Tag: Vladimir Putin

  • Presiden Rusia Minta Sistem Pembayaran Internasional Pakai Blockchain

    Presiden Rusia, Vladimir Putin meminta adanya sistem pembayaran digital baru untuk penyelesaian berbagi kebutuhan internasional. Sistem pembayaran baru ini diusulkan menggunakan blockchain.

    Putin dikabarkan tengah meminta untuk adanya sistem pembayaran yang dikatakan harus independen dari keterlibatan pihak ketiga dan bank. Seperti disebutkan, sistem pembayaran digital baru dapat dikurasi menggunakan buku besar terdistribusi dan teknologi mata uang digital.

    Putin membagikan usulannya terkait sistem pembayaran internasional dengan teknologi blockchain saat berbicara di konferensi artificial intelligence yang diselenggarakan oleh Sberbank.

    Lepas Ketergantungan Bank

    Ilustrasi Bank Sentral Rusia.
    Ilustrasi Bank Sentral Rusia.

    Baca juga: Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023, Indonesia?

    Presiden Rusia percaya sistem baru untuk transfer uang internasional diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada bank besar dan pihak ketiga. Putin yakin bahwa pembayaran lintas batas yang mengandalkan mata uang digital dan teknologi ledger terdistribusi akan “jauh lebih nyaman”.

    Putin menyatakan bahwa pembayaran internasional dan aliran keuangan antar negara dalam bahaya. Ini terutama disebabkan oleh meningkatnya ketegangan antara Barat dan Rusia.

    “Kita semua tahu betul bahwa di bawah pembatasan tidak sah saat ini, salah satu jalur serangan adalah melalui permukiman. Dan lembaga keuangan kita mengetahui hal ini lebih baik daripada siapa pun karena mereka terpapar pada praktik ini,” kata Presiden Rusia, Vladimir Putin.

    Rusia dan Kripto

    Ilustrasi aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Google Telah Investasikan US$ 1,506 Miliar di Perusahaan Blockchain

    Vladimir Putin mengacu pada sanksi yang dijatuhkan pada Federasi Rusia atas invasi ke negara tetangga Ukraina yang telah sangat membatasi aksesnya ke keuangan dan pasar global. Menurut sebuah laporan oleh kantor berita Prime, dia juga menunjukkan:

    Saat ini, sistem pembayaran internasional mahal, dengan akun dan regulasi koresponden dikendalikan oleh klub kecil negara bagian dan grup keuangan.

    Presiden Rusia, Vladimir Putin

    Rusia sendiri telah mempertimbangkan peraturan kripto yang komprehensif dalam beberapa bulan terakhir, dengan meningkatnya dukungan untuk legalisasi pembayaran kripto lintas batas.

    Pada bulan September, otoritas keuangan di Moskow mulai mengembangkan mekanisme penyelesaian aset kripto internasional. Sebuah laporan baru-baru ini mengungkapkan bahwa Rusia dan Kuba, keduanya di bawah sanksi, sudah membahas masalah tersebut.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Regulasi Baru: Perdagangan Kripto di Rusia Menuju Adopsi Institusional

    Pemerintah Rusia, melalui Kementerian Keuangan dan Bank Sentral, tengah mengembangkan skema Experimental Legal Regime (EPR) untuk perdagangan kripto di dalam negeri seperti dikabarkan oleh Coincu pada Kamis (6/3).

    Langkah ini akan membatasi partisipasi perdagangan kripto hanya untuk investor yang sangat terampil atau super-qualified investors.

    Meski begitu, kriteria pasti mengenai klasifikasi investor ini masih dalam tahap pengembangan.

    Hanya Investor Super-qualified yang Bisa Berdagang Kripto

    Alexey Yakovlev, Direktur Departemen Kebijakan Keuangan di Kementerian Keuangan Rusia, menegaskan bahwa perdagangan mata uang digital bukan sekadar wacana, melainkan sedang dalam proses realisasi.

    Investor yang memenuhi syarat diharapkan berasal dari bank, pelaku pasar profesional, serta individu tertentu yang memiliki kualifikasi keuangan tinggi.

    Saat ini, batasan kekayaan bagi investor berkualifikasi di Rusia adalah 12 juta rubel dan akan meningkat menjadi 24 juta rubel pada 1 Januari 2026.

    Fokus Regulasi: Keamanan dan Perlindungan Investor

    kripto untuk investasi jangka panjang
    Ilustrasi kripto.

    Yakovlev menekankan bahwa keberhasilan regulasi ini bergantung pada tiga faktor utama, yaitu pembentukan kerangka EPR, seleksi ketat bagi investor berkualifikasi, serta mitigasi risiko perdagangan.

    Hingga kini, diskusi antara Kementerian Keuangan, Bank Sentral, dan pelaku pasar masih berada pada tahap awal, dengan fokus utama pada keamanan dan perlindungan hak investor.

    Rusia Izinkan Kripto untuk Transaksi Internasional

    Sejak 1 September 2024, Bank Sentral Rusia telah mengizinkan penggunaan kripto dalam aktivitas ekonomi luar negeri berdasarkan kerangka hukum khusus.

    Regulasi ini memungkinkan bank menentukan aturan perdagangan serta membentuk operator penyelesaian transaksi berbasis mata uang digital di bawah Sistem Pembayaran Nasional.

    Meski begitu, penggunaan kripto untuk pembayaran domestik tetap dilarang oleh pemerintah Rusia.

    Adopsi Kripto Sebagai Alternatif Sistem Pembayaran Global

    Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov, mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan Rusia telah menggunakan Bitcoin dan mata uang digital lainnya untuk transaksi internasional.

    Langkah ini menjadi bagian dari respons Rusia terhadap sanksi ekonomi Barat pasca-invasi ke Ukraina.

    Salah satu dampak terbesar dari sanksi tersebut adalah dikeluarkannya bank-bank Rusia dari sistem pembayaran internasional SWIFT, yang menyulitkan transaksi lintas negara.

    Putin dan Strategi Kripto untuk Menghindari Sanksi Barat

    Presiden Rusia Vladimir Putin menilai bahwa dominasi dolar dalam sistem keuangan global telah dimanfaatkan oleh Amerika Serikat sebagai alat politik.

    Oleh karena itu, Rusia berupaya mengembangkan alternatif pembayaran yang tidak bergantung pada sistem keuangan Barat, salah satunya dengan mengadopsi mata uang digital.

    Meski begitu, strategi ini memicu perdebatan karena bertentangan dengan prinsip desentralisasi yang menjadi dasar utama mata uang kripto seperti Bitcoin.

    Langkah Rusia dalam mengatur perdagangan kripto menandai perubahan signifikan dalam kebijakan keuangan negara tersebut.

    Dengan memperkenalkan sistem EPR dan membatasi perdagangan hanya bagi investor berkualifikasi tinggi, Rusia berusaha menyeimbangkan inovasi teknologi dengan perlindungan ekonomi.

    Di sisi lain, penggunaan kripto untuk transaksi internasional menunjukkan bagaimana negara ini semakin bergantung pada aset digital sebagai respons terhadap tekanan geopolitik global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trump dan Putin Bertemu, Diplomasi Dramatis yang Tak Sentuh Kripto

    Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Anchorage, Alaska, yang berlangsung selama hampir tiga jam, nyatanya hanya meninggalkan slogan dan simbol.

    Pertemuan di antara kedua tokoh penting tersebut berakhir tanpa kesepakatan konkret mengenai gencatan senjata, invasi Ukraina, maupun membahas topik seputar kripto.

    Sementara itu, pasar kripto tampak lebih mementingkan fundamental ekonomi daripada gejolak diplomatik global.

    Baca Juga: Donald Trump Kaji Kebijakan 401(k), Dana Pensiun Warga AS Pakai Kripto?

    Diplomasi Dramatis

    Ketika Trump dan Putin saling menyampaikan “kemajuan signifikan” namun gagal mencapai kesepakatan nyata.

    Menurut laporan Cryptopolitan pada Sabtu (16/8), banyak pihak menyangka kripto bakal bergerak liar. Namun, pasar justru terlihat menangkap ini sebagai kabar basi.

    Bitcoin Tetap Stabil, Menandakan Kedewasaan Pasar

    ‘Berkat’ pertemuan Trump dan Putin, data menunjukkan Bitcoin hanya sempat turun mendekati $117 ribu, namun segera pulih ke hampir $118 ribu, tanpa reaksi dramatis terhadap summit tersebut.

    Hal ini mencerminkan pasar kripto mulai bergerak berdasarkan analisis makro dan teknikal, bukan berita politik semata.

    Trader Kripto: Lebih Fokus ke Zelenskiy, Bukan Kalahkan Bitcoin

    Sementara itu, platform prediksi Polymarket mencatat 88% trader yakin Trump akan menyebutkan Zelenskiy, sementara hanya 3% percaya Bitcoin akan disebut sama sekali—menegaskan bahwa dunia kripto “terlalu sibuk” untuk sekadar menonton politik.

    Pasar konvensional malah menunjukkan stabilitas. Pasar saham cenderung flat, minyak sedikit anjlok, USD melemah, dan emas secara marginal rebound. Kripto? Ikut tenang saja.

    Geopolitik vs Kripto: Siapa Kalah, Siapa Unggul?

    Di sisi lain, laporan dari Bitget menjelaskan bahwa dalam era ini, aset digital tidak fana dari krisis global—tetapi jauh lebih resilien.

    Dalam situasi seperti ini, investor lebih mengarah ke aset “safe-haven” seperti stablecoin daripada membuat panic selling secara impulsif.

    Sementara itu, survei AInvest menyiratkan bahwa turbulensi pasar kripto lebih dipicu oleh data ekonomi seperti data PPI atau rencana tarif ketimbang pertemuan politik seperti Trump dan Putin.

    Baca Juga: Vladimir Putin Isyaratkan Dukungan Terhadap Cryptocurrency

    Kripto Mulai Menjamah Kedewasaan Pasar Nyata

    Dengan demikian, geopolitik bukan lagi trigger langsung untuk fundamental makro di dunia kripto, melainkan teknikal yang kini jadi faktor utama.

    Trader kripto lebih peduli pada narrative global secara luas, bukan drama bilateral antara Trump dan Putin. Volatilitas juga tak muncul meski diplomasi gagal, memperlihatkan peningkatan kedewasaan pasar kripto itu sendiri.

    Akan tetapi, apakah artinya kripto telah matang karena tidak terpengaruh geopolitik? Mungkin belum sepenuhnya, tetapi perbedaan reaksinya terhadap summit ini menjadi tanda bahwa dunia aset digital perlahan beradaptasi menjadi instrumen keuangan yang lebih rasional, dan bukan sekadar alat spekulasi sensasional.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Efek Trump Kerek Harga Bitcoin Tembus Rp 1,6 M


    Jakarta

    Bitcoin melonjak ke rekor tertinggi hingga di atas US$ 106.000 atau lebih dari Rp 1,6 miliar pada awal perdagangan Asia pada hari Senin (16/12/2024). Hal ini lantaran didorong oleh komentar dari Presiden terpilih Donald Trump yang menyatakan bahwa ia berencana untuk membuat cadangan strategis bitcoin Amerika Serikat (AS), yang serupa dengan cadangan minyak strategisnya.

    Bitcoin yang menjadi mata uang kripto terbesar dan paling terkenal di dunia ini mencapai level tertinggi hingga sebesar US$ 106.533 dan terakhir diperdagangkan seharga US$ 105.688.

    “Kita berada di wilayah langit biru di sini. Angka berikutnya yang dicari pasar adalah US$ 110.000. Kemunduran yang ditunggu-tunggu banyak orang tidak terjadi, karena sekarang kita punya berita ini.” kata Analis IG, Tony Sycamore, melansir dari Reuters pada Senin (16/12/2024).


    “Kami akan melakukan sesuatu yang hebat dengan kripto karena kami tidak ingin Tiongkok atau negara lain – bukan hanya Tiongkok tetapi negara lain yang mengadopsinya – dan kami ingin menjadi pemimpinnya,” kata Trump kepada CNBC akhir pekan lalu.

    Trump berencana membangun cadangan kripto yang serupa dengan cadangan minyak. Negara-negara lain juga telah mempertimbangkan cadangan strategis mata uang kripto.

    Presiden Rusia Vladimir Putin awal bulan ini mempertanyakan perlunya menyimpan cadangan negara dalam mata uang asing, dan mengatakan bahwa investasi dalam negeri dalam bentuk cadangan tersebut lebih menarik.

    Putin mengatakan pemerintahan AS saat ini meremehkan peran dolar AS sebagai mata uang cadangan dalam perekonomian global dengan menggunakannya untuk tujuan politik, sehingga memaksa banyak negara beralih ke aset alternatif, termasuk mata uang kripto.

    “Misalnya bitcoin, siapa yang bisa melarangnya? Tidak ada siapa-siapa,” kata Putin.

    Namun ada yang skeptis, karena Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell, menyamakan bitcoin dengan emas awal bulan ini.

    “Orang-orang tidak menggunakannya sebagai bentuk pembayaran, atau sebagai penyimpan nilai. Ini sangat fluktuatif, dan bukan pesaing dolar,” ujar Powell.

    Sebagai informasi, bitcoin telah melonjak lebih dari 50% sejak pemilu pada 5 November 2024, yang menyaksikan Trump terpilih bersama dengan banyak kandidat pro-kripto lainnya. Nilai total pasar mata uang kripto telah meningkat hampir dua kali lipat sepanjang tahun ini hingga mencapai rekor lebih dari US$ 3,8 triliun.

    Trump bulan ini menunjuk pejabat Gedung Putih untuk artificial intelligence (AI) dan mata uang kripto, yaitu mantan eksekutif PayPal David Sacks, dan teman dekat penasihat Trump sekaligus CEO Tesla Elon Musk. Trump juga mengatakan dia akan mencalonkan pengacara pro-kripto Washington Paul Atkins untuk mengepalai Komisi Sekuritas dan Bursa.

    (eds/eds)



    Sumber : finance.detik.com