Tag: usia

  • Minim Literasi, Mudah Terjebak Tren

    Minim Literasi, Mudah Terjebak Tren


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa indeks literasi keuangan dan inklusi keuangan generasi Z atau Gen-Z menjadi yang terendah dalam skala nasional. Bahkan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Frederica Widyasari Dewi, Agustus lalu mengungkapkan kelompok usia 15-17 tahun memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang paling rendah.

    Hal ini senada dengan hasil riset kredit Karma pada 2018 lalu dimana ditemukan bahwa sebanyak 39% Gen-Z memiliki utang untuk mengikuti tren dalam komunitasnya. Sedangkan berdasarkan Research Institute pada 2019, alokasi tabungan dari pendapatan pada Gen-Z hanya 10,17%. Ini menekankan bahwa mereka juga minim investasi, meski secara umum mereka dianggap mengerti tentang pengetahuan menabung.

    Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi global yang semakin kompleks, Gen-Z, juga tumbuh dengan internet dan kecenderungan mencari solusi finansial yang cepat dan efisien, sehingga menghadapi tantangan besar dalam mengelola keuangan secara bijak. Mencermati hal tersebut, platform literasi investasi Tumbuh Makna bekerja sama dengan Universitas Serang Raya mengadakan webinar bersama puluhan mahasiswa dengan tema “Financial Cerdas Gen-Z: Strategi Kelola Dana dan melek Digital Menuju Masa Depan Sejahtera”.


    Benny Sufami, Co-Founder Tumbuh Makna, memberikan sejumlah tips penting agar Gen-Z dapat mengelola keuangan dengan benar, yakni melalui membangun kebiasaan finansial yang sehat, dan menghindari risiko kerugian di masa depan.

    “Keberhasilan finansial tidak datang dalam semalam, melainkan melalui kebiasaan yang dibentuk secara konsisten, seperti menabung, mengelola pengeluaran, dan merencanakan keuangan dengan disiplin. Kebiasaan yang sehat akan menjadi fondasi kuat bagi kestabilan keuangan di masa mendatang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (17/11/2024).

    Benny menekankan bahwa memiliki anggaran atau budgeting yang jelas adalah kunci menuju kebebasan finansial, sekaligus pentingnya pemahaman terhadap investasi. Ia mencatat banyak investor muda yang sering kali mengalami kerugian karena terjebak dalam tren investasi tanpa mempertimbangkan profil risiko pribadi.

    “Banyak yang ikut-ikutan membeli saham hanya karena melihat orang lain melakukannya,” ungkapnya. Benny mengingatkan bahwasetiap individu memiliki toleransi risiko yang berbeda, sehingga penting untuk menyesuaikan jenis investasi dengan profil risiko masing-masing agar terhindar dari kerugian besar.

    Menurutnya, pemahaman risiko sebelum berinvestasi adalah hal krusial agar keputusan yang diambil lebih cerdas dan minim risiko. “Pastikan kamu memahami dengan jelas apa saja risiko yang terlibat,” jelas Benny. Selain itu, ia mengimbau agar setiap keputusan keuangan selalu didasarkan pada prinsip-prinsip yang legal dan logis. “Mindset yang perlu ditanamkan bukan hanya tentang bagaimana menghasilkan uang, tetapi juga bagaimana mengelolanya dengan tepat dan bijaksana. Pastikan setiap langkah finansial yang diambil mematuhi aturan yang berlaku dan tidak tergoda oleh iming-iming keuntungan instan,” pungkasnya.

    Sementara itu Direktur Utama PT. Persero Batam, Arham S. Torik, mengingatkan bahwa salah satu prinsip dasar dalam pengelolaan keuangan adalah menjaga pengeluaran agar tidak melebihi pemasukan.

    “Mereka harus membuat anggaran yang sesuai dengan gaya hidup. Perencanaan ini penting, khususnya untuk Gen-Z, karena hari ini kamu kerjakan, itu akan menentukan masa depan. Karena tantangan ke depan akan lebih dinamis,” ujarnya. Ia menekankan perlunya kesadaran diri dalam membatasi pengeluaran agar sesuai dengan anggaran yang ada.

    Arham juga menggarisbawahi pentingnya bagi Gen-Z untuk menetapkan anggaran yang realistis, yang mencerminkan kebutuhan mereka secara jujur tanpa mengikuti gengsi atau keinginan semata.

    “Banyak dari Gen-Z mungkin belum memiliki perencanaan yang matang, biasa disebut besar pasak daripada tiang. Untuk itu, kawan-kawan harus tahu pendapatan bersih, kemudian ukur pendapatan dan menyesuaikan pengeluaran. Jangan terlalu banyak keinginan. Prioritaskan kebutuhan, bukan keinginan,” tegasnya.

    Menurutnya, strategi perencanaan keuangan adalah upaya untuk melakukan perencanaan masa depan, termasuk membangun dana darurat secara terukur dan realistis. “Dana darurat ini penting sebagai perlindungan dari risiko tak terduga. Buat rekening terpisah untuk dana darurat, agar dana ini tidak tercampur dan sulit nantinya diakses, sehingga bisa dicairkan dengan segera. Lalu buat otomatis transfer untuk dana darurat,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa perencanaan adalah kunci dari semuanya sehingga harus dibuat dengan baik dan benar sesuai kebutuhan.

    Dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Serang Raya, Endang Tri Santi, menekankan pentingnya literasi bagi Gen Z yang tumbuh di era digital. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan untuk memilah informasi yang valid dari yang menyesatkan, terutama agar generasi ini terhindar dari keputusan finansial yang berisiko. “Di tengah tsunami informasi saat ini, sikap kritis sangat diperlukan. Kita harus selalu cek data dan verifikasi sumber dengan teliti, karena hal ini akan membantu kita terhindar dari keputusan finansial yang merugikan,” tegasnya.

    Santi juga mengingatkan bahaya Fear of Missing Out (FOMO) yang sering kali memicu kebiasaan buruk dalam pengelolaan keuangan. “FOMO sering mendorong keputusan impulsif yang justru merugikan, seperti membeli barang-barang viral tanpa pertimbangan matang. Kebiasaan ini bisa jadi bumerang karena menumbuhkan dorongan untuk selalu mengikuti arus,” ujarnya. Ia menasihati agar Gen-Z tidak mudah terpengaruh tren tanpa memahami risikonya dan lebih selektif dalam membuat keputusan keuangan.

    Lebih jauh, Santi mengajak generasi muda untuk memanfaatkan teknologi secara produktif dan positif. Menurutnya, era digital harus dimanfaatkan dengan literasi yang baik, bukan hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai kreator yang dapat menghasilkan produk sendiri. “Mari manfaatkan era digital untuk menjadi lebih kreatif dan produktif,” tambahnya, menggarisbawahi bahwa literasi yang baik bisa membuka banyak peluang bagi Gen-Z untuk berkarya.

    (fdl/fdl)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Simak, 4 Langkah Mudah dalam Mengelola Dana Darurat

    Simak, 4 Langkah Mudah dalam Mengelola Dana Darurat


    Jakarta

    Menyisihkan dana darurat adalah langkah penting dalam manajemen keuangan, terutama untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga yang mungkin terjadi di kemudian hari, seperti sakit, kehilangan pekerjaan, dan lainnya. Dana darurat juga memungkinkan kamu untuk mengambil keputusan finansial yang lebih tepat sehingga kamu pun bisa lebih fokus dalam mencapai tujuan keuangan.

    Lantas, bagaimana cara mempersiapkan dana darurat secara mudah dan efektif? Mari simak uraian tipsnya!

    Tips Mengelola Dana Darurat

    Ada kiat-kiat mudah untuk mempersiapkan dana darurat yang bisa kamu coba untuk terapkan, yaitu:


    1. Menentukan Nominal Dana Darurat yang Ideal

    Pertama-tama, tentukan terlebih dahulu besaran atau nominal dana darurat berdasarkan kemampuan finansial dan kebutuhan dari setiap orang. Umumnya, besaran dana darurat yang direkomendasikan yakni 3 sampai 12 kali lipat dari biaya yang setiap bulannya dikeluarkan.

    Namun, nominal dana darurat ini bisa disesuaikan dengan faktor-faktor lain, seperti usia, gaya hidup, marital status, kesehatan, dan sebagainya.

    Secara umum, dana darurat yang ideal untuk kamu yang berstatus lajang adalah 3 hingga 4 kali lipat pengeluaran. Sedangkan, bagi kamu yang sudah menikah namun belum memiliki anak, maka dana darurat yang disarankan yakni sebesar 6 kali lipat pengeluaran.

    Berbeda dengan kamu yang sudah memiliki 1 atau 2 anak, maka dana darurat yang ideal adalah 9 hingga 12 kali lipat dari biaya pengeluaran.

    2. Membuat Rekening Khusus untuk Dana Darurat

    Setelah menetapkan besaran dana darurat yang sesuai, selanjutnya mulailah menabung secara rutin dan disiplin. Agar lebih mudah, kamu dapat membuat rekening khusus untuk menyimpan dana darurat sehingga dana tersebut bisa terhindar dari pemakaian secara tidak sengaja ataupun tercampur dengan budget bulanan yang telah dianggarkan.

    3. Gunakan Fitur Transfer Otomatis atau Auto Debet dari Rekening Utama

    Dalam setiap bulannya, pastikan untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk ditabung sebagai dana darurat. Kamu dapat menggunakan fitur autodebet atau transfer otomatis dari rekening utama ke rekening dana darurat.

    Jadi pada setiap bulannya, sebagian dari pendapatanmu akan secara otomatis langsung disisihkan dan disimpan sebagai dana darurat di rekening khusus tersebut.

    4. Atur Strategi Pengeluaran

    Selain itu, kamu juga bisa melakukan evaluasi pengeluaran. Pertimbangkan mana saja kebutuhan yang menjadi prioritas atau hanya sekedar keinginan saja.

    Kurangi hal-hal yang sekiranya tidak terlalu penting. Dengan langkah ini, pengeluaran pun menjadi lebih terminimalisir sehingga kamu bisa menyisihkan uang tersebut sebagai dana darurat. Saat sudah melakukan evaluasi pengeluaran secara rutin, namun ada kebutuhan mendesak, kamu bisa memanfaatkan fasilitas paylater dengan bijak.

    Dengan paylater, kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan sambil menjaga stabilitas keuangan dan memastikan masa depan yang lebih aman. Namun, dibutuhkan kebijaksanaan dalam mengelola cicilan ketika menggunakan paylater.

    • Pahami Jumlah Cicilan: Buat daftar seluruh cicilan yang kamu miliki, lengkap dengan tanggal jatuh temponya, agar kamu bisa mengatur pembayarannya dengan baik.

    • Konsisten Bayar Cicilan Tepat Waktu: Hal ini penting untuk menjaga skor kredit yang baik dan menghindari denda biaya keterlambatan yang tidak diinginkan, agar tidak mengganggu dana darurat kamu.

    • Atur Strategi Cicilan: Pilih tenor pembayaran yang sesuai dengan kondisi keuangan kamu, terutama jika kamu memiliki kebutuhan lainnya.

    SPayLater oleh PT Commerce Finance, berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kini, SPayLater ada berbagai promo menarik seperti SPayLater Bayar QRIS cicilan 0% s/d 6 bulan dan bebas biaya penanganan hingga 17 November 2024. SPayLater juga menghadirkan berbagai jenis opsi cicilan pembayaran mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan lainnya. Kebutuhan mendesak terpenuhi, namun dana darurat tetap aman deh!

    Itu dia beberapa tips mengelola dana darurat dan cara memanfaatkan paylater untuk menjaga stabilitas cadangan finansial. Memanfaatkan Paylater dengan bijak bisa menjadi strategi cerdas dalam menghadapi berbagai tantangan finansial, menjaga stabilitas keuangan, dan memastikan masa depan yang lebih aman.

    (prf/ega)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Ikuti 4 Tips Ini Sebelum Kasih THR Lebaran ke Orang Tua, Anak, Keponakan


    Jakarta

    Memberi angpau atau THR Lebaran kepada anggota keluarga dan sanak saudara sudah menjadi salah satu tradisi di masyarakat Indonesia. Namun, tidak sedikit yang masih merasa bingung terkait seberapa besar uang yang perlu diberikan dalam angpau Lebaran itu.

    Jika tidak diperhitungkan dengan baik, keinginan untuk berbagi kebahagiaan ini malah jadi pengeluaran berlebih dan bikin kantong kering.

    Nah buat detikers yang masih bingung tentukan besaran angpau Lebaran ini, berikut beberapa tips yang bisa digunakan.


    1. Tentukan Penerima

    Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari Asad, menyarankan kepada yang ingin membagikan THR Lebaran untuk membuat daftar penerima. Misalkan saja untuk orang tua, anak, saudara, hingga keponakan.

    “Pertama kita biasanya kasih orang tua, nah itu biasanya yang paling gede. Terus yang kedua siapa nih? misalnya kakak-adik sudah pada kerja ngapain dikasih? jadi kasih ke yang belum kerja, biasanya keponakan sih. Atau misalnya punya adik yang masih kecil belum kerja, mau dikasih boleh. Jadi berdasarkan level keluarga aja,” kata Teja kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Senada dengan Teja, perencana keuangan Andy Nugroho juga menyarankan untuk menentukan penerima angpau dan estimasi nilainya. Biasanya besaran THR Lebaran yang diberikan, berbeda-beda tergantung tingkatan dalam keluarga.

    “Nah urutannya paling banyak saya akan kasih ke siapa? ke orang tua pertama, terus kemudian habis itu level berikutnya yang lebih kecil jumlahnya tuh saya kasihkan ke misalnya anak atau ke anaknya saudara-saudara saya,” kata Andy.

    2. Sesuaikan Usia dan Kebiasaan di Keluarga

    Untuk nilai uang yang dibagikan, Teja tidak bisa menetapkan besaran pasti. Sebab menurutnya setiap individu atau keluarga memiliki perhitungannya masing-masing seperti tingkat ekonomi keluarga, usia, hingga wilayah tempat tinggal.

    “Misalnya kasih keponakan Rp 50 ribu pantes nggak? Tapi ternyata di kalau di kampung kasih Rp 5 ribu sudah cukup, kasih Rp 20 ribu sudah cukup, gimana tuh? Jadi tergantung situasi,” terang Teja.

    “Itu juga kadang ada yang serba salah tuh, ada yang masih TK, SD, SMP, SMA. Kalau TK dikasih Rp 1.000 dua puluh biji (Rp 20 ribu) senang tuh, kalau SMA dikasih Rp 1.000 dua puluh biji marah-marah nanti,” tambahnya.

    3. Sesuaikan Bujet

    Teja mengatakan pemberian angpau Lebaran bisa disesuaikan dari jumlah THR yang diterima. Dengan begitu perhitungan angpau dapat lebih mudah dan tidak begitu memberatkan pemberi.

    “Pertama adalah menyesuaikan dengan budget kita. Misalnya kita kasih budget ‘oke saya mau kasih THR Lebaran buat saudara-saudara misalnya Rp 1 juta deh semuanya. Karena saya dapat THR Rp 3 juta, masa semua dibagi-bagikan?’ Nanti habis dong,” jelas Teja.

    “Bisa juga dibujet maksimal berapa nih? 20% kah dari THR kah, 30% kah. Misalnya oke 20%, anggap saja Rp 1 juta, ya dibagi-bagi lah jumlah keponakan ada berapa, saudara ada berapa, siapa saja yang mau dikasih,” tambahnya lagi.

    4. Jangan Kejar Gengsi

    Terakhir yang tak kalah penting, menurut Andy saat menentukan besaran budget atau nilai dari masing-masing angpau Lebaran harus disesuaikan dengan kemampuan, bukan demi mengejar gengsi.

