Tag: usd1

  • Stablecoin USD1 Tergelincir dari $1, WLFI Sebut Upaya Sabotase

    Stablecoin USD1 yang diterbitkan World Liberty Financial (WLFI) sempat kehilangan patokan terhadap dolar AS pada 23 Februari. Token tersebut turun hingga sekitar US$0,994 sebelum kembali pulih mendekati US$1 dalam hitungan menit.

    USD1 merupakan stablecoin yang dikaitkan dengan entitas bisnis yang berhubungan dengan Donald Trump dan keluarganya. Saat ini, kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar US$4,8 miliar.

    WLFI Klaim Ada Serangan dan Penyebaran Disinformasi

    WLFI menyatakan bahwa insiden tersebut dipicu oleh serangan terkoordinasi. Perusahaan mengklaim sejumlah akun cofounder diretas, lalu digunakan untuk menyebarkan informasi palsu dan membuka posisi short guna memanfaatkan kepanikan pasar.

    Juru bicara WLFI, David Wachsman, mengatakan tim teknik dan keamanan berhasil menahan serangan dari berbagai arah. Ia menegaskan bahwa infrastruktur USD1 tetap berfungsi sesuai desain dan stablecoin tersebut didukung cadangan 1:1, berbeda dengan model algoritmik seperti TerraUSD yang kolaps pada 2022.

    Meski pemulihan berlangsung cepat, insiden ini memicu kekhawatiran di komunitas kripto. Beberapa pengguna media sosial membandingkan pelepasan patokan harga tersebut dengan tanda awal krisis stablecoin di masa lalu.

    Baca juga: Tim Trump Bahas Stablecoin Dolar untuk Gaza, Solusi Ekonomi?

    Rumor Insider Trading dan Spekulasi Media Sosial

    Dikutip BeInCrypto, selama periode volatilitas, beredar laporan tidak terverifikasi yang menyebut Eric Trump menghapus unggahan promosi lama terkait USD1. Tangkapan layar beredar luas, tetapi belum ada konfirmasi independen atas klaim tersebut.

    Di sisi lain, peneliti blockchain ZachXBT menyatakan akan merilis temuan terkait dugaan insider trading di sebuah perusahaan kripto besar dalam waktu dekat. Ia tidak menyebut nama perusahaan, namun sebagian pengguna media sosial berspekulasi bahwa WLFI bisa terkait. Hingga saat ini, tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

    Kepercayaan Jadi Kunci Stablecoin

    Stablecoin sangat bergantung pada kepercayaan pasar. Bahkan pelepasan patokan harga dalam waktu singkat dapat memicu aksi jual besar jika muncul kekhawatiran terhadap cadangan atau likuiditas.

    Pemulihan cepat USD1 menunjukkan mekanisme likuiditas dan penukaran berjalan sebagaimana mestinya. Namun, peristiwa ini menegaskan betapa sensitifnya sentimen pasar, terutama untuk stablecoin yang relatif baru dan terkait figur publik.

    WLFI belum merinci detail teknis terkait dugaan serangan tersebut. Perkembangan investigasi dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah insiden ini hanya gangguan sementara atau berkembang menjadi ujian kredibilitas yang lebih besar bagi USD1.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, meskipun pemulihan pasak USD1 berlangsung cepat, insiden ini menyoroti rapuhnya kepercayaan pada stablecoin baru yang memiliki keterikatan politik kuat. Depeg tersebut, meski singkat, menjadi tes stres bagi mekanisme penebusan (redemption) WLFI.

    “Rumor tentang insider trading yang sedang diselidiki ZachXBT menciptakan overhang kredibilitas yang signifikan. Bagi pasar, ini adalah pengingat bahwa transparansi cadangan 1:1 jauh lebih penting daripada sekadar narasi dukungan tokoh besar,” ungkapnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trump Beri Penangguhan Hukuman ke Bos Binance


    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi penangguhan hukuman kepada salah satu tokoh terkaya dan paling berpengaruh dalam industri mata uang kripto, Changpeng Zhao. Namun penangguhan hukuman ini memperbarui kekhawatiran publik dengan asumsi pihak berkantong tebal mampu membeli jalan keluar dari masalah Trump 2.0.

    Dikutip dari CNN, Zhao memiliki platform perdagangan aset kripto secara global bernama Binance sejak tahun 2017. Platform ini memungkinkan US$ 100 dari rekening bank dengan membeli-menjual mata uang kripto secara virtual di mana pun.

    Binance juga menawarkan layanan keuangan yang lebih kompleks seperti perdagangan margin dan staking, yakni sebuah cara bagi investor untuk mendapatkan imbal hasil pasif atas aset kripto.


    Binance bukan hanya menjadi bursa kripto terbesar di dunia dengan jumlah pengguna 280 juta secara global dan volume perdagangan lebih dari US$ 217 miliar setiap harinya, tetapi juga menguasai 40% pangsa pasar di antara bursa kripto terpusat.

    Duduk Perkara Hukuman Trump

    Meski begitu, Binance kerap tidak mematuhi aturan tentang penjualan layanan keuangan di berbagai yurisdiksi, termasuk di AS, yang secara efektif melarang versi global platform tersebut pada tahun 2019. Kemudian Binance meluncurkan layanan yang lebih terbatas di AS, yakni Binance.US.

