Tag: yogyakarta

  • Uniknya Balap Sepeda Gunung Ini: Bikepackers


    Kulon Progo

    Di zaman modern saat ini, semakin banyak perpaduan olahraga yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Salah satunya adalah Bikepackers, apa itu?

    Konsep olahraga Bikepackers ini memang belum lazim di Indonesia, tapi sudah jamak dilakukan di negara. Bikepackers bukan hanya sekadar bersepeda, tetapi merupakan olahraga petualangan yang memadukan kegiatan bersepeda jarak jauh, camping, dan backpacking, yang menekankan eksplorasi alam dengan budget minimalis menggunakan sepeda.

    Salah satu produsen sepeda terkenal di Indonesia, Polygon, membawa konsep itu dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Sedunia yang jatuh pada 27 September. Acara Bikepackers tersebut mengajak 250 peserta untuk berkemah satu malam sekaligus menikmati serunya orienteering dengan bersepeda.


    Bertempat di Desa Wisata Tinalah, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Bikepackers digelar 27-28 September lalu. Desa Wisata Tinalah dipilih karena dianggap lokasi yang sempurna untuk para peserta menelusuri kekayaan Indonesia lebih jauh, sambil olahraga bersepeda.

    Mengusung tema Bikepackers Escape, Nurul Ilmi selaku Project Manager Bikepackers dan Brand Activation Polygon Bikes menjelaskan makna escape adalah sebuah pelarian.

    “Escape berarti sebuah pelarian yang bagi para pesepeda dan petualang ini adalah waktu mereka untuk bisa keluar dari rutinitas yang padat. Sekaligus pelarian bagi kami untuk keluar dari rangkaian Bikepackers yang biasa kami lakukan sebelumnya, dengan membawa sesuatu yang baru dan berbeda pengalamannya,” papar Ilmi dalam rilis kepada detikSport.

    Untuk kali ini, Polygon menghadirkan empat bintang utama yang sudah lama dikenal namanya dalam bidang petualangan maupun gowes jarak jauh, yakni Agam Rinjani, Arsal Bahtiar, Misbahuddin, dan Teuku Islahuddin.

    Bikepackers Escape 2025Bikepackers Escape 2025, (Foto: dok.Bikepackers Escape 2025)

    “Karena Rinjani punya semua keindahan dan karakter gunung. Mau savana seperti Merbabu? Di Rinjani ada. Mau danau seperti di Semeru? Di Rinjani juga ada. Trek pendakian hutan kering seperti di Tambora? Di Rinjani juga ada,” ujar Agam.

    Menantang Zona Nyaman: Peserta Harus Mencari Rute Orienteering-nya Sendiri!

    “Air!” protes salah satu peserta ketika ia harus mengangkat sepedanya dari sungai yang membentang di hadapannya.

    Kental dengan rutenya yang menantang dan orienteering-nya yang tanpa ampun, seluruh peserta ditantang untuk bisa keluar dari zona nyaman mereka dengan tantangan yang membawa ciri khas alam maupun budaya di dalamnya. Seperti pemecahan sandi salah satunya yang bekerja sama dengan museum Sandi.

    Peserta dibagi atas dua kategori, Individual Adventurer dan Family Explorer, yang berarti peserta diberikan kebebasan apakah ingin menjelajah secara individu bersama komunitas, atau menjelajah keseruan berpetualang dalam keluarga yang tentunya menyuguhkan petualangan berbeda namun tetap menantang.

    Bekerja sama dengan 5500 by Rute Syahdu, kategori Individual Adventurer harus menentukan sendiri jalur menuju tujuh checkpoint yang telah ditentukan. Menaklukkan tujuh checkpoint, 35 kilometer, dan elevasi 650 meter.

    “Tantangannya adalah bagaimana peserta tidak nyasar dengan rute yang dibuatnya sendiri,” jelas Yoan Narotama selaku pendiri acara 5500..

    “Yang paling asyik adalah makan semangka di tengah sawah,” ucap Gaffar Aiman.

    Tidak kalah menarik, ada juga acara Family Explorer fokus pada pembangunan ikatan orang tua dengan anaknya. Mereka harus menyelesaikan satu misi ke misi lainnya, dari mewarnai sepeda, bersepeda melewati rintangan, gasing, dakon, hingga egrang.

    “Saya ingin mengenal Indonesia lebih jauh. Dengan banyak budaya dan alam, ingin mendorong anak muda dengan kegiatan positif,” ucap Arsal Bahtiar, overland content creator yang baru saja menyelesaikan misinya menjelajahi Sulawesi bulan Agustus lalu.

    “Ternyata Indonesia itu orangnya ramah. Perjalanan pertama saya Overland berkesan, yang awalnya cuma mau sekali seumur hidup, akhirnya berlanjut hingga ke Sumatera dan Sulawesi,” lanjutnya.

    Bikepackers Escape 2025Bikepackers Escape 2025. (Foto: dok.Bikepackers Escape 2025)

    Teuku Islahuddin atau akrab disapa Udin, pecinta gowes jarak jauh turut membagikan pengalamannya di acara ini. Dia berhasil lulus dari Bentang Jawa 2024, Everesting Challenge dengan mencapai elevation gain 8.848 meter, hingga 5500 Chapter Bandung 2025. Sepakat dengan Arsal, Teuku Islahuddin atau akrab disapa Udin ini memaparkan alasannya ikut Bentang Jawa adalah untuk mengenal pulau Jawa dari ujung ke ujung lain.

    Acara ditutup dengan penanaman pohon serta membersihkan sampah, sebuah tradisi dari Bikepackers yang selalu dijaga.

    Sejalan dengan visi yang dibangun sejak pertama kali event ini didirikan, yaitu menjadi jawaban bagi penggiat petualang yang jenuh atas rutinitas pasca masa pembatasan sosial COVID 19, Bikepackers terus dikembangkan untuk bisa menjawab tantangan masyarakat yang mudah jenuh pada pola kegiatan yang selalu sama.

    “Acara ini bukan hanya soal bersepeda, tapi tentang bagaimana kita sebagai manusia bisa menjalin hubungan baru-dengan sesama peserta, budaya, komunitas lokal, dan tentu saja alam. Pada akhirnya, kami ingin mengingatkan bahwa manusia tidak pernah hidup sendiri; kita adalah bagian dari kelompok besar yang saling peduli dan saling menjaga,” papar Alda.

    (mrp/ran)



    Sumber : sport.detik.com

  • Aksi Peserta Audisi Emeron Hijab Hunt Solo, Tabuh Drum Hingga Tari Elang Jawa

    Solo

    Nadya Alkatiri membuka audisi Emeron Hijab Hunt di Solo Paragon Lifestyle Mall, Solo, Jawa Tengah (4/8/2024). Wanita yang berusia 27 tahun ini menampilkan seni drama tablo. Nadya menjelaskan seni drama Tablo yang ia tampilkan di hadapan juri.

    Penampilan peserta akan dinilai oleh para juri, antara lain Intan Nuraini sebagai publik figur dan aktris Indonesia, Ayuenstar sebagai alumni Hijab Hunt 2017, dan juga Eny Muhidin sebagai Editor in Chief of Wolipop.

    Kemudian ada penampilan Scarlet Destina Maharani (16 tahun) tampil membaca puisi di atas panggung. Scarlet sendiri masih duduk di bangku 11 di SMA Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo.


    “Saya sudah suka puisi sejak TK. Mengarang puisi terinspirasi dari Taufik Ismail,” kata Scarlet.

    Intan Nuraini memuji aksi Scarlet yang ekspresif dan menjiwai. “Penampilan kali ini sayang banget hanya stand mix dengan mimik wajah kamu yang sudah ekspresif tapi kamu hanya terpaku. Padahal kamu bisa mengekspresikan diri yang lebih lagi. Ada baiknya di panggung seperti ini bawa teks yang lebih kecil ukurannya,” kata Intan.

    “Kamu benar-benar menjiwai dari awal sampai akhir dan membuat aku sampai merinding. Tapi benar kata ka Intan akan lebih bagus lagi jika kamu bisa menguasai panggung,” lanjutnya.

    Menabuh drum di atas panggung, Dian Anggun Larasati tampil memukau di depan juri. Ayuenstar mengaku kagum dengan aksi Dian.

    “Apalagi dengan bahasa tubuhnya dan gayanya cocok banget penampilannya seperti penampilan musik bukan hanya penampilan drum,” puji Dian.

    Menggunakan kostum bernuansa merah dan gold, Adinda Septi Ramadhani (17 tahun) yang tampil percaya diri dengan membawakan tari Elang Jawa yang berasal dari Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

    “Kamu yang masih SMA kamu mentalnya kuat banget walau pun properti kamu copot kamu tidak panik dan tetap jalan terus memperlihatkan kalau kamu beneran burung elang,” tutur Eny.

    Selama audisi berlangsung, para pengunjung mall, peserta dan penonton audisi juga bisa menikmati fasilitas keramas gratis dari Emeron. Ada truk keramas yang bisa kamu kunjungi sambil mencoba berbagai produk Emeron yang membuat rambut kamu menjadi sehat dan bersinar.

    Acara ini didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Shopee Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Social Media KipasKipas, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel Sahabat Umroh dan Haji Anda

    (gaf/gaf)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Aksi Peserta Emeron Hijab Hunt 2024 di Solo Bikin Penonton Bernyanyi Bersama

    Solo

    Peserta audisi Emeron Hijab Hunt 2024 menunjukkan bakatnya sesuai dengan kepribadian dan karakternya masing-masing, di Solo Paragon Lifestyle Mall, Solo, Jawa Tengah (4/8/2024).

    Penampilan peserta dinilai oleh para juri di atas panggung, ada Intan Nuraini sebagai publik figur dan aktris Indonesia, Ayuenstar sebagai alumni Hijab Hunt 2017, dan juga Eny Muhidin sebagai Editor in Chief of Wolipop.

    Wolipop sudah berbincang dengan Suharma (25 Tahun). Ia menyanyikan lagu dangdut Melayu Cindai. Suharma merasa bersyukur bisa masuk ke dalam 20 besar.


    Foto Suharma yang mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Solo Paragon, Minggu (4/8/2024).Foto Suharma yang mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Solo Paragon, Minggu (4/8/2024). Foto: Gresnia/Wolipop.

    “Sebelumnya Masya Allah tabarakallah banget dangat bersyukur karena tidak menyangka banget pesertanya bagus-bagus semua dan ketika diumumin itu kaget banget sangat bersyukur bisa diberi kesempatan bisa masuk top 20 besar,” kata Suharma.

    Suharma mengaku sudah mempersiapkan secara mental dan fisik untuk mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Solo.

    “Pertama persiapan mental dan fisik. Kalau fisik aku harus menjaga kesehatan tubuh apalagi bernyanyi kan suaranya dijaga. Dari segi mental aku sudah memberikan kelapangan dada masuk atau tidaknya aku harus ikhlas dan sudah legowo insya allah,” jelasnya.

    Saat malam pengumuman 20 besar, Suharma mengaku pulang kembali ke Yogyakarta untuk mengambil jamang atau hiasan kepala khas Melayu Bangka Belitung dan kostum.

    Foto Azharine Nathaniela Uniko Sakhi yang mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Solo Paragon, Minggu (4/8/2024).Foto Azharine Nathaniela Uniko Sakhi yang mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Solo Paragon, Minggu (4/8/2024). Foto: Gresnia/Wolipop.

    “Tadi malam pas sudah diumumin langsung prepare sekitar jam 23.00 dijemput menuju Yogyakarta naik motor. Pukul 02.00 tiba lagi di Solo untuk persiapan audisi. Melihat temanya Melayu biar lengkap aksesorinya bagaimana ditambahin di kepala biar aksen Melayunya terasa,” ucap Suharma.

    Suharma juga sudah mengonsumsi minuman gula aren dan jahe untuk menjaga kehangatan tubuh dan pita suaranya.”Aku juga mempersiapkan permen yang bisa menghangatkan tenggorokan aku,” jelasnya.

    Setelah penampilan Suharma, ada Azharine Nathaniela Uniko Sakhi (23 tahun) yang membawakan lagu dari Laufey yang berjudul From The Start. Alumnus UNS jurusan Komunikasi ini tak menyangka jika berhasil masuk 20 besar.

    “Di audisi 20 besar ini aku bakal bawain lagu dari laufey yang berjudul From The Start. Awalnya ngga expect bakal lolos 20 besar karna aku lihat teman-teman semuanya punya bakat yang keren dan beragam banget. Pokoknya aku sudah mempersiapkan yang terbaik. Aku mendengarkan laginya terus biar gak nge-blank,” ungkap Azharine.

    Ia juga sengaja memakai busana serba feminin yang cantil. “Untuk kostumnya karena sedikit centil bagaimana kelihatan cute dengan kain furing aku bentuk pita dan mix and match baju yang aku punya,” sautnya.

    Membawakan tembang lawas, Risa Sabilla Nurannisa menyanyikan lagu Hati Siapa Tak Luka milik Poppy Mercury. Mahasiswi Universitas Terbuka fakultas Ilmu Komunikasi ini sudah siap tampil di depan juri.

    “Awal mulanya tidak percaya terus happi tapi deg-degan juga dan tidak menyangka karena dipilih dari ratusan peserta. Aku sudah ada persiapan aksi panggung, interaksi dengan penonton dan sisanya aku serahkan kepada Allah SWT,” jelas Sabil.

    Selama audisi berlangsung, para pengunjung mall, peserta dan penonton audisi juga bisa menikmati fasilitas keramas gratis dari Emeron. Ada truk keramas yang bisa kamu kunjungi sambil mencoba berbagai produk Emeron yang membuat rambut kamu menjadi sehat dan bersinar.

    Acara ini didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Shopee Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Social Media KipasKipas, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel Sahabat Umroh dan Haji Anda.

    (gaf/gaf)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Suguhkan Tari Mangastuti hingga Monolog di Audisi Emeron Hijab Hunt di Solo

    Solo

    Audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Solo Paragon Lifestyle Mall, Solo, Jawa Tengah berlangsung meriah dengan para peserta yang menampilkan aksi yang bikin kagum. Seperti apa bakat yang ditampilkan peserta lainnya?

    Melestarikan budaya melalui tarian Mangastuti, aksi Dinda Amalia Gumay meraih tepuk tangan dari penonton karena gerakannya yang luwes dan indah. Dinda juga menjelaskan arti tarian Mangastuti usai penampilannya.

    “Tarian mangastuti adalah dari Yogyakarta memadukan gerakan Jaipong dan klasik halus dari Yogyakarta. Ada gerakan enerjik dan lambat, dimana itu bisa menunjukkan budaya yang berbeda sehingga menciptakan kedamaian,” kata Dinda.


    Aksi Dinda langsung membuat juri terkesima.”Kamu menampilkan gerakannya sangat luwes dan senyum terus jadi menyenangkan ketika menyaksikan kamu,” puji Eny.

    Tak kalah menarik, Tarisa Amanda Selvia yang mempunyai suara yang imut saat membawakan lagu berjudul Tiba-Tiba Cinta Datang dari Maudy Ayunda. Aksinya membuat seluruh penonton dan juri terhibur.

    “Kamu menyanyinya itu smooth banget, ibarat minum teh itu takarannya pas. Karena mungkin sudah latihan sering jadi kamu tahu ya partnya, itu semuanya pas pokoknya kamu keren terima kasih Bilqis,” puji Intan Nuraini.

    Selanjutnya ada Bilqista Ratu Jini yang Memakai ⁠busana serba hitam, peserta yang berasal dari Yogyakarta, ini menyanyikan lagu berjudul Whitney Houston. Suaranya yang menggelegar mampu membius penonton.

    Ketika ⁠Cinta Syaira Ds membawakan monolog berjudul Tolong, akting Cinta yang menjiwai peran sebagai wanita yang mengalami kekerasan fisik. Ia menggunakan daster warna merah dan hijab bergo warna kuning.

    “Energi kamu luar biasa sampai orang-orang yang ada di loby melihat kamu, pembawaan kamu juga bagus tapi dari kita sebagai penonton kamu dari awal sudah mulai ngegas kadang-kadang artikulasinya kurang jelas karena energi kamu yang kuat. Selebihnya bagus,” ucap Eny.

    ⁠Peserta berikutnya bernama Meita Safira, ia menyuguhkan tari kreasi Wonderland Indonesia. Meita sendiri sudah pernah mengikuti audisi Hijab Hunt tahun 2017 dan 2018. Aksi panggungnya pun langsung membuat penonton takjub.

    Di penghujung audisi, Nadira Avril menceritakan Marsinah Menggugat lewat aksi monolog. Aksi Nadira mendapatkan pujian dari juri.

    ⁠Penampilan Albitsna Faridatul Muzayanah menutup audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Solo. Albitsna membacakan puisi yang berjudul Harap Dalam Dekap. Ia menceritakan tentang kepedihan warga Gaza.

    “Terima kasih Albitsna sudah mengingatkan kita tentang Palestina. Ekspresi kamu seharusnya menunjukkan kemarahan dengan intonasi lebih lantang dan tinggi, terima kasih ya Albitsna,” ujar Eny.

    20 peserta sudah menunjukkan bakatnya di depan juri. Ada yang membawakan aksi seni drama, bernyanyi, bermain alat musik hingga aksi monolog.

    Selanjutnya akan hadir Salma Salsabil yang akan membawakan tembang hitsnya. Sudah tidak sabar ya? Yuk jangan lupa nonton bareng di Solo Paragon Lifestyle Mall.

    Acara ini didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Shopee Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Social Media KipasKipas, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel Sahabat Umroh dan Haji Anda.

    (gaf/gaf)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Viral Wanita Pakai Hijab Instan Malah Mirip Karakter Valak, Bikin Ngakak

    Yogyakarta

    Hijab intan kini jadi tren karena mudah dipakai dan tetap stylish serta bisa tetap sesuai dengan aturan agama Islam. Namun bagaimana jadinya jika hijab instan ini dipakai oleh pemula? Aksi kocak seorang hijabers yang baru mencoba hijab instan ini pun viral bikin ngakak. Sebab ketik dipakai hasilnya disebutnya malah mirip dengan karakter Valak.

    Postingan tersebut mulai jadi sorotan berawal dari unggahan akun TikTok @kemanaa_aja. Dalam unggahannya dia mengaku membeli hijab instan yang sudah terdapat inner ninja yang menutupi bagian leher.

    Pengalamanku Pakai jilbab instan jadi kek valak,” ucap akun TikTok @kemanaa_aja.


    @kemanaa_aja

    Pengalamanku Pakai jilbab instan jadi kek valak🥲

    ♬ suara asli – kemana.ajaa

    Ia mengatakan ketika memakai hijab instan tersebut malah mirip dengan karakter fiksi Valak dalam film horor The Nun. Valak, yang mengambil bentuk biarawati dalam film, muncul dengan kerudung putih yang menjuntai ke depan.

    Tolong banget ini emang modelnya yang begini atau aku yang nggak paham ya. Konsep dari jilbab instan. Aku ngerasa malah kayak valak. Jujur aku ngeliat orang-orang pakai jilbab instan ini kayak estetik cantik cakep ini kok malah kayak valak cuy,” ujarnya.

    Ia bingung cara memakai hijab instan yang berwarna cream itu. Ia mengaku sudah percaya diri dari rumah ke mall pakai hijab tersebut karena merasa sudah estetik.

    Aku positif thinking tuh dari rumah. Oh, mungkin modelnya gini kali ya tinggal diginiin aja kalau ditutorial. Udah tuh aku ke mall gini terus aku foto loh kok hasilnya kaya gini. Jadi kaya valak yang lagi nongki di cafe. GImana ini ngasih tutornya itu jangan setengah-setengah. Jangan ditiru ya teman-teman,” ujarnya ngakak.

    Postingan tentang wanita yang memakai hijab instan malah mirip dengan valak ini viral sudah ditonton lebih dari 26,5 juta kali. Warganet ada yang ngakak dan memberikan saran.

    IYAA PLISS aku kira aku doang yang ngerasa kaya valak pas make ,” ujar akun @deiivv.

    1. dimundurin, innernya diceperin sama muka 2. innernya yg di leher masukin ke dalem kerah baju semoga paham ,” saut akun @Melly.

    KA emang bener kaya gitu cara pakainya ,” ucap akun @M.ROJA .

    Itu dimasukin kak dalemnya, trs yang luar diselempangin jdi kayak pasmina,” timpal akun @kemanaa_aja.

    Konfirmasi Wolipop

    Wolipop sudah menghubungi Adissa Mutiara yang mengunggah video di TikTok aksinya mencoba memakai hijab instan namun malah berakhir mirip karakter hantu Valak dalam film The Nun. Wanita yang akrab disapa Dissa ini mengatakan baru membeli hijab tersebut.

    “Jadi di video itu aku baru beli pasmina instan, dan pas dipake di rumah ternyata ga cocok, sudah nyoba lihat tutorial dan akhirnya pergi ke mall buat iseng pake sekali-kali, tapi pas di mall tiba-tiba hijabnya lepas sendiri jadi ke bentuk seperti valak, karena instan dan bahan ny yang licin. Akhirnya pas lagi mau betulin hijabnya iseng buat video itu,” kata Dissa kepada Wolipop.

    Dissa membeli hijab tersebut karena tergoda saat menonton siaran langsung melalui TiKTok. Saat itu dia merasa cara memakai hijab tersebut simpel.

    Namun saat hijab tersebut sudah dibelinya, wanita yang tinggal di Yogyakarta ini bingung ketika mencoba memakainya. Ia mengatakan hijabnya mirip dengan valak.

    “Sempat kaget karena waktu benerin hijabnya malah jadi seperti valak bentukannya, nggak expect pas hijabnya ngelepas malah jadi seperti valak,” terangnya.

    Dissa (23 tahun) menyebutkan kini sudah bisa memakai hijab instan tersebut dan tidak terlihat seperti valak lagi. “Sekarang sudah bisa. Diajarin sama teman-teman kos di Yogyakarta langsung, nggak lihat tutorial di video karena gagal pas nyoba lihat di video,” pungkasnya.

    (gaf/eny)





    Sumber : wolipop.detik.com

  • 14 Brand Hijab dan Busana Lokal Bersatu di Modest Avenue Supermall Karawaci

    Jakarta

    Sederet brand lokal ini memilih bersatung ketimbang bersaing. 14 brand hijab dan busana muslim yang tergabung di bazar GlamLocal, menjual koleksinya bersamaan di Modest Avenue, Supermall Karawaci, Tangerang.

    Bagi pecinta bazar fashion hijab dan busana muslim, tentu sudah tak asing dengan bazar GlamLocal yang dikenal karena menjual berbagai brand lokal ternama dengan potongan harga menarik. Menjawab permintaan penggemar GlamLocal, kini 14 brand yang biasa memamerkan koleksinya bazar tersebut hadir secara permanen di butik yang bernama Modest Avenue, Supermall Karawaci, Tangerang.

    Eras Praghita selaku co-founder Modest Avenue mengungkapkan ingin memberikan wadah bagi para pemilik brand agar bisa menjual produknya di mall.


    “Kesulitan membuka toko di sebuah mall itu kan berbeda. Di mall harus punya beberapa kriteria dan dari brand pun sulit menembus mall. Contoh kesulitannya syaratnya harus punya dulu salah satu di mall,” kata Eras ketika ditemui Wolipop di pembukaan perdana Modest Avenue di Supermall Karawaci, Tangerang.

    Selain itu, menurut Era, biaya sewa yang cenderung lebih mahal juga menjadi tantangan tersendiri saat suatu brand ingin hadir di mall. Oleh karena itu dia dan rekan-rekannya di Modest Avenue memilih bersatu dengan membuka toko bersama.

    “Di sini karena kita sistemnya sharing cost dan kita bagi rata insya Allah akan menjadi ringan,” lanjutnya.

    Eras mengaku Modest Avenue berawal dari persahabatan dari masing-masing pemilik brand. Dia berharap Modest Avenue bisa menjadi jembatan bagi pemilik modest brand untuk menjangkau pasar yang lebih luas lagi. sambung ibu dari dua orang anak ini.

    Eras menuturkan ada 14 beragam brand hijab dan busana muslim yang bergabung di Modest Avenue. Antara lain Elita Kerudung, Binar Pagi, Dyalodya, Prior, Kienka dan masih banyak lagi.

    Rizky Azhar sebagai founder Modest Avenue ini mengungkapkan alasan memilih Supermall Karawaci sebagai lokasi toko. “Pertama memang kebetulan kita mendapatkan kesempatan dari mallnya dan kita kurasi lagi. Karena targetnya sub-urban, Tangerang, Depok dan Bekasi. Maka dari itu kita buka perdana di Tangerang. Kita sesuaikan profile customer dan trennya seperti apa sekarang. Kita ajakin di luar Jakarta, Ada Bandung dan Yogyakarta,” ucap Kiky.

    Kiky menuturkan kisaran harga yang ada di Modest Avenue mulai dari Rp 200 ribu untuk atasan, celana, outer hingga tas. Harga brand yang ada di Modest Avenue sama dengan penjualan di toko online.

    Salah satu penggagas bazar GlamLocal ini menjelaskan kategori produk bisa untuk memenuhi kebutuhan wanita. Mulai dari casual hingga baju kerja. Ada juga potongan harga 10%.

    Di tengah persaingan yang ketat, Eras mengaku yang membedakan antara Modest Avenue dan butik modest lainnya. “Dibanding butik yang lain kan per brand tapi di sini kita menawarkan banyak brand punya identitasnya masing-masing. Baju pesta ada, polos ada dan yang membedakan kamu bisa mendapatkan semua brand di sini,” jelas Eras.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 40 Brand Modest Lokal Banting Harga 70% di Rendezvous Modest Market Cikarang

    Cikarang

    Bazar modest dan hijab, Rendezvous Modest Market kembali digelar mulai dari 23 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Grand Atrium Aeon Mall Delta Mas, Cikarang. Ada 40 brand lokal yang memberikan potongan harga menarik hingga 70%.

    Rendezvous Modest Market menjadi wadah sekaligus ruang temu antara para pelaku brand modest lokal dan konsumen setia mereka secara langsung. Brand yang terlibat rata-rata berbasis online dan mempunyai pelanggan setia.

    40 brand modest fashion lokal dari berbagai kota seperti Bandung, Yogyakarta, Malang, Surabaya hingga Bekasi turut meramaikan gelaran ini. Mereka menawarkan berbagai koleksi busana mulai dari hijab, outerwear, dress, sepatu, hingga pakaian anak-anak yang semuanya dikurasi secara ketat agar sesuai dengan nilai modest.


    Bazar modest dan hijab, Rendezvous Modest Market kembali digelar mulai dari 23 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Grand Atrium Aeon Mall Delta Mas, Cikarang. Ada 40 brand lokal yang memberikan potongan harga yang menarik hingga 70%.Bazar modest dan hijab, Rendezvous Modest Market kembali digelar mulai dari 23 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Grand Atrium Aeon Mall Delta Mas, Cikarang. Ada 40 brand lokal yang memberikan potongan harga yang menarik hingga 70%. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Brand yang ikut dalam Rendezvous Modest Market di Cikarang, antara lain Tubita, Deav, Daveline, Fimelo, Lozy Hijab, Hai Clo, Hijaberies, Gamaleea, Elita Kerudung, Shaybee, Flicka, Swistya, Callanda Hijab, Alaztha, Lizahrani, dan masih banyak lagi.

    Mulai dari Rp35.000, kamu sudah bisa membawa pulang produk fashion berkualitas di Rendezvous Modest Market. Bahkan banyak brand menawarkan promo buy one get one dan potongan harga spesial, dengan harga tetap berada di bawah Rp200.000.

    Eras Pragitha sebagai Head Creative Rendezvous Modest Market menjelaskan lokasi Cikarang mempunyai potensi pasar yang baru. Cikarang, dikenal sebagai kawasan industri terbesar di Indonesia, menjadi lokasi yang strategis untuk mempertemukan brand dan konsumen.

    Bazar modest dan hijab, Rendezvous Modest Market kembali digelar mulai dari 23 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Grand Atrium Aeon Mall Delta Mas, Cikarang. Ada 40 brand lokal yang memberikan potongan harga yang menarik hingga 70%.Bazar modest dan hijab, Rendezvous Modest Market kembali digelar mulai dari 23 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Grand Atrium Aeon Mall Delta Mas, Cikarang. Ada 40 brand lokal yang memberikan potongan harga yang menarik hingga 70%. Foto: Gresnia/Wolipop.

    “Event ini memang kami rancang agar bisa diakses oleh semua kalangan, terutama para perempuan aktif di wilayah industri seperti Cikarang. Warga Cikarang ini sebenarnya punya daya beli yang kuat, hanya saja mereka jarang ke mall. Jadi saat ada acara seperti ini, antusiasmenya tinggi sekali, apalagi menjelang tanggal gajian seperti tanggal 25 dan 1,” ungkap Eras di Grand Atrium Aeon Mall Delta Mas, Cikarang, Kamis (24/7/2025).

    Ia mengaku menariknya di bazar kali ini, jam ramai pengunjung terjadi di luar jam kantor, yakni pukul 14.00 hingga 15.00 WIB. Hal ini menunjukkan bahwa segmentasi pasarnya cocok untuk pekerja dan keluarga yang tinggal di sekitar kawasan industri.

    Jastip Bisa Live Streaming

    Bazar modest dan hijab, Rendezvous Modest Market kembali digelar mulai dari 23 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Grand Atrium Aeon Mall Delta Mas, Cikarang. Ada 40 brand lokal yang memberikan potongan harga yang menarik hingga 70%.Bazar modest dan hijab, Rendezvous Modest Market kembali digelar mulai dari 23 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Grand Atrium Aeon Mall Delta Mas, Cikarang. Ada 40 brand lokal yang memberikan potongan harga yang menarik hingga 70%. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Tak hanya mengandalkan kunjungan fisik, Rendezvous Modest Market juga mengintegrasikan strategi digital lewat fitur Jastip Corner. Di sini, tim melakukan live streaming via Instagram dan media sosial untuk memperlihatkan produk secara real-time dan melayani pembelian dari luar kota dengan sistem jasa titip.

    Langkah ini terbukti efektif menjangkau konsumen yang tidak bisa hadir langsung, namun tetap ingin mendapatkan koleksi terbatas dari brand favorit mereka.

    “Kita itu kegiatan ada live streaming yang jastip di Jastip Corner, dia akan ambil beberapa produk di bazar untuk live di Instagram jastip dan media sosial Rendevous. Jadi mempermudah jastip juga,” kata Eras.

    Bazar modest dan hijab, Rendezvous Modest Market kembali digelar mulai dari 23 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Grand Atrium Aeon Mall Delta Mas, Cikarang. Ada 40 brand lokal yang memberikan potongan harga yang menarik hingga 70%.Bazar modest dan hijab, Rendezvous Modest Market kembali digelar mulai dari 23 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Grand Atrium Aeon Mall Delta Mas, Cikarang. Ada 40 brand lokal yang memberikan potongan harga yang menarik hingga 70%. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Dengan menghadirkan ragam produk berkualitas, harga terjangkau, pendekatan kreatif digital, serta menyasar lokasi dengan potensi pasar tinggi seperti Cikarang.

    Jika kamu berada di area Jabodetabek, khususnya Bekasi dan Cikarang, jangan lewatkan kesempatan untuk berkunjung dan menemukan koleksi terbaik dari brand-brand lokal pilihan.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Nina Nugroho RIlis Busana Kerja Motif Batik Lung-lungan di In2Motion Fest

    Jakarta

    Nina Nugroho, jenama busana muslimah yang fokus pada segmen profesional, memperkenalkan koleksi terbarunya di Indonesia International Modest Fashion Festival (In2motion Fest) 2025. Nina Nugroho meluncurkan koleksi bertajuk Silfira, yaitu Silent Fire, sebuah persembahan yang merayakan kekuatan, keanggunan, dan keberdayaan seorang wanita.

    Filosofi ini diibaratkan pada wanita berdaya, ada keanggunan dalam ketenangan dan keberanian yang menjadi daya tarik utama. Silfira merepresentasikan wanita yang kehadirannya bermakna dalam ketenangan, namun meninggalkan resonansi yang kuat-sebuah simbol “Aku Berdaya” yang terus bergerak, meninggalkan jejak tanpa harus selalu bersuara lantang.


    Brand Nina Nugroho hadirkan koleksi SILFIRA Brand Nina Nugroho hadirkan koleksi SILFIRA “Silent Fire” di IN2MOTION FEST 2025. Koleksi ini menggunakan batik motif Lung-lungan, merayakan kekuatan tenang & keberdayaan wanita profesional. Foto: Dok. Nina Nugroho

    “Kami membawakan delapan koleksi busana kerja masih selalu konsisten untuk para profesional muslimah, harapannya dapat membersamai untuk pemberdayaannya. Silfira di mana akhir-akhir ini banyak kebisingan sehingga Nina Nugroho harapannya berkarya tanpa riuh selalu ada dan bersama para wanita menuju pemberdayaannya,” ucap Nina Septiana sebagai pemilik brand Nina Nugroho.

    Nina Nugroho Angkat Batik Motif Lung-lungan

    Brand Nina Nugroho hadirkan koleksi SILFIRA Brand Nina Nugroho hadirkan koleksi SILFIRA “Silent Fire” di IN2MOTION FEST 2025. Koleksi ini menggunakan batik motif Lung-lungan, merayakan kekuatan tenang & keberdayaan wanita profesional. Foto: Dok. Nina Nugroho

    Dalam delapan rancangan busana yang ditampilkan, Nina Nugroho mengaplikasikan batik Yogyakarta dengan motif sulur atau biasa menyebutkan motif Lung-lungan sebagai bahan utama. Motif klasik keraton yang menampilkan sulur, daun, dan bunga yang menjalar membentuk kesatuan dan harmoni ini dipilih karena filosofinya.

    Seperti sulur yang terus tumbuh, Lung-lungan merefleksikan keberlangsungan hidup, kesadaran, dan kekuatan. Ini menjadi simbol bahwa keberdayaan wanita adalah energi yang terus mengalir, tidak terputus, dan menjadi pengikat harmoni dimana pun ia berada.

    “Motif ini terdiri dari desain sulur, bunga dan daun. Kenapa motif ini kita pilih? Karena motif ini memberikan perwakilan yang ingin Nina Nugroho sampaikan. Sulur itu kan selalu menjulur tidak berhenti bertumbuh. Bunga itu kan indah seperti wanita dan warnanya juga biru dan cokelat. Biru melambangkan ketenangan, sedangkan cokelat artinya berani kembali ke alam dimana kita berpijak,” ungkap Nina.

    Brand Nina Nugroho hadirkan koleksi SILFIRA Brand Nina Nugroho hadirkan koleksi SILFIRA “Silent Fire” di IN2MOTION FEST 2025. Koleksi ini menggunakan batik motif Lung-lungan, merayakan kekuatan tenang & keberdayaan wanita profesional. Foto: Dok. Nina Nugroho

    Warna yang mendominasi koleksi Silfira kali ini adalah biru dan coklat. Biru melambangkan ketenangan jiwa dan kejernihan berpikir yang menghadirkan kesan kedalaman, keteguhan, dan kewibawaan. Sementara itu, coklat mencerminkan akar yang kuat, kestabilan, serta kedekatan dengan bumi, yang menjadi simbol kelembutan, kehangatan, dan kesederhanaan yang anggun.

    Sebagai identitas merek yang kuat, Nina Nugroho mempertahankan detail desain A line yang telah menjadi ciri khas, dilengkapi dengan piping yang memberi garis tegas dan double manset yang fungsional.

    “Koleksi ini tak lekang oleh waktu, simpel, elegan dan desain khusus untuk para profesional muslimah,” jelas Nina.

    Brand Nina Nugroho hadirkan koleksi SILFIRA Brand Nina Nugroho hadirkan koleksi SILFIRA “Silent Fire” di IN2MOTION FEST 2025. Koleksi ini menggunakan batik motif Lung-lungan, merayakan kekuatan tenang & keberdayaan wanita profesional. Foto: Dok. Nina Nugroho

    Koleksi ini juga diperkaya dengan berbagai potongan luaran seperti long outer, cape, dan blazer, yang merepresentasikan karakter wanita profesional, tegas namun tetap elegan.

    Melalui karya ini, Nina Nugroho mengajak wanita Indonesia untuk merayakan keberdayaannya, menjadi kuat dalam ketenangan, bersinar dalam kesederhanaan, dan berdaya dalam setiap tantangan.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Piknik di Pantai-Kulineran di Pasar



    Yogyakarta

    Tahun Baru 2025 sudah di depan mata. Traveler yang ingin menghabiskannya di Yogyakarta simak ide liburan tahun baru berikut ini:

    Yogyakarta memiliki banyak pilihan liburan seru yang bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan kota. Dari menikmati alam hingga mengeksplorasi budaya.

    Selain itu, ada berbagai aktivitas menarik yang bisa mengisi waktu liburan traveler.


    Berikut sederet ide liburan tahun baru di Yogyakarta yang menarik:

    1. Wisata Edukasi di Kebun Binatang

    Liburan yang menyenangkan dan edukatif sering kali menjadi pilihan terbaik bagi keluarga, terutama yang membawa anak-anak. Mengunjungi kebun binatang bukan hanya menawarkan pengalaman menyaksikan hewan-hewan yang menarik, tetapi juga memberikan kesempatan untuk belajar tentang berbagai jenis hewan.

    Di Jogja, Anda bisa mengunjungi Gembira Loka Zoo, sebuah kebun binatang yang memiliki koleksi satwa dari berbagai belahan dunia. Selain itu, Suraloka Interactive Zoo juga bisa menjadi alternatif yang menawarkan suasana yang berbeda.

    2. Berkeliling Taman

    Bagi yang ingin menikmati udara segar dan suasana hijau, mengunjungi taman kota adalah pilihan yang tepat. Di taman kota, traveler bisa berjalan-jalan santai, bersepeda, atau sekadar duduk menikmati pemandangan.

    Aktivitas ini memberikan kesempatan untuk melepaskan penat setelah rutinitas yang padat. Wisdom Park UGM, bisa menjadi pilihan yang tepat bagi traveler untuk melakukan aktivitas ini. Suasananya yang sangat asri dan teduh cocok untuk traveler yang ingin melakukan aktivitas outdoor namun tetap santai.

    3. Wisata Budaya di Museum

    Museum Benteng VredeburgMuseum Benteng Vredeburg (dok. IHA)

    Jika traveler tertarik mengenal lebih dalam tentang sejarah dan budaya lokal, mengunjungi museum bisa menjadi pilihan yang menyenangkan. Di museum, traveler tidak hanya akan mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga menikmati atmosfer yang lebih tenang dan reflektif.

    Museum Sonobudoyo, yang menyajikan koleksi seni dan budaya Jawa, adalah tempat yang sempurna bagi detikers yang ingin lebih mengenal warisan budaya Jogja. Selain itu, detikers juga bisa mengunjungi Museum Benteng Vredeburg atau Museum Sandi yang terletak strategis di tengah kota.

    4. Staycation di Hotel

    Tidak semua liburan harus menghabiskan waktu di luar kota. Staycation atau menginap di hotel lokal bisa menjadi alternatif yang menarik. detikers bisa menikmati fasilitas hotel, bersantai, dan menikmati waktu bersama keluarga tanpa harus bepergian jauh.

    Beberapa hotel di Jogja menawarkan nuansa lawas yang kental, seperti The Phoenix Hotel, yang memiliki arsitektur kolonial yang indah, atau Hotel Tentrem yang menggabungkan kemewahan modern dengan sentuhan tradisional mungkin akan menjadi sensasi baru untuk detikers saat staycation.

    5. Piknik di Pantai

    Bagi traveler yang ingin liburan santai namun tetap menikmati alam terbuka, piknik di pantai atau danau bisa menjadi pilihan yang menyegarkan. Jogja memiliki beberapa pantai dan danau yang indah untuk dijadikan tempat piknik.

    Contohnya seperti Pantai Parangtritis yang terkenal dengan pasir hitamnya dan pantai-pantai di Gunungkidul seperti Pantai Ngetun dan Wediombo. Nikmati suasana tenang sambil menikmati makanan ringan atau sekadar menikmati alam.

    6. Jelajahi Kuliner Khas Jogja

    Suasana di Pasar Beringharjo, Jogja, Selasa (26/12/2023).Suasana di Pasar Beringharjo, Jogja (Adji G Rinepta/detikJogja)

    Liburan Tahun Baru juga bisa menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi kuliner lokal yang menggugah selera. Jogja dikenal dengan berbagai hidangan lezat yang sayang untuk dilewatkan.

    Traveler bisa mengunjungi pasar tradisional untuk mencicipi makanan khas, atau menjelajahi tempat makan yang populer di kota ini. Pasar Beringharjo, Pasar Kotagede dan Pasar Ngasem adalah tiga contoh rekomendasi tempat yang sempurna untuk berburu makanan lokal.

    Ada gudeg, bakpia, dan aneka jajanan tradisional khas Jogja yang bisa dicoba traveler. Bagi traveler yang ingin berburu makanan dan jajanan otentik khas Jogja, maka pilihan ini cukup menarik untuk dimasukkan dalam rencana liburan.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Lokasi Kota Batik di Indonesia, Salah Satunya Pekalongan


    Jakarta

    Batik merupakan salah satu warisan budaya yang sangat berharga bagi Indonesia. Pada tahun 2009, batik diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.

    Ada beberapa kota di Indonesia yang dijuluki sebagai “Kota Batik”, bahkan salah satunya dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia oleh Dewan Kerajinan Dunia. Kota apakah itu?

    Kota Batik Indonesia

    Kota-kota yang dijuluki sebagai “Kota Batik” di antaranya Pekalongan, Solo, dan Yogyakarta. Berikut informasi lengkapnya.


    1. Pekalongan

    Kota pertama yang dijuluki kota Batik adalah Pekalongan. Mengutip laman Pemkot Pekalongan, hal ini tak terlepas dari sejarah bahwa dari puluhan dan ratusan tahun lampau sampai sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah.

    Hal ini membuat batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat setempat. Menariknya Pekalongan mempunyai sejumlah kampung batik yang eksis dari generasi ke generasi. Salah satunya adalah Kampung Batik Kauman yang legendaris.

    Kampung Batik Kauman disinyalir menjadi kampung pertama yang ada di kawasan Pekalongan. Di sini masih ada rumah-rumah kuno dan masjid jami yang didirikan pada tahun 1952.

    Mengutip laman resminya, Kampung Batik Kauman dikenal sebagai industri batik yang menghasilkan batik tulis, batik cap, dan kombinasi keduanya. Ada belasan pranggok (tempat memproduksi batik) ini yang menghasilkan corak, model, dan motif beragam.

    2. Solo

    Batik juga menjadi salah satu sektor industri penting dari hasil manifestasi seni dan budaya di kota Solo. Menurut laman Pemkot Surakarta, dilihat dari perkembangannya, batik Solo dan Yogyakara merupakan cikal bakal lahir dan berkembangnya batik di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

    Sama seperti Pekalongan, Solo memiliki berbagai kawasan yang menjadi tempat produksi kain khas Indonesia ini. Berikut di antaranya:

    Kampung Batik Kauman yang ada di Solo ini ditetapkan sebagai Kampung Wisata Batik dan sentra batik tertua di Kota Solo. Tak hanya sebagai sentra industri batik, namun Kampung Batik Kauman juga menjadi destinasi wisata edukasi.

    Kampung batik ini menjadi tempat pelatihan, pembuatan, penelitian, dan pengembangan batik. Jadi, wisatawan dapat melihat proses pembuatan batik dari nol hingga menjadi produk jual.

    Kampung batik tertua kedua di Solo adalah Kampung Batik Laweyan. Berdiri selama 500 tahun, Kampung Batik Laweyan memiliki 250 macam motif khas Laweyan.

    Sama seperti Kampung Batik Kauman, Kampung Batik Laweyan menjadi destinasi wisata. Ada fasilitas untuk wisatawan mulai dari penginapan, restoran, pusat pelatihan budaya Jawa, Laweyan Batik Training Center, masjid, dan kuliner khas Solo.

    3. Yogyakarta

    Dewan Kerajinan Dunia (World Craft Council) menetapkan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia pada 18 Oktober 2014. Menurut laman Universitas Gadjah Mada, sebelum penetapan tersebut, tim penilai dari Dewan Kerajinan Dunia datang ke Yogyakarta untuk melihat dan menilai perkembangan batik yang ada.

    Hasilnya, Yogyakarta memenuhi tujuh kriteria untuk ditetapkan sebagai kota batik dunia, yaitu nilai sejarah, nilai keaslian, nilai pelestarian, nilai ekonomi, nilai ramah lingkungan, nilai global, nilai keberlanjutan. Wisatawan juga bisa menemukan kampung batik di Yogyakarta. Salah satunya adalah Kampung Batik Giriloyo.

    Giriloyo merupakan sentra dari pengrajin batik di Yogyakarta. Mengutip laman Batik Giriloyo, di desa ini, wisatawan bisa berburu batik atau belajar tentang proses membuat batik langsung dari pengrajinnya.

    Tak hanya itu, wisatawan juga bisa memanjakan lidah dengan menikmati kuliner khas daerah ini. Mulai dari pecel kembang turi hingga rempeyek super gede.

    Selain tiga kota yang dijuluki “Kota Batik” tersebut, ada juga beberapa daerah yang juga terkenal dengan produksi batiknya. Mulai dari CIrebon yang memiliki Sentra Batik Trusmi, Semarang yang mempunyai Kampung Batik Semarang, Sragen dengan Kampung Batik Girli Kliwonannya, hingga daerah Lasem, Rembang yang punya Sentra Batik Lasem.

    Itulah sejumlah kota batik di Indonesia di mana kamu bisa membeli batik dan melihat bagaimana proses pembuatannya. Tertarik untuk mengunjungi salah satu kota batik ini?

    (elk/row)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker