Tag: yogyakarta

  • 50 Lebih Destinasi Wisata yang Cocok untuk Liburan Akhir Tahun


    Jakarta

    Menjelang akhir tahun, banyak masyarakat yang sudah menyiapkan waktu untuk liburan bareng keluarga, teman, ataupun pasangan. Beberapa memilih berlibur ke luar negeri, tapi ada juga yang berkunjung ke sejumlah objek wisata di Tanah Air.

    Adapun sejumlah kota yang menjadi destinasi wisata favorit saat liburan, mulai dari Bogor, Bandung, Yogyakarta, Semarang, hingga Bali. Soalnya, ada banyak tempat wisata seru dan menarik di kota-kota tersebut.

    Liburan akhir tahun enaknya ke mana ya, travelers? Jika masih bingung, simak beberapa rekomendasi tempat wisata di Tanah Air yang cocok untuk menghabiskan liburan akhir tahun dalam artikel ini.


    Rekomendasi Tempat Wisata yang Cocok untuk Liburan Akhir Tahun

    Ada banyak destinasi wisata di Tanah Air yang patut dikunjungi saat liburan akhir tahun. Beberapa objek wisata tersebut umumnya tersebar di daerah Bandung, Yogyakarta, hingga Semarang.

    Jika masih bingung menghabiskan waktu liburan ke mana, simak rekomendasi tempat wisata untuk liburan akhir tahun yang dirangkum detikTravel:

    A. Jakarta

    Suasana Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Jumat (1/9/2023).(Weka Kanaka/detikcom)

    Apabila detikers hanya menghabiskan waktu liburan akhir tahun di Jakarta, berikut rekomendasi tempat wisata yang bisa dikunjungi saat liburan akhir tahun:

    1. Kebun Binatang Ragunan
    2. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
    3. Trans Studio Cibubur
    4. Wisata Pulau Seribu
    5. Jakarta Aquarium
    6. Dunia Fantasi (Dufan)
    7. Tebet Eco Park
    8. Taman Ismail Marzuki
    9. Monumen Nasional (Monas)
    10. Kota Tua
    11. Kawasan Blok M.

    B. Bandung

    Wahana baru di Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat.(Whisnu Pradana/detikJabar)

    Bandung menjadi salah satu destinasi favorit warga Jakarta yang ingin liburan. Selain jaraknya tidak terlalu jauh, ada banyak objek wisata menarik di Kota Kembang.

    Berikut sejumlah destinasi wisata di Bandung yang wajib dikunjungi saat liburan akhir tahun:

    1. Terminal Wisata Grafika Cikole
    2. Noah’s Park
    3. Dusun Bambu
    4. Orchid Forest Cikole
    5. Floating Market Lembang
    6. Ranca Upas
    7. Kawah Putih Ciwidey
    8. Trans Studio Bandung
    9. Taman Hutan Raya Ir H. Djuanda
    10. Lembang Park & Zoo
    11. The Great Asia Afrika
    12. Jalan Braga.

    C. Bogor dan Puncak

    Agrowisata Gunung Mas Puncak Bogor(Pradita Utama/detikcom)

    Bogor dan Kawasan Puncak juga menjadi tujuan favorit warga Jakarta yang ingin menghabiskan waktu liburan akhir tahun. Ada banyak destinasi wisata menarik di Bogor dan Puncak yang wajib dikunjungi, yaitu:

    1. Puncak Pass Farm Petik Stroberi
    2. Kebun Raya Bogor
    3. Curug Cibaliung
    4. Agrowisata Gunung Mas
    5. Gunung Leuwi Lieuk
    6. Wisata Agro Inkarla
    7. Situ Gede
    8. Taman Safari
    9. Dairyland Farm Theme Park
    10. Dairyland Riverside
    11. The Ranch Puncak Bogor
    12. Nicole’s River Park
    13. MiniMania
    14. Kuntum Farmfield.

    D. Yogyakarta

    Petugas berjaga saat penutupan Candi Prambanan di Klaten, Jawa Tengah, Senin (11/3/2024). Pengelola Taman Wisata Candi Prambanan dan Ratu Boko melakukan penutupan Candi Prambanan selama 24 jam sebagai penghormatan kepada seluruh umat Hindu yang merayakan Hari Raya Nyepi tahun Saka 1946. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.(Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah)

    Kota yang satu ini juga menjadi tujuan favorit banyak wisatawan, baik turis lokal maupun mancanegara. Ada sejumlah destinasi wisata di Yogyakarta yang wajib dikunjungi saat liburan, di antaranya:

    1. Keraton Yogyakarta
    2. Jalan Malioboro
    3. Museum Benteng Vredeburg
    4. Kampung Wisata Yogyakarta
    5. Tebing Breksi
    6. Candi Ratu Boko
    7. Candi Prambanan
    8. Wisata Alam Pinus Pengger
    9. Pantai Krakal
    10. Pantai Parangtritis
    11. Obelix Hills
    12. Taman Nasional Gunung Merapi
    13. Jogja Bay Waterpark.

    E. Semarang

    Warga menyaksikan pertunjukan tarian naga pada perayaan Festival Arak-arakan Cheng Ho 2024 di Klenteng Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (4/8/2024). Kirab yang merupakan agenda tahunan Kota Semarang tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah itu yang dimulai dari Klenteng Tay Kak Sie menuju Klenteng Sam Poo Kong untuk perayaan menyambut kedatangan Sam Poo Tay Djien atau Laksamana Cheng Ho ke-619. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/rwa.(Makna Zaezar/Antara)

    Semarang memiliki sejumlah destinasi wisata yang populer. Jika tertarik menghabiskan liburan akhir tahun di Semarang, berikut beberapa tempat wisata yang wajib dikunjungi:

    1. Lawang Sewu
    2. Sam Poo Kong
    3. Kota Lama
    4. Klenteng Tay Kak Sie
    5. Dusun Semilir
    6. Masjid Agung Jawa Tengah
    7. Desa Wisata Kandri
    8. Kawasan Simpang Lima
    9. Taman Budaya Raden Saleh
    10. Museum Kota Lama Semarang
    11. Pura Giri Natha.

    F. Bali

    Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) menjadi patung tertinggi ke-4 di dunia. Butuh waktu 28 tahun untuk mewujudkan mahakarya sekaligus ikon Pulau Bali itu.(Ni Made Nami Krisnayanti)

    Bagi travelers yang ingin menghabiskan waktu liburan akhir tahun di Bali, ada banyak sekali destinasi wisata yang patut dikunjungi. Agar tidak bingung, simak rekomendasinya di bawah ini:

    1. Pantai Sanur
    2. Pura Tanah Lot
    3. Pantai Seminyak
    4. Pura Uluwatu
    5. Peninsula Island
    6. Sunset Point Amed
    7. Ubud Art Market
    8. Garuda Wisnu Kencana (GWK)
    9. Pantai Kuta
    10. Monkey Forest Ubud
    11. Desa Penglipuran
    12. Pantai Lovina
    13. Bali Bird Park
    14. Bali Safari and Marine Park
    15. Pura Ulun Danu Beratan.

    G. Surabaya

    Kawasang Hutan Mangrove Wonorejo(Bappedalitbang Surabaya)

    Surabaya juga memiliki banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi saat liburan akhir tahun. Simak rekomendasinya di bawah ini:

    1. Kebun Binatang Surabaya
    2. Trans Snow Surabaya
    3. Atlantis Land Kenjeran
    4. Wonorejo Mangrove Ecotourism
    5. Museum Sepuluh Nopember
    6. Monumen Tugu Pahlawan
    7. Alun-alun Surabaya
    8. Surabaya North Quay
    9. Masjid Muhammad Cheng Hoo
    10. Kampung Peneleh
    11. Jembatan Suramadu View Point.

    H. Malang

    Malang Skyland(M Bagus Ibrahim/detikJatim)

    Ada sejumlah objek wisata di Malang yang patut dikunjungi saat liburan akhir tahun. Penasaran? Simak rekomendasinya di bawah ini:

    1. Hawai Waterpark
    2. Flora Wisata San Terra
    3. Malang Skyland
    4. Malang Dreamland
    5. Malang Night Paradise
    6. Kebun Teh Wonosari
    7. Air Terjun Coban Rondo
    8. Araya Arcade Garden
    9. Taman Kemesraan
    10. Alun-alun Malang
    11. Malang Night Paradise
    12. Umbulan Tanaka.

    Demikian rekomendasi tempat wisata yang cocok untuk liburan akhir tahun dari berbagai kota di Indonesia. Jadi, ingin berkunjung ke mana, travelers?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • 20 Hotel Dekat Malioboro yang Terbaik, Rp 200 Ribuan hingga 1 Jutaan



    Jakarta

    Jika ingin menginap di pusat Kota Yogyakarta dengan nuansa kota yang khas, detikers bisa menginap di kawasan Jalan Malioboro. Ada banyak hotel di sana dengan kelas yang berbeda-beda.

    Jika detikers masih bingung memilih hotel dekat Malioboro, simak dulu rekomendasi 20 hotel terbaik sekitar Malioboro berikut ini. Harganya bervariasi mulai dari Rp 200 ribuan hingga Rp 1 jutaan per malam.

    Rekomendasi 20 Hotel Dekat Malioboro

    Dirangkum dari sejumlah situs booking hotel dan Google Maps, berikut ini rekomendasi 20 hotel dekat Malioboro, lengkap dengan lokasi dan harganya:


    1. Liberta Malioboro

    Hotel Liberta Malioboro Yogyakarta.Hotel Liberta Malioboro Yogyakarta. (dok Instagram @libertamalioboro)
    • Lokasi: Jalan Pringgokusuman No 17, Pringgokusuman, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta
    • Harga: mulai Rp 280 ribu

    Hotel dekat Malioboro yang pertama adalah Liberta Malioboro yang jaraknya sekitar 700 meter dari Jalan Malioboro. Berdesain modern, hotel bintang dua ini ini memiliki fasilitas kolam renang cukup luas. Tempat ini juga dilengkapi kafe yang nyaman.

    2. Top Hotel Malioboro Jogja

    Top Hotel Malioboro Yogyakarta.Top Hotel Malioboro Yogyakarta. (dok Top Hotel Malioboro)
    • Lokasi: Jalan HOS Cokroaminoto No 145, Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 320 ribu

    Top Hotel Malioboro Jogja adalah hotel bintang dua yang cukup terjangkau. Jaraknya cukup dekat dengan kawasan Malioboro, yakni hanya 6 menit naik motor.

    Ada beberapa pilihan kamar, seperti superior, bisnis, dan deluxe. Kamar superiornya memiliki luas 21 meter persegi dengan fasilitas AC, pembuat kopi dan teh, dan TV.

    3. Taman Yuwono Heritage Malioboro

    Taman Yuwono Hotel & Villa Malioboro Yogyakarta.Taman Yuwono Hotel & Villa Malioboro Yogyakarta. (dok Taman Yuwono Hotel & Villa Malioboro)
    • Lokasi: Komplek Taman Yuwono, Jalan Dagen No.11, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta
    • Harga: mulai Rp 390 ribu

    Taman Yuwono Heritage Malioboro termasuk hotel yang jaraknya sangat dekat, yakni sekitar 300 meter dari Jalan Malioboro atau 350 meter jalan kaki dari pintu Stasiun Yogyakarta.

    Hotel ini berkonsep minimalis dan terasa seperti rumah lama. Terdapat joglo yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang bersama.

    4. D’Senopati Malioboro

    Hotel D'Senopati Malioboro dekat Malioboro.Hotel D’Senopati Malioboro dekat Malioboro. (dok D’Senopati Malioboro).
    • Lokasi: Jalan Panembahan Senopati No 40, Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 430 ribu

    D’Senopati Malioboro berlokasi tak jauh dari ujung selatan Jalan Malioboro. Hotel ini berada di tepi jalan raya, dan bangunannya cukup megah sehingga mudah ditemukan.

    Terdapat beberapa jenis kamar, yakni standar, superior dan deluxe. Luas kamarnya 22 meter persegi. Ada kolam luas yang bisa detikers pakai untuk berenang.

    5. Whiz Hotel Malioboro Yogyakarta

    Whiz Hotel Malioboro.Whiz Hotel Malioboro. (dok Whiz Hotel Malioboro).
    • Lokasi: Jalan Dagen No 8, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 380 ribu

    Whiz Hotel sangat dekat dengan Malioboro karena hanya berjarak 100 meter dari Jalan Malioboro. Tempatnya juga berdekatan dengan tempat makan gudeg populer, sehingga cocok buat kalian yang ingin mencicipi kuliner khas Jogja ini.

    Kalian bisa memilih standard room dan superior room, atau deluxe room. Fasilitasnya antara lain brankas, TV, kulkas mini, pembuat teh dan kopi, dan lain sebagainya.

    6. Prima In Hotel Malioboro

    Prima In Hotel dekat Malioboro.Prima In Hotel dekat Malioboro. (dok Prima In Hotel Yogyakarta).
    • Lokasi: Jalan Gandekan Lor No 47, Pringgokusuman, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 470 ribu

    Prima In Hotel Malioboro merupakan hotel bintang tiga yang cukup mudah ditemukan. Jaraknya hanya 400 meter dari pintu Stasiun Yogyakarta.

    Hotel ini menawarkan beberapa jenis kamar, mulai dari superior, cabanas, deluxe, executive, dan suite untuk keluarga. Pada jenis superior, luas kamarnya 24 meter persegi dengan fasilitas AC, meja kerja, LED TV, pembuat teh dan kopi, minibar dengan camilan gratis, dan balkon.

    7. Grand Hotel Malioboro

    • Lokasi: Jalan Dagen No 85, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 730 ribu

    Berada di kawasan Wisata Dagen, hotel ini juga dekat dengan Malioboro. Traveler bisa memilih kamar superior, double, dan executive. Kamar superiornya memiliki luas 19 meter persegi dengan fasilitas AC, pembuat kopi dan teh, hingga TV LCD.

    8. Amaris Hotel Malioboro

    • Lokasi: Jalan Pajeksan No 10, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 430 ribu

    Amaris Hotel Malioboro berada sangat dekat dengan Jalan Malioboro, terutama dengan Rumah Hantu Malioboro dan Pasar Beringharjo. Hotel ini memiliki bangunan berdesain Belanda yang unik. Traveler bisa memilih jenis kamar smart room hollywood maupun smart room twin yang dilengkapi dengan TV LCD dan wifi gratis.

    9. Ayaartta Hotel Malioboro

    • Lokasi: Jalan KH. Ahmad Dahlan No 123, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 390 ribu

    Ayaartta Hotel Malioboro merupakan hotel bintang 3 dengan kamar-kamar bergaya artistik. Ada pilihan jenis kamar, seperti kamar superior, deluxe premiere, deluxe premier balcony, family room, junior suite, dan premier suite. Kamar superiornya mempunyai 2 bed berukuran cukup besar.

    10. Khas Hotel Malioboro

    • Lokasi: Jalan Gadean No 3, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 580 ribu

    Khas Hotel Malioboro juga sangat dekat dengan Pasar Beringharjo, meskipun agak masuk ke dalam gang. Bangunannya tampak megah dengan warna putih. Fasilitasnya ramah untuk umat Islam, karena dilengkapi mukena, sajadah, dan Al-Qur’an.

    11. Ibis Styles Yogyakarta

    Hotel Ibis Styles Yogyakarta dekat Malioboro.Hotel Ibis Styles Yogyakarta dekat Malioboro. (dok Ibis Style Yogyakarta).
    • Lokasi: Jalan Dagen No 109, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 620 ribu

    Ibis Style Yogyakarta hanya berjarak lima menit jalan kaki menuju Jalan Malioboro. Dalam situs resminya, kamar superior dilengkapi satu queen size bed dengan luas 23 meter persegi, dengan fasilitas TV, pengering rambut, mini bar, brankas, hingga pembuat teh dan kopi.

    Fasilitas lainnya antara lain kolam renang di atas, gym, bar, restoran, hingga area bermain anak. Pengunjung dapat berenang menikmati pemandangan Jogja dari atas hotel.

    12. Emersia Hotel Malioboro

    • Lokasi: Jalan Gowongan Kidul No 34, Gowongan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 650 ribu

    Emersia Hotel Malioboro berada di sisi utara Stasiun Yogyakarta, sehingga hanya membutuhkan waktu 8 menit menuju Jalan Malioboro. Dari sisi bangunan, hotel bintang 3 ini berdesain gabungan antara modern dan tradisional.

    Pilihan kamarnya ada superior dan deluxe. Kamar superiornya memiliki dua jenis, yaitu berada di lantai dasar dengan pemandangan taman dan balkon, atau di lantai dua yang dilengkapi kolam ikan.

    13. The Malioboro Hotel & Conference

    • Lokasi: Jalan Gandekan Lor No 21, Pringgokusuman, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 630 ribu

    The Malioboro Hotel & Conference merupakan hotel baru yang berada di dekat Malioboro. Hotel bintang empat ini memiliki fasilitas lengkap, meskipun kolam renangnya tidak terlalu besar. Interior hotel ini Jogja banget karena menggunakan desain batik dan wayang.

    14. Patra Malioboro

    Hotel Patra Malioboro.Hotel Patra Malioboro. (dok Hotel Patra Malioboro).
    • Lokasi: Jalan Sosrowijayan No 35, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 650 ribu

    Patra Malioboro berjarak 200 meter ke Jalan Malioboro. Keluar dari gang, traveler bisa langsung menemukan Teras Malioboro yang merupakan tempat berbelanja oleh-oleh khas Jogja. Hotel ini menawarkan gaya klasik modern dengan fasilitas antara lain kolam renang dan teras kota yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan.

    15. Malyabhara Hotel

    Hotel Malyabhara dekat Malioboro.Hotel Malyabhara dekat Malioboro. (dok Hotel Malyabhara).
    • Lokasi: Jalan Malioboro No 52-58, Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 710 ribu

    Malyabhara letaknya sangat strategis karena berada di sisi utara Plaza Malioboro dan Mall Malioboro. Hotel ini memiliki fasilitas kolam renang di atap. Kalian juga bisa menikmati pemandangan Jalan Malioboro dari atas. Beberapa pilihan kamarnya adalah superior twin, superior king, deluxe twin, deluxe king, dan executive.

    16. Neo Hotel

    Neo Hotel dekat Malioboro.Neo Hotel dekat Malioboro. (dok Neo Hotel Yogyakarta)
    • Lokasi: Jalan Pasar Kembang No 21, Sosromenduran, Yogyakarta, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 590 ribu

    Lokasi Neo Hotel Malioboro sangat strategis karena berada di depan Stasiun Yogyakarta. Tinggal jalan kaki 3 menit sudah sampai ke Jalan Malioboro. Hotel ini dilengkapi Lounge di rooftop yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk melihat pemandangan dari atas.

    17. Jambuluwuk Malioboro Yogyakarta

    Jambuluwuk Hotel dekat Malioboro.Jambuluwuk Hotel dekat Malioboro. (dok Jambuluwuk Hotel)
    • Lokasi: Jalan Gajah Mada No 67, Purwokinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 630 ribu

    Jambuluwuk Malioboro berada sekitar 900 meter dari Jalan Malioboro. Beberapa pilihan kamarnya ada superior dan deluxe. Fasilitas yang ditawarkan seperti karaoke, tropical pool, playground dan toko suvenir.

    18. el Hotel Yogyakarta Malioboro

    el Hotel Yogyakarta dekat Malioboro.el Hotel Yogyakarta dekat Malioboro. (dok el Hotel Yogyakarta)
    • Lokasi: Jalan Dagen No 6, Sosromenduran, Malioboro, Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 840 ribu

    el Hotel Malioboro adalah hotel bintang empat yang jaraknya hanya 20 meter ke Jalan Malioboro. Beberapa pilihan kamar yang ditawarkan seperti superior room, deluxe room, deluxe premier room, suite room, dan executive suite room. Fasilitasnya antara lain TV LED, kulkas, pembuat teh dan kopi, pengering rambut, hingga playground untuk anak-anak.

    19. Royal Malioboro by Aston

    Hotel Royal Malioboro Yogyakarta.Hotel Royal Malioboro Yogyakarta. (dok Instagram @royalmalioboro)
    • Lokasi: Jalan Pasar Kembang No 29, Sosromenduran, Yogyakarta, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 890 ribu

    Hotel Royal Malioboro berada di depan Stasiun Yogyakarta dan bersebelahan dengan Neo Hotel. Cukup berjalan kaki 3 menit, traveler akan sampai ke Jalan Malioboro.

    Selain mendapatkan kamar yang luas dan nyaman, traveler juga memperoleh beberapa fasilitas seperti gym, restoran, dan kolam renang di atap dengan pemandangan kota Jogja.

    20. Novotel Suites Yogyakarta

    Novotel Suites Malioboro YogyakartaNovotel Suites Malioboro Yogyakarta. (dok Instagram @novotelsuitesmalioboro)
    • Lokasi: Jalan Malioboro No 52-58, Suryatmajan, Kec. Danurejan, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 1,2 juta

    Hotel ini bersebelahan dengan Malyabhara Hotel atau di utara Plaza Malioboro dan Mall Malioboro, sehingga sangat strategis. Kamar superiornya terdapat dua pilihan, yakni dengan satu bed ukuran king atau dua single bed. Fasilitasnya antara lain kamar seluas 32 meter persegi, pemandangan kota, mini bar, microwave, hair dryer, wifi, dan televisi.

    Itulah tadi 20 hotel dekat Malioboro yang bisa menjadi pilihan traveler saat berwisata ke Jogja. Harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga selalu cek kembali harga terbaru di situs booking hotel atau situs resmi hotelnya.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 11 Wisata Sekitar Candi Prambanan, Spot Berenang-Lihat City Light


    Jakarta

    Candi Prambanan termasuk objek wisata yang kerap dikunjungi bukan hanya oleh wisatawan lokal tetapi juga turis mancanegara. Lokasinya berada di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan berbatasan dengan Klaten di Jawa Tengah.

    Prambanan menjadi candi bercorak Hindu terbesar di Tanah Air dan diyakini dibangun sekitar abad ke-9. Meski termasuk wisata sejarah, berbagai pertunjukan seni dan acara seperti Sendratari Ramayana, konser musik, hingga event olahraga lari sering diadakan di kompleks Candi Prambanan.

    Selain itu, di sekitar Prambanan juga terdapat banyak destinasi wisata menarik yang sayang dilewati saat berkunjung ke sana. Apalagi kalau traveler berasal dari luar kota. Jadi, apa saja wisata yang ada di sekitar Candi Prambanan?


    Daftar Wisata Sekitar Candi Prambanan

    Merangkum dari Google Review, berikut deretan objek wisata di sekeliling Candi Prambanan yang patut didatangi:

    1. Keraton Ratu Boko

    Ratu BokoRatu Boko (Putu Intan/detikcom)
    • Lokasi: Jl. Raya Piyungan-Piyungan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY
    • Jam Buka: Setiap hari, 07.00 – 17.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000-85.000

    Keraton Ratu Boko kerap disebut Candi Ratu Boko, padahal situs ini merupakan reruntuhan sebuah kerajaan. Menurut riwayat, situs ini adalah istana Ratu Boko, ayah Lara Jonggrang. Keraton Ratu Boko diperkirakan dibangun pada abad ke-8.

    Di sana terdapat kompleks Ratu Boko mencakup gerbang ikonik, teras, dan sisa-sisa bangunan istana. Selain itu terhampar taman luas yang memiliki panorama cantik.

    Kompleks Ratu Boko berada sekitar 3 km di selatan Candi Prambanan. Lokasinya dapat diakses melalui Jalan Laksda Adisucipto dan Jalan Raya Solo-Yogya ke arah timur. Di persimpangan Pasar Prambanan ambil Jalan Prambanan-Piyungan, sekitar 3 km dari sana akan ada penunjuk jalan ke Ratu Boko yang terletak di bukit sebelah kiri.

    2. Tebing Breksi

    Sandiaga awalnya meninjau lokasi di Tebing Breksi yang memajang beberapa produk UMKM dari BUMDes Sambi Mulyo.Tebing Breksi (Kemenparekraf)
    • Lokasi: Jl. Desa Lengkong, Sambirejo, Prambanan, Sleman, DIY
    • Jam Buka: Setiap hari, 08.00 – 21.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 10.000

    Tebing Breksi dulunya merupakan bekas pertambangan batu. Susunan batuan di sana telah terbentuk sejak jutaan tahun lalu. Selain dikembangkan menjadi tempat wisata, lokasi ini juga menjadi laboratorium alam untuk kepentingan pendidikan.

    Pagelaran seni hingga event musik kerap diselenggarakan di Tebing Breksi. Selain itu, traveler dapat menyaksikan pemandangan elok dari ketinggian seperti Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko di arah utara serta Kota Jogja dan landasan pacu Bandara Adisucipto di arah barat.

    Dari Candi Prambanan, Tebing Breksi berjarak kisaran 6-7 km dengan waktu tempuh 15 menit.

    3. Waterpark Galuh Tirtonirmolo

    • Lokasi: Jl. Manisrenggo, Tlogo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah
    • Jam Buka: Setiap hari, 07.00 – 17.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000

    Di Waterpark Galuh Tirtonirmolo terdapat 12 kolam, mulai kolam renang dewasa dan anak hingga kolam kuda laut. Ada juga banyak papan seluncur dan air mancur. Selain itu, traveler dapat menemukan berbagai wahana seperti flying fox, bombom car, sampai kereta gantung.

    Lokasinya berjarak 1,5 km dari Candi Prambanan sehingga cukup dicapai dalam 5 menit menggunakan kendaraan.

    4. Candi Sewu

    Candi SewuCandi Sewu (Rudi Chandra/d’Traveler)
    • Lokasi: Jl. Raya Solo-Yogyakarta, Bugisan, Prambanan, Klaten, DIY
    • Jam Buka: Setiap hari, 08.00 – 17.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000-40.000

    Kata ‘sewu’ dalam bahasa Jawa berarti seribu. Candi ini dikaitkan dengan legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Yang mana Bandung Bondowoso diminta membuat 1.000 candi dalam waktu semalam jika hendak menjadikan Roro Jonggrang sebagai istri.

    Meski begitu, traveler hanya akan menemukan sekitar 249 candi di kompleks candi bercorak Buddha yang telah ada sejak abad ke-8 ini. Kompleks Candi Sewu terletak sekitar 800 meter di utara Candi Prambanan dan bisa dicapai dalam waktu hanya beberapa menit.

    5. Bukit Bintang

    Bukit Bintang di YogyakartaView dari Bukit Bintang Yogyakarta (ivan satriyadi pratama/d’traveler)
    • Lokasi: Jl. Jogja-Wonosari, Patuk, Gunung Kidul, DIY
    • Jam Buka: Setiap Hari, 24 jam
    • Harga Tiket Masuk: Gratis

    Bukit Bintang termasuk spot nongkrong di Jogja yang terkenal dengan panoramanya. Dari ketinggian, traveler dapat menyaksikan citylight Yogyakarta yang cantik di malam hari. Di sekitar sini terdapat banyak kafe dan warung yang menjual aneka jajanan.

    • Pemandangan hijau dari atas di pagi hari juga tidak kalah cantik kok. Bahkan bisa melihat panorama Gunung Merapi dan Merbabu serta aktivitas pesawat di Bandara Adisucipto.Bukit Bintang berada 14 km dari Candi Prambanan dan bisa dicapai dalam waktu 23-25 menit.

    6. Blue Lagoon Jogja

    Pemandian dengan Air Berwarna Hijau Kebiruan di Blue Lagoon Jogja.Kolam alami Blue Lagoon Jogja dengan air jernih berwarna hijau kebiruan (Fida Afra’ Effendi/detikcom)
    • Lokasi: Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman, DIY
    • Jam Buka: Setiap Hari, 06.00 – 17.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 15.000

    Kalau ingin berenang juga bisa ke Blue Lagoon Jogja. Kolam di sini bersumber dari mata air alami sehingga airnya segar dan jernih plus bersih. Meski berada di dekat permukiman warga, lokasinya masih asri dan adem dengan dikelilingi pepohonan dan bebatuan.

    Dari Candi Prambanan, Blue Lagoon Jogja berjarak 11 km dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

    7. Obelix Hills

    Obelix HillsObelix Hills (dok. Obelix Hills)
    • Lokasi: Dusun Klumprit, Wukirharjo, Prambanan, Sleman, DIY
    • Jam Buka: Setiap Hari, 10.00 – 21.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 25.000-30.000

    Sejumlah spot foto Instagramable dapat ditemukan di Obelix Hills, muulai ayunan langit, Eagle Nest, Sky Deck, hingga Pottery Cave. Lokasinya berada di ketinggian juga menawarkan pemandangan cantik Kota Jogja sekaligus sunsetnya.

    Ada resto outdoor dengan berbagai menu lezat di sini. Yang paling epic, panggung live musicnya membelakangi panorama sehingga traveler bisa menonton performance with the view. Obelix Hills berjarak kisaran 10 km dari Candi Prambanan dan dapat dicapai dalam waktu 25 menit.

    8. Candi Plaosan Lor

    Candi Plaosan Lor di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, KlatenCandi Plaosan Lor di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten (Achmad Hussein Syauqi/detikcom)
    • Lokasi: Jl. Candi Plaosan, Bugisan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah
    • Jam Buka: Setiap Hari, 07.30 – 16.30 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 2.000-10.000

    Situs candi ini terdiri dari dari Candi Plaosan Lor di utara dan Candi Plaosan Kidul di selatan serta mandapa atau bangunan yang digunakan untuk ritual. Jarak antar kedua candinya sekitar 200 meter dan di sekelilingnya terdapat 58 candi pendamping serta 194 stupa.

    Candi bercorak Buddha ini dibangun pada awal abad ke-9 dan berlokasi kurang lebih 3 km dari Candi Prambanan dengan waktu tempuh 5 menit.

    9. Waterboom Jogja

    Keseruan para pengunjung yang sedang berenang di Waterboom Jogjga.Waterboom Jogjga. (Instagram @waterboomjogja)
    • Lokasi: Jl. Jenengan Raya, Maguwoharjo, Depok, Sleman, DIY
    • Jam Buka: Setiap Hari, 09.00 – 16.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 85.000-90.000

    Traveler bisa pula berenang di Waterboom Jogja. Tempatnya luas dan dilengkapi 19 wahana seru yang dapat dijajal traveler. Tidak hanya kolam renang, terdapat taman dipenuhi pepohonan hijau dan thematic park di sini. Ada juga museum air “Water for Life” yang menyediakan informasi tentang air hingga manfaatnya.

    Dari Candi Prambanan, lokasinya berada sekitar 12-15 km dengan waktu tempuh kurang lebih 23-25 menit.

    10. Gerbang Banyu Langit

    • Lokasi: Jl. Bintaran Kulon, Srimulyo, Piyungan, Bantul, DIY
    • Jam Buka: 08.00 – 18.30 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Gratis

    Gerbang Banyu Langit menyuguhkan suasana pedesaan yang asri dikelilingi pepohonan dan arsitektur bambu. Di sini terdapat taman, food court, kolam renang, hingga penyewaan kano.

    Ada banyak spot foto ‘ndeso’ di sini, yang paling ikonik adalah gerbang bambunya yang menjulang tinggi. Dari Candi Prambanan, lokasinya berjarak 14 km dengan waktu tempuh 25 menit.

    11. HeHa SkyView

    Pemandangan dari Heha Skyview YogyakartaPemandangan dari Heha Skyview Yogyakarta (Pradikta Kusuma/d’traveler)
    • Lokasi: Jl. Dlingo-Patuk, Bukit, Patuk, Gunung Kidul, DIY
    • Jam Buka: 08.00 – 21.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 25.000

    Di HeHa SkyView, traveler juga dapat menyaksikan panorama Kota Jogja dari ketinggian. Kecantikan sunset dan city light Jogja dari sini tidak boleh dilewatkan. Dapat ditemukan pula spot foto Sky Glass dan Sky Balloon. Untuk anak-anak terdapat area panjang tebing aman yang bisa dicoba.

    Lokasi HeHa Skyview berada sekitar 15 km dari Candi Prambanan dengan waktu tempuh kisaran 30 menit.. Dari Tugu Jogja, letaknya sekitar 21 km dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam.

    (azn/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Perbedaan Tari Kecak dengan Tari Bali Lainnya


    Jakarta

    Tak perlu diragukan lagi, tari kecak merupakan tari yang paling populer di kalangan wisatawan Bali. Tarian ini begitu atraktif meski banyak gerakan yang sebetulnya monoton.

    Lantas apakah yang membuat tari ini berbeda dari tari Bali lainnya? Simak perbedaan dan keunikan tari kecak berikut ini. Ketahui juga jenis-jenis tari Bali lainnya untuk mengetahui perbedaannya dengan tari kecak.

    Keunikan Tari Kecak

    Dirangkum dari buku Keanekaragaman Seni Tari Nusantara oleh Resi Septiana Dewi dan buku Unsur Tari dan Simbolnya, berikut ini 5 keunikan tari kecak yang membedakan dengan tari Bali lainnya:


    1. Iringan Musik

    Tari kecak berbeda dari tari pada umumnya yang menggunakan iringan musik. Tari kecak tidak diiringi dengan musik dari gamelan atau alat musik tradisional lain, melainkan cuma diiringi suara para penarinya.

    Para penari bersuara ‘cak’ secara berulang dan sebagian melantunkan nada-nada tertentu sehingga membentuk musik akapela. Ada juga yang bertindak sebagai dalang untuk membawakan alur cerita.

    2. Jumlah Penari

    Tari kecak biasanya dimainkan oleh sekitar 50 orang penari. Kebanyakan penari merupakan pengiring cerita sekaligus bersuara ‘cak’ sebagai iringan musik. Mereka duduk melingkar dan memberikan suasana dalam alur cerita.

    Sementara beberapa penari bertindak sebagai tokoh dalam cerita, seperti Rama, Sinta, Rahwana, dan Hanuman. Mereka menari dan berperan sesuai alur cerita di tengah-tengah lingkaran.

    Jumlah penari ini tak dibatasi. Bahkan pada 1979, tari kecak pernah dimainkan 500 penari. Rekor dipecahkan pada 2006 oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan yang menyelenggarakan kecak kolosal dengan 5 ribu penari.

    3. Gerakan

    Gerakan tari kecak tidak serumit tari tradisional lainnya. Gerakannya tidak banyak variasi karena kebanyakan hanya menggerakkan lengan ke atas kepala menggoyang-goyangkan telapak tangan.

    Gerakannya pun cenderung bebas tanpa pakem-pakem seperti tari lainnya. Gerakan tari kecak mengutamakan alur cerita dan perpaduan dengan suara ‘cak’.

    4. Kostum dan Properti

    Kostum para penari pengiring sangat sederhana, yakni hanya kain poleng atau kain hitam putih yang digunakan sebagai bawahan dan tanpa mengenakan baju. Mereka juga mengenakan setangkai bunga yang disematkan di telinga.

    Sementara para penari yang menjadi tokoh, mereka mengenakan kostum sesuai tokohnya, misalnya Rahwana mengenakan topeng raksasa atau Hanuman mengenakan kostum kera.

    Ada beberapa properti digunakan dalam tari kecak, antara lain bara api, bunga kamboja, gelang kerincing, selendang hitam putih, dan tempat sesajen yang membuat nuansa terasa sakral dan mistis.

    5. Drama yang Dimainkan

    Setiap tari biasanya memiliki cerita yang dimainkan. Tari kecak mengisahkan cerita Ramayana. Kisahnya mengenai Rama dan Hanuman yang berusaha membebaskan Dewi Sinta dari tangan Rahwana. Cerita ini juga dimainkan dalam Sendratari Ramayana di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

    Jenis-jenis Tarian Bali

    Dikutip dari situs ISI Denpasar, jenis tarian Bali dibedakan menjadi tiga berdasarkan fungsinya, yakni:

    1. Tari Wali

    Tari wali disebut juga tari sakral, yakni berfungsi sebagai pelengkap tata cara dalam upacara keagamaan. Tari ini biasanya dilakukan di pura-pura dan tempat-tempat yang berhubungan dengan upacara keagamaan.

    Tari ini tidak memakai lakon alias tidak bercerita. Contoh tari wali antara lain tari rejang dan tari pendet.

    2. Tari Bebali

    Tari bebali sering digunakan sebagai tari seremonial, tetapi juga bisa digunakan sebagai pengiring upacara atau upakara di pura maupun di luar pura. Tari ini umumnya memakai lakon, contohnya drama tari, tari topeng, tari arja.

    3. Tari Bali-balian

    Tari bali-balian termasuk seni hiburan karena tidak termasuk tari wali maupun tari bebali. Tari ini dibuat dengan unsur dan dasar tari yang luhur. Contohnya adalah tari kecak, legong keraton, dan tari joged.

    9 Tarian Bali yang Terkenal

    Untuk mengetahui perbedaan tari kecak dengan tari Bali lainnya, simak 9 tari Bali berikut ini, dikutip dari situs Perumda Kerthi Bali Santhi:

    1. Tari Pendet

    Tari pendet melambangkan turunnya dewa-dewi ke bumi. Tari ini biasanya dipentaskan lima orang penari wanita atau lebih. Para penari mengenakan pakaian adat dan membawa bokor atau canang sari berisi bunga. Tari ini umumnya dipentaskan di halaman pura menghadap ke sebuah palinggih, tempat bhatara dan bhatari diistanakan.

    2. Tari Barong

    Tari barong ada berbagai macam, seperti barong macan, barong asu, barong bangkal, dan barong gajah. Tari ini menggambarkan pertentangan antara kejahatan dan kebajikan.

    Tari barong memiliki unsur komedi, biasanya dibawakan dua penari laki-laki. Satu penari mengendalikan kepala kostum dan satu lainnya mengendalikan ekor.

    3. Tari Legong

    Tari legong berasal dari kata ‘leg’ (gerak tari yang luwes) dan ‘gong’ (gamelan). Tarian ini menekankan kelenturan dan keluwesan penarinya, diiringi dengan Gamelan Semar Pegulingan.

    Penari wanita menggunakan kipas sebagai atribut utama. Dulunya, tari ini hanya dapat dinikmati oleh kalangan bangsawan di keraton, namun kini dapat dinikmati siapa saja.

    4. Tari Baris

    Awalnya, tari baris berfungsi untuk ritual upacara keagamaan, tetapi kini digunakan sebagai hiburan bagi wisatawan di Bali. Tari baris menggambarkan kepahlawanan, menunjukkan keahlian dan keberanian seorang prajurit dalam menggunakan senjata perang.

    5. Tari Puspanjali

    Tari puspanjali berasal dari kata ‘puspa’ dan ‘anjali’ yang masing-masing berarti ‘bunga’ dan ‘menghormati’. Tari ini biasa digunakan untuk penyambutan tamu sebagai tanda penghormatan kepada mereka lewat simbol sekuntum bunga.

    6. Tari Janger

    Tari janger dibawakan oleh 10 penari muda-mudi Bali yang berpasangan. Gerakannya sederhana namun ceria dan bersemangat. Penari terdiri dari kelompok putra (kecak) dan kelompok putri (janger) yang saling berpasangan sambil bernyanyi lagu janger secara bersahut-sahutan.

    7. Tari Bumbung atau Joged Bumbung

    Tari atau joged bumbung adalah tarian hiburan tradisional Bali yang sering ditampilkan pada acara-acara seperti pernikahan, perayaan pascapanen, dan hari raya. Tarian ini dibawakan oleh seorang penari perempuan, yang kemudian akan memilih seorang penonton pria untuk diajak menari bersama, yang disebut ‘ngibing’.

    8. Tari Gambuh

    Tari gambuh memadukan unsur seni tabuh, dialog, sastra, rupa, dan rias, sehingga bisa dikatakan menyerupai teater. Tari ini dibawakan oleh 25 hingga 40 penari pria dan wanita, termasuk penari lanjut usia.

    9. Tari Topeng Sidakarya

    Tari topeng sidakarya biasanya ditampilkan di akhir sebuah acara sebagai tanda penutup. Tarian ini termasuk dalam kategori seni pertunjukan sakral dari Bali. Alur ceritanya bervariasi, disesuaikan dengan upacara yang digelar.

    Nah, sudah tahu kan bedanya tari kecak dengan tari Bali lainnya? Kalau detikers ingin menyaksikan tari kecak, bisa datang ke beberapa lokasi, antara lain Pura Luhur Uluwatu dan Garuda Wisnu Kencana (GWK).

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 7 Tempat Ngabuburit Asyik di Jogja, Catat Biar Tidak Lupa



    Yogyakarta

    Mengisi waktu untuk mengunggu berbuka puasa, traveler bisa ngabuburit asyik di 7 destinasi wisata di Yogyakarta ini. Apa saja? Catat dulu biar tidak lupa.

    Ngabuburit menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk berburu takjil, maupun menikmati suasana khas Ramadan. Di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta, tradisi ini semakin meriah dengan beragam pilihan tempat yang bisa dikunjungi.

    Bagi traveler yang sedang mencari tempat ngabuburit yang seru di Yogyakarta, ada beberapa lokasi yang bisa menjadi pilihan.


    Dikutip dari Antara, Selasa (4/3/2025), berikut 7 rekomendasi tempat ngabuburit di Yogyakarta:

    1. Jalan Malioboro

    Pertama tentu saja Malioboro. Jalan Malioboro merupakan ikon Yogyakarta yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Sambil menunggu waktu berbuka, Anda dapat berjalan-jalan menikmati suasana khas.

    Traveler bisa mencuci mata dengan melihat deretan toko, pedagang kaki lima, dan seniman jalanan yang sedang beraksi. Selain itu, terdapat banyak penjual makanan tradisional yang dapat dijadikan pilihan untuk takjil berbuka puasa.

    2. Titik Nol Kilometer

    Titik Nol Kilometer adalah pusat kota yang dikelilingi oleh bangunan bersejarah seperti Kantor Pos Besar dan Benteng Vredeburg. Tempat ini sering dijadikan lokasi berkumpulnya komunitas dan pertunjukan seni jalanan, sehingga cocok untuk ngabuburit sambil menikmati suasana kota.

    3. Garrya Bianti

    Bagi yang ingin menghabiskan bulan Puasa di Jogja, Garrya Bianti Yogyakarta siap menyambut para tamu dengan pengalaman yang nyaman, tenang, dan penuh makna. Punya konsep slow living yang menenangkan, destinasi ini menghadirkan berbagai pengalaman istimewa selama musim liburan.

    Traveler dapat menikmati kuliner khas Nusantara dan Thailand di Refresh All-Day Dining, mengikuti sesi wellness seperti sound healing di tengah alam, water sound healing, kelas eco-pounding, membuat jamu, atau bersantai dengan pemandangan taman tropis yang asri.

    Wisatawan bisa juga berkeliling desa di Sleman Utara sambil mengendarai mobil klasik dan berkunjung ke kebun jamur. Tentunya ini akan jadi pengalaman yang berbeda bagi keluarga.

    “Kami ingin menghadirkan suasana yang nyaman dan penuh kehangatan bagi para tamu yang merayakan bulan Puasa bersama keluarga, maupun mencari ketenangan setelah perjalanan panjang,” ujar Ridwan Heriyadi, General Manager Garrya BiantiYogyakarta.

    4. Kampung Ramadan Jogokariyan

    Setiap bulan Ramadan, Kampung Jogokariyan mengadakan pasar sore yang menjajakan berbagai kuliner khas untuk berbuka puasa. Suasana religius dan kekeluargaan sangat terasa di sini, menjadikannya tempat yang tepat untuk ngabuburit sambil berburu takjil.

    5. Lembah UGM

    Kawasan Lembah Universitas Gadjah Mada menjadi ramai saat Ramadan dengan adanya pasar takjil yang menjual berbagai makanan dan minuman untuk berbuka. Lokasinya yang strategis dan dekat dengan masjid memudahkan pengunjung untuk melaksanakan ibadah setelah berbuka.

    6. Pantai Parangtritis

    Bagi yang ingin menikmati suasana pantai, Pantai Parangtritis bisa menjadi pilihan untuk ngabuburit. Menjelang senja, pemandangan matahari terbenam di pantai ini sangat memukau. Anda juga dapat menyewa ATV atau delman untuk berkeliling pantai sambil menunggu waktu berbuka.

    7. Obelix Hills

    Obelix Hills menawarkan pemandangan alam dari ketinggian yang menawan. Tempat ini cocok untuk ngabuburit sambil menikmati panorama matahari terbenam dan berfoto di spot-spot yang disediakan. Selain itu, terdapat kafe yang menyajikan berbagai menu untuk berbuka puasa.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Terjadi Lagi, Mobil Nyasar ke Sawah Gara-gara Ikuti Google Maps



    Jakarta

    Mobil seorang pemudik tidak sengaja masuk ke area persawahan di Ponorogo, Jawa Timur. Gara-garanya, dia mengikuti petunjuk peta digital, Google Maps. Ini menjadi kasus kesekian kalinya pengendara mobil kesasar gegara mengikuti Google Maps.

    Diketahui mobil itu milik Ibnu, warga Yogyakarta. Ibnu berencana pergi ke Desa Sendang, Jambon, Ponorogo. Berbekal navigasi Google Maps, mobil yang ditumpangi olehnya justru terperosok ke dalam sawah di wilayah Balong.

    “Saya kan ngikuti arah google maps. Ternyata diarahkan ke sawah, akhirnya karena kurang menguasai medan malah tercebur ke sawah,” kata Ibnu kepada wartawan, Minggu (6/4/2025).


    Ibnu menambahkan, dia sudah berusaha mengeluarkan mobil berwarna merah itu dari sawah dengan bantuan warga sekitar. Namun usahanya gagal karena kurangnya tenaga bantuan. Akhirnya dia meminta bantuan Polsek Balong untuk mengeluarkan mobil yang diketahui bermerek Chevrolet Aveo tersebut.

    “Saya tadi minta tolong ke Polsek Balong, langsung ditangani. Alhamdulillah, berhasil mobilnya berhasil keluar dari sawah,” tandas Ibnu.

    Sementara itu, Kapolsek Balong, AKP Agus Wibowo, mengungkapkan bahwa insiden ini terjadi lantaran pemudik mengandalkan aplikasi peta digital dalam perjalanan mereka.

    “Mereka berangkat dari Yogyakarta dan tiba di Desa Sendang pada dini hari. Karena mengandalkan Google Maps, mereka tidak menyadari jalur yang dilewati adalah jalan persawahan hingga akhirnya terjebak,” papar Agus.

    Menurut Agus, meskipun mengikuti arahan Google Maps. Sebaiknya pengendara tetap memperhatikan area sekitar dan juga bertanya kepada warga agar tak terjadi kejadian serupa. “Ini tadi evakuasi tidak hanya dari pihak kepolisian, evakuasi juga melibatkan anggota Koramil Balong dan juga warga sekitar,” imbuh Agus.

    Cara mengevakuasi mobil warga yang masuk ke areal persawahan dengan menggunakan kayu papan untuk menyangga ban mobil. Kemudian mobil warga ditarik dengan mobil polisi dan akhirnya terbebas dari sawah.

    “Dengan semangat gotong royong, mobil tersebut akhirnya berhasil dikeluarkan dari area persawahan,” pungkas Agus.

    Baca artikel selengkapnya di sini

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Awas Salah! Ini Cara Ngerem Motor Matic yang Benar di Turunan


    Jakarta

    Meski menjadi kendaraan populer di Indonesia, namun belum banyak pengendara yang tahu cara ngerem motor matic yang benar di turunan. Padahal, jika dilakukan asal-asalan, ada potensi kecelakaan.

    Banyak yang menganggap, motor matic merupakan kendaraan sederhana yang cukup gas-rem saja untuk mengendarainya. Kendati demikian, faktanya, kita juga harus mengetahui cara ngerem motor matic yang benar di berbagai situasi, salah satunya saat turunan.

    Demi menghindari risiko tak diinginkan ketika dalam perjalanan, berikut kami rangkum cara ngerem motor matic saat turunan.


    Cara Ngerem Motor Matic di Turunan

    – Jaga Kecepatan

    Pertahankan kecepatan yang sesuai dengan batas yang telah ditetapkan. Jangan melebihi batas kecepatan dan selalu gunakan kecepatan stabil.

    – Gunakan Kedua Rem

    Saat mengerem motor, gunakan rem depan dan rem belakang secara bergantian atau bersamaan. Pengereman dengan kedua rem bisa mempercepat proses pengereman dan proses berhenti menjadi lebih stabil.

    – Perhatikan Posisi Tubuh

    Menurut Yamaha Riding Academy (YRA) Yogyakarta, saat mau mengerem, posisikan badan agak tegak, pandangan lurus ke depan lengan dan bahu dalam kondisi rileks dan genggaman tangan di stang motor juga rileks. Gunakan jari tangan ketika menarik tuas rem dengan kekuatan jari yang cukup.

    – Gunakan Rem Depan di Jalanan Menurun

    Ketika mengerem di jalanan menurun, tekan handle atau tuas rem depan. Pemilihan rem depan dapat menahan daya dorong motor ke depan. Saat melintasi jalanan menurun, daya dorong motor ke depan lebih besar. Jadi dibutuhkan rem depan untuk menahan laju motor.

    Ketika dalam jalanan menurun panjang, hindari untuk mengerem secara terus menerus dalam waktu lama. Hal ini bisa membuat perangkat rem motor menjadi panas dan mengakibatkan kekuatan rem berkurang. Jika kamu merasakan kekuatan rem yang berkurang, sebaiknya berhenti sejenak untuk membiarkan suhu rem turun.

    Kesalahan Ngerem Motor Matic

    Melakukan rem ketika berkendara naik motor matic bukanlah hal yang sulit. Namun jika dilakukan dengan cara yang salah maka bisa meningkatkan potensi kecelakaan atau kerusakan pada rem. Berikut kesalahan yang sering terjadi ketika salah mengerem:

    1. Hanya Pakai Satu Rem

    Kesalahan pertama yang seringkali terjadi ketika mengerem saat mengendarai motor matic adalah hanya menggunakan satu rem. Hal ini bisa membuat laju kendaraan sulit dikendalikan serta rem menjadi cepat aus.

    2. Rem Mendadak

    Mengerem secara mendadak atau tiba-tiba bisa membuat roda terkunci dan motor pun tidak stabil. Selain itu, potensi kecelakaan pun meningkat.

    3. Mengabaikan Kondisi Rem

    Jangan abaikan kondisi rem. Sebab, rem yang aus atau rusak bisa membuat pengendara sulit mengendalikan laju motor.

    4. Menghindari Penggunaan Rem Depan

    Mungkin ada beberapa pengendara yang menghindari penggunaan rem depan karena khawatir roda depan akan terkunci. Padahal rem depan bisa memberi pengaruh lebih besar untuk memperlambat laju motor.

    (sfn/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Nih Pulau Terpadat di Kepulauan Seribu



    Jakarta

    Kepulauan Seribu popular sebagai tempat liburan dengan keindahan pantainya. Tapi ternyata ada satu pulau yang bukan tempat liburan dan berpredikat sebagai pulau dengan populasi terpadat.

    Adalah Pulau Panggang yang bukan destinasi wisata dan merupakan pulau dengan populasi terpadat di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pulau Panggang berada di Kecamatan Pulau Seribu Utara.

    Pulau Panggang memiliki luas 0,09 km persegi dengan jumlah penduduk kepala keluarga 2.003.


    detikTravel mendapat kesempatan untuk berkeliling langsung ke pulau itu. Rumah penduduknya cenderung rapat-rapat, menyisakan gang-gang kecil yang hanya bisa dilalui oleh motor dan sepeda sebagai jalur transportasi.

    Imelda (25), lulusan perawat dari Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) Yogyakarta, merupakan seorang yang lahir dan besar di pulau itu. Asli putri daerah, anak kesembilan dari sebelas bersaudara itu mengakui bahwa Pulau Panggang memang sangat padat.

    Pulau Panggang di Kepulauan SeribuImelda, warga Pulau Panggang di Kepulauan Seribu (bonauli/detikcom)

    “Pulau Panggang bukan pulau liburan, cara berpakaian turis tidak bisa diterapkan di sini,” kata Imelda pada Senin (24/3).

    Pulau Panggang Saat Ramadan

    Bertepatan dengan bulan Ramadan, Imelda menceritakan kebiasaan warga yang tak biasa. Kalau biasanya berburu takjil jadi kegiatan saat ngabuburit, di Pulau Panggang lain lagi. Tidak ada yang berdagang takjil di sana, warganya membuka pesanan menu berbuka dalam grup obrolan Whatsapp.

    “Enggak semua orang punya warung, ada yang PO juga. Jadi warga pesan di room chat lalu nanti diantar,” kata dia.

    Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPemukiman di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu (bonauli/detikcom)

    Kondisi itu dikonfirmasi oleh Nining Kurnia (32), seorang ibu rumah tangga dengan empat anak. Sebagai warga pendatang dari Depok, Jawa Barat, dirinya cukup kaget dengan kebiasaan di Pulau Panggang.

    “Iya, di sini enggak ada takjil. Kalau mau pesan lewat grup chat,” kata dia.

    Nining menikah dengan pria asli Pulau Panggang, bahkan suaminya masih keturunan wali di sini. Setiap lebaran hari pertama, ia dan keluarga akan nyekar dan ziarah ke makan keluarga suami.

    “Tapi kalau bukan keturunan wali di sini, biasanya nyekar di (lebaran) hari kedua,” kata dia.

    Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Karya (bonauli/detikcom)

    Tempat Pemakaman Umum (TPU) penduduk berada di seberang pulau, yaitu Pulau Karya. Hanya beberapa wali saja yang dikubur di area timur Pulau Panggang.

    Imelda juga berkata hal senada. Dirinya biasanya nyekar di hari kedua. Ia ingat betul, usai salat Ied, warga akan berbondong-bondong naik motor (perahu motor) lalu menyeberang ke Pulau Karya.

    “Ramai sekali, motor antre panjang mau masuk pulau,” kata dia.

    Budaya lain saat Ramadan adalah petasan. Anak-anak di Pulau Panggang biasanya berkumpul di area pelabuhan untuk bermain petasan bersama. Bunyi petasan bersahut-sahutan, asap mesiu menyeruak mengisi langit-langit.

    Sudah jadi budaya, anak-anak itu terlihat sangat piawai menyalakan petasan yang ‘masuk angin’. Mereka bahkan tak segan untuk melemparkan petasan ke sesama. Sesekali, orang tua yang lewat menghardik mereka untuk hati-hati. Namun, anak-anak itu tetap santai melanjutkan perang petasan. Sementara remaja-remaja tanggung sibuk main bola di lapangan.

    Pulau Panggang di Kepulauan SeribuAnak-anak bermain petasan di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu (bonauli/detikcom)

    Kumandang salat di masjid menggema seisi pulau. Pria dewasa bergegas menunaikan salat dan tarawih di masjid. Mereka berbaris mengambil air wudhu.

    “Oiya, air di sini itu asin, bukan payau,” ucap Nining memberitahu satu lagi fakta tentang Pulau Panggang.

    Tak semua rumah memiliki tampungan air hujan, beberapa menggali sumur untuk kebutuhan rumah tangga. Namun, kebanyakan warganya membeli air dari daratan untuk kebutuhan masak dan mandi. Untuk air minum, mereka lebih suka membeli air galon.

    Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Panggang di Kepulauan Seribu (bonauli/detikcom)

    Nining mengaku mengalami culture shock saat pertama kali datang ke Panggang. Sekujur tubuhnya melakukan penolakan dengan siraman air asin yang dilakukan tiap hari.

    “Awalnya alergi sebadan-badan. Tapi lama-lama sudah biasa. Cuma kalau airnya lagi jelek, ya luka-luka,” ujarnya sambil menunjukkan bekas luka alergi pada tangan dan kaki.

    Ada yang datang menetap, sebagian ingin pergi. Imelda adalah salah satu warga yang berkeinginan untuk melanjutkan hidup di luar pulau. Mimpinya, meraih sukses di Kuwait.

    “Mungkin karena sudah dari kecil di sini, jadi sudah bosan. Sekarang mau berjuang untuk keluar dari sini,” katanya sambil tersenyum manis.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 8 Rekomendasi Wisata Magelang, Tempat Berburu Sunrise Hingga Kota M



    Jakarta

    Magelang bersinar akhir pekan ini lewat Festival Lampion Waisak 2025. Buat traveler yang tengah berada di kota itu, ada delapan rekomendasi destinasi wisata selain Candi Borobudur.

    Tahun ini, Hari Raya Waisak jatuh pada Senin (12/5/2025). Perayaannya kembali dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

    Magelang terletak di sebelah utara Yogyakarta dan sebelah selatan Semarang. Perjalanan dari Yogyakarta ke Magelang dapat ditempuh dengan bus atau travel sekitar 1-2 jam, sedangkan dari Semarang ke Magelang dapat ditempuh dengan bus atau travel sekitar 1,5-2 jam.


    Untuk mencapainya, traveler bisa menggunakan bus umum atau travel, baik dari Yogyakarta atau pun Semarang.

    Nah, saat sudah berada di Magelang, traveler bisa memilih destinasi lain di samping Candi Borobudur sebagai pusat pelaksanaan Festival Lampion Waisak yang disarikan dari rilis Kemenpar dan sumber lain.

    Berikut 8 rekomendasi wisata Magelang:

    1. Museum dan Kampung Seni Borobudur

    Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan beserta rombongan meninjau Museum dan Kampung Seni Borobudur di Kujon, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (19/9/2024).Museum dan Kampung Seni Borobudur di Kujon, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang (Eko Susanto/detikJateng)

    Tidak jauh dari Candi Borobudur, ada Museum dan Kampung Seni Borobudur sebagai pilihan destinasi yang bisa dikunjungi sebelum atau sesudah mengikuti acara Festival Lampion Waisak. Sesuai namanya, daya tarik tempat ini adalah area museum yang berisi replika arca singa Candi Borobudur, miniatur candi, patung Buddha, dan lukisan Borobudur karya Affandi.

    Di bagian luar, pengunjung bisa berfoto-foto dengan latar dinding besar berisi relief yang menggambarkan perjalanan Candi Borobudur dan kehidupan setempat.

    Museum dan Kampung Seni Borobudur juga menjadi tempat yang tepat untuk berburu oleh-oleh. Mulai dari aksesoris, kerajinan tangan, hingga kaos dan kain tersedia dengan harga relatif terjangkau.

    Jika ingin mengabadikan momen, area Top Selfie memungkinkan pengunjung bisa berfoto dengan latar pemandangan Bukit Menoreh. Ada juga area Amphitheatre yang sering kali menjadi venue event dan pertunjukan kebudayaan, atau sekadar bersantai menikmati suasana.

    Pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk ke museum ini.

    2. Taman Baca Melek Huruf

    Taman Baca Melek Huruf adalah tempat terbaik untuk mengenal Magelang lebih dalam. Di sini terdapat lebih dari 1.000 koleksi literatur, mulai dari buku fiksi, buku non-fiksi, buku anak, majalah, hasil riset, hingga statistik mengenai Magelang yang dapat dibaca di tempat secara gratis.

    Pengunjung juga akan dimanjakan dengan latar pemandangan kebun dan Perbukitan Menoreh. Taman Baca Melek Huruf juga menyediakan aneka kudapan rumahan sebagai teman ngobrol dan membaca buku.

    Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan pengalaman liburan seru, tersedia juga area penginapan Taman Baca Melek Huruf dengan tarif Rp 500 ribu per malam. Menariknya, penginapan ini menawarkan fasilitas tur yang bisa disesuaikan dengan selera pengunjung untuk mengeksplorasi tempat-tempat di Magelang.

    Taman Baca Melek Huruf berada di Dusun Pucungan, Desa Candirejo, Kabupaten Magelang dan dapat dikunjungi mulai Jumat – Senin pukul 10.00 – 18.00 WIB.

    3. Punthuk Setumbu

    Punthuk SetumbuSunrise di Punthuk Setumbu (Raina Widita Swasti)

    Salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat berlibur di Magelang adalah Punthuk Setumbu. Area ini sering disebut sebagai tempat terbaik untuk menikmati momen matahari terbit. Daya tarik utama dari Punthuk Setumbu adalah area perbukitan menawan dengan latar Candi Borobudur dan pegunungan.

    Terletak di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl), Punthuk Setumbu mempunyai suasana yang sejuk. Oleh karena itu, destinasi wisata Magelang ini biasa menjadi pilihan favorit liburan anak muda maupun keluarga sambil menikmati pemandangan matahari terbit.

    4. Dusun Butuh

    Nepal van Java julukan dari Dusun Butuh, yang berada di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memiliki lanskap yang menarik untuk dikunjungi. Deretan rumah berwarna-warni diketinggian 1.600 mdpl yang berada di kaki Gunung Sumbing itu hampir mirip dengan kontur yang ada di Pegunungan Himalaya, Nepal.Nepal van Java julukan dari Dusun Butuh, yang berada di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memiliki lanskap yang menarik untuk dikunjungi. (Kemenparekraf)

    Dusun Butuh, dikenal dengan julukan “Nepal van Java”, merupakan kawasan permukiman yang berada di dataran tinggi lereng Gunung Sumbing. Lokasinya yang berada di ketinggian 1.620 mdpl membuat suasana Dusun Butuh seringkali disandingkan dengan desa-desa dataran tinggi Pegunungan Himalaya.

    Seperti permukiman dataran tinggi pada umumnya, Dusun Butuh berlatar panorama indah area persawahan terasering dan rumah-rumah di perbukitan. Saat sunrise, dusun ini terlihat makin cantik dengan sinar matahari yang menembus kabut dan menyinari pemukiman.

    Desa Butuh menjadi titik awal bagi pendaki yang ingin mencapai puncak Gunung Sumbing, yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah.

    5. Gunung Andong

    Sensasi Mendaki Gunung AndongJalur pendakian Gunung Andong (Eko Susanto/detikcom)

    Dengan ketinggian 1.726 mdpl, Gunung Andong adalah pilihan favorit para pendaki pemula. Terlebih, gunung ini mempunyai trek pendakian yang landai sehingga relatif mudah dilalui untuk sampai ke puncak.

    Tak hanya dikenal sebagai destinasi pendakian, Gunung Andong juga kerap menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan. Oleh karena itu, Gunung Andong juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata ikonik Magelang yang menarik untuk dikunjungi.

    6. Wisata Getek Balong

    Wisata Getek Balong merupakan salah satu aktivitas menyusuri Sungai Progo dengan menggunakan rakit bambu tradisional sambil menikmati pemandangan matahari tenggelam. Jeram-jeram kecil dan batu-batuan andesit di tengah sungai menjadi rintangan yang menambah keseruan wisata ini.

    Fakta menariknya, wisata ini merupakan bentuk replikasi kehidupan masyarakat setempat pada zaman dahulu yang memanfaatkan Sungai Progo untuk mengambil batuan dan mengantarnya dengan getek sebagai bahan pembangunan Candi Borobudur.

    Oleh karena itu, Wisata Getek Balong juga menjadi salah satu bagian dari Borobudur Trail of Civilization, perjalanan wisata tematik yang terinspirasi dari relief-relief Candi Borobudur.

    7. Kota M di Serial Netflix Gadis Kretek

    Serial Gadis Kretek yang tayang di Netflix pada 2 November 2023 berhasil menarik perhatian publik, salah satunya karena latar misterius bernama ‘Kota M’. Penulis novelnya, Ratih Kumala, mengungkap bahwa ‘Kota M’ merupakan kota fiktif yang terinspirasi dari Muntilan, sebuah kecamatan di Kabupaten Magelang.

    Petunjuknya terlihat dari posisi geografis Muntilan yang berada di antara Yogyakarta dan Magelang, serta referensi budaya khas seperti tape ketan dan wajik Nyonya Pang yang juga disebutkan dalam cerita.

    Muntilan yang sebenarnya memiliki sejarah panjang dan peran strategis sebagai pusat perdagangan dan pendidikan sejak era kolonial. Pernah menjadi bagian dari Kesultanan Yogyakarta hingga dikuasai Inggris dan Belanda, Muntilan berkembang pesat pada awal abad ke-20 dengan hadirnya jalur kereta api, kantor pos, dan sekolah modern dari misi Katolik.

    8. Bukit Rhema

    Bukit Rhema, yang lebih dikenal sebagai Gereja Ayam, adalah salah satu destinasi unik di Magelang yang menawarkan pemandangan alam spektakuler dan bangunan ikonik berbentuk burung merpati besar. Bangunan itu juga dikenal sebagai gereja ayam, karena bentuk kepalanya menyerupai ayam jantan. Padahal, sebenarnya bangunan itu didirikan sebagai rumah doa lintas agama oleh Daniel Alamsjah pada tahun 1990-an.

    Terletak di perbukitan Menoreh, destinasi itu menjadi populer setelah muncul dalam film Ada Apa dengan Cinta 2, dan kini menjadi salah satu spot foto paling favorit di sekitar Borobudur.

    Selain arsitekturnya yang menarik, Bukit Rhema juga menawarkan pengalaman spiritual dan edukatif. Di dalam bangunan terdapat ruang-ruang doa, galeri sejarah pembangunan, hingga spot merenung di bagian mahkota.

    Pengunjung juga bisa naik ke puncak kepala burung untuk menikmati panorama 360 derajat yang menakjubkan-dengan latar Gunung Merapi, Merbabu, dan Borobudur di kejauhan. Tempat ini cocok untuk mereka yang mencari suasana tenang, inspiratif, sekaligus instagramable.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 12 Geopark Indonesia yang Diakui UNESCO di 2025


    Jakarta

    Geopark (taman bumi) adalah bentang alam yang menyimpan jejak geologis berupa keragaman batu dan mineral, hayati, dan budaya serta diwariskan antar generasi. Geopark dapat dikelola masyarakat setempat dengan mempertimbangkan keseimbangan lingkungan, edukasi, dan ekonomi.

    Di dunia banyak geopark dengan luas, ciri, dan keragaman yang layak mendapat pengakuan dunia. Biodiversitas dan jejak kebumian (geologis) dalam geopark wajib dilindungi demi keberlanjutan kehidupan di dunia yang ramah lingkungan.

    Daftar 12 Geopark di Indonesia yang Diakui UNESCO

    Dikutip dari situs UNESCO, ada 12 geopark di Indonesia berstatus UNESCO Global Geopark (UGGp). Berikut daftarnya

    1. Geopark Batur

    • Lokasi: Gunung Batur, Bali
    • Lanskap: Kawasan kaldera Gunung Batur dan dinding luarnya yang membentuk bentang alam khas Bali serta danaunya.

    2. Geopark Gunung Sewu

    • Lokasi: Antar wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur
    • Lanskap: Menampilkan bentang alam karst pada iklim tropis yang terbentuk jutaan tahun lalu melalui proses geologis.

    3. Geopark Ciletuh-Palabuhanratu

    • Lokasi: Sukabumi, Jawa Barat
    • Lanskap: Jejak geologi sejak 65 juta tahun lalu dengan formasi batuan unik, air terjun, dan pantai.

    4. Geopark Rinjani-Lombok

    • Lokasi: Nusa Tenggara Barat
    • Lanskap: Mencakup Gunung Rinjani dengan kaldera, savana, dan hutan tropis.

    5. Geopark Kaldera Toba

    • Lokasi: Sumatra Utara
    • Lanskap: Terdiri dari 16 geosite dengan bentang alam air terjun, bukit, dan Danau Toba yang menyatukannya.

    6. Geopark Belitong

    • Lokasi: Kepulauan Bangka Belitung
    • Lanskap: Terdiri dari batu granit besar yang eksotis lengkap dengan kekayaan hayati di darat dan laut.

    7. Geopark Ijen

    • Lokasi: Jawa Timur
    • Lanskap: Kawah dengan danau asam terbesar di dunia serta fenomena api biru yang langka.

    8. Geopark Maros-Pangkep

    • Lokasi: Sulawesi Selatan
    • Lanskap: Susunan batuan kapur (karst) yang berasal dari zaman purba.

    9. Geopark Merangin Jambi

    • Lokasi: Jambi
    • Lanskap: Lokasi asal fosil tumbuhan berusia 296 juta tahun kurang lebih periode Permian Awal.

    10. Geopark Raja Ampat

    • Lokasi: Papua Barat
    • Lanskap: Biodiversitas laut lengkap dengan batuan tua dari era Silur-Devon.

    11. Geopark Kebumen

    • Lokasi: Jawa Tengah
    • Lanskap: Batuan purba, goa-goa karst, dan jejak geologis sejak jutaan tahun lalu.

    12. Geopark Meratus

    • Lokasi: Kalimantan Selatan
    • Lanskap: Warisan jejak kebumian tropis lengkap dengan kekayaan budaya dan masyarakat adat.

    Buat traveler yang ingin berkunjung, jangan lupa update informasi untuk memastikan ketersediaan layanan. Termasuk harga tiket, rute, dan transportasi terbaik menuju destinasi wisata pilihan.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com