stablecoin Hong Kong.

    Stablecoin dirancang untuk mempertahankan nilai stabil, umumnya setara 1 banding 1 terhadap mata uang negara terkait. Selain itu, stabilitas nilai stablecoin dipatok sama dengan mata uang fiat atau komoditas berharga seperti emas.

    Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) lisensi yang diterbitkan ini merupakan gelombang awal. Adapun sebelumnya, pasar kripto Hong Kong memperkirakan penerbitan lisensi stablecoin dilakukan tahun ini.


    Wakil kepala Eksekutif HKMA, Darryl Chan, menyebut hanya ada segelintir lisensi yang akan diberikan lisensi untuk gelombang pertama. Seiring dengan rencana tersebut, para investor turut membanjiri saham-saham kripto di Hong Kong sejak Mei.

    Saham Guotai Junan International misalnya, melonjak 450% setelah broker perusahaan mengatakan telah memperoleh persetujuan regulasi kripto di Hong Kong untuk menawarkan layanan perdagangan mata uang digital bulan lalu.

    Sejalan dengan menggeliatnya investor kripto, HKMA juga aktif melakukan pengawasan menyusul risiko seputar meningkatnya gejolak pasar di sekitar stablecoin akhir-akhir ini. HKMA mengingatkan para pelaku pasar berhati-hati.

    “Berhati-hati dalam komunikasi publik mereka, serta menghindari membuat pernyataan yang dapat disalahartikan atau menciptakan ekspektasi yang tidak realistis,” terang HKMA dikutip dari Reuters, Jumat (1/8/2025).

    HKMA juga membuka ruang bagi perusahaan pengelola kripto yang berminat mengajukan permohonan penerbitan lisensi sebelum 31 Agustus. Sementara untuk batas waktu pengajuan lisensi gelombang pertama, dipatok hingga 30 September.

    Lembaga-lembaga yang sejauh ini telah berbicara dengan HKMA sebagian besar sedang menjajaki stablecoin yang dipatok pada HKD dan USD. Namun, stablecoin yang didukung oleh yuan disebut masih perlu menentukan penggunaannya dan aset yang digunakan sebagai cadangan.

    Lihat juga Video: Canggih! Hong Kong Kembangkan AI untuk Rekonstruksi Medis X-ray

    (ara/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • 5 Aplikasi Trading Terbaik di Dunia


    Jakarta

    Tahun 2025 menjadi periode menarik bagi pasar keuangan global. Meski sempat dibayangi ketidakpastian tarif dan kebijakan makroekonomi, kinerja bursa saham Amerika Serikat dan aset crypto justru tetap menguat.

    Berdasarkan data dari TradingView hingga 14 Agustus 2025, indeks S&P 500 sudah melesat 9,5% sejak awal tahun. Sementara itu, Bitcoin (BTC) melonjak 30,3% dan Ethereum (ETH) melesat 42,5%. Bitcoin bahkan empat kali menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah pada tahun ini.

    Tak hanya pasar global, bursa saham domestic juga menunjukkan tren serupa. Hingga 20 Agustus 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 10,36% sejak awal tahun, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi domestik.


    Optimisme investor semakin terdukung oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve pada 17 September mendatang. Saat ini, suku bunga acuan berada di level 4,25%-4,5%. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan sebesar 25 basis poin mencapai 81,9% per 21 Agustus 2025. Langkah ini dipandang sebagai katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi, bisnis, dan investasi secara internasional.

    Momentum ini menjadi periode menarik bagi para trader untuk memanfaatkan peluang pasar, salah satunya melalui strategi diversifikasi portofolio ke berbagai kelas aset seperti aset crypto , saham Amerika Serikat dan ETF (Exchange Traded Fund), reksa dana, hingga emas. Perkembangan positif di pasar global dan domestik ini membuka peluang baru bagi investor Indonesia. Namun, untuk memanfaatkan momentum tersebut, pemilihan aplikasi trading yang tepat menjadi semakin penting agar investor dapat bertindak cepat dan efisien.

