Tag: Wallet

  • Dapatkan TKO Gratis Dengan Staking di Pancakeswap!

     

    Pasar aset kripto menjadi sorotan masyarakat luas karena ramai diperbincangkan di media sosial. Terlebih saat kehadiran token baru, TKO yang diluncurkan oleh Tokocrypto x Binance menambah antusiasme pecinta kripto. Selain melalui trading, Anda bisa mendapat TKO secara gratis dengan staking di PancakeSwap, lho.

    Staking Koin: Cara Dapat Kripto Selain Mining

    Secara sederhana, staking adalah mempertaruhkan aset kripto yang telah Anda miliki kepada pihak ketiga seperti PancakeSwap. Cara kerja staking sendiri adalah pengguna harus memvalidasi blok pada protokol blockchain menggunakan konsensus Proof-of-Stake (PoS). 

    Lantas, apa perbedaan antara mining dengan staking?

    Perbedaan mining dan staking terletak pada konsensusnya. 

    Di mana mining menggunakan konsensus Proof-of-Work (PoW) sehingga para miners harus memiliki perangkat komputer khusus untuk mining. Sedangkan pada staking yang menggunakan konsensus PoS, seseorang hanya perlu mengunci sejumlah koin yang mereka punya di blockchain dalam kurun waktu tertentu dan setelahnya akan mendapat reward.

    Pada umumnya, tujuan dari staking ini adalah untuk mendapat passive income, karena caranya mudah dan tidak membutuhkan perangkat komputer yang rumit. 

    Kenalan dengan Metamask dan PancakeSwap, yuk!

    Sebelum lanjut kepada langkah-langkah untuk mendapat TKO gratis dengan staking, mari kenalan dulu dengan Metamask dan PancakeSwap!

    Metamask merupakan wallet aset kripto yang dapat digunakan pada beberapa browser, seperti Firefox, Chrome, Brave, dan Edge. Metamask bekerja seperti extension pada browser yang menjembatani antara browser dengan blockchain Ethereum.

    Untuk mendapatkan TKO dengan gratis, Anda bisa menggunakan Metamask yang nantinya akan digunakan secara bersamaan untuk staking di PancakeSwap.

    Nah, PancakeSwap apa, sih?

    PancakeSwap sendiri adalah pertukaran terdesentralisasi yang mirip dengan UniSwap milik Ethereum, namun PancakeSwap berjalan di atas Binance Smart Chain. 

    Jika pada penjelasan sebelumnya Metamask bekerja sebagai jembatan antara browser dengan blockchain Ethereum, maka kita harus set up Metamask dengan pengaturan khusus agar bisa digunakan untuk mendapat TKO melalui PancakeSwap yang berjalan di Binance Smart Chain.

    Berikut cara set up Metamask yang benar sebelum staking di PancakeSwap:

    1. Download Metamask pada link ini dan sesuaikan dengan browser Anda
    2. Setelah download, tambahkan Metamask sebagai extension pada browser 
    3. Kemudian, masuk ke Metamask, klik “Get Started” dan klik “Create a Wallet”
    4. Usai membaca Terms and Condition dan menyetujuinya, buat kata sandi baru dan pastikan memiliki konfigurasi yang rumit
    5. Selanjutnya, klik pada bagian “Ethereum Mainnet” dan ubah menjadi “Custom RPC” untuk mengubah pengaturan Metamask menjadi Binance Mainnet. 
    6. Pada Custom RPC, Anda harus mengisi kolom dengan set up di bawah ini untuk menjadikannya Binance Mainnet:
    7. Congratulations! Anda telah memiliki SmartChain Mainnet di wallet Metamask!

    Usai Set Up Metamask, Saatnya Dapat TKO Gratis di PancakeSwap!

    Jika Anda kesulitan untuk mendapat TKO dengan mengikuti Launchpad di Binance, Anda bisa mendapatkannya secara gratis melalui staking di PancakeSwap. 

    Berikut langkah staking di PancakeSwap untuk mendapat TKO Gratis:

    1. Klik link ini untuk menuju ke PancakeSwap
    2. Sambungkan Metamask dan PancakeSwap dengan menekan tombol “Connect”
    3. Pilih “Trade” dan klik “Liquidity”
    4. Setelah masuk ke page Liquidity, klik “Add Liquidity”
    5. Klik “Select a currency” dan pilih TKO serta BNB
    6. Masukan jumlah nominal BNB (Jumlah BNB ini nantinya akan dikalkulasikan dengan jumlah TKO)
    7. Sisakan  BNB Anda untuk biaya transaksi, ya!
    8. Jika sudah masukkan nominal yang diinginkan, klik “Supply”
    9. Setelah muncul pop-up konfirmasi yang berisi detail transaksi, klik “Confirm Supply”
    10. Pop-up konfirmasi akan muncul kembali pada Metamask Anda dan klik “Confirm”
    11. Jika sudah selesai, akan tertulis “Transaction Submitted” dan klik “Close”
    12. Langkah berikutnya klik “Farms” dan cari “TKO-BNB”
    13. Aktifkan Stake TKO-BNB LP Anda dengan klik “Enable” dan klil “Stake LP”
    14. Masukkan nominal dan klik “Confirm”
    15. Konfirmasi ulang melalui pop-up yang muncul pada Metamask

    Nah, dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda bisa memaksimalkan keuntungan dengan staking di PancakeSwap untuk mendapat TKO gratis lebih banyak!

    Oh, iya, jangan lupa untuk selalu ketahui keuntungan dan risiko sebelum trading dan investasi aset kripto, ya! Untuk memulai investasi bitcoin dan aset kripto lainnya, kunjungi Tokocrypto di www.tokocrypto.com atau di media sosial kami @Tokocrypto.

    Salam to the Moon!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Dompet Bitcoin: Jenis, Keamanan, dan Pemilihan

    Pemilihan jenis dompet Bitcoin/crypto wallet harus mempertimbangkan kebutuhan keamanan, kenyamanan, dan penggunaan. Pilihlah yang paling sesuai dengan profil risiko dan penggunaan Bitcoin Anda.

    Dalam era digital yang semakin berkembang, Bitcoin telah menjadi salah satu aset digital paling populer di dunia. Untuk memahami sepenuhnya potensi dan manfaatnya, Anda perlu mengenal dengan baik apa yang disebut sebagai “dompet Bitcoin.” 

    Kami akan membimbing Anda mengenal berbagai jenis dompet Bitcoin yang ada, memberikan wawasan tentang pentingnya menjaga keamanan aset kripto Anda, dan memberikan panduan tentang bagaimana memilih dompet yang sesuai dengan kebutuhan. 

    Jadi, mari kita selami dunia yang menarik ini dan pelajari cara mengelola Bitcoin dengan bijak.

    Mengenal Lebih Dalam Dompet Bitcoin

    Dompet Bitcoin adalah pintu gerbang Anda ke dunia kripto yang serba cepat dan dinamis. Di dalamnya, Anda dapat menyimpan, mengirim, dan menerima Bitcoin, yang merupakan salah satu bentuk terkemuka dari cryptocurrency.

    Namun, seperti banyak aspek dalam dunia digital, pilihan yang tersedia untuk crypto wallet sangat beragam. Setiap jenis memiliki karakteristik, tingkat keamanan, dan fungsionalitas yang berbeda.

    Untuk memahami dengan lebih baik cara mengelola Bitcoin Anda, kita perlu merinci berbagai jenis dompet yang dapat digunakan. Dari dompet online yang praktis hingga dompet keras ultra-aman.

    Jenis Dompet Bitcoin

    Ada beberapa jenis dompet Bitcoin yang dapat digunakan, masing-masing dengan karakteristik dan tingkat keamanan yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis crypto wallet yang umum:

    1. Dompet Web (Web Wallet)

    Dompet web adalah yang paling mudah diakses, karena Anda dapat menggunakannya melalui browser web. Namun, mereka juga lebih rentan terhadap serangan siber, sehingga lebih cocok untuk jumlah Bitcoin yang kecil.

    1. Dompet Perangkat Lunak (Software Wallet)

    Dompet perangkat lunak adalah aplikasi yang dapat Anda instal di komputer atau perangkat seluler. Mereka menawarkan lebih banyak kendali atas Bitcoin Anda daripada dompet web, tetapi keamanannya masih bergantung pada keamanan perangkat Anda.

    1. Dompet Perangkat Keras (Hardware Wallet)

    Dompet perangkat keras adalah dompet fisik yang dirancang khusus untuk menyimpan Bitcoin secara aman. Mereka terpisah dari internet dan sering dianggap sebagai salah satu opsi paling aman untuk menyimpan Bitcoin dalam jumlah besar.

    1. Dompet Kertas (Paper Wallet)

    Dompet kertas adalah cetakan fisik yang berisi informasi kunci pribadi Anda dan alamat Bitcoin. Mereka aman dari serangan siber karena tidak terhubung ke internet, tetapi Anda harus sangat hati-hati agar tidak merusak atau kehilangan cetakan tersebut.

    1. Dompet Mobile (Mobile Wallet)

    Ini adalah aplikasi seluler yang dirancang khusus untuk mengelola Bitcoin Anda. Mereka sering praktis untuk penggunaan sehari-hari, tetapi keamanan tergantung pada keamanan perangkat seluler Anda.

    1. Dompet Multisignature (Multisig Wallet)

    Dompet multisignature mengharuskan tanda tangan dari beberapa kunci pribadi yang berbeda untuk melakukan transaksi. Mereka memberikan lapisan tambahan keamanan.

    1. Dompet Otomatis (Custodial Wallet)

    Ini adalah jenis dompet yang dioperasikan oleh pihak ketiga, seperti bursa kripto. Mereka mengelola kunci pribadi Anda, yang dapat memudahkan penggunaan, tetapi juga berarti Anda harus mempercayai pihak tersebut untuk menjaga keamanan Bitcoin.

    1. Dompet Baja (Steel Wallet)

    Dompet baja adalah media fisik yang tahan terhadap kerusakan dan elemen alam, yang biasanya digunakan untuk menyimpan salinan cadangan kunci pribadi Anda.

    Tips Memilih Dompet Bitcoin yang Tepat

    Memilih dompet Bitcoin yang tepat adalah langkah penting dalam mengelola cryptocurrency Anda. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda dalam memilih crypto wallet yang sesuai:

    1. Keamanan adalah Prioritas Utama

    Pertimbangkan tingkat keamanan dompet. Jika Anda menyimpan jumlah Bitcoin yang besar, pertimbangkan menggunakan dompet perangkat keras (hardware wallet) yang merupakan salah satu yang paling aman. Dompet perangkat keras memisahkan kunci pribadi dari koneksi internet, sehingga mengurangi risiko terhadap serangan siber.

    1. Pemahaman tentang Privasi

    Beberapa crypto wallet lebih memperhatikan privasi daripada yang lain. Jika privasi adalah kekhawatiran Anda, cari dompet yang menawarkan fitur-fitur seperti pengacakan alamat atau integrasi dengan jaringan privasi, seperti CoinJoin.

    1. Antarmuka Pengguna yang Dapat Dipahami

    Pilih dompet yang memiliki antarmuka pengguna yang mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Antarmuka yang user-friendly akan membuat pengelolaan Bitcoin lebih nyaman.

    1. Dukungan untuk Cryptocurrency Lain

    Jika Anda berencana untuk mengelola berbagai jenis cryptocurrency, pastikan dompet Anda mendukungnya. Beberapa dompet hanya mendukung Bitcoin, sementara yang lain mendukung berbagai jenis kripto.

    1. Backup yang Aman

    Pastikan dompet Anda memiliki mekanisme backup yang aman. Ini penting untuk melindungi Bitcoin Anda, jika kehilangan akses ke dompet atau perangkat Anda.

    1. Reputasi dan Ulasan

    Teliti reputasi penyedia dompet dan baca ulasan dari pengguna lain. Ini dapat memberikan wawasan tentang pengalaman pengguna yang sebenarnya dengan dompet tersebut.

    1. Dukungan Komunitas dan Pengembangan

    Dompet yang aktif dikembangkan oleh komunitas yang berdedikasi biasanya memiliki pembaruan keamanan dan fitur yang lebih baik. Pastikan dompet yang Anda pilih memiliki dukungan aktif dari komunitasnya.

    1. Biaya Transaksi

    Perhatikan biaya yang terkait dengan dompet. Beberapa dompet mungkin mengenakan biaya transaksi yang lebih tinggi daripada yang lain. Ini dapat mempengaruhi jumlah Bitcoin yang Anda terima atau kirim.

    1. Cadangan dan Penyimpanan Darurat

    Selalu memiliki cadangan kunci pribadi Anda dan simpan di tempat yang aman. Ini sangat penting, jika dompet Anda rusak atau hilang.

    1. Edukasi

    Selalu tingkatkan pengetahuan Anda tentang cara mengamankan dan menggunakan dompet Bitcoin Anda. Semakin Anda memahami teknologi ini, semakin baik Anda dapat mengelola aset kripto Anda dengan aman.

    Ingatlah bahwa tidak ada dompet yang sempurna, dan pilihan Anda akan tergantung pada kebutuhan pribadi dan tingkat kenyamanan Anda. Yang terpenting adalah memahami bagaimana cara menggunakan dan menjaga dompet Bitcoin Anda dengan aman.

    Pastikan Anda hanya berpartisipasi dalam investasi dan perdagangan kripto di platform terpercaya seperti Tokocrypto. Dengan fitur yang andal dan ekosistem yang luas, aktivitas perdagangan kripto menjadi lebih mudah dan lebih aman.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Telegram Berencana Bikin Exchange dan Wallet Kripto Terdesentralisasi

    Telegram telah mengumumkan rencana untuk membangun exchange kripto terdesentralisasi atau Decentralized Exchange (DEX) setelah kegagalan FTX. Langkah Telegram ini disambut positif karena dapat membangun kepercayaan exchange kembali.

    Founder an CEO Telegram, Pavel Durov, mengatakan perusahaannya akan merilis serangkaian produk aset digital terdesentralisasi, termasuk DEX dan wallet non-kustodian yang memungkinkan jutaan pengguna memperdagangkan kripto mereka dengan aman.

    “Dengan cara ini kami dapat memperbaiki kesalahan yang disebabkan oleh sentralisasi berlebihan, yang mengecewakan ratusan ribu pengguna cryptocurrency,” kata Durov dikutip Kitco.

    Solusi Keamanan

    Ilustrasi Telegram. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Telegram. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Brasil Rilis Aturan Legalkan Kripto Sebagai Metode Pembayaran

    Dalam pengumumannya, Durov langsung mereferensikan exchange kripto, FTX dalam paragraf pembukanya, menyoroti fakta bahwa “banyak orang kehilangan uang mereka ketika FTX, salah satu bursa terbesar, bangkrut.”

    Menurutnya perkembangan selama setahun terakhir telah menunjukkan bahwa ekosistem kripto secara keseluruhan perlu kembali ke akarnya yang terdesentralisasi.

    “Solusinya jelas: Proyek berbasis blockchain harus kembali ke akarnya desentralisasi. Pengguna aset kripto harus beralih ke transaksi tanpa kepercayaan dan dompet yang di-hosting sendiri yang tidak bergantung pada pihak ketiga mana pun,” katanya.

    Durov meminta pengembang untuk membantu mengarahkan industri blockchain menjauh dari sentralisasi dengan membangun aplikasi terdesentralisasi yang cepat dan mudah digunakan untuk banyak orang.

    Telegram dan Kripto

    Ilustrasi Telegram. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi TON (Telegram Open Network) Foundation. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Investor Institusi Tingkatkan Alokasi Dana Investasi Selama Crypto Winter

    Telegram diketahui secara bertahap memasuki ranah aset digital. Itu telah menambahkan dukungan untuk pembayaran kripto, menurut tweet dari TON (Telegram Open Network) Foundation, pada bulan April. Token TON dapat digunakan untuk melakukan pembayaran aset kripto di Telegram.

    550 juta pengguna Telegram kini telah terpapar teknologi blockchain dan kripto, berkat inisiatif tersebut. Namun, pengumuman baru telah muncul tentang aplikasi perpesanan instan. Sekarang berencana untuk meluncurkan non-custodial wallet dan decentralized cryptocurrency exchange.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Cek Saldo Wallet Ethereum di Google Search

    Google tampak mendukung penuh perkembangan blockchain dan aset kripto. Terbukti platform Google Search kini dapat memberikan informasi saldo wallet Ethereum secara langsung.

    Pengguna Google sekarang bisa langsung memberikan data tentang alamat Ethereum mereka untuk mengetahui saldo di dalamnya. Mereka tak perlu repot lagi untuk membuka situs khusus.

    Nantinya, ketika alamat wallet Ethereum ditempelkan ke bilah pencarian Google Search, saldo ETH-nya ditampilkan. Data sedang dikumpulkan dari Ethereum block explorer Etherscan.

    Cara cek saldo wallet Ethereum di Google Search.
    Cara cek saldo wallet Ethereum di Google Search.

    Baca juga: Google Masuk Dunia Blockchain: Terima Pembayaran Kripto

    Sejauh ini, tampaknya Google hanya mendukung untuk alamat wallet Ethereum dan belum menyeluruh ke aset kripto lainnya, seperti Bitcoin.

    Fitur baru ini juga mendapat perhatian oleh Han Hua, yang merupakan investor utama yang berfokus pada kripto di Google Ventures, dan sebelumnya adalah seorang engineer di Google.

    Google telah mulai menyediakan lebih banyak interaksi aset kripto baru-baru ini. Menjelang The Merge — pembaruan Ethereum baru-baru ini menjadi bukti kepemilikan — Google memberikan hitungan mundur ke acara tersebut, menampilkan dua panda yang bergerak bersama-sama.

    Google Dukung The Merge Ethereum

    Pembaruan jaringan Ethereum atau disebut The Merge tampaknya menjadi perhatian banyak orang. Google pun juga ikut meramaikan proses bersejarah itu dengan meluncurkan fitur count down atau hitung mundur ditampilan website-nya.

    The Merge Ethereum yang meluncur pada 15 September lalu, menjadi momen bersejarah di mana, Ethereum berencana mengubah algoritma konsensusnya dari Proof-of-Stake menjadi Proof-of-Work.

    Sebuah “doodle” dari Google muncul untuk melakukan proses hitung mundur untuk The Merge Ethereum, sebuah tanda pengakuan dari situs web paling populer di dunia.

    Untuk menampilkan doodle count down The Merge, kamu harus Mengetik “ethereum merge” di kolom mesin pencari Google. Nantinya akan menghasilkan jam hitung mundur, tingkat kesulitan (berapa kali penambang harus menghitung hash untuk mencatat blok transaksi), tingkat hash (total gabungan daya komputasi yang digunakan di seluruh jaringan), dan kartun dua beruang bahagia yang saling mendekat dengan tangan terentang.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kisah Simpan Bitcoin 11 Tahun, Saldo Rp 121 Ribu Naik Jadi Rp 144 Miliar

    Ada kisah menarik soal bukti nyata simpan Bitcoin (BTC) bisa membawa keuntungan investasi jangka panjang. Jadi ada sebuah wallet Bitcoin yang tidak aktif selama lebih dari satu dekade, lalu hidup kembali dan mendapatkan keuntungannya yang fantastis hingga miliaran rupiah.

    Sejak 1 Oktober 2012, wallet Bitcoin ‘1MMXRA’ menampung 412,12 BTC yang terakumulasi dalam empat transaksi, seluruhnya hanya bernilai US$ 8 atau sekitar Rp 121 ribu pada saat itu. Tidak ada koin masuk atau keluar dari wallet tersebut sampai tanggal 8 Februari terjadi transaksi dengan nilai Bitcoin telah melonjak seharga US$ 23.000 pada hari itu.

    Jumlah 412,12 BTC dipindahkan dari wallet dalam satu transaksi, menyisakan saldo 0,11 BTC senilai US$ 2.572. Menurut data dari bitinfocharts, wallet tersebut menghasilkan keuntungan sebesar US$ 9,5 juta atau sekitar Rp 144 Miliar, karena perubahan harga atau apresiasi. Dengan begitu ada keuntungan mencapai 120.000.000%.

    Ilustrasi Bitcoin.
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Rihanna Rilis NFT Lagu Terpopulernya, Kolektor Bisa Dapat Royalti

    Meskipun seseorang tidak dapat mengesampingkan daya tahan dan keyakinan pemilik untuk dapat “bertahan” selama lebih dari 11 tahun, wallet juga mungkin diaktifkan kembali setelah pemiliknya dapat akses untuk membukanya.

    Nilai Bitcoin Naik

    keuntungan yang mencapai ratus jutaan persen itu terjadi karena Bitcoin telah tumbuh nilainya selama bertahun-tahun. Bitcoin diperdagangkan mendekati US$ 12,36 sekitar waktu alamat tersebut membeli simpanan Bitcoinnya pada akhir September 2012.

    Glassnode dari bulan lalu menunjukkan bahwa jumlah koin yang disimpan dalam jangka panjang tumbuh pada tingkat 100.000 per bulan, meskipun pemegang jangka pendek mengambil kesempatan untuk mendapat untung dari reli aset baru-baru ini.

    Pada bulan Maret 2022, wallet yang lebih tua juga diketahui menyimpan 489 Bitcoin sejak Oktober 2010, ketika harga Bitcoin hanya US$ 0,19. Itu terjadi berbulan-bulan sebelum pencipta nama samaran Bitcoin, Satoshi Nakamoto meninggalkan proyek.

    Ilustrasi Satoshi Nakamoto. Foto: Getty Images.
    Ilustrasi Satoshi Nakamoto. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Riset: Investor Lebih Percaya Simpan Kripto di Exchange Dibanding Wallet

    Satoshi diduga memegang sebanyak 5% dari seluruh pasokan Bitcoin karena penambangan di masa-masa awal jaringan, tetapi banyak yang tidak percaya koin itu akan bergerak lagi.

    Aksi Harga Bitcoin

    Aksi harga Bitcoin pada saat artikel ini terbit diperdagangkan pada US$ 22.152, naik 1,78% dalam 24 jam terakhir. Pasar kripto rebound pada hari Rabu (15/2) karena investor menyambut data CPI Januari 2023 yang menyebutkan inflasi AS tengah melambat.

    Harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) terpantau naik pada Rabu (15/2) pagi imbas data consumer price ondex (CPI) yang menunjukan inflasi mereda selama tujuh bulan berturut-turut di bulan Januari 2023. Meski begitu, banyak analis menilai investor masih mencerna data tersebut sehingga kenaikan pasar kripto belum signifikan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Lebih Percaya Simpan Kripto di Exchange Dibanding Wallet

    Crypto exchange masih menjadi pilihan investor untuk menyimpan dan memperdagangkan aset kripto, pasca keruntuhan FTX. Sebuah riset yang dilakukan oleh platform crypto wallet, imToken, menemukan tingkat kepercayaan crypto exchange masih tinggi dibanding wallet self-custodian.

    Survei imToken menemukan bahwa hampir dua pertiga (63%) pengguna atau investor menganggap perdagangan di bursa kripto lebih nyaman atau lebih murah daripada berdagang di platform wallet self-custodian. Layanan wallet seperti Metamask dan imToken menjanjikan keamanan serta akses mudah ke DeFi. Namun, pengguna masih lebih memilih centralized exchange (CEX).

    Tingkat Keamanan

    Ilustrasi perlindungan data pengguna.
    Ilustrasi keamanan data pengguna.

    Baca juga: Surabaya hingga Bekasi Masuk Daftar Kota Paling Siap untuk Bisnis Kripto

    Lebih mengejutkan lagi, 38% pengguna menganggap wallet self-custodian kurang aman dibandingkan bursa. Keamanan menjadi salah satu pembeda utama yang mendukung crypto wallet tampak tidak meyakinkan pengguna.

    Ada beberapa faktor yang membuat investor lebih memilih crypto exchange, mulai dari mereka takut diretas (29%) atau kehilangan kripto karena kesalahan mereka sendiri (18%). Lebih dari 40% pengguna yang diwawancarai akan membayar hingga US$ 100 untuk layanan crypto wallet untuk menyelesaikan semua masalah yang ada dengan platform yang mereka gunakan saat ini.

    Sebagian besar investor percaya – lebih dari 25% – berpikir bahwa kebanyakan orang hanya akan mulai beralih ke platform wallet self-custodian dalam 5 tahun atau lebih. Dan sejumlah pengguna yang diwawancarai (25%) percaya bahwa mayoritas pengguna kripto akan tetap menggunakan crypto wallet, bahkan 10 tahun dari sekarang.

    Prospek Crypto Wallet

    Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.
    Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Kelas Kripto: Trust Wallet Vs MetaMask, Mana Lebih Baik?

    Untuk tahun 2023, crypto wallet sedang membangun solusi yang menjanjikan. Penelitian imToken menemukan bahwa smart wallet sebenarnya meningkatkan keamanan serta kenyamanan ke tingkat yang terlihat dengan solusi kustodian.

    Untuk keamanan, smart wallet menawarkan pengendalian risiko dalam bentuk limit harian. Wallet baru juga berhenti dan mendapatkan kembali akses setelah kunci akses hilang atau dicuri adalah bagian dari set fitur. Dan sebagian besar peserta survei (51%) mengatakan kepada imToken bahwa mereka akan meningkatkan keamanan dalam bentuk otentikasi multi-faktor sebagai alasan untuk memilih wallet baru.

    Pada saat yang sama, kita dapat melihat solusi muncul. PayPal merilis fitur wallet self-custodian, dan Reddit – situs web terpopuler ke-6 di dunia – menambahkan fungsionalitas wallet ke aplikasi mereka. Menariknya, Reddit menyebut fitur dompet mereka “vault”, menyembunyikan kerumitan yang dibuktikan oleh survei yang jelas tidak disukai pengguna kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MetaMask Perkenalkan Inovasi Baru: Dukungan Bitcoin & Solana

    MetaMask, dompet kripto populer dengan penyimpanan mandiri untuk jaringan Ethereum (ETH), baru saja mengumumkan serangkaian inovasi yang bertujuan meningkatkan pengalaman pengguna.

    Menurut laporan Cryptopolitan, dengan rencana strategis baru, MetaMask tidak hanya akan merombak desain UI/UX-nya, tetapi juga menghadirkan dukungan asli untuk Bitcoin dan Solana, serta memperkenalkan fitur kontrak pintar ke dalam dompetnya.

    Desain UI/UX Baru untuk Pengalaman Lebih Baik

    Dalam pengumuman terbaru, MetaMask mengungkapkan bahwa mereka akan melakukan pembaruan besar pada desain antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX).

    Ini bertujuan untuk membuat navigasi lebih intuitif dan meningkatkan aksesibilitas bagi semua pengguna, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman dalam dunia kripto.

    Dukungan Bitcoin dan Solana Tanpa Perlu Dompet Tambahan

    Salah satu perubahan terbesar yang diumumkan adalah dukungan asli untuk Bitcoin dan Solana. Sebelumnya, pengguna harus menggunakan token terbungkus (wrapped tokens) atau memiliki dompet terpisah untuk menyimpan aset tersebut.

    Dengan pembaruan ini, pengguna dapat membeli, menjual, menukar, dan berinteraksi dengan dApps di seluruh ekosistem Solana dan Bitcoin langsung dari MetaMask.

    Solana menjadi blockchain non-EVM pertama yang didukung oleh MetaMask. Langkah ini memperluas jangkauan dompet, memungkinkan pengguna untuk lebih fleksibel dalam mengelola aset mereka di berbagai jaringan blockchain.

    API Multirantai untuk Konektivitas Lebih Baik

    MetaMask juga mengumumkan API multirantai CAIP-25 yang memungkinkan dApps terhubung ke berbagai jaringan secara bersamaan, baik EVM maupun non-EVM.

    Dengan integrasi ini, pengguna dapat terhubung ke Ethereum, Linea, Solana, dan Bitcoin dalam satu dompet.

    Dukungan API ini juga meningkatkan berbagai kasus penggunaan, seperti:

    • Penyeimbangan ulang portofolio.
    • Penjembatanan aset antar jaringan.
    • Pengelolaan dan penerapan token di beberapa blockchain sekaligus.

    Diharapkan fitur ini akan tersedia pada bulan Juni.

    Integrasi Kontrak Pintar untuk Keamanan Lebih Baik

    MetaMask juga berencana mengadopsi fitur kontrak pintar setelah sukses menerapkan pembaruan Pectra. Hingga saat ini, MetaMask menggunakan model Rekening Milik Eksternal (EOA), yang dikendalikan dengan kunci publik dan pribadi.

    Sayangnya, model ini rentan terhadap kehilangan dana jika pengguna lupa kunci pribadinya.

    Sebagai solusi, MetaMask akan mengintegrasikan Akun Kontrak (CA), yang dikendalikan oleh kode pintar. Dengan mekanisme pemulihan yang lebih aman dan fitur keamanan tambahan, pengguna tidak perlu lagi khawatir kehilangan aset mereka akibat kesalahan manusia.

    Pembayaran Gas Lebih Mudah dengan Token Apa Pun

    Salah satu peningkatan lain yang menarik adalah kemudahan dalam pembayaran gas. MetaMask mengumumkan bahwa pengguna tidak lagi memerlukan ETH untuk membayar biaya transaksi.

    Sebaliknya, biaya gas akan dimasukkan dalam kuotasi swap dan dapat dibayarkan menggunakan token apa pun yang digunakan dalam transaksi tersebut. Fitur ini mulai berlaku pada bulan Maret.

    Peluncuran Kartu Debit MetaMask

    Untuk meningkatkan adopsi kripto di kehidupan nyata, MetaMask akan memperkenalkan kartu debit yang dapat digunakan di beberapa negara bagian di AS. Sebelumnya, kartu ini hanya tersedia bagi pengguna di Inggris dan Uni Eropa.

    Kartu debit MetaMask memanfaatkan jaringan pembayaran Mastercard, memungkinkan pengguna untuk membelanjakan aset kripto mereka langsung di berbagai merchant yang menerima Mastercard. Selain itu, pemegang kartu juga dapat memperoleh hadiah staking atau hasil dari berbagai protokol dan menggunakannya untuk transaksi harian.

    Transaksi Lebih Efisien dengan Smart Transactions

    MetaMask terus berinovasi dalam meningkatkan efisiensi transaksi dengan memperkenalkan Smart Transactions. Fitur ini telah meningkatkan tingkat keberhasilan transaksi hingga 99,995%.

    MetaMask juga akan mengadopsi transaksi batch ERC-5792, memungkinkan pengguna untuk menyelesaikan beberapa transaksi sekaligus, seperti “Setujui & Tukar” hanya dengan satu klik.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Wallet Geser MetaMask Sebagai Dompet Web3 Terpopuler

    Dalam lanskap dompet kripto yang terus berkembang, Binance Wallet berhasil menggeser dominasi MetaMask sebagai dompet Web3 terpopuler.

    Menurut analisis dari investor ventura terkemuka yang dikutip oleh U.Today pada Kamis (15/5), terdapat tiga faktor utama yang mendorong pergeseran ini: integrasi KYC, pemanfaatan infrastruktur Trust Wallet, dan penawaran imbal hasil bawaan.

    1. Integrasi KYC: Menjembatani Web2 dan Web3

    Salah satu keunggulan Binance Wallet adalah adanya integrasi proses Know Your Customer (KYC).

    Meskipun KYC bertentangan dengan prinsip desentralisasi, banyak pengguna baru merasa lebih nyaman dengan adanya verifikasi identitas.

    Langkah ini memungkinkan Binance Wallet menjembatani dunia Web2 yang terpusat dengan Web3 yang desentralisasi, menarik lebih banyak pengguna dari kalangan non-teknis.

    Baca Juga: Binance Turunkan Biaya Gas BSC Hingga 90%, Dorong Efisiensi

    2. Pemanfaatan Infrastruktur Trust Wallet

    Binance Wallet memanfaatkan infrastruktur Trust Wallet, dompet kripto yang telah diakuisisi oleh Binance.

    Dengan memanfaatkan teknologi dan likuiditas dari Trust Wallet, Binance Wallet dapat menawarkan pengalaman pengguna yang lebih lancar dan efisien.

    Hal ini memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan dompet lain yang harus membangun ekosistemnya dari awal.

    3. Penawaran Imbal Hasil Bawaan

    Binance Wallet menawarkan fitur imbal hasil bawaan, memungkinkan pengguna mendapatkan keuntungan langsung dari aset kripto mereka tanpa perlu mengakses platform pihak ketiga.

    Fitur ini menarik bagi pengguna yang mencari cara sederhana untuk mengoptimalkan aset mereka, memberikan nilai tambah yang signifikan dibandingkan dompet lain yang tidak menawarkan layanan serupa.

    Dampak dan Prospek Ke Depan

    Keberhasilan Binance Wallet dalam menggeser MetaMask menunjukkan perubahan preferensi pengguna menuju solusi yang lebih terintegrasi dan user-friendly.

    Dengan menggabungkan keamanan, kemudahan penggunaan, dan fitur tambahan seperti imbal hasil, Binance Wallet menetapkan standar baru dalam industri dompet kripto.

    Namun, pendekatan ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai keseimbangan antara desentralisasi dan kenyamanan.

    Integrasi KYC dan pemanfaatan infrastruktur terpusat dapat dianggap mengurangi prinsip desentralisasi yang menjadi dasar teknologi blockchain.

    Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk mempertimbangkan kebutuhan dan nilai-nilai pribadi mereka saat memilih dompet kripto.

    Dengan terus berkembangnya ekosistem kripto, persaingan antara dompet seperti Binance Wallet dan MetaMask akan mendorong inovasi lebih lanjut, memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna di seluruh dunia.

    Baca Juga: Harga Token ALPINE Naik 26% Usai Binance Umumkan Kontrak Futures


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NOBI Dana Kripto Hadir untuk Dukung Inklusi Keuangan RI


    Jakarta

    PT Dana Kripto Indonesia (NOBI Group) meluncurkan NOBI Dana Kripto. Produk ini hadir sebagai pionir dan satu-satunya manajemen aset kripto di Indonesia.

    Selama ini, banyak calon investor kesulitan masuk ke dunia kripto karena kesulitan mengelola wallet pribadi, memilih aset kripto sendiri, hingga mengamankan aset dari risiko peretasan. NOBI Dana Kripto hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut.

    Cukup dengan satu produk Dana Kripto Indeks, seluruh proses mulai dari strategi investasi hingga penyimpanan aset dijalankan secara profesional dan aman. Dengan model terkelola ini, investor tidak perlu repot memantau pergerakan harga setiap hari.


    Portofolio investor dikelola oleh manajer dana kripto berpengalaman menggunakan strategi berbasis data, sementara aset ditempatkan di kustodian kripto berstandar institusional dengan sistem air-gapped cold storage yang memastikan perlindungan maksimal. Lebih dari itu, investor bisa berinvestasi dengan tenang karena produk ini dirancang sesuai peraturan yang berlaku.

    Dengan bergabung dalam Sandbox OJK, NOBI Dana Kripto menegaskan komitmen untuk menjalankan operasional sesuai standar regulator, sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi para investor.

    (akd/akd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Bagaimana Kesadaran Masyarakat RI Terhadap Kripto?


    Jakarta

    Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Consensys pada tahun 2024 kepada 1.041 responden berusia 18-65 tahun bekerja sama dengan YouGov mengungkapkan bahwa, 90% masyarakat Indonesia sudah familiar dengan aset crypto.

    Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad mengatakan masih dari data yang sama, 63% responden mengaku belum memahami konsep mata uang crypto.

    “Ini menjadi tantangan bersama bagi pelaku industri crypto di Indonesia untuk mendorong adopsi sambil terus mengedukasi tentang aset crypto dan blockchain. Ke depan kami akan terus menghadirkan fitur inovatif dan program edukatif yang dapat menjawab berbagai tantangan yang ada di industri crypto dalam negeri,” ujar Iskandar dalam siaran pers, Selasa (25/3/2025).


    Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad mengungkapkan, momen membagikan THR lebaran menjadi hal yang spesial saat perayaan hari raya.

    “Untuk itu kami menghadirkan cara baru mengirimkan THR dalam bentuk aset crypto melalui fitur Send atau Kirim yang ada di aplikasi PINTU dan bisa menyertakan kartu ucapan dengan tema Idulfitri, THR atau dipersonalisasi sesuai keinginan pengirim. Selain mengirim THR, pengguna baru PINTU bisa mendapatkan THR hingga Rp300.000 dengan mengikuti program Ultimate Trading Quest Trading Hasilin Rezeki (THR). Fitur dan program tersebut kami hadirkan untuk membuat momen membagikan THR dan hari raya lebih bermakna, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya berinvestasi,” ujar dia.

    Berbagi THR kini bisa dalam bentuk aset crypto melalui fitur Send atau Kirim di aplikasi PINTU. Seluruh pengguna aplikasi PINTU bisa menggunakan fitur ini dengan beberapa tahap. Pertama, buka Wallet atau dompet crypto dan pilih aset crypto yang ingin dikirim sebagai THR, kemudian tap fitur Kirim dan masukan username pengguna PINTU yang ingin dibagikan THR. Setelahnya masukan nominal THR yang akan dibagikan dan bisa memberikan Kartu Ucapan yang pesannya dapat dipersonalisasi.

    Selain itu, program Ultimate Trading Quest membuka kesempatan pengguna baru PINTU mendapatkan THR crypto hingga Rp300.000 cukup dengan membeli aset crypto pertama di aplikasi PINTU. Periode program ini dimulai dari 17 sampai 31 Maret 2025.

    “Fitur Send atau Kirim ini ditujukkan khusus ke sesama pengguna aplikasi PINTU dan biaya kirim blockchain fitur ini gratis. Ini menjadi komitmen nyata kami bagi seluruh pengguna PINTU bisa memanfaatkan fitur ini untuk mengirimkan THR berupa aset crypto ke seluruh kerabat. THR dalam bentuk crypto ini bisa menjadi hadiah investasi jangka panjang yang berpotensi bernilai lebih di masa depan. Kami harap fitur ini dapat mendorong adopsi aset crypto di Indonesia serta meningkatkan kesadaran tentang aset crypto,” jelas Iskandar.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com