Masalah 1: Pasangan Tidak Ingin Menganggaran atau Membuat Anggaran Keuangan
Jika pasanganmu memahami perlunya membuat rencana tetapi tidak mau, atau mereka tidak suka mengikuti anggaran keuangan karena terlalu banyak pekerjaan, mungkin sulit untuk mengajaknya bekerja sama. Namun, demi keharmonisan rumah tangga dan kesehatan finansial, penting untuk menemukan solusi yang akan berhasil untuk kalian berdua.
Solusi: Buat Rencana Dasar untuk Ditinjau
Permudah pasangan untuk berpartisipasi dalam diskusi. Munculkan anggaran dasar yang mencakup tagihan seperti bahan makanan, utilitas, dan bahan bakar. Kemudian, bicarakan tentang bagaimana kamu akan memilih untuk membelanjakan pendapatan diskresioner untuk pengeluaran, seperti makan di luar dan berbelanja, dan berapa seharusnya uang belanja pribadi, dan pengeluaran tipikal lainnya.
Untuk membuatnya sangat sederhana. Kamu bahkan dapat mempertimbangkan untuk beralih ke anggaran tunai. Kamu dapat memecah uang menjadi jumlah mingguan agar lebih mudah membiasakan diri. Dengan begitu, saat uang habis, kamu dan pasangan harus berhenti berbelanja. Dalam skenario ini, kamu tidak perlu khawatir mengganggu pasangan untuk tetap pada anggaran.
Pendekatan ini dapat menghilangkan sebagian tekanan dan menghilangkan pertengkaran tentang setiap pengeluaran. Di akhir setiap bulan, periksa anggaran dan pembelanjaan sebenarnya untuk melihat kinerja kalian berdua.
Baca juga: Seberapa Penting Membicarakan Masalah Keuangan dengan Pasangan?
Masalah 2: Merasa Didikte
Meskipun kamu mungkin berpikir memiliki pasangan yang enggan dan tidak ingin membuat anggaran keuangan, sebenarnya kamu sedang berurusan dengan seseorang yang tidak merasa terlibat dalam proses tersebut.
Tanyakanlah kepada pasanganmu apakah mereka ingin berperan lebih aktif dalam penganggaran dan perencanaan. Jika mereka mengatakan ya, kamu dapat memperoleh manfaat dengan berbagi beberapa tanggung jawab keuangan dengan mereka.
Seringkali, salah satu pasangan merasa seperti pasangan lawannya mengendalikan semua keputusan pengeluaran. Hal ini membuat mereka merasa seperti anak-anak daripada orang dewasa dalam situasi tersebut. Namun, kondisi ini mungkin benar adanya, terutama jika salah satu pasangan memberi tunjangan kepada pasangannya.
Solusi: Mulai Ulang
Perbaiki masalah ini dengan menyertakan pasangan. Jika pasanganmu tidak merasa terlibat dalam proses membuat anggaran keuangan, mungkin inilah saatnya untuk memulai proses dari awal dan melakukannya bersama sebagai satu tim.
Berhati-hatilah untuk menghindari sikap suka memerintah, merendahkan, atau membuat pasangan merasa bahwa mereka kurang menyatu dengan proses daripada kamu sendiri. Kumpulkan tagihan yang sebenarnya dan daftar pengeluaran dan pendapatan kalian bersama-sama.
Pelajari pengeluaran bulanan, anggaran, dan tujuan keuangan. Saat melihat anggaran, tanyakan pasanganmu tentang bagaimana kamu harus membelanjakan sisa pendapatan bulanan.
Begitu mereka melihat angkanya dalam warna hitam dan putih, mereka mungkin lebih bersedia untuk tetap pada anggaran atau membatasi pengeluaran mereka. Plus, setelah mereka terlibat dalam proses tersebut, mereka akan lebih mungkin untuk berpartisipasi dalam pembahasan anggaran dan uang di masa depan. Sebab, kini mereka memiliki pendapat dalam rencana awal.
Baca juga: Penat di Kantor? Coba 7 Tips Ini yang Bisa Dongkrak Motivasi Kerjamu!
Tips Untuk Berdiskusi Soal Anggaran Keuangan Dengan Pasangan
- Tetapkan tanggal dan waktu tertentu untuk diskusi
- Gunakan bahasa inklusif
- Hindari sikap saling menyalahkan
- Fokus pada tujuan bersama
- Dengarkan baik-baik pasanganmu
- Tetap tenang. Bahkan, undang pihak ketiga sebagai mediator jika perlu

Leave a Reply