    Di Indonesia, pilihan aplikasi trading semakin beragam, namun integrasi antar-aset masih menghadapi kendala. Perpindahan dana antar-aplikasi sering membutuhkan transfer ke rekening bank terlebih dulu. Proses ini bisa membuat investor kehilangan momentum saat peluang pasar muncul. Tak hanya itu, memilih aplikasi trading yang aman dan teregulasi juga menjadi aspek penting untuk diperhatikan.

    Artikel ini membandingkan lima aplikasi trading terbaik yang banyak digunakan di Indonesia untuk memberikan gambaran menyeluruh bagi para investor sekaligus trader. Ulasan ini menyajikan fitur, keunggulan, serta aspek keamanan setiap platform sehingga pembaca dapat menentukan aplikasi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasi mereka.

    1. Pluang

    Pluang menegaskan posisinya sebagai salah satu aplikasi trading terbaik di Indonesia dengan ekosistem investasi yang lengkap dan basis pengguna lebih dari 12 juta. Aplikasi ini sudah berlisensi, berizin dan diawasi Bappebti serta OJK, menghadirkan akses ke lebih dari 1.000 produk investasi-mulai dari aset crypto, saham Amerika dan ETF, emas, serta reksa dana, hingga crypto futures dan options saham Amerika-dengan fee dan spread yang kompetitif.

    Fitur & Keunggulan

    – Fitur trading 24 jam penuh dari Senin hingga Sabtu untuk saham Amerika. Investor tak perlu begadang menunggu Wall Street, dan bisa merespons pergerakan saham-saham populer seperti Nvidia, Google, dan Microsoft, serta 650 saham dan ETF AS lainnya secara real time.

    – USD Yield hingga 4,13% per tahun: Saldo USD Anda tetap tumbuh meski belum digunakan, sehingga dana tetap likuid dan siap dipakai kapan saja.

    – Leverage hingga 25X pada produk crypto futures seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL). Fitur yang memungkinkan trader mengontrol nilai transaksi lebih besar dari modal yang dimiliki.

    Transaksi crypto futures di Pluang berlisensi dan diawasi Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), dimana semua transaksi difasilitasi oleh CFX (Central Finansial X), serta diverifikasi oleh KKI (Kliring Komoditi Indonesia). Pluang juga menjadi salah satu aplikasi pertama yang resmi memegang izin PAKD (Pedagang Aset Keuangan Digital) dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

    – Leverage hingga 4x untuk saham dan ETF Amerika: Potensi keuntungan yang lebih besar melalui daya ungkit perdagangan

    – Pro Features: advanced order, take profit, dan stop loss, plus akses web trading berbasis TradingView gratis untuk analisis teknikal yang lebih presisi.

    – Pluang Academy: Materi edukasi trading dan investasi yang disajikan melalui video dan artikel yang ringkas, akurat, dan relevan dengan perkembangan terkini untuk mendukung perjalanan investasi para trader dan investor.

    Dari sisi keamanan dan kepatuhan, seluruh transaksi di Pluang berlisensi dan diawasi Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), dimana semua transaksi difasilitasi oleh CFX (Central Finansial X), serta diverifikasi oleh KKI (Kliring Komoditi Indonesia). Pluang juga menjadi salah satu aplikasi pertama yang resmi memegang izin PADK (Pedagang Aset Keuangan Digital) dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

    Catatan Risiko

    Diawasi regulator Indonesia, namun tetap ada risiko pasar dan volatilitas aset.

    2. Coinbase

    Coinbase adalah crypto exchange global yang tercatat resmi di NASDAQ dan menyediakan akses ke ribuan aset digital, mulai dari Bitcoin, Ethereum, hingga token DeFi dan NFT.

    Fitur & Keunggulan

    – User experience yang ramah

    – Crypto staking, memungkinkan aset crypto yang para trader miliki bisa berbunga

    – Portfolio tracking, memungkinkan trader untuk melacak portofolionya

    – Akses Coinbase Pro untuk trader berpengalaman

    Kekuatan utama Coinbase terletak pada ekosistem global dan likuiditas tinggi yang memudahkan jual beli aset digital.

    Catatan Risiko

    Coinbase tidak berizin di Indonesia dan belum berada di bawah pengawasan Bappebti maupun OJK, sehingga memiliki risiko yang sama seperti yang dimiliki OctaFX.

    3. Nanovest

    Nanovest adalah aplikasi investasi Indonesia yang menyediakan akses ke berbagai aset, mulai dari saham global, crypto, hingga emas digital, dengan klaim 0% commission.

    Fitur & Keunggulan

    – NanoShield Security: sistem enkripsi yang digunakan untuk menjadikan data pengguna tetap aman dan rahasia

    – Kirim aset digital gratis

    – Investasi mulai dari Rp 5.000

    – Dana yang diasuransikan Sinarmas

    Platform ini cocok bagi pemula maupun investor berpengalaman yang mencari aplikasi investasi multi-aset terpercaya di Indonesia.

    Catatan Risiko

    Pengguna tetap perlu memperhatikan biaya tambahan seperti exchange fee atau broker fee dari platform ini yang dijelaskan di Pusat Bantuan.

    4. Mandiri Sekuritas (MOST)

    Mandiri Sekuritas adalah perusahaan sekuritas Indonesia yang menghadirkan aplikasi MOST (Mobile Online Securities Trading) dan merupakan bagian dari Bank Mandiri.

    Fitur & Keunggulan

    – Layanan SMSay (Share Order via SMS) untuk akses mudah ke pasar saham Indonesia. ● Didukung tim riset berpengalaman: Pengguna mendapatkan laporan harian, panduan IPO, serta analisis investasi yang komprehensif.

    – Kredibilitas tinggi dan integrasi erat dengan layanan perbankan

    – Fleksibilitas order saham baik melalui aplikasi online maupun SMS

    Opsi ini cocok bagi investor yang mencari platform trading saham terpercaya di Indonesia.

    Catatan Risiko

    Tidak semua saham likuid, sehingga ada risiko sulit menjual saham pada harga yang diinginkan. Risiko operasional seperti gangguan aplikasi atau keterlambatan eksekusi order bisa terjadi.

    5. OctaFX

    OctaFX adalah broker internasional yang menyediakan akses trading forex, komoditas, dan indeks saham.

    Fitur & Keunggulan

    – Spread rendah

    – Akun tanpa swap

    – Leverage tinggi hingga 1:500

    – Akun demo untuk latihan

    – Promosi kompetitif, termasuk cashback deposit dan bonus trading

    – Fitur-fitur ini membuatnya populer di kalangan trader global maupun domestik.

    Catatan Risiko

    OctaFX hanya diatur oleh regulator luar negeri (CySEC, Cyprus dan FSCA, Afrika Selatan). Karena tidak teregulasi di Indonesia, trader lokal tidak bisa melaporkan masalah ke otoritas dalam negeri jika terjadi sengketa.

    Tips Memilih Aplikasi Trading

    – Pastikan aplikasi berizin dan diawasi regulator seperti OJK atau Bappebti.

    – Pertimbangkan biaya transaksi, minimum deposit, dan fitur yang sesuai kebutuhan.

    – Pilih aplikasi dengan keamanan data dan dana yang jelas.

    – Manfaatkan akun demo atau fitur edukasi sebelum mulai investasi riil. Sesuaikan pilihan dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda.

    Di tengah pertumbuhan pesat teknologi finansial Indonesia, setiap aplikasi trading menawarkan proposisi nilai berbeda, mulai dari kelengkapan aset investasi hingga fitur yang bervariasi. Keputusan investor pun bergantung pada kebutuhan dan strategi masing-masing. Coba bandingkan fitur, biaya, dan regulasi setiap aplikasi sebelum mengambil keputusan investasi. Coba fitur demo atau pelajari lebih lanjut melalui materi edukasi yang disediakan masing-masing platform.

    Sepanjang 2025, Pluang terlihat menonjol sebagai salah satu platform investasi terdepan berkat kombinasi produk yang luas, fitur relevan, serta biaya transaksi kompetitif. Komitmen Pluang terhadap literasi finansial dan dukungan riset internal juga memperkuat posisinya dalam peta persaingan aplikasi trading Indonesia, sekaligus merefleksikan arah perkembangan industri investasi digital di Tanah Air.

    Evaluasi kebutuhan dan profil risiko Anda sebelum memilih aplikasi trading. Manfaatkan fitur edukasi atau akun demo untuk mencoba sebelum berinvestasi riil.

    Tonton juga video “IHSG Dibuka Anjlok 9,19%, Langsung Trading Halt” di sini:

    (ega/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Beasiswa Guru Indonesia untuk Bertemu Ilmuwan di Swedia, Dapat Uang Saku Rp26 Juta!



    Jakarta

    Nobel Prize Museum membuka beasiswa untuk guru di sejumlah negara menghadiri acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Penghargaan Nobel atau Nobel Prize Teacher Summit di Stockholm, Swedia. Pendaftaran ini dibuka hingga tanggal 5 Februari mendatang.

    KTT Penghargaan Nobel adalah acara yang dihadiri guru-guru terpilih dari seluruh dunia untuk bertemu dengan peraih Nobel, ilmuwan terkemuka, dan aktivis perdamaian seputar tema yang sangat penting dalam pendidikan. Untuk KTT tahun ini mengangkat tema “Masa Depan Demokrasi”.

    Nantinya, guru-guru yang terpilih akan menghadiri program selama empat hari dan mendapatkan berbagai fasilitas. Acara KTT ini akan berlangsung pada Rabu, 26 Maret 2025 hingga Sabtu, 29 Maret 2025, sebagaimana dilansir situs Nobel Prize Museum.


    Cakupan Beasiswa Program ke Swedia

    1. Biaya visa, perjalanan, transfer dan makan yang akan dicairkan pada saat peserta berada di Stockholm:

    – Guru dari Eropa: SEK 7,000 (USD 575) atau sekitar Rp9,3 juta (kurs Rp16.244)

    – Guru dari MENA (Mesir): SEK 15.000 (USD 1.240) atau sekitar Rp20 juta

    – Guru dari Asia: SEK 20,000 (USD 1,650) atau sekitar Rp26,8 juta

    – Guru dari Afrika: SEK 20,000 (USD 1,650) atau sekitar Rp26,8 juta

    – Guru dari Amerika Latin: SEK 25.000 (USD 2.065) atau sekitar Rp33,5 juta

    2. Hotel di Stockholm, 4 malam (dipesan oleh Nobel Prize Museum)

    3. Pengenalan di Nobel Prize Museum pada hari Rabu, 26 Maret 2025

    4. Kunjungan belajar dan workshop pada hari Kamis, 27 Maret 2025, termasuk makan siang

    5. Biaya konferensi untuk Jumat 28 Maret 2025, termasuk makan siang

    6. Program pada hari Sabtu, 29 Maret 2025 di Nobel Prize Museum

    7. Asuransi selama periode 25-30 Maret 2025

    8. Surat undangan pribadi, untuk digunakan pada saat mengajukan visa dan sejenisnya

    Persyaratan Beasiswa untuk ke Swedia

    1. Guru yang terlatih dan aktif secara profesional (tingkat pra-sekolah hingga perguruan tinggi)

    2. Bekerja di salah satu negara berikut: Kolombia, Mesir, Indonesia, Moldova, Filipina, Ukraina, Vietnam, Tanzania, atau Zambia

    3. Memahami, berbicara, membaca dan menulis bahasa Inggris dengan lancar

    4. Bisa mengatur visa Schengen sendiri; ketika permohonan beasiswa disetujui, penerima beasiswa akan menerima surat undangan dan bukti asuransi untuk dilampirkan bersama permohonan visa

    5. Dapat membayar tiket pulang-pergi dan transfer sendiri. Sebab, uang dari beasiswa baru diterima setelah sampai di Stockholm pada tanggal 26 Maret 2025

    6. Memiliki rekening bank tempat kami dapat mentransfer uang dalam SEK, EUR atau USD, dan kartu kredit yang dapat digunakan untuk pembelian di Swedia

    7. Ketika kembali ke negara asal, Anda akan menyelenggarakan “Pusat Konferensi Pengajar Hadiah Nobel” untuk rekan-rekan guru di wilayah asal Anda, menggunakan materi yang disediakan oleh Nobel Prize Museum

    Untuk cara pelamaran, hanya dapat melamar melalui tautan resmi di bawah ini, bukan melalui surat atau email. Pelamar akan diberitahu melalui email paling lambat tanggal 20 Februari 2025 apakah sudah mendapat dukungan finansial atau belum. Tidak ada penjelasan yang akan diberikan kepada mereka yang tidak menerima beasiswa.

