Author: 07

  • Tesla (TSLA) akan Merilis Earnings, Masih Layak Beli?

    Profil Singkat Tesla

    Tesla, Inc., yang didirikan pada tahun 2003 oleh Martin Eberhard dan Marc Tarpenning, adalah perusahaan teknologi dan otomotif yang berfokus pada pengembangan kendaraan listrik dan solusi energi terbarukan. Di bawah kepemimpinan Elon Musk, Tesla telah berubah dari produsen mobil niche menjadi pemain utama di pasar global.

    Perusahaan ini pertama kali menarik perhatian dunia dengan peluncuran Tesla Roadster pada tahun 2008, kendaraan sport listrik pertama yang menunjukkan bahwa EV bisa memiliki performa tinggi. Kesuksesan berikutnya datang dengan Model S, Model 3, Model X, dan Model Y, yang kini menjadi tulang punggung lini produk Tesla.

    Lini Bisnis Tesla:

    1. Kendaraan Listrik (EV): Tesla memimpin pasar global dengan penjualan kendaraan listrik yang terus meningkat, didukung oleh pabrik canggih seperti Gigafactory di Shanghai, Berlin, dan Texas.
    2. Energi Terbarukan: Tesla juga memproduksi panel surya dan Powerwall, solusi penyimpanan energi untuk rumah dan bisnis.
    3. Otonomi dan AI: Teknologi Full Self-Driving (FSD) menjadi fokus utama Tesla dalam menciptakan kendaraan otonom sepenuhnya.
    4. Layanan Energi dan Infrastruktur: Tesla mengembangkan jaringan Supercharger global untuk mendukung pengguna kendaraan listriknya.

    Penjualan Produk Tesla dari tahun ke tahun | Sumber: Bloomberg

    Tesis Investasi Tesla

    1. Pemimpin Pasar EV Global: Dengan pangsa pasar EV terbesar di dunia, Tesla memiliki keunggulan teknologi dan brand yang sulit ditandingi.
    2. Ekspansi Produksi: Fasilitas produksi baru, seperti Gigafactory di Berlin dan Texas, memungkinkan Tesla meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan.
    3. Diversifikasi Bisnis: Selain kendaraan listrik, Tesla memiliki potensi pertumbuhan dari bisnis energi terbarukan dan perangkat lunak otonom.
    4. Inovasi Berkelanjutan: Fokus pada teknologi mutakhir seperti baterai 4680 dan FSD memperkuat posisi Tesla sebagai inovator industri.
    5. Jejak Lingkungan Positif: Komitmen Tesla terhadap energi terbarukan dan keberlanjutan menarik investor yang berorientasi ESG (Environmental, Social, and Governance).
    6. Kedekatan Elon Musk dengan Trump: Sebagai pendukung Trump, Elon Musk berpotensi mendapat karpet merah dalam pemerintahan Donald Trump yang tentu akan berdampak positif pada bisnis Tesla.

    Aspek Finansial Tesla

    1. Pendapatan dan Margin: Tesla telah mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada kuartal terakhir, pendapatan mencapai $25.18 miliar, meningkat sekitar 7.8% dari tahun sebelumnya. Margin pun juga mengalami perbaikan dimana EBITDA MArgin menjadi 16.14% dibanding kuartal sebelumnya yang hanya 11.31%
    2. Arus Kas: Arus kas bebas Tesla menunjukkan peningkatan stabil, memungkinkan perusahaan untuk mendanai ekspansi tanpa bergantung pada utang besar. Dengan arus kas bebas (free cash flow) sebesar $3.6 miliar pada kuartal terakhir, Tesla memiliki fleksibilitas untuk terus berinvestasi dalam teknologi baru.
    3. Neraca Keuangan: Tesla memiliki neraca keuangan yang kuat dengan total aset mendekati $120 miliar dan liabilitas yang terkendali. Rasio utang terhadap ekuitas tetap rendah, mencerminkan manajemen keuangan yang efisien.

    Highlight Performa Keuangan Tesla | Sumber: Bloomberg

    Penjelasan Valuasi Tesla

    Valuasi Tesla sering kali menjadi subjek perdebatan di kalangan analis. Dengan rasio harga terhadap laba (P/E) yang tinggi dibandingkan perusahaan otomotif tradisional, Tesla lebih sering dipandang sebagai perusahaan teknologi. Investor perlu mempertimbangkan pertumbuhan pendapatan, margin keuntungan, dan inovasi produk dalam menilai valuasi Tesla.

    Ditambah lagi, membandingkan dengan histori level P/E selama 5 tahun kebelakang, valuasi Tesla saat ini berada pada di kisaran level Standar deviasi +1 yang mengindikasikan harga saham Tesla yang terkategori cukup mahal di saat ini.

    P/E Band TSLA | Sumber: Bloomberg

    Risiko Berinvestasi pada Tesla

    1. Kompetisi yang Semakin Ketat: Munculnya pemain baru di pasar EV, termasuk perusahaan tradisional seperti Ford dan GM, dapat menekan pangsa pasar Tesla.
    2. Ketergantungan pada Elon Musk: Kepemimpinan dan visi Musk sangat berpengaruh terhadap citra Tesla, namun ketergantungan ini juga menciptakan risiko.
    3. Regulasi dan Kebijakan: Perubahan kebijakan lingkungan atau insentif EV dapat memengaruhi permintaan terhadap produk Tesla.
    4. Kedekatan Elon Musk dengan Trump: Bak pedang bermata dua, kedekatan ini dapat menciptakan implikasi politis bagi Tesla, terutama terkait kebijakan pemerintah terhadap energi terbarukan dan kendaraan listrik. Fokus Trump terhadap energi fosil justru juga menjadi risiko bagi Tesla yang bergerak dalam bidang energi terbarukan. Investor perlu memperhatikan bagaimana dinamika ini dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap perusahaan.

    Target Analis terhadap Saham Tesla

    Berdasarkan konsensus analis, target harga Tesla untuk 12 bulan ke depan berada di kisaran $326.24 per saham, yang notabenenya mencerminkan potensi penurunan sekitar 23% dari harga saat ini. Hal tersebut justru mencerminkan pesimisme terhadap saham Tesla dari para analis.

    Target Harga Tesla

    Akan tetapi, hasil earnings akan menjadi kunci terhadap outlook performa Tesla kedepannya, khususnya pada 2025. Penyesuaian dan pandangan analis terhadap harga saham Tesla bisa saja berubah apabila hasil dan guidance Tesla di masa depan mengarah pada trayektori yang positif. Dengan earnings yang segera dirilis, Tesla menjadi salah satu saham yang wajib diperhatikan oleh investor yang mencari peluang di sektor teknologi dan energi terbarukan.

    Transaksi Saham TSLA di Sini!

    Coba juga bertransaksi pada Options TSLA agar dapat menghasilkan potensi profit lebih tinggi dari saham biasa. Transaksi TSLA Call Options jika kalian percaya bahwa TSLA akan memiliki performa positif, dan transaksi TSLA Put Options jika kalian menilai bahwa TSLA akan mengalami koreksi.

    Mulai Transaksi OPTIONS di Sini!

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Mengulas Prospek Kinerja META, Sebelum Rilis Laporan Keuangan FY2024

    Profil Singkat Meta Platforms Inc

    Meta Platforms Inc yang sebelumnya dikenal dengan Facebook adalah perusahaan social media dan perusahaan pengembang AI/VR yang berpusat di California. Saat ini META berhasil menjadi salah satu market leader di bidang sosial media dan internet service dengan total pangsa pasar sebesar 19% secara global. Adapun pada 21 Januari 2024, nilai kapitalisasi pasarnya sukses menembus US$26.63 miliar. 

    META Platforms memiliki sejumlah produk dan anak usaha yang berperan penting dalam mendukung misi perusahaan untuk menghubungkan miliaran orang di seluruh dunia. Di antara produk-produk utamanya adalah Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger, yang merupakan platform jejaring sosial dan komunikasi yang sangat populer. Selain itu, META Platforms juga memiliki anak usaha seperti Oculus VR, yang fokus pada pengembangan teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR). META Platforms juga memiliki anak usaha seperti SIRIUS, yang berfokus pada penelitian dan pengembangan dalam bidang kecerdasan buatan dan teknologi terkait. Dengan portofolio produk dan anak usaha yang luas ini, META Platforms terus menjadi pemimpin dalam inovasi teknologi dan pengalaman digital.

    Saat ini, perusahaan memfokuskan aktivitasnya pada 2 segmen bisnis utama. Keduanya berhasil menyumbang pendapatan US$134.9 miliar bagi perusahaan di 2023, tumbuh 15.7% dibanding setahun sebelumnya. Di tahun 2024, META diproyeksikan memiliki pendapatan sebesar US$162.99 miliar (+20.8% YoY).

    Kedua segmen bisnis itu terdiri dari: 

    1. Family of Apps. Mayoritas pendapatan dari segmen ini berasa dari pendapatan iklan di beberapa social media milik META seperti  Facebook, Instagram, Threads, and WhatsApp. Pada tahun 2023, segmen ini berhasil membukukan pendapatan sebesar US$133 miliar. Pada tahun 2024, segmen ini diproyeksikan akan membukukan revenue sebesar US$160 miliar seiring dengan pengembangan social media Threads yang semakin matang. Threads sendiri dibuat pada tahun 2023. 
    2. Reality Labs. Segmen berfokus untuk mengembangkan produk AI ataupun VR milik META, dimana monetisasi segmen ini masih panjang karena diperlukan R&D secara terus menerus. Pada tahun 2023, segmen ini berhasil membukukan pendapatan sebesar US$1.9 miliar. Pada tahun 2024, segmen ini diproyeksikan akan membukukan revenue sebesar US$2.1 miliar

    Breakdown Revenue META | Sumber: Bloomberg

    Meski sudah memiliki nama yang harum di bidang sosial media dan internet service, META sejatinya masih memiliki pesaing yang siap menjegalnya di kompetisi industri tersebut, seperti  Equinix (EQIX), SEA (SE), eBay (EBAY), CoStar Group (CSGP), VeriSign (VRSN), Akamai Technologies (AKAM), SPS Commerce (SPSC), Yelp (YELP), Ziff Davis (ZD), and Cimpress (CMPR)

    Tesis Investasi Meta Platforms Inc

    1. Proyeksi Growth Tinggi dari Industri Internet dan Social Media Management

    Saat ini terdapat 5.52 miliar populasi manusia yang aktif menggunakan internet atau 67.5% dari total populasi dunia. Menurut PBB, populasi manusia dia dunia akan semakin banyak kedepannya dan diproyeksikan di tahun 2030 terdapat 8.5 miliar populasi. Dengan adnaya background tersebut, diperkirakan Ukuran Pasar Layanan Internet Global diproyeksikan memiliki pertumbuhan sebesar 4.4% CAGR dari tahun 2023-2032 dari US$ 520.5 Miliar menjadi US$766.08 Miliar di tahun 2032. 

    Global Internet Service Market Size | Sumber: Business Research Insight

    Selanjutnya dari segmen social media diperkirakan akan memiliki pertumbuhan market size sebesar 22.8% CAGR 2024-2030. Media sosial nantinya akan digunakan secara masif sebagai media pemasaran produk, mengelola pembuatan konten, eksekusi kampanye, dan lainnya. Adapun faktor yang membantu growth bisnis industri ini adalah solusi berbasis cloud, tren bekerja dari rumah, dan kebutuhan akan kecerdasan kompetitif (AI).

    Social Media Management Market Size | Sumber: Grand View Research

    2. Ekspansi Besar Untuk Scale Up Segmen AI 

    Pengembangan AI memerlukan energi yang besar. Oleh karena itu banyak company yang sedang mengembangkan AI seperti META, GOOG dan AMZN melakukan ekspansi untuk mencari cadangan energi untuk mengembangkan AI. Salah satu energi yang menarik bagi META adalah energi nuklir. Energi nuklir dinilai ebih bersih, lebih andal, dan terdiversifikasi. 

    Saat ini, Meta sedang mempertimbangakn untuk berinvestasi di pembangkit listrik tenaga nuklir untuk membantu memenuhi pasokan energi untuk mengembangkan kecerdasan buatan. Perusahaan ingin menambahkan 1 hingga 4 gigawatt kapasitas pembangkit nuklir baru AS mulai awal 2030-an. Saat ini, pembangkit nuklir AS memiliki kapasitas sekitar 1 gigawatt. Diproyeksikan dengan adanya pengembangan AI, penggunaan daya pusat data AS diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat antara tahun 2023 dan 2030 dan akan membutuhkan sekitar 47 gigawatt kapasitas generasi baru. META sekarang telah mengumumkan kerjasama dengan Constellation Energy untuk memulai membangun data center dengan kekuatan nuklir di pabrik Three Mile Island di Pennsylvania. 

    Hal ini turut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan market size AI yang diproyeksikan mencapai US$243.70 miliar pada tahun 2025. Ukuran pasar diperkirakan akan menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR 2025-2030) sebesar 27.67%, dan menghasilkan volume pasar sebesar US$826.70 miliar pada tahun 2030.

    3. User Base dan Screen Time META yang Semakin Tinggi Meningkatkan Bargaining Power

    Dengan adanya kepercayaan akan AI, Meta terus mendorong inovasi fokus strategisnya pada AI dan infrastruktur, yang memperkuat posisi perusahaan untuk growth. Dengan mengintegrasikan model AI di seluruh aplikasinya, Meta telah mencapai peningkatan 8-10% dalam waktu tonton Reels Instagram, meningkatkan keterlibatan dan monetisasi pengguna. Selanjutnya, pengenalan arsitektur AI menawarkan solusi yang disesuaikan untuk bisnis dan kreator, hal ini dapat meningkatkan nilai jual META. Selain Reels, META juga sukses dengan social media Threads yang sudah dipakai oleh 200 juta pengguna. 

    Dengan pencapairannya dalam menggait user base yang besar serta screen time yang tinggi, harga iklan yang dipasang di META juga akan semakin mahal. Saat ini Meta menggunakan sistem lelang untuk menentukan harga iklan di platform miliknya. Artinya, biaya iklan yang dibayarkan sangat bergantung pada seberapa banyak pesaing yang juga menargetkan audiens yang sama dan seberapa besar anggaran mereka. Semakin tinggi persaingan, semakin tinggi pula biaya CPM (Cost Per Mille) iklannya. 

    CPM Meta | Sumber: Ad Sumo

    Saat ini, pendapatan ads terbesar META berasal dari platform instagram yang memiliki 2 miliar pengguna aktif bulanan dan lebih dari 500 juta pengguna aktif harian, dan diproyeksikan di FY24, Instagram berhasil menyumbang US$58.4 miliar atau 36% dari total pendapatan META. 

    Mengulas Aspek Finansial Meta Platforms Inc

    Saat ini, pendapatan utama META berasal dari marketing ads di platform social media milkinya seperti Facebook ataupun Instagram. Saat ini pendapatan marketing terbesar berasal dari wilayah US & Canada yang diproyeksikan akan memiliki proporsi 41% dari total pendapatan FY24. Hal ini sejalan dengan ARPU di wilayah tersebut yang diproyeksikan mencapai US$260.1 (FY24) atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level US$227 (FY23).

    Revenue Breakdown Georaphical | Sumber: Bloomberg

    Marketing ads revenue masuk ke segmen family of apps, dimana segmen ini berhasil membukukan profit tinggi dengan operating margin 52.5% (FY24) atau lebih tinggi dibandingkan dengan FY23 yang berada di level 47%

    Sedangkan dari segmen Reality Labs diproyeksikan akan memiliki pertumbuhan revenue yang tidak agresif seiring dengan minimnya monetisasi. Diproyeksikan di tahun 2024, segmen ini dapat menyumbang revenue sebesar US$2.1 miliar. Berhubung segmen ini masih terus dikembangkan dengan tingkat user yang masih sedikit, segmen ini masih mengalami kerugian dengan operating income negatif di level -US$17.8 miliar. 

    Revenue Segment | Sumber: Bloomberg

    Secara keseluruhan, diproyeksikan pada FY24, EPS META berada di level US$24.6 (+43.72% YoY) dengan net margin yang berada di level 43% (Vs. 33.4% FY23). Hal ini membuktikan bahwa META masih menjadi company top of mind masyarakat ketika ingin menempatkan ads di social media. Selanjutnya, sobat cuan juga harus mengetahui bahwa META juga memiliki 1 segmen usaha yang rugi, sehingga apabila segmen tersebut sudah monetisasi secara optimal, EPS dari META akan meningkat pesat. 

    Income Statement | Sumber: Bloomberg

    Valuasi Meta Platforms Inc

    Menurut Analis JP Morgan, harga wajar saham Meta Platforms Inc ($META) berada di US$725. 

    Lebih lanjut, apabila ditilik dari rasio harga saham terhadap labanya (rasio EV/EBITDA), valuasi META saat ini berada di angka 14.4x EV/EBITDA atau sama dibandingkan rata-rata kompetitornya sebesar 16.2x P/E. Selanjutnya, apabila ditinjau dari Vs self, EV/EBITDA META berada di atas +1 stdev atau dapat dibilang cukup premium dibandingkan dengan kondisi historicalnya. 

