Author: 08

  • Yuk, Mengenal Produk-Produk Investasi!

    Tujuan bekerja, berdagang, atau berbisnis adalah memperoleh penghasilan, Dengan hadirnya berbagai kebutuhan sekunder dan tersier di masa sekarang, kita sangat perlu mengatur keuangan dengan sebaik-baiknya. Hasil dari kita bekerja, berdagang, dan berbisnis tentu bukan untuk hari ini saja, tetapi juga untuk kehidupan di masa mendatang. Kita perlu merencanakan keuangan kita secara bijaksana, dan pada tahap awal berinvestasi, mengenal berbagai jenis produk investasi hingga menentukan yang terbaik akan sangat penting.

    Menurut Safir Senduk, seorang perencana keuangan pertama di Indonesia, agar kita bisa memiliki passive income maka kita perlu mengalokasikan penghasilan pokok kita ke dalam beberapa pos berikut ini.

    • 10% untuk investasi & tabungan.
    • 10% untuk asuransi.
    • 30% untuk cicilan utang atau dana darurat.
    • 50% untuk biaya hidup sehari-hari.

    Tujuan didahulukannya produk investasi & tabungan adalah untuk menciptakan passive income guna kehidupan di hari tua. Lalu, asuransi berguna untuk melindungi diri (aset yang paling berharga), dan aset-aset lainnya. Setelah investasi & tabungan serta asuransi terpenuhi, maka selanjutnya adalah membayar utang (jika punya).

    Apabila tidak punya utang, alokasi dana darurat itu dapat tetap disimpan untuk berjaga-berjaga. Kemudian, sisanya digunakan untuk biaya hidup. Komitmen untuk hidup sederhana ini perlu kita lakukan secara konsisten di masa muda. Sehingga, saat masa tua kita datang kita sudah tidak perlu khawatir dengan kondisi keuangan kita

    Melihat pentingnya produk investasi & tabungan dalam perencanaan keuangan, maka kita perlu menunda konsumsi saat ini guna dimasukkan ke aktiva produktif selama periode waktu tertentu (Jogianto, 2014:5). Penanaman uang atau modal tersebut tentunya bertujuan mendapatkan profit (KBBI Kemendikbud).

    Jika kita kumpulkan profit dari investasi itu sejak dini, maka kita bisa mendapatkan passive income untuk kehidupan hari tua nanti. Agar hasil investasi kita bisa optimal, kita perlu memilih instrumen investasi secara tepat.

    Berikut ini adalah instrumen investasi yang bisa kita pilih saat ini:

    1. Deposito (Tabungan Berjangka)

    Produk investasi ini merupakan simpanan yang berjangka 1, 3, 6, 12 dan 24 bulan ini bisa menghasilkan bunga yang lebih besar daripada tabungan biasa.

    2. Emas

    Termasuk jenis produk investasi jangka menengah. Sebab, harga emas akan mengalami peningkatan setelah beberapa tahun.

    3. Stock Index

    Menurut Greg McBride, seorang kepala analis keuangan di bankrare.com seperti dikutip Investor Business Daily, mengatakan produk investasi ini sebagai berikut: “Saham mungkin tampak tidak stabil dalam jangka pendek. Tapi, dalam jangka panjang ini adalah pencipta kekayaan.”

    Saat ini, Bursa Efek Indonesia memiliki 22 indeks saham, antara lain:

    1. Index infobank15

    12. Index Harga Saham Gabungan (IHSG)
    2. Index SMinfra18 13. Index Sektoral (10 Sektor)
    3. Index MNC36 14. Index LQ45
    4. Index Investor33 15. Jakarta Islamic Index (JII)
    5. Index PEFINDO i-Grade 16. Index Papan Pencatatan
    6. Index IDX SMC Composite 17. Index KOMPAS100
    7. Index IDX SMC Liquid 18. Index BISNIS-27
    8. Index IDX Dividend 20 19. Index PEFINDO25
    9. Index IDX BUMN20 20. Index SRI-KEHATI
    10. Index Islamic Index 70 (JII70) 21. Index Saham Syariah Indonesia (ISSI)
    11. Index IDX80 22. Index IDX30

    Baca Juga: Serba – serbi Index Future, Ketahui Cara Kerja Kontak Berjangka dalam Investasi

    4. Mata Uang Asing

    Produk investasi jenis ini lebih berisiko daripada saham. Sebab, mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yang mengakibatkan mata uang rupiah menjadi fluktuatif. Momen ini lebih sering digunakan untuk trading, bukan investasi.

    5. Reksadana

    Instrumen produk investasi ini terdiri dari 4 jenis dan memiliki risiko yang berbeda (sesuai karakteristik investor), antara lain Reksadana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, dan Saham.

    6. Obligasi

    Produk investasi berupa surat utang negara yang berfungsi untuk menambah modal atau membiayai suatu proyek pemerintah. Suku bunga obligasi sedikit lebih tinggi dari deposito.

    7. Properti

    Nilai properti di Indonesia mengalami kenaikan setiap tahunnya. Maka, properti merupakan jenis investasi yang sangat menjanjikan, apalagi untuk jangka panjang. Namun, kita perlu memilih vendor yang tepat untuk menanamkan modal investasi pada bidang properti ini.

    8. Barang-barang Koleksi

    Menjual barang unik dan/atau antik kepada sesama kolektor dengan harga yang cukup tinggi merupakan jenis investasi yang jarang terpikirkan!

    9. Peer to peer Lending

    Jenis produk investasi ini mempertemukan antara kreditur dan debitur untuk meminjamkan modal yang akan dikembalikan dalam jangka waktu tertentu, serta bunga dari profit usaha tersebut.

    Nah, dari penjelasan di atas pilihan produk investasi yang cukup menjanjikan dengan modal yang minim untuk mendapatkan passive income, antara lain: Deposito (tabungan berjangka), emas, stock index, reksadana, dan obligasi.

    Namun, Anda juga boleh menentukan pilihan instrumen investasi sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan karakteristik Anda sendiri. Sehingga, hasil investasi yang Anda dapatkan bisa optimal. Selamat berinvestasi!

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Baca juga :

    Apa itu Reksadana Indeks (Index Fund)?

    Kenali Tujuan Investasimu, Lihat 4 Investasi Potensial untuk Pemula ini



    Sumber : pluang.com

  • Lebih Untung Mana, Investasi Emas vs Reksadana?

    Investasi emas dan reksadana pasar uang kerap disebut sebagai investasi yang profil risikonya kecil. Bahkan, lebih menguntungkan daripada deposito. Meski menguntungkan, bukan berarti mereka memiliki keuntungan yang sama. Lalu, apa saja sih keuntungannya, investasi emas vs reksadana?

    1. Emas vs Reksadana: Minimum Investasi

    Investasi Emas Mulai Rp5000-an

    Ada dua cara dalam berinvestasi emas. Pertama, kita bisa membeli emas logam mulia, lalu menyimpannya di rumah atau dititipkan kepada instansi berwenang. Untuk harga beli emas logam mulia (LM), tercatat pada 4 Juli 2019 lalu berada di harga Rp717 ribu. Sedangkan, cara kedua yaitu lewat tabungan atau cicilan emas di situs pluang.com. Kita bisa membeli tabungan atau cicilan emas LM hanya seharga Rp5.800-an, tergantung pada harga emas hari itu.

    Investasi Reksadana Pasar Uang Modal Rp100 ribu

    Sama seperti investasi emas LM lewat cicilan atau tabungan, kini berinvestasi reksadana pasar uang pun sangat mudah. Sebab, hanya bermodalkan Rp100 ribu saja, kita sudah bisa memiliki investasi tersebut. Hal ini karena manajer investasi sudah punya produknya masing-masing. Sehingga, biaya investasinya pun terbilang terjangkau. Meski demikian, ternyata tidak semua produk investasi reksadana pasar uang bermodalkan Rp100 ribu saja, lho. Dilansir dari situs Money Smart, modal minimum pembelian produk Sucorinvest Money Market Fund yaitu Rp250 ribu. Sedangkan, Nikko Indonesia Market Fund bahkan mencapai Rp1 juta.

    Baca Juga: Mau Coba Investasi Reksadana? ini 11 Platform Reksadana Online Terbaik di Indonesia

    2. Emas vs Reksadana: Bentuk Fisik

    Investasi Emas

    Seperti yang kita tahu, emas LM sudah bisa kita lihat dan pegang bentuknya. Begitu juga untuk tabungan atau cicilan emas, kita bisa mencetak emas secara fisik tersebut jika kita mau. Hanya saja, kita akan dikenakan biaya cetak sebagai tambahannya.

    Investasi Reksadana Pasar Uang

    Reksadana pasar uang dan jenis lainnya merupakan instrumen investasi yang secara fisik tidak terlihat. Tugas kita sebagai investor hanya menyetor sejumlah dana kepada manajer investasi untuk dibelanjakan produk. Nantinya, manajer investor (MI) akan membelanjakan produk berupa deposito atau obligasi. Kemudian, perusahaan yang bertindak sebagai manajer investasi akan membuat dan mengirimkan laporan tertulis sebagai portofolio investasi kita lewat pos atau posel (pos elektronik).

    3. Emas vs Reksadana: Return

    Potensi Keuntungan Investasi Emas

    Dilansir dari situs Harga Emas, terjadi peningkatan selama 4 tahun terakhir dari Rp545 ribu menjadi Rp700 ribu. Dengan demikian, investasi emas sangat disarankan bagi investor pemula untuk jangka menengah (2 – 5 tahun) dan panjang (lebih dari 5 tahun). Bukan untuk jangka pendek. Selain dari durasi investasi, emas pun bersifat likuid, bahkan mudah untuk digadaikan oleh kita jika sewaktu-waktu kita membutuhkan dana segar.

    Potensi Investasi Reksadana Pasar Uang

    Parto Kawito, seorang analis Infovesta Utama berpendapat bahwa investasi reksadana pasar uang cukup menjanjikan pada kisaran 4% per tahun. Namun, tidak semua produk reksadana pasar menghasilkan return sebesar 4%, bisa lebih atau kurang. Maka, sebagai investor kita perlu mencari informasi sedetail mungkin tentang portofolio dari beberapa manajer investasi sebelum menentukan di mana uang kita akan berlabuh.

    Nah, bagaimana menurut kamu kira-kira lebih untuk investasi emas vs reksadana pasar uang? Itu semua tergantung pada jangka waktu investasimu. Jika ingin berinvestasi jangka panjang, maka pilihlah investasi emas.

    Namun, jika ingin berinvestasi jangka pendek, maka pilihlah reksadana pasar uang. Yuk, tentukan pilihan instrumen investasi kamu sekarang juga!

    Nah, salah satu platform yang bisa kamu manfaatkan untuk menabung emas atau reksadana adalah Pluang! Kamu pun bisa mengaksesnya dengan praktis dan bisa menarik tabunganmu kapan saja!

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Baca juga:

    Atur Resiko Investasi Melalui Reksadana, ini 5 Hal Dasar yang Wajib Kamu Pahami!

    Mau Coba Investasi Reksadana? Berikut Panduan Mudahnya Untuk Pemula



    Sumber : pluang.com

  • 3 Perbedaan Investasi dan Tabungan

    Kata “investasi” dan “tabungan” kerap digunakan dalam berbagai artikel keuangan. Sampai sekarang, masyarakat masih punya persepsi yang kurang tepat antara keduanya. Bahkan banyak juga orang yang tertukar antara pengertian dan perbedaan investasi dan tabungan.

    Sepintas, menabung dan berinvestasi memang sangat mirip. Secara sederhana, keduanya bisa diartikan sebagai kegiatan menyimpan dana atau uang. Namun, jika ditilik lebih dalam, setidaknya ada tiga hal yang membedakan kedua aktivitas keuangan tersebut.

    Supaya tidak salah lagi, mari kita kupas satu per satu perbedaan investasi dan tabungan:

    1. Perbedaan Investasi dan Tabungan: Undang-undang yang Mengatur

    Hal mengenai tabungan diatur dalam Undang-undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Menurut UU tersebut, definisi tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan/atau alat lain yang dipersamakan dengan itu.

    Sementara, hal mengenai investasi diatur dalam UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Dijelaskan dalam UU tersebut, penanaman modal ialah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah Indonesia.

    Melalui UU yang mengatur, perbedaan investasi dan tabungan tentu sudah begitu jelas. Tabungan sebatas memiliki simpanan, sementara dalam investasi ada aktivitas menanam modal.

    Baca juga: Apa Bedanya Investasi dan Spekulasi? Simak Ciri-cirinya!

    2. Perbedaan Investasi dan Tabungan: Soal Keuntungan yang Didapat

    Jelas bahwa baik menabung maupun berinvestasi dilakukan orang untuk meraih keuntungan. Tapi ada perbedaan signifikan antara keuntungan yang didapat dari menabung dengan untung yang mungkin diperoleh dari investasi.

    Ketika kamu menyimpan uang dalam bentuk tabungan, kamu akan mendapatkan bunga dalam periode tertentu. Bunga tabungan dihitung dengan tiga metode, yakni penghitungan berdasarkan saldo terendah, saldo rata-rata, atau saldo harian.

    Ada baiknya kamu memastikan dengan pihak bank mengenai penghitungan bunga tabungan ini. Pada kenyataannya, suku bunga yang ditawarkan dari produk tabungan tergolong kecil. Makanya, produk satu ini tidak bisa diandalkan untuk meraup keuntungan besar.

    Di lain sisi, keuntungan dari investasi relatif lebih tinggi. Pasalnya, tujuan investasi memang pertumbuhan atau penambahan nilai aset. Melalui investasi, kamu membeli aset yang diharapkan punya nilai lebih tinggi ketika kamu jual kembali di masa depan.

    Pilihan investasi sangat luas. Namun secara garis besar, jenis investasi bisa dibagi dua, yakni investasi riil dan non-riil.

    Pada investasi riil, ada aset yang berwujud atau tampak. Contohnya emas, tanah, dan properti.

    Sementara itu, investasi sektor non-riil adalah kebalikannya. Contoh investasi jenis ini ialah reksadana, obligasi, dan saham.

    perbedaan investasi dan menabung

    3. Perbedaan Investasi dan Tabungan: Potensi Risiko

    Setelah membahas keuntungan dari menabung dan berinvestasi, kita tidak boleh melupakan pembahasan tentang risiko. Pasalnya, kedua aktivitas keuangan ini memiliki risiko yang harus dicermati.

    Prinsip high gain high risk berlaku di sini. Tabungan punya potensi keuntungan yang kecil. Di sisi lain, risiko dari menabung juga sangat kecil.

    Untungnya di Indonesia, dana yang kamu tabung di bank dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan maksimal Rp2 miliar. Namun, penjaminan ini punya tiga syarat.

    Pertama, tabungan kamu tercatat dalam pembukuan bank. Kedua, tingkat bunga simpanan tidak melebihi tingkat bunga penjaminan. Ketiga, sebagai nasabah, kamu tidak melakukan tindakan yang merugikan bank.

    Adapun investasi, lantaran berpotensi mendapatkan keuntungan besar, maka potensi risikonya pun besar. Perlu diingat baik-baik: semua produk investasi punya potensi risiko.

    Beberapa jenis risiko yang biasanya terdapat pada produk investasi antara lain risiko likuiditas, risiko investasi, risiko gagal bayar, risiko kredit, risiko pajak, risiko inflasi, risiko bunga, risiko mata uang dan risiko lainnya.

    Untuk terhindar dari risiko-risiko ini, sebagai investor, kamu harus paham betul produk investasi yang kamu beli. Tapi jangan sampai, risiko ini membuat kamu batal berinvestasi.

    Pasalnya, keuntungan berinvestasi lebih menggiurkan dari potensi risikonya. Lagi-lagi dengan catatan, kamu sudah memahami produk investasi yang kamu miliki.

    Jadi, menilik dari penjelasan di atas, kamu lebih pilih menabung atau berinvestasi?

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!



    Sumber : pluang.com

  • Investasi Dana Pendidikan, Pilih Saham atau Emas?

    Investasi dana pendidikan anak rasanya belum akan beres sebelum anak lulus perguruan tinggi.

    Tidak heran bila banyak orang tua sangat fokus dalam mempersiapkannya. Jika hanya menunggu dan mengandalkan gaji dan tabungan, tentu akan sulit memenuhi kebutuhan biaya pendidikan.

    Sementara, biaya pendidikan selalu naik tiap tahun. Lantas, bagaimana supaya tidak galau lagi untuk mengamankan dana pendidikan?

    Investasi bisa jadi jawaban yang tepat. Akan tetapi, jenis investasi amat beragam. Mana yang terbaik sebagai investasi dana pendidikan yang dibutuhkan?

    Emas atau saham masuk dalam opsi. Pasalnya, dana pendidikan merupakan tujuan finansial dalam jangka panjang. Untuk mencapainya, instrumen emas dan saham tampaknya patut jadi pertimbangan.

    Investasi Pendidikan Anak lewat Emas

    Emas atau logam mulia merupakan instrumen investasi yang riil, bisa dilihat wujudnya, serta bisa disentuh. Di Indonesia, emas batangan yang populer diproduksi oleh PT Aneka Tambang (Antam) dengan kadar emas 99,99%.

    Untuk memastikan keaslian, pembeli atau pemilik emas Antam mendapat sertifikat emas yang memiliki nomor seri, sesuai dengan nomor seri yang diukir pada emas batangan.

    Investasi emas bisa dilakukan dengan berbagai cara. Biasanya investor membeli sejumlah emas dan menyimpannya. Lalu, untuk meraup keuntungan, investor menjual emas tersebut saat harga sedang tinggi.

    Nah, orang zaman dahulu sudah sering melakukan investasi seperti ini. Mereka membeli dan menyimpan emas.

    Kemudian, ketika anak hendak masuk sekolah, baik TK, SD, SMP, SMA, ataupun perguruan tinggi, mereka menjualnya untuk membayar biaya pendidikan karena memang emas batangan tersebut diniatkan sebagai investasi dana pendidikan anak.

    Baca Juga: Perhatikan Ini Untuk Persiapan Dana Pendidikan Anak

    Secara jangka panjang, harga emas bersifat fluktuatif. Akan tetapi, harganya cenderung stabil. Jarang sekali harga emas naik drastis ataupun turun drastis dalam sehari.

    Untuk memberikan gambaran kestabilan harga emas, mari lihat perbandingan ini. Pada 2016, harga emas per gram sekitar Rp588 ribu. Kini harga emas mencapai Rp727.000 per gram.

    Ini menunjukkan ada kenaikan selama tiga tahun terakhir. Namun, bila dibandingkan harga emas kemarin dengan hari ini, kenaikan atau penurunan kira-kira hanya Rp2.000 per gram. Cukup stabil, bukan?

    Investasi Dana Pendidikan Anak lewat Saham

    Investasi dana pendidikan anak dengan saham cenderung lebih rumit dibandingkan logam mulia. Saham diklasifikasikan sebagai ekuitas.

    Sebagai investor atau pemegang saham, kamu memiliki bagian dari perusahaan yang menerbitkan saham. Kamu akan menghasilkan keuntungan ketika perusahaan membagikan dividen dan harga saham yang meningkat.

    Namun, kamu juga akan menanggung risiko bila perusahaan merugi, bahkan bangkrut. Siap-siap modal kamu ludes seketika.

    Investasi di pasar saham sangat mungkin mampu memberikan imbal hasil terbaik dalam jangka panjang dibanding logam mulia. Dengan catatan, kamu memilih saham perusahaan yang tepat. Itu pun kamu perlu mempertibangkan bahwa harga saham sangat dipengaruhi kondisi pasar modal, baik dalam maupun luar negeri.

    Menurut jejak rekam Bursa Efek Indonesia, dalam sepuluh tahun terakhir, investasi di pasar saham bisa memberikan keuntungan rata-rata 11,3% per tahun. Tentu angka ini tepat untuk investasi dana pendidikan.

    Pasalnya, kenaikan biaya pendidikan sekitar 10% tiap tahun. Maka, logis bila sebagai orang tua, kamu memilih investasi dana pendidikan anak dengan menanam dana di pasar saham untuk membiakkan danamu.

    Harga saham bisa anjlok apabila kondisi makroekonomi global terpuruk. Hal ini justru berbanding terbalik dengan emas. Harga logam mulia ini justru semakin bagus saat kondisi global mengalami krisis.

    Setelah membandingkan keduanya, bisa ditarik kesimpulan bahwa kalau kamu mengejar keuntungan, saham jadi pilihan terbaik. Tapi jika kamu butuh keamanan, emas merupakan pilihan yang tepat.

    Akan lebih cerdas lagi bila kamu memiliki dua instrumen investasi tersebut sebagai bentuk diversifikasi investasi. Ketika harga emas anjlok, investasi saham bisa jadi penyelamat. Begitu pula sebaliknya.

    Jadi, silakan mempertimbangkan investasi dana pendidikan anak sesuai kenyamananmu.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Baca Juga:

    Cara Jitu Memilih Tabungan Pendidikan Anak

    3 Sebab Tingginya Anggaran Pendidikan Indonesia

    Menyiapkan Pendidikan Anak? Cek 3 Tabungan Pendidikan Terbaik Ini



    Sumber : pluang.com

  • Ketahui 3 Hal Ini Sebelum Jual Emas

    Jual emas untuk mencapai tujuan finansial, Tidak heran bila banyak orang yang tergiur dengan membeli, menyimpan dan menjualnya kembali. Karena emas memang menjanjikan dalam memberi keuntungan dan juga sebagai Instrumentasi Investasi.

    Memang, cara mendapatkan keuntungan dari investasi emas, khususnya emas batangan ialah dengan menjualnya kembali. Selisih harga yang didapatkan antara harga beli dan harga jual menjadi keuntungan sang investor atau pemilik emas.

    Seperti yang kita tahu, harga jual emas lebih rendah dibandingkan harga beli. Banyak faktor yang menyumbang penentuan harga ini, terutama prinsip supply and demand.

    Sejatinya tidak ada waktu yang benar dalam menjual emas. Alasan orang menjual emas bermacam-macam, mulai alasan darurat, profit taking, sampai khawatir emas hilang.

    Sebelum mengetahui lebih jauh teknis menjual emas, mari kita tengok tipe investor emas. Yang paling banyak ialah investor yang membeli emas tanpa punya tujuan dan rencana keuangan yang jelas.

    Biasanya karakter investor ini memang belum punya pengetahuan mumpuni mengenai investasi emas. Jadi mereka membeli emas lantaran tren atau saran orang lain, tanpa tahu bagaimana mengelola agar emas yang dimiliki mendatangkan keuntungan maksimal.

    Akibatnya, tipe investor ini kerap membeli dan menjual kembali emas tanpa memperhatikan banyak faktor. Bahkan tidak tahu kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual emas.

    Baca Juga: Hindari Investasi Emas Online Bodong, Pintar – pintar Pilih Jagoan Aplikasimu!

    Kalau kamu masuk ke golongan investor seperti ini, tidak perlu berkecil hati. Anggap saja ini proses belajar agar dalam investasi berikutnya, kamu lebih berhati-hati dan bersikap cerdas.

    Tipe investor selanjutnya ialah tipe investor yang sudah punya tujuan dan rencana saat membeli maupun jual emas. Jadilah seperti investor tipe ini.

    Dengan demikian, kamu membeli emas saat harga rendah karena kamu sudah punya pengetahuan tentang suplai dan permintaan pasar akan emas. Selain itu, kamu sabar menunggu sampai jumlah emas yang kamu miliki sudah mencukupi untuk memenuhi tujuan keuangan kamu.

    Menjual emas dengan perhitungan yang tepat saat harga emas meroket.

    Niscaya, keuntungan besar akan kamu raih. Sampai sini, sudah jelas bahwa menentukan tujuan dan membuat perencanaan keuangan saat berinvestasi emas memegang peranan penting. Kalau begitu, tahap selanjutnya ialah mengetahui hal-hal teknis untuk jual emas.

    Ketahui-3-Hal-ini-Sebelum-Menjual-Emas-

    Ketahui 3 hal ini sebelum Jual Emas:

    1. Pahami Kadar dan Keaslian

    Di era milenial ini, banyak sekali tempat atau platform untuk membeli dan menjual emas. Di manapun kamu membeli emas, ada dua hal yang patut dicermati, yakni kadar emas dan keaslian emas.

    Yang dimaksud dengan kadar emas ialah jumlah karat yang terkandung dalam emas. Harga jual emas 24 karat tentunya lebih tinggi dibandingkan emas 18 karat. Pastikan kamu sudah tahu informasi ini saat ingin menjual emas.

    Kemudian, kamu harus bisa menunjukkan keaslian emas yang kamu miliki. Caranya dengan kepemilikan sertifikat sebagai bukti keaslian dan kemurnian emas. Jika sertifikat ini tidak ada, kemungkinan besar kamu tidak bisa mendapatkan harga jual yang maksimal.

    2. Survei Harga

    Memantau harga emas secara berkala memberikan kesempatan untuk kamu mengetahui harga terbaik untuk jual emas. Survei harga ini sangat mudah dilakukan melalui internet. Apabila harga jual emas yang berlaku tidak sesuai dengan harapan, kamu bisa menunda menjual emas.

    3. Survei Tempat

    Hampir semua toko emas menerima pembelian kembali emas yang sudah dijual. Akan tetapi, tidak semua tempat sanggup membeli emas dengan harga tinggi.

    Oh iya, kamu juga tidak wajib jual emas di tempat yang sama dengan tempat kamu membelinya. Lakukan survei ke beberapa tempat untuk tahu harga yang terbaik.

    Di pluang, kamu juga bisa kembali jual emas yang kamu miliki. Untuk mengetahui harga buyback, kamu bisa pantau di aplikasi pluang.

    Selamat jual emas. Semoga cuan!

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Baca Juga:

    Lagi ‘BU’ banget, Lebih Baik Jual atau Gadaikan Emas, Ya?

    Mau Decluttering? Yuk, Jual Barang Bekasmu Lewat Situs Belanjabekas

    Catat! Kapn Waktu yang paling tepat untuk membeli Saham?



    Sumber : pluang.com

  • 6 Cara Investasi Emas Terbaik Bagi Pemula

    Investasi emas adalah salah satu diversifikasi portofolio yang paling banyak dirujuk dan dipercaya di Indonesia. Ini lantaran cara investasi emas tidak begitu sulit. Kamu bahkan bisa memulainya dari cara investasi emas kecil-kecilan.

    Kini setiap orang tidak bisa mengandalkan hanya dari satu sumber pendapatan. Kebutuhan manusia kian meningkat seperti properti, kendaraan pribadi, biaya kesehatan dan sebagainya. Tak cukup menyisihkan dari penghasilan atau mengontrol pengeluaran. Mulailah pikirkan investasi untuk meningkatkan pendapatan.

    cara investasi emas

    Artikel ini akan mengulas berbagai cara investasi emas, termasuk cara investasi emas kecil-kecilan sekalipun. Karena investasi emas terbilang aman, investasi ini tak lekang oleh waktu. Dari dulu investasi emas memang salah satu yang menjanjikan dan sudah dipercaya oleh leluhur kita.

    Dikarenakan investasi ini memiliki nilai yang stabil, mudah diperjualbelikan dan keuntungannya hampir tiap tahun meningkat. RIsikonya pun rendah dan tidak mudah rusak.

    Investasi jenis ini juga cocok untuk para pemula yang ingin belajar berinvestasi karena tidak rumit dijalankan. Membeli emas ketika harga rendah dan menjualnya saat harga sedang tinggi untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

    Baca juga: Sebelum Investasi, Ketahui Dulu yuk Sejarah dan 10 Fakta Unik Emas Ini!

    Tetapi perlu dipahami dahulu bagaimana cara investasi emas, antara lain:

    1. Pertanyakan Kembali: Apa Tujuanmu Investasi?

    Apabila ingin berinvestasi, jangan hanya ingin ikut-ikutan tren saja. Tetapi lakukan dengan tujuan tertentu agar tetap tekun dijalani.

    Misalkan tujuan investasi untuk membangun rumah, biaya naik haji orang tua, biaya sekolah anak sampai lulus kuliah, biaya nikah atau biaya hidup saat hari tua nanti.

    Dengan tujuan yang jelas, motivasi akan terbangun dan fokus menjalankannya sehingga kamu dapat mengetahui cara investasi emas yang paling sesuai bagimu.

    Tak hanya itu, dengan menentukan tujuan, Anda juga bisa memperkirakan berapa nilai dan waktu dalam menginvestasikan emas. Perkiraan ini penting agar tujuan dapat terealisasi.

    cara investasi emas kecil-kecilan
    Close up of gold bars with copy space

    2. Investasi = Dana Lebih

    Investasi artinya memiliki kelebihan dana tiap bulannya, yang bisa dialokasikan ke investasi, yang bisa dapat menghasilkan dana lebih untuk masa depan. Jangan sampai asal membeli emas hingga mengalokasikan seluruh tabungan termasuk pengeluaran sehari-hari.

    Pastikan juga Anda memiliki dana yang cukup untuk pengeluaran enam bulan sampai satu tahun ke depan. Sehingga Anda tidak berutang dimana-mana demi cara investasi emas yang aman.

    3. Kapan Waktu yang Tepat Untuk Berinvestasi? Tentukan cara investasi emas yang sesuai untukmu sekarang!

    Perhatikan harga emas di pasar dan lihat kecenderungan tren pergerakan harga emas. Cari informasi sebanyak-banyaknya, bisa dari ahli, orang yang bisa dipercaya yang sudah berinvestasi emas lebih dahulu atau sumber-sumber dari internet yang memiliki kredibilitas.

    Jangan asal membeli emas ketika harganya masih tinggi. Biasanya ada bulan-bulan ketika emas turun harganya seperti bulan April sampai pertengahan Juni.

    Sementara pada bulan November hingga Desember, harga emas cenderung meningkat.

    4. Emas Apa yang Harus Diinvestasikan?

    Lebih baik menginvestasikan emas logam mulia atau batangan bersertifikat kemurnian emas. Atau emas digital yang tidak memakan biaya cetak dan praktis disimpan.

    Hindari berinvestasi dengan perhiasan karena harga jual cenderung lebih rendah dari harga beli, dan ini adalah cara investasi emas yang paling umum diketahui.

    5. Di mana Tempat Membeli dan Menyimpan Emas?

    Cari informasi sebanyak-banyak untuk mencari tempat membeli emas secara resmi dan membandingkan harga emas resmi di bank atau aplikasi online dengan tempat-tempat penjualan emas tersebut.

    Cari harga terbaik dengan membandingkan beberapa tempat terpercaya. Jangan terburu-buru membeli emas hingga merugi karena harganya sedang rendah.

    Hindari pihak-pihak yang menawarkan proses cepat dalam berinvestasi. Bagi yang ingin membeli emas digital, perhatikan juga reputasi penjual agar aman.

    Setelah membeli emas, Anda bisa menyimpannya di dalam brankas rumah yang terbuat dari baja atau safe deposit box (SDB) di bank atau tempat resmi lainnya. Ini dipandang sebagai cara investasi emas paling efisien. Padahal, kelebihan dari berinvestasi emas digital adalah Anda tidak perlu memikirkan di mana akan disimpan.

    6. Cara investasi emas – Apakah Emas yang Dibeli Asli?

    Bagi yang berinvestasi emas batangan, pastikan tingkat kemurniannya 99,99%. Keaslian emas bisa dilihat dari sertifikat dan cap yang menandakan kadar fineness (1-999 atau 9.999) atau karatnya (10K, 14K, 18K, 22K, atau 24K).

    Selain itu, gosok pinggiran emas dengan jari. Apabila palsu akan menunjukkan perubahan warna. Cermati juga secara fisik apakah ada cacat/tidak mulus.

    Tak ada kata terlalu dini atau terlambat dalam mengetahui cara investasi emas terbaik. Bagi pemula, gali informasi sebanyak-banyaknya sebelum memulai.

    Hal ini dikarenakan cara investasi emas paling mujarab lebih baik dilakukan dalam jangka waktu yang relatif lama seperti minimal lima tahun agar mendapat manfaat yang optimal.

    Maka dari itu, untuk investasi yang memakan waktu lama perlu persiapan yang matang.

    Cek harga emas terbaru setiap hari dengan mengunduh aplikasi Pluang, yuk!

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Emas Sebagai Aset Diversifikasi

    Cara Mengelola Risiko Investasi Emas

    Apa Hukum Membeli Emas Digital? ini Fatwa MUI yang mengaturnya

    Mengapa Harus Investasi Emas?



    Sumber : pluang.com

  • Mau Raih Keuntungan Investasi Emas? Begini Caranya!

    Keuntungan Investasi Emas? Setiap investor pasti mau mendapatkan profit dari setiap instrumen investasinya. Salah satu instrumen investasi yang menguntungkan yaitu emas. Tak bisa dimungkiri, keuntungan Invesatasi Emas adalah jalan yang paling diincar bagi investor pemula.

    Namun, tidak semua investor mengetahui cara mendapatkan Keuntungan Investasi Emas. Nah, lewat artikel ini kita akan membahas bagaimana cara investasi emas yang menguntungkan.

    Investasi Emas, Ini 3 cara memperoleh keuntungannya!

    1. Tentukan Tujuan Berinvestasi Emas

    Berinvestasi emas bertujuan menyiapkan kebutuhan biaya untuk masa depan. Bisa untuk 3, 5, 10 atau bahkan lebih dari 10 tahun mendatang.

    Lama waktu investasi setiap orang berbeda sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, kita berinvestasi emas untuk 3 tahun mendatang guna modal usaha.

    Atau, kita berinvestasi emas untuk 5 tahun mendatang guna membeli properti. bisa juga, kita berinvestasi emas untuk 10 tahun mendatang guna memberangkatkan orang tua ziarah atau naik haji, dan lain sebagainya.

    Atau bahkan bila kita merupakan pasangan muda, maka kita berinvestasi emas untuk menyiapkan biaya pendidikan anak sekolah. Supaya, anak-anak kita kelak bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas tinggi dari keuntungan investasi emas.

    Seperti artikel sebelumnya, 4 Cara Tepat Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak, kita diajak untuk menjadi orang tua yang bijak.

    Meski kita sudah merencanakan dengan bijak, tapi kita harus melihat kemampuan keuangan juga dalam berinvestasi. Supaya, kita tidak mengalami masalah keuangan di kemudian hari.

    Pada artikel sebelumnya tentang, Yuk, Mengenal Investasi!, memberikan gambaran kepada kita tentang presentase pengelolaan penghasilan dalam berinvestasi. Menurut Safir Senduk, seorang perencana keuangan pertama di Indonesia, agar kita bisa memiliki passive income maka kita perlu mengalokasikan penghasilan pokok kita ke dalam beberapa pos berikut ini.

    • 10% untuk investasi & tabungan.
    • 10% untuk asuransi.
    • 30% untuk cicilan utang atau dana darurat.
    • 50% untuk biaya hidup sehari-hari.

    Nah, dari 10% tersebut kita perlu mendiversifikasi uang kita ke dalam beberapa instrumen investasi. Tentu, salah satunya adalah emas.

    Namun, untuk berinvestasi emas baik secara fisik (emas logam mulia) maupun online (tabungan & cicilan emas), kita disarankan untuk membeli emas dalam jumlah gram yang kecil tapi kuantitas yang banyak demi keuntungan investasi emas yang maksimum. Sebab, kita bisa menjual emas yang kita miliki dengan mudah pada waktu mendatang.

    Baca Juga: Kenapa Kamu Harus Menabung Emas Online? Cari Tahu Jawabnnya Disini!
    Cara investasi emas yang menguntungkan

    2. Pantau Laju Harga Emas

    Setiap barang yang memiliki nilai jual pasti bersifat fluktuatif (naik-turun). Namun, tidak berlaku bagi instrumen investasi emas. Sebab, instrumen ini cenderung naik dari waktu ke waktu.

    Bila kita mau mendapatkan keuntungan yang besar, maka kita perlu rajin memantau perkembangan harga emas. Tujuannya, kita bisa tahu apa langkah yang harus dilakukan dalam bertransaksi, kapan waktu yang tepat untuk membeli & menjual emas yang kita miliki.

    Tentu, kita bisa menjual emas yang kita miliki saat harganya sedang naik, dan membeli saat harga emas sedang turun.

    Baca Juga: Q1 2020, Pendapatan Facebook Menurun, Apa yang terjadi?

    3. Bertransaksi & Menyimpan Emas di Tempat yang Aman dan Terpercaya

    Emas bisa dikategorikan sebagai salah satu barang berharga. Menyimpan emas bisa memiliki risiko kehilangan atau kerusakan.

    Kerentanan ini perlu kita minimalisir. Bila kita mau berinvestasi emas logam mulia, maka kita bisa bertransaksi emas logam mulia dari ANTAM atau unit bisnisnya.

    Dan, bila kita mau menyimpan emas logam mulia, maka kita perlu menyimpannya di safety box dari lembaga kredibel yang berwenang & terpercaya. Namun, bila kita mau berinvestasi emas berupa tabungan & cicilan emas, maka kita bisa bertransaksi situs pluang. Sebab, pluang merupakan lembaga yang aman, terpercaya, serta mudah & cepat likuiditasnya.

    Nah, dari penjelasan di atas apakah sudah memahami bagaimana cara mendapatkan keuntungan investasi emas yang maksimum? Yuk, investasi emas sekarang juga!

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!



    Sumber : pluang.com

  • Tips Menabung Emas Berkala Supaya Makin Untung

    Generasi baby boomer atau milenial kemungkinan besar akrab dengan lagu “bang bing bung, yok kita nabung, tang ting tung, hey, jangan dihitung, tahu-tahu kita nanti dapat untung”. Kamu bisa cari lirik lengkapnya di mesin pencari Google. Inti lagu tersebut ialah ajakan untuk menabung. Tentu saja, ajakan ini juga berlaku untuk tips menabung emas.

    Kita semua paham manfaat menabung. Tapi, tidak seperti lirik lagu yang dipopulerkan Trio Kwek-kwek tersebut, jumlah tabungan harus dihitung agar kita bisa mengetahui dan merencanakan finansial kita.

    Saat ini, tabungan tidak lagi sebatas uang yang kita simpan di bank. Banyak jenis tabungan yang beredar di pasar investasi. Menabung emas contohnya.

    Secara garis besar, konsep tips menabung emas mirip menabung uang di bank. Alih-alih mengumpulkan uang, kita membeli emas sedikit demi sedikit dalam jangka waktu tertentu.

    Nah! Begini Tips Menabung Emas!

    Dalam menabung emas, lebih baik jika kita menggunakan teori Dollar Cost Averaging (DCA). Sejatinya, DCA diterapkan dalam investasi saham.

    Penemu teori ini percaya, bila kita membeli saham secara berkala, keuntungan yang kita raih lebih besar dibandingkan membeli saham secara sekaligus di depan atau lump sum.

    Anggaplah kita punya modal Rp12 juta untuk diinvestasikan di pasar modal dengan membeli saham dengan asumsi return 20% dalam setahun. Dengan metode investasi secara sekaligus, asumsi penghasilan 20%, pada akhir tahun, modal ini berkembang menjadi Rp14,4 juta.

    Kelemahan metode ini ialah pasar modal tidak terprediksi. Bahkan ada kalanya, saham tidak bisa mencapai return sebesar 20% dalam setahun. Harga saham fluktuatif alias cenderung naik dan turun.

    Lantas bagaimana? Metode DCA bisa jadi jawaban. Melalui metode ini, kita melakukan investasi secara berkala, sejumlah Rp1 juta per bulan tanpa memikirkan kenaikkan atau penurunan harga. Yang paling penting adalah jumlah dan waktu yang konsisten.

    Baca Juga: Mengenal Konsep Dollar Cost Averaging

    Cara Menabung Emas

    Metode DCA juga bisa diterapkan dalam investasi emas. Ambil contoh pergerakan harga emas dalam negeri selama 10 bulan terakhir.

    Berikut adalah perbandingan antara jika kita investasi di emas secara sekaligus di depan (contoh Rp10 juta), dibanding jika kita melakukan investasi secara berkala (contoh Rp1 juta per bulan selama 10 bulan). Beda kan hasilnya? Bahkan dengan perhitungan jangka panjang perbedaannya bisa semakin lebar! 

    Menggunakan data harga emas selama 10 bulan terakhir, tabil di atas menunjukkan perbedaan hasil jika menggunakan metode Lump Sum dibanding DCA. Dengan menggunakan metode DCA, kamu tidak usah pusing memantau harga, namun tetap lebih beruntung! Gampang kan??
    Metode investasi DCA sudah terbukti lebih efektif dibanding melakukan investasi secara sekaligus.

    Jika kamu investor pemula dengan modal yang kecil, kamu bisa mempertimbangkan metode menabung emas secara berkala. Apalagi jika kamu mengandalkan gaji bulanan sebagai sumber dana investasi.

    Metode investasi DCA sudah terbukti lebih efektif dibanding melakukan investasi secara sekaligus. Metode ini digunakan oleh investor terkenal Warren Buffett selama berpuluh-puluh tahun, sehingga dia menjadi salah satu orang terkaya di dunia seperti sekarang ini!

    Semoga setelah membaca artikel ini, kamu bisa semakin memahami konsep menabung emas. Pilih metode yang sesuai dengan karakter dan kebutuhanmu. 

    Yuk mulai menabung emas di Pluang!

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Baca Juga:

    Minimalisir Resiko Investasi dengan Strategi Dollar Cost Averaging, Begini Caranya!

    Jika Kita Investasi Emas 10-2- Tahun Lalu, Berapa Ya Cuannya Hari Ini?



    Sumber : pluang.com

  • Konsep Inner Scorecard dalam Investasi

    Inner Scorecard adalah konsep yang dipakai Warren Edward Buffett dalam berinvestasi. Lalu ada yang tahu siapa investor tersukses di dunia? Iya! Dia adalah Warren Edward Buffett. Ia merupakan seorang komisaris, direktur utama dan pemegang saham terbesar hingga kurang lebih $119,000 di Berkshire Hathaway. 

    Ini pun membuat namanya kerap disebut menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Seperti tahun 2015, Forbes mengatakan Buffett menjadi orang terkaya ketiga di dunia.

    Estimasi budget yang ia miliki hingga sekarang berjumlah $62 miliar. Tak hanya itu, ia juga dinobatkan menjadi salah satu orang paling berpengaruh di dunia oleh majalah Time pada tahun 2012.

    Penasaran bagaimana bisa menjadi salah satu investor sukses sepertinya? Ia berbagi nasihat yang ia dapat dari sumber inspirasinya yaitu ayahnya.

    Baca Juga: Investasi ala Warren Buffett: Cara terbaik Kelola kekayaan

    Prinsipnya inipun yang ia ikuti hingga ‘sebesar’ sekarang. Menurutnya, semua orang bisa menjadi investor yang sukses. Hanya butuh satu prinsip utama yaitu milikilah ‘Inner Scorecard’ dibanding ‘Outer Scorecard’.

    Apa perbedaannya? Outer Scorecard adalah ukuran eksternal yang biasa dilihat oleh orang lain.

    Misalkan apa yang dipikirkan orang lain tentang kamu, citra dan kesuksesan kamu. Semua pandangan mereka mengenai kamu. Hal ini biasanya dikendalikan oleh kesombongan, keserakahan, ego dan ketidakharmonisan hidup.

    Sedangkan Inner Scorecard lebih ke arah internal yaitu melihat bagaimana kamu memandang nilai dan memegang teguh kepercayaan diri sendiri.

    Fokus pada bagaimana melakukan hal yang benar. Bukannya memikirkan hal apa yang akan orang pikirkan tentangmu terus menerus. Hal inilah yang paling sulit diterapkan di dunia bisnis, yaitu menjadi seseorang yang otentik.

    Inner Scorecard inilah yang telah dipegang Warren Buffett dan membuatnya menjadi miliarder hingga sekarang. Butuh waktu yang lama untuk terbiasa namun semua tidak sia-sia bagi Buffett.

    Guy Spier, seorang investor dan penulis buku The Education of a Value Investor mengatakan bahwa salah satu karakteristik Buffett adalah tidak kompromi mengenai standar dan nilai yang ia pegang teguh.

    Ingin menjadi investor sukses seperti Buffett? Tidak ada kata terlambat bagi siapapun untuk memulai.

    Baca Juga: Warren Buffett: Kunci Investasi adalah Kesabaran

    Buffett mengajarkan hal-hal dasar tips sukses untuk investor pemula juga lho. Ia memberikan nasihat bagaimana menerapkan Inner Scorecard yang menjadikannya investor sukses seperti sekarang antara lain:

    Mulai dengan Apa yang Kamu Ajari Kepada Anakmu

    Alice Schroeder, dalam buku The Snowball: Warren Buffett dan Business of Life, mengutip tip pengasuhan anak yang diterapkan Buffett. Yang perlu diajarkan pada anak adalah hal-hal tentang nilai dirinya.

    Jika kamu menekankan atau fokus pada apa yang dunia pikirkan tentang kamu dan anakmu, dan justru lupa tentang bagaimana mereka harusnya berperilaku, makai ia akan berakhir dengan Outer Scorecard.

    Perhatikan Siapa Teman-temanmu

    Berkumpulkah dengan orang-orang yang lebih baik dari mu. Mungkin awalnya akan membuatmu stres atau bingung. Tetapi akan lebih baik daripada berkumpul dengan orang-orang yang tidak lebih baik, dipastikan kamu akan terjerumus juga.

    Diakui atau tidak, lingkungan bisa mempengaruhi dan membentuk diri mu seperti apa di masa depan. Pola pikir, perasaan dan sikap tanpa disadari akan ikut bersama dengan cara berpikir dan bersikap dengan kelompok/lingkungan mu.  Sesederhana itu.

    Dua Peraturan dalam Berinvestasi yang Tidak Boleh Dilupakan

    Buffett mengajarkan filosofi investasi inner scorecard-nya dengan dua peraturan sederhana yaitu: Peraturan pertama, jangan pernah kehilangan uang. Peratuan kedua, jangan pernah melupakan aturan pertama.

    Meski ia seorang miliarder, ia pun pernah kehilangan uang miliaran hingga sekitar $23 miliar ketika tahun 2008.

    Maka belajar dari pengalamannya, ia menasihati kita agar lebih peka saat berinvestasi. Lakukan apa yang harus dilakukan, carilah bisnis yang berkelanjutan dengan reputasi baik, jangan ceroboh dan tebak-tebakan.

    Buffett tidak pernah berinvestasi dengan pikiran siap kehilangan uang, dan kamu juga seharusnya tidak.

    Jangan Ragu Pada Hal Apa yang Paling Penting Bagimu

    Buffett mengajarkan tidak hanya menjadi seorang yang sukses tetapi juga seorang yang benar dengan hidup yang baik. Ia mengajarkan bahwa kesuksesan tidak dilihat dari apa yang telah kamu lakukan tetapi apa yang belum kamu lakukan.

    Dengan semua tuntutan padanya setiap hari, Buffett belajar sejak lama bahwa komoditas terbesar dari semua adalah waktu. Dia hanya berusaha menguasai seni dan praktik menetapkan batas untuk dirinya sendiri.

    Perbedaan orang yang sukses dan yang sangat sukses adalah pada kata ‘tidak’. Orang yang sangat sukses mengenal nilai pada dirinya sehingga berani mengatakan ‘tidak’ pada hal-hal yang tidak penting dan menghalangi tujuannya setiap hari. Tetap fokus dengan mengucapkan ‘iya’ pada hal-hal yang benar-benar penting & berpengaruh pada diri kita.

    Siap menjadi investor sukses seperti Warren Buffett? Ingatlah ucapannya ini yang popular dan menjadi inspirasi orang-orang.

    “The big question about how people behave is whether they’ve got an Inner Scorecard or an Outer Scorecard. It helps if you can be satisfied with an Inner Scorecard.”
    — Warren Buffett

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Simak Juga:

    Apa itu Balanced Scorecard?

    Naik Hanya 11% Saham Warren Buffett Capai Kinerja Terburuk dalam 10 Tahun Terakhir

    Mau Belajar Investasi? 5 Rekomendasi Buku Ini Wajib Kamu Baca!



    Sumber : pluang.com

  • Investasi dengan Membeli Waktu

    Membeli Waktu, dapatkah kita membeli waktu? Waktu yang sudah berlalu tak akan bisa terulang kembali. Itulah yang membuat istilah YOLO atau you only live once sangat populer dan diamini banyak orang.

    Kalau sadar hidup hanya sekali, tentu kamu tidak mau menyia-nyiakannya. Lalu, bagaimana agar hidupmu yang singkat bisa digunakan maksimal untuk menghasilkan uang yang banyak?

    Waktu versus uang

    Penulis buku “I Will Teach You How to be Rich” dan lulusan Stanford, Ramit Sethi, menemukan paradoks tersembunyi antara waktu dengan uang. Menurut pengamatan financial guru ini, kebanyakan orang yang mapan secara finansial justru kehilangan waktu secara sia-sia.

    Orang-orang yang punya penghasilan tinggi dan tajir kerap memilih menghabiskan waktu ketimbang uang. Padahal, mereka sangat mudah mendapatkan uang. Tapi, sama seperti semua orang di dunia, mereka tidak bisa memutar ulang waktu.

    Ramit bercerita tentang rekannya yang punya penghasilan lebih dari US$750.000 (Rp10.743.187.500) per tahun. Rekannya terus-menerus mengeluh betapa sibuknya dia dan betapa waktu 24 jam tidak cukup untuknya.

    Di sisi lain, rekannya ini masih melakukan aktivitas yang seharusnya bukan prioritas lagi, seperti belanja kebutuhan sehari-hari di supermarket. Ketika Ramit menyarankan agar rekannya menggunakan jasa orang lain berbelanja untuk dia, rekannya terkejut bukan main.

    Sepertinya rekan Ramit tidak pernah memikirkan opsi untuk membayar orang lain melakukan hal untuknya, seperti belanja. Padahal, penghasilan US$750.000 per tahun tentu sangat cukup untuk meng-cover biaya seperti itu.

    Inilah paradoks yang ditemukan Ramit pada golongan orang-orang tajir. Banyak orang mengklaim bahwa mereka menghargai waktu daripada uang.

    Namun, jika kamu melihat kalender mereka, kamu akan menemukan bahwa yang terjadi adalah sebaliknya. Mereka lebih memilih menghemat uang ketimbang menghemat waktu.

    Baca Juga: Kaum Milenial, Berapa Banyak Investasi yang mesti Kamu Punya?

    Membeli waktu

    Uang bisa dicari, tapi bagaimana dengan waktu? Menurut Ramit, waktu bisa dibeli. Caranya dengan mendelegasikan hal-hal yang mendistraksi kamu dari produktivitas kepada orang lain. Tentu saja kamu harus mengeluarkan sebagian dana untuk kepentingan ini.

    Ketika kamu memulai karir atau bisnis, wajar bila kamu menganggap uang lebih berharga daripada waktu. Tapi seiring perkembangan karir atau bisnis, hal itu tidak berlaku lagi.

    Banyak orang mengatakan mereka lebih menghargai waktu ketimbang uang. Tapi realitanya tidak demikian. Ramit bilang ini bisa terjadi tanpa disengaja karena beberapa orang memang terbiasa untuk menghemat uang dibandingkan menghemat waktu.

    Memang masih banyak orang yang menganggap orang kaya itu sombong karena bepergian dengan pesawat kelas bisnis. Masyarakat berpikir itu buang-buang uang.

    Kalau penghasilanmu Rp10 juta per bulan, membeli tiket pesawat kelas bisnis senilai Rp5 juta tentu tidak masuk akal. Tapi ketika penghasilanmu Rp100 juta per bulan, menghabiskan Rp5 juta untuk tiket pesawat kelas bisnis justru dapat membuat kamu semakin produktif. Kamu bisa menikmati penerbangan tanpa gangguan atau ketidaknyamanan yang bisa menurunkan produktivitasmu.

    Apakah ini terlihat seperti pamer? Ramit membantah. Pada dasarnya, sehari-hari hampir semua orang suka “membeli waktu” namun tidak menyadarinya.

    Contohnya dengan makan di luar, kamu membayar orang untuk memasak untukmu. Dengan menaruh baju kotor di binatu, kamu membayar jasa orang untuk mencuci bajumu.

    Namun jangan buru-buru membeli waktu sebanyak mungkin yang kamu bisa. Cobalah dengan membeli waktu sejam per minggu.

    Baca Juga: Catat! Kapan Waktu yang Paling Tepat Untuk Membeli Saham?

    Delegasikan aktivitas yang tidak kamu suka, seperti mencuci baju, membersihkan rumah atau belanja di supermarket. Cari solusi agar alih-alih mengerjakan aktivitas tersebut, kamu menggunakan waktumu untuk bekerja atau berbisnis.

    Ketika kamu sudah mampu secara finansial untuk membeli kembali waktumu, bukan berarti kemudian semuanya didelegasikan. Kamu juga harus memikirkan bagaimana cara kamu memanfaatkan waktu itu untuk menjadi lebih produktif.

    Menurut Ramit, kuncinya adalah bertanya pada diri sendiri: Apa yang saya dapatkan dari itu?

    Jadi, ketika kamu sudah mengeluarkan uang untuk menghemat waktu, kamu harus dapat menghasilkan sesuatu yang lebih lagi.

    Kamu bisa memanfaatkan waktu untuk belajar berinvestasi agar pendapatan kamu semakin bertumbuh. Jadi apa yang kamu terima nantinya setimpal dan bahkan lebih dari yang kamu keluarkan.

    Setelah membaca penjelasan di atas, kamu lebih pilih hemat uang atau waktu nih?

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Simak Selengkapnya:

    Apa itu Margin?

    Newbie di Bursa Saham? Ini 4 Cara Aman Berinvestasi Bagi Pemula



    Sumber : pluang.com