Tag: wisata jakarta

  • Cobain Land’s End di PIK 2 saat Liburan Awal 2024, Ada Mercusuarnya Lho!



    Jakarta

    Tempat wisata di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) bertambah lagi. Wisata Land’s End PIK 2 baru saja dibuka beberapa waktu lalu. Jadi destinasi baru, kini Land’s End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung.

    Land’s End berada di PIK 2, persis di Jalan Pantai Indah Kapuk Boulevard, Kapuk Muara, Jakarta Utara. Land’s End adalah destinasi wisata tepi pantai yang memiliki arsitektur bergaya rustic coastal dengan berbagai fasilitas menarik seperti restoran, retail dan juga entertainment spots.

    Di Land’s End juga terdapat dock untuk menunjang aktivitas water sports dan boardwalk untuk selfie pengunjung.


    Dari kejauhan tempat ini bisa ditandai dengan kehadiran mercusuar yang terletak persis di pinggir pantai. Namun sayang saat dikunjungi detikcom beberapa waktu lalu, mercusuar ini belum bisa dinaiki sehingga pengunjung baru bisa menikmati suasana sekitar mercusuar.

    Land’s End menawarkan pemandangan pasir putih bersih dengan beberapa tenant food and beverages seperti Pier 2 atau Butterman yang bisa dicoba pengunjung. Ada juga beberapa tenant fashion. Jadi pengunjung bisa bermain pasir, berfoto ria atau mencicipi makanan khas pantai di beberapa spot di Land’s End.

    Wisata Land's End PIK 2 baru saja di buka, Selasa (12/12) lalu. Jadi destinasi baru, kini Land's End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung.Wisata Land’s End PIK 2 baru saja di buka, Selasa (12/12) lalu. Jadi destinasi baru, kini Land’s End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung. Foto: dok detikcom

    Sejak dibuka 12 Desember lalu, Land’s End cukup diminati pengunjung, terutama di momen liburan awal Tahun 2024. Land’s End buka dari pukul 08.00 sampai 23.00 WIB.

    “PIK karena di sini seru sih, pengunjungnya juga banyak, terus pemandangannya juga bagus dari sini. Persiapannya sih bawa payung, bawa topi,” ujar Susanti salah seorang pengunjung.

    Pengunjung lain mengaku penasaran dengan Land’s End karena mercusuarnya yang paling menyita perhatian. “Pengen masuk sih,” ujar Daniel sambil berusaha memotret mercusuar dengan latar belakang berbagai pesawat yang melintas di udara.

    (ddn/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 9 Wisata PIK 2 yang Cocok buat Liburan Bareng Teman


    Jakarta

    Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 begitu populer di kalangan warga Jakarta dan sekitarnya. Ada berbagai destinasi yang menarik dan kekinian.

    Tak heran jika destinasi di PIK banyak digandrungi oleh milenial. Di kawasan ini terdapat kawasan kuliner pasir putih, hingga perbelanjaan.

    9 Wisata PIK 2

    Beberapa wisata yang ada di PIK 2 yaitu Land’s End, pasir putih, Pantjoran PIK hingga Aloha. Berikut informasinya.


    1. Land’s End

    Wisata Land's End PIK 2 baru saja di buka, Selasa (12/12) lalu. Jadi destinasi baru, kini Land's End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung.Wisata Land’s End PIK 2 baru saja di buka, Selasa (12/12) lalu. Jadi destinasi baru, kini Land’s End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung. Foto: dok detikcom

    Satu wisata PIK 2 yang baru dibuka di tahun 2024 adalah Land’s End. Menurut catatan detikTravel, destinasi wisata tepi pantai ini mempunyai arsitektur bergaya rustic coastal dengan berbagai fasilitas menarik. Mulai dari restoran, retail hingga entertainment sports.

    Tak hanya itu terdapat dock untuk menunjang aktivitas water sports dan boardwalk untuk selfie pengunjung. Dari kejauhan, Land’s End ditandai dengan kehadiran mercusuarnya di pinggir pantai. Destinasi ini buka dari pukul 08.00-23.00 WIB.

    2. Pantai Pasir Putih

    Pengunjung memadati kawasan wisata Pantai Pasir Putih di PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (2/7/2022). Objek wisata alternatif tersebut kembali dibuka setelah sempat tutup sementara akibat COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.Pengunjung memadati kawasan wisata Pantai Pasir Putih di PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (2/7/2022). Objek wisata alternatif tersebut kembali dibuka setelah sempat tutup sementara akibat COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/rwa. Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN

    Pantai pasir putih cocok untuk menjadi tempat healing. Pantai yang merupakan area reklamasi ini memiliki hamparan pasir putih seluas 4 km.

    Wisatawan yang berkunjung tidak dikenakan biaya. Kawasan ini buka dari pukul 07.00-19.00 WIB.

    3. Jembatan PIK 2

    Wisatawan bisa melakukan aktivitas bersepeda atau berswafoto di sepanjang jembatan PIK2. Jembatan ini menghubungkan kawasan Jakarta dan juga Banten.

    Jika ingin ke sini, kamu perlu mengetahui waktu-waktu tertentu untuk mengaksesnya. Pada pagi hari, jembatan dapat diakses pada pukul 06.00-09.00 WIB, sementara pada sore hari, jembatan bisa kamu datangi pada pukul 16.00-17.00 WIB dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

    4. Ruko La Riviera

    Ruko La Riviera merupakan kawasan pertokoan di PIK 2 yang memiliki arsitektur ala Eropa. Terdapat pula tata ruang yang menyerupai kawasan di Eropa dengan kanal-kanal yang membelah kawasannya. Kawasan ini pun bisa menjadi spot foto yang menarik

    5. Cove at Batavia

    5 Kuliner Hits dan Viral di Cove Batavia PIK, Sudah Pernah Coba?5 Kuliner Hits dan Viral di Cove Batavia PIK, Sudah Pernah Coba? Foto: Instagram/Istimewa

    Cove at Batavia menyuguhkan berbagai jajanan kuliner yang menggugah selera. Destinasi ini berkonsep ruang terbuka dan pertokoan yang didominasi restoran di pinggir laut.

    Luas area Cove at Batavia mencapai 4.555m2. Destinasi ini beroperasi mulai pukul 07.00-21.00 WIB.

    6. East Coast By The Sea

    East Coast By The Sea merupakan tempat kuliner di PIK dengan konsep Amerika Latin. Terdapat ruangan indoor dan juga outdoor.

    Luas kawasan ini mencapai 9.400 meter persegi. Terdapat hidangan yang terdiri dari masakan lokal hingga internasional.

    7. Pantjoran PIK

    Pagoda di Pantjoran PIK 2Pagoda di Pantjoran PIK 2 Foto: Weka Kanaka/detikcom

    Pantjoran PIK mengusung tema pecinan atau China Town. Bentuk bangunannya seperti rumah kelenteng di China.

    Terdapat tenant makanan dengan berbagai hidangan. Mulai dari camilan gurih, makanan berat dessert hingga minuman manis. Namun, para muslim perlu hati-hati, sebab jumlah tenant menawarkan hidangan non halal. Mengutip instagram Pantjoran PIK, kini ada spot di mana wisatawan bisa difoto di depan background aesthetic. Hasil fotonya pun bisa langsung dibawa pulang.

    8. By the Sea

    Mall By The Sea yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk.Mall By The Sea yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk. Foto: dok. Amantara

    By the Sea merupakan area indoor yang didominasi toko baju, tas, aksesoris, toko baju hingga kosmetik. Menurut catatan detikFood, di kawasan ini juga terdapat tenant makanan. Jadi, kamu bisa berbelanja sambil menikmati berbagai camilan hingga makanan berat.

    9. Aloha

    Aloha PIKAloha PIK Foto: (‘Dadan Kuswaraharja/detikcom)

    Aloha merupakan salah satu kawasan hits di PIK 2. Mengutip laman Instagram Aloha, terdapat banyak tenant makanan mulai dari korean BBQ, udon, crepes hingga fried chicken. Ada pula area photobooth di mana kamu bisa foto-foto seru bersama teman.

    Wisatawan juga bisa menikmati pemandangan dan bermain di area pasir putih. Terdapat pula area kolam semi pantai untuk tempat bermain anak.

    Itulah beberapa wisata PIK 2 yang cocok untuk didatangi bersama teman. Kamu tertarik untuk mendatangi salah satu destinasi ini?

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Pertunjukan Imlek ‘Festival Pecinan’ Taman Mini yang Jangan Sampai Dilewatkan



    Jakarta

    Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mempersembahkan Festival Pecinan untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2024. Festival ini tidak hanya menjadi ajang merayakan Imlek, tetapi juga dirancang untuk memupuk keharmonisan antar etnis sehingga dapat dinikmati oleh seluruh kalangan.

    Festival Pecinan hanya digelar dari 8-11 Februari 2024, jadi pastikan kamu datang dan menikmati rangkaian acara yang penuh kegembiraan. Tertarik untuk merayakan Tahun Baru Imlek dengan suasana berbeda? Yuk segera pesan tiketnya yang kini telah tersedia di detikEvent.

    Biar nanti kamu tidak bingung saat datang, ini adalah lima pertunjukan yang tidak boleh dilewatkan:


    1. Dancing Fountain “Tirta Menari”

    Mengawali daftar adalah pertunjukan menakjubkan dari air mancur menari, “Tirta Menari”. Jamuan visual ini memadukan cahaya, air, dan gerakan yang memukau, menciptakan suasana yang penuh kegembiraan dan kecantikan.

    2. Musik Kala Senja

    Menikmati harmoni musik yang mempesona saat senja menyapa tahun baru Imlek. Pertunjukan “Musik Kala Senja” akan menghibur pengunjung dengan melodi yang menghanyutkan, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.

    3. Tabuh Nusantara

    Rasakan getaran budaya Indonesia melalui pertunjukan “Tabuh Nusantara”. Iringan musik tradisional ini mempersembahkan kekayaan dan keberagaman warisan musik dari berbagai daerah di Indonesia.

    4. Gamelan Corobalen

    Nikmati keseluruhan tradisi musik gamelan dalam pertunjukan “Gamelan Corobalen”. Suara gamelan yang khas dan irama yang memesona akan mengantar pengunjung dalam sebuah perjalanan seni yang mengagumkan.

    5. Kecak Dance

    Menutup daftar adalah pertunjukan ikonik, “Kecak Dance”. Asalnya dari Bali, seni tari Kecak memukau dengan puluhan penari laki-laki yang membentuk pola melingkar, menghasilkan gerakan yang penuh semangat dan penuh makna.

    Festival Pecinan TMII tidak hanya menawarkan kegembiraan, tetapi juga memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia. Selain lima pertunjukan di atas, kamu juga dapat mengikuti aktivitas lainnya seperti Dawai Biola, Bazaar Pecinan, Soul of Youth, dan masih banyak lainnya. Jadi, pastikan tidak melewatkan kesempatan untuk menikmati 5 pertunjukan spektakuler ini saat merayakan Tahun Baru Imlek di TMII.

    Kini kamu dapat membeli tiket Festival Pecinan TMII melalui detikEvent. Ayo segera serbu tiketnya sekarang juga di sini.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pemanasan Mudik, Mampir ke Angkringan-Kopi di Belakang Blok M Square



    Jakarta

    Blok M adalah salah satu pusat muda-mudi Jakarta menghabiskan waktu untuk hangout. Ingin nongkrong merasakan suasana Jawa yang kental? Bisa mampir ke Kedai Hasrat.

    Blok M terkenal dengan deretan tempat hangout yang estetik dan asik. Misalnya M Bloc yang kekinian, yang kerap mengadakan gigs hingga acara kesenian, ada juga Taman Literasi yang kerap menggelar event baca buku hingga acara musik, lalu tak ketinggalan pula deretan kafe hingga tempat karaoke di sekitarnya.

    Little Tokyo, sebutan itu juga disematkan di area Blok M, yang menjadi ‘tempat berkumpulnya’ restoran, kafe, hingga bar bergaya Jepang. Tempat ini juga sedari dulu disinggahi para ekspatriat Jepang yang tinggal di Jakarta.


    Selain itu, ada satu spot menarik yang mesti traveler singgahi, yakni kawasan Blok M Square. Kawasan ini selain terkenal sebagai salah satu surganya pencinta kaset jadul dan buku bekas, juga merupakan kawasan kuliner yang telah berdiri lama.

    Tepatnya di belakang Blok M Square, yakni area Lesehan Blok M Square Melawai 4, terdapat deretan makanan yang menarik. Berkunjung ke sini seakan traveler dibawa ke suasana Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sebab menu di sana didominasi oleh penyetan, pecel lele, gudeg, hingga angkringan. Satu yang menarik perhatian kami, namanya Kedai Hasrat.

    Kedai ini merupakan kedai minum yang menyuguhkan menu menarik. Mereka memadukan konsep angkringan-kopi dari tempat hingga ke menunya. Jangan heran jika traveler menemui menu matcha jahe dan coklat jahe yang dapat dinikmati panas maupun dingin.

    Hidangan berbasis jahe tersebut karena tempat ini berawal dari angkringan, lalu menjelma juga menjadi kedai kopi. Itu berangkat dari keinginan pemilik yang telah lama ingin membuka kedai kopi.

    “Hasrat itu keinginan, jadi gua dulu pengen banget punya tempat kopi, pengen banget punya tapi nggak punya-punya, bertahun-tahun baru bisa buka, makanya namanya Kedai Hasrat. Dulu cuman punya tiga menu, susu jahe, madu jahe, stmj bakar,” kata sang pemilik, Vio Alventino, seraya menjelaskan asal muasal nama kedainya, Rabu (28/2/2024).

    Menurut Vio, upayanya memadukan menu tradisional dan modern sukses mengundang kustomer.

    “2018 baru ada menu kopi red velvet, dan lain-lain, kita ngikutin perkembangan zaman aja. Responsnya malah makin bagus. Yang biasanya ke sini cuman nyobain minum jahe dia nyobain minuman lain, tapi kadang tetap ada yang balik ke jahe lagi,” kata dia.

    Kedai Hasrat Blok M SquareSTMJ Bakar di Kedai Hasrat Blok M Square yang wangi juga creamy. (Weka Kanaka/detikcom)

    Menu andalannya adalah STMJ (susu telur madu jahe) bakar. Ini yang membuatnya berbeda dari tempat lain. Tertarik mencicipinya, detikTravel memesan menu tersebut.

    Bagi yang tidak terlalu menyukai jahe yang pekat, tenang saja, karena cairan jahe diletakkan di tempat terpisah dan dapat diatur seberapa banyak menuangkannya.

    Alih-alih seperti STMJ biasa, menu ini malah memiliki rupa mirip creme brulee dengan tambahan beberapa rempah yang wangi di atasnya. Begitu menyeruput, rasa hangat mengalir ke badan. Selain itu, kendati dibuat dari telur mentah, tetapi rasa amis sama sekali tidak terasa. Justru tekstur creamy yang manis, gurih, dan harum berhasil diciptakan.

    Tak heran mengapa hidangan ini selain unik, juga nikmat sekali. Karena ini adalah salah satu hidangan andalan Kedai Hasrat.

    “Kayak creme brulee atau karamel ya. Bahannya madu, krimer, susu, telor, sama rempah, nah rempah ini yang bisa ngilangin amisnya sih telor itu. Dan bisa nurunin kolesterol sih telur itu dengan cara dibakar tiga kali,” kata dia.

    Kedai Hasrat Blok M SquareSuasana di pusat kuliner di belakang Blok M Square. (Weka Kanaka/detikcom)

    Ia menyebut, kedainya kerap kali disinggahi muda-mudi hingga bapak-bapak untuk nongkrong dan bercengkrama. Waktu paling ramai ada di Sabtu malam. Itu karena selain malam minggu merupakan waktu muda-mudi hangout, Blok M Square yang memiliki Masjid Nurul Iman di atasnya kerap kali mengadakan pengajian yang banyak menarik masyarakat pada hari Sabtu.

    Saat kami berkunjung, pengunjung juga terlihat hilir mudik mendatangi tempat ini. Untuk menikmatinya, traveler bisa datang setiap hari pukul 18.00-24.00 WIB. Harga menunya Rp 15k – Rp 25k.

    (wkn/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Lihat Anjing Laut dalam Akuarium Mall



    Jakarta

    Di awal bulan Ramadan dan libur panjang ini, Jakarta Aquarium & Safari kedatangan anggota baru, yaitu seekor anjing laut. Traveler bisa nih melihatnya langsung, mengisi long weekend ataupun ngabuburit.

    Anjing laut bernama Holy ini sangat menggemaskan. Akuarium pun didesain khusus menyambut anjing laut ini, dengan nuansa sea shore yang estetik. Jadi, traveler dapat duduk santai sambil melihat dia berenang, makan dan berputar-putar.

    “Kami sangat senang sekali menyambut kehadiran Seal di Jakarta Aquarium & Safari. Untuk melengkapi liburan akhir pekan dalam menyambut Ramadan, kami mengajak kalian untuk melihat secara dekat dan belajar tentang singa laut,” kata Natalia Poetri Handayani, Marketing Communication Manager, Jakarta Aquarium & Safari, dalam keterangannya, Selasa (12/3/2024).


    Selain berjumpa dengan Holy, pengunjung juga dapat mengikuti challenge ‘Pose, Post & Get FREE Sticker’ di photo booth ‘Seal-iously Adorable’. Bayangkan kamu menjadi mermaid di antara Seal di atas bebatuan pesisir pantai. Jika sudah berfoto, pastikan tag & mention @jakartaaquarium dan dapatkan free sticker karakter Seal special launch edition.

    Anjing laut dalam Jakarta AquariumAnjing laut dalam Jakarta Aquarium Foto: (dok Jakarta Aquarium)

    Beragam kegiatan menarik yang bisa dilakukan di JAQS untuk ngabuburit:

    1. Keliling akuarium dan interaksi dengan hewan

    Jakarta Aquarium & Safari memiliki ragam koleksi, tak hanya ikan saja namun juga ada burung dan reptil untuk edukasi para pengunjung. Di sini terdapat lebih 3.500 spesies hewan akuatik hingga ragam satwa lainnnya.

    Traveler juga bisa merasakan pengalaman Animal Encounter dan berfoto bersama ular, burung macaw, bamboo shark, kecoa madagaskar, crocodile skink, bintang laut dan masih banyak lagi.

    Nah, kamu juga bisa mencoba memberi makan satwa secara langsung dan lebih dekat lho. Mulai bisa memberi makan ikan pari, binturong dan pinguin humboldt sambil melihatnya berenang dengan gembira di air biru yang jernih. Jangan lewatkan juga teater putri duyung (Mermaid Show) spektakuler gabungan darat dan laut ‘Guardian of The River’ dan ‘Pearl of The South of the Sea’.

    Momen 17 Agustus di Jakarta Aquarium.Pertunjukan mermaid di Jakarta Aquarium. Foto: (dok Jakarta Aquarium)

    2. Mencoba ragam wahana dan permainan seru

    Traveler yang suka berfoto harus mencoba swirl tank (aquarium 360 derajat), dekorasi tunnel, serta permainan Step It Up yang super seru. Wajib juga mencoba Aquatrekking dan Funtasy Diving yaitu menyelam bersama ribuan satwa akuatik.

    3. Dinner romantis

    Traveler yang ingin memberi kejutan untuk orang tersayang, bisa nih aquarium date sembari menikmati underwater dining romantis dengan latar belakang hiu dan pari besar. Nikmati ragam hidangan spesial sambil memberi makan penguin di Pingoo Restaurant, serta membawa pulang oleh-oleh cantik dari Ocean Wonder!.

    Cara menuju JAQS

    Jakarta Aquarium & Safari berada di dalam Mal Neo Soho. Menuju tempat ini mudah kok, bisa naik Transjakarta dan turun di Halte S.Parman Podomoro City lalu berjalan kaki menuju mal sekitar 5 menit.

    Bagi pengguna KRL, bisa turun di Stasiun Pamerah atau Stasiun Grogol, lalu menyambungnya dengan ojek atau taksi online. Traveler yang punya kendaraan pribadi, bisa langsung saja menuju mal.

    Harga tiket JAQS

    Untuk harga tiket, saat weekday Rp 147.000 untuk dewasa dan Rp 112.700 untuk anak-anak. Sedangkan saat weekend Rp 171.500 untuk dewasa dan Rp 147.000 untuk anak-anak.

    Tiketnya bisa traveler beli secara online melalui websitenya atau aplikasi pemesanan, dan bisa juga dibeli langsung di lokasi.

    (sym/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 7 Tempat Historis di Menteng, dari Taman Suropati sampai Sekolah Obama



    Jakarta

    Menteng menjadi tempat tinggal para pejabat penting, baik dalam hingga luar negeri sejak zaman dulu. Berikut tujuh jejaknya.

    Karena itu pula hingga kini kawasan Menteng sering disebut sebagai kawasan elit. Terletak di jantung Jakarta, kini Menteng menjadi tempat tinggal para petinggi perusahaan di Indonesia, kedutaan luar negeri, hingga para artis.

    Cindy, pemandu dari Jakarta Good Guide, menyebut dulu kawasan Menteng adalah sebuah hutan yang dikelilingi oleh perbukitan cantik. Tanah yang subur membuat banyak pepohonan tumbuh di sana.


    Salah satu pohon yang banyak tumbuh di kawasan ini adalah Pohon Buah Menteng. Pohon itulah yang menjadi asal-muasal nama daerah tersebut. Sayangnya, saat ini buah mirip duku itu semakin langka.

    Hanya dalam musim tertentu buah menteng bisa ditemukan di sekitar Stasiun Bogor dengan harga Rp 25 ribu per kilo.

    Pembangunan di Jakarta semakin masif dijalankan, namun tidak membuat Menteng kehilangan banyak sejaha yang menarik untuk ditelusuri.

    Mulai dari Sukarno hingga Barack Obama pernah mengukir cerita di kawasan ini. Bersama Jakarta Good Guide, detikTravel menjelajahi Menteng pada Rabu (13/3/24) petang.

    Berikut tempat-tempat bersejarah di Menteng:

    1. Taman Suropati

    Sejak diambil alih oleh Belanda pada 1912, Belanda banyak membangun rumah-rumah yang dikhususkan untuk menjadi tempat tinggal pegawai pemerintahan Belanda di Menteng.

    Saat itu, Netherlanders selalu membuat satu taman besar di bagian tengah-tengah suatu cluster untuk bersosialisasi dan melakukan piknik. Akhirnya pada masa pemerintahan GJ Bisschop terciptalah taman yang saat itu bernama Burgemeester Bisschopplein.

    Setelah Indonesia merdeka, taman tersebut berganti nama menjadi Taman Suropati yang diambil dari nama seorang pahlawan yang berjasa menentang VOC, Untung Suropati.

    Kini, taman tersebut telah direvitalisasi menjadi semakin cantik dan asri lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang. Taman Suropati juga terpilih menjadi tempat peletakan 6 monumen persahabatan ASEAN. Taman ini masih menjadi taman kota favorit warga Jakarta untuk beraktivitas di akhir pekan.

    2. Taman Diponegoro

    Tepat di depan Taman Suropati, terdapat sebuah taman warna warni yang mencuri perhatian. Taman ini dirancang sebagai penghias Jalan Diponegoro, sehingga tidak ditemukan tempat duduk untuk bersantai di sana.

    Meskipun begitu, tak sedikit orang yang mampir untuk memotret beberapa gambar disana. Taman tematik dengan tumbuhan warna-warni yang disusun berpola ini memiliki ciri khas Patung Diponegoro dan kudanya yang dikelilingi air mancur.

    Patung tersebut merupakan karya seniman ternama Edhi Sunarso yang dipesan langsung oleh Duta Besar Italia. Ia memberikan patung tersebut sebagai hadiah sebelum kembali ke Italia pada tahun 1960-an.

    3. Gedung Bappenas

    Gedung ini dulu digunakan sebagai tempat pertemuan Freemasonry. Freemasonry adalah suatu asosiasi perkumpulan orang kaya yang sangat tertutup.

    Sangat sulit mencari info pasti terkait asosiasi tersebut, hingga banyak orang menganggap asosiasi tersebut sangat misterius. Konon saat pertama berdiri asosiasi tersebut beranggotakan para pekerja di bidang developer, hal tersebut yang membuat adanya unsur Jangka dan Busur pada logo Freemasonry.

    Saint Jonathan merupakan pelindung dari Freemasonry. Pengucapannya yang menyerupai kata syaitan dan keanggotaannya yang misterius membuat asosiasi ini sering disebut sebagai ‘Loji Setan’. Meskipun begitu, freemasonry memiliki banyak kegiatan sosial yang bertujuan menyejahterakan sesama.

    Menurut informasi yang didapatkan, Raden Saleh dan Suwiryo adalah orang Indonesia yang pernah tergabung dalam asosiasi tersebut. Freemasonry akhirnya dibubarkan oleh Sukarno saat masa pemerintahannya. Akhirnya gedung tersebut dialihfungsikan menjadi Gedung Bappenas.

    4. GPIB Jemaat Paulus

    Dulu gereja ini adalah salah satu gereja yang melayani umat-umat Belanda dengan Bahasa Belanda.

    Bangunan gereja ini cukup unik dengan atap tinggi dan satu buah menara lengkap dengan simbol ayam pada bagian atasnya. Itu menceritakan salah satu kisah di Alkitab, yang bermakna bahwa setiap manusia bisa berbuat salah, dan tidak ada manusia yang sempurna.

    5. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

    Sebelum difungsikan menjadi museum, bangunan ini merupakan tempat tinggal dari Laksamana Maeda salah satu personel militer Jepang yang meminjamkan rumahnya sebagai tempat perumusan naskah proklamasi. Hal itu bisa terjadi berkat negosiasi Ahmad Subarjo yang merupakan translator Laksamana Maeda sekaligus Menteri Luar Negeri pertama Indonesia.

    Pada museum ini lengkap tersimpan bukti sejarah dilengkapi diorama proses perumusan naskah proklamasi yang dapat traveler kunjungi secara gratis.

    6. SDN Menteng 01

    Sekilas tak ada yang spesial dari sekolah negeri ini. Bangunannya pun tak jauh berbeda dengan sekolah negeri lainnya. Namun ternyata sekolah dasar negeri ini merupakan tempat Barry Soetoro atau biasa dikenal dengan Barack Obama menuntut ilmu.

    Presiden ke-44 Amerika Serikat ini pernah menetap selama 4 tahun di Indonesia saat Endunham sang Ibu menikah dengan Lolo Soetoro seorang topograf yang merupakan warga negara Indonesia.

    7. Taman Menteng

    Taman ini merupakan tempat cikal bakal terbentuknya klub bola Jakarta, Persija. Saat zaman penjajahan Belanda, terdapat suatu stadion yang kerap digunakan untuk olahraga sepak bola. Namun saat itu pribumi tidak diperkenankan bergabung di lapangan tersebut.

    Melihat kejadian itu M.H Thamrin tergerak dan akhirnya Taman Menteng ini diubah menjadi Stadion Menteng sebagai tempat pelatihan sepak bola khusus pribumi hingga akhirnya pindah ke Lapangan Petojo yang saat ini dikenal dengan Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ).

    Pada tahun 2004 terciptalah rencana untuk mengubah Stadion Menteng menjadi sebuah taman karena kurangnya lahan terbuka hijau. Hingga kini Taman Menteng masih menjadi sarana berolahraga masyarakat Jakarta.

    Di taman ini juga disimpan Monumen Tugu 66. Tugu itu direlokasi pada 5 Oktober 1922 karena visual tugu itu terhalang setelah proyek pembangunan LRT di kawasan Rasuna Said selesai dibangun. Proses pemindahan sendiri dilakukan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta sesuai prosedur berlaku.

    Pada pengamatan detikTravel Rabu (13/3) pukul 16.00 WIB terlihat beberapa anak-anak bermain basket dan sepatu roda di sana. Bahkan, ada beberapa bule dan anaknya sedang beraktivitas di Taman Menteng sore itu.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ngabuburit di TIM Bisa Mampir ke Masjid Amir Hamzah yang Estetik



    Jakarta

    Taman Ismail Marzuki (TIM) adalah taman modern yang kerap menjadi spot muda-mudi nongkrong pun ngabuburit di kala ramadan. Ke sini, traveler jangan lupa singgah ke Masjid Amir Hamzah.

    Kawasan TIM kini digandrungi oleh banyak muda-mudi sekitar Jakarta. Itu karena lokasinya yang cukup luas, memiliki berbagai bangunan yang futuristik, hingga berbagai fasilitas. Tempat ini kerap digunakan bagi muda-mudi untuk berkegiatan seni, olahraga, hingga membaca.

    Bagi yang ngabuburit di sini, tak afdol juga rasanya jika tak singgah ke Masjid Amir Hamzah yang memiliki rupa industrial minimalis. Tempat ini juga bisa menjadi spot ngadem atau menenangkan diri di tengah hiruk pikuk perkotaan. Pasalnya, suasana masjid di sini cukup sunyi karena letaknya di bagian belakang area TIM.


    Berkunjung ke sini, traveler akan disuguhi area yang cukup adem dengan rimbun pepohonan. Kemudian, traveler akan menemui rupa bangunan masjid yang begitu estetik. Jika tidak ada atribut atau penanda masjid, mungkin saja banyak orang mengira ini sebagai tempat nongkrong.

    Masjid Amir HamzahMasjid Amir Hamzah. (Weka Kanaka/detikcom)

    Bangunan dengan aksen kaca besar di segala sisi khas masjid dipadukan dengan ornamen lantai kayu dan atap dengan desain industrial. Di dalamnya, masjid memperoleh cahaya dari desain atap yang futuristik dengan celah-celah kaca. Selain itu, masjid ini dikelilingi oleh kolam ikan. Sehingga, nongkrong di tepian masjid sambil memandangi kolam menjadi aktivitas yang dapat menenangkan diri.

    Konsep modern namun tak biasa ini membuat banyak orang kerap tak menyadari keberadaan masjid ini.

    “Banyak yang bertanya-tanya, ada yang sudah ke sini, masih ada yang nanya masjidnya di mana. Karena normalnya masjid berkubah,” kata DKM Masjid Amir Hamzah, Edy Junaedi, saat ditemui detikTravel pada momen Ramadan tahun lalu.

    Sejarah masjid, berpindah-pindah dan sempat di bawah tanah

    Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) belum diresmikan secara formal namun mulai dibuka untuk umum beberapa waktu lalu. Pembangunan dengan merobohkan bangunan lama dan hanya menyisakan Teater Kecil serta sedikit bangunan planetarium. Arsitek membangun ulang dengan gaya kontemporer melalui pendekatan industrial yang lagi hits dan mewabah di berbagai ruang publik lain. Hasilnya, kawasan TIM versi baru mengundang decak kagum akan visi dan narasi yang dibawakan. Pun demikian, sebagai sebuah ide, karya ini memantik diskusi dan juga kritik. Setidaknya, bagi pengkritiknya, desain baru TIM kurang merespon iklim tropis yang memerlukan resapan air dan pepohonan di mana-mana, menghindari beton ekspose yang bikin gerah, dan biaya perawatan yang tak sedikit.Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM). (Ari Saputra)

    Kini, Masjid Amir Hamzah memang telah berdiri dengan estetik. Masjid ini memiliki sejarah cukup panjang dengan lokasi yang kerap berpindah lokasi. Bahkan, suatu waktu masjid ini sempat berada di basement bawah tanah.

    Pada awalnya masjid ini berposisi di tempat yang berada sekarang. Sebelum akhirnya mesti dibongkar dan direlokasi karena adanya proses perluasan kampus Institute Kesenian Jakarta (IKJ) yang berada tepat di sebelahnya.

    “Pada tahun 2013, itu ada niat buat revitalisasi karena ada perluasan dari kampus, jadi Masjid Amir Hamzah untuk sementara dibongkar dulu, direvitalisasi, direlokasi ke basement,” kata Edy.

    Empat tahun lamanya masjid ini berada di basement, kemudian pindah di samping planetarium selama tiga tahun. Tak berhenti di situ, pada tahun 2017, Masjid Amir Hamzah mesti kembali ke basement hingga akhirnya berada di tempat saat ini.

    “Hampir 4 tahun kita pindah di basement, setelah 4 tahun ini kita dipindah ke samping Planetarium itu hampir 3 tahun. Dan, pada 2017 dibongkar lagi kita pindah ke basement lagi,” katanya.

    Hingga akhirnya, setelah proses revitalisasi di TIM rampung, begitu pula proses revitalisasi Masjid Amir Hamzah diselesaikan. Tepatnya pada tahun 2019, masjid ini kembali ke posisi asalnya dia berdiri.

    (wkn/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tidak Sekadar Megah, Ini Makna di Setiap Arsitektur Istiqlal



    Jakarta

    Arsitek Frederich Silaban mendesain Masjid Istiqlal di Jakarta dengan sangat matang. Ada makna tersembunyi di setiap detail bangunan megah itu.

    Berasal dari bahasa Arab yang bermakna kemerdekaan, Istiqlal memiliki sejarah yang kental akan Islam dan kebangsaan. Dari kegiatan City Tour Disparekraf pada Minggu (24/4/24), berikut detikTravel rangkum makna-makna tersembunyi dari bangunan yang ada di Masjid Istiqlal,

    1. Kubah dengan diameter 45 meter

    Sebuah masjid tentu identik dengan kubah. Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal memiliki kubah yang sangat besar dengan diameter sepanjang 45 meter. Pemilihan angka 45 ini bukan tanpa maksud.


    Angka 45 pada diameter kubah Masjid Istiqlal mengisyaratkan tahun kemerdekaan Indonesia yaitu tahun 1945. Bagian dalam Kubah tertulis kaligrafi Surah Al Fatihah, Surah Thaha ayat 14, Ayat Kursi, dan Surah Al Ikhlas.

    2. 12 tiang penyangga melingkar

    Selain kubah, pada bagian dalam masjid, traveler akan melihat 12 tiang penyangga berbahan dasar stainless steel yang melingkar. Jumlah tiang penyangga itu melambangkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yakni 12 Rabiul Awal.

    3. Punya 5 Lantai

    Jika melihat ke atas atau bagian samping, traveler akan melihat tingkatan lantai yang ada di Masjid Istiqlal. Masjid Istiqlal memiliki lima lantai yang menggambarkan lima dasar Islam yang menjadi syarat kesempurnaan umat muslim atau Rukun Islam sekaligus jumlah waktu salat dalam sehari dan jumlah sila dalam Pancasila.

    4. Memiliki 1 Menara

    Jika biasanya suatu bangunan memiliki dua menara, tidak dengan Masjid Istiqlal. Masjid Istiqlal hanya memiliki satu menara yang melambangkan keesaaan Allah SWT. Tingginya tidak main-main, mencapai 66,66 meter atau 6.666 cm yang melambangkan jumlah ayat yang ada dalam kitab suci Al Quran.

    Mulanya menara itu berfungsi sebagai tempat mengumandangkan Azan, namun saat ini menara tersebut difungsikan sebagai tempat pengeras suara Azan.

    5. Memiliki 7 Pintu

    Tujuh pintu yang dimiliki Masjid Istiqlal melambangkan delapan jumlah surga dengan tujug lapisan surga seperti yang tercantum di dalam Al Quran. Pintu-pintu tersebut memiliki nama yang diambil dari Asmaul Husna diantaranya As-Salam, Al-Fattah, Ar-Razzaq, Al-Quddus, Al-Ghaffar, Al-Malik, dan Ar-Rahman.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Monumen Tanda Persahabatan ASEAN di Taman Suropati



    Jakarta

    Taman Suropati merupakan salah satu wilayah yang terlestarikan Jakarta. Ada enam monumen bersejarah di sini.

    Taman ini dibangun pada masa wali kota pertama Batavia GJ Bisschop di tahun 1916. Pohon-pohon yang berada di taman ini sudah ada sejak jaman Belanda maka tidak mengherankan jika memiliki diameter batang yang sangat besar.

    Taman itu menjadi tempat berdirinya enam monumen dari enam negara pendiri ASEAN. Monumen itu menjadi simbol persahabatan negara-negara ASEAN.


    Monumen-monumen tersebut awalnya direncanakan untuk diletakkan secara acak di Jakarta, tetapi kemudian muncul usulan untuk menempatkannya pada satu tempat, dan dipilihlah Taman Suropati.

    Berikut 6 monumen ASEAN di Taman Suropati:

    1. Peace, harmony, and one (Damai, Harmonis, dan Satu)

    Monumen ini dibuat oleh Lee Kian Seng representatif Malaysia. Dikutip dari leekianseng.com monumen ini berukuran 5,1m x 3,1m x 3,1. Monumen persembahan Malaysia ini terbuat dari baja ringan dan terinspirasi dari kaligrafi Lee Kian Seng yang mencerminkan akar budaya Tionghoa.

    2. Rebirth (Kelahiran Kembali)

    Monumen ini merupakan karya Luis E. Yee Jr seorang seniman asal Filipina. Monumen yang terbuat dari susunan kayu jati yang tersusun dalam empat baris mengisyaratkan tangkai padi yang bergoyang tertiup angin.

    3. Harmony (Keharmonisan)

    Monumen ini merupakan karya dari Awang HJ Latirf Aspar dari Brunei Darussalam. Berbentuk 6 padi layaknya logo ASEAN pertama sebelum tahun 1997. Pada bagian atasnya terdapat gambar peta dan lambang bulan sabit Brunei Darussalam yang juga terdapat pada Bendera Negaranya.

    4. The Spirit of ASEAN (Semangat ASEAN)

    Wee Beng Chong adalah seniman yang menciptakan karya The Spirit of ASEAN dari Singapura. Monumen ini menjadi simbol dari persatuan dan kerja sama dari negara-negara ASEAN.

    5. Peace (Perdamaian)

    Monumen ini dibuat oleh Sunaryo pemahat patung terkenal dari Indonesia. Monumen ini bermakna perdamaian dengan bentuk tubuh manusia yang sudah melalui proses distorsi sedemikian rupa hingga menghilangkan bentuk manusianya.

    6. Fraternity (Persaudaraan)

    Monumen berbentuk dua manusia yang saling merangkul ini merupakan karya Nonthivathn Chandanaphalin seorang dosen dan seniman terkenal dari Thailand. Monumen Fraternity memiliki makna persaudaraan antar negara ASEAN.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Nggak Sekadar Ngabuburit di Taman Suropati



    Jakarta

    Taman Suropati berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat bisa menjadi pilihan untuk ngabuburit. Di sini, traveler enggak cuma bersantai, tetapi juga bisa melakukan aktivitas lainnya.

    Terletak di jantung kota Jakarta dan mudah dijangkau dengan transportasi umum, Taman Suropati menjadi destinasi favorit masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Sudah begitu, taman ini berdekatan dengan Masjid Agung Sunda Kelapa.

    Taman ini dilengkapi dengan fasilitas umum seperti toilet, gazebo, bangku taman, dan jogging track.


    Berikut 8 kegiatan saat ngabuburit di Taman Suropati:

    1. Olahraga ringan

    Salah satu kegiatan favorit yang dilakukan pengunjung Taman Suropati adalah berolahraga. Selain memiliki lahan yang cukup luas, Taman Suropati juga dilengkapi dengan jogging track.

    Berbagai olahraga lain seperti jalan santai, senam, ataupun yoga bisa dilakukan di Taman Suropati. Memiliki tanaman-tanaman asri dan selalu terawat membuat siapapun akan merasa betah berolahraga di sini.

    Nah, saat bulan Ramadan, pengunjung bisa jalan santai atau jogging.

    2. Kumpul Komunitas

    Banyaknya spot untuk bersantai menjadikan Taman Suropati tempat berkumpul banyak komunitas. Beberapa di antaranya melakukan perkumpulan rutin. Salah satunya Taman Suropati Chamber, komunitas musik biola yang rutin melakukan latihan setiap hari Minggu di sana.

    3. Piknik

    Taman Suropati memiliki lahan terbuka dengan udara yang sejuk meskipun siang hari. Traveler bisa membawa alas duduk dan bekal untuk berbuka seolah piknik kecil-kecilan di Taman Suropati. Namun, tetap pastikan tidak mengganggu aktivitas pengunjung lainnya dan membuang sampah pada tempatnya ya.

    4. Membaca Buku

    Tempat yang tenang dan sejuk selalu menjadi pilihan untuk beristirahat sambil membaca buku. Tak perlu khawatir jika sudah bosan dengan buku yang traveler miliki, di Taman Suropati terdapat perpustakaan mini milik bersama.

    Di sana traveler bisa meminjam ataupun mendonasikan buku secara gratis. Perpustakaan yang dibangun oleh Jakarta Bookhive ini juga memiliki koleksi buku yang cukup lengkap mulai dari novel, majalah, hingga komik. Jika sudah selesai membaca harap mengembalikan buku pinjaman ke tempat semula ya Traveller.

    5. Foto-Foto

    Di zaman sekarang tak afdol rasanya jika pergi ke suatu tempat tanpa mengabadikannya dalam jepretan foto. Tenang saja meskipun rindang dengan pepohonan dan tanaman, Taman Suropati memiliki banyak spot estetik mulai dari air mancur, bagian tengah taman, hingga monumen persahabatan ASEAN, yang bisa menjadi opsi Traveller untuk berpose.

    6. Bermain bersama Satwa

    Taman Suropati kerap menjadi pilihan para pecinta hewan untuk mengajak peliharaan kesayangannya berjalan-jalan. Beberapa catlovers juga terlihat melakukan street feeding kepada kucing-kucing yang ada di Taman Suropati.

    Tenang saja, meskipun liar kucing-kucing tersebut sudah di steril dan ramah dengan para pengunjung. Selain itu, traveler juga bisa memberi makan burung-burung merpati yang terbang bebas di kawasan Taman Suropati.

    Kendati banyak hewan menyinggahi, taman ini selalu terjaga kebersihannya berkat jasa para petugas kebersihan yang setiap harinya membersihkan kawasan Taman Suropati.

    7. Bersantai sambil menghirup udara segar

    Jika tidak ingin melakukan aktivitas yang terlalu berat, opsi bersantai sambil menghirup udara segar di Taman Suropati bisa menjadi pilihan. Tersebar banyak tempat duduk yang bisa digunakan untuk bersantai ditemani angin sepoi-sepoi dan pemandangan asri taman.

    8. Menjadi pilihan lokasi Work From Anywhere

    Selain memiliki udara segar dan pemandangan asri, Taman Suropati juga memiliki fasilitas free WiFi dengan kecepatan hingga 100 Mbps. Tak heran hal ini membuat banyak pengunjung semakin betah berlama-lama di Taman Suropati. Dengan kecepatan WiFi tersebut, Taman Suropati bisa menjadi pilihan jika Traveller penat bekerja dalam kantor.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com