Tag: USTC

  • Nasib Aset Kripto LUNA 2.0 dan LUNC di Indonesia

    Pendiri Terra, Do Kwon, terus melakukan upaya memulihkan ekosistem Terra pasca kolapsnya Terra (LUNA) dan stablecoin algoritmik, USDTerra (UST) beberapa waktu. Salah satu upaya tersebut adalah dengan meluncurkan jaringan baru Terra pada tanggal 28 Mei 2022.

    Peluncuran jaringan baru Terra ini menjadi LUNA 2.0 (LUNA) yang membuat aset kripto Terra dan TerraUSD berubah ticker. Blockchain dan token Terra lama diubah menjadi Luna Classic (LUNC) dan UST Classic (USTC). Terbitnya, jaringan baru ini membuat sejumlah investor aset kripto di Indonesia bertanya akan nasib perdagangan LUNA 2.0 dan status airdrop mereka.

    Sejatinya, saat ini aset kripto LUNA 2.0 belum diperdagangkan atau listing di exchange lokal yang terdaftar resmi di Bappebti. Akibatnya pendistribusian airdrop sebagai kompensasi kepada jutaan holder dan komunitas pengembang yang terkena dampak dari keruntuhan Terra belum bisa direalisasikan sepenuhnya.

    Terra LUNA
    Ilustrasi Terra LUNA. Sumber: Beincrypto.

    Baca juga: Serangkaian Aksi dan Reaksi Dibalik Anjloknya UST dan Terra (LUNA)

    Government Relations Tokocrypto, Albert Endi, menjelaskan saat ini aset kripto LUNA 2.0 (LUNA) belum bisa diperdagangkan di Indonesia karena belum mendapatkan lisensi dari Bappebti. Ia juga menjelaskan saat ini Tokocrypto masih melakukan pengkajian mendalam terkait aspek fundamental terkait token LUNA sebelum bisa dilisting di platform.

    “Adanya usulan penambahan aset kripto, harus ada proses pengkajian terlebih dahulu. Sejak tanggal 27 Mei itu, Tokocrypto sedang mengkaji sedalam-dalamnya kripto LUNA 2.0 ini. karena seperti yang kita lihat tanggapan di media dan komunitas semua masih ragu dengan produk ini,” kata Endi saat berbicara di Twitter Space yang diadakan Tokocrypto pada Kamis (9/6) malam.

    Lebih lanjut, Endi mengatakan Tokocrypto selalu patuh dan tunduk pada peraturan mengenai perdagangan aset kripto di Indonesia. Oleh karena itu untuk memperdagangkan kripto LUNA 2.0 harus melalui persetujuan Bappebti. Perlindungan investor menjadi prioritas bagi Tokocrypto.

    “Kalo sekarang mengajukan, kami mesti yakin aset (LUNA 2.0) ini berguna di masa depan. Kita tidak mau nanti merugikan investor yang akhirnya memperdagangkan membeli dan sebagainya berinvestasi di LUNA ternyata tidak cukup kuat fundamentalnya,” jelasnya.

    Sementara, Tokocrypto mendukung migrasi dan pergantian ticker LUNA dan UST menjadi LUNC dan USTC. Pasangan perdagangan spot di-pairing dengan LUNA/BUSD dan UST/BUSD.

    Baca juga: Tragedi Terra (LUNA), UST dan Bitcoin: Raksasa BlackRock, Citadel dan Gemini Dalangnya?

    Hak Airdrop LUNA 2.0 Tetap Diberikan

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan Terra sudah menjalankan airdrop LUNA 2.0 sebagai kompensasi bagi investor yang terkena dampak dari keruntuhan jaringan. Airdrop dibagi menjadi dua kategori Pre-attack dan Post-attack.

    Airdrop LUNA yang baru memang ada sudah di-annouce oleh Terra Labs ada 2 kategori, ada Pre-attack (7 mei) dan Post-attact (27 mei). Para holder yang hold token LUNA lama di antara dua tanggal itu, bisa dapat airdrop defencing sebesar 30%, 70% akan defencing selama 2 tahun. Itu dikirim ke alamat wallet terakhir,” tutur Afid.

    Apa Itu Terra (LUNA) Crypto? Pengertian Untuk Pemula
    Ilustrasi aset kripto, Terra (LUNA).

    Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

    Melihat perkembangan yang ada saat ini, Afid mengatakan airdrop LUNA 2.0 belum bisa dilakukan di wallet akun Tokocrypto, karena aset kripto tersebut belum terdaftar di Bappebti. LUNA 2.0 masih menjalani pengkajian untuk memenuhi due diligence sebagai aset kripto terdaftar sesuai dengan Peraturan Bappebti No. 7 Tahun 2020 Tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

    Airdrop dan hak investor akan tetap diperjuangkan. Namun, benar tidak bisa diperdagangkan di Tokocrypto untuk saat ini karena belum legal terdaftar di Bappebti. Hak investor tetap tersalurkan menunggu kajian. Investor bisa melakukan withdraw atau wallet address lainnya di luar Tokocrypto untuk sementara,” tambah Endi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Market Kripto Belum Kondusif, Bitcoin Gagal Agresif

    Market aset kripto secara keseluruhan belum kondusif pada pekan terakhir Mei 2022. Sepanjang pekan ini, market bergerak bervariasi, tapi masih terjebak di zona merah atau cenderung bearish.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pasar kripto tampak belum bergairah pada pekan akhir Mei ini. 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap belum sukses melaju ke zona hijau dalam beberapa hari terakhir.

    “Kinerja buruk beberapa aset kripto pada pekan ini disebabkan oleh kondisi pasar yang kurang stabil. Hal itu tercermin dari penguatan nilainya yang cenderung tidak signifikan dan terkesan bikin laju harganya jalan di tempat. Kripto bisa melaju kencang asal volatilitas di pasar berisiko mereda dan prospek makroekonomi yang membaik,” kata Afid. 

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

    Afid melanjutkan sentimen negatif pasar yang belum mereda membuat harga Bitcoin gagal agresif. Nilai Bitcoin masih nyaman berada di level terendah sekitar $ 28.000 dan belum bisa naik, karena selama dua minggu terakhir BTC diperdagangkan dalam kisaran harga $ 30.000.

    “Bitcoin tidak bisa stabil sampai Wall Street terlihat tenang. Namun, hal itu tampaknya tak akan terlihat dalam jangka waktu dekat. Dari analisis teknikalnya, BTC akan naik dari level oversold yang dapat mengindikasikan fase pemulihan singkat,” jelasnya.

    Baca juga: Binance dan Bursa Besar Lainnya Dukung Peluncuran Terra 2.0

    Kabar menarik pada pekan ini datang dari Terralabs Form, perusahaan yang bertanggung jawab atas Terra Blockchain (LUNA) siap untuk memperbarui jaringan dan menerbitkan koin baru untuk ekosistemnya. Setelah melewati proses voting, akhirnya Terra mencapai persetujuan dengan para investor LUNA untuk membuat blockchain baru. 

    Dalam jaringan baru nanti, UST tidak akan ada lagi karena Terra tidak memiliki stablecoin lagi. Kemudian, blockchain dan koin yang Terra lama diubah menjadi Terra Classic dengan koin Luna Classic (LUNC) dan UST Classic (USTC). 

    Apa Itu Terra (LUNA) Crypto? Pengertian Untuk Pemula
    Ilustrasi aset kripto, Terra (LUNA).

    “Blockchain baru Terra ini menjadi babak baru. Semua akan dimulai dari awal di mana eksositem akan dibentuk kembali. Menarik untuk melihat sentimen pasar terhadap keputusan Terra ini,” ungkap Afid.

    Kabar peluncuran ini nampaknya mendapatkan tanggapan positif, karena untuk mengenalkan koin baru, Terra pun bersiap melaksanakan airdrop atau pembagian koin LUNC secara gratis. Untuk migrasi dan pergantian ticker LUNA & UST menjadi LUNC & USTC di Tokocrypto bisa simak di link ini.

    Baca juga: Trader Wajib Tahu! Begini Penjelasan tentang Flag Pattern



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Proposal Pemulihan Terra Telah Disetujui dengan Memiliki 65% Suara

    Akhirnya, setelah melalui masa voting beberapa hari, proposal pemulihan Terra secara resmi telah disetujui, dengan mendapatkan 65% suara yang mendukung, mengatakan “Ya.”

    Ekosistem baru yang dijuluki Terra 2.0 ini akan secara resmi diluncurkan pada 27 Mei atau hari ini, yang tentu sangat diharapkan mampu membawa kabar pemulihan yang layak dan tepat bagi ekosistem.

    Baca juga: Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

    Berikut laporan resmi dari salah satu akun sosial media Terra:

    “Proposal tata kelola Terra No. 1623 untuk mengganti nama jaringan yang ada Terra Classic (LUNC), dan kelahiran kembali Terra blockchain (LUNA) baru telah resmi disahkan!”

    Proposal ini akan membuat pengembang melakukan forking pada jaringan Terra, untuk menghadirkan blockchain Terra baru dan token LUNA baru.

    Baca juga: Inilah 4 Cara Orang Kaya Menghasilkan Pendapatan Pasif

    Sementara, jaringan blockchain lama akan disebut Terra Classic, dan token LUNA yang lama akan disebut Terra Classic, dengan simbol LUNC. Ini tepatnya telah didukung oleh suara sebanyak 65,50%.

    Tentu saja, investor sangat bersemangat dengan ini, yang juga mendapatkan dukungan dari pertukaran crypto, Binance dalam upaya pemulihan ekosistem ini.

    Meski secara jelas belum terlihat, apakah pembaruan ini hanya akan baik bagi LUNA yang baru, atau juga akan baik bagi UST dan LUNC, tetapi ini terlihat masih lebih baik dibandingkan hanya diam saja dan melihat ekosistem mati dan investor yang terbengkalai.

    Dalam proposal, para pemegang UST dan LUNC akan mendapatkan token LUNA dalam hitungan porsi, melalui skema airdrop, dengan perhitungan yang berbeda, terlebih bagi pemegang yang sudah HODL sejak sebelum dan sesudah crash terjadi.

    Do Kwon dan tim kini tengah dalam sorotan, bukan hanya karena proposal pemulihan, tetapi juga dari pantauan regulator setempat yang begitu terarah pada mereka. Kejatuhan LUNA dan UST telah memakan banyak korban lokal di Korea Selatan.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Koin LUNA “Untracked”, Coinmarketcap Alihkan Laman ke Terra 2.0

    Harga koin LUNA hari ini masih berstatus “untracked” setelah proyek kripto itu berganti wajah menjadi Terra 2.0. Bursa kripto besar mendukung itu, kecuali BitMEX. Sementara itu, laman baru kripto LUNA di Coinmarketcap dalam proses penyelarasan informasi.

    Jatuhnya Terra memang membuat nelangsa, khususnya hodler kelas jelata. Alih-alih mundur sepenuhnya, Terraform Labs memilih bertahan dengan blockchain baru, tetap bernama Terra dengan kripto tetap bernama Luna (bersimbol LUNA). Dan yang pasti stablecoin UST ditinggalkan. Dukungan besar dari sejumlah bursa kripto, tentu saja setelah Do Kwon melobi mereka satu per satu, pun berdatangan.

    Lewat pengumuman resmi pada Kamis (26/5/2022), Terraform Labs memaparkan rincian soal airdrop yang direncanakan digelar pada  Jumat (27/5/2022).

    Sasaran distribusi itu adalah kepada para pemegang Terra Luna Classic (LUNC), TerraUSD Classic (USTC) dan Anchor Protocol UST (aUST) yang memenuhi syarat. Disebut “classic” di sini karena kripto itu yang bersemayam di blockchain Terra yang lama.

    Sebelumnya, bursa kripto Binance dan FTX sudah berkoordinasi dengan tim Terraform Labs terkait airdrop itu. Binance bilang bahwa itu bertujuan untuk membantu pengguna Binance yang turut terpapar “teror LUNA”.

    Baca juga: Sudah Tahu Teknologi Terbaru MetaHuman? Ini Dia Penjelasannya

    Sementara itu FTX menyebutkan mereka akan mendukung airdrop itu dan menghentikan sementara pasar LUNA dan UST selama proses migrasi. Tim Terra mengatakan, bahwa selain Binance dan FTX, itu juga bekerja sama dengan lebih banyak “bursa kripto mitra mereka” yang akan mendukung airdrop.

    Bursa lainnya yang senada adalah KuCoin, mendukung Terra 2.0 baik dari segi migrasi, daftar dan perdagangan kripto baru Luna 2.0.

    Namun, tidak demikian dengan bursa BitMEX. Juru bicara BitMEX mengatakan kepada Cointelegraph, bahwa saat ini tidak ada rencana untuk mendaftarkan kripto itu.

    “Kami tidak memiliki rencana saat ini untuk mendaftarkan LUNA di pasar spot. Adapun kontrak derivatif berdasarkan nilai kripto itu, kami harus mempertimbangkan indeks acuan yang lebih jelas,” sebut BitMEX.

    Dalam proses migrasi besar ini, Coinmarketcap.com pun menyeleraskan informasi soal LUNA ini.

    Baca juga: Terra LUNA Hari Ini Menguat, Bursa Kripto Ini Siap Sokong Terra 2.0, Voting Berakhir Petang

    Terpantau Kamis (26/5/2022) pada malam hari, laman lama LUNA tak dapat digunakan lagi sebagai acuan informasi setelah Terra 2.0 muncul. Bahkan laman lama berubah nama menjadi “Terra Classic”. Coinmarketcap mengabarkan laman baru untuk LUNA, yakni “Terra (LUNA) ini, dengan status “untracked“, menanti blockchain baru meluncur. Harga koin LUNA hari ini di laman lama terpantau sekitar US$0,0001426, naik 26,88 persen. Ini tentu saja tidak mencerminkan pasar sepenuhnya, karena blockchain lama akan beralih ke blockchain baru.

    Tampilan laman Terra lama (Terra Classic) di Coinmarketcap.com.
    Harga koin LUNA hari ini
    Tampilan lama baru Terra 2.0 (LUNA) di Coinmarketcap.com. Laman baru tak dapat dijadikan acuan lagi, setelah blockchain baru meluncur pada Jumat besok. Sumber: Coinmarketcap.com.

    Logo pun sudah berubah, dari sebelumnya kombinasi biru dan kuning, kini LUNA baru perpaduan kuning dan jingga pekat berbentuk seperti lidah api. Meninggalkan warna biru dapat dimaknai sebagai simbol meninggalkan stablecoin UST itu. [ps]

    Sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Beasiswa S2-S3 di China 2026 CAS-ANSO, Dapat Uang Saku hingga Rp 16 Juta



    Jakarta

    Beasiswa kuliah S2 dan S3 di China 2026 dibuka melalui CAS-ANSO Scholarship (Degree Program). Pendaftaran berlangsung mulai 15 Oktober 2025 dan ditutup pada 31 Januari 2026.

    Dikutip dari laman resminya, beasiswa gelar ini didukung oleh organisasi nirlaba The Alliance of National and International Science Organizations for the Belt and Road Regions (ANSO) dan salah satu pendirinya, Chinese Academy of Sciences (CAS). Beasiswa ini sebelumnya dikenal dengan nama ANSO Scholarship for Young Talents.

    Kuota yang disediakan sebanyak 100-200 mahasiswa jenjang magister dan 300 mahasiswa program PhD. Penerima beasiswa dapat berkuliah di University of Science and Technology of China (USTC), the University of Chinese Academy of Sciences (UCAS), dan institut-institut Chinese Academy of Sciences (CAS) yang tersebar di berbagai lokasi di China.


    Beasiswa ini memiliki subkategori yang dikhususkan untuk 40 mahasiswa PhD dari negara berkembang. Sepuluh kursi beasiswa diutamakan bagi mereka yang terlibat dalam riset terkait iklim. Mahasiswa dari negara Least Developed Countries (LDC) dan perempuan mendapat poin plus.

    Beasiswa subkategori tersebut didanai bersama oleh CAS, ANSO, The World Academy of Sciences (TWAS), dan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

    Beasiswa S2-S3 di China 2026 CAS-ANSO

    Penerima beasiswa akan mendapatkan:

    • Pembebasan dari uang kuliah
    • Uang saku 3.000 yuan (Rp 6,9 juta) per bulan untuk S2 dan 6.000-7.000 yuan (Rp13,9 juta-Rp 16,2 juta) per bulan untuk S3
    • Asuransi kesehatan
    • Pembebasan biaya pendaftaran
    • Biaya transportasi, tunjangan atau biaya penggantian, dari negara asal ke China
    • Uang visa/izin tinggal

    Syarat Beasiswa Kuliah di China CAS-ANSO

    • Bukan Warga Negara China
    • Fasih berbahasa Inggris atau Mandarin
    • Pelamar program magister harus lahir setelah 1 Januari 1996
    • Pelamar program PhD harus lahir setelah 1 Januari 1991
    • Memenuhi syarat sebagai calon mahasiswa internasional USTC atau UCAS
    • Tidak boleh mengambil tugas lain selama masa beasiswa
    • Pelamar S2 tidak sedang menempuh pendidikan magister di universitas/institusi mana pun di China
    • Pelamar S3 tidak sedang menempuh pendidikan doktoral di universitas/institusi mana pun di China

    Cara Daftar Beasiswa CAS-ANSO

    Bagi pelamar USTC, cek pedoman pendaftaran pelamar pascasarjana, klik DI SINI

    Bagi pelamar UCAS, cek panggilan mahasiswa internasional baru, klik DI SINI

    Mendaftar di sistem penerimaan USTC atau UCAS sebelum batas waktu dengan ketentuan:

    – Pilih Beasiswa CAS-ANSO pada saat melamar
    – Jika memilih beasiswa subkategori PhD ANSO-CAS-TWAS/UNESCO, centang kotak yang menyatakannya

    Klik link portal penerimaan salah satu kampus di bawah ini:

    USTC: https://isa.ustc.edu.cn/xs/login_scho.asp

    UCAS: https://is.ucas.ac.cn/

    Informasi lebih lanjut tentang beasiswa kuliah di China ini dapat diakses melalui https://www.anso.org.cn/programmes/talent/scholarship/. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com