Tag: xlm

  • 5 Crypto Potensial Saat Bull Run Pekan Ini

    Pekan ini, nampaknya pasar crypto masih berlanjut dalam Bull Run atau pergerakan positif yang mengangkat mayoritas crypto naik.

    Hal tersebut ditandakan dengan Bitcoin yang mulai mengalami apresiasi kembali bersama dominasinya yang jatuh di bawah 60%.

    Data tersebut membuka jalan untuk Altcoins mulai naik kembali setelah bulan lalu mengalami koreksi yang cukup signifikan.

    Baca Juga: XRP dan BNB Koin Paling Moncer Pekan ini

    5 Crypto Potensial Pekan Ini

    Dalam artikel ini, akan diberikan pandangan mengenai lima mata uang crypto yang harganya berpotensi naik pada pekan ini.

    1. Ethereum (ETH)

    Ethereum menjadi satu crypto yang berpotensi mengalami apresiasi pada pekan ini bersama dengan naiknya harga Bitcoin.

    Mata uang crypto ini umumnya selalu memiliki pergerakan yang relatif sama dengan Bitcoin, akibat kedudukannya yang tertinggi di pasar crypto.

    Dari sisi fundamental, pada pekan ini, Ethereum akan mengalami Berlin hardfork yang dijadwalkan untuk terjadi pada 14 April 2021.

    Hardfork sendiri merupakan pemecahan jaringan dalam blockchain menjadi dua umumnya untuk menerapkan inovasi baru.

    Mengingat saat ini permasalahan dalam Ethereum adalah permasalahan kecepatan dan biaya, hardfork ini kemungkinan dapat memberi solusi, dan mengangkat harganya naik kembali.

    Secara teknikal saat ini Ethereum sedang berusaha bergerak naik keluar dari zona konsolidasinya sejak awal April 2021.

    prediksi eth
    Grafik Harian ETHUSD

    Indikator RSI dan MACD saat ini memperlihatkan bahwa harga masih berada di zona positif bersama MA Cross yang menunjukkan potensi apresiasi akibat ditembus harga.

    Saat ini batas atas yang harus dilewati berada di sekitar $2.200 sebelum melanjutkan apresiasi lebih tinggi.

    Batas pengaman apresiasi berada di sekitar $2.131 hingga $1.965 yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi pekan ini.

    Dalam jangka panjang, kemungkinan besar target berikutnya berada pada $3.500, yang berada di daerah 161,8% Fibonacci Extension.

    2. Solana (SOL)

    Solana juga menjadi salah satu blockchain yang mata uang cryptonya sedang mendapatkan banyak perhatian dalam beberapa hari terakhir.

    Kemungkinan besar, akibat hal tersebut, dorongan positif akan terus berlanjut hingga pekan ini, yang dapat mendorong harganya naik.

    Kabar terbaru dari Solana yang kemungkinan akan mendorong harganya naik adalah airdrop dari beberapa proyek baru di blockchainnya.

    Airdrop ini dikabarkan terjadi pada bursa terdesentralisasi terbesarnya yaitu Serum (SRM) yang juga nampaknya akan terdampak positif.

    Mayoritas analis memprediksi bahwa fenomena airdrop ini akan terus berlanjut dengan semakin banyaknya pihak yang tertarik dengan Solana.

    Airdrop ini juga menjadi insentif untuk pengguna baru datang ke blockchain Solana, bersama dengan tingginya biaya blockchain Ethereum.

    Dari sisi teknikal, saat ini Solana juga baru saja keluar dari zona konsolidasi singkatnya dan melewati $27,76, untuk bergerak naik.

    prediksi solana
    Grafik Harian SOLUSD

    Batas atas yang harus dilewati saat ini berada pada $29,92 yang jika berhasil dilewati dapat membawa apresiasi lebih tinggi pada pekan ini.

    Batas pengaman untuk apresiasi berlanjut berada pada $27,76 hingga $25,28 yang jika ditembus dapat membawanya ke $22,33.

    Indikator MACD dan RSI menyatakan adanya potensi koreksi akibat sudah berada di zona jenuh, namun MA Cross masih kuat berada di bawah harga.

    Potensi koreksi dibutuhkan akibat retest atau uji coba kembali zona konsolidasi sebelum naik lebih tinggi.

    Dalam jangka panjang, kemungkinan besar target berikutnya berada pada $48,3 yang berada di daerah 161,8% Fibonacci Extension.

    3. Stellar Lumen (XLM)

    XLM menjadi salah satu crypto yang juga sedang dibahas oleh mayoritas pasar crypto akibat potensi apresiasi ke depannya.

    Saat ini XLM mengalami apresiasi akibat korelasinya yang masih terlihat kembali positif dengan Ripple (XRP) yang juga mengalami apresiasi signifikan.

    Menurut data dari MacroAxis saat ini XLM memiliki korelasi positif yang hampir mencapai 100% dengan XRP, membuktikan potensi apresiasi XLM juga kuat.

    XLM juga mengalami apresiasi dalam kapitalisasi pasarnya yang sempat membawanya ke peringkat 10 walau tergeser kembali ke 11.

    Dengan beberapa rencana integrasi dalam sistem pembayaran yang kemungkinan akan dijalankan dengan Ripple, XLM memiliki dorongan positif ke depannya.

    Dari sisi teknikal, saat ini XLM juga masih berada dalam zona apresiasi namun memiliki pergerakan yang belum sesignifikan XRP.

    prediksi xlm
    Grafik Harian XLMUSD

    Hal tersebut menandakan masih adanya potensi apresiasi pada pekan ini untuk XLM, mengikuti apresiasi XRP.

    Kemarin, XLM juga baru saja keluar dari zona konsolidasinya beberapa hari terakhir, dan berhasil naik walau terkoreksi kembali.

    Saat ini apresiasi nampaknya akan dimulai kembali dengan potensi retest atau pengujian kembali ke batas bawah sebelum naik lebih tinggi.

    Kemungkinan koreksi akan terjadi menuju $0,57 hingga $0,54 sebelum kembali bergerak naik menuju batas atasnya saat ini pada $0,60.

    Pekan ini kemungkinan XLM dapat menuju $0,65 bahkan lebih tinggi, jika dorongan beli masih terus kuat.

    Batas pengaman apresiasi berada pada $0,48, namun Indikator MA Cross, RSI, dan MACD nampaknya menandakan koreksi ke harga tersebut masih cukup jauh.

    Dalam jangka panjang, kemungkinan besar tujuan selanjutnya berada pada $1,06 yang berada di daerah 161,8% Fibonacci Extension.

    4. Cardano (ADA)

    Cardano nampaknya mulai kembali menarik perhatian setelah pendirinya, Charles Hoskinson, memberikan beberapa informasi singkat.

    Hal tersebut membuat mayoritas pasar mulai tertarik kembali terhadap ADA yang nampaknya telah mengalami apresiasi pada sesi perdagangan hari ini.

    Selain itu, ADA juga mulai menarik perhatian kembali setelah mayoritas pasar menyadari bahwa walau terlihat stagnan, koin ini telah naik sekitar 3.600% dalam satu tahun terakhir.

    Tapi, perhatian utama nampaknya masih tertuju pada informasi singkat dari Hoskinson yang tertera pada video di Youtube.

    Salah satu hal utama yang juga menarik perhatian adalah rencana dari Cardano untuk meluncurkan smart contract di Agustus 2021.

    Yang menarik dari smart contract ini adalah penerapannya yang dikabarkan akan mengubah operasional dunia bisnis dan mendorong Sektor Decentralized Finance (DeFi).

    Dari sisi teknikal, saat ini ADA terlihat akan memulai apresiasi kembali, membentuk pola bullish rectangle untuk mengangkat harganya naik.

    prediksi ada
    Grafik Harian ADAUSD

    Apresiasi ini terjadi setelah keluar dari zona konsolidasi dengan batas atas pada $1,265 sehingga terdapat potensi retest atau pengujian kembal ke harga tersebut.

    Setelah itu, kemungkinan besar akan terjadi apresiasi menuju $1,345 yang jika ditembus dapat menuju ke $1,5.

    Batas pengaman apresiasi terlihat berada pada $1,158 yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi dalam jangka pendek.

    Tujuan berikutnya dalam jangka panjang kemungkinan berada pada $2,5 yang berdekatan dengan daerah 161,8% Fibonacci Extension.

    5. Elrond Gold (EGLD)

    EGLD menjadi satu crypto yang nampaknya akan terdorong fenomena influencer crypto internasional seperti dari Coin Bureau.

    Umumnya, saat satu crypto dibahas oleh mayoritas influencer harganya akan naik cukup signifikan, dan saat ini, nampaknya EGLD akan merasakan dorongan tersebut.

    Namun, dari sisi internal fundamentalnya, EGLD saat ini juga mendapatkan dorongan positif akibat resmi digunakan sebagai alat tukar.

    EGLD resmi digunakan sebagai alat tukar dalam beberapa platform perdagangan daring besar di dunia seperti Amazon, Ebay, dan platform ritel seperti Wallmart.

    Akibat kabar ini, kemungkinan besar harga EGLD dapat mengalami apresiasi yang cukup tinggi, akibat juga adanya insentif berupa diskon.

    Dari sisi teknikal, saat ini EGLD masih terlihat bergerak turun akibat sudah mengalami apresiasi yang cukup signifikan.

    prediksi egold
    Grafik Harian EGLDUSD

    Namun, koreksi tersebut nampaknya hanya retest atau uji coba kembali batas atas sebelumnya sehingga kemungkinan koreksi akan menuju $225 hingga $218 sebelum naik.

    Setelah itu kemungkinan apresiasi akan berlanjut yang dapat membawanya ke $238 hingga $250 pada pekan ini.

    Batas pengaman apresiasi terlihat berada di $208 yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi dalam jangka pendek.

    Target jangka panjang untuk EGLD berada di sekitar $404,5 yang berada di daerah 161,8% Fibonacci Extension.

    Perlu diingat kembali bahwa analisis hanya pandangan penulis pribadi dan bukan saran resmi untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung pribadi masing-masing.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Diyakini akan Meningkat, Para Miners Pilih Timbun Bitcoin

    Disclaimer

    Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 8 Proyek Crypto yang Menarik untuk Diamati di Tahun 2022

    Tahun 2021 akan segera berakhir dalam beberapa hari, menunggu waktu untuk menyambut tahun 2022 yang dipenuhi berbagai proyek crypto potensial untuk berkembang berdasarkan apa yang mereka sajikan untuk industri.

    Tentu saja, prospek harganya pun terlihat kian menarik karena proyek-proyek ini masih menjadi salah satu yang terbaik di bidangnya, sehingga investor wajib mengamatinya dengan seksama.

    1.Polygon (MATIC)

    Menjadi blockchain skalabilitas layer-2 untuk Ethereum, Polygon menghadirkan biaya yang lebih rendah dan kegunaan yang lebih luas. Tentu saja, MATIC memiliki masa depan cerah mengingat Ethereum masih memiliki biaya yang cukup mencekik leher, terutama untuk transaksi bernilai kecil.

    Baca jugaSenator Lummis akan Memperkenalkan RUU Kripto Baru Tahun Depan

    2.Solana (SOL)

    Menjadi pesaing kuat Ethereum dan Cardano sebagai blockchain, Solana memiliki kuantitas dan kecepatan transaksi per detik yang mengagumkan. Dengan dukungan konsensus Proof-of-Stake (PoS) dan Proof-of-History (PoH), Solana telah jauh lebih maju untuk memproses dApps, DeFi dan bahkan NFT.

    3.Chainlink (LINK)

    Menghubungkan data dunia nyata dan blockchain (kontrak pintar) adalah kelebihan yang ditawarkan Chainlink.

    Ini memungkinkan penggunaan di sisi bisnis yang akan menjadi terobosan dan sekaligus inovasi di berbagai bidang. Chainlink memegang masa depan cerah dari sini karena blockchain kian populer.

    4.Vechain (VET)

    Memberikan identitas digital pada semua barang di rantai pasokan pada proyek blockchain membuat nama Vechain sangat dekat dengan adopsi kuat di sistem-sistem bisnis besar dan ritel.

    Ini akan memberikan penggunaan nyata yang signifikan seiring peningkatan kesadaran akan teknologi blockchain.

    5.Polkadot (DOT)

    Membentuk multichain yang saling terhubung menjadikan Polkadot salah satu pemain yang sangat diperhitungan di tahun 2022. Pembaruan demi pembaruan telah hadir dari Polkadot yang siap memecahkan berbagai masalah umum pada blockchain tunggal, salah satunya seperti Ethereum.

    Baca jugaNike Masuki Metaverse, Luncurkan Sepatu Kets Virtual

    6.Theta Network (THETA)

    Era desentralisasi membawa Theta Network untuk mencoba bersaing dengan Youtube untuk urusan live streaming dan berbagi video.

    Mengingat semakin ramainya sosial media berbasis video (pendek dan panjang), Theta digadang akan mampu merebut porsi pasar yang cukup besar karena ini lebih terdesentralisasi.

    7.Stellar (XLM)

    Memungkinkan peredaran uang secara bebas dengan integrasi sistem keuangan , Stellar akan memberikan banyak sekali manfaat bagi jutaan orang untuk mendapatkan akses layanan keuangan berbiaya rendah. Ini adalah proyek jangka panjang yang sangat potensial.

    8.Cardano (ADA)

    Menjadi pesaing kuat Ethereum, Cardano hadir dengan kemampuan skalabilitas yang apik dan telah berjalan di konsensus yang lebih ramah lingkungan, Proof-of-Stake (PoS), dibandingkan Ethereum (setidaknya saat ini) dan Bitcoin di konsensus Proof-of-Work (PoW) yang masih dilanda masalah emisi karbon.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • World Economic Forum Sebut Beberapa Crypto Ini Bagus untuk Jangka Panjang

    Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF)  baru saja mempublikasi artikel riset mengenai crypto.

    Artikel tersebut bersifat lebih seperti jurnal, dan memiliki informasi lengkap untuk memulai pemahaman tentang crypto, blockchain, dan hal lain untuk memahami crypto.

    WEF juga membahas beberapa crypto yang dianggap sangat bagus untuk kegunaan dan nilainya dalam jangka panjang.

    Banyak pihak yang menganggap bahwa artikel yang dipublikasi ini adalah sentimen positif akibat dianggap sebagai persetujuan WEF terhadap proyek tersebut.

    World Economic Forum Dukung Crypto

    Kabar dukungan WEF terhadap crypto nampaknya membawa kejutan untuk mayoritas pelaku pasar crypto.

    Hal ini disebabkan sebelumnya mayoritas pihak pemerintah dan otoriter dunia terlihat memiliki pandangan negatif yang bercampuran terhadap crypto.

    Salah satu contohnya adalah Kepala Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, yang pada awal tahun ini menyatakan bahwa Bitcoin adalah sebuah hal yang mengkhawatirkan.

    Kekhawatiran tersebut muncul akibat menurutnya Bitcoin dapat digunakan untuk pencucian uang dan kegiatan kriminalitas lainnya.

    Pernyataan ini juga didukung oleh Menteri Keuangan Amerika, Janet Yellen yang menyatakan bahwa Bitcoin dapat digunakan untuk kegiatan yang melanggar hukum.

    Pernyataan-pernyataan tersebut nampaknya juga mendapatkan banyak kritik dari publik akibat sebenarnya uang fiat juga telah digunakan untuk hal yang sama.

    Namun tidak semua pihak pemerintah terlihat menolak crypto akibat Swiss yang menjadi salah satu pendukung.

    Pihak dari Swiss tersebut nampaknya adalah organisasi internasional, pelaku sektor swasta, dan bahkan akademisi yang terlihat mendukung crypto.

    Baca Juga: Forum Ekonomi Dunia Rilis Laporan Terkait Keamanan Cyber Blockchain

    Saat ini dukungan tersebut juga bertambah akibat WEF yang sebenarnya memiliki peran besar, terutama terhadap perkembangan dunia.

    Dengan dukungan dari WEF sebagai salah satu organisasi dunia yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan dunia, dukungan terhadap crypto ini menjadi hal yang besar.

    Dalam artikel jurnal yang dipublikasi oleh WEF, terdapat pernyataan dukungan terhadap Bitcoin dan Ethereum, dengan menggarisbawahkan teknologi menyangkut Ethereum.

    Selain itu, WEF juga membahas bahwa terdapat beberapa proyek crypto yang memiliki teknologi sangat baik dan signifikan untuk masa depan keuangan.

    Proyek-proyek tersebut adalah Algorand (ALGO), Cardano (ADA), Celo (CELO), Ripple (XRP), Solana (SOL), dan Stellar Lumen (XLM).

    Keterbukaan Terhadap Perubahan Masa Depan Keuangan

    Dalam masa pandemi Covid-19 WEF telah menarik perhatian banyak pihak akibat semakin besar perannya untuk memulihkan perekonomian dunia.

    Banyak pihak yang juga menyatakan kritiknya terhadap WEF yang dirasa akan membawa perekonomian dunia untuk lebih tersentralisasi.

    Asumsi ini telah membuat banyak pihak berpikir bahwa masa depan akan lebih terpusat dan lebih dikendalikan oleh satu pihak dan rentan terhadap manipulasi.

    Kritik dan Asumsi ini muncul setelah WEF mempublikasi proyeksi masa depan hingga 2030 dalam rangka memulihkan perekonomian.

    Hal ini disebabkan judul targetnya yang bertuliskan “own nothing and be happy” yang berarti tidak memiliki apa pun dan menjadi senang.

    Banyak pihak yang berasumsi bahwa nantinya akibat pernyataan tersebut, masyarakat akan kehilangan kendali terhadap perihal pribadi karena akan diatur pemerintah.

    Namun, Reuters telah memberikan komentarnya terhadap banyaknya asumsi yang beredar dan menyatakan bahwa semua asumsi tersebut adalah hal yang tidak benar.

    “Salah, World Economic Forum tidak memiliki tujuan untuk menghilangkan kendali dari perihal pribadi oleh masyarakat. Namun agenda 2030 tersebut bertujuan untuk hal yang sebaliknya dimana WEF akan mendorong kendali terhadap perihal pribadinya.”

    Oleh karena itu nampaknya dukungan terhadap crypto dan blockchain terlihat didasari oleh pernyataan tersebut.

    Hal tersebut disebabkan dengan adanya blockchain dan crypto semua jadi lebih transparan, jelas, efektif, dan terdesentralisasi.

    Transparansi dan kejelasan menjadi dua hal utama, terutama jika membicarakan masalah kepemilikan.

    Hal ini juga menjadi penyebab banyak pihak mulai mempelajari blockchain dan crypto.

    Baca Juga: Bukan Karena Elon, Harga Bitcoin Berpotensi Menjadi US$85 Ribu

    Di luar permasalahan tersebut, nampaknya dengan publikasi ini, WEF resmi mendukung pertumbuhan crypto dan juga blockchain.

    Akibatnya, saat ini pernyataan dukungan WEF terhadap ALGO, ADA, CELO, XRP, SOL, dan XLM dianggap sebagai sentimen positif untuk jangka panjang.

    Namun perlu diingat bahwa semua pernyataan yang beredar masih sebuah asumsi.

    Sebab, hingga saat ini belum ada adopsi resmi oleh WEF terhadap seluruh crypto tersebut.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Crypto Potensial dari Sisi Fundamental untuk Diperhatikan Pekan Ini

    Pekan ini nampaknya angin badai mulai mereda di pasar crypto dengan awal pekan yang terlihat positif bersama apresiasi dari Bitcoin.

    Walaupun begitu apresiasi ini masih belum menandakan berakhirnya konsolidasi dari pergerakan mayoritas crypto.

    5 Crypto Potensial Pekan Ini

    Namun pada pekan ini terdapat beberapa kabar yang berpotensi mendorong beberapa crypto untuk bergerak naik.

    Dalam artikel ini akan diberikan pandangan mengenai lima crypto potensial yang memiliki kemungkinan untuk bergerak naik pada pekan ini.

    1. Ethereum (ETH)

    Pertama adalah Ethereum yang diprediksi dapat mengalami apresiasi dari sentimen positif sisi fundamental teknologinya.

    Dikabarkan bahwa pekan ini, tepatnya pada 16 Juni 2021, Ethereum akan menjalankan uji coba pembaruan jaringannya yang membawanya semakin dekat ke Ethereum 2.0.

    Uji coba ini akan dilakukan pada Testnet Goerli yang akan berlanjut pada Testnet Rinkeby di 23 Juni 2021, dan berujung pada London Hardfork di Juli 2021.

    Selain itu, saat ini berkat Polygon (MATIC) yang memberikan solusi lapisan kedua untuk Ethereum, biaya transaksi sedang mengalami penurunan.

    Biaya transaksi pada Blockchain Ethereum baru saja turun ke sekitar $4 per transaksi dari sebelumnya di Bulan Mei naik ke sekitar $70 per transaksi.

    Semua ini terjadi berkat bantuan dari Polygon yang memberikan solusi untuk masalah efisiensi transaksi pada Blockchain Ethereum.

    Lapisan kedua oleh Polygon ini telah mencapai lebih dari 7 Juta transaksi dari Blockchain Ethereum, yang mencerminkan signifikansi bantuan Polygon untuk Ethereum.

    Oleh karena itu, saat ini nampaknya Ethereum mulai dapat bergerak normal jika kondisi ini bertahan, bersama dengan ketertarikan dari institusi yang meningkat terhadapnya.

    Dari sisi teknikal, Ethereum nampaknya sedang berusaha untuk mencoba bergerak naik kembali setelah melewati bear trap beberapa hari yang lalu

    grafik eth
    Grafik Harian ETHUSD

    Kemungkinan besar saat ini ETH akan berusaha untuk menembus batas atas pada $2.606 atau sekitar Rp37,07 Juta.

    Batas pengaman apresiasi yang harus dijaga terlihat berada pada $2.397 atau Rp34,09 Juta yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi pekan ini.

    Jika terus naik, kemungkinan besar target pada pekan ini dapat mencapai $2.878 atau Rp40,93 Juta namun harus melewati batas atas yang ada saat ini.

    2. Kusama (KSM)

    Crypto kedua yang terlihat memiliki potensi untuk naik pekan ini adalah Kusama, akibat adanya lelang tempat atau slot untuk parachain Polkadot (DOT).

    Hubungan Kusama dan Polkadot adalah, Kusama sendiri berperan sebagai jaringan awal sebelum proyek masuk ke Parachain Polkadot.

    Namun mereka memiliki teknologi yang saling melengkapi dimana Kusama melengkapi teknologi Polkadot untuk bergerak stabil.

    Dikabarkan akan ada lelang untuk tempat di parachain Polkadot melalui Kusama yang akan terjadi pada 15 Juni 2021.

    Kabar ini berpotensi mengangkat harga Kusama akibat lelang ini menjadi sentimen positif bahwa adopsinya terus berlanjut.

    Melihat lelang ini akan membuat proyek-proyek berebutan untuk berada di jaringan Polkadot, kemungkinan besar berita tersebut akan berdampak besar.

    Sehingga melihat kabar ini juga menjadi kabar terbaru untuk memastikan “kehidupan” Polkadot dan Kusama terus berjalan, kemungkinan besar akan ada sentimen positif.

    Namun, saat ini dari sisi teknikal nampaknya Kusama terlihat lebih positif dari Polkadot yang masih berusaha juga untuk naik.

    grafik ksm
    Grafik Harian KSMUSD

    Dapat dilihat bahwa sejak beberapa hari terakhir, menuju lelang ini, Kusama terlihat masih dalam pergerakan apresiasi, dan kemungkinan akan terus berlanjut.

    Saat ini batas atas yang harus dilewati terlihat berada pada $436,6 atau Rp6,21 Juta sebelum dapat naik hingga $525,1 atau Rp7,46 Juta pada pekan ini.

    Tapi apresiasi ini harus menjaga batas pengaman pada $395 atau Rp5,61 Jutayang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi pekan ini.

    3. Theta Fuel (TFUEL)

    Berikutnya adalah Theta Fuel, crypto yang digunakan sebagai biaya transaksi dan imbalan dalam penggunaan jaringan Blockchain Theta Network (THETA).

    TFUEL akhir-akhir ini sedang mendapatkan ketertarikan yang cukup tinggi akibat 30 Juni 2021.

    Dikabarkan bahwa pada 30 Juni 2021 Theta Network akan meluncurkan blockchain versi 3.0-nya, yang mendorong pembelian TFUEL.

    Dorongan beli terlihat terus kuat kepada TFUEL terlihat terjadi akibat penggunaan Blockchain Theta Network untuk Staking.

    Tujuannya adalah agar dapat menjadi validator utama, terutama dengan perpindahan jaringan versi-versi kecil yang sedang terjadi saat ini.

    Pada Jumat pekan lalu, THETA baru saja resmi meluncurkan jaringan versi pembaruan untuk pada node atau validator utama penggerak jaringannya.

    Dengan peluncuran pada Jumat lalu, para node dan validator juga resmi mendapatkan imbalannya dari Bulan Mei lalu.

    Sehingga kabar tersebut memperjelas imbalan yang dapat dihasilkan sebagai validator dan staking di Theta Network.

    Sentimen positif juga terlihat masih terfokus pada 30 Juni 2021, dimana peluncuran Theta Network 3.0 akan resmi terjadi.

    Baca Juga: THETA Masih Terlihat Kuat Akibat 30 Juni 2021, Ini Analisis Harganya

    Dari sisi teknikal, saat ini TFUEL sedang mengalami pergerakan yang lebih kuat dibandingkan THETA akibat kegunaannya yang lebih besar sebagai biaya transaksi dan imbalan.

    grafik tfuel
    Grafik Harian TFUELUSD

    TFUEL saat ini terlihat masih bergerak dalam zona apresiasi dan kemungkinan besar dapat terus naik dengan banyaknya sentimen positif di sekitarnya.

    Untuk saat ini kemungkinan besar koreksi akan terjadi untuk menormalisasi apresiasi dalam jangka pendek, kemungkinan besar menuju ke $0,52 atau Rp7.396.

    Setelah itu, jika dorongan beli terjadi lagi, kemungkinan besar apresiasi dapat terus belanjut menuju $0,66 atau Rp9.388 jika berhasil menembus batas atas pada $0,57 atau Rp8.108.

    Batas pengaman apresiasi terlihat berada pada $0,48 atau Rp6.827 yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi pekan ini.

    4. Algorand (ALGO)

    Algorand juga menjadi salah satu crypto yang memiliki potensi untuk naik sebab dukungan positif yang berada di sekitarnya.

    Saat ini Algorand baru saja mendapatkan dana investasi untuk memperluas ekosistemnya dari Arrington Capital.

    Dikabarkan bahwa perusahaan investasi tersebut baru saja memberikan dana senilai $100 Juta atau Rp1,42 Triliun untuk membantu pertumbuhan ekosistem ALGO.

    Kabar ini menjadi salah satu sentimen positif yang dapat meningkatkan kepercayaan terhadap Blockchain Algorand, yang memiliki teknologi cukup kuat.

    Selain itu, saat ini Blockchain Algorand juga baru saja mendapatkan kerja sama yang cukup signifikan dengan perusahaan pembayaran di bidang kesehatan bernama MA Pay.

    Dikabarkan bahwa MA Pay akan menggunakan Blockchain Algorand untuk memperluas sistem pembayaran bidang kesehatan lebih luas di daerah Bermuda.

    Nantinya jika berhasil, Blockchain Algorand akan memproses dana lebih dari $800 Juta atau Rp11,37 Triliun.

    Oleh karena banyaknya sentimen positif ini, kemungkinan besar ALGO memiliki potensi yang cukup signifikan untuk naik pekan ini.

    Dari sisi teknikal saat ini ALGO juga sedang berusaha bergerak naik walau belum terlihat signifikan pada pembukaan perdagangan hari ini.

    grafik algo
    Grafik Harian ALGOUSD

    Saat ini jika ingin naik lebih tinggi, kemungkinan besar ALGO harus melewati batas atas pada $1,03$ atau Rp14.651 sebelum dapat naik hingga $1,24 atau Rp17.638pada pekan ini.

    Batas pengaman apresiasi yang harus dijaga terlihat berada pada $0,97 atau Rp13.798 yang jika ditembus dapat mengurangi potensi apresiasi pekan ini.

    5. Stellar Lumen (XLM)

    Terakhir adalah Stellar Lumen yang dikabarkan akan segera melantai atau listing  di Bursa Zipmex secara global.

    Dengan kabar ini, kemungkinan besar akan ada dorongan beli akibat kemudahan untuk investor membeli melalui bursa tersebut.

    Selain itu, nampaknya XLM juga sedang bersiap untuk  membangun kerja sama dan adopsi baru dengan menyediakan USD Coin (USDC) pada platformnya.

    Namun untuk saat ini, XLM masih terlihat lemah akibat korelasinya dengan Ripple (XRP) yang masih terikat kasus dengan pemerintah Amerika.

    Tapi dari sisi teknikal, saat ini XLM sedang berusaha untuk mulai bergerak naik terutama setelah bergerak turun beberapa hari terakhir.

    Grafik Harian XLMUSD

    Jika ingin naik lebih tinggi, kemungkinan besar XLM harus melewati batas atas yang berada pada $0,36 atau Rp5.190 sebelum dapat naik hingga menuju $0,42 atau Rp5.974.

    Namun saat ini volume beli masih terlihat kecil, yang membuat harganya sedang menguji batas bawah pada $0,33 atau Rp4.692.

    Jika terus bergerak turun dan melewati $0,31 atau Rp4.409 kemungkinan besar potensi apresiasi akan hilang pada pekan ini.

    Untuk saat ini terdapat beberapa crypto lain yang juga bersifat potensial, namun dari sisi fundamental berita lima crypto ini nampak memiliki kabar terbaik, di luar Bitcoin.

    Baca Juga: Analisis Pasar Bitcoin, Apakah Sudah Saatnya Trader Masuk Lagi?

    *Disclaimer

    Perlu diingat bahwa artikel ini bersifat analisis pribadi dan bukan saran atau ajak untuk investasi atau trading.

    Selalu gunakan manajemen keuangan dan manajemen risiko yang baik serta analisis pribadi sebelum membeli atau menjual crypto. Risiko ditanggung masing-masing.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Crypto Potensial Saat Pasar Turun

    Beberapa hari terakhir, pasar crypto sedang menghadapi pergerakan koreksi yang cukup signifikan bersama jatuhnya Bitcoin.

    Namun, pekan ini, Bitcoin terlihat kembali pulih walau relatif masih bergerak turun.

    Tapi, di luar Bitcoin, terdapat lima crypto yang kemungkinan bergerak naik pekan ini bahkan melebihi Bitcoin.

    1. Cardano (ADA)

    ADA nampak menjadi satu crypto yang menjaga mayoritas portfolio investor crypto pada pekan lalu akibat apresiasinya yang signifikan.

    Saat ini ADA terlihat mulai melemah akibat tingginya apresiasi pekan lalu.

    Namun, ADA masih memiliki potensi mengingat adanya pembaharuan sistem hari ini, 1 Maret, 2021.

    Hari ini, Cardano akan secara resmi mengimplementasikan pembaharuan Mary pada mainnetnya.

    Baca juga: Kalahkan Litecoin di Pasar Futures, Harga Spot Cardano Ikut Naik

    Sehingga, diprediksi bahwa kedepannya, kinerjanya dapat menandingi Ethereum dan Binance Smart Chain.

    Dengan pembaharuan ini, Cardano menjadi terbuka terhadap poryek-proyek baru yang akan dibentuk pada blockchain barunya ini.

    Sehingga, kemungkinan besar likuiditas dan volume ADA juga akan semakin meningkat akibat sentimen positif dari kabar ini.

    Namun, sisi teknikal terlihat masih mengalami jeda untuk mendukung akibat tekanan jual dari pengambilan keuntungan yang masih terlihat saat ini.

    prediksi cardano
    Grafik 4 Jam ADAUSD

    Tapi, kemungkinan jika kabar implementasi sudah disebarkan dan batas bawah masih terjaga di $1,24 ADA masih dapat naik kembali.

    Jika naik, target selanjutnya berada di sekitar $1,5 hingga $1,6. Target jangka panjang berada di $2 hingga $2,4 yang berada di titik 161,8% Fibonacci.

    Kemungkinan, jika naik, apresiasi akan kuat akibat naik dari daerah sekitar 78,6% dan 61,8% Fibonacci yang merupakan rasio emas.

    2. Polkadot (DOT)

    DOT juga nampaknya telah menjadi penjaga portfolio investor pada pekan lalu akibat pergerakannya yang tidak turun namun relatif stabil stagnan.

    Pekan ini, kemungkinan DOT akan naik dengan banyaknya pembelian dari investor institusional melalui beberapa produk derivatifnya.

    Baca juga: 21Shares Tambahkan ETP Polkadot Pertama di Dunia!

    Grayscale juga menjadi salah satu perusahaan besar yang mulai mendalami DOT.

    Hal ini disebabkan rencananya untuk menambah investasinya dan menciptakan beberapa produk investasi baru dengan aset DOT.

    Selain itu, sentimen positif datang dari meningkatnya ketertarikan DOT di investor ritel akibat stabilitas harganya sebagai pengaman portfolio.

    Sisi teknikal belum memperlihatkan pergerakan signifikan akibat masih awal pekan, namun ada potensi apresiasi untuk membentuk pola bullish pennant.

    prediksi dot
    Grafik 4 Jam DOTUSD

    Selain itu, saat ini harga berusaha menembus batas atas bersama pola triple bottom pada grafik 4 Jam bersama MA Cross yang berada di bawah harga.

    Sehingga, pekan ini DOT dapat mencapai $34,6 hingga $36 jika batas atas pada $33,9berhasil dilewati dan keluar dari pola symmetric triangle.

    Saat ini batas pengaman DOT berada di $32,6 hingga $29,1 yang jika ditembus nampaknya dapat membuat DOT bergerak turun.

    Target jangka panjang DOT kemungkinan besar berada di sekitar $67 yang berada di daearh 161,8% Fibonacci.

    3. Binance Coin (BNB)

    BNB menjadi salah satu crypto yang terlihat meredup pada pekan lalu setelah menjadi pusat perhatian beberapa pekan terakhir.

    Namun, kemungkinan pekan ini BNB akan naik lebih tinggi karena dorongan sentimen positif di sekitar Binance Smart Chain.

    Hingga saat ini Changpeng Zhao juga masih terus mendorong BNB dengan pernyataan positif terutama dengan adanya potensi adopsi NFT.

    Sisi teknikal juga terlihat mendukung apresiasi kembali akibat pergerakannya yang mulai keluar dari zona depresiasi.

    prediksi bnb
    Grafik 4 Jam BNBUSD

    Kemungkinan besar saat ini akan terjadi retest sebelum harga naik kembali dan kemudian menyentuh sekitar $247 hingga $250 pada pekan ini.

    Saat ini batas pengaman berada pada $213 dan $197 yang jika ditembus kemungkinan akan melanjutkan depresiasi.

    Target jangka panjang untuk BNB masih positif berada di $500 yang berada di dekat daerah 161,8% Fibonacci.

    4. Stellar Lummen (XLM)

    XLM menjadi salah satu koin yang layak dilirik pekan ini akibat semakin meningkatnya adopsi XLM terhadap beberapa platform smart contract.

    Beberapa yang telah mengadopsi adalah Ripple dan juga Litecoin bersama Flame Network yang berencana mengadopsinya pada pekan ini.

    Sentimen positif juga datang dengan meningkatnya juga ketertarikan terhadap mata uang crypto kapitalisasi kecil saat crypto kapitalisasi besar relatif jatuh.

    Sehingga, XLM mendapatkan sentimen positif mengingat kapitalisasinya yang relatif kecil.

    prediksi xlm
    Grafik 4 Jam XLMUSD

    Sisi teknikal juga terlihat mendukung dengan terbentuknya pola ascending triangleyang dibentuk dengan inverted head and shoulders.

    Jia harga berhasil melewati $0,42 kemungkinan besar, pekan ini XLM dapat menuju ke sekitar $0,45. Batas pengaman saat ini berada di $0,40 dan $0,37.

    Target jangka panjang XLM kemungkinan besar berada di $0,6 hingga $1 yang berdekatan dengan daerah 100% dan 161,8% Fibonacci.

    5. Litentry (LIT)

    Mata uang crypto kapitalisasi kecil lainnya yang dapat dilirik adalah LIT yang mulai mendapatkan ketertarikan baru dari investor dan trader.

    LIT berpotensi naik akibat adanya dorongan dari beberapa influencer yang mendorong harganya seperti analis crypto, Coin Berau.

    LIT juga memiliki fundamental yang baik akibat berdirinya di jaringan Polkadot.

    Selain itu, LIT juga memiliki sistem yang dapat melakukan decentralized identifier (DID), verifikasi, dan perhitungan kredit.

    Oleh karena itu LIT menjadi salah satu crypto yang layak dilirik saat mata uang crypto besar sedang mengalami penurunan.

    Sisi teknikal juga mendukung dengan harganya yang mulai berusaha keluar dari zona depresiasi pekan lalu.

    prediksi litentry
    Grafik 4 Jam LITUSD

    Kemungkinan besar apresiasi pekan ini akan terjadi akibat dorongan dari beberapa influencer bersama dengan semakin dikenalnya fundamental LIT yang baik.

    Batas atas yang harus dilalui berada di $7,12. Jika berhasil ditembus LIT dapat menuju ke $7,62 hingga $9. Target jangka panjang berada di sekitar $23.

    Batas pengaman saat ini berada di $6,32 yang jika ditembus dapat membawa LIT untuk kembali ke pergerakan depresiasinya.

    Baca Juga: JPMorgan: Beli Bitcoin Guna Imbangi Nilai Aset Lain

    *Disclaimer

    Seluruh pernyataan dalam artikel ini adalah pandangan dan analisis penulis pribadi dan bukan saran resmi untuk investasi atau trading. Kerugian dan keuntungan yang didapat dari analisis ini bukan tanggung jawab Coinvestasi dan merupakan tanggung jawab investor atau trader masing-masing.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stellar Lumens (XLM) Lompat 32%, Akhiri Tren Turun: Sinyal Bullish Baru?

    Stellar Lumens (XLM) mencatat lonjakan signifikan hingga 32%, mematahkan tren bearish yang telah membelenggu pergerakannya selama beberapa minggu terakhir.

    Pergerakan ini memicu optimisme di kalangan trader dan analis teknikal, setelah XLM sukses menembus level resistance utama di $0,32—disertai formasi bullish engulfing candle yang menandakan pembalikan tren yang kuat.

    Dengan penembusan ini, pola lower high dan lower low yang mencirikan tren bearish jangka menengah secara resmi dinyatakan berakhir. Sebagai gantinya, XLM kini membentuk struktur higher high, mengindikasikan bahwa kekuatan pembeli atau bulls mulai mendominasi pasar dalam jangka pendek hingga menengah.

    Zona Resistance XLM

    Pergerakan harga Stellar Lumens (XLM/USDT) pada Sabtu, 12 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Stellar Lumens (XLM/USDT) pada Sabtu, 12 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: PEPE Meroket 14%, Gelombang Bullish Siap Lepas Landas!

    Namun, perjalanan belum sepenuhnya mulus. Saat ini, XLM menghadapi zona resistance kritis di sekitar $0,42. Level ini dianggap penting karena bertepatan dengan area resistance pada kerangka waktu yang lebih tinggi dan posisi volume-weighted average price (VWAP), yang kerap menjadi titik uji penting bagi kelanjutan tren.

    Dilaporkan Ainvest, kemungkinan pullback dari resistance $0,42 bukanlah sinyal negatif. Sebaliknya, jika terjadi, hal ini bisa menjadi momen sehat secara teknikal untuk membentuk higher low yang justru mengonfirmasi kekuatan tren naik yang baru terbentuk. Sepanjang harga tetap bertahan di atas $0,32, struktur bullish diperkirakan masih akan terjaga.

    Apa Kata Trader?

    Banyak trader akan memantau dengan cermat respons pasar terhadap level $0,42. Apakah volume akan tetap mendukung reli? Apakah ada tekanan jual yang signifikan? Semua pertanyaan ini menjadi kunci bagi prediksi arah selanjutnya.

    Apakah kenaikan Stellar Lumens (XLM) akan bertahan? Jawabannya bergantung pada kekuatan volume dan reaksi harga di zona resistance. Jika XLM mampu bertahan di atas $0,32 dan menembus $0,42 dengan dukungan volume tinggi, maka reli berpotensi berlanjut. Namun, konsolidasi sehat juga bukan sinyal bearish—melainkan bagian dari perjalanan bullish yang lebih terstruktur.

    Baca juga: Token Portal (PORTAL) Melonjak 23%, Siap Lanjutkan Reli?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XLM Jebol US$0,20! Tapi Data On-Chain Stellar Justru Melonjak

    Harga Stellar (XLM) kembali melemah dan tercatat turun di bawah level US$0,20, menghapus seluruh pemulihan harga yang sempat terjadi sepanjang tahun lalu. Meski demikian, sejumlah indikator on-chain menunjukkan aktivitas ekosistem Stellar justru mengalami peningkatan signifikan.

    Data terbaru mengindikasikan bahwa meskipun tekanan jual masih kuat, investor tampaknya belum sepenuhnya meninggalkan jaringan Stellar.

    XLM Terkunci di DeFi Stellar Tembus Rekor Baru

    Berdasarkan data dari DefiLlama, jumlah XLM yang terkunci dalam protokol DeFi di jaringan Stellar mencapai rekor tertinggi baru pada awal Februari 2026, dengan angka melampaui 900 juta XLM.

    Kenaikan ini terjadi di tengah penurunan harga XLM yang terus bertahan di bawah level support utama tahunan US$0,20.

    Meski total value locked (TVL) Stellar dalam denominasi dolar AS saat ini berada di kisaran US$163 juta, lonjakan jumlah XLM yang terkunci dianggap mencerminkan tingginya kepercayaan komunitas serta investor jangka panjang terhadap potensi adopsi Stellar.

    Adapun protokol yang menjadi pendorong utama arus modal tersebut adalah Blend, protokol likuiditas yang memungkinkan pengguna menciptakan pasar pinjaman fleksibel, serta Aquarius Stellar, protokol AMM dan lapisan manajemen likuiditas di jaringan Stellar. Kedua protokol ini disebut menyumbang hampir 70% dari total TVL.

    Pengguna Aktif Stabil di 60 Ribu Meski Harga Anjlok

    Selain itu, data dari Artemis menunjukkan jumlah pengguna aktif mingguan dalam ekosistem Stellar tetap stabil di sekitar 60.000 pengguna dalam beberapa pekan terakhir.

    Stabilnya aktivitas pengguna ini terjadi meski harga XLM mengalami penurunan tajam. Tidak terlihat adanya penurunan signifikan pada tingkat partisipasi pengguna.

    Dalam catatan historis, kondisi serupa juga sempat terjadi pada akhir 2024 saat XLM jatuh di bawah US$0,10 sebelum kemudian naik hingga US$0,60. Pada periode tersebut, aktivitas pengguna tetap stabil bahkan menunjukkan tren peningkatan.

    Namun, rendahnya pertumbuhan pengguna baru saat ini dinilai menjadi salah satu faktor mengapa harga XLM belum mampu pulih.

    Baca juga: Stellar Lumens (XLM) Lompat 32%, Akhiri Tren Turun: Sinyal Bullish Baru?

    Open Interest Turun, Volatilitas Berpotensi Mereda

    Dari sisi pasar derivatif, data Coinglass menunjukkan open interest Stellar turun ke level terendah sejak November 2024. Penurunan tersebut mencerminkan berkurangnya eksposur leverage di kalangan trader.

    Kondisi ini mengindikasikan volatilitas tinggi mulai mereda dan XLM berpotensi memasuki fase pergerakan sideways atau konsolidasi. Dalam banyak kasus, situasi tersebut dapat membuka peluang terbentuknya zona akumulasi baru.

    Meski demikian, analis menilai penentuan titik dasar harga dan waktu pemulihan masih sulit diprediksi di tengah tekanan pasar yang berlangsung.

    RWA dan Stablecoin Diprediksi Jadi Katalis Utama XLM pada 2026

    Sementara itu, potensi pertumbuhan Stellar pada 2026 disebut bisa didorong oleh tren real-world assets (RWA) dan adopsi stablecoin.

    Sebuah laporan bulan lalu menyebut nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringan Stellar, tidak termasuk stablecoin, telah mencapai US$1 miliar pada awal tahun ini.

    Platform analitik kripto Santiment juga melaporkan Stellar masuk dalam empat besar proyek RWA berdasarkan aktivitas pengembangan GitHub sejak awal tahun.

    Pergerakan harga Stellar Lumens (XLM/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Stellar Lumens (XLM/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Penyedia dompet Stellar, Scopuly, menilai XLM bukan sekadar aset spekulatif karena memiliki fungsi fundamental dalam jaringan.

    “XLM diperlukan untuk transaksi, operasi akun, dan aktivitas jaringan. Seiring volume RWA meningkat, penggunaan XLM ikut bertumbuh secara fundamental,” ujar Scopuly.

    Di sisi lain, kapitalisasi pasar stablecoin di Stellar masih tergolong kecil, yakni sekitar USDivergensi bullish antara harga yang turun dan fundamental on-chain (TVL) yang naik tajam adalah sinyal akumulasi klasik. Ini menunjukkan investor jangka panjang tetap beraktivitas di ekosistem, mengabaikan volatilitas harga jangka pendek.$200 juta. Namun, MoneyGram, perusahaan global layanan remitansi internasional, baru-baru ini menegaskan stabilitas instrumen stablecoin berbasis dolar AS miliknya dan masih melanjutkan uji coba di jaringan Stellar.

    Dengan perkembangan tersebut, permintaan terhadap tokenisasi RWA dan stablecoin diperkirakan dapat menjadi pendorong utama akumulasi XLM ke depan, terutama ketika harga sedang tertekan di area rendah saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi bullish antara harga yang turun dan fundamental on-chain (TVL) yang naik tajam adalah sinyal akumulasi klasik.

    “Ini menunjukkan investor jangka panjang tetap beraktivitas di ekosistem, mengabaikan volatilitas harga jangka pendek,” jelasnya.

    Baca juga: Token Portal (PORTAL) Melonjak 23%, Siap Lanjutkan Reli?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Digoyang Data Ini, Nilai Bitcoin Kini Tembus Lebih dari Rp 1,6 M


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) melonjak signifikan setelah rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat untuk Desember 2024. Inflasi tahunan tercatat di angka 2,9%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Seiring dengan hal itu, nilai Bitcoin terdongkrak hingga melampaui US$ 102.000 atau setara dengan Rp 1,6 miliar lebih.

    Kenaikan ini juga diikuti oleh aset kripto lainnya saat pengumuman CPI, seperti Ethereum (ETH) yang mencapai Rp 54 juta, XRP di Rp 50.000, SOL di Rp 3,2 juta, dan XLM di Rp 7.000. Mayoritas aset kripto lainnya turut mengalami tren kenaikan yang makin memperkuat optimisme pasar.

    “Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di angka US$ 3,7 triliun, dengan total volume perdagangan mencapai US$ 183 miliar. Sebagai perbandingan, pada bulan sebelumnya, CPI tercatat sebesar 2,7%, di mana harga Bitcoin saat itu berada di kisaran US$ 90.000, naik dari sebelumnya US$ 87.000. Meski kenaikan CPI Desember sedikit lebih tinggi dari angka bulan lalu, hal ini tidak menunjukkan tanda-tanda inflasi yang memburuk,” CEO Indodax, Oscar Darmawan, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom pada Sabtu (18/1/2205).


    Sebagai catatan tambahan, CPI inti, yang tidak memperhitungkan harga makanan dan energi, hanya meningkat 0,2%. Angka ini lebih rendah dibandingkan perkiraan awal sebesar 0,3%. Data ini memberikan sinyal positif bahwa tekanan inflasi tetap terkendali.

    “Dengan inflasi yang moderat, ada potensi bagi Federal Reserve untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, yang bisa semakin mendorong sentimen positif di pasar keuangan,” ujar Oscar.

    Lebih lanjut Oscar bilang, optimisme ini juga tercermin dalam Fear and Greed Index pasar kripto, yang berada di angka 75 dari 100. Angka ini menunjukkan dominasi sentimen “greed” atau optimisme yang kuat di kalangan investor. Jika tren ini terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan Bitcoin akan terus melanjutkan level psikologis di atas US$ 102.000 dalam waktu dekat.

    Oscar menilai, lonjakan ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan investor terhadap Bitcoin sebagai aset lindung nilai.

    “Kita melihat pola yang sama: ketika inflasi mulai stabil dan kebijakan moneter cenderung melunak, Bitcoin mendapatkan momentum kenaikan. Dengan target inflasi The Fed berada di angka 2%, hampir tidak ada peluang pemotongan suku bunga di akhir bulan nanti.” katanya.

    Menurut Oscar, keputusan The Fed akan sangat berpengaruh terhadap pergerakan Bitcoin dan aset kripto lainnya. Ia bilang, pasar sangat sensitif terhadap kebijakan moneter.

    “Jika The Fed memberi sinyal akan menurunkan suku bunga, maka likuiditas akan meningkat, dan Bitcoin bisa menjadi salah satu aset yang paling diuntungkan,” jelasnya.

    Selain itu, data Producer Price Index (PPI) yang akan dirilis pada 24 Januari 2025 diharapkan memberikan sinyal tambahan terkait tekanan inflasi yang mulai mereda. Oscar menilai bahwa faktor ini akan memperkuat sentimen bullish bagi Bitcoin.

    “Investor institusional kini lebih percaya diri dalam memasukkan Bitcoin ke dalam portofolio mereka. Ketika inflasi dan kebijakan moneter mulai stabil, permintaan terhadap aset kripto cenderung meningkat,” tambahnya.

    Oscar menegaskan bahwa regulasi global juga menjadi faktor penting dalam pergerakan Bitcoin. “Dengan semakin banyaknya negara yang mulai menerima Bitcoin sebagai instrumen investasi sah, kita melihat peningkatan adopsi dari institusi besar. Hal ini bisa menjadi pendorong utama bagi harga Bitcoin dalam jangka panjang.” kata Oscar.

    Meski optimis, Oscar juga mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati terhadap volatilitas pasar. Ia bilang, Bitcoin memiliki fundamental yang kuat, tetapi investor tetap harus memperhitungkan faktor eksternal seperti kebijakan ekonomi global dan pergerakan pasar tradisional.

    “Saya percaya bahwa 2025 akan menjadi tahun penting bagi Bitcoin dan ekosistem crypto secara keseluruhan. Dengan kombinasi regulasi yang lebih jelas, adopsi institusional, dan momentum pasar, kita bisa melihat Bitcoin mencapai level yang lebih tinggi. Namun, seperti biasa, investor harus tetap melakukan riset mendalam dan memahami risiko yang ada,” tutup Oscar.

    (eds/eds)



    Sumber : finance.detik.com

  • Kondisi Ini Bikin Harga Bitcoin Terbang ke Level Rp 1,6 Miliar


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) terbang seiring dirilisnya data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat (AS) untuk Desember 2024. Inflasi tahunan tercatat sesuai dengan ekspektasi di angka 2,9%.

    Hal ini mendorong nilai Bitcoin melampaui US$ 102.000 atau sekitar Rp 1,6 miliar lebih. Kenaikan ini juga diikuti oleh aset kripto lainnya saat pengumuman CPI, seperti Ethereum (ETH) yang mencapai Rp 54 juta, XRP di Rp 50 ribu, SOL di Rp 3,2 juta, dan XLM di Rp 7 ribu.

    Mayoritas aset kripto lainnya turut mengalami tren kenaikan yang memperkuat optimisme pasar. Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di angka US$ 3,7 triliun, dengan total volume perdagangan mencapai US$ 183 miliar.


    Sementara pada bulan sebelumnya, CPI tercatat sebesar 2,7%, di mana harga Bitcoin saat itu berada di kisaran US$ 90.000, naik dari sebelumnya US$ 87.000. Meski kenaikan CPI Desember sedikit lebih tinggi dari angka bulan lalu, hal ini dianggap tidak menunjukkan tanda-tanda inflasi yang memburuk.

    Kendati begitu, CPI inti meningkat tipis sebesar 0,2%, lebih rendah dibandingkan perkiraan awal sebesar 0,3%. Namun begitu, data tersebut tetap menjadi sinyal positif tekanan inflasi tetap terkendali.

    Dengan inflasi yang moderat, terbuka ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. CEO INDODAX, Oscar Darmawan, menilai bahwa lonjakan ini mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap Bitcoin sebagai aset lindung nilai.

    “Kita melihat pola yang sama ketika inflasi mulai stabil dan kebijakan moneter cenderung melunak, Bitcoin mendapatkan momentum kenaikan. Dengan target inflasi The Fed berada di angka 2%, hampir tidak ada peluang pemotongan suku bunga di akhir bulan nanti,” kata Oscar dalam keterangan tertulisnya, ditulis Minggu (19/1/2025).

    Oscar mengatakan, optimisme ini juga tercermin dalam Fear and Greed Index pasar kripto, yang berada diangka 75 dari 100. Angka ini menunjukkan dominasi sentimen greed atau optimisme yang kuat di kalangan investor.

    Jika tren ini terus berlanjut, Oscar mengatakan tidak menutup kemungkinan Bitcoin akan terus melanjutkan level psikologis di atas US$ 102.000 dalam waktu dekat. Namun begitu, Oscar menilai keputusan The Fed akan sangat berpengaruh terhadap pergerakan Bitcoin dan aset kripto lainnya.

    “Pasar sangat sensitif terhadap kebijakan moneter. Jika TheFed memberi sinyal akan menurunkan suku bunga, maka likuiditas akan meningkat, dan Bitcoin bisa menjadi salah satu aset yang paling diuntungkan,” jelasnya.

    Sementara, data Producer Price Index (PPI) yang akan dirilis pada 24 Januari 2025 diharapkan memberi sinyal tambahan terkait tekanan inflasi yang mulai mereda. Oscar menilai, faktor ini akan memperkuat sentimen bullish bagi Bitcoin.

    “Investor institusional kini lebih percaya diri dalam memasukkan Bitcoin ke dalam portofolio mereka. Ketika inflasi dan kebijakan moneter mulai stabil, permintaan terhadap aset kripto cenderung meningkat,” tambahnya.

    Oscar menegaskan bahwa regulasi global juga menjadi faktor penting dalam pergerakan Bitcoin. Dengan semakin banyaknya negara yang menerima Bitcoin sebagai instrumen investasi sah, ia menilai peningkatan adopsi dari institusi juga semakin besar.

    “Hal ini bisa menjadi pendorong utama bagi harga Bitcoin dalam jangka panjang,” terangnya.

    Meski optimis, ia juga mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati terhadap volatilitas pasar. Menurutnya, Bitcoin memiliki fundamental yang kuat, tetapi juga perlu memperhitungkan faktor eksternal seperti kebijakan ekonomi global dan pergerakan pasar tradisional.

    “Saya percaya bahwa 2025 akan menjadi tahun penting bagi Bitcoin dan ekosistem kripto secara keseluruhan. Dengan kombinasi regulasi yang lebih jelas, adopsi institusional, dan momentum pasar, kita bisa melihat Bitcoin mencapai level yang lebih tinggi. Namun, seperti biasa, investor harus tetap melakukan riset mendalam dan memahami risiko yang ada,” tutupnya.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com