    Disarankan agar jumlah pemberian tidak berdasarkan gengsi. Hal ini justru bisa melebihi anggaran, bahkan malah harus berutang untuk menutup kekurangan tersebut.

    “Kadang misalnya kita pemudik, apalagi dari Jakarta kan ‘wah pasti tajir nih, orang kaya, sudah sukses’ nah kadang ditodong untuk ngasih angpau lebih besar,” kata Andy.

    “Sebenarnya pun kalau kita bersikukuh ‘ya saya memberinya segini’, masa iya yang dikasih terus nego nggak mau Rp 20 ribu dong, maunya Rp 50 ribu misalnya,” tambahnya lagi.

    (igo/hns)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Gaji UMR Tapi Mau Pensiun Rp 1 Miliar? Segera Lakukan Hal Ini!


    Jakarta

    Mengumpulkan dana pensiun sampai ratusan juta atau bahkan miliaran rupiah bukan hal mudah dilakukan, terutama bagi para pekerja dengan gaji pas-pasan setara UMR. Meski begitu Perencana Keuangan, Andy Nugroho, mengatakan ada beberapa cara untuk mengumpulkan dana pensiun yang cukup di masa tua nanti meski besaran gaji tak seberapa.

    Ia menjelaskan pertama-tama yang harus dilakukan adalah menghitung perkiraan besar biaya kebutuhan hidup sehari-hari usai pensiun hingga meninggal nanti. Besaran dana pensiun inilah yang kemudian akan dijadikan target simpanan saat masih bekerja dan menerima penghasilan tetap.

    Sebagai contoh dengan asumsi kebutuhan dana per bulan pascapensiun sekitar Rp 5 juta, kemudian asumsi akan pensiun di usia 56 tahun dengan usia harapan hidup hingga 72 tahun, maka dana pensiun yang dibutuhkan mencapai Rp 960 juta. Hampir Rp 1 miliar.


    “Dari angka tersebut kita bisa menghitung berapa yang harus ditabung dari sekarang. Contoh dengan melanjutkan skema sebelumnya total kebutuhan Rp 960 juta. Saat ini usia 25 tahun dengan gaji Rp 5 juta. Asumsi usia pensiun 56. Maka kita punya waktu untuk menabung selama 31 tahun,” jelasnya kepada detikcom, Rabu (11/6/2025).

    Secara sederhana untuk bisa mendapatkan Rp 960 juta dalam jangka waktu 31 tahun, maka yang bersangkutan kurang-lebih harus menabung sekitar Rp 31 juta per tahun atau Rp 2,5 juta per bulan. Tentu jumlah uang yang harus ditabungkan ini sangat besar jika dibandingkan asumsi gaji per bulan saat ini yang berada di kisaran UMP Jakarta sekitar Rp 5 jutaan.

    “Secara disiplin sisihkan penghasilan kita minimal 10% tiap kali dapat penghasilan untuk dimasukkan sebagai pos dana darurat. Dengan asumsi penghasilan per bulan Rp 5 juta, maka kita menyisihkan Rp 500 ribu per bulan. Artinya masih di bawah target menyisihkan Rp 2,5 juta per bulan,” paparnya.

    Untuk memenuhi kekurangan target menabung untuk dana pensiun tersebut, Andy menyarankan para pekerja untuk mencari sumber penghasilan lain. Bisa dengan berinvestasi atau berbisnis hingga melakukan pekerjaan tambahan alias side job.

    “Karena kemampuan menabung kita masih lebih rendah daripada yang dibutuhkan, maka kita harus melakukan upaya lebih yang dapat menambah pemasukan seperti bekerja tambahan ataupun mencoba memulai berbisnis, serta mulai belajar berinvestasi,” jelas Andy.

    “Keuntungan yang didapatkan dari pekerjaan tambahan, bisnis, maupun investasi tersebut jangan seluruhnya dinikmati untuk kebutuhan sekarang. Namun sisihkan minimal 30% untuk ditabung sebagai dana pensiun nantinya,” sambungnya.

    Selain itu dirinya juga menyarankan pekerja dengan gaji UMR untuk mengikuti program-program dana pensiun, semisal Jaminan Hari Tua dari BPJS Ketenagakerjaan. Sebab program-program ini dinilai dapat membantu pekerja ‘menabung’ dana pensiun yang dibutuhkan kelak.

    “Ikuti program dana pensiun baik yang diselenggarakan oleh BPJS ketenagakerjaan maupun bila dapat fasilitas dari tempat kerja kita. Bila resign dari tempat kerja, jangan cairkan saldo yang ada di rekening program tersebut bila tidak benar-benar sangat terdesak,” terangnya.

    Senada Perencana Keuangan dari Finansia Consulting, Eko Endarto, mengatakan agak sulit bagi pekerja dengan gaji UMR untuk bisa memenuhi target dana pensiun terlebih mematok besaran biaya kebutuhan sehari-hari yang sangat tinggi karena tak ingin hidup susah di masa tua nanti.

    Untuk itu, ia menyarankan para pekerja untuk mempersiapkan dana pensiun sedini mungkin. Sebab semakin awal disiapkan, maka semakin besar juga dana yang terkumpul.

    “Pertama adalah mulai dulu dari 10% penghasilan. Kedua mulai seawal mungkin, dan ketiga konsisten. Jadi jangan berhenti,” terangnya.

