Author: 07

  • Mau ‘Buy the Dip’ Bitcoin Sekarang? Investor Wajib Paham Ini Dahulu!

    Mempertahankan pandangan yang hati-hati serta mengantisipasi periode konsolidasi kiranya diperlukan dalam menganalisa pasar kripto – khususnya Bitcoin – terutama setelah pola shooting star terbentuk pada bulan Desember, yang menandakan pergeseran aspek teknikal yang cukup negatif

    Bitcoin menguji level $91,000 – support pada grafik 1h. | Sumber: TradingView

    Dengan level support $91.000 yang diuji ulang, terdapat kemungkinan Bitcoin akan menghadapi tekanan jual lebih lanjut, setidaknya hingga rilis data CPI. Selain itu, karena narasi inflasi negatif membayangi pelantikan Trump, kami memperkirakan Bitcoin akan berkonsolidasi lebih lanjut.

    Dari perspektif teknikal, jika level support $91.000 ditembus, zona support signifikan berikutnya berada di $76.000 dan kemungkinan $69.000. Sayangnya, terdapat tendensi narasi inflasi tinggi yang terus-menerus akan terus berlanjut, kemungkinan mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi dan menimbulkan hambatan bagi Bitcoin dan pasar ekuitas.

    Rata-rata pergerakan 21 minggu (Moving Average 21) tetap menjadi indikator penting untuk menentukan apakah Bitcoin berada dalam kondisi bullish (di atas rata-rata) atau kondisi bearish (di bawah rata-rata).Saat ini, rata-rata pergerakan berada di $84.800, yang mendekati harga masuk rata-rata short-term holders ($88.000 untuk posisi yang dieksekusi selama 155 hari terakhir). Kedekatan ini menunjukkan potensi likuidasi di sekitar level ini.

    Indikator CCI mingguan Bitcoin – Area sekitar level -100 seringkali dinilai sebagai area entry yang baik | Sumber: 10x

    Analisis berbagai indikator teknikal mingguan menunjukkan bahwa indikator-indikator tersebut belum terkoreksi ke level yang biasanya dikaitkan dengan titik masuk dengan rasio risk-reward yang lebih menguntungkan. Contohnya, Commodity Channel Index (CCI) tetap jauh di atas -100 – sebuah level yang secara historis terkait dengan peluang masuk yang lebih baik untuk horison investasi beberapa minggu.

    Bitcoin (grafik log) vs Rasio MVRV – Level 2.7x sering kali menandai puncak sementara | Sumber: 10x

    Data on-chain mendekati level yang secara historis diasosiasikan dengan aksi take profit oleh para smart money. Rasio Market Value to Realized Value (MVRV) telah mencapai 2,7x, yang sering kali memicu aksi take profit. Meskipun rasio MVRV kadang-kadang naik menjadi 4x atau bahkan 6x, ini menandakan dimulainya konsolidasi atau koreksi besar dalam tiga dari empat kasus terakhir di mana rasio tersebut mencapai 2.7x.

    Kita dapat merujuk pada metrik on-chain lainnya, seperti rasio Laba/Rugi Bersih yang Belum Direalisasikan atau Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) atau indikator serupa. Namun, semuanya memberikan gambaran yang konsisten: Bitcoin telah mencapai level dimana smart money berpotensi untuk mengurangi eksposurnya. Selain itu, jumlah uang beredar global mencapai puncaknya pada pertengahan Desember, yang menunjukkan kemungkinan adanya periode konsolidasi yang lebih lama untuk Bitcoin.

    Ditambah dengan pandangan makro dimana sikap hawkish Federal Reserve dapat bertahan selama beberapa bulan lagi, serta pengamatan bahwa indikator teknikal belum mencapai level yang menandakan risk-reward yang menguntungkan untuk posisi buy, terdapat probabilitas yang kuat untuk Bitcoin menguji target downside di $76.000 dan kemungkinan $69.000.

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Proteksi Kekayaan dengan Berinvestasi Emas, Return Stabil Risiko Rendah

    Apa saja yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk berinvestasi di emas?

    1. Stabilitas Selama Ketidakpastian:

    Emas adalahi aset safe haven yang seringkali memberikan keamanan terhadap nilai kekayaan ketika pasar lain seperti crypto ataupun pasar saham sedang goyah. Selama periode penurunan ekonomi, ketegangan geopolitik, atau devaluasi mata uang, emas biasanya akan mengalami kenaikan harga karena demand nya meningkat. Investor akan lebih memilih untuk menyimpan emas dibandingkan mata uang negaranya ataupun aset yang berisiko.

    2. Lindung Nilai Inflasi:

    Secara historis, emas telah terbukti menjadi lindung nilai yang efektif terhadap inflasi. Karena pada dasarnya inflasi mengikis nilai mata uang(fiat). Pada periode inflasi, dengan kondisi emas yang memiliki resource terbatas efektif untuk melindungi kekayaan dari inflasi.

    3. Diversifikasi Portofolio:

    Memasukkan emas dalam portofolio investasi yang terdiversifikasi membantu mengurangi risiko. Korelasi negatif emas dengan aset yang lebih tradisional, seperti saham dan obligasi, berarti nilainya sering naik ketika aset ini menurun, sehingga menstabilkan kinerja portofolio secara keseluruhan.

    4. Kinerja jangka panjang:

    Analisis kinerja emas dalam jangka panjang menunjukkan peningkatan nilai yang konsisten, memberikan simpanan kekayaan yang stabil. Meskipun mungkin tidak menawarkan keuntungan dramatis seperti sekuritas berisiko tinggi, pertumbuhan emas yang stabil menjadikannya komponen yang menarik bagi investor jangka panjang secara konservatif. 

    Bentuk investasi terhadap emas sudah memiliki berbagai jenis bentuk misalnya seperti:

    1. Emas Fisik:

    Berinvestasi dalam emas fisik, seperti emas batangan, batangan, dan koin, menawarkan kepemilikan nyata yang menanamkan rasa aman. Namun, ini membutuhkan pertimbangan dimana terdapat biaya tersembunyi lainnya misalnya seperti biaya penyimpanan dan asuransi untuk melindungi dari pencurian atau kehilangan. 

    2. Emas Digital

    Sama seperti emas fisik namun investor tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk menyimpan atau asuransi karena emas nya diperdagangkan secara digital. Emas digital memiliki beberapa keunggulan utama dibandingkan emas fisik, yaitu: 

    – Pecahan/denominasi yang kecil: emas digital dapat dibeli dalam satuan sekecil 0,01 gram (Rp10.000) dibandingkan dengan pembelian di sebagian besar toko emas di mana emas fisik hanya dapat diperoleh dengan denominasi minimum 1 gram. 

    – Mudah: Kamu tidak perlu repot-repot menghabiskan waktu mengantri di toko. Yang kamu perlu lakukan hanyalah menggunakan aplikasi selama 10 detik untuk membeli emas kapan saja.

    – Spread lebih rendah dari emas fisik: Spread (perbedaan harga beli dan jual) emas digital jauh lebih kecil daripada emas fisik, sehingga kamu bisa mendapatkan keuntungan lebih tinggi dibandingkan transaksi jual-beli emas fisik.

    – Trading secara real-time. Harga emas digital diperbarui secara langsung (real-time) sehingga kamu bisa langsung menarik dana hasil penjualan ke rekening bank. 

    – Tidak perlu tempat penyimpanan. Kamu tidak perlu menyimpan emas di tempat khusus ketika membeli emas digital. Sehingga kamu menghemat ongkos dan biaya penyimpanan yang biasanya dikenakan oleh banyak toko emas atau toko gadai. Berinvestasi emas digital juga membuatmu terhindar dari risiko pencurian emas.

    Dipluang ada emas digital yang dicadangkan dengan emas murni Antam (99.99%)

    3. ETF Emas dan Reksa Dana:

    Bagi mereka yang mencari likuiditas tanpa kerumitan penyimpanan, Dana yang Diperdagangkan di Bursa Emas (ETF) dan Reksa Dana menawarkan cara yang lebih nyaman untuk berinvestasi. Investasi emas digital atau kertas ini didukung oleh emas fisik di brankas dan memungkinkan pembelian dan penjualan yang lebih mudah melalui pasar saham, menawarkan fleksibilitas dan potensi keuntungan pajak kepada investor.

    Di pluang juga ada ETF emas misalnya seperti VanEck Gold Miners ETF yang berhasil mencetak return sebesar 27,93% selama 1 tahun kebelakang (per 14 Jan 2025).

    4. Saham terkait emas:

    Berinvestasi di perusahaan pertambangan emas dapat menawarkan pengembalian yang lebih tinggi daripada investasi emas langsung, meskipun dengan risiko yang lebih tinggi. Profitabilitas perusahaan-perusahaan ini terkait dengan harga pasar emas dan keberhasilan operasional, yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang risiko dan imbalan yang terlibat, termasuk potensi risiko dan tantangan.

    Di pluang, sobat cuan juga bisa membeli saham emas misalnya seperti Gold Fields Limited yang berhasil perform harga sahamnya sebesar 19.31% selama 1 tahun kebelakang (per 14 Jan 2025). 

    Beli Saham GFI di Sini!

    Secara keseluruhan, memasukkan emas ke dalam portofolio investasi menawarkan manfaat yang berbeda, mulai dari menstabilkan return selama periode yang bergejolak karena adanya ketidakpastian ekonomi hingga bertindak sebagai lindung nilai inflasi. Emas mampu untuk mempertahankan nilainya ke lintas generasi, memberikan jangkar dan peluang dalam mengejar pertumbuhan keuangan. 

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Hubungan CPI dengan Suku Bunga Hingga ke Pasar Saham dan Crypto

    CPI adalah ukuran ekonomi yang dapat melacak perubahan tingkat harga sekeranjang barang dan jasa konsumen yang biasanya dibeli oleh rumah tangga.CPI pada dasarnya adalah cara untuk mengukur bagaimana harga berubah untuk barang-barang yang kita semua beli secara teratur, seperti bahan makanan, bensin, sewa, dan perawatan kesehatan. Dengan adanya CPI, indeks ini memungkinkan para ekonom untuk memahami inflasi dengan memeriksa bagaimana harga berubah dari waktu ke waktu. CPI penting karena mempengaruhi daya beli, ketika CPI meningkat artinya biaya hidup juga meningkat.

    Saat ini, menurut data CPI per Nov 2024, USA memiliki tingkat CPI 2.9% atau berada di atas konsensus pasar yang berada di level 2.8%. Penyumbang kenaikan terbesar CPI di Bulan Nov secara bulanan disebabkan karena kenaikan harga gas, BBM dan makanan.

    USA CPI | Sumber: Bloomberg

    Besaran CPI atau IHK dapat menentukan pergerakan suku bunga yang ditetapkan oleh bank sentral suatu negara karena untuk meredam adanya inflasi maupun deflasi, terdapat monetary tools berupa suku bunga. Apabila terjadi inflasi yang tinggi, bank sentral harus mengurangi supply M2 di pasar, salah satu caranya adalah meningkatkan suku bunga acuan sehingga orang-orang lebih memilih untuk menabung dibandingkan dengan spending. Sebaliknya, apabila terjadi deflasi ekonomi maupun tingkat inflasi dibawah harapan, maka bank sentral dapat menurunkan suku bunga untuk membanjiri kembali pasar dengan peredaran uang, sehingga terjadi pergerakan roda ekonomi yang membuat ekonomi kembali pulih. Suku bunga yang lebih rendah membuat pinjaman lebih terjangkau dan dapat mendorong konsumen untuk melakukan pembelian yang lebih besar.

    Berhubung data CPI yang dirilis berada di atas konsensus pasar, hal ini dapat menjadi angin segar bagi pasar market yang memiliki risiko tinggi seperti saham ataupun crypto karena terdapat peluang baru atas ekspektasi untuk The Fed untuk menurunkan suku bunga lagi, setelah sebelumnya diumumkan bahwa The Fed hanya akan menurunkan suku bunga 1x di tahun 2025, bahkan terdapat juga ekonom yang mengatakan bahwa Bulan Des 2024 adalah bulan terakhir The Fed menurunkan suku bunga karena ingin berjaga-jaga atas kenaikan inflation apabila Trump terpilih menjadi presiden karena kebijakannya yang inflationary. Oleh dasar itu lah, mengapa per 15 Januari 2025, pasar saham AS dan crypto kembali rebound. 

    Selain itu, rilis data CPI juga mempengaruhi nilai mata uang US, dan terbukti bahwa DXY indeks mengalami pelemahan ke level 108 sebelum kembali rebound ke range 109. 

    DXY Index | Sumber: Trading View

    Kedepannya, terdapat pandangan bahwa CPI akan kembali naik yang dikontribusikan oleh harga BBM, dimana hal ini sejalan dengan oil price yang terus meningkat selama beberapa bulan terakhir, dan per 15 Januari 2025 berada di posisi US$82.3 / bbl.

    Oil Price per barrel | Sumber: Bloomberg

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Potensi Kenaikan Suku Bunga BOJ, Potensi Cryptocurrency Short Term Downtrend

    Dewan BOJ yang menetapkan kebijakan moneter akan bertemu pada 23-24 Januari 2025 dan akan memutuskan mengenai beberapa kebijakan moneter termasuk suku bunga acuan di Jepang. Sebelumnya BOJ mengakhiri suku bunga negatif selama bertahun-tahun pada bulan Maret 2024 dan menaikkan target kebijakan jangka pendeknya menjadi 0.25% pada bulan Juli 2024. 

    Dampak dari kenaikan suku bunga oleh BOJ cukup besar karena money flow untuk carry trade dari Jepang dan dipindahkan ke negara lain yang memiliki return lebih tinggi. Bayangkan saja, dahulu ketika BOJ masih menerapkan kebijakan suku bunga negatif, banyak investor yang memilih untuk meminjam uang di Jepang menggunakan Yen dan memindahkan uang nya ke aset deposito ataupun saham yang bisa memberikan return yang jauh lebih besar.

     Kalau diperhatikan sejak tahun 2010 pinjaman yen lintas negara telah meningkat menjadi JPY 157 triliun (USD1 triliun). Total tersebut termasuk pinjaman dari negara Jepang ke seluruh dunia (RoW), dari RoW ke Jepang dan pinjaman pinjaman lepas pantai murni lepas pantai sebesar JPY 328 triliun (USD 2.2 triliun). Data pada akhir setiap periode mencerminkan tren peningkatan, menurut Bank for International Settlements (BIS) dan ING.

    Dengan adanya peningkatan suku bunga oleh DOJ maka secara otomatis, Yen akan menguat yang artinya investor harus mengembalikan dengan cost yang lebih mahal karena kurs Yen menguat dibandingkan dengan pada saat investor melakukan peminjaman Yen. 

    Hal ini juga tergambar dari crash pada 5 Augustus 2024 yang disebabkan oleh Yen Carry Trade. Dimana ketika Bank of Japan (BOJ) menaikan suku bunga nya ke level 0.25%, kenaikan suku bunga berdampak pada apresiasi nilai tukar USD/JPY sebesar 14% (10 Juli sampai 5 Agustus 2024) yang menyebabkan investor menjual aset mereka dipasar yang memiliki risiko tinggi seperti crypto dan saham yang artinya fund flow kembali ke Jepang. 

    Ada keyakinan bahwa BOJ akan meningkatkan suku bunga lagi pada pertemuan 23-24 Jan 2025 mendatang sebesar 25-50 bps. Hal ini dilandasi karena adanya penundaan kenaikan suku bunga di Bulan Desember 2024 karena BOJ memiliki pandangan tentang upah dan prospek kebijakan AS oleh Trump yang masih belum stabil. Selain itu, tingkat inflasi Jepang naik cukup pesat secara bulanan dari 2.3% pada Oktober 2024 menjadi 2.9% pada November 2024. Dimana BOJ sendiri menargetkan inflasi Jepang ada di level 2%.

    Japan Inflation Rate | Sumber: Trading Economics

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Apakah Bitcoin Breakout? Ya, tetapi Trader Cerdas Harus melakukan ini…!

    Mengingat kecenderungan pasar untuk berubah dengan cepat, riset kami menguraikan rangkaian data utama yang patut dipantau. Hal ini memungkinkan para pembaca yang memiliki informasi untuk menyesuaikan posisi mereka ketika data ekonomi baru muncul atau ketika berita penting – seperti pernyataan dan komentar The Fed – berpotensi mengubah haluan pasar. Jika the Fed mempertahankan sikap hawkish dan struktur pasar tidak membaik secara signifikan, pasar bullish dapat berhenti sementara hingga Maret. Namun, minggu ini telah menunjukkan adanya pertanda optimisme.

    Meskipun kami mengantisipasi aksi jual yang didorong oleh inflasi akan berbalik setelah rilis data CPI, Bitcoin mengalami rebound sehari sebelumnya setelah Indeks Harga Produsen (PPI) menunjukkan kenaikan yang lebih baik dari estimasi yaitu +0,2%, dibandingkan dengan estimasi +0,4%. Ekspektasi untuk CPI telah meningkat secara signifikan menjelang rilisnya, menunjukkan bahwa hasil yang sesuai ekspektasi pun akan menandakan perubahan yang diharapkan. Namun, pemulihan lebih lanjut didukung oleh peningkatan moderat dalam rilis CPI, yang memperkuat pergeseran sentimen pasar.

    Gubernur The Fed yang biasanya hawkish, Christopher Waller, tampil secara tak terduga di CNBC, di mana ia menyampaikan nada yang sangat dovish. Ia mengakui kemajuan yang terus berlanjut menuju target inflasi inti (core inflation) 2,0% dari Fed dan menyarankan bahwa penurunan suku bunga dapat terjadi paling cepat pada paruh pertama tahun ini. Sambil menekankan bahwa probabilitasnya tetap rendah, ia bahkan mempertimbangkan kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan Maret, dengan masih ada kemungkinan 3-4 penurunan untuk tahun 2025. Komentar dovish yang tak terduga ini, dikombinasikan dengan data inflasi yang menguntungkan, secara signifikan mempercepat pembalikan harga Bitcoin.

    Antara pertemuan FOMC bulan Desember dan laporan CPI bulan Januari, terdapat penjualan ETF Bitcoin senilai $1,2 miliar. Namun, setelah laporan CPI dan data inflasi inti (core inflation) yang lebih kuat dari perkiraan, ETF ini berbalik arah dengan akumulasi mencapai senilai $2,4 miliar. Pergeseran dramatis ini menggarisbawahi keyakinan yang berkembang bahwa era hawkishness Fed mungkin kurang berdampak daripada yang diantisipasi. Khususnya, Bitcoin senilai hampir $1 miliar dibeli di sekitar level harga $100.000, menunjukkan bahwa aksi ambil untung dan sensitivitas harga pada ambang psikologis ini mungkin tidak terlalu berpengaruh dibandingkan dengan yang diasumsikan sebelumnya.

    Tiga hari pembelian ETF BTC yang kuat setelah data CPI | Sumber: 10x

    Struktur dan arus pasar selaras dengan narasi yang lebih hati-hati, di mana breakdown di bawah level $91.000 dapat memicu likuidasi yang signifikan. Namun, dinamika bergeser karena level ini bertahan pada saat penutupan sesi, dan ekspektasi untuk angka inflasi yang lebih tinggi meningkat, membuat hasil yang lebih baik dari ekspektasi tersebut menjadi lebih mungkin terjadi. Indikator teknikal utama yang terbentuk ialah adalah pola wedge yang menyempit, di mana kemungkinan breakout lebih mungkin terjadi.

    Breakout terjadi saat Bitcoin melonjak di atas $100.000 (ditandai dengan garis tren ungu yang menurun, level atas wedge) dan ditutup di atas level tertinggi awal Januari di $102.712 (garis putih putus-putus). Secara statistik, harga penutupan terbaru ini merupakan harga tertinggi jangka pendek, yang secara historis mengarah ke harga Bitcoin yang lebih tinggi tiga bulan kemudian dalam 7 dari 10 kejadian serupa.

    Bitcoin wedge tertembus; sekarang garis ungu menjadi support. | Sumber: 10x

    Selama seminggu terakhir, skew Bitcoin – yang mencerminkan premi relatif delta put versus call dalam implied volatility sebesar 25% – telah mengalami pergeseran yang signifikan. Seminggu yang lalu, put memiliki premi 6-poin-volatilitas dibandingkan call; sekarang, call 6-poin-volatilitas lebih mahal. Perubahan ini menandai pergeseran dari permintaan yang kuat untuk perlindungan penurunan harga, menuju perilaku pasar bullish, di mana call cenderung memiliki premi yang lebih tinggi. Kecenderungan saat ini berada di sekitar area paling bullish dari kisaran yang terjadi selama siklus pasar ini.

    Dengan implied volatitlity yang tetap tenang, hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa pasar memposisikan diri untuk pergerakan kenaikan parabola. Sebaliknya, rendahnya permintaan untuk downside menunjukkan sentimen bullish terhadap Bitcoin. Skew telah mencerminkan optimisme ini. Namun, karena para trader tidak secara agresif membeli upside call, implied volatility tetap relatif rendah, menunjukkan bahwa trader tidak diposisikan untuk potensi breakout.

    Sebaliknya, skew Ethereum hanya menunjukkan preferensi moderat untuk call daripada put, menyoroti ekspektasi yang diredam untuk kenaikan yang signifikan di antara para trader opsi di Ethereum. Biaya gas (gas fee) Ethereum tetap sangat rendah, mengindikasikan aktivitas yang minim dalam ekosistem Ethereum. Hal ini memperkuat pandangan bahwa Ethereum kurang menarik untuk dilirik saat ini. Sejak 2 Desember, gas fee mingguan di Ethereum terus menurun dari $71 juta menjadi hanya $14 juta, menggarisbawahi penurunan permintaan yang signifikan.

    Biaya Gas Ethereum menunjukkan tekanan turun untuk ETH. | Sumber: 10x

    Dinamika yang diantisipasi di mana lebih banyak ETH yang di-burn melalui aktivitas DeFi daripada yang dikeluarkan telah gagal terwujud. Ethereum belum mencapai all time high baru sepanjang masa dalam siklus ini. Meskipun transisi Ethereum dari Proof of Work (PoW) ke Proof of Stake (PoS) telah mengurangi tingkat inflasi dari 3,8% menjadi 0,49% (dibandingkan dengan 0,83% Bitcoin), karakteristik deflasi ini saja belum cukup menarik untuk menjustifikasi kepemilikan ETH. Sementara itu, nilai terus bergeser ke arah aset lain, yang semakin mengikis daya tarik Ethereum dalam lanskap pasar saat ini.

    Meskipun kami memperkirakan Ketua Fed Powell akan mempertahankan nada hawkish setelah pertemuan FOMC Januari, koreksi Bitcoin dapat terjadi pada hari-hari menjelang pengumuman. Namun demikian, para trader harus mempertimbangkan untuk menyelaraskan dengan penembusan bullish wedge yang diamati setelah data CPI. Perbaikan struktur pasar minor, seperti arus ETF Bitcoin yang lebih kuat, menandakan potensi momentum, yang selanjutnya dapat dipercepat dengan perintah eksekutif dari Trump setelah pelantikannya.

    Adopsi aset digital akan terus berlanjut di tahun 2025, tetapi tidak semua aset akan mendapatkan keuntungan yang sama. Sebagian besar altcoin mengalami kesulitan pada tahun 2024, dengan Ethereum yang berkinerja buruk setelah peluncuran ETF pada bulan Juli. Untuk menavigasi kondisi ini, trader dapat menyusun posisi secara strategis – seperti mengurangi posisi pada Ethereum untuk alokasi pada aset yang lebih potensial, seperti Bitcoin

    Peningkatan partisipasi institusional menekan volatilitas pasar kripto secara keseluruhan sekaligus meningkatkan arus masuk ke Bitcoin, mendukung pertumbuhan harganya. Khususnya, institusi telah mengambil keuntungan dari penurunan Bitcoin minggu ini, mengurangi volatilitas lebih lanjut dan menunjukkan kesediaan mereka untuk mengalokasikan miliaran dolar ke Bitcoin bahkan di dekat level $100.000. Tren ini menunjukkan potensi yang kuat untuk bertahan selama beberapa waktu ke depan.

    Transaksi BTC di Sini

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Mengulas Prospek Kinerja Netflix, Sebelum Rilis Laporan Keuangan FY2024

    Profil Singkat Netflix Inc 

    Netflix Inc. adalah perusahaan hiburan global yang menawarkan layanan streaming video on-demand berbasiskan model bisnis berlangganan. 

    Berpusat di negara bagian California, Netflix berhasil menjadi pemain pentolan industri streaming dengan total pangsa pasar sebesar 21% secara global. Bahkan, Netflix kini menjadi salah satu perusahaan penyedia layanan streaming berbayar yang paling bonafide sejagat dengan total pelanggan lebih dari  282,7 juta pengguna (3Q24). Adapun pada 17 Januari 2024, nilai kapitalisasi pasarnya sukses menembus US$366,8 miliar. 

    Saat ini, perusahaan memfokuskan aktivitasnya pada dua segmen bisnis utama. Keduanya berhasil menyumbang pendapatan US$33,7 miliar bagi perusahaan di 2023, tumbuh 6,7% dibanding setahun sebelumnya. Di tahun 2024, NFLX diproyeksikan memiliki pendapatan sebesar US$38.8 miliar (+15.2%) dengan average revenue per user US$11,69 per bulannya. 

    Kedua segmen bisnis itu terdiri dari: 

    1. Streaming. Segmen ini berfokus pada layanan berbayar bagi pelanggannya untuk acara serial televisi, acara dokumenter, film, dan permainan digital yang bisa diakses melalui aplikasi Netflix ataupun situs resminya. Pada 2024, segmen ini diproyeksikan akan memiliki pendapatan sebesar US$38.7 miliar 
    2. Penjualan dan Penyewaan DVD. Segmen ini menitikberatkan pada layanan penyewaan atau pembelian DVD yang dapat dipesan melalui aplikasi dan situs Netflix. Segmen ini diproyeksikan akan menyumbang pendapatan US$132 juta pada 2024. Segmen ini bukanlah segmen utama yang menjadi fokus dari NFLX. 

    Meski menancapkan kuku kuat di industri platform streaming, Netflix Inc ($NFLX) sejatinya masih memiliki pesaing yang siap menjegalnya di kompetisi industri tersebut, seperti Hulu, Disney+, YouTube TV, Peacock TV, Paramount+, and HBO Max.

    Tesis Investasi Netflix Inc 

    1. Proyeksi Moncer Industri Video On Demand

    Industri hiburan digital tampaknya tak bakal memasuki usia senja dalam waktu singkat. Bahkan, pasarnya diperkirakan akan terus menggembung dalam beberapa tahun mendatang.

    Ukuran pasar industri video on-demand sendiri diproyeksikan akan bertumbuh 17% CAGR dri 2024-2032 (USD 113,78 miliar pada tahun 2024 menjadi USD 399,05 miliar pada tahun 2032) menurut Fortune Business Insight. 

    Tak hanya itu, pertumbuhan pelanggan industri video on-demand juga diperkirakan akan naik menjadi 3,1 miliar pengguna secara global. Hal ini tentunya bisa menjadi peluang cuan bagi Netflix, yang saat ini memiliki 282,7 juta pelanggan dan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) secara tahunan sebesar US$78,97 di tahun 2025

    Rata-rata Pendapatan Per Pengguna | Sumber: Statista

    2. Naikkan Harga Langganan, Pendapatan Netflix Kian Berkilau

    Pada Oktober 2024, Netflix telah menaikan harga langganannya, dimana hal ini akan mempengaruhi tingkat revenue Netflix di 4Q24. 

    • Pelanggan paket dasar sekarang akan membayar US$11,99 per bulan, peningkatan US$2 per bulan
    • Pelanggan paket Premium sekarang akan membayar US$22,99 per bulan, meningkat US$3 per bulan
    • Paket entry-level Netflix yang didukung iklan (yang paling murah) tetap di US$6,99 dan paket tingkat Standar nya tetap di US$15,49. 

    Kendati demikian, Netflix diperkirakan akan mengerek kembali harga langganannya yang disebabkan oleh penambahan jumlah proyek atau film yang ditawarkannya kepada pelanggannya dan judul film yang ada di layanan streaming netflix berhasil mencetak time screen tinggi, misalnya seperti Squid game ataupun boxing mike tyson.

    Kenaikan harga layanan tentu saja akan mempertebal kantong pendapatan Netflix. Perusahaan diharapkan bisa meraup pendapatan US$38,8 miliar di 2025, naik 15,2% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini pun akan membuat ARPU Netflix menjadi US$11,69 secara blended. 

    Detil Pendapatan Netflix | Sumber:Bloomberg

    3. Akusisi Konten Populer Berpotensi Gaet Pelanggan Baru

    Netflix berinvestasi dalam hal akuisisi konten, baik melisensikan produksi eksternal maupun memproduksi banyak serial dan film orisinil. Bukan tanpa sebab, strategi ini ditujukan untuk menarik minat masyarakat untuk menggunakan layanan Netflix.

    Upaya itu pun membuahkan hasil. Sebagai buktinya, Netflix sukses meningkatkan jumlah pelanggannya menjadi 282,7 miliar subscribers di kuartal III 2024, tumbuh 5% YoY

    Di samping itu, Netflix juga telah memperbaiki aspek customer experience. Tak ketinggalan, Netflix juga menemukan jalan keluar terhadap permasalahan berbagi kata sandi (sharing password), dimana Netflix akan “mematikan” akun yang ketahuan melakukan tindakan tersebut. Masalah password sharing ini dapat meningkatkan bargaining power dari NFLX, dimana dengan marketing expense yang lebih rendah secara proporsi dibandingkan dengan pendapatan, revenue NFLX cenderung meningkat. Misalnya seperti di 3Q24 bahkan tanpa dorongan dari iklan, Netflix memiliki pendapatan yang naik 15% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menjadi lebih dari US$ 9,8 miliar.

    Mengulas Aspek Finansial Netflix

    Pertumbuhan Positif Pendapatan Perusahaan dengan Skema Subscription

    Diproyeksikan pendapatan NFLX mengalami pertumbuhan sebesar 15,2% YoY di tahun 2024. Pada tahun 2 tahun sebelumnya (setelah covid 19), pendapatan netflix hanya bertumbuh 6,5%-6,7% YoY. Sebagai market leader di bidang video streaming, NFLX memiliki skema pendapatan berupa subscription, sehingga NFLX hanya perlu memproduksi 1x lalu dapat di tonton berulang-ulang kali oleh usernya. Saat ini 99% pendapatan NFLX berasal dari recurring income subscription.

    Income Statement Netflix | Sumber: Bloomberg

    Hal ini juga didukung oleh pertumbuhan user dari NFLX, dimana secara FY24, diproyeksikan user netflix berada di level 288.7 juta pengguna dengan ARPU US$11,69 per bulan atau US$276.7 per tahunnya. 

    Model Pendapatan Netflix | Sumber: Bloomberg

    Pertumbuhan Margin Tinggi

    Apabila ditinjau dari sisi laba, NFLX selama beberapa tahun terakhir sukses membukukan laba yang naik. Pada tahun 2024, diproyeksikan laba kotor perusahaan naik menjadi 45,8% (Vs. 41,5% di tahun 2023). Selanjutnya dari sisi bottom line juga diproyeksikan memiliki EPS sebesar US$19,82 atau tumbuh 60,6% YoY dengan tingkat margin 22.4% untuk tahun 2024 (Vs. 16,4% di tahun 2023) 

    Metrik Rasio Keuntungan dan Imbal Hasil Netflix | Sumber: Bloomberg

    Valuasi Netflix Inc

    Menurut JP Morgan, harga wajar saham Netflix ($NFLX) berada di US$1000. 

    Lebih lanjut, apabila ditilik dari rasio harga saham terhadap labanya (rasio P/E), valuasi NFLX saat ini berada di angka 35,9x P/E atau lebih “premium” dibandingkan rata-rata kompetitornya sebesar 18,5x P/E. Kendati begitu, investor sepertinya “mewajarkan” harga premium tersebut mengingat NFLX merupakan pemimpin di industri streaming video. 

    Valuasi P/E Netflix | Sumber: Bloomberg

    Risiko Berinvestasi di Saham Netflix Inc 

    Pembajakan Terhadap Produk Netflix

    Sebesar 99% dari total pendapatan NFLX berasal dari berlangganan. Dengan biaya langganan yang tergolong mahal ditambah dengan kenaikan tarif yang terjadi setiap tahunnya, maka ditakutkan akan ada beberapa oknum peretas yang bakal meretas produk Netflix sehingga satu akun dapat digunakan oleh beberapa orang berbeda dengan metode password sharing. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan sudah melakukan inovasi, langkah mitigasi, dan menonaktifkan akun yang kedapatan melakukan berbagi kata sandi dengan pengguna lain. 

    Kompetisi Dengan Perusahaan Platform ‘Streaming’ Lain

    Potensi pasar hiburan digital yang menggiurkan tentu akan dimanfaatkan oleh pesaing-pesaing Netflix seperti Hulu, Disney+, YouTube TV, Peacock TV, Paramount+, dan HBO Max untuk terus mencari cara untuk mengeruk cuan di dalamnya.

    Dengan demikian, Netflix harus terus berinovasi dalam menciptakan film sendiri atau membeli lisensi agar bisa bersaing dengan kompetitornya seperti menawarkan judul-judul film yang menarik. Hal ini ditujukan agar Netflix tidak kehilangan pangsa pasarnya serta mempertahankan pertumbuhan pendapatan yang positif. 

    Risiko Valuasi dan Industri

    Seperti yang disinggung sebelumnya, harga saham Netflix memiliki valuasi yang tergolong premium dibandingkan kompetitornya. Dengan adanya perlambatan pertumbuhan industri video on-demand, Netflix memiliki potensi untuk terkena efek domino yang berimbas terhadap penurunan harga saham perusahaan. 

    Beli Saham NFLX di Sini!

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Mengulas Prospek Kinerja Johnson&Johnson, Sebelum Rilis Laporan Keuangan FY2024

    Profil Singkat Johnson and Johnson

    Johnson and Johnson adalah perusahaan produsen obat-obatan, peralatan medis, dan barang konsumsi lainnya. 

    Berpusat di New Jersey, Amerika, JNJ berhasil menjadi market leader di bidang biotech dan farmasi dengan total pangsa pasar sebesar 13% secara global. Bahkan, JNJ kini menjadi salah satu perusahaan penyedia obat-obatan OTC terbesar di Amerika dengan memiliki lebih dari 108 paten obat dan berhasil menjual 14 jenis obat utama yang mendorong revenue perusahaan. Adapun pada 17 Januari 2024, nilai kapitalisasi pasarnya sukses menembus US$352.6 miliar. 

    Saat ini, perusahaan memfokuskan aktivitasnya pada dua segmen bisnis utama. Keduanya berhasil menyumbang pendapatan US$85.2 miliar bagi perusahaan di 2023, tumbuh 6.5% dibanding setahun sebelumnya. Di tahun 2024, JNJ diproyeksikan memiliki pendapatan sebesar US$88.8 miliar (+4.3% YoY) dengan penjualan utama berfokus di Amerika (menyumbang 54% dari total pendapatan JNJ)

    Kedua segmen bisnis itu terdiri dari: 

    1. Innovative Medicine. Segmen ini berfokus pada memproduksi obat-obatan, mulai dari vitamin, obat cancer, obat saraf, obat prescription untuk jantung, hipertensi dan lainnya. Pada tahun 2023. Segmen ini berhasil menyumbang pendapatan sebesar US$54.8 miliar. Penjualan obat terbesar berasal dari segmen immunology (33% dari total revenue) yang disusul oleh segmen oncology (32.3% dari total revenue). Pada tahun 2024, segmen ini diperkirakan akan memiliki pendapatan sebesar US$56.8 miliar (+3.8% YoY)
    2. Medical Technology. Segmen ini berfokus untuk menjual alat-alat penunjang operasi ataupun peralatan medis lainnya, memiliki proporsi 35.7% dari total pendapatan. Pada tahun 2023, segmen memiliki pendapatan sebesar US$30.4 miliar yang didukung oleh penjualan alat operasi (33% dari total revenue). 

    Breakdown Revenue JNJ  | Sumber: Bloomberg

    Meski sudah memiliki nama yang harum di bidang farmasi, JNJ sejatinya masih memiliki pesaing yang siap menjegalnya di kompetisi industri tersebut, seperti Eli Lilly and Company (LLY), AbbVie (ABBV), Merck & Co., Inc. (MRK), Pfizer (PFE)

    Tesis Investasi Johnson and Johnson

    1. Proyeksi Moncer Industri Farmasi, Terutama Oncology 

    Industri farmasi dan kesehatan akan selalu dicari oleh masyarakat karena semakin bertambahnya usia maka tingkat kesehatan akan terus menurun. Perusahaan yang mampu menciptakan solusi untuk kesembuhan penyakit akan mendapatkan benefit berapa perbesaran market share. Pasarnya diperkirakan akan terus menggembung dalam beberapa tahun mendatang.

    Menurut data dari Statista, diproyeksikan pendapatan di pasar Farmasi diperkirakan mencapai US$1.2 triliun pada tahun 2025 secara global. Di antara berbagai pasar, Obat Onkologi diperkirakan akan menjadi yang terbesar, dengan proyeksi volume pasar sebesar US$208.9 miliar pada tahun 2025.Ke depan, pendapatan di sektor ini diperkirakan akan menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR 2025-2029) sebesar 4.76%.

    2. Kasus Pengadilan Terhadap Bedak Tabur Bayi Sudah Sampai Tahap Akhir 

    Sebelumnya, JNJ memiliki kasus terkait bedak tabur nya yang mengandung bahan-bahan berbahaya untuk bayi. JNJ harus menyelesaikan klaim dari 62.000 orang yang mengatakan bahwa mereka terkena kanker ovarium dan ginekologi lainnya dari bedak yang diproduksi oleh JNJ. Kasus ini sudah berlangsung sejak tahun 2021, dan sidang pengadilannya masih berlanjut hingga saat ini. 

    Akan ada sidang selanjutnya yang berlangsung di Bulan Januari 2025, hakim sudah mengajukan dan menawarkan settlement dengan JNJ, dimana JNJ harus membayar US$8.2 miliar sebagai kompensasi kerugian untuk pihak-pihak yang menuntut, apabila hal ini disetujui maka kasus tuntutan hukum kanker yang terkait dengan bedak bayi JNJ akan usai. Hal ini dapat menjadi prospek positif bagi perkembangan perusahaan kedepannya. 

    3. Masif Melakukan Ekspansi dengan Mengakuisisi Perusahaan Farmasi Lainnya

    Pada 13 Januari 2025, JNJ mengumumkan untuk melakukan akuisisi terhadap Intra-Cellular Therapies dengan deal size sebesar US$14.6 miliar. Hal ini menandakan bahwa JNJ akan memperbesar pangsa pasar nya sebagai produsen obat saraf untuk mengobati skizofrenia dan depresi terkait bipolar. Menyusul hal tersebut, pada Bulan Desember 2024, Intra-Cellular telah mengajukan obat tersebut ke regulator AS sebagai pengobatan yang dapat dikombinasikan dengan antidepresan reguler untuk mengobati gangguan depresi mayor, yang berpotensi membuka pasar yang substansial.

    Secara keseluruhan, proses akuisisi adalah salah satu cara JNJ untuk memperbesar growth perusahaan. Pada tahun 2024, JNJ telah mengakusisi 4 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, misalnya untuk pengobatan penyakit eczema, hingga perusahaan global yang bergerak di bidang cardiovascular. 

    Mengulas Aspek Finansial Johnson and Johnson

    Mature Company Dengan Top Line Growth Stabil 

    Diproyeksikan pendapatan JNJ mengalami pertumbuhan sebesar 4.3% YoY di tahun 2024 atau sebesar US$88.8 miliar. Pada tahun sebelumnya, JNJ berhasil membukukan pendapatan sebesar US$85.2 miliar (+6.2% YoY). Kedepannya, pendapatan JNJ akan diproyeksikan tetap growing seiring dengan ekspansi melalui proses akuisisi yang dilakukan oleh JNJ. 

    Top line akan di topang oleh produk oncology JNJ dengan obat Darzalex (untuk kanker melanoma) yang diproyeksikan akan memiliki pendapatan sebesar US$11.6 miliar pada tahun 2025. Selain itu, obat sendi milik JNJ juga tidak kalah penjualannya, yakni dengan obat Stelara yang diprediksi memiliki pendapatan sebesar US$10.4 miliar. 

    Kalau ditinjau dari sisi medical tech, dari produk surgery akan menjadi unggul dengan revenue US$9.9 miliar yang kemudian disusul oleh produk orthopedic dengan revenue US$9.2 miliar di tahun 2024.

    Breakdown Revenue JNJ  | Sumber: Bloomberg

    Bottom Line yang Solid, EPS diproyeksi Naik 17.8% YoY

    Apabila ditinjau dari sisi laba, untuk FY24, JNJ diproyeksikan akan membukukan laba sebesar US$9.97 atau dengan pertumbuhan 17.8%. Apabila ditinjau dari gross margin, GPM perusahaan membaik dibandingkan tahun sebelumnya yakni berada di level 74.6% (Vs. 2023 68.8%). Selanjutnya, NPM perusahaan diproyeksikan berada di level 27.2%. 

    Income Statement JNJ | Sumber: Bloomberg

    Valuasi Johnson & Johnson

    Menurut JP Morgan, harga wajar saham Johnson & Johnson ($JNJ) berada di US$185.

    Lebih lanjut, apabila ditilik dari rasio harga saham terhadap labanya (rasio P/E), valuasi JNJ saat ini berada di angka 13.8x P/E atau lebih “murah” dibandingkan rata-rata kompetitornya sebesar 14.5x P/E. Selanjutnya, apabila ditinjau dari Vs self, P/E JNJ sudah berada dibawah -1 stdev yang artinya harga saham JNJ sudah layak untuk dikoleksi karena sudah berada di area diskon. 

    Valuasi P/E JNJ | Sumber: Bloomberg

    Risiko Berinvestasi di Saham Johnson & Johnson

    Proses R&D Gagal

    Proses R&D yang gagal dapat mengulang kejadian adanya bahan berbahaya dalam produk yang diproduksi oleh JNJ. Hal ini bisa mengakibatkan JNJ harus mengeluarkan uang lebih di pengadilan untuk membayar settlement kerugian. Efek selanjutnya adalah obat-obatan milik JNJ dapat ditarik dari peredaran dan dilarang diperdagangkan. 

    Kompetisi Dengan Perusahaan Farmasi 

    Potensi pasar farmasi yang menggiurkan tentu akan dimanfaatkan oleh pesaing-pesaing JNJ seperti Eli Lilly and Company (LLY), AbbVie (ABBV), Merck & Co., Inc. (MRK), Pfizer (PFE) untuk terus mencari cara untuk memperbesar pangsa pasar perusahaannya. 

    Dengan demikian, JNJ harus terus menerus melakukan R&D dan mengeluarkan paten-paten obat baru yang dapat membantu JNJ untuk menggenjot revenue perusahaan. Untuk FY24, diproyeksikan JNJ telah mengeluarkan US$16.5 miliar untuk proses R&D. 

    Transaksi Saham JNJ di Sini!

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Mengulas Prospek Kinerja United Airlines, Sebelum Rilis Laporan Keuangan FY2024

    Profil Singkat United Airlines Holding Inc

    United Airlines Holding Inc adalah maskapai penerbangan asal Amerika kedua terbesar. Berpusat di Illinois, Amerika, UAL berhasil menjadi salah satu market leader di bidang penerbangan komersial dengan total pangsa pasar sebesar 24% di Amerika Bahkan, UAL kini telah mengoperasikan 1,441 pesawat terbang (umur rata-rata pesawat: 16 tahun) di Amerika yang menghubungkan 217 destinasi domestik dan 146 destinasi internasional di 73 negara. Adapun pada 17 Januari 2024, nilai kapitalisasi pasarnya sukses menembus US$35.31 miliar. 

    Saat ini, perusahaan memfokuskan aktivitasnya pada tiga segmen bisnis utama. Keduanya berhasil menyumbang pendapatan US$53.7 miliar bagi perusahaan di 2023, tumbuh 19.5% dibanding setahun sebelumnya. Di tahun 2024, UAL diproyeksikan memiliki pendapatan sebesar US$56.7 miliar (+5.6% YoY) dengan penjualan tiket utama berfokus di penerbangan komersial Amerika (menyumbang 46% dari total pendapatan UAL

    Ketiga segmen bisnis itu terdiri dari: 

    1. Penerbangan Komersial (penumpang). Segmen ini untuk mengantarkan penumpang ke suatu tujuan, pada tahun 2023 memiliki pendapatan sebesar US$49 miliar dan diproyeksikan naik 3.1% YoY menjadi US$50.6 miliar di tahun 2024. Adapun penerbangan passenger ini dibagi kedalam 2 kategori, yakni pasar domestik (Amerika) yang berhasil menyumbang pendapatan sebesar US$29.6 miliar pada tahun 2023, dan diproyeksikan meningkat menjadi US$25.9 miliar di tahun 2024. Selain itu, terdapat juga segmen pasar internasional dengan rute ke Asia Pasifik, Latin Amerika, Eropa dan Middle East/India.Afrika yang berhasil menyumbang pendapatan sebesar 35% dari total revenue perusahaan. 
    2. Kargo. Segmen ini berfokus untuk mengantarkan barang ke suatu tujuan. Segmen ini menyumbang 3% dari total revenue perusahaan di tahun 2023 atau sebesar US$1.5 miliar. Diproyeksikan pada tahun 2024, revenue segmen akan berada di level US$1.7 miliar. 
    3. Other. Segmen ini mencatat revenue dari maintenance service, flight academy, frequent flyer award non travel redemption dan ground handling. Segmen ini menyumbang 6% dari total revenue perusahaan di tahun 2023 atau sebesar US$3.1 miliar. Diproyeksikan pada tahun 2024, revenue segmen akan berada di level US$3.5 miliar. 

    Breakdown Revenue UAL | Sumber: Bloomberg

    Meski sudah memiliki nama yang harum di bidang farmasi, UAL sejatinya masih memiliki pesaing yang siap menjegalnya di kompetisi industri tersebut, seperti Delta Airlines (DAL), American Airlines Group (AAL), dan Southwest Airlines (LUV)

    Tesis Investasi United Airlines Holding Inc

    1. Proyeksi Growth Tinggi Industri Layanan Penerbangan, 25.5% CAGR 2022-2027

    Menurut Global Market Estimate, diestimasikan industri layanan penerbangan akan bertumbuh 25.5% CAGR dari tahun 2022-2027. Hal ini didorong oleh pertumbuhan dari kelas menengah keatas, yang disertai dengan asumsi volume ticket sales driven, dibandingkan dengan kenaikan average selling price ticket, karena diproyeksikan harga avtur tetap stabil kedepannya. Asumsi worst case, apabila memang harga oil meningkat, perusahaan akan menerapkan sistem cost pass through ke customer dengan memungut biaya tambahan yang langsung include di harga tiket penerbangan. 

    Selain dari penumpang, transportasi udara sangat penting untuk perdagangan internasional. Nilai perdagangan internasional yang dikirim melalui udara tahun 2023 adalah US$7.5 triliun, atau naik 7.2% lagi pada 2022. 

    2. Ekspansi Terbesar Dengan Membuka 8 Layanan Penerbangan Baru Tahun 2025

    United Airlines akan menambah 8 tujuan baru ke jadwal musim panas 2025, menandai ekspansi internasional terbesar dalam sejarah perusahaan. Tujuan baru termasuk Ulaanbaatar, Mongolia; Kaohsiung, Taiwan; Nuuk, Greenland; Palermo, Italia; Bilbao, Spanyol; Pulau Madeira, Portugal; Faro, Portugal; dan Dakar, Senegal. Maskapai ini juga menambahkan rute baru ke tujuan yang sudah existing. Musim panas 2025 akan menjadi jadwal trans-Atlantik terbesar United, dengan lebih dari 760 penerbangan mingguan ke lebih dari 40 tujuan. 

    Hal ini akan berdampak pada peningkatan revenue perusahaan dan memperbesar market share perusahaan di luar wilayah Amerika. Sehingga diproyeksikan untuk tahun 2025, revenue perusahaan untuk penerbangan internasional berada di level US$20.9 miliar atau bertumbuh 20% dibandingkan estimasi revenue 2024. 

    3. Proyeksi Penurunan Harga Minyak Bumi 

    Minyak bumi diproyeksikan berada di level US$80.16/ barrel, kedepannya diproyeksikan berada di range US$74-78/ barrel di tahun 2025. Hal ini turut didukung oleh kebijakan dalam negeri AS di bawah Trump yang berkomitmen untuk membuat harga bahan bakar menjadi murah demi menjaga inflasi. Salah satu aksi nyatanya adalah ingin menggenjot pengeboran minyak untuk mengisi gudang penyimpanan minyak AS dan menghentikan moratorium lisensi ekspor LNG sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat ekonomi AS. 

    Brent Future | Sumber: Bloomberg

    Dengan adanya penurunan harga minyak, perusahaan dapat lebih agresif untuk menjual tiket yang dapat meningkatkan volume penjualan tiket, karena perusahaan tidak perlu untuk meningkatkan harga jual tiket. Hal ini membuat harga tiket UAL dapat bersaing dengan maskapai low cost carrier, serta dapat meningkatkan margin perusahaan kedepannya. 

    Mengulas Aspek Finansial United Airlines Holding Inc

    Mature Company Dengan Top Line Growth Stabil 

    Diproyeksikan pendapatan UAL mengalami pertumbuhan sebesar 5.6% YoY di tahun 2024 atau sebesar US$56.7 miliar. Pada tahun sebelumnya di tahun 2023, UAL berhasil membukukan pendapatan sebesar US$53.7 miliar (+19.5% YoY). Kedepannya, pendapatan UAL akan diproyeksikan tetap growing seiring dengan ekspansi melalui proses penambahan rute perjalanan dan penambahan fleet. 

    Pada tahun 2024, total kapasitas penumpang rata-rata pesawat di setiap perjalannya diperkirakan stabil berada di level 83% yang membuat revenue passenger miles (ukuran volume transportasi penumpang udara) menjadi US$258.3 juta. Selanjutnya, total revenue/available seat miles diproyeksikan sedikit menurun menjadi US$18.27 (Vs. US$18.44 di tahun 2023), namun yield per penumpang diproyeksikan meningkat menjadi US$20.2. Average selling price per tiket diproyeksikan berada di level US$310 / tiket 

    Model Revenue UAL | Sumber: Bloomberg

    Bottom Line yang Solid, EPS diproyeksi Naik 10.2% YoY

    Apabila ditinjau dari cost input terbesar seperti harga bahan bakar, untuk FY24, UAL diproyeksikan mengeluarkan US$3.78 bahan bakar / available seat atau turun dari US$4.34 di tahun 2023. Hal ini terjadi karena adanya penurunan harga minyak dunia di tahun 2024, dimana UAL memerlukan US$2.67 bahan bakar / galon pada tahun 2024, atau turun dari US$3.01 di tahun 2023. 

    Walaupun terjadi penurunan harga bahan bakar di tahun 2024, tapi diproyeksikan harga average selling price tiket meningkat menjadi US$310/ tiket, naik dari US$297/ tiket. 

    Cost model UAL| Sumber: Bloomberg

    Secara keseluruhan, laba perusahaan naik, dan diproyeksikan pada FY24, UAL akan mencetak EPS sebesar US$10.4 (+10.2% YoY) dengan tingkat net margin sebesar 6.1% atau naik dari 5.8% pada tahun sebelumnya.

    Income Statement UAL| Sumber: Bloomberg

    Valuasi United Airlines Holding Inc

    Menurut Bloomberg, harga wajar saham United Airlines ($UAL) berada di US$127.36

    Lebih lanjut, apabila ditilik dari rasio harga saham terhadap labanya (rasio EV/EBITDA), valuasi UAL saat ini berada di angka 5.0x EV/EBITDA atau sama dibandingkan rata-rata kompetitornya sebesar 4.9x EV/EBITDA. Selanjutnya, apabila ditinjau dari Vs self, EV/EBITDA UAL berada di rentang +2 stdev atau dapat dibilang cukup premium dibandingkan dengan kondisi historicalnya. 

    Valuasi EV/EBITDA UAL | Sumber: Bloomberg

    Risiko Berinvestasi di Saham United Airlines Holding Inc

    Kenaikan Harga Oil 

    Kenaikan terhadap harga minyak secara langsung akan meningkatkan biaya bahan bakar, avtur. Walaupun perusahaan memiliki bisnis model cost pass through kepada customer nya.  Apabila terjadi kenaikan bahan bakar maka harga tiket pesawat UAL juga akan semakin mahal. Hal ini dapat mempengaruhi volume penjualan tiket pesawat, dan customer lebih memilih untuk menggunakan pesawat low cost carrier. 

    Kompetisi Dengan Perusahaan Penerbangan Lainnya

    Potensi pasar internasional yang menggiurkan tentu akan dimanfaatkan oleh pesaing-pesaing UAL seperti Delta Airlines (DAL), American Airlines Group (AAL), dan Southwest Airlines (LUV) untuk terus mencari cara untuk memperbesar pangsa pasar perusahaannya. 

    Dengan demikian, UAL harus terus mengeluarkan CAPEX untuk membeli pesawat baru untuk membuka rute destinasi internasional baru agar dapat bersaing dengan kompetitornya. 

    Risiko Penurunan Harga Saham

    UAL memiliki valuasi yang tergolong premium dibandingkan kondisi historicalnya. Apabila terjadi perlambatan demand pariwisata ataupun penurunan kondisi ekonomi kalangan menengah ke atas maka harga saham dapat menurun. Ditambah dengan valuasi UAL yang cukup premium apabila dibandingkan dengan kondisi historicalnya. 

    Beli Saham UAL di Sini!

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Mengulas Prospek Kinerja Apple, Sebelum Rilis Laporan Keuangan 1Q25

    Profil Singkat Apple

    Apple Inc adalah perusahaan manufaktur dan perancang sekaligus pemasar produk perangkat elektronik terbesar di dunia dengan total pangsa pasar sebesar 57.4% di market US dan 17.7% secara global yang telah berdiri sejak tahun 1976 dan berhasil melakukan IPO pada tahun 1980. Dengan total perangkat aktif sebanyak 2.2 miliar, pada tahun 2024 AAPL berhasil memiliki pendapatan sebesar US$ 391 miliar (+2%YoY) untuk FY24 dengan 5 segmentasi usaha seperti Iphone, Ipad, Mac, Services, dan Wearables, Home and Accessories.

    • Iphone. Pada tahun 2024, AAPL telah berhasil menjual 228.3 juta perangkat Iphone (penjualan tahun 2023: 231.8 miliar). Pendapatan FY24 untuk segmen ini adalah US$201.2 miliar atau meningkat 0.3% YoY karena adanya persaingan yang ketat di wilayah utama penjualan Iphone, yakni di Tiongkok. 
    • Ipad. Merupakan market leader di segmentasi tablet dengan total market share sebesar 32% secara global dan telah berhasil menjual Ipad sebanyak 52-54 juta units sepanjang tahun 2024. Secara keseluruhan, segmen Ipad menyumbang 7% dari total revenue AAPL di tahun 2024 atau sebesar US$26.7 miliar (-6% YoY)
    • Mac. Segmen personal computer Apple atau Mac memiliki market share sebesar 14% secara global dan secara keseluruhan AAPL telah menjual 22.9 juta unit mac ke seluruh dunia pada tahun 2024. Pada tahun yang sama, segmen Mac memiliki kontribusi pendapatan sebesar US$29.98 miliar atau 8% dari total pendapatan AAPL. 
    • Services. Memiliki kaitan yang erat dengan ekosistem produk fisik apple. Segmen services terbagi atas pendapatan yang berasal dari Berikut App Store, Apple Music, Apple TV Plus, Apple Arcade, Apple News Plus, Apple Pay, and iCloud. Segmen ini memiliki pendapatan sebesar US$96.2 miliar pada FY24. 
    • Wearables, Home and Accessories. Memiliki proporsi kedua terbesar dengan persentase sebesar 8.2% pada FY24 terhadap total pendapatan AAPL atau sebesar US$37 miliar. Penjualan utama segmen berasal dari penjualan AirPods dan Apple Watch.

