Syarat Bikin Kandang Ternak Dekat Pemukiman Warga


Jakarta

Di beberapa daerah di Indonesia, banyak warganya banyak yang masih mengandalkan beternak sebagai mata pencahariannya.

Tak jarang, masih banyak juga ditemukan orang yang membangun kandang ternaknya di lingkungan sekitar rumah warga. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa penting untuk memperhatikan lokasi kandang ternak agar tidak mengganggu kesejahteraan dan kenyamanan pemukiman warga sekitarnya.

Jika kamu adalah salah satu orang yang berniat untuk membangun kandang ternak di sekitar pemukiman warga, ada beberapa syarat dan aturan yang harus kamu patuhi.


Pengacara Rizal Siregar menjelaskan beberapa syarat yang harus dipenuhi setiap orang yang ingin membangun kandang ternak di sekitar pemukiman warga. Berikut syarat-syaratnya:

1. Lokasi Kandang Minimal Berjarak 25 Meter dari Pemukiman Warga

Ketika ingin membangun peternakan pribadi, lokasi kandang ternaknya harus minimal berjarak 25 meter dari kawasan pemukiman warga. Jika terlalu dekat dengan rumah warga, kandang ternak bisa mengganggu kenyamanan para warga sekitar. Mulai dari bau tak sedap dari kotoran hewan, suara hewan yang berisik, dan juga soal kebersihan di sekitar kandang.

“Untuk mendirikan sebuah peternakan seharusnya memilih tempat yang lokasinya jauh dengan pemukiman masyarakat, hal ini untuk menjaga agar dampak yang ditimbulkan oleh kandang ternak tidak sampai ke pemukiman masyarakat yang memiliki Jarak peternakan minimal 25 meter dari pemukiman warga,” kata Rizal Siregar kepada detikProperti pada Rabu (17/4/2024).

2. Diberikan Tanda Daftar Usaha Peternakan Oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota

Peternakan yang didirikan di sekitar pemukiman warga dikategorikan sebagai peternakan yang tidak memerlukan Izin Usaha Peternakan dari pemerintah kabupaten/kota. Hal ini dikarenakan peternakan warga ini tidak memiliki jumlah ternak diatas skala yang ditetapkan dalam UU No. 18 Tahun 2009.

“Kami asumsikan bahwa peternakan yang dimiliki warga yang itu bukan berupa perusahaan dengan jenis dan jumlah ternak di atas skala usaha tertentu. Untuk itu, tidak diperlukan Izin Usaha Peternakan sebagaimana yang diwajibkan dalam UU 18/2009,” ungkap Rizal.

Akan tetapi Rizal juga menjelaskan bahwa berdasarkan Pasal 29 ayat (2) UU No. 18 Tahun 2009, peternak yang melakukan budi daya ternak dengan jenis dan jumlah ternak di bawah skala usaha tertentu diberikan tanda daftar usaha peternakan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota.

Artinya, pemerintah setempat akan memberikan pengakuan resmi kepada peternak yang menjalankan usaha peternakan dalam skala kecil atau tertentu dengan memberikan tanda daftar usaha peternakan. Hal ini bertujuan untuk mengatur dan mengontrol kegiatan peternakan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta untuk memantau kegiatan peternakan demi menjaga kesehatan hewan dan masyarakat sekitar.

3. Wajib Memperoleh Nomor Kontrol Veteriner (NKV)

Yang terakhir adalah mengenai Nomor Kontrol Veteriner (NKV). NKV adalah nomor registrasi unit usaha produk hewan sebagai bukti telah dipenuhinya persyaratan higienis dan sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan produk hewan.

Syarat Bikin Kandang Ternak Dekat Pemukiman Warga

Rizal menjelaskan bahwa para warga yang mempunyai budi daya ternak pribadi di kawasan pemukiman warga, wajib mengajukan permohonan untuk memperoleh Nomor Kontrol Veteriner (NKV) kepada pemerintah daerah provinsi. Hal ini sebagaimana yang telah diatur pada Pasal 60 ayat (1) UU No. 18 Tahun 2009.

Oleh karena itu, apabila peternak tersebut belum memiliki NKV, penduduk dapat melakukan pengaduan kepada pihak Penyidik Pegawai Negeri Sipil terkait pelanggaran izin gangguan serta dapat pula mengadukan kepada Dinas Peternakan, Perikanan dan kelautan kabupaten/kota setempat. Jadi, jangan lupa untuk mengajukan permohonan NKV, ya.

Buat kamu pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

Baca info lengkapnya di sini!

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

7 Tips Cegah Kebakaran di Rumah, Penting Dicatat!


Jakarta

Bencana atau musibah memang bisa datang kapan saja dan di mana saja. Salah satu yang sering terjadi di rumah adalah kebakaran. Kebakaran merupakan bencana yang bisa mengancam keselamatan dan keamanan penghuni serta lingkungan sekitarnya.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan kebakaran, mulai dari kerusakan alat-alat elektronik di rumah seperti korsleting, sampai yang disebabkan oleh kelalaian para penghuni rumah sendiri. Oleh karena itu, penting bagi setiap pemilik rumah untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk menjaga rumah agar terhindar dari risiko kebakaran.

Mari simak cara-cara menjaga rumah agar terhindar dari kebakaran, yang dikutip dari laman detikSumut di bawah ini.


Cara Mencegah Kebakaran di Rumah

1. Bijak dalam Menggunakan Alat-Alat Elektronik

Di dalam rumah tentunya banyak alat-alat elektronik yang digunakan, seperti lampu, televisi, mesin cuci, dan lain sebagainya. Kita harus bijak dalam menggunakan alat-alat tersebut. Usahakan untuk menggunakan sewajarnya dan tidak melebihi beban kapasitas meter listrik di rumah.

Jangan lupa juga untuk mencabut dan mematikan alat-alat elektronik di rumah ketika hendak bepergian jauh. Matikan juga lampu dan alat elektronik lainnya ketika tidak digunakan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Selain itu, kita juga bisa menghemat listrik dengan bijak dalam menggunakan alat elektronik.

2. Awasi Penggunaan Kompor Gas

Kebakaran yang diakibatkan oleh ledakan gas cukup banyak terjadi. Oleh karena itu, penting untuk selalu melepaskan selang gas apabila berencana berpergian dalam waktu lama. Hal ini dilakukan sebagai pencegahan kebakaran karena gas adalah salah satu bahan yang bisa memicu api. Selain itu, pastikan tidak ada kebocoran pada gas saat menggunakan kompor gas.

3. Matikan Kompor saat Tidak Digunakan

Jangan lupa untuk selalu mematikan segala peralatan memasak yang ada di dapur seperti kompor, oven, microwave, dan lainnya ketika sudah tidak digunakan atau hendak tidur.

4. Jauhkan Benda yang Mudah Terbakar dari Sumber Api

Beberapa benda di rumah merupakan benda yang mudah terbakar. Contohnya adalah bahan bahan yang terbuat dari kain seperti sprai, pakaian, karpet, dan juga benda-benda dari kertas. Sebagai langkah pencegahan kebakaran, kamu harus menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar tersebut dari sumber api. Jarak amannya setidaknya adalah 1 meter.

5. Rutin Mengecek Kondisi Kabel Listrik di Rumah

salah satu penyebab kebakaran yang paling sering terjadi adalah diakibatkan oleh korsleting listrik. Maka dari itu, kamu harus secara rutin mengecek kondisi kabel listrik di rumah. Jika ada yang rusak kamu harus segera memperbaikinya ataupu menggantinya.

6. Jangan Membakar Sampah di Pekarangan Rumah

Ketika kamu membakar sampah di pekarangan atau halaman rumah, hal tersebut berpotensi untuk mengakibatkan kebakaran. Hal ini dikarenakan saat membakar sampah, api bisa merambat ke bagian-bagian yang lain melalui udara. Untuk itu, ada baiknya sampah-sampah seperti daun bisa dijadikan kompos saja. Sedangkan sampah yang lain dibuang.

7. Sediakan Alat Pemadam Kebakaran di Rumah

Yang terakhir adalah sediakan alat pemadam kebakaran di rumah. Membeli alat pemadam api di rumah adalah salah satu langkah cerdas untuk menghindari api menyebar lebih luas. Kamu bisa menaruhnya di tempat-tempat yang dekat dengan sumber api, seperti dapur.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

7 Langkah Mudah Bersihkan Microwave di Dapur


Jakarta

Microwave merupakan alat dapur yang sangat praktis untuk memanaskan makanan dalam sekejap. Kalau kamu sering menggunakan microwave, sebaiknya rajin membersihkannya secara berkala.

Minimal bersihkan microwave sebulan sekali dan mengelap eksterior microwave sembari membersihkan dapur. Sebab, microwave yang jarang dibersihkan bisa meninggalkan sisa makanan serta bau yang tidak sedap.

Untungnya menjaga kebersihan microwave tidak sulit. Yuk, ikuti 7 langkah mudah membersihkan microwave berikut ini, dikutip dari Real Simple, Jumat (19/4/2024).


1. Semprotkan Cairan pada Noda dan Tumpahan

Buatlah cairan pembersih dengan mencampurkan 1:1 cuka putih dan air. Semprotkan campuran cairan tersebut ke noda membandel dan tumpahan di dalam microwave.

2. Siapkan Mangkuk Berisi Cairan Pembersih

Isi sebuah mangkuk dengan dengan dua gelas air dan dua sendok makan cuka putih. Jika tidak ada cuka putih, kamu juga bisa menggunakan perasan lemon segar.

Tip: Tambahkan sendok kayu kecil ke dalam mangkuk atau masukkan tusuk gigi ke dalam campuran tersebut. Hal ini akan membuat gelembung-gelembung menempel pada kayu saat air memanas, sehingga mencegah air menjadi terlalu panas dan ‘meledak’.

3. Panaskan Cairan dengan Microwave

Masukan mangkuk berisi cairan itu ke microwave untuk dipanaskan dengan tenaga tinggi selama tiga menit. Lalu, diamkan selama 15 menit tanpa membuka pintu microwave. Cara ini akan membantu menghilangkan noda membandel di dalam microwave.

4. Keluarkan Mangkuk dan Turntable

Gunakan sarung tangan untuk mengeluarkan mangkuk berisi cairan tersebut, tapi jangan buang cairannya. Kemudian, keluarkan juga turntable dari dalam microwave. Simpan dulu kedua barang ini.

5. Bersihkan Interior

Gunakan kain mikrofiber yang sudah dibasahi dengan campuran air cuka putih untuk mengelap interior microwave. Jika masih ada noda membandel, kamu bisa menggunakan bagian kasar pada spons untuk menggosok noda.

6. Cuci Turntable

Cuci turntable di wastafel dapur menggunakan sabun cuci piring, air panas, dan spons. Lalu, keringkan turntable menggunakan lap dan taruh kembali ke dalam microwave.

7. Bersihkan Eksterior Microwave

Semprotkan cairan pembersih serbaguna ke kain, lalu lap permukaan luar microwave. Untuk microwave dari stainless steel, kamu bisa mengelap dengan kain yang sudah dibasahi campuran air dan sabun cuci piring.

Demikian langkah-langkah mudah membersihkan microwave di dapur. Semoga membantu!

Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

Baca info lengkapnya di sini.

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Jangan Buru-buru Dibuang, ‘Sampah’ Ini Masih Bisa Dipakai Lagi di Rumah


Jakarta

Keseharian kita tentu menghasilkan berbagai sampah yang menumpuk di rumah. Namun, tahukah kamu ada beberapa barang yang dikira sampah yang sebenarnya masih bisa digunakan lagi?

Nah, kamu bisa memperpanjang penggunaan suatu barang sebelum memutuskan untuk membuangnya. Selain mencegah tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir, barang-barang ini bisa bermanfaat untuk digunakan di rumah.

Lalu, barang apa saja yang bisa digunakan lebih lama? Berikut ini beberapa barang yang dianggap sampah, tapi masih menyimpan manfaat yang dilansir dari Your Life Well Organized, Kamis (19/4/2024).


1. Toples

Jangan langsung membuang toples bekas makanan atau bahan masakan. Kamu masih bisa memakai toples sebagai vas, wadah bumbu masakan, permen, serta sisa makanan.

2. Kotak Sepatu

Kotak sepatu bukan sekadar sampah yang memenuhi ruangan, melainkan ada banyak fungsi di sekitar rumah. Kamu bisa memakai kotak sepatu sebagai pembatas di dalam laci, pengatur lemari, tempat penyimpanan sepatu, atau pengatur kabel.

3. Kantong Plastik

Kalau kamu tidak membawa tas sendiri saat berbelanja, kemungkinan kamu akan mendapatkan kantong plastik. Maka, sebaiknya memanfaatkan setiap plastik yang dimiliki dengan baik, misalnya menggunakannya sebagai pelapis tempat sampah.

4. Sikat Gigi

Apakah kamu biasa langsung membuang sikat gigi yang sudah usang? Tunggu dulu, sikat gigi ini dijadikan alat pembersih. Kamu dapat menghilangkan noda membandel dengan menyikatnya menggunakan sikat gigi. Ukuran sikat yang kecil pada sikat gigi sangat cocok untuk membersihkan sudut-sudut sempit di sekitar rumah.

5. Teh Celup

Setelah menggunakan teh celup, jangan langsung dibuang karena mengandung bahan-bahan bermanfaaat. Kamu bisa menggunakan teh celup untuk perawatan wajah, kamar mandi mandi, dan bersihkan kamar mandi.

6. Karton Telur

Sebelum membuang sampah karton telur, sebaiknya menggunakannya lagi. Kamu bisa menyimpan perhiasan, menjadi tempat cat lukisan, dan printilan lainnya.

7. Karton Roll Tisu

Banyak orang langsung mencurigai dan cepat membuang karton roll tisu. Ternyata karton ini banyak manfaat di antaranya sebagai wadah media tanaman hingga karya seni.

Itulah beberapa barang yang jangan langsung dibuang karena masih bisa dipakai lagi. Semoga bermanfaat!

Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

Baca info lengkapnya di sini.

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Hindari Kesalahan Ini saat Memilih Furnitur Luar Ruangan


Jakarta

Kalau kamu sedang mencari furnitur buat di luar ruangan untuk bersantai di halaman belakang atau di beranda, tentu harus mencari yang sesuai dengan gaya dan ruang eksterior. Tak hanya itu, tapi furnitur juga perlu tahan terhadap berbagai cuaca.

Tidak gampang untuk menyeimbangkan estetika dan daya tahan saat mencari furnitur luar ruangan yang tepat. Berikut kesalahan yang harus dihindari saat memilih furnitur luar ruangan.

1. Tidak Mengukur Ruang

Pengukuran adalah hal yang sangat penting, tidak peduli seberapa besar dan kecilnya ruang luar ruanganmu.


“Tanpa pengukuran yang tepat, akan mudah sekali membeli furnitur yang terlalu kecil atau terlalu besar,” kata Karen Mooney, presiden Ballard Designs seperti dikutip dari Real Simple (20/4/2024).

Lakukan hal ini agar kamu tidak mendapat furnitur yang tidak sesuai dengan ruang dan menjadikan ruang tersebut terasa sempit.

2. Memilih Furnitur dengan Harga Termurah

Karena furnitur luar ruangan terpapar oleh berbagai unsur alam, furnitur ini cenderung lebih gampang rusak daripada furnitur dalam ruangan. Hal ini pula yang membuat harganya lebih mahal.

“Furnitur luar ruangan yang bagus adalah investasi jangka panjang,” ucap Mooney.

“Jika kamu membeli hanya berdasarkan harga, kamu mungkin akan mendapatkan furnitur yang tidak tahan lama, dan perlu diganti hanya dalam beberapa musim,” lanjutnya.

Jadi, sebaiknya kamu mencari furnitur dengan kualitas tinggi yang juga disesuaikan dengan anggaran.

3. Tidak Mempertimbangkan Bahannya

Hal terpenting yang perlu diperhatikan saat membeli furnitur luar ruangan adalah bahan yang tepat.

“Carilah furnitur yang terbuat dari kayu, logam, atau anyaman sintetis yang dirancang untuk tahan terhadap sinar matahari dan hujan, sehingga tetap terlihat bagus dari musim ke musim,” jelas Mooney.

“Untuk furnitur luar ruangan, kayu jati adalah pilihan kayu terbaik untuk daya tahan dan keindahan yang tahan lama. Secara alami jati sangat kuat, tahan cuaca, dan serangga,” lanjutnya.

Kayu ini boleh dirawat ataupun tak dirawat, tergantung pada preferensi estetikamu.

“Jika dibiarkan tanpa perawatan dan terpapar cuaca, finishing jati alami akan menjadi abu-abu terang keperakan seiring berjalannya waktu, yang merupakan cara yang saya sukai dalam menggunakan kayu jati,” jelasnya.

“Namun, banyak orang yang suka mempertahankan warna aslinya, dan jika demikian, kamu harus memolesnya,”

4. Melupakan Pentingnya Kain Pelapis yang Baik

Kain pelapis yang berkualitas juga perlu dimiliki. Disarankan untuk membeli bantalan yang terbuat dari bahan yang tahan lama dan aman dipakai di luar ruangan dan gampang dibersihkan.

5. Memilih Material Kaca

Kaca adalah bahan yang cocok untuk furnitur luar ruangan karena gampang dibersihkan dan lebih murah daripada kayu. Namun, kalau kamu tinggal di daerah yang berangin atau beriklim ekstrim, bahan ini bukan pilihan yang tepat.

“Jika kamu memilih kaca, pastikan kaca tersebut sudah di temper,” ucap Mooney.

“Juga dikenal sebagai ‘kaca pengaman’, kaca temper empat kali lebih kuat dari kaca biasa dan dirancang agar dapat pecah menjadi potongan-potongan yang lebih kecil, sehingga lebih kecil kemungkinan menyebabkan kerusakan jika pecah. Selain itu, pastikan kaca luar ruanganmu cukup tebal dan berat agar tetap bertahan saat angin kencang,” sambungnya.

Namun, kalau kamu tinggal di daerah dilanda angin kencang atau badai, lebih baik hindari material kaca atau jangan menggunakan kaca sama sekali.

6. Tidak Merawat atau Menyimpan Furnitur dengan Benar

Kalau kamu tinggal di daerah dingin, kamu tidak mungkin bersantai dengan furnitur luar ruangan saat suhu dingin. Maka, kalau kamu punya gudang penyimpanan atau garasi, kamu bisa pindahkan furniturmu ke dalam sana saat musim hujan. Sebagai alternatif, disarankan menggunakan penutup untuk menjaga furnitur tetap terlihat bagus untuk tahun-tahun mendatang. Bagaimanapun, furnitur luar ruangan adalah sebuah investasi, dan kamu perlu merawatnya.

Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

Baca info lengkapnya di sini.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Ini Kelebihan Batu Kali untuk Fondasi Rumah dan Jenis-jenisnya


Jakarta

Fondasi merupakan salah satu elemen penting dalam membangun sebuah rumah, gedung, ataupun struktur bangunan lainnya. Fondasi harus dibangun sekokoh mungkin agar mampu menyokong seluruh struktur bangunan di atasnya.

Nah, salah satu material fondasi yang kerap digunakan untuk membangun rumah adalah batu kali. Selain diklaim kokoh, batu kali juga dinilai efisien dan ekonomis untuk dijadikan sebagai fondasi.

Lantas, apa saja kelebihan batu kali untuk fondasi rumah? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


Mengenal Batu Kali Sebagai Fondasi

Batu kali adalah salah satu jenis fondasi yang strukturnya terbuat dari berbagai batu kali yang disusun sedemikian rupa. Cara ini dilakukan agar fondasi berdiri kokoh dan mampu menahan beban dinding rumah di atasnya.

Mengutip e-jurnal milik uny.ac.id, fondasi batu kali umumnya digunakan pada bangunan sederhana yang kondisi tanahnya cukup baik. Kedalaman fondasi batu kali sekitar 60-80 cm dengan lebar tapak kurang lebih sama dengan tingginya.

Jenis-jenis Batu Kali

Perlu diketahui, batu kali yang umum digunakan sebagai material fondasi bangunan terdiri dari dua jenis, yakni batu kali bulat dan batu kali belah. Apa perbedaannya? Simak berikut ini.

1. Batu Kali Bulat

Batu kali yang satu ini berbentuk bulat namun tak beraturan. Pada umumnya, batu kali bulat dapat ditemukan di sepanjang aliran sungai.

Akan tetapi, mortar kurang bisa menempel kuat pada batu kali bulat karena tekstur permukaannya yang halus.

2. Batu Kali Belah

Batu kali belah memiliki ukuran yang lebih besar daripada jenis bulat, namun dapat dihancurkan menjadi ukuran sekitar 30-40 cm. Pada umumnya, jenis batu kali ini dapat ditemukan di pegunungan atau sungai.

Salah satu kelebihan dari batu kali belah adalah mempunyai tekstur permukaan yang kasar, sehingga mortar dapat menempel dengan kuat.

Kelebihan Batu Kali untuk Fondasi

Lalu, apa saja kelebihan yang dimiliki batu kali untuk fondasi bangunan? Dilansir e-jurnal Scribd berjudul Makalah Pondasi Batu Kali oleh Ainul Herwinda, berikut sejumlah kelebihannya:

1. Karakteristiknya yang Kuat

Batu kali memiliki karakteristik yang kuat dan kokoh. Sebab, batu jenis ini berasal dari alam, yang mana setiap harinya mengalami suhu dan cuaca berubah-ubah.

Oleh sebab itu, penggunaan batu kali untuk fondasi dapat menahan bangunan secara kuat dalam segala kondisi cuaca.

2. Tahan Lama

Karena kokoh dan kuat, batu kali juga dikenal memiliki karakteristik tahan lama. Dengan begitu, bangunan yang menggunakan fondasi batu kali dapat bertahan cukup lama dan minim adanya kerusakan.

3. Mudah Didapat

Kelebihan lain dari batuk kali adalah mudah didapat. Kamu bisa mencari batu kali di toko-toko material dekat rumah.

Namun, detikers harus pandai dan teliti sebelum membeli batu kali. Usahakan membeli batu kali yang baru dikirim dan jangan mengambil yang sudah lama berdiam di toko material.

Kekurangan Batu Kali untuk Fondasi

Meski begitu, ada sejumlah kekurangan dari batu kali yang harus diperhatikan. Untuk lebih jelasnya, simak di bawah ini:

1. Mudah Timbul Retakan

Walaupun rata-rata bangunan dengan fondasi batu kali tidak roboh, namun saat terjadi gempa bumi atau tumbuhnya akar pohon invasif biasanya memunculkan retakan di dinding.

Sebenarnya kondisi tersebut tidak menimbulkan masalah berarti. Hanya saja, untuk memperbaiki kerusakan tersebut butuh biaya yang cukup mahal.

2. Perlu Teliti dalam Membelinya

Dijelaskan sebelumnya, detikers harus pandai dan teliti dalam memilih batu kali di toko material. Soalnya, batu kali yang sudah berdiam terlalu lama bisa mengurangi kualitasnya.

Terlebih jika batu kali sempat terendam air, hal ini bisa mempengaruhi kekuatannya. Jika tetap digunakan sebagai material fondasi, dikhawatirkan berdampak pada kekokohan bangunan.

Demikian penjelasan tentang batu kali beserta kelebihan dan kekurangannya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

Baca info lengkapnya di sini.

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

5 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pasang TV di Luar Ruangan


Jakarta

Membuat tempat bersantai di luar ruangan belakangan ini menjadi tren, terutama bagi rumah bertema modern. Biasanya ruangan bersantai ini berupa hasil perpaduan antara kehidupan dalam ruangan dan luar ruangan.

Bentuknya bisa berupa teras rumah yang dijadikan sebagai ruang bersantai, ruangan tanpa dinding, atau ruangan dengan dinding kaca yang mengarah keluar rumah.

Biasanya, ruangan bersantai ini akan terasa lebih lengkap bila dipasangi TV. Selain dari sisi estetikanya, memasang TV pada ruang bersantai juga ditujukan untuk menambah nilai kegunaan ruangan tersebut yang memang dari awal dibangun untuk tempat bersantai dan berkumpul dengan keluarga atau teman.


Namun, pemasangan TV di luar ruangan atau ruangan terbuka tentunya berbeda dengan TV yang dipasang di dalam ruangan, dimana sumber cahaya pada ruangan terbuka lebih intens dibandingkan dengan di dalam ruangan tertutup.

Lalu, apa saja hal yang perlu diperhatikan saat memasang TV di ruangan terbuka?

Hal Perlu Kamu Perhatikan Ketika Ingin Memasang TV di Ruangan Terbuka

Dikutip dari lifehacker.com, ada 5 hal yang perlu kamu perhatikan ketika ingin memasang TV pada ruangan terbuka atau di luar ruangan.

1. Pilih TV yang Tepat

Hal yang paling utama tentunya adalah memilih TV yang cocok untuk lingkungan luar ruangan. Kamu harus teliti untuk mencari TV yang kuat terhadap paparan sinar matahari (tergantung seberapa sering atau seberapa kuat cahaya yang masuk mengenai lokasi TV tersebut akan dipasang).

Selain itu, kamu juga harus menentukan tingkat kecerahan TV tersebut. Tergantung pemakaiannya apakah akan lebih sering dipakai pada siang atau malam hari.

Bila dirasa akan lebih sering digunakan pada malam hari saja, TV dengan tingkat kecerahan layar standar juga sudah cukup, atau kamu juga bisa mencoba untuk memakai proyektor saja supaya bisa mendapatkan layar yang lebih lebar dengan harga yang minim.

Sebaliknya, bila TV tersebut akan sering digunakan pada siang hari, kamu harus mencari TV dengan tingkat kecerahan yang tinggi supaya bisa nyaman ditonton pada siang hari.

2. Pilih Bahan yang Cocok

Tentunya bila kamu ingin memasang TV di ruangan terbuka atau di luar ruangan, kamu perlu TV dengan spesifikasi bahan yang mumpuni. Sebab, TV ini akan dipasang di ruangan yang terbuka, tentunya akan lebih sering terpapar elemen udara, panas, hingga air. Maka dari itu, kamu harus menentukan bahan yang kuat untuk menahan, elemen-elemen tersebut.

3. Pasang Cover

Walaupun tipe TV yang kamu beli diiklankan cocok untuk ruangan terbuka atau luar ruangan, kamu juga harus tetap memberikan perhatian ekstra. Memasang cover atau penutup pada TV ditujukan untuk menahan cipratan air, dan debu ketika sedang tidak digunakan, sehingga dengan adanya cover, umur dari TV tersebut juga akan semakin awet.

4. Perhatikan Kabel

Bila kamu memasang TV di ruangan terbuka atau di luar ruangan, kamu perlu untuk memastikan supaya kabel dari TV tersebut aman dari ancaman korsleting. Selain itu kamu juga bisa memasang pelindung kabel supaya tidak digigit tikus.

5. Tempat Pemasangan

Selain mencari tempat yang mudah untuk menjangkau sumber listrik, kamu juga bisa mencoba untuk memperhatikan kenyamanan dari posisi TV tersebut. Dengan pemasangan yang tepat, nilai kenyamanan dan estetik dari ruangan tersebut tentunya akan meningkat juga.

Itu dia segenap tips untuk kamu yang ingin memasang TV di ruang bersantai terbuka di rumahmu. Dengan ini, semoga kamu bisa membuat ruangan outdoor dengan TV yang nyaman!

Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

Baca info lengkapnya di sini.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Perlukah Cabut Alat Elektronik di Rumah saat Hujan Lebat Disertai Petir?



Jakarta

Saat ada hujan lebat dan disertai petir, seringkali rumah kita mengalami pemadaman listrik. Hal ini dilakukan untuk menghindari korsleting listrik akibat adanya sambaran petir. Maka dari itu, tak jarang kita sering mendengar nasihat untuk mematikan dan mencabut perangkat elektronik dan kabel-kabel yang ada di rumah saat terjadi hujan petir.

Namun, apakah tindakan tersebut benar-benar diperlukan? Atau hanya asumsi saja? Simak penjelasannya di bawah ini.

Mengutip dari laman How Stuff Works, mencabut perangkat elektronik saat terjadi badai petir ternyata memang bisa melindungi perangkat dari lonjakan listrik yang disebabkan oleh petir. Saat kondisi hujan lebat, petir bisa menyambar ke mana saja termasuk juga ke dekat kabel listrik rumah.


Saat petir menyambar kabel listrik, alirannya akan merambat melalui kabel tersebut sehingga terjadi lonjakan listrik yang besar. Akibatnya bisa membakar peralatan elektronik di rumah kamu atau bahkan menyebabkan korsleting dan kebakaran.

Sebenarnya ada cara untuk meminimalisir hal ini, yaitu dengan memasang pelindung lonjakan arus listrik. Pelindung ini bisa membantu untuk membatasi jumlah voltase yang diterima oleh perangkat elektronik sehingga bisa meminimalisir adanya lonjakan listrik pada perangkat elektronik di rumah. akan tetapi, kamu tidak bisa hanya mengandalkan pelindung lonjakan ini.

Sebab, lonjakan listrik yang dihasilkan dari sambaran petir sangat besar dan sangat mungkin untuk bisa melewati pelindung ini. Oleh karena itu, kamu disarankan untuk mencabut perangkat elektronik yang berpotensi tinggi terkena lonjakan arus listrik saat tersambar petir. Contohnya seperti televisi, printer, charger, telepon, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan bencana yang mungkin terjadi akibat sambaran petir.

Maka dari itu, jangan lupa untuk selalu mencabut perangkat elektronik kamu dari stop kontak saat ada hujan dan petir, ya!

Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

Baca info lengkapnya di sini.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Kenali Nilai Jual Pohon di Halaman Rumah Kamu


Jakarta

Di Indonesia, banyak sekali rumah masyarakat yang memiliki pohon di halamannya. Kebiasaan ini timbul karena sifat masyarakat Indonesia yang selalu ingin mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan usaha seminimal mungkin.

Biasanya pohon yang ditanam berupa pohon buah-buahan seperti mangga, kersen, rambutan, hingga pohon hias yang bernilai tinggi. Selain karena manfaat buah serta nilai estetiknya, menanam pohon juga bisa membuat halaman rumah kita menjadi sejuk dan segar.

Nah, yang menjadi masalah adalah ketika hendak menjual rumah tersebut, masih banyak orang yang mengabaikan nilai jual dari pohon yang ia tanam di halaman rumah mereka.


Mengutip dari lifehacker.com, pohon yang tumbuh dan dirawat dengan baik di halaman rumah kamu bisa menambah nilai jual properti rumah kamu hingga 15%. Apalagi jika pohon yang kamu tanam adalah pohon yang memiliki nilai yang tinggi seperti pohon pengkih.

Bila kamu penasaran dengan bagaimana cara kamu menentukan harga jual pohon di halaman rumah kamu, di bawah ini ada cara yang bisa kamu lakukan untuk menaksir harga jual pohon di rumah kamu.

Cara Menaksir Harga Jual Pohon di Properti Rumah Kamu

1. Kalkulator Online

Cara yang pertama adalah dengan menggunakan kalkulator online yang tersedia di beberapa web google, sepeerti mytree.itreetools.org atau itreetools.org.

Sayangnya kebanyakan web kalkulator tersebut masih menggunakan harga Amerika sehingga hasil harga yang dikeluarkan masih kurang cocok untuk masyarakat Indonesia. Jadi kamu masih harus membandingkannya lagi dengan harga pasaran (harga kayu atau bibit pohon tersebut) di Indonesia.

2. Taksir Pohon

Bila kamu menginginkan hasil yang lebih tepat lagi, kamu bisa mencoba untuk menyewa tenaga ahli untuk menaksir harga pohon di rumah kamu. Hasil dari cara ini tentunya akan jauh lebih baik dibandingkan dengan menggunakan kalkulator online, karena para tenaga ahli yang bersangkutan tentunya menggunakan ilmu pengetahuan yang luas.

Penaksiran pohon ini biasanya dilakukan untuk menilai sebuah pohon dari segi nilai jaminan pohon tersebut apakah dalam keadaan baik atau buruk. Selain untuk dipelihara oleh calon pembeli, pohon ini juga bisa ditebang jika kamu ingin menjual kayu pohon tersebut.

Itulah 2 cara yang bisa kamu lakukan untuk menilai harga sebuah pohon di rumah kamu, semoga kali ini kamu tidak perlu khawatir rugi ketika kamu ingin menjual rumah yang ada pohonnya!

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Rumah Terlalu Pendek buat Kamu yang Terlalu Tinggi? Begini Solusinya


Jakarta

Memiliki tubuh yang tinggi adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. Dengan tubuh yang tinggi kita bisa melakukan banyak aktivitas dengan lebih mudah. Tetapi, tentu saja memiliki tubuh yang terlalu tinggi juga bisa menimbulkan beberapa permasalahan baru, terutama bila kamu ingin memasuki ruangan yang pendek.

Di Indonesia, masih banyak bangunan rumah yang memiliki jarak antara plafon dan lantai yang pendek, terutama rumah tradisional dan rumah-rumah tua di pedesaan.

Biasanya alasan mereka membangun rumah pendek sangat bervariasi, dari mulai alasan tradisi turun-temurun, alasan budget, alasan rata-rata tinggi anggota keluarga, hingga alasan faktor lingkungan seperti banyaknya pohon yang rimbun di sekitar rumah.


Nah, bagi kamu yang memiliki tubuh tinggi dan memiliki rumah pendek seperti ini, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan supaya kamu masih tetap bisa hidup nyaman di rumah tersebut. Berikut ringkasannya.

7 Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Membuat Rumah Pendek yang Ramah untuk Orang Bertubuh Tinggi

Dikutip dari lifehacker.com, ada beberapa opsi untuk sedikit merenovasi rumah yang pendek supaya bisa nyaman untuk orang yang memiliki tubuh terlalu tinggi.

1. Adjustable Shower Head

Bila kamu kesulitan saat mandi di ruangan yang pendek, kamu bisa coba untuk memasang kepala shower atau pancuran yang fleksibel atau mudah digerakkan. Selain bisa membuat kualitas mandimu jadi lebih nyaman, shower yang fleksibel juga bisa digunakan oleh orang yang pendek.

2. Peninggi

Selanjutnya, kamu juga harus menyiapkan alas untuk meninggikan tempat beraktivitas. Sebagai contoh, bila kamu ingin memotong sayuran pada meja dapur yang pendek, kamu bisa coba untuk menambahkan bantalan supaya alas tempat memotong tersebut sesuai dengan tinggi badan kamu.

Alternatif lainnya adalah dengan membuat meja dapur lebih tinggi, dan siapkan alas tempat berpijak bagi orang yang pendek.

3. Kneeling Chair

Kneeling chair atau kursi penyangga lutut juga bisa kamu gunakan sebagai kursi bagi orang yang tinggi ketika duduk pada tempat yang sudah didesain untuk orang yang pendek. Daripada harus membungkuk atau duduk di lantai, lebih baik kamu menggunakan kursi ini supaya lebih nyaman.

4. Kasur Besar

Tentu bila kamu memiliki tubuh yang tinggi kamu juga memerlukan kasur yang lebih besar. Bila kamu mempunyai rumah yang didesain untuk orang yang pendek, kamu juga setidaknya harus menyiapkan kasur baru yang lebih besar. Ukuran kasur yang tepat bisa membuat kualitas tidurmu meningkat.

5. Toilet yang Tinggi

Bila rumah tersebut menggunakan kloset duduk yang didesain untuk orang pendek, kamu bisa coba menggantinya dengan yang lebih tinggi.

Sama halnya dengan kursi, posisi duduk yang terlalu rendah pasti akan membuat orang yang tinggi kurang nyaman. Di sisi lain, orang yang pendek seharusnya tidak memiliki masalah yang besar ketika duduk di kursi yang sedikit tinggi.

6. Adjustable Hanger

Adjustable hanger atau gantungan baju yang bisa dibentuk juga adalah salah satu barang yang perlu kamu punyai jika kamu hidup di rumah yang pendek. Ukuran baju orang yang tinggi tentunya memiliki diameter dan panjang yang lebih besar, pastinya kamu tidak mau baju kamu mudah terjatuh saat digantung bukan?

7. Perhatikan Dekorasi Langit-Langit Rumah

Bila rumahmu terlalu pendek, pastikan agar lampu pada plafon rumah kamu tidak terlalu besar, atau kamu bisa membuat lampu tersebut dibuat menjorok ke dalam. Selain itu, kamu juga harus menghindari pemasangan perabot pada plafon rumah kamu seperti kipas baling-baling, supaya kamu tidak perlu khawatir terbentur saat beraktivitas di rumah tersebut.

Demikian tips yang perlu diperhatikan untuk merenovasi rumah pendek supaya nyaman bagi orang bertubuh tinggi. Semoga bermanfaat!

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com