Author: 08

  • Harga Emas Naik Turun, Bagaimana Cara Prediksi?

    Harga emas naik turun, memang harga emas selalu berubah-ubah. Salah langka atau tidak sabar bisa berdampak buruk.Ingin memulai investasi emas? Amati dahulu bagaimana pergerakan harga emas sebelum memutuskan membeli emas.

    Mengetahui pergerakan emas bermanfaat supaya bisa memilih ‘timing’ yang cocok untuk membeli atau menjual emas. Untuk mempelajari bagaimana pergerakan harga emas akan naik atau turun, pahami dahulu apa penyebab harga emas bisa berubah setiap harinya.

    Biasanya banyak orang paham pengerakan emas dipengaruhi oleh situasi perkembangan dunia. Namun ada faktor lain di sekitar kita yang mempengaruhi.

    Perubahan Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat

    Harga emas dan nilai tukar dolar AS selalu berlawanan. Jika harga dolar menguat, maka harga emas akan menurun. Begitupun sebaliknya.

    Ini menandakan membaiknya ekonomi AS membebani turunnya harga emas karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor. Maka, nilai tukar dolar bisa menjadi patokan kamu kapan harus membeli atau menjual emas.

    Terjadinya Inflasi

    Apabila terjadi inflasi, maka harga emas cenderung naik. Karena saat inflasi, nilai uang turun, maka orang mencari alternatif alat tukar lain yang lebih berharga seperti emas.

    Akibatnya, permintaan emas meningkat yang membuat harga emas cenderung akan naik. Setiap negara memiliki prediksi inflasi. Jika prediksi tersebut meleset, maka orang-orang umumnya akan membeli emas.

    Kenaikan Tingkat Suku Bunga

    Suku bunga juga bisa menjadi patokan kapan waktu yang tepat membeli atau menjual emas. Ketika suku bunga naik, maka harga emas akan turun.

    Begitu juga sebaliknya, apabila suku bunga melemah, harga emas akan mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan apabila suku bunga sedang tinggi maka dapat menarik masyarakat untuk menyimpan uangnya di bank.

    Pengaruh Industri yang Berbahan Baku Emas

    Kelebihan atau kekurangan produksi emas dapat mempengaruhi harga emas. Apabila produksi emas berlebihan, hai ini dapat membuat harga emas turun.

    Namun, di sisi lain jadi membebani para produsen emas, apabila stok emas berlebihan maka hutang perusahaan-perusahaan produsen emas ini akan semakin meningkat dan kesulitan untuk mengembangkan usaha.

    Apabila produksi emas mengalami kesulitan, misalkan karena permintaan perhiasan, medis atau elektronik yang menggunakan bahan baku emas mengalami peningkatan, maka emas menjadi langka.

    Hal ini membuat harga emas menjadi naik. Alasan lain yang menyebabkan produksi emas mengalami kesulitan karena proses penambangan emas yang rumit, harga emas akan melonjak karena stok emas terbatas.

    Terjadinya Krisis Global

    Situasi perekonomian dunia yang tidak menentu seperti perang atau panasnya situasi politik di suatu negara bisa berdampak pada harga emas. Misalkan, saat krisis terjadi pada negara-negara besar, maka orang-orang akan panik dan mulai berinvestasi emas dalam jumlah besar.

    Maka ketika permintaan akan emas naik, harga emas pun melonjak. Permintaan emas tidak hanya bisa berasal dari masyarakat, tetapi juga dari bank-bank sentral dunia.

    Bank-bank tersebut bisa memonopoli pembelian emas dalam jumlah besar. Emas yang langka bisa membuat harga emas naik. Sebaliknya, jika permintaan emas rendah, harga emas akan cenderung turun.

    Baca Juga: Kulgram ‘ Kenapa Harga Emas Naik-Turun?’ Bersama Claudia, coFounder Pluang

    Harga Emas Naik Turun, Bagaimana Cara Prediksinya
    Harga Emas Naik Turun, Bagaimana Cara Prediksinya

    Lalu bagaimana harga emas di Indonesia? Sesuai faktor di atas, para investor bisa melihat apakah ekonomi AS sedang membaik atau adakah ancaman krisis di AS atau Eropa.

    Apabila mata uang negara-negara tersebut membaik, maka harga emas bisa merosot. Misalkan tahun 2018, mata uang dolar AS menguat karena munculnya ketegangan geopolitik, perang dagang dan kenaikan suku bunga. Maka para investor lebih tertarik menyimpan dolar AS yang membuat harga emas turun.

    Kemudian untuk menentukan kapan saat tepat membeli emas, faktor-faktor di atas bisa menjadi patokan. Selain melihat saat harga emas turun, pilihlah saat dana kamu siap dialokasikan untuk investasi jangka panjang.

    Jika ingin mempermudah melihat cara pergerakan nilai emas, bisa mengunduh aplikasi Pluang atau melihat website Pluang.com. Di segmen ‘Harga Emas Hari ini’ kamu bisa melihat harga emas terkini dari berbagai sumber seperti Pluang (emas), Indogold, Tokopedia, Pengadaian, dll.

    Grafik ini selalu diperbarui setiap harinya. Kamu juga bisa melihat pergerakan emas dari waktu ke waktu seperti tiap hari, perminggu, perbulan pertiga bulan bahkan sampai pertahun. Ini membantu untuk menganalisa dan memprediksi harga emas.

    Setelah melihat pergerakan emas dan sudah yakin untuk berinvestasi, aplikasi ini juga menyediakan fasilitas jual beli emas secara online. Pembelian bisa dimulai dari nominal kecil dan ‘ditabung’ di aplikasi Pluang sehingga tidak perlu biaya penyimpanan atau biaya cetak emas. Jadi, sudah siap membeli emas?

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Baca Selengkapnya:

    Pergerakan Harga Emas Indonesia Vs Harga Emas Dunia

    Beli Rumah dari Tabungan Emas? Bisa, Hitung Dulu Anggaran Yuk!

    Suku Bunga Pengaruh Investasi? Ini 3 Sektor Vital yang Terkena Imbas



    Sumber : pluang.com

  • Ini 5 Alasan Utama Investasi Emas Batangan yang Harus Kamu Ketahui!

    Emas telah menorehkan sejarah panjang dalam dunia investasi. Namun begitu, masih banyak orang yang masih ragu menanamkan modalnya untuk berinvestasi logam mulia secara fisik seperti emas batangan maupun emas berjangka.

    Tidak mengapa. Kalau investasi emas berjangka masih kamu anggap rumit, kamu bisa mulai berinvestasi emas fisik. Mungkin setelah membaca artikel ini, kamu jadi lebih yakin untuk menginvestasikan dana yang kamu miliki untuk membeli emas.

    Ada banyak sekali alasan memilih emas untuk menambah aset kamu di masa depan. Sudah banyak orang yang membuktikan bagaimana emas membantu menjaga stabilitas finansial mereka. Bahkan tidak sedikit orang tua yang ketika ditanya pendapat soal investasi akan merekomendasikan emas fisik.

    Baca Juga: Ada Nggak Sih Pajak Penjualan Emas Batangan dan Bagaimana Perhitungannya?

    Inilah 5 alasan utama kamu harus menambahkan emas fisik atau dalam portofolio investasi kamu:

    Menawarkan Stabilitas

    Hidup serba tidak menentu. Namun, semua orang butuh kepastian. Di sinilah peran emas fisik dalam portofolio investasi kamu. Ketika kondisi ekonomi, baik dalam negeri maupun secara global, sedang kacau bahkan dalam saat krisis pun emas tetap bergeming.

    Ketika krisis ekonomi terjadi, hampir semua instrument investasi ikut terguncang. Akan tetapi, emas justru bisa diandalkan dalam masa-masa buruk ekonomi ini. Kamu bisa merasa aman bila sudah menyimpan emas fisik dalam portofolio kamu.

    Dus, ketika krisis terjadi, harga saham atau nilai tukar kebanyakan mata uang anjlok, harga emas malah cenderung naik. Inilah keunggulan emas yang menawarkan stabilitas saat terjadi ketidakpastian ekonomi.

    Mudah Didapat

    Kamu hanya bisa membeli saham di pasar modal. Sementara, untuk membeli properti, kamu harus melakukan riset dan survei yang memakan waktu.

    Tidak begitu halnya kalau kamu mau membeli emas. Emas batangan bisa dibeli di perusahaan yang memproduksi emas batangan.

    Selain itu, beberapa toko emas, hingga perusahaan pegadaian juga menawarkan emas fisik. Kamu bisa membelinya dengan syarat kelengkapan sertifikat keaslian.

    Seiring perkembangan teknologi, banyak pula bermunculan aplikasi yang dapat membantu kamu berinvestasi emas. Namun, jangan asal pilih aplikasi investasi ya.

    Pilih yang sudah resmi memiliki sertifikasi dari BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) seperti PT PG Berjangka yang merupakan pengelola produk investasi dari Pluang. Dengan begitu, kamu akan merasa aman dan tenang dalam menginvestasikan uang. 

    Tidak Lekang Oleh Waktu

    Investasi properti memang menggiurkan, tapi butuh biaya perawatan yang cukup tinggi. Pasalnya, properti harus cenderung direnovasi demi terjaganya kualitas. Akan tetapi, emas fisik tidak demikian.

    Kondisi rumah atau apartemen yang kamu beli sekarang semakin lama akan memburuk. Sementara, kualitas emas yang kamu beli saat ini akan stabil sampai bertahun-tahun ataupun berpuluh-puluh tahun. Syaratnya tentu disimpan dengan baik.

    Sangking awet, emas bahkan bisa diteruskan dari generasi ke generasi. Jadi kalau kamu membeli emas sekarang, kamu bisa mendistribusikannya untuk anak atau mungkin cucu untuk menjamin finansial mereka di masa depan.

    Minim Perawatan

    Memang kamu mungkin butuh merogoh kocek untuk penyimpanan emas, misalnya untuk membeli loker atau menitipkan emas di bank. Tapi, emas tidak akan usang atau keropos.

    Logam mulia ini awet bertahun-tahun. Wajar saja bila banyak investor mengandalkan emas untuk investasi jangka panjang.

    Imbal Hasil Menarik

    Last but not least, emas menawarkan imbal hasil yang menarik. Harga emas sudah terbukti terus naik dalam jangka panjang.

    Untuk membeli properti, kamu harus mengumpulkan uang dalam jumlah yang cukup besar. Sementara, emas bisa dibeli dalam skala kecil untuk kemudian dikumpulkan sampai kamu bisa memenuhi tujuan keuanganmu.

    Merujuk grafik di The Financials.com, dalam tiga tahun terakhir, harga emas sudah naik 11,40% menjadi US$1.516,40 per oz. Di dalam negeri, harga emas Antam pada Rabu, 21 Agustus 2019 ada pada level Rp756.000 per gram alias naik sekitar 24% dari Rp609.000 per gram.

    Jadi, apakah kamu tertarik membeli emas secara fisik? Jangan ditunda-tunda lagi ya!

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Simak Selengkapnya:

    Mengapa Harus Investasi Emas?

    Sudahkah Kamu Mengenali 4 Jenis Emas Ini Sebelum Mulai Investasi?

    Seberapa Penting Membicarakan Masalah Keungan dengan Pasangan?



    Sumber : pluang.com

  • Pilih Menabung atau Investasi?

    Seperti yang ditulis dalam artikel sebelumnya, ada perbedaan mendasar antara menabung dengan investasi. Namun, masih banyak orang yang tidak tahu bagaimana mengimplementasikannya dalam perencanaan keuangan, baik pribadi maupun keluarga. Maka dari itu kamu harus mengetahui manfaat menabung dan berinvestasi.

    Sejatinya, prinsip menabung dan investasi memang jarang sekali dibicarakan dalam keluarga. Begitu juga dengan di sekolah.

    Kecuali kamu merupakan anak dari investor atau bankir, rasa-rasanya kecil kemungkinan kamu diajarkan perbedaan kedua hal fundamental ini oleh orang tua kamu. Di kampus pun, kalau kamu tidak mengambil jurusan yang berkaitan dengan ekonomi, dosen tidak akan mendiskusikannya di kelas tentang manfaat menabung.

    Padahal, di dunia nyata, terutama saat kamu mulai bekerja dan tuntutan finansial semakin tinggi, penting sekali untuk mengetahui prinsip menabung dan investasi.

    Kegagalan mengetahui topik ini bisa membuat pengelolaan uang kamu tidak maksimal. Dengan kata lain, aset kamu tidak berkembang optimal.

    Sudah banyak kasus orang yang kehilangan uangnya meski punya portofolio keuangan yang bagus karena tidak bisa membedakan peran tabungan dan investasi dalam perencanaan keuangan mereka maka dari itu manfaat menabung sangat penting. Jikalau kamu tidak mau mengalami hal itu, ada baiknya pelajari lagi perbedaan prinsip menabung dan investasi berikut ini:

    Apa itu menabung?

    Pada dasarnya, manfaat menabung adalah menyimpan uang tunai di mana pun tempatnya, asalkan aman. Namun yang seringkali dilupakan, ketika menabung, pastikan bahwa kamu bisa mengakses uang tunai tersebut secara mudah dan cepat.

    Para perencana keuangan menyebut simpanan uang tunai ini sebagai dana darurat alias dana yang disiapkan ketika kondisi darurat terjadi. Tentu saja, ketika situasi tersebut terjadi, kamu membutuhkan dana dengan cepat. Pastikan kamu bisa memegang uang tunai tersebut dalam dua hari.

    Dengan demikian, kamu bisa simpan uang kamu di rumah, dalam bentuk tabungan bank, atau instrumen lain yang proses pencairannya praktis dan cepat. Kalau simpan di rumah, ada rIsiko hilang.

    Pilihan yang umum ialah tabungan di rekening bank, yang rIsiko hilangnya kecil dengan potensi bunga yang kecil pula. Namun, perlu diperhatikan juga potongan-potongan biaya yang seringkali tidak kita sadari.

    Baca Juga: Dana Darurat: Bagaimanakah Cara Mempersiapkannya?

    Alternatif untuk menyimpan uang tunai atau dana darurat ada pada instrumen seperti deposito dan reksadana pasar uang. Namun, kamu harus pastikan juga lama dan prosedur pencairannya agar tidak membuat kamu sakit kepala saat membutuhkan uang dalam waktu mepet.

    Meskipun tidak diberitakan secara massal, ada informasi bahwa banyak manajer hedge fund sesegera mungkin mencairkan dana mereka ketika muncul spekulasi krisis global pada 2008 – 2009.

    Demikian halnya dengan banyak investor pada masa Great Depression di Amerika Serikat. Mereka selamat dari salah satu masa terkelam ekonomi di dunia itu karena menyimpan uang tunai, meskipun mereka tahu risiko kerugian karena uangnya tidak berkembang.

    Bagaimana menginvestasikan uang?

    Sampai di sini, kita sepakat bahwa semua orang harus menabung atau menyimpan dana darurat di tempat yang nyaman dan aman. Andaikan kamu mau membangun rumah finansial, anggaplah menabung sebagai tahap membuat fondasi bangunan.

    Sekarang mari lanjut dengan memahami investasi. Pada intinya, investasi adalah proses menggunakan uang atau dana yang kamu miliki untuk membeli aset yang menurutmu akan berkembang secara aman dan menghasilkan bunga yang diharapkan.

    Meskipun sebagai investor kamu harus menyaksikan volatilitas atau pergerakan harga yang fluktuatif dari aset tersebut. Kemudian kita beranjak pada perbedaan prinsip menabung dan investasi dalam praktek perencanaan keuangan kamu.

    Pertama, jumlah tabungan atau dana darurat kamu harus bisa membiayai semua pengeluaran rutin kamu, seperti belanja kebutuhan sehari-hari, cicilan, premi asuransi, dan kebutuhan lain selama enam bulan.

    Dengan demikian, kalau pun kamu kehilangan sumber pendapatan, kamu masih bisa menjalani hidup tanpa tekanan tinggi sampai mendapatkan sumber pendapatan baru.

    Prinsip kedua, untuk memenuhi tujuan finansial kurang dari tiga tahun sebaiknya prioritaskan menyimpan dana segar atau likuid. Alasannya, investasi seperti saham, dalam jangka pendek sangat volatil, bahkan nilainya berpotensi rugi sampai 50% dalam setahun.

    Sementara instrumen investasi lain, seperti emas atau properti, tidak likuid karena cukup sulit untuk dicairkan.

    Kedua prinsip ini sangat mendasar dan seharusnya bisa dipraktekkan dalam perencanaan keuangan kamu. Karena kalau kamu berinvestasi tanpa memegang prinsip ini, risiko investasi kamu akan sangat tinggi.

    Tapi jangan khawatir kalau kamu sudah kadung berinvestasi. Segera alokasikan dana darurat ini pada instrumen yang aman dan likuid. Selamat menabung dan berinvestasi!

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Simak Selengkapnya:

    Jangan Boros dengan Dana Daruratmu, Ini 5 Strategi Aman Hadapi Krisis

    Bisa Bantu Saat Krisis, Ini 5 Trik Memulai Dana Darurat Tanpa Ganggu Cashflow

    Apa itu Penerima Manfaat (Beneficiary)?



    Sumber : pluang.com

  • Margin of Safety, Kenali Konsep Terpenting di Investasi

    Salah satu kutipan yang populer dari Warren Buffett adalah “tiga kata paling penting dalam investasi adalah margin of safety”. Apa itu Margin of Safety?

    Apabila diterjemahkan, nama lainnya adalah Batas Keamanan. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Benjamin Graham, dosen dari Warren Buffett, dan partnernya, David Dodd pada tahun 1928.

    Graham juga memunculkan istilah Margin of Safety sebagai konsep utama dari investasi di bukunya yang berjudul The Intelligent Investor

    Menurutnya, margin of safety adalah selisih antara nilai intrinsik suatu saham dengan harga jual saat ini. Analisa terhadap margin ini sangatlah penting untuk mengetahui untung dan ruginya sebuah investasi.

    Dikarenakan, batas ini dapat menentukan seberapa jauh kita bisa terus menjalani usaha atau menunjukkan usaha tersebut merugi. 

    Margin of Safety – Konsep Investasi Penting yang Perlu Kamu Tahu

    Untuk mahir menentukan Margin of Safety, penting memahami dahulu apa perbedaan antara nilai intrinsik (value) dan harga jual (price). Menurut Warren Buffett, nilai adalah apa yang kamu dapat. Sementara, harga adalah apa yang kamu bayar.

    Apapun yang kita beli, termasuk saham, akan lebih baik bila kita bisa membeli benda/barang yang berkualitas dengan potongan harga.

    Apabila kita aplikasikan kedalam rumus matematika maka Margin of Safety = selisih value dan price per total value dikali 100%.

    Dalam bidang investasi, semakin tinggi Margin of Safety, semakin rendah risiko yang didapat saat berinvestasi pada saham perusahaan tersebut. Begitupun sebaliknya, semakin rendah Margin of Safety, semakin tinggi risikonya. 

     Contoh Sederhana

    Contoh sederhananya adalah apabila kita berniat membeli suatu saham perusahaan yang dijual dengan harga Rp500,- sedangkan nilai intrinsik suatu saham adalah Rp1.000,-. Maka, margin of safety saham tersebut adalah sebesar 50% atau senilai Rp500,-.

    Ini membuktikan kita memiliki batas aman 50% yang berarti cukup besar. Ingatlah, semakin besar marginnya maka semakin kecil risikonya.

    Apa yang terjadi apabila harga jual saham tersebut bernilai Rp800,-? Maka margin of safety berupa 20% atau senilai Rp200,-.

    Risikonya tetap kecil namun lebih aman dibandingkan dengan kasus sebelumnya yang memiliki margin of safety lebih besar, 50%. Kalau batas keamanan besar maka kita lebih tenang dan aman dalam mengantisipasi risiko. 

    Nilai margin of safety ditentukan sesuai dengan kondisi setiap saham. Tidak ada patokan harus berapa nilainya.

    Namun setiap besar kecilnya margin of safety memiliki risikonya masing-masing. Misalkan, kalau nilai marginnya terlalu kecil maka ada risiko harga akan turun.

    Sedangkan kalau marginnya sangat besar akan ada risiko kita tidak dapat memiliki sahamnya karena banyak peminat.

    Metode margin of safety ini mewajibkan kita menetapkan nilai intrinsik/value suatu perusahaan. Ketika mengenali harga tersebut, kita bisa menganalisa apakah harga tersebut jauh di bawah atau di atas harga pasar.

    Maka dari itu, inilah pentingnya margin of safety untuk mengetahui untung atau ruginya seseorang saat berinvestasi. 

    Warren Buffett pun menerapkan konsep mentornya ini pada saat berinvestasi. Ia terlatih dengan sangat luar biasa dalam menentukan nilai intrinsik suatu saham.

    Hal inilah yang membuat ia sukses sampai sekarang. Menurut CEO dari Berkshire Hathaway ini, lebih baik berinvestasi pada perusahaan yang memiliki value yang sangat tinggi dengan harga saham yang masih masuk akal walaupun tidak murah.

    Dibanding berinvestasi pada perusahaan yang nilainya biasa saja meskipun harganya rendah. Dengan kata lain: ada harga, ada barang. 

    Lalu, bagaimana cara menentukan nilai intrinsik suatu saham? Analisalah latar belakang suatu saham dalam jangka waktu 5-10 tahun kebelakang.

    Perhatikan kinerja perusahaan apakah selalu stabil dan baik. Indikator yang bisa dilihat adalah ekuitas dan laba bersih apakah pernah terjadi penurunan tajam atau lonjakan besar.

    Kemudian analisa penyebab dari kejadian tersebut. Ini adalah elemen yang penting karena perusahaan yang memiliki kinerja yang bagus sebelumnya bisa lebih dipercaya akan memiliki kinerja yang baik juga di masa depan. Meskipun tidak ada jaminannya.

    Di samping itu, pahami juga bidang usaha perusahaan tersebut untuk mengetahui nilai intrinsiknya. Ketika kita memahaminya akan lebih mudah memprediksi performa perusahaan tersebut.

    Baca juga:

    Biar Gaji Kecil, Kamu Tetap Harus Bisa Hemat dengan 7 Cara Ini!

    7 Hadiah Ultah Unik dan Romantis buat Pacar pas Kamu On Budget



    Sumber : pluang.com

  • Jangan Ditiru! Ini 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Investor Pemula

    Banyak sekali investor yang tidak tahu apa yang harus mereka ketahui saat hendak mulai berinvestasi. Hal ini bisa dipengaruhi oleh beredarnya pemikiran yang salah namun masih dipercaya. Lalu bagaimana cara investasi untuk pemula?

    Para investor pemula ini pun bisa terjerumus bahkan saat baru ambil langkah awal. Misalkan, harus berani ambil risiko sebesar-besarnya atau anggapan langsung bisa kaya kalau sudah berinvestasi. 

    Simak kesalahan-kesalahan para investor pemula yang kerap dilakukan. 

    Cara investasi untuk pemula – 5 Kesalahan umum yang sering dilakukan

    #1 Hanya berinvestasi di satu tempat

    Membeli satu individu saham adalah kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh para inverstor pemula. Hal ini diungkapkan oleh Thomas Henske, seorang finansial planner yang berasal dari New York.

    Biasanya diawali dengan pemikiran: “Saya akan melakukan riset pada salah satu perusahaan ternama dan paling populer, saya akan pelajarinya perusahaannya secara mendalam, kemudian saya akan memutuskan membeli saham perusahaan tersebut.”

    Strategi yang benar adalah pahami dahulu prinsip utama berinvestasi. Jangan terlalu larut melihat perusahaannya.

    Meskipun perusahaan tersebut sangat ternama dan membuat kita yakin akan mendapat keuntungan yang sangat besar saat mendatang.

    Kenapa? Karena dengan mempelajari dahulu konsep-konsep dasar berinvestasi, maka kamu akan memiliki banyak ilmu dan nilai untuk tindakan investasi selanjutnya. 

    Kemudian, pelajari banyak sektor saham, berbagai kelas aset dan diversifikasi investasi saham. Tidak hanya satu perusahaan saja.

    Ibarat pepatah mengatakan “don’t put all your eggs in one basket”. Ketika saham tersebut tidak berjalan sesuai rencana, maka dampaknya akan sangat besar. 

    #2 Terlalu banyak mikir di awal

    Kesalahan lain yang dilakukan oleh para investor pemula adalah tidak menyadari pentingnya waktu saat berinvestasi. Seperti halnya, pepatah cina mengatakan: “Waktu terbaik pertama untuk menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu. Sedangkan waktu terbaik kedua adalah sekarang.” 

    Kebanyakan orang tahu lebih dahulu dimana mereka akan berinvestasi. Tetapi mereka tidak menyadari apa yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan saat berinvestasi yaitu kesabaran, konsistensi dan waktu (bisa mencapai puluhan tahun).

    Hal yang terpenting adalah jangan terlalu lama larut memikirkan investasi mana yang harus kamu pilih. Mulailah langsung berinvestasi ketika kamu sudah memiliki cukup dana dan merasa siap.

    Perubahan bisa dibuat setelahnya. Kalau tidak mulai, bisa jadi tidak akan pernah dimulai kan?

    Cara investasi untuk pemula #3 Terlalu banyak membandingkan

    Ada banyak tawaran investasi di luar sana yang terlihat menjanjikan. Hal ini kadang membuat kita jadi terlalu banyak membandingkan.

    Misal, membandingkan satu jenis investasi dengan jenis lainnya. Hal ini menjadi kesalahan ketika apa yang dibandingkan tidaklah sama/sebanding. 

    Misalkan, membandingkan keuntungan dari investasi low risk & low return dengan investasi lain yang high risk & high return. Masing-masing memiliki keunggulan dan risikonya.

    Kalaupun satu jenis investasi diikuti dengan high return tentu risikonya pun lebih besar. Maka, jangan dibandingkan dengan investasi yang return kecil namun sebanding dengan risikonya yang lebih kecil.

    Kalaupun mau membandingkan haruslah setipe atau sejenis. Tapi inipun juga mustahil ditemukan. 

    #4 Tergesa-gesa mengambil keputusan 

    Ketika memulai menjadi investor, keinginan untuk selalu fokus pada pergerakan saham pun meningkat. Selalu ter-update dengan informasi kapan saham anjlok atau melonjak setiap waktu.

    Hal ini pun memicu mereka panik/gelisah sehingga mendorong mereka cepat untuk mengambil keputusan.

    Seperti terburu-buru ingin membeli saham ketika harga masih tinggi atau ketakutan sehingga cepat menjual saham ketika kondisinya sedang turun. Mereka pun selalu mengecek portofolio dari waktu ke waktu.

    Langkah yang tepat adalah melihat histori perusahaan kurang lebih 5 sampai 10 tahun yang lalu. Melihat kapan saja saat saham berada di posisi terendah, rata-rata/median dan saat saham tertinggi.

    Saham bisa saja naik turun. Tetapi ketika histori perusahaan menunjukkan tren positif, sewaktu-waktu saham bisa bergerak naik di masa mendatang. Selama perusahaan belum menyentuh titik terendah yang pernah terjadi. 

    Di tahap ini, perlu Anda belajar mengenai fundamental perusahan untuk melihat tren yang terjadi sekarang dan prediksi di masa depan. Ingatlah, Warren Buffett mengatakan “kesabaran adalah aset”.

    Apa yang terjadi ketika Anda terburu-buru mengambil keputusan? Ketika saham bergerak turun sedikit, Anda langsung menjual saham. Namun ternyata di waktu yang panjang, saham kembali melonjak tinggi terus-menerus, Anda pun tidak bisa menikmati keuntungan yang optimal. 

    #5 Tidak berinvestasi pada diri sendiri

    Mudah sekali kita melupakan bahwa  investasi yang terpenting adalah berinvestasi terhadap diri sendiri. Ilmu yang diserap bisa membuat Anda mencapai kesuksesan yang lebih besar dan mengelola keuangan lebih baik.Rob Cavallaro, seorang Chief Investment Officer di New Jersey mengatakan: perubahan ekonomi sekarang bergerak sangat cepat. Maka dari itu, semua investor perlu mengembangkan keterampilan diri agar bisa beradaptasi.

    Nah, jangan sampai kamu melakukan kelima kesalahan di atas ya!

    Baca juga:

    9 Rekomendasi Buku Keuangan Terbaik Ini Dijamin Bikin Kamu ‘Melek’ Finansial

    Kaum Milenial, Berapa Banyak Investasi yang Mesti Kamu Punya?

    Jangan Terjebak, 41 Saham Gorengan Ini Dipantau Ketat oleh BEI

    Menimbang-nimbang, Kapan Sih Waktu yang Tepat untuk Jual/Beli Emas?



    Sumber : pluang.com

  • Mr. Market; Siapa Dia dan Apa Pengaruhnya terhadap Investor?

    Kalau kamu sudah membaca mengenai mentor investasi dunia, Benjamin Graham, dan setidaknya mengetahui karyanya dalam The Intelligent Investor, pasti tokoh Mr. Market sudah tidak asing lagi bagi kamu. Namun, kalaupun masih awam, ini kesempatan kamu mengetahui siapa itu Mr. Market dan apa pengaruhnya bagi investor di seluruh dunia.

    Pada artikel sebelumnya, kita mengetahui bahwa Benjamin Graham ingin para investor menjadi investor yang cerdas. Pada bab ke-delapan dalam buku fenomenal The Intelligent Investor, Graham menciptakan tokoh yang diberi nama Mr. Market pada 1949.

    Kemudian, murid Graham, yaitu Warren Buffet kembali membahas tentang Mr. Market dalam sebuah esai yang diterbitkan pada tahun 1987. Sejatinya, tokoh ini merupakan tokoh fiktif atau karangan belaka.

    Graham berharap, pengenalan akan Mr. Market membuat para investor bisa lebih memahami bagaimana dunia investasi, khususnya pasar modal, bekerja. Dengan demikian, keputusan-keputusan yang diambil di dalamnya menjadi keputusan yang cerdas. 

    Mr Market dan Pengaruhnya Terhadap Investor

    Mari berandai-andai. Kamu memiliki saham senilai US$1.000 di sebuah perusahaan. Kamu memiliki rekan bernama Mr. Market yang setiap hari memberi kamu saran tentang berapa seharusnya nilai saham kamu dan apa yang harus kamu lakukan terhadap saham yang kamu miliki.

    Terkadang, masukan yang diberikan Mr. Market sangat logis dan relevan dengan situasi bisnis perusahaan. Akan tetapi, tidak jarang Mr. Market memberi saran yang konyol karena dia sangat gampang terpengaruh mood, termasuk saat dia girang atau cemas.

    Bahkan banyak pembaca buku The Intelligent Investor menyimpulkan bahwa Mr. Market mengidap penyakit jiwa, yakni manic depressive. Pasalnya, saran-saran yang diberikan Mr. Market sangat bergantung pada perubahan mood-nya.

    Kamu tidak akan bisa menebak saran apa yang diberikan oleh Mr. Market karena tidak ada pola maupun alasan yang rasional di balik saran dari tokoh imajiner tersebut.

    Sebagai investor atau pebisnis handal, apakah kamu mau keputusanmu dalam berinvestasi dipengaruhi oleh saran seperti itu? Sebenarnya tidak ada ketentuan kamu harus mengikuti saran Mr. Market.

    Namun, menurut Graham, akan lebih bijak jika waktu yang kamu punya dihabiskan untuk menganalisa laporan keuangan perusahaan dibandingkan menuruti saran Mr. Market yang sering tidak masuk akal.

    Harga saham yang cenderung naik atau turun setiap hari wajar saja membawa pengaruh pada investor. Akan tetapi, Graham dalam bukunya, terus mengingatkan bahwa investor yang cerdas tidak akan membiarkan pengaruh Mr. Market menguasainya dalam mengambil keputusan membeli atau menjual saham. 

    Pada dasarnya, kenaikan atau penurunan harga saham memang punya pengaruh penting bagi investor.

    Fluktuasi harga memberi kesempatan pada investor untuk membeli dengan cerdas ketika harga turun atau menjual dengan cerdas pula saat harga saham sedang naik. Akan tetapi sesungguhnya, lebih baik bagi investor untuk menaruh perhatian pada hasil bisnis atau pengoperasian perusahaan. 

    Buffet menjulukinya sebagai drunken psycho. Menurut Buffet, pelajaran yang bisa diambil dari tokoh Mr. Market ialah biarkan kondisi pasar menambah pengetahuan kamu mengenai pasar modal, tapi jangan sekali-kali membiarkan pasar menuntun kamu dalam mengambil keputusan.

    Saat pasar memberikan kesempatan bagus, kamu boleh ambil. Namun, jangan sampai pasar mendikte kamu untuk menjual atau membeli saham, tanpa memperhatikan kondisi bisnis perusahaan yang sahamnya kamu miliki.

    Jadi, apa pendapat kamu mengenai Mr. Market?

    Baca juga:

    Jangan Terjebak, 41 Saham Gorengan Ini Dipantau Ketat oleh BEI

    3 Kasus Gelembung Aset dalam Sejarah Investasi yang Perlu Kamu Tahu!



    Sumber : pluang.com

  • Investasi Emas atau Saham, Produk Investasi Mana yang Lebih Baik?

    Persaingan dagang antara Amerika Serikat-Tiongkok mendorong sebagian besar bank sentral dunia memangkas suku bunga mereka. Bank-bank sentral di Selandia Baru, India, dan Thailand memotong suku bunga dalam semalam.

    Karena itu, banyak investor mempertanyakan investasi emas atau saham, dan pada akhirnya beralih menanam modal dalam bentuk emas.

    Sejak April 2013, baru kali ini emas diperdagangkan di atas 1.500 dolar per 100 gram (+/- 21 juta rupiah per 100 gram). Harga emas melonjak hingga ke harga tertingginya dalam enam tahun terakhir. Saham emas meningkat 2,2% dengan nilai jual 1.522,70 dolar per 100 gram.

    Tegangan di tengah situasi perang dagang ini mendorong lonjakan harga emas dalam beberapa bulan terakhir sementara harga saham stagnan. Pilihan antara investasi emas atau saham kembali menjadi pertanyaan.

    Pertimbangan ketika penjualan saham sedang negatif, mempengaruhi para investor beralih membeli emas. Emas menjadi lebih menarik karena nilainya dapat bertahan bahkan di saat pertumbuhan ekonomi sedang lemah.

    Jadi, investasi emas atau saham?

    Masih ada beberapa hal yang dapat jadi pertimbangan:

    Pertama, sebelum memulai, kamu perlu menentukan tujuan dari investasi, apakah untuk meraup cuan atau untuk mempertahankan nilai aset pada masa mendatang? Emas terbukti kuat di kedua tujuan ini, sementara saham bergantung pada kekuatan perusahaan di bursa efek.

    Kedua, investasi emas atau saham memiliki kekuatannya masing-masing, dalam skala waktu penanaman investasi ataupun suku bunga yang ditawarkan. Bila ingin menabung saham, kamu perlu memastikan bahwa kamu memilih perusahaan yang memiliki rekam jejak baik dan membuat grafik perhitungan perubahan harga saham dari perusahaan di bidang yang sama dalam enam bulan terakhir. Sementara, untuk emas, pastikan emas tersedia dengan disertai sertifikat dan dapat diperdagangkan secara global.

    Pantau terus keadaan perekonomian, dan temukan mana yang terbaik untuk situasi dalam jangka menengah, apakah investasi emas atau saham? Bila harga keduanya sedang aman, tidak ada salahnya bagimu untuk menaruh investasi di kedua jenis produk keuangan ini.

    Ketiga, setelah membuat grafik perbandingan antara saham dan emas, tentukan apakah kamu hendak melakukan diversifikasi penanaman modal, karena bila dana mencukupi, kamu dapat jaga-jaga menaruh investasi emas dan saham di saat bersamaan.

    Segera bikin grafik perbandingan keuntungan dan kerugian investasi emas atau saham, dan tentukan yang mana yang paling sesuai dengan situasi keuangan hari ini dan paling cocok denganmu!

    Baca juga: 

    Kenapa Kamu Harus Menabung Emas Online? Cari Tahu Jawabannya di Sini!

    Takut Investasi Karena Istilah Rumit? Simak Kamus Istilah Investasi Emas Ini!

    7 Alasan Nabung Emas di Pluang Paling Aman



    Sumber : pluang.com

  • Semua yang Perlu Kamu Tahu Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi

    Mengenai berinvestasi

    Apakah yang dimaksud dengan perdagangan berjangka komoditi?

    Perdagangan berjangka komoditi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi, dalam hal ini emas, dengan penarikan margin dan dengan penyelesaian kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan/atau Kontrak Derivatif lainnya. (UU No.10 Tahun 2011)

    Apa saja fungsi ekonomi perdagangan kontrak berjangka?

    • Price discovery: perdagangan kontrak berjangka berfungsi untuk pembentukan harga yang transparan dan efisien sehingga dapat dijadikan sebagai referensi.
    • Hedging/Lindung Nilai: perdagangan kontrak berjangka berfungsi untuk pengalihan risiko karena fluktuasi harga komoditi/aset tertentu untuk menjamin kepastian dan kelangsungan usaha jangka panjang.
    • Alternatif Investasi: perdagangan kontrak berjangka dapat dimanfaatkan sebagai alternatif investasi yang menarik (manageable).

    Apa saja manfaat perdagangan berjangka komoditi?

    Perdagangan berjangka komoditi memberikan kemudahan dalam kegiatan pengalihan risiko. Selain itu, perdagangan berjangka komoditi juga bermanfaat untuk pembentukan harga yang efisien karena bersifat transparan dan wajar, yang mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan yang sebenarnya dari komoditi yang diperdagangkan.

    Harga yang terjadi di bursa umumnya dijadikan sebagai harga acuan (reference price) oleh dunia usaha.

    Kontrak berjangka merupakan salah satu instrumen skema pasar di mana peranan pemerintah dapat dikurangi atau dihilangkan.

    Bagaimana cara berinvestasi emas berjangka?

    Nasabah dapat mulai melakukan investasi emas berjangka melalui Pialang atau Wakil Pialang Berjangka, dalam hal ini PT PG Berjangka, yang telah mendapat lisensi resmi dari BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi).

    Pelaksanaan investasi yang sudah ditanamkan melalui Pialang/Wakil Pialang Berjangka adalah dengan jalan membeli kontrak-kontrak berjangka yang diperdagangkan di bursa berjangka. Hal ini sesuai dengan keterangan yang terdapat dalam Pasal 1 Ayat 12 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

    Apakah investasi di sini menjanjikan FIX INCOME?

    Investasi emas berjangka tidak menjanjikan fix income. Transaksi komoditi juga memiliki peluang dan risiko dengan investasi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang. Risiko kerugian dalam transaksi instrumen keuangan dapat menjadi substansial.

    Karena itu kamu harus mempertimbangkan dengan hati-hati apakah perdagangan seperti itu cocok untukmu mengingat kondisi keuangan sendiri.

    Mengenai trading rules kontrak berjangka

    Apakah yang dimaksud dengan margin?

    Margin adalah sejumlah jaminan uang atau surat berharga yang harus ditempatkan oleh nasabah pada Pialang Berjangka, Pialang Berjangka pada Anggota Kliring Berjangka, atau Anggota Kliring Berjangka pada Lembaga Kliring Berjangka untuk menjamin pelaksanaan transaksi Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan/atau Kontrak Derivatif lainnya.

    Dalam hal ini, nasabah menempatkan dana pada Pialang Berjangka dalam hal Ini PT PG Berjangka.

    Bagaimana nasabah mengetahui transaksi yang dilakukannya?

    Nasabah tidak akan menerima laporan fisik, tetapi laporan transaksi akan dikirim ke Nasabah sesuai dengan alamat surel yang tercantum dalam Formulir Pembukaan Rekening.

    Agar pengiriman laporan sesuai, Nasabah harus menginformasikan alamat surel yang benar. Jika ada perubahan alamat surel, harap diinformasikan kepada penyelenggara perdagangan berjangka komoditi.

    Apa yang terjadi jika dana nasabah tidak cukup untuk bertransaksi?

    Hal ini disebut dengan over trading. Jika nasabah melakukan transaksi yang melebihi dana atau margin yang ada, maka sistem akan menolak posisi Nasabah. 

    Mengenai kerugian yang dialami nasabah

    Apakah nasabah pasti akan untung besar?

    Meskipun perdagangan kontrak berjangka dapat memberikan keuntungan yang besar dan cepat, tetapi hal tersebut tidak pasti, bahkan dapat menimbulkan kerugian yang besar dan cepat juga. Seperti produk keuangan lainnya, tidak ada yang dinamakan ‘pasti untung’.

    Bagaimana caranya supaya nasabah tidak merugi?

    Semua kontrak berjangka mempunyai risiko, dan tidak ada strategi berdagang yang dapat menjamin untuk menghilangkan risiko tersebut. Melakukan perdagangan berjangka memerlukan pengetahuan mengenai kontrak berjangka dan pasar berjangka.

    Mengenai fraud, di mana nasabah tidak memberikan wewenang untuk melakukan jual atau beli atas kontrak emas yang bersangkutan

    Apa saja yang termasuk kedalam kategori fraud atau penyalahgunaan akun?

    • Penyalahgunaan yang dilakukan oleh orang lain, di mana nasabah memberikan password kepada orang lain sehingga orang tersebut bisa mengakses akun nasabah dan menyalahgunakannya.
    • Jika nasabah menciptakan dan/atau menggunakan alat dan fitur otomatis untuk memanipulasi data pada sistem Aplikasi, termasuk tetapi tidak terbatas pada (i) manipulasi data akun dan (ii) melakukan perambahan (crawling).
    • Pihak ketiga yang bukan nasabah melakukan peretasan terhadap akun nasabah dan menyalahgunakannya.

    Mengenai peraturan BAPPEBTI dan semua hal yang terkait perizinan

    Siapakah yang mengawasi kegiatan atau transaksi perdagangan berjangka komoditi?

    Semua kegiatan atau transaksi perdagangan berjangka komoditi diawasi oleh BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi).

    Menurut Pasal 4 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi menyebutkan bahwa BAPPEBTI adalah lembaga pemerintah di bawah Kementerian Perdagangan yang tugas pokoknya melakukan pembinaan, pengaturan, pengembangan, dan pengawasan perdagangan berjangka.

    Apakah PT PG Berjangka sudah punya lisensi resmi?

    PT PG Berjangka sudah memiliki lisensi resmi dari BAPPEBTI dengan nomor 16/BAPPEBTI/SI/02/2014. Kamu juga bisa cek langsung di website resmi BAPPEBTI 

    Mengenai produk berjangka dan semua pertanyaan teknis mengenai investasi melalui bursa

    Apa yang dimaksud dengan Bursa Berjangka?

    Bursa berjangka adalah badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana kegiatan jual beli komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan/atau Kontrak Derivatif lainnya.

    Apa yang dimaksud dengan Lembaga Kliring Berjangka 

    Lembaga Kliring Berjangka adalah suatu badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk pelaksanaan kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi Perdagangan Berjangka.

    Apa yang dimaksud dengan Pialang Berjangka?

    Pialang Berjangka adalah badan usaha yang melakukan kegiatan jual beli komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, atas amanat nasabah dengan menarik sejumlah uang dan/atau surat berharga tertentu sebagai margin untuk menjamin transaksi tersebut.

    Apa yang dimaksud dengan Bakti?

    Bakti adalah Badan Arbitrase yang khusus didirikan untuk menyelesaikan sengketa-sengketa di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi dan transaksi lain yang diatur/diawasi oleh BAPPEBTI.

    Keputusan Bakti bersifat final dan mengikat serta memiliki kekuatan eksekutorial. Jika para pihak yang bersengketa tidak dengan sukarela melaksanakan putusan arbitrase, maka yang menang dapat memohon eksekusi ke Pengadilan Negeri setempat. Namun, ketua Pengadilan Negeri tidak memeriksa alasan/pertimbangan hukum dari Putusan Arbitrase.

    Bagaimana jika nasabah ingin melakukan pengaduan terkait transaksi perdagangan berjangka?

    Nasabah dapat langsung melakukan pengaduan kepada Pialang Berjangka yang dilakukan secara tertulis. Dalam pengaduan tertulis tersebut, nasabah wajib melengkapi paling sedikit dokumen sebagai berikut:

    1. Kronologis atau uraian pengaduan;
    2. Fotokopi identitas nasabah;
    3. Surat kuasa, apabila pengaduan dilakukan oleh kuasanya;
    4. Fotokopi perjanjian amanat (dapat diperbantukan oleh Pialang);
    5. Kopi Laporan Harian Transaksi (dapat diperbantukan oleh Pialang);
    6. Fotokopi bukti transfer dana.

    Pengaduan dapat disampaikan melalui pos tercatat atau surel.

    Berapa lama pengaduan nasabah diproses?

    Pialang berjangka wajib menyelesaikan proses pengaduan paling lambat 30 hari kerja setelah diserahkannya Bukti Penerimaan Pengaduan oleh Pialang Berjangka. Pialang Berjangka wajib menyampaikan hasil penanganan pengaduan secara tertulis kepada nasabah atau kuasanya sesuai batas waktu tersebut.

    Hasil Penanganan Pengaduan paling sedikit memuat Nomor Registrasi Pengaduan, Permasalahan yang Diadukan, dan Hasil Penanganan Pengaduan yang disertai penjelasan dan alasan yang cukup.

    Penanganan pengaduan dilakukan secara berjenjang, yaitu mulai Pialang Berjangka, Bursa Berjangka, dan Bakti.

    Baca juga:

    OJK dan Bappebti, Bagaimana Kewenangan Dua Lembaga Regulator Ini?



    Sumber : pluang.com

  • Enam Saran Investasi untuk Anak Muda dari Para Pakar

    Apa ingatanmu tentang masa kecilmu? Sebagian besar dari kita mungkin tumbuh dengan kenangan berisi orang tua yang terlalu sibuk bekerja. Mungkin itu pula sebabnya sekarang kita merasa perlu membayar kembali kerja keras orang tua sebelum kita melangkah ke jenjang selanjutnya: pernikahan.

    Harga sewa hunian melambung tinggi, kebutuhan hidup semakin beragam, dan daftar semakin panjang lagi menanti. Beberapa tips investasi untuk anak muda berikut ini setidaknya mungkin bisa membantumu mempersiapkan semua itu:

    Investasi untuk Anak Muda – Berikut Saran dari Pakarnya

    1. Mulai pilih bentuk investasi untuk anak muda

    Penasihat keuangan Mitchell Bloom dari Bloom Financial, LLC memberi ilustrasi: “Katakanlah kamu berinvestasi empat juta rupiah sebulan dimulai di usia 20, dan tidak berhenti sampai usia 60. Dengan bunga 8 persen, kamu akan punya sekitar 14 miliar di usia 60. Tapi kalau kamu tunggu sampai usia 30 untuk mulai, kamu hanya akan punya separuhnya.”

    Kata Mitchell Bloom, inilah mengapa investasi perlu dilakukan sejak dini. Kelipatan bunga dalam hitungan tahun dapat dihitung secara signifikan.

    2. Pertimbangkan investasi dalam rencana finansial skala luas

    Kali ini penasihat keuangan Josh Brein memberi catatan, investasi untuk anak muda perlu mempertimbangkan segala aspek yang berkaitan dengan mereka. Kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan harian adalah hal-hal primer yang patut dipenuhi. Dengan begitu, investasi untuk anak muda yang paling pas mestinya adalah yang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu.

    3. Sadari bahwa uang adalah alat

    Penasihat keuangan Eric C. Jansen dari AspenCross Wealth Management mengatakan, “alih-alih melihat uang sebagai solusi semua masalah, mulailah melihat uang sebagai alat yang dapat memenuhi kebutuhanmu dengan mengatur pengeluaran sebaik-baiknya.”

    Ia menyarankan ini sebagai jenis investasi untuk anak muda, di mana perlu ditentukan rencana jangka panjang dan jangka pendek untuk pengeluaran.

    Sama seperti Mitchell, Eric bilang, “Di masa depan, kamu dapat menggunakan uang yang kamu peroleh hari ini agar di masa depan kamu punya lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang benar-benar berarti bagi hidupmu.”

    4. Tingkatkan nominal dana untuk ditabung

    Penasihat keuangan Alex Whitehouse dari Whitehouse Wealth Management mengatakan mulai berinvestasi lebih awal akan memberi inspirasi untuk berproses meningkatkan angka dana yang disisihkan dari waktu ke waktu.

    5. Abaikan semua kesempurnaan media sosial kawanmu

    Penasihat keuangan Jamie Pomeroy dari FinancialGusto.com adalah yang paling bersemangat membagi ide investasi untuk anak muda, ia menggambarkan kebiasaan anak muda, “Di Instagram, Facebook, Twitter, dan semua medsos itu, kamu hanya akan menemukan kehidupan kawan-kawanmu yang tidak bercela. Termasuk juga kehidupan sempurna Kardashian.”

    Fear of missing out alias FOMO umumnya bikin investasi untuk anak muda jadi sesuatu yang berat. Tapi, kalau kamu berani lawan arus, kantongmu akan selamat.

    6. Investasi untuk anak muda dimulai dari diri sendiri

    Ini di luar segala jenis produk investasi. Kamu tentu tidak punya kontrol atas harga saham atau bitcoin. Jadi, menurut penasihat keuangan Matthew Jackson dari Solid Wealth Advisors. Jackson menyarankan berinvestasi di berbagai dimensi kehidupanmu: baik dari profesional dan keuangan, hingga personal. Kamu bisa mulai dengan investasi pada etika kerja, keterampilan di bidang yang kamu suka, belajar bahasa dan banyak buku menarik, hingga membeli pengalaman dapat menjadi pilihan menarik investasi sejak dini.

    Baca juga:

    Tertarik Membeli Saham Google? Ketahui Dulu Risikonya di Sini!

    Kaum Milenial, Berapa Banyak Investasi yang Mesti Kamu Punya?

    Wah, Ternyata Selain Jagoan Konten, Ini 3 Pekerjaan yang Akan ‘Laku’ di Masa Depan!



    Sumber : pluang.com

  • 4 Pilihan Investasi Jangka Panjang, Mana yang Terbaik?

    Masyarakat Indonesia sudah familiar dengan berbagai jenis investasi jangka panjang. Investasi saham, emas, properti, asuransi, reksadana, dan obligasi adalah varian dari investasi ini. Namun, istilah-istilah ini masih kerap membingungkan bagi investor pemula.

    Padahal, kita harus benar-benar cermat agar terhindar dari risiko besar dalam berinvestasi. Berikut ini penjelasan mengenai jenis-jenis investasi jangka panjang:

    – Obligasi merupakan contoh investasi jangka panjang

    Surat utang ini mencantumkan nama dari peminjam dengan tanggal jatuh tempo pinjaman disertai bunga yang menjadi kewajiban peminjam, dengan jangka waktu investasi 1 hingga 10 tahun. Investasi jangka panjang model ini mengharuskan peminjam menyerahkan surat utang kepada pemberi pinjaman.

    – Reksadana

    Investasi reksadana ialah surat-surat berharga yang menjadi bukti aset atau klaim atas kepemilikan aset. Investasi jenis ini dapat fleksibel memilih menanam modal di pasar uang, saham, ataupun obligasi juga. Reksadana akan sesuai dengan investor baru yang aktivitas investasinya dapat diwakilkan kepada manajer investasi yang berpengalaman di bidangnya.

    – Properti

    Properti berupa tanah ataupun bangunan tentu adalah bentuk investasi jangka panjang yang umum diketahui. Ini karena peningkatan nilai properti secara signifikan bertambah dari waktu ke waktu. Setiap tahunnya, dapat dikatakan, investasi properti mengalami peningkatan harga hingga 20%.

    – Emas

    Sejak lama, investasi emas adalah pilihan investasi jangka panjang yang menguntungkan. Nilainya meningkat dari waktu ke waktu, dengan nilai jual tinggi dan sifatnya yang mudah diperdagangkan bagi siapa pun yang membutuhkan dana dalam waktu singkat.

    Kelebihan lainnya adalah jenis investasi berupa emas ini tidak begitu terpengaruh oleh inflasi. Selain membelinya dan menyimpan di rumah, banyak pihak sudah mengembangkan inovasi menawarkan kepemilikan emas dengan lebih efisien.

    Strategi Menaruh Emas sebagai Investasi Jangka Panjang

    Emas umum dipakai sebagai instrumen dengan kemampuan melindungi nilai uang dari inflasi mata uang di seluruh dunia (hedging). Umumnya, strategi terbaik untuk investasi dalam bentuk emas adalah dengan membeli sejumlah emas secara rutin (teknik berkebun emas).

    Emas juga dapat disimpan sendiri di rumah, atau dengan mempercayakannya di pihak ketiga. Saat meminta bantuan dari pihak ketiga, kita perlu memastikan pihak perantara ini dapat berhubungan langsung dengan kita sehingga memperkecil risiko. 

    Perhatikan juga beberapa penyebab yang dapat mempengaruhi kondisi harga emas batangan. Tiga di antaranya, 1) nilai tukar dolar yang terus meningkat drastis, 2) nilai inflasi yang sangat tinggi, dan 3) kejadian darurat, seperti kerusuhan berskala nasional.

    Dengan semua strategi ini, tentu kita bisa merasa aman untuk mulai berinvestasi jangka panjang emas. Selamat berinvestasi!

    Baca juga:

    Investasi Emas Non-Fisik dalam Bentuk Emas ETF vs Emas Berjangka, Apa Bedanya?

    Kenapa Investasi Emas Online Lebih Praktis dari Emas Fisik?



    Sumber : pluang.com