    Tesis Investasi

    Apple Akan Mengintegrasikan Sistem AI kelayakan Aplikasi 

    Apple sedang mengembangkan sistem AI internal perusahaan yang nantinya akan diintegrasikan ke dalam sistem smartphone ataupun apple device lainnya. Adanya AI dapat meningkatkan harga jual produk Apple karena memiliki keunggulan dan kecanggihan baru. Memang sekarang ini dampak dari AI belum bisa secara masif dirasakan dampaknya oleh Apple user namun kedepannya layanan ini akan memiliki peran layaknya Chat GPT bahkan pengguna Apple dapat melakukan editing photo layaknya AI yang ada di aplikasi Adobe. 

    Saat ini, AI dari Apple masih dikembangkan dan pada Bulan Januari 2025, Apple Intelligence ditarik kembali oleh Apple karena menyajikan data palsu, sehingga sistem AI internal ini belum matang dan belum siap untuk diedarkan. Apple sendiri telah menggelontorkan lebih dari US$25 juta untuk penggembangan AI dan akan menggelontorkan US$30 juta pada tahun 2025 untuk AI. 

    Memiliki Market Share Terbesar di USA

    Sebagai perusahaan yang telah berdiri lebih dari selama 49 tahun, AAPL telah memiliki brand value dan reputasi yang baik. Hal ini dibuktikan dengan 57.4%  total penduduk USA merupakan pengguna produk Iphone, Mac dan Ipad. Market share ini diproyeksikan akan terus meningkat menjadi 59% pada tahun 2026 seiring dengan pengembangan perangkat Apple ditambah dengan adanya tarif impor yang dikenakan oleh Trump yang membuat perangkat smartphone atau komputer buatan China akan lebih mahal. 

    Inovasi dan Launching Produk Rutin 

    AAPL rutin melakukan launching produk Iphone setiap tahunnya dan gencar melakukan promosi produk baru di setiap Q2 dan Q3 di tahun tersebut. Pada tahun 2024, perusahaan berhasil launching rangkaian produk Iphone 16. Walaupun sudah ada Apple Intelligence di rangkaian Iphone 16 nyatanya inovasi Apple ini dianggap gagal. Hal ini juga sudah dilakukan research oleh analis JP Morgan, dimana 67% respon masih tidak aware dengan Apple Intelligence, dan kedepannya dengan adanya perbaikan in house research terhadap AI, Iphone 17 diharapkan dapat terjual keras. Diproyeksikan apabila Iphone 17 launching Apple dapat menjual 28.5 juta unit selama 1 kuartal di tahun 2025. 

    Close Ecosystem Apple Berbanding Lurus Dengan Loyalitas Konsumen 

    AAPL memiliki close system berupa IoS system, yang memungkinkan Apple untuk menjaga sistemnya lebih ketat sehingga terhindar dari cybercrime risk dan dengan 55,000 paten yang telah dimiliki AAPL, konsumen tidak memerlukan third parties technology lainnya, karena perusahaan telah menyediakan segala kebutuhan konsumennya (end solution). Selanjutnya, data-data yang terdapat di ekosistem Apple tidak dapat dipindahkan ke ekosistem lainnya sehingga membuat konsumen memiliki ketergantungan dengan sistem close-end miliki Apple. Hal ini turut berdampak pada pembelian produk maupun service Apple secara recurring. 

    Apple Akan Melakukan Ekspansi Besar Ke India dan Saudi Arabia

    Ekspansi yang dilakukan adalah dengan berekspansi untuk membuka ratusan toko retail offline dan membuka Apple Store Mobile App India sekaligus berencana untuk memindahkan sebagian produksi Iphone dari China ke India dan diprediksi pada tahun 2025, 18% dari total produksi berada di India. Hal ini dapat membuat menurunkan ketergantungan pada produksi Iphone dari China dan diproyeksikan pada tahun 2025, India akan menyumbang 5% dari total revenue AAPL.  

    Selain dari India, Apple juga akan melakukan ekspansi ke Saudi Arabia yang dimulai dari pembukaan official online store pertamanya. Apple sendiri memiliki market share sebesar 23% di negara tersebut, sehingga dengan membuka official store nya dapat membuka peluang revenue growth baru di wilayah tersebut. 

    Mengulas Aspek Finansial Apple Jelang Rilis LK 1Q25

    Penjualan 1Q25 Tetap Ditopang Oleh Segmen Iphone 

    Penjualan Apple selalu meningkat di kuartal 1 setiap tahunnya, pada 1Q25, diperkirakan AAPL memiliki pendapatan sebesar US$124.3 miliar yang disumbang oleh produk Iphone dengan penjualan sebesar US$71.2 miliar, dimana diproyeksikan Apple dapat mengirimkan 76.8 juta unit di kuartal ini. Adapun penjualan di segmen lainnya cenderung stabil apabila dibandingkan dengan 1 tahun sebelumnya. 

    Pada kuartal ini, forecast revenue sudah disesuaikan dengan keadaan pasar dimana Apple mulai kehilangan market share nya di negara yang memiliki penjualan tersebut kedua setelah Amerika, yakni di China. Pada 1Q25, diproyeksikan pendapatan yang berasal dari negara tersebut adalah US$21.6 miliar. Saat ini, menurut analisis yang dilakukan Iphone kalah saing dengan produk buatan Huawei dan Vivo dari segi teknologi nya dan kalah dari Samsung S24 Ultra dari segi kamera. 

    Laba Perusahaan Tetap Solid dengan EPS sebesar 

    AAPL diproyeksikan akan mencetak gross margin sebesar 46.6% atau meningkat dari kuartal sebelumnya yang berada di level 46.3%. Penyumbang gross margin terbesar berasal dari segmen service (app store, apple music, dsb) dengan proyeksi gross margin 73.5% pada kuartal ini atau setara dengan US$78.7 miliar. Selanjutnya untuk segmen products memiliki margin sebesar 39.3% secara blended, dimana gross margin sebesar 48.22%.

    Segment Products Gross Margin | Sumber: Bloomberg

    Secara keseluruhan dari sisi bottom line, AAPL diproyeksikan memiliki EPS sebesar US$2.35 pada 1Q25 (+7.9% YoY) dengan tingkat net margin sebesar 28.6%.

    Income Statement Quarterly | Sumber: Bloomberg

    Efisiensi Dalam Menekan Biaya Penyimpanan 

    AAPL memiliki tingkat inventory turnover yang outperform dibandingkan dengan peers company (samsung) (AAPL inventory turnover 30x, peers company average 4x).  Hal ini sejalan dengan strateginya dalam menekan biaya penyimpanan. Kedepannya dengan adanya ekspansi untuk menambah gerai retail yang akan memperluas pusat distribusi ke konsumen, diproyeksikan inventory days AAPL adalah selama 11.5 hari pada tahun 2025.

    Memiliki Cash Conversion Cycle (CCC) yang Sehat

    Selain memiliki tingkat profitabilitas yang baik, sebagai perusahaan yang memiliki ketergantungan yang tinggi pada penjualan retail. AAPL memiliki CCC sehat dengan nilai negatif dengan keberhasilan perusahaan untuk memiliki Days in Payable (113.3 hari) yang lebih tinggi dibandingkan dengan Days in Receivable (29.3 hari). 

    AAPL Cash Cycle | Sumber: Bloomberg

    Proyeksi Potensi Saham AAPL

    Morgan Stanley mengatakan bahwa harga wajar saham Apple sendiri saat ini berada di US$273, atau jauh lebih tinggi dibanding harga penutupan Senin (17/01) yakni US$228.98. Hal ini mengindikasikan bahwa harga saham perusahaan masih lebih “murah” dibanding nilai wajar sesungguhnya.

    Jika dibandingkan dengan kompetitor, sisi “mahal” saham Apple bisa terlihat dari rasio harga saham per laba (Price to Earning Ratio/Rasio P/E) berada di 30.3x P/E atau di atas rata-rata kompetitornya, 20.4x P/E. 

    AAPL P/E Band | Sumber: Bloomberg

    Namun, investor sepertinya “mewajarkan” harga premium tersebut mengingat Apple tak kenal lelah untuk terus berinovasi dan tetap memiliki neraca keuangan stabil di tengah kondisi ekonomi yang tak tentu.

    Dengan adