Tag: wa

  • Cara Menonaktifkan WA Sementara dan Permanen di Android dan iOS

    Jakarta

    Platform berbalas pesan singkat bisa sangat melelahkan, terlebih jika pesan yang masuk tiada hentinya. Terkadang, mungkin, pikiran untuk menonaktifkan WA sementara muncul dalam benak saking penatnya.

    Berkutat pada hal yang itu-itu saja, ditambah arus informasi yang tak ada hentinya dari WA, dapat menimbulkan stres. Karena itu, tidak ada salahnya untuk memutuskan menonaktifkan WA sementara maupun secara permanen.

    Caranya mudah, dapat dilakukan oleh pengguna Android dan iOS, kok.


    Cara menonaktifkan WA di Android Tanpa Mematikan Paket Data atau Wifi

    • Buka ‘Settings’ pada perangkat Android yang kamu miliki
    • Lanjut ke menu ‘Apps’ atau ‘Kelola Aplikasi’, bisa beragam untuk tiap ponsel Android
    • Klik ‘Manage Apps’ atau ‘Daftar Aplikasi’, cari deh Whatsapp
    • Langkah selanjutnya adalah memilih ‘Force stop’ atau ‘Hentikan paksa’
    • Setelah itu, jangan buka aplikasi Whatsapp. Aplikasi bakal tetap centang satu.

    Cara menonaktifkan WA di iPhone

    Lebih mudah dari Android, iPhone punya cara menonaktifkan WA sementara tanpa harus melakukan langkah yang panjang. Caranya:

    • Buka ‘Settings’
    • Kemudian pilih ‘Notifications’
    • Cari ‘Whatsapp’, kemudian slide bar yang ada di samping kanan untuk mematikan ‘Allow notifications’.

    Cara menonaktifkan WA lewat Blokir

    Di situasi tertentu, kamu mungkin tidak ingin mendapatkan pesan dari orang-orang yang dianggap toxic atau menyebalkan. Kamu dapat menghilangkan pesan dari orang itu dengan mudah dengan memblokirnya.

    Bagi kamu yang belum tahu caranya, bisa ikuti panduan berikut ini:

    • Buka aplikasi Whatsapp di HP Android atau iPhone
    • Slide sampai menemukan nama atau kontak orang yang ingin kamu blokir
    • Pilih ikon titik tiga yang ada di pojok kanan atas chat
    • Lanjut ‘More’ > ‘Block’

    Cara menonaktifkan WA Permanen

    Untuk menonaktifkan WA secara permanen, itu tidak susah. Akan tetapi, agar data tetap aman, jangan lupa untuk mencadangkan pesan penting dari Whatsapp dulu.

    Nah, sekarang kita ke poin utama yakni menonaktifkan WA secara permanen, bukan hanya dengan meng-uninstall-nya.

    • Langsung buka ‘Settings’
    • Sentuh opsi ‘Account’
    • Klik pilihan ‘Delete my account’ di bagian paling bawah
    • Catatan: setelah akun dihapus, kamu perlu mendaftar Whatsapp lagi untuk memakai nomor tersebut.

    Cara Menonaktifkan WA yang HP-nya Dicuri

    • Bukalah akun email kamu untuk mengirimkan pesan ke Pusat Bantuan Whatsapp yakni support@whatsapp.com
    • Tulis bahwa ‘HP Hilang atau Dicuri: Mohon nonaktifkan akun saya’
    • Sertakan nomor telepon yang digunakan pada akun Whatsapp dengan format +62 ***.

    (ask/fay)



    Sumber : inet.detik.com

  • Gampang Banget! Cara Bikin Tulisan Arab di WhatsApp Tanpa Aplikasi Ribet


    Jakarta

    Di momen tertentu umat Islam kerap membagikan ucapan selamat atau menyampaikan belasungkawa menggunakan tulisan Arab di WhatsApp. Kalian juga bisa membuat tulisan Arab di WhatsApp, tanpa harus meng-install lagi aplikasi lain.

    Untuk diketahui, keyboard WhatsApp umumnya menyesuaikan pengaturan bahasa di ponsel. Bila di-setting bahasa Indonesia, maka keyboard akan menampilkan abjad latin. Jika ingin mengetik teks Arab di WA, begini caranya.

    Cara Bikin Tulisan Arab di WA Tanpa Aplikasi

    Ada dua cara membuat tulisan Arab di WhatsApp tanpa aplikasi, pertama dengan memakai keyboard default, yang kedua adalah dengan memanfaatkan Google Translate.


    1. Pakai keyboard default

    Keyboard default atau bawaan di HP dapat diatur untuk mengetik tulisan Arab di WhatsApp. Dengan keyboard bawaan, pengguna bahkan dapat menulis teks Arab berharakat. Caranya:

    • Pastikan HP sudah menerapkan keyboard default
    • Buka WhatsApp dan pilih salah satu chat
    • Ketuk kolom chat untuk menampilkan keyboard dan tap ‘Pengaturan keyboard’
    • Kalian akan diarahkan ke laman setting keyboard default, lalu pilih ‘Bahasa dan Tipe’
    • Pilih ‘Kelola Bahasa Input’, unduh bahasa Arab, lalu aktifkan
    • Kembali ke kolom chat WhatsApp, ubah keyboard bahasa Arab dengan menggeser tombol Spasi ke samping hingga muncul huruf-huruf hijaiyah
    • Jika sudah, teks berbahasa Arab dapat mulai ditulis
    • Harakat huruf juga bisa ditambahkan dengan menekan lama tanda titik

    Sebagai catatan, ponsel yang digunakan dalam pengujian adalah Samsung. Cara menggunakan keyboard default untuk menulis teks bahasa Arab di ponsel merek lain mungkin akan sedikit berbeda.

    2. Memanfaatkan Google Translate

    Teks berbahasa Arab di WA dapat dibuat dengan memanfaatkan Google Translate. Caranya:

    • Kunjungi aplikasi atau halaman Google Translate
    • Ganti pengaturan penerjemahan bahasa dari bahasa Indonesia ke Arab
    • Ketik kata atau kalimat yang ingin diubah ke teks bahasa Arab, misalnya ‘Barakallah’
    • Google Translate memproses penerjemahan ke dalam bahasa Arab
    • Jika sudah, hasil tulisan bahasa Arab dapat disalin dan ditempel (copy paste) ke dalam chat WhatsApp

    Kedua cara di atas tak hanya bisa dipakai untuk teks bahasa Arab yang akan dikirimkan ke orang lain, tetapi juga bisa dijadikan status WhatsApp. Selamat mencoba!

    (rns/fay)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cara Bikin Tulisan Arab di WhatsApp Tanpa Aplikasi, Mudah Banget


    Jakarta

    Tulisan Arab cukup sering umat Islam kirim ke keluarga hingga kerabat melalui WhatsApp (WA). Apalagi ketika momen Ramadhan dan Hari Besar Islam untuk membagikan ucapan selamat hingga menyampaikan belasungkawa usai mendengar berita duka.

    Keyboard WhatsApp umumnya menyesuaikan pengaturan bahasa di handphone (HP). Bila disetting bahasa Indonesia maka keyboard akan menampilkan abjad latin. Jika ingin mengetik teks Arab di WA untuk dibagikan ke pengguna lain atau dijadikan status, lantas bagaimana caranya?

    Cara Bikin Tulisan Arab di WhatsApp Tanpa Aplikasi

    Ada cara mudah membuat teks berbahasa Arab di aplikasi perpesanan WhatsApp. Pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi lain dan cukup mensetting pengaturan ponsel serta memanfaatkan teknologi yang ada. Mengutip catatan detikcom, berikut caranya:


    1. Terapkan Keyboard Default

    Keyboard default atau bawaan di HP dapat diatur untuk mengetik tulisan Arab di WhatsApp. Dengan keyboard bawaan, pengguna bahkan dapat menulis teks Arab berharakat. Ikuti cara berikut:

    • Pastikan keyboard default sudah diterapkan pada ponsel.
    • Buka WhatsApp dan pilih salah satu obrolan.
    • Ketuk kolom chat untuk menampilkan keyboard dan klik Pengaturan keyboard.
    • Akan diarahkan ke laman setting keyboard default, pilih Bahasa dan Tipe.
    • Klik Kelola Bahasa Input, unduh bahasa Arab dan aktifkan.
    • Kembali ke kolom obrolan WhatsApp, ubah keyboard bahasa Arab dengan menggeser tombol Spasi ke samping hingga muncul huruf-huruf hijaiyah.
    • Jika sudah, teks berbahasa Arab dapat mulai ditulis di WhatsApp.
    • Harakat huruf juga bisa ditambahkan dengan menekan lama tanda titik.

    Sebagai informasi, ponsel yang digunakan adalah Samsung. Cara menggunakan keyboard default untuk menulis teks bahasa Arab di ponsel merek lain mungkin sedikit berbeda.

    2. Manfaatkan Google Translate

    Teks berbahasa Arab di WA dapat dibuat dengan memanfaatkan Google Translate. Begini langkah-langkahnya:

    • Kunjungi aplikasi atau laman Google Translate.
    • Ganti pengaturan penerjemahan bahasa dari bahasa Indonesia ke Arab.
    • Ketik kata atau kalimat yang ingin diubah ke teks bahasa Arab, contohnya “Assalamualaikum”.
    • Google Translate memproses penerjemahan ke dalam bahasa Arab.
    • Jika sudah, hasil tulisan bahasa Arab dapat disalin dan ditempel dalam chat WhatsApp.

    Bukan hanya mengirimnya ke pengguna lain, cara di atas dapat digunakan mengetik teks bahasa Arab untuk dijadikan status WhatsApp. Selain bahasa Arab, pengguna pun bisa membuat tulisan dari bahasa asing lain.

    (azn/fyk)



    Sumber : inet.detik.com

  • 4 Cara Tahu WA Disadap Orang, Baca Cirinya!


    Jakarta

    Platform bertukar pesan instan WhatsApp (WA) menjadi salah satu yang paling populer di dunia. Di Indonesia, penggunanya bahkan menyentuh angka 112 juta, membuatnya menempati posisi ketiga dalam lima besar negara pengguna WA terbanyak di dunia.

    Dikarenakan WhatsApp jadi aplikasi paling populer di Indonesia, tak jarang pelaku kejahatan yang tertarik untuk menyadap akun WA para penggunanya. Penyadapan ini dilakukan mulai untuk mengetahui aktivitas pengguna hingga mengintip informasi/data berharga yang dibagikan via WA.

    Cara mengetahui WhatsApp disadap

    Ada sejumlah tanda yang dapat kamu baca ketika WhatsApp disadap orang lain. Berikut ini di antaranya:


    1. Ada aktivitas aneh

    Pernahkah kamu menerima pesan dari orang tidak dikenal atau kontak yang tidak ada di dalam daftar? Bisa jadi, akun WA kamu sudah disadap orang lain.

    Jangan lupa pula untuk memeriksa pesan yang terkirim. Kalau menemukan chat yang dikirim bukan olehmu, maka mungkin ada orang yang memegang kendali atas akun WhatsApp-mu. Periksa juga riwayat panggilan untuk melihat apakah ada aktivitas panggilan aneh yang dilakukan atau tidak.

    Selain itu, cek informasi daftar kontak. Karena penyusup yang meretas akunmu bisa mulai mengganti informasi kontak yang ada.

    2. Tidak bisa masuk ke WhatsApp

    Saat hendak mengakses WA tapi malah tidak bisa masuk, itu dapat menjadi tanda akunmu diretas. Ciri lainnya apabila WhatsApp di ponselmu tiba-tiba log out (keluar) dengan sendirinya dan kamu tidak dapat masuk setelahnya. Kamu patut mencurigai kalau akunmu disadap.

    3. Mendapat kiriman kode OTP

    Saat menerima pesan berisi kode OTP padahal kamu tidak memintanya, ini juga perlu diwaspadai lantaran bisa saja seseorang tengah mencoba untuk mengambil kendali akun WA-mu.

    Ini karena kode OTP diperlukan jika seseorang sedang mendaftarkan akun WhatsApp menggunakan nomormu. Tanpa kode ini, proses verifikasi tidak bisa lanjut. Apabila kamu mendapatkan kiriman kode OTP secara tiba-tiba, jangan berikan kode tersebut kepada siapapun termasuk orang yang kamu kenal.

    4. Ada perangkat asing yang ditautkan

    Tanda selanjutnya untuk mengetahui apakah WhatsApp disadap atau tidak dengan mengecek perangkat yang ditautkan ke akunmu. Kalau ada perangkat tidak dikenal yang tertaut ke WA kamu, maka harus dicurigai.

    Berikut cara cek perangkat yang tertaut ke akun WhatsApp:

    • Buka WhatsApp di ponsel
    • Klik ikon titik tiga di pojok kanan atas untuk HP Android, atau klik ikon roda gigi di pojok kanan bawah untuk iPhone
    • Lalu klik Perangkat Tertaut atau tidak
    • Jika ada perangkat lain yang tidak diketahui tertaut ke WhatsApp-mu maka itu tanda akunmu sedang disadap. Apabila terjadi demikian, hapus perangkat yang tertaut itu dengan mengklik Keluar.

    Cara Mengatasi WhatsApp yang Disadap

    Setelah diperiksa, ternyata benar bahwa WhatsApp kamu dibajak. Lantas, apa yang harus dilakukan? Sebaiknya segera hapus akun dan putuskan semua perangkat yang terhubung dengan akun WA itu, seperti WhatsApp Web.

    Inilah cara menghapus akun WhatsApp:

    • Buka WhatsApp di ponsel
    • Klik ikon titik tiga di sudut kanan atas untuk Android, atau klik ikon roda gigi di kanan bawah untuk iPhone
    • Pilih menu akun, lalu ketuk Hapus Akun pada bagian paling bawah
    • Masukkan nomor WhatsApp, kemudian klik Hapus Akun
    • Dengan menghapus akun WA, seluruh riwayat pesan serta cadangan di Google Drive atau iCloud akan terhapus. Kamu juga akan dikeluarkan dari semua grup.

    Cara mencegah WhatsApp disadap

    Buat kamu yang WhatsApp-nya masih aman, pastikan kamu telah menerapkan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencegah WA disadap atau diretas penyusup. Di antaranya dengan mengamankan akun WhatsApp milikmu. Simak cara melindungi WA agar tidak dibajak.

    1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

    Untuk mengamankan WhatsApp, aktifkan verifikasi dua langkah. Berikut langkah-langkahnya:

    • Klik ikon titik tiga di kanan atas atau ikon roda gigi di kanan bawah
    • Pilih Setelan, kemudian ketuk Akun
    • Selanjutnya, klik Verifikasi Dua Langkah lalu ketuk Nyalakan
    • Masukkan 6 digit PIN yang bisa diingat, lalu konfirmasi PIN
    • Tak ketinggalan, masukkan email untuk memulihkan PIN jika pengguna lupa.

    2. Aktifkan kunci sidik jari

    Dengan mengaktifkan pemindai sidik jari sebagai kunci, maka orang lain tidak dapat mengakses akun WhatsApp milikmu. Berikut cara mengaktifkan kunci sidik jari:

    • Klik ikon titik tiga di kanan atas atau ikon roda gigi di kanan bawah
    • Pilih Privasi lalu klik Kunci Sidik Jari
    • Aktifkan pemindai sidik jari dengan menyetelnya ke kanan
    • Kemudian pengguna akan diminta untuk merekam sidik jari
    • WhatsApp lalu akan meminta pengguna untuk memilih berapa lama waktu agar aplikasi bisa terkunci otomatis
    • Perlu diingat juga agar kamu tidak sembarang membuka link yang dikirimkan orang lain dan tidak membagikan kode OTP ke siapapun jika menerimanya.

    Jadi, itulah cara mengetahui apakah WhatsApp kamu disadap orang lain atau tidak, termasuk juga cara mencegah dan apa yang harus dilakukan jika mengalaminya. Semoga bisa membantu kamu ya, detikers.

    (ask/ask)



    Sumber : inet.detik.com

  • 4 Cara Baca Pesan WhatsApp Tanpa Dibuka, Nggak Ketahuan Pengirim

    Jakarta

    Ternyata ada lho cara membaca pesan WhatsApp (WA) tanpa membuka chat secara penuh agar tidak ketahuan pengirimnya. Trik ini cocok banget buat kamu yang ingin menjaga privasi atau belum ingin buru-buru membalas pesan.

    WhatsApp sendiri sebenarnya sudah menyediakan sejumlah fitur privasi. Ditambah lagi ada beberapa trik yang bisa digunakan agar kamu tetap bisa membaca isi pesan tanpa perlu membuka chat.

    Yuk simak empat cara mudahnya berikut ini:


    1. Nonaktifkan Tanda Terima Baca

    WhatsApp punya fitur Read receipts alias tanda centang biru. Kalau fitur ini aktif, setiap pesan yang kamu buka akan langsung terlihat sudah dibaca oleh pengirim.

    Supaya nggak ketahuan, kamu bisa menonaktifkannya dengan langkah berikut:

    • Buka aplikasi WhatsApp.
    • Masuk ke Pengaturan.
    • Pilih Privasi.
    • Nonaktifkan toggle Telah Dibaca (Read receipts).

    Dengan begitu, pengirim pesan tidak lagi bisa melihat centang biru meski kamu sudah membaca pesannya.

    2. Sembunyikan Status Terakhir Terlihat

    Mematikan centang biru saja belum cukup. Pengirim pesan masih bisa tahu kamu sedang online. Nah, agar lebih aman, kamu bisa menonaktifkan status Terakhir Dilihat (Last Seen).

    Caranya:

    • Buka Pengaturan WhatsApp.
    • Pilih Privasi.
    • Klik Terakhir dilihat dan online.
    • Atur menjadi Tidak Seorang Pun (Nobody) untuk Last Seen dan pilih Sama Seperti Terakhir Dilihat untuk Online.

    Dengan begitu, pengirim tidak tahu kapan kamu terakhir membuka WhatsApp.

    3. Lihat dari Notifikasi Pop-up

    Cara lain membaca pesan WA tanpa ketahuan adalah lewat notifikasi pop-up. Hampir semua smartphone menampilkan preview pesan WA di layar kunci atau bilah notifikasi.

    Caranya gampang:

    • Saat ada pesan masuk, tarik notifikasi dari atas layar.
    • Pesan akan terlihat sebagian tanpa harus membuka aplikasi.
    • Beberapa ponsel bahkan memungkinkan balas langsung tanpa membuka chat.

    Kalau smartphone kamu mendukung widget, cara ini bisa lebih praktis. Kamu bisa langsung melihat isi chat terbaru tanpa membuka aplikasi.

    Langkahnya:

    • Tekan lama area kosong di layar beranda.
    • Pilih Widget.
    • Cari Widget WhatsApp.
    • Tarik ke layar beranda sesuai posisi yang diinginkan.

    Setelah terpasang, widget ini akan menampilkan pesan terbaru tanpa perlu membuka WhatsApp.

    (khq/afr)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cara Memindahkan WA ke HP Baru tapi Nomor Lama Sudah Tidak Aktif


    Jakarta

    Masuk ke WhatsApp memang memerlukan nomor telepon untuk verifikasi. Tapi kalau nomor lama tidak aktif, bagaimana cara pindahkan WA ke HP baru?

    Memang WhatsApp memerlukan verifikasi nomor untuk aktivasi akun di perangkat teranyar kamu. Tapi, tak perlu khawatir takut tidak bisa verifikasi kalau nomor lama kamu sudah tidak aktif.

    Dengan catatan, akun WhatsApp kamu masih login di ponsel lama. Kamu juga perlu menyiapkan nomor baru untuk dijadikan pengganti nomor lama. Kalau syarat ini terpenuhi, langsung lanjut ke langkah-langkah berikut ini, detikers.


    Cara Pindahkan WA ke HP Baru saat Nomor Lama Sudah Tidak Aktif

    • Buka aplikasi WhatsApp kamu di HP lama
    • Lanjut ke ‘Settings’ > ‘Account’ > ‘Change Number’. Setelah itu, lanjut
    • Masukkan nomor baru kamu
    • Aktifkan opsi untuk memberitahu kontak apabila kamu ingin kontak-kontak kamu menerima notifikasi penggantian nomor
    • Pilih ‘Selesai’
    • Masukkan kode OTP yang dikirim WhatsApp ke nomor baru
    • Nomor lama sudah diganti dengan nomor baru yang sudah aktif!

    Setelah berhasil, kamu hanya perlu masuk ke WhatsApp di HP baru menggunakan nomor teranyar itu. Namun, apabila kamu enggan mengganti nomor dan tetap ingin memakai nomor lama sementara, kamu dapat mencoba fitur perangkat pendamping.

    Cara menggunakan WA di HP Baru pakai Companion Mode

    • Buka aplikasi WhatsApp di HP lama
    • Klik ‘Settings’ dan lanjut ke ‘Linked devices’
    • Sentuh ‘Link a device’
    • Di HP yang baru, buka aplikasi WhatsApp
    • Kemudian pilih ‘Settings’ dan lanjut ke ‘ Link to existing account’
    • Pindai QR yang ditampilkan di HP baru dengan HP lama
    • WhatsApp secara otomatis dapat digunakan di dua perangkat berbeda dengan nomor lama yang sudah tidak aktif.

    Jadi, itulah cara yang bisa kamu lakukan untuk memindahkan WhatsApp ke HP baru meskipun nomor lama sudah tidak aktif. Semoga bermanfaat ya, detikers.

    (ask/ask)



    Sumber : inet.detik.com

  • Apakah Bisa Bertemu Keluarga di Alam Kubur? Ini Penjelasan Islam


    Jakarta

    Setelah meninggal dunia, manusia akan memasuki alam kubur. Di alam ini, setiap jiwa akan mulai merasakan balasan atas amal perbuatannya di dunia.

    Lantas, apakah di alam kubur nanti kita bisa bertemu dengan anggota keluarga yang lebih dulu berpulang?

    Pertemuan Anggota Keluarga di Alam Kubur

    Menurut Mohamad As’adi Bin Tawi dalam bukunya Astaghfirullah, Pedihnya Siksa Kubur Atas Kaum Wanita, bagi orang-orang yang mendapat nikmat kubur, alam barzah akan terasa seperti berada di halaman surga. Mereka akan berada di tempat yang indah dan mulia.


    Di tempat inilah, orang-orang beriman akan berkumpul dan berinteraksi dengan keluarga, kerabat, serta sesama mukmin lainnya. Selama mereka termasuk golongan yang terhindar dari siksa kubur-seperti anak, cucu, orang tua, dan sanak saudara lainnya-maka mereka akan dipertemukan kembali. Allah SWT akan mengumpulkan mereka di tempat yang penuh kenikmatan, sebagai bentuk balasan atas ketaatan dan amal baik selama hidup di dunia.

    Sebaliknya, bagi mereka yang berada di jurang siksa kubur atau halaman neraka, tidak akan ada pertemuan atau kebersamaan. Roh-roh tersebut akan dipisahkan berdasarkan tingkat keimanan dan amal masing-masing.

    Dalil Al-Qur’an Tentang Pertemuan di Alam Kubur

    Dalam Surah An-Nisa ayat 69, Allah SWT berfirman:

    وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَ ۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا ٦٩

    Artinya: “Siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nabi Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (akan dikumpulkan) bersama orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”

    Bukti Pertemuan Roh Orang Saleh di Alam Barzah

    Aep Saepulloh Darusmanwiati dalam buku Mengintip Alam Gaib, mengatakan manusia yang mendapat nikmat kubur akan saling bertemu dengan orang-orang saleh lainnya di alam kubur, persis seperti interaksi di dunia.

    Rasulullah SAW juga menjelaskan secara rinci bagaimana roh orang-orang beriman akan saling bertemu di alam kubur. Dalam sebuah hadits disebutkan:

    “Sesungguhnya roh seorang mukmin yang saleh apabila dicabut, ia akan ditemui oleh roh-roh para hamba Allah yang saleh lainnya, sebagaimana manusia saling bertemu di dunia. Roh-roh itu berkata, ‘Biarkan saudara kamu yang baru meninggal itu sehingga ia istirahat terlebih dahulu, karena dia baru selesai menjalani kegelisahan luar biasa. Setelah itu mereka menanyakan kabar si fulan, apa yang telah dilakukan oleh si fulanah (perempuan), apakah si wanita itu telah menikah?’

    Apabila roh-roh itu menanyakan seseorang yang telah meninggal sebelum roh baru tadi, roh-roh orang saleh itu berkata, ‘Innâ lillâhi wa inna ilaihi râji’ûn, ia ternyata kini telah pergi menuju neraka Hawiyyah, dia adalah sejelek-jelek tempat kembali dan sejelek-jelek pengajaran’.” (HR Ibnu Abid Dunya)

    Selain itu, ada riwayat lain dari Abu Qasim Abdurrahman RA yang menyebutkan sabda Rasulullah SAW:

    “Apabila seorang hamba mukmin meninggal dunia, maka rohnya bertemu dengan roh orang-orang beriman.” (HR Hakim)

    Roh Bisa Saling Mengenali di Alam Kubur

    Tidak hanya dapat bertemu, roh-roh di alam kubur juga dapat saling mengenali dan mengingat satu sama lain. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abid-Dunya melalui jalur periwayatan Muhammad bin Abdullah bin Buzaigh, Fudhail bin Sulaiman An-Numairi, Yahya bin Abdurrahman bin Abu Labibah, dari kakeknya.

    “Ketika Bisyr bin Al-Bara’ bin Ma’rur meninggal dunia, aku justru melihat kegembiraan memancar dari muka Ummu Bisyr. Dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, dia senantiasa berharap agar meninggal lebih dahulu dari Bani Salamah. Lalu, apakah orang-orang yang sudah meninggal itu bisa saling mengenal, sehingga aku dapat mengirimkan salam kepadanya?’

    Beliau menjawab, ‘Benar. Demi diriku yang ada di tangan-Nya wahai Ummu Bisyr, mereka saling mengenal sebagaimana burung di pucuk pohon yang juga saling mengenal’.”

    Meski demikian, pengetahuan manusia tentang roh terbatas. Sebagaimana firman-Nya dalam surah Al Isra ayat 85,

    وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا ٨٥

    Artinya: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang roh. Katakanlah, “Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit.”

    Wallahu a’lam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Kewajiban Keluarga yang Ditinggal Wafat Menurut Islam


    Jakarta

    Waktu hidup setiap manusia di dunia ini sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Kita tidak pernah tahu kapan ajal akan datang, bahkan bisa jadi keluarga tercinta yang lebih dulu meninggalkan kita.

    Dalam ajaran Islam, menerima takdir kematian keluarga adalah bentuk kepasrahan kepada Allah SWT. Namun, ada kewajiban yang tetap harus diperhatikan oleh keluarga yang ditinggalkan agar tetap berbakti dan menjaga pahala untuk almarhum.


    Hak Jenazah yang Meninggal

    Ketika seorang muslim, termasuk keluarga kita, meninggal dunia, maka ia tetap memiliki hak-hak yang harus dipenuhi oleh keluarganya yang masih hidup. Hak tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus kewajiban yang dituntunkan dalam ajaran Islam.

    Menurut Muhammad Bagir dalam buku Fiqih Praktis, terdapat empat kewajiban syariat yang harus dilakukan ketika seorang muslim meninggal dunia. Kewajiban ini termasuk dalam kategori fardhu kifayah, yaitu kewajiban yang dibebankan kepada seluruh kaum muslimin, termasuk keluarganya, tetapi apabila sebagian sudah melaksanakannya dengan baik, gugurlah kewajiban tersebut bagi yang lain.

    Jika ada anggota keluarga yang meninggal, dia berhak untuk dimandikan terlebih dahulu sesuai tuntunan syariat. Namun, jenazah seorang syahid di jalan Allah tidak dimandikan karena darah dan luka mereka akan menjadi wewangian di hari kiamat.

    Dalam proses memandikan, Nabi SAW mencontohkan agar jenazah dimandikan tiga atau lima kali dengan air bercampur daun bidara. Pada basuhan terakhir dianjurkan menggunakan kapur barus, dimulai dari bagian kanan dan anggota wudhu.

    Setelah dimandikan, jenazah wajib dikafani dengan kain yang menutupi seluruh tubuhnya. Nabi SAW menganjurkan tiga lembar kain untuk laki-laki dan lima lembar kain untuk perempuan, sebaiknya berwarna putih, bersih, serta diberi wewangian.

    Tahap berikutnya adalah menyalati jenazah sebelum dikuburkan. Salat jenazah dilakukan dengan empat kali takbir tanpa rukuk dan sujud, diawali dengan membaca Al-Fatihah, dilanjutkan sholawat, doa untuk kaum mukminin, lalu doa khusus untuk mayat.

    Kewajiban terakhir adalah menguburkan jenazah di liang lahat yang menghadap kiblat. Saat memasukkan jenazah, disunnahkan membaca doa “Bismillah wa ‘ala millati Rasulillah”, kemudian ditimbun dengan tanah, dan orang-orang yang hadir dianjurkan mendoakan serta memohonkan ampunan untuknya.

    Kewajiban Keluarga yang Ditinggalkan

    Dikutip dari buku Fikih Madrasah Aliyah Kelas X oleh Harjan Syuhada dan Sungarso, terdapat beberapa kewajiban bagi keluarga yang baru saja ditinggalkan anggota keluarganya, berikut ini penjelasan lengkapnya.

    1. Mengurus Pemakaman

    Keluarga wajib mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menyalati, hingga menguburkannya sesuai syariat Islam. Kewajiban ini bersifat fardhu kifayah, artinya bila sebagian orang sudah melakukannya maka gugur kewajiban bagi yang lain. Namun, bagi keluarga terdekat, ini menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

    2. Menyelesaikan Utang

    Segala utang pewaris, baik berupa biaya perawatan, pengobatan, maupun utang kepada sesama, wajib dilunasi oleh keluarga dan ahli waris. Hal ini karena Rasulullah SAW menegaskan bahwa seorang mukmin masih tergantung dengan utangnya hingga dilunasi. Dengan melunasi utang, hak orang lain terpenuhi dan ruh pewaris tidak terbebani.

    Jika almarhum meninggalkan wasiat, keluarga dan ahli waris wajib melaksanakannya selama tidak bertentangan dengan hukum Islam. Wasiat bisa berupa pemberian harta kepada orang atau lembaga, yang berlaku setelah pewaris wafat. Namun, wasiat bisa batal jika penerima terbukti menyakiti, memfitnah, atau berbuat zalim kepada pewaris.

    4. Membagi Harta Warisan

    Setelah jenazah diurus, utang dilunasi, dan wasiat ditunaikan, kewajiban berikutnya adalah membagi harta warisan. Pembagian ini telah diatur secara jelas dalam dengan perhitungan tertentu untuk setiap ahli waris.

    Dengan mengikuti ketetapan Allah, harta warisan terbagi secara adil dan menghindarkan keluarga dari perselisihan.

    Wallahu a’lam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Biarkan Sempurna Atau Dibantu, Yang Mana?



    Jakarta

    Di sebuah Universitas Swasta. Di salah satu kota terbesar di Indonesia. Ada seorang mahasiswi. Ia mengambil jurusan arsitektur. Putri tunggal keluarga berada. Walau dua orang tuanya tinggal di kota yang sama. Mahasiswi itu disiapkan tempat tinggal kos di dekat kampusnya. Pasti tujuannya supaya setiap berangkat dan pulang kuliah, tidak perlu bermacet ria. Menghabiskan waktu tiada berguna.

    Namun sayangnya. Pagi, siang, sore, malam orang tuanya terbiasa selalu menjaga. Melakukan komunikasi telpon atau melalui WA. Terutama tentang sarapan dan makan siang. Bila putrinya bilang belum makan. Mamanya gelisah lalu berangkat menuju kos-kosan. Minta ijin pemilik kos untuk menjenguk putrinya.

    Itu rutin dilakukan. Hampir setiap hari orang tuanya pulang-pergi kos-kosan.


    Berbeda yang dialami putri seorang ibu yang suaminya sudah berpulang. Ibu dan putrinya ini malah tinggal di kota besar yang paling besar. Di sana kehidupan jauh lebih menantang.

    Boleh jadi karena tidak cukup uang. Putri itu dibiarkan pulang-pergi sekolahnya. Tak pernah dikawal. Bahkan dikala menjadi mahasiswi. Ia ikut bergelantungan di bus kota. Walau kadang perlu berganti bus kota lebih dari sekali. Natural, layaknya kebanyakan orang.

    Belakangan sang putri tumbuh menuju dewasa dengan pengalaman segudang. Mampu bertahan dalam kondisi yang semuanya menantang. Bahkan popularitasnya di Indonesia bisa dijadikan gambaran kesuksesan. Kesempurnaan natural yang secara alamiah dibiarkan tumbuh dan berkembang.

    Ibundanya hanya menjelaskan keadaan sebenarnya yang harus dihadapi. Menuntun pola lika-liku hidup yang biasa dihadapi semua orang. Lalu meneladankan kekuatan kemandirian agar mampu menjadi individu yang pantang menyerah. Kokoh bertahan menghadapi segala tantangan. Melalui nikmat kehidupan yang telah sempurna dianugerahkan Tuhan.

    Jika kita jujur memandang. Seberapa besar putra-putri yang bersandarkan kawalan dan bantuan penuh orang tua? Dalam arti bantuan yang melenakan. Menjadikan kekuatan natural yang sejatinya bisa berkembang. Terpaksa tidur pulas tertutup perlakuan yang belum bisa dibenarkan.

    Pasti jawabnya tidak banyak. Boleh jadi kurang dari sekian persen. Ukuran statistik yang memang perlu dibuktikan. Tapi hasil pasti sepertinya tidak menyangkal dugaan kebanyakan orang.

    Orang-orang sukses hampir di seluruh jaman, hampir di seluruh pelosok penjuru bumi. Kebanyakan mereka adalah hasil publikasi alam secara natural. Sebagaimana putri janda yang kemudian tumbuh berkembang menjadi bintang terkenal. Andai saja dia memperoleh model pendidikan seperti mahasiswi arsitektur itu. Sulit diharap akan meraup sukses besar seperti sekarang.

    Membiarkan mereka (putra-putri) mengembangkan kemampuan natural. Adalah kebijaksanaan yang perlu ditumbuhkan. Memang pada sekian sisi perlu dibantu. Perlu didukung. Paling tidak pendidikan yang memotivasi. Penjelasan fakta nyata yang sejatinya wajar dihadapi semua orang. Boleh jadi itu bantuan yang membuat kemampuan natural tumbuh dan berkembang optimal.

    Bukan bantuan yang melenakan. Bantuan yang menjadikan individu selalu ketergantungan kepada bantuan. Kekuatan naturalnya seolah hilang. Sayang, jika karunia Tuhan tidak ditumbuhkembangkan.

    Semisal dengan kekuatan natural dua orang putri di atas. Semisal itu pula situasi diskusi yang ada di salah satu grup medis internasional. Diskusi tentang vaksinasi.

    Ada pertanyaan wajar. Pertanyaan dalam bahasa Inggris tentang apakah seorang individu sebaiknya divaksin atau tidak. Terhadap penyakit influenza. Terutama pada kehamilan?

    Salah satu pakar medis berpendapat bahwa secara natural manusia diciptakan Tuhan sudah sempurna. Disiapkan segala kebutuhan untuk menghadapi segala keadaan. Termasuk menghadapi tantangan diserang penyakit.

    Secara umum, manusia dibekali sistem kekebalan/isistem imun, imunitas yang sempurna untuk dirinya. Imunitas yang mampu menjadikan dirinya tetap survive, mampu betahan hidup dan tetap sehat. Termasuk untuk menghadapi penyakit. Antara lain influenza.

    Namun, di dalam perjalanan hidupnya. Imunitas ini biasanya mengalami penurunan kualitas. Salah satu sebab utamanya adalah stress. Terutama cemas. Kecemasan yang berlebihan akan mengundang ketakutan. Tingginya tingkat ketakutan ini akan menurunkan kualitas imunitas, bahkan sampai membahayakan.

    Ketakutan yang berlebihan bahkan bisa membuat imunitas salah melakukan mekanisme pertahanan. Imunitas demikian bahkan bisa membuatnya keliru melakukan pengenalan. Mengenali dirinya sendiri sebagai musuh yang harus ditaklukkan. Serangan yang malah sulit dikendalikan.

    Jadi, sesuai pakar ini, tindakan utama pada kasus ini adalah melepaskan kecemasan. Menggantinya dengan keyakinan positif, optimis. Mengembalikan kepercayaan diri dan membuang seluruh pengaruh negatif. Antara lain informasi yang seringnya menambah-nambah ketakutan.

    Ketakutan hilang, kecemasan sirna, imunitas kembali sempurna. Untuk kasus ini tindakan vaksinasi bukan merupakan pilihan.

    Sesuai pakar tadi, inti dari penanggulangan infeksi, adalah mengembalikan kesempurnaan imunitas individu itu sendiri. Imunitas yang sudah sempurna, anugerah dari Tuhan. Tinggal dipelihara, dan dijaga agar tidak menurun. Dijaga terutama dari pengaruh sejumlah besar informasi yang menakutkan!

    Tentu saja upaya seperti di atas perlu pemahaman dan dukungan masyarakat secara keseluruhan. Bagaimana tidak, media massa lebih senang menjual informasi yang sering menambah ketakutan. Anehnya informasi yang meninggikan kecemasan, ketakutan justru yang diminati awam mau pun sebagian ilmuwan. Informasi demikian lebih punya pangsa pasar. Lebih laris dijual.

    Boleh jadi ketika kita mulai sadar. Kita pun berusaha menumbuh kembangkan imunitas natural yang kualitasnya memang andalan. Antara lain melalui menahan diri dari menyebarkan informasi yang membuat ketakutan.
    Tetapi justru sebaliknya, terus berupaya menyebarkan informasi yang berisikan ajakan kasih sayang di jalan Tuhan.

    Betapa pun, semoga semakin hari, kekuatan imunitas tubuh setiap kita semakin sempurna. Mari jauhkan segala bentuk informasi yang justru mengakibatkan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan.

    Dengan begitu, imunitas kita semakin berkualitas, kesehatan meningkat, kondisi negara bertambah kuat. Kita pun lebih ceria menyongsong masa depan!

    Abdurachman

    Penulis adalah Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Pemerhati spiritual medis dan penasihat sejumlah masjid di Surabaya.

    Artikel ini adalah kiriman dari pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih-Redaksi)

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Sholawat Rajab beserta Dzikirnya Lengkap Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Sholawat Rajab dan dzikir bulan Rajab merupakan amalan yang dapat ditunaikan di bulan Rajab, selain berpuasa dan sholat sunnah.

    Menurut kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, 1 Rajab 1446 Hijriah dimulai pada hari Rabu, 1 Januari 2025, dan berakhir pada Kamis, 30 Januari 2025.

    Di bulan yang mulia ini, muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah, salah satunya adalah dengan membaca sholawat Rajab dan berdzikir.


    Bacaan sholawat Rajab: Arab, Latin, dan Terjemahan

    Dikutip dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun susunan Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, berikut adalah bacaan sholawat Rajab yang bisa diamalkan.

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

    Arab Latin: Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya’baana, wa ballighnaa ramadhaana

    Artinya: “Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Syakban, dan sampaikan kami di bulan Ramadan.”

    Selain itu, ada juga sholawat yang bisa dibaca setelah salam terakhir pada sholat sunnah malam Jumat pertama bulan Rajab. Sholawat ini dibaca sebanyak 70 kali.

    Berikut bacaan sholawatnya:

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدِ النَّبِيِّ الْأُتِيَ وَعَلَى أَلِهِ وَسَلَّمَ

    Arab Latin: Allaahumma shalli ‘alaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihiwasallam.

    Artinya: “Ya Allah, semoga rahmat atas nabi Muhammad, nabi yang ummi, serta atas semua keluarga.”

    Dzikir Bulan Rajab

    Selain sholawat Rajab, ada juga dzikir khusus yang dapat diamalkan selama bulan Rajab, yang dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan 10 hari pertama, kedua, dan ketiga. Berikut bacaannya yang dikutip dari sumber sebelumnya.

    1. Dzikir 10 Hari Pertama Bulan Rajab

    سُـبْحَان الله الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ

    Arab Latin: Subhaanallaahil hayyul Qayyum.

    Artinya: Maha Suci Allah yang hidup kekal dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya.

    Dzikir ini dapat dibaca sebanyak 100 kali.

    2. Dzikir 10 Hari Kedua Bulan Rajab

    سُبْحَانَ اللهِ اَحَدِ الصَّمَدْ

    Arab Latin: Subhaanallaahil ahadush shamad.

    Artinya: “Maha Suci Allah yang Maha Esa, dan semua tergantung kepada-Nya.”

    Dzikir ini juga dibaca sebanyak 100 kali.

    3. Dzikir 10 Hari Ketiga Bulan Rajab

    سُبْحَانَ اللهُ الرَّؤُوْفُ

    Arab Latin: Subhaanallaahir-ro’ufir-rahiimm.

    Artinya: “Maha suci Allah Yang Maha Belas Kasihan.”

    Setelah membacanya 100 kali, lanjutkan dengan membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 11 kali.

    Demikian bacaan sholawat Rajab dan dzikirnya yang dapat diamalkan.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com