    Nah, bagi detikers yang berminat atau memiliki teman guru bisa bagikan dan/atau klik tautan pendaftarannya DI SINI. Informasi tentang beasiswa bisa cek DI SINI.

    (faz/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • 10 Cara Efektif Menambah Penghasilan bagi Kelas Menengah, Tertarik Coba?

    Jakarta

    Biaya hidup yang semakin meningkat membuat masyarakat kelas menengah ke bawah di Tanah Air kian menjerit. Sebagian dari mereka kini tidak lagi bisa mengandalkan pendapatan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari apalagi menabung untuk masa depan, sehingga penghasilan tambahan kian dicari.

    Ada sejumlah cara efektif menambah penghasilan, mulai dari bekerja freelance hingga berjualan secara online. Kalau sedang mencari pekerjaan sampingan untuk tambahan pendapatan, simak sederet caranya di bawah ini.

    Cara Menambah Penghasilan bagi Kelas Menengah

    Dilansir Nerdwallet dan Bankrate, berikut sederet cara menambah penghasilan bagi masyarakat kelas menengah:


    1. Membuat Konten YouTube

    Kalau memiliki hobi atau minat terhadap sesuatu, detikers dapat mengembangkannya untuk menghasilkan pendapatan tambahan. Misalnya, hobi berjalan-jalan atau traveling, detikers dapat merekam perjalananmu itu. Kemudian menunjukkan lokasi atau aktivitas menariknya menggunakan ponsel atau kamera khusus.

    Usai mendapatkan rekaman, detikers dapat mengolahnya menjadi serangkaian konten melalui proses pengeditan dan lainnya.

    Setelah itu, kamu bisa mengunggahnya ke saluran YouTube yang telah didaftarkan AdSense. Nantinya, konten yang ditonton banyak orang akan menghasilkan uang.

    2. Membuka Kursus Online

    Bila punya keahlian tertentu, kamu bisa memperoleh penghasilan dari situ. Caranya dengan membuka kelas kursus secara online. Detikers bisa membuat materi pengajaran dalam bentuk video dan mendistribusikannya di situs seperti Udemy atau Coursera.

    Untuk menarik peserta, materi gratis dapat disediakan. Barulah bisa dikenakan biaya apabila mereka tertarik untuk mengetahui informasi lebih banyak.

    Kamu juga dapat membuka kelas online sendiri secara berbayar dengan mengadakan pertemuan. Pertemuan dapat dilakukan selama beberapa hari atau berkala setiap minggu.

    Peserta yang berhasil mengikutinya dapat diberikan sertifikat penyelesaian atau sertifikat keahlian berstandar.

    3. Gabung Program Afiliasi

    Lewat program afiliasi, detikers dapat memperoleh komisi dari setiap transaksi produk yang berhasil dilakukan. Cara ini dilakukan dengan menyertakan link ke penjualan produk.

    Kamu perlu terlebih dahulu mempromosikan produk pihak ketiga di akun media sosial dengan menyertakan tautan ke produk tersebut. Nantinya, orang akan mengklik link darimu jika tertarik membelinya. Dari situlah kamu bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

    4. Menyewakan Rumah atau Sebagian Ruangan

    Kalau punya rumah atau sebagian ruangan yang kosong, detikers bisa menyewakannya kepada orang lain menjadi kontrakan atau kos.

    Kamu dapat menyewakannya secara bulanan atau tahunan dengan bayaran nominal tertentu. Selain itu, bangunan kosong juga dapat disewakan menjadi tempat usaha.

    5. Berjualan Secara Online

    Kini banyak orang lebih tertarik dengan pembelian online melalui e-commerce. Nah, detikers dapat memanfaatkannya untuk berjualan online. Kamu bisa menjual barang-barang produksi sendiri seperti makanan, pakaian, atau barang-barang lain yang mudah didapat.

    Kamu bisa juga menjadi reseller yang memasok barang dari orang lain. Menjadi reseller umumnya bisa dimulai dengan budget yang minim tanpa harus mengeluarkan anggaran besar.

    6. Bekerja Freelance

    Kalau memiliki keterampilan menulis atau desain grafis, kamu dapat melakukan pekerjaan freelance untuk memperoleh penghasilan tambahan.

    Detikers bisa menemukan lowongan pekerjaan lepas ini di platform seperti Upwork atau Fiverr. Dengan bekerja freelance, kamu bahkan bisa mendapatkan proyek dari luar negeri yang upahnya dalam mata uang USD lho.

    7. Menyediakan Lahan Parkir

    Di zaman sekarang banyak orang memiliki mobil tetapi rumahnya tidak memiliki halaman cukup untuk memarkirkan kendaraannya. Jika detikers punya halaman kosong, maka kamu dapat mengubahnya menjadi lahan parkir sewaan.

    Dengan membayar nominal secara harian atau bulanan, pemilik kendaraan yang tidak punya area parkir di tempat tinggalnya, dapat memarkirkan mobilnya di sana.

    8. Membuka Bisnis Franchise

    Franchise kian digandrungi karena menawarkan pembukaan bisnis dengan praktis. Dengan sistem franchise, detikers dapat membuka usaha dengan nama, merek dagang, produk, prosedur, hingga bahan baku dari bisnis yang telah ada.

    Sistem franchise diminati karena kamu tidak perlu pusing merencanakan bisnis dari nol. Bisa dibilang hanya perlu paham cara mengelolanya dengan benar. Dari situ, detikers akan memperoleh cuan yang banyak.

    9. Beriklan di Mobil

    Kalau punya mobil dan senang berjalan-jalan, detikers bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan memasangkan iklan di kendaraanmu.

    Nantinya agen periklanan akan mengevaluasi kebiasaan berkendara dan jarak yang ditempuh. Jika sesuai persyaratan, maka mereka akan membungkus mobilmu dengan stiker iklan.

    10. Jual Foto Online

    Detikers yang hobi memotret bisa mencoba cara yang satu ini. Dengan menjual stok foto ke platform seperti Getty Images atau Shutterstock, kamu dapat memperoleh pemasukan tambahan.

    Stok foto bisa berupa pemandangan atau objek tertentu. Tentunya setiap foto yang dijual harus berkualitas tinggi untuk diterima platform-platform tersebut. Maka dari itu, kamu perlu mempersiapkannya sedemikian rupa.

    Nah, itu tadi sederet cara mudah menambah penghasilan bagi kelas menengah di Indonesia. Detikers tertarik dengan cara yang mana nih?

    (azn/inf)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Begini Cara Cerdas Atur Keuangan & Transfer Uang Murah saat Kuliah di LN!


    Jakarta

    Kuliah di luar negeri adalah impian banyak mahasiswa Indonesia. Selain membuka peluang akademik dan pengalaman budaya baru, kesempatan ini juga menantang kemampuan kamu dalam manajemen keuangan.

    Siapa yang tidak mau, kan? Namun, tantangan utama sering kali datang dari pengelolaan biaya hidup yang jauh berbeda dari Indonesia, pengeluaran tak terduga, hingga kebutuhan transfer uang antarnegara.

    Namun, kamu tidak perlu khawatir. Dengan perencanaan yang matang dan memanfaatkan teknologi yang ada, bisa kok melewati semua ini dengan lebih mudah. Yuk, simak lima tips simpel dan praktis supaya keuanganmu tetap aman selama kuliah di luar negeri!


    1. Buat Anggaran Bulanan yang Realistis

    Langkah pertama yang wajib kamu lakukan adalah memahami biaya hidup di negara tujuan. Cari tahu perkiraan biaya tempat tinggal, makan, transportasi, hingga hiburan.

    Setelah itu, buatlah daftar pengeluaran wajib dan tetapkan batasan untuk kebutuhan lainnya. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah mengontrol pengeluaran.

    Supaya lebih praktis, gunakan aplikasi keuangan untuk melacak pengeluaran harian dan memastikan anggaran tetap on track. Jangan lupa, selalu sisihkan dana darurat, ya. Dana ini penting untuk berjaga-jaga kalau ada kebutuhan mendadak yang perlu segera ditangani.

    2. Cari Diskon dan Promosi untuk Mahasiswa

    Sebagai mahasiswa, kamu bisa memanfaatkan diskon khusus, mulai dari potongan harga transportasi umum, toko buku, hingga langganan aplikasi streaming. Jangan ragu untuk memanfaatkan kartu mahasiswa internasional seperti ISIC (International Student Identity Card) agar bisa menikmati berbagai penawaran menarik.

    Belanja cerdas itu penting. Tapi ingat, cerdas bukan berarti pelit, lho. Fokuslah pada kebutuhan utama, bukan keinginan sesaat, supaya keuangan tetap sehat.

    3. Gunakan Fitur Transfer Valas untuk Terima Kiriman Uang

    Jika kamu kuliah di luar negeri, kebutuhan mendesak sering kali muncul. Misalnya, uang sewa tempat tinggal atau biaya kesehatan yang harus segera dibayar. Dengan fitur Transfer Valas di Livin’ by Mandiri, orang tua di Indonesia bisa mengirim uang ke rekeningmu secara cepat dan aman.

    Fitur ini menawarkan:

    • Transfer hingga 18 mata uang asing tujuan.

    • Jangkauan luas hingga 180 negara.

    • Transfer USD ke seluruh dunia

    • Pengiriman uang secara real-time untuk beberapa mata uang tertentu.

    • Kurs yang kompetitif dan biaya transfer murah.

    • Akses 24/7 kapan saja dan di mana saja.

    Jadi, saat ada kebutuhan mendesak, tidak perlu menunggu lama. Uang dari orang tua bisa langsung diterima dan digunakan.

    4. Pantau Nilai Tukar Mata Uang

    Nilai tukar mata uang sering berubah-ubah, dan ini bisa mempengaruhi jumlah uang yang kamu terima atau kirim. Kalau rutin mendapat kiriman uang dari keluarga di Indonesia atau sebaliknya, pantau kurs secara berkala.

    Dengan begitu, bisa memilih waktu transfer yang paling menguntungkan. Fitur Transfer Valas di Livin’ by Mandiri juga memberikan kemudahan dengan kurs yang murah dan proses yang simpel. Jadi, kamu tidak perlu cemas uang akan biaya transfer yang mahal.

    5. Manfaatkan Teknologi untuk Pengelolaan Keuangan

    Di zaman sekarang, teknologi adalah teman terbaik untuk mengatur keuangan. Gunakan aplikasi keuangan untuk mencatat pengeluaran harian, merencanakan tabungan, hingga memantau investasi kecil-kecilan. Dengan bantuan teknologi, kamu bisa lebih disiplin dan terorganisir.

    Nah, super app Livin’ by Mandiri adalah solusi pasti valuta asing andalan untuk memenuhi kebutuhan transaksi global. Dengan fitur Transfer Valas, proses pengiriman uang menjadi mudah, cepat, dan terjangkau. Pengelolaan keuangan pun terasa lebih nyaman.

    Dengan langkah-langkah ini, kamu bisa menjalani masa kuliah di luar negeri dengan keuangan yang lebih stabil dan terencana.

    Solusi Pasti Transfer Uang dari Indonesia ke Luar Negeri

    Kuliah di luar negeri pasti membawa banyak pengalaman seru, tapi kebutuhan transfer uang sering kali jadi tantangan tersendiri. Untungnya, sekarang ada fitur Transfer Valas di Livin’ by Mandiri yang bikin hidup lebih mudah.

    Proses kirim uang dari Indonesia ke luar negeri jadi super praktis dan yang paling penting, uang yang dikirim akan sampai secara real-time ke kamu tanpa biaya tambahan. Tinggal fokus saja ke studi dan menikmati pengalaman di negara baru.

    Mengelola keuangan saat kuliah di luar negeri memang butuh usaha ekstra, tapi kalau tahu cara yang tepat, semuanya jadi terasa lebih ringan. Salah satunya, pastikan kamu pakai fitur Transfer Valas di Livin’ by Mandiri untuk urusan kirim uang antarnegara. Livin’ by Mandiri bisa di-download di sini.

    Dengan pengelolaan keuangan yang baik dan dukungan teknologi canggih, kuliah di luar negeri bisa terasa lebih nyaman. Yuk, siapkan diri dengan matang, nikmati setiap momennya, dan jadikan pengalaman ini tak terlupakan.

    (anl/ega)



    Sumber : finance.detik.com