Tag: yayasan mochamad thohir

  • Ada Beasiswa S2 ke AS untuk Entrepreneur dan Profesional Nih, Cek Sekarang Ya!



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa Thohir Marshall MBA (TAMBA) dan Soeryadjaya Marshall MBA (SAMBA) periode kedua kembali dibuka hingga 31 Agustus 2024. Calon awardee bisa mengajukan pendaftaran secara daring melalui laman http://ausci.org/scholarship.

    Program beasiswa TAMBA dan SAMBA diluncurkan oleh Alumni University of Southern California Indonesia (AUSCI) bersama Yayasan Mochamad Thohir dan William & Lily Foundation. Setelah sukses mengirimkan 3 profesional dan entrepreneur pada periode pertama, tahun ini TAMBA dan SAMBA membuka kesempatan untuk 2 kandidat lagi.

    Beasiswa ini memberikan kesempatan kepada profesional dan entrepreneur Indonesia melanjutkan studi magister (S2) ke salah satu sekolah bisnis terbaik di Amerika Serikat yakni University of Southern California (USC) Marshall School of Business.


    Nantinya, awardee akan mengenyam pendidikan pada program studi (prodi) International Business Education and Research (IBEAR) selama 1 tahun. Ketua AUSCI, Anto Perwata mengatakan beasiswa ini terbuka bagi profesional dan entrepreneur dengan pengalaman kerja minimal 6 tahun dan syarat lainnya.

    “Kami Alumni University of Southern California Indonesia (AUSCI), senang sekali dapat kembali melaksanakan beasiswa untuk belajar di USC Marshall School of Business. Kami mengundang profesional dan entrepreneur dengan pengalaman kerja minimal 6 tahun dan menunjukkan potensi kepemimpinan yang kuat untuk mendaftar,” katanya dalam keterangan tertulis Jumat (12/7/2024).

    Ketua Yayasan Mochamad Thohir Garibaldi Thohir menyatakan TAMBA dan SAMBA menjadi upaya untuk meningkatkan kemampuan penerima beasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia bisnis. Sehingga mereka memiliki sikap agile dan adaptif dengan pola pikir yang strategis serta global.

    “Melalui program ini, kami berharap dapat mengembangkan generasi pemimpin bisnis Indonesia berikutnya yang akan membentuk masa depan Indonesia,” tambahnya.

    Siap mendaftar? Berikut informasi terkait beasiswa TAMBA dan SAMBA selengkapnya.

    Syarat Beasiswa AUSCI TAMBA dan SAMBA 2024

    Adapun syarat yang harus dipenuhi pendaftaran beasiswa AUSCI TAMBA Dan SAMBA 2024 adalah:

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)

    2. Berusia maksimal 40 tahun

    3. Berkomitmen untuk bekerja di Indonesia selama 5 tahun setelah lulus

    4. Profesional atau entrepreneur yang telah bekerja selama 6 tahun

    5. Memiliki skor TOEFL minimal 95 atau IELTS minimal 7

    6. Memiliki skor GMAT minimal 540

    7. Melengkapi surat pernyataan pribadi dan komitmen untuk kembali ke Indonesia.

    8. Surat rekomendasi dari pimpinan/dosen pembimbing/atau tokoh lain agar menjadi penerima beasiswa TAMBA dan SAMBA

    9. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman AUSCI di tautan http://ausci.org/scholarship.

    Jadwal Pendaftaran Beasiswa AUSCI TAMBA dan SAMBA 2024

    1. Pendaftaran: hingga 31 Agustus 2024

    2. Seleksi administrasi: Agustus-September 2024

    3. Pengumuman seleksi administrasi: 14 September 2024

    Kandidat yang berhasil lolos seleksi administrasi harus melengkapi syarat tambahan yakni:

    • Video pendek berdurasi 3 menit dan esai berdasarkan topik yang sesuai dikirim melalui email. Batas pengumpulan paling lambat 21 September 2024 pukul 17.00 WIB.
    • Kandidat lolos harus meminta SPT sebagai bukti kebutuhan beasiswa mereka.
    • Kandidat yang lolos harus menyerahkan semua dokumen persyaratan yang dibutuhkan untuk aplikasi IBEAR sebelum 15 Oktober 2024.
    • Semua kandidat harus mendaftar ulang ke IBEAR.
    • Biaya pendaftaran ke IBEAR sebesar 155 USD atau sekitar Rp 2,4 juta tidak ditanggung beasiswa dan tidak dikembalikan.

