Tag: vitamin

  • Bikin BB Cepat Turun, Sederet Jus Ini Cocok Dikonsumsi Bagi yang Sedang Diet

    Jakarta

    Memiliki bentuk tubuh ideal adalah impian dari hampir setiap orang. Selain menunjang penampilan, berat badan yang ideal juga dikaitkan dengan risiko penyakit yang lebih rendah.

    Pola makan dan berolahraga merupakan dua hal yang menjadi kunci untuk penurunan berat badan. Selain itu, mengonsumsi beragam asupan sehat, seperti jus untuk diet, dapat mendukung keberhasilan program diet. Namun perlu diingat, jus yang dikonsumsi sebaiknya tidak ditambahkan dengan gula tambahan.

    Lantas, apa saja jus untuk diet agar cepat kurus? Berikut daftarnya.


    1.⁠ ⁠Jus Seledri

    Seledri memiliki kadar air yang cukup tinggi. Dikutip dari Healthline, lebih dari 95 persen dari sayuran ini terdiri atas air. Selain itu, seledri juga memiliki kalori yang rendah, menjadikannya makanan yang ideal bagi mereka yang sedang menurunkan berat badan.

    Tinjauan yang dipublikasikan pada 2023 menunjukkan konsumsi makanan dan minuman dengan densitas kalori yang rendah, seperti seledri, dapat memberikan dampak positif terhadap penurunan berat badan.

    2.⁠ ⁠Jus Timun

    Dikutip dari NDTV, timun juga mengandung banyak air dan rendah kalori. Karenanya, mengonsumsi jus timun dapat membantu mengurangi asupan kalori harian dan mencapai defisit kalori.

    Serat yang terkandung dalam timun juga dapat membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, dan melancarkan fungsi pencernaan.

    3.⁠ ⁠Jus Delima

    Selain lezat dan menyegarkan, jus delima juga dapat mendukung penurunan berat badan.

    Sebuah studi yang dilakukan pada 2023 menemukan kandungan polifenol yang ada dalam jus delima memiliki efek yang dapat menekan nafsu makan. Dikutip dari Healthline, jus delima juga mengandung antioksidan yang berpotensi mengatasi peradangan dan mencegah risiko kanker tertentu.

    4.⁠ ⁠Jus Semangka

    Semangka juga termasuk buah rendah kalori yang cocok dikonsumsi untuk diet. Jus semangka juga mengandung antioksidan, vitamin A, vitamin C, dan kalium yang penting untuk menunjang kesehatan secara keseluruhan.

    Semangka juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi, yang dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengendalikan nafsu makan.

    5.⁠ ⁠Jus Wortel

    Wortel mengandung karotenoid, senyawa pigmen yang memberikan warna pada wortel. Studi yang dilakukan pada 2020 menunjukkan konsumsi minuman yang kaya akan karotenoid dapat secara signifikan mengurangi lemak perut pada pria dengan obesitas.

    6.⁠ ⁠Jus Nanas

    Jus untuk diet cepat kurus berikutnya adalah jus nanas. Nanas mengandung enzim bromelain yang dipercaya dapat meningkatkan metabolisme protein dan pembakaran lemak.

    Bromelain juga dapat bekerja sama dengan enzim lain, seperti lipase, untuk mencerna lemak dan menekan nafsu makan. Nanas juga termasuk makanan katabolik, sehingga tubuh akan membakar lebih banyak kalori untuk mencerna buah tersebut.

    7.⁠ ⁠Jus Pare

    Sekilas, jus pare memang terdengar tidak menggugah selera. Kendati demikian, jus ini memiliki efek penurun berat badan yang sayang dilewatkan oleh para pejuang diet.

    Dikutip dari NDTV, pare dapat merangsang hati memproduksi asam empedu yang dibutuhkan untuk metabolisme lemak. Pare juga termasuk sayur yang rendah kalori, sehingga cocok dikonsumsi saat sedang mencoba menurunkan berat badan.

    (ath/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Bikin BB Cepat Turun, Sederet Jus Ini Cocok Dikonsumsi Bagi yang Sedang Diet

    Jakarta

    Memiliki bentuk tubuh ideal adalah impian dari hampir setiap orang. Selain menunjang penampilan, berat badan yang ideal juga dikaitkan dengan risiko penyakit yang lebih rendah.

    Pola makan dan berolahraga merupakan dua hal yang menjadi kunci untuk penurunan berat badan. Selain itu, mengonsumsi beragam asupan sehat, seperti jus untuk diet, dapat mendukung keberhasilan program diet. Namun perlu diingat, jus yang dikonsumsi sebaiknya tidak ditambahkan dengan gula tambahan.

    Lantas, apa saja jus untuk diet agar cepat kurus? Berikut daftarnya.


    1.⁠ ⁠Jus Seledri

    Seledri memiliki kadar air yang cukup tinggi. Dikutip dari Healthline, lebih dari 95 persen dari sayuran ini terdiri atas air. Selain itu, seledri juga memiliki kalori yang rendah, menjadikannya makanan yang ideal bagi mereka yang sedang menurunkan berat badan.

    Tinjauan yang dipublikasikan pada 2023 menunjukkan konsumsi makanan dan minuman dengan densitas kalori yang rendah, seperti seledri, dapat memberikan dampak positif terhadap penurunan berat badan.

    2.⁠ ⁠Jus Timun

    Dikutip dari NDTV, timun juga mengandung banyak air dan rendah kalori. Karenanya, mengonsumsi jus timun dapat membantu mengurangi asupan kalori harian dan mencapai defisit kalori.

    Serat yang terkandung dalam timun juga dapat membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, dan melancarkan fungsi pencernaan.

    3.⁠ ⁠Jus Delima

    Selain lezat dan menyegarkan, jus delima juga dapat mendukung penurunan berat badan.

    Sebuah studi yang dilakukan pada 2023 menemukan kandungan polifenol yang ada dalam jus delima memiliki efek yang dapat menekan nafsu makan. Dikutip dari Healthline, jus delima juga mengandung antioksidan yang berpotensi mengatasi peradangan dan mencegah risiko kanker tertentu.

    4.⁠ ⁠Jus Semangka

    Semangka juga termasuk buah rendah kalori yang cocok dikonsumsi untuk diet. Jus semangka juga mengandung antioksidan, vitamin A, vitamin C, dan kalium yang penting untuk menunjang kesehatan secara keseluruhan.

    Semangka juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi, yang dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengendalikan nafsu makan.

    5.⁠ ⁠Jus Wortel

    Wortel mengandung karotenoid, senyawa pigmen yang memberikan warna pada wortel. Studi yang dilakukan pada 2020 menunjukkan konsumsi minuman yang kaya akan karotenoid dapat secara signifikan mengurangi lemak perut pada pria dengan obesitas.

    6.⁠ ⁠Jus Nanas

    Jus untuk diet cepat kurus berikutnya adalah jus nanas. Nanas mengandung enzim bromelain yang dipercaya dapat meningkatkan metabolisme protein dan pembakaran lemak.

    Bromelain juga dapat bekerja sama dengan enzim lain, seperti lipase, untuk mencerna lemak dan menekan nafsu makan. Nanas juga termasuk makanan katabolik, sehingga tubuh akan membakar lebih banyak kalori untuk mencerna buah tersebut.

    7.⁠ ⁠Jus Pare

    Sekilas, jus pare memang terdengar tidak menggugah selera. Kendati demikian, jus ini memiliki efek penurun berat badan yang sayang dilewatkan oleh para pejuang diet.

    Dikutip dari NDTV, pare dapat merangsang hati memproduksi asam empedu yang dibutuhkan untuk metabolisme lemak. Pare juga termasuk sayur yang rendah kalori, sehingga cocok dikonsumsi saat sedang mencoba menurunkan berat badan.

    (ath/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • 10 Jus Buah dan Sayur yang Cocok untuk Diet, Bantu Turunkan BB

    Jakarta

    Ada banyak cara untuk bisa menurunkan berat badan, salah satunya adalah dengan rutin mengkonsumsi buah dan sayur. Selain dimakan langsung atau direbus, beberapa buah dan sayuran dapat diolah menjadi jus.

    Nah, ada sejumlah jus buah dan sayur yang cocok untuk diet. Selain membuat badan lebih sehat, dengan mengkonsumsinya secara rutin dapat membantu menurunkan berat badan.

    Hanya saja, membuat jus buah dan sayur sebaiknya menggunakan sedikit gula saja. Bahkan, detikers tak perlu menambahkan susu kental manis karena dapat menghilangkan kandungan nutrisi serta memicu penyakit.


    Jika detikers sedang menjalani program diet, simak beberapa jus buah dan sayuran yang cocok untuk diet dalam artikel ini.

    Jus Buah dan Sayur untuk Diet

    Ada sejumlah jus buah dan sayur yang dapat membantu turunkan berat badan. Dilansir situs Healthline dan LifeMD, berikut jus yang cocok untuk diet:

    1. Jus Seledri

    Jus seledri disebut dapat membantu menurunkan berat badan, sehingga cocok bagi kamu yang sedang diet. Soalnya, seledri mengandung rendah kalori dan 95 persen dari sayuran ini terdiri atas air.

    Menurut studi yang dipublikasikan pada 2023, mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung rendah kalori dapat memberikan efek positif dalam menurunkan berat badan.

    2. Jus Delima

    Jus delima bisa menjadi pilihan terbaik bagi detikers yang sedang diet. Delima termasuk buah yang rendah kalori serta mengandung polifenol.

    Sebuah studi pada 2023 mengungkapkan bahwa kandungan polifenol pada jus delima dapat menekan hawa nafsu makan. Selain itu, kandungan antioksidan dalam buah ini dapat meminimalisir peradangan.

    3. Jus Buah Bit

    Bit juga termasuk salah satu buah yang kaya antioksidan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kandungan antioksidan tinggi dalam buah bit dapat menurunkan indeks massa tubuh (BMI) pada orang obesitas.

    Selain itu, antioksidan juga membantu menurunkan berat badan karena dapat mendorong pemecahan sel-sel lemak. Buah bit juga rendah kalori dan tinggi serat, sehingga dapat memberikan efek kenyang lebih lama.

    4. Jus Wortel

    Wortel merupakan salah satu sayuran yang tinggi nutrisi dan kaya serat. Mengkonsumsi wortel secara rutin diyakini mampu menekan hawa nafsu makan sekaligus memberikan rasa kenyang.

    Wortel juga kaya akan karotenoid. Sebuah studi menunjukkan bahwa pengidap obesitas yang rutin mengkonsumsi karotenoid setiap hari dapat menurunkan lemak di perut secara signifikan.

    5. Jus Nanas

    Rekomendasi jus untuk diet berikutnya adalah nanas. Buah berwarna kuning ini ternyata mengandung enzim bromelain yang mampu meningkatkan metabolisme protein dan pembakaran lemak.

    Selain itu, bromelain juga dapat bekerja sama dengan enzim lainnya, seperti lipase yang fungsinya untuk mencerna lemak dan menekan hawa nafsu makan.

    Nanas juga merupakan buah katabolik, sehingga tubuh akan membakar lebih banyak kalori untuk mencerna buah tersebut.

    6. Jus Buah Naga

    Buah naga kaya akan serat yang dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan sekaligus mencegah sembelit. Selain itu, buah berwarna ungu ini juga rendah kalori, sehingga cocok dikonsumsi bagi orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan.

    7. Jus Timun

    Meski biasanya dimakan secara langsung, tapi timun juga bisa diolah menjadi jus sehat dan menyegarkan. Timun yang rendah kalori dan mengandung banyak air dapat mengurangi asupan kalori harian serta mencapai defisit kalori.

    Selain itu, timun juga kaya serat yang dapat membantu menurunkan berat badan sekaigus memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat menekan hawa nafsu makan.

    8. Jus Semangka

    Jus semangka bisa menjadi opsi menarik bagi detikers yang kesulitan menurunkan berat badan. Sebab, buah ini termasuk rendah kalori dan mengandung sejumlah nutrisi lainnya, seperti antioksidan, vitamin A, hingga vitamin C

    Semangka termasuk buah yang mengandung banyak air. Jika dikonsumsi secara rutin, buah ini dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga kamu jadi nggak mudah lapar.

    9. Jus Sayuran Hijau

    Jus sayuran hijau bisa jadi pilihan terbaik bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan. Sebab, sayuran hijau mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh, mulai dari serat, antioksidan, dan rendah gula.

    Adapun beberapa sayuran hijau yang bisa dinikmati sebagai jus sehat, seperti bayam, kale, brokoli, dan peterseli. Kamu juga bisa menambahkan apel hijau atau timun ke dalam jus agar lebih nikmat.

    10. Jus Pare

    Banyak masyarakat yang umumnya tidak suka pare karena rasanya pahit. Namun siapa sangka, pare yang bisa diolah menjadi jus dapat membantu menurunkan berat badan, lho.

    Sebagai informasi, pare dapat merangsang hati dan memproduksi asam empedu yang dibutuhkan untuk metabolisme lemak. Selain itu, pare juga termasuk sayur rendah kalori sehingga cocok bagi yang sedang diet.

    Dilansir BBC Good Food, meminum jus buah dan sayur dapat membantu tubuh lebih berenergi bahkan bisa menurunkan berat badan, tapi hanya berlaku dalam jangka pendek. Jadi, sebaiknya imbangi dengan olahraga yang cukup, menjaga pola tidur di malam hari, dan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

    Jika kamu ragu apakah program diet yang dilakukan berhasil atau tidak, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter. Cari tahu juga apakah kamu memiliki risiko terhadap kesehatan jika menerapkan diet.

    Itu dia 10 jus buah dan sayur yang cocok untuk diet. Semoga berat badan detikers dapat turun!

    (ilf/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Tiongkok Diklaim bisa Turunkan 10 Kg dalam Seminggu, Amankah?

    Jakarta

    Diet Tiongkok sempat jadi tren karena diklaim bisa turunkan berat badan 10 kg hanya dalam 5-7 hari.Diet ini mulanya viral di platform media sosial China, Xiaohongshu.

    Pada sebuah unggah video, ada seorang wanita mengaku dalam waktu kurang dari seminggu berat badannya berkurang 10 kilogram. Makanan yang dikonsumsinya selama diet ini, sebagian besar menunya terdiri dari protein hewani dan serat.

    Apa yang dimaksud dengan diet Tiongkok? Berikut penjelasannya.


    Mengenal Diet Tiongkok

    Mengutip Daily Vanity, diet Tiongkok adalah diet yang berfokus pada pola makan, dengan satu jenis makanan bernutrisi dalam sehari.

    Jadi, selama seminggu orang yang menjalani diet ini hanya mengkonsumsi satu jenis makanan yang dimakan dan akan berbeda-beda tiap harinya. Makanannya bisa berupa buah, sayuran, cairan, atau protein hewani.

    Hari 1: Telur

    Menu hari pertama diet Tiongkok adalah telur. Jadi seharian, makannya ada menu telur.
    Seseorang yang menjalankan diet ini bisa makan dua-tiga telur rebus untuk sarapan, telur ceplok atau telur dadar ketika makan siang, dan sebutir telur kukus saat makan malam.

    Jika mau dibuat telur dadar, maka disarankan untuk pakai jenis minyak zaitun atau minyak biji bunga matahari. Namun, American Heart Association (AHA) merekomendasikan batas aman untuk konsumsi telur dalam seminggu yaitu 7 butir telur.

    Hari ke 2: Cairan

    Dalam seharian, orang tersebut hanya mengkonsumsi air/minuman. Adapun minuman yang disarankan yaitu susu, kpi, atau sari kedelai.

    Dianjurkan untuk tidak konsumsi minuman dengan kandungan gula tambahan yang tinggi, seperti minuman boba.

    Hari ke 3: Daging

    Menu hari ketiga diet Tiongkok yaitu makan daging selama seharian, baik itu daging sapi, ayam ataupun seafood. Disarankan untuk memasakan dengan cara yang sehat, seperti ditumis, kukus, atau dipanggang.

    Hari ke 4: Buah

    Buah yang disarankan untuk dimakan yaitu delima, apel, jeruk, blueberry, ceri, dan anggur.

    Namun, ada beberapa buah yang perlu dihindari ketika menjadi diet ini. Pasalnya, buah-buah ini mengandung gula yang tinggi, seperti mangga, durian, mangga, kelengkeng, dan leci.

    Jenis buah yang dianjurkan dalam diet ini antara lain apel, jeruk, bluberi, anggur, delima, dan cherry.

    Hari ke 5: Sayuran

    Di hari terakhir, menu dietnya yaitu sayuran. Menu ini bisa dimanfaatkan untuk mendapat asupan mineral serat, vitamin, dan sedikit karbohidrat. Jika ingin dibuat salad, penting untuk memperhatikan dressing atau bumbu untuk menu saladnya.

    Apakah Diet Tiongkok Aman?

    Meski klaim diet sungguh menggiurkan, tapi kita juga perlu berhati-hati. Karena, penurunan berat badan dalam jumlah besar dalam waktu yang sangat singkat bukan pilihan yang tepat.

    Sejatinya, memang penurunan berat badan pada masing-masing individu akan berbeda satu sama lain.

    Tapi, hilangnya berat dengan cepat bisa jadi tanda kalau diet yang dijalani seimbang dan tidak sehat.

    Dokter spesialis gizi klinis MRCCC Siloam Hospital, Inge Permadi, menyebut bahwa umumnya program diet bisa memangkas asupan kalori sebanyak 500-1.000 kalori per hari.

    Apakah bisa diet 1 minggu turun 10 kg? Saat angka pemangkasan kalorinya konsisten, maka berat badan bisa turun 0,5-1 kilogram per minggu.

    “Angka itu bisa dijadikan patokan penurunan berat badan yang sehat,” jelas Permadi, dikutip dari CNNIndonesia beberapa waktu lalu.

    Meski demikian, Permadi mengatakan bahwa tak semua orang bisa menurunkan berat badan di angka sebanyak itu. Ada juga yang mengalami penurunan berat badan lebih banyak.

    “Pada orang dengan kondisi tertentu dan membutuhkan penurunan berat badan lebih cepat, biasanya dokter akan melengkapi perawatan dengan pemberian obat. Alhasil, dalam waktu yang sama, penurunan berat badan bisa bertambah 1-1,5 kilogram per minggu,” ujarnya.

    (khq/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Tiongkok Diklaim bisa Turunkan 10 Kg dalam Seminggu, Amankah?

    Jakarta

    Diet Tiongkok sempat jadi tren karena diklaim bisa turunkan berat badan 10 kg hanya dalam 5-7 hari.Diet ini mulanya viral di platform media sosial China, Xiaohongshu.

    Pada sebuah unggah video, ada seorang wanita mengaku dalam waktu kurang dari seminggu berat badannya berkurang 10 kilogram. Makanan yang dikonsumsinya selama diet ini, sebagian besar menunya terdiri dari protein hewani dan serat.

    Apa yang dimaksud dengan diet Tiongkok? Berikut penjelasannya.


    Mengenal Diet Tiongkok

    Mengutip Daily Vanity, diet Tiongkok adalah diet yang berfokus pada pola makan, dengan satu jenis makanan bernutrisi dalam sehari.

    Jadi, selama seminggu orang yang menjalani diet ini hanya mengkonsumsi satu jenis makanan yang dimakan dan akan berbeda-beda tiap harinya. Makanannya bisa berupa buah, sayuran, cairan, atau protein hewani.

    Hari 1: Telur

    Menu hari pertama diet Tiongkok adalah telur. Jadi seharian, makannya ada menu telur.
    Seseorang yang menjalankan diet ini bisa makan dua-tiga telur rebus untuk sarapan, telur ceplok atau telur dadar ketika makan siang, dan sebutir telur kukus saat makan malam.

