Tag: whale bitcoin

  • Whale Bitcoin: Strategi Sederhana Yang Membuat Anda Kaya

    Seorang Whale Bitcoin yang dikenal karena telah membuat pendapatnya bisa dibaca oleh publik, telah mempromosikan strategi investasi yang menurutnya telah diabaikan oleh sebagian besar trader crypto.

    Trader pseudonim yang dikenal sebagai ‘Joe007’ mengatakan bahwa trader pintar perlu memantau pergerakan harga jangka panjang Bitcoin, menjual posisi mereka ketika BTC telah meningkat 10x dan membeli ketika Bitcoin telah turun 5x dari puncaknya.

    Baca Juga: Cara Staking Aset Crypto untuk Mendapatkan Passive Income

    Joe007, yang dikenal karena menempatkan taruhan besar di bursa Bitfinex, menyebut metode ini sebagai “strategi investasi sederhana dan efektif yang memungkinkan siapa pun menjadi Whale dalam jangka waktu yang wajar.”

    Meskipun hasil yang berkurang pada akhirnya akan menendang dan menghilangkan kelangsungan strategi tersebut.

    Joe percaya aturan 10x / 5x akan bertahan setidaknya untuk beberapa siklus berikutnya. Ia pun yakin kalau saat ini harga masih terlalu tidak stabil untuk mengambil pendekatan “beli dan jangan pernah jual.”

    Joe mengatakan, gelombang High dan Low yang berulang cocok dengan desas-desus yang ada tentang BTC.

    “Beli BTC ketika turun, semua orang akan menggonggong tentang bagaimana itu akan segera nol, dan jual ketika naik dan tetangga boomer akan meminta Anda untuk tips bagaimana masuk ke ‘Bitcoin berikutnya’.”

    Ia pun juga mengatakan kalau halving Bitcoin akan mulai mengurangi masalah siklus-ke-siklus.

    “Halving mungkin telah menjadi pendorong utama ketidakseimbangan penawaran / permintaan pada siklus awal, tetapi seiring waktu perubahan di sisi permintaan akan memainkan peran yang jauh lebih besar.”

    Dalam hal portofolio pribadinya, ia mengatakan bahwa selain Bitcoin, ia menyimpan sejumlah uang di Tether (USDT) untuk melindungi nilai dari “kegagalan sistem perbankan.”

    Baca Juga: Apakah Dorian Nakamoto Adalah Satoshi Nakamoto?

    Bisa dikatakan, untuk jangka panjang, Joe007 menganut sebuah sistem gelombang (mirip Elliot Wave) yang sistematis untuk meraih keuntungan dipasar Bitcoin, dimana penurunan 5x bisa disebut sebagai Corrective Wave (Koreksi), dan kenaikan 10x bisa disebut sebagai Motive Wave (kelanjutan trend), sehingga ia akan cenderung mengabaikan hal-hal diluar ini dengan memilih untuk menunggu dan mengamati saja (wait and see). Bagaimana menurut Anda?

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Ambyar, Tapi Para ‘Pemain Besar’ Malah Borong


    Jakarta

    Bitcoin (BTC) bergerak di zona merah sepanjang perdagangan sepekan terakhir. Berdasarkan data CoinMarketCap harga BTC tercatat sempat terjun ke level terendahnya pada perdagangan Kamis (22/1) di posisi US$ 87.563,4 atau sekitar Rp 1,4 miliar (asumsi kurs Rp 16.777).

    Kemudian hari ini, Sabtu (24/1), harga aset kripto itu kembali naik kendati terkoreksi 5,94% ke harga US$ 89.479,88 atau sekitar Rp 1,5 miliar. Kondisi ini terjadi seiring meredanya tekanan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa terkait Greenland serta penundaan ancaman tarif.

    Saat itu, Indeks Fear & Greed kripto juga naik tipis ke level 34 meski berada di area fear. Sejalan dengan hal tersebut, tercatat juga aksi borong BTC yang dilakukan oleh individu beraset besar atau whale dalam jumlah besar, yakni sebanyak 1.000 BTC pada saat koreksi.


    Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan pola ini kerap terjadi menjelang fase rebound di tengah aksi jual investor ritel. Menurutnya, akumulasi whale memberikan sinyal kepercayaan terhadap BTC di tengah volatilitas jangka pendek masih tinggi.

    “Ketika whale aktif membeli di bawah US$ 90.000, itu biasanya mengindikasikan area tersebut dianggap menarik untuk akumulasi. Namun rebound ini masih perlu konfirmasi lanjutan karena tekanan dari sisi makro dan arus dana institusional belum sepenuhnya mereda,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (24/1/2026).

    Dari sisi teknikal, BTC masih menghadapi resistensi jangka pendek di area rata-rata pergerakan sepekan pada level US$ 92.864. Fyqieh menilai, harga BTC kembali menguat jika mampu bertahan dan menembus level tersebut.

    Namun penguatan BTC masih dibatasi beberapa faktor, utamanya tekanan arus keluar ETF Bitcoin yang mencapai sekitar US$ 707,3 juta atau sekitar Rp 11,8 triliun pada 21 Januari lalu. Selain itu, hambatan teknikal lebih besar pada pergerakan 200 hari sekitar US$ 105.541 yang masih jauh dari harga saat ini.

    Ke depan, pelaku pasar akan mencermati langkah akumulasi whale dan spot exchange outflows sebagai sinyal suplai yang kian ketat. Sementara dari pasar global, sentimen positif datang dari pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump yang memuji penasihat ekonominya, Kevin Hassett.

    Akan tetapi, sentimen ini disebut akan tertahan data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan. Kondisi ini membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed mundur hingga sekitar Juni 2026 meski pelaku pasar memperkirakan adanya dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini.

    “Hal ini dinilai meredakan kekhawatiran pasar karena menutup potensi Hassett menjadi Ketua The Fed. Hassett sebelumnya dipandang sebagai figur yang paling tidak independen dan cenderung dovish, sejalan dengan keinginan Trump untuk memangkas suku bunga secara agresif,” pungkasnya.

    (ahi/fdl)



    Sumber : finance.detik.com