    Sementara untuk menutup sisa target dana pensiun yang dibutuhkan saat tua nanti, Eko menyarankan untuk mencari instrumen-instrumen investasi yang memberikan imbal hasil setidaknya lebih besar dari inflasi, sehingga yang bersangkutan masih bisa mendapatkan keuntungan untuk kemudian kembali ditabung.

    “Cari produk yang lebih tinggi dibanding inflasi. Harus lebih tinggi dibanding inflasi ya. Kalau inflasi kita katakan 5%, ya dia harus cari produk yang 6% atau 7%” jelas Eko.

    “Salah satunya emas bisa. Secara historis ya, saya nggak tahu ke depan, tapi sampai saat ini secara historical dia masih lebih tinggi dibanding inflasi,” tambahnya.

    (fdl/fdl)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • 8 Padu Padan Hijab dan Gamis ala Aurel Hermansyah, Cocok untuk Usia 20-an

    Putri sulung dari musisi Anang Hermansyah dan diva pop Krisdayanti ini, memakai abaya dress dengan detail fake outer di bagian depan yang dilengkapi list jahitan neci padat dan rapi, menambah kesan elegan. Bukaan resleting di bagian depan membuat abaya ini busui friendly. Desain abaya yang minimalis namun tetap chic, cocok untuk digunakan sehari-hari dengan gaya yang tetap stylish. Foto: Dok. Instagram @lozyhijab.



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Aneka Kolam di Putri Duyung Waterboom Depok 2024, Jam Buka, Harga Tiket


    Jakarta

    Wisata air kerap menjadi pilihan destinasi liburan keluarga Indonesia, tak terkecuali di Jawa Barat. Bagi warga Depok, salah satu rekomendasi wisata air populer saat ini adalah Putri Duyung Waterboom.

    Wahana Putri Duyung Waterboom Depok sudah berdiri sejak tahun 2020. Di lahannya yang seluas lebih dari 30.000 m2, ada beberapa kolam renang yang bisa dinikmati oleh anak-anak hingga orang dewasa. Apa saja?

    Aneka Kolam di Putri Duyung Waterboom Depok

    Ada lima buah kolam yang dikelilingi tanaman kelapa di Putri Duyung Waterboom. Mengutip laman resmi Wisata Air Putri Duyung Depok Waterboom, ada kolam balita, anak, hingga dewasa.


    1. Kolam Balita

    Kolam yang didesain khusus untuk anak balita ini hanya memiliki kedalaman 60 cm. Ada air mancur yang melingkari lebarnya kolam dengan wahana seluncuran khusus anak balita.

    2. Kolam Anak

    Kolam anak memiliki kedalaman 0-80 cm. Beberapa wahana di area ini di antaranya ember tumpah, seluncuran family, dan panggung air. Selain itu, ada aneka patung dengan karakter badut, katak, putri duyung, dan gurita yang masing-masing menyemburkan air.

    3. Kolam Arus

    Kolam arus mengelilingi kolam anak dengan kedalaman 0-90 cm. Area kolam ini juga dilengkapi dengan wahana ember tumpah raksasa.

    4. Kolam Dewasa

    Kolam dewasanya memiliki kedalaman 140 cm. Areanya sangat luas dengan wahana seluncuran.

    5. Kolam Ombak

    Putri Duyung WaterboomPutri Duyung Waterboom (Putri Duyung Waterboom)

    Kolam ombak menjadi wahana baru di Putri Duyung Waterboom. Kamu bisa merasakan sensasi diterpa ombak bak di pantai.

    Fasilitas Putri Duyung Waterboom Depok

    Destinasi wisata Putri Duyung Waterboom memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Berikut di antaranya:

    • Minimarket yang menjual ban renang, pakaian renang, dan aneka snack serta minuman
    • Area parkir yang luas
    • Ruang ganti dengan jumlah banyak dilengkapi wastafel dan cermin
    • Puluhan kantin UMKM yang menjual aneka makanan dan minuman
    • Musholla
    • Saung untuk menambah kenyamanan pengunjung

    Harga Tiket Masuk Putri Duyung Waterboom Depok

    Harga tiket masuk Putri Duyung Waterboom yaitu Rp 35.000 untuk weekday dan Rp 40.000 untuk weekend. Berdasarkan informasi yang didapat dari kontak WA admin Putri Duyung Waterboom Depok, pembelian tiket hanya dilakukan di loket tiket dengan cash, debit, credit card, dan QRIS.

    Lokasi dan Jam Operasional Putri Duyung Waterboom Depok

    Putri Duyung Waterboom berlokasi di Jl. Bungsan No.50, Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Jam operasional destinasi tujuan wisata populer adalah sebagai berikut:

    • Senin-Minggu: 07.00-17.00 WIB
    • Jumat: 13.00-17.00 WIB (Pada tanggal merah atau hari libur buka pukul 07.00-17.00 WIB). Tiket diberlakukan mulai dari usia 1 tahun.

    Itulah informasi mengenai Putri Duyung Waterboom di Depok, mulai dari aneka kolam di dalamnya, fasilitas, harga tiket, dan jam operasionalnya. Sebelum mengunjungi tempat ini, pastikan kamu mencari informasi terupdatenya ya.

    (elk/row)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Melihat Konservasi Penyu di Bali Utara, Ada Ratusan Bayi Penyu!



    Jakarta

    Biar liburan di Bali Utara semakin seru, cobain deh datang ke penangkaran penyu yang ada di Desa Pemuteran ini. Kamu bisa melihat bagaimana telur-telur penyu itu diselamatkan hingga dilepaskan.

    Tempatnya tidaklah besar. Lokasinya berada di Reef Seen Diver’s Resort Desa Pemuteran, Gerokgak. Di sana terdapat beberapa kolam yang berisi ratusan anak-anak penyu yang berenang ke sana ke mari.

    ‘Proyek Penyu’ tertulis besar di papan yang berada di tengah-tengah kawasan kolam. Yap, sudah lebih 30 tahun proyek ini berjalan di Desa Pemuteran.


    “Kita di sini ada tiga jenis penyu, yaitu penyu hijau, penyu olive dan penyu sisik. Penangkaran ini telah ada sejak tahun 1991 dan setiap tahunnya ribuan penyu yang kita lepas dari sini,” kata Ina, salah satu tim Proyek Penyu, kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Proyek Penyu di Desa Pemuteran, BulelengKepala Desa Pemuteran bersama Chris Brown dan Ina (Syanti Mustika/detikcom)
    Proyek Penyu di Desa Pemuteran, BulelengProyek Penyu di Desa Pemuteran, Buleleng (Syanti Mustika/detikcom)

    Proyek Penyu ini diinisiatif pertama kali oleh Chris Brown, warga Australia yang datang ke Bali di tahun 1990-an. Dia resah melihat telur-telur penyu dijual belikan tanpa masyarakat tahu nilai hidup dari penyu yang masuk ke dalam daftar terancam punah ini.

    Lina pun mengatakan bahwa di sini terdapat dua cara penetasan telur, yaitu dengan ditanam di pasir dan inkubator.

    “Kita dari dulu menetaskan telur dengan menanamnya di pasir. Dan tingkat keberhasilan dari telur yang menetas adalah 65% saja. Namun, bila menggunakan inkubator, keberhasilan telur mentas mencapai 95%. Kita menggunakan inkubator baru 2 tahun ini, dan bila inkubator penuh, sebagiannya akan kita tanam di tanah,” kata Lina.

    Telur-telur penyu ini didapatkan dari nelayan-nelayan yang datang langsung ke sini. Nanti, para nelayan akan mendapatkan insentif terhadap telur yang mereka serahkan.

    “Jadi kita ambil telur dan kasih santunan ke nelayan. Lumayan banyak yang kita dapatkan, tahun ini bulan Januari sampai Juli kita udah dapat 2.500 telur,” dia menambahkan.

    Proyek Penyu di Desa Pemuteran, BulelengTelur-telur penyu di dalam inkubator (Syanti Mustika/detikcom)

    Setelah telur-telur menetas, mereka pun dipindahkan ke dalam kolam-kolam dan dirawat di sana. Setelah 2-3 bulan, barulah tukik ini dilepaskan ke laut.

    “Biasanya, di kehidupan alaminya tukik yang menetas akan langsung berenang ke laut. Namun daya survival mereka sangat rendah dan rentan di makan predator. Karena itulah kita rawat dia hingga usia bisa mencari makan sendiri,” kata dia.

    Bayi-bayi penyu ini diberi makan setiap harinya sekali sehari. Kolam mereka pun juga dibersihkan berkala hingga mereka tidak asing bila dipindahkan ke laut.

    Untuk bisa melihat penyu-penyu ini dan belajar tentang mereka, traveler hanya perlu membayar Rp 20 ribu saja (untuk domestik) dan Rp 40 ribu (untuk mancanegara). Tiket ini berlaku untuk seminggu, jadi kamu bisa bolak-balik datang ke sini selama satu minggu.

    (sym/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 15 Cara Cegah Anak Rewel di Perjalanan agar Menyenangkan


    Jakarta

    Ketika mengajak anak bepergian dalam perjalanan jauh, orang tua harus menyiapkan banyak hal, termasuk bagaimana agar anak tidak rewel. Anak rewel tentu akan membuat perjalanan kurang nyaman.

    Di sini akan kita ulas 15 cara mencegah anak rewel di perjalanan jauh dengan naik mobil, mulai dari langkah persiapan hingga macam-macam kegiatan yang membuat anak senang di dalam perjalanan.

    Cara Cegah Anak Rewel di Perjalanan

    Berikut ini 15 cara cegah anak rewel di perjalanan jauh naik mobil agar tetap terasa menyenangkan:


    1. Libatkan Anak dalam Perencanaan

    Dikutip dari Fodors Travel, mulailah perencanaan perjalanan dengan melibatkan anak-anak. Beri tahu mereka, perjalanan membutuhkan waktu berapa lama, lewat mana saja, akan mampir di mana, dan sebagainya.

    Jika tujuannya untuk berwisata, berilah gambaran destinasi yang akan dikunjungi, apa saja yang menarik. Perlihatkan dengan gambar dan video. Bagikan juga rencana perjalanan secara detail.

    2. Cek Lokasi Toko Mainan atau Es Krim

    Cek dulu rute perjalanan terbaik. Pertimbangkan untuk melewati tempat yang menarik. Jika memungkinkan, mampir ke toko mainan atau toko es krim di tengah perjalanan agar anak tak bosan.

    3. Bawa Perlengkapan Lengkap

    Berdasarkan laman Road Trip Wanderers, orang tua juga harus mempersiapkan semua perlengkapan anak, terutama jika masih bayi. Jangan sampai kehabisan barang-barang perlengkapan di tengah jalan, misalnya popok dan tisu basah. Siapkan juga pakaian, selimut, alat makan, gendongan bayi, kotak P3K, dan kantong sampah.

    4. Siapkan Susu dan Camilan

    Jika anak terbiasa minum susu, jangan lupa untuk menyiapkannya dalam jumlah cukup. Siapkan juga camilan agar tidak bosan di jalan. Buat bayi, pastikan memilih camilan yang aman agar tidak tersedak.

    5. Bawa Mainan Kesukaan

    Yang juga tak boleh dilupakan adalah mainan kesukaan anak agar mereka tidak bosan duduk lama di dalam mobil. Kamu juga bisa membelikan mainan baru sebelum berangkat. Sehingga anak akan lebih antusias.

    6. Pastikan Anak dalam Kondisi Sehat

    Dilansir dari healthychildren.org, perlu diperhatikan juga kondisi anak sebelum melakukan perjalanan jauh. Kondisi kesehatan anak akan mempengaruhi kenyamanannya dalam perjalanan.

    Jika pada hari keberangkatan anak tiba-tiba tidak sehat, sebaiknya tidak memaksakan untuk berangkat di hari itu.

    Orang tua juga bisa mencegah anak sakit dengan menjaga pola tidur anak, makan teratur, dan tidak melakukan aktivitas melelahkan sejak beberapa hari sebelum jadwal keberangkatan.

    7. Bayi Duduk di Kursi Bayi dan di Belakang

    Balita dan anak kecil disarankan agar duduk di kursi anak yang nyaman dan aman ketika melakukan perjalanan jauh. Mereka harus duduk di belakang dan menggunakan sabuk pengaman khusus anak. Sabuk pengaman dewasa hanya efektif digunakan untuk usia 14 tahun ke atas.

    Jika menggunakan kursi bayi tambahan, letakkan di belakang kursi dan menghadap ke belakang. Hal ini menjaga keamanan anak. Namun jangan diletakkan di kursi dengan airbag.

    8. Beristirahatlah Secara Berkala

    Dalam perjalanan, berhentilah sejenak untuk beristirahat. Lakukan ini secara teratur, yakni 2-3 jam sekali. Ajak anak-anak keluar dari mobil sebentar untuk melakukan peregangan dan menghirup udara segar.

    9. Siapkan Permainan

    Dalam situs Nemours Kids Health, orang tua juga bisa menyiapkan berbagai permainan untuk menghabiskan waktu dan melawan kebosanan. Beberapa permainan yang bisa dicoba seperti permainan kata, tebak-tebakan, permainan kartu, dan sebagainya.

    10. Menyanyi Bersama

    Menyanyi juga menjadi kegiatan menarik selama perjalanan. Siapkan lagu-lagu anak yang membuat mereka ceria. Namun, pastikan musik tidak mengganggu konsentrasi agar perjalanan tetap aman.

    11. Bercerita

    Siapkan juga cerita-cerita menarik yang bisa dibacakan dalam perjalanan. Cari buku bergambar agar anak-anak lebih antusias.

    12. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima

    Selain itu, pastikan juga kondisi kendaraan dalam kondisi prima. Cek oli, bensin, ban, rem, lampu, dan sebagainya agar perjalanan aman. Mobil mogok di jalan sering kali membuat situasi tak nyaman dan bisa membuat anak rewel.

    13. Buat Suhu Mobil Tetap Sejuk

    Dalam perjalanan jauh, terutama pada siang hari, pastikan AC berfungsi. Hal ini agar suhu ruangan tetap sejuk dan nyaman. Beberapa anak mungkin tidak nyaman jika berada di suhu yang panas.

    14. Hindari Bepergian Saat Jam Sibuk

    Di hari libur, kemacetan sering terjadi di rute-rute utama. Hindari bepergian pada jam sibuk. Kemacetan sering kali membuat kita pusing dan membuat anak rewel.

    15. Bersikap Fleksibel

    Jika terjadi hal-hal di luar perkiraan waktu, bersikaplah fleksibel. Tidak masalah waktu molor, asalkan perjalanan tetap nyaman dan menyenangkan.

    Nah, itulah 15 cara cegah anak rewel di perjalanan jauh menggunakan mobil agar tetap terasa menyenangkan.

    (bai/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengganti Ban Mobil?


    Jakarta

    Ban adalah salah satu komponen penting dalam mobil, yang tidak boleh luput dari perhatian pemiliknya. Padahal, komponen ini berperan besar dalam menjaga keamanan dan kenyamanan saat berkendara.

    Kondisi ban yang sudah aus atau rusak bisa meningkatkan risiko kecelakaan. Sehingga, penting untuk mengetahui saatnya mengganti ban.

    Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengganti Ban Mobil?

    Idealnya ban mobil harus diganti tiga tahun sekali atau jarak tempuh mencapai 40.000 km. Jika pemakaian belum sampai tiga tahun, tapi intervalnya sudah lebih dari 40.000 km, maka ban sebaiknya segera diganti.


    Selain itu, ada indikator yang menentukan waktu penggantian ban. Menurut produsen ban Dunlop di Indonesia, PT Sumi Rubber Indonesia, dan Auto2000, ban harus diganti ketika:

    1. Kedalaman Alur Ban Menipis

    Indikator pertama ban harus diganti adalah kedalaman alur ban yang menipis. Perlu diketahui, alur ban dirancang untuk memberi traksi dan mencegah aquaplaning.

    Apabila alur ban sudah terlalu tipis atau dangkal, maka kemampuan untuk dicengkeram rem menurun. Hal ini berbahaya saat berada di jalan basah atau menurun, ketika mobil berisiko selip. Untuk mengukur kedalaman ban bisa dilihat melalui indikator keausan (Tread Wear Indicator).

    2. Permukaannya Retak atau Ada Benjolan

    Adanya keretakan atau benjolan pada sisi ban menjadi tanda struktur ban melemah. Retaknya sisi ban bisa disebabkan paparan sinar matahari, usia ban makin tua, atau tekanan udara tidak tepat. Sementara penyebab benjolan ban adalah kerusakan internal yang berisiko mengakibatkan ledakan.

    3. Ban Sering Bocor

    Seringnya kehilangan tekanan udara tanpa alasan, bisa menjadi tanda ban perlu diganti. Kebocoran kecil yang berulang, meski sudah diperbaiki dapat menjadi ban tidak dalam kondisi optimal. Ban yang terus menerus kehilangan tekanan dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

    4. Adanya Getaran Berlebih Saat Berkendara

    Getaran lebih saat berkendara bisa menjadi tanda ada masalah pada ban atau roda. Adanya getaran bisa disebabkan karena ban tidak seimbang, keausan tidak merata, atau ada kerusakan internal pada ban. Apabila getaran itu berlanjut setelah melakukan balancing roda, ada baiknya untuk memeriksa kondisi ban secara menyeluruh dan ganti jika ditemukan kerusakan.

    Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengganti Ban

    Sebelum mengganti ban, ada hal yang perlu diperhatikan. Berikut di antaranya:

    1. Perhatikan Tipe dan Ukuran Ban

    Hal pertama yang harus diperhatikan saat mengganti banda adalah tipe dan ukuran ban serta kaitkan dengan medan yang akan dilalui. Pastikan ban yang digunakan sesuai dengan rekomendasi dari produsen kendaraan. Selain itu, pastikan juga hanya menggunakan ban yang sesuai dengan spesifikasinya.

    2. Periksa Label Kinerja pada Ban

    Periksa juga label kinerja pada ban misal label traksi basah, daya cengkeram, kebisingan, dan efisiensi bahan bakar. Selain itu, untuk perjalanan darat dengan kondisi jalan yang baik bisa memilih ban dengan tapak lebih rata. Hal ini agar dapat mengurangi kebisingan dan mengoptimalkan efisiensi bahan bakar.

    Menurut Sales Marketing Director PT Sumi Rubber Indonesia, Tomohiro Senna, ban merupakan bagian yang akan menjadi dasar dari bobot dan pergerakan kendaraan. Sehingga, penting untuk menggunakan produk yang tepat. Selain itu, jangan lupa untuk melakukan pengecekan rutin untuk menjamin durabilitasnya.

    Itulah penjelasan mengenai waktu yang tepat untuk mengganti ban. Semoga artikel ini membantumu ya.

    (elk/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kenapa Mobil Listrik Masih Pakai Aki Meski Sudah Punya Baterai?



    Jakarta

    Mobil listrik sudah dibekali baterai super besar untuk menyuplai tenaga ke motor penggeraknya. Meski begitu, mobil listrik ternyata tetap membutuhkan aki seperti di mobil konvensional. Lantas seperti apakah peran aki di mobil listrik?

    Praktisi otomotif sekaligus pemilik ACCU S.O.S, Edwin Wijaya, mengatakan, mobil listrik tetap membutuhkan aki 12 volt. Listrik arus lemah dari aki tetap dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem pencahayaan, pengontrol elektronik, termasuk untuk menjalankan perangkat multimedia.

    “Industri otomotif terus berubah, tetapi kebutuhan akan aki tetap ada. Bahkan, mobil listrik tetap membutuhkan aki untuk perangkat pendukungnya,” ungkap Edwin dalam keterangan resminya.


    Mengapa aki begitu penting? Aki adalah sumber energi utama yang mendukung komponen listrik kendaraan berfungsi optimal. Tanpa aki yang andal, perangkat vital seperti starter, lampu, dan sistem keamanan tidak dapat bekerja dengan baik. Selain itu, aki modern kini dirancang dengan teknologi lebih efisien, mendukung upaya global dalam menciptakan transportasi yang ramah lingkungan.

    Edwin juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait perawatan aki. Banyak pengguna kendaraan kurang memahami cara merawat aki supaya tetap awet.

    “Perawatan sederhana perlu dilakukan, seperti memeriksa kebersihan terminal aki atau memastikan tegangan listrik stabil, sehingga dapat memperpanjang usia pakai aki dan menjaga performa kendaraan,” tambahnya.

    “Dengan pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia, edukasi mengenai peran aki menjadi semakin relevan. Aki bukan hanya pendukung, tetapi bagian penting dari ekosistem kendaraan yang mendukung mobilitas ramah lingkungan. Inovasi dan edukasi terus menjadi kunci utama untuk memastikan keberlanjutan industri ini,” tukas dia.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com