    Jika mau dibuat telur dadar, maka disarankan untuk pakai jenis minyak zaitun atau minyak biji bunga matahari. Namun, American Heart Association (AHA) merekomendasikan batas aman untuk konsumsi telur dalam seminggu yaitu 7 butir telur.

    Hari ke 2: Cairan

    Dalam seharian, orang tersebut hanya mengkonsumsi air/minuman. Adapun minuman yang disarankan yaitu susu, kpi, atau sari kedelai.

    Dianjurkan untuk tidak konsumsi minuman dengan kandungan gula tambahan yang tinggi, seperti minuman boba.

    Hari ke 3: Daging

    Menu hari ketiga diet Tiongkok yaitu makan daging selama seharian, baik itu daging sapi, ayam ataupun seafood. Disarankan untuk memasakan dengan cara yang sehat, seperti ditumis, kukus, atau dipanggang.

    Hari ke 4: Buah

    Buah yang disarankan untuk dimakan yaitu delima, apel, jeruk, blueberry, ceri, dan anggur.

    Namun, ada beberapa buah yang perlu dihindari ketika menjadi diet ini. Pasalnya, buah-buah ini mengandung gula yang tinggi, seperti mangga, durian, mangga, kelengkeng, dan leci.

    Jenis buah yang dianjurkan dalam diet ini antara lain apel, jeruk, bluberi, anggur, delima, dan cherry.

    Hari ke 5: Sayuran

    Di hari terakhir, menu dietnya yaitu sayuran. Menu ini bisa dimanfaatkan untuk mendapat asupan mineral serat, vitamin, dan sedikit karbohidrat. Jika ingin dibuat salad, penting untuk memperhatikan dressing atau bumbu untuk menu saladnya.

    Apakah Diet Tiongkok Aman?

    Meski klaim diet sungguh menggiurkan, tapi kita juga perlu berhati-hati. Karena, penurunan berat badan dalam jumlah besar dalam waktu yang sangat singkat bukan pilihan yang tepat.

    Sejatinya, memang penurunan berat badan pada masing-masing individu akan berbeda satu sama lain.

    Tapi, hilangnya berat dengan cepat bisa jadi tanda kalau diet yang dijalani seimbang dan tidak sehat.

    Dokter spesialis gizi klinis MRCCC Siloam Hospital, Inge Permadi, menyebut bahwa umumnya program diet bisa memangkas asupan kalori sebanyak 500-1.000 kalori per hari.

    Apakah bisa diet 1 minggu turun 10 kg? Saat angka pemangkasan kalorinya konsisten, maka berat badan bisa turun 0,5-1 kilogram per minggu.

    “Angka itu bisa dijadikan patokan penurunan berat badan yang sehat,” jelas Permadi, dikutip dari CNNIndonesia beberapa waktu lalu.

    Meski demikian, Permadi mengatakan bahwa tak semua orang bisa menurunkan berat badan di angka sebanyak itu. Ada juga yang mengalami penurunan berat badan lebih banyak.

    “Pada orang dengan kondisi tertentu dan membutuhkan penurunan berat badan lebih cepat, biasanya dokter akan melengkapi perawatan dengan pemberian obat. Alhasil, dalam waktu yang sama, penurunan berat badan bisa bertambah 1-1,5 kilogram per minggu,” ujarnya.

    (khq/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Adrian Maulana Rutin Intermitten Fasting, Bisa ‘Puasa’ 15 Jam Sehari


    Jakarta

    Artis Adrian Maulana kerap disorot karena gaya hidup sehat yang dijalaninya. Ia mengungkapkan sudah menjalani metode diet intermittent fasting (IF) selama lima tahun terakhir.

    Selama itu, Adrian bisa berpuasa selama 15 hingga 16 jam per hari. Menurutnya, diet ini menjadi salah satu cara agar ia dapat terhindar dari risiko kegemukan.

    “Saya selalu makan terakhir jam 20.00 dan baru buka puasa jam 12.30, setelah saya sholat dzuhur,” ungkap Adrian saat ditemui di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2024).


    Terkait menu makan siang, pria berusia 47 tahun itu suka sekali dengan sayur-sayuran. Menurutnya, menu yang bisa dikonsumsi selama diet tidak harus selalu mahal. Terpenting adalah mengurangi karbohidrat dan meningkatkan asupan protein.

    Biasanya, saat di kantor Adrian bisa makan gado-gado. Meski tergolong murah, makanan tersebut ternyata kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

    “Makan siang saya, biasanya gado-gado di kantin kantor, yang saya fokuskan adalah ada nggak hal-hal baik dari yang saya konsumsi,” beber Adrian.

    “Di makanan itu ada sayur, ada vitamin, mineral, protein, dan sedikit lemak. Tinggal kita batasi saja kandungan (lemak) dari kacangnya,” lanjutnya.

    Meski memiliki segudang kesibukan, ternyata Adrian juga tidak sarapan dengan menu yang umum dikonsumsi. Ia biasa hanya minum kopi hitam, tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya.

    “Iya, sarapan cuma black coffee, tapi nggak merasa tersiksa karena mindset,” terang dia.

    “Dengan berpuasa akan membuat organ-organ tubuh kita jadi bisa beristirahat, sehingga dia akan siap bekerja lagi pada saat yang memang dibutuhkan,” sambungnya.

    Menurut Adrian, tubuh sudah dirancang untuk bisa bekerja dan tahu waktu yang tepat untuk beristirahat. Jika tubuh selalu dihantam makanan-makanan yang tidak sehat, di masa depan akan lebih rentan mengalami sakit.

    Ia pun memberikan saran bagi para pemula yang ingin mencoba melakukan intermittent fasting tersebut. Sebagai awal, bisa dimulai dari 12 jam berpuasa.

    “Misalnya, teman-teman terakhir makan katakanlah di jam 19.00, berarti baru boleh mulai makan jam 7 pagi. Nanti ditingkatkan terus, mudah-mudahan kalau misalnya bisa bikin jendelanya itu sampai kurang lebih 18 jam. Jadi 18 jam kita berpuasa, 6 jam kita boleh makan,” tuturnya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Adrian Maulana Rutin Intermitten Fasting, Bisa ‘Puasa’ 15 Jam Sehari


    Jakarta

    Artis Adrian Maulana kerap disorot karena gaya hidup sehat yang dijalaninya. Ia mengungkapkan sudah menjalani metode diet intermittent fasting (IF) selama lima tahun terakhir.

    Selama itu, Adrian bisa berpuasa selama 15 hingga 16 jam per hari. Menurutnya, diet ini menjadi salah satu cara agar ia dapat terhindar dari risiko kegemukan.

    “Saya selalu makan terakhir jam 20.00 dan baru buka puasa jam 12.30, setelah saya sholat dzuhur,” ungkap Adrian saat ditemui di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2024).


    Terkait menu makan siang, pria berusia 47 tahun itu suka sekali dengan sayur-sayuran. Menurutnya, menu yang bisa dikonsumsi selama diet tidak harus selalu mahal. Terpenting adalah mengurangi karbohidrat dan meningkatkan asupan protein.

    Biasanya, saat di kantor Adrian bisa makan gado-gado. Meski tergolong murah, makanan tersebut ternyata kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

    “Makan siang saya, biasanya gado-gado di kantin kantor, yang saya fokuskan adalah ada nggak hal-hal baik dari yang saya konsumsi,” beber Adrian.

    “Di makanan itu ada sayur, ada vitamin, mineral, protein, dan sedikit lemak. Tinggal kita batasi saja kandungan (lemak) dari kacangnya,” lanjutnya.

    Meski memiliki segudang kesibukan, ternyata Adrian juga tidak sarapan dengan menu yang umum dikonsumsi. Ia biasa hanya minum kopi hitam, tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya.

    “Iya, sarapan cuma black coffee, tapi nggak merasa tersiksa karena mindset,” terang dia.

    “Dengan berpuasa akan membuat organ-organ tubuh kita jadi bisa beristirahat, sehingga dia akan siap bekerja lagi pada saat yang memang dibutuhkan,” sambungnya.

    Menurut Adrian, tubuh sudah dirancang untuk bisa bekerja dan tahu waktu yang tepat untuk beristirahat. Jika tubuh selalu dihantam makanan-makanan yang tidak sehat, di masa depan akan lebih rentan mengalami sakit.

    Ia pun memberikan saran bagi para pemula yang ingin mencoba melakukan intermittent fasting tersebut. Sebagai awal, bisa dimulai dari 12 jam berpuasa.

    “Misalnya, teman-teman terakhir makan katakanlah di jam 19.00, berarti baru boleh mulai makan jam 7 pagi. Nanti ditingkatkan terus, mudah-mudahan kalau misalnya bisa bikin jendelanya itu sampai kurang lebih 18 jam. Jadi 18 jam kita berpuasa, 6 jam kita boleh makan,” tuturnya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Pejuang Diet Merapat, Ini 6 Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Agar Sukses Pangkas BB

    Jakarta

    Nutrisi merupakan unsur pembangun tubuh yang berperan penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. Terlebih, kebutuhan nutrisi sangat penting dipenuhi oleh seseorang yang ingin menurunkan berat badan.

    Dikutip dari Healthshots, terdapat beberapa jenis nutrisi yang berperan penting dalam penurunan berat badan, seperti protein, serat, dan antioksidan. Nutrisi ini tidak hanya membantu mengurangi asupan kalori dan menekan nafsu makan, tetapi juga mendukung laju metabolisme yang penting untuk menghilangkan kelebihan berat badan.

    Selain itu, terdapat beberapa nutrisi lainnya yang perlu dipenuhi bagi pejuang diet. Berikut penjelasannya.


    1. Protein

    Protein merupakan salah satu nutrisi makro yang penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan, termasuk otot, organ, dan kulit. Lantas, apa kaitan antara protein dan berat badan?

    Protein adalah nutrisi yang lama dicerna dalam tubuh. Untuk mencerna protein, tubuh perlu membakar lebih banyak energi. Proses ini dapat meningkatkan metabolisme untuk sementara waktu, dan membakar lebih banyak kalori.

    Studi yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan konsumsi protein dapat mengurangi asupan kalori harian secara keseluruhan, serta meningkatkan rasa kenyang. Hal ini membantu dalam mengendalikan nafsu makan dan mencegah makan berlebihan. Asupan protein yang cukup juga dapat membantu menjaga massa otot, yang penting untuk meningkatkan metabolisme dan membantu menurunkan berat badan.

    2. Serat

    Makanan berserat memainkan peran yang signifikan dalam program diet. Ahli gizi dr Ronihi Patil mengatakan serat dapat membantu meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi nafsu makan. Tak hanya itu, serat dapat mencegah lonjakan dan penurunan kadar gula darah yang dapat menyebabkan keinginan makan berlebihan.

    Sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Nutrition juga menunjukkan konsumsi serat dapat membantu menurunkan berat badan. Sebaliknya, pola makan yang kurang serat dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    3. Lemak Sehat

    Lemak sering dianggap sebagai pemicu berat badan meningkat. Padahal, beberapa jenis lemak dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

    American Heart Association mengungkapkan lemak merupakan nutrisi penting yang menyediakan energi, mendukung fungsi sel, dan membantu penyerapan nutrisi. Selain itu, lemak dapat membuat tubuh merasa lebih kenyang, yang kemudian berkontribusi dalam mengendalikan nafsu makan dan menurunkan berat badan.

    Daripada menghindari lemak sama sekali, cobalah untuk memasukkan sumber lemak sehat ke pola makan sehari-hari, seperti alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan berlemak.

    4. Antioksidan

    Antioksidan berperan penting untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Efek radikal bebas dapat menyebabkan munculnya tanda penuaan serta meningkatkan risiko berbagai penyakit.

    Beberapa jenis antioksidan, seperti katekin dan flavonoid, dapat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan metabolisme tubuh secara keseluruhan. Metabolisme yang efisien memungkinkan penyerapan nutrisi yang lebih optimal, sehingga mendukung upaya penurunan berat badan.

    Adapun contoh makanan yang kaya antioksidan antara lain teh hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, buah beri, kangkung, kubis merah, dan coklat hitam.

    5. Karbohidrat

    Karbohidrat juga sering dianggap sebagai pemicu berat badan naik. Faktanya, karbohidrat merupakan salah satu nutrisi terpenting untuk menurunkan berat badan.

    Terdapat dua jenis karbohidrat, yaitu karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Karbohidrat kompleks menyediakan sumber energi yang stabil dan nutrisi penting, seperti vitamin, mineral, dan serat. Studi yang dipublikasikan di jurnal Nutrients pada 2019 menunjukkan konsumsi karbohidrat kompleks dikaitkan dengan risiko kenaikan berat badan yang lebih rendah.

    Berbeda dengan karbohidrat sederhana, karbohidrat kompleks dicerna lebih lama dalam tubuh. Hal ini mencegah terjadinya lonjakan kadar gula darah yang diikuti dengan penurunan secara drastis, yang dapat memicu keinginan makan berlebihan.

    6. Magnesium

    Magnesium adalah mineral yang bekerja dengan lebih dari 300 enzim berbeda dalam tubuh untuk menjalankan fungsi vital, seperti produksi energi, fungsi otot, hingga mencapai kualitas tidur yang lebih baik.

    Dalam hal penurunan berat badan, magnesium berperan penting dalam mengatur kadar gula darah dan insulin, yang dapat memengaruhi nafsu makan dan penyimpanan lemak.

    Selain itu, ulasan yang diterbitkan di jurnal Nutrients pada 2021 menunjukkan kekurangan magnesium lebih umum terjadi pada pengidap obesitas. Artinya, sangat penting mencukupi kebutuhan magnesium jika ingin menurunkan berat badan.

    Magnesium dapat diperoleh dari makanan seperti sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, dan polong-polongan.

    (ath/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Ini Tak Cuma Perpanjang Umur, Tapi Juga Cegah Pikun di Usia Tua


    Jakarta

    Diet Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay (MIND) menggabungkan diet Mediterania dan DASH untuk menargetkan otak yang menua. Diet ini penuh dengan makanan yang kaya akan vitamin, karotenoid, dan flavonoid tertentu, yang dianggap mampu melindungi otak dengan mengurangi stres oksidatif dan peradangan.

    Sayuran seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau, serta biji-bijian utuh, minyak zaitun, unggas, ikan, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan semuanya menjadi pusat perhatian dalam diet MIND. Buah beri lebih disukai daripada buah-buahan lainnya, dan Anda disarankan untuk mengonsumsi satu atau lebih porsi ikan dan dua atau lebih porsi unggas per minggu.

    Sementara itu, daging merah dan makanan manis harus dibatasi masing-masing empat dan lima kali seminggu, dan keju, makanan yang digoreng, dan mentega juga harus dibatasi.


    “Dengan meningkatnya jumlah pengidap demensia seiring bertambahnya populasi yang menua, penting untuk menemukan perubahan yang dapat kita lakukan untuk menunda atau memperlambat perkembangan masalah kognitif,” kata penulis studi Dr Russell P. Sawyer, dari University of Cincinnati di Ohio dan anggota American Academy of Neurology, dalam sebuah pernyataan.

    “Kami sangat tertarik untuk melihat apakah pola makan memengaruhi risiko gangguan kognitif,” ujar Russel dikutip dari IFL Science.

    Russel dan rekannya merekrut 14.145 orang dengan usia rata-rata 64 tahun, 70 persen di antaranya berkulit putih dan 30 persen berkulit hitam dan mengikuti mereka selama rata-rata 10 tahun. Peserta diminta untuk melengkapi Kuesioner Frekuensi Makanan dalam studi REasons for Geographic and Racial Differences in Stroke (REGARDS), yang digunakan para peneliti untuk menilai seberapa dekat pola makan mereka dengan pola makan MIND.

    Mereka juga mengukur keterampilan berpikir dan ingatan di awal dan akhir studi dan membandingkan kepatuhan pola makan MIND dengan gangguan kognitif yang terjadi dan lintasan kognitif, dengan menyesuaikan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, ras, kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan faktor gaya hidup.

    Peneliti menemukan bahwa mengonsumsi pola makan yang sangat mirip dengan pola makan MIND dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan kognitif pada peserta perempuan, tetapi tidak pada peserta laki-laki; tidak ada perbedaan antara peserta berkulit hitam dan putih. Mengalihkan perhatian mereka ke penurunan kognitif, para peneliti menemukan bahwa pada orang yang lebih dekat mengikuti diet MIND, kognisi memburuk lebih lambat daripada mereka yang tidak, dan bahwa kepatuhan terhadap diet MIND merupakan prediktor penurunan kognitif yang lebih baik pada peserta kulit hitam daripada peserta kulit putih.

    “Temuan ini memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama untuk memeriksa dampak yang bervariasi ini di antara pria dan wanita serta orang kulit hitam dan kulit putih,” pungkasnya.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Ini Tak Cuma Perpanjang Umur, Tapi Juga Cegah Pikun di Usia Tua


    Jakarta

    Diet Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay (MIND) menggabungkan diet Mediterania dan DASH untuk menargetkan otak yang menua. Diet ini penuh dengan makanan yang kaya akan vitamin, karotenoid, dan flavonoid tertentu, yang dianggap mampu melindungi otak dengan mengurangi stres oksidatif dan peradangan.

    Sayuran seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau, serta biji-bijian utuh, minyak zaitun, unggas, ikan, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan semuanya menjadi pusat perhatian dalam diet MIND. Buah beri lebih disukai daripada buah-buahan lainnya, dan Anda disarankan untuk mengonsumsi satu atau lebih porsi ikan dan dua atau lebih porsi unggas per minggu.

    Sementara itu, daging merah dan makanan manis harus dibatasi masing-masing empat dan lima kali seminggu, dan keju, makanan yang digoreng, dan mentega juga harus dibatasi.


    “Dengan meningkatnya jumlah pengidap demensia seiring bertambahnya populasi yang menua, penting untuk menemukan perubahan yang dapat kita lakukan untuk menunda atau memperlambat perkembangan masalah kognitif,” kata penulis studi Dr Russell P. Sawyer, dari University of Cincinnati di Ohio dan anggota American Academy of Neurology, dalam sebuah pernyataan.

    “Kami sangat tertarik untuk melihat apakah pola makan memengaruhi risiko gangguan kognitif,” ujar Russel dikutip dari IFL Science.

    Russel dan rekannya merekrut 14.145 orang dengan usia rata-rata 64 tahun, 70 persen di antaranya berkulit putih dan 30 persen berkulit hitam dan mengikuti mereka selama rata-rata 10 tahun. Peserta diminta untuk melengkapi Kuesioner Frekuensi Makanan dalam studi REasons for Geographic and Racial Differences in Stroke (REGARDS), yang digunakan para peneliti untuk menilai seberapa dekat pola makan mereka dengan pola makan MIND.

    Mereka juga mengukur keterampilan berpikir dan ingatan di awal dan akhir studi dan membandingkan kepatuhan pola makan MIND dengan gangguan kognitif yang terjadi dan lintasan kognitif, dengan menyesuaikan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, ras, kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan faktor gaya hidup.

    Peneliti menemukan bahwa mengonsumsi pola makan yang sangat mirip dengan pola makan MIND dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan kognitif pada peserta perempuan, tetapi tidak pada peserta laki-laki; tidak ada perbedaan antara peserta berkulit hitam dan putih. Mengalihkan perhatian mereka ke penurunan kognitif, para peneliti menemukan bahwa pada orang yang lebih dekat mengikuti diet MIND, kognisi memburuk lebih lambat daripada mereka yang tidak, dan bahwa kepatuhan terhadap diet MIND merupakan prediktor penurunan kognitif yang lebih baik pada peserta kulit hitam daripada peserta kulit putih.

    “Temuan ini memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama untuk memeriksa dampak yang bervariasi ini di antara pria dan wanita serta orang kulit hitam dan kulit putih,” pungkasnya.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com