    Namun pada praktiknya, banyak pengguna di kawasan perbatasan AS mengakali larangan tersebut. Kemudian jaksa federal AS mengatakan pada tahun 2023, Binance telah menjadi pusat bagi pelaku kejahatan yang memuat praktik pelecehan seksual anak, narkotika, pendanaan teroris, dan pencucian uang.

    Binance juga tidak memiliki protokol atau standar bagi perusahaan jasa keuangan untuk melaporkan transaksi terkait risiko pencucian uang, menurut Departemen Kehakiman, dan para karyawan menyadari pengawasan semacam itu mengundang penjahat ke platform tersebut.

    “Kami membutuhkan spanduk ‘apakah mencuci uang narkoba terlalu keras akhir-akhir ini – datanglah ke Binance, kami punya kue untuk Anda,” kata seorang staf kepatuhan, menurut dokumen pengadilan, dikutip dari CNN, Minggu (26/10/2025).

    Binance pun mengaku bersalah di AS atas pelanggaran pencucian uang. Sebagai bagian dari penyelesaian dengan pemerintah, Zhao mengundurkan diri sebagai CEO, membayar denda US$ 50 juta, dan menjalani hukuman empat bulan penjara federal.

    Meski begitu, Zhao masih memiliki sekitar 90% saham perusahaan, sehingga kekayaan bersihnya diperkirakan lebih dari US$ 80 miliar. Kemudian hingga kini, Zhao menjadi ikon Binance, dan mempertahankan pengaruhnya di industri bahkan setelah dipenjara.

    Pada hari Jumat lalu, Zhao merenungkan pasang surut kariernya baru-baru ini. Menurutnya, karir di dunia kripto hanya sedikit tercoreng.

    “Rekam jejak resmi saya memang sedikit tercoreng, tetapi reputasi saya tetap kuat. Tak seorang pun, tak seorang pun, berhenti berbisnis dengan saya,” jelasnya.

    Akhirnya Trump Luluh

    Pengampunan Trump terhadap Zhao merupakan contoh masalah etika tersebut karena Binance memiliki hubungan finansial langsung dengan bisnis kripto keluarga orang nomor 1 di AS.

    Pada bulan Maret, World Liberty Financial milik keluarga Trump meluncurkan token dipatok pada dolar yang dikenal sebagai stablecoin. Altcoin ini menjadi aset populer dalam kripto karena nilainya tetap konstan, sementara sebagian besar harga token lainnya rentan terhadap volatilitas.

    Menurut Bloomberg, Binance menulis kode dasar untuk mendukung stablecoin World Liberty yakni USD1. Koin ini telah dipromosikan kepada 280 juta penggunanya di seluruh dunia.

    Kemudian perusahaan asal UEA mengumumkan akan menggunakan USD1 untuk mengambil alih saham Binance senilai US$ 2 miliar menggunakan USD1. Kesepakatan ini diharapkan menghasilkan keuntungan jutaan dolar bagi World Liberty, yang dikendalikan bersama oleh Trump dan keluarga Steve Witkoff.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Pasar Kripto Loyo, Stablecoin Keluarga Trump Ikut Melorot


    Jakarta

    Sejumlah token kripto kompak terkoreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (24/2/2026). Pelemahan juga terjadi pada token stablecoin yang didukung keluarga Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, USD1.

    Berdasarkan data perdagangan CoinMarketCap pukul 10.57 WIB, token USD1 tercatat bergerak di zona merah dengan koreksi 0,3% ke harga US$ 0.9987. Sebelumnya USD1 bahkan sempat terjun lebih dalam ke harga US$ 0.9951 pada perdagangan Senin (23/2) kemarin.

    Pemilik produk stablecoin USD1, World Liberty Financial, mengatakan tokennya aman di tengah ketidakpastian global, sebagaimana dikutip dari Reuters. Bahkan, mereka memgklaim dapat pulih dengan cepat kala token USD1 runtuh kemarin.


    Selain itu, token WLFI juga diklaim aman dan terlindungi di tengah isu peretasan akun sosial media para pendirinya. Diketahui, World Liberty Financial didirikan pada tahun 2024 oleh keluarga Trump dan sejumlah mitra kerja sama. World Liberty Financial kemudian luncurkan token kripto WLFI dan USD1.

    “Tidak ada kontrak pintar yang terpengaruh. Semua dana USD1 tetap sepenuhnya aman, terlindungi, dan dijamin sepenuhnya. Infrastruktur dan tim kami beroperasi persis seperti yang dirancang,” bunyi unggahan tersebut, dikutip dari Reuters, Selasa (24/2/2026).

    Untuk diketahui, USD1 merupakan stablecoin berbasis dolar AS yang miliki harga seusai dengan mata uang Negeri Paman Sam tersebut. Sementara WLFI adalah token berbasis Ethereum.

    WLFI sendiri hari ini tercatat melemah 5,03% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0.1080 dari level tertingginya di posisi US$ 0.117 para perdagangan pagi tadi. Secara kumulatif pada perdagangan sepekan terakhir, WLFI masih tercatat menguat 7,41%.

    Simak juga Video ‘Belajar dari Gegernya Dugaan Penipuan Trading Timothy Ronald, Kita Bisa Apa?’:

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com