    4. Wawancara luring: 10 Oktober 2024

    5. Wawancara akhir: 15 November 2024

    6. Pengumuman akhir: 15 Desember 2024

    Informasi lebih lengkap bisa dilihat di laman http://ausci.org/scholarship. Selamat mendaftar detikers!

    (det/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Boy Thohir Umumkan Beasiswa MBA di AS, Begini Kuliahnya


    Jakarta

    Yayasan Mochamad Thohir dan William & Lily Foundation sedang membuka pendaftaran beasiswa TAMBA (Thohir & Alumni USC Indonesia (AUSCI) MBA) & SAMBA (Soerjadjaja AUSCI MBA) Scholarship hingga 31 Agustus 2024. Penerima beasiswa akan kuliah S2 pada program International Business Educational and Research (IBEAR) MBA di University of Southern California (USC) Marshal School of Business, Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS).

    Ketua Yayasan Mochamad Thohir, Garibaldi Thohir, mengatakan para penerima beasiswa akan menjalani perkuliahan MBA intensif selama satu tahun, termasuk proyek pemecahan masalah bisnis dunia nyata dalam ekonomi global.

    Pria yang akrab disapa Boy Thohir tersebut mengatakan, selama masa beasiswa, awardee akan mendapat dukungan uang kuliah, tunjangan hidup, dan ongkos pesawat PP Indonesia-AS senilai USD 200.000 (Rp 3,2 miliar) per orang per tahun dari dana keluarga Thohir dan Soerjadjaja.


    “Dengan program satu tahun yang padat itu, dengan pengalaman kerja bikin project di sana, itu akan menjadi satu pengalaman yang luar biasa untuk penerima beasiswa,” ucapnya di kantor Adaro Energy, Menara Karya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (7/8/2024).

    Kuliah MBA di USC Marshall

    Dikutip dari laman resminya, program One-Year MBA di USC Marshall School of Business adalah program kuliah Magister Administrasi Bisnis (MBA) intensif satu tahun. Dalam periode tersebut, mahasiswa juga akan menjalani proyek konsultasi 4 bulan untuk memecahkan masalah nyata bisnis global bersama rekan, pengajar, dan klien.

    Kampus swasta elite di kawasan West Coast (pantai barat), Amerika Serikat ini biasanya menerima 55 mahasiswa MBA dari 12-15 negara setiap tahun. Sebanyak 80% di antaranya berusia 32-40 tahun, dan sepertiganya disponsori perusahaan dan bisnis keluarga.

    Sejak 1978, program S2 yang dikenal dengan nama International Education and Research (IBEAR) MBA ini telah memiliki 2.100 alumni dari 60 negara. Salah satunya yakni Dr Ari Firmandi, Director of Transaction and Advisory Services, Ernst&Young.

    Ari menuturkan, masa studi 1 tahun dan latar pengalaman mahasiswa menjadi salah satu daya tarik program IBEAR MBA di USC. Berdasarkan data kampus, mahasiswa di sekolah/fakultas ini rata-rata berlatar pengalaman profesional 12 tahun di berbagai negara. Beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship sendiri mensyaratkan pelamar untuk mengantongi pengalaman profesional di korporasi atau instansi atau memiliki usaha rintisan sendiri yang sudah cukup berjalan dengan baik minimal 6 tahun.

    “Dengan pengalaman yang lebih banyak dibanding yang MBA regular, jadi ketika nanti berdiskusi di dalam kelas, kita akan lebih banyak masukannya. Karena kan dari berbagai industri,” ucap Ari yang juga alumnus S1 Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung dan S2 Construction Management in Civing Engineering, USC.

    “Salah satu contoh classmate saya itu dari berbagai negara, mungkin ada dari 15 negara. Ada dari Korea, Jepang, Meksiko, ada juga dari Chile, ada juga dari India, pokoknya hampir kami dari seluruh beragam dari company, yang besar Fortune 500 juga ada di situ,” imbuhnya.

    Proyek Nyata Bisnis

    Memasuki semester akhir, mahasiswa IBEAR MBA USC akan menjajal proyek nyata untuk berhubungan dengan pelaku bisnis global dari perusahaan kenamaan dunia. Jejaring USC dengan bisnis di kawasan Pacific Rim memungkinkan mahasiswa menjalankan proyek di Amerika, Korea, hingga India.

