Tag: ya

  • Mau Beli Furniture Outdoor? Hindari 4 Kesalahan Ini Ya



    Jakarta

    Furniture outdoor terkadang diperlukan apabila kamu memiliki area luar rumah untuk berkumpul. Nah, saat ingin membeli furniture outdoor, pastikan kamu menghindari kesalahan-kesalahan berikut ini, salah satunya tergiur karena harga yang murah.

    Harga yang murah memang menggiurkan. Namun, jangan sampai hanya karena harganya yang murah kamu langsung membeli perabotan tersebut padahal kualitasnya tidak tahan lama.

    Di sisi lain, menyeimbangkan antara estetika dengan daya tahan merupakan kunci saat memilih furniture outdoor. Sebab, jika memilih furniture yang salah justru bisa merusak tampilan atau bahkan perlu mengeluarkan uang untuk perbaikan.


    Dilansir dari Real Simple, berikut ini kesalahan yang harus dihindari saat mau membeli furniture outdoor.

    1. Tidak Mengukur Ruangan

    Sebelum membeli furniture, sebaiknya mengukur ruangan terlebih dahulu, tidak peduli perabotan yang dibeli berukuran kecil maupun besar. Tanpa ukuran yang tepat, furniture yang dibeli bisa saja terlalu kecil atau terlalu besar.

    2. Tidak Peduli Material yang Digunakan

    Saat membeli furniture, apalagi furniture outdoor, harus ketahui dulu material yang tepat. Kalau bisa pilih material yang tahan cuaca panas maupun hujan.

    “Untuk furniture luar ruangan, jati adalah pilihan kayu terbaik karena daya tahan dan keindahannya yang tahan lama,” kata Presiden di Ballard Designs, Karen Mooney, dikutip dari Real Simple.

    Kamu bisa menyimpan furniture di gudang atau garasi jika sedang tidak digunakan. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan penutup supaya furniture outdoor tetap dalam keadaan yang bagus. Jika furniture dibiarkan begitu saja di luar, sering terkena hujan maupun panas matahari, bisa-bisa cepat rusak.

    4. Asal Membeli Furniture dengan Harga Murah

    Furniture outdoor biasanya memiliki harga yang cukup mahal karena daya tahan yang kuat dan tidak mudah rusak. Jangan sampai karena harga yang murah, kamu tergiur membelinya tanpa memperhatikan material yang digunakan.

    “Jika kamu membeli hanya berdasarkan harga, kemungkinan besar barang-barangnya tidak akan tahan lama dan perlu diganti hanya dalam beberapa musim. Jadi pilihlah (furniture) kualitas tinggi sesuai anggaran kamu,” papar Mooney.

    Itulah beberapa kesalahan yang harus dihindari saat ingin membeli furniture outdoor. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tempat Ini Nggak Cocok buat Taruh Kipas Angin, Pindahin Aja Ya



    Jakarta

    Kipas angin adalah alat elektronik penyejuk ruangan alternatif selain AC. Kamu bisa menaruh kipas di kamar tidur atau ruang keluarga agar lebih adem.

    Namun, tempat menaruh kipas angin tidak boleh asal-asalan. Ada beberapa tempat yang sebaiknya tidak ditaruh kipas angin karena justru menimbulkan ketidaknyamanan.

    Lantas, di mana saja tempat yang tidak cocok buat taruh kipas angin? Yuk, simak ulasannya berikut ini seperti yang dilansir dari Ideal Home.


    5 Tempat yang Nggak Cocok buat Kipas Angin

    Inilah beberapa tempat yang sebaiknya kamu hindari menaruh kipas angin.

    1. Dekat Jendela

    Menaruh kipas angin di dekat jendela tidak disarankan karena justru bisa membawa udara yang panas alih-alih menyalurkan udara dingin dari luar rumah. Namun, akan berbeda jika kamu menaruh dua kipas angin di dekat jendela, satunya menghadap luar jendela dan yang satunya menghadap ke dalam ruangan untuk mendapatkan udara sejuk.

    Belum lagi, menaruh kipas angin di dekat jendela juga bisa membawa masuk serbuk sari sehingga memicu terjadinya alergi.

    2. Samping Tanaman

    Jika kamu memiliki tanaman indoor, sebaiknya tidak menaruh kipas angin di dekatnya. Sebab, udara yang keluar dari kipas angin bisa membuat daun tanaman kering.

    “Meskipun beberapa tanaman menyukai angin sepoi-sepoi, aliran udara yang kuat dan konstan dapat mengeringkan atau merusak daun yang rapuh. Jauhkan kipas angin dari tanaman hias, terutama yang membutuhkan kelembapan tinggi,” kata ahli instalasi alat-alat rumah tangga dari London Electricians 247 Andrai Carcu.

    3. Permukaan Tinggi

    Meletakkan kipas angin di permukaan yang tinggi bisa mengeluarkan udara yang panas. Sebaiknya letakkan kipas angin di posisi yang lebih rendah ke tanah untuk membantunya mengambil udara dingin yang telah turun dan mendorongnya ke penghuni ruangan.

    4. Tempat Berdebu

    Meletakkan kipas di tempat berdebu justru akan menerbangkan debu-debu ke penjuru rumah dan bisa memicu alergi. Jika kipas angin berdebu, kamu bisa membersihkannya terlebih dahulu agar angin yang dikeluarkan lebih banyak.

    Itulah beberapa tempat yang sebaiknya dihindari untuk meletakkan kipas angin. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Agar Cepat Punya Rumah Menurut Ajaran Islam



    Jakarta

    Mempunyai rumah merupakan impian bagi banyak orang. Namun, harga rumah yang begitu mahal dan terus meningkat menjadikan cita-cita itu seakan terasa sulit dijangkau.

    Untuk mewujudkan impian tersebut, ada berbagai usaha yang bisa dilakukan. Mulai dari menabung buat biaya bangun rumah hingga menyicil beli rumah.

    Proses menabung, membangun, dan menyicil rumah bisa memakan waktu yang lama. Selain itu, kamu juga perlu banyak belajar dan memenuhi berbagai aspek hukum dan administrasi buat mempunyai rumah.


    Sembari menjalankan berbagai usaha untuk mempunyai rumah, kamu juga dapat memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebab, berdoa juga menjadi upaya agar memudahkan dan memberkahi proses membeli atau membangun rumah impian.

    Dalam ajaran Islam, berdoa kepada Allah SWT bisa menggunakan Bahasa Arab ataupun Bahasa Indonesia. Kamu bisa berdoa agar cepat memiliki rumah. Terdapat doa dalam Bahasa Arab yang bisa kamu lafalkan supaya segera punya rumah.

    Dilansir dari Laduni.id, doa ini diriwayatkan dari Habib Tohir Al-Kaff dalam sebuah mauidhoh. Doa ini disampaikan beliau dari Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid (Habib Sholeh Tanggul). Simak doanya berikuti ini.

    ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺑِﺠَﺎﻩِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ ﺃَﻥْ ﺗُﻴَﺴِّﺮَ ﻟِﻲْ ﺧَﻴْﺮَ ﺑَﻴْﺖٍ ﺣَﺘَّﻰ ﻻَ ﻧَﻘُﻮْﻝَ ﻳَﺎ ﻟَﻴْﺖَ
    Allahhumma robbal baik Asaluka bijaahi ahlil bait An tuyassiro lii khoiro bait Hattaa laa Naquulu Yaa Laaiit

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Pemilik Baitullah. Aku memohon dengan wasilah Ahlil Bait Rasulullah agar Engkau mudahkan untukku sebaik-baiknya rumah sehingga kami tidak mengucap: Seandainya aku punya rumah.”

    Ucapkan doa ini setiap hari secara rutin dengan penuh pengharapan kepada Allah SWT agar mempercepat perjuangan kamu memiliki rumah. Selain berdoa, kamu juga perlu menunjang usahamu dengan melakukan amal kebaikan lainnya, misalkan bersedekah. Wallahu’alam.

    Itulah doa agar cepat mempunyai rumah menurut ajaran Islam. Dengan rutin berdoa sambil berusaha semaksimal mungkin, kamu insyaallah bisa mewujudkan impian memiliki rumah secepatnya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya! Ini 3 Lokasi Terbaik Taruh Kotak Pasir Kucing


    Jakarta

    Menyediakan kotak pasir atau litter box sangat diperlukan bagi kalian yang memelihara kucing. Saat ingin menaruh kotak pasir ini jangan sembarangan ya, karena ada area terbaik untuk meletakkannya.

    Kotak pasir ini berfungsi sebagai media buang air besar maupun kecil oleh kucing. Dikutip dari The Spruce Pets, pemilik kucing disarankan untuk memiliki lebih dari satu kotak pasir. Hal itu karena kadang-kadang kucing tidak mau buang air besar maupun kecil di tempat yang sama.

    Ada beberapa area yang menjadi tempat terbaik meletakkan kotak pasir lho detikers. Di mana saja itu? Berikut ini informasinya.


    Jauh dari Tempat Makan

    Jangan taruh kotak pasir di dekat tempat makan kucing karena alasan kebersihan. Sebaiknya, pemilik kucing menyimpan kotak pasir terpisah dari area makan.

    Lokasi Mudah Diakses

    Pastikan lokasi kotak pasir mudah diakses untuk kucing. Jangan sampai menaruhnya di tempat yang perlu membuka atau menutup pintu terlebih dahulu.

    Disarankan juga untuk meletakkan kotak pasir di tempat yang tidak perlu naik-turun tangga. Jika meletakkan kotak pasir di lantai atas bisa saja membuat anak kucing atau kucing yang sudah tua enggan menggunakannya di sana. Sebab, harus menaiki tangga terlebih dahulu.

    Area yang Sepi

    Kucing menyukai privasi yang terjaga. Maka dari itu, meletakkan kotak pasir di tempat yang sepi bisa menjadi pilihan yang baik.

    Pemilik kucing bisa meletakkan kotak pasir di kamar mandi tamu yang jarang dipakai. Jika ingin menaruh kotak pasir di ruang cuci, pastikan menempatkannya jauh dari mesin cuci karena suaranya yang berisik bisa membuat kucing stres.

    Itulah beberapa lokasi terbaik untuk menaruh kotak pasir kucing.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bikin Ucapan Ramadan 2025 Lewat Meta AI WhatsApp

    Jakarta

    Bulan Ramadan 2025 segera tiba. Detikers sudah menyiapkan ucapan untuk menyambut bulan suci ini belum nih? Kalau belum, ada cara praktis untuk membuatnya lho.

    Jadi bagi kalian yang tidak terlalu mahir dalam membuat kata-kata, bisa mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dalam hal ini, kalian bisa memberdayakan kecanggihan WhatsApp.

    Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, WhatsApp telah merilis fitur baru, yakni sebuah chatbot yang didukung dengan AI generatif. Penggunanya dapat berkomunikasi dengan chatbot AI, lalu meminta teknologi ini untuk menjawab beragam pertanyaan dan permintaan dalam bentuk tulisan maupun gambar.


    “I can generate images and text, but I don’t have the capability to create videos. I can provide you with some ideas for funny videos or help you write a script,” jelas Meta AI.

    Lantas bagaimana cara bikin ucapan Ramadan 2025 lewat Meta AI WhatsApp? Jawabannya bisa detikers temukan pada penjelasan berikut ini.

    Langkah-langkah yang harus dilakukan tergolong mudah. Detikers dipastikan tidak akan bingung, karena kalian hanya perlu mengirimkan perintah yang jelas kepada Meta AI WhatsApp.

    Untuk lebih jelasnya, mungkin kalian bisa mengeceknya di penjelasan berikut. Pastikan baca dengan seksama, supaya kalian tidak salah saat mempraktikkannya.

    1. Pertama-tama buka aplikasi WhatsApp di HP atau HP.
    2. Klik logo Meta AI berbentuk lingkaran dengan kombinasi warna biru muda, biru tua, dan kemerah-merahan.
    3. Lalu masukan perintah atau ketikan prompt di kolom chat.
    4. Kalian bisa memasukkan prompt dengan detail atau hanya beberapa kata. Kebetulan detikINET sudah mencoba keduanya, dan Meta AI WhatsApp menampilkan jawab yang berbeda-beda.
    5. Kalau sudah, kalian dapat menyalinnya dan mengirimkan ke keluarga, saudara, atau teman-teman.
    6. Namun bila tidak sesuai dengan apa yang kalian ingin, mungkin bisa diedit terlebih dahulu.

    Bagaimana, mudah kan cara bikin ucapan Ramadan 2025 lewat Meta AI WhatsApp? Berikut hasil ucapan yang dikirim oleh Meta AI.

    Pertama

    Selamat datang, bulan Ramadan yang suci. Bulan penuh berkah, ampunan, dan kasih sayang. Semoga di bulan ini, kita dapat memperkuat iman, memperdalam spiritualitas, dan memperbanyak amal shaleh.

    Semoga kita dapat menjadi lebih baik, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama. Semoga kita dapat merasakan kebahagiaan dan kedamaian yang sejati.

    Selamat berpuasa, sahabat-sahabatku. Semoga kita dapat melewati bulan ini dengan penuh makna dan keberkahan.

    Kedua

    Assalamualaikum, sahabat-sahabatku.

    Marhaban ya Ramadan! Selamat datang, bulan yang suci dan penuh berkah. Semoga kita dapat memanfaatkan bulan ini untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan memperbanyak amal shaleh.

    Semoga kita dapat menjadi lebih dekat dengan Allah SWT dan merasakan kebahagiaan dan kedamaian yang sejati.

    Selamat berpuasa, sahabat-sahabatku. Semoga kita dapat melewati bulan ini dengan penuh makna dan keberkahan.

    (hps/hps)



    Sumber : inet.detik.com

  • Kisah Keluarnya Ya’juj Ma’juj dari Tembok Besar Jelang Kiamat



    Jakarta

    Makhluk yang bernama Ya’juj dan Ma’juj akan keluar dari balik tembok besar di sebuah tempat di bumi. Peristiwa ini terjadi menjelang kiamat.

    Kisah keluarnya Ya’juj dan Ma’juj diceritakan dalam sejumlah hadits shahih. Beberapa hadits turut dipaparkan Ibnu Katsir dalam kitab An-Nihayah yang diterjemahkan Anshori Umar Sitanggal dan Imron Hasan dengan judul Huru Hara Hari Kiamat.


    Menurut riwayat Imam Ahmad dari Abu Sa’id Al Khudri dari Rasulullah SAW, Ya’juj dan Ma’juj akan keluar ketika Allah SWT sudah membuka “dinding” keberadaan mereka. Setelah itu, mereka berjalan cepat dari berbagai tempat sampai membuat manusia lari ketakutan.

    Manusia mengungsi ke kota-kota dan benteng-benteng. Sementara itu, Ya’juj dan Ma’juj terus menjelajah dan menghabiskan air-air sungai yang mereka temui. Mereka kemudian berniat menghabisi penduduk langit, setelah mengira semua penduduk bumi sudah habis–padahal manusia mengungsi ke kota-kota dan benteng-benteng.

    Rombongan Ya’juj dan Ma’juj kemudian menggoyang-nggoyangkan tombaknya dan melemparkan ke angkasa. Bukannya mengenai sasaran, tombak itu justru balik berjatuhan ke arah mereka hingga membuat mereka berlumuran darah. Ini merupakan sebuah kecohan dan tipuan terhadap mereka.

    Setelah kondisi seperti itu, Allah SWT menurunkan suatu penyakit kepada Ya’juj Ma’juj sampai-sampai mereka digambarkan “bagaikan ulat belalang yang menyerang ke dalam leher mereka”. Pagi harinya, mereka semua mati.

    Kaum muslimin yang bersembunyi kemudian keluar mengecek keberadaan Ya’juj dan Ma’juj. Setelah mendapati mereka mati semua, kaum muslim berseru: “Hai semua kaum muslimin, ketahuilah kabar gembira. Sesungguhnya Allah telah membela kamu sekalian terhadap musuhmu!”

    Kaum muslimin kemudian keluar dari kota-kota dan benteng-benteng mereka. Mereka kembali melepaskan ternaknya tapi tak ada tempat untuk menggembala. Sebab, semua penuh bangkai Ya’juj Ma’juj.

    “Sedang binatang-binatang itu sendiri bersyukur sekali memakan daging mereka (Ya’juj Ma’juj), sama sekali tidak mau memakan tumbuhan yang mereka dapatkan,” demikian sabda Rasulullah SAW dalam hadits itu.

    Menurut Ibnu Katsir, Ya’juj dan Ma’juj adalah dua golongan dari bangsa Turki yang juga keturunan Nabi Adam AS. Mereka adalah anak-cucu Yafits bin Nuh, nenek moyang bangsa turki.

    Dulu, Ya’juj dan Ma’juj hidup di bumi seperti manusia pada umumnya. Namun, mereka kemudian dikurung karena selalu berbuat onar. Pendapat menyebut, mereka dikurung oleh Dzulqarnain di balik dinding penghalang sampai Allah SWT mengizinkan mereka keluar.

    Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj menjadi salah satu tanda kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

    “Kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian melihat sepuluh tanda-tandanya: (1) terbitnya matahari dari barat, (2) asap, (3) binatang melata, (4) munculnya Ya’juj dan Ma’juj, (5) keluarnya Dajjal, (6) munculnya Isa bin Maryam, (7) tiga gerhana; gerhana di barat (8) gerhana di timur, (9) gerhana di Jazirah Arab, (10) api yang keluar dari dasar Aden yang menggiring manusia atau mengumpulkan manusia dan bersama mereka di mana saja berada.” (HR Muslim, Ahmad, dan lainnya. Ibnu Katsir mengatakan hadits ini shahih)

    Wallahu a’lam.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Apakah Sholat Sendiri di Rumah Tetap Sah bagi Laki-Laki? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Selain sholat berjamaah, muslim bisa mengerjakannya secara sendiri atau disebut munfarid. Sholat sendiri bisa dilakukan di rumah maupun tempat lainnya.

    Meski demikian, keutamaan sholat berjamaah lebih utama dibandingkan sendiri. Menukil buku Panduan Sholat Rosulullah 2 yang disusun Abu Wafa, terdapat hadits yang menyebutkan terkait keutamaannya.

    Nabi Muhammad SAW bersabda:


    “Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, lalu ia pergi ke rumah Allah (tempat sholat) untuk melaksanakan sholat wajibnya, maka tiap langkahnya salah satunya menghapus dosa dan satunya lagi mengangkat derajat.” (HR Muslim)

    Berdasarkan hadits di atas, diketahui bahwa sholat berjamaah sangat dianjurkan bagi laki-laki ketimbang sendiri. Lalu, apakah sholat sendiri di rumah tetap sah bagi laki-laki?

    Apakah Sholat Sendiri di Rumah Tetap Sah bagi Laki-laki?

    Mengutip buku Daqu Method dalam Tinjauan Manajemen Pendidikan Islam susunan Tarmizi As Shidiq dkk, sholat berjamaah yang ditegakkan Rasulullah SAW dan para sahabat dilakukan di Masjid Nabawi, Madinah. Para sahabat tidak mengerjakan sholat berjamaah kecuali di masjid, meski sebetulnya diperbolehkan juga melakukan sholat berjamaah di rumah.

    Perlu dipahami bahwa sholat berjamaah tidak termasuk dalam syarat sah sholat. Artinya, jika sholat dikerjakan sendiri di rumah maka masih dianggap sah, baik itu laki-laki maupun wanita.

    Meski demikian, terdapat hadits yang menyebut bahwa laki-laki lebih diutamakan sholat di masjid. Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “”Salat seorang laki-laki dengan berjemaah dibanding salatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan 25 lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudu dengan menyempurnakan wudunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan salat berjemaah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan salat, maka malaikat akan turun untuk mendoakannya selama dia masih berada di tempat salatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan salat selama dia menanti pelaksanaan salat.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Laki-laki Lebih Dianjurkan Sholat Berjamaah

    Menurut kitab Fathul Mu’in oleh Zainuddin Al Malibari yang dinukil NU Online, dijelaskan bahwa pendapat kuat mengatakan hukum sholat berjamaah adalah fardhu kifayah bagi laki-laki yang sudah baligh dan tidak sedang bepergian. Berbeda dengan laki-laki, anjuran berjamaah bagi wanita tidak sekuat anjuran untuk laki-laki.

    Oleh sebab itu, hukum meninggalkan sholat berjamaah bagi laki-laki adalah makruh. Sementara itu, perempuan yang meninggalkan sholat berjamaah tidak makruh.

    Wallahu a’lam.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rasulullah SAW Pernah Larang Ali bin Abi Thalib Poligami, Mengapa Demikian?


    Jakarta

    Nabi Muhammad SAW pernah melarang Ali bin Abi Thalib RA untuk melakukan poligami. Sebagaimana diketahui, poligami diperbolehkan dalam Islam selama suami bisa berlaku adil dalam memperlakukan istri-istrinya.

    Menurut buku Konsepsi Al-Qur’an, Kajian Tafsir Tematik Atas Sejumlah Persoalan Masyarakat Seri 2 yang disusun Mardan, poligami adalah penggalan kata yang berasal dari bahasa Yunani yaitu poli atau polus yang artinya banyak. Kata kedua adalah gamein atau gamos dengan makna perkawinan sehingga jika digabung berarti perkawinan yang memiliki banyak pasangan.

    Poligami dalam Islam dibatasi hanya sampai empat orang. Artinya, seorang lelaki hanya boleh menikahi maksimal empat orang istri.


    Terkait poligami turut dijelaskan dalam surah An Nisa ayat 3,

    وَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تُقْسِطُوْا فِى الْيَتٰمٰى فَانْكِحُوْا مَا طَابَ لَكُمْ مِّنَ النِّسَاۤءِ مَثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ ۚ فَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تَعْدِلُوْا فَوَاحِدَةً اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ ذٰلِكَ اَدْنٰٓى اَلَّا تَعُوْلُوْاۗ

    Artinya: “Jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Akan tetapi, jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, (nikahilah) seorang saja atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat untuk tidak berbuat zalim.”

    Cerita Rasulullah SAW Pernah Larang Ali bin Ali Thalib RA Poligami

    Mengutip dari buku Amazing Stories Fatimah karya Zakiah Nur Jannah, Ali bin Abi Thalib RA sempat ingin berpoligami dengan putri Abu Jahal. Mendengar itu, Fatimah Az Zahra yang merupakan istri Ali RA mengadukan hal itu kepada ayahnya, Rasulullah SAW.

    “Kaummu mengira bahwa engkau tidak ikut marah apabila putrinya marah. Ali ingin menikahi putri Abu Jahal,” kata Fatimah.

    Rasulullah SAW lantas berdiri dan berkata sebagaimana disebutkan dalam hadits,

    “Sungguh Fatimah adalah bagian dariku. Aku tidak suka apabila ia disakiti. Demi Allah, putri utusan Allah dan putri musuh Allah tidak bisa berkumpul pada satu suami.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Turut diterangkan melalui buku Pernikahan Menurut Islam tulisan Samsurizal, Rasulullah SAW melarang Ali bin Abi Thalib RA berpoligami karena beliau merupakan wali dari Ali. Sementara itu, wanita yang ingin dinikahi adalah putri dari Abu Jahal.

    Sebagaimana diketahui, Abu Jahal adalah tokoh Quraisy yang sangat benci kepada Islam. Perlawanannya terhadap agama Allah SWT sangat keji sehingga dikhawatirkan timbul fitnah serta pengaruh yang buruk.

    Dengan begitu, larangan Rasulullah SAW terhadap Ali bin Abi Thalib RA untuk berpoligami bukan karena melanggar ketentuan Allah SWT. Tetapi, hal tersebut dilakukan demi mencegah fitnah yang akan timbul.

    Beliau bersabda,

    “Sungguh aku tidak mengharamkan yang halal, tapi demi Allah, tidak akan bersatu putri Rasulullah dengan putri dari musuh Allah SWT dalam satu tempat selama-lamanya.”

    Karena kecintaan Ali bin Ali Thalib RA yang luar biasa terhadap Fatimah Az Zahra, akhirnya ia memutuskan untuk tidak menikahi putri Abu Jahal. Mendengar itu, Fatimah merasa lega dan keduanya hidup bahagia sepanjang hayat.

    Ali bin Abi Thalib pernah berkata,

    “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW di antara kami berdua, siapakah yang lebih engkau cintai, aku atau Fatimah?” Rasulullah SAW menjawab, “Fatimah lebih aku cintai daripada kamu, dan kamu lebih mulia bagiku daripada dia.” (Sunan at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Musnad Abu Ya’la, dan lain-lain)

    Istri Boleh Menolak Poligami Jika Tak Sesuai Syariat

    Berdasarkan cerita Rasulullah SAW yang melarang Ali bin Abi Thalib RA untuk poligami, maka dapat diketahui bahwa seorang wanita diperbolehkan menolak niatan suaminya untuk berpoligami apabila hal itu dilakukan tidak sesuai syariat Islam. Sebagai contoh, suami menikahi wanita yang telah memiliki suami juga atau wanita musyrik.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 221,

    وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّ ۗ وَلَاَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَّلَوْ اَعْجَبَتْكُمْ ۚ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَتّٰى يُؤْمِنُوْا ۗ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكٍ وَّلَوْ اَعْجَبَكُمْ ۗ اُولٰۤىِٕكَ يَدْعُوْنَ اِلَى النَّارِ ۖ وَاللّٰهُ يَدْعُوْٓا اِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِاِذْنِهٖۚ وَيُبَيِّنُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ ࣖ ٢٢١

    Artinya: “Janganlah kamu menikahi perempuan musyrik hingga mereka beriman! Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik, meskipun dia menarik hatimu. Jangan pula kamu menikahkan laki-laki musyrik (dengan perempuan yang beriman) hingga mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.”

    Wallahu a’lam.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com