Source : unsplash.com / Lily Banse
Jakarta –
Sama seperti organ lain, kesehatan usus juga perlu dijaga. Caranya dengan mengonsumsi makanan sehat yang dapat mendukung kesehatan usus. Seperti 5 makanan ini!
Kesehatan usus perlu dijaga karena bermanfaat untuk menjaga keseimbangan mikrobioma yang dapat mendukung kesehatan tubuh optimal.
Kesehatan usus yang buruk bisa menyebabkan penumpukan racun di tubuh. Akibatnya banyak gejala-gejala buruk, mulai dari membuat aroma keringat kurang enak, tidur tidak nyenyak, tidak fokus, dan gampang lelah.
Oleh karena itu, kesehatannya sangat perlu dijaga. Salah satu cara paling ampuh tentu dengan mengonsumsi makanan-makanan yang dapat mendukung kesehatan usus.
Dalam acara podcast The Diary of a CEO, ahli gastroenterologi, Will Bullsiewicz, MD membagikan wawasannya tentang buang air besar dan kesehatan pencernaan.
Setelah podcast tersebut, ahli gastroenterologi itu membagikan sejumlah klipnya ke akun Instagram pribadi. Ia pun mencatat makanan yang baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, mulai dari kesehatan jantung sampai usus.
Menurut penjelasannya, berikut 5 makanan yang perlu lebih fokus dikonsumsi untuk menjaga kesehatan usus!
1. Buah
 Makan buah baik untuk kesehatan usus. Foto: Getty Images/fcafotodigital
|
Terdapat rumor aneh yang menyebut buah sebenarnya buruk bagi kesehatan. Namun, menurut Dr. Wll, buah-buahan justru sangat baik untuk kesehatan.
Orang yang mengonsumsi lebih banyak buah-buahan kemungkinan lebih kecil terkena diabetes. Will juga mengungkap, buah-buahan mampu membantu menurunkan berat badan.
Klaim terkait diabetes dari ahli gastroenterologi ini juga didukung oleh penelitian tahun 2022, yang diterbitkan dalam Journal Clinical Endocrinology & Metabolism.
Jurnal tersebut menunjukkan, individu yang makan buah utuh secara teratur, memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe-2.
2. Makanan fermentasi
Makanan fermentasi seperti kicmhi juga perlu dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan usus. Foto: iStockphoto/Getty Images/Zania Studio
|
Makanan fermentasi juga direkomendasikan oleh ahli gastroenterologi ini. Menurut Will, perlu untuk memasukkan makanan fermentasi ke dalam pola makan sehari-hari.
Sebab, makanan ini dapat membantu keanekaragaman mikroba usus. Makanan fermentasi juga dapat melancarkan pencernaan, serta mampu mengembalikan keseimbangan mikrba dalam usus.
Contoh makanan fermentasi yang bisa dikonsumsi, seperti kimchi, sup miso, kefir, dan yogurt.
Rekomendasi makanan lain yang sehat untuk usus bisa dilihat pada halaman selajutnya!
3. Sayuran berdaun hijau
Disarankan juga untuk meningkatkan asupan makan sayur berdaun hijau. Foto: iStockphoto
|
Sayuran berdaun hijau tidak hanya tinggi serat, tetapi juga mengandung vitamin dan antioksidan baik untuk kesehatan usus.
Will mengungkap, sayuran hijau hampir tidak mengandung kalori, tetapi banyak nutrisi. Sayuran hijau adalah bahan dasar atau pendamping makanan yang bagus untuk dikonsumsi dengan makanan utama yang kaya protein.
Kamu bisa menikmati sayuran berdaun hijau, seperti kangkung, selada, dan bayam. Bisa dikombinasikan, misalnya menikmati daging atau salmon dengan olahan bayam creamy.
4. Makanan sumber omega-3
Makanan dengan kandungan omega-3 juga disarankan oleh ahli gastroenterologi ini. Menurutnya, makanan seperti biji chia, bijji rami, kacang kenari, dan jenis kacang-kacangan lain mengandung lemak omega-3 yang sehat.
Lemak tersebut yang dibutuhkan tubuh. Lemak sehat ini penting juga untuk menurunkan berat badan. Mereka juga mampu menurunkan kadar kolesterol LDL (jahat) dan menurunkan berbagai macam risiko penyakit, seperti jantung.
Ditambah, asam lemak omega-3 dapat meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi peradangan pada tubuh.
Selain makanan nabati, kamu juga bisa mengonsumsi makanan dengan omega-3 lain seperti ikan berlemak.
(aqr/adr)
Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Asupan minuman pagi hari sebenarnya tidak boleh sembarangan. Sejumlah minuman lebih disarankan dokter karena mampu menyehatkan usus. Seperti 3 minuman ini.
Pada pagi hari, dalam keadaan perut yang masih kosong, kamu tidak bisa mengonsumsi minuman sembarangan. Terutama jika ingin pencernaan dan kesehatan usus terjaga.
Terdapat sejumlah minuman terbaik yang bisa mendorong kesehatan usus. Seorang dokter telah menguraikan tiga minuman ampuh yang dapat meningkatkan kesehatan usus dan hati.
Dr. Joseph Saihab, ahli gastroenterologi dan spesialis hati bersertifikat menjelaskannya melalui unggahan di TikTok. Pakar medis ini merekomendasikan untuk mengonsumsi tiga minuman.
Berikut penjelasannya seperti dirangkum dari express.co.uk (25/02):
1. Kopi hitam
Minum Kopi Hitam di Pagi Hari juga dikenal mampu memberikan manfaat sehat bagi usus. Foto: Ilustrasi iStock
|
Dr Salhab menjelaskan, minuman populer ini telah terbukti baik untuk kesehatan hati. Ia menjelaskan, minuman ini dapat membantu mengendalikan penyakit hati berlemak dan telah terbukti menurunkan risiko kanker hati.
Dr Saihab menambahkan jenis kopi hitam yang baik untuk kesehatan usus yaitu kopi dark roast (biji kopi dipanggang gelap). Sebab, kopi ini punya intensitas rasa kurang asam, menjadikannya pilihan baik untuk penderita refluks asam.
“Jika kamu punya penyakit asam lambung, cobalah minum kopi yang menggunakan biji kopi dark roast,” jelasnya.
Namun, perlu diingat manfaat kopi hitam ini akan efektif jika kamu meminumnya begitu saja. Tanpa tambahan gula, susu, atau pemanis lainnya.
2. Teh hijau
Teh hijau direkomendasikan karena mengandung katekin yang baik untuk usus dan hati. Foto: Getty Images
|
Selain kopi, teh juga sering menjadi minuman pendamping sarapan. Pencinta teh mungkin menyukai sejumlah jenis teh. Namun, menurut Dr Saihab, pilihan terbaik jatuh kepada jenis teh hijau atau green tea.
Teh hijau diketahui mengandung katekin yang merupakan oksidan kuat dan telah terbukti bermanfaat bagi usus dan hati. Teh hijau juga bisa menjadi alternatif bagi mereka yang tidak suka rasa kopi hitam atau ingin mengurangi konsumsi kafein berlebihan.
“Sekarang, teh hijau mengandung sedikit kafein, dan lebih sedikit dibandingkan kopi hitam. Tetapi Anda juga bisa mendapatkan formulasi bebas kafein,” jelasnya.
Minuman pagi lain rekomendasi dokter ini bisa dilihat pada halaman selanjutnya!
3. Smoothies
Smoothies dari campuran buah dan sayuran kaya akan antioksidan juga baik untuk kesehatan. Foto: Getty Images/bhofack2
|
Bagi mereka yang menghindari kafein sama sekali, ahli gastroenterologi ini merekomendasikan bikin smoothie yang mengandung antioksidan.
Smoothies cup berbeda dari jus meskipun keduanya sama-sama terdiri dari buah dan sayuran yang dihancurkan. Melanisir Prochiz, jus merupakan sari buah atau sayur, cairan yang secara alami ada di dalam bahan-bahan itu.
Sedangkan smoothies merupakan hasil blender dari semua bagian pada buah dan sayuran itu. Biasa dikonsumsi dengan ampasnya, sehingga punya tekstur lebih kental dan padat dibandingkan jus.
Dr. Saihan menyarankan jika memang ingin bebas kafein, lebih baik membuat smoothies dengan memadukan buah-buahan dan sayuran tinggi kandungan antioksidannya.
Misalnya, menggabungkan antara blueberry, blackberry, strawberry, delima, cherry, mangga, pepaya, sampai pisang. Buah-buahan ini juga bisa ditambah dengan bahan lain, seperti sayuran kangkung, bayam. sampai brokoli.
“Pencampuran tidak akan memengaruhi kualitas nutrisi,” jelasnya.
Ketiga minuman di atas memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat meningkatkan kesehatan hati dan usus. Coba konsumsi rutin yuk!
(aqr/adr)
Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Di tengah rutinitas yang serba cepat, banyak orang kini terbiasa makan sambil berdiri atau berjalan. Misalnya, sarapan cepat sambil berangkat kerja, mengambil camilan di perjalanan menuju acara, atau berdiri sambil makan sudah menjadi kebiasaan umum.
Sebagian orang memilih kebiasaan ini untuk menghemat waktu atau menyeimbangkan pekerjaan kantor yang banyak duduk. Sekilas, kebiasaan ini tampak ‘membantu’ pencernaan. Namun, makan sambil berdiri setiap hari dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan dan sistem pencernaan.
Penting untuk memahami bagaimana postur tubuh, kecepatan makan, dan proses pengolahan makanan saling berinteraksi dengan pencernaan agar usus tetap sehat dan terhindar dari ketidaknyamanan.
Dampak Makan Sambil Berdiri pada Aliran Darah dan Pencernaan
Dikutip dari Times of India, saat seseorang makan sambil berdiri, gravitasi menyebabkan darah mengalir lebih banyak ke kaki. Hal ini mengurangi jumlah darah yang menuju organ pencernaan yang berperan penting dalam memecah makanan secara efisien.
Suplai darah yang tidak cukup dapat mengganggu proses pencernaan dan menimbulkan gas, kembung, atau gangguan pencernaan. Postur tubuh saat makan juga memengaruhi seberapa cepat lambung mengosongkan isinya.
Penelitian yang diterbitkan dalam Canadian Science Publishing Journal menunjukkan makanan bergerak lebih lambat di lambung ketika seseorang duduk atau berbaring dibandingkan saat berdiri.
Penelitian tersebut juga menemukan makan protein dalam posisi duduk tegak dapat memperbaiki pengosongan lambung, pencernaan protein, serta ketersediaan asam amino dalam darah dibandingkan dengan posisi berbaring.
Sementara itu, makan sambil berdiri sering kali dikaitkan dengan cara makan yang lebih cepat. Kebiasaan makan terburu-buru dapat menyebabkan udara tertelan lebih banyak, meningkatkan rasa tidak nyaman akibat gas, dan mengurangi proses mengunyah yang memadai, sehingga lambung memerlukan waktu lebih lama untuk memecah makanan.
Kecepatan makan yang terlalu cepat dapat berdampak buruk terhadap pencernaan dan menimbulkan perut kembung. Karena itu, penting untuk mempertahankan kebiasaan makan yang lebih lambat dan penuh kesadaran agar terhindar dari ketidaknyamanan dan meningkatkan penyerapan zat gizi.
Di sisi lain, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Preventive Cardiology menemukan berdiri dapat membantu membakar sedikit lebih banyak kalori.
Studi ini menyebutkan berdiri selama enam jam dapat membakar sekitar 54 kalori lebih banyak dibandingkan duduk, yang secara teoritis dapat menyebabkan penurunan berat badan hingga 10 kilogram dalam empat tahun pada individu dengan berat 65 kilogram.
Makan sambil berdiri memang bisa mempercepat proses pencernaan, tetapi kadang membuat seseorang merasa lebih cepat lapar. Lambung mengirimkan sinyal kenyang ke otak berdasarkan seberapa besar peregangan dan berapa lama tetap penuh.
Makanan yang cepat dicerna, seperti karbohidrat olahan, bisa membuat seseorang cepat merasa lapar lagi, sedangkan makanan tinggi serat dan protein memberi rasa kenyang yang lebih lama.
Dengan demikian, pencernaan yang terlalu cepat akibat makan sambil berdiri bisa tanpa disadari mendorong seseorang makan berlebihan.
(suc/suc)

Sumber : health.detik.com
Jakarta –
Tidur adalah kebutuhan dasar manusia. Dalam Islam, Rasulullah SAW memberikan teladan tentang bagaimana cara tidur yang baik, termasuk posisi tidur yang ternyata memberi manfaat kesehatan.
Dalam hadits, Rasulullah SAW menganjurkan untuk tidur menghadap ke kanan. Posisi tidur yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ini tidak hanya berpahala, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa.
Rasulullah SAW bersabda, “Berbaringlah di atas rusuk kananmu.” (HR Bukhari dan Muslim)
Kemudian dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Abu Qatadah, “Sesungguhnya bila Nabi SAW istirahat dalam musafirnya di malam hari, beliau berbaring ke sebelah kanan. Dan bila beliau istirahat pada musafirnya menjelang Subuh, beliau tegakkan lengannya dan diletakkannya kepalanya di atas telapak tangannya.” (HR Muslim)
Dikutip dari buku Al-Quran dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Perspektif Integratif karya Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag, Rasulullah SAW memilih tidur ke arah kanan tersebut bukan tanpa manfaat yang signifikan bagi tubuh manusia karena setelah diteliti lebih mendalam ditemukan kesimpulan bahwa posisi tidur tersebut memberikan pengaruh pada aliran darah agar tidak menjadi terhambat di dalam sirkulasi tubuh.
Manfaat Kesehatan Sunnah Tidur Rasulullah SAW
Dirangkum dari buku Sehari Bersama Nabi ; Sunnah Bangun Tidur Hingga Tidurnya Kembali Nabi Muhammad Shallaallahu Alaihi Wa Sallam dari Sudut Pandang Ilmu Kedokteran karya Dr. dr. Rachmat Faisal Syamsu, M.Kes., ada beberapa manfaat dari tidur menghadap ke kanan seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.
1. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh
Nabi Muhammad SAW memulai tidur dan bangun lebih awal. Hal ini baik bagi kesehatan karena dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang sehat dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
2. Menjaga Kesehatan Jantung
Letak jantung berada sedikit ke sisi kiri. Tidur miring ke kanan mencegah jantung tertekan oleh organ lain, sehingga aliran darah menjadi lebih stabil. Ini bisa mengurangi beban kerja jantung saat tidur. Nabi SAW juga memadamkan lampu yang terbukti menjadi pengatur ritme tidur sehingga meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan jantung.
3. Melancarkan Sistem Pencernaan
Rasulullah SAW memiringkan tubuh ke kanan ketika tidur. Posisi ini dapat membuat proses pencernaan lebih cepat sehingga sistem pencernaan dapat bekerja secara optimal.
Tidur ke kanan membantu pengosongan lambung secara alami ke arah usus kecil. Ini sangat membantu bagi yang mengalami gangguan pencernaan atau refluks asam lambung (GERD).
4. Bagus untuk Struktur Tubuh
Ketika tidur, Rasulullah SAW meletakkan tangan kanan pada bawah pipi, dengan posisi tidur yang seperti ini dapat membuat kepala dan punggung serta leher dapat tercipta garis lurus.
5. Tidak Tidur dalam Posisi Tengkurap
Rasulullah SAW tidak menganjurkan tidur dalam posisi tengkurap, bahkan posisi tidur ini dimurkai Allah SWT. Posisi tidur tengkurap berpotensi mengurangi asupan oksigen serta mempengaruhi kerja jantung sampai ke otak. Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya itu adalah cara tidurnya penghuni neraka.” (HR Ibnu Majah)
Dalam riwayat lain, Rasulullah melihat seseorang tidur tengkurap, lalu membangunkannya dan melarang tidur dalam posisi itu.
Sunnah Sebelum Tidur
Ada beberapa sunnah sebelum tidur yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, berikut di antaranya:
1. Berwudhu Sebelum Tidur
Salah satu sunnah yang paling utama adalah berwudhu sebelum tidur, sebagaimana wudhu yang dilakukan sebelum melaksanakan sholat. Wudhu menjadikan tubuh suci dan tidur pun lebih tenang, dalam keadaan bersih.
Hadits Rasulullah SAW, “Jika engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk salat, lalu berbaringlah di sisi kananmu.” (HR Bukhari dan Muslim)
2. Mengibas Kasur Sebelum Berbaring
Sunnah berikutnya adalah mengibas tempat tidur sebanyak tiga kali sebelum berbaring, menggunakan kain. Ini dilakukan untuk menghilangkan kotoran atau kemungkinan adanya binatang kecil yang tidak terlihat.
Rasulullah SAW bersabda,
“Jika salah seorang di antara kalian hendak mendatangi tempat tidurnya, hendaknya ia mengibas kasurnya dengan bagian dalam sarungnya, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya…” (HR Bukhari dan Muslim)
3. Membaca Doa Sebelum Tidur
Salah satu rutinitas Rasulullah SAW sebelum tidur adalah membaca doa sebagai bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Doa ini menjadi penutup aktivitas harian seorang muslim, dan sekaligus pengingat bahwa tidur adalah bentuk “kematian kecil”.
Sabda Nabi SAW, “Apabila kamu hendak tidur, maka berwudhulah sebagaimana wudhu untuk salat, kemudian berbaringlah ke sisi kananmu dan bacalah doa sebelum tidur. Jadikanlah doa itu sebagai akhir dari perkataanmu.” (HR Bukhari dan Muslim)
4. Membaca Ayat Kursi Sebelum Tidur
Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya membaca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) sebelum tidur. Amalan ini menjadi pelindung sepanjang malam dari gangguan makhluk halus dan setan.
Hadits Rasulullah SAW, “Apabila kamu hendak tidur, bacalah Ayat Kursi karena Allah SWT akan selalu menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari.” (HR Bukhari)
5. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas
Rasulullah SAW juga membiasakan membaca tiga surat pendek yaitu: Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas, kemudian meniupkan ke kedua telapak tangan dan mengusapkannya ke seluruh tubuh.
Diriwayatkan dari Aisyah RA: “Setiap malam Rasulullah SAW ketika hendak tidur, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, meniupkan padanya, lalu membaca: ‘Qul Huwallahu Ahad’, ‘Qul A’udzu bi Rabbil Falaq’, dan ‘Qul A’udzu bi Rabbin Nas’. Kemudian beliau mengusapkan ke seluruh tubuhnya, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuhnya. Itu dilakukan sebanyak tiga kali.” (HR Muslim)
(dvs/kri)

Sumber : www.detik.com
|