Author: 02

  • Program BPI Pathway Luar Negeri 2024 Tahap 2 Diputus, Bagaimana Nasib Dosen?



    Jakarta

    Sejumlah dosen penerima beasiswa (awardee) Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Doktor Luar Negeri Pathway 2024 Tahap 2 mendatangi Grha Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senin (26/5/2025) untuk menggelar aksi damai dan audiensi dengan pihak kementerian.

    Mereka meminta kejelasan nasib 42 awardee usai program BPI Pathway ini diputus. Program BPI Pathway 2024 adalah beasiswa persiapan (pathway) doktor luar negeri bagi dosen Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan/Pendidikan Profesi Guru (LPTK/PPG) atau vokasi.

    Dosen penerima beasiswa persiapan ini antara lain menjalani program penguatan bahasa Inggris untuk mendukung peluang mendapat pernyataan diterima tanpa syarat (Letter of Acceptance) dari kampus.


    Dikutip dari sosialisasinya di kanal YouTube USAID Teman LPDP pada 17 Juni 2024 lalu, beasiswa persiapan doktor ini merupakan kerja sama Kemdiktisaintek dengan United States Agency for International Development (USAID), badan bantuan luar negeri dan bantuan pembangunan dari pemerintah Amerika Serikat.

    Jika sudah mendapat LoA Unconditional dari kampus AS, maka penerima beasiswa akan didanai studi program doktor sampai lulus sesuai ketentuan. Pemberangkatan ke kampus AS dijadwalkan terbang paling lambat Desember 2025.

    Berdasarkan panduan pendaftaran resminya, dosen peserta beasiswa BPI Pathway 2024 yang sudah menjalani persiapan (pathway) diminta mengajukan LoA Unconditional dari tiga perguruan tinggi di AS. Jika tidak dapat LoA, dosen harus bersedia mengundurkan diri dari program beasiswa.

    Perwakilan penerima Beasiswa BPI Pathway Batch 2 Adrian Damora mengatakan, kendati kebijakan politik AS membuat program beasiswa persiapannya terhenti di tengah jalan, para dosen lanjut persiapan mandiri, termasuk memenuhi syarat bahasa Inggris dari kampus tujuan.

    Mereka mengharapkan tetap dapat mengajukan LoA Unconditional dari perguruan tinggi luar negeri dan mendapat pendanaan beasiswa kuliah program doktor setelah persiapan tersebut.

    Ia mencontohkan, sejumlah awardee mengeluarkan uang pribadi untuk penguatan bahasa Inggris di kampung Inggris. Adrian sendiri yang seorang dosen Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh membayar biaya tes dan ongkos dengan uang pribadi untuk dapat ikut tes bahasa Inggris TOEFL iBT yang tersedia di Medan.

    Sejumlah awardee juga telah mendaftar ke kampus luar negeri dengan uang sendiri. Beberapa di antaranya juga telah mendapatkan LoA Unconditional. Namun, ia menyayangkan saat mengetahui bahwa hasil pertemuan terakhir dengan Kemdiktisaintek antara lain yakni penerima Beasiswa BPI Pathway Doktor Luar Negeri 2024 Batch 2 akan diberi skema baru dari Kemdiktisaintek berupa beasiswa joint degree program doktor. Tiga tahun di dalam negeri, satu tahun pengalaman di luar negeri.

    Sementara itu, 26 orang awardee Batch 1 sebelumnya telah berangkat ke berbagai kampus di AS, Australia, dan Selandia Baru.

    “Harapan kami adalah, ini (awardee Batch 2 yang sudah punya LoA Unconditional) tetap diberangkatkan ke luar negeri. Negaranya kami pun sebenarnya tidak harus ke US gitu ya,” kata Adrian pada detikEdu, Senin (26/5/2025).

    “Teman-teman ada yang bahkan sudah punya LoA dari New Zealand, Malaysia, dan sebagainya.Kalau bisa digunakan LoA itu akan lebih bagus. Tinggal dicairkan beasiswa (program gelar doktornya),” imbuhnya.

    Adrian menggarisbawahi, sesuai sosialisasinya, beasiswa BPI Gelar diadakan oleh Pemerintah Indonesia dengan pendanaan bersumber dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Untuk itu, ia menilai pendanaan studi doktor bagi awardee beasiswa pathway (persiapan) tetap dapat dilanjutkan.

    USAID Tutup dan Nasib Beasiswa BPI Pathway

    Sejak Donald Trump menjabat Presiden AS lagi mulai 20 Januari 2025, bantuan USAID dipangkas pada berbagai program di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Ia juga mengupayakan penutupan badan pembangunan internasional AS.

    Sementara USAID tidak dapat ditutup tanpa persetujuan kongres di AS, Trump menunjuk Departemen Luar Negeri AS untuk bertanggung jawab mengelola program-program USAID yang tersisa mulai 1 Juli 2025. Namun, belum jelas program mana saja yang akan diurus, dilansir Independent.

    Respons Kemdiktisaintek >>>

    Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Henri Togar Hasiholan Tambunan mengatakan Program Pathway (persiapan) merupakan salah satu program kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kemendikbudristek dengan pemerintah AS melalui USAID untuk menyelenggarakan pelatihan Bahasa Inggris sebagai rangkaian dari Program Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemendikbudristek (yang kini pecah tiga, salah satunya jadi Kemdiktisaintek).

    Program ini berlangsung selama 12 bulan terhitung sejak bulan Oktober 2024 sebagai durasi awal pelatihan persiapan. Ia menambahkan, pada perkembangannya, terdapat kebijakan baru oleh Pemerintah Amerika Serikat.

    Merujuk pada dokumen yang diterbitkan oleh Presiden AS tertanggal 20 Januari 2025 mengenai “Evaluasi Ulang dan Penyelarasan Bantuan Luar Negeri Amerika Serikat” tercantum pada poin ketiga, bahwa AS telah memerintahkan penghentian sementara selama 90 hari terhitung sejak Executive Order (EO) tersebut dikeluarkan perihal segala kewajiban dan pencairan dana bantuan untuk pembangunan ke negara-negara asing, lembaga swadaya masyarakat, dan lembaga internasional sambil menunggu tinjauan atas program untuk efisiensi program yang sesuai dengan kebijakan AS.

    Selanjutnya, USAID berhenti beroperasi semenjak Executive Order 1419 tertanggal 20 Januari 2025 dan sampai hari ini belum ada kejelasan untuk program USAID di seluruh dunia, termasuk melaksanakan program Pathway (Persiapan) dan memberikan rekomendasi untuk peserta Pathway.

    Henri mengatakan, Kemdiktisaintek sebagai salah satu mitra yang bekerja sama dengan USAID menjadi pihak yang terdampak oleh kebijakan Pemerintah AS, khususnya terkait penghentian sementara USAID selaku pelaksana program Pathway (persiapan).

    “Konsekuensi dari penghentian ini adalah program Pathway (Persiapan) sebagai bagian dari program yang berada di bawah pendanaan USAID, tidak dapat dilanjutkan seperti yang telah disepakati,” tulisnya pada detikEdu, Senin (26/5/2025).

    Ia membenarkan bahwa Kemdiktisaintek kini program beasiswa doktoral skema joint degree bagi awardee Beasiswa BPI Pathway 2024 Batch 2.

    “Kemdiktisaintek tetap berkomitmen mendukung pengembangan kualitas SDM bagi dosen dengan memberikan kesempatan melalui program beasiswa doktoral dalam negeri dengan skema Joint Degree (JD) yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan di dalam negeri dan memiliki pengalaman studi di luar negeri sesuai dengan kesepakatan dan ketersediaan program studi pada setiap perguruan tinggi,” sambungnya.

    Adrian mengatakan, pihaknya kini tengah menjajaki komunikasi dengan Komisi X DPR terkait nasib awardee Beasiswa BPI Pathway Doktor Luar Negeri 2024 Batch 2.

    Ia pun mengungkapkan pada 12 Februari 2025 para dosen mengadakan pertemuan daring dengan pejabat dari Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek yaitu Anton Rahmadi dan Septien Prima Diassari.

    Adrian mengklaim, para pejabat tersebut meyakinkan peserta bahwa hak beasiswa tidak hangus dan tetap diberikan sebagaimana hainya awardee BPI Pathway Luar Negeri Tahap 1 sebanyak 26 orang yang sukses berangkat ke berbagai perguruan tinggi di AS, Australia, dan Selandia Baru.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa SCG 2025 SMA Sederajat Plus Kuliah, Ada Jalur Anak Pekerja Bangunan


    Jakarta

    Siam Cement Group (SCG) dan Acora Foundation membuka pendaftaran beasiswa SCG Sharing The Dream 2025 sampai 8 Juni mendatang. Siswa SMA, SMK, MA, dan mahasiswa aktif dapat mendaftar.

    Beasiswa ini dibuka di Indonesia, Thailand, Vietnam, Myanmar, Laos, dan Filipina. Komponennya meliputi bantuan dana pendidikan, program pengembangan diri, dan kegiatan khusus bagi penerima beasiswa.

    Beasiswa SCG Sharing The Dream terdiri dari empat jalur. Dua di antaranya diperuntukkan khusus bagi anak pekerja bangunan. Simak jalur dan syaratnya di bawah ini seperti dirangkum dari laman dan panduan resminya.


    Jalur Beasiswa SCG Sharing The Dream 2025

    • Jalur Umum Tingkat SMA: Bagi 400 siswa SMA, MA, atau SMK tahun ajaran 2025/2026
    • Jalur Umum Tingkat Sarjana: Bagi 10 siswa SMA, MA, dan SMK kelas 12, serta mahasiswa aktif yang pernah mendapat beasiswa SCG di jenjang SMA/MA/SMK
    • Jalur Khusus Anak Pekerja Bangunan Tingkat SMA: Bagi 15 siswa SMA, MA, dan SMK tahun ajaran 2025/2026 di wilayah Sukabumi dan Bandung
    • Jalur Khusus Anak Pekerja Bangunan Tingkat Sarjana: Bagi 2 siswa SMA/MA/SMK kelas 12 dan mahasiswa aktif asal wilayah Sukabumi dan Bandung.

    Syarat Beasiswa SCG

    • Memiliki kepedulian terhadap permasalahan lingkungan dan memiliki semangat berbagi kepada komunitas di sekitar
    • Memiliki sensitivitas terhadap isu atau permasalahan yang terjadi di sekitar
    • Membutuhkan bantuan keuangan untuk melanjutkan pendidikan
    • Tidak pernah terlibat tindak kriminal seperti penyalahgunaan narkotika dan miras, pemalsuan, pelecehan seksual dan tindakan asusila lainnya, tawuran, serta tindak kekerasan
    • Mengikuti semua kegiatan yang akan diadakan oleh program Sharing the Dream.
    • Mengisi formulir registrasi daring dan melengkapi seluruh persyaratan, termasuk menjawab pertanyaan esai dengan baik. Esai dengan ide komunitas terbaik akan berkesempatan untuk diwujudkan.

    Syarat Beasiswa SCG Jalur Umum Tingkat SMA

    • Siswa kelas 10-12 SMA/sederajat domisili Jakarta, Tangerang Selatan, Karawang, Sukabumi, Bogor, Bekasi, Gresik pada tahun ajaran 2025/2026
    • Khusus anak karyawan perusahaan SCG tidak harus berasal dari daerah di atas
    • Siswa dengan disabilitas didorong untuk mendaftar
    • Nilai rata-rata rapor minimal 75 dari semester genap tahun ajaran 2023/2024 dan semester ganjil tahun ajaran 2024/2025.

    Syarat Khusus Beasiswa SCG Jalur Umum Tingkat Sarjana

    • Pernah menjadi penerima beasiswa SCG Sharing The Dream saat SMA
    • Siswa kelas 12 SMA/MA/SMK, mahasiswa aktif jenjang D4 dan S1 maksimal semester 6, atau lulusan SMA/MA/SMK yang akan melanjutkan kuliah.
    • Nilai rata-rata rapor selama SMA adalah 75 bagi siswa kelas 12 dan lulusan SMA
    • IPK minimal 3.00 bagi mahasiswa aktif
    • Memiliki prestasi akademis dan nonakademis yang baik, serta aktif dalam organisasi kemahasiswaan atau ekstrakurikuler lainnya.

    Syarat Beasiswa SCG Jalur Khusus Anak Pekerja Bangunan Tingkat SMA

    • Siswa kelas 10-12 SMA/sederajat domisili Sukabumi atau Bandung pada tahun ajaran 2025/2026
    • Siswa dengan disabilitas didorong untuk mendaftar
    • Nilai rata-rata rapor minimal 75 dari semester genap tahun ajaran 2023/2024 dan semester ganjil tahun ajaran 2024/2025
    • Merupakan anak dari pekerja bangunan.

    Syarat Khusus Beasiswa SCG Jalur Khusus Anak Pekerja Bangunan Tingkat Sarjana

    • Siswa kelas 12 SMA/sederajat, mahasiswa aktif D4 atau S1, atau lulusan SMA/MA/SMK yang akan lanjut kuliah
    • Merupakan anak dari pekerja konstruksi/bangunan. Jika merupakan adik dari kakak yang berperan sebagai penopang ekonomi keluarga, dan kakak merupakan pekerja bangunan, maka adik dipersilakan mendaftar
    • Berasal dari wilayah Sukabumi atau Bandung, dibuktikan dengan KTP
    • Nilai rata-rata rapor selama SMA adalah 75 bagi siswa kelas 12 dan lulusan SMA
    • IPK minimal 3.00 bagi mahasiswa aktif.
    • Mempunyai prestasi akademis dan nonakademis yang baik, juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan atau ekstrakurikuler lainnya.

    Jadwal Beasiswa SCG 2025 Tingkat SMA

    • Batas akhir pendaftaran: 8 Juni 2025
    • Pengumuman hasil seleksi tahap 1: 23 Juni 2025
    • Pengumpulan berkas (seleksi tahap 2): 23 Juni-18 Juli 2025
    • Pengumuman nama-nama penerima beasiswa: 4 Agustus 2025

    Jadwal Beasiswa SCG 2025 Tingkat Sarjana

    • Batas akhir pendaftaran: 8 Juni 2025
    • Pengumuman hasil seleksi tahap 1: 18 Juni 2025
    • Pengumpulan berkas (seleksi tahap 2): 19 Juni-7 Juli 2025
    • Pengumuman hasil seleksi tahap 2: 15 Juli 2025
    • Persiapan seleksi wawancara: 16-22 Juli 2025
    • Seleksi wawancara: 22-25 Juli 2025
    • Pengumuman nama-nama penerima beasiswa: 4 Agustus 2025

    Pengumuman beasiswa SCG Sharing The Dream 2025 lebih lanjut dapat diakses di https://id.scg.com atau klik DI SINI.

    (twu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S1 Kerajaan Maroko-Kemenag RI Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya!


    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) membuka pendaftaran beasiswa Kerajaan Maroko program S1 2025. Pendaftaran dilakukan melalui laman Konsorsium Pusat Bahasa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) pada tautan https://pusatbahasaptki.or.id/.

    Beasiswa Kerajaan Maroko dibuka untuk lulusan MA/SMA/SMK/sederajat tahun 2024 dan 2025. Tersedia kuota sebanyak 50 orang dalam seleksi tahun ini.

    Lalu apa saja yang harus dipersiapkan calon pendaftar? Berikut informasinya dikutip dari Pengumuman Nomor: B-938/DJ.I/PP.04/05/2025 tentang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Kerajaan Maroko Melalui Kementerian Agama Tahun 2025.


    Syarat Pendaftaran Beasiswa Kerajaan Maroko 2025

    1. Pendaftaran dibuka untuk lulusan Madrasah Aliyah dan Pendidikan Diniyah Formal Ulya/Satuan Pendidikan Muadalah, dan SMA/SMK/sederajat
    2. Calon penerima merupakan lulusan tahun 2024 dan 2025
    3. Melakukan pendaftaran dengan membuat akun di website https://pusatbahasaptki.or.id/
    4. Pilih lokasi ujian dan unggah dokumen yang disyaratkan, seperti:
      • Ijazah dan transkrip nilai untuk lulusan 2024
      • Surat keterangan lulus (SKL) atau rapor kelas 12 bagi lulusan 2025
      • Pas foto berwarna ukuran 3 x 4 (tanpa cadar bagi perempuan)
      • Surat izin dari orang tua/wali dengan tanda tangan di atas meterai
    5. Pendaftaran harus dilakukan menggunakan email aktif milik sendiri
    6. Satu email hanya bisa dipakai untuk satu peserta
    7. Membayar uang seleksi apabila dinyatakan lolos verifikasi berkas.

    Mekanisme Seleksi Beasiswa Kerajaan Maroko 2025

    Beasiswa ini memiliki dua tahap seleksi, yakni:

    Tahap Pertama

    • Peserta yang lolos seleksi administrasi dan terverifikasi membayar biaya seleksi sebesar Rp 300 ribu melalui nomor rekening Konsorsium Pusat Bahasa PTKI
    • Seleksi kemampuan bahasa Arab CBT online yang dilaksanakan pada 5 Juni 2025
    • Peserta dapat mengikuti CBT online dari rumah atau kampus pilihan
    • Peserta dapat melihat hasil CBT online secara langsung setelah menyelesaikan tes
    • Jika terjadi kendala teknis, peserta diperbolehkan tes ulang
    • Peserta yang lulus CBT online akan diumumkan pada 8 Juni 2025 melalui website https://pusatbahasaptki.or.id/

    Tahap Kedua

    • Mereka yang lulus CBT online akan melakukan seleksi wawancara pada 10-11 Juni 2025
    • Wawancara dilakukan secara offline di kampus lokasi pilihan saat mendaftar
    • Wawancara meliputi hafalan Al-Qur’an minimal 1 Juz, Qiroatul Kutub, dan wawasan keislaman serta kebangsaan.

    Jadwal Seleksi Beasiswa Kerajaan Maroko 2025

    • Pendaftaran: hingga 2 Juni 2025
    • Verifikasi dan validasi dokumen: hingga 2 Juni 2025
    • Pengumuman peserta CBT: 3 Juni 2025
    • Simulasi CBT: 4 Juni 2025
    • Ujian CBT: 5 Juni 2025
    • Pengumuman hasil CBT: 8 Juni 2025
    • Wawancara: 10-11 Juni 025
    • Pengumuman hasil akhir: 13 Juni 2025

    Bila ingin melihat informasi lainnya detikers bisa KLIK DI SINI. Selamat mendaftar!

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Beasiswa dari Pemerintah buat Mahasiswa S1-S3, Berlaku di Dalam & Luar Negeri


    Jakarta

    Pemerintah Indonesia setiap tahunnya menyediakan beasiswa untuk mahasiswa perguruan tinggi di seluruh daerah. Beasiswa dari pemerintah ini biasanya bersifat fully funded.

    Jenis-jenis beasiswa dari pemerintah juga beragam, ada untuk jenjang D1, D2, D3, D4, S1, S2 hingga S3. Dikarenakan fully funded, biasanya beasiswa dari pemerintah tinggi pendaftar.

    Sehingga detikers yang ingin mendapatkannya harus menyiapkan berkas pendaftaran dari sekarang. Bahkan saat ini juga ada beasiswa yang sudah dibuka pendaftarannya.


    Ada beasiswa apa saja memang? Ini daftarnya.

    Daftar Beasiswa S1-S3 dari Pemerintah Indonesia

    1. Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)

    Beasiswa BIB disediakan oleh Kementerian Agama. Sasaran penerima BIB adalah siswa, alumni, tenaga pendidik, hingga pegawai lembaga yang berada di bawah Kemenag.

    Ada berbagai macam beasiswa yang ditawarkan mulai dari S1, S2 dan S3. Tahun ini, Beasiswa Indonesia Bangkit sudah dibuka dengan masa pendaftaran hingga 31 Mei 2025.

    Keuntungan mendapatkan beasiswa ini antara lain bebas biaya kuliah, dapat biaya hidup bulanan, asuransi, biaya transportasi hingga biaya pendukung lainnya. Untuk melihat syarat dan mendaftar, detikers bisa mencobanya di https://beasiswa.kemenag.go.id/

    2. Beasiswa Garuda ACE

    Beasiswa Garuda ACE disediakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Penerimanya adalah mahasiswa S1 atau S2.

    Beasiswa Garuda ACE akan membantu awardee untuk siap berkuliah di luar negeri. Benefit yang dirasakan mulai dari pelatihan bahasa Inggris dan riset dari expert.

    Selain itu, peserta memperoleh biaya paket internet, biaya tes TOEFL, dan biaya daftar program S2/S3. Pendaftaran Beasiswa Garuda ACE gelombang 2 terbuka hingga 10 Juni 2025. Pendaftaran bisa dilakukan DI SINI ya. https://docs.google.com/document/d/e/2PACX-1vTYRwAGkgPSAvuj4m3HpKOl6uqykNhK9PuyOaxyN564bLUZSAmkswr-ZfqsLsoLL-h9XrBZzCsBJXIQ/pub

    3. Beasiswa SDM Sawit

    Hampir setiap tahun Kementerian Pertanian (Kementan) membuka Beasiswa SDM Sawit. Beasiswa berlaku bagi pekerja atau keluarga pekerja di seluruh perkebunan sawit yang ada di Indonesia.

    Bantuan diberikan lewat pembiayaan kuliah semester awal hingga akhir untuk pendidikan D1, D2, D3 D4 dan S1. Keuntungan tambahan dari beasiswa adalah uang saku, uang buku, uang wisuda dan biaya transportasi ke kampus.

    Namun, setelah lulus peserta harus siap bekerja di perusahaan kelapa sawit. Untuk informasi selengkapnya detikers bisa melihat di https://www.beasiswasdmsawit.id/.

    Penutupan pendaftaran tahun ini pada 31 Mei 2025. Jangan tertinggal ya!

    4. Beasiswa LPDP

    Siapa yang tak tahu beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Beasiswa ini termasuk beasiswa yang banyak kuota dan jenisnya.

    LPDP disediakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Tujuan beasiswa LPDP juga luas mencakup dalam negeri maupun luar negeri.

    Banyak skema yang ditawarkan beasiswa LPDP. Mulai dari beasiswa reguler, beasiswa untuk ASN, beasiswa untuk penyandang disabilitas dan lainnya.

    Untuk melihat jenis skema dan pembiayaan beasiswa LPDP bisa mengakses laman https://lpdp.kemenkeu.go.id/ ya.

    5. Beasiswa Kemenkes

    Dikarenakan kebutuhan akan tenaga kesehatan dan dokter yang expert di bidang tertentu masih tinggi, Kementerian Kesehatan membuka beasiswa setiap tahunnya. Baik bekerja sama dengan LPDP, Kemenkes memiliki berbagai skema beasiswa.

    Mulai beasiswa D4-S3 untuk PNS, beasiswa fellowship untuk dokter spesialis, beasiswa afirmasi di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) hingga beasiswa afirmasi bagi dokter dari daerah 3T.

    Periode pembukaan beasiswa Kemenkes biasanya berbeda-beda, tidak dibuka serentak. Oleh karena itu, pantau terus laman http://bandikdok.kemkes.go.id/ jika perlu ya.

    Itulah daftar beasiswa S1-S3 yang disediakan oleh pemerintah bagi mahasiswa. Sudah tentukan mau daftar yang mana?

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Jadwal, Cara Cek, dan Tahap Lanjutannya


    Jakarta

    Seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Tahap 1 2025 menuju tahap akhir. Kini calon awardee tinggal menunggu waktu pengumuman tahap akhir yang akan berlangsung pada 19 Juni 2025 mendatang.

    Seperti yang diketahui, beasiswa LPDP dibuka dua kali setiap tahunnya. Pendaftaran LPDP Tahap 1 telah dimulai sejak 17 Januari 2025 lalu.

    Untuk resmi menjadi awardee, peserta wajib melalui berbagai seleksi. Dari administrasi, seleksi bakat skolastik, dan terakhir seleksi substansi.


    Menjadi tahap terakhir, seleksi substansi sudah mulai digelar pada 6 Mei 2025 lalu. Hasil tahap substansi juga akan menjadi hasil akhir seleksi beasiswa LPDP tahap 1 2025.

    Dikutip dari laman resmi LPDP dan arsip detikEdu, Senin (26/5/2025) berikut serba-serbi pengumuman LPDP 2025 yang perlu kamu ketahui.

    Jadwal Pengumuman LPDP 2025

    Seperti yang disebutkan, pengumuman LPDP 2025 akan berlangsung pada 19 Juni 2025 mendatang. Namun, bila melihat keseluruhan rangkaian seleksi, jadwal LPDP tahap 1 2025 adalah sebagai berikut:

    • Pendaftaran: 17 Januari 2025
    • Seleksi administrasi: 18 Februari 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 7 Maret 2025
    • Pengajuan sanggah: 8 Maret 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 24 Maret 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 14 April 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Mei 2025
    • Seleksi substansi: 6 Mei 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 19 Juni 2025

    Cara Cek Pengumuman LPDP 2025

    Pengumuman LPDP tahap 1 2025 akan dilakukan melalui akun yang digunakan saat mendaftar LPDP. Tahapannya yaitu:

    1. Buka https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/index.php/site/login
    2. Masukkan email dan password yang didaftarkan sebelumnya
    3. Klik tombol “Masuk”
    4. Pengumuman LPDP Tahap 1 Tahun 2025 akan terlihat

    Peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan proses pemberangkatan dan menunggu waktu perkuliahan dengan Beasiswa LPDP. Sedangkan yang belum berhasil, masih bisa mengikuti seleksi di kesempatan selanjutnya.

    Tahapan Setelah Lolos Pengumuman LPDP 2025

    Ketika dinyatakan lolos seleksi di pengumuman LPDP 2025, peserta harus segera menyiapkan Letter of Acceptance (LoA) Unconditional. LoA Unconditional adalah surat resmi dari kampus tujuan yang menyatakan bila peserta telah diterima sebagai mahasiswa tanpa syarat tambahan.

    Sehingga peserta hanya perlu melakukan daftar ulang dan mempersiapkan keberangkatan. Ada dua jalur berbeda yang akan dilalui awardee bila belum dan sudah memiliki LoA Unconditional, yakni:

    Sudah Punya LoA Unconditional

    Bila peserta sudah memiliki LoA Unconditional tahapan selanjutnya adalah:

    1. Persiapan keberangkatan

    Persiapan keberangkatan merupakan agenda pembekalan yang dikenal dengan Persiapan Keberangkatan (PK). Pengajuan PK bisa dilakukan melalui aplikasi e-Beasiswa dengan memenuhi persyaratan dokumen, seperti:

    • LoA Unconditional
    • Mengisi universitas tujuan studi dan tanggal intake.

    2. Mengajukan Suat Pernyataan (SP)

    SP adalah dokumen yang menyatakan kesediaan penerima beasiswa untuk mentaati ketentuan yang ditetapkan oleh LPDP. SP berisi dokumen yang harus disiapkan, seperti:

    • LoA Unconditional
    • Kalender Akademik
    • Silabus Pembelajaran
    • Surat Persetujuan Penundaan Studi (Defer) dari universitas bagi awardee LPDP yang melakukan penundaan studi.
    • Surat tugas belajar bagi awardee LPDP dengan status PNS/TNI/Polri atau dosen
    • Surat pernyataan bersedia mengikuti persiapan keberangkatan.

    3. Pengajuan Letter of Guarantee (LoG)

    Letter of Guarantee (LoG) adalah surat keterangan jaminan pendanaan beasiswa dari LPDP. Awardee mendapatkan LoG setelah SP diproses dan mendapat SK.

    LoG merupakan dokumen wajib yang harus diserahkan ke universitas tujuan sebelum memulai studi. Karena LoG adalah sebuah surat yang menjamin pendanaan beasiswa peserta.

    Belum Punya LoA Unconditional

    Bila peserta belum memiliki LoA Unconditional, maka mereka harus melakukan proses Pengayaan Bahasa.

    Bagi mahasiswa dengan tujuan studi di luar negeri, LPDP bisa menerbitkan Letter of Sponsorship (LoS) sebagai upaya agar mahasiswa bisa diterima di kampus tujuan. LoS bisa ditemukan di aplikasi e-Beasiswa yang tersedia untuk 3 tujuan program studi yang telah didaftarkan.

    Tapi untuk diingat, bila LoS bukanlah surat garansi final dari LPDP dengan artian berbeda dengan Letter of Guarantee (LoG). Untuk mendapatkan LoG, mahasiswa harus memiliki LoA Unconditional.

    Sedangkan untuk mahasiswa dengan tujuan studi dalam negeri, peserta langsung bisa mendaftarkan diri di seleksi universitas tujuan. Batas ‘perburuan’ LoA Unconditional adalah 18 bulan setelah dinyatakan lulus sebagai awardee LPDP.

    Itulah informasi tentang Pengumuman LPDP 2025. Semoga mendapatkan hasil terbaik ya detikers!

    (det/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa KJMU Kini Bisa untuk Mahasiswa S1-S3 di Semua Universitas



    Jakarta

    Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Pramono Anung mengumumkan beberapa ketentuan baru untuk program beasiswa Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Apa saja itu?

    Ia mengatakan mulai tahun ini beasiswa KJMU berlaku juga untuk mahasiswa S2 dan S3. Sebelumnya, beasiswa ini hanya diperuntukkan mahasiswa S1.

    “Perbedaannya dengan KJMU yang dulu, itu hanya sampai S1. Namun, sekarang kami perluas hingga S2 dan S3 untuk mahasiswa yang IPK-nya bagus. Kenapa itu dilakukan? Untuk memutus apa yang disebut dengan garis ketidakberuntungan,” ujar Pramono dilansir website resmi Provinsi DKI Jakarta, Rabu (28/5/2025).


    Tak hanya itu, beasiswa KJMU sekarang bisa dicoba mahasiswa yang berasal dari semua universitas. Pada tahun lalu dan ke belakang, KJMU hanya berlaku untuk kampus berakreditasi A.

    “Selain itu, yang membedakan KJMU saat ini dengan yang sebelumnya, yaitu KJMU bisa untuk semua universitas dengan akreditasi apapun baik A/B/C, tidak hanya yang akreditasinya A saja,” lanjutnya.

    Besar Bantuan Rp 9 Juta per Semester

    Adapun besar nominal bantuan KJMU tidak berubah yakni Rp 9 juta per semester. Untuk uang saku bulanan, mahasiswa akan menerima Rp 750 per bulan.

    Pramono mengatakan uang tersebut akan langsung ditransfer ke pihak kampus. Sehingga mahasiswa tak repot mengurus dan bisa fokus belajar dan menyelesaikan perkuliahan.

    Disampaikan juga oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, kuota beasiswa KJMU saat ini sebanyak 16.979 mahasiswa. Sebanyak 14.745 mahasiswa sudah menerima manfaatnya.

    Sementara 2.129 orang lainnya masih dalam tahap penyaluran ke rekening dan cetak kartu ATM. Ia pun menegaskan tidak ada pungutan biaya dalam proses seleksinya.

    “Kami tegaskan, seluruh proses pendaftaran KJMU tidak dipungut biaya apapun,” ujar Nahdiana.

    Syarat Penerima Beasiswa KJMU

    Syarat umum penerima KJMU adalah mahasiswa yang ber-KTP alamat wilayah Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, peserta harus berasal dari keluarga tidak mampu dinyatakan surat keterangan tidak mampu/miskin dari RT.

    Lalu, mahasiswa bukan penerima beasiswa yang bersumber dari APBD Jakarta atau APBN. Belum ada syarat khusus untuk jenjang S1, S2 maupun S3 sehingga informasinya harus terus dipantau lewat website dan media sosial resmi Pemprov DKI Jakarta.

    Dalam memudahkan penerima, Pemprov DKI juga telah membuka poskp KJMU di seluruh kecamatan yang ada di wilayah Jakarta. Informasi posko tersebut bisa dilihat di jakita.jakarta.go,id.

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa ICETEX 2025 Dibuka, Kuliah S2 Gratis di Kolombia dan Dapat Uang Saku



    Jakarta

    Kedutaan Besar Republik Indonesia Bogota mengumumkan pembukaan beasiswa Instituto Colombiano de Crédito Educativo y Estudios Técnicos en el Exterior (ICETEX) 2025 bagi warga Indonesia.

    Beasiswa ICETEX disediakan oleh pemerintah Kolombia. Bantuan pendidikan ini berlaku untuk jenjang studi magister atau S2 di kampus-kampus Kolombia.

    Penerima beasiswa bisa menerima berbagai fasilitas kuliah gratis selama maksimal 24 bulan. Selain itu, penerima beasiswa diharapkan dapat menjalin relasi mendalam antara warga negara asing, lembaga pendidikan tinggi hingga mitra kerja sama di negara tersebut.


    Bagaimana cara daftar beasiswa ICETEX ini? Mengutip laman resmi beasiswa, berikut informasinya.

    Komponen Pembiayaan Beasiswa ICETEX 2025

    • Uang kuliah
    • Asuransi kesehatan
    • Uang saku bulanan
    • Visa
    • Immigration card

    Durasi Pembiayaan Beasiswa ICETEX 2025

    – Program magister maksimal hingga 24 bulan (4 semester akademik)
    – Pelamar dengan pendidikan magister lebih dari 24 bulan tidak akan diterima.
    – Untuk pelamar dengan gelar magister kurikulum 3 semester dan berlaku hingga 18 bulan, komponen pembiayaan akan diberikan sesuai ketentuan dalam katalog penawaran beasiswa.

    Syarat Daftar Beasiswa ICETEX 2025

    • Bukan warga Kolombia.
    • Tidak berdomisili atau pernah berdomisili di wilayah Kolombia selama 6 bulan terakhir sebelum mendaftar beasiswa atau telah memulai studi di Kolombia pada saat itu.
    • Tidak boleh memiliki hubungan perkawinan atau hubungan de facto di Kolombia.
    • Tidak pernah mendapatkan manfaat dari ICETEX melalui program Beca Colombia.
    • Berusia tidak lebih dari 50 tahun.
    • Memiliki rata-rata nilai kumulatif 4,0 dari 5,0 dalam studi sarjana. Menurut skala penilaian setiap negara, nilai ini harus setara dengan minimal 4,0 untuk skala Kolombia.
    • Memiliki gelar profesional, sarjana atau pascasarjana di bidang pengetahuan apa pun.
    • Memiliki penerimaan di setidaknya satu hingga tiga program pascasarjana yang tercantum dalam Katalog Penawaran Akademik 2025-2.
    • Memiliki kesehatan fisik dan mental yang baik, dibuktikan surat dari dokter.

    Dokumen Syarat Daftar Beasiswa ICETEX

    • Surat Letter of Acceptance dari kampus di Kolombia (Minimal 1, maksimal 4)
    • Ijazah sarjana
    • Transkrip nilai sarjana
    • Surat motivasi dan prioritas
    • Fotokopi paspor
    • Surat keterangan sehat jasmani dan mental dari dokter maksimal terbit 30 hari lalu
    • Sertifikat keahlian

    Jadwal Seleksi Beasiswa ICETEX 2025

    • Pembukaan beasiswa: 7 April 2025
    • Pendaftaran: 7 April-13 Juni 2025
    • Seleksi pelamar: 13-20 Juni 2025
    • Pengumuman penerima beasiswa: 24 Juni 2025
    • Pengumuman lebih lanjut: 25 Juni 2025
    • Pengiriman acceptance letter ke ICETEX: 26-27 Juni 2025
    • Mulai perkuliahan: sesuai dengan kampus dan prodi yang dipilih

    Detikers tertarik dengan beasiswa ini? Segara daftar di https://portal.icetex.gov.co/Portal/Home/HomeEstudiante/becas/programa-de-reciprocidad- para-extranjeros-en-colombia/becas-colombia-extranjeros ya.

    (cyu/cyu)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran Beasiswa SM ITB 2025 Masih Dibuka, Cek Syaratnya di Sini



    Jakarta

    Institut Teknologi Bandung (ITB) masih membuka pendaftaran beasiswa Seleksi Mandiri (SM) 2025 hingga 8 Juni mendatang. Ada tiga beasiswa yang bisa kamu ikuti.

    Umumnya, ITB akan mengenakan biaya Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa baru dari jalur SM ITB. Namun,detikers tak perlu khawatir karena ada tiga jenis beasiswa yang dibuka.

    Mengutip unggahan Instagram @admission.itb, berikut tiga jenis beasiswa SM ITB 2025.


    3 Jenis Beasiswa SM ITB 2025 beserta Syaratnya

    1. Beasiswa Dukungan Khusus 3T

    Beasiswa Dukungan 3T ditujukkan bagi mahasiswa yang berasal dari wilayah 3T. Bantuan ini berupa pembebasan biaya pendaftaran dan biaya pendidikan, baik UKT per semester maupun IPI.

    Beasiswa ini bertujuan untuk mendukung pemerataan pembangunan sumber daya manusia di seluruh wilayah Indonesia. Ada 25 prodi yang dapat dipilih dalam beasiswa ini.

    2. Beasiswa Prodi Stategis Nasional

    Ada beberapa prodi di ITB yang turut mendorong pembangunan nasional atau disebut prodi strategis nasional. Mahasiswa jalur SM ITB yang memilih prodi strategis nasional berkesempatan mendapatkan beasiswa. Penerima beasiswa ini akan dibebaskan dari biaya IPI.

    Berikut daftar prodinya:

    Prodi Pendukung Industri Dasar Indonesia

    – Fisika (FMIPA-IPA)
    – Kimia (FIPA-IPA)

    Prodi Pendukung Ketahanan Pangan dan Energi

    – Rekayasa Pertanian (SITH-R)
    – Rekayasa Kehutanan (SITH-R)
    – Teknologi Pascapanen (SITH-R)
    – Teknik Bioenergi dan Kemurgi (FTI-SP)

    Prodi Pendukung Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim

    – Astronomi (FMIPA-IPA)
    – Metereologi (FITB)
    – Oseanografi (FITB)

    3. Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah

    Terakhir adalah Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Dengan KIP Kuliah, mahasiswa akan dibebaskan dari UKT dan IPI serta mendapat bantuan biaya hidup.

    Untuk menjadi penerima KIP Kuliah, mahasiswa harus mendaftar KIP Kuliah dan mendapatkan rekomendasi dari sekolah asal yang menyatakan pelamar tidak mampu secara ekonomi dan serius menempuh pendidikan di ITB.

    Syarat Daftar SM ITB 2025

    1. Lulusan SMA/sederajat tahun 2023, 2024, dan 2025.
    2. Calon mahasiswa harus memiliki nilai UTBK SNBT 2025.
    3. Calon mahasiswa bukan merupakan peserta yang lolos di SNBP atau SNBT 2025.
    4. Membayar biaya pendaftaran Rp 700.000 kecuali peserta dari wilayah 3T atau pemegang KIP Kuliah
    5. Masing-masing pendaftar memilih maksimal 4 pilihan prodi.
    6. Mengikuti ujian Seleksi SM ITB secara daring.

    Jadwal Seleksi SM ITB 2025

    Pendaftaran: 5 Mei-8 Juni 2025
    Batas akhir pembuatan akun: 6 Juni 2025
    Batas akhir finalisasi: 7 Juni 2025
    Batas akhir pembayaran: 8 Juni 2025
    Ujian kemampuan menggambar: 11 Juni 2025
    Ujian kemampuan akademik: 12 Juni 2025
    Pengumuman hasil seleksi: 20 Juni 2025

    Demikian informasi mengenai Beasiswa SM ITB 2025. Jangan sampai terlewat, ya!

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • 74,95% Dosen RI Belum S3, Kemdikti Luncurkan Beasiswa Doktor untuk Dosen 2025


    Jakarta

    Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) 2025 dibuka Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Periode pendaftaran berlangsung mulai Senin, 2 Juni 2025 sampai 14 Juni mendatang.

    Beasiswa PDDI adalah beasiswa doktor bagi dosen pada perguruan tinggi dalam koordinasi Kemdiktisaintek. Pendanaan beasiswa bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan pada DIPA Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek.

    Menteri Diktisaintek Brian Yuliarto mengatakan beasiswa ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kapasitas dosen dengan menempuh program doktor. Ia menjelaskan sekitar 74,95 persen dosen di Indonesia belum berkualifikasi pendidikan doktor.


    Brian mengatakan peningkatan kualifikasi dosen turut mendukung naik pangkat dan mendukung kesejahteraan dosen. Untuk itu, ia menyatakan, pihaknya kini juga tengah mengupayakan beasiswa doktor bagi dosen dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan beasiswa dari riset, khususnya pada topik prioritas pemerintah.

    “Barangkali tahun depan dana penelitian langsung kita blok untuk S3,” ucapnya di peluncuran Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia 2025 di Grha Kemdiktisaintek, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Senin (2/6/2025).

    Beasiswa Doktor untuk Dosen 2025

    Beasiswa doktor untuk dosen Kemdiktisaintek 2025 ini dibuka bagi dosen yang telah diterima pada perguruan tinggi di dalam negeri sesuai skema beasiswa pada prodi yang telah ditetapkan PPPAPT. Usia maksimalnya yakni 51 tahun bagi program doktor 3 tahun dan 2 tahun bagi program doktor 4 tahun.

    Bagi pendaftar program joint degree atau dual degree, maka dosen bersangkutan disyaratkan menyertakan perjanjian kerja sama atau nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) program tersebut. Opsi pola pada program doktor 4 tahun yaitu 2 tahun di dalam negeri dan 2 tahun terakhir di luar negeri (2+2) atau 3 tahun di dalam negeri dan 1 tahun terakhir di perguruan tinggi luar negeri (3+1).

    Pendaftaran beasiswa doktor untuk dosen 2025 dari Kemdiktisaintek ini dibuka secara daring di laman https://beasiswa.kemdikbud.go.id.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Program Beasiswa S3 Dosen Bisa Disambi Mengajar


    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) 2025 dibuka Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Beasiswa doktor di dalam negeri program joint degree dan dual degree ini disediakan dalam skema penyelenggaraan program doktor by research dan program doktor by coursework.

    Menteri Diktisaintek Brian Yuliarto mengatakan program doktor by research memungkinkan dosen untuk tetap mengajar dengan porsi lebih sedikit sambil menjalani riset dan bimbingan.

    “(Contohnya) ketika semester break, break mengajar, mereka (yang) misalnya dari Sumatera (lalu) bersekolah di ITB. Misalnya dia tinggal 1-2 bulan di ITB. Kemudian ketika masa mengajar, dia kembali lagi ke sana (kampus tempat mengajar),” ucapnya di peluncuran beasiswa di Grha Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (2/6/2025).


    Brian menambahkan, kendati porsi mengajar dikurangi dan perlu usaha lebih dalam meneliti, bimbingan, sambil mengajar, skema ini memungkinkan dosen dapat tetap menerima pendapatan. Diharapkan, skema ini memotivasi dosen untuk tidak khawatir dengan pemasukan semasa studi dan mau meningkatkan kualifikasi pendidikan.

    “Intinya adalah pendapatan yang diterima oleh dosen asal itu tetap dia bisa terima. Betul-betul itu tetap bisa diterima sehingga tadi yang kondisi awalnya bahwa dosen-dosen itu tidak mau sekolah karena dia (terkendala) motivasi itu kita atasi dengan cara seperti itu. Harapannya teman-teman dosen tidak perlu khawatir,” ucapnya.

    Syarat Beasiswa Doktor untuk Dosen 2025

    • Warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) atau paspor
    • Memiliki nomor induk dosen nasional (NIDN) atau nomor induk dosen khusus (NIDK) bagi dosen tetap di bawah koordinasi Kemdiktisaintek
    • Usia maksimal 51 tahun bagi program doktor 3 tahun dan 48 tahun bagi program doktor 4 tahun
    • Sudah diterima pada perguruan tinggi dalam negeri sesuai dengan skema beasiswa pada program studi yang telah ditetapkan oleh Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT)
    • Merupakan mahasiswa baru pada semester ganjil tahun akademik 2025/2026
    • IPK program magister paling rendah 3,25 dari 4,00
    • Memiliki ijazah atau bukti setara ijazah dan transkrip akademik program pendidikan tinggi sebelumnya
    • Mendapat paling sedikit 1 rekomendasi dari dosen
      Memiliki surat izin mengikuti pendaftaran dan seleksi dari Pejabat Pembina Kepegawaian yang berwenang bagi ASN atau pimpinan instansi yang berwenang bagi non-ASN
    • Melampirkan surat izin dari pemimpin PTN asal atau dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) jika berasal dari PTS
    • Melampirkan surat keterangan sehat dan bebas narkoba yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang paling lama 6 bulan terhitung dari tanggal pendaftaran dengan ketentuan:
      • – Surat keterangan sehat jasmani yang dikeluarkan oleh dokter dari rumah sakit/puskesmas/klinik
      • – Surat keterangan bebas dari narkoba yang dikeluarkan oleh dokter dari rumah sakit/puskesmas/klinik/lembaga yang berwenang untuk pengujian zat narkoba
    • Menandatangani surat pernyataan pendaftaran Beasiswa PDDI sesuai dengan format yang disediakan oleh PPAPT
    • Tidak sedang menjalani pendidikan pada satuan pendidikan lain
    • Tidak sedang melaksanakan pendidikan pada jenjang program pendidikan yang sama dengan yang telah diselesaikan/tamat
    • Tidak berstatus sebagai calon penerima atau penerima beasiswa dari sumber lain yang akan mengakibatkan atau mengakibatkan pendanaan ganda (double funding) pada komponen pendanaan yang sama terhadap beasiswa doktor untuk dosen ini
    • Tidak mendaftar dan/atau menerima beasiswa nongelar atau non-degree dengan sumber pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sampai dengan ditetapkan sebagai penerima beasiswa
    • Tidak sedang mengikuti seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) sampai ditetapkan sebagai penerima beasiswa.
    • Khusus pendaftar penyandang disabilitas:
      • – Melampirkan surat keterangan sebagai penyandang disabilitas dari fasilitas layanan kesehatan, rumah sakit atau dokter sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
      • – Melampirkan surat persetujuan dari orang tua/wali/suami/istri dan membubuhkan tanda tangan di atas meterai Rp l0.000
      • – Melampirkan surat permohonan pendampingan sesuai dengan kebutuhan aktivitas disabilitas.
    • Beasiswa hanya diperuntukkan untuk pendaftar yang melaksanakan pendidikan jalur masuk reguler pada perguruan tinggi yang ditetapkan PPAPT dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas sebagai berikut:
      • – Kelas eksekutif
      • – Kelas khusus
      • – Kelas karyawan
      • – Kelas jarak jauh
      • – Kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk
      • – Kelas yang diselenggarakan di lebih dari 1 negara, kecuali untuk program joint degree/dual degree
      • – Kelas internasional khusus tujuan dalam negeri
      • – Kelas lainnya yang tidak memenuhi ketentuan standar pelaksanaan kelas reguler.
    • Esai atau karangan berisi komitmen kontribusi ke instansi asal/negara pasca studi meliputi deskripsi diri, deskripsi peran yang akan dilakukan, deskripsi cara mewujudkan peran tersebut, dan penilaian diri (kekuatan, kelemahan, pengalaman membanggakan, pengalaman kurang membanggakan, dan hal-hal yang pernah dilakukan dan disesali) dengan jumlah kata 1500-2000.
    • Proposal penelitian, dengan ketentuan:
      • – Minimal memuat: judul, latar belakang, rumusan masalah, pertanyaan/tujuan penelitian, metode dan desain, manfaat, kesimpulan dan saran, dan daftar pustaka
      • – Ditulis dalam bahasa Indonesia untuk dalam negeri dan Bahasa Inggris untuk tujuan luar negeri
      • – Panjang 1500 – 2000 kata.

    Syarat Khusus

    • Penerima Beasiswa PDDI bagi pendaftar program joint degree/dual degree menyertakan perjanjian kerja sama/MoU program joint degree/dual degree.
    • Bagi yang menjalani program doktor joint degree/dual degree berdurasi 4 tahun , maka opsi polanya yakni:
      • – Pola 2+2: Tahun ke-1 dan ke-2 ditempuh di perguruan tinggi dalam negeri, tahun ke-3 dan ke-4 ditempuh di perguruan tinggi luar negeri
      • – Pola 3+1: Tahun ke-1 hingga ke-3 ditempuh di perguruan tinggi dalam negeri, tahun ke-4 ditempuh di perguruan tinggi luar negeri
    • Pola program doktor joint degree/dual degree berdurasi kurang dari 4 tahun dapat disesuaikan berdasarkan kesepakatan antara 2 perguruan tinggi penyelenggara.

    Tahap Seleksi

    • Seleksi administrasi: Validasi kesesuaian dan kebenaran dokumen
    • Seleksi substansi: Wawancara yang menilai aspek kemampuan akademik atau keterampilan, sikap, dan wawasan kebangsaan.

    Informasi beasiswa doktor untuk dosen 2025 dari Kemdiktisaintek lebih lanjut dapat diakses di https://beasiswa.kemdikbud.go.id.

    (twu/nah)



    Sumber : www.detik.com