Tag: UST

  • Nasib Aset Kripto LUNA 2.0 dan LUNC di Indonesia

    Pendiri Terra, Do Kwon, terus melakukan upaya memulihkan ekosistem Terra pasca kolapsnya Terra (LUNA) dan stablecoin algoritmik, USDTerra (UST) beberapa waktu. Salah satu upaya tersebut adalah dengan meluncurkan jaringan baru Terra pada tanggal 28 Mei 2022.

    Peluncuran jaringan baru Terra ini menjadi LUNA 2.0 (LUNA) yang membuat aset kripto Terra dan TerraUSD berubah ticker. Blockchain dan token Terra lama diubah menjadi Luna Classic (LUNC) dan UST Classic (USTC). Terbitnya, jaringan baru ini membuat sejumlah investor aset kripto di Indonesia bertanya akan nasib perdagangan LUNA 2.0 dan status airdrop mereka.

    Sejatinya, saat ini aset kripto LUNA 2.0 belum diperdagangkan atau listing di exchange lokal yang terdaftar resmi di Bappebti. Akibatnya pendistribusian airdrop sebagai kompensasi kepada jutaan holder dan komunitas pengembang yang terkena dampak dari keruntuhan Terra belum bisa direalisasikan sepenuhnya.

    Terra LUNA
    Ilustrasi Terra LUNA. Sumber: Beincrypto.

    Baca juga: Serangkaian Aksi dan Reaksi Dibalik Anjloknya UST dan Terra (LUNA)

    Government Relations Tokocrypto, Albert Endi, menjelaskan saat ini aset kripto LUNA 2.0 (LUNA) belum bisa diperdagangkan di Indonesia karena belum mendapatkan lisensi dari Bappebti. Ia juga menjelaskan saat ini Tokocrypto masih melakukan pengkajian mendalam terkait aspek fundamental terkait token LUNA sebelum bisa dilisting di platform.

    “Adanya usulan penambahan aset kripto, harus ada proses pengkajian terlebih dahulu. Sejak tanggal 27 Mei itu, Tokocrypto sedang mengkaji sedalam-dalamnya kripto LUNA 2.0 ini. karena seperti yang kita lihat tanggapan di media dan komunitas semua masih ragu dengan produk ini,” kata Endi saat berbicara di Twitter Space yang diadakan Tokocrypto pada Kamis (9/6) malam.

    Lebih lanjut, Endi mengatakan Tokocrypto selalu patuh dan tunduk pada peraturan mengenai perdagangan aset kripto di Indonesia. Oleh karena itu untuk memperdagangkan kripto LUNA 2.0 harus melalui persetujuan Bappebti. Perlindungan investor menjadi prioritas bagi Tokocrypto.

    “Kalo sekarang mengajukan, kami mesti yakin aset (LUNA 2.0) ini berguna di masa depan. Kita tidak mau nanti merugikan investor yang akhirnya memperdagangkan membeli dan sebagainya berinvestasi di LUNA ternyata tidak cukup kuat fundamentalnya,” jelasnya.

    Sementara, Tokocrypto mendukung migrasi dan pergantian ticker LUNA dan UST menjadi LUNC dan USTC. Pasangan perdagangan spot di-pairing dengan LUNA/BUSD dan UST/BUSD.

    Baca juga: Tragedi Terra (LUNA), UST dan Bitcoin: Raksasa BlackRock, Citadel dan Gemini Dalangnya?

    Hak Airdrop LUNA 2.0 Tetap Diberikan

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan Terra sudah menjalankan airdrop LUNA 2.0 sebagai kompensasi bagi investor yang terkena dampak dari keruntuhan jaringan. Airdrop dibagi menjadi dua kategori Pre-attack dan Post-attack.

    Airdrop LUNA yang baru memang ada sudah di-annouce oleh Terra Labs ada 2 kategori, ada Pre-attack (7 mei) dan Post-attact (27 mei). Para holder yang hold token LUNA lama di antara dua tanggal itu, bisa dapat airdrop defencing sebesar 30%, 70% akan defencing selama 2 tahun. Itu dikirim ke alamat wallet terakhir,” tutur Afid.

    Apa Itu Terra (LUNA) Crypto? Pengertian Untuk Pemula
    Ilustrasi aset kripto, Terra (LUNA).

    Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

    Melihat perkembangan yang ada saat ini, Afid mengatakan airdrop LUNA 2.0 belum bisa dilakukan di wallet akun Tokocrypto, karena aset kripto tersebut belum terdaftar di Bappebti. LUNA 2.0 masih menjalani pengkajian untuk memenuhi due diligence sebagai aset kripto terdaftar sesuai dengan Peraturan Bappebti No. 7 Tahun 2020 Tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

    Airdrop dan hak investor akan tetap diperjuangkan. Namun, benar tidak bisa diperdagangkan di Tokocrypto untuk saat ini karena belum legal terdaftar di Bappebti. Hak investor tetap tersalurkan menunggu kajian. Investor bisa melakukan withdraw atau wallet address lainnya di luar Tokocrypto untuk sementara,” tambah Endi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Market Kripto Belum Kondusif, Bitcoin Gagal Agresif

    Market aset kripto secara keseluruhan belum kondusif pada pekan terakhir Mei 2022. Sepanjang pekan ini, market bergerak bervariasi, tapi masih terjebak di zona merah atau cenderung bearish.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pasar kripto tampak belum bergairah pada pekan akhir Mei ini. 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap belum sukses melaju ke zona hijau dalam beberapa hari terakhir.

    “Kinerja buruk beberapa aset kripto pada pekan ini disebabkan oleh kondisi pasar yang kurang stabil. Hal itu tercermin dari penguatan nilainya yang cenderung tidak signifikan dan terkesan bikin laju harganya jalan di tempat. Kripto bisa melaju kencang asal volatilitas di pasar berisiko mereda dan prospek makroekonomi yang membaik,” kata Afid. 

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

    Afid melanjutkan sentimen negatif pasar yang belum mereda membuat harga Bitcoin gagal agresif. Nilai Bitcoin masih nyaman berada di level terendah sekitar $ 28.000 dan belum bisa naik, karena selama dua minggu terakhir BTC diperdagangkan dalam kisaran harga $ 30.000.

    “Bitcoin tidak bisa stabil sampai Wall Street terlihat tenang. Namun, hal itu tampaknya tak akan terlihat dalam jangka waktu dekat. Dari analisis teknikalnya, BTC akan naik dari level oversold yang dapat mengindikasikan fase pemulihan singkat,” jelasnya.

    Baca juga: Binance dan Bursa Besar Lainnya Dukung Peluncuran Terra 2.0

    Kabar menarik pada pekan ini datang dari Terralabs Form, perusahaan yang bertanggung jawab atas Terra Blockchain (LUNA) siap untuk memperbarui jaringan dan menerbitkan koin baru untuk ekosistemnya. Setelah melewati proses voting, akhirnya Terra mencapai persetujuan dengan para investor LUNA untuk membuat blockchain baru. 

    Dalam jaringan baru nanti, UST tidak akan ada lagi karena Terra tidak memiliki stablecoin lagi. Kemudian, blockchain dan koin yang Terra lama diubah menjadi Terra Classic dengan koin Luna Classic (LUNC) dan UST Classic (USTC). 

    Apa Itu Terra (LUNA) Crypto? Pengertian Untuk Pemula
    Ilustrasi aset kripto, Terra (LUNA).

    “Blockchain baru Terra ini menjadi babak baru. Semua akan dimulai dari awal di mana eksositem akan dibentuk kembali. Menarik untuk melihat sentimen pasar terhadap keputusan Terra ini,” ungkap Afid.

    Kabar peluncuran ini nampaknya mendapatkan tanggapan positif, karena untuk mengenalkan koin baru, Terra pun bersiap melaksanakan airdrop atau pembagian koin LUNC secara gratis. Untuk migrasi dan pergantian ticker LUNA & UST menjadi LUNC & USTC di Tokocrypto bisa simak di link ini.

    Baca juga: Trader Wajib Tahu! Begini Penjelasan tentang Flag Pattern



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apakah Do Kwon Layak Dipenjara atas Keruntuhan Terra LUNA

    Tanggal 9 Mei 2022 adalah waktu yang akan tercatat dalam sejarah industri aset kripto. Di mana tanggal tersebut merupakan hari dimulainya kehancuran sebuah bulan yang sebelumnya sempat bersninar terang di pasar kripto. 

    Tanggal tersebut menjadi penanda awal jaringan Terra runtuh berserta semua ekosistemnya. Stablecoin UST yang sebelumnya diagung-agungkan sebagai koin stabil paling “canggih” hancur berkeping-keping. UST jauh kehilangan pasaknya dari nilai dollar AS. 

    Keruntuhan Terra bisa disebut sebagai salah satu bencana terbesar di industri kripto. Banyak orang yang kehilangan uangnya. Investor kecil hingga kakap pun sama-sama gigit jari. Dan yang tak kalah penting, kehancuran Terra menggerus kepercayaan pasar pada industri yang baru saja berkembang ini. 

    LUNA/USDT 1 day. Tradingview
    Analisis teknikal Terra (LUNA).

    Lantas, apakah yang dilakukan oleh developer Terra adalah tindakan kriminal atau sebuah penipuan. Atau hal tersebut merupakan sebuah keteledoran sebuah jaringan?

    Perlu sebuah kajian hukum yang mendalam untuk mengkategorikan apakah kasus Terra ini adalah sebuah penipuan yang layak dipidanakan atau mungkin hal ini merupakan ketelodran yang menjadikan jaringan mereka rusak. 

    Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

    Namun, banyak pihak terutama investor dan ritel telah menyeret kasus ini ke ranah pidana. Pendiri Terra Do Kwon mendapat kritkan tajam dan dilaporkan ke penegak hukum, terutama oleh masyarakat Korea Selatan–di mana Do Kwon berdomisili.

    Dikutip dari Decrypt, seorang profesor hukum dan mantan jaksa yang berspesialisasi dalam kejahatan kerah putih Randall Eliason, mengatakan, untuk menjatuhkan klaim bahwa Do Kwon dan developer Terra telah melakukan penipuan, diperlukan bukti-bukti yang cukup. Dan menurutnya, hal tersebut bukanlah hal yang mudah. 

    Eliason pun membandingkan kasus Terra ini dengan penyebab krisis tahun 2008. Di mana saat itu sebuah bank terbesar Amerika Serikat, Lehman Brother, bangkrut dan mengakibatkan pasar keuangan jatuh dan menjalar pada krisis keuangan ke hampir seluruh dunia. 

    Eliason mengatakan, dalam kasus tersebut tidak ada yang dipenjara seoarang pun meski telah  menyebabkan krisis keuangan 2008. Menurutnya, kasus tersebut lebih pada kesembronoan lembaga.

    Namun, ini tidak berarti, bahwa Kwon akan lolos dari tuntutan pidana. Penegak hukum masih bisa menyelidiki kasus ini lebih dalam lagi. Karena, dari beberapa isu yang mencuat, terdapat masalah pada platform investasi Terra, Anchor, yang menjanjikan pengembalian yang dijamin sebesar 20%. Meski, jumlah pengembalian  ini masih sangat masuk akal di dunia crypto.

    Selemah-lemahnya, komunitas kripto hisa mengharapkan badan pengatur non-kriminal seperti SEC untuk menindak Kwon dengan semua yang mereka miliki dalam hal denda dan hukuman profesional. 

    Ini adalah konsekuensi  yang nampaknya lebih adil, bahwa Kwon akan dilarang dari segala jenis perusahaan yang terkait dengan sekuritas di AS, dan bahwa ia akan menghindari menginjakkan kaki di tanah Amerika di masa mendatang.

    Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB)?

    Sistem Jaringan Terra Mempunyai Kelemahan Fatal

    Kehancuran Terra dan jatuhnya harga UST dan LUNA lebih pada kelemahan jaringan yang sangat fatal. Hal tersebut dikatakan oleh seorang developer blockchain sekaligus CTO Ansvia dan Founder Rantai Nusantara Foundation, Robin Syihab

    Robin dalam utasnya di Twitter mengatakan, bahwa sistem jaringan di Terra mempunyai celah yang dapat “dipermainkan” oleh entitas yang mempunyai jumlah token UST dalam jumlah besar. 

    Selama beroperasi, Terra disokong oleh sejumlah entitas venture capital. Di mana para VC ini yang memodali jaringan Terra untuk menjalankan skema algoritmik bagi stablecoin mereka.

    Robin menduga, kehancuran jaringan ini dilakukan oleh seseorang atau sekelompok dengan menggunakan gaya serangan George Soros yang pernah membuat krisis moneter di Asia termasuk Indonesia pada tahun 1998.

    “Selain bisa menghancurkan sistem Terra LUNA serangan ala George Soros juga bisa menguntungkan penyerangnya,” tulis Robin. 

    Kendati demikian, kasus ambruknya Terra menjadi sebuah pelajaran yang penting bagi komunitas kripto. Dan menjadi tantangan bagi sebuah regulasi yang adil bagi para investor maupun pengembang proyek. 

    DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

    Baca juga: Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

    Sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Terra LUNA Korsel Mencapai 280 Ribu Orang

    Investor Terra LUNA Korea Selatan diperkirakan mencapai 280 ribu orang dengan total kepemilikan 70 miliar LUNA. Sejauh ini baru sekitar 5 orang melaporkan lewat kantor pengacara LKB & Partners.

    Hal itu ditulis dalam tajuk rencana (editorial) kantor berita Korsel, Yon Hap, Kamis (19/5/2022), berdasarkan catatan Financial Services Commission (FSC). Komisi ini setara dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia.

    Tajuk rencana sebuah media mencerminkan keluasan dan dampak sebuah peristiwa terhadap publik. Dalam hal ini kasus Terra LUNA sejatinya merugikan jutaan warga di banyak negara, termasuk di Korea Selatan sendiri, karena harga kripto itu sempat masuk ke titik nol beberapa hari lalu.

    “Otoritas keuangan Korea Selatan mengatakan ada sekitar 280.000 investor lokal, diyakini memegang sekitar 70 miliar LUNA,” sebut media itu, ditulis oleh Kim Han-joo.

    Salah satu puncak kekisruhan parah ini adalah ketika hari ini Kantor Pengacara ternama, LKB & Partners atas nama sejumlah klien mereka, melaporkan Do Kwon dan Daniel Shin dan Perusahaan yang didirikannya, Terraform Labs, kepada Kantor Kejaksaan Distrik Selatan di Seoul.

    Baca juga: Jadi, Crypto Halal atau Haram? Ketahui Selengkapnya Berikut!

    Investor Terra LUNA Korsel Rugi US$1,1 Juta

    Menurut juru bicara tim pengacara, sejauh ini mereka mewakili 5 orang investor Terra LUNA dengan total kerugian mencapai 1,4 miliar won ($ 1,1 juta). Para korban menduga para tergugat melakukan penipuan dan melanggar undang-undang tentang penggalangan dana (crowdfunding). Bahkan pengacara mengakui ada investor dari negara lain, seperti Amerika Serikat dan Italia.

    “Do Kwon dan rekan pendiri Terraform Labs lainnya memberikan informasi tak benar tentang kesalahan algoritma di LUNA dan UST yang berdampak pada jatuhnya harga. Bahkan perusahaan terlibat dalam skema investasi yang menjanjikan keuntungan hingga 19,4 persen per tahun. Kami dan klien kami menilai itu sebagai bentuk penipuan,” kata kantor pengacara itu dalam siaran pers.

    Do Kwon mendirikan Terraform Labs bersama Daniel Shin (pendiri TMON) pada tahun 2018 di Korea Selatan dan punya entitas serupa di Singapura, termasuk Luna Foundation Guard (LFG).

    Baca juga: Bos Penerbit USDC: Kami Sudah Ramalkan Keruntuhan Terra LUNA dan UST

    Beberapa hari lalu beredar dokumen yang tampk asli yang disebut-sebut sebagai bukti bahwa Terraform Labs sudah membubarkan diri pada 30 April 2022 lalu, berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham. Pada awal Mei 2022, pihak Pengadilan Tinggi di Seoul sudah mengesahkannya pembubaran itu.

    Sebelumnya, seorang pria di Seoul menyerahkan diri kepada polisi. Ia mengaku dirinyalah yang datang ke rumah Do Kwon dan bertanya kepada istrinya di mana Do Kwon berada. Ia juga sempat menyatroni rumah itu sehari sesudahnya. Dia mengaku adalah investor LUNA yang rugi setara puluhan miliar rupiah.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Founder Coinmetrics: Stablecoin Tetap Kuat, Kecuali UST

    Stablecoin dianggap sebagai inovasi terkuat di dunia crypto karena memberikan kemampuan desentralisasi dari sisi transaksi. 

    Pernyataan tersebut dituturkan oleh Nic Carter, Pendiri Coinmetrics dan Petinggi Castle Island Ventures dalam acara Permissionless oleh Blockworks. 

    Acara Permissionless Bahas Stablecoin 

    Ia menyatakan pandangannya dengan menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa memberikan apa yang diberikan oleh inovasi stablecoin.

    Pernyataan ini disampaikan dengan adanya beberapa petinggi di dunia crypto seperti 

    Kepala Bidang CBDC Visa, Catherine Gu, Developer Utama MakerDAO Sam MacPherson, Pendiri Frax Sam Kazemian.

    Acara ini juga seharusnya menyambut CEO Terra, Do Kwon terkait kasus stablecoin yang sedang ramai, tapi ia tidak hadir. 

    Perbincangan ini juga menyangkut kondisi USTerra atau UST yang sedang turun jauh di bawah $1 menjadi sekitar $ 0,1 keluar dari statusnya sebagai stablecoin

    Menanggapi kondisi ini banyak stablecoin yang juga terimbas sentimen negatif, tapi satu stablecoin berdiri kuat yaitu USDC. Circle, perusahaan yang bertanggung jawab atas USDC menyatakan, 

    “Cara kerja kami sangat membosankan, sistemnya sangat mudah, terdasari uang fiat. Pengguna memberi 1 Dolar Amerika, kita memberi 1 USDC dan sebaliknya.”

    Pendiri Coinmetrics, NIC CARTER

    USDC menjadi salah satu topik yang dibahas dalam acara ini karena perbedaannya yang sangat drastis dengan UST dari Terra. 

    Sebab untuk sistem USDC stablecoin-nya adalah stablecoin tradisional tapi UST menggunakan sistem stablecoin algoritma. 

    Stablecoin tradisional adalah stablecoin yang didasari uang fiat sedangkan stablecoin algoritma didasari oleh token atau koin yang terikat dengannya dari sisi nilai. 

    Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

    Kehancuran Terra Sudah Diprediksi 

    Nic Carter juga menyatakan bahwa Terra adalah sebuah proyek yang sudah diprediksi akan hancur dalam jangka panjang. Ia menyatakan, 

    “Luna Terra jelas adalah sebuah bom waktu di dunia crypto, jelas sekali proyek yang paling rentan.”

    Pendiri Coinmetrics, NIC CARTER

    Carter menyatakan bahwa Terra adalah sebuah sistem keuangan yang sangat teledor dari sisi infrastrukturnya dan menganggap bahwa kehancurannya sudah dapat diprediksi sejak lama bagi yang memiliki “pandangan jernih”.

    Ia menambahkan bahwa sistem algoritma UST membuatnya rumit bahkan terlalu rumit dan sulit dimengerti oleh para investor yang tertarik.  

    Selain itu Carter juga menambahkan bahwa mekanisme ini tidak pernah dikoreksi karena Do Kwon sangat agresif dan aktif di Twitter, membuat investor jengkel saat memberi kritik. 

    “Investor tidak bisa memberi kritik terhadap UST karena Do Kwon sangat vokal di Twitter. Terdapat kondisi dimana kritik menjadi sebuah hal yang menyinggung bagi komunitas Terra, jadi besar insentifnya untuk tidak memberi kritik ke Terra.” 

    Pendiri Coinmetrics, NIC CARTER

    MacPherson, developer utama dari MakerDAO juga setuju dengan pernyataan tersebut dimana Terra dianggap olehnya sebagai proyek yang teledor sejak awal berdiri. 

    Ia juga menambahkan bahwa kasus UST membuat adanya kebutuhan yang tinggi terkait penjagaan nilai stablecoin berdasarkan nilai uang fiat asli yang ada di dana cadangan penerbit. 

    MacPherson juga menyinggung DAI yang memiliki cadangan 1,64 kali dari stablecoin yang diterbitkannya sehingga dianggap sebagai stablecoin yang aman. 

    DAI juga diangkat dalam perbincangan tersebut karena sebelumnya Do Kwon menyinggung DAI dan berjanji untuk mematikan proyek tersebut. 

    Terlihat bahwa saat ini DAI masih hidup dan UST mati yang juga menjadi salah satu topik hangat di dunia crypto saat ini. 

    Baca juga: 3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih

    Masih Menjadi Inovasi Terkuat Crypto

    Dalam acara tersebut, perwakilan dari Visa, Catherine Gu, juga menyatakan pendapatnya terkait kasus Terra.

    Ia menyatakan bahwa Visa menginginkan kegunaan yang unik dari stablecoin dan fokus Visa saat ini memang masih hanya di stablecoin yang didasari fiat. Gu menyatakan:

    “Kita harus memikirkan tentang pembentukan proyek crypto yang ada saat ini karena adanya standar keamanan merupakan hal yang penting untuk konsumen, investor ritel, dan institusi. Penting untuk tau proses audit dari stablecoin dan bagaimana mereka menguji kestabilan stablecoin tersebut.” 

    Kepala Bidang CBDC Visa, Catherine Gu

    Selain itu Gu juga menggarisbawahi bahwa banyak institusi yang saat ini lebih percaya terhadap CBDC atau mata uang digital bank sentral, dibandingkan stablecoin.  

    MacPherson dari MakerDAO juga menyetujui pandangan positif terhadap stablecoin dengan menyatakan bahwa jika CBDC masuk ke blockchain terbuka maka bisa menjadi stablecoin yang lebih aman. 

    Reginatto dari Circle, perusahaan terkait USDC memiliki tanggapan yang berbeda. Ia menyatakan bahwa bank sentral akan kesulitan jika diberi tanggung jawab mengendalikan fiat di blockchain karena sistemnya yang berbeda dan lebih rumit.

    Ia juga berargumen bahwa sistem antara CBDC dan stablecoin itu berbeda dimana CBDC bersifat terpusat dan stablecoin tidak terpusat serta transparan. 

    Namun kritik terkait CBDC datang dari Nic Carter yang menyatakan bahwa stablecoin lebih mendukung konsumen. Ia menyatakan: 

    Stablecoin adalah inovasi terkuat dari crypto sejauh ini, tidak ada perbandingannya. Stablecoin bertanggung jawab atas transisi autonomi transaksi yang besar di dunia keuangan saat ini.” 

    Pendiri Coinmetrics, NIC CARTER

    Carter menambahkan bahwa CBDC tidak bisa memberikan transparansi dan sifat anonim yang datang dari CBDC.  

    Jadi ia percaya bahwa walau sekarang terjadi kekacauan di sekitar stablecoin, dengan adanya infrastruktur dan sistem audit yang tepat, maka stablecoin akan tetap kuat sebagai produk utama dunia crypto

    Baca juga: Mendag Rusia Akan Melegalkan Perdagangan Kripto

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Serangkaian Aksi dan Reaksi Dibalik Anjloknya UST dan Terra (LUNA)

    TerraUSD (UST) dan koin pendukungnya, LUNA, menuai aksi jual besar-besaran. Harga UST terjun payung dan seperti terlepas bebas dari dolar yang membuatnya hanya bernilai sebesar $ 0,67, pada Selasa (10/5). Akibat dari kemerosotan harganya, maka nilai kapitalisasi pasarnya pun ikut anjlok.

    Kapitalisasi UST telah jauh melampaui LUNA. Pada saat penulisan, kapitalisasi pasar UST mencapai $ 13,9 miliar dengan harga $ 0,57, Sementara harga pasar LUNA terjun ke $ 6,30. Berdasarkan laporan CoinGecko, hal ini menyebabkan likuidasi besar-besaran hingga menurunkan kapitalisasi pasarnya menjadi $ 4 miliar saja.

    Jika kapitalisasi LUNA lebih rendah dari UST, maka ada kemungkinan dana untuk proyek Terra tidak cukup mendukung nilai stablecoin algoritmiknya. Bahkan, benar-benar tidak cukup kuat untuk mempertahankan pasaknya. 

    Luna Foundation Guard (LFG) sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk memastikan UST tetap bertahan, mengaku telah melakukan upaya untuk mengatasai situasi ini agar bias mengembalikan stablecoin ke $ 1. Strategi mereka dalam mengakuisisi Bitcoin untuk menjamin UST nampaknya belum cukup memberikan dampak yang positif. 

    aset kripto Terra (LUNA)
    Ilustrasi aset kripto Terra (LUNA).

    Baca juga: Jajal Web3, Google Akan Saingi Amazon dan Microsoft

    Jumat (6/5) lalu terjadi penarikan besar-besaran di Anchor Protocol (ANC) yang menyebabkan saldonya terus menukik. Sejumlah besar UST telah pergi dan dianggap telah menemukan jalan mereka ke bursa yang lain. Sampai di sini, timbul pertanyaan, apakah algoritmik Terra gagal?

    Penurunan Harga Stablecoin UST

    Menurut riset whale yang membuang UST sebesar $ 285 pada hari Sabtu (7/5) lalu, yang kemudian berdampak pada penurunan harga stablecoin ke $ 0,98. Aksi itu juga berdampak pada LUNA yang turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir, yaitu sebesar $61. Pada saat itu, harga Luna berada di $ 6,30-an.

    Sehingga pada hari Senin (9/5), LFG mengerahkan BTC senilai $ 1,5 miliar sebagai saranan likuiditas untuk kebutuhan ekosistem. LFG meminjamkan koin ke Trading Firms untuk melindungi pasak UST dan 750 juta token UST untuk mengakumulasi BTC.

    Kemampuan Bitcoin dalam mendukung stablecoin tengah diuji, meski akhir-akhir ini nilai Bitcoin sendiri juga ikut turun. Sementara, LFG terus menerus mengutak-atik UST dan menyulut kemarahan para pendukung desentralisasi. Seperti tweet dari salah satu pemimpin Flashboys.net, Hasu, yang mengatakan, “saya tidak ingin orang menyebut UST terdesentralisasi lagi.”

    aset kripto TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA)
    aset kripto TerraUSD
    (UST) dan Terra (LUNA).

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 11 Mei 2022: Investor Panik, Tren Bearish Lanjut

    Binance Sempat Tangguhkan Transaksi LUNA

    Kondisi ini semakin diperparah dengan keputusan Binance yang menangguhkan sementara penarikan LUNA dan UST. Binance mejelaskan bahwa penangguhan ini disebabkan oleh tingginya penarikan yang tertunda karena jaringan yang lambat dan macet. 

    “Binance akan membuka kembali penarikan untuk token ini setelah jaringan stabil dan volume penarikan yang tertunda berkurang,” kata Binance. 

    Penangguhan ini terjadi setelah turunnya harga kedua koin tersebut. Penurunan harga terjadi karena ulah yang disebut-sebut para anggota sebagai ‘serangan terkoordinasi’. 

    Sementara itu, pendiri Terra, Do Kwon, nampaknya tidak terganggu dengan gejolak harga ini. Lantaran Kwon diketahui men-tweet, “Menyebarkan lebih banyak modal yang mantap.”

    Tetapi nyatanya pada hari Selasa kemarin, LFG memindahkan 42.500 koin ke berbagai tujuan, termasuk ke crypto exchange OKX, dan Kwon belum men-tweet apa-apa lagi setelahnya.

    Hari ini, Dia men-tweet adanya rencana atau upaya untuk melakukan pemulihan terhadap UST untuk menjadi peg lagi UST/USDT=$ 1.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Doa Khitanan, Dibaca Saat Anak Sunat agar Dilancarkan Prosesnya


    Jakarta

    Khitan atau sunat merupakan suatu tindakan dianjurkan agama yang memotong bagian ujung depan alat kemaluan pria karena mempunyai berbagai manfaat kesehatan. Sebelum melakukan sunat ada baiknya anak tersebut membaca doa khitan, agar mendapatkan keberkahannya.

    Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam musnadnya dari Ammar bin Yasir bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    مِنَ الْفِطْرَةِ : الْمَضْمَضَةُ وَالْإِنْتِنْشَاقُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَالسِّوَاكُ وَتَقْلِيمُ الْأَظَافِرِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَالإِسْتِحْدَادُ


    وَالْإِخْتِتَانُ.

    Artinya: “Di antara fitrah adalah: berkumur, menghirup air dengan hidung, mencukur kumis, membersihkan gigi, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu- bulu yang tumbuh di sekitar kemaluan dan khitan.” (HR. Ahmad).

    Dan diriwayatkan dalam ash-Sahihain dari Abu Hurairah RA Rasulullah SAW bersabda:

    الْفِطْرَةُ خَمْسٌ : اَلْخِتَانُ وَالإِسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ

    وَتَقْلِيمُ الْأَظَافِرِ وَنَتْفُ الْأَبَاطِ.

    Artinyaa: “Fitrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu-bulu yang tumbuh di sekitar kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari Muslim).

    Doa Khitan

    Mengutip buku Doa-doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya karya Aulia Fadhli inilah doa khitan /sunat:

    اللَّهُمَّ وَفِّقْنَا لِاجْتِلَابِ الْفَضَائِلِ وَجَنِّبْنَا عَنِ اقْتِرَاحِ الرَّذَائِلِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِعْذَارَنَا وَسَلَّمْ أُمُوْرَنَا وَصَحِحْ مَخْتُوْنَنَا وَاقْضِ دُيُونَنَا وَبَلِّغْ آمَالَنَا وَوَسِعْ أَرْزَاقَنَا بِجُودِكَ يَا جَوَّادُ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ وَالْعَافِيَةَ عَلَيْنَا وَعَلَى الْحُجَّاجِ وَالْغُزَاةِ وَالْمُسَافِرِيْنَ مِنْ أُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْمَعِينَ فِي بَرِكَ وَبَحْرِكَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ يَا نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Arab-latin: Allaahumma waffiqnaa lijtilaabil fadhaaili wajan- nibna ‘aniqtiraahir radzaail. Rabbanaa taqabbal minnaa I’dzaaranaa wa sallim umuuranaa wa shahhih makhtuuna- naa waqdhi duyuunanaa waballigh aamaalanaa wawassi’ arzaaqanaa bijuudika yaa jawwaad. Allaahumma innan nas alukas salaamata wal ‘aafiyata ‘alainaa wa ‘alal hujjaaji wal- ghuzaati wal musaafiriina min ummati sayyidinaa Muham- madin Shallallaahu ‘alaihi wa sallama ajma’iina fii barrika wabahrika innaka ‘alaa kulli syai in qadiir. Yaa ni’mal mau- laa wa ni’man nashiir. Subhaanaka rabbika rabbil ‘izzati ‘am- maa yashifuun. Wasalaamun ‘alal mursaliin walhamdulillahi rabbil ‘aalamiin.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami pertolongan untuk meraih nilai-nilai keutamaan, dan hindarkanlah kami dari melakukan perilaku-perilaku yang hina. Wahai Tuhan kami, terimalah walimah khitan (I’dzar) kami ini, selamatkanlah urusan- urusan kami, capaikanlah harapan-harapan kami, dan lapangkanlah rezeki-rezeki kami, dengan kemurahan-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pemurah. Ya Allah, sungguh kami memohon kepadaMu kesejahteraan dan keselamatan untuk kami, untuk para jamaah haji, untuk prajurit di medan perang, dan untuk para musafir dari umat Muhammad pemimpin kami Rasulullah SAW, semuanya, baik yang berada di daratan maupun dilautan. Sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai yang mempunyai keagungan dari sifat yang mereka (orang-orang kafir) tuduhkan. Keselamatan atas para utusan dan segala puji bagi Allah, Tuhan segala alam.”

    Tujuan Khitan

    Sementara itu, dilansir buku Doa & Dzikir untuk Ibu Hamil karya Ust. K. Akbar Saman tujuan dianjurkannya khitan bagi umat Islam adalah membersihkan najis yang berada di bawah kulit qulfah yang timbul sesudah buang air kecil.

    Manfaat Khitan

    Ilmuwan bernama Dr. Shobri al-Qabaani dalam bukunya “Hayaatunal Jinsiyyah” menjelaskan mengenai beberapa manfaat khitan.

    1. Dengan dipotongnya qulfah (kulit zakar), seseorang akan menjadi bersih, terhindar dari keringat berminyak dan air kencing yang mengendap, sehingga akan menimbulkan kotor dan penyakit gangguan saluran kencing dan pembusukan.

    2. Dengan dipotongnya kulit zakar, seseorang akan terhindar dari gangguan hasyafah (kepala zakar) ketika ereksi..

    3. Khitan memperkecil kemungkinan terjangkitnya penyakit kanker. Pada umumnya, orang yang terjangkit kanker disebabkan kulupnya sempit.

    4. Jika kita mempercepat khitan seorang anak, berarti menjauhkan anak tersebut dari ngompol pada malam hari.

    5. Khitan dapat memudahkan menyalurkan kebutuhan biologis bagi orang dewasa.

    6. Dengan khitan, kemaluan menjadi bersih, suci, indah, bagus rupa, dan meluruskan syahwat.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com