Tag: xaut

  • Harga Emas Bergejolak, Investor Justru Borong XAUT dan PAXG

    Pasar tokenized gold terus menunjukkan pertumbuhan agresif meskipun harga emas fisik mengalami volatilitas dalam jangka pendek. Data terbaru mencatat kapitalisasi pasar tokenized gold telah melampaui $6 miliar, menjadikannya salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di industri aset digital.

    Kenaikan ini menandakan meningkatnya minat investor terhadap eksposur aset safe haven melalui infrastruktur blockchain, di tengah kondisi pasar global yang tidak stabil.

    Kapitalisasi Tokenized Gold Naik $2 Miliar Sejak Awal Tahun

    Berdasarkan data Dune, total market cap tokenized gold telah naik lebih dari $2 miliar sejak awal tahun. Pada saat laporan ini dibuat, nilai pasar sektor tersebut berada di level $6,12 miliar.

    Seiring pertumbuhan tersebut, lebih dari 1,2 juta ounce emas fisik kini tercatat tersimpan dalam sistem kustodian untuk mendukung penerbitan token-token emas berbasis blockchain. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap representasi digital emas terus meningkat.

    XAUT Dominasi Pasar, Capai $3,5 Miliar

    Tether Gold (XAUT) masih menjadi pemain terbesar dalam ekosistem tokenized gold. Market cap XAUT kini berada di sekitar $3,5 miliar, atau lebih dari setengah total nilai pasar tokenized gold.

    Data Token Terminal menunjukkan kapitalisasi XAUT melonjak lebih dari 50% hanya dalam sebulan terakhir. CEO Tether Paolo Ardoino sebelumnya juga menyatakan perusahaan berencana meningkatkan eksposur emas hingga 10–15% dari total portofolio investasi mereka.

    Tether dilaporkan mempercepat strategi akumulasi emas dan bahkan disebut melampaui pembelian beberapa negara seperti Yunani, Qatar, dan Australia. Pada kuartal terakhir 2025, Tether menambah eksposur sekitar 27 metrik ton emas.

    Baca juga: Tether Masuk Bisnis Emas! Gold.com Kebagian Dana $150 Juta

    Tether Investasi di Gold.com dan Kembangkan Akses Emas Digital

    Selain menambah cadangan emas, Tether juga melakukan investasi strategis senilai $150 juta ke platform logam mulia Gold.com. Investasi tersebut memberi Tether sekitar 12% kepemilikan perusahaan.

    Melalui kerja sama ini, Tether akan mengintegrasikan XAUT ke dalam ekosistem Gold.com, dengan tujuan memperluas akses emas melalui jalur distribusi digital maupun tradisional.

    Tether juga menyebut pihaknya sedang mengeksplorasi opsi agar pelanggan dapat membeli emas fisik menggunakan mata uang digital seperti USDT, stablecoin terbesar di dunia, serta USA₮, stablecoin baru yang diklaim telah diatur secara federal dan didukung dolar AS.

    Dalam upaya memperluas utilitas token emasnya, Tether turut meluncurkan Scudo, satuan unit baru yang mewakili 1/1.000 dari XAUT.

    PAXG Jadi Pesaing Terdekat dengan Market Cap $2,3 Miliar

    Di posisi kedua, Paxos Gold (PAXG) mencatat market cap sekitar $2,3 miliar. Token emas ini mengalami kenaikan 33,2% dalam sebulan terakhir.

    Secara keseluruhan, XAUT dan PAXG menjadi dua aset dominan yang menyumbang mayoritas aktivitas dalam pasar tokenized gold.

    Dengan kapitalisasi pasar yang terus naik, tokenized gold semakin mempertegas posisinya sebagai alternatif eksposur emas bagi investor yang ingin memanfaatkan sistem blockchain tanpa kehilangan dukungan aset fisik sebagai underlying.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan ini menunjukkan meningkatnya permintaan investor untuk aset safe-haven dalam format digital yang likuid.

    “Pertumbuhan pesat RWA (Real World Assets) berbasis emas membuktikan blockchain menjadi infrastruktur utama untuk kepemilikan aset fisik secara global,” jelasnya.

    Baca juga: Tether Luncurkan Mining OS (MOS), Dorong Efisiensi Penambangan BTC


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Volatil, Investor Serbu Tether Gold (XAU₮) sebagai Pelindung Aset

    Minat terhadap emas kembali melonjak di tengah ketidakpastian global, bahkan kini merambah lebih dalam ke ekosistem kripto. Produk gold spot yang baru, XAU₮ diluncurkan di Binance langsung mencatat volume signifikan hanya dalam beberapa hari.

    Volume tembus $80 juta dalam waktu singkat

    Setelah resmi diperkenalkan, perdagangan gold spot XAU₮ di Binance menunjukkan respons pasar yang sangat cepat. Volume harian sudah melampaui $40 juta, dan secara kumulatif mencapai hampir $80 juta per 30 Maret.

    Sebelumnya, produk gold futures di Binance juga mencatat kesuksesan besar dengan total volume lebih dari $80 miliar sejak awal 2026. Kini, pasar spot mulai menunjukkan potensi yang tidak kalah kuat.

    Hal ini menandakan bahwa minat investor terhadap emas tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang ke platform digital.

    Baca juga: Tether Gold (XAU₮): Solusi Stabil di Tengah Volatilitas Kripto

    Geopolitik dorong kembali minat ke emas

    Dilaporkan Crypto Quant, lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya terkait konflik di Iran. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global dan meningkatkan risiko inflasi.

    Dalam situasi seperti ini, emas kembali dipandang sebagai aset lindung nilai yang lebih stabil. Meskipun sempat mengalami koreksi sekitar 15%, permintaan terhadap emas tetap kuat karena dianggap mampu menjaga nilai di tengah ketidakpastian.

    Kurangnya visibilitas terhadap arah ekonomi global juga menjadi faktor yang terus mendorong minat terhadap aset safe haven ini.

    Tim Research Tokocrypto menilai ini sinyal penting bahwa aset safe haven tradisional mulai mendapatkan distribusi yang lebih nyata di infrastruktur exchange kripto.

    “Kalau tren ini berlanjut, integrasi emas ke ekosistem exchange bisa menjadi jembatan kuat antara arus modal defensif dan pasar aset digital, terutama saat ketidakpastian geopolitik terus tinggi,” jelasnya.

    Integrasi emas dan kripto semakin nyata

    Masuknya emas ke dalam ekosistem kripto melalui platform seperti Binance menunjukkan adanya perubahan besar dalam lanskap keuangan. Investor kini memiliki lebih banyak opsi untuk mendapatkan eksposur terhadap aset tradisional melalui infrastruktur digital.

    Fenomena ini juga mencerminkan semakin dekatnya hubungan antara pasar keuangan tradisional dan kripto, di mana batas antara keduanya mulai semakin kabur.

    Dengan tren ini, emas tidak lagi hanya menjadi aset konvensional, tetapi juga bagian dari inovasi finansial yang berkembang di dunia digital.

    Baca juga: Tokenized Gold: Solusi Investasi Emas yang Fleksibel dan Modern


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether Gold (XAU₮): Solusi Stabil di Tengah Volatilitas Kripto

    Di tengah tingginya volatilitas pasar kripto, investor mulai melirik instrumen yang lebih stabil tanpa harus keluar dari ekosistem blockchain. Salah satu aset yang kini mendapat perhatian adalah Tether Gold (XAU₮), token berbasis emas yang masuk dalam kategori Real World Assets (RWA).

    XAU₮ merupakan aset kripto yang merepresentasikan kepemilikan emas fisik, di mana setiap 1 token setara dengan 1 troy ounce emas yang disimpan di vault. Dengan mekanisme ini, nilai XAU₮ mengikuti harga emas global, menjadikannya alternatif safe haven di pasar kripto.

    Tokenisasi Emas Dorong Akses dan Likuiditas

    Kehadiran XAU₮ dinilai menjawab keterbatasan emas fisik yang selama ini sulit diakses, kurang likuid, serta membutuhkan biaya penyimpanan. Melalui teknologi blockchain, emas kini dapat diperdagangkan secara digital dengan akses global dan waktu transaksi 24 jam.

    XAU₮ berjalan sebagai token ERC-20 di jaringan Ethereum dan memanfaatkan sistem blockchain untuk mencatat kepemilikan secara transparan serta memungkinkan transfer lintas negara dengan efisien.

    Supply Dinamis Ikuti Cadangan Emas

    Berbeda dengan aset kripto pada umumnya, suplai XAU₮ bergantung pada cadangan emas fisik. Token ini menggunakan mekanisme minting dan burning yang disesuaikan dengan permintaan pasar.

    Berdasarkan data CoinGecko per 31 Maret 2026, jumlah XAU₮ yang beredar mencapai sekitar 559.598 token, dengan total suplai sekitar 707.747 token.

    Baca juga: Tokenized Gold: Solusi Investasi Emas yang Fleksibel dan Modern

    Perkuat Posisi dalam Narasi RWA Global

    Dalam ekosistem RWA, sektor komoditas seperti emas menjadi salah satu kategori terbesar setelah US Treasury, dengan nilai total sekitar US$2,53 miliar. XAU₮ sendiri tercatat memiliki sekitar 37.883 holder secara on-chain, menunjukkan tingkat adopsi yang cukup kuat.

    Hal ini menempatkan XAU₮ sebagai salah satu instrumen utama dalam tren tokenisasi aset komoditas di pasar global.

    Telah Kantongi Izin dan Terapkan Kepatuhan Global

    XAU₮ diterbitkan oleh entitas berbasis El Salvador yang telah terdaftar sebagai stablecoin issuer dan Digital Asset Service Provider (DASP) di bawah regulator setempat.

    Dari sisi kepatuhan, aset ini menerapkan standar KYC/AML serta mengikuti regulasi global seperti FATF dan kebijakan anti-terorisme. Namun, Tether sebagai penerbit tetap memiliki kewenangan untuk membatasi atau membekukan transaksi dalam kondisi tertentu.

    Unggul dalam Akses dan Distribusi

    Dibandingkan dengan kompetitor seperti PAX Gold (PAXG), XAU₮ memiliki beberapa keunggulan, antara lain dukungan multi-chain (Ethereum dan BNB Chain) serta ketersediaan yang lebih luas di berbagai bursa kripto global.

    Sementara itu, PAXG masih terbatas pada jaringan Ethereum dengan akses yang relatif lebih sempit.

    Tetap Memiliki Risiko

    Meski menawarkan stabilitas dan kemudahan akses, XAU₮ tidak lepas dari risiko. Investor tetap menghadapi risiko ketergantungan pada penerbit (counterparty risk), keterbatasan dalam proses penukaran emas, serta potensi risiko teknis pada smart contract.

    Selain itu, pengguna juga tidak memegang emas secara langsung karena aset disimpan oleh kustodian.

    Instrumen Baru Safe Haven Digital

    Secara keseluruhan, XAU₮ dinilai menjadi inovasi yang menggabungkan stabilitas emas dengan fleksibilitas teknologi blockchain. Kehadirannya memperkuat tren tokenisasi aset dunia nyata dan membuka peluang baru bagi investor yang mencari perlindungan nilai di tengah fluktuasi pasar kripto.

    Namun demikian, aspek sentralisasi dan ketergantungan pada penerbit tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi.

    Baca juga: Santient AI Siap Saingi ChatGPT? Gini Cara Cobanya


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Akses Emas Tokenisasi Kian Luas

    Perusahaan stablecoin terbesar, Tether, resmi memperluas jangkauan produk emas tokenized miliknya, XAUt, dengan meluncurkannya di BNB Chain.

    Langkah ini langsung diperkuat oleh dukungan dari Binance yang menambahkan berbagai pasangan perdagangan (spot pair), termasuk USDT, BTC, USDC, TRY, dan U.

    Ekspansi ini menjadi tonggak penting bagi adopsi aset berbasis emas di dunia kripto, sekaligus memperkuat narasi real-world assets (RWA) yang semakin dominan di pasar.

    Baca Juga: Tether Angkat Simon McWilliams sebagai CFO

    XAUt: Pemimpin Pasar Emas Tokenized

    Produk Tether Gold (XAUt) saat ini merupakan token emas terbesar di dunia kripto, dengan kapitalisasi pasar sekitar $3,2 miliar.

    Menurut laporan Cryptobriefing, potensi XAUt untuk ‘bersinar’ cukup besar karena didukung oleh sekitar 1.800 batang emas fisik yang disimpan di vault Swiss. Apalagi, XAUt menguasai sekitar 60% pangsa pasar global gold-backed stablecoin.

    Dengan basis fundamental tersebut, XAUt telah menjadi jembatan antara aset fisik tradisional dan ekosistem digital.

    Integrasi ke BNB Chain: Game Changer Distribusi

    Masuknya XAUt ke BNB Chain membawa dampak signifikan dari sisi distribusi dan aksesibilitas.

    BNB Chain dikenal sebagai salah satu jaringan dengan pengguna aktif terbesar yang punya ekosistem DeFi dan trading yang luas, serta biaya transaksi relatif rendah.

    Dengan integrasi ini, pengguna kini dapat mengakses emas tokenized langsung dari wallet on-chain, memperdagangkan XAUt secara lebih mudah, dan menggunakan XAUt dalam berbagai aplikasi DeFi.

    Artinya, XAUt tidak lagi hanya menjadi produk niche, tetapi mulai masuk ke arus utama pasar kripto.

    Binance Perkuat Likuiditas

    Dukungan dari Binance menjadi faktor kunci dalam ekspansi ini. Dengan penambahan berbagai pasangan trading, likuiditas XAUt berpotensi meningkat secara signifikan.

    Pasangan yang ditambahkan meliputi XAUt/USDT, XAUt/BTC, XAUt/USDC, XAUt/TRY, dan XAUt/U. Langkah ini memungkinkan trader untuk:

    • Mengakses eksposur emas tanpa keluar dari ekosistem kripto
    • Melakukan hedging terhadap volatilitas pasar
    • Diversifikasi portofolio secara lebih efisien

    Momentum Emas dan Narasi Safe Haven

    Ekspansi ini juga terjadi di tengah meningkatnya minat terhadap aset safe haven seperti emas. Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global, investor cenderung mencari instrumen yang lebih stabil.

    Dengan XAUt, investor mendapatkan eksposur terhadap harga emas, likuiditas tinggi seperti aset kripto, serta fleksibilitas penggunaan dalam ekosistem digital.

    Ini berarti, XAUt berada di persimpangan antara tradisional finance dan DeFi, menjadikannya produk yang semakin relevan.

    Katalis Adopsi Nyata

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, langkah ini merupakan katalis penting bagi pertumbuhan XAUt.

    “Ini katalis yang cukup kuat buat XAUt karena distribusinya naik kelas dari sekadar produk niche menjadi instrumen yang makin dekat ke arus utama trading kripto,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Menurutnya, saat emas fisik, safe-haven trade, dan RWA bertemu di BNB Chain, XAUt punya peluang besar buat menarik likuiditas baru dari trader yang ingin eksposur gold tanpa keluar dari ekosistem on-chain.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa ekspansi distribusi menjadi kunci dalam mendorong adopsi aset tokenized.

    Dampak bagi Pasar Kripto

    Peluncuran XAUt di BNB Chain membawa beberapa implikasi penting:

    1. Peningkatan Adopsi RWA

    Aset dunia nyata seperti emas semakin terintegrasi ke dalam ekosistem kripto.

    2. Diversifikasi Instrumen Trading

    Trader memiliki lebih banyak pilihan selain aset volatil seperti Bitcoin atau altcoin.

    3. Kompetisi di Sektor Tokenized Assets

    Produk serupa kemungkinan akan muncul untuk bersaing di pasar yang sama.

    Baca Juga: Tether Integrasikan USA₮ ke Rumble Wallet, Ekspansi Pembayaran Digital

    Langkah Tether membawa XAUt ke BNB Chain, didukung oleh listing di Binance, menandai fase baru dalam adopsi emas tokenized di dunia kripto.

    Dengan kombinasi likuiditas tinggi, distribusi luas, dan narasi safe haven, XAUt berpotensi menjadi salah satu instrumen utama dalam kategori RWA.

    Jika tren ini berlanjut, emas tokenized tidak hanya menjadi alternatif investasi, tetapi juga bagian integral dari ekosistem keuangan digital global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Naik Turun Sekejap, Investor Harus Apa?


    Jakarta

    Harga Bitcoin bergejolak di tengah ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung sejak Sabtu (28/2) kemarin. Imbas ketegangan tersebut, diketahui Iran menutup Selat Hormuz yang berimbas pada lonjakan harga minyak US$ 80 per barel.

    Lonjakan harga tidak hanya terjadi pada komoditas minyak, melainkan juga emas dunia yang saat ini bergerak menguat di kisaran US$ 5.100 per troy ons. Sementara pasar kripto, bergerak volatil karena beroperasi 24 jam non-stop.

    Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap, Bitcoin sempat terkoreksi dalam ke level US$ 63.100 atau sekitar Rp 1 miliar (asumsi kurs Rp 16.930) pada akhir pekan. Kemudian harga Bitcoin bergerak di kisaran US$ 68.000 atau sekitar Rp 1,16 miliar dengan kapitalisasi pasar kripto global sekitar US$ 2,33 triliun.


    Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai volatilitas harga Bitcoin mencerminkan sensitivitas pasar terhadap perkembangan geopolitik dan risiko makro. Pada fase awal gejolak, investor umumnya bersikap risk-off untuk menjaga likuiditas.

    “Lonjakan dan koreksi dalam hitungan hari menunjukkan pasar sedang sangat headline-driven. Dalam situasi seperti ini, sentimen global dan dinamika kebijakan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan aset berisiko, termasuk saham dan kripto,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).

    Jika ketidakpastian berlanjut, Antony meminta investor mempertimbangkan aset yang lebih defensif. Menurutnya, pelaku pasar perlu menghindari keputusan berbasis FOMO, menerapkan diversifikasi portofolio, dan manajemen risiko secara disiplin.

    Menurutnya, diversifikasi aset dapat dilakukan pada sejumlah stablecoin yang saat ini tercatat menguat. Stablecoin tersebut di antaranya Tether (USDT), USD Coin (USDC), hingga Tether Gold (XAUT).

    “Dalam kondisi pasar yang tidak menentu, diversifikasi portofolio menjadi salah satu pendekatan yang banyak dilakukan, termasuk mengalihkan sebagian eksposur ke aset kripto yang lebih stabil seperti stablecoin Tether (USDT) atau USD Coin (USDC), atau aset kripto berbasis emas seperti Tether Gold (XAUT) yang tengah menguat, sembari tetap menjaga alokasi terukur pada aset utama,” jelas Antony.

    Antony menambahkan, pihaknya berkomitmen menjaga likuiditas, keamanan sistem, dan transparansi di tengah gejolak harga Bitcoin. Ia juga meminta investor untuk tetap rasional di tengah kondisi volatilitas pasar.

    “Di tengah dinamika geopolitik, disiplin manajemen risiko serta memiliki perspektif investasi jangka panjang tetap menjadi kunci untuk bersikap rasional dan adaptif menghadapi ketidakpastian global,” pungkasnya.

    Tonton juga video “BNN Ungkap Sulitnya Lacak Transaksi Narkoba Lewat Bitcoin-Kripto”

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com