Tag: zat besi

  • 10 Makanan yang Mengandung Zat Besi, Baik untuk Anak-anak

    Jakarta

    Ada banyak makanan yang mengandung zat besi. Namun, mungkin tak semuanya cocok dikonsumsi anak-anak. Padahal zat besi penting untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak.

    Zat besi dibutuhkan tubuh untuk membuat hemoglobin dan memberikan warna pada sel darah merah. Hemoglobin ini akan membawa oksigen ke seluruh sel dalam tubuh. Kekurangan zat besi akan membuat kita anemia.

    Simak artikel ini untuk mengetahui 10 makanan yang mengandung zat besi dan cocok dikonsumsi anak-anak, lengkap dengan gejala kekurangan zat besi dan jumlah kebutuhan zat besi pada anak.


    Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Anak-anak

    Berikut ini 10 makanan yang mengandung zat besi untuk anak-anak, seperti dilansir dari Healthline:

    1. Sereal Fortifikasi

    Sereal dan oatmeal fortifikasi atau yang sudah diperkaya nutrisi adalah cara lezat untuk memastikan anak-anak mendapatkan cukup zat besi.

    Satu porsi sereal yang diperkaya zat besi biasanya mengandung 100 persen nilai harian zat besi hanya dalam satu porsi. Lihat pada label untuk mengetahui kandungannya.

    Anda bisa menambahkan buah-buahan pada sereal atau oatmeal, seperti stroberi untuk memberi asupan vitamin C. Namun perlu diketahui, sereal sering kali mengandung gula yang tinggi.

    2. Kacang Hijau

    Kacang hijau memiliki kandungan protein, serat, zat besi, dan nutrisi lainnya. Ketika dibuat bubur, banyak anak yang akan menyukainya. Setengah cangkir kacang hijau mengandung 1 mg zat besi.

    Selain bubur, kacang hijau bisa diolah sebagai makanan tambahan dalam sup, semur, dan nasi gurih.

    3. Bayam

    Bayam dan sayuran berdaun hijau tua lainnya, seperti kangkung dan brokoli termasuk sumber zat besi yang terbaik. Setengah cangkir bayam yang direbus dan dikeringkan mengandung sekitar 3 mg zat besi.

    Anda bisa mencampurkan sayuran ini dengan cara dicincang halus dan memasukkannya ke dalam makanan lain agar anak mau memakannya.

    4. Kismis dan Buah Kering

    Anak-anak tentu suka yang manis-manis. Maka kismis dan buah kering bisa menjadi cemilan enak dengan kandungan zat besi. Manfaat lainnya adalah bisa mencegah sembelit.

    5. Telur

    Telur biasanya menjadi sumber protein yang wajib tersedia di rumah. Satu butir telur rebus mengandung 1 mg zat besi. Selain direbus, telur juga bisa digoreng, dibuat sandwich, dibuat omelet, sayur orak-arik, dan sebagainya.

    Pastikan telur dalam kondisi segar dan matang secara penuh. Telur ayam kampung yang segar dan organik lebih baik untuk dikonsumsi.

    6. Biji Labu

    Biji labu juga bisa menjadi pilihan makanan yang mengandung zat besi untuk anak. Biji-bijian ini juga mengandung protein, serat, lemak sehat, dan mineral yang baik. Seperempat cangkir biji labu mengandung 2,5 mg zat besi.

    7. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan bisa menjadi pilihan jika anak tidak menyukai daging. Kacang ini termasuk kedelai, kacang merah, lentil, kacang panggang, dan buncis.

    8. Tuna

    Ikan tuna adalah sumber protein rendah kalori, rendah lemak, dan mengandung zat besi, omega-3, serta nutrisi penting lainnya. Tiga ons tuna ringan yang dikalengkan mengandung 1 mg zat besi.

    9. Tahu

    Tahu juga cocok bagi anak-anak yang tidak doyan daging. Makanan ini terbuat dari kedelai yang mengandung protein, kalsium, dan tentunya zat besi.

    Setengah cangkir tahu mengandung 3 mg zat besi. Tahu dapat diolah dalam berbagai masakan.

    10. Daging Tanpa Lemak

    Terakhir adalah daging tanpa lemak. Ada banyak pilihan, seperti daging unggas, daging sapi, dan jeroan. Jika anak sulit memakan daging, cobalah dengan mencincang atau menggilingnya.

    Gejala Kekurangan Zat Besi pada Anak

    Zat besi dibutuhkan untuk menjaga agar otak tetap dapat berkembang secara normal. Kekurangan zat besi bisa menimbulkan banyak masalah.

    Dilansir dari situs Caring for Kids, berikut ini beberapa gejala kekurangan zat besi pada anak:

    • Kulit pucat
    • Nafsu makan berkurang
    • Kenaikan berat badan yang lambat
    • Mudah rewel
    • Sulit berkonsentrasi
    • Merasa lelah dan lemah

    Kebutuhan Zat Besi Pada Bayi dan Anak

    Pastikan kebutuhan zat besi pada bayi dan anak-anak cukup. Tapi tahukah Anda berapa kebutuhan mereka dalam sehari?

    Berikut ini jumlah kebutuhan zat besi per hari pada bayi dan anak berdasarkan usia:

    • 7-12 bulan = 11 mg
    • 1-3 tahun = 7 mg
    • 4-8 tahun = 10 mg
    • 9-13 tahun = 8 mg
    • 14-18 tahun = 11 mg untuk laki-laki, 15 mg untuk perempuan

    Sementara untuk bayi baru lahir, mereka pada umumnya sudah memiliki cadangan zat besi dari ibu mereka selama di rahim. Hingga usia 6 bulan, mereka hanya membutuhkan ASI untuk mencukupi zat besi dan nutrisi lainnya.

    Demikian tadi telah kita ketahui 10 makanan yang mengandung zat besi untuk anak-anak, lengkap dengan informasi gejala kekurangan zat besi dan kebutuhan zat besi pada bayi dan anak.

    (bai/inf)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Cara Mencegah Karat (Korosi) Muncul di Furnitur Logam hingga Besi


    Jakarta

    Perabot rumah yang terbuat dari logam dan besi rentan berkarat, terlebih furnitur outdoor yang diletakkan di teras maupun halaman. Karat yang muncul dapat merusak mebel sehingga membuatnya tidak bisa digunakan kembali.

    Namun detikers tidak perlu khawatir, terdapat cara untuk mencegah furnitur rumah karatan. Dengan begitu, usia penggunaan perabot dapat tahan lama. Simak caranya di bawah ini.

    Cara Mencegah Karat (Korosi) pada Perabot Logam dan Besi

    Mengutip Bob Vila dan Granite Gold, berikut cara mudah melindungi furnitur rumah dari karat:


    1. Keringkan Usai Terkena Hujan dan Embun

    Risiko meletakkan furnitur di pekarangan yaitu terkena hujan. Jika mebel terbuat dari logam terguyur hujan, jangan membiarkannya basah dalam waktu lama, misalnya semalaman.

    Hal itu disebabkan karat bisa muncul pada permukaan logam yang basah akibat reaksi kimia yang terjadi antara zat besi, air, dan oksigen. Untuk menghindari itu, detikers dapat mengeringkan langsung perabot dengan kain mikrofiber setelah terkena hujan.

    2. Hindari Paparan Langsung Udara dan Sinar Matahari

    Saat proses korosi atau pengkaratan, logam akan bersentuhan dengan oksigen di udara. Perabot luar rumah bisa berkarat lebih cepat lantaran berada di udara terbuka dan terpapar matahari. Udara sendiri mengandung banyak uap air sehingga mempengaruhi kecepatan munculnya karat.

    3. Bersihkan Kotoran yang Menempel

    Debu maupun kotoran biasanya akan menempel pada mebel berbahan besi atau logam lain, terutama furnitur outdoor. Detikers bisa bersihkan perabot secara teratur agar tidak memicu karatan.

    Untuk noda membandel seperti minyak, perabot dapat dilap dengan kain lembut yang dicelupkan ke dalam air detergen secara perlahan. Furnitur logam juga bisa dijaga agar tetap mengkilap supaya tidak berkarat.

    4. Tutupi Furnitur saat Tidak Digunakan

    Furnitur outdoor sebaiknya ditutupi dengan penutup khusus saat tidak digunakan. Hal ini agar menjadi pelindung dari lembap, hujan, maupun sinar matahari. Pastikan untuk menutupi secara menyeluruh, termasuk bagian kaki-kakinya.

    Sebelum ditutup, mebel dapat dibersihkan terlebih dahulu dari debu dan kotoran yang menempel. Setelah ditutup, pemberat dapat diletakkan di atasnya agar penutup tidak terbuka jika cuaca berangin.

    5. Segera Perbaiki saat Karat Terdeteksi

    Saat rutin membersihkan perabot logam dan besi, karat yang muncul pada permukaan bisa saja terlihat. Usai melihatnya, detikers dapat segera melakukan perbaikan sebelum karat semakin banyak.

    Caranya bisa dengan amplas berpasir halus yang digosokkan perlahan ke area berkarat. Lalu bersihkan seluruh permukaan furnitur dari debu dan kotoran lain yang menempel.

    Nah, itu tadi cara mencegah karat muncul pada permukaan furnitur logam dan besi. Jangan segan membersihkan perabot logam dan besi ya detikers, agar bisa berfungsi dengan baik dalam waktu lama.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Wanti-wanti untuk Para Gen Z, Dokter Tuding Kopi Menghambat Penyerapan Zat Besi


    Jakarta

    Tren minuman kekinian disebut punya andil terhadap tingginya kasus anemia di kalangan anak muda. Dokter menyebut, kopi dapat menghambat penyerapan zat besi.

    Praktisi kesehatan dr Rovy Pratama, MBA menjelaskan, anemia salah satunya bisa terjadi karena kekurangan zat besi. Kondisi kekurangan bisa terjadi karena memang asupannya kurang, atau juga karena penyerapannya terhambat.

    Fenomena ngopi yang ngetren di kalangan anak muda, menurut dr Rovy turut menjadi salah satu faktor yang berpengaruh. Terlebih, apapun makanannya, kalau nongkrong pasti minumnya kopi.


    “Nah teman-teman harus tahu bahwasannya kopi ini menghambat penyerapan zat besi,” ujarnya dalam diskusi di Jakarta Utara, Sabtu (11/10/2025).

    “Jadi makannya cukup gitu ya. Tapi nggak diserap,” tegasnya.

    Faktor lain yang memicu anemia atau kekurangan darah adalah kehilangan darah yang tidak disadari. Lagi-lagi, dr Rovy menuding tren lifestyle sebagai pemicunya.

    “Ada makan yang berlevel-level gitu ya, seblak mercon gitu ya, yang level-level lah. Nah itu salah satu penyebab seseorang mengalami kehilangan darah tanpa disadari,” jelasnya.

    “Kita sebut dalam istilah medis itu adalah occult bleeding. Jadi kehilangan darah itu sedikit-sedikit karena perlukaan pada lambung,” lanjut dr Rovy.

    Dari berbagai faktor risiko anemia, perempuan disebutnya paling rentan mengalaminya. Ditambah lagi faktor menstruasi yang membuat perempuan secara periodik kehilangan sel-sel darah, maka risiko anemia makin perlu mendapat perhatian.

    “Dan tren penjualan di coffee shop itu mostly dikunjungi oleh wanita usia muda,” katanya.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Agar Rambut Tak Rontok Rutinlah Konsumsi 5 Makanan Enak Ini


    Jakarta

    Rambut rusak dan rontok dapat terjadi karena beberapa faktor. Kondisi tersebut dapat dipulihkan dengan rutin mengonsumsi makanan kaya zat besi dan lemak sehat.

    Rambut rontok merupakan masalah umum yang dapat disebabkan karena faktor genetika, perubahan hormonal, kondisi medis, dan stres. Kondisi ini dapat dialami siapa saja.

    Sebenarnya tidak ada obat ajaib yang sepenuhnya dapat menghentikan kerontokan rambut, tetapi kondisi ini bisa diatasi dengan pola makan yang baik.


    Rutin makan makanan yang kaya akan zat besi, lemak sehat, dan vitamin dapat membantu menyehatkan rambut dan kulit kepala, sehingga mencegah kerontokan.

    Dikutip dari Healthera (12/12/24), berikut makanan yang dapat mencegah rambut rontok.

    1. Salmon

    15 Jenis Ikan yang Bagus untuk MPASI Bayi dan ManfaatnyaSalmon kaya akan asam lemak omega-3 yang bagus untuk kesehatan rambut. Foto: Getty Images/Siraphol

    Salmin kaya akan asam lemak omega-3 yang penting untuk menjaga kesehatan kulit kepala. Selain itu, nutrisi tersebut juga dapat meningkatkan pertumbuhan rambut.

    Omega-3 pada salmon tersebut berperan menutrisi folikel rambut, sehingga membuat rambut lebih kuat dan kecil kemungkinan terjadinya patah atau rontok.

    Salmon juga kaya akan protein dan vitamin D, keduanya bagus untuk membuat rambut kuat dan sehat secara menyeluruh.

    2. Bayam

    Bayam merupakan sumber nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan rambut. Baya, dikemas dengan zat besi yang akan membentuk sel darah merah membawa oksigen ke folikel rambut.

    Selain itu, bayam juga meningkatkan pertumbuhan dan perbaikan rambut. Terdapat kandungan vitamin A dan C yang berperan memproduksi sebum.

    Sebum sendiri adalah minyak alami yang melembabkan kulit kepala dan menjaga kesehatan rambut.

    Makanan untuk kesehatan rambut ada di halaman selanjutnya.

    3. Telur

    tips masak telur goreng tanpa minyak menurut chefTelur dikemas dengan protein dan biotin untuk kesehatan rambut. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Tak hanya protein, telur juga mengandung biotin yang sangat baik. Baik protein maupun biotin sangat bagus untuk kesehatan rambut.

    Protein bagus untuk pertumbuhan dan perbaikan rambut. Sementara itu, biotin berperan untuk meningkatkan kekuatan dan tekstur rambut. Biotin bereaksi dengan enzim khusus.

    Kemudian memproduksi asam amino untuk memproduksi protein. Rutin makan telur bisa membantu mencegah kerusakan rambut dan meningkatkan pertumbuhan rambut baru.

    4. Ubi Jalar

    Ubi jalar kaya akan beta-karoten, yang kemudian diubah menjadi vitamin A. Vitamin tersebut lah yang akan memproduksi sebum, sehingga menjaga rambut agar tidak kering dan rapuh.

    Vitamin A pada ubi jalar juga membantu mempercepat laju pertumbuhan rambut dan mendorong perkembangan rambut lebih tebal. Selain itu, juga ada vitamin C yang tinggi.

    Vitamin C tersebut dapat merangsang produksi kolagen, yakni protein yang ada pada rambut dan kulit. Kolagen yang optimal juga dapat mencegah rambut kering.

    5. Kacang dan Biji-bijian

    Ilustrasi kacang-kacanganKacang-kacangan kaya akan vitamin E yang bagus untuk kesehatan. Foto: Pixabay/piviso

    Kacang-kacangan dan biji-bijian, seperti almond, walnut, dan biji rami dikemas dengan nutrisi penting untuk kesehatan rambut. Mulai dari vitamin E, seng, dan selenium.

    Vitamin E tersebut berperan sebagai antioksidan yang memperbaiki dan membangun jaringan dan meningkatkan pertumbuhan rambut.

    Sementara kandungan seng dan seleniumnya berkontribusi pada kesehatan kulit kepala dan mengurangi risiko kerontongan rambut. Kacang-kacangan juga mengandung asam lemak omega-3 yang dapat membantu menambah ketebalan rambut.

    (raf/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Jerawat Sering Muncul? Atasi dengan 6 Makanan Pembasmi Jerawat Ini


    Jakarta

    Jerawat muncul umumnya disebabkan karena asupan makanan yang keliru. Selain dengan obat luar bisa diatasi dengan konsumsi makanan sehat ini.

    Jerawat menjadi masalah banyak orang karena mempengaruhi penampilan. Munculnya jerawat bisa dikarenakan hormon yang tak seimbang sehingga banyak memproduksi sebum.

    Produk perawatan kulit bisa digunakan untuk meredakan jerawat yang timbul. Selain itu, pola makan sehat juga dapat menjadi pilihan yang alami.


    Dilansir dari Food NDTV (6/1), berikut tips asupan makan yang dapat mengurangi jerawat:

    1. Makanan Kaya Asam Lemak Omega 3

    Jenis makanan yang mengandung asam lemak omega-3 ternyata sangat ampuh dalam mengatasi jerawat hormonal. Dokter spesialis kulit, Dr. Shivanti mengungkapkan kalau kandungan nutrisi ini dapat mengurangi peradangan dalam tubuh.

    Makanan kaya asam lemak omega-3 itu adalah biji labu, biji bunga matahari, kacang almond, dan kacang kenari. Keempatnya bisa dinikmati sebagai camilan.

    Untuk makanan utamanya, bisa mengonsumsi ikan atau jenis seafood lainnya. Buah alpukat juga diketahui mengandung asam lemak omega-3 yang juga baik untuk menjaga kesehatan jantung.

    2. Makanan Kaya Zat Besi

    15 Jenis Ikan yang Bagus untuk MPASI Bayi dan Manfaatnyaikan Foto: Getty Images/Siraphol

    Zat besi juga termasuk kandungan nutrisi yang dibutuhkan tubuh kalau ingin kesehatan kulit wajah tetap terjaga. Kandungan zat besi juga dipercaya dapat mengatasi jerawat hormonal.

    Menurut beberapa ahli, zat besi memiliki sifat anti-inflamasi yang bagus untuk mengatur produksi sebum. Seringlah mengonsumsi alpukat, daging, ikan, tiram, dan biji-bijian.

    3. Makanan Kaya Inositol

    Zat inositol merupakan jenis gula yang dapat ditemukan dalam makanan dan tubuh yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel. Dr. Shivanti menyebutkan bahwa makanan dengan kandungan ini dapat mengendalikan hormon.

    Makanan yang mengandung inositol itu adalah buah jeruk, melon, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Masukkan jenis makanan ini ke dalam pola makan harian untuk mengontrol jerawat yang timbul.

    4. Kurangi Makan Gorengan

    Gorengan memang salah satu jenis makanan yang populer karena kgurih enak. Namun, kalau kulit berjerawat sebaiknya menghindari asupan gorengan.

    Hal ini karena gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tak menyehatkan. Jika dikonsumsi terlalu sering, maka dapat memicu peradangan yang menyebabkan masalah pada kulit.

    5. Kurangi Konsumsi Susu

    5 Produk Olahan Susu Ini Cocok Dikonsumsi saat Diet5 Produk Olahan Susu Ini Cocok Dikonsumsi saat Diet Foto: Getty Images/alvarez

    Susu dan segala jenis produk olahannya tak baik untuk kulit berjerawat. Hal ini karena susu mengandung zat insulin yang tinggi.

    Zat ini dapat memicu timbulnya jerawat membandel. Oleh karena itu, sebaiknya dikurangi konsumsinya agar kulit wajah kembali mulus.

    6. Hindari Makanan Tinggi Indeks Glikemik

    Makanan dengan kandungan indeks glikemik yang tinggi dapat menyebabkan lonjakan pada kadar gula darah. Zat ini dapat menyebabkan peradangan pada kulit dan menimbulkan jerawat.

    Kandungan indeks glikemik tinggi ini dapat ditemui pada makanan tinggi karbohidrat. Seperti halnya makanan olahan pasta, roti tawar, maupun camilan manis.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer