Tag: Wamendag

  • Aset Kripto Pilihan Investasi Kalangan Muda Masa Kini

    Perdagangan aset kripto menjadi salah satu pilihan investasi yang semakin diminati oleh masyarakat Indonesia, khususnya kalangan usia muda. Kripto yang sifatnya dinamis, menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk memasukan dalam portofolio investasi mereka.

    Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga menilai potensi aset kripto sebagai komoditas sangat besar. Pasalnya perdagangan aset kripto saat ini terus mengalami pertumbuhan. Anak muda dengan cara berpikir out of the box dan selalu mencari peluang baru, sehingga mereka melihat selain alternatif bursa saham saat ini, kripto bisa menjadi sarana pengembangan ekonomi.

    “Perdagangan aset kripto menjadi salah satu pilihan berinvestasi yang belakangan ini begitu
    diminati masyarakat, terutama di kalangan anak muda atau milenial. Berdasarkan data
    Kementerian Perdagangan, lebih dari separuh pelanggan aset kripto di Indonesia berada pada
    rentang usia 18–35 tahun,” ujar Wamendag dalam Seminar dan Diskusi Publik ‘Telaah Peraturan Perundang-undangan dalam Rangka Perlindungan Konsumen Aset Kripto di Indonesia’ yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti di Jakarta, Kamis (6/4).

    Investasi Kripto

    Ilustrasi sukses investasi aset kripto.
    Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

    Baca juga: Harga ETH Naik di Atas US$ 2K, Setelah Upgrade Ethereum Shanghai

    Survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS), menunjukkan bahwa aset kripto berada pada urutan ketiga instrumen investasi yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Survei CELIOS menunjukkan 21,1 persen responden memiliki instrumen investasi aset kripto, angka ini berada di bawah reksa dana sebesar 29,8 persen dan saham sebesar 21,7 persen dengan rata-rata penempatan dana yang dilakukan masyarakat berkisar antara Rp 500 ribu—Rp 1 juta.

    Penetrasi investasi kripto tentu banyak dipengaruhi kemunculan aplikasi investasi ritel, biaya transaksi yang murah, dan modal awal yang rendah. Wamendag menambahkan, pertumbuhan nilai transaksi maupun jumlah pelanggan aset kripto di Indonesia sangat luar biasa.

    Nilai transaksi pada 2022 menyentuh angka Rp306,4 triliun, kendati menurun lebih dari 50 persen dibandingkan pada 2021. Nilai transaksi ini patut menjadi perhatian karena nilainya yang mencapai ratusan triliun rupiah. Sedangkan, pada tahun ini, hingga Februari telah tercatat jumlah transaksi sebesar Rp25,9 triliun.

    “Penurunan nilai transaksi ini tidak menyurutkan minat pelanggan untuk berinvestasi. Tercatat jumlah pelanggan terdaftar hingga Februari 2023 mencapai 17 juta pelanggan terdaftar,” ungkap Jerry.

    Regulasi dan Pengawasan

    apakah bitcoin aman
    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Pasar Kripto Bull Run: Altseason dan Sentimen Makroekonomi Positif

    Dalam kesempatan ini Wamendag juga menjelaskan, bahwa beberapa waktu yang lalu Pemerintah bersama DPR telah mengesahkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Melalui UU ini maka ke depan regulasi dan wewenang pengawasan dan pembinaan Perdagangan Fisik Aset Kripto akan bergeser dari Kementerian Perdagangan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Peralihan pengawasan aset kripto dan produk derivatif keuangan ini merupakan perwujudan pengambilan kebijakan oleh pemerintah yang forward looking, kedua industri ini beririsan dengan sektor keuangan. Diharapkan dengan peralihan pengawasan ini dapat memberikan ruang pengaturan dan manajemen risiko yang lebih baik, utamanya terkait sektor fiskal yang nantinya dapat berpengaruh pada kestabilan sistem keuangan di Indonesia.

    “Terakhir, Kementerian Perdagangan mengajak seluruh mahasiswa dan generasi muda lainnya untuk berkolaborasi dalam memberikan masukan serta terobosan guna meningkatkan perlindungan bagi masyarakat luas dengan cara yang paling efektif dan efisien,” pungkas Jerry.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Wamendag: Indonesia Berpotensi Jadi Pasar Kripto yang Menjanjikan

    Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki pertumbuhan industri aset kripto yang baik dalam 2-3 tahun terakhir. Bahkan, Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, mengatakan Indonesia berpotensi menjadi pasar kripto yang menjanjikan.

    Jerry menyampaikan ekosistem industri dalam negeri bisa memberikan peluang bagi para investor Singapura untuk berbisnis aset kripto di Indonesia. Menurutnya, Indonesia dan Singapura juga dapat bekerja sama untuk mengamankan data-data sensitif dan aset-aset digital yang dapat ditransaksikan melalui platform perdagangan luar negeri yang bersifat lintas-batas (cross border).

    “Peluang bisnis kripto di Indonesia terbuka lebar. Ini menjadi kesempatan bagi para investor untuk berbisnis di Indonesia. Tentu saja, bisnis yang dijalankan harus tetap menerapkan peraturan yang berlaku di Indonesia,” kata Jerry saat menghadiri ABA Event bertema “Community Meet and Great Session Fireside Chat on Crossborder Blockchain, Cryptocurrency and Digital Asset Between Singapore and Indonesia” di Singapura (15/7).

    Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga
    Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga. Foto: Antara.

    Baca juga: Bank Indonesia Mau Rilis CBDC, Apa Itu Rupiah Digital?

    Potensi Kerja Sama Indonesia-Singapura di Industri Kripto

    Wamendag menambahkan potensi lain dari kerja sama yang bersinergi ini adalah mengadakan sosialisasi dan seminar bersama dengan Asosiasi Blockchain Indonesia dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO). Hal tersebut guna memberikan pemahaman tentang manfaat dan penggunaan teknologi Blockchain dan aset kripto.

    “Kerja sama antarinstansi pemerintah dapat dilakukan untuk mengantisipasi risiko kehilangan aset digital dan risiko penggunaannya,” ujarnya.

    “Kita juga dapat bekerja sama membangun platform blockchain tunggal berbasis komunikasi antarpemerintah untuk mengantisipasi kehilangan data-data penting, mengurangi biaya pelatihan, mengurangi biaya administrasi, dan menetapkan satu standar yang dapat menciptakan efisiensi pembiayaan lainnya.”

    Sejumlah proyek blockchain yang terkait dengan pemerintah Indonesia antara lain untuk mengamankan entri data, pendaftaran tanah, penelusuran proses bahan pangan, rantai pasokan komoditas, mengganti sistem berbasis kertas, mencegah penipuan, kepabean dan patroli perbatasan, transparansi anggaran, serta manajemen data antarlembaga.

    Ilustrasi market kripto
    Ilustrasi market kripto.

    Baca juga: Pemuda Indonesia Bobol Wallet Coinbase Raup Rp 16 M Ditangkap FBI

    Nilai Transaksi Kripto Berkembang Pesat

    Wamendag juga mengungkapkan, pertumbuhan nilai transaksi dan jumlah pelanggan aset kripto di Indonesia sangat luar biasa. Pada 2021, total nilai transaksi aset kripto mencapai Rp 859,4 triliun atau meningkat 1.224 persen dibandingkan pada 2020 yang tercatat Rp 64,9 triliun.

    Di paruh pertama 2022 ini, nilai transaksi kripto sudah di atas Rp 200 triliun. Data pertambahan investor aset kripto yang dirilis Bappebti juga menunjukkan kenaikan yang masif.

    Jumlah investor naik dari 2 juta orang pada 2020 menjadi 15,1 juta orang saat ini. Angka ini lebih banyak dari nasabah saham 9,11 juta. Kemungkinan itu menunjukkan, perdagangan aset kripto akan mampu bersaing dengan perdagangan saham.



    Sumber : news.tokocrypto.com