Tag: wudhu

  • Kapan Membaca Doa Sesudah Wudhu? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Wudhu adalah salah satu syarat sahnya sholat dan ibadah lainnya dalam Islam yang membutuhkan kesucian. Wudhu bukan hanya aktivitas fisik untuk membersihkan anggota tubuh tertentu, melainkan juga amalan yang memiliki nilai pahala.

    Wudhu menjadi hal yang sangat penting dalam Islam, bahkan disebutkan dalam hadits bahwa wudhu dapat menghapus dosa. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Utsman Ibn Affan bahwa Rasulullah SAW bersabda:


    لا يُسبِغُ عبدٌ الوضوءَ؛ إلّا غفَر اللهُ لهُ ما تقدمَ من ذنبِه وما تأخَّرَ

    Artinya: “Tidaklah seorang hamba melaksanakan wudhu dengan sempurna, melainkan Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang,” (H.R. Al-Bazzar).

    Selain memperhatikan rukun dan syarat sah wudhu, salah satu amalan sunnah yang juga harus diketahui adalah sunnah membaca doa sesudah wudhu.

    Doa ini bukan hanya bentuk dzikir, tetapi juga menjadi sarana untuk memohon ampun dan memantapkan keimanan.

    Doa Sesudah Wudhu

    Dikutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqil, berikut bacaan doa sesudah wudhu sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

    مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

    Artinya: “Barangsiapa berwudhu dengan menyempurnakan wudhunya kemudian ia membaca doa (yang artinya) ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang yang menyucikan diri.’ Maka dibukalah delapan pintu untuknya delapan pintu surga yang dapat ia masuki dari mana saja ia mau.” (HR. Tirmidzi; hadits shahih)

    Bacaan Doa setelah Wudhu Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Adapun bacaan doa setelah wudhu yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:

    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Bacaan Latin: Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah. Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluh. Allaahummaj’alnii mina-t-tawwaabiina waj’alnii minal mutathahhiriin.

    Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang yang menyucikan diri.

    Doa setelah Wudhu Versi Singkat

    Selain doa tersebut di atas, dalam hadist lain terdapat juga doa setelah wudhu yang lebih singkat.

    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

    Bacaan Latin: Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahuu laa syariikalah. Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluh

    Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya.

    Imam Ibnu Sinni mengatakan doa setelah wudhu hendaknya dibaca seraya menghadap kiblat dan dilakukan langsung setelah orang yang bersangkutan selesai berwudhu.

    Ada banyak keutamaan wudhu, salah satunya seperti hadits yag dikutip dari buku Kedahsyatan Manfaat Air Wudhu: Panduan Wajib Untuk Setiap Keluarga Muslim karya Mukhsin Matheer, Rasulullah SAW bersabda:

    إنَّ أُمَّتي يُدْعَونَ غُرًّا مُحجَّلينَ مِن أثَرِ الوُضوءِ، فمَنِ استطاعَ منكم أنْ يُطيلَ غُرَّتَه فلْيفعَلْ.

    Artinya: “Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan wajah, tangan dan kakinya nampak bercahaya karena adanya bekas wudhu. Barangsiapa di antara kalian dapat memperpanjang cahaya tersebut, hendaklah ia melakukannya.”

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sepertiga Malam Itu Jam Berapa? Ini Waktu Terbaik untuk Sholat Tahajud


    Jakarta

    Sepertiga malam kerap disebut sebagai waktu terbaik untuk beribadah dan berdoa kepada Allah SWT. Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya kita selalu memanjatkan doa.

    Allah SWT berfirman dalam surah Gafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

    Menukil dari buku Tak Henti Engkau Berlari Dikejar Rezeki oleh Taufiq FR, terdapat hadits yang menjelaskan bahwa waktu sepertiga malam menjadi momen mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT. Nabi SAW bersabda,

    “Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan doa kepada Allah SWT berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut, melainkan Allah SWT akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR Muslim)

    Sepertiga Malam Jam Berapa?

    Menurut buku Keutamaan Dzikir dan Doa Asmaul Husna tulisan Hamid Sakti Wibowo dan Mustaqim, berdoa bisa dilakukan kapan saja. Namun, ada sejumlah waktu yang disebut lebih baik untuk memanjatkan doa karena permohonannya akan lebih cepat dikabulkan oleh Allah SWT, salah satunya pada sepertiga malam terakhir.

    Sepertiga malam dibagi menjadi tiga bagian. Sepertiga malam pertama berlangsung pada pukul 6 sore hingga 10 malam.

    Sementara itu, sepertiga malam kedua berlangsung pada 12 malam hingga 2 pagi, sedangkan sepertiga malam terakhir adalah pukul 2 pagi hingga fajar terbit.

    Adapun, Ustaz Solechul Azis melalui buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Asmaul Husna: Wudhu, Shalat Fardhu, Shalat Sunnah, dan Doa Nurbuat membagi sepertiga malam dengan jam yang berbeda dari penjelasan di atas. Berikut rinciannya,

    • Sepertiga malam pertama sekitar pukul 09.00 hingga 22.00
    • Sepertiga malam kedua sekitar pukul 22.00 hingga 01.00
    • Sepertiga malam ketiga atau terakhir pukul 01.00 hingga waktu Subuh

    Sepertiga Malam Terakhir Jadi Waktu Terdekat Allah SWT dengan Hamba-Nya

    Menurut buku Ensiklopedia Hadits Ibadah Shalat Sunnah dan Perkara Lain Mengenai Shalat susunan Syamsul Rijal Hamid, dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menyebut bahwa Allah SWT paling dekat dengan hamba-Nya pada waktu sepertiga malam terakhir.

    “Saat di mana Tuhan paling dekat dengan hamba-Nya adalah pada tengah malam yang terakhir, jika kamu sanggup untuk bangun guna mengingat Allah, hendaklah engkau lakukan.” (HR Tirmidzi)

    Bahkan, Allah SWT akan mengabulkan doa hamba-Nya pada waktu tersebut. Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda,

    “Rabb kami yang Maha tinggi dan Maha agung turun ke langit dunia pada setiap malam. Ketika tersisa sepertiga malam yang terakhir. Dia berfirman: Siapa yang berdoa kemudian Aku kabulkan doanya? Siapa yang memohon ampun kepada-Ku kemudian Aku ampuni?” (HR Bukhari)

    Karena waktu sepertiga malam terakhir ini dianggap mustajab, muslim dianjurkan untuk berdoa dan sholat tahajud pada momen ini.

    Amalan Sepertiga Malam Terakhir

    Selain berdoa, berikut amalan lain yang bisa dilakukan muslim pada waktu sepertiga malam terakhir.

    1. Salat malam seperti salat tahajud, salat hajat atau salat witir
    2. Berzikir dan beristighfar kepada Allah SWT
    3. Berdoa

    Tata Cara Sholat Tahajud 2 Rakaat

    Menukil buku Sholat Tahajud & Kebahagiaan karya Abd Muqit, berikut tata cara sholat tahajud 2 rakaat pada sepertiga malam terakhir.

    • Membaca niat sholat tahajud 2 rakaat,

      اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

      Ushallii sunnata-t-tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alla

      Artinya: “Aku niat sholat sunnah tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

    • Takbiratul ihram
    • Membaca doa iftitah
    • Membaca surah Al Fatihah
    • Membaca surah dalam Al-Qur’an
    • Rukuk
    • Itidal
    • Sujud
    • Mengulang gerakan seperti rakaat pertama
    • Membaca doa tahiyat akhir pada rakaat kedua
    • Salam

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Kentut yang Tidak Membatalkan Wudhu, Seperti Ini Ciri-cirinya


    Jakarta

    Semua ulama sepakat kentut termasuk hadas kecil yang mengharuskan seseorang wudhu agar ibadahnya sah. Namun, ada jenis kentut yang tidak membatalkan wudhu.

    Kentut yang tidak membatalkan wudhu adalah angin yang keluar dari kemaluan wanita (qubul). Kentut jenis ini disebut dengan istilah queef. Namun, para ulama berbeda pendapat terkait hal ini.

    Menurut penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam situs MUI Digital, Imam Syafi’i menghukumi queef layaknya kentut yang keluar dari anus. Sehingga, dalam pandangannya, queef membatalkan wudhu dan salat.

    Imam Syafi’i berpendapat segala sesuatu yang keluar dari qubul dan dubur adalah najis, baik itu sengaja maupun tak disengaja, wajar atau tidak wajar. Imam Syafi’i berhujjah dengan firman Allah SWT berikut,


    …أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ …

    Artinya: “…Atau bila salah seorang dari kamu datang dari tempat buang air…” (QS Al-Maidah: 6)

    Pendapat ini juga disebutkan dalam kitab Fathul Qarib pada bab hal-hal yang membatalkan wudhu. Dikatakan, ada enam perkara yang membatalkan wudhu, salah satunya yang keluar dari dua jalan (qubul dan dubur).

    Sementara itu, Imam Abu Hanifah dan Imam Malik, termasuk dari mazhab Hambali, berpendapat sebaliknya. Mereka menyatakan queef atau keluar angin dari kemaluan wanita tidak dianggap sebagai hadas dan tidak membatalkan wudhu. Menurut Imam Abu Hanifah, queef bukan kentut yang berasal dari perut sehingga tidak dihukumi seperti kentut pada umumnya.

    Queef sendiri terjadi karena ada angin yang terperangkap di vagina dan bisa keluar setiap saat. Umumnya dialami oleh wanita yang sudah pernah melahirkan.

    Pendapat yang menganggap queef tidak membatalkan wudhu ini bersandar pada riwayat Abu Hurairah RA berikut ini:

    قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : لاَ وُضُوْءَ إِلاَّ مِنْ صَوْتٍ أَوْ رِيْحٍ (رواه الترمذي)

    Artinya: Rasulullah bersabda, “Tidaklah batal wudhu seseorang kecuali keluar suara atau bau (dari aurat belakang). (HR at-Tirmidzi)

    Angin yang keluar dari kemaluan wanita tidak bersuara dan tidak berbau. Beda dengan kentut yang keluar dari anus.

    Ciri-ciri Kentut Queef

    • Dialami wanita
    • Keluar dari qubul
    • Tidak berasa dan beraroma
    • Kebanyakan tak berbunyi, tapi ada yang mengeluarkan suara
    • Keluarnya tak bisa dikendalikan/ditahan

    Sebagian ulama menganjurkan tetap berwudhu apabila keluar kentut dari kemaluan wanita. Sementara banyak ulama terutama dari mazhab Hanafi, Maliki, dan Hambali mengatakan tak mengapa.

    (kri/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sunnah Rasulullah SAW Sebelum Pergi Tidur, Muslim Amalkan Yuk!


    Jakarta

    Sunnah Rasulullah SAW sebelum tidur bisa dicontoh oleh muslim. Sebagai seorang utusan Allah SWT, banyak manfaat yang dapat diraih muslim dari kebiasaan Nabi Muhammad SAW, termasuk sebelum ia tidur.

    Sebagai manusia, tidur menjadi cara mengistirahatkan tubuh yang lelah setelah beraktivitas dari pagi hingga sore. Diterangkan dalam buku Pelajaran Adab Islam 2 oleh Suhendri dkk, waktu tidur yang baik bagi manusia adalah sekitar 7-8 jam dalam sehari.


    Demi mendapatkan waktu tidur yang cukup. seseorang harus menyegerakan tidur di awal waktu dan harus menghindari begadang. Rasulullah SAW tidak menyukai begadang, terlebih jika dikerjakan tanpa manfaat.

    “Nabi SAW membenci tidur sebelum Isya dan beliau tidak menyukai obrolan setelah Isya.” (HR Ahmad)

    Selain itu, dalam riwayat dari Jabir RA dikatakan Rasulullah SAW bersabda:

    “Jangan begadang setelah Isya. Kalian tidak mengetahui apa yang telah ditetapkan oleh Allah pada makhluk-Nya.” (HR Al Hakim)

    Sunnah Nabi SAW sebelum Tidur yang Bisa Dicontoh

    Berikut beberapa sunnah Rasulullah SAW yang dapat dikerjakan muslim sebelum tidur seperti dikutip dari Al Minah Al-‘Aliyah fii Bayaani As-Sunan Al-Yaumiyyah oleh Syaikh Abdullah bin Hamoud Al Furaih terbitan Maktabah Darus Salam.

    1. Ambil Wudhu

    Berwudhu sebelum tidur merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW. Dari Al Bara bin Azib, Rasulullah SAW bersabda:

    “Jika engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, hendaklah engkau berwudhu seperti wudhu untuk salat, lalu berbaringlah ke sebelah kananmu, kemudian ucapkan, “Allahumma innii aslamtu wajhii ilaika.” (HR Bukhari)

    2. Mengamalkan Ayat Kursi

    Sebelum tidur muslim bisa mengamalkan sejumlah doa dan zikir, salah satunya Ayat Kursi. Dengan membacanya, muslim akan diberi perlindungan hingga pagi dari setan yang terkutuk.

    Abu Hurairah RA berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat kursi. Karena dengan-nya kamu selalu dijaga oleh Allah dan setan tidak akan dapat mendekatimu hingga pagi.” (HR Bukhari)

    3. Membaca Doa Sebelum Tidur

    Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya kita melibatkan doa dalam segala aktivitas termasuk tidur. Dari Hudzaifah RA berkata,

    “Apabila Nabi Muhammad SAW hendak tidur, beliau membaca doa ‘Bismika allahumma amutu waahya (Dengan namaMu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, Beliau berdoa: ‘Alhamdulillahilladzi ahyana ba’da maa amatana wailaihinnusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepadaNya lah tempat kembali).” (HR Bukhari)

    4. Kibas Kasur sebelum Tidur

    Sunnah lainnya yang dapat dikerjakan muslim adalah mengibas kasur sebelum pergi tidur. Hal ini turut dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana dikatakan dari Abu Hurairah RA, beliau bersabda:

    “Jika salah seorang di antara kamu hendak mendatangi tempat tidurnya, hendaknya ia mengibas kasurnya dengan bagian dalam sarungnya, karena ia tidak mengetahui apa yang ada padanya, kemudian ia mengucapkan “Bismika rabbi wadha’tu janbii.” (HR Bukhari dan Muslim)

    5. Tunda Tidur sebelum Isya

    Tidur sebelum Isya tidak disukai oleh Rasulullah SAW. Terkait hal ini disebutkan dalam hadits sebelumnya. Karenanya, muslim diminta untuk menghindari tidur sebelum Isya.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Gapai Ketenangan Jiwa dengan Salat dan Wudhu



    Jakarta

    Surah-surah dalam Al-Qur’an membawa pesan yang bermanfaat bagi kehidupan umat Islam. Tak terkecuali berisi firman Allah SWT yang dapat menenangkan jiwa.

    Melalui detikKultum detikcom yang tayang Rabu (27/3/2024), Prof Nasaruddin Umar menyampaikan hal serupa. Dalam salah satu ayat Al-Qur’an, Allah SWT berfirman bahwa salah satu cara untuk menenangkan jiwa ialah dengan salat.

    Sebagaimana firman-Nya dalam surah Ar Rad ayat 28,


    ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

    Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.”

    “Kalau kita ingin merasakan ketenangan jiwa, maka tidak ada cara lain yang paling pantas untuk kita lakukan sebagai umat yang paling beriman khususnya umat islam (yaitu) kita melakukan salat,” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

    Ketika seorang muslim menjalani kehidupan dengan teori-teori Al-Qur’an maka ia menutup pintu iblis. Prof Nasaruddin Umar mengatakan, rasa gundah dan gelisah merupakan salah satu provokasi iblis.

    Begitu pula dengan wudhu. Sebelum salat, umat Islam dianjurkan untuk membasuh bagian-bagian tubuh tertentu yang mana sama artinya dengan bersuci.

    Dalam ilmu kesehatan, wudhu terbukti mampu menenangkan jiwa karena memberikan kesegaran yang berhubungan dengan sistem saraf manusia.

    Terkait wudhu ini disebutkan dalam sejumlah ayat Al-Qur’an, salah satunya surah Al Maidah ayat 6.

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

    Artinya:” Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

    Selengkapnya detikKultum Nasaruddin Umar bisa saksikan DI SINI. Jangan lewatkan detikKultum Nasaruddin Umar ini yang tayang setiap hari selama Ramadan pukul 04.20 WIB.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Wudhu Arab, Latin, dan Artinya



    Jakarta

    Wudhu merupakan salah satu syarat sah salat. Seperti sunnah dari Rasulullah SAW setelah selesai wudhu kita dianjurkan untuk membaca doa setelah wudhu.

    Anjuran tersebut dijelaskan dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi dengan bersandar pada riwayat shahih yang berasal dari Umar bin Khattab RA. Dia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa berwudhu lalu mengucapkan, ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya’, maka dibukakanlah baginya kedelapan pintu surga, di mana dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan dalam Al-Kubra dan Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, Ibnu Majah, dan lainnya)


    Imam Muslim meriwayatkan hadits tersebut dalam Shahih-nya dan At-Tirmidzi menambahkan, “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang yang bersuci.”

    Doa setelah wudhu dan keutamaannya juga terdapat dalam Kitab Sunan Ad-Daraquthni dan Musnad Ahmad. Namun, keduanya meriwayatkan dengan sanad yang dhaif.

    Terkait zikir atau doa setelah wudhu, Syaikh Nashr Al-Maqdisi berkata, “Bersamaan dengan zikir-zikir ini, hendaklah dia mengucapkan, ‘Ya Allah, limpahkan sholawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, serta keselamatan semoga senantiasa menaunginya.”

    Imam an-Nawawi menjelaskan lebih lanjut, para ulama mazhab berpendapat bahwa zikir-zikir tersebut diucapkan dengan menghadap kiblat dan dilakukan setelah selesai berwudhu.

    Bacaan Doa setelah Wudhu

    Melansir dari Ali Akbar bin Aqil dalam buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan, berikut bacaan doa setelah wudhu lengkap Arab, latin dan artinya,

    أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Asy-hadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, allaahummaj’alnii minat tawwaabiin, waj’alnii minal mutathahhiriin, subhanakallahumma wa bi hamdika, asy- hadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk golongan yang menyucikan diri. Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.

    DR H Sagiran dalam buku Gantung Wudhu menjelaskan lebih lanjut mengenai keutamaan membaca doa setelah berwudhu. Ia mengatakan, kalimat اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ, kata مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ adalah orang-orang yang bertobat. Dari tobat tersebut artinya menyucikan kita dari dosa-dosa dengan perantara wudhu.

    Karena itulah, dikatakan dalam suatu riwayat bahwa tetesan air wudhu ibarat bergugurannya dosa-dosa kita. Dengan memanjatkan doa tersebut, kita dijadikan Allah SWT sebagai orang-orang suci.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Wudhu sebelum Tidur akan Didoakan oleh Malaikat, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Wudhu sebelum tidur termasuk amalan sunnah yang bisa dikerjakan umat Islam. Menurut sebuah hadits, malaikat akan mendoakan orang yang tidur dalam keadaan suci.

    Hal tersebut dijelaskan dalam Kitab Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq melalui hadits yang berasal dari al-Barra’ bin ‘Azib RA. Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,

    إذا أَنتَ مَضْجَعَكَ فَوَضَّأَ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شَلَّكَ الأَيْمَنِ ثُمَّ قُل: اللَّهُم أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَالحَاتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا ملحاً ولا منجا منك إلا إلَيْكَ اللهم انت بكتابك الَّذِي أَنزَلْتَ وَبَيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ


    Artinya: “Jika kamu hendak tidur, hendaknya kamu berwudhu sebagaimana kamu berwudhu ketika hendak mengerjakan salat. Kemudian, berbaringlah ke arah sebelah kanan dan bacalah doa berikut: “Ya Allah, aku serahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan segala urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan rasa senang dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat perlindungan dan keselamatan melainkan hanya berharap kepada-Mu. Ya Allah aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi-Mu yang telah Engkau utus.”

    Sayyid Sabiq menjelaskan, jika seseorang ditakdirkan mati pada malam itu, maka ia dalam keadaan bersih (dari dosa). Sayyid Sabiq menganjurkan untuk menjadikan doa tersebut sebagai akhir bacaan menjelang tidur.

    Kemudian, dalam hadits lain, dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda,

    مَنْ بَات طَاهِرًا، بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظُ إِلَّا قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فَلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا

    Artinya: “Barang siapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudhu) maka malaikat akan tetap mengikuti, kemudian pada saat ia bangun niscaya malaikat itu akan berucap: ‘Ya Allah ampunilah hamba-Mu si fulan, karena ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci.’” (HR Ibnu Hibban)

    Rizem Aizid dalam buku Mukjizat 13 Sunnah Harian Nabi turut menjelaskan mengenai manfaat menjaga wudhu sebelum tidur.

    Pertama, ketika sebelum tidur berwudhu terlebih dahulu maka dapat merilekskan otot-otot sebelum beristirahat. Meskipun tidak terlalu banyak penjelasan mengenai hal ini, namun dalam ilmu kedokteran bahwa percikan air yang dikarenakan wudhu itu merupakan suatu metode atau cara mengendurkan otot-otot yang kaku karena lelahnya dalam beraktivitas.

    Kedua, wudhu dapat mencerahkan kulit wajah. Wudhu dapat mencerahkan kulit wajah karena dengan berwudhu berarti menghilangkan noda dan kotoran yang menempel pada kulit wajah. Rasulullah SAW pernah bersabda,

    “Sesungguhnya, umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi, kedua tangan dan kaki mereka bercahaya karena bekas wudhu.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Ketiga, akan didoakan malaikat yang akan senantiasa memberikan doa perlindungan kepada umat muslim. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW, yang disebutkan dalam shahihain dari sahabat al-Bara’bin Azib RA,

    “Apabila kamu hendak mendatangi pembaringan (tidur). Maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhu mu untuk melakukan salat.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Disunnahkan Wudhu sebelum Tidur bagi Orang yang Junub

    Orang yang dalam keadaan junub disunnahkan untuk wudhu sebelum ia tidur. Termasuk ketika ia ingin mengulangi jimak untuk yang kedua kalinya, maka antara jimak satu dan berikutnya sunnah baginya untuk wudhu.

    Hal itu dijelaskan dalam Kitab Shalatul Mu’min karya Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthani dengan bersandar pada riwayat Aisyah RA yang mana ketika ditanya apakah Rasulullah SAW pernah tidur dalam keadaan junub, dia menjawab,

    “Ya, namun beliau berwudhu terlebih dahulu.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Sunnah ini juga bersandar pada riwayat Ibnu Umar RA yang menyebut bahwa Umar pernah ditanya kepada Nabi SAW: “Bolehkah seseorang dari kita tidur dalam keadaan junub?” Nabi SAW bersabda,

    “Hendaklah dia berwudhu terlebih dahulu, kemudian tidur, kemudian dia mandi (setelah bangun) kapan saja dia mau.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Wudhu juga disunnahkan bagi orang yang mengulangi jimak. Hal ini didasarkan pada riwayat Abu Sa’id RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

    “Jika seseorang dari kalian ‘mendatangi’ istrinya, lalu ingin mengulangi lagi, hendaklah dia berwudhu.” (HR Muslim)

    Wudhu akan Menghapuskan Dosa-dosa

    Keutamaan wudhu turut dijelaskan dalam Kitab Al-Wajiz fi Fiqh As-Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi. Banyak hadits yang menjelaskan mengenai keutamaan wudhu, di antaranya hadits dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa kalian dan meninggikan derajat kalian?” Mereka menjawab, “Tentu, ya Rasulullah.” Lalu Rasulullah bersabda, “Sempurnakanlah wudhu dalam situasi-situasi sulit (misalnya cuaca sangat dingin), memperbanyak langkah menuju masjid (untuk salat jamaah), menunggu salat berikutnya setelah mengerjakan salat (di masjid), maka semua itu adalah a-ribath.” (HR Muslim)

    Sementara itu, Asep Safa’at Siregar dalam buku Khutbah Jum’at Pilihan di Era Millenial, menjelaskan beberapa hikmah dibalik wudhu. Salah satunya, wudhu sebagai pengampun dosa dan pemberi syafa’at.

    Dikatakan, wudhu ternyata lebih dari sekedar hikmah untuk membersihkan diri dari segala kotoran dan hadats kecil yang menempel.

    Bukan hanya itu, wudhu juga dapat menjadi pengampun dosa yang telah kita lakukan dan juga memberi syafaat untuk kita nanti. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    ما مِن امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلَاةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وحُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا إِلَّا كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَلقَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوبِ ما لَمْ سيات كبيرة وذلكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ

    Artinya: “Tidaklah seorang muslim mendapati salat wajib, kemudian dia menyempurnakan wudhu, khusyu dan ruku’nya, kecuali akan menjadi penghapus bagi dosa-dosanya yang telah lalu, selama tidak melakukan dosa besar, dan ini untuk sepanjang masa.” (HR Muslim)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa sebelum Tidur dan Amalan Sunnahnya


    Jakarta

    Membaca doa sebelum tidur termasuk sunnah Rasulullah SAW. Doa ini umumnya berisi kepasrahan diri dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT.

    Imam an-Nawawi menjelaskan Syarah Riyadhus Shalihin, anjuran membaca doa sebelum tidur menunjukkan kebenaran ‘ubudiyyah dan kepatuhan terhadap Allah SWT. Dalam salah satu bacaan doa sebelum tidur, terdapat hikmah bahwasanya seorang hamba menghitung nikmat-nikmat yang diberikan Allah SWT kepadanya.

    Lebih lanjut dijelaskan, membaca doa sebelum tidur juga menunjukkan kesadaran tentang keterbatasan dan kelemahan manusia saat mereka tertidur. Dalam doa tersebut, seorang hamba memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala bentuk gangguan dan ancaman yang mungkin terjadi saat kita tidak berdaya.


    Doa sebelum tidur juga berfungsi sebagai pengingat akan kebesaran Allah SWT dalam menciptakan langit dan bumi, serta sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan-Nya.

    Allah SWT berfirman,

    اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka.” (QS Ali Imran: 190-191)

    Selanjutnya, berikut ini adalah doa sebelum tidur yang dapat dipanjatkan setiap muslim.

    Doa sebelum Tidur

    اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ

    Arab latin: Allahumma bismika ahya wabismika amútu

    Artinya: “Ya Allah! Dengan nama-Mu aku hidup dan dengan nama- Mu juga aku mati.” (HR Bukhari dan Muslim dari Al-Barra)

    Dalam riwayat Anas RA, dikatakan bahwa Rasulullah SAW ketika hendak tidur membaca doa berikut,

    Alhamdulillahilladzi ath’amana wasaqona wa kafana wa awana fakammimman la kafiya lahu walamu’wiya

    Artinya: “Segala puji bagi Allah Dzat yang telah memberi makan dan minum kepada kami, serta telah mencukupi dan memberi tempat tinggal kepada kami. Betapa banyak orang yang tidak ada yang mencukupi dan tidak memberi tempat kepadanya.” (HR Muslim dalam Kitab Dzikir)

    Selain doa tersebut, ada doa sebelum tidur yang lebih panjang. Berikut bacaannya,

    للَّهُمَّ أَسْلَمْتُ إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلَا مَنْحَى مِنْكَ إِلا إِلَيْكَ، أَمَنْتُ بكتابكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

    Arab latin: Allahuma aslamtu ilaika wawajjahtu wajhii ilaika, wafawwadhtu amrii ilaika waalja’tu dzahrii ilaika raghbatan wa raghbatan ilaika laa maljaa walaa manjaa minka illa ilaika amantu bikitaabikalladzii anzaita wa binabiyyikalladzi arsalta

    Artinya : “Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu. Aku menghadapkan wajahku kepada-Mu. Aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Aku menyandarkan punggungku kepada-Mu lantaran mengharap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari (ancaman)-Mu kecuali hanya kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang engkau turunkan juga (aku beriman) kepada nabi-Mu yang Engkau utus.” (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

    Sunnah sebelum Tidur

    1. Wudhu

    Wudhu sebagai amalan sunnah sebelum tidur bersandar pada hadits yang berasal dari al-Barra’ bin ‘Azib RA sebagaimana dinukil Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah. Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

    إذا أَنتَ مَضْجَعَكَ فَوَضَّأَ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شَلَّكَ الأَيْمَنِ ثُمَّ قُل: اللَّهُم أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَالحَاتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا ملحاً ولا منجا منك إلا إلَيْكَ اللهم انت بكتابك الَّذِي أَنزَلْتَ وَبَيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

    Artinya: “Jika kamu hendak tidur, hendaknya kamu berwudhu sebagaimana kamu berwudhu ketika hendak mengerjakan salat. Kemudian, berbaringlah ke arah sebelah kanan dan bacalah doa berikut: “Ya Allah, aku serahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan segala urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan rasa senang dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat perlindungan dan keselamatan melainkan hanya berharap kepada-Mu. Ya Allah aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi-Mu yang telah Engkau utus.”

    Sayyid Sabiq menjelaskan, jika seseorang ditakdirkan mati pada malam itu, maka ia dalam keadaan bersih (dari dosa). Ulama Syafi’iyah ini menganjurkan untuk menjadikan doa tersebut sebagai akhir bacaan menjelang tidur.

    2. Membaca Surah Al Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

    Dikutip dari buku Sunnah Nabi 24 Jam tulisan Khalid al-Husainani, amalan sebelum tidur lainnya adalah menengadahkan kedua telapak tangan dan membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Kemudian mengusapkan tangan ke seluruh tubuh semampunya, dimulai dari kepala dan wajah, kemudian dilanjutkan ke seluruh bagian tubuh. Dianjurkan melakukannya sebanyak tiga kali, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat al-Bukhari.

    3. Membaca Ayat Kursi

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

    Arab latin: allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

    Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS Al Baqarah: 255)

    4. Membaca Doa

    Masih dalam sumber yang sama, sunnah sebelum tidur lainnya adalah membaca doa berikut,

    باسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسي فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Arab latin: Bismika rabbi wada’tu janbi, wa bika arfa’uhu, fa in amsakta nafsi farhamha, wa in arsaltahaa fahfazhha bi maa tahfazu bihi ‘ibaadakas saalihin

    Artinya: “Dengan menyebut nama-Mu wahai Tuhanku, aku letakkan lambungku dan dengan menyebut nama-Mu aku angkat lambungku. Jika Engkau menahan nafasku, maka kasihanilah ia. Dan jika Engkau melepaskannya, maka jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-Mu yang shaleh.” (HR Bukhari dan Muslim)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Membasuh Tangan Kanan dan Kiri ketika Berwudhu, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Ketika berwudhu, umat Islam membasuh anggota tubuh tertentu seperti tangan. Wudhu sendiri merupakan bagian dari thaharah yang artinya bersuci.

    Terkait kewajiban, Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits,

    “Allah tidak menerima salat seorang kamu bila berhadats sampai ia berwudhu.” (HR Bukhari)


    Sementara itu, dalam Al-Qur’an perintah wudhu tercantum pada surat Al Maidah ayat 6,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”

    Berkaitan dengan itu, ada doa yang dibaca ketika membasuh tangan kanan saat berwudhu. Seperti apa bacaannya?

    Doa Membasuh Tangan Kanan dan Kiri ketika Berwudhu

    1. Doa Membasuh Tangan Kanan

    Mengutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan oleh Ali Akbar bin Aqil, berikut bacaan doa membasuh tangan kanan yang bisa dipanjatkan ketika berwudhu.

    اللَّهُمَّ أَعْطِنِي كِتَابِي بِيَمِيْنِي ، وَ حَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيرًا

    Arab latin: Allahumma a’thinii kitaabii bi yamiinii wa haasibnii hisaaban yasiiroo

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah buku catatan amalku di tangan kananku dan hisablah aku dengan hisab yang mudah.”

    2. Doa Membasuh Tangan Kiri

    Merujuk pada sumber yang sama, berikut bunyi doa membasuh tangan kiri yang dapat diamalkan.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تُعْطِيَنِي كِتَابِي بِشِمَالِي أَوْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي

    Arab latin: Alloohumma innii a’uudzu bika an tu’thiyanii kitaabii bi syimaalii aw min waroo-i zhohrii

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu agar tidak menerima buku catatan amalku dengan tangan kiriku atau dari belakang punggungku.”

    3. Doa Membasuh Telapak Tangan

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْيُمْنَ وَ الْبَرَكَةَ، وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ السُّومِ وَالْهَلَكَةِ

    Arab latin: Alloohumma innii as-alukal yumna wal barokah, wa a’uudzu bika minasy syu’mi wal halakah

    Artinya: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kekuatan dan berkah dalam menjalani ketaatan serta aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan dan kerusakan.”

    Hukum Membaca Doa ketika Membasuh Anggota Wudhu

    Ketika berwudhu, doa-doa yang dibaca saat membasuh anggota tubuh tidak berdasarkan dari sunnah Rasulullah SAW. Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menuturkan, para ulama fikih mengatakan sunnah membaca doa pada tiap-tiap anggota wudhu didasarkan dari perkataan ulama salaf.

    “Mereka pun menambahkan dan mengurangi bacaan doa tersebut. Walhasil mereka mengatakan setelah membaca basmalah lalu bisa dilanjut dengan doa-doa yang banyak diketahui dari ulama salaf.” tulis Imam Nawawi.

    Wallahu’alam.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Membasuh Muka dan Tata Caranya saat Berwudhu


    Jakarta

    Doa membasuh muka dapat dipanjatkan saat wudhu. Membasuh muka termasuk ke dalam rukun wudhu yang berarti menyebabkan sah atau tidaknya wudhu yang dikerjakan.

    Dijelaskan dalam buku Kun Anta terbitan Wahyu Qalbu bahwa membasuh muka ketika berwudhu dapat meremajakan sel-sel kulit muka serta membantu mencegah timbulnya keriput. Bahkan, pada hari kiamat nanti orang-orang yang menjaga wudhunya akan memiliki wajah yang bercahaya.

    Rasulullah SAW berfirman dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah,


    “Sungguh umatku akan diseru pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya karena bekas wudhunya. Maka siapa yang mampu melebihkan panjang sinar pada tubuhnya, maka lakukanlah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Doa Membasuh Muka ketika Berwudhu

    Mengutip buku 444 Doa Rasulullah SAW susunan Samir Mahmud Al-Husni, berikut bacaan doa yang dapat dipanjatkan ketika membasuh muka saat wudhu.

    اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ بِنُورِكَ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهُ أَوْلِيَائِكَ، وَلاَ تُسَوِّدْ وَجْهِي بِظُلُمَاتِكَ يَومَ تَسْوَدُّ وُجُوهُ أَعْدَائِكَ

    Arab latin: Allahumma bayyidh wajhii binuurika yauma tabyadhu wujuuhu auliyaaika, wa laa tusawwid wajhi bi dzhulumaatika yauma taswaddu wujuuhu a’daa-ika

    Artinya: “Ya Allah putihkanlah wajahku dengan cahaya-Mu di hari memutihnya wajah para walimu. Janganlah Engkau hitamkan wajahku dengan kegelapan-Mu di hari menghitamnya wajah musuh-musuh-Mu.”

    Tata Cara Membasuh Muka saat Berwudhu

    Tata cara membasuh muka saat berwudhu ialah dimulai dengan membasuh air ke seluruh wajah, mulai dari permukaan kening hingga pojok dagu, dari depan telinga kanan dan kiri seperti dinukil dari buku Ensiklopedi Sunnah dan Syiah Jilid 2 oleh Ali Ahmad As-Salus.

    Air harus dipastikan sampai pada seluruh bagian wajah, hingga sela-sela janggut yang tipis dan pinggir wajah yang bersampingan dengan rambut. Begitu pun dengan tempat-tempat tumbuhnya bulu seperti alis, kumis, bulu mata, dan rambut di tepi pipi.

    Dalam buku Panduan Salat Doa & Zikir susunan Abdurrahman Adib, Imam Nawawi mengatakan bahwa seseorang yang meninggalkan sebagian kecil dari bagian yang seharusnya dibersihkan maka wudhunya dinilai tidak sah. Karenanya, Nabi Muhammad SAW selalu menganjurkan kaum muslimin untuk menyempurnakan wudhu.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com