Tag: vietnam

  • Alasan Tingkat Adopsi Kripto Vietnam Tinggi, Kalahkan Indonesia

    Vietnam telah dinobatkan sebagai negara yang memiliki tingkat adopsi kripto tertinggi di dunia berdasarkan laporan Chainalysis. Negeri Naga Biru itu mampu mengalahkan Indonesia yang berada diperingkat 20 besar.

    Sebuah riset terbaru dari Chainalysis merilis indeks yang mengukur adopsi kripto global di tahun 2022, hasilnya Indonesia berada di urutan ke-20.

    Chainalysis menyebutkan dalam Indeks Adopsi Kripto Global 2022, Indonesia termasuk dalam kategori negara berkembang berpenghasilan menengah ke bawah yang memiliki pertumbuhan adopsi kripto yang tinggi. Meskipun, Indonesia kalah dengan Vietnam yang menduduki nomor satu.

    Tingkat adopsi kripto yang tinggi Vietnam adalah fenomena yang membingungkan, sehingga menimbulkan pertanyaan. Ini beberapa faktor penyebabnya.

    Tidak Ada Pajak Kripto

    Dikutip Cointelegraph, ada banyak alasan mengapa tingkat adopsi kripto di Vietnam sangat tinggi dan salah satunya adalah, tak seperti di Indonesia, di mana transaksi aset kripto dikenai pajak. Tidak ada pajak kripto di Vietnam.

    Saat ini, pemerintah Vietnam bahkan tidak mengakui kripto sebagai alat pembayaran yang sah. Sementara otoritas pajak negara telah menunjukkan minat untuk mengenakan pajak pada aset digital tersebut, mereka tidak memiliki mandat untuk menetapkannya sebagai aset kena pajak. Dengan demikian, hukum Vietnam sebagian besar diam dalam hal perpajakan kripto.

    Ilustrasi pajak aset kripto.
    Ilustrasi pajak aset kripto. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Riset: Adopsi Kripto Tumbuh Subur di Indonesia

    Akibatnya, lembaga keuangan di dalam negeri dilarang menanganinya. Namun, warga negara Vietnam diizinkan untuk memiliki dan memperdagangkan kripto.

    Kurangnya pajak kripto membuatnya menjadi instrumen investasi yang ideal, sehingga adopsi meningkat. Imbalannya adalah bahwa hukum Vietnam tidak melindungi pengguna kripto, jika terjadi penipuan atau kerugian.

    Banyak Penduduk Tidak Punya Rekening Bank

    Banyak orang Vietnam memiliki akses terbatas ke layanan keuangan tradisional. Menurut sebuah studi tahun 2021 yang dilakukan oleh Statista, negara ini menempati urutan kedua di antara 10 negara teratas yang tidak memiliki rekening bank. Laporan tersebut menyoroti bahwa sekitar 69% warga tidak memiliki akses ke layanan perbankan.

    Perkiraan Bank Dunia menunjukkan bahwa lebih dari 61% penduduk negara itu tinggal di daerah pedesaan, di mana akses ke layanan perbankan modern terbatas. Kekosongan ini dengan cepat diisi oleh jaringan blockchain dan aset kripto.

    Konsep blockchain yang revolusioner seperti keuangan terdesentralisasi (DeFi) juga mendapatkan daya tarik di antara investor kripto Vietnam yang ingin mendapatkan kredit untuk tujuan investasi kripto.

    Vietnam juga berada di peringkat kedua di antara negara-negara dengan penggunaan DeFi tertinggi di dunia, menurut laporan Chainalysis Global DeFi Adoption Index 2021.

    Biaya Transfer Uang

    Pada tahun 2021, warga negara Vietnam yang tinggal di luar negeri mengirim uang ke negaranya lebih dari US$ 18 miliar dalam bentuk remitansi, dan itu membuat rekor baru, menjadikan negara itu penerima remitansi terbesar kedelapan di dunia. Ini adalah peningkatan 3% dari US$ 17,2 miliar yang tercatat pada tahun 2020.

    Ilustrasi transfer uang dan kripto.
    Ilustrasi transfer uang dan kripto.

    Baca juga: Analisa: Kripto Mulai Bersemi Kembali, Imbas Dolar AS Turun

    Bagi orang Vietnam yang secara teratur mengirim uang ke keluarga mereka di kampung halaman, biaya transfer seringkali terlalu tinggi. Biaya tambahan biasanya termasuk biaya administrasi dan nilai tukar. Menurut statistik Bank Dunia, biaya pengiriman uang ke Vietnam rata-rata sekitar 7% pada 2020.

    Biaya selangit, di samping kurangnya akses ke layanan pengiriman uang oleh penduduk yang tidak memiliki rekening bank, telah membuat transfer aset kripto menjadi pilihan yang menarik bagi orang Vietnam yang tinggal di luar negeri untuk membantu mendukung keluarga mereka di rumah.

    Sementara, blockchain memang memiliki biaya transaksi lebih rendah dibandingkan dengan jaringan pengiriman uang konvensional, dan lebih jauh lagi adalah P2P dan tidak bergantung pada perantara untuk menyelesaikan transaksi.

    Meningkatnya Popularitas GameFi

    Game blockchain dengan insentif finansial, sering disebut sebagai GameFi, menggunakan model ekonomi inovatif yang memungkinkan pengguna mendapatkan hadiah saat bermain. Hadiah biasanya dalam bentuk NFT dan aset kripto.

    Karena kripto berada di jantung lingkungan GameFi, banyak gamer belajar bagaimana mereka bekerja sebagai bagian dari gameplay, memberikan jalan lain untuk diadopsi.

    Menurut survei State of GameFi 2022 Chainplay pada bulan Agustus, 75% investor kripto GameFi mengatakan bahwa mereka mulai berinvestasi dalam aset digital setelah bergabung dengan platform GameFi.

    GameFi, terutama game play-to-earn (P2E), sangat populer di Vietnam dan telah berkontribusi besar pada adopsi kripto di negara tersebut. Menurut laporan penelitian tahun 2021 yang diterbitkan oleh layanan agregasi data Finder, Vietnam menempati urutan keenam dalam daftar negara dengan persentase gamer P2E tertinggi.

    Game Berbasis NFT, Axie Infinity Indonesia
    Ilustrasi Axie Infinity.

    Baca juga: Pemerintah Indonesia Kantongi Rp 126,75 Miliar dari Pajak Kripto

    Kripto Lindung Nilai Terhadap Inflasi

    Warga Vietnam, sepanjang sejarah, lebih suka menggunakan mata uang nasional lainnya seperti dolar Amerika Serikat selama masa gejolak ekonomi dan hiperinflasi. Dalam beberapa tahun terakhir, orang Vietnam juga telah mengumpulkan aset, seperti emas untuk lindung nilai terhadap inflasi.

    Kemunculan aset kripto juga menyebabkan lebih banyak warga Vietnam menggunakannya untuk melakukan lindung nilai terhadap inflasi daripada aset berwujud seperti emas.

    Sementara, bank sentral Vietnam telah memperingatkan individu dan institusi agar tidak berurusan dengan mata uang virtual karena sifatnya yang lincah, berkurangnya kepercayaan pada dong Vietnam telah menyebabkan lebih banyak investor Vietnam beralih ke mata uang digital.

    Menurut data yang berasal dari Statista, Bitcoin (BTC), yang banyak digunakan oleh investor sebagai lindung nilai terhadap inflasi, saat ini merupakan aset kripto paling populer di negara tersebut.

    Adopsi kripto di Vietnam akan bertahan, karena semakin banyak orang yang menemukan kenyamanan dan peluang pada aset digital. Namun, peraturan yang ekstensif tampaknya masih jauh. Bank Negara Vietnam memiliki waktu hingga 2023 untuk mempelajari pro dan kontra dari aset kripto dan menghasilkan rekomendasi kebijakan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Thailand dan Vietnam Berlomba Jadi Pusat Aset Kripto, Indonesia?

    Thailand mengambil langkah strategis untuk mengokohkan posisinya sebagai pusat aset digital di Asia Tenggara dengan menawarkan insentif pajak kepada investor lokal. Kebijakan ini diumumkan pada 17 Juni 2025, sebagai bagian dari upaya pemerintah Thailand mempromosikan negara tersebut sebagai Pusat Aset Digital Global.

    Dilaporkan Crypto Potato, Wakil Menteri Keuangan Thailand, Julapun Amornvivat, menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan investasi, mendorong aktivitas ekonomi, dan mendukung pertumbuhan jangka panjang. “Penyesuaian pajak ini akan meningkatkan pertumbuhan pasar aset digital Thailand, bisnis terkait, dan penggalangan dana berbasis token,” ungkapnya.

    Insentif Pajak di Thailand

    Salah satu insentif utama adalah pembebasan pajak penghasilan pribadi atas keuntungan dari penjualan aset digital. Kebijakan ini akan berlaku mulai Januari 2025 hingga Desember 2029, menggantikan aturan sebelumnya yang mengenakan pajak capital gain sebesar 15% dari penjualan aset kripto. Bursa terkemuka di Thailand, Bitkub, menyambut baik keputusan kabinet ini.

    Pemerintah Thailand juga tengah mempersiapkan implementasi Crypto-Asset Reporting Framework (CARF) untuk mendukung pertukaran informasi secara global dan meningkatkan transparansi transaksi aset digital.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Negara-Negara dengan Pajak Kripto Tertinggi

    Langkah ini terjadi di tengah semakin banyaknya bursa kripto internasional yang masuk ke pasar Thailand, termasuk Binance, KuCoin, dan Upbit. Namun demikian, aturan KYC (Know Your Customer) yang ketat membuat investor asing yang tinggal di Thailand belum dapat membuka akun di bursa lokal.

    Inovasi lain yang diluncurkan Thailand adalah rencana penerbitan obligasi pemerintah berbasis token, atau G-token, yang akan diluncurkan pada Juli 2025 dengan target dana sebesar $150 juta. Ini menjadi upaya pemerintah dalam menutup defisit anggaran melalui mekanisme digital.

    Di sisi lain, regulasi ketat juga tetap diberlakukan. Pada Mei lalu, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Thailand memblokir beberapa bursa seperti Bybit, OKX, dan CoinEx karena alasan beroperasi tanpa izin dan dugaan pencucian uang. Sebelumnya, pada akhir 2024, Thailand sempat mengusulkan pilot project untuk memungkinkan wisatawan membelanjakan Bitcoin di Phuket, meski hingga kini belum terealisasi. Bank sentral Thailand sendiri telah melarang penggunaan aset digital sebagai alat pembayaran sejak 2022.

    Vietnam Legalkan Kripto

    Sementara itu, Vietnam juga menunjukkan ambisi serupa. Pada 14 Juni 2025, Majelis Nasional Vietnam mengesahkan Undang-Undang Industri Teknologi Digital yang akan mulai berlaku pada Januari 2026. Undang-undang ini mengatur aset kripto dalam dua kategori berbeda, dengan pendekatan berbasis teknologi enkripsi untuk penerbitan, penyimpanan, dan transfer.

    Kebijakan ini dinilai sebagai langkah penting dalam membangun kerangka hukum bagi inovasi digital yang lebih luas di Vietnam, sekaligus menunjukkan tekad negara tersebut untuk bersaing di tengah bangkitnya ekonomi digital Asia Tenggara.

    Dengan langkah agresif dari kedua negara ini, persaingan untuk menjadi pusat aset digital regional pun semakin menguat. Indonesia pun dihadapkan pada tantangan dan peluang besar untuk mempercepat langkah serupa agar tidak tertinggal dalam kompetisi kawasan ini.

    Bagaimana dengan Indonesia?

    Baca juga: Tokocrypto Raih Penghargaan Penyetor Pajak Kripto Terbesar


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sah! Vietnam Resmi Legalkan Aset Kripto

    Vietnam mencetak momen bersejarah dengan disahkannya Undang‑Undang Industri Teknologi Digital oleh Majelis Nasional pada 14 Juni 2025.

    UU ini merupakan tonggak pertama kali negara tersebut memberikan regulasi resmi bagi aset kripto dan virtual, serta menggarisbawahi ambisi besar menjadi pusat inovasi teknologi global.

    Dua Kategori Aset Digital

    Secara keseluruhan, UU tersebut mendefinisikan dua jenis aset:

    1. Aset Virtual — digital untuk investasi atau perdagangan, tidak termasuk fiat digital, sekuritas, atau instrumen keuangan tradisional.
    2. Aset Kripto — aset yang menggunakan enkripsi dan blockchain untuk pembuatan dan transfernya.

    Kedua kategori wajib tunduk regulasi terkait penerbitan, perdagangan, dan kepemilikan yang akan difinalisasi sebelum diberlakukan 1 Januari 2026.

    Baca Juga: AS Targetkan Regulasi Stablecoin dan Legislasi Kripto Sah Agustus 2025

    Komitmen pada Anti-AML & Keamanan Siber

    Vietnam menerapkan standar ketat sesuai norma internasional:

    • Anti-pencucian uang (AML) dan tindakan kontra pendanaan terorisme (CFT)
    • Protokol keamanan siber untuk menekan risiko penipuan dan pelanggaran data.

    Langkah ini juga ditujukan untuk memenuhi tuntutan Financial Action Task Force (FATF) dan mencopot status negara “abu-abu” yang pernah menempel sejak 2023.

    Ekosistem Teknologi yang Didukung Pemerintah

    Rancangan UU ini tidak terbatas pada kripto saja:

    • Insentif pajak, kemudahan penggunaan lahan, dan dana R&D untuk sektor AI, semikonduktor, dan infrastruktur digital.
    • Dorongan pelatihan SDM melalui pemerintah daerah dan integrasi literasi digital dalam kurikulum sekolah .

    Tujuannya tidak lain untuk menjadikan Vietnam sebagai hub digital bersaing dengan Singapura, Seoul, dan Shenzhen.

    Pelindung Ekosistem Kripto dari Skema Bodong

    Meningkatnya regulasi kripto juga untuk menangkal aksi kejahatan digital:

    • BitMiner (Feb 2025): penipuan alat mining palsu merugikan > 4 miliar VND (~$157.300).
    • Million Smiles (Des 2024): scam token “QFS” mencuri >30 miliar VND (1,17 juta) dari 400 individu/bisnis.

    UU baru memberi wewenang klarifikasi hukum dan regulasi sebelum skema illegal bisa berkembang kembali.

    Dampak: Dari Grey‑List hingga Minat Investor Global

    • Diharapkan membuka investasi ventura dan institusional dalam startup lokal Web3 .
    • Memfasilitasi peluncuran regulatory sandbox, tempat proyek kripto dapat diuji coba dalam environment terkendali .
    • Perbaikan compliance terhadap FATF dapat meningkatkan kepercayaan global—mengundang investor dari Asia Tenggara dan negara lain .

    Baca Juga: Alasan Tingkat Adopsi Kripto Vietnam Tinggi, Kalahkan Indonesia

    Tantangan di Depan Mata

    • Proses implementasi regulasi hingga licensing diperkirakan memakan waktu hingga 2025, menjelang fase uji coba dan adaptasi perusahaan .
    • Butuh kejelasan mengenai pajak, on/off-ramp hingga kolaborasi sistem perbankan dan FinTech agar ekosistem berjalan lancar.

    Vietnam saat ini bertransformasi cepat dari “crypto grey‑zone” menjadi negara yang mendukung teknologi digital secara sistematis.

    Dengan legalisasi aset digital, pengawasan AML/CTF, dan insentif teknologi, Vietnam menunjukkan arah masa depan: stabilitas, inovasi, dan akses global. Bagi komunitas Web3, investor, startup, dan developer, ini adalah saat bersejarah dan peluang besar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Breaking! Vietnam Izinkan Perdagangan Kripto, Siap Saingi Indonesia

    Vietnam akhirnya mengambil langkah besar dalam dunia aset digital dengan menyetujui uji coba perdagangan Bitcoin dan kripto selama lima tahun. Keputusan ini menandai era baru bagi regulasi aset digital di Asia Tenggara, di mana negara tersebut mulai menyeimbangkan inovasi dan perlindungan konsumen.

    Vietnam Resmi Luncurkan Uji Coba Perdagangan Kripto

    Dilaporkan Bloomberg pada 9 September, pemerintah Vietnam memberi lampu hijau bagi program percontohan perdagangan kripto yang akan berlangsung selama lima tahun. Program ini memungkinkan pemegang kripto Vietnam dan investor asing untuk berdagang, namun hanya melalui platform berlisensi.

    Uniknya, hanya perusahaan Vietnam yang boleh menerbitkan kripto dan menawarkan layanan perdagangan, dengan transaksi dilakukan dalam dong Vietnam. Investor ritel maupun institusional pun dibatasi hanya boleh menggunakan satu bursa kripto. Aturan ketat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawasi pasar aset digital sekaligus memantau potensi permintaan di dalam negeri.

    Payung Hukum Baru: Undang-Undang Aset Digital

    Keputusan ini lahir setelah Majelis Nasional Vietnam mengesahkan Undang-Undang Industri Teknologi Digital pada Juni 2025. Undang-undang tersebut secara resmi mengakui aset kripto, meski tidak mencakup representasi digital mata uang fiat, surat berharga, maupun instrumen keuangan lain.

    Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi Vietnam untuk keluar dari daftar abu-abu FATF (Financial Action Task Force), di mana pemantauan ketat terhadap aset digital menjadi syarat penting.

    Tak hanya itu, Vietnam juga memperkenalkan blockchain nasional bernama NDAChain untuk mendukung identitas digital, kontrak pintar, hingga pencatatan dokumen pemerintah.

    Adopsi Kripto di Vietnam Melesat

    Posisi Indonesia turun dalam laporan Chainalysis' 2025 Global Crypto Adoption Index.
    Posisi Indonesia turun dalam laporan Chainalysis’ 2025 Global Crypto Adoption Index.

    Baca juga: Sah! Vietnam Resmi Legalkan Aset Kripto

    Menurut Indeks Adopsi Kripto Global 2025 dari Chainalysis, Vietnam kini berada di peringkat keempat dunia setelah India, AS, dan Pakistan. Kawasan Asia-Pasifik sendiri tercatat menyumbang 69% pertumbuhan tahunan transaksi kripto on-chain, menjadikan wilayah ini pusat pertumbuhan kripto global.

    Bahkan, Vietnam mulai menarik pemain besar. Pada Agustus lalu, Dunamu (operator Upbit asal Korea Selatan) bekerja sama dengan MB Bank Vietnam untuk meluncurkan bursa kripto domestik pertama di negara tersebut.

    Proyek Blockchain Made in Vietnam

    Vietnam tidak hanya menjadi pasar potensial, tapi juga pusat inovasi kripto global. Sejumlah proyek besar lahir dari para developer lokal, seperti:

    • Axie Infinity (Sky Mavis), game blockchain yang sempat mendunia.
    • Kyber Network (KNC), platform likuiditas on-chain.
    • Pendle (PENDLE), protokol DeFi populer untuk yield trading.

    Menariknya, harga token asal Vietnam ini juga menunjukkan pergerakan:

    • AXS naik hampir 2% ke $2,51 dengan lonjakan volume 158% dalam 24 jam.
    • PENDLE diperdagangkan di $4,85, turun tipis 1%.
    • KNC melonjak 1,5% ke $0,379 dengan volume perdagangan naik 50%.

    Vietnam Jadi Pusat Kripto Asia Berikutnya?

    Dengan regulasi yang jelas, dukungan blockchain nasional, dan tingkat adopsi tinggi, Vietnam berpotensi menjadi hub kripto terbesar di Asia Tenggara. Langkah strategis ini juga bisa membuka jalan bagi investasi asing yang lebih besar, terutama di sektor DeFi, NFT, hingga game blockchain.

    Baca juga: Thailand dan Vietnam Berlomba Jadi Pusat Aset Kripto, Indonesia?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Vietnam Uji Bursa Lokal, Regulasi Kripto Diperketat

    Pemerintah Vietnam mengambil langkah strategis dalam mengatur industri kripto dengan meluncurkan program percontohan (pilot project) untuk bursa kripto domestik.

    Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Hanoi dalam merapikan pasar yang berkembang pesat namun selama ini minim pengawasan.

    Dalam tahap awal, lima perusahaan berhasil lolos seleksi, termasuk afiliasi dari tiga bank swasta, perusahaan sekuritas VIX Securities, serta konglomerat Sun Group.

    Langkah ini menandai perubahan besar dalam pendekatan Vietnam terhadap aset kripto—dari yang sebelumnya relatif longgar menjadi lebih terstruktur dan terkontrol.

    Baca Juga: Breaking! Vietnam Izinkan Perdagangan Kripto, Siap Saingi Indonesia

    Fokus: Bangun Ekosistem Lokal, Tekan Platform Offshore

    Salah satu tujuan utama dari kebijakan ini adalah membatasi aktivitas perdagangan kripto warga Vietnam di platform luar negeri yang sulit diawasi.

    Selama ini, banyak investor lokal menggunakan exchange global untuk trading, yang membuat pemerintah kesulitan dalam:

    • Memantau arus dana lintas batas
    • Menerapkan perlindungan konsumen
    • Mengontrol risiko sistemik

    Dengan menghadirkan bursa lokal berizin, pemerintah berharap aktivitas kripto dapat dialihkan ke platform domestik yang lebih transparan dan dapat diawasi secara langsung.

    Strategi Regulasi: Kontrol Tanpa Melarang

    Berbeda dengan pendekatan ekstrem seperti pelarangan total, Vietnam memilih jalur yang lebih moderat: mengizinkan kripto tetap berkembang, tetapi dalam kerangka regulasi yang ketat.

    Langkah ini mencerminkan strategi controlled adoption, di mana inovasi tetap didukung, namun berada di bawah kendali negara.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai kebijakan ini sebagai langkah regulasi yang tegas namun terarah.

    “Ini Regulasi murni karena pemerintah sedang membangun jalur izin resmi sambil menutup ruang bagi pasar offshore yang sulit diawasi. Pesannya kasar tapi jelas: Vietnam mau crypto tetap hidup, tapi harus lewat rel lokal yang bisa dipantau negara, terutama karena stablecoin dan arus modal lintas batas dianggap mengganggu kontrol finansial domestik,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah pengawasan dan kontrol, bukan sekadar adopsi teknologi.

    Peran Bank dan Institusi Lokal

    Menariknya, keterlibatan afiliasi bank swasta dalam proyek ini menunjukkan bahwa sektor keuangan tradisional mulai dilibatkan secara aktif dalam pengembangan industri kripto.

    Hal ini dapat memberikan beberapa keuntungan, seperti kepercayaan lebih tinggi dari masyarakat; integrasi dengan sistem keuangan nasional; serta pengawasan yang lebih ketat dan terstruktur.

    Selain itu, kehadiran perusahaan sekuritas dan konglomerat besar juga memperkuat legitimasi proyek ini di mata investor.

    Dampak untuk Industri Kripto

    Menurut laporan Coindesk, kebijakan ini berpotensi membawa dampak signifikan, baik di tingkat lokal maupun regional:

    1. Perubahan Pola Trading

    Investor Vietnam mungkin akan beralih dari platform global ke exchange lokal, terutama jika akses ke platform offshore dibatasi.

    2. Peningkatan Kepatuhan

    Bursa domestik akan diwajibkan memenuhi standar regulasi, termasuk KYC, AML, dan pelaporan transaksi.

    3. Tekanan bagi Platform Global

    Exchange internasional bisa kehilangan pangsa pasar di Vietnam jika pembatasan akses diperketat.

    Risiko dan Tantangan

    Meski menjanjikan, kebijakan ini juga menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari migrasi pengguna tidak instan, potensi penurunan likuiditas jika pasar terfragmentasi, dan risiko inovasi terhambat akibat regulasi ketat.

    Selain itu, jika regulasi dianggap terlalu membatasi, pengguna bisa mencari alternatif lain seperti platform terdesentralisasi (DEX) yang lebih sulit dikontrol.

    Tren Global: Regulasi Semakin Menguat

    Langkah Vietnam mencerminkan tren global di mana pemerintah mulai mengambil peran lebih aktif dalam mengatur industri kripto.

    Fokus utama biasanya mencakup perlindungan konsumen, stabilitas finansial, dan pengawasan arus modal.

    Dalam konteks ini, kripto tidak lagi dipandang sebagai sektor “liar”, tetapi sebagai bagian dari sistem keuangan yang perlu diatur.

    Baca Juga: Thailand dan Vietnam Berlomba Jadi Pusat Aset Kripto, Indonesia?

    Program percontohan bursa kripto domestik di Vietnam menjadi langkah penting dalam evolusi regulasi industri ini.

    Dengan pendekatan yang menggabungkan kontrol dan adopsi, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem yang lebih aman dan terstruktur.

    Namun, keberhasilan kebijakan ini akan sangat bergantung pada implementasi di lapangan—terutama dalam menarik pengguna untuk beralih ke platform lokal.

    Bagi industri kripto global, langkah ini menjadi pengingat bahwa regulasi akan terus berkembang, dan adaptasi menjadi kunci utama untuk bertahan di tengah perubahan lanskap yang semakin kompleks.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dompet Kripto Ini Tembus 30 Juta Pengguna, Naik 50% dalam 4 Bulan


    Jakarta

    Bitget Wallet, yang merupakan dompet Web3 memiliki 30 juta pengguna, rekor baru untuk pengunduhan aplikasi global di bulan Juli 2024, melampaui pertumbuhan MetaMask di bulan tersebut.

    Dikutip dari Cointelegraph, Rabu (14/8/2024), sejak melampaui 20 juta pengguna pada Maret 2024, Bitget Wallet telah melonjak dengan pertumbuhan 50% hanya dalam waktu 4 bulan. Hal ini secara substansial telah meningkatkan posisi wallet ini di pasar kripto DeFi global. Dengan total unduhan di App Store Apple dan Google Play Store Android, angkanya mencapai 1,7 juta pada Juli 2024, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan 140% bulan sebelumnya.

    Dibandingkan dengan tahun 2023, pengguna Bitget Wallet naik hingga 150% dalam satu tahun terakhir, karena melampaui dompet WEB3 lainnya dan paling banyak diunduh pada bulan Juli.


    Saat ini, Bitget Wallet memiliki pengguna di lebih dari 168 negara dan wilayah. Bitget Wallet telah membuat terobosan signifikan di Eropa, Amerika Utara, dan Oseania, dengan pertumbuhan pengguna di Rusia, Italia, Swedia, dan Australia melebihi lebih dari 40 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, negara-negara seperti Prancis, Portugal, Inggris, Turki, dan Kanada telah menyaksikan tingkat pertumbuhan yang melebihi 1000%.

    “Keberhasilan ekspansi internasional kami menyoroti peran penting dari inovasi dan pengembangan ekosistem di bidang Web3. Kami tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar, tetapi juga untuk mendorong seluruh industri ke depan, menciptakan nilai yang tak tertandingi bagi pengguna Web3 di seluruh dunia. Masa depan Web3 sangat cerah, dan Bitget Wallet sangat antusias untuk memimpin,” kata Alvin Kan, COO Bitget Wallet.

    Di Asia, Bitget Wallet telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pengunduhan di Jepang, Filipina, dan Thailand telah melonjak sekitar 20 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, tingkat pertumbuhan pengguna di India, Vietnam, dan Singapura telah melebihi 300%. Pasar Afrika, khususnya Nigeria, telah muncul sebagai mesin baru untuk pertumbuhan Bitget Wallet karena baru-baru ini menduduki peringkat teratas di App Store Nigeria, melampaui aplikasi lokal populer seperti TikTok, dan WhatsApp.

    Bitget Wallet adalah dompet pertama yang mencapai agregasi multi-chain, menawarkan grafik token on-chain, mendukung transaksi lintas rantai, dan mengintegrasikan pasar NFT dan launchpad di berbagai rantai. Inovasi-inovasi ini telah menetapkan standar untuk dompet Web3. Berfokus pada perdagangan aset on-chain, Bitget Wallet telah mengintegrasikan fitur-fitur inovatif yang memungkinkan pengguna untuk menemukan aset dan peluang baru sesegera mungkin. Sejak diluncurkan, Bitget Wallet telah terintegrasi dengan lebih dari 100 jaringan blockchain publik dan kompatibel dengan EVM.

    Pada tahun 2024, Bitget Wallet telah menjadi dompet teratas dalam ekosistem memecoin, mendukung pelacakan smart money pada rantai Solana dan Base. Ini telah memperkenalkan fitur perdagangan canggih untuk perdagangan token meme, seperti selip otomatis, biaya gas nol, dan mode perdagangan instan. Ekosistem TON menjadi jaringan yang paling banyak ditransaksikan di Bitget Wallet, melampaui rantai publik yang sudah mapan seperti Polygon, Arbitrum, dan BNB Chain. Untuk rencana masa depan, Bitget Wallet bertujuan untuk memperkenalkan fitur dan inovasi baru dengan fokus pada pengalaman pengguna dan ekspansi global.

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Startup Manufaktur Indonesia Dilirik Perusahaan Jepang buat Kerja Sama


    Jakarta

    Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital dari Sinar Mas Land mengungkapkan salah satu portofolionya yakni Imajin yang merupakan startup manufaktur asal Indonesia menjajaki potensi kerja sama dengan sebuah perusahaan multinasional Jepang yakni Mitsubishi Heavy Industries (MHI).

    Partner Living Lab Ventures Bayu Seto mengatakan adanya potensi kerja sama tersebut terjadi setelah melakukan kunjungan ke Tokyo beberapa waktu lalu. Dari kunjungan tersebut, Bayu mengatakan Imajin mendapatkan perhatian khusus dari perusahaan asal Jepang.

    “Imajin ini manufacturing, dia lumayan banyak dapat perhatian dari perusahaan-perusahaan Jepang,” katanya di The Hub Sinar Mas Land, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/5/2025).


    Bayu mengatakan, ketertarikan perusahaan Jepang kepada Imajin tersebut lontaran adanya perubahan sikap yang menginginkan adanya distribusi secara merata, tidak hanya dari China.

    “Dengan situasi ekonomi seperti ini, tentunya distribusinya harus lebih merata. Nah yang paling menarik ternyata dari Asia Tenggara ini ada shifting nih, ada expanding, proporsinya naik gitu kan ya. Tinggal kita bicarakan, naiknya ke mana? Ke Vietnam, ke Thailand, ke Indonesia gitu kan ya,” katanya.

    Dengan perubahan tersebut, Bayu mengatakan LVV sebagai penghubung berperan membantu agar terjadinya kerja sama antara Imajin dengan perusahaan Jepang. Hal ini pastinya akan memberikan dampak baik bagi Imajin.

    “Nah kita pengin kejar ini dan kita bantu. Kita kenalkan biar mereka juga dapatkan demand,” katanya.

    Bayu menambahkan bahwa pada tahun ini, terdapat 5 sektor yang memiliki potensi untuk terus tumbuh di tengah kondisi ekonomi global yang tidak pasti. Sektor tersebut yakni sektor manufacturing, alternatif protein, agritech, healthcare, dan clean tech.

    “Jadi akan ada lima sektor yang mendominasi di Indonesia, yaitu alternatif protein, agritech, healthcare, dan clean tech,” katanya.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Pinjaman Daring Jadi Solusi Pembiayaan bagi Masyarakat di Masa Sulit


    Jakarta

    Di tengah ketidakpastian ekonomi dan kebutuhan mendesak, tak sedikit masyarakat yang mengandalkan pinjaman daring atau peer-to-peer (P2P) lending alias pindar sebagai solusi alternatif untuk pembiayaan yang aksesibel. Bahkan, tak sedikit pindar dijadikan sebagai bantalan ekonomi untuk menjaga konsumsi dan cashflow.

    Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total outstanding pembiayaan dari industri pinjaman daring mencapai Rp 90,99 triliun per September 2025. Angka tersebut tumbuh 22,16% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Pindar memang menawarkan kemudahan dan proses yang relatif cepat dibandingkan pinjaman konvensional. Namun, apakah pindar benar-benar menjadi solusi bijak atau justru menjadi beban baru?


    Keunggulan Pinjaman Daring

    Perkembangan usaha di Indonesia saat ini tengah dalam fase yang tinggi. Dengan kemajuan teknologi dan didukung berbagai aspek, banyak yang akan membangun dan mengembangkan usaha sendiri.

    Pinjaman daring, menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk bisa cepat dalam membangun dan mengembangkan sebuah usaha. Berikut ini adalah manfaat dari pinjaman secara online untuk usaha di Indonesia.

    • Sumber Likuiditas Cepat & Fleksibel untuk Modal

    Saat anda membutuhkan dana di saat darurat atau penting, pinjaman secara online dapat digunakan dengan lebih cepat dan mudah. Contohnya, ketika ingin memperbaiki kendaraan tetapi tidak memiliki cukup biaya.

    Dengan adanya pinjaman secara online, tidak perlu lagi untuk bingung dan khawatir ketika membutuhkan dana tambahan. Memanfaatkan jenis pinjaman ini lebih mudah karena proses pencariannya yang terbilang cepat dan tidak membutuhkan waktu yang lama, selain itu persyaratannya juga tidak terlalu susah.

    Selain itu, pinjaman online juga menjadi solusi untuk membangun sebuah usaha. Kehadiran pinjaman online membuat pengusaha tidak harus sampai menggunakan aset yang dimiliki sebagai jaminannya.

    Suku bunga atau manfaat ekonomi pinjaman daring diatur oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) atas imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuannya untuk perlindungan kepada masyarakat dari suku bunga tinggi dan dalam rangka menjaga integritas industri pindar.

    Per 1 Januari 2024, suku bunga pindar untuk sektor konsumtif resmi turun dari 0,4% per hari menjadi 0,3% per hari, lalu secara bertahap suku bunga pindar masih akan turun menjadi 0,2% per hari pada 2025 dan 0,1% per hari pada 2026. Sementara itu, pinjaman untuk sektor produktif, suku bunga juga turun 0,1% per hari, kemudian pada 2026 turun menjadi 0,067%.

    Riset ‘Dampak Regulasi Batas Maksimum Manfaat Ekonomi Pinjaman Daring’ dari Center for Economic and Law Studies (CELIOS) mengatakan regulasi terkait suku bunga pindar di Indonesia merupakan implementasi yang terbaik di antara negara-negara ASEAN.

    Direktur Ekonomi Digital CELIOS Nailul Huda menyampaikan Singapura tidak menetapkan batas bunga pindar, sementara Malaysia menerapkannya tapi hanya di pasar pinjaman konvensional (conventional lending). Vietnam bahkan baru mulai memperkenalkan regulasi tersebut melalui regulatory sandbox pada 2025 dengan ketentuan bunga yang masih bersifat sementara.

    Sementara Indonesia telah sejak awal menerapkan regulasi ketat bagi industri pindar, termasuk terkait tata kelola, kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam industri pindar, hingga perlindungan pemberi pinjaman (lender) melalui Rapat Umum Pemberi Dana (RUPD). Meski demikian, Nailul mengingatkan besaran bunga pinjol untuk tahun depan perlu disesuaikan dengan kondisi yang akan datang.

    “Lender itu pasti akan mempertimbangkan investasi lainnya untuk menjadi tempat dia berinvestasi atau portfolio mereka investasi. Jadi memang sangat kritis sekali. Kalau boleh saya katakan 0,3% itu sudah ideal, tapi belum tentu tahun depan seperti apa,” ujar Nailul, beberapa waktu lalu.

    Selain bunga yang lebih terkontrol, keamanan pengguna juga semakin diperkuat. Platform pinjaman daring legal kini diwajibkan menerapkan sistem enkripsi data dan autentikasi berlapis, termasuk verifikasi identitas (KYC), kode OTP, serta keamanan berbasis biometrik.

    Selain itu, seluruh transaksi dipantau langsung oleh OJK, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap risiko kebocoran data atau penyalahgunaan informasi pribadi. Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan platform pinjaman daring yang digunakan terdaftar dan berizin di OJK, serta tidak tergiur tawaran dari pihak tidak resmi.

    Dengan langkah hati-hati dan penggunaan yang bijak, pindar bisa tetap menjadi solusi finansial yang aman, cepat, dan bertanggung jawab.

    “Selain mengevaluasi suku bunga, transparansi dan edukasi bagi pemberi pinjaman ritel juga penting. Banyak pemberi pinjaman ritel yang belum sepenuhnya memahami risiko yang melekat pada investasi pindar,” kata Nailul,

    “Dengan meningkatkan literasi keuangan, platform dapat membantu pemberi pinjaman memahami potensi manfaat dan risiko keterlibatan mereka, sehingga keputusan investasi menjadi lebih tepat,” sambungnya.

    Industri Pindar Perluas Akses & Tingkatkan Tata Kelola

    OJK mencatat total outstanding pembiayaan dari industri pindar mencapai Rp 83,52 triliun per Juni 2025. Angka tersebut tumbuh 25,06% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    “Pada industri pinjaman daring atau pindar, outstanding pembiayaan di Juni 2025 tumbuh 25,06% YoY dengan nominal sebesar Rp 83,52 triliun,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga PVML OJK Agusman.

    Di tengah kenaikan pembiayaan, tingkat kredit macet atau TWP90 berada di posisi 2,85%, turun dari bulan Mei yang tercatat 3,19% dan April 2,93%. OJK menilai tren ini sebagai sinyal perbaikan kualitas kredit.

    Sementara, industri pindar hadir sebagai jembatan bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya tidak terlayani (unbanked) atau kurang terlayani (underbanked) oleh lembaga keuangan konvensional.

    Berdasarkan riset EY MSME Market Study and Policy Advocacy, total kebutuhan pembiayaan UMKM pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp 4.300 triliun, sedangkan kemampuan supply kredit hanya Rp 1.900 triliun. Dengan demikian, akan ada credit gap sebesar Rp 2.400 triliun dari lembaga jasa keuangan konvensional.

    “Data menyebutkan bahwa masyarakat yang tidak bisa dilayani oleh fasilitas pembiayaan konvensional atau unbankable people ini masih sangat besar. Di sini ada prospek Pindar ke depan untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Ketum AFPI Entjik S. Djafar.

    Guna memastikan masyarakat tetap aman menggunakan pinjaman daring, AFPI menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. AFPI juga terus mendorong tingkat literasi dan edukasi keuangan masyarakat seiring dengan peningkatan jumlah peminjam ini.

    Selain mempermudah akses pembiayaan, industri pindar turut mendorong inklusi keuangan melalui peningkatan literasi keuangan digital. Sebelumnya, AFPI menghadirkan podcast di YouTube selama 25 jam nonstop untuk membahas berbagai tema literasi keuangan digital, khususnya terkait pinjaman daring yang sehat, legal, dan bertanggung jawab.

    Podcast yang berlangsung pada 21-22 Agustus 2025 tersebut menghadirkan lebih dari 25 topik dalam 50+ sesi, mulai dari pemahaman dasar mengenai P2P lending, literasi keuangan digital, bahaya pinjaman online ilegal, hingga peran industri pindar dalam sinergi membangun perekonomian nasional.

    “Dengan pengetahuan yang cukup, mereka bisa lebih berdaya, mengambil keputusan keuangan yang tepat, dan mengembangkan usahanya tanpa rasa takut atau ragu,” kata Entjik.

    Selain itu, AFPI juga memiliki program tahunan untuk peningkatan edukasi dan literasi yakni Fintech Lending Days (FLD). Tahun ini, FLD diselenggarakan di Sorong, Papua Barat, untuk memperluas inklusi dan literasi tentang keuangan digital hingga wilayah timur Indonesia.

    Jadi, Pindar Merupakan Solusi atau Beban?

    Pada akhirnya, pinjaman daring bisa menjadi solusi sekaligus beban, tergantung bagaimana masyarakat menggunakannya.

    Jika digunakan secara bijak dan sesuai kemampuan finansial, pindar dapat menjadi alat bantu ekonomi yang efektif, membantu kebutuhan darurat, menopang usaha kecil, hingga menjaga arus kas di masa sulit. Sebaliknya, jika tanpa perencanaan dan disiplin pembayaran, pindar justru bisa berubah menjadi beban baru karena akumulasi bunga dan denda keterlambatan.

    Kuncinya ada pada literasi keuangan dan kehati-hatian. Pastikan hanya meminjam di platform resmi yang diawasi OJK, gunakan dana sesuai kebutuhan, dan pahami seluruh syarat serta kewajibannya. Dengan begitu, pindar tetap menjadi solusi finansial cerdas, bukan jebakan utang di era digital.

    Simak juga Video ‘OJK: Utang Pinjol Warga RI Naik ke Angka Rp 87,61 T’:

    (akd/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Dessert Tofu hingga Sundae Alpukat Khas Vietnam Kini Hadir di Jakarta


    Jakarta

    Salah satu spot kuliner di Jakarta Barat menghadirkan kafe baru yang menawarkan menu dessert ala Vietnam. Ada sajian tofu flan hingga sundae alpukat nikmat.

    Kuliner khas Vietnam banyak yang populer di Indonesia. Di antaranya pho, banh mi, dan sajian kopinya. Namun, kafe ini mengusung konsep unik dengan menghadirkan ragam varian dessert-nya.

    Kafe itu adalah Banbe yang berlokasi di Eco8, Jalan Taman Aries No. 8, Meruya, Jakarta Barat. Kafenya cukup luas dengan area makan dalam ruangan (indoor) sehingga terasa nyaman.


    Konsep Kafe Gemas dan ‘Colorful’

    Banbe Jakarta tawarkan menu dessert khas VietnamBanbe Jakarta tawarkan menu dessert khas Vietnam Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Seperti kafe dessert pada umumnya, Banbe juga mengusung konsep imut yang menggemaskan dengan interior warna-warni cerah. Dekorasi kafe ini menggunakan furnitur yang warnanya senada.

    Dominasi warna biru dan putih menggambarkan kesan ceria pada Banbe. Pemilihan kursi dan meja makan juga pas dan terasa nyaman. Setidaknya bisa menampung hingga 30 pelanggan.

    Mereka juga memiliki karakter sebagai ikon Banbe, yaitu naga berwarna putih biru yang menggemaskan. Ikon naga ini juga menghiasi dekorasi kafe Banbe dan mereka juga menyediakan merchandise.

    Menawarkan Dessert Khas Vietnam

    Vietnam memang terkenal dengan sajian kopi dan sup dagingnya, tapi pilihan menu dessert juga bisa dicoba. Banbe menghadirkan ragam menu chè, puding, dan lainnya.

    Untuk menu chè berupa sup dengan isian ragam puding dan buah. Disajikan dengan sup bening rasa kelengkeng yang manis lembut. Biasanya disajikan dengan es batu.

    Puding tahu juga tak kalah menarik disajikan oleh Banbe. Pilihannya beragam dan terasa lembut saat dinikmati.

    Banbe juga memiliki sajian hidangan utama Vietnam. Kreasinya ada banh mi, spring roll, hingga nasi dengan lauk khas Vietnam.

    Detail Informasi (Banbe Jakarta)
    Nama Tempat Makan Banbe Jakarta
    Alamat Eco8, Jalan Taman Aries, Meruya Utara, Jakarta Barat
    No Telp 0811-153-633
    Jam Operasional 10.00 – 20.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 35.000 – Rp 65.000
    Tipe Kuliner Dessert
    Fasilitas
    • Area parkir luas
    • Pet friendly
    • Pembayaran non-cash

    Puding Tofu Saus Matcha dan Longan Che yang Manis Lembut

    Banbe Jakarta tawarkan menu dessert khas VietnamBanbe Jakarta tawarkan menu dessert khas Vietnam Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Dua menu yang detikFood pilih adalah Matcha Tofu Flan (Rp 55.000) dan Tricolor Longan Che (Rp 35.000). Keduanya adalah menu favorit di Banbe.

    Matcha Tofu Flan disajikan cantik di atas piring, sekelilingnya dihiasi dango berwarna putih dan hijau muda, serta mutiara tapioka keju. Tambah nikmat karena disiram dengan saus matcha yang kental.

    Sesuai namanya, sajian ini terasa sekali rasa khas tahu. Teksturnya sangat lembut, mirip seperti egg-pudding. Semua paduannya terasa pas ketika dinikmati bersamaan, ada sensasi lembut, kenyal, dan manis.

    Sementara untuk Tricolor Longan Che rasa manisnya lebih hambar. Disajikan bersama puding susu dengan 3 warna berbeda dalam kondisi dingin, jadi terasa menyegarkan saat dinikmati. Kuah supnya terasa sensasi mirip wedang ronde tanpa jahe.

    Sundae Alpukat yang Creamy

    Avo-Coco Sundae merupakan sajian sundae alpukat yang populer juga disajikan oleh Banbe. Terdiri atas jus alpukat yang creamy kental dan dipadukan bersama pasta kacang hijau, daging kelapa panggang, es krim kelapa, dan mutiara tapioka.

    Sensasi creamy-nya begitu terasa dari jus alpukatnya. Ada rasa manis pahit khas alpukat, lalu ditambah tekstur agak berserat dari kacang hijau, juga sentuhan gurih dari es krim kelapanya.

    Sundae ini bisa menjadi pilihan yang pas jika menyukai rasa kompleks. Apalagi juga ada sensasi kenyal dari mutiara tapiokanya.

    Banh Mi Burger Buat Ngemil

    Banbe Jakarta tawarkan menu dessert khas VietnamBanbe Jakarta tawarkan menu dessert khas Vietnam Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Tak hanya menawarkan ragam dessert lezat, tapi Banbe juga memiliki sajian camilan hingga hidangan utama. Salah satunya Banh Mi Burger (Bún Chả Bánh Mì) yang terinspirasi dari sandwich tradisional Vietnam. Harganya Rp 75.000 per porsi.

    Kreasinya mirip sajian banh mi, hanya saja rotinya berbentuk bundar mirip roti bun burger. Untuk tekstur roti tetap mirip banh mi yang agak keras, tapi renyah.

    Isiannya ada beef patty, daun selada, keju cheddar, bawang bombay, saus khas, dan daun ketumbar. Sensasinya seperti menikmati burger, tapi ada aroma harum dari daun ketumbar. Sajian ini juga dilengkapi dengan kentang goreng dan dua kondimen saus.

    Banbe Jakarta

    Eco8, Jalan Taman Aries, Meruya, Jakarta Barat
    Jam operasional: 10.00 – 20.00 WIB
    No. Telp: 0811-153-633
    Instagram @banbe_id

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 3 Tips Investasi di Australia dari Raja Properti Sydney Berdarah RI


    Jakarta

    Melakukan investasi dan bisnis bisa menjadi ladang cuan, apalagi kalau dilakukan di luar negeri. Namun, untuk bisa meraup keuntungan dengan berbisnis di luar negeri tidak semudah membalikkan telapak tangan.

    Pebisnis properti sekaligus bos One Global Capital, Iwan Sunito, membagikan tips untuk investasi dan bisnis di Australia. Ia sudah berkecimpung di bisnis properti Australia selama hampir 30 tahun.

    Setelah empat dekade bermukim di Sydney, Iwan mengakui bahwa Australia memberikan peluang besar bagi mereka yang berani mengambilnya.


    Setelah mempertimbangkan berbagai pilihan investasi di Asia Pasifik seperti Vietnam hingga Malaysia, dia meyakini Australia adalah pilihan terbaik dari segi stabilitas, keamanan, aksesibilitas, serta potensi ekonomi jangka panjang.

    Nah, berikut ini beberapa tips untuk calon investor dan pebisnis di Australia dari Iwan Sunito dalam keterangan yang diterima oleh detikcom.

    1. Temukan Bisnis yang Ingin Dikembangkan

    Calon investor bisa memilih berinvestasi pada bidang yang membuatnya antusias dan ingin memperdalam pengetahuan. Seperti mahasiswa yang bekerja untuk meningkatkan keterampilan hingga akhirnya mampu membuka bisnis sendiri. Mulailah dari bisnis kecil dan bertumbuhlah perlahan.

    2. Cari dan Investasikan pada Bisnis yang Memiliki Skala dan Keahlian

    Ikuti tren investasi yang terbukti berhasil, seperti investor Jepang yang fokus mencari bisnis yang sudah memiliki skala, keahlian khusus, serta catatan keberhasilan yang terbukti. Jangan coba sendirian karena kompetitor lokal pasti jauh lebih unggul dalam pemahaman pasar lokal yang diperoleh selama puluhan tahun.

    3. Temukan Mitra Bisnis yang Bisa Dipercaya

    Kepercayaan yang kuat hanya bisa dibangun melalui rekam jejak mitra yang transparan selama 10 atau bahkan 20 tahun. Iwan mengaku pernah terburu-buru memasuki joint venture tanpa pengecekan latar belakang yang memadai. Walaupun akhirnya tidak mengalami kerugian finansial, pengalaman tersebut sangat menegangkan karena mitra lokal yang ternyata suka menggunakan jalur hukum untuk mengunci dan menekan mitra bisnisnya.

    Itulah beberapa tips untuk calon investor dan pebisnis yang ingin melebarkan sayapnya di Australia.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com