    Valuasi EV/EBITDA META | Sumber: Bloomberg

    Dengan adanya prospek bisnis META yang cerah, sobat cuan bisa untuk membeli call option META untuk menghasilkan potensial profit lebih banyak dari saham biasa.

    Beli Call Option Meta di Sini!

    Risiko Berinvestasi di Saham Meta Platforms Inc

    Tingkat Kepercayaan Konsumen

    Sebagai platform yang bergantung pada partisipasi pengguna, META Platforms berisiko mengalami penurunan kepercayaan pengguna jika tidak berhasil memitigasi penyebaran disinformasi, pelecehan online, atau isu-isu keamanan digital lainnya.

    Kompetisi Dengan Perusahaan Social Media Lainnya

    Potensi revenue ads di social media sangat besar dan menggiurkan, oleh karena itu META harus selalu melakukan inovasi produk agar tidak kalah saing dengan kompetitor sejenis seperti Youtube, Tiktok dan Google

    Selain dari sisi social media, META juga harus terus mengembangan AI dan VR nya agar tidak kalah bersaing dengan Equinix (EQIX), SEA (SE), eBay (EBAY), CoStar Group (CSGP), VeriSign (VRSN), Akamai Technologies (AKAM), SPS Commerce (SPSC), Yelp (YELP), Ziff Davis (ZD), and Cimpress (CMPR)

    Risiko Penurunan Harga Saham

    META memiliki valuasi yang tergolong premium dibandingkan kondisi historicalnya. Apabila muncul kompetitor baru yang dapat menarik perhatian masyarakat global maka harga saham perusahaan akan turun karena secara otomatis revenue META juga akan menurun. Ditambah dengan valuasi META yang cukup premium apabila dibandingkan dengan kondisi historicalnya.

    Beli Saham Meta di Sini!

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Lebih Dalam Currency Exchange

    Pertukaran mata uang asing atau valas atau forex adalah ketika satu mata uang (seperti dolar AS) dikonversi ke mata uang negara lain (seperti euro). Turis, perusahaan / bisnis, dan pemerintah memiliki kebutuhan yang berbeda untuk valuta asing, sehingga mereka pergi ke pasar valuta asing, ke bank, atau ke loket FX di bandara untuk mengubah mata uang lokal mereka menjadi jenis mata uang yang mereka butuhkan.

    Kurs di mana satu mata uang dikonversikan ke mata uang lain disebut “kurs FX,” terutama berdasarkan pada penawaran dan permintaan untuk mata uang tersebut, biasanya didorong oleh ekonomi keseluruhan dan situasi politik kedua negara yang terlibat. Nilai mata uang biasanya dihargai sehubungan dengan nilai mata uang lain. 

    Orang menginginkan mata uang asing karena beberapa alasan. Berikut ini beberapa alasan utamanya :

    • Turis meminta FX supaya mereka dapat membeli barang-barang di negara yang mereka kunjungi.
    • Bisnis memerlukan FX jika mereka membeli persediaan atau suku cadang dari negara lain. Misalnya, jika Chipotle yang berbasis di AS ingin membeli alpukat dari Meksiko, ia perlu mengkonversi dolar AS ke peso Meksiko.
    • Pemerintah meminta FX agar mereka dapat memiliki cadangan (seperti dana hari hujan / rainy day funds).
    • Investor dapat berspekulasi dengan berinvestasi dalam valuta asing – Hal ini berarti membeli dan menjual mata uang karena mereka berpikir nilainya akan naik atau turun. Kami membahas lebih lanjut tentang hal ini di bawah.

    Mata Uang apa yang Paling Umum di Dunia?

    Sebagian besar negara di dunia memiliki mata uang nasional mereka sendiri, yang dikeluarkan oleh bank sentral negara tersebut. Tetapi beberapa negara hanya menggunakan mata uang internasional terpercaya seperti dolar AS alih-alih membuat dan memantau mata uang mereka sendiri.

    Mata uang yang paling umum adalah mata uang yang berasal dari negara- negara kaya dan stabil – yang disebut sebagai mata uang “keras (hard)”. Mata uang negara- negara yang lebih miskin dan kurang stabil kadang-kadang disebut mata uang “lunak (soft)”, dan mereka tidak dipercaya. Mata uang keras cenderung dalam permintaan lebih tinggi daripada mata uang lunak karena mereka dianggap sebagai penyimpan nilai yang lebih dapat dipercaya. Di bawah ini adalah beberapa mata uang yang paling umum di dunia:

    • USD = $ = dolar AS, mata uang Amerika Serikat
    • EUR = € = euro, mata uang dari 19 negara di Uni Eropa
    • JPY = ¥ = yen Jepang, mata uang nasional Jepang
    • GBP = £ = pound Inggris, mata uang Britania Raya
    • CHF = ₣ = franc Swiss, mata uang Swiss

    Dolar AS adalah mata uang yang paling dominan di dunia. Jadi tidak mengherankan bahwa konversi dolar ke mata uang lain adalah perdagangan valuta asing yang paling umum. Di bawah ini adalah empat pasangan mata uang utama (kamu mungkin akan melihatnya di konter FX di bandara dan di The Wall Street Journal / surat kabar harian internasional berpengaruh yang diterbitkan di New York) 

    1.USD / EUR

    2.USD / JPY

    3.USD / GBP

    4.USD / CHF

    Adapun jenis-jenis dari transaksi forex terbagi atas:

    1. Transaksi Foreign Exchange Today (FX Tod) : Pihak pembeli dan penjual forex melakukan penyelesaian transaksi pada hari yang sama dengan tanggal transaksi.
    2. Transaksi Foreign Exchange Tomorrow (FX Tom) :  Pihak pembeli dan penjual forex melakukan penyelesaian transaksi pada satu hari kerja setelah tanggal transaksi.
    3. Transaksi Foreign Exchange Spot (FX Spot) : Pihak pembeli dan penjual forex melakukan penyelesaian transaksi pada dua hari kerja setelah tanggal transaksi.
    4. Transaksi Foreign Exchange Forward (FX Forward) : Transaksi jual beli suatu mata uang terhadap mata uang lainnya, dimana penyerahan valutanya dilakukan lebih dari t+2 setelah tanggal transaksi dengan kurs yang telah ditentukan dan disepakati saat transaksi dilakukan.
    5. Transaksi Foreign Exchange Swap (FX Swap) : Dua transaksi yaitu jual dan beli atau beli dan jual suatu mata uang terhadap mata uang lain yang dilakukan sekaligus untuk dua jangka waktu yang berbeda dengan kedua kurs yang ditetapkan pada saat transaksi.

    Penguatan dan pelemahan suatu mata uang negara dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti: 

    INFLASI 

    Tingkat inflasi adalah salah satu pendorong nilai tukar mata uang asing yang paling signifikan. Inflasi mengacu pada tingkat kenaikan harga rata-rata barang dan jasa dalam suatu perekonomian apabila dibandingkan dengan daya beli mata uang lokal suatu negara. Tingkat inflasi yang tinggi membuat mata uang mengalami penurunan value yang membuatnya menjadi tidak berharga, sedangkan tingkat inflasi yang rendah membuatnya lebih berharga.

    Tingkat inflasi sendiri dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan jumlah uang beredar, kebijakan pemerintah, dan guncangan eksternal seperti bencana alam atau peristiwa geopolitik. Misalnya, kenaikan harga minyak yang tiba-tiba dapat menyebabkan tingkat inflasi yang lebih tinggi, karena biaya transportasi dan produksi meningkat, yang menyebabkan harga barang dan jasa yang lebih tinggi.

    Inflasi terlihat berdampak negatif pada kekuatan nilai tukar mata uang suatu negara. Oleh karena itu, diperlukannya bank sentral untuk mengelola dan menurunkan atau meningkatkan tingkat inflasi ke tingkat yang sesuai dengan cara mengurangi atau memperbanyak tingkat peredaran M2 supply. Selanjutnya, perlu diketahui juga bahwa jika tingkat inflasi suatu negara lebih tinggi daripada mitra dagangnya, mata uangnya akan terdepresiasi, membuat ekspornya lebih kompetitif. Namun, jika tingkat inflasi suatu negara lebih rendah, mata uangnya akan terapresiasi, membuat impor lebih murah.

    SUKU BUNGA

    Suku bunga adalah pendorong penting lainnya dari nilai tukar mata uang asing.Kebijakan moneter diadopsi oleh bank sentral untuk mengendalikan inflasi, yang berdampak pada nilai tukar mata uang. Seringkali, bank sentral mencoba mendinginkan inflasi dengan menaikkan suku bunga. Suku bunga yang lebih tinggi ini kemudian membuatnya lebih menarik bagi investor asing dan kemungkinan akan meningkatkan permintaan untuk mata uang negara yang kemudian meningkatkan nilai mata uang.

    Perumpamaan: Suku bunga di Amerika Serikat lebih tinggi daripada suku bunga di Jepang. Ini berarti bahwa investor dapat memperoleh pengembalian yang lebih tinggi dengan memegang dolar AS daripada dengan memegang yen Jepang. Akibatnya, investor dapat menjual yen mereka dan membeli dolar, yang dapat menyebabkan peningkatan nilai dolar relatif terhadap yen.

    STABILITAS EKONOMI DAN POLITIK

    Stabilitas politik dan kinerja ekonomi mempengaruhi kemampuan suatu negara untuk menarik investasi asing dan dapat memengaruhi hubungan perdagangan. Peristiwa politik, seperti ketidakpastian seputar hasil politik dapat menyebabkan investor mencari mata uang safe-haven (USD, EUR, JPY, CHF), yang dapat meningkat nilainya. Lingkungan politik yang stabil dapat memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada investor, yang mengarah pada peningkatan aliran modal.

    Selain itu, investor melihat indikator ekonomi, seperti PDB, tingkat pekerjaan, dan tingkat inflasi untuk menentukan potensi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Negara-negara dengan kinerja ekonomi yang kuat dapat menarik lebih banyak investasi asing, yang mengarah pada peningkatan permintaan untuk mata uang mereka dan nilai tukar yang lebih kuat.

    GOVERNMENT DEBT

    Utang pemerintah mengacu pada jumlah uang yang telah dipinjam pemerintah untuk membiayai operasinya. Tingkat utang pemerintah yang tinggi dapat membuat investor khawatir tentang kemampuan suatu negara untuk membayar utangnya. Hal ini dapat menyebabkan investor menuntut pengembalian yang lebih tinggi, yang menyebabkan nilai tukar yang lebih lemah. Sebaliknya, negara-negara dengan tingkat utang yang lebih rendah dapat dipandang lebih stabil, yang mengarah pada permintaan yang lebih tinggi untuk mata uang mereka.

    Negara-negara dengan peringkat kredit yang lebih tinggi dapat dipandang lebih stabil dan menarik bagi investor, yang mengarah ke nilai tukar yang lebih kuat. Negara-negara dengan peringkat kredit yang lebih rendah mungkin menghadapi biaya pinjaman yang lebih tinggi, yang menyebabkan nilai tukar yang lebih lemah.

    Trading Forex Menurut Islam

    Forex menurut Islam dapat dinyatakan halal jika tidak mengandung tiga unsur haram: riba atau bunga, gharar atau ketidakpastian dan qimar yaitu spekulasi. Memang, para ulama dan ahli keuangan syariah memang masih banyak berbeda pandangan mengenai transaksi forward dan swap. Namun, dapat ditarik benang merah bahwa transaksi ini bisa halal jika memenuhi unsur kemaslahatan.

    Konsensus internasional mengenai prinsip syariah memiliki tinjauan lebih jauh mengenai praktik hedging dan swap yang sudah jadi kebutuhan primer di era ini. Dilansir dari laman resmi Financial Islam, beberapa bank syariah yang menggelar pasar forex menerapkan prinsip syariah untuk melaksanakan transaksi valuta asingnya.

    Prinsip ini dilakukan dengan menghindari tiga unsur yang paling dihindari dalam transaksi keuangan sebagaimana disebutkan di atas. Ketiganya memiliki unsur subjektivitas bergantung pada konteks transaksi dilakukan. Karenanya, forex menurut Islam dapat dinyatakan halal  bergantung pada konteks mana transaksi tersbeut dilakukan.

    Hedging yang dilakukan dengan kontrak berjangka oleh bank tidak lagi dipandang sebagai spekulasi, melainkan mekanisme untuk mereduksi gharar atas volatilitas pasar valas dunia. Dengan memenuhi prasyarat syariah seperti non-spekulasi semata, praktik hedging tidak lagi dikategorikan dalam praktik perbankan syariah.

    Selain itu, praktek swap juga telah dilakukan oleh perbankan syariah dengan berbasis akad syariah seperti wa’ad (pengikatan), murabahah (perjanjian jual beli), musawamah (jual beli dengan harga yang disepakati setelah tawar menawar) dan tawaruq (membeli secara kredit lalu menjualnya lagi dengan metode pembayaran kontan).

    Akad-akad yang jelas dalam praktik jual beli menjamin kedua belah pihak tidak dirugikan atas transaksi yang terjadi. Karenanya, transaksi ini jadi memenuhi unsur syariah.

    Apakah Trading Forex Halal Menurut MUI?

    Jika konsensus internasional mengenai prinsip syariah bisa “menghalalkan” trading forex, lantas bagaimana dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI)?

    Hingga saat ini, MUI hanya memberi label halal kepada satu dari tiga jenis transaksi valas yang lazim dilakukan, yakni transksi spot. Transaksi ini dianggap tunai meski penyelesaiannya membutuhkan waktu dua hari karena rumitnya mekanisme transaksi internasional ini.

    Meski begitu, transaksi spot yang dimaksud MUI tetap saja melibatkan dua jenis transaksi lainnya yakni forward dan swap terkait mekanisme bank mergulasi valas yang merupakan cadangan devisanya. MUI memerlukan tinjauan lebih jauh lagi agar fatwa ini tidak rancu mengingat luasnya dunia keuangan dan pesatnya perkembangan zaman.

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Earnings Netflix Memuaskan, Harga Saham NFLX All Time High!

    Kinerja Keuangan Netflix Inc

    Pendapatan Netflix Inc (NFLX) pada FY24 bertumbuh 15.6% YoY menjadi US$39 miliar, lebih tinggi 0.5% dibandingkan ekspektasi analis yang berada di level US$38.8 miliar. Hal ini turut didukung oleh penambahan jumlah membership NFLX yang mencapai 301 juta atau bertumbuh 16% YoY. Selanjutnya, NFLX juga mencetak EPS sebesar US$19.6 atau bertumbuh 60.8% YoY.

    Hal ini turut didukung oleh pertumbuhan pelanggan ini didorong oleh strategi Netflix yang agresif, termasuk meluncurkan layanan berbasis iklan dan menindak tegas berbagi password. Selanjutnya, pada kuartal pertama, NFLX juga mengeluarkan serial film yang menarik banyak atensi masyarakat global seperti: Carry-On (118.2 juta penonton), Damsel (99.1 juta penonton) dan The Union (85.1 juta penonton).

    Proyeksi Masa Depan

    Diproyeksikan tingkat pendapatan NFLX pada kuartal depan (1Q25) berada di level US$10.5 miliar (+11.9% YoY) dengan tingkat EPS di level US$5.8 (+14.3% YoY). Namun, secara keseluruhan, diproyeksikan pendapatan NFLX sampai akhir tahun 2025 adalah sebesar US$44.1 miliar atau bertumbuh 13.2% YoY dengan tingkat EPS yang berada di level US$24.4 (+24.38%). 

    Kedepannya, pendapatan akan ditopang oleh jumlah new user serta kenaikan harga langganan, dimana efeknya akan tercermin di laporan kuartal 1Q25. Berdasarkan harga baru di AS paket Standar Netflix tanpa iklan harganya naik US$2.50 dari US$15.49 menjadi US$17.99 per bulan. Terakhir kali NFLX menaikan biaya langganan standar adalah 3 tahun yang lalu. Selanjutnya, biaya langganan layanan Netflix yang didukung iklan akan dikenai biaya bulanan US$7.99, naik satu dolar AS dari US$6.99. Selanjutnya, harga langganan paket Premium dengan empat layanan streaming simultan akan dinaikkan US$2 menjadi US$24.99 per bulan. Terakhir, biaya penambahan Anggota Ekstra ke akun utama meningkat dari US$7.99 menjadi US$8.99 per bulan.

    Selain itu, kedepannya NFLX berjuang untuk meningkatkan tingkat laba perusahaan dan siap berinvestasi untuk mengeluarkan lebih banyak konten, namun stretagi yang diambil bukanlah mengakuisisi perusahaan hiburan tradisional ataupun aset linear yang membutuhkan banyak CAPEX. Namun, NFLX lebih memilih untuk melakukan partnership dengan perusahaan-perusahaan tersebut dan menyiapkan platform extension agar konten tersebut dapat disiarkan di aplikasi NFLX. 

    Beli Saham NFLX di Sini!

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Pre-Earnings Amazon: Sebuah Jalan Menuju $270 di akhir 2025

    Highlight

    • Saham Amazon naik 45% pada tahun 2024 berkat PDB AS yang kuat serta era komputasi yang bergerak ke arah cloud.
    • Pertumbuhan AWS yang semakin cepat dan marjin operasional yang lebih baik di sektor ritel menandakan potensi keuntungan yang kuat di tahun 2025 meskipun suku bunga lebih tinggi.
    • Valuasi Amazon tetap menarik, diperdagangkan dengan diskon dari P/OCF historisnya, menawarkan potensi imbal hasil tahunan sebesar 25%.
    • Pertumbuhan Amazon yang terdiversifikasi, peningkatan efisiensi, dan integrasi AWS-AI menjadikannya saham jangka panjang yang menarik.

    Terapresiasi sebesar 45% dalam setahun, seperti yang kita saksikan pada tahun 2024, mungkin merupakan tantangan bagi Amazon ke depannya, namun saham ini masih dapat menjadi salah satu opsi terbaik untuk tahun 2025 karena perpaduan sempurna antara eksposur terhadap konsumen ritel diskresioner dan permainan AI melalui AWS.

    Pertumbuhan harga Amazon. Sumber: YCharts

    Kisah pertumbuhan Amazon relatif menarik, terutama karena bisnis ini tidak terbiasa memprioritaskan bottom-line, tetapi sebaliknya, kita menyaksikan pertumbuhan top-line yang masif selama tahun 2010-an. Namun kini, seiring dengan menyusutnya peluang pertumbuhan top-line, terutama di bisnis ritel, manajemen telah mengalihkan fokusnya ke arah peningkatan bottom-line, yang telah ditunjukkan dengan peningkatan marjin operasional yang signifikan pada tahun 2024, dan narasi ini diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun 2025, seiring dengan bisnis ini menemukan sinergi dan mengoptimalkan jaringan ritelnya.

    Kombinasi pertumbuhan top-line dua digit, ekspansi margin, dan pertumbuhan sekuler di segmen AWS, dapat dipertimbangkan sebagai peluang menjanjikan untuk mendapatkan keuntungan yang mampu beat the market.

    Overview Bisnis

    Karena kita sudah mendekati hasil Q4, yang akan dirilis pada tanggal 6 Februari, menggali terlalu dalam tentang pendapatan Q3 tidak terlalu masuk akal, tetapi ada beberapa poin penting yang dapat dibahas.

    Untuk Q3, Amazon melaporkan Penjualan Bersih (Net Sales) sebesar $158.9 miliar, meningkat 11%, dibandingkan dengan $143.1 miliar pada Q3 2023. Untuk perusahaan senilai $2,3 triliun, dengan tingkat pendapatan tahunan yang sekarang mencapai lebih dari $600 miliar, menghasilkan pertumbuhan 11% bukanlah hal yang kecil, tetapi para analis optimis Amazon memiliki posisi yang baik untuk terus menghasilkan pertumbuhan pendapatan dua digit rendah hingga 2028.

    Ekspektasi Pertumbuhan Revenue. Sumber: SeekingAlpha

    Amazon terus melesat, dan Q3 menjadi contoh nyata, karena sebagian besar segmen tumbuh dua digit:

    • Penjualan Amerika Utara meningkat 9% menjadi $95.5 miliar
    • Penjualan internasional meningkat 12% menjadi $35.9 miliar
    • Penjualan AWS meningkat 19% menjadi $27.5 miliar

    Kekuatan top-line, dikombinasikan dengan marjin operasi yang terus berkembang, berkat upaya pemangkasan biaya Amazon untuk mengurangi ekspansi gudang dan mengurangi tenaga kerja di segmen yang kurang menguntungkan, dikombinasikan dengan pertumbuhan di area dengan margin tinggi seperti AWS, membantu bisnis untuk memperluas marjin operasi menjadi 11% dan menghasilkan $17,4 miliar pendapatan operasional, dibandingkan dengan hanya $11.2 miliar pada Q3 2023.

    Marjin Operasi Amazon Kuartalan. Sumber: YChart

    Tentu saja, bisnis dengan marjin tinggi, AWS secara mandiri berkontribusi atas $10,4 miliar dari pendapatan operasional, atau 60% dari total pendapatan, dan mengembangkan bisnis tersebut tentu menjadi hal yang paling penting. AWS adalah salah satu alasan mengapa sahamnya juga diperdagangkan sebagai perusahaan teknologi daripada perusahaan ritel.

    Selama beberapa kuartal, pertumbuhan AWS telah tertinggal di belakang pertumbuhan cloud Google (GOOGL) Cloud dan Microsoft (MSFT) Azure, membuat para investor gelisah karena pangsa pasar AWS cenderung menyusut, namun, sekarang kita melihat akselerasi pertumbuhan sekali lagi, sedikit banyak meredam kekhawatiran tersebut.

    Pertumbuhan Pendapatan AWS YoY:

    • Q3 2024: 19%
    • Q2 2024: 18%
    • Q1 2024: 17%
    • Q4 2023: 13%

    Sebagai pembanding, Google Cloud dan Microsoft Azure, masih memiliki pertumbuhan yang lebih cepat pada kuartal terakhir, tetapi hal ini dapat dimaklumi karena kedua pesaing tersebut memiliki basis pelanggan yang jauh lebih kecil.

    Perumbuhan Pendapatan YoY:

    • Microsoft Azure: 20%
    • Google Cloud: 35%

    Dari sudut pandang pangsa pasar, AWS menguasai sekitar 31% pasar, Azure 20%, dan Google Cloud 13%.

    Namun ceritanya bukan hanya tentang AWS, terdapat juga peningkatan profitabilitas yang berarti khususnya dalam bisnis ritel. Model e-commerce Amazon secara signifikan lebih efisien dibandingkan dengan peritel fisik, terutama berkat belanja modal (capex) yang lebih rendah dan gudang otomatis yang mampu melayani area yang lebih luas. Bukan berarti peritel fisik sebagai bisnis yang lebih rendah, tetapi dari perspektif pertumbuhan dan efisiensi, e-commerce jelas lebih unggul.

    Segmen terbesar Amazon berdasarkan pendapatan adalah bisnis ritel Amerika Utara. Pada Q3 2024, segmen ini mencapai rekor marjin operasi tertinggi sebesar 6%, meningkat dari hanya 4% dari kuartal yang sama pada tahun 2024. Kami memperkirakan marjin operasi setahun penuh 2024 untuk segmen ini akan berada di kisaran 5,6%, tetapi dengan lebih banyak ekspansi yang akan terjadi di tahun-tahun mendatang seiring dengan bisnis amazon memperoleh manfaat dari sinergi, pengurangan belanja modal, dan upaya optimalisasi.

    Segmen ritel internasional telah menjadi segmen yang tertinggal secara historis, dengan Amazon harus berinvestasi besar-besaran, terutama di Eropa untuk membangun jaringan logistiknya, namun sepertinya secercah cahaya sudah mulai terlihat, dengan 2024 kemungkinan akan menghasilkan pendapatan operasional yang positif dan ekspansi di tahun-tahun berikutnya.

    Untuk AWS, pandangan kami mungkin akan sedikit lebih hati-hati, mengharapkan ekspansi marjin juga, tetapi mengingat segmen ini sudah mendapatkan marjin yang software-like.

    Meskipun bagi banyak investor, saham Amazon mungkin terlihat mahal saat ini, valuasi P/E kemungkinan akan turun dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan perbaikan dalam laba bersih.

    Andy Jassy, CEO dari Amazon, rupanya sangat optimis di awal kuartal ini:

    “Kami memulai musim liburan dengan Prime Big Deal Days terbesar yang pernah ada dan peluncuran jajaran Kindle baru yang secara signifikan mengungguli ekspektasi kami; dan masih banyak lagi yang akan datang, mulai dari puluhan juta transaksi, pertandingan NFL Black Friday dan liputan Hari Pemilu bersama Brian Williams di Prime Video, hingga lebih dari 100 infrastruktur cloud baru dan kemampuan AI yang akan kami bagikan di AWS re: Invent seminggu setelah Thanksgiving.”

    Sementara itu, para analis memperkirakan Amazon akan memperoleh earnings $1.48/saham pada Q4, menandai pertumbuhan 48% dari tahun ke tahun, sementara pendapatan diperkirakan akan mencapai $187.3 miliar, menandai pertumbuhan 10% dari tahun ke tahun, yang akan menjadikan Q4 2024 sebagai kuartal terbesar yang pernah ada bagi perusahaan.

    Melihat lebih jauh dari Q4 2024, pertumbuhan laba bersih pasti akan melambat karena perusahaan mengumpulkan peluang-peluang yang terdapat di depan mata, tetapi pertumbuhan EPS 15-20% hingga 2030 masih mungkin terjadi.

    Ekspektasi EPS Amazon Kuartalan. Sumber: SeekingAlpha

    Valuasi

    Saham Amazon saat ini dapat dibilang tidak lagi murah seperti saat bear market saham teknologi pada musim panas lalu atau di tahun 2022-2023. Namun, dari sudut pandang kami, valuasi saat ini masih menarik bagi mereka yang ingin memiliki salah satu bisnis berkualitas tinggi di luar sana.

    Secara historis, banyak investor ketinggalan kereta Amazon, terutama yang melihat valuasinya melalui lensa rasio P/E, yang tentu saja merupakan cara yang salah untuk menilai bisnis yang tidak memprioritaskan pertumbuhan laba bersih selama beberapa dekade.

    Masalahnya di sini adalah bahwa penilaian P/E tidak mampu menangkap potensi cash-generating masa depan dari bisnis sebuah perusahaan, tetapi hanya pendapatan yang masuk ke bagian bawah Laporan Laba Rugi. Secara alami, untuk bisnis seperti Amazon, P/E telah meningkat, rata-rata sekitar 160x pendapatannya selama 15 tahun.

    Tentu saja, jika kamu adalah seorang value investor, Amazon secara otomatis akan menjadi saham yang tidak boleh dibeli dengan valuasi yang begitu tinggi.

    Namun, jika kita melihat valuasi melalui lensa Price to Operating Cash Flow atau P/OCF, saham Amazon memberikan valuasi yang relatif menarik bagi investor. Selama 15 tahun terakhir, Amazon dihargai rata-rata 25,5x dari P/OCF dan saat ini diperdagangkan pada 19,8x, menyiratkan diskon sekitar 22.3%.

    Valuasi P/OCF Amazon. Sumber: Fast Graph

    Pertumbuhan selama 15 tahun terakhir rata-rata sekitar 28,8%, tetapi ke depannya, FactSet memperkirakan kita akan melihat pertumbuhan OCF tahunan sekitar 23-24% selama tiga tahun ke depan:

    • 2025: OCF sebesar $14,06E, pertumbuhan YoY sebesar 27%.
    • 2026: OCF sebesar $16,86E, pertumbuhan YoY sebesar 20%
    • 2027: OCF sebesar $20,59E, pertumbuhan YoY sebesar 22%.

    Dengan mempertimbangkan perlambatan pertumbuhan, valuasi yang wajar untuk diberikan kepada Amazon adalah sekitar 20-22x P/OCF.

    Jika kita mengambil pandangan yang lebih hati-hati dan mempertimbangkan batas bawah valuasi wajar di 20,6x P/OCF-nya, kita masih bisa melihat imbal hasil tahunan hingga 25%, sesuatu yang sangat menarik, terutama karena banyak saham yang diperdagangkan dengan valuasi yang sangat tinggi.

    Potensi Return Amazon. Sumber: (Fast Graphs)

    Kesimpulan

    Secara keseluruhan, tahun 2025 kemungkinan akan menjadi tahun yang lebih menantang bagi saham-saham berkapitalisasi besar untuk memberikan imbal hasil yang menarik, karena data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dan berkurangnya kemungkinan penurunan suku bunga di masa depan secara keseluruhan memberikan tantangan bagi saham-saham growth stock, karena dalam tingkat suku bunga yang lebih tinggi, present value dari arus kas di masa depan menjadi lebih rendah seiring dengan meningkatnya tingkat diskonto. Sejalan dengan itu, valuasi umumnya turun.

    Dengan demikian, investor harus lebih selektif dari sebelumnya, memastikan untuk memiliki saham-saham berkualitas tinggi yang tepat, dengan peluang terbaik untuk memberikan imbal hasil yang menarik.

    Valuasi Amazon masih memberikan proposisi nilai yang baik bagi mereka yang mencari pertumbuhan dalam portofolio mereka karena konsumen AS tetap tangguh, AWS mendapat manfaat dari integrasi AI dengan perusahaan yang menandatangani kontrak yang lebih besar dan lebih lama, yang tercermin dalam pertumbuhan segmen tersebut, dan tingkat pendapatan Amazon sebesar $600 miliar adalah faktor yang sempurna untuk mendorong efisiensi dan memperluas margin keuntungan.

    Dengan pendapatan Q4 2024 dan momentum di semua segmennya, Amazon kemungkinan besar akan memberikan tahun pertumbuhan yang kuat, mendorong kami untuk menetapkan target harga di $270/saham pada akhir 2025.

    Transaksi Saham AMZN di Sini!

    Dengan adanya prospek bisnis AMZN yang cerah, sobat cuan bisa untuk membeli call option AMZN untuk menghasilkan potensial profit lebih banyak dari saham biasa.

    Mulai Transaksi OPTIONS di Sini!

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Mengulas Prospek Kinerja Palantir Sebelum Rilis Laporan Keuangan FY2024

    Profil Singkat Palantir Technologies

    Palantir Technologies adalah perusahaan teknologi yang berfokus pada analitik data dan perangkat lunak pengambilan keputusan. Mereka mengembangkan platform perangkat lunak yang membantu organisasi menganalisis data mereka untuk menghasilkan wawasan yang mendalam dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Palantir Technologies memiliki berbagai produk, termasuk Palantir Gotham, yang digunakan oleh pihak berwenang dan militer Amerika Serikat (AS) untuk analisis intelijen dan keamanan nasional.

    Perusahaan yang bermarkas di negara bagian California, AS dan berdiri sejak 2003 ini menjadi salah pemain utama di pasar kolaborasi AI dengan persenjataan dengan client pemerintahan dan badan intelijen di AS. Selain itu, PLTR juga memiliki segmen bisnis komersialnya, dimana AI PLTR dapat dijual ke perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, manufaktur, kesehatan, dan energi untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi.

    PLTR sendiri resmi melantai di bursa NYSE dengan simbol saham PLTR pada 2020. Setelah berkiprah hampir 5 tahun lamanya, PLTR kini menjelma menjadi salah satu pentolan perusahaan persenjataan AI di Amerika dengan pelanggan utama dari pemerintah Amerika dan memiliki nilai kapitalisasi sebesar US$181.65 miliar per 29 Jan 2025.

    Saat ini, PLTR memfokuskan aktivitasnya pada tiga segmen bisnis utama. Keduanya berhasil menyumbang pendapatan US$2.2 miliar bagi perusahaan di 2023, tumbuh 16.7% dibanding setahun sebelumnya. Untuk tahun FY24, diproyeksikan PLTR akan memiliki pendapatan sebesar US$2.8 miliar atau dengan pertumbuhan 26.3% YoY. 

    Ketiga segmen bisnis itu terdiri dari: 

    1. Palantir Gotham. Segmen ini memiliki client utama yang berasal dari badan intelijen dan militer, karena segmen ini menjual persenjataan yang dilengkapi dengan teknologi AI. Produk dari segmen ini memungkinkan penggunanya untuk menganalisis dan memvisualisasikan data dari input tertentu seperti pola atau mengidentifikasi ancaman yang nantinya akan membantu penggunanya untuk mengambil suatu keputusan. Segmen ini memiliki pendapatan US$1.2 miliar di FY23, dan di FY24 diproyeksikan memiliki pendapatan sebesar US$1.5 miliar atau 54% dari total revenue perusahaan. 
    2. Palantir Foundry. Segmen ini memiliki client utama yang berasal dari korporasi. Dimana, PLTR menjual sistem berbasis AI untuk digunakan oleh client yang berada di industri keuangan, manufaktur, kesehatan, dan energi untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi. Segmen berfokus pada efisiensi operasional, inovasi, dan pengambilan keputusan berbasis data dalam konteks bisnis. Segmen ini memiliki pendapatan US$1 miliar di FY23, dan di FY24 diproyeksikan memiliki pendapatan sebesar US$1.3 miliar. 
    3. Palantir Apollo. Segmen ini berfungsi sebagai penunjang software yang digunakan oleh Palantir Gotham dan Palantir Foundry untuk melakukan pembaruan dan pengelolaan aplikasi secara real–time di berbagai lingkungan, termasuk cloud publik, cloud privat, dan on–premise. 

    Meski menancapkan kuku kuat di sektor big data, PLTR sejatinya masih memiliki pesaing yang siap menjegalnya, seperti Databricks, Azure Databricks, Apache Hadoop, Microsoft Azure Synapse, Booz Allen Hamilton (BAH) dan Oracle SQL Developer. 

    Tesis Investasi Palantir Technologies

    1. Pertumbuhan Positif Pasar Industri Autonomous Weapons Military Jadi ‘Ladang Cuan’ bagi PLTR

    Pengembangan sistem militer yang autonomous mendorong adopsi AI di pasar militer. Sistem modern yang mendukung AI membantu meningkatkan efisiensi sistem militer dan memperkuat kemampuannya di Warfield. Oleh karena itu, pasukan pertahanan negara-negara terkemuka telah meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka untuk meningkatkan penyebaran AI pada platform militer.

    Menurut laporan oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada April 2023, AS, Rusia, China, India, dan Arab Saudi secara kolektif menyumbang 63% dari pengeluaran pertahanan pada tahun 2022. Pengeluaran militer global tumbuh sebesar 3.7% pada tahun 2022 dan mencapai UD$ 2,240 miliar

    Dengan lata belakang ini, menurut Markets and Markets, Kecerdasan Buatan (AI) di Pasar Militer diperkirakan mencapai US$ 9.2 Miliar pada tahun 2023 dan diproyeksikan mencapai US$ 38.8 Miliar pada tahun 2028, dengan Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) sebesar 33.3% dari tahun 2023 hingga 2028.

    2. PLTR Diuntungkan Dengan Kehadiran DeepSeek AI

    Terobosan AI di DeepSeek tidak akan mengancam Palantir, melainkan lebih bertindak sebagai katalis positif dalam ekspansi PLTR. Ketika model AI menjadi semakin hemat biaya (murah), mereka mengalihkan minat dari kekuatan komputasi mentah ke tempat aplikasi praktis berada, yang merupakan kekuatan inti Palantir. Jika klaim DeepSeek melatih model 671 miliar parameter model hanya dengan US$5.6 juta, maka adopsi AI akan semakin tinggi karena semakin mudah untuk dijangkau oleh banyak orang.

    Ketika model bertambah besar, harga menurun, dan organisasi atau perusahaan mulai mengadopsi penggunaan AI dan Palantir berada tepat di tengah-tengah transformasi. Efisiensi dari DeepSeek akan semakin memberdayakan Palantir untuk menyediakan platform berkemampuan AI dengan pengurangan biaya infrastruktur dan dengan demikian adopsi tanpa batas bagi perusahaan dan pemerintah di seluruh dunia. Efisiensi biaya ini semakin memperkuat peran Palantir sebagai pendukung penyebaran AI daripada pesaing LLM dan memfasilitasi perusahaan dalam menangkap permintaan yang meningkat akan kecerdasan operasional terintegrasi AI.

    Seiring dengan kemajuan model AI, integrasi produk kedalam sistem Palantir akan semakin mudah dan menjadikan hal ini sebagai opportunity to growth bagi Palantir sehingga dominasi Palantir dalam pengambilan keputusan yang digerakkan oleh AI akan semakin besar dan cepat.

    3. Boosting Growth Dengan Berkolaborasi Dengan Perusahaan Lain Untuk Memperkuat Positioning PLTR

    Palantir dan startup Anduril Industries sedang berbicara dengan banyak perusahaan teknologi lainnya, termasuk OpenAI dan SpaceX milik Elon Musk, untuk membentuk konsorsium untuk bersama-sama menawar kontrak pemerintah AS yang dapat memperkuat industri militer dari AS. Selain itu, Palantir sedang dalam pembicaraan untuk berinvestasi dalam drone dan pembuat perangkat lunak Shield AI dalam next funding round dari Palantir. 

    Supply persenjataan dari PLTR untuk militer AS juga berpotensi meningkat karena pada bulan Desember 2024, pemerintah federal AS memberi Palantir peringkat yang lebih tinggi untuk layanan komputasi awan yang aman. Selanjutnya, Palantir mengumumkan kemitraan dengan pesaingnya yakni Booz Allen Hamilton (BAH), pesaing PLTR di beberapa layanan pemerintah dan pertahanan.

    Mengulas Aspek Finansial Palantir Technologies

    Pendapatan Palantir Didorong Oleh Orderan Militer AS

    Pada 2023, Palantir segmen government (militer) memiliki pendapatan sebesar US$1.2 miliar, dan di tahun 2024 diproyeksikan akan bertumbuh 25% YoY menjadi US$1.5 miliar. Sedangkan untuk segmen komersial (mayoritas customer dari perusahaan) memiliki pendapatan US$1 miliar pada 2023 dan diproyeksikan naik menjadi US$1.3 miliar di tahun 2024.

    Palantir sudah mendapatkan kepercayaan yang cukup tinggi dari pemerintah AS untuk melakukan supply senjata berbasis AI ataupun produk AI keluaran PLTR kepada pemerintahan. Hal ini turut dibuktikan dengan revenue breakdown by regions dari PLTR yang didominasi berasal dari wilayah Amerika dengan proporsi >60% dari total pendapatan perusahaan setiap tahunnya. 

    Revenue Breakdown PLTR | Sumber: Bloomberg

    Memiliki Margin Yang Bertumbuh Setiap Tahunnya, Aspek Permodalan Kuat 

    Dengan bertambahnya jumlah customer yang diproyeksikan akan mencapai 700 customer di tahun 2024, Palantir akan mencapai economies of scale, dimana hal tersebut dibuktikan dengan tingkat gross margin yang semakin besar seiring dengan pertambahan jumlah customer dari PLTR. Diproyeksikan pada tahun 2024, Gross margin perusahaan berada di level 82.3% atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 80.6%. 

    Selanjutnya dari sisi operating profit juga mengalami perbaikan, karena sistem ekspansi perusahaan sekarang ini berfokus pada sistem partnership, dimana operating margin perusahaan diproyeksikan berada di level 12.75% di tahun 2024, atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 5.39%

    Terakhir, apabila ditinjau dari sisi laba bersih, perusahaan memiliki tingkat margin laba bersih 9.9% di tahun 2023 dan diproyeksikan meningkat menjadi 33.4% di tahun 2024 sehingga EPS perusahaan berada di level US$0.38 atau bertumbuh 305.19% YoY. 

    Income Statement PLTR | Sumber: Bloomberg

    Selain dari tingkat margin yang semakin membaik dengan tingkat CAPEX yang diproyeksikan stabil di tahun 2024, PLTR memiliki tingkat cash yang jauh lebih tinggi dibandingkan total debtnya, yakni 18x lebih tinggi. Selanjutnya, free cash flow perusahaan juga diproyeksikan semakin kuat yang berada di level US$1 miliar di tahun 2024. 

    Valuasi Palantir Technologies

    Menurut konsensus dari Wedbush, harga wajar saham Palantir Technologies ($PLTR) berada di US$90. 

    Lebih lanjut, apabila ditilik dari rasio harga saham terhadap labanya (rasio PE), valuasi ADBE saat ini berada di angka 165.2x PE atau lebih “mahal” dibandingkan rata-rata kompetitornya sebesar 30.1x PE. 

    P/E Band 2Y PLTR | Sumber: Bloomberg

    Kendati begitu, investor sepertinya “mewajarkan” harga premium tersebut mengingat PLTR masih memiliki ruang growth yang besar serta mendapatkan kepercayaan dari pemerintah AS untuk menyuplai defense system berbasis AI.  

    Risiko Berinvestasi di Saham Palantir Technologies

    Kontrak Tidak Diperpanjang Oleh Pemerintah AS

    Pendapatan PLTR memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap orderan atau tender militer dari AS, dimana revenue dari AS berada di level 66% dibandingkan total revenue proyeksi PLTR di tahun 2024. Apabila tidak ada perpanjangan kontrak, PLTR harus mencari pasar baru. Peluang untuk mendapatkan pasar tersebut tidaklah mudah, terlebih apabila PLTR ingin menargetkan segmen government, karena biasanya supplier ke perusahaan yang memiliki informasi sensitif seperti persenjataan atau militer suatu negara, suppliernya juga harus berasal dari negara tersebut. 

    Kompetisi Dengan Perusahaan Teknologi Pengembang Software

    PLTR harus terus berinovasi dan secara gencar melakukan partnership untuk menggembangkan produknya secara cepat agara bisa memenangkan tender dari pemerintah AS. PLTR sebagai penyedia big data harus terus berinovasi agar tidak kalah saing dengan  mengembangkan teknologi perangkat lunak di berbagai segmen bisnisnya agar tidak kalah saing dengan kompetitornya seperti Databricks, Azure Databricks, Apache Hadoop, Microsoft Azure Synapse, Booz Allen Hamilton (BAH) dan Oracle SQL Developer. 

    Risiko Penurunan Harga Saham

    PLTR memiliki valuasi yang tergolong premium dibandingkan kompetitornya. Namun, dengan munculnya perlambatan CAPEX spending dari militer AS, growth dari PLTR berpotensi melemah yang dapat secara langsung menurunkan harga saham perusahaan. Pada saat ini, saham perusahaan diperdagangkan di +2 Stdev dari rata-rata dua tahun terakhir.

    Transaksi Saham PLTR di Sini!

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Kemunculan DeepSeek Justru bisa Menguntungkan Google? (GOOG FY2024 Pre-Earnings)

    Highlight

    • Pasar sedang panik karena saham AI terkoreksi cukup dalam akibat perkembangan yang cost-effective dari DeepSeek. Namun fenomena ini sesungguhnya bersifat bullish bagi inovasi AI jangka panjang.
    • NVIDIA dan perusahaan teknologi lainnya mungkin menghadapi bearish dalam jangka pendek, tetapi demokratisasi AI oleh DeepSeek akan menciptakan konsumen dan peluang baru.
    • Google berpotensi mendapat manfaat besar dari pengurangan biaya pengembangan AI, inovasi yang lebih cepat, dan adopsi AI yang lebih luas, menjadikannya saham yang menarik untuk dibeli menjelang laporan pendapatan.
    • Meskipun ada rally baru-baru ini, Alphabet tetap undervalued dengan P/E di bawah 26, dan investasi dari Nancy Pelosi meningkatkan prospeknya di tengah risiko kompetisi dan regulasi.

    Tesis Investasi Alphabet

    Meskipun beberapa perusahaan mungkin terancam secara langsung oleh DeepSeek, sepertinya kemajuan dalam AI ini harus membawa kita lebih dekat untuk mewujudkan manfaat AI, dengan biaya yang jauh lebih rendah. Sesungguhnya, perusahaan teknologi besar berpotensi mendapat manfaat besar dari inovasi AI, dan itulah yang dapat kita lihat saat ini.  

    Alphabet (GOOG) menjadi salah satu perusahaan yang berpotensi diuntungkan dari perkembangan AI, yang baru-baru ini mencetak all-time-high baru dan memiliki banyak jalan untuk dapat memperoleh manfaat dari perkembangan ini.  

    Google akan melaporkan pendapatan minggu depan dan besar kemungkinan laporan tersebut akan diterima dengan baik oleh pasar. 

    Apa yang Terjadi dengan DeepSeek?  

    DeepSeek dapat dipahami dengan sederhana sebagai “ChatGPT dari China”. Perusahaan ini telah mengembangkan chatbot yang sangat mirip kemampuannya dengan ChatGPT milik OpenAI.

    Perbedaan utamanya? Peneliti mengklaim bahwa pengembangannya hanya memakan biaya kurang dari $6 juta, yang sangat kecil jika dibandingkan dengan miliaran dolar yang diinvestasikan oleh OpenAI dan perusahaan teknologi AS lainnya.

    Perbedaan utama lainnya adalah bahwa kode DeepSeek bersifat open-source, yang berarti siapa saja dapat menggunakannya dan mengembangkannya lebih lanjut.

    Meskipun berita ini muncul pada hari Jumat (24/1), sepertinya pasar baru mulai mencerna informasi tersebut menjelang pembukaan pasar.

    Saham teknologi, yang dipimpin oleh sektor semikonduktor dan nama-nama AI lainnya, mengalami penurunan tajam pada hari Senin. Tapi, mengapa hal ini dapat terjadi?

    Pemahaman yang berkembang di pasar sepertinya adalah bahwa teknologi DeepSeek yang jauh lebih terjangkau ini memberikan dampak negatif bagi saham AI.

    Bagaimana DeepSeek Dapat Mendisrupsi AI  

    Bagi perusahaan seperti NVIDIA (NVDA) dan produsen semikonduktor lainnya, ini tampaknya masuk akal. NVIDIA telah memimpin kemajuan AI dengan menjadi penyedia utama GPU untuk aplikasi AI. Kini, DeepSeek tampaknya telah membuktikan bahwa kita dapat menghasilkan lebih banyak dalam hal output AI, dengan perangkat keras yang jauh lebih sedikit.

    Sementara itu, perusahaan teknologi seperti Google dan Meta (META), yang telah berinvestasi besar dalam mengembangkan aplikasi AI mereka sendiri, juga sedang mengalami penurunan harga saham. DeepSeek mengancam untuk mengambil pangsa pasar mereka di ruang AI, sekaligus menunjukkan kepada investor bahwa semua pengeluaran besar untuk AI baru-baru ini mungkin akan sia-sia.

    Tidak dapat disangkal bahwa hal ini dapat memberi dampak negatif bagi bisnis AI, terutama dalam jangka pendek.

    Jika memang DeepSeek telah membuat lompatan eksponensial dalam AI, maka permintaan untuk GPU NVIDIA juga bisa menurun secara eksponensial.

    Perkembangan ini tidak hanya membuktikan bahwa kita tidak memerlukan perangkat keras sebanyak yang pernah diperkirakan, tetapi juga menunjukkan bahwa mungkin modal yang ada lebih baik diinvestasikan di area lain dalam AI.

    Pertanyaannya sebenarnya, bagi perusahaan seperti NVIDIA dan produsen chip lainnya, adalah; berapa banyak Capex yang akan dialihkan oleh perusahaan seperti Google dan Meta untuk GPU dalam 2-3 tahun ke depan?

    DeepSeek benar-benar mengubah narasi di sini, dan tidak mengherankan kita melihat penyesuaian harga saham NVIDIA seperti ini.

    Tapi bagaimana dengan perusahaan-perusahaan yang melakukan pembelian GPU tersebut?

    Apakah Bisnis Google Dalam Bahaya?

    Lebih spesifiknya, bagaimana model open-source baru DeepSeek bisa langsung mengganggu bisnis Google?

    Rincian Pendapatan Google. | Sumber: Doofinder

    Google masih menghasilkan lebih dari 56% pendapatannya dari Google Search & Other, yang sebagian besar berasal dari Google Ads.

    Sudah ada banyak spekulasi mengenai bagaimana ChatGPT akan mengganggu bisnis Google. Namun, sejauh ini belum ada dampak yang berarti.

    Pangsa Pasar Search Engine. | Sumber: Statista

    Meskipun Google mulai kehilangan pangsa pasar pada tahun 2023, tampaknya berdasarkan data terbaru dari Statista kondisi tersebut sudah mulai stabil, dan Google masih menguasai lebih dari 89% pasar pencarian.

    Apakah DeepSeek dapat mengubah ini? Model mereka saat ini setara dengan ChatGPT dan mengingat asalnya dari luar negeri, adopsinya mungkin bahkan lebih lambat.

    Namun, ancaman besar di sini adalah bahwa karena sifat open-source dari DeepSeek R1, ini bisa semakin memberdayakan lebih banyak kompetisi, memungkinkan perusahaan lain untuk membangun mesin pencari yang lebih baik lagi.

    Perkembangan teknologi telah memungkinkan perusahaan teknologi besar seperti Google dan Meta untuk eksis, tetapi inovasi juga, dalam beberapa cara, adalah ancaman permanen bagi keberadaan mereka.

    Tak diragukan lagi, pasar sudah mulai memperhitungkan hal ini, dengan saham Google turun 4% pada hari Senin. Namun, pada akhirnya, kami rasa manfaatnya akan lebih besar daripada cost-nya.

    Pasar Kemungkinan Salah  Menilai

    Menurut pendapat kami, pasar salah, atau sedang berpikir pendek, dimana hal tersebut memang sering terjadi.

    Mari kita ambil contoh NVIDIA.

    GPU mereka adalah bagian penting dari ekosistem AI dan itulah sebabnya permintaan sangat tinggi. DeepSeek telah membuktikan bahwa lebih banyak hal dapat dilakukan dengan lebih sedikit GPU.

    Namun pada akhirnya, GPU tetap diperlukan untuk mengembangkan aplikasi AI. Sebagai gantinya, DeepSeek, dengan model open-source-nya, pada dasarnya telah mendemokratisasi penggunaan AI, menciptakan ribuan dan mungkin jutaan pelanggan baru untuk NVIDIA.

    Jika aplikasi AI membutuhkan lebih sedikit daya, maka itu membuatnya lebih berguna dan lebih hemat biaya, yang pada akhirnya meningkatkan permintaan untuk aplikasi AI dan perangkat keras AI.

    Selain itu, perusahaan ini tetap berada di garis depan inovasi di pasar AI dan ini seharusnya memastikan mereka tetap menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan, tidak hanya sekarang, tetapi juga di masa depan.

    Berita tentang DeepSeek bersifat bearish dalam jangka pendek, tetapi bullish dalam jangka panjang.

    Sementara itu, perusahaan seperti GOOGL dan META juga berpotensi mendapatkan keuntungan besar dari hal ini. Ya, mereka mungkin telah menghabiskan terlalu banyak untuk GPU NVIDIA, tetapi ini seharusnya tidak mengejutkan pasar.

    Selalu diketahui bahwa AI mungkin tidak akan langsung menguntungkan, tetapi opportunity cost-nya terlalu besar. Sekarang, kita memiliki lebih banyak konfirmasi bahwa AI bisa sangat hemat biaya. Teknologi ini akan menghemat jutaan dolar untuk perusahaan seperti GOOGL dan META dalam hal tenaga kerja dan membantu mengoptimalkan operasi mereka.

    Dengan teknologi, datang potensi untuk disrupsi, tetapi itu berlaku dua arah. Google sudah terancam oleh ChatGPT, dan meskipun DeepSeek menambah lapisan ancaman lainnya, model open-source mereka juga bisa menguntungkan Google.

    Kita juga harus mempertimbangkan bahwa DeepSeek adalah perusahaan China, dan mereka juga harus menghadapi masalah mereka sendiri terkait privasi dan undang-undang data jika ingin mendapatkan adopsi global.

    Bagaimana Alphabet Akan Mendapat Manfaat

    Secara spesifik, berikut beberapa contoh bagaimana Google akan mendapat manfaat dari kemajuan dalam AI ini.

    Biaya Pengembangan AI yang Lebih Rendah

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, ini membuat pengembangan AI untuk Google berpotensi menjadi jauh lebih murah. Selain itu, Google juga memiliki keuntungan karena mereka sedang mengembangkan perangkat keras AI mereka sendiri, yaitu TPU, yang bisa mereka gunakan bersama dengan teknologi DeepSeek.

    Inovasi yang Lebih Cepat

    Semakin murah AI, semakin cepat perusahaan dapat berinovasi dalam teknologi tersebut. Iterasi chatbot saat ini baru merupakan awal, dengan Agentic AI dan akhirnya Physical AI sebagai game-changer besar yang akan datang.

    Adopsi yang Lebih Cepat

    DeepSeek telah membuat AI lebih mudah diakses oleh orang biasa, dan ini berarti adopsi AI akan meningkat jauh lebih cepat. Dengan semakin banyak orang menggunakan AI, bahkan di pasar berkembang, ini akan memudahkan calon pelanggan untuk menggunakan dan memahami manfaat dari tawaran AI Google.

    Lebih Banyak Use Cases

    Perkembangan ini juga menciptakan lebih banyak potensi kasus penggunaan untuk AI, yang sekali lagi merupakan kabar baik bagi Google. Perusahaan ini memiliki banyak proyek berbeda seputar AI, bukan hanya chatbot. Google juga berinvestasi besar dalam mobil self-driving, misalnya, jadi ini bisa menjadi kabar baik untuk Waymo.

    Pada akhirnya, potensi dari AI yang lebih baik untuk bisnis Google lebih besar daripada ancamannya.

    Alphabet; Laporan Pendapatan yang Akan Datang  

    Dengan semua hal ini dalam konsiderasi, penurunan harga baru-baru ini adalah diskon yang menarik bagi Alphabet menjelang laporan pendapatan yang akan datang.

    Estimasi EPS Alphabet. | Sumber: Seeking Alpha

    Pasar mengharapkan sedikit atau tidak ada pertumbuhan pendapatan pada kuartal mendatang, tetapi kemungkinan besar Google akan melampaui ekspektasi.

    Hal ini telah terjadi dalam beberapa kuartal terakhir, dan kita juga telah melihat banyak peningkatan proyeksi pendapatan dalam 90 hari terakhir.

    Ekspektasi & Revisi EPS Alphabet. | Sumber: Seeking Alpha

    Valuasi

    Meskipun ada rally baru-baru ini, GOOG masih diperdagangkan dengan harga diskon jika dibandingkan dengan sesama “Magnificent 7”-nya.

    Valuasi GOOG | Sumber: SeekingAlpha

    PE di bawah 26, PEG 0,60, dan forward PEG 1,48. Nampaknya angka ini dapat terkategori undervalued di pasar saat ini, terutama jika kita mempertimbangkan potensi pertumbuhan pendapatan dan peningkatan marjin yang dibawa oleh AI.

    Risiko Lainnya

    Risiko yang ditimbulkan oleh DeepSeek telah dibahas di atas. Singkatnya, ini mencakup potensi kehilangan lebih banyak pangsa pasar di Search dan persaingan yang semakin ketat.

    Google juga menghadapi risiko kompetitif dan regulasi lainnya, tetapi menurut kami, potensi manfaat dari AI lebih besar daripada risiko-risiko tersebut.

    Skenario terburuk di sini adalah spinoff dari bisnis Google, sesuatu yang sempat dibicarakan tahun lalu. Namun, dengan adanya investasi dari Nancy Pelosi, hal ini dapat memperbaiki prospek Google.

    Di sisi lain, kita harus mempertimbangkan bahwa bisnis iklan Google bergantung pada siklus ekonomi, dan pertumbuhannya tentu akan melambat jika ekonomi mengalami kemunduran.

    Kesimpulan

    Sebagai kesimpulan, meskipun inovasi DeepSeek mengguncang pasar hari ini, kami pikir ini adalah hal yang sangat bullish untuk perusahaan teknologi dan AI. Google menjadi salah satu pembelian terbaik pada penurunan DeepSeek.

    Transaksi Saham GOOG di Sini!

    Dengan adanya prospek bisnis GOOG yang cerah, sobat cuan bisa untuk membeli call option GOOG untuk menghasilkan potensi profit yang lebih tinggi dari saham biasa.

    Mulai Transaksi OPTIONS di Sini!

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

     



    Sumber : pluang.com

  • Mengulas Prospek Kinerja AMD Sebelum Rilis Laporan Keuangan FY2024

    Secara garis besar perusahaan bergerak dibidang computing and graphics. 

    – Computing : berfokus pada CPU atau prosesor umum yang dirancang untuk melakukan berbagai tugas. Chip ini digunakan untuk memanfaatkan desain berbantuan komputer (CAD), mengembangkan konten media, dan menghasilkan visualisasi profesional dan grafik lainnya

    – Graphics : berfokus pada GPU (Graphics Processing Units) yang memproses visual di berbagai perangkat komputasi. Saat ini, AMD mengalihkan fokusnya dari GPU kelas atas ke GPU yang lebih murah guna mendongkrak sales. Misalnya saja GPU AMD Radeon yang menargetkan gamer kelas menengah. 

    – Selain itu, AMD juga telah menciptakan jajaran APU (Accelerated Processing Units), yang menggabungkan CPU dan GPU. Produk ini memenuhi kebutuhan baru untuk bekerja dan penelitian di berbagai bidang seperti komputasi kinerja tinggi (HPC), kecerdasan buatan (AI), Visualisasi Cloud, dan teknologi blockchain

    Income Statement AMD | Sumber: Bloomberg

    Meski sudah memiliki growth yang cukup tinggi, AMD sejatinya masih memiliki pesaing yang siap menjegalnya, seperti Intel, NVDA, QCOM

    Tesis Investasi Advanced Micro Devices Inc

    Perkembangan Industri Perangkat Lunak Positif

    Ukuran pasar yang diukur dari total revenue, industri semikonduktor global diperkirakan akan mencapai sekitar US$980.84 miliar pada tahun 2029 dari US$607.4 miliar pada tahun 2024. Adapun dari sisi pertumbuhan, pasar ini akan bertumbuh 10.1% CAGR 2024/2029. Penyumbang pendapatan secara global akan didorong dari permintaan wilayah China, dimana pada tahun 2024 diperkirakan pendapatan dari China adalah US$177.8 miliar. 

    Outlook positif didorong oleh transformasi digital industri yang cepat yang akan menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap chip, terutama untuk industri AI dan smartphone. Selain itu, sensor juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan terhadap konten digital, virtual reality (VR) dan augmented reality (AR). 

    Semiconductors Market Size | Sumber: Statista

    Kedepannya Perusahaan Dapat Meningkatkan Growth Dengan M&A

    Pada Bulan Agustus 2024, AMD telah mengumumkan akuisisi terhadap ZT System sebesar US$4.9 miliar guna mendukung ekspansi perusahaan ke bidang AI chip dan hardware. Hal ini bertujuan untuk memperketat persaingannya dengan NVDA. Akuisisi dilakukan dengan 75% dibayarkan cash dan sisanya dibayar menggunakan saham perusahaan. Namun, secara keseluruhan, selama 12 bulan kebelakang, AMD telah menghabiskan US$125 juta untuk melakukan akuisisi perusahaan. 

    Kedepannya akusisi yang dilakukan AMD dapat mendorong prospek jangka panjang AMD untuk bisa menciptakan chip AI ataupun chip data center secara masif. Sekarang, akusisi yang dilakukan masih digunakan untuk mendukung produksi akselerator Instinct MI325X, Ryzen AI 300 Series, generasi ketiga dari prosesor seluler AMD AI-enabled dan prosesor Ryzen 9000 Series untuk laptop dan desktop PC. Pada tahun 2025, perusahaan juga akan memproduksi MI325X dengan seri MI350 berdasarkan arsitektur CDNA 4 baru dan di tahun 2026 akan meluncurkan prosesor MI400. 

    X86 CPU Market Share Semakin Meningkat 

    Saat ini market share dari x86 CPU didominasi oleh Intel, namun apabila dikaji secara trendline memiliki tren yang menurun. Sebaliknya, market share dari AMD justru semakin meningkat.  AMD memperoleh beberapa pangsa pasar di seluruh kategori Desktop, Notebook/Seluler, dan Server dalam CPU x86 melawan Intel. AMD paling bersinar di segmen Desktop, mendapatkan tambahan pangsa pasar sebesar 5.8%. Selain itu, untuk segmen server dan notebook juga memiliki pertumbuhan market share sebesar 3.2% dan 2.5%. Kinerja AMD yang membaik telah didorong oleh faktor-faktor seperti peluncuran seri Ryzen barunya dan juga terdapat  masalah  di Intel terkait dengan masalah stabilitas dengan chip Raptor Lake Intel, yang menghasilkan kritik bagi perusahaan selama beberapa bulan terakhir. Pengguna Intel melaporkan kerusakan dan ketidakstabilan sistem, terutama selama tugas-tugas intensif seperti game dan pengkodean video dan lazim di model kelas atas.

    x86 Market Share | Sumber: Seeking Alpha

    Di segmen laptop, salah satu faktor keuntungan AMD adalah bahwa ia diuntungkan dari peluncuran prosesor laptop Ryzen barunya yang lebih awal dibandingkan dengan Intel karena AMD merilis “produk seri Ryzen AI 300 sedikit di depan Intel Lunar Lake dan dapat menjual lebih banyak produk baru ini kepada pengadopsi awal PC Copilot+ berbasis x86. 

    Keuangan Advanced Micro Devices Inc

    Pendapatan AMD Diproyeksikan Naik 15.8% YoY Pada 3Q24

    Pendapatan AMD pada FY24 diproyeksikan berada di level US$25.7 miliar atau dengan pertumbuhan 11.1% YoY. Penyumbang revenue terbesar berasal dari segmen Data Center yang memiliki proporsi 47% dari total revenue (US$12.8 miliar) AMD. Penyumbang revenue terbesar kedua adalah segmen client dengan proporsi 26% dari total revenue atau sebesar US$6.7 miliar. 

    Revenue Breakdown AMD | Sumber: Bloomberg

    Penyumbang laba terbesar dari sisi operation adalah segmen data center dengan operating prfit sebesar US$3.4 miliar atau dengan margin sebesar 26.9%. 

    Proyeksi EPS Sebesar US$3.3 Pada FY24

    EPS AMD diproyeksikan berada di level US$3.3 atau dengan pertumbuhan 415% YoY atau dengan net margin sebesar 21.2%. AMD berhasil membukukan nilai net margin proyeksi FY24 yang sangat tinggi, karena di tahun sebelumnya net margin AMD berada di level 4.6%.  

    Selain laba yang tinggi, AMD juga memiliki struktur permodalan yang kuat dengan proyeksi Free Cash Flow US$2.9 miliar di tahun 2024, dimana di tahun sebelumnya FCF perusahaan berada di level US$1.6 miliar. 

    Valuasi Advanced Micro Devices Inc

    Menurut konsensus Bloomberg, harga wajar saham AMD berada di US$165.66 atau dengan kenaikan harga sebesar 39.4% dari harga closing price 30 Jan 2025 di level US$118.86 dalam jangka waktu 12 bulan kedepan. 

    Lebih lanjut, apabila ditilik dari rasio harga saham terhadap labanya (rasio PE), valuasi AMD saat ini berada di angka 23.6x PE atau berada di bawah rata-rata peers nya di level 29.5x. Namun, kedepannya, valuasi AMD memiliki peluang untuk menjadi premium seiring dengan ekspansi yang dilakukan perusahaan. Ekspansi yang dilakukan juga diimbangi dengan AI boom yang membuang pertumbuhan AMD akan lebih cepat dan besar. 

    Apabila dilihat dari P/E secara 5 tahun kebelakang, harga saham AMD masih murah dimana saat ini memiliki level P/E di -1 stdev. Hal ini membuat saham AMD layak untuk dikoleksi oleh sobat cuan. 

    5Y P/E Band AMD | Sumber: Bloomberg

    Risiko Berinvestasi di Saham Advanced Micro Devices Inc

    Ketergantungan Yang Tinggi Terhadap Produk Chip TSM

    AMD memiliki ketergantungan yang sangat tinggi dengan Taiwan Semiconductor (TSM). Hal tersebut dibuktikan dengan process technology dari produk yang baru dilaunching oleh AMD di tahun 2024, semuanya menggunakan processor dari TSM. 

    Apabila TSM mendapatkan offer harga chip yang lebih baik karena sekarang ini demand untuk chip sangat tinggi untuk kebutuhan AI, maka AMD harus mencari supplier baru yang berkualitas tinggi dengan harga yang murah. 

    Namun, hal ini dapat dimitigasi dengan adanya tenggat waktu minimal untuk pemutusan kontrak kerja ditambah dengan TSM yang sedang melakukan ekspansi besar-besaran terhadap pabrik chip. 

    Products Detail AMD | Sumber: Seeking Alpha

    Kompetisi Dengan Perusahaan Pengembang Processor Komputer 

    AMD harus terus berinovasi mengembangkan teknologi pengembangan processor komputer di berbagai segmen bisnisnya, seperti di desktop, laptop dan server agar tidak kalah saing dengan kompetitornya seperti Intel, NVDA, QCOM

    Sebagai perusahaan teknologi, perusahaan harus berani menggelontorkan biaya riset dan pengembangan (RnD) bernilai jumbo untuk membuat terobosan baru agar tidak tertinggal dengan kompetitornya yang berisiko membuat AMD kehilangan pangsa pasarnya. 

    Perkembangan Pesat AI di China 

    Adanya sentimen negatif yang berasal dari China yang masif dalam mengadopsi serta menciptakan teknologi AI baru yang lebih murah berpotensi untuk membuat nilai valuasi AMD menjadi menurun karena persepsi masyarakat mengenai AI menjadi shifting. Awalnya masyarakat menganggap AI adalah teknologi mahal, namun nyatanya China bisa mereplika hal tersebut dengan biaya yang sangat murah serta dalam waktu yang cepat. Misalnya seperti Deep Seek AI yang berhasil membuat saham Chip semikonduktor dan AI mengalami sell off short term. 

    Beli Saham AMD di Sini!

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Menelaah Lebih Dalam Value Chain AI

    Dalam laporan ini, kita akan menyelami berbagai lapisan AI. Meskipun kebanyakan orang berfokus pada lapisan aplikasi, ada lebih banyak lagi peluang AI. Terdapat tiga lapisan yang akan kita bahas disini, yakni (1) perangkat keras (2) infrastruktur data (3) aplikasi.

    Kami percaya bahwa peluang hardware secara signifikan lebih besar dan lebih luas daripada apa yang telah diekspektasikan; kami melihat terdapat nilai yang rupanya kurang dihargai pada lapisan data, dan kami percaya bahwa kunci diferensiasi di lapisan aplikasi adalah akses ke data yang material.

    Kecerdasan buatan (AI) bukanlah konsep baru. Apa yang membuat konsep ini semakin naik daun adalah bahwa AI berubah dari hanya mampu melakukan tugas-tugas prediktif yang terprogram menjadi mampu menempatkan segala sesuatunya dalam konteks dan menghasilkan kesimpulan.

    Gelombang pertama AI adalah mempelajari persepsi dan kesimpulan, seperti mengenali gambar, memahami ucapan, dan merekomendasikan video atau barang yang akan dibeli. Model-model Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing/NLP) awal yang dilatih pada tahun 2018 hanya dapat melakukan pencarian visual/pengenalan gambar dan berisi kurang dari 100 juta parameter.

    Yang berubah adalah perangkat keras (hardware) untuk melatih model-model ini menjadi jauh lebih kuat, dan model baru, yang dikenal sebagai Transformer Model, menyediakan kerangka kerja unik untuk memanfaatkan kemampuan perangkat keras ini. Transformer Model adalah model dasar di balik Chat GPT/GPT3 dan sebagian besar Large Language Model (LLM) lainnya yang dilatih saat ini. Model ini merupakan jaringan saraf yang mempelajari konteks, menjadikannya terobosan dalam AI.

    Gelombang inovasi saat ini difokuskan pada Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing/NLP), yang memberikan kemampuan untuk memahami teks dan kata-kata yang diucapkan dengan cara yang sama seperti yang dilakukan manusia. ChatGPT, yang diperkenalkan pada akhir tahun 2022, merevolusi pencarian online dan merupakan aplikasi AI pertama yang tersedia dalam skala besar (atau dapat diakses oleh semua orang). Tetapi ada banyak aplikasi NLP lain yang relatif mudah seperti asisten pintar (smart assistant), chatbot, penyuntingan email, analisis dokumen/sentimen, dll.

    Berdasarkan konsep yang sama, ada banyak inovasi dalam pengkodean di mana AI dapat membantu dalam menulis kode (misalnya GitHub), keamanan siber di mana AI dapat membantu dalam memeriksa data dalam jumlah yang sangat besar dan mengidentifikasi ancaman dan weak links, dll. Sebagian besar aplikasi yang ada hingga saat ini adalah versi peningkatan produktivitas dari yang telah ada sebelumnya.

    Gelombang AI berikutnya, kami percaya, adalah AI yang berinteraksi dengan dunia fisik. Contohnya adalah kembaran digital, pengemudian otonom (autonomous driving), robot, avatar, dll. Kita masih sangat awal dalam gelombang ketiga ini. Bahkan beberapa area, seperti pengemudian otonom yang diyakini banyak orang sudah mendekati kenyataan, lebih dekat ke garis start daripada garis finish. Hal ini dikarenakan inovasi yang dilakukan hingga saat ini tidak didasarkan pada AI generatif melainkan prediktif, di mana banyak perkembangan teknologi yang mengalami hambatan. Banyak model prediktif yang mengalami kemandekan dalam hal peningkatan kinerja meskipun ada pertumbuhan data yang masif.


    Gelombang AI | Sumber: Spear Invest

    Meskipun sebagian besar investor berfokus pada lapisan aplikasi (ChatGPT, Copilot 365, GitHub Copilot), masih banyak lagi yang bisa dilakukan untuk peluang AI.

    Lapisan Perangkat Keras adalah yang pertama kali mengalami peningkatan fundamental yang cukup besar dalam pendapatan di 2Q23 dengan Nvidia Data Center yang tumbuh dari hampir $300 juta pada tahun 2018 menjadi sekitar $40-50 miliar setahun di saat ini. Dengan pertumbuhan yang sangat besar, investor bertanya-tanya apakah permintaan akan meningkat. Kami memperkirakan peluang komputasi sebesar ~$1 triliun dalam 4-5 tahun ke depan. Kami juga percaya bahwa peluang ini lebih luas dari sekadar komputasi dan ada banyak pasar yang relatif lebih kecil seperti memori, jaringan, manajemen energi (misalnya, liquid cooling) yang akan mengalami pertumbuhan eksponensial. Peluang perangkat keras relatif diketahui oleh para investor dan oleh karena itu kami tidak mengharapkan pergerakan yang besar (100%+ kenaikan) di masa mendatang. Kami percaya bahwa masih ada peluang yang menarik karena ada potensi revisi estimasi ke atas, yang akan menyiratkan peningkatan yang compounding.

    Lapisan Infrastruktur Data adalah tempat kami berharap untuk melihat peluang besar kedepannya. Pada 2023, kita telah melihat siklus pengoptimalan pengeluaran. Perusahaan mencatat adanya pemotongan anggaran oleh pelanggan mereka, peningkatan pengawasan transaksi, dll. Meskipun beberapa tingkat pengoptimalan adalah hal yang biasa dan kami perkirakan akan terus berlanjut, penyedia layanan cloud (seperti AWS dan Azure) dan perusahaan di seluruh ekosistem data (seperti Snowflake dan Datadog) mencatat peningkatan permintaan yang signifikan pada 4Q23 dengan beban kerja AI baru yang mengimbangi pengoptimalan. Meskipun dampak awal hanya dalam satu digit % dari pendapatan, kami percaya bahwa AI adalah masalah data dan kita baru berada di babak awal perusahaan-perusahaan masuk dalam titik infleksi

    Application Layer diharapkan menjadi TAM (total addressable market) terbesar, tetapi juga merupakan ruang yang paling ramai dan kompetitif. Lapisan ini terdiri dari startups dan pemain lama. Para pemain lama memiliki basis pengguna yang besar dan mengakses data eksklusif, yang memberi mereka keuntungan yang signifikan.

    AI Value Chain | Sumber: Sprear Invest

    Mari kita gali setiap lapisan.

    Lapisan Perangkat Keras (Hardware Layer)

    Dari perspektif perangkat keras, ukuran model tumbuh dari <100 juta parameter menjadi> 500 miliar selama kurun waktu 5 tahun. Gelombang prediktif dibangun di atas perangkat keras dengan puluhan hingga beberapa ratus juta parameter.

    • ELMo yang dilatih pada tahun 2018 mampu melakukan pencarian visual – pengenalan gambar dan berisi 26 juta parameter
    • BERT-Large yang dilatih pada tahun 2019 mampu menandai sentimen dan memberikan tanya jawab dasar – berisi 340 juta parameter
    • LLM saat ini berisi >500 miliar parameter.


    Jumlah Parameter pada setiap Jaringan. | Sumber: Spear Invest

    Sejalan dengan pertumbuhan ukuran model ini, pendapatan Data Center Nvidia mengalami peningkatan besar. Pendapatan Data Center telah tumbuh dengan CAGR yang sehat yakni 40%, tetapi tahun 2023 menandai sebuah titik infleksi.


    Pendapatan Data Center Nvidia | Sumber: Spear Invest

    CPU telah menjadi prosesor data center yang dominan selama siklus terakhir. CPU merupakan prosesor serial, yang berarti prosesor ini memproses satu instruksi dalam satu waktu. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan komputasi untuk AI generatif secara eksponensial, kebutuhan akan pemrosesan paralel pun muncul (melakukan beberapa perhitungan secara bersamaan). Inilah yang menjadikan GPU, prosesor paralel yang awalnya digunakan untuk grafik komputer, sebagai prosesor inti untuk AI. Cukup penting untuk memahami ukuran dan skala chip ini.

    “H100 dari Nvidia terdiri atas 35.000 komponen dan hampir 1 triliun transistor yang digabungkan. Beratnya mencapai 70 pon. Dibutuhkan sebuah robot untuk membuatnya dan dibutuhkan sebuah superkomputer untuk menguji superkomputer.” – Jensen Huang, CEO Nvidia

    Pasar untuk GPU telah berkembang secara eksponensial dan diperkirakan akan menjadi pasar senilai ~$1 triliun dalam 4-5 tahun. Komputasi (GPU dan CPU) adalah tempat di mana sebagian besar anggaran peningkatan data center akan digunakan, tetapi tidak semuanya. Untuk mengoptimalkan kinerja data center, kinerja sistem sangat penting. Karena kinerja GPU telah meningkat secara signifikan, hambatannya ada pada bandwidth, memori, dll. Pasar ini, meskipun tidak sebesar lapisan komputasi, memiliki ukuran yang berarti dan dapat menawarkan peningkatan yang serupa dalam hal pertumbuhan.


    Pangsa Pasar Nvidia | Sumber: Spear Invest

    Sebagai contoh, Networking tahun lalu merupakan pasar senilai $2 miliar yang diperkirakan akan tumbuh menjadi $10 miliar dalam 5 tahun. Nvidia sempat menunjukkan pada earnings call mereka bahwa jaringan sekarang melebihi tingkat pendapatan tahunan sebesar $10 miliar. Pertumbuhan yang kuat didorong oleh permintaan yang luar biasa untuk InfiniBand, yang tumbuh lima kali lipat dari tahun ke tahun. InfiniBand sangat penting untuk mendapatkan skala dan performa yang dibutuhkan untuk pelatihan LLM.


    Perkiraan Besaran Pasar Networking dan Run Rate Networking Nvidia | Sumber: Spear Invest

    Demikian pula, Liquid Cooling merupakan pasar senilai $2 miliar tahun lalu yang diperkirakan akan terus berkembang. Kami berharap dapat melihat tingkat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi. Pendinginan mewakili 40% dari konsumsi energi data center, dan meskipun GPU membutuhkan energi 2x lebih sedikit untuk melakukan tugas yang sama dengan CPU, pertumbuhan eksponensial dalam GPU akan datang dengan pertumbuhan yang signifikan.

    Gelombang AI generatif saat ini sangat intensif dalam hal komputasi. Kebutuhan komputasi telah meningkat secara eksponensial dengan ukuran model.

    Gelombang AI generatif saat ini secara signifikan lebih intens dalam hal komputasi. Kebutuhan komputasi telah meningkat secara eksponensial dengan ukuran model. Infrastruktur saat ini (bahkan data center yang dibangun 2-3 tahun yang lalu) perlu ditingkatkan untuk mengakomodasi alur kerja AI. Jumlah model yang dikembangkan perusahaan (akan dibahas di bagian selanjutnya) juga melonjak.

    Pertumbuhan Foundation Models dalam 6 tahun ke belakang | Sumber: Bain & Co

    Lapisan Infrastruktur Data

    Perusahaan infrastruktur data dan AI generatif memainkan peran penting dalam memungkinkan pengembangan, penyebaran, dan pengoperasian sistem AI dan LLM. Tumpukan Infrastruktur telah mengalami transformasi yang signifikan selama beberapa dekade terakhir, terutama di bidang penyimpanan dan pemrosesan data.

    Pada awal tahun 2000-an hingga 2010-an, sebagian besar perusahaan sangat berfokus pada database perangkat keras dan Sistem Manajemen Basis Data Relasional (RDBMS), yang merupakan tulang punggung penyimpanan dan manajemen data. Sistem ini berada di server fisik yang hanya mendukung penanganan data terstruktur dan terbatas dalam hal skalabilitas dan fleksibilitas. Selanjutnya, munculnya teknologi antrean pesan menandai pergeseran ke arah komputasi yang lebih terdistribusi, memfasilitasi pemrosesan data asinkron dan komunikasi antar aplikasi, yang merupakan pendahulu dari kemampuan cloud-native saat ini.


    Solusi tradisional vs cloud | Sumber: Spear Invest

    Saat ini, paradigma cloud-native mengantarkan pada tumpukan AI modern baru yang didukung oleh penyedia cloud utama. Mereka menyediakan layanan penyimpanan dan komputasi awan inti, yang memungkinkan solusi manajemen data yang scalable, fleksibel, dan sering kali lebih hemat biaya. Mereka adalah faktor yang memungkinkan pemberdayaan sistem AI sebelumnya.

    Penyedia Layanan Cloud

    Dalam ranah AI generatif dan LLM, penyedia layanan cloud sangat diperlukan untuk sumber daya komputasi dan skalabilitasnya. Penyedia layanan ini menawarkan infrastruktur dan platform penting yang diperlukan untuk melatih dan menerapkan model AI yang canggih.


    Penyedia layanan cloud | Sumber: Spear Invest

    Penyedia layanan cloud (CSP) adalah inti dari rantai nilai AI karena mereka menawarkan infrastruktur, daya komputasi, dan kemampuan penyimpanan yang diperlukan. Model AI, terutama yang lebih canggih seperti model pembelajaran mendalam (deep learning), membutuhkan sumber daya komputasi yang signifikan yang sering kali tidak memungkinkan untuk dikelola oleh masing-masing perusahaan. Penyedia layanan cloud menawarkan sumber daya yang scalable dan sesuai permintaan yang memungkinkan bisnis untuk melatih dan menerapkan model AI tanpa biaya tambahan untuk membangun infrastruktur mereka sendiri. Hal ini mendemokratisasi akses ke AI, memungkinkan bisnis kecil dan besar untuk berinovasi dan memanfaatkan teknologi AI.

    Perusahaan besar yang berada di atas rantai nilai AI seperti Snowflake dan Databricks akan membutuhkan kemampuan komputasi yang sangat besar, yang terutama dilayani oleh Azure dan AWS. Serupa dengan bagaimana Nvidia adalah penerima manfaat sekuler dari siapa yang “menang” dalam AI, hyperscalers yang menopang kebutuhan komputasi untuk platform data akan mendapatkan keuntungan terlepas dari siapa yang muncul sebagai pemenang dalam pertempuran AI. Selain kemampuan komputasi dan penyimpanan tradisional, CSP telah membangun lapisan tambahan di atas infrastruktur mereka yang memberikan akses kepada perusahaan ke model yang telah dilatih sebelumnya dan alat lain yang memungkinkan pengembangan AI (baik yang dikembangkan secara internal maupun pihak ketiga).

    Model Dasar (Foundational Models)

    Perusahaan Foundational Model (FM) mengembangkan model berskala besar yang merupakan komponen dasar yang menggerakkan LLM dan AI generatif. Model-model AI ini dapat diadaptasi untuk berbagai aplikasi dan merupakan tulang punggung berbagai aplikasi AI, mulai dari pemrosesan bahasa alami hingga pembuatan konten kreatif. Model dasar dilatih pada kumpulan data yang sangat besar dan membutuhkan sumber daya yang signifikan, baik dalam hal data maupun daya komputasi. Ini adalah model yang telah dilatih sebelumnya yang menurunkan hambatan masuk untuk pengembangan aplikasi AI, untuk memungkinkan lebih banyak organisasi membangun solusi berbasis AI.

    Ada dua kategori besar model dasar;

    • Model closed-source
    • Model open-source

    Model closed-source adalah model yang kode sumbernya tidak tersedia untuk umum, tetapi dapat diakses menggunakan API. Model sumber tertutup sering kali hadir dengan kecanggihan teknis yang lebih canggih – dukungan yang lebih kuat, pembaruan rutin, dan disesuaikan untuk aplikasi komersial tertentu. Perusahaan FM terkemuka seperti OpenAI memiliki model dengan kinerja yang lebih tinggi dan memiliki layanan siap pakai yang memudahkan pengembang untuk memulai dan menjalankannya. Sementara itu, model open source seperti Stability’s Stable diffusion dan Meta’s Llarma2 dibangun di atas perangkat lunak open source yang memungkinkan perubahan yang didorong oleh komunitas pada kode sumber.


    Foundational Models | Sumber: Spear Invest

    Akan ada kasus penggunaan untuk model open dan closed source. Kami percaya bahwa perusahaan besar dengan kemampuan untuk mempekerjakan insinyur AI, akan condong ke arah FM open source sementara banyak UKM akan condong untuk memanfaatkan model closed source yang ada. Perusahaan besar kemungkinan akan menggunakan keduanya, jika kemungkinan akan condong ke model open karena memberikan mereka kustomisasi dan fleksibilitas yang lebih besar. Pengguna dapat memodifikasi dan menyesuaikan model open-cloud dengan kebutuhan spesifik mereka, menawarkan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengembangan aplikasi.

    Platform Data

    Peran perusahaan basis data dalam rantai nilai AI adalah untuk mengelola dan memfasilitasi penggunaan data yang efektif, yang merupakan sumber kehidupan AI. Model AI hanya sebaik data yang digunakan untuk melatihnya. Perusahaan database menyediakan alat dan platform untuk menyimpan, mengelola, dan memproses data dalam jumlah besar secara efisien. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan kualitas, konsistensi, dan aksesibilitas data, yang sangat penting untuk melatih model AI yang akurat dan andal.

    Platform Data | Sumber: Spear Invest

    Dalam laporan terbaru Databricks tentang use cases untuk machine learning, mereka menyoroti bahwa pemrosesan bahasa alami (NLP) mendominasi jenis kasus penggunaan lainnya oleh pengguna. NLP adalah bidang yang berkembang pesat yang memungkinkan bisnis mendapatkan nilai dari data tekstual yang tidak terstruktur seperti dokumen besar atau meringkas konten atau mengekstraksi sentimen dari ulasan pelanggan. Kasus penggunaan NLP ini mendominasi 49% dari library Python yang digunakan.


    Penggunaan LLM | Sumber: Databricks

    Databricks melaporkan adanya peningkatan yang signifikan dalam jumlah penggunaan pustaka terkait transformator pada platform mereka dibandingkan dengan API SaaS LLM dan alat yang sejenis. Kerangka kerja dan pustaka perangkat lunak terkait transformator ini secara khusus dirancang untuk mendukung implementasi model Transformer dalam sebuah perusahaan. Pustaka ini menyediakan modul yang sudah dibuat sebelumnya, dan fungsi yang menyederhanakan proses pembangunan, pelatihan, dan penerapan model berbasis Transformer. Contohnya adalah TensorFlow dan PyTorch, yang menawarkan dukungan ekstensif untuk arsitektur Transformer, sehingga pengembang dapat membuat LLM yang canggih dengan mudah.

    API SaaS LLM dan alat LLM lebih mudah memungkinkan pengembang untuk mengintegrasikan fitur pemrosesan bahasa tingkat lanjut ke dalam aplikasi mereka tanpa perlu membangun dan melatih model mereka. API ini, yang ditawarkan oleh perusahaan seperti OpenAI, Google, dan lainnya, menyediakan akses ke model yang telah dilatih sebelumnya melalui platform berbasis cloud. Pengguna dapat memanfaatkan model-model canggih ini untuk berbagai aplikasi seperti pembuatan teks, penerjemahan, rangkuman, dan banyak lagi, biasanya dengan sistem langganan atau bayar per penggunaan (pay-per-use).

    Sementara itu, LLM Tools mengacu pada seperangkat alat dan platform yang lebih luas yang memfasilitasi penggunaan, pengelolaan, dan optimalisasi LLM. Ini termasuk interface pengguna untuk berinteraksi dengan LLM, alat untuk menyempurnakan model pada dataset tertentu, dan sistem untuk memantau dan mengevaluasi kinerja model. Alat-alat ini dirancang untuk memudahkan pengguna yang lebih luas – tidak hanya spesialis AI – untuk mendapatkan manfaat dari kemajuan dalam pemahaman dan pembuatan bahasa yang ditawarkan oleh LLM.

    Data ini menunjukkan bahwa perusahaan lebih memilih untuk mengimplementasikan solusi yang memungkinkan mereka untuk menyesuaikan, melatih, dan menggunakan model transformator mereka sendiri daripada menggunakan API yang sudah ada dari OpenAI. Kami percaya ini adalah pergeseran penting yang seharusnya menjadi penarik bagi perusahaan seperti Databricks dan Snowflake.

    Databases

    Database | Sumber: Spear Invest

    Database Transaksional

    MongoDB – Perusahaan seperti MongoDB menyediakan model basis data berbasis dokumen dengan arsitektur tanpa skema, yang memainkan peran penting dalam AI Generatif. Selain itu, eksplorasi dan penemuan kasus penggunaan baru serta pengembangan aplikasi menjadi pendorong permintaan bagi model konsumsi MongoDB. MongoDB juga terus memperluas fitur platformnya, seperti pencarian vektor. Basis data vektor telah menarik minat investor karena dianggap lebih cocok untuk kapabilitas AI/ML.  

    Database Vektor

    AI Generatif dan model bahasa besar (LLM) menangani jumlah data yang sangat besar, sering kali dalam bentuk tidak terstruktur seperti teks, gambar, dan audio. Basis data vektor dirancang untuk secara efisien menangani, mengindeks, dan mengambil dataset besar ini. Mereka mengonversi data kompleks menjadi representasi vektor, sehingga lebih mudah untuk dikelola dan diproses dalam skala besar.  

    Salah satu fungsi utama basis data vektor adalah memungkinkan kemampuan pencarian tingkat lanjut. Basis data ini memungkinkan pencarian yang lebih bernuansa dan kontekstual, yang sangat penting dalam aplikasi berbasis AI generatif dan LLM, seperti rekomendasi konten yang dipersonalisasi, pengenalan gambar, dan pemrosesan bahasa alami (NLP). Perusahaan seperti Pinecone dan Weaviate merupakan pemain utama dalam pasar ini.

    Dalam dunia AI generatif, kemampuan untuk memproses dan menganalisis data secara real-time sangat penting. Basis data vektor mendukung kebutuhan ini dengan menyediakan infrastruktur untuk mengambil dan menganalisis vektor data dengan cepat, memungkinkan respons dan interaksi real-time dalam aplikasi AI. Seiring dengan pertumbuhan teknologi AI generatif dan model bahasa besar (LLM), permintaan akan solusi basis data yang memiliki skalabilitas tanpa mengorbankan kinerja menjadi semakin krusial.  

    Basis data vektor secara inheren memiliki skalabilitas, menjadikannya sangat cocok untuk kebutuhan yang terus berkembang ini. Mereka memainkan peran penting dalam MLOps, terutama dalam penerapan, pemantauan, dan pemeliharaan model AI. Basis data ini memfasilitasi aspek operasional dalam pengelolaan model AI skala besar dengan menyediakan cara yang efisien untuk menyimpan dan mengakses data yang dibutuhkan model-model tersebut.  

    Kategori ini mencakup perusahaan MLOps dan AIOps yang menjembatani kesenjangan antara pengembangan model AI dan penerapan operasionalnya. Mereka menangani kompleksitas dalam mengelola siklus hidup model AI dan ML, terutama terkait AI generatif dan LLM. Manajemen ini mencakup otomatisasi penerapan model, pemantauan kinerja model, memastikan skalabilitas, serta mengelola infrastruktur yang diperlukan agar model AI dapat berfungsi secara optimal.

    Developer Tooling

    AI Developer Tools | Sumber: Spear Invest

    Perusahaan dalam kategori ini berfokus pada operasionalisasi model AI generatif. Mereka mencakup perusahaan yang bergerak di bidang pelabelan dan kurasi data, mendukung model hub dan fine-tuning, inferensi model, LLM Ops, serta pemantauan dan evaluasi model.  

    • Data Streaming, Transformation, dan Pipeline: Perusahaan seperti Confluent memainkan peran kunci dalam streaming dan pemrosesan data dalam rantai nilai AI. Data harus diproses sebelum digunakan oleh LLM, yang mencakup ekstraksi konteks yang relevan dari berbagai sumber, transformasi data ke format yang dapat digunakan, dan pemuatan data ke dalam konteks model. Dalam AI generatif dan LLM, kemampuan pemrosesan data real-time dari Confluent memungkinkan aliran data yang berkelanjutan dan efisien, yang sangat penting dalam pelatihan dan pembaruan model. AI generatif, khususnya dalam pemrosesan bahasa, analisis sentimen, dan pembuatan konten, bergantung pada data yang luas, beragam, dan sering kali real-time. Platform Confluent memastikan bahwa data dari berbagai sumber tersedia bagi model AI, menjaga akurasi dan relevansi model.  
    • Perusahaan Data Labelling: Perusahaan seperti Scale.AI dan Snorkel berperan penting dalam pelabelan data untuk pelatihan model AI, termasuk LLM. Mereka mengkhususkan diri dalam anotasi dan kategorisasi data agar dapat digunakan untuk melatih model AI. Kualitas dan akurasi pelabelan data secara langsung mempengaruhi efektivitas model AI. Dalam AI generatif, yang bergantung pada dataset besar, peran perusahaan ini menjadi semakin penting karena memastikan bahwa data yang digunakan oleh LLM terstruktur dengan baik dan diberi label secara akurat, sehingga menghasilkan model yang lebih andal.  
    • Perusahaan Fine-Tuning: Perusahaan seperti Hugging Face dan Databricks (dengan MosaicML) membantu menyesuaikan LLM yang telah dilatih sebelumnya untuk tugas atau industri tertentu. Mereka menyesuaikan model agar lebih relevan dan berperforma lebih baik dalam kasus penggunaan spesifik. Proses ini melibatkan penyesuaian parameter model berdasarkan data tambahan yang sering kali bersifat spesifik industri atau kebutuhan pasar tertentu.  
    • Perusahaan Pemantauan dan Evaluasi: Perusahaan seperti Weights & Biases, Arthur, dan Gantry sangat penting untuk menjaga akurasi, keadilan, dan keandalan model AI. Mereka menyediakan alat dan layanan untuk menilai kinerja model secara berkelanjutan, serta mendeteksi bias, drift, dan masalah lain yang mungkin muncul seiring waktu. Hal ini sangat penting tidak hanya untuk akurasi model tetapi juga untuk memastikan bahwa model AI generatif digunakan secara etis dan bertanggung jawab.  
    • Perusahaan LLM Ops: Perusahaan seperti Langchain dan Weights & Biases memiliki spesialisasi dalam aspek operasional LLM, menyediakan alat dan layanan yang disesuaikan dengan tantangan unik yang dihadapi model ini. Langchain fokus pada pemanfaatan LLM untuk aplikasi berbasis bahasa, membantu organisasi dalam mengintegrasikan LLM ke dalam sistem dan alur kerja mereka. Mereka menyediakan alat dan kerangka kerja yang memungkinkan bisnis memanfaatkan LLM untuk berbagai aplikasi, seperti chatbot, pembuatan konten, dan pemahaman bahasa alami. Dengan menyederhanakan proses penerapan LLM dalam aplikasi yang sudah ada, mereka membantu perusahaan mengadopsi teknologi ini dengan lebih mudah.

    Cybersecurity dan Observabilitas  

    Seiring dengan semakin meluasnya penggunaan AI, pentingnya keamanan siber juga meningkat. Sistem AI memproses dan menghasilkan sejumlah besar data, termasuk data yang bersifat sensitif atau eksklusif. Keamanan siber berperan dalam memastikan integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan data ini.  

    Selain itu, karena sistem AI semakin banyak digunakan untuk mengambil keputusan yang berdampak pada dunia nyata, perlindungan dari manipulasi atau penyalahgunaan menjadi sangat krusial. Perusahaan keamanan siber memainkan peran penting dalam melindungi sistem AI dari ancaman eksternal serta memastikan bahwa AI digunakan secara bertanggung jawab dan etis.

    Cybersecurity & Observability | Sumber: Spear Invest

    Pemerintahan data (data governance) dan keamanan model bahasa besar (LLM security) akan menjadi aspek krusial dalam penerapan AI di perusahaan. Spesialis keamanan seperti Credal (pencegahan kehilangan data), Calypso (governance konten), dan HiddenLayer (deteksi dan respons ancaman) memungkinkan perusahaan untuk menghubungkan penyimpanan data internal mereka ke model AI eksternal atau aplikasi berbasis AI yang berhadapan langsung dengan pelanggan — dengan tetap memastikan transparansi penuh, auditabilitas, dan jejak rekam yang dapat ditelusuri.

    Kemajuan dalam AI generatif telah secara drastis mengubah lanskap keamanan siber. Baik attacker maupun defender mulai mengadopsi teknologi ini, dan perubahan ini berdampak besar pada mekanisme respons keamanan. Saat ini, attacker memiliki keunggulan, karena mereka dapat dengan cepat mengadopsi dan menerapkan teknik baru lebih cepat dibandingkan sistem pertahanan. Banyak perusahaan keamanan yang masih dalam tahap pengembangan untuk merespons serangan jenis baru ini.

    Terdapat dua perspektif utama dalam melihat dampak AI terhadap keamanan siber:

    • AI untuk Keamanan (AI for Security)
      AI telah lama digunakan dalam keamanan siber, misalnya untuk melindungi data dari akses yang tidak sah dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Salah satu tantangan utama industri keamanan siber adalah kekurangan tenaga ahli — jumlah ancaman siber meningkat jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan profesional keamanan siber dalam menanganinya.
    • Keamanan untuk AI (Security for AI)
      ChatGPT dan alat AI lainnya menurunkan hambatan bagi pelaku ancaman untuk melancarkan serangan, seperti penyebaran malware, phishing, dan serangan berbasis identitas (ransomware). Penjahat siber telah menemukan cara untuk melewati filter dan kebijakan keamanan AI yang dirancang untuk mencegah pembuatan kode berbahaya. Phishing menjadi vektor serangan utama, karena ChatGPT dapat dengan mudah menghasilkan email yang tampak autentik dan sangat dipersonalisasi untuk mencuri kredensial pengguna. Akibatnya, diperlukan lebih banyak teknologi keamanan yang berfokus pada perlindungan email, keamanan identitas, dan deteksi ancaman berbasis AI.

    Perangkat lunak keamanan yang ditulis oleh manusia mungkin tidak lagi cukup untuk melawan malware yang dihasilkan oleh AI, yang memiliki implikasi besar terhadap keamanan siber. Titik terlemah dalam rantai keamanan siber tetaplah manusia itu sendri, terlepas dari berapa banyak investasi yang dilakukan perusahaan dalam keamanan mereka. Penjahat siber kini telah belajar memanfaatkan kode malicious yang dihasilkan oleh ChatGPT untuk mengeksploitasi korban. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, beberapa risiko utama meliputi serangan phishing sosial berbasis AI, di mana chatbot AI dapat meniru manusia dengan akurat untuk mencuri informasi sensitif dari perusahaan atau individu, serta disinformasi, di mana pesan palsu yang dihasilkan oleh AI digunakan untuk menyesatkan publik.  

    Observability

    Observability dalam konteks AI mengacu pada kemampuan untuk memantau dan memahami keadaan internal sistem AI. Seiring dengan semakin kompleks dan otonomnya model AI, memahami proses pengambilan keputusan mereka menjadi semakin menantang. Alat observability membantu dalam mendiagnosis masalah, memahami kinerja model, dan memastikan transparansi. Hal ini sangat penting tidak hanya untuk menjaga efisiensi operasional, tetapi juga untuk membangun kepercayaan terhadap sistem AI. Observability mencakup pemantauan kinerja model, pergeseran data (data drift), dan metrik operasional lainnya untuk memastikan sistem AI berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk AI generatif dan model bahasa besar (LLM) yang secara inheren kompleks dan berbasis data, observability menjadi semakin krusial.  

    Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi AI dalam sistem mereka, mereka harus memindahkan lebih banyak beban kerja ke cloud untuk mendukung fungsi tersebut. Perusahaan seperti Datadog, Grafana, dan New Relic menyediakan alat pemantauan dan analitik yang komprehensif, yang sangat penting untuk penerapan dan pemeliharaan model AI. Alat-alat ini memberikan wawasan tentang kinerja sistem AI dengan melacak metrik seperti waktu respons, tingkat kesalahan, dan pemanfaatan sumber daya. Pemantauan semacam ini sangat penting untuk memastikan bahwa model AI berfungsi sebagaimana yang diharapkan dan menghasilkan hasil yang diinginkan. Dalam laporan pendapatan terbaru Datadog, mereka menyebutkan contoh di mana mereka menyediakan fungsi observability AI untuk beberapa penyedia model terkemuka. Meskipun Datadog bukan penerima manfaat langsung, kami melihat mereka sebagai penerima manfaat sekunder dari meningkatnya penggunaan aplikasi AI.

    Lapisan Aplikasi 

    Selama 10 tahun terakhir, perusahaan telah menjalani transformasi digital seiring dengan berkembangnya komputasi awan (cloud). Pengembangan perangkat lunak yang cepat telah menjadi inti dari kemunculan cloud ini. Sekarang, dengan hadirnya model bahasa besar (LLMs), kita berada di ambang lonjakan eksponensial dalam jumlah aplikasi yang dikembangkan. Aplikasi berbasis AI memiliki potensi untuk mempercepat transformasi ini. CEO Nvidia, Jensen Huang, pernah mengatakan:  

    Ada lima juta aplikasi di app stores, mungkin ada beberapa ratus aplikasi PC, dan ada 350.000, mungkin 500.000, situs web yang penting — berapa banyak aplikasi yang akan ada pada model bahasa besar? Saya pikir jumlahnya akan mencapai ratusan juta, dan alasannya adalah karena kita akan menulisnya sendiri!” – Jensen Huang, Maret 2023

    Kita telah berpindah dari dunia dengan ratusan aplikasi pada era PC dan Internet ke dunia dengan jutaan aplikasi di era mobile. Tidak sulit untuk membayangkan bahwa kita kini memasuki dunia di mana aplikasi yang dibangun di atas LLM dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing pengguna.

    Aplikasi AI | Sumber: Spear Invest

    Aplikasi AI yang paling banyak dibicarakan dan dikenal oleh banyak orang adalah ChatGPT, tetapi kami percaya bahwa perusahaan/enterprises akan menjadi pasar potensial terbesar (TAM) bagi aplikasi AI. Berdasarkan jenis produk, lapisan ini dapat dibagi ke dalam beberapa sub-kelompok:

    AI Horizontal

    Aplikasi horizontal, dalam konteks AI generatif dan model bahasa besar (LLMs), merujuk pada solusi serbaguna yang menangani kebutuhan atau fungsi umum yang dapat diterapkan di berbagai sektor. Aplikasi ini memiliki cakupan luas dan dapat meningkatkan efisiensi alur kerja secara signifikan. Seiring dengan kemajuan AI dalam hal penalaran, kolaborasi, komunikasi, pembelajaran, dan kemampuan prediksi, alat alur kerja generasi berikutnya tidak hanya akan mengotomatisasi tugas-tugas rutin tetapi juga menangani pekerjaan yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh manusia, menggunakan pendekatan canggih seperti agen AI dan penalaran multi-langkah.

    Contoh alat seperti ini termasuk Jasper dan Copy.ai, yang merupakan alat pembuatan konten yang mampu menghasilkan teks pemasaran, menulis kode, atau membuat laporan tanpa bergantung pada industri tertentu. Keunggulan aplikasi horizontal terletak pada potensi pasar yang luas, karena dapat digunakan oleh berbagai jenis pengguna dan industri. Namun, karena sifatnya yang umum, aplikasi ini sering kali kurang spesifik dan mungkin memerlukan penyesuaian lebih lanjut untuk memenuhi kebutuhan industri tertentu.

    AI Vertikal

    Di sisi lain, aplikasi vertikal adalah solusi yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan dalam industri atau sektor tertentu. Aplikasi ini terintegrasi secara mendalam ke dalam alur kerja, proses, dan kerangka peraturan industri targetnya, sehingga mampu menawarkan solusi yang lebih disesuaikan.

    Perusahaan dapat memanfaatkan AI untuk mengembangkan aplikasi khusus industri, mengubah kolaborasi antara manusia dan mesin, serta memungkinkan otomatisasi menyeluruh — bukan sekadar berperan sebagai kopilot atau platform kolaborasi. Kita sudah melihat contoh penerapannya di berbagai sektor.  

    Di bidang kesehatan, aplikasi berbasis AI merevolusi diagnostik dan perawatan pasien. Di sektor keuangan, AI digunakan untuk mendeteksi penipuan dan perencanaan keuangan yang dipersonalisasi. Dampak potensial AI sangat luas dan beragam, dengan implikasi yang signifikan. Misalnya, dalam acara AWS Re-Invent 2023, Pfizer mengungkapkan bahwa mereka memperkirakan penghematan biaya tahunan sebesar $750 juta hingga $1 miliar dari beberapa kasus penggunaan AI prioritas mereka. Pfizer telah memanfaatkan kekuatan AI dalam 17 kasus penggunaan, termasuk pembuatan konten ilmiah dan medis, manufaktur, serta pembuatan prototipe menggunakan Amazon Bedrock.  

    Peluang Penerapan AI

    Di dalam perusahaan, peluang penerapan AI dapat dibagi menjadi dua area utama berdasarkan kasus penggunaannya; (1) Meningkatkan pertumbuhan dan (2) Mengurangi biaya

    Peluang penerapan AI | Sumber: Spear Invest

    Mengurangi Biaya

    Ini adalah area dengan kasus penggunaan AI terbanyak saat ini. Sudah ada beberapa alat inovatif untuk meningkatkan produktivitas yang terbukti memberikan manfaat signifikan. Kasus penggunaan pertama dan terbesar yang berbasis model Natural Language Processing (NLP) adalah asisten coding. Dua contoh berskala besar:

    • GitHub (Microsoft): Dalam sebuah conference call, Microsoft mengungkapkan bahwa asisten coding mereka, GitHub Copilot, kini memiliki lebih dari 1 juta pengguna berbayar dan lebih dari 37.000 organisasi yang berlangganan Copilot for Business (+40% QoQ). Jumlah developer yang menggunakan GitHub telah meningkat 4x sejak akuisisi Microsoft 5 tahun lalu, dan menurut Microsoft, alat ini dapat meningkatkan produktivitas developer hingga 55%.
    • GitLab: GitLab juga telah merilis produk seperti GitLab AI Code Suggestions (Beta) yang dapat memberikan potongan kode lengkap atau satu baris kode aktif saat membangun aplikasi. Ke depannya, AI akan membantu pengembang mengotomatisasi tugas-tugas rutin dan meningkatkan keamanan. Ini adalah beberapa contoh bagaimana AI dapat meningkatkan produktivitas pengembang dan mendorong pertumbuhan tambahan bagi perusahaan perangkat lunak.

    Menurut survei Bain AI tahun ini, hampir 60% software engineer memperkirakan bahwa AI akan meningkatkan produktivitas mereka lebih dari 20%.

    Sumber: Bain & Co

    Selain asisten coding, aplikasi asisten bertenaga AI memiliki cakupan yang jauh lebih luas, seperti Microsoft 365 Copilot, chatbot, dan asisten layanan pelanggan.

    Meningkatkan Pendapatan

    Peningkatan pendapatan memiliki dua komponen utama (1) Meningkatkan efektivitas penjualan dan pemasaran (2) Mengembangkan produk. Saat ini, kita masih berada di tahap awal perkembangan dalam area ini.

    Sumber: Bain & Co

    Kebutuhan kategori aplikasi untuk meningkatkan retensi 

    Sebuah laporan dari Sequoia menyoroti aplikasi yang mengalami lonjakan pendaftaran pengguna secara besar-besaran dibandingkan dengan tingkat retensinya. ChatGPT mencetak rekor sebagai aplikasi pertama yang mencapai 100 juta pengguna, tetapi tingkat retensinya jauh lebih rendah dibandingkan aplikasi lain yang sebelumnya mencapai pencapaian tersebut.  

    Pengguna menginginkan AI yang benar-benar mempermudah pekerjaan mereka dan meningkatkan hasil kerja mereka — itulah alasan mengapa mereka berbondong-bondong mencoba aplikasi AI dalam jumlah yang luar biasa. Namun, keterlibatan pengguna masih kurang optimal. Beberapa perusahaan konsumen terbaik memiliki rasio DAU/MAU (Daily Active Users/Monthly Active Users) sebesar 60-65%, bahkan WhatsApp mencapai 85%. Sebagai perbandingan, aplikasi AI generatif memiliki median hanya 14%, dengan pengecualian kategori “AI companionship” seperti Character.ai, yang menunjukkan keterlibatan pengguna yang jauh lebih tinggi.


    Retensi bulanan aplikasi AI | Sumber: Sequoia Generative AI’s Act Two

    Ini berarti bahwa pengguna belum menemukan nilai yang cukup dalam produk AI generatif untuk menggunakannya setiap hari. Masalah terbesar AI generatif bukanlah kurangnya kasus penggunaan, permintaan, atau distribusi, tetapi pembuktian nilai. Penting juga untuk mempertimbangkan aspek dalam ekosistem perusahaan atau konsumen yang dapat menghasilkan tingkat retensi tertinggi dalam jangka panjang.  

    Saat ini, kita tahu bahwa aplikasi horizontal menjanjikan jangkauan pasar yang luas dan fleksibilitas, sehingga menarik untuk adopsi yang cepat dan pertumbuhan yang masif. Aplikasi vertikal, sebaliknya, menawarkan solusi yang lebih spesifik dengan integrasi industri yang lebih dalam, yang lebih menarik bagi kebutuhan sektor tertentu dan sering kali memiliki nilai yang lebih tinggi.  

    Meskipun ada ribuan aplikasi AI, kami percaya bahwa sebagian besar nilai akan tetap dinikmati oleh pemain yang sudah eksis. Masih ada ruang untuk inovasi dan startup, tetapi lingkungan suku bunga yang lebih ketat serta keterbatasan modal membuat lebih sulit bagi perusahaan kecil untuk berhasil. Kami memperkirakan bahwa akuisisi strategis akan menjadi jalur yang lebih umum dalam evolusi bisnis dibandingkan dengan IPO.  

    Perusahaan besar juga akan diuntungkan dari lingkungan M&A (merger & akuisisi) yang menguntungkan, di mana pendekatan berbasis platform yang sudah terbukti akan menjadi sangat bernilai. Sejauh ini, kita telah melihat beberapa kesepakatan menarik dalam bidang eamanan siber (Palo Alto/Talon, CrowdStrike), juga Infrastruktur data (Snowflake/Neeva, Databricks/MosaicML)

    Kita masih berada di tahap awal dari gelombang teknologi baru yang didorong oleh AI. Sejauh ini, kita baru mulai mengeksplorasi peluang besar dengan meningkatkan infrastruktur perangkat keras yang memungkinkan pelatihan dan pengembangan model AI.

    Kami memperkirakan bahwa siklus perangkat keras akan jauh lebih luas dan tahan lama daripada yang diperkirakan oleh para investor. Kami menemukan kesempatan yang paling tidak dihargai di lapisan infrastruktur data, yang berkembang dengan sangat cepat. Di lapisan aplikasi, kami percaya bahwa pemain yang sudah eksis yang memiliki akses ke data eksklusif dan basis pengguna besar akan menangkap sebagian besar nilai yang ada.

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Mengulas Prospek Kinerja Eli Lilly & Co Sebelum Rilis Laporan Keuangan FY2024

    Profil Singkat Eli Lilly & Co

    Eli Lilly & Co adalah perusahaan produsen obat-obatan, peralatan medis, dan barang konsumsi lainnya. 

    Berpusat di Indiana, Amerika, LLY berhasil menjadi market leader di bidang obat-obatan untuk obesitas dengan total pangsa pasar sebesar 40% di Amerika. Bahkan, LLY kini menjadi salah satu perusahaan penyedia obat-obatan OTC terbesar di Amerika dengan memiliki lebih dari 9234 paten obat dan berhasil menjual 52 jenis obat utama yang mendorong revenue perusahaan. Adapun pada 30 Januari 2024, nilai kapitalisasi pasarnya sukses menembus US$781.51 miliar. 

    Saat ini, perusahaan memfokuskan aktivitasnya pada 5 segmen bisnis utama. Kelimanya berhasil menyumbang pendapatan US$34.1 miliar bagi perusahaan di 2023, tumbuh 19.6% dibanding setahun sebelumnya. Di tahun 2024, LLY diproyeksikan memiliki pendapatan sebesar US$45 miliar (+32.4% YoY) dengan penjualan utama berfokus di Amerika (menyumbang 64% dari total pendapatan LLY)

    Kelime segmen bisnis itu terdiri dari: 

    1. Cardiometabolic Health. Segmen ini berfokus pada penyakit kardiometabolik adalah spektrum penyakit kronis yang saling terkait yang mempengaruhi sistem kardiovaskular jantung, sirkulasi darah, pembuluh darah dan kesehatan metabolisme. Obat-obatan yang diproduksi berfokus pada penyakit diabetes dan obesitas. Pada tahun 2023, segmen memiliki pendapatan sebesar US$19.7 miliar dan di tahun 2024 diproyeksikan meningkat menjadi US$30.1 miliar yang di dorong oleh obat diabetes Mounjaro dengan estimasi pendapatan US$12.3 miliar. 
    2. Immunology. Segmen ini berfokus untuk menjual obat-obatan psoriasis, dermatitis dan penyakit kulit lainnya. Segmen ini memiliki pendapatan sebesar US$3.8 miliar di tahun 2023, dan diproyeksikan di tahun 2024 bertumbuh menjadi US$4.4 miliar
    3. Neuroscience. Segmen ini berfokus pada obat-obatan OTC untuk migrain, pusing ataupun obat yang berhubungan dengan kepala dan otak. Segmen ini di tahun 2023 berhasil menyumbang revenue sebesar US$2.9 miliar dan di tahun 2024 diproyeksikan menurun menjadi US$1.5 miliar. 
    4. Oncology. Segmen ini berfokus pada pengobatan kanker, di tahun 2023 berhasil menyumbang revenue sebesar US$6.7 miliar dan di tahun 2024 diproyeksikan meningkat menjadi US$8.6 miliar
    5. Other. Menjual obat untuk mencegah dan mengobat pengeroposan tulang dan booster untuk membantu memperbaiki daya ingat. Segmen ini di tahun 2023 berhasil menyumbang revenue sebesar US$1.1 miliar dan di tahun 2024 diproyeksikan menurun menjadi US$928 juta

    Breakdown Revenue LLY | Sumber: Bloomberg

    Meski sudah memiliki nama yang harum di bidang farmasi, LLY sejatinya masih memiliki pesaing yang siap menjegalnya di kompetisi industri tersebut, seperti Johnson & Johnson (JNJ), AbbVie (ABBV), Merck & Co., Inc. (MRK), Pfizer (PFE)

    Tesis Investasi Eli Lilly & Co

    1. Proyeksi Moncer Industri Farmasi, Terutama Obat Obesitas

    Industri farmasi dan kesehatan akan selalu dicari oleh masyarakat karena semakin bertambahnya usia maka tingkat kesehatan akan terus menurun. Perusahaan yang mampu menciptakan solusi untuk kesembuhan penyakit akan mendapatkan benefit berapa perbesaran market share. Pasarnya diperkirakan akan terus menggembung dalam beberapa tahun mendatang.

    Menurut data dari Statista, diproyeksikan pendapatan di pasar Farmasi diperkirakan mencapai US$1.2 triliun pada tahun 2025 secara global. Di antara berbagai pasar, terdapat pasar Obat Anti-obesitas, dimana LLY merupakan pemain utama di segmen ini. Pasar obat GLP-1 untuk menurunkan berat badan saat ini merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan tertinggi di dunia. Pada tahun 2023, ukuran pasar segmen tersebut adalah US$37.4 miliar dan diproyeksikan pasar GLP-1 akan mencapai US$150 miliar pada tahun 2030. 

    2. Produk Diproyeksikan akan diadopsi Oleh 26% Masyarakat AS di Tahun 2025

    Saat ini, 26% orang Amerika berencana untuk menggunakan obat GLP-1 pada tahun 2025 yang didominasi oleh kalangan Gen Z dengan market share 37% dari total customer. Produk LLY yakni Tirzepatide telah menunjukkan kemanjuran yang unggul dibandingkan dengan produk kompetitornya yakni semaglutide Novo Nordisk. Produk LLY memiliki tingkat efektivitas 20.2% dan produk NVO 13.7%. 

    Tirzepatide ditawarkan oleh Eli Lilly dalam dua produk penurun berat badan. Pertama, ada Mounjaro, yang disetujui untuk mengelola diabetes tipe 2. Kedua, ada Zepbound, yang disetujui untuk manajemen berat badan kronis.

    Terlebih LLY memiliki kesempatan untuk merebut market sahre dari NVO karena pabrik NVO sudah mencapai kapasitas maksimal, sehingga dengan pertumbuhan demand yang tinggi NVO tidak dapat memenuhi demand tersebut yang pada akhirnya customer akan membeli obat ke LLY. Hal ini dikarenakan Eli Lilly lebih siap dalam hal kapasitas manufaktur dimana sejak 2020, Eli Lilly telah berkomitmen lebih dari US$20 miliar untuk ekspansi manufaktur. 

    Selain itu, LLY juga akan menawarkan obat GLP-1 dengan varian baru di tahun 2026 yang disebut dengan Orforglipron dan Retatrutide (obat suntik multi-mekanisme dalam uji coba tahap akhir, menggabungkan agonisme reseptor GLP-1, GIP, dan glukagon untuk meningkatkan kemanjuran)

    Bersama-sama, Novo Nordisk dan Eli Lilly mengendalikan sekitar 85% pasar GLP-1 atau bisa disebut dengan persaingan duopoli. Dengan adanya ekspansi besar-besaran ditambah dengan market yang besar, dapat dikatakan LLY memenangkan persaingan duopoly dengan NVO. 

    Mengulas Aspek Finansial Eli Lilly & Co

    Mature Company Dengan Top Line Growth Stabil 

    Diproyeksikan pendapatan LLY mengalami pertumbuhan sebesar 32.4% YoY di tahun 2024 atau sebesar US$45.2 miliar. Pada tahun sebelumnya, LLY berhasil membukukan pendapatan sebesar US$34.1 miliar (+19.6% YoY). Kedepannya, pendapatan LLY akan diproyeksikan tetap growing seiring dengan ekspansi melalui pengembangan produk yang dilakukan oleh LLY.

     

    Income Statement LLY |Sumber: Bloomberg

    Top line akan di topang oleh produk anti obesitas dan diabetes yang di tahun 2024 diproyeksikan akan memiliki pendapatan sebesar US$30.1 miliar. Penyumbang terbesar segmen berasal dari obat Mounjaro (obat diabetes dan anti obesitas – Tirzepatide) dengan estimasi pendapatan US$12.3 miliar. 

    Cardiometabolic Health LLY  Revenue |Sumber: Bloomberg

    Bottom Line yang Solid, EPS diproyeksi Naik 42.3% YoY

    Apabila ditinjau dari sisi laba, untuk FY24, LLY diproyeksikan akan membukukan laba sebesar US$13.02 atau dengan pertumbuhan 42.3%. Apabila ditinjau dari gross margin, GPM perusahaan membaik dibandingkan tahun sebelumnya yakni berada di level 81.9% (Vs. 2023 79.2%). Selanjutnya, NPM perusahaan diproyeksikan berada di level 25.7%. 

    Valuasi Eli Lilly & Co

    Menurut Bloomberg, harga wajar saham Eli Lilly & Co ($LLY) berada di US$980.24

    Lebih lanjut, apabila ditilik dari rasio harga saham terhadap labanya (rasio P/E), valuasi LLY saat ini berada di angka 35.2x P/E atau lebih “mahal” dibandingkan rata-rata kompetitornya sebesar 15.4x P/E. Selanjutnya, apabila ditinjau dari Vs self, P/E LLY sudah berada dibawah -1 stdev yang artinya harga saham LLY sudah layak untuk dikoleksi karena sudah berada di area diskon ditambah dengan prospek perusahaan yang cerah. 

    Valuasi P/E LLY | Sumber: Bloomberg

    Risiko Berinvestasi di Saham Eli Lilly & Co

    Proses R&D Gagal

    Proses R&D yang gagal dapat mengulang kejadian adanya bahan berbahaya dalam produk yang diproduksi oleh LLY. Hal ini bisa mengakibatkan LLY harus mengeluarkan uang lebih di pengadilan untuk membayar settlement kerugian. Efek selanjutnya adalah obat-obatan milik LLY dapat ditarik dari peredaran dan dilarang diperdagangkan. 

    Kompetisi Dengan Perusahaan Farmasi 

    Potensi pasar hiburan digital yang menggiurkan tentu akan dimanfaatkan oleh pesaing-pesaing JNJ seperti Johnson & Johnson (JNJ), AbbVie (ABBV), Merck & Co., Inc. (MRK), Pfizer (PFE) untuk terus mencari cara untuk memperbesar pangsa pasar perusahaannya. 

    Dengan demikian, LLY harus terus menerus melakukan R&D dan mengeluarkan paten-paten obat baru yang dapat membantu LLY untuk menggenjot revenue perusahaan. Untuk FY24, diproyeksikan LLY telah mengeluarkan US$14 miliar untuk proses R&D. 

    Beli Saham LLY di Sini!

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com