Author: 07

  • Mengulas Prospek Kinerja MSTR Sebelum Rilis Laporan Keuangan FY2024

    Profil Singkat Microstrategy Inc

    MicroStrategy adalah perusahaan penyedia perangkat lunak bisnis intelijen dan analitik asal yang lebih dikenal dengan pelopor korporasi yang mengadopsi BTC ke dalam balance sheet dan income statement nya. MSTR sendiri telah berdiri sejak tahun 1989. 

    Strategi masif adopsi BTC, menjadikan MicroStrategy salah satu pemegang Bitcoin institusional terbesar di dunia. Strategi ini tidak hanya memperkuat posisi perusahaan di pasar teknologi, tetapi juga memposisikannya sebagai perwakilan integrasi keuangan tradisional dan aset digital.

    Per 27 Januari 2025, MSTR telah memiliki lebih dari 470 ribu BTC dengan average pembelian US$62,473.01, sehingga total cost pembelian MSTR terhadap BTC adalah US$27.954 miliar. MSTR sendiri memiliki 3 segmen bisnis yang jarang dikenal oleh masyarakat luas. Pada tahun 2023, pendapatan MSTR berada di level US$467.2 juta (-7.4% YoY) dan di tahun 2024 diproyeksikan berada di level US$466.6 juta (-6% YoY).

    Ketiga segmen bisnis itu terdiri dari: 

    1. Revenue License and Subscription. Segmen ini berfokus pada layanan subscription yang terbagi 2 yakni client and services products. MSTR juga menyediakan license bundle keduanya yang berfokus pada AI yakni dengan bundle AI Consumer User, AI Power User, AI Architect User dan Cloud Reporter User. Untuk product license terdiri dari Client – Web, Application, Client – Hyper, dan Client – Mobile. Untuk services products terdiri dari Server – Intelligence, Server – Telemetry, Microstrategy AI, dan lainnya. Pada tahun 2023, segmen ini berhasil menyumbang revenue sebesar US$156.5 juta dan diproyeksikan pada tahun 2024 berada di level US$150.8 juta
    2. Product Services. Segmen ini menyediakan paket software agar license MSTR bisa running secara lancar. Segmen ini berisikan Cloud Support, Cloud Elite Support, Support Liaison, Standard Support, Extended Support, Premier Support, dan Elite Support. Pada tahun 2023, segmen ini berhasil menyumbang revenue sebesar US$263.9 juta dan diproyeksikan pada tahun 2024 berada di level US$248.4 juta
    3. Other Services. Segmen ini menyediakan layanan consulting dan eduction terkait software ataupun hal-hal yang berkaitan dengan consulting client business strategy. Pada tahun 2023, segmen ini berhasil menyumbang revenue sebesar US$75.8 juta dan diproyeksikan pada tahun 2024 berada di level US$67.3 juta

    Revenue Breakdown MSTR | Sumber: Bloomberg

    Mengulas Aspek Finansial Microstrategy Inc

    MSTR Rajin Akumulasi BTC, Di Record di Unrealized Gain

    MSTR dikenal sebagai perusahaan yang rajin untuk mengakumulasi BTC dan kenaikan atau penurunan BTC akan masuk ke dalam income statement perusahaan ke bagian unrealized gain, atau posisinya berada di operating profit. Pencatatan akuntansi berupa unrealized gain di Income Statement didasari atas aset yang dibeli oleh MSTR bukan aset yang dapat d hold to maturity seperti Bonds. Oleh karena itu, walaupun MSTR memiliki penurunan pendapatan selama 3 tahun terakhir, namun profit MSTR belum tentu turun karena semakin besar unrealized gain maka EPS akan naik, sebaliknya apabila harga BTC turun maka EPS MSTR berpotensi turun. 

    Akumulasi BTC yang dilakukan oleh MSTR dibiayai oleh equity dan hutang. Dan 60% adopsi dibiayai oleh hutang karena cost of debt lebih murah dibandingkan dengan cost of equity. Oleh karena itu diproyeksikan pada tahun 2024, operating loss MSTR berada di level US$850.1 juta karena MSTR harus membayar bunga di tengah kondisi harga BTC yang sempat terkoreksi di Bulan Desember 2024. Sehingga keuntungan akumulasi BTC di tahun 2024 ter offset dengan biaya bunga yang tinggi. 

    Oleh karena itu, diproyeksikan pada tahun 2024, MSTR membukukan net income negatif yang berada di level -US$576.8 juta, padahal di tahun 2023, MSTR berhasil membukukan net income yang positif yakni di level US$ 456.8 juta. 

    Revenue Breakdown MSTR | Sumber: Bloomberg

    Tesis Investasi Microstrategy Inc

    1. Bull Market 2025, Negara Berlomba-lomba Adopsi BTC

    Tahun 2024 terdapat beberapa event yang sangat menguntungkan bagi industri crypto, dimulai dari halving BTC, munculnya ETF BTC dan ETH, masif nya adopsi BTC yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan, hingga terpilihnya Trump sebagai presiden AS yang berpotensi membuat kebijakan BTC strategic reserve. 

    Dimulai dari Bulan April, terjadi BTC halving atau dikenal dengan siklus 4 tahunan BTC, dimana terjadi peristiwa di mana imbal hasil (block reward) yang diperoleh oleh para penambang Bitcoin akan dipangkas setengah (50%) dari nilai imbal hasil yang diterima sebelumnya. Halving keempat ini dijadwalkan akan selesai pada pertengahan hingga akhir April 2024, di mana pasokan BTC yang dirilis diperkirakan akan mencapai 1,31 juta BTC sementara imbalan (reward) untuk para penambang akan dikurangi menjadi 3.125 BTC.

    Peristiwa lainnya yang mendapatkan sorotan besar adalah momen disetujuinya perdagangan ETF BTC dan ETH. Hal ini dijadikan gerbrang pintu adopsi crypto yang semakin besar dari sisi retail dan institusi. Sampai dengan 13 Jan 2025, ETF BTC memiliki market cap sebesar $107.13 miliar, dan ETF ETH memiliki market cap sebesar $9.09 miliar. Sampai saat ini, sudah banyak adopsi crypto, misalnya seperti UAE yang 30.3% dari total populasinya sudah memegang crypto. Namun kalau diurutkan berdasarkan jumlah populasi negara yang memiliki kripto terbanyak adalah India dengan 93 juta orang, China dengan 59 juta orang, dan AS dengan 52 juta orang.

    BTC juga sudah diadopsi oleh perusahaan-perusahaan misalnya seperti microstrategy yang saat ini sudah menguasai 2.1% dari total supply BTC. Tidak hanya itu, adopsi nya juga sudah sampai di Korea Selatan, dimana pemerintah akan menyetujui peraturan yang mengatur perusahaan-perusahaan yang akan mengadopsi BTC. 

    Selain perusahaan, negara-negara juga mulai secara masif mengadopsi BTC untuk bisa lepas dari masalah kemiskinan negaranya, misalnya seperti El Salvador dan Bhutan. Kedepannya dengan dilantiknya Trump sebagai presiden AS, diproyeksikan akan ada BTC Strategic Reserve, dimana ketika AS mengadopsi suatu kebijakan baru maka negara-negara lain juga akan mengikuti kebijakan tersebut karena AS adalah negara adikuasa yang menjadi kiblat kebijakan negara-negara yang lebih kecil. Rencananya Trump ingin mengadopsi 200 rb BTC selama 5 tahun kedepan di masa jabatannya. 

    Masih berkaitan dengan pelantikan Trump, banyak investor yang juga melirik Altcoin karena dengan penggantian Gary Gensler yang tidak lagi menjadi ketua SEC akan membuat persetujuan ETF Altcoin seperti Solana ataupun XRP menjadi lebih tinggi probabilitynya. 

    Atas sadar itulah, mengapa industri crypto dinilai akan meraih momentum gain di tahun 2025 tidak hanya dari sisi BTC tapi juga altcoin. Namun investor juga harus mengetahui bahwa setelah adanya bull market pasti juga ada bear market, sehingga investor harus menerapkan strategi taking profit, terutama untuk Altcoin karena teknologi akan selalu berkembang dan semakin baru, dan mungkin saja coin yang menjadi winner di season ini tidak akan menjadi winner di cycle selanjutnya. Namun, untuk BTC, harga BTC secara historical selalu semakin tinggi di setiap cycle 4 tahunnya. 

    2. MSTR Akan Mengakumulasi BTC Secara Masif 

    Microstrategy secara masif untuk mengadopsi BTC, bahkan pada 31 Januari 2025, MSTR menyatakan akan melakukan right issue melalui preferred stock sebesar US$563.4 juta untuk mengadopsi BTC. Nantinya subscriber dari preferred stock akan mendapatkan imbal hasil sebesar 8% / tahun dan memiliki keuntungan untuk convert preferred stock menjadi common stock MSTR. 

    Menurut Bloomberg, diproyeksikan di tahun 2025, MSTR akan memiliki 542.5 ribu BTC. Dengan kepemilikan BTC yang semakin besar ditambah dengan proyeksi bull market 2025. Saham MSTR layak untuk dikoleksi oleh sobat cuan. 

    Valuasi Microstrategy Inc

    Menurut konsensus, harga wajar saham Microstrategy Inc ($MSTR) berada di US$555.89. 

    Lebih lanjut, apabila ditilik dari rasio harga saham terhadap labanya (rasio PE), valuasi MSTR saat ini berada di angka 889.9x PE atau lebih “mahal” dibandingkan rata-rata kompetitornya sebesar 41x PE. Kendati begitu, investor sepertinya “mewajarkan” harga premium tersebut mengingat MSTR adalah salah satu pemegang Bitcoin institusional terbesar di dunia.

    P/E Band MSTR | Sumber: Bloomberg

    Dengan adanya prospek bisnis MSTR yang cerah, sobat cuan bisa untuk membeli call option MSTR untuk menghasilkan potensial profit lebih banyak dari saham biasa.

    Beli Call Option MSTR di Sini!

    Risiko Berinvestasi di Saham Microstrategy Inc

    Risiko Leverage

    MicroStrategy telah mengumpulkan Bitcoin dengan menerbitkan obligasi konversi dan mengambil pinjaman berbunga rendah. Ini telah meningkatkan leverage perusahaan, yang bisa menjadi pedang bermata dua. Jika harga Bitcoin turun secara signifikan, perusahaan dapat menghadapi tekanan keuangan yang serius. Beberapa analis berpendapat bahwa MicroStrategy terlalu bergantung pada Bitcoin, mengabaikan diversifikasi aset yang sehat. Mereka menyoroti potensi risiko bagi investor, terutama jika pasar kripto mengalami penurunan tajam.

    Risiko Diversifikasi Aset

    Michael Saylor, pendiri dan CEO MicroStrategy, tetap teguh dalam keyakinannya bahwa Bitcoin adalah aset dengan potensi apresiasi jangka panjang. Dia berpendapat bahwa strategi ini akan memberikan nilai maksimal bagi pemegang saham dalam jangka panjang. Oleh karena itu, MSTR hanya melakukan investasi di BTC dan memiliki aset yang terkonsentrasi. 

    Risiko Penurunan Harga Saham

    MSTR memiliki valuasi yang tergolong premium dibandingkan kompetitornya. Apabila terdapat penurunan harga BTC ataupun terjadi bear market crypto, maka kondisi financial MSTR akan memburuk sehingga mempengaruhi tingkat valuasi perusahaan.

    P/BV Band MSTR | Sumber: Bloomberg

    Beli Saham MSTR di Sini!

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • McDonalds Berkomitmen Untuk Memenangkan Value Battle (Pre-Earnings FY2024)

    Highlight

    • Model bisnis McDonald’s, terutama sebagai pemilik waralaba, menghasilkan pendapatan yang stabil dan berulang dengan risiko operasional yang lebih rendah, namun membatasi keuntungan saat terjadi lonjakan penjualan.
    • Meskipun menghadapi tantangan seperti harga komoditas yang tinggi dan tantangan traffic, rencana ekspansi dan value meals McDonald’s dapat menjadi faktor untuk mendorong pertumbuhan dan mempertahankan volume.
    • Pada artikel ini, kami akan fokus pada laporan keuangan yang akan datang untuk memahami poin-poin penting yang mungkin terjadi dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi harga saham McDonald’s.

    Pendekatan Earnings McDonald’s

    Saat ini terdapat risiko dimana ada kemungkinan banyak data penting yang terlewatkan karena fokus para investor berada di tempat lain (proyek Stargate dan juga isu DeepSeek). Namun, ekonomi jauh lebih luas dan perusahaan-perusahaan seperti McDonald’s (NYSE: MCD) harus selalu diperhitungkan, setidaknya untuk memahami apa yang terjadi di antara para konsumen. Kita telah melihat hal ini selama aksi jual Nasdaq sebesar 5% yang dipicu oleh kasus DeepSeek: para investor tiba-tiba berbondong-bondong mencari tempat yang aman dan saham McDonald’s meningkat hampir 3%. Jadi, mari kita lihat lebih dalam perusahaan ikonik ini dan melihat apa yang bisa kita harapkan dari pendapatannya yang akan rilis 10 Februari mendatang dan seperti apa panduan FY25-nya.

    McDonald’s: Tailwinds & Headwinds

    Sesungguhnya, terdapat resiko saham MCD bisa saja menyentuh nilai $275. Mempertimbangkan rencana ekspansi besar-besaran yang diumumkan perusahaan untuk mencapai 50 ribu restoran di tahun 2027, harga saham tersebut merupakan estimasi nilai wajar. Terlebih lagi, tahun lalu McDonald’s menghadapi beberapa hambatan seperti harga komoditas yang tinggi dan boikot di negara-negara Arab, di samping ancaman obat penurun berat badan. Kemudian, pada paruh kedua tahun lalu, ada juga investigasi mengenai wabah E. coli yang menyerang lebih dari 100 orang dan menyebabkan satu orang meninggal dunia. Penyebabnya ditemukan pada bawang bombay yang terkontaminasi dan wabah tersebut kini telah dinyatakan berakhir. Namun, hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran di antara para pelanggan McDonald’s.

    Salah satu aspek mengapa kami yakin McDonald’s layak diperdagangkan dengan harga premium adalah model bisnisnya yang membuat perusahaan ini bekerja terutama sebagai pemilik waralaba yang mengumpulkan royalti. Inilah sebabnya mengapa banyak yang percaya bahwa McDonald’s adalah REIT (Real Estate Investment Trust) yang terselubung. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan McDonald’s bersifat berulang dan memiliki risiko operasional yang lebih kecil dibandingkan perusahaan restoran yang mengelola gerainya sendiri. Pada saat yang sama, model bisnis ini tidak menghasilkan keuntungan besar saat penjualan restoran melonjak secara tiba-tiba. Lagi pula, McDonald’s menyatakan dalam laporan tahunannya bahwa “model bisnis waralaba yang sangat besar dari perusahaan ini dirancang untuk menghasilkan pendapatan yang stabil dan dapat diprediksi, yang sebagian besar merupakan fungsi dari penjualan waralaba, dan aliran arus kas yang dihasilkan.” Hal ini memungkinkan McDonald’s memperoleh hampir 90% dari margin restorannya dari margin waralaba.

    Margin MCD berdasarkan tipe restoran | Sumber: Laporan Tahunan MCD

    Jika kita tidak memahami model bisnis ini, kita berisiko gagal membaca neraca keuangan McDonald’s dengan benar. Faktanya, perusahaan ini memiliki banyak utang. Namun sebagian besar utang ini dikeluarkan untuk membeli tanah dan bangunan restoran. Sebagian besar properti McDonald’s terapresiasi dari waktu ke waktu yang bahkan lebih cepat daripada tingkat bunga rata-rata 3.7% yang dibayarkannya (rata-rata, real estat komersial terapresiasi antara 8% hingga 10% per tahun). Jadi, utang McDonald’s tertutupi dengan baik oleh aset-asetnya, yang nilainya jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan di neraca.

    Model bisnis McDonald’s yang bergantung pada waralaba memang menyebabkan pertumbuhan pendapatan yang datar, namun di saat yang bersamaan juga membuat perusahaan terus meningkatkan profitabilitasnya. Meskipun demikian, tren ini tidak dapat berlangsung selamanya, dan inilah mengapa McDonald’s menargetkan ekspansi restoran. Namun, ini bukan satu-satunya pendorong pertumbuhan pendapatan. McDonald’s juga telah berjuang dengan traffic. Inilah sebabnya mengapa mereka menambahkan promosi baru untuk melengkapi paket $5 Value Meal, yang telah menjadi populer. Meskipun hal ini dapat membantu McDonald’s untuk mendapatkan kembali traffic-nya, namun belum dapat dipastikan apakah akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan dan keuntungan yang signifikan. Namun, kita berada dalam situasi di mana McDonald’s mungkin akan rela mengorbankan sedikit marginnya untuk menjaga volume tetap tinggi. Inilah sebabnya mengapa beberapa analis mulai berbicara tentang “value wars”.

    Satu hal lagi, sebelum kita beralih ke preview pendapatan Q4. Pada akhir 2023, McDonald’s memperkenalkan konsep baru CosMc’s untuk secara resmi menjadi bagian dari perang kopi yang sedang berlangsung yang benar-benar menyulitkan Starbucks (SBUX). Bukan rahasia lagi bahwa pasar minuman saat ini cukup red ocean, karena menarik banyak pemain dengan margin yang lebih tinggi dibandingkan makanan. Sekarang, McDonald’s memberi tahu kitai bahwa tahun 2024 akan menjadi tahun uji coba untuk melihat bagaimana konsep baru ini bekerja. Hasilnya, earnings call yang akan datang mungkin akan mengungkapkan jalur apa yang ingin ditempuh McDonald’s di masa depan. Tentu saja, ini adalah bisnis yang terlalu kecil untuk dianggap sebagai game-changer. Namun jika McDonald’s memutuskan untuk mengembangkannya, maka akan jadi kabar yang kurang menyenangkan bagi pemegang saham Starbucks. Namun baru-baru ini, McDonald’s sedang menyusun ulang rencananya dan akan menutup lokasi CosMc’s dengan format yang lebih besar untuk membuka dua restoran dengan ukuran yang lebih kecil.

    Preview Earnings McDonald’s Q4

    Kuartal ketiga bukanlah kuartal yang bagus, namun juga bukan bencana. Penjualan di seluruh dunia turun 1,5%, meskipun AS melaporkan kenaikan 0,3%, yang dapat disebut sebagai kabar baik. Pendapatan meningkat 3% menjadi $6,9 miliar, tetapi pendapatan operasional turun 1% menjadi $3,19 miliar. Laba bersih turun 3% menjadi $2,26 miliar dan EPS sebesar $3,13 dibandingkan $3,17 yang dilaporkan pada Q3 tahun sebelumnya. Penurunan ini sebagian disebabkan oleh one-time event seperti biaya sebelum pajak dan biaya penurunan nilai non-kas. Namun kita juga harus mempertimbangkan beban bunga yang lebih tinggi (+10,2% YoY) sebagai salah satu alasan yang menurunkan laba bersih McDonald’s. Selama earnings call, CEO McDonald’s Chris Kempczinski mengakui bahwa lalu lintas trafiic (Quick Service Restaurant) “tetap tertekan, yang mencerminkan tantangan di seluruh industri”. Faktanya, “konsumen, terutama mereka yang berada dalam kategori berpenghasilan rendah, memilih untuk lebih sering makan di rumah”. Meskipun demikian, McDonald’s berbicara tentang “daya tarik pangsa pasar yang konsisten” terutama di A.S. Pada saat yang sama, Chris juga mengatakan bahwa, meskipun McDonald’s terus diakui sebagai pemimpin value dalam industri ini, “kesenjangan kepemimpinan value-nya telah menyusut”. Inilah sebabnya mengapa perusahaan meluncurkan “€4 Happy Meals” di Prancis, “3 for £3” di Inggris, dan di Kanada, mereka menawarkan kopi dengan harga mulai dari CAD $1. Kami juga mengetahui bahwa $5 Meal Deal menarik pelanggan yang rata-rata pengeluarannya di atas $10. Kami tahu bahwa promo ini diperpanjang hingga Desember dan mungkin akan berdampak besar pada pendapatan Q4 McDonald’s, terutama dari sisi traffic.

    Saat ini, McDonald’s tidak mengeluarkan guidance kuartalan. Oleh karena itu, kami hanya dapat mendasarkan asumsi kami berdasarkan apa yang disampaikan oleh para eksekutif McDonald’s pada panggilan telepon sebelumnya dan memeriksa ulang dengan data ekonomi yang tersedia dari industri ini.

    Sejauh ini, tren terbaru menunjukkan bahwa QSR mengalami perkembangan traffic yang positif pada kuartal keempat di AS, dengan peningkatan 0,8% YoY. Banyak yang percaya bahwa McDonald’s adalah salah satu pemain utama yang memimpin kenaikan trafik ini berkat menu $5-nya. Jika hal ini terbukti benar, maka kita akan melihat laporan penjualan McDonald’s di AS naik setidaknya 1%. Ini berarti penjualan juga harus naik beberapa poin persentase. Yang lebih sulit diprediksi adalah penurunan marjin operasi. Saat ini, konsensus 29 analis memproyeksikan EPS Q4 McDonald’s turun 3% YoY menjadi $2,87, yang mencerminkan kesan bahwa McDonald’s akan mengorbankan sebagian keuntungan untuk meningkatkan traffic. Bagaimanapun, kita telah melihat 22 revisi ke bawah dalam tiga bulan terakhir, dan hanya satu revisi ke atas. Hal ini dikonfirmasi oleh fakta bahwa konsensus pendapatan saat ini adalah $6,5 miliar, yang akan mencerminkan pertumbuhan 1,2% YoY. Sekarang, ini mungkin tampak seperti naik turun yang kecil, tetapi dalam industri yang matang dan stabil seperti restoran cepat saji, hal ini membuat perbedaan besar.

    Seperti yang telah dikatakan, kami memperkirakan penjualan akan meningkat 2% menjadi $6,53 miliar, namun kami memperkirakan laba bersih McDonald’s akan lebih rendah dari tahun lalu karena laba kotor yang lebih rendah dan beban bunga yang lebih tinggi. Inilah sebabnya mengapa proyeksi kami adalah penurunan 2% menjadi $1,99 miliar. Dengan mempertimbangkan bahwa McDonald’s dapat memiliki sekitar 715 juta saham biasa yang beredar, kita akan memiliki EPS McDonald’s sekitar $2,79, yang sedikit di bawah konsensus saat ini.

    Akibatnya, meskipun kami positif terhadap pertumbuhan traffic, kami tidak terlalu yakin bahwa McDonald’s akan meningkatkan pendapatannya.

    Arus kas bebas (free cash flow), di sisi lain, seharusnya sedikit banyak tetap stabil, dan kami memperkirakan McDonald’s akan melaporkan FCF tahunan di atas $6,5 miliar. Bagaimanapun, McDonald’s memiliki model bisnis yang membuatnya menjadi cash cow yang dapat diandalkan.

    Valuasi McDonald’s

    Jadi, apakah ini membuat McDonald’s menjadi beli, tahan atau jual? Dalam jangka pendek, kami pikir katalisnya adalah traffic. Jika McDonald’s melaporkan pertumbuhan traffic yang kuat, sahamnya mungkin akan melonjak dan menembus di atas $300. Jika EPS McDonald’s turun 2% YoY, kami tidak memperkirakan sahamnya akan bergerak sebanyak itu. Jika penurunan margin lebih buruk, maka investor mungkin akan menjual kembali sahamnya.

    Saat ini, McDonald’s diperdagangkan pada PE FWD 24. P/FCF-nya di atas 20, yang membuat kita memahami apa yang investor yakini benar-benar berharga dari perusahaan ini. Faktanya, imbal hasil FCF-nya adalah 3,8%, yang sebenarnya tidak terlalu tinggi.

    Dalam jangka panjang, McDonald’s telah mampu memberi imbalan kepada para pemegang sahamnya dengan baik, tetapi saat ini, valuasi sahamnya tampak kurang menarik, dan kami belum menemukan margin of safety yang besar untuk menganggap saham ini sebagai peluang yang sebenarnya. Lagi pula, jika kita mempertimbangkan EV McDonald’s saat ini, yaitu sekitar $293 miliar, dengan menggunakan tingkat diskonto 7%, kita melihat bahwa tingkat pertumbuhan tersirat dari FCF McDonald’s adalah sekitar 4,65%. Rata-rata 20 tahun sedikit di bawah 2%, jadi kami melihat bahwa margin of safety tidak benar-benar ada saat ini.

    Oleh karena itu, kami menyarankan untuk memperhatikan laporan keuangan, namun tetap bersikap netral sambil menunggu kesempatan yang lebih baik untuk dibuka atau laporan tersebut memberikan data keuangan baru yang dapat membuat kita merevisi ekspektasi ke atas.Namun analisa kami tidak seratus persen akan tepat, dan pasar bisa menghasilkan sentimen yang berbeda lagi. Oleh karena itu, jika sebagai investor kita percaya dengan masa depan MCD, mencicil perlahan dan menyimpan cash hingga peluang yang lebih baik muncul dapat menjadi opsi untuk kita agar tetap memiliki money management yang baik saat harga turun, namun tidak ketinggalan kereta di saat pasar justru mengapresiasi saham MCD.

    Beli Saham MCD di Sini!

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Dedolarisasi Hingga Trump Menerapkan Tarif Impor

    Istilah Petrodollar mulai dikenal sejak tahun 1970-an, sejak diadopsi secara keseluruhan sebagai mata uang untuk transaksi jual-beli minyak bumi. Tapi tau ga sih sobat cuan, sebenarnya, USD sudah digunakan sebagai alat transaksi minyak sejak tahun 1940-an namun terbatas antara AS dengan negara eksportir saja.

    Skema Petrodollar meluas di tahun 1973, ketika Presiden Amerika Richard B. Nixon melakukan negosiasi dengan Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar di dunia. Proposal tersebut menyatakan bahwa Arab Saudi diwajibkan untuk jual-beli minyak antara Saudi dengan negara importir dengan mata uang USD. Sebagai imbalan nya, Amerika menawarkan perlindungan keamanan termasuk persenjataan dan militer untuk Arab Saudi. Pada saat itu, Arab menerima tawaran tersebut karena kondisi geopolitik di kawasan timur tengah yang sedang panas akibat gesekan-gesekan antara Mesir, Israel dan Syria (yang berujung pada Perang Yom Kippur 1973). 

    Dilatarbelakangi oleh konflik kepentingan, akhirnya proposal Petrodollar disetujui dan di tahun 1974 perjanjian Petrodollar berlaku penuh di Saudi dan tahun 1975, negara-negara OPEC mengikuti. Mulai saat itu negara importir minyak terus mengumpulkan USD untuk kepentingan jual-beli minyak mentah. Dengan permintaan minyak bumi yang semakin meningkat, maka valuasi USD juga meningkat. Sebelumnya, valuasi dari USD mengalami penurunan karena USD yang awalnya didukung oleh emas menjadi tidak dapat dipertukarkan dengan emas maupun logam mulia lain milik pemerintah Amerika. 

    Dollar Amerika pun menjadi mata uang yang valuasinya bergantung pada supply-demand minyak dunia. Maka semakin banyak transaksi minyak terjadi antar negara OPEC dan importir, semakin kokoh pula posisi Dollar Amerika sebagai mata uang dunia. Saat ini terjadi korelasi negatif antara harga minyak dunia dan valuasi USD. Apabila harga minyak dunia tinggi, maka akan ada pelemahan demand yang berdampak pada penurunan valuasi dari nilai tukar USD, begitu pula sebaliknya. 

    Namun, perjanjian dari Petrodollar ini berakhir di tahun 2024 dan memutuskan bahwa China dapat menggunakan Yuan China untuk perdagangan minyak antara Arab Saudi dan China. Selain menggunakan Yuan, Arab juga menerima mata uang lainnya seperti Euro, Rubel, Yen, dan sedang mempertimbangkan BTC sebagai alat pembayaran. hal ini dapat mengancam kekuatan dollar AS, mengingat FX reserve global currency 58% nya adalah USD, diproyeksikan kedepannya persentase USD dalam reserve global akan menurun, seiring dengan dedolarisasi. 

    Efek dari dedolarisasi ini sebenarnya sudah terlihat dengan penurunan persentase penggunaan Dollar As sebagai alat pembayaran internasional. Misalnya pada 2013, 80% ekspor Rusia ditransaksikan dalam dolar AS. Angkanya terus turun menjadi 61% pada 2019 dan menjadi 48% pada 2020. Dominasi USD untuk perdagangan di Rusia digantikan oleh Yuan, dimana Yuan menjadi mata uang asing yang paling banyak digunakan di Rusia sejak 2022. Ekspor China ke Rusia menembus US$76.12 miliar sementara impor mencapai US$114.15 miliar. 

    Langkah dedolarisasi selanjutnya adalah selama delapan tahun terakhir, China merayu Arab Saudi untuk menggunakan mata uang Yuan untuk membeli minyak. Jika kerja sama ini disepakati maka diperkirakan bisa menggerus permintaan dolar AS lebih dari US$10 miliar atau sekitar Rp163.9 triliun. Kontrak Saudi Aramco dengan perusahaan China terkait penjualan minyak diperkirakan mencapai US$10 miliar.

    Selain dengan Rusia dan Arab, Yuan juga dijadikan sebagai mata uang perdagangan asing utama di Laos. Selain Laos, negara Indonesia juga mulai memiliki kesepakatan dengan China untuk menggunakan Yuan- Rupiah sebagai mata uang perdagangan kedua negara sejak September 2021. 

    Selain dari dedolarisasi, dampak lainnya adalah terjadi tingkat volatilitas yang tinggi karena adanya penetapan harga minyak yang berbeda-beda sesuai dengan mata uang pembelian. Karena fluktuasi nilai tukar juga mempengaruhi harga minyak dan arus perdagangan. Selain itu, kedepannya juga diproyeksikan BTC ataupun mata uang digital lainnya juga bisa memainkan peran penting dalam penetapan harga minyak dunia, apabila pembayaran melalui instrumen tersebut disetujui. 

    Untuk mencegah hal ini, AS sendiri di bawah Trump akan menerapkan sanksi tarif 100% apabila negara-negara mulai meninggalkan penggunaan USD. Adapun negara-negara yang menyatakan akan melakukan dedolarisasi adalah negara yang tergabung dibawah BRICS+. Negara-negara BRICS+, menyumbang 35% dari PDB dunia dan 45% dari populasi dunia. Sehingga hal tersebut menjadi ketakutan untuk Trump karena dampaknya bisa signifikan merugikan AS. AS mengimpor barang senilai US$ 401 miliar dari China, dengan defisit perdagangan lebih dari US$ 270 miliar dalam 11 bulan pertama tahun 2024, menurut data pemerintah AS.

    Salah satu negara yang bergabung dengan BRICS+ adalah China, sehingga wajar apabila Trump menerapkan tariff tinggi terhadap China karena China ingin menggantikan dominasi USD dalam perdagangan internasional yang berdampak bagi pelemahan USD. Trade war yang diterapkan oleh Trump sendiri akan merugikan China, karena AS adalah salah satu pasar ekspor terbesar. Apabila Trump Tariff secara resmi diterapkan, diproyeksikan GDP China akan berada di bawah 5%. Berdasarkan pengumuman terbaru Feb 2025, Trump menaikkan tarif 10% untuk produk China, atau jauh dibawah rencana awal Trump yang menetapkan tarif sebesar 60%. 

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Meme Coin: Dari Coin Lucu-Lucuan Menjadi Coin Dengan MarketCap US$85 Miliar

    Pada tahun 2013 Billy Markus dan Jackson Palmer membuat Dogecoin (DOGE) sebagai tanggapan “lucu” terhadap Bitcoin saat menggunakan meme Doge. Peluncuran coin dengan logo anjing lainnya setelah kemunculan DOGE adalah meme Shiba Inu yang dengan cepat mendapatkan popularitas karena orang-orang menyukai sifatnya yang lucu dan komunitasnya yang bersemangat. Orang-orang mulai menggunakan koin hanya untuk memberi tip dan melakukan pembelian kecil tetapi tidak ada tujuan khusus dibalik pembuatannya.

    Seiring dengan perjalanan waktu, banyak meme coin bermunculan dan berhasil diadopsi secara masif sehingga apresiasi harga meme coin juga sangat besar returnnya. Walaupun tidak memiliki fungsi khusus, namun nyatanya harga meme coin cukup stabil (walaupun volatilitas tinggi) dan memiliki jumlah komunitas yang besar. 

    Salah satu aspek keberhasilan memecoin adalah komunitas online yang kuat yang mendukung pertumbuhan memecoin secara masif. Memecoin mengembangkan kesuksesannya melalui dukungan media sosial dari investor retail daripada melalui investor institusional. Komunitas online di Reddit, Twitter, dan Discord mendorong orang untuk menggunakan memecoin dan membantu membuatnya populer sekaligus memengaruhi harga pasar mereka.

    Selain itu, keberhasilan lainnya juga disebabkan karena memecoin sekarang dapat dijadikan sebagai utility token walaupun tidak berlaku untuk semua memecoin. Misalnya seperti Dogecoin yang sekarang bisa dijadikan sebagai alat pembayaran di Tesla, sehingga project team doge pun terus mengembangkan blockchain platformnya. Selain Doge, Project Shiba Inu juga sedang membangun shibarium untuk mempercepat transaksi pembayaran NFT. 

    Beli Coin DOGE di Sini!

    Beli Coin SHIB di Sini!

    Sobat cuan juga harus sadar bahwa sekarang ini ada banyak sekali memecoin yang bermunculan dengan total market cap namecoin adalah US$85 miliar. Memecoin memiliki tingkat volatilitas yang tinggi karena memecoin adalah coin spekulasi dan banyak coin-coin baru yang bermunculan (poor quality). 

    Apabila sobat cuan ingin mengoleksi memecoin, sobat cuan harus mengkonsiderasi beberapa hal ini:

    1. Harus mengikuti hype dan money flow untuk trading cepat : Memecoin sering mendapatkan daya tarik karena buzz media sosial, tren viral, atau dukungan oleh influencer dan selebriti. Namun, hype ini mungkin tidak sustain ke dalam nilai jangka panjang.
    2. Memecoin harus memiliki development team yang terpercaya dan memiliki background history yang terpercaya serta memiliki komunitas yang kuat. Misalnya: banyak investor yang spekulasi untuk berinvestasi di coin AI GOAT karena development team nya sama dengan founder FARTCOIN, serta keduanya memiliki komunitas yang besar. 
    3. Harus mengakses tokenomics untuk menilai total supply dan distribusinya, market cap, burning mechanisms, dan locked liquidity. 
    4. Harus siap akan tingkat volatilitas yang sangat tinggi, bisa dalam semalam sobat cuan kehilangan hampir seluruh uang ataupun memecoin dapat merubah hidup.
    5. Harus menggunakan exchange yang sudah memiliki reputasi yang baik, melakukan research mandiri dengan mereview smart contract. Hal ini ditujukan agar tidak terkena rug pull ataupun pump and dump. 

    3 Tips Mengoleksi Meme Coin

    Koin meme memang dikenal punya fluktasi harga yang kencang. Sehingga, Sobat Cuan bisa mengoleksinya asal tetap berhati-hati dengan risiko yang menyertai. Nah, agar kamu tetap aman dalam mengoleksi Meme Coin, berikut adalah tiga tips yang bisa kamu terapkan!

    1. Pahami Siklusnya

    Aset kripto punya siklusnya masing-masing, tak terkecuali koin meme. Bedanya, koin meme hanya punya dua fase alih-alih siklus penuh yang berulang, yakni early adopter dan FOMO.

    Early adopter berisikan trader berpengalaman dalam dunia token meme. Mereka membeli saat aset masih potensial namun belum mencapai fase hype-nya. Para early adopter bisa tetap cuan meskipun token yang dibelinya berskema pump and dump.

    Sebaliknya, trader FOMO alias fear of missing out merupakan target pasar para early adopter. Setelah token meme booming dan harganya meluncur tajam, tim FOMO mulai membanjiri pasar.

    Kamu harus menghindari jadi trader FOMO jika tidak mau terjebak dalam skema pump and dump. Banyak trader FOMO harus mau membakar asetnya demi menjaga nilai tukar token yang kian susut seiring dengan redupnya lampu sorot.

    2. Kenali Risikonya

    Analisis dalam trading token meme amat berbeda. Kamu bisa memanfaatkan perangkat seperti Bubble Maps dan Dextool untuk melihat data on-chain sebuah koin meme. Data tersebut bisa jadi basis analisis kamu untuk menguji kelayakan suatu token meme sebagai objek trading.

    3. Beli Dalam Jumlah Sedikit

    Secara statistik, hampir 90% token meme di pasaran saat ini tidak punya nilai interinsik. Kamu pun tidak bisa mengukur kelayakan proyek dibaliknya lantaran whitepaper-nya saja terlihat kurang meyakinkan.

    Akibatnya, trading koin meme lebih mirip disebut sebagai aksi spekulatif yang banyak bergantung pada keberuntungan. Karena itu, kamu harus bijak mengalokasikan dana investasi maupun trading kamu dalam jumlah yang bisa ditoleransi jika nantinya trading plan kamu tidak berjalan sesuai rencana.

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

     



    Sumber : pluang.com

  • Trump Tariff: Pasar Justru Membutuhkannya?

    Dampak Tarif Trump Terhadap Pasar

    Tarif impor tambahan yang diberlakukan oleh Trump meliputi:

    • 25% tarif impor untuk Meksiko dan Kanada
    • 10% tarif impor untuk China

    Menurut laporan CNN, tarif baru ini mencakup impor senilai $1,4 triliun—lebih dari tiga kali lipat tarif yang dikenakan selama masa jabatan pertama Trump. Akibatnya, indeks S&P 500 (SPX) dan NASDAQ Composite (COMP:IND) turun sekitar 2% di sesi pre-market. Sementara itu, harga Bitcoin (BTC-USD) juga mengalami volatilitas, diperdagangkan di kisaran $94.000.

    Namun, apakah kekhawatiran pasar ini berlebihan? Mari kita analisis lebih dalam.

    Tarif Tidak Selalu Memicu Inflasi

    Sebagian besar investor percaya bahwa tarif akan meningkatkan inflasi dengan menaikkan harga barang impor. Namun, bukti sejarah menunjukkan hal yang berbeda:

    • Pada tahun 2018, harga impor AS justru turun setelah diberlakukannya tarif.
    • Tarif dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, mengurangi permintaan, dan akhirnya menekan inflasi.
    • Depresiasi mata uang di negara mitra dagang dapat mengimbangi dampak tarif.

    Misalnya, pada tahun 2018, nilai tukar yuan China melemah, sehingga mengurangi dampak kenaikan tarif terhadap harga barang impor di AS.

    Harga impor Amerika Serikat | Sumber: FRED

    Inflasi Diprediksi Turun di Kuartal Pertama

    Hanya sebulan yang lalu, pasar khawatir akan lonjakan inflasi. Namun, dengan adanya tarif baru dan tren inflasi hunian yang menurun, kemungkinan besar inflasi akan mengalami penurunan dalam waktu dekat.

    Grafik indeks sewa penyewa baru dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa inflasi hunian telah turun drastis. Karena inflasi hunian merupakan komponen utama dalam Consumer Price Index (CPI), angka inflasi secara keseluruhan diperkirakan akan turun dalam beberapa bulan ke depan.

    Indeks sewa penyewa baru | Sumber: Departemen Tenaga Kerja AS

    Tarif Bisa Menjadi Strategi Ekonomi yang Tepat

    Ketika Trump pertama kali menjabat, banyak yang khawatir bahwa kebijakan pemotongan pajak dan peningkatan belanja pemerintah akan memanaskan ekonomi terlalu cepat. Sekarang, dengan tarif baru yang bertindak sebagai pajak penjualan, AS justru memiliki kesempatan untuk:

    • Mengurangi tekanan inflasi.
    • Menyesuaikan kebijakan fiskal dari posisi yang kuat.
    • Mempersiapkan kondisi bagi The Fed untuk kembali ke kebijakan moneter yang lebih longgar.

    Quantitative Easing (QE) Diprediksi Akan Kembali

    Pasar sangat bergantung pada likuiditas, dan salah satu penyebab pelemahan pasar saat ini adalah berkurangnya likuiditas akibat kebijakan Quantitative Tightening (QT) yang diterapkan oleh The Fed. Jika kita melihat pola pada tahun 2018, penurunan pasar saat itu dipicu oleh “Fed Taper Tantrum,” di mana The Fed mengurangi stimulus moneter secara bertahap. Namun, begitu The Fed mengubah arah kebijakan dan kembali ke Quantitative Easing (QE), pasar pun kembali menguat.

    SPX 2016-2020 | Sumber: Trendspider

    Saat ini, kita melihat tren serupa:

    • Bank Sentral Kanada telah mengakhiri kebijakan QT-nya.
    • Fasilitas reverse repo AS mendekati nol, menandakan potensi peningkatan likuiditas.
    • The Fed kemungkinan akan memangkas suku bunga dan menghentikan QT, membuka jalan bagi QE.

    ON RRP (Overnight Reverse Repo Facility) | Sumber: FRED

    Kesimpulan: Kesempatan Emas bagi Investor

    Meskipun tarif baru memicu volatilitas di pasar, dampaknya kemungkinan tidak akan bertahan lama. Beberapa skenario yang dapat terjadi adalah:

    1. Trump membatalkan atau menyesuaikan kebijakan tarif berdasarkan respons pasar. Menurut Polymarket, terdapat 57% kemungkinan dimana Trump akan menarik kebijakan tarif pada Kanada.

    Probabilitas bahwa tarif di Kanada dihapus (Polymarket)

    1. The Fed mempercepat kebijakan pelonggaran moneter untuk menjaga likuiditas.
    2. Ekonomi AS tetap kuat, menjadikan penurunan pasar ini sebagai peluang beli.

    Jika The Fed mengambil langkah proaktif untuk menghindari krisis likuiditas seperti tahun 2018, maka kita mungkin akan melihat rebound pasar yang cepat. Dengan demikian, bagi investor jangka panjang, kondisi ini bisa menjadi kesempatan strategis untuk masuk ke pasar sebelum fase pemulihan dimulai.

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Lebih Baik Beli Robinhood atau Coinbase?

    Robinhood dan Coinbase adalah perusahaan yang bergerak di bidang bursa sekuritas, namun keduanya memiliki model pendapatan yang berbeda. Coinbase mengandalkan mayoritas pendapatannya dari biaya transaksi cryptocurrency, sementara Robinhood memperoleh pendapatan terbesar dari perdagangan opsi (options).

    Perbandingan Financial HOOD Vs. COIN

    Pada tahun 2023, Robinhood memiliki segmen pendapatan yang terdiri dari biaya transaksi opsi (27% dari total pendapatan), ekuitas, cryptocurrency, dan transaksi lainnya. Sementara itu, Coinbase memperoleh pendapatan utamanya dari cryptocurrency (33% dari total pendapatan 2023), pendapatan bunga & biaya finansial, biaya kustodian, serta langganan dan layanan lainnya.

    Perbandingan pendapatan antara HOOD dan COIN dapat dilihat pada tabel berikut:

    Robinhood (HOOD) memiliki pendapatan yang lebih rendah dibandingkan Coinbase (COIN) karena Coinbase lebih fokus pada perdagangan cryptocurrency, yang permintaannya mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2024. Faktor lain yang turut mendorong performa Coinbase adalah segmen pelanggan institusional yang diproyeksikan menghasilkan volume perdagangan sebesar US$916.3 miliar dari total US$1.1 triliun pada tahun 2024. Coinbase mengenakan tarif biaya (fee take rate) sebesar 3% untuk pelanggan institusional. Sedangkan untuk segmen retail, Coinbase memiliki ARPU (Average Revenue Per User) sebesar US$32.05.

    Di sisi lain, Robinhood memiliki fokus utama pada segmen retail, dengan jumlah pengguna aktif bulanan (monthly active users) diproyeksikan mencapai 12.1 juta pengguna pada tahun 2024, meningkat 11% YoY dibandingkan tahun 2023. ARPU retail yang dihasilkan oleh Robinhood jauh lebih tinggi dibandingkan Coinbase, yaitu sebesar US$121.02.

    Untuk prospek ke depan, baik Robinhood maupun Coinbase memiliki potensi yang cerah karena keduanya merupakan pemimpin pasar di masing-masing segmen. Sebagai contoh, Coinbase menempati peringkat keenam sebagai crypto decentralized spot exchange per 30 Januari 2025, dengan pangsa pasar (market share) sebesar 5.5%. Hal ini tidak lepas dari strategi pertumbuhannya, yang termasuk memperbanyak laporan riset dalam bentuk artikel atau podcast terkait cryptocurrency yang baru terdaftar di platform Coinbase.

    COIN market share | Sumber: Statista

    Robinhood (HOOD) memiliki pangsa pasar sebesar 8.1% dari total online brokerage di Amerika Serikat. Dominasi pangsa pasar yang tinggi ini didorong oleh strategi pemasaran yang agresif. Pada tahun 2024, Robinhood diproyeksikan mengalokasikan US$256.2 juta untuk biaya pemasaran, yang setara dengan 9% dari total proyeksi pendapatan HOOD. Selain itu, perdagangan opsi di Robinhood juga populer karena perusahaan menawarkan fitur margin interest-free untuk peminjaman pertama dengan nilai maksimum US$1,000, yang menarik banyak investor untuk bertransaksi dengan membeli call atau put options di platform HOOD.

    Dari segi profitabilitas untuk tahun fiskal 2024 (proyeksi), Coinbase menunjukkan tingkat profitabilitas yang lebih baik (secara nominal) dibandingkan dengan Robinhood, meskipun kedua perusahaan didirikan hanya satu tahun terpisah—Coinbase pada tahun 2012 dan Robinhood pada tahun 2013. Berikut adalah ringkasan kondisi profitabilitas kedua perusahaan untuk FY 24:

    Valuasi HOOD Vs. COIN

    Menurut konsensus Bloomberg, harga wajar saham Coinbase ($COIN) saat ini diperkirakan berada di US$313.

    Jika dilihat dari rasio harga terhadap laba (PE ratio), valuasi Coinbase saat ini berada di angka 53,2x PE, yang menunjukkan valuasi yang lebih “mahal” dibandingkan rata-rata kompetitornya yang berada di 17,2x PE. Hal ini wajar, mengingat Coinbase sedang mengalami pertumbuhan pesat, terutama dengan semakin banyaknya investor institusional yang mengadopsi cryptocurrency. Bahkan, World Liberty Financial milik Donald Trump juga menggunakan layanan Coinbase.

     

    Sementara itu, menurut Morgan Stanley, harga wajar saham Robinhood ($HOOD) diperkirakan berada di US$64.

    Dari sisi rasio harga terhadap laba (PE ratio), valuasi Robinhood saat ini berada di angka 42,5x PE, yang juga lebih “mahal” dibandingkan rata-rata kompetitornya yang tercatat di 20,3x PE. Hal ini disebabkan oleh perkembangan positif pada sektor ekuitas di pasar saham AS, yang didorong oleh kebijakan Trump yang mendukung perusahaan-perusahaan AS dan penguatan USD. Sebagai hasilnya, aliran dana (money flow) kembali ke AS, dan banyak investor yang memutuskan untuk berinvestasi di pasar saham AS.

    Risiko Berinvestasi HOOD & COIN

    Kompetisi Dengan Perusahaan Exchange 

    Saat ini, banyak exchange yang bermunculan, dan untuk memenangkan kompetisi, perusahaan-perusahaan ini berlomba-lomba menurunkan biaya trading, bahkan ada yang menghilangkan biaya tersebut sepenuhnya dan menggantinya dengan spread dari perbedaan bid-offer saat transaksi matching, untuk meningkatkan market share mereka. Namun, penurunan biaya trading bukanlah strategi yang dapat bertahan dalam jangka panjang, sehingga perusahaan perlu menawarkan keunggulan daya saing lainnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memiliki basis pelanggan yang kuat di segmennya masing-masing. Contohnya, Coinbase yang memiliki basis pelanggan kuat di kalangan institusional, sementara Robinhood lebih unggul di segmen retail.

    Krisis dan Bear Market

    Pada kondisi bear market, banyak investor yang mengalami kerugian akibat posisi leverage atau floating loss, sehingga mereka cenderung enggan untuk melakukan perdagangan dengan volume besar. Semakin kecil Gross Trading Volume (GTV), maka potensi pendapatan untuk Robinhood (HOOD) dan Coinbase (COIN) juga dapat menurun, mengingat pendapatan terbesar keduanya berasal dari biaya trading. Namun, untuk Robinhood, perusahaan masih memiliki potensi keuntungan dengan menawarkan put options saat kondisi pasar sedang bearish. Sementara itu, untuk Coinbase, posisi leverage short dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan ketika pasar sedang lesu.

    Transaksi Saham Coinbase di Sini!

    Transaksi Saham HOOD di Sini!

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Dow Jones Indeks Adalah Pemenang Januari Efek 2025

    Fenomena ini sering dimanfaatkan oleh trader dan investor untuk mencari peluang keuntungan. Namun, tidak selalu terjadi setiap tahun dan dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi serta sentimen pasar. Adapun January Effect disebabkan karena beberapa hal seperti : 

    1. Pembelian Kembali Saham: Investor yang menjual saham untuk keperluan pajak di akhir tahun mulai membeli kembali di Januari.
    2. Optimisme Awal Tahun: Banyak investor melihat Januari sebagai awal baru untuk strategi investasi mereka (rebalancing portfolio)
    3. Likuiditas Lebih Tinggi: Aktivitas perdagangan meningkat setelah liburan akhir tahun.
    4. Di awal tahun, khususnya bulan Januari, investor ritel sering menerima bonus akhir tahun. Bonus ini kerap dimanfaatkan untuk membeli saham dalam jumlah besar, yang turut mendorong kenaikan harga saham di awal tahun.
    5. Perusahaan membagikan dividen di awal tahun buku. 

    Performa January Effect 2025

    Indeks Performance January 2025 | Sumber: Trading View

    Pada Bulan Januari 2025, terdapat beberapa indeks yang merasakan adanya Januari Effect, misalnya seperti Dow Jones Indices yang berhasil naik 5.08% selama trading days bulan januari. Di lain sisi, IHSG (bursa indonesia) merupakan indeks yang paling underperform diantara komparasi SPX, DJI, NASDAQ, KOSPI (bursa korea), HSI (bursa shanghai), FTSE (bursa inggris), Nikkei (bursa jepang), yakni dengan pertumbuhan -0.75% selama bulan Januari. 

    Bursa Amerika lainnya seperti NASDAQ dan S&P500 berhasil membukukan gain sebesar 2.4% dan 2.93%. Indeks Amerika yang memiiki big caps berupa saham tekonologi sempat mengalami koreksi yang cukup dalam dengan adanya kehadiran DeepSeek AI. Bahkan pada saat berita tersebut rilis, NVIDIA sempat anjlok 17% atau nilai kapitalisasi pasarnya turun US$ 589 miliar. 

    Beli ETF SPY di Sini!

    Studi dan Kritik Terhadap January Effect

    Sebuah studi yang menganalisis data harga saham dari tahun 1904 hingga 1974 menemukan bahwa tingkat imbal hasil pada Januari lima kali lebih besar dibanding bulan-bulan lainnya pada tahun itu. Saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar mini adalah penikmat utama dari fenomena ini.

    Hal itu kemudian dikonfirmasi oleh firma investasi Salomon Smith Barney. Firma itu melakukan studi analisis data dari 1972 hingga 2002 dan menemukan bahwa pertumbuhan nilai saham-saham kapitalisasi kecil selalu mengalahkan saham-saham berkapitalisasi besar.

    Pada bulan itu, rata-rata harga saham meningkat sebesar 0,82% di Januari, namun harga saham-saham ini kemudian berkinerja buruk selama sisa tahun tersebut. Data menunjukkan bahwa January Effect menjadi semakin tidak penting.

    Seorang mantan Direktur dari Vanguard Group, Burton Malkiel, juga mengkritik January Effect. Ia menyebut bahwa January Effect adalah omong kosong. Sebab, fenomena seperti itu tidak memberikan investor secuil peluang yang dapat diandalkan.

    Dia juga menyatakan bahwa January Effect memilki dampak yang begitu kecil sehingga biaya transaksi yang diperlukan untuk mengeksploitasi hal tersebut pada dasarnya membuatnya tidak menguntungkan.

    Strategi Memanfaatkan January Effect

    Setelah memahami faktor-faktor penyebabnya, maka saatnya kamu memahami strategi memanfaatkan January Effect.

    1. Fokus pada Saham yang Membagikan Dividen

    Fokus pada saham-saham perusahaan yang rutin membayar dividen pada akhir tahun. Strategi ini dapat menjadi langkah cerdas karena pembagian dividen sering kali menjadi pemicu January Effect pada suatu emiten.

    2. Diversifikasi 

    Portofolio diversifikasi portofolio dapat membantu mengurangi risiko dalam berinvestasi saham. Jangan pernah menaruh seluruh modal ke dalam satu saham saja. Dengan diversifikasi, risiko kerugian dapat diminimalkan jika terjadi pergerakan pasar yang tidak sesuai harapan.

    3. Analisis Fundamental dan Teknikal

    Melakukan analisis fundamental dan teknikal pada saham merupakan hal wajib bagi seluruh investor, termasuk saat periode January Effect. Tanpa analisis yang matang, investasi bisa berisiko tinggi dan lebih menyerupai spekulasi semata.

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Mengenai Apa Itu AI Coin & Cara Kerja-nya

    AI Coin adalah jenis cryptocurrency yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan fungsionalitas dan efisiensi dalam ekosistem blockchain. Berbeda dengan cryptocurrency tradisional seperti Bitcoin dan Ethereum, yang berfokus pada transaksi peer-to-peer dan smart contract ataupun berperan sebagai store of value, AI Coin menggunakan AI untuk mempercepat validasi transaksi, memperbaiki keamanan, dan membuat keputusan yang lebih cerdas dalam jaringan blockchain.

    Proyek AI Coin mengintegrasikan AI untuk menganalisis data besar (big data), memprediksi tren pasar, dan mengoptimalkan aliran transaksi dengan cara yang lebih efisien. Dengan kemampuan AI untuk belajar dan beradaptasi, cryptocurrency ini bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah yang sering ditemukan pada blockchain tradisional, seperti kecepatan transaksi yang lambat dan biaya transaksi yang tinggi.

    Bagaimana Cara Kerja AI Coin?

    1. Validasi Transaksi Menggunakan AI

    AI Coin menggunakan kecerdasan buatan untuk memvalidasi transaksi dengan lebih cepat dan akurat. Algoritma AI dapat memeriksa data transaksi dan memutuskan apakah transaksi tersebut sah atau tidak dalam waktu singkat, sehingga mengurangi latensi dan biaya transaksi yang tinggi.

    2. Keamanan Blockchain yang Lebih Baik

    Keamanan adalah salah satu fokus utama AI Coin. Dengan AI yang terus memantau transaksi dan aktivitas dalam jaringan, AI Coin mampu mendeteksi ancaman, serangan, atau penipuan lebih cepat daripada sistem konvensional. Ini menjadikannya pilihan yang lebih aman bagi pengguna cryptocurrency.

    3. Prediksi Pasar yang Lebih Akurat

    Salah satu keuntungan besar dari AI Coin adalah kemampuannya dalam memanfaatkan AI untuk menganalisis data pasar dan membuat prediksi yang lebih akurat tentang pergerakan harga dan tren pasar. Ini memungkinkan investor untuk membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi dan berbasis data.

    4. Desentralisasi dan Otomatisasi

    Seperti halnya cryptocurrency lain, AI Coin beroperasi di jaringan blockchain yang terdesentralisasi, mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga. Proses otomatisasi berbasis AI juga mengoptimalkan efisiensi seluruh ekosistem.

    Manfaat dan Keuntungan Menggunakan AI Coin

    1. Transaksi Lebih Cepat dan Hemat Biaya

    Salah satu keuntungan utama AI Coin adalah kemampuan untuk mempercepat transaksi dan mengurangi biaya transaksi. Dengan menggunakan AI untuk memvalidasi transaksi, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan transaksi dapat dipercepat, dan biaya yang dikeluarkan menjadi lebih efisien.

    2. Keamanan yang Lebih Terjamin

    Dengan kecerdasan buatan yang terus memantau jaringan, AI Coin dapat mendeteksi potensi ancaman dan serangan lebih cepat, memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi bagi pengguna cryptocurrency.

    3. Meningkatkan Keputusan Investasi

    Menggunakan AI untuk menganalisis data pasar memungkinkan AI Coin untuk memberikan prediksi harga yang lebih akurat. Ini membantu investor membuat keputusan yang lebih cerdas dan berbasis data, yang mengurangi risiko kerugian.

    4. Efisiensi dalam Ekosistem Blockchain

    AI Coin mengoptimalkan seluruh sistem ekosistem blockchain dengan otomatisasi berbasis AI, mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga dan meningkatkan efisiensi operasional.

    Tantangan dan Risiko dalam Penggunaan AI Coin

    1. Kompleksitas Pengembangan Teknologi

    Integrasi antara AI dan blockchain memerlukan keahlian teknis yang mendalam. Pengembangan AI Coin membutuhkan sumber daya besar dan keterampilan khusus untuk memastikan teknologi ini dapat berjalan dengan baik.

    2. Isu Privasi dan Perlindungan Data

    Penggunaan AI untuk menganalisis data besar dapat menimbulkan kekhawatiran terkait privasi. Pengembang perlu memastikan bahwa data pengguna tetap aman dan tidak disalahgunakan dalam sistem AI Coin.

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Token AI Meltdown hingga 90% dari ATH di 2024

    Salah satu coin AI naratif yang paling terkenal karena berhasil memiliki return 6.5x di sepanjang tahun 2024 yakni Fartcoin. Fartcoin adalah memecoin terkait AI yang mengalami penurunan sekitar 65% dalam 30 hari terakhir, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$430 juta pada 7 Februari 2025, menurut CoinGecko.

    Apabila dilihat dari AI Coin big caps seperti NEAR, ICP, Render, TAO juga mengalami penurunan yang cukup dalam untuk time frame 2 minggu, dengan detai berikutl: 


    AI Coin Market Cap 7 Feb 2024 | Sumber: Coin Market Cap

    Beli Coin RENDER di Sini!

    Beli Coin NEAR di Sini!

    Beli Coin ICP di Sini!

    Beli Coin TAO di Sini!

    Secara keseluruhan, token AI agen turun lebih dari 40%, dengan total kapitalisasi pasar sekitar $6 miliar, turun dari lebih dari $10 miliar pada puncaknya, menurut CoinGecko.

    Hal ini disebabkan karena adanya perpindahan likuiditas ke coin big caps yang memiliki utility. Selain itu terdapat juga sentimen negatif dari memecoin luncuran Trump, dimana liquidity AI Coin pindah ke coin Trump. Apabila mengulas kebelakang, pada 18 Januari 2025, Trump meluncurkan memecoin-nya yang bernama Official TRUMP (TRUMP), yang melonjak menjadi sekitar US$80 miliar dalam kapitalisasi pasar hanya dalam satu hari setelah diluncurkan.Para trader crypto di seluruh dunia menganggap TRUMP menarik secara likuiditas dan money flow pergi mengikuti hype. 

    Alasan penurunan lainnya juga disumbangkan karena adanya sentimen negatif dari kepanikan pasar setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif 25% pada Kanada dan Meksiko, mitra dagang terbesar AS.

    Walaupun demikian, AI Coin masih memiliki potensi jangka panjang yang menarik, karena market cap AI masih kecil dan seiring dengan perkembangan AI yang semakin masif, AI coin tentunya akan mendapatkan sentimen positif. Agen AI kedepannya akan semakin canggih sebagai mesin yang mengejar tujuan kompleks secara mandiri. Manajer aset VanEck memperkirakan akan ada lebih dari 1 juta agen AI yang menghuni jaringan blockchain pada akhir 2025.

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Dampak Tarif AS pada Perdagangan Internasional: Perubahan Geopolitik dan Peluang Bisnis

    Dampak Tarif AS pada Ekonomi Global

    Selama kampanye pemilihan presiden AS, Donald Trump mengemukakan rencananya untuk menaikkan tarif impor dari beberapa negara. Ia mengusulkan tarif 60% untuk barang-barang dari China dan tarif 25% untuk barang-barang dari Meksiko dan Kanada. Implikasi dari kebijakan ini sangat besar, dengan potensi biaya impor AS mencapai $640 miliar jika tarif diterapkan pada 10 negara impor utama AS.

    Menurut model yang kami buat, tarif ini akan berdampak besar pada kategori produk tertentu. Misalnya, biaya impor produk elektronik konsumen dari China diperkirakan akan meningkat sebesar $61 miliar akibat tarif 60% pada barang-barang elektronik. Ini akan mengubah jalur perdagangan global, terutama antara AS, Meksiko, Uni Eropa, dan China.

    Chart Hubungan Perdagangan | Sumber: BCG

    Geopolitik dan Pembentukan Aliansi Baru

    Di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi, negara-negara mulai membentuk aliansi baru untuk menghindari ketergantungan pada pasar Barat. Sebagai contoh, perdagangan antara AS dan Meksiko diperkirakan akan tumbuh sebesar $315 miliar pada tahun 2033, berkat kebijakan “nearshoring” dan “friendshoring”. Kebijakan ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada impor dari China.

    Meksiko, sebagai bagian dari USMCA (Perjanjian AS-Meksiko-Kanada), akan terus menarik investasi manufaktur. Namun, negara ini perlu meningkatkan infrastruktur dan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung pertumbuhan tersebut. Selain itu, kebijakan proteksionisme AS yang lebih ketat dapat mengubah arus perdagangan antara AS, Meksiko, dan Kanada secara signifikan.

    Perkembangan Perdagangan dengan Negara-Negara Global South

    Dalam beberapa tahun ke depan, negara-negara di Global South (negara berkembang) diperkirakan akan mengalami lonjakan perdagangan yang signifikan. Perdagangan dengan negara-negara seperti Brasil, India, dan Afrika diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 5,9% hingga tahun 2033. Program infrastruktur besar seperti Belt and Road Initiative yang diluncurkan China semakin memperdalam hubungan dagang dengan negara-negara ini.

    Perdagangan antara negara-negara Global South diperkirakan akan meningkat sebesar $673 miliar selama dekade berikutnya, yang akan mendukung agenda geopolitik China untuk mengurangi ketergantungan pada pasar Barat. Hal ini akan membuka peluang besar bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di pasar-pasar berkembang yang dinamis.

    Peluang untuk ASEAN dalam Perdagangan Global

    ASEAN muncul sebagai pemain utama dalam perdagangan global, baik dengan negara-negara di Global South maupun dengan negara-negara besar seperti AS dan China. Perdagangan gabungan negara-negara ASEAN diperkirakan akan tumbuh sebesar 3,7% per tahun, berkat perkembangan sektor manufaktur dan diversifikasi rantai pasokan.

    Perdagangan ASEAN dengan China diperkirakan akan tumbuh 5,6% per tahun, didorong oleh perjanjian perdagangan bebas yang lebih mendalam antara kedua belah pihak. Sementara itu, hubungan perdagangan ASEAN dengan AS juga diharapkan mengalami pertumbuhan yang moderat sebesar 4,3% per tahun, meskipun ada kemungkinan pengawasan lebih ketat terhadap barang-barang yang dihasilkan di ASEAN dengan komponen dari China.

    Uni Eropa, yang terdiri dari 27 negara anggota, tengah menghadapi tantangan besar dalam prospek perdagangan masa depan. Ketegangan geopolitik, masalah terkait keamanan energi, dan meningkatnya fokus pada perdagangan berbasis nilai telah berdampak signifikan pada kebijakan perdagangan dan aliansi ekonomi blok ini. Dalam menghadapi ketidakpastian global, Uni Eropa perlu menyesuaikan strategi perdagangan untuk mempertahankan daya saingnya di pasar internasional.

    Dampak Ketegangan Geopolitik pada Perdagangan Uni Eropa

    Uni Eropa diperkirakan akan mengalami stagnasi perdagangan dengan China dalam dekade mendatang. Salah satu faktor utama yang berkontribusi pada hal ini adalah pengenalan tarif impor baru, termasuk tarif terhadap kendaraan listrik yang berpotensi mempengaruhi hubungan dagang dengan negara tersebut. Selain itu, hubungan perdagangan Uni Eropa dengan Rusia diperkirakan akan turun sekitar $106 miliar pada tahun 2033, sebagai akibat dari sanksi yang diterapkan pasca-invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina.

    Meskipun tantangan ini, Uni Eropa masih diperkirakan akan mengalami pertumbuhan perdagangan yang stabil. Proyeksi menunjukkan bahwa total perdagangan Uni Eropa dengan negara lain akan meningkat sekitar 2% per tahun hingga 2033. Hal ini akan didorong oleh sejumlah faktor, termasuk peningkatan perdagangan energi dan kemajuan sektor manufaktur yang berbasis teknologi tinggi.

    Perdagangan Uni Eropa dengan AS diperkirakan akan meningkat sebesar $303 miliar pada dekade mendatang, didorong oleh lonjakan impor gas alam cair (LNG) dari AS. Selain itu, hubungan perdagangan dengan negara-negara berkembang seperti India, Turki, dan Afrika diproyeksikan akan mengalami percepatan yang signifikan.

    Uni Eropa juga semakin mendekati kesepakatan perdagangan dengan Mercosur, blok perdagangan yang mencakup negara-negara di Amerika Selatan. Jika kesepakatan ini terwujud, perdagangan Uni Eropa dengan Amerika Selatan diperkirakan akan meningkat pesat, membuka peluang baru untuk sektor manufaktur dan energi terbarukan.

    Lima Imperatif untuk Bertahan dalam Dunia yang Berubah

    Untuk menghadapi perubahan geopolitik dan memastikan kelangsungan bisnis, kami merekomendasikan agar para pemimpin bisnis mengambil langkah-langkah berikut:

    1. Mengembangkan rantai pasokan yang tangguh dan transparan. Perusahaan harus menilai dan mendiversifikasi strategi sumber daya mereka dengan memperluas basis pemasok. Mereka perlu memperdalam hubungan dengan pemasok utama saat ini dan menyiapkan pemasok tambahan. Investasi dalam pusat kendali rantai pasokan dapat meningkatkan transparansi dan memantau gangguan secara real-time, sehingga memudahkan adaptasi cepat terhadap perubahan. Selain itu, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk mengoptimalkan spesifikasi produk dan melakukan integrasi vertikal dengan memproduksi lebih banyak komponen penting secara internal.
    2. Memperkuat ketahanan geopolitik. Organisasi harus meningkatkan kemampuan mereka dalam mendeteksi dan merespons lanskap geopolitik yang berubah. Proses pengambilan keputusan harus diperkuat agar tetap gesit. Analisis dan skenario geopolitik perlu dimasukkan ke dalam alokasi modal dan perencanaan strategis agar organisasi cukup fleksibel dalam mengelola risiko dan memanfaatkan peluang.
    3. Memperluas kehadiran di pasar yang berkembang. Perusahaan harus memprioritaskan wilayah dengan pertumbuhan tinggi di Global South untuk menangkap peluang baru. Kehadiran lokal yang kuat di pasar-pasar ini akan meningkatkan daya saing dan membantu memastikan pertumbuhan jangka panjang.
    4. Menerapkan strategi nearshoring yang cerdas. Perusahaan harus mempertimbangkan strategi nearshoring yang memberikan keuntungan biaya rendah, lingkungan bisnis yang kondusif, dan ketahanan yang lebih baik. Dengan memindahkan produksi lebih dekat ke pasar domestik, bisnis dapat mengurangi biaya transportasi, menurunkan jejak karbon, dan mengurangi risiko rantai pasokan. Nearshoring yang cerdas meningkatkan ketahanan dan mempermudah penyesuaian terhadap perubahan permintaan konsumen serta tekanan regulasi di berbagai wilayah.
    5. Berinvestasi dalam diferensiasi regional. Seiring dengan fragmentasi perdagangan global dan percepatan regionalisasi, organisasi harus mengadopsi struktur dan teknologi yang berbeda-beda di setiap wilayah. Pendekatan seragam tidak lagi cukup. Dengan menyesuaikan strategi berdasarkan kebutuhan regional, bisnis dapat meningkatkan kelincahan dan tetap kompetitif di pasar global yang semakin terfragmentasi.

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com