Author: 04

  • Pengumuman Libur Natal dan Tahun Baru

    Halo Member INDODAX,

    Sehubungan dengan hari libur Natal pada Rabu, 25 Desember 2024 dan Tahun Baru pada Rabu, 1 Januari 2025, berikut adalah informasi mengenai penyesuaian layanan INDODAX :

    Transfer RTGS & LLG tidak akan tersedia selama periode liburan 25 – 26 Desember, serta 1 Januari 2025 sesuai dengan waktu operasional Bank Indonesia.

     

    Notes :
    – Semua pencairan di atas Rp 250 juta ke bank selain BCA, Mandiri, BNI, BRI, CIMB, Permata, dan Sahabat Sampoerna hanya akan diproses setelah bank periode downtime,  27 Desember 2024 untuk Natal dan 2 Januari 2025 untuk Tahun Baru.
    – Pembayaran ke Virtual Account melalui RTGS & LLG tidak akan diproses selama periode liburan Jika member melakukan pembayaran transfer bank ke nomor rekening virtual menggunakan metode ini, maka akan diproses pada tanggal 27 Desember 2024 untuk Natal dan 2 Januari 2025 untuk Tahun Baru.

    Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, hubungi Customer Support INDODAX melalui email di [email protected] atau melalui nomor telepon di (021) 50658888.


    Salam,
    INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





    Sumber : blog.indodax.com

  • Harga Bitcoin Tembus $107.000: Momentum Baru dengan Dukungan Institusional

    Jakarta, 17 Desember 2024 –  Bitcoin (BTC) mencatatkan rekor tertinggi hari ini, menembus angka di atas $107.000 atau sekitar Rp1,7 Miliar. Kenaikan ini dipicu oleh perdagangan whale dan bergabungnya MicroStrategy ke dalam indeks Nasdaq 100 sebagai industri teknologi memperkuat sentimen bullish. Selain itu, adanya data makroekonomi AS yang positif seperti kenaikan inflasi sebesar 2,7% memperkuat sentimen ini. Ditambah lagi, analisis on-chain menunjukkan cadangan devisa Bitcoin di bursa yang terus menurun, mencerminkan tekanan jual yang rendah dan minat yang meningkat terhadap aset crypto.

    Faktor lainnya yang mendukung kenaikan Bitcoin adalah kemungkinan Trump akan mengeluarkan perintah eksekutif pada hari pertamanya menjabat, 20 Januari 2025, yang bisa menetapkan Bitcoin sebagai aset cadangan nasional. Dengan kondisi makroekonomi yang mendukung dan partisipasi institusional yang semakin meningkat, kenaikan harga Bitcoin dapat diperkirakan berlanjut dalam waktu dekat.

    Di sisi lain, kenaikan harga Bitcoin didukung oleh Fear and Greed Index yang mencapai 80 dari 100, mencerminkan dominasi sentimen “greed” untuk jangka pendek. Sentimen ini mendorong aksi beli spekulatif dan meningkatkan volatilitas pasar. Namun, investor perlu berhati-hati dan mempertimbangkan risiko volatilitas sebelum berinvestasi.

    CEO INDODAX, Oscar Darmawan, menyatakan bahwa pencapaian Bitcoin ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan pasar terhadap aset digital di tengah dukungan dari pemain institusional besar seperti MicroStrategy. “Masuknya MicroStrategy ke Nasdaq 100 memberikan validasi tambahan terhadap peran Bitcoin sebagai aset investasi yang semakin diterima secara global,” ujarnya.

    Ia juga mengungkapkan bahwa lonjakan harga Bitcoin didorong oleh penurunan tekanan jual di pasar. “Analisis on-chain menunjukkan cadangan devisa Bitcoin di bursa terus menurun. Hal ini menandakan banyak investor yang memilih menyimpan aset mereka, yang menjadi pendorong utama dalam reli harga saat ini,” jelas Oscar.

    Menurutnya, indikator Fear and Greed Index yang berada di angka 80 menunjukkan dominasi sentimen optimisme. “Namun, sentimen ini harus diimbangi dengan kewaspadaan, mengingat volatilitas pasar kripto yang tinggi dapat membawa risiko bagi investor,” tambahnya.

    Oscar juga menyoroti peran data makroekonomi AS, seperti inflasi, dalam mendukung tren positif ini. “Inflasi yang terkendali dan kebijakan moneter yang stabil memberikan pondasi bagi Bitcoin untuk terus menarik minat dari berbagai kalangan, termasuk investor institusional,” kata Oscar.

    Di sisi lain, Oscar mengingatkan investor untuk tidak terbawa euforia semata. “Meskipun tren makroekonomi mendukung, investor harus tetap berhati-hati dan mempertimbangkan risiko yang ada sebelum mengambil keputusan investasi,” tutupnya.

    Terakhir, Oscar menegaskan pentingnya diversifikasi dalam berinvestasi. “Jangan hanya terpaku pada Bitcoin. Ada banyak aset digital lain yang memiliki potensi besar, dan memahami fundamentalnya adalah kunci untuk mengambil keputusan investasi yang tepat,” tutupnya.

    Dengan kondisi pasar yang positif dan dukungan dari berbagai faktor, Oscar optimis bahwa tren bullish ini akan terus berlanjut, meskipun ia tetap mengingatkan perlunya manajemen risiko yang baik dalam menghadapi dinamika pasar kripto.

    ***

    Tentang INDODAX

    INDODAX merupakan perusahaan crypto exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan blockchain Tanah Air yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 7,1 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 420 aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

    Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX juga telah mendapatkan perizinan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). INDODAX menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada 2019, yaitu 9001: 2015, 27001:2013 dan pada Juli 2021 kembali mendapatkan satu sertifikat ISO yaitu ISO 27017:2015.

    Sejak berdiri sepuluh tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi. Lewat kanal edukasi gratisnya, INDODAX Academy, investor kripto bisa mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

    Temukan Kami di Media Sosial

     

    Telegram: https://t.me/INDODAXroom 

    Instagram: https://www.instagram.com/INDODAX

    Tiktok: https://www.tiktok.com/@INDODAX

    Twitter: https://twitter.com/INDODAX

    Youtube: https://www.youtube.com/c/INDODAX

    Facebook: https://www.facebook.com/INDODAX

    INDODAX Academy: https://INDODAX.com/academy

    INDODAX Press Release: https://blog.indodax.com/newsroom-press-release





    Sumber : blog.indodax.com

  • Harga Bitcoin Menguat Ditopang Data CPI dan Sentimen The Fed

    Jakarta, 13 Desember 2024 – Data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat mencatat level indeks sebesar 315,493 untuk November 2024, meningkat 2,7%  dari sebelumnya 2,6% pada bulan Oktober. Angka ini mencerminkan kenaikan harga barang dan jasa yang biasa dikonsumsi masyarakat. Kenaikan ini juga menjadi salah satu aspek potensial pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Federal Reserve dalam pertemuan FOMC mendatang.

    Selain itu, dampak positif dari data tersebut mulai terlihat di pasar aset kripto. Bitcoin (BTC), yang sebelumnya sempat berfluktuasi, kembali menunjukkan pemulihan signifikan. Saat berita ini ditulis pada 12 September 2024, harga Bitcoin berada di sekitar US$100,000, naik sekitar 2,6% dalam 24 jam terakhir. Altcoin teratas seperti Ethereum mencatatkan lonjakan harga 7,2% dalam 24 jam, XRP 4,7%, dan Solana 5,2%.

    Kenaikan harga Bitcoin juga diiringi oleh Fear and Greed Index pasar kripto yang berada di angka 76 dari 100, menunjukkan dominasi sentimen “greed” atau optimisme yang kuat. Jika tren ini berlanjut, tidak menutup kemungkinan bahwa Bitcoin akan menembus level psikologis di atas US$104.000, melampaui rekor tertingginya yang tercatat minggu lalu.

    Perkembangan ini menunjukkan bagaimana dinamika makroekonomi global memiliki pengaruh besar terhadap pasar kripto. Dengan prospek pemotongan suku bunga dan momentum positif di pasar, Bitcoin dan aset kripto lainnya memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren kenaikan dalam beberapa minggu ke depan.

    CEO INDODAX Oscar Darmawan, mengomentari dampak data inflasi ini terhadap pasar kripto. “Data CPI yang sesuai ekspektasi telah memberikan angin segar bagi pasar, tidak terkecuali aset kripto. Selain itu optimisme terhadap kebijakan suku bunga yang lebih longgar dari Federal Reserve dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan Bitcoin dan aset kripto lainnya ke depan,” ujar Oscar. 

    Menurut Oscar, kenaikan harga Bitcoin baru-baru ini juga mencerminkan minat institusional yang meningkat. “Investor institusional mulai memahami peran Bitcoin dalam portofolio mereka, menunjukkan pergeseran perspektif terhadap pasar keuangan tradisional,” ujarnya.

    Oscar juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap kripto. “Ketika semakin banyak orang memahami manfaat Bitcoin dan teknologi blockchain, tingkat adopsi akan tumbuh secara alami,” jelasnya.

    Ia juga mencatat bahwa pemotongan suku bunga oleh The Fed dapat mendukung tren kenaikan aset berisiko seperti Bitcoin. “Dengan meningkatnya likuiditas di pasar, Bitcoin memiliki peluang besar untuk melanjutkan penguatannya. Selain itu, Fear and Greed Index, yang saat ini berada di angka 76, dapat menjadi indikator positif. Sentimen greed di pasar menunjukkan optimisme investor, tetapi kita harus tetap waspada terhadap volatilitas yang dapat mempengaruhi stabilitas pasar, karena semakin tinggi kepercayaan terhadap pasar, maka sebagian orang akan melakukan aksi jual,” sarannya.

    Ia juga menyoroti peran teknologi blockchain sebagai daya tarik utama. “Keamanan dan transparansi yang ditawarkan blockchain semakin relevan di tengah ketidakpastian ekonomi global,” kata Oscar.

    Melihat prospek ke depan, Oscar percaya Bitcoin memiliki peluang besar untuk mencapai level baru. “Jika data ekonomi terus mendukung dan kebijakan moneter global tetap kondusif, Bitcoin bisa mencetak rekor tertinggi baru,” ujarnya.

    Oscar menutup dengan menekankan pentingnya regulasi yang mendukung. “Regulasi yang jelas dan proaktif dapat menciptakan ekosistem yang sehat bagi pertumbuhan aset digital di Indonesia maupun secara global,” pungkasnya.

    ***

    Tentang INDODAX

    INDODAX merupakan perusahaan crypto exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan blockchain Tanah Air yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 7,1 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 420 aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

    Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX juga telah mendapatkan perizinan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). INDODAX menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada 2019, yaitu 9001: 2015, 27001:2013 dan pada Juli 2021 kembali mendapatkan satu sertifikat ISO yaitu ISO 27017:2015. 

    Sejak berdiri sepuluh tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi. Lewat kanal edukasi gratisnya, INDODAX Academy, investor kripto bisa mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

    Temukan Kami di Media Sosial

     

    Telegram: https://t.me/INDODAXroom 

    Instagram: https://www.instagram.com/INDODAX

    Tiktok: https://www.tiktok.com/@INDODAX

    Twitter: https://twitter.com/INDODAX

    Youtube: https://www.youtube.com/c/INDODAX

    Facebook: https://www.facebook.com/INDODAX

    INDODAX Academy: https://INDODAX.com/academy

    Press Release: https://blog.indodax.com/newsroom-press-release

     





    Sumber : blog.indodax.com

  • Harga Bitcoin Lampaui $100.000, Altcoin Season Dimulai 

    Jakarta, 6 Desember 2024 – Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan rekor baru, menembus angka di atas $100.000. Momentum ini menunjukkan Bitcoin berhasil menembus level resistensi psikologis, sekaligus membentuk level support baru yang kuat. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perkembangan politik dan meningkatnya adopsi institusional, dan pola musiman seperti Santa Claus Rally. Selain Bitcoin, Altcoin juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari level terendahnya, altcoin Season Index berada di angka 80, mengonfirmasi bahwa Altcoin Season tengah berlangsung. Altcoin seperti Ethereum (ETH), Ripple (XRP), dan Solana (SOL) mencatatkan kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. 

    Ethereum kini diperdagangkan di atas $3.900, didukung oleh lonjakan minat institusional dan peningkatan volume pada pasar berjangka yang mencapai $25 miliar, atau sekitar 5% dari total market cap Ethereum. Ripple (XRP) mengalami lonjakan dari $0,5 di 1 November 2024,  lalu sempat naik hingga $2,9 pada 3 Desember 2024. Selain itu, Solana (SOL) juga menjadi sorotan, koin ini mencatatkan harga di atas $240,00 dengan pertumbuhan hampir 100% dari Oktober sampai November. Tren ini menggarisbawahi potensi diversifikasi investasi dalam ekosistem kripto.

    Saat ini, Altcoin Season sudah mencapai 75%, Altcoin Season Index diukur berdasarkan proporsi aset kripto yang memiliki performa lebih baik daripada Bitcoin dalam 90 hari terakhir. Jika 75% dari 50 aset teratas mencatatkan kinerja lebih baik dibanding Bitcoin, ini menunjukkan bahwa pasar altcoin sedang mendominasi, sehingga disebut sebagai Altcoin Season. Angka ini mengecualikan Tether (USDT) sebagai stable coin dan DAI. 

    Sisa 25% mewakili aset yang kinerjanya di bawah atau setara dengan Bitcoin dalam periode yang sama. Penggunaan angka 75% ini adalah standar yang diterapkan oleh indikator Altcoin Season Index untuk menentukan dominasi altcoin secara statistik, sehingga tidak hanya didasarkan pada asumsi semata. Dengan indeks ini, pasar altcoin menunjukkan daya tarik kuat bagi investor, menggarisbawahi diversifikasi yang semakin meluas di ekosistem kripto selama momentum bullish akhir tahun.

    Kenaikan ini juga didukung oleh pola musiman Santa Claus Rally, di mana kenaikan harga aset selama akhir tahun juga mendukung tren bullish di pasar kripto. Periode ini biasanya ditandai dengan peningkatan sentimen positif dan aktivitas perdagangan yang lebih tinggi, seiring dengan optimisme menjelang tahun baru.

    Pada tahun-tahun sebelumnya, pasar kripto menunjukkan pola serupa, dengan Bitcoin dan altcoin utama mencatatkan kenaikan selama bulan Desember. Tren ini mencerminkan kombinasi antara faktor musiman dan minat pasar.

    Momentum bullish Bitcoin juga diperkuat oleh pengajuan ETF Solana oleh Grayscale mengikuti langkah serupa dengan ETF Bitcoin mereka. Apabila disetujui oleh SEC, Solana akan bergabung dengan Bitcoin dan Ethereum sebagai aset kripto yang mendapatkan eksposur institusional di Amerika Serikat, yang berpotensi memicu lonjakan harga yang signifikan. 

    Selain itu, beberapa perusahaan manajemen aset juga telah mengajukan ETF untuk XRP, menunjukkan prospek positif bagi altcoin lainnya. Keputusan SEC tersebut diperkirakan akan memicu pasar bull yang besar bagi altcoin, seiring dengan harapan adanya kebijakan yang lebih mendukung di bawah pemerintahan Trump.

    Oscar Darmawan, CEO INDODAX menyatakan, “Kenaikan Bitcoin ke harga $100.000 menandai tonggak sejarah dalam perjalanan pasar aset kripto. Ini adalah bukti nyata dari meningkatnya kepercayaan terhadap teknologi blockchain dan adopsi aset digital secara global. Pasar kripto kini menjadi instrumen investasi keuangan yang semakin diakui, baik oleh investor ritel maupun institusi besar.”

    Selain itu, Oscar menyoroti fenomena Altcoin Season yang tengah berlangsung, di mana Altcoin Season Index berada di angka 80. “Angka ini mencerminkan semakin banyaknya altcoin yang menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan Bitcoin dalam periode 90 hari terakhir. Ethereum, Ripple, dan Solana adalah contoh utama yang semakin menarik perhatian investor,” kata Oscar.

    Oscar juga melihat dampak dari pola musiman seperti Santa Claus Rally yang memperkuat tren bullish pasar kripto. “Sejarah menunjukkan bahwa periode akhir tahun sering kali didorong oleh optimisme yang lebih besar, dan ini terlihat jelas di pasar kripto. Dengan peningkatan volume perdagangan dan sentimen positif menjelang tahun baru, kami bisa melihat momentum ini berlanjut hingga 2025. Meskipun demikian, ia menekankan pentingnya kehati-hatian, mengingat volatilitas pasar kripto yang sangat tinggi,” tambahnya.

    Oscar juga menyoroti peran regulasi dalam mendukung pasar kripto. Ia mengungkapkan bahwa pengajuan ETF Solana oleh Grayscale adalah langkah signifikan yang mencerminkan meningkatnya minat institusional terhadap aset kripto. “Jika disetujui oleh SEC, ini akan menjadi tonggak penting bagi Solana, yang dapat membuka akses yang lebih besar bagi investor institusional di pasar kripto AS,” ujar Oscar. 

    Menurutnya, keputusan ini dapat mempercepat adopsi kripto secara global, dan berpotensi memperkuat posisi Solana sebagai salah satu altcoin yang menjanjikan. “Langkah ini juga menunjukkan bahwa industri kripto semakin diakui sebagai instrumen investasi yang sah dan dapat dipercaya, seiring dengan pengakuan regulasi yang semakin luas,” jelas Oscar.

    Menutup pandangannya, Oscar mengungkapkan keyakinannya terhadap masa depan pasar kripto yang lebih luas. “Tahun 2025 akan menjadi tahun transformasi bagi ekosistem kripto, dengan teknologi baru seperti tokenisasi aset dan dompet berbasis AI yang akan mempercepat adopsi kripto di sektor-sektor lain. Kami akan melihat lebih banyak inovasi yang akan membawa utilitas baru dan mendorong inklusi keuangan global,” kata Oscar. 

    ***

    Tentang INDODAX

    INDODAX merupakan perusahaan crypto exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan blockchain Tanah Air yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 7,1 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 420 aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

    Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX juga telah mendapatkan perizinan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). INDODAX menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada 2019, yaitu 9001: 2015, 27001:2013 dan pada Juli 2021 kembali mendapatkan satu sertifikat ISO yaitu ISO 27017:2015.

    Sejak berdiri sepuluh tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi. Lewat kanal edukasi gratisnya, INDODAX Academy, investor kripto bisa mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

    Temukan Kami di Media Sosial

     

    Telegram: https://t.me/INDODAXroom 

    Instagram: https://www.instagram.com/INDODAX

    Tiktok: https://www.tiktok.com/@INDODAX

    Twitter: https://twitter.com/INDODAX

    Youtube: https://www.youtube.com/c/INDODAX

    Facebook: https://www.facebook.com/INDODAX

    INDODAX Academy: https://INDODAX.com/academy





    Sumber : blog.indodax.com

  • Informasi Delisting: SUMO, QTUM, SIGNA, XCH, BTS, DASH, NRG, XMR, ERG, FIRO, DGX, IGNIS

    Halo Member INDODAX,

    Sebagai crypto exchange yang aman dan tepercaya di Indonesia, INDODAX selalu berkomitmen untuk menyediakan aset kripto berkualitas untuk diperdagangkan.

    INDODAX memutuskan untuk melakukan delisting aset kripto SUMO, QTUM, SIGNA, XCH, BTS, DASH, NRG, XMR, ERG, FIRO, DGX, IGNIS pada Kamis, 26 Desember 2024 pukul 14.00 WIB.

    Kami menghimbau Member INDODAX yang memiliki aset kripto SUMO, QTUM, SIGNA, XCH, BTS, DASH, NRG, XMR, ERG, FIRO, DGX, IGNIS untuk memperhatikan hal-hal berikut ini: 

    1. SUMO, QTUM, SIGNA, XCH, BTS, DASH, NRG, XMR, ERG, FIRO, DGX, IGNIS tidak dapat diperjualbelikan mulai Kamis, 26 Desember 2024 pukul 14.00 WIB
    2. Kami menyarankan para Member INDODAX untuk dapat memindahkan aset SUMO, QTUM, SIGNA, XCH, BTS, DASH, NRG, XMR, ERG, FIRO, DGX, IGNIS yang dimiliki sebelum waktu penutupan aktivitas trading.
    3. Jangan khawatir, apabila member INDODAX masih memiliki aset SUMO, QTUM, SIGNA, XCH, BTS, DASH, NRG, XMR, ERG, FIRO, DGX, IGNIS setelah Kamis, 26 Desember 2024 pukul 14.00 WIB, maka Indodax akan membantu untuk melakukan distribusi ke member dengan aset berupa IDR sesuai dengan snapshot balance asset terakhir pada hari Kamis, 26 Desember 2024 pukul 14.00 WIB dan melakukan distribusi dengan estimasi pada tanggal 13-16 Januari 2025.

    Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, hubungi Customer Support INDODAX melalui email di [email protected] atau melalui nomor telepon di (021) 50658888.

    Salam,
    INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





    Sumber : blog.indodax.com

  • Fartcoin (FARTCOIN), LUCE (LUCE), FIN Token (FIN), Non-Playable Coin (NPC), MUMU THE BULL (MUMU), ANDY (ANDY), & Ape and Pepe (APEPE) Listing di INDODAX

    Halo Member INDODAX,

    Dengan senang hati kami mengumumkan aset kripto baru yang akan ditambahkan ke marketplace INDODAX yaitu:

    Harap catat jadwal berikut:

    • Open Deposit: 11 Desember 2024, 14:00 WIB
    • Open Trading: 12 Desember 2024, 14:00 WIB

    Peringatan Risiko: Berinvestasi dalam cryptocurrency memiliki risiko tinggi. Pasar cryptocurrency beroperasi tanpa batasan waktu, sehingga tidak ada waktu buka atau tutup yang tetap. Mohon lakukan penilaian risiko Anda sendiri sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam cryptocurrency dan teknologi blockchain. Indodax berupaya untuk menyaring semua aset digital sebelum tersedia di platform, namun, meskipun telah dilakukan pemeriksaan yang ketat, tetap ada risiko yang melekat pada setiap investasi. Indodax tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari investasi Anda.

    Untuk pertanyaan atau bantuan lebih lanjut, silakan hubungi kami di [email protected].

    Salam,
    INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





    Sumber : blog.indodax.com

  • Informasi Delisting: Gifto (GFT)

    Halo Member INDODAX,

    Sebagai crypto exchange yang aman dan tepercaya di Indonesia, INDODAX selalu berkomitmen untuk menyediakan aset kripto berkualitas untuk diperdagangkan.

    INDODAX memutuskan untuk melakukan delisting aset kripto ​​Gifto (GFT) pada Senin, 23 Desember 2024 pukul 14.00 WIB. Kami menghimbau Member INDODAX yang memiliki aset kripto Gifto (GFT) untuk melakukan withdrawal.

    Setelah delisting dilakukan, member INDODAX tetap dapat melakukan withdrawal, namun tidak dapat melakukan deposit ataupun trading untuk aset kripto tersebut.

    Jangan khawatir karena aset kripto kamu yang kamu miliki tetap aman dan akses withdrawal akan dibuka sampai waktu yang belum ditentukan.

    Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, hubungi Customer Support INDODAX melalui email di [email protected] atau melalui nomor telepon di (021) 50658888.

    Salam,
    INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





    Sumber : blog.indodax.com

  • Informasi Delisting: HITOP, DAX, GSC, BELT, FDUSD, MUSIC, XAI, GAME2, EURT, BLZ, dan UNFI

    Halo Member INDODAX,

    Sebagai crypto exchange yang aman dan tepercaya di Indonesia, INDODAX selalu berkomitmen untuk menyediakan aset kripto berkualitas untuk diperdagangkan.

    INDODAX memutuskan untuk melakukan delisting aset kripto HITOP, DAX, GSC, BELT, FDUSD, MUSIC, XAI, GAME2, EURT, BLZ, dan UNFI pada Kamis, 19 Desember 2024 pukul 14.00 WIB. Kami menghimbau Member INDODAX yang memiliki aset kripto HITOP, DAX, GSC, BELT, FDUSD, MUSIC, XAI, GAME2, EURT, BLZ, dan UNFI untuk melakukan withdrawal

    Setelah delisting dilakukan, member INDODAX tetap dapat melakukan withdrawal, namun tidak dapat melakukan deposit ataupun trading untuk aset kripto tersebut.

    Jangan khawatir karena aset kripto kamu yang kamu miliki tetap aman dan akses withdrawal akan dibuka sampai waktu yang belum ditentukan.

    Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, hubungi Customer Support INDODAX melalui email di [email protected] atau melalui nomor telepon di (021) 50658888.

    Salam,

    INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





    Sumber : blog.indodax.com

  • Cashback 100% hingga Rp100.000 untuk Transaksi Pertamamu!

    Halo Member INDODAX, 

    Nikmati promo spesial Kriptoria untuk member baru! Cashback 100% hingga Rp100.000 dalam bentuk IDRX bisa langsung kamu dapatkan. Caranya mudah selesaikan KYC, deposit minimal Rp100.000, dan beli aset kripto senilai Rp100.000 di pairing IDR (kecuali stable coin). Kuota sangat terbatas, jadi jangan sampai terlewatkan! Segera daftar, transaksi, dan mulai perjalanan investasi kripto kamu di INDODAX!

    Cek syarat dan ketentuan promo Kriptoria di bawah ini:

    1. Periode pembelian: 2-31 Desember 2024
    2. Cashback IDRX 100% senilai Rp100,000,- diberikan kepada member baru yang telah melengkapi proses KYC, melakukan Deposit sebesar minimal Rp100.000 dan melakukan pembelian aset minimum Rp100.000 di pairing IDR (selain stable coin) selama periode promo berlangsung. 
    3. Promo hanya berlaku untuk individual member
    4. Cashback IDRX akan secara otomatis didistribusikan melalui aplikasi INDODAX
    5. Waktu reset promo pukul 10.00 WIB dengan kuota promo terbatas setiap harinya
    6. Hadiah akan didistribusikan maksimal 30 hari kerja setelah promo berakhir
    7. 1 pengguna = 1 email = 1 nomor handphone = 1 kartu identitas untuk KYC (KTP untuk WNI atau Paspor untuk WNA) hanya dapat mengikuti promo ini 1 (satu) kali
    8. Pastikan akun yang digunakan telah terdaftar dan terverifikasi melalui proses KYC di INDODAX
    9. Keputusan pemenang oleh INDODAX tidak dapat diganggu gugat

    Salam,

    INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





    Sumber : blog.indodax.com

  • RETARDIO (RETARDIO) & Skibidi Toilet (SKBDI) Listing di INDODAX

    Halo Member INDODAX,

    Dengan senang hati kami mengumumkan aset kripto baru yang akan ditambahkan ke marketplace INDODAX yaitu:

    Harap catat jadwal berikut:

    • Open Deposit: 4 Desember 2024, 14:00 WIB
    • Open Trading: 5 Desember 2024, 14:00 WIB

    Peringatan Risiko: Berinvestasi dalam cryptocurrency memiliki risiko tinggi. Pasar cryptocurrency beroperasi tanpa batasan waktu, sehingga tidak ada waktu buka atau tutup yang tetap. Mohon lakukan penilaian risiko Anda sendiri sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam cryptocurrency dan teknologi blockchain. Indodax berupaya untuk menyaring semua aset digital sebelum tersedia di platform, namun, meskipun telah dilakukan pemeriksaan yang ketat, tetap ada risiko yang melekat pada setiap investasi. Indodax tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari investasi Anda.

    Untuk pertanyaan atau bantuan lebih lanjut, silakan hubungi kami di [email protected].

    Salam,
    INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





    Sumber : blog.indodax.com