Tag: zakat indonesia

  • Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2025 Masih Dibuka, Dapat Uang Saku Rp1,5 Juta Plus Laptop!



    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2025 masih dibuka hingga 11 Juli mendatang. Mahasiswa bisa mendapat uang saku plus laptop.

    Dilansir dari laman resmiDitmawa UGM, Beasiswa Zakat Indonesia merupakan beasiswa yang bertujuan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dan mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat. Beasiswa ini merupakan kerja sama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf bekerja sama denganBAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) tingkat nasional.

    Beasiswa Zakat Indonesia 2025 membuka pendaftaran untuk lulusan SMA/sederajat yang sudah diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi keagaam Islam negeri (PTKIN). Pendaftaran dibuka melalui laman https://beasiswa.kemenag.go.id/.


    Manfaat Beasiswa Zakat Indonesia 2025

    Komponen beasiswa yang akan diberikan termasuk:

    Bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama 8 semester

    Biaya hidup sebesar Rp1.500.000 per bulan per mahasiswa diberikan selama 8 semester

    Laptop

    Tiket keberangkatan dan kepulangan dari daerah asal ke kampus (awal dan akhir studi)

    Pembinaan karakter, penanaman nilai, dan kontribusi pasca studi.

    Syarat Pendaftar Beasiswa Zakat Indonesia 2025

    Lulusan SMA/SMK sederajat (termasuk pesantren, muadalah, PDF Ulya) di bawah Kemenag dan Kemendikbud/Kemendikdasmen

    Diterima di PTN/PTKIN mitra BeZakat pada rumpun studi: Saintek, kesehatan, ekonomi, hukum dan sosial, pendidikan, manajemen zakat dan wakaf

    Muslim atau muslimah

    Berasal dari keluarga fakir/miskin dan/atau memiliki prestasi akademik/nonakademik, khususnya dakwah keagamaan bagi asnaf fisabilillah: hafiz 30 juz/pembina dakwah/aktivis keagamaan

    Tidak sedang menerima beasiswa lain

    Bersedia menunda menikah selama masa studi

    Program ini juga terbuka untuk mahasiswa yang berasal dari daerah 3T, anak asli Papua dan penyandang disabilitas

    Dokumen Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2025

    Kartu Tanda Penduduk

    Kartu Keluarga

    Ijazah

    Rapor 3 semester terakhir

    Letter of Acceptance (LoA)

    Formulir pendaftaran beasiswa

    Surat pernyataan komitmen dan integritas

    Surat rekomendasi format khusus

    Esai Proyek Perubahan (1.000-1.500 kata) dengan tema Inovasi Berdampak/Kolaborasi Berdampak/Pemberdayaan Berdampak/Kontribusi Berdampak

    Surat penghasilan orang tua

    Surat keterangan tidak mampu

    Surat keterangan bagi pendaftar khusus

    Surat keterangan berprestasi kebutuhan asnaf fisabilillah seperti penghafal Al-Qur’an 30 juz

    Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pondok pesantren tahfidz atau lembaga tahfidz yang diakui oleh Kementerian Agama jika ada

    Pembina kelompok binaan dakwah/guru mengaji atau aktivitas keagamaan lainnya

    Jadwal Seleksi Beasiswa Zakat Indonesia 2025

    Pendaftaran: 27 Juni-11 Juli 2025

    Seleksi administrasi: 16-22 Juli 2025

    Pengumuman administrasi: 24 Juli 2025

    Seleksi wawancara: 28-31 Juli 2025

    Pengumuman final:6 Agustus 2025

    Daftar PTN dan PTKIN Mitra Beasiswa Zakat Indonesia

    PTN

    Universitas Indonesia
    IPB University
    Institut Teknologi Bandung (ITB)
    Universitas Airlangga
    Universitas Brawijaya
    Universitas Hasanuddin
    Universitas Pendidikan Indonesia
    Universitas Padjadjaran
    Universitas Gadjah Mada
    Institut Teknologi Sepuluh Nopember
    Universitas Diponegoro

    PTKIN

    UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
    UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
    UIN Walisongo Semarang
    UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
    UIN Sunan Ampel Surabaya
    UIN Sunan Gunung Djati Bandung
    UIN Imam Bonjol Padang
    UIN Alauddin Makassar
    UIN Prof KH Saifuddin Zuhri Purwokerto
    UIN Raden Fatah Palembang

    Demikian informasi mengenai Beasiswa Zakat Indonesia 2025. Bagaimana detikers, tertarik mendaftar?

    (nir/twu)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Aset Wakaf RI Tembus Rp 2.050 Triliun, tapi Mayoritas Tidak Produktif



    Jakarta

    Dalam catatan aset wakaf di Indonesia saat ini cukup besar. Angkanya diperkirakan mencapai Rp 2.050 triliunan. Akan tetapi aset wakaf mayoritas berupa aset fisik dan kurang produktif.

    Data tersebut disampaikan Direktur DEKS Bank Indonesia (BI) Rifki Ismal dalam forum Simposium Keuangan dan Ekonomi Syariah yang diselenggarakan Forum Jurnalis Wakaf dan Zakat Indonesia (Forjukafi) di Jakarta pada Kamis (26/9).

    Rifki menyebut BI sebagai otoritas moneter memiliki kepentingan terhadap ekonomi syariah, termasuk keuangan syariah dan keuangan sosial.


    “Kalau kita bicara wakaf, masyarakat pahamnya masjid, makam, atau pesantren,” ujar Rifki dalam keterangannya.

    Rifki menilai pandangan tersebut tidaklah salah, tapi sejatinya paradigma terhadap wakaf sangat luas. Ia mencontohkan kampus Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir yang merupakan lembaga pendidikan yang berdiri di atas aset wakaf.

    Rifki juga menyampaikan angka literasi atau melek ekonomi syariah masih 28 persen. Artinya dari 100 orang, ada 28 orang yang paham ekonomi syariah.

    Kemudian dari sisi profesi, pemahaman soal ekonomi dan keuangan syariah adalah dosen dan PNS. Rifki berharap dengan keterlibatan masyarakat, khususnya dari kalangan jurnalis, literasi keuangan syariah di masyarakat bisa meningkat.

    Berkenaan dengan hal ini, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kamaruddin Amin beberapa waktu lalu dalam acara Puncak Harlah ke-17 BWI pada (30/08/2024), menyebutkan ada potensi wakaf di Indonesia yang cukup besar.

    Direktur Jenderal pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) ini mengatakan upaya BWI selanjutnya untuk meningkatkan angka wakaf nasional tersebut tengah menuju pada langkah teknis. Termasuk, menggandeng kementerian hingga masyarakat untuk menyebarluaskan gerakan berwakaf.

    Kamaruddin menambahkan, “Kita akan mengajak seluruh kementerian, seluruh civil society, ormas-ormas keagamaan, masjid-masjid, calon-calon pengantin, calon-calon jemaah, haji, umrah begitu. Dan mengajak teman-teman pers juga bisa bersama-sama menyebarluaskan.”

    Selain itu, BWI juga melakukan pemanfaatan instrumen digital untuk menjangkau lebih banyak masyarakat terutama anak-anak muda. Pihaknya menyiapkan aplikasi Satu Wakaf Indonesia yang bisa diakses dengan mudah. Selain itu BWI juga menyiapkan QRIS yang bisa digunakan masyarakat agar berwakaf lebih mudah.

    (lus/erd)



    Sumber : www.detik.com