Tag: Yuk

  • Cari Tau Negara Pertama yang Meluncurkan NFT-nya Sendiri!

    Jika membahas mengenai aset kripto, tentu seluruh dunia telah ikut mengalami dampaknya, tidak hanya negara tertentu saja. Namun, terdapat satu negara yang mengadopsi aset kripto dengan lebih masif dibandingkan negara lainnya, yaitu Slovenia. Baru-baru ini Slovenia meluncurkan proyek NFT-nya sendiri, lho! Yuk, ketahui lebih lengkapnya!

    Mengenal Slovenia dan Julukannya sebagai “The Crypto Country”

    Negara yang terletak di jantung benua Eropa ini mendapat julukan “The Crypto Country”. Pasalnya, Slovenia memiliki ekosistem aset kripto yang sangat besar dan meluas hingga ke seluruh negeri. Pengembangan ekosistem ini sudah dilakukan oleh Slovenia sejak lama dan banyak inovasi yang tercipta di tahun 2018. 

    Di tahun tersebut, pemerintah Slovenia mengusulkan untuk memperluas jangkauan aset kripto di seluruh negeri sambil mengembangkan framework untuk digital currencies. Berkat hal itu, Slovenia sukses meluncurkan shopping center berbasis crypto-friendly pertama di dunia dengan lebih dari 500 tenants yang diberi nama BTC City. 

    Seiring berjalannya waktu, Slovenia juga mulai melakukan riset dengan pendekatan secara hukum dalam memanfaatkan keberadaan teknologi blockchain. Pemerintah Slovenia ingin membuat peraturan yang ramah terhadap aset kripto, agar masyarakat dapat dengan mudah mengadopsinya dalam kehidupan sehari-hari. 

    Di Slovenia, sudah banyak tempat yang memperbolehkan para pengunjungnya melakukan pembayaran dengan aset kripto Bitcoin Cash (BCH), lho. Selain membuat aset kripto sebagai alat pembayaran yang sah, Slovenia juga tidak mengenakan pajak terhadap hasil pendapatan dari trading aset kripto.

    Perkembangan Blockchain di Slovenia

    Dalam membahas adopsi teknologi blockchain yang masif di Slovenia dengan kacamata yang lebih luas, komunitas blockchain di Slovenia terbentuk tidak lama setelah Bitcoin lahir, sekitar tahun 2009. Dalam komunitas, para anggota saling berbagi informasi mengenai perkembangan blockchain dan pemanfaatannya. Dapat dibilang Slovenia merupakan negara yang menyambut kehadiran teknologi baru ini dengan antusiasme yang tinggi. 

    Dikutip dari Slovenia Times, pada tahun 2016, program crypto-crowdfunding Slovenia berhasil mendanai perusahaan yang baru dirintis atau startup. Program pendanaan ini masih terus berlanjut di tahun-tahun setelahnya, yaitu 2017 dan 2018. Hingga tahun 2020, masih ada beberapa startup yang didanai oleh program tersebut yang masih aktif beroperasi.

    Selanjutnya pada tahun 2019, Slovenia berhasil meluncurkan infrastruktur uji blockchain bernama SiChain. Teknologi SiChain dirancang sebagai wadah penggunaan blockchain bagi perusahaan dan lembaga negara. Dalam penggunaannya, SiChain akan berperan dalam membantu pencatatan dan verifikasi dokumen.

    Slovenia Menjadi Negara Pertama yang Meluncurkan Proyek NFT

    Sebagai negara yang hidup berdampingan dengan teknologi blockchain, Slovenia juga memutuskan untuk meluncurkan proyek NFT. Hal ini membuat Slovenia menjadi negara pertama di dunia yang berhasil melakukan penerbitan NFT nasional tersebut. Uniknya, koleksi NFT ini ditawarkan dengan bebas tanpa dipungut biaya.

    Dilansir dari Gadgets 360, Technology Park Ljubljana bersama dengan Kementerian Pengembangan Ekonomi dan Teknologi dan SPIRIT Slovenia menjadi representatif negara Slovenia dalam CED 2021: Crypto Expo Dubai. 

    Nah, koleksi NFT yang diluncurkan oleh Slovenia ini terdiri dari koleksi foto pemandangan beberapa destinasi wisata di Slovenia yang diambil dengan kamera berteknologi 360 derajat dan mode panoramic. Beberapa destinasi wisata ternama di Slovenia antara lain adalah Lake Bled, Terme Olimia, dan Postojna Cave.

    Baca Juga: Yuk, Kenalan dengan Karya Seni NFT yang Populer!

    Para pengunjung yang datang ke CED 2021 ini menerima NFT dalam bentuk gift card saat mengunjungi booth negara Slovenia, tanpa perlu merogoh kocek sedikitpun. Pada gift card, tertera delapan digit angka sebagai PIN dan instruksi untuk mengakses wallet untuk klaim NFT. Selain itu, para pengunjung yang berhasil mengklaim NFT milik Slovenia ini berkesempatan untuk membuat digital wallet yang dibentuk dalam teknologi blockchain Slovenia.

    Sekretaris Negara Slovenia, Simon Zajc, menyatakan bahwa proyek NFT nasional yang diluncurkan oleh Slovenia ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem blockchain dan aset kripto di Slovenia. Sekaligus untuk mempromosikan kemajuan perekonomian dan pariwisata dari negara Slovenia sendiri.

    Jadi, itu dia penjelasan mengenai negara kripto Slovenia dan upayanya dalam mengembangkan ekosistem blockchain dan aset kripto di negaranya dengan menjadi negara pertama di dunia yang merilis proyek NFT nasional. Keren banget, ya! Jika Anda tertarik untuk mendalami seluk-beluk dunia NFT khususnya di Indonesia dan ingin ikut menerbitkan NFT juga, yuk kunjungi mall.tokoscape.com sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Mudah Beli Token Listrik di Aplikasi OVO, Simak Yuk!


    Jakarta

    Aplikasi OVO menghadirkan sejumlah kemudahan untuk para pengguna dalam melakukan transaksi pembayaran melalui sejumlah fitur yang tergolong komplit. Mulai dari beli pulsa hingga pembelian token listrik bisa dilakukan.

    Lewat aplikasi OVO, pengguna bisa membeli token listrik kapan saja tanpa harus antre di konter atau minimarket. Selain prosesnya yang cepat, semua riwayat transaksi juga tercatat otomatis, sehingga mudah dicek kembali saat dibutuhkan. Nah berikut adalah cara membeli token listrik di aplikasi OVO.

    1. Download aplikasi OVO;


    2. Jika sudah, buka aplikasi OVO;

    3. Pada halaman utama, pilih menu ‘PLN’;

    4. Pilih menu ‘Token Listrik’;

    5. Masukkan nomor meter atau ID Pelanggan PLN;

    6. Klik ‘Lanjutkan’;

    7. Pilih nominal token listrik yang mau dibeli, mulai dari 20 ribu hingga 10 juta;

    8. Pilih metode pembayaran antara ‘OVO Cash’ atau ‘OVO Points’;

    9. Selanjutnya klik ‘Konfirmasi’ untuk melakukan pembayaran;

    10. Jika token sudah dibayar, nantinya akan muncul 20 digit nomor token listrik yang bisa diisi ke meteran.

    Mudahkan, jadi tunggu apalagi? Yuk download dan menggunakan OVO.

    Tonton juga video “Tak Hanya Online, OVO Juga Hadirkan 8 Juta Titik Top Up Saldo Offline” di sini:

    (anl/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • DANA Hadirkan Fitur Jaminan Anti Pending, Pastikan #AmanDariBadman


    Jakarta

    Dompet digital DANA menghadirkan fitur jaminan anti pending. Fitur ini diberikan oleh DANA Protection.

    DANA Protection adalah fitur unggulan dari aplikasi DANA yang memberikan perlindungan maksimal kepada pengguna dari berbagai ancaman keamanan digital. Dengan fitur ini, setiap transaksi ilegal akan mendapatkan jaminan uang kembali 100%.

    Dengan jaminan ini, transaksi pengguna jadi bebas nyangkut. Jaminan ini hanya berlaku untuk transaksi kirim uang ke sesama pengguna DANA.


    Di samping itu, agar #AmanDariBadman, setiap pengguna harus selalu waspada dan bijak dalam menggunakan perangkat serta menjaga kerahasiaan data pribadi. DANA berharap setiap pengguna dapat berperan aktif dalam menciptakan ekosistem transaksi digital yang aman dan terpercaya melalui kepatuhan terhadap syarat dan ketentuan layanan.

    Buat cara klaimnya, pengguna bisa ikuti langkah-langkah berikut:

    1. Tap DANA Protection di Beranda DANA.

    2. Baca detail perlindungan apa saja yang diberikan DANA Protection.

    3. Tap button DIANA.

    4. Informasikan & laporkan kendala yang kamu alami.

    5. Kirimkan detail transaksi & dokumen yang diperlukan untuk mempercepat proses klaim.

    6. Cek perkembangan proses klaimmu di DIANA.

    Pastikan kamu hanya mengakses informasi melalui platform resmi DANA Indonesia guna menjamin keamanan dalam bertransaksi. DANA Indonesia juga sudah diawasi oleh Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    Jadi tunggu apa lagi? Yuk download dan gunakan dompet digital DANA sekarang!

    (hnu/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Jangan Asal Buang Air Panas ke Saluran Air, Begini Cara yang Benar


    Jakarta

    Pernahkah kamu membuang air panas hasil merebus makanan langsung ke wastafel? Eits, sebaiknya jangan diulangi lagi ya. Air panas sebenarnya tak boleh langsung dibuang ke wastafel, sehingga mengalir ke saluran air.

    Mungkin kamu ingin cepat dan praktis membuang air panas, namun hal ini justru bisa merugikan, lho. Lantas, memang apa akibatnya kalau buang air panas ke saluran air?

    Yuk, simak penjelasannya berikut ini yang dikutip dari WP Plumbing, Kamis (29/8/2024).


    Dampak Buang Air Panas ke Saluran Air

    Air panas bisa merusak pipa saluran pembuangan pada wastafel. Ada beberapa bahan pipa yang tidak tahan panas, seperti PVC, Pex, dan CPVC.

    Berdasarkan data, bahan-bahan ini memang bisa menahan panas hingga di atas 60℃. Namun, jika terkena air panas secara terus-menerus, pipa juga pada akhirnya bisa melunak dan meleleh sehingga memicu terjadinya kebocoran.

    Selain itu, air panas yang dibuang ke wastafel juga bisa membuat sisa minyak dan lemak di dalamnya meleleh dan bergerak lebih jauh ke saluran pembuangan. Sisa minyak dan lemak tersebut lalu semakin sulit dijangkau dan bisa menyumbat pipa saluran pada wastafel.

    Cara Buang Air Panas yang Benar

    Nah, agar air panas yang kita buang tidak merusak wastafel, ada trik yang bisa diterapkan. Caranya adalah dengan mencampur air panas dengan air biasa sebelum membuangnya.

    Dengan mencampurnya dengan air biasa, suhu air panas akan menurun sehingga tidak akan melunakkan dan melelehkan pipa saluran pembuangan pada wastafel. Selain itu, kamu juga bisa menghidupkan keran saat membuang air panas ke dalam wastafel. Cara ini juga bisa menurunkan suhu panas pada air yang dibuang.

    Itulah penjelasan soal larangan membuang air panas ke saluran air. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menghitung Kebutuhan Wallpaper untuk Ruangan


    Jakarta

    Menggunakan wallpaper bisa mempercantik ruangan. Sebelum memasangnya, tentunya kamu perlu mengetahui dulu kebutuhan wallpaper untuk sebuah ruangan.

    Umumnya, wallpaper yang dipasang bentuknya dalam bentuk roll. Ukurannya pun beragam, ada yang 10 x 0,5 meter, 9 x 0,45 meter, 8 x 0,45 meter maupun 5 x 0,6 meter.

    Nah, sebelum membeli wallpaper, sebaiknya kamu ketahui dulu ukuran dinding yang ada. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui wallpaper yang dibutuhkan untuk dipasang di dinding tersebut.


    Agar lebih mudah, yuk ketahui cara menghitung kebutuhan wallpaper. Dilansir dari pinhome, berikut ini informasinya.

    Contoh Kasus

    Ibu A ingin memasang wallpaper untuk dinding ruang keluarga yang memiliki ukuran misalnya 4 x 3 meter dan tinggi 3 meter. Rencananya, wallpaper yang ingin dibeli berukuran 10 x 0,5 meter. Berapa wallpaper yang dibutuhkan Ibu A?

    Luas Bidang Dinding

    Rumus: ((Panjang dinding + lebar dinding)x2) x tinggi dari dinding

    = ((4+3) x 2) x 3
    = (7 x 2) x 3
    = 14 x 3
    = 42 m2

    Luas Bidang Wallpaper 1 Roll

    Panjang wallpaper x lebar wallpaper
    10 x 0,5 meter = 5 m2

    Wallpaper yang dibutuhkan
    Luas bidang dinding : luas bidang 1 roll wallpaper
    = 42 m2 : 5 m2
    = 8,4 meter atau sekitar 9 roll wallpaper

    Untuk harga wallpaper pun beragam, mulai dari Rp 100.000-an hingga Rp 270.000-an per rol. Hal itu tergantung dari motif dan jenisnya. Sebagai catatan, harga tersebut belum termasuk dengan biaya jasa pasang wallpaper.

    Itulah cara menghitung kebutuhan wallpaper. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Jarak Nonton yang Pas Berdasarkan Ukuran TV



    Jakarta

    Menonton TV merupakan salah satu aktivitas yang sering dilakukan di rumah. Akan tetapi, penempatan TV di dalam rumah harus diperhatikan karena jika terlalu dekat bisa membuat mata cepat lelah sehingga kurang nyaman.

    Agar bisa menonton TV dengan nyaman, kamu harus meletakkan TV di tempat yang pas. Biasanya semakin jauh tempat kamu duduk dari TV, maka semakin besar TV-nya. Selain nonton jadi lebih nyaman, kamu bisa memilih ukuran TV yang pas dengan ruang yang kamu punya.

    Lalu, berapa jarak pandang untuk menonton TV berdasarkan ukurannya? Yuk, simak caranya penjelasannya berikut ini dikutip dari Herne Bay Domestics.


    Sebelumnya, kamu harus tahu dulu arti ukuran TV yang tertera pada produk. Ukuran yang disebutkan oleh produsen diukur dari sudut ke sudut secara diagonal, termasuk rangka luar TV.

    Jarak pandang menonton TV bisa diukur dari area tempat duduk sampai area TV. Sementara untuk kamar tidur, kamu bisa mengukur jarak antara tempat TV dan bantal.

    Nah, untuk menentukan jarak pandang yang nyaman sesuai ukuran TV, kamu bisa mengalikan ukuran TV dengan angka dua untuk mendapatkan hasil jarak pandang dalam satuan inci.

    Sebaliknya, kamu juga bisa menghitung jarak antara tempat duduk dan TV, lalu dibagi dua. Hasil perhitungan itu adalah ukuran TV yang ideal buat suatu ruangan.

    Misalnya, kamu punya TV berukuran 55 inci, maka jarak pandang yang pas adalah 110 inci atau sekitar 2,79 meter.

    Berikut ini daftar jarak pandang yang cocok buat ukuran TV tertentu.

    Ukuran TV (inci) Jarak Pandang (meter)
    32 1,63
    40 2
    43 2,18
    48 2,44
    49 2,49
    50 2,54
    55 2,79
    58 2,96
    65 3,3
    70 3,55
    75 3,81
    77 3,91
    82 4,16

    Itulah ukuran TV dan jarak yang pas agar lebih nyaman saat menonton TV. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisakah Mengecat Rumah Saat Musim Hujan? Jawabannya Bisa, Asal…



    Jakarta

    Bagi kamu yang ada niat ngecat rumah, mungkin akan ragu-ragu kalau sedang musim hujan. Takutnya hujan tiba-tiba mengguyur rumah padahal catnya belum kering.

    Mengecat rumah memang perlu mempertimbangkan berbagai hal, termasuk cuaca. Namun, sebenarnya apa bisa mengecat rumah saat cuaca hujan atau setengah hujan? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

    Kapan Kita Bisa Mengecat Rumah saat Musim Hujan?

    Ternyata kamu bisa saja melanjutkan proyek mengecat rumah saat musim hujan, baik dalam ruangan maupun eksterior. Hal ini dengan catatan, cat tidak bersentuhan langsung dengan air hujan.


    Ini berlaku sepanjang proses pengecatan, mulai dari permukaan yang belum dicat hingga permukaan yang sudah dicat dan benar-benar kering.

    Proyek mengecat dalam ruangan bahkan bisa dilanjutkan saat hujan turun di luar, selama airnya tidak masuk ke dalam rumah. Namun, kamu harus memastikan bahwa agar air hujan tidak bisa tembus ke dalam rumah melalui jendela terbuka.

    Pertimbangkan Saat Mengecat Rumah di Musim Hujan

    Mengecat rumah saat musim hujan memerlukan perhatian ekstra terhadap faktor-faktor tertentu. Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa faktor yang perlu kamu pertimbangkan saat mengecat rumah di musim hujan.

    1. Kelembapan

    Pada musim hujan, kelembapan udara biasanya tinggi. Ini akan membuat cat memerlukan waktu lebih lama untuk mengering dibandingkan saat cuaca cerah. Oleh karena itu, kamu harus bersiap untuk menunggu lebih lama sebelum menerapkan lapisan cat kedua.

    2. Kondisi Permukaan

    Pastikan permukaan yang akan kamu cat benar-benar kering. Jika permukaan tersebut basah, kamu perlu memastikannya kering terlebih dahulu. Beberapa area yang terlindung dari sinar matahari, retak-retak kecil pada dinding, atau lubang paku, mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk mengering.

    3. Suhu

    Suhu juga memainkan peran penting dalam proses pengeringan cat. Semakin rendah suhu, semakin lama cat akan mengering. Pastikan untuk memeriksa rekomendasi suhu minimum pada label cat yang kamu gunakan.

    4. Jangka Waktu

    Perhatikan perkiraan cuaca. Jika cuaca diprediksi akan memburuk atau suhu akan turun di bawah suhu minimum yang disarankan dalam 10 jam setelah pengaplikasian cat, sebaiknya tunda pekerjaan mengecatmu.

    5. Memperbaiki Permukaan yang Terkena Hujan

    Jika terkena hujan, permukaan yang belum kering akan membentuk garis-garis akibat cat yang luntur. Solusi terbaik adalah menunggu hingga cat benar-benar kering, lalu mengikis garis-garis cat yang luntur tersebut dengan pisau. Area yang terkena hujan mungkin memerlukan pengamplasan ringan sebelum dicat ulang.

    Demikian faktor-faktor yang perlu kamu pertimbangkan saat ingin mengecat rumah di musim hujan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, kamu bisa memutuskan apakah aman untuk melanjutkan proyek mengecat rumah saat hujan datang. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Air Keran, Ini Air yang Paling Baik buat Siram Tanaman



    Jakarta

    Tanaman sebaiknya disiram dengan jumlah dan intensitas yang tepat agar tumbuh optimal. Tak hanya itu, ternyata jenis air yang dipakai buat siram tanaman juga bisa mempengaruhi pertumbuhannya, lho.

    Dilansir dari Spectrum News 1, ternyata air hujan merupakan opsi terbaik untuk menyiram tanaman. Soalnya, hujan memiliki kandungan bermanfaat yang tidak dapat oleh air keran yang biasa kita gunakan.

    Nggak heran, pekarangan rumah yang baru disiram air hujan yang lebat tampak lebih segar. Namun, apa yang membuat air hujan lebih unggul daripada air keran ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Kenapa Air Hujan Paling Bagus buat Siram Tanaman?

    Air hujan baik untuk pertumbuhan tanaman karena mengandung nitrogen. Lalu, air hujan juga mengandung lebih banyak oksigen daripada air keran, sehingga membantu tanaman tumbuh lebih subur.

    Belum lagi ada senyawa karbon dioksida yang terbawa oleh air hujan. Karbon dioksida dapat membantu melepaskan nutrisi penting bagi tanaman.

    Di sisi lain, air keran biasanya mengandung natrium yang dalam jumlah banyak dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan sistem akar. Kamu bisa melihat endapan putih pada daun yang merupakan residu dari natrium. Tentunya hal ini bisa beracun dan merusak tanaman.

    Hujan biasanya turun menyirami tanaman secara lebih merata tanpa meninggalkan celah. Aliran dari air hujan pun akan membersihkan endapan mineral, debu, dan polutan yang menutupi daun tanaman. Oleh karena itu, air hujan sangat penting untuk kesuburan tanaman.

    Namun, bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan air keran. Jika cuaca sedang kering dan jarang hujan, pastikan untuk tetap memberi pasokan air yang cukup pada tanaman meski dari keran.

    Di samping itu, penting untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman. Kamu bisa mengecek sendiri kelembapan tanah menggunakan jari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Siram Air! Begini Cara Ampuh Atasi Kebakaran Kecil di Dapur



    Jakarta

    Area dapur rawan terjadi kebakaran karena ada sumber api pada kompor dan gas. Kebakaran bisa terjadi kapan saja akibat kelalaian maupun kecelakaan, sehingga penting bagi penghuni rumah tahu cara mengatasinya.

    Kebakaran bisa terjadi ketika meninggalkan masakan dengan kompor menyala terlalu lama, sehingga minyak beserta makanannya terbakar. Langkah paling efektif untuk memadamkan api tentunya dengan menggunakan alat pemadam kebakaran.

    Jika tidak punya alat tersebut, mungkin kamu terpikir untuk menyiram air buat memadamkan api. Eits hati-hati, langkah itu justru bakal memperbesar api, bahkan menyambar orang yang menyiramnya.


    Lalu, bagaimana cara memadamkan kebakaran kecil di dapur? Yuk, simak caranya berikut ini.

    Dilansir dari UVTV44, kebakaran yang terjadi ketika memasak berarti ada unsur minyak yang terbakar. Air dan minyak tidak dapat menyatu, sehingga menyiram air justru akan membuat airnya muncrat dan menambah kobaran api.

    Siapa sangka, ternyata kamu bisa menggunakan handuk basah sebagai alternatif dari alat pemadam api, lho. Dengan catatan, handuk cukup dibuat lembap saja karena kalau terlalu basah justru dikhawatirkan ada tetesan air yang menciptakan sambaran api.

    Jadi cara yang lebih tepat adalah sedikit membasahi handuk, lalu di dikibaskan untuk memastikan tidak ada tetesan air. Selanjutnya, lemparkan handuk lembap tersebut menutupi seluruh permukaan api pada wajan atau alat masak yang terbakar.

    Langkah ini akan membantu padamkan api karena handuk lembap tersebut akan menghilangkan oksigen dalam wajan, alhasil api tidak bisa terbentuk lagi. Sebab, api tercipta dari gabungan tiga hal, yakni panas, bahan bakar, dan udara. Hilangkan satu hal saja, maka api akan padam.

    Selain itu, yang tak kalah penting adalah untuk tidak panik menghadapi kebakaran. Segera siapkan handuk lembab, pindahkan wajan dari sumber panas, matikan kompor, dan padamkan api dengan handuk tersebut.

    Dengan demikian, handuk basah sebenarnya bisa membantu padamkan api pada masakan asal tidak terlalu basah dan meneteskan air. Namun, jangan lupa agar selalu berhati-hati saat berurusan dengan api dan utamakan menggunakan alat pemadam api.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Mudah Menyapu Lantai biar Kinclong dan Bebas Debu



    Jakarta

    Lantai yang bersih dari debu dan kotoran mencerminkan keadaan rumah yang terurus. Tentunya cara paling mudah membersihkan lantai adalah dengan menyapunya.

    Meski terkesan sederhana, menyapu lantai tak boleh asal-asalan. Kalau kamu mau hasil menyapu yang bersih, ada teknik-teknik yang perlu kamu perhatikan.

    Kamu bisa ikuti cara mudah menyapu lantai dengan hasil bersih maksimal kok. Yuk, simak tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Scrub n Bubbles.


    Tips Menyapu Lantai biar Kinclong dan Bebas Debu

    Inilah cara mudah menyapu lantai agar hasilnya semakin bersih.

    1. Mulai dari Atas

    Sebelum menyapu ruangan, membersihkan debu dari atas dulu, seperti perabotan-perabotan. Kalau kamu menyapu terlebih dahulu lalu membersihkan kipas angin atau mengelap meja, debu akan berjatuhan, sehingga kamu harus menyapu ulang.

    2. Pakai Sapu Khusus Indoor

    Pastikan menggunakan sapu khusus indoor dan jangan campurkan dengan penggunaan di luar rumah. Sapu indoor memiliki helaian yang lebih lembut daripada sapu outdoor yang kaku. Tipe sapu ini akan memudahkan kamu ketika menyapu dan tidak akan merusak permukaan lantai.

    3. Sapu ke Arah Pintu

    Mulai menyapu dari sudut di belakang ruangan menuju pintu keluar. Lalu, pastikan untuk menyapu ke arahmu dan bukan menjauh.

    Dengan begini, kamu akan menyapu sambil berjalan mundur. Setelah selesai menyapu, kamu akan berdiri di ujung ruangan dengan tumpukan kotoran.

    Sebaiknya kumpulkan kotoran hingga membuat tumpukan kecil, lalu sapu ke pengki. Kalau tumpukan kotoran terlalu besar, beberapa butiran debu bisa berterabaran ke udara atau lantai.

    4. Bagi Ruangan Besar

    Jika ruangan yang akan disapu berukuran besar, kamu bisa membaginya menjadi bagian-bagian. Sapu lantai dan buang kotoran dengan pengki per bagiannya.

    5. Buat Jadwal

    Idealnya, menyapu rumah dilakukan setiap hari agar rumah selalu dalam keadaan bersih. Apalagi kalau ada ada anak-anak dan hewan peliharaan di rumah, mungkin kamu harus menyapu lebih sering. Kamu juga bisa membuat jadwal menyapu secara rutin.

    6. Pastikan Sapu Kering

    Jangan membersihkan lantai menggunakan sapu yang basah. Bulu sikat yang basah dapat menyebabkan kerusakan dan memperpendek umur sapu.

    Hindari sapu basah, kecuali kalau kamu sedang mencuci sapu. Setelah sapu dicuci, letakkan terbalik hingga benar-benar kering.

    Itulah beberapa tips untuk menyapu lantai agar rumah bersih dari debu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com