Tag: wisata kuliner

  • Kulineran Malam di Pasar Lama Tangerang, Ada Apa Saja?


    Jakarta

    Pasar Lama Tangerang merupakan salah satu destinasi wisata kuliner yang selalu ramai dikunjungi. Tak hanya warga Tangerang, banyak juga masyarakat Jakarta yang datang ke sini karena penasaran ingin mencicipi berbagai makanan.

    Di sini, terdapat berbagai kuliner mulai dari camilan, makanan berat, hingga minuman manis yang viral. Sekilas, kawasan Pasar Lama Tangerang mirip seperti street food Bangkok di Thailand.

    Memangnya, ada jajanan apa saja sih di sana sampai bisa viral dan ramai dikunjungi? Biar nggak penasaran, simak ulasannya dalam artikel ini.


    Aneka Jajanan di Pasar Lama Tangerang

    Kalau detikers ingin ke Pasar Lama Tangerang, sebaiknya datang sejak sore hari sekitar pukul 17.00 WIB. Sebab, makin malam kawasan kuliner tersebut lebih-lebih dipadati pengunjung.

    Apalagi jika detikers memang berniat untuk mencicipi banyak kuliner lezat di Pasar Lama Tangerang, kalau datang sudah terlalu malam bisa jadi kehabisan. Rugi dong sudah datang jauh-jauh?

    Kuliner Pasar Lama TangerangKuliner Pasar Lama Tangerang. Foto: Weka Kanaka/detikcom

    Adapun sejumlah jajanan yang viral di Pasar Lama Tangerang, mulai dari japanese fluffy pancake, korean fish cake, takoyaki jumbo, leker raksasa, telur gulung, potato twist, hingga cake slice.

    Kalau masih lapar, ada sejumlah pedagang yang menjual berbagai makanan berat, seperti sate ayam jepang (dakkochi), toge goreng, bubur ayam, hingga steak ayam. Kalau haus, ada juga penjual minuman seperti es jeruk, es teh manis, dan thai tea yang menyegarkan.

    Untuk harga jajanan di Pasar Lama Tangerang cukup terjangkau, mulai dari Rp 5.000 saja. Sedangkan harga makanan beratnya mulai dari Rp 15.000, lalu untuk minuman segar mulai dari Rp 10.000.

    Disarankan menyiapkan uang tunai (cash) minimal Rp 100.000 jika detikers ingin mencoba banyak jajanan. Namun, ada sejumlah tenant yang juga menyediakan metode pembayaran QRIS. Kalau kehabisan uang tunai, jangan khawatir karena di sekitar Pasar Lama Tangerang terdapat ATM.

    Tips Jalan-jalan ke Pasar Lama Tangerang

    Sebelum berangkat ke Pasar Lama Tangerang, ada sejumlah tips yang perlu detikers ketahui nih.

    Berikut tips jalan-jalan ke Pasar Lama Tangerang dari detikTravel:

    1. Siapkan uang tunai minimal Rp 100.000 untuk membeli berbagai jajanan.
    2. Datang sejak sore hari sekitar pukul 17.00 WIB agar bisa mencoba berbagai kuliner tanpa antre panjang.
    3. Apabila datang saat akhir pekan atau libur panjang, siap-siap pengunjung yang datang membludak. Jadi, usahakan datang lebih awal lagi.
    4. Gunakan pakaian yang nyaman agar tidak merasa gerah dan panas.
    5. Hati-hati dengan barang bawaan berharga mulai dari HP, dompet, hingga kunci kendaraan.
    6. Disarankan untuk datang ke Pasar Lama Tangerang dengan KRL, karena jaraknya sangat dekat dari Stasiun Tangerang.
    7. Biar nggak cepat kenyang, kamu bisa mengajak teman atau pasangan ke Pasar Lama Tangerang, agar masing-masing bisa membeli makanannya sendiri lalu dibagi (sharing) dengan yang lain.

    Akses menuju ke Pasar Lama Tangerang sangat mudah kok. Apabila kamu berangkat menggunakan KRL Commuter Line, turun di Stasiun Tangerang dan lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 650 meter (5-10 menit).

    Selain itu, kamu juga bisa datang dengan mengendarai mobil ataupun sepeda motor. Tapi, ketika sudah lewat pukul 19.00 WIB biasanya tempat parkir sudah penuh. Alhasil, kamu harus mencari tempat parkir yang agak jauh.

    Itu dia ulasan mengenai kawasan Pasar Lama Tangerang yang sekarang menjadi surga kuliner. Apakah travelers sudah pernah berkunjung ke sana?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Disebut Pernah Jadi Rumah Singgah Bung Karno, Kini Jadi Resto Sunda



    Jakarta

    Tak jauh dari Vila Riung Gunung yang menjadi rumah peristirahatan Presiden RI pertama Sukarno (Bung Karno), di Jalan Raya Puncak – Bogor ada rumah mungil yang disebut-sebut biasa menjadi persinggahan sang Presiden.

    Lokasinya persis di seberang Monumen RE Martadinata dan Masjid Atta’awun. Hanya saja sejak Juni 2020, rumah itu disewakan menjadi kafe dan restoran yang cukup eksotis. Secret Garden, namanya.

    “Pemilik restoran ini Pak Hari Taufik Muklis yang juga membuka restoran Secret Garden sebagai pemilik Secret Garden di Cianjur,” Manajer Operasional Secret Garden Indra Rusmana, Kamis (8/2/2024).


    Restoran ini, dia melanjutkan, beroperasi mulai pukul 11.00 hingga pukul 02.00 dini hari. Sebelumnya, bangunan yang disebut-sebut sebagai rumah singgah Bung Karno itu juga disewakan menjadi restoran Secret Forest, dan Kafe Puncak. Tapi keduanya tutup begitu ada pandemi Covid-19.

    Secret Garden mengusung konsep bohemian ala Eropa Tengah. Sejumlah tanaman hias di dalam pot-pot kecil bisa ditemukan mulai dari teras depan, di setiap sudut ruangan dalam, hingga halaman belakang. Perlengkapan furniture dan ornamen yang menghiasinya serba jadul.

    Bangunan induk yang berdiri sejak 1934 dengan material utama dari papan sebetulnya tak terlalu besar. Namun halaman depan untuk parkir bisa menampung hingga 10 kendaraan roda empat dan belasan roda dua.

    interior restoran secret gardenInterior restoran secret garden (Foto: Sudrajat/detikcom)

    Di halaman belakang ada beberapa gazebo dan lapangan cukup luas untuk anak-anak bermain.

    Bila cuaca cerah atau sedikit berkabut, gazebo-gazebo di halaman belakang inilah yang menjadi incaran para pengunjung. Tak cuma bisa menikmati sejuknya kabut sambil menyeruput cappuccino, bandrek, atau teh kental di antara hijaunya pepohonan yang rimbun. Berlama-lama menatap megahnya Gunung Salak atau para atlet gantole yang melayang-layang bak burung raksasa tengah mencari mangsa.

    Bagaimana dengan menu yang ditawarkan? Nah, ini dia. Meski berada di tataran Bumi Parahyangan, tepatnya di Jalan Raya Puncak Gadog Km 90, No 17, menu yang ditawarkan tak cuma makanan Sunda tapi juga Jepang.

    “Sejak mulai dibuka pada Juni 2020 kami menyiapkan sekitar 50 menu Sunda dan Jepang. Ada nasi liwet, timbel, tutug oncom, dan ramen. Kalau untuk minuman selain teh dan aneka kopi kami punya bandrek, bajigur, dan lainnya,” kata Indra Rusmana.

    Kami memesan paket nasi liwet untuk dua orang seharga Rp 96 ribu. Lauknya ayam bakar, tahu dan tempe, serta sambel dan lalapan (kol, timun, daun selada dan pokpohan. Untuk minumnya, kami memesan teh dan jeruk.

    Perjalanan dua jam dari Depok yang diwarnai kemacetan sejak Tajur hingga Gadog membuat kami lelah dan lapar sangat. Seperti orang kalap kami menyantap tandas semua hidangan dengan cepat.

    paket nasi liwet di restoran Secret Garden PuncakPaket nasi liwet di restoran Secret Garden Puncak (Foto: Sudrajat/detikcom)

    Si Sulung sempat celingak-celinguk dan cengar-cengir tanda masih lapar. Maklum porsi nasi liwetnya tergolong pas-pasan untuk ukuran kami.

    Sebagai penyuka pedas, si Sulung juga mengeluhkan sambelnya yang dirasa kurang menyengat. “Iya, tapi aku mau cobain Ramennya,” kata dia saat saya menawarkan untuk menambah pesanan untuk menambal rasa laparnya.

    Selepas makan berat, kami berkeliling halaman belakang sambil menyeruput kopi aren dan bandrek. Dari situlah kami perhatikan ternyata restoran ini punya dua bangunan utama yang terhubung oleh pintu yang dibiarkan terbuka.

    Kusen jendela dan pintunya bercat merah. Ruang tamu dilengkapi dengan dua set sofa tua. Aneka suvenir berupa boneka hingga keramik anjing dan gajah terpajang di rak.

    Saya pribadi lebih tertarik dengan beberapa foto Presiden RI pertama, Ir Sukarno alias Bung Karno. Salah satunya menampilkan si Bung bersama isteri keduanya, Hartini, serta beberapa sahabat seperjuangannya seperti Mr M. Yamin dan Mr Soepomo.

    Di dinding yang lain terpajang bingkai foto artis film era 1970-an hingga akhir 1990-an Dana Christina dan suaminya, Hadi Sutoyo (alm).

    Menurut Indra Rusmana, bangunan kedua tersebut awalnya selalu terkunci. Para pegawai Secret Garden pun tak bisa memasukinya. Namun sejak pertengahan 2023, pemiliknya Dana Christina mengizinkan untuk dimasuki para pengunjung restoran.

    Soal koleksi foto-foto Bung Karno yang terpajang, ia melanjutkan, tak lepas dari hubungan antara pemilik bangunan sebelum Dana Christina dengan sang Proklamator.

    Merujuk cerita yang didengarnya dari anggota keluarga Dana dan Hadi, Bung Karno dan Bu Hartini pernah beberapa kali singgah ke rumah tersebut sebelum beristirahat di Vila Riung Gunung yang berjarak tak sampai 1 km.

    (jat/msl)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ada Wisata Kuliner Seafood Baru di Tangsel, Harganya Kaki Lima



    Tangerang Selatan

    Di Tangerang Selatan, ada wisata kuliner seafood yang baru dibuka. Harganya diklaim kaki lima, dengan kualitas bintang lima.

    Seafood Bakaran itulah nama tempat wisata kuliner yang didirikan duo TikToker, Aidan Mirza dan Ivan Laf. Seafood Bakaran yang resmi dibuka Sabtu (9/3) itu berlokasi di Jalan Ciputat, Jombang Nomor 102, Serua Indah, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan.

    Sejumlah content creator TikTok yang tergabung dalam LLTTFOC, mulai dari Benjamin Master Adhisurya (Iben MA) dan Michael Simanjuntak (Mike) pun hadir dalam acara grand opening Seafood Bakaran tersebut.


    “Seafood Bakaran dimulai dari pandangan orang yang beranggapan untuk makan di restoran seafood yang higienis dan enak perlu merogoh kocek yang tidak sedikit,” ucap Aidan Mirza pada saat acara grand opening, Sabtu (9/3/2024).

    “Berangkat dari masalah tersebut, kami ingin membuktikan makan seafood dengan harga terjangkau, namun tetap higienis dan nyaman. Di Seafood Bakaran terjamin kebersihannya, rasanya, kualitas makanannya, dan tempat makan yang luas untuk konsumen berkumpul bersama keluarga,” lanjutnya.

    Seafood BakaranSeafood Bakaran Foto: (dok. Istimewa)

    Memiliki tagline, The Real Seafood Bintang Lima Harganya Kaki Lima, Seafood Bakaran menyajikan makanan hidangan laut berkualitas terbaik, tetapi dengan harga yang terjangkau. Resto ini juga memiliki bumbu khas yang tak dimiliki tempat jajanan seafood lainnya, yakni bumbu Khas Bakaran dan Bumbu Jimbaran.

    “Seafood Bakaran menawarkan aneka makanan laut seperti udang, kepiting, hingga berbagai jenis kerang. Tidak hanya makanan laut, kami juga memiliki menu lain untuk masyarakat yang tidak dapat menikmati hidangan laut kami karna alasan kesehatan,” imbuh Ivan Laf.

    “Di sini kami juga menyediakan hidangan non-seafood seperti ayam, bebek, nasi goreng, dan mie goreng. Harga yang ditawarkan Seafood Bakaran relatif murah dan bervariasi mulai dari Rp 12 ribu,” sambung pria yang memiliki 11,5 juta followers di Tik Tok tersebut.

    Beragam penawaran spesial diberikan saat pembukaan Seafood Bakaran, mulai dari makan gratis untuk 100 pengunjung pertama hingga doorprize sepeda motor.

    Seafood BakaranAidan Mirza dan Ivan Laf di Seafood Bakaran Foto: (dok. Istimewa)

    Setelah membuka outlet pertama di Bintaro, Seafood Bakaran berencana untuk melebarkan sayapnya. Dalam waktu dekat bakal dibuka empat cabang baru Seafood Bakaran, dan ditargetkan mencapai 20 resto pada tahun ini.

    “Target utama yang ingin kami capai adalah memberi pelayanan dan kepuasan terbaik untuk seluruh masyarakat indonesia. Untuk cabang baru Seafood Bakaran, sudah kami persiapkan empat resto yang akan dibuka pada tahun ini,” kata Aidan.

    “Ke depan kami targetkan akan membuka 20 outlet lagi pada tahun ini. Kami butuh dukungan masyarakat agar lebih banyak lagi masyarakat yang dapat menikmati seafood berkualitas dengan harga terjangkau,” harap TikToker yang identik dengan konten ngeprank tersebut.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Namanya Yutuk, Kuliner Unik dari Pantai Karangbolong



    Kebumen

    Jika bicara tentang kuliner Kebumen, kalian harus cobain Yutuk. Kuliner ini adalah sejenis undur-undur laut yang rasanya gurih enak. Sudah pernah coba?

    Kebumen tak akan lepas dari keindahan alam Pantai Selatan. Hal ini dikarenakan letak geografis kabupaten Kebumen yang berada di ujung selatan pulau Jawa membuatnya memiliki banyak pantai eksotis dengan segudang potensi.

    Di samping potensi alam itu, Kebumen juga memiliki kuliner unik yang wajib Anda coba saat mengunjunginya. Undur-undur laut atau biasa disebut yutuk oleh warga sekitar merupakan sebangsa crustacea layaknya kepiting, udang, dan lobster.


    Tidak heran, jika rasa dari undur-undur laut ini gurih mirip dengan hewan-hewan tersebut. Hewan ini memangsa plankton dan detritus yang terbawa air dengan menggunakan antena berbentuk V di bagian depan kepalanya.

    Meskipun berukuran tak terlalu besar, hewan ini memiliki kandungan gizi tinggi protein, lemak, zat besi, dan zat kitin yang dapat menurunkan kolesterol serta menjaga metabolisme tubuh.

    Kuliner Yutuk dari KebumenKuliner Yutuk dari Kebumen Foto: Natasha Kayla Ananta/detikTravel

    Anda akan dengan mudah menemukan olahan undur-undur laut di Kebumen, karena hampir semua pedagang di sekitar pantai menjualnya. Salah satunya di Pantai Karangbolong, yang terletak di Puring, kabupaten Kebumen.

    Pantai ini memiliki gua karang unik yang biasa digunakan sebagai tempat upacara adat Ngunduh Sarang Lawet sebagai rasa syukur dan permohonan keselamatan untuk para pengunduh sarang burung walet kepada penguasa Laut Selatan, Nyi Roro Kidul.

    Tak lengkap rasanya jika datang ke sini tanpa mencoba yutuk. Ada dua jenis olahan yutuk yang paling sering ditemukan di sini yaitu peyek yutuk dan yutuk crispy.

    Menurut seorang warga lokal, sekaligus pemilik warung yang menjual yutuk, ada beragam reaksi wisatawan ketika mencoba yutuk untuk pertama kalinya.

    “Reaksinya ya ada yang baik ada yang kurang baik mungkin karena rasanya unik dan bentuknya yang menggelikan bagi beberapa orang, tapi ada juga yang suka banget,” tutur Linda sebagai generasi ketiga penjual yutuk di keluarganya.

    Yutuk dijual dengan harga Rp 10,000 per ons. Dalam sehari ia dapat menjual hingga 10kg per hari bahkan 20kg di hari Minggu.

    Selain yutuk, di sini Anda juga bisa mencoba seafood lainnya seperti baby crab, udang, dan ikan laut. Bagaimana, tertarik untuk mencobanya?

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 4 Rekomendasi Kuliner Legendaris Saat Jalan-Jalan di Pasar Baru



    Jakarta

    Tak hanya sebagai lokasi berbelanja pakaian dan kain, jika berkunjung ke Pasar Baru jangan sampai melewatkan kuliner legendarisnya. Apa saja ya?

    Sebagai salah satu pasar tua di Jakarta, berbagai kuliner mulai dari makanan berat, cemilan, hingga dessert ada di Pasar Baru dengan cita rasa khas dan suasana vintage yang masih terasa.

    Berikut detikTravel rangkum empat kuliner legendaris di Pasar Baru,

    1. Bakmi Gang Kelinci (GK)

    Pasar Baru di JakartaBakmi Gang Kelinci di Pasar Baru di Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

    Meskipun lokasinya berada di dalam gang, Bakmi ini selalu ramai dikunjungi pembeli.


    Sudah berdiri sejak tahun 1957, konsep resto jadul masih dipertahankan Bakmi GK hingga saat ini. Meskipun telah membuka banyak cabang, Bakmi GK Pasar Baru merupakan lokasi pertama penjualannya.

    Harga per porsi bakmi mulai dari Rp 18 ribu saja. Kali ini detikTravel berkesempatan mencoba Bakmi Spesial AK yang merupakan menu andalan Bakmi GK.

    Disajikan semangkuk mi pipih dengan tekstur yang kenyal, gurih, dan khas karena dibuat sendiri. Lengkap dengan topping jamur, ayam asin, ayam manis, sayur, serta kuah gurih terpisah.

    Selain bakmi tersedia juga berbagai menu makanan berat lainnya seperti capcay, ayam goreng mentega, chicken steak, hingga gurame saus padang.

    Bakmi GK buka setiap hari pukul 09.00 – 20.00 WIB. Lokasinya berada di Gang Kelinci, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

    2. Bakmi Aboen

    Bakmi A Boen Pasar BaruBakmi A Boen Pasar Baru (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

    Berada tak jauh dari kuliner sebelumnya, tepat di samping Bakmi GK terdapat gang kecil tempat Bakmi Aboen berjualan. Nama Aboen berasal dari nama pemilik kedai.

    Kedai mie gaya China ini selalu dipenuhi pembeli setiap harinya, meskipun lokasinya di ujung gang. Namun tak perlu khawatir menunggu lama karena pelayanan di Bakmi Aboen terhitung cepat dengan ruang makan yang nyaman dilengkapi AC.

    Menu andalannya adalah bakmi non halal, yakni bakmi campur babi char siu dan babi goreng, dengan daging ayam cincang, bakso sapi. Meskipun memiliki menu andalan non halal tersedia juga berbagai menu lainnya yang tidak menggunakan campuran komponen non halal.

    Menu Locupan Bakmi Aboen yang terkenal lezat juga jangan sampai terlewat dicoba jika berkunjung ke sini. Selain bakmi tersedia juga berbagai menu chinese food lainnya yang menggugah selera.

    Harga seporsi bakmi di sini mulai dari Rp 50 ribu saja dengan sajian topping yang melimpah. Bakmi Aboen buka setiap hari pukul 07.00 – 20.00 WIB.

    3. Cakwe Ko Atek

    Cakwe Ko Atek, Pasar BaruCakwe Ko Atek, Pasar Baru (Natasha kayla Ananta/detikcom)

    Setelah kenyang menyantap bakmi, traveler bisa coba cemilan satu ini. Masih berada satu gang dengan Bakmi Aboen, ada toko cakwe legendaris yang sudah berdiri sejak 1971. Kelezatan Cakwe Ko Atek berhasil membuatnya masuk ke dalam jajaran ’10 Most Wanted Food In Jakarta’.

    Sesampainya di sana traveler akan bertemu langsung dengan Ko Atek. Ko Atek merupakan generasi kedua dari ayahnya, Sutikno yang lebih dulu berjualan cakwe dan kue bantal.

    Hingga saat ini Ko Atek masih terjun langsung dalam membuat adonan hingga menjual cakwe di Pasar Baru. Hal ini dilakukannya untuk terus mempertahankan kelezatan cakwe buatannya.

    “Iya buat adonan masih sendiri juga. Kalau makanan itu susah, beda pembuat pasti rasanya berubah,” Kata Ko Atek saat ditemui detikTravel Kamis (16/5/24).

    Hanya dengan Rp 6 ribu per biji traveler sudah bisa menikmati cakwe yang mekar sempurna, gurih, garing, dan lembut pada bagian dalamnya. Saus cakwenya pun unik dengan rasa pedas manis asam yang kuat.

    Meskipun sudah berdagang selama 53 tahun, Ko Atek tetap mempertahankan kesederhanaannya berjualan di gang dan kios kecil. Hal tersebut dilakukannya karena ia sudah merasa nyaman berjualan di lokasi tersebut.

    “Enak begini kan di gang, nggak ganggu orang lain, tenang,” kata Koh Atek.

    Cakwe Ko Atek buka setiap hari Selasa – Minggu pukul 09.00-16.00 atau sampai habis. Jika beruntung, traveler bisa melihat langsung proses Ko Atek membuat cakwe hingga menggorengnya di sana.

    4. Restoran Tropic

    Restoran Tropic di Pasar BaruRestoran Tropic di Pasar Baru (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

    Perlu kejelian mata yang ekstra untuk menemukan resto es krim yang sudah berdiri sejak tahun 1950-an ini. Menu andalannya adalah Three Fruity dan Banana Splits.

    Menurut salah satu penjaga toko, es krim yang dijual di Restoran Tropic dibuat sendiri atau home made dengan resep turun temurun. Itulah sebabnya es krim di sini akan selalu menciptakan cita rasa yang khas dan lembut.

    “Iya, semua es krim kita bikin sendiri,” katanya.

    Nama ‘Tropic’ diambil dari kata Tropis yang mencerminkan iklim di Indonesia yang cenderung panas. Sehingga Tropic Ice Cream hadir untuk melegakan tenggorokan di kala cuaca panas.

    Terdapat banyak lukisan di dinding resto, lukisan itu kini sudah tidak ada namun nuansa tempo dulu sengaja dibiarkan begitu saja di resto ini.

    Menjadi toko es krim tertua kedua di Indonesia, tak menghalangi Restoran Tropic untuk terus berinovasi. Hal ini terlihat dari pilihan rasa es krim yang mulai menyajikan rasa kekinian seperti rasa green tea dan tiramisu. Es krim di Restoran Tropic dibanderol mulai dari harga Rp 25 ribu saja.

    detikTravel berkesempatan untuk mencoba es krim Three Fruity yang terdiri dari 4 rasa eskrim buah dilengkapi dengan potongan buah koktail, sirup, dan wafer. Rasanya unik dengan sedikit rasa asam yang menyegarkan. Setiap pembelian es krim juga akan mendapatkan segelas air mineral gratis untuk menetralkan mulut.

    Mulanya resto ini hanya menjual es krim saja, namun seiring berjalannya waktu menunya bertambah. Traveler juga bisa mencoba menu makanan lainnya yang ada di sana seperti pangsit goreng, bakso, soto, laksa ayam, hingga opor ayam.

    Resto ini berada tepat di depan toko Dunia Moda tekstil dan di samping Bombay Tekstil. Buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 10.00-16.00 WIB.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jalan-jalan ke SCBD Park, Ada Restoran Hotpot sampai Supermarket ala Korea


    Jakarta

    SCBD Park merupakan kawasan untuk menikmati Food & Beverage (FnB), hiburan, dan rekreasi di Jakarta Selatan. Ruang terbuka dengan konsep tamannya cocok dijadikan tempat menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.

    Berbagai gerai yang bisa ditemui mulai dari restoran, cafe, coffee shop, sampai supermarket Korea. Yuk, ketahui lebih lanjut!

    Ada Apa Saja di SCBD Park?

    SCBD Park punya banyak gerai yang menarik untuk dikunjungi. Berikut di antaranya:


    1. K3 Mart

    K3 Mart adalah supermarket ala Korea yang menyediakan berbagai makanan dan minuman. Menurut laman instagramnya K3Mart kini sudah memiliki sertifikat halal.

    Di sini, traveler bisa menemukan banyak variasi mie instan dari berbagai negara di Asia. Jika ingin memakannya di tempat sambil nongkrong, traveler tinggal naik ke area makan di lantai dua. Kamu bisa buat mie instan sendiri atau minta dibuatkan.

    Selain mie instan, ada juga jajanan makanan seperti topokki, odeng, dan pilihan sate-satean lain. Untuk makan di tempat, kamu perlu membayar Rp 18.000. Jam operasionalnya mulai dari pukul 07.00 sampai 00.00.

    Lokasi: SCBD Park lot 7.

    2. Saycuan

    Saycuan merupakan restoran hotpot yang sudah mengantongi sertifikat halal MUI. Restoran ini dilengkapi self cooking grill yang bikin suasana ngumpul semakin asyik.

    Menurut liputan detikTravel sebelumnya, ada berbagai daging iris yang nantinya dicelupkan ke 7 pilihan kuah rasa. Selain itu, ada juga aneka bakso, sosis, dan juga sayuran. P

    Pilihan menu lain di Saycuan adalah Shao Kao atau sate-satean ala China. Harga makanannya mulai dari Rp 25 ribu, sementara harga minumannya mulai dari Rp 18.000.

    Lokasi: SCBD Park Lot 6.

    3. Gudeg Mercon

    Untuk hidangan khas Indonesia, ada Gudeg Mercon Bu Prih yang menawarkan cita rasa pedas. Tempatnya cukup luas dengan suasana yang nyaman.

    Dalam satu paket Gudeg Mercon, terdapat nasi, gudeg dan areh, telur bacem, telur bacem, ayam suwir, ayam bacem, krecek, dan sambal mercon. Harga untuk satu paket gudeg merconnya yaitu Rp 75k.

    Untuk pilihan minuman tradisionalnya ada Wedang Uwuh dan Wedang Seruni. Gudeg Mercon buka setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

    Lokasi: SCBD Park Lot 6.

    4. Simulator Golf Academy

    Simulator Golf Academy merupakan kawasan yang menawarkan simulasi bermain golf di area Indoor. Jadi, di sini, traveler tidak perlu takut kepanasan.

    Menurut laman instagramnya, tempat ini juga menyediakan VIP Room dengan Karaoke. Untuk bermain golf indoor ini harganya dibanderol mulai dari Rp 200k.
    Simulator Golf Academy buka setiap hari pukul 06.00-22.00 WIB.

    Lokasi: SCBD Park Lot 8.

    5. Motoplex

    Motoplex merupakan dealer resmi dari Piaggio Group. Menurut instagram SCBD Park, di sini terdapat berbagai motor klasik seperti Vespa hingga Moto Guzzi.

    Motoplex juga menawarkan layanan bengkel yang dikelola teknisi resmi. Jam operasionalnya adalah mulai pukul 10.00-21.00 WIB

    Lokasi: SCBD Lot 8.

    6. Titik Temu

    Kawasan SCBD Park juga mempunyai beberapa coffee shop, salah satunya adalah Titik Temu. Coffee shop ini memiliki konsep yang begitu asri dengan pepohonan hijau di sekitarnya.

    Coffee shopnya cukup luas dengan pilihan tempat indoor dan outdoor. Beberapa menu yang ditawarkan di antaranya adalah Ice Matcha Espresso, Cappuccino, pandan late, dessert tiramisu, hngga soto betawi.

    Harganya dibanderol mulai dari Rp 45.000-an. Adapun jam operasional dari coffee shop ini yaitu mulai pukul 07.00-00.00 WIB

    Lokasi: SCBD Lot 7.

    Lokasi SCBD Park

    SCBD Park berlokasi di Jalan Jend. Sudirman kavling 52-53 No. LOT 6-8, RT.5/RW.1, Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12190. Kawasan ini buka dari pukul 06.00-02.00 WIB.

    Itulah beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi di SCBD Park. Masih banyak tenant lainnya yang bisa kamu temui di SCBD Park, seperti restoran ramen, dimsum, pizza, dan masih banyak lagi.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ketan Susu Kemayoran, Kuliner Khas Jakarta yang Unik dan Bikin Ketagihan



    Jakarta

    Kalau ditanya kuliner khas Jakarta apa, jawab saja Ketan Susu Kemayoran. Kuliner satu ini begitu sederhana, unik, tapi bikin ketagihan.

    Menjelang jam makan siang, Ketan Susu Kemayoran pelan-pelan menjadi ramai. Kursi yang sedianya kosong menjadi penuh. Masyarakat ternyata banyak yang memilih kuliner ini sebagai isi perut mereka di tengah hari. Kala itu panas Kemayoran begitu terik.

    Ketan susu pastinya jadi incaran mereka ditemani dengan tempe goreng khas warung ketan ini. detikTravel pun penasaran dengan rasa ketan susu plus tempe goreng yang jadi andalan di sini.


    Satu piring ketan yang diguyur susu kental manis dan empat goreng tempe pun mendarat di atas meja kami, pada Sabtu (15/6/2024) kemarin.

    Sebagai teman untuk kudapan ini, kopi susu pun dipesan selagi makanan masih panas. Ternyata pengunjung banyak yang memilih teh manis sebagai pelarut makanan yang berada di kerongkongan mereka.

    Kuliner Ketan Susu KemayoranKuliner Ketan Susu Kemayoran Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Bukan tanpa alasan, teh di tempat ini begitu istimewa karena menggunakan poci tanah liat yang membuat rasa teh menjadi lebih nikmat. Seperti istilah Jawa menyebut teh dalam poci itu waskintel (wangi, sepet, legi, dan kentel).

    Kudapan pendamping ketan susu ini ada berbagai pilihan gorengan, mulai dari tempe goreng, pisang goreng, singkong goreng sampai ubi goreng. Yang jadi unik di warung ketan ini adalah teman serasi untuk ketan susunya adalah tempe goreng.

    Perpaduan manis legit dari ketan susu bersatu dengan gurih dan renyahnya tempe goreng. Walaupun secara tampilan agak aneh, nyatanya saat masuk bersamaan ke dalam mulut rasa yang tercipta begitu bervariasi.

    Kudapan sederhana ini memiliki rasa yang begitu lengkap, manis, asin, gurih bercampur jadi satu. Salah satu pengunjung yang kerap datang ke sini adalah Irham, katanya ketan susu di sini memiliki rasa yang otentik dan rasa tempenya juga lebih enak.

    “Saya sering ke sini, mau hari biasa atau weekend. Terus juga kadang siang, kadang juga malem, nggak nentu sih tapi kalau ke sini saya sering. Ketannya tuh beda apalagi tempenya juga enak banget,” ucapnya sambil menyantap ketan.

    Adapun pengunjung yang baru pertama kali mencoba kudapan ini, Diki pun menyebut kudapan ini sebagai kudapan yang unik. Rasa perpaduan asin dari gorengan dan manis dari ketan susu baginya baru untuk dicoba tapi tetap enak.

    Kuliner Ketan Susu KemayoranKuliner Ketan Susu Kemayoran Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    “Ke sini sih baru pertama kali tapi kalau tahunya udah dari lama. Walaupun rasanya agak nabrak ya ketan susu sama gorengan tempe tapi khas lah rasanya,” kata Diki.

    Dalam sehari ketan yang dibuat oleh warung tersebut tak ada perhitungannya, semua pengolahan menggunakan feeling. Bisa disebut kisaran porsi yang mampu dihasilkan Ketan Susu Kemayoran ini hingga ratusan porsi atau bahkan menyentuh ribuan.

    “Nggak ada takarannya mas, masaknya pake feeling aja,” kata salah satu pekerja Ketan Susu Kemayoran.

    Warung Ketan Susu Kemayoran ini sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu, 1958 jadi awal berdirinya warung ketan susu ini. Haji Sukrad lah yang pertama kali merintis usaha Ketan Susu Kemayoran dan kini diteruskan oleh generasi ketiga yakni Amin.

    Dirinya menyebut tak pernah ada hari libur untuk jam buka warung ini kecuali hari lebaran.

    “Ya nggak ada libur kita mas kecuali lebaran doang,” ungkap Amin.

    Terletak di Jalan Garuda Ujung atau Jalan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat. Jika berkunjung ke warung ketan susu ini kamu nggak akan bingung karena tempatnya percis berada di pinggir jalan.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Berburu Kuliner di Cirebon Saat Libur Long Weekend



    Cirebon

    Bingung menghabiskan libur long weekend Idul Adha? Kota Cirebon bisa menjadi tujuan untuk mencoba berbagai macam kuliner legendaris khas Kota Udang.

    Hanya dua jam dari Jakarta, Cirebon menjadi salah satu alternatif kota yang dapat dikunjungi untuk berlibur di long weekend kali ini. Pengunjung dapat menikmati berbagai macam kuliner khas Cirebon hingga mengunjungi lokasi wisata yang sedang hits di Kota Cirebon.

    Nasi Jamblang Mang Dul adalah salah satu kuliner khas Cirebon yang bisa dicoba oleh wisatawan. Nasi yang dengan isian lauk seperti ikan, ayam, tauco ataupun tahu tempe dengan sambal pedas khas Cirebon dan dibungkus menggunakan daun jati yang membuat aromanya khas dan wangi.


    Ketika mendengar nama Cirebon, Empal Gentong akan selalu terngiang di kepala. Dengan sentuhan santan yang gurih, dan disajikan dengan gentong yang membuat empal gentong terlihat unik.

    Salah satu Empal Gentong yang terkenal di Cirebon adalah Empal Gentong H. Apud. Ada juga Empal Gentong Mang Darma (EGMD) yang sudah berdiri sejak 70 tahun lalu.

    Sebagai variasi, ada nasi lengko. Sebenarnya hidangan ini mirip ketoprak atau toge goreng di Jakarta. Bedanya ini pakai nasi dan kuah kacangnya sangat banyak. Masih ditambahi lagi irisan daun kucai yang harum dan gurih.

    Ada pula mie Mie Koclok, menu khas Cirebon yang satu ini merupakan paduan antara mie kuning basah, suwiran ayam, irisan kol, tauge, potongan telur rebus, daun bawang, bawang goreng dan tentunya kuah putih kental yang terbuat dari seduhan kaldu

    Untuk melengkapi kulineran di Cirebon, traveler dapat menginap di salah satu hotel favorit yaitu Patra Cirebon Hotel & Convention. Terletak di lokasi strategis yaitu Jl. Tuparev No 11, hotel ini menghadirkan nuansa budaya khas Cirebon yang kental dengan sentuhan batik Megamendung pada kamar dan desain interiornya.

    “Dengan menginap di Patra Cirebon, para tamu dapat berwisata kuliner dengan mudah. Wisatawan dapat mencicipi kuliner khas Cirebon, seperti Empal Gentong H. Apud, Nasi Lengko H. Barno, Nasi Jamblang Mang Dul dan Ketan Bumbu Bu Yudi,” ujar I Gusti Made Juniarta, GM Patra Cirebon Hotel & Convention.

    Hotel Patra CirebonHotel Patra Cirebon Foto: (dok. Istimewa)

    Sebagai informasi, Patra Cirebon merupakan satu-satunya hotel di Cirebon memiliki fasilitas infinity pool yang terletak di rooftop dengan pemandangan kota Cirebon dan Gunung Ciremai yang menawan.

    Terdiri dari 12 lantai dan 168 kamar, hotel ini juga punya fasilitas kamar khusus difable dengan ukuran pintu masuk, kamar mandi dan tempat tidur yang lebih luas dibandingkan kamar lainnya.

    Fasilitas lain di hotel ini ada restoran, kafé dan Gym Corner. Ada juga aktivitas anak seperti Kids Corner, aktivitas mewarnai dan Ball Bath, serta penyewaan sepeda yang terletak di sebelah resepsionis.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Keliling Jakarta Naik Transjakarta Cuma Rp 3.500



    Jakarta

    Ingin mengajak si kecil keliling Jakarta tanpa menguras kantong? Transjakarta bisa jadi pilihan yang tepat!

    Dengan hanya membayar 3.500, kamu dan si kecil bisa menjelajahi berbagai destinasi seru di ibu kota, dari tempat bersejarah, taman rekreasi, hingga pusat kuliner.

    Kenapa Harus Transjakarta?

    Transjakarta bukan cuma murah, tapi juga nyaman untuk keluarga. Dengan jalur khusus busway, traveler bisa bebas macet dan si kecil pun tidak perlu merasa bosan di jalan. Ditambah lagi, fasilitas AC di setiap bus akan membuat perjalanan jadi lebih menyenangkan, terutama saat cuaca Jakarta sedang panas.


    Destinasi Seru untuk Si Kecil

    1. Monumen Nasional (Monas)

    Pesawat KT-1 Wong Bee yang tergabung dalam Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU bermanuver dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta, Sabtu (5/10/2024). Sebanyak 30.206  personel pasukan, 521 Alutsista dan 145 unit kendaraan klasik dan moge memeriahkan  perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 TNI. ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/nzPesawat KT-1 Wong Bee yang tergabung dalam Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU bermanuver dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 TNI di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas)(Muhammad Ramdan/Antara)

    Ajak si kecil menikmati pemandangan Jakarta dari puncak Monas! Traveler bisa sampai ke sini dengan mudah menggunakan Transjakarta Koridor 1 (Blok M-Kota) atau Koridor 2 (Pulogadung-Monas). Perjalanan singkat dan nyaman, plus si kecil pasti akan antusias melihat tugu ikonik ini.

    2. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

    Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, jadi tempat warga berlibur saat Natal 2023. Pengunjung ramai datang ke TMII.Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta (Pradita Utama/detikcom)

    Ingin mengenalkan budaya Indonesia ke si kecil? Naik Transjakarta ke TMII adalah pilihan yang tepat. Rute S15A dari Pinang Ranti atau JAK6 dari Kampung Rambutan akan mengantarmu ke taman ini. Di sini, si kecil bisa belajar sambil bermain, melihat anjungan-anjungan rumah adat dari seluruh Nusantara.

    3. Sarinah & Kampung Kuliner Sabang

    Produk outdoor asal Bandung Eiger menggelar pameran produk-produk outdoor ramah lingkungan di halaman Sarinah. Yuk, intip foto-fotonya.Sarinah (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    Buat keluarga yang suka wisata kuliner, Sabang adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Naik Transjakarta Koridor 1 dan turun di Halte Sarinah, kamu bisa menikmati beragam kuliner dari jajanan hingga makanan berat di sepanjang Jalan Sabang. Si kecil pasti akan senang mencoba berbagai makanan yang menarik.

    4. Bundaran HI

    Bawa Balon Merah Putih-Spanduk, Pria Ini Ceburkan Diri ke Kolam Bundaran HIBundaran HI (Maulana Ilhami Fawdi/detikcom)

    Bundaran HI adalah spot foto yang seru untuk si kecil. Naik Transjakarta Koridor 1, 6A, atau 9D, dan turun di Halte Bundaran HI. Kamu bisa mengajak si kecil berfoto dengan latar Monumen Selamat Datang yang ikonik, atau sekadar menikmati suasana kota dari halte yang Instagramable ini.

    5. Gelora Bung Karno (GBK)

    Setelah renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno rampung, kini masyarakat bisa kembali joging dan berolahraga lainnya di sekeliling stadion utama.GBK (Rengga Sancaya)

    Jika si kecil suka olahraga, ajak dia mengunjungi Gelora Bung Karno (GBK). Naik Transjakarta Koridor 1 atau 3F yang langsung menuju Halte GBK, dan si kecil bisa melihat stadion megah serta area hijau yang luas, cocok untuk piknik singkat atau bermain di ruang terbuka.

    Nikmati Perjalanan dengan Aman dan Nyaman

    Bawa si kecil naik Transjakarta nggak perlu ribet! Fasilitas yang nyaman, halte yang bersih, serta akses yang mudah membuat perjalanan lebih menyenangkan. Jangan lupa bawa kartu elektronik dengan saldo yang cukup, dan pastikan si kecil selalu berada di dekatmu saat naik atau turun bus.

    Dengan Transjakarta, si kecil bisa senang berkeliling kota, dan kamu tetap tenang karena biayanya sangat ramah di kantong. Jadi, yuk ajak si kecil keliling Jakarta hanya dengan 3.500!

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Catat! Kuliner Legendaris Jakarta yang Bisa Dituju dengan Transportasi Umum



    Jakarta

    Kuliner legendaris tidak hanya berbicara tentang cita rasa, tetapi juga tentang warisan budaya yang melekat dalam setiap hidangannya. Nah, traveler harus tahu bahwa banyak nih kuliner legendaris di Jakarta yang bisa dijangkau dengan transportasi umum lho.

    Yuk, kita susuri beberapa destinasi kuliner legendaris yang bisa mengenyangkan perut ini di momen libur Nataru.

    1. Bakmi Gajah Mada – Pasar Baru

    Jakarta Siapa yang tak kenal Bakmi Gang Kelinci? Meski sekarang sudah menjadi jaringan restoran besar, cabang pertamanya di Pasar Baru tetap punya pesona tersendiri. Berlokasi dekat halte TransJakarta Pasar Baru lalu ada stasiun KRL Juanda, traveler hanya perlu berjalan kaki lima menit atau sekitar 700 m saja untuk mencapai tempat ini.


    Selain bisa kulineran traveler juga bisa belanja banyak sekali gerai toko sepatu, dan bahan pakaian yang sudah lama pedagangnya berjualan. Bakmi yang kenyal dipadukan dengan jamur dan pangsit goreng renyah adalah perpaduan sempurna yang membuat pelanggan setia sejak era 1957.

    Suasana di dalam restorannya pun masih jadul dan klasik. Biar makin nikmat, jangan lupa pesan es teh manis yang khas untuk melengkapi pengalaman kuliner kamu ya.

    2. Nasi Bali Pak Gede

    Warung Bali Pak Gede tawarkan sajian nasi campur dan sate yang halal khas Bali.Warung Bali Pak Gede tawarkan sajian nasi campur dan sate yang halal khas Bali. Foto: detikFood / Yenny Mustika Sari

    Salah satu destinasi kuliner otentik, menghadirkan beragam hidangan khas Bali. Terletak di pusat kota, restoran ini mudah diakses dengan berbagai moda transportasi umum, menjadikannya pilihan favorit bagi pekerja kantoran dan wisatawan urban yang ingin mencicipi kuliner khas Bali.

    Lokasinya berada di kawasan strategis Jakarta Selatan, dekat dengan stasiun MRT Haji Nawi. Dari stasiun, traveler hanya perlu berjalan kaki keluar untuk sampai ke restoran ini karena lokasinya tepat di samping stasiun.

    Menu favorit di Nasi Bali Pak Gede adalah nasi campur khas Bali, lengkap dengan sate lilit yang gurih,ayam suwir bumbu betutu, ayam goreng, sate ayam, maupun sambal matah. Rasa autentiknya membuat pelanggan kembali lagi untuk menikmati kelezatan khas Bali.

    Ditambah dengan akses yang mudah dijangkau dan halal, restoran ini menjadi destinasi kuliner yang cocok untuk pecinta makanan khas Bali tanpa perlu keluar kota.

    3. Menjelajahi Kelezatan Pempek

    Jalan Garuda Kemayoran Jalan Garuda di Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi salah satu destinasi kuliner favorit bagi para pecinta pempek. Berlokasi strategis dekat dengan Stasiun Kemayoran, kawasan ini dipenuhi oleh berbagai gerai yang menawarkan pempek otentik khas Palembang.

    Mulai dari pempek kapal selam dan lenjer, semuanya disajikan dengan cuko yang kental dan pedas manis, dan juga minuman es kacang merahnya yang menyegarkan dahaga memberikan cita rasa yang sulit dilupakan.

    Untuk mencapai kawasan ini, traveler bisa menggunakan KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Kemayoran. Dari stasiun, hanya diperlukan waktu sekitar 5-10 menit berjalan kaki untuk sampai ke Jalan Garuda.

    Di sepanjang jalan, traveler akan menemukan beberapa tempat makan pempek legendaris yang masih tetap mempertahankan kelezatan khas Palembang. Salah satu daya tarik pempek di Jalan Garuda adalah keaslian rasa yang dipertahankan dari generasi ke generasi.

    Tak hanya itu, suasananya yang sederhana namun hangat menjadikan pengalaman bersantap semakin menyenangkan. Dengan lokasi yang mudah diakses dan cita rasa yang otentik, Jalan Garuda menjadi destinasi kuliner wajib bagi para penggemar pempek di Jakarta.

    4. Menikmati Kelezatan Es Krim Legendaris Ragusa

    ice cream Ragusa di Jakarta Pusatice cream Ragusa di Jakarta Pusat Foto: Rifkianto Nugroho/detikTravel

    Bagi pecinta es krim klasik dengan cita rasa autentik, Ragusa Es Italia adalah destinasi kuliner yang wajib dikunjungi. Toko es krim ini berdiri sejak tahun 1930-an, menjadikannya bagian dari sejarah kuliner Indonesia.

    Ragusa Es Italia, yang berlokasi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, terkenal dengan es krim homemade-nya yang lembut tanpa bahan pengawet. Serta menyajikan berbagai rasa es krim tradisional dengan suasana kafe retro yang menggugah nostalgia.

    Ragusa Es Italia mudah diakses dengan transportasi umum. Traveler bisa menggunakan KRL/halte bus tarnsjakarta dan turun di Juanda selanjutnya berjalan menuju Masjid Istiqlal sekitar 10 menit dan sampai. Di sini, menu andalan seperti Spaghetti Ice Cream dan banana split selalu menjadi favorit pelanggan. Suasana sederhana dengan interior vintage menambah keunikan pengalaman bersantap es krim di tempat ini.

    5. Soto Betawi H. Husein

    Soto Betawi H. Husein merupakan salah satu kuliner legendaris Jakarta yang telah eksis sejak tahun 1989. Berlokasi di kawasan Manggarai, soto ini terkenal dengan cita rasa kuah santannya yang gurih dan kaya rempah.

    Setiap porsinya berisi potongan daging sapi empuk, babat dan paruh yang tebal serta tambahan tomat dan kentang yang membuatnya semakin nikmat, untuk kuah dari soto nya yang kental dicampur susu rasanya gurih. Keaslian rasa dan konsistensi kualitas menjadikan Soto Betawi H. Husein sebagai destinasi kuliner favorit bagi pencinta soto khas Betawi.

    Tempat ini mudah dijangkau dengan transportasi umum. Jika menggunakan KRL, traveler cukup turun di Stasiun Manggarai dan berjalan kaki sekitar 5 menit menuju lokasi. Alternatif lain adalah menggunakan TransJakarta dan turun di Halte Manggarai.

    Suasana warung makan sederhana namun selalu ramai pengunjung memberikan kesan autentik, seolah membawa traveler ke Jakarta tempo dulu. Makan di sini terasa lebih istimewa dengan kehangatan pelayanannya yang ramah, khas Betawi.

    (sym/sym)



    Sumber : travel.detik.com