Tag: VICE

  • VICE dan Snorter Bersaing Jadi Memecoin Terbaik Juni 2025

    Pasar memecoin kembali bergolak. Di bulan Juni ini, dua nama mencuri perhatian investor ritel: VICE dan Snorter ($SNORT). Keduanya mengusung pendekatan berbeda—VICE dengan konsep platform reward berbasis kompetisi, dan Snorter dengan kecepatan eksekusi lewat bot Telegram. Namun, di balik hype dan potensi keuntungan cepat, para analis mengingatkan akan risiko tinggi yang menyertainya.

    VICE: Token Hadiah atau Sekadar Gimmick?

    Dilaporkan 99Bitcoins, VICE Crypto mengklaim dirinya sebagai “lebih dari sekadar token.” Proyek ini menyebut dirinya sebagai pintu masuk ke platform hadiah berbasis kompetisi, di mana pengguna bisa mendapatkan penghasilan saat berpartisipasi. Dengan janji peluncuran platform, kartu plug-and-play, dan berbagai kompetisi, VICE ingin tampil sebagai memecoin dengan utilitas nyata.

    Namun, realita saat ini cukup kontras. Meskipun sempat trending di CoinGecko, situs web proyek belum aktif sepenuhnya, memunculkan tanda tanya besar soal kredibilitasnya.

    Analisis Teknis: Pola Bearish Masih Mendominasi

    Analisis pergerakan Vice (VICE) pada Senin, 9 Juni 2025.
    Analisis pergerakan Vice (VICE) pada Senin, 9 Juni 2025.

    Baca juga: GoPlus Security (GPS): Harga Naik, Perkuat Perlindungan Web3

    Secara teknikal, performa VICE menunjukkan sinyal yang kurang meyakinkan:

    • Harga: Terkunci dalam descending channel dengan titik tertinggi dan terendah yang makin rendah.
    • Support: $0,0340 – sudah beberapa kali diuji.
    • Resistance: $0,0355 – sejalan dengan SMA 200 hari.
    • Death Cross: SMA 20 hari telah memotong ke bawah SMA 200 hari.
    • RSI: Bertahan di level 38, menunjukkan kondisi bearish mendekati jenuh jual.

    Tanpa katalis positif kuat, tren ini berpotensi berlanjut. Jika support $0,0340 jebol, tekanan jual kemungkinan akan meningkat tajam.

    Snorter ($SNORT): Bot Telegram, Mesin Cepat, dan Memecoin dengan Gaya Baru

    Berbeda dari VICE, Snorter langsung menyasar pengguna aktif Telegram—tempat komunitas kripto banyak berinteraksi. Bot Solana ini memungkinkan pengguna mengeksekusi perdagangan lintas rantai hanya dengan satu klik, tanpa perlu bursa, dasbor, atau antarmuka rumit.

    Dalam waktu kurang dari seminggu, Snorter mengumpulkan lebih dari $350.000 dari komunitas. Dengan biaya hanya 0,85% per perdagangan—paling rendah di antara bot sejenis di ekosistem Solana—Snorter mengincar para trader berpengalaman yang haus kecepatan dan efisiensi.

    Fitur Unggulan:

    • Sniping token baru saat peluncuran
    • Pencerminan dompet (wallet mirroring)
    • Limit order langsung dari Telegram
    • Sistem pelacak portofolio bawaan
    • Pemindai kontrak berisiko berbasis relay anti-MEV

    Analis dari 99Bitcoins menyebut Snorter sebagai salah satu pionir dari gelombang baru bot kripto yang dibangun di atas ekosistem Telegram dan jaringan TON, yang kini berkembang pesat.

    Mana yang Layak Dibeli?

    VICE dan Snorter membawa pendekatan berbeda ke dunia memecoin. VICE mengandalkan janji ekosistem dan iming-iming hadiah, namun masih berjuang membuktikan eksistensinya secara teknis dan fundamental. Di sisi lain, Snorter menawarkan produk yang langsung bisa digunakan, menyasar kebutuhan praktis komunitas trader.

    Namun, penting diingat: memecoin tetaplah aset berisiko tinggi. Harga bisa melonjak 70% dalam sehari, tapi juga bisa jatuh tanpa peringatan. Investor disarankan untuk berhati-hati, melakukan riset menyeluruh, dan hanya menggunakan dana yang sanggup untuk hilang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perlukah Jasa Agen buat Sewakan Rumah? Ini Tips dan Manfaatnya


    Jakarta

    Jika kamu mempunyai rumah yang sedang tidak terpakai, bisnis sewa rumah bisa menjadi peluang menarik yang bisa kamu pertimbangkan. Bagaimana tidak? Rumah akan lebih bermanfaat kalau menghasilkan cuan daripada dibiarkan menganggur bukan?

    Namun, salah satu tantangan menyewakan rumah adalah saat mencari calon penyewa. Kamu perlu memasarkan rumah untuk menarik calon penyewa, baik dilakukan sendiri ataupun dengan bantuan agen.

    Lantas, apa akan lebih baik menggunakan jasa agen untuk mengurus penyewaan rumah?


    Menurut Vice President Xavier Marks Home, Nina Kuntjoro melakukan pemasaran properti rumah untuk disewakan sebaiknya melalui agen properti saja, khususnya yang terakreditasi baik.

    “Lebih baik dipasarkan melalui agen properti yang sudah terakreditasi baik dan memiliki kantor perusahaan yang jelas. Alasannya karena kita mau menyerahkan rumah tersebut ke tangan orang lain,” kata Nina beberapa waktu lalu.

    Manfaat Sewakan Rumah Lewat Agen

    1. Membantu Pemasaran dan Hubungan dengan Penyewa

    Keunggulan dari menggunakan jasa agen dalam melakukan pemasaran properti rumah adalah karena properti tersebut akan diolah oleh pihak agen. Pihak agen ini nantinya akan menjembatani mempertanggungjawabkan sewa antara pemilik properti dan calon penyewa.

    “Kalau pakai agent nanti bisa memantau calon penyewa ini orangnya seperti apa, jadi nanti agent yang bertanggung jawab. Dalam pemasaran juga agent akan meng-handel-nya. Kalau jangka waktu sewa penghuni sudah habis, nanti ketika mengembalikan properti kan harus dalam keadaan baik, nah itu tugasnya agent untuk mengkomunikasikan semuanya antara penyewa dengan pemilik,” jelas Nina.

    2. Membantu Memberi Arahan dan Bimbingan

    Selain itu, agen properti juga sangat membantu pemilik properti yang sudah tua untuk memberikan pengarahan yang tepat ketika melakukan jual beli atau sewa sebuah properti.

    “Ada juga kejadian dimana calon penyewa dan pemiliknya bertemu secara langsung. Nah si pemilik ini sudah berumur (tua) dan mereka tidak ada perjanjian dan sebagainya. Hanya transfer dan kuitansi saja. Nah pas jangka sewa sudah berakhir, si penyewanya nggak mau keluar dari rumah atau nunggak,” ungkap Nina.

    Tips Pakai Jasa Agen buat Sewakan Rumah

    Nina juga menjelaskan bahwa ketika mencoba untuk menitipkan properti rumah kepada agen, kamu harus memastikan bahwa agen yang bekerja sama itu cukup satu saja. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah adanya salah paham atau membuat rumit proses jual beli atau sewa rumah tersebut.

    “Memasarkan rumah dijual atau disewa itu sebaiknya dengan satu agent yang dipercaya saja. Karena pemilik menyerahkan rumah tersebut ke orang lain. Kalau banyak orang nanti pusing. itu bisa lebih minim tindak kejahatan. Kalau cuma satu agent kan bisa ketahuan kalau sampai sertifikatnya tersebar dan dijadikan bahan penipuan,” pungkasnya.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com