Tag: whitepaper

  • Square Telah Merilis Whitepaper untuk DEX Bitcoin-nya

    Dukungan kuat untuk Bitcoin (BTC) dari Jack Dorsey semakin tampak dengan akan dihadirkankannya bursa terdesentralisasi (DEX) untuk kripto utama ini melalui Square.

    Alih-alih hanya memungkinkan orang-orang untuk membeli BTC di Cash App besutan Square. Dorsey memiliki ide yang lebih luas berupa bursa DEX tersebut.

    Baca jugaHillary Clinton: Kripto Dapat Mengancam Dolar

    Whitepaper untuk DEX dari Square Telah Hadir

    Ide DEX ini kali pertama datang pada bulan Juli lalu memalui divisi TBS Square, yang saat ini telah merilis whitepaper untuk tbDEX.

    Whitepaper tersebut mengklaim bahwa tbDEX adalah protokol untuk menemukan likuiditas dan bertukar aset (seperti Bitcoin, uang fiat, atau barang dunia nyata)” dengan aman tanpa perlu mengungkap identitas.

    Selain itu, protokol ini juga berlaku di sekitar perantara keuangan dan penjaga gerbang lainnya (seperti bursa terpusat) yang menjaga perbatasan antara mata uang fiat dan digital.

    Meskipun konsep utama dari tbDEX adalah untuk Bitcoin. Tetapi sepertinya itu tidak dibangun di atas blockchain Bitcoin. Itu karena di mana protokol tersebut berjalan masih belum dinyatakan dengan jelas di whitepaper-nya.

    Jika ada pertanyaan, mengapa tbDEX tidak dibangun di atas jaringan Ethereum seperti DEX kebanyakan? Itu karena Dorsey adalah seorang pecinta Bitcoin sejati.

    Dia telah berulang kali tidak menunjukkan minat pada Ethereum dan aset kripto lainnya. Hanya dan tetap Bitcoin saja yang ada di hatinya.

    Baca jugaFundamental Avalanche, Pesaing Ethereum dalam Biaya Gas dan Kecepatan

    “Apa pun yang dapat dilakukan perusahaan saya untuk membuatnya dapat diakses oleh semua orang adalah bagaimana saya akan menghabiskan sisa hidup saya. Jika saya tidak di Square atau Twitter, saya akan mengerjakan Bitcoin. Jika itu membutuhkan lebih banyak bantuan daripada Square atau Twitter, saya akan meninggalkan mereka untuk Bitcoin,” ujar Dorsey, dilansir dari Decrypt, Sabtu (20/11/2021).

    Sekadar informasi, Square saat ini telah menjadi bagian dari revolusi pembayaran peer-to-peer (P2P) untuk mempermudah seseorang mengirim uang tunai dari rekening bank atau vendor lain untuk menerima pembayaran kartu kredit.

    Dan tentu saja, kehadiran tbDEX akan semakin melengkapi layanan dari Square, terutama untuk menghubungkannya dengan dunia kripto. Kemungkinan, ini akan semakin besar dan menarik.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fakta Whitepaper Bitcoin yang Genap Berusia 16 Tahun

    Hari ini, 31 Oktober, kita memperingati 16 tahun sejak whitepaper Bitcoin pertama kali diperkenalkan. Pada tanggal ini di tahun 2008, Satoshi Nakamoto merilis dokumen whitepaper berjudul “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System“.

    Inovasi Bitcoin

    Saat pertama kali diterbitkan, dokumen ini tidak banyak dikenal, namun kini dianggap sebagai pencapaian besar yang membawa dua inovasi utama:

    1. Bitcoin memungkinkan transaksi keuangan tanpa perantara di internet.
    2. Bitcoin adalah mata uang digital pertama yang beroperasi tanpa kendali pemerintah atau lembaga tertentu.

    Fakta Menarik Whitepaper Bitcoin

    Untuk mengenang ulang tahun ke-15 ini, berikut beberapa fakta menarik tentang white paper Bitcoin yang penting diketahui:

    1. Hanya 9 Halaman – White paper ini lebih pendek dari Magna Carta dan Konstitusi AS, meski isinya cukup kompleks.
    2. Penulis Anonim – Hingga kini, identitas Satoshi Nakamoto masih misteri, meskipun banyak yang mengaku sebagai dirinya.
    3. Awalnya Dikritik – Dokumen ini mendapat banyak kritik di komunitas kriptografi, mulai dari isu konsumsi listrik hingga skalabilitas.
    4. Nama Bitcoin Hanya Disebut Dua Kali – Ada kemungkinan awalnya Bitcoin akan diberi nama “Electronic Cash” atau “Netcoin.”
    5. Koding Dulu, Baru Menulis – Satoshi menyelesaikan kode Bitcoin sebelum menulis dokumen ini.
    6. Tidak Ada Kata “Blockchain” atau “Cryptocurrency” – Satoshi menyebutnya “timestamp server” yang berfungsi untuk mencatat transaksi.
    7. Kata yang Paling Sering Muncul adalah “Block” – Struktur data blok ini adalah inti dari jaringan Bitcoin.
    8. Mengutip 10 Ilmuwan – Dokumen ini mengutip karya-karya ilmuwan, termasuk proyek digital cash terdahulu.
    9. Bagian Dokumen yang Sudah Kadaluarsa – Seiring waktu, beberapa bagian dokumen ini tidak lagi relevan dengan perkembangan Bitcoin saat ini.
    10. Tersedia di Banyak Situs – Dokumen ini sekarang tersedia di banyak situs, termasuk milik pemerintah AS.
    11. Tidak Dapat Diakses di Inggris – Karena sengketa hukum, dokumen ini tidak tersedia di Inggris sejak 2021.
    12. Pernah Tersimpan di Komputer Apple – White paper ini tersembunyi dalam setiap perangkat MacOS sejak 2017, meskipun akhirnya dihapus.
    13. Dianggap ‘Puisi’ oleh Jack Dorsey – Pendiri Twitter ini menyebut dokumen ini sebagai karya luar biasa.
    14. Diabadikan di Mobil Balap F1 – Pada 2023, Kraken menempatkan teks dokumen ini di mobil balap Formula 1.
    15. Dikutip Lebih dari 4.000 Kali – White paper ini telah menjadi referensi utama bagi banyak proyek kripto lainnya.

    Bitcoin telah menjadi inspirasi besar bagi inovasi di seluruh dunia, dan warisan Satoshi Nakamoto ini akan terus menginspirasi perkembangan teknologi di masa depan.

    Baca juga: MicroStrategy Kumpulkan Dana $42 Milliar untuk Beli Bitcoin Lagi


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cermat Pilih Aset Kripto Lokal yang Tepat, Jangan Mudah Ikut Hype

    Hype aset kripto lokal semakin tinggi di awal tahun 2022. Momentum ini dimanfaatkan oleh developer lokal untuk berlomba-lomba merilis project mereka yang rata-rata mendukung ekosistem Metaverse, NFT marketplace, dan P2P gaming atau game play-to-earn.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, kembali mengingatkan masyarakat untuk tepat memilih aset kripto lokal sebagai salah satu instrumen investasi. Pemilihan kripto lokal bisa dilihat dari whitepaper, di mana ada berbagai dokumen yang menjelaskan profil dan kinerja tim, tata kelola model bisnis, teknologi dan skalabilitas sistem blockchain yang digunakan, dan bagaimana dana yang terkumpul dari investor akan digunakan.

    Whitepaper harus menyertakan tidak hanya deskripsi teknis secara detil project, tetapi juga rencana pengembangan. Idealnya, sebuah rencana kerja secara mendalam untuk 1-2 tahun ke depan, dan juga menyertakan paling tidak versi beta-launch. Jika beberapa proses yang dituliskan dalam roadmap sudah terselesaikan, pastikan untuk menjelaskannya dalam whitepaper, hal ini akan menjadi bahan pertimbangan positif oleh para investor,” kata Manda.

    Apa itu altcoin seasons

    Ilustrasi aset kripto.

    Aset Kripto Bisa Dibuat 15 Menit Ikuti Video YouTube

    Dalam pembangunan ekosistem, developer akan menawarkan aset kripto utilitas sebagai sarana pengembangannya, maka dari itu ada istilah IDO (Initial DEX Offering) dan ICO (Initial Coin Offering) sebagai metode crowdfunding modal atau dana untuk peluncuran dan pengembangan proyek. Kedua metode tersebut sering dikaitkan dengan konsep IPO (Initial Public Offering) pada perusahaan yang melantai di bursa saham.

    “Banyak pengembang aset kripto yang memanfaatkan ketidak tahuan masyarakat. Mereka aji mumpung dengan hype kripto saat ini untuk menawarkan project prematur dengan menjual token utilitas demi mendapatkan uang dari investor retail yang polos. Padahal, bisa saja token tersebut hanyalah bukti kepemilikan janji project yang sama sekali belum berwujud,” ungkap Manda.

    Untuk membuat token kripto tergolong mudah, menurut Manda tidak ada yang istimewa dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Namun, perlu ditekankan, untuk merilis koin/token yang bonafide dan memiliki standar global itu tidak mudah. Ada proses due diligence yang harus dipenuhi.

    Ilustrasi bikin aset kripto.

    Ilustrasi bikin aset kripto.

    “Ada video tutorial di YouTube yang bisa membuat token kripto dalam waktu 15 menit. So, saya rasa orang yang baru memulai dan punya sedikit pengetahuan tentang kripto bisa membuatnya,’ ujar Manda

    Selain dokumen whitepaper. ada proses audit smart contract dari token kripto yang dibuat oleh pihak ketiga. Salah satu lembaga audit independen yang sudah popular, yaitu Certik Blockchian. Lembaga tersebut biasanya melakukan audit terhadap kripto yang baru diluncurkan untuk menentukan apakah project tersebut berkualitas atau tidak.



    Sumber : news.tokocrypto.com