    Ari bercerita, pada masa proyek tersebut di 2006, ia terlibat dengan Lockheed Martin, perusahaan kontraktor keamanan, pertahanan, dan kedirgantaraan global. Ia bertugas di bidang riset market entry di India.

    “Walau dia defense company (perusahaan pertahanan) di US, tapi dia fokusnya lagi ingin mencari teknologi IT di India. Jadi kita melakukan research. Makanya diberi nama International Business Education and Research (IBEAR MBA). Karena kita fokus bener-bener (di situ),” tuturnya.

    Ari mengatakan, hasil proyek studi mahasiswa tersebut berkesempatan untuk benar-benar dimanfaatkan oleh perusahaan klien. Pengalaman ini menurutnya sangat berharga bagi mahasiswa, di samping poin plus pengalaman belajar di luar kelas, khususnya bagi penerima beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship nanti.

    “Nanti apa yang student lakukan itu kalau emang bagus, diterima oleh perusahaan yang bersangkutan, akan menjadi inisiatif perusahaan tersebut. Jadi begitu percayanya perusahaan-perusahaan besar di Amerika terhadap program ini,” ucapnya.

    “Jadi ini menurut saya ini sebenarnya akan menjadi salah satu edukasi yang mungkin berharga bagi calon-calon penerima scholarship nanti, ya. Jadi bukan hanya melakukan pembelajaran di dalam kelas, tapi juga nanti mereka akan melakukan real project,” imbuh Ari.

    Ari tak menampik masa kuliah plus proyek dari pagi sampai malam tak mudah. Ia pun harus memanfaatkan jadwal libur untuk membaca bahan studi untuk diskusi keesokan harinya.

    “Jadi saya pas kuliah dulu mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore itu Senin sampai Jumat. Jumat sampai setengah hari itu 5 hari sekolah (kuliah) full terus. Mulai Sabtu mungkin cari nafas sedikit lah ya. Minggu udah belajar lagi, misalnya belajar untuk PR segala macam,” tuturnya.

    “Kalau Senin ada kuliah, kita Minggu udah belajar jadi gitu, terus aja begitu sampai ya, mungkin sampai 8 bulan seperti itu ya, baru 4-6 bulan terakhir itu adalah pekerjaan praktik tadi,” sambung Ari.

    Di sisi lain, Ari mengingatkan esensi MBA bukan sekadar melahap materi perkuliahan, tetapi mempelajari konsep bisnis dan berjejaring.

    “MBA itu kan, it’s not about learning pelajaran, tapi learning business concept. Business concept itu penting, dan yang ketiga adalah networking,” ucapnya.

    Jejaring Global

    Boy Thohir juga menyorot keunggulan IBEAR MBA USC untuk mempertemukan mahasiswa dengan pendiri bisnis global.

    “Ketemunya udah CEO-nya langsung, ketemu CEO Starbucks. Lalu kayak misalnya gini, IBEAR itu juga melakukan kunjungan kerja ke Indonesia. ketemunya langsung CEO-nya Astra. Nah itu kan nggak gampang. Itulah kelebihan daripada USC network itu,” ucapnya.

    Boy menambahkan, jejaring alumni USC global juga jadi keunggulan bagi penerima beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship. Hal ini menurutnya perlu dimanfaatkan profesional hingga pebisnis muda Indonesia.

    “Satu yang hebat dari USC itu adalah networking dunianya. Jadi kita tuh sampai ada USC Global Conference. Bayangin gitu, yang datang tuh ribuan. Saya pernah ikut yang di Jepang, yang datang tuh ribuan karena alumni-alumninya USC itu ada di mana-mana dan besar-besar: Indonesia, Thailand, Hongkong, India, China, terus Korea, Eropa, segala macam,” ucapnya.

    “Jadi yang membedakan itu dari yang lain adalah USC global network itu luar biasa besar dan luar biasa kompak. Contoh misalnya di Indonesia, nggak ada alumni dari universitas di Amerika yang sebesar (USC). Saya berani taruhan deh,” imbuh Boy.

    Mentorship AUSCI

    Peluang mentoring bersama alumni USC Indonesia, termasuk Boy Thohir, juga menjadi salah satu benefit beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship. Bekal studi, proyek, jejaring, dan mentorship ia harapkan dapat mendukung para awardee untuk berkontribusi bagi kemajuan negeri dan menjadi calon pemimpin Indonesia masa depan.

    “Lulusannya ini juga diharapkan (buka lapangan kerja), saya berharap begitu, karena memang salah satu keunggulan daripada IBEAR (MBA) itu adalah di bisnis dan research. Saya sendiri sekolahnya di program entrepreneurship. Enterpreneurship itu apa sih? Menciptakan lapangan kerja; how to create your own business; how to create jobs,” ucap Boy.

    “Tentunya balik (nanti) kerja dulu, tapi eventually mungkin ya nanti either bisa jadi pejabat di satu organisasi yang besar, atau dia bisa menjadi pengusaha untuk menciptakan lapangan kerja lagi, tujuan utamanya usaha untuk menciptakan lapangan kerja lagi,” imbuh Boy.

    Informasi lebih lanjut mengenai beasiswa S2 TAMBA & SAMBA Scholarship di IBEAR MBA, USC Marshal School of Business, LA, Amerika Serikat di laman https://ausci.org/scholarship/. Bagaimana, berminat mendaftar, detikers?

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Boy Thohir Undang Profesional hingga CEO Startup Daftar Beasiswa MBA di AS



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa S2 Master of Business Administration (MBA) satu tahun tengah dibuka Yayasan Mochamad Thohir dan William & Lily Foundation dalam program TAMBA & SAMBA Scholarship. Penerima beasiswa akan menempuh studi pada program International Business Educational and Research (IBEAR) MBA di University of Southern California (USC) Marshal School of Business, Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS).

    Ketua Yayasan Mochamad Thohir, Garibaldi Thohir, mengatakan pemberian beasiswa Thohir & Alumni USC Indonesia (AUSCI) MBA (TAMBA) Scholarship serta Soerjadjaja AUSCI MBA (SAMBA) Scholarship bertujuan untuk menghasilkan calon pemimpin Indonesia berwawasan internasional dan dapat berkontribusi kembali untuk kemajuan negara.

    Pria yang akrab disapa Boy Thohir tersebut mengundang para profesional hingga CEO startup lintas disiplin yang telah berpengalaman 6 tahun di bidangnya untuk mendaftar beasiswa MBA di Amerika ini.


    “Saya sangat optimis bahwa Indonesia bisa jadi negara maju, tentunya harus didukung dengan mereka-mereka yang mempunyai pengalaman internasional, mereka-mereka yang punya karakter bagus, mereka-mereka yang punya kemampuan baik. Dan kita nanti berkolaborasi untuk bagaimana bisa membangun atau memberikan kontribusi balik ke Indonesia,” ucap Boy di kantor Adaro Energy, Menara Karya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (7/8/2024).

    Beasiswa S2 TAMBA & SAMBA di USC Marshall

    Boy Thohir mengatakan TAMBA & SAMBA Scholarship masing-masing akan mengucurkan dana senilai USD 1 juta (Rp 16 miliar) untuk 5 tahun, dengan total USD 2 Juta untuk 5 tahun. Setiap tahun, TAMBA Scholarship akan memilih 1 orang penerima beasiswa (awardee) dan SAMBA Scholarship juga akan memilih 1 awardee. Jadi total, akan terpilih 2 orang awardee setiap tahun sejak tahun 2023.

    Komponen beasiswa penuh (fully funded) ini meliputi uang kuliah, tunjangan hidup, dan ongkos tiket pesawat pulang pergi (PP) dengan anggaran USD 200.000 (Rp 3,2 miliar) per orang per tahun.

    “Kita komit untuk 5 tahun ke depan. Unfortunately karena mahal banget, kita cuma sanggup setahun satu. Jadi dari TAMBA satu (awardee), dari SAMBA satu (awardee). Jadi setiap tahun kita kirim dua (awardee),” tutur Boy.

    Dana beasiswa SAMBA-TAMBA ini, lanjut Boy, adalah dana dari masing-masing keluarga Thohir dan Soerjadjaja.

    “Dananya sendiri dari dari kami. Dari masing-masing keluarga, dari keluarga Thohir dan dari keluarga Pak Edwin (Soerjadjaja) di luar dana CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan. Jadi ini purely memang yayasan keluarga kami yang menyiapkan untuk program beasiswa ini,” tuturnya.

    Boy berharap, para pendaftar ini adalah orang-orang muda yang berusia maksimal 40 tahun. Mereka harus sudah sarjana dan mengenyam pengalaman profesional selama minimal 6 tahun di korporasi atau instansi, atau sudah mendirikan perusahaan rintisan (start up).

    “Khusus yang ini memang kita fokus untuk cari yang creme de la creme untuk menjadi Indonesian future leaders,” jelas kakak dari Menteri BUMN Erick Thohir ini.

    Setelah satu tahun studi MBA di Amerika, penerima beasiswa diminta pulang ke Indonesia untuk menerapkan ilmu dan pengalamannya untuk berkontribusi di Tanah Air.

    “Tujuan utama saya dan Pak Edwin (Soerjadjaja), saya pengennya mereka balik, mereka bisa membangun bangsa ini gitu sama-sama,” ucapnya.

    “Nanti either dia bisa jadi pejabat di satu organisasi yang besar atau dia bisa menjadi pengusaha untuk menciptakan lapangan kerja lagi. Tujuan utamanya itu sih,” urainya.

    Selama studi, para penerima beasiswa di IBEAR MBA, USC Marshall ini khususnya berkesempatan menjajal pengalaman proyek perusahaan-perusahaan besar AS dan perusahaan jaringan alumni USC di seluruh dunia.

    Selama masa pemberian beasiswa, awardee didukung fasilitas mentorship, jejaring profesional dan pemimpin industri, serta jejaring alumni USC agar dapat bersaing secara global. Penerima beasiswa juga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan CEO dan eksekutif senior perusahaan global.

    “Lulusan-lulusan dari USC itu biasanya kalau join alumni USC, kita ada mentoring, masing-masing dari kita (di AUSCI). Bukan saya saja, tetapi semua,” imbuhnya.

    USC sendiri dikenal sebagai universitas swasta elite di kawasan West Coast (pantai barat) AS dengan alumninya seperti sutradara Jurassic Park Steven Spielberg, sutradara Star Wars George Lucas, dan pengusaha kenamaan di Indonesia termasuk Boy Thohir, Edwin Soerjadjaja dan Nirwan Bakrie. Alumni USC Indonesia sendiri mencapai sekitar 2.500 anggota, menjadikannya salah satu kelompok alumni terbesar dari universitas luar negeri di Indonesia.

    Syarat Beasiswa TAMBA-SAMBA

    1. Warga Negara Indonesia
    2. Usia maksimal 40 tahun
    3. Skor TOEFL minimal 95 atau IELTS minimal 7
    4. Skor GMAT minimal 540 dan serta GMAT Focus
    5. Capaian akademik tinggi
    6. Memiliki pengalaman profesional minimal 6 tahun
    7. Menunjukkan potensi kepemimpinan yang kuat
    8. Berkomitmen untuk kembali ke Indonesia minimal selama 5 tahun dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi RI usai kelulusan

    Jadwal Seleksi Beasiswa TAMBA-SAMBA

    • 31 Agustus 2024: Batas waktu pendaftaran, mengisi formulir daring, mengunggah skor GMAT, skor TOEFL/IELTS, personal statement, dan recommendation letter.
    • 14 September 2024: Pengumuman kandidat penerima beasiswa (shortlisted), yang akan diminta untuk menyiapkan esai dan video berdurasi 3 menit sesuai topik.
    • 21 September 2024 pukul 17.00 WIB: Batas waktu pengiriman dokumen tahap 2 beserta Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sebagai bukti layak beasiswa.
    • 14 Oktober 2024: Batas waktu pengiriman dokumen pendaftaran IBEAR MBA, pendaftaran dikenakan biaya USD 115 (Rp 1,8 juta)
    • 10 Oktober 2024: Wawancara luring dengan Komite Seleksi
    • 15 November 2024: Wawancara final dengan tim USC Admission
    • 15 Desember 2024: Pengumuman penerima beasiswa

    Informasi lebih lanjut mengenai beasiswa S2 TAMBA & SAMBA Scholarship di IBEAR MBA, USC Marshal School of Business, Los Angeles, Amerika Serikat ini dapat diakses di laman https://ausci.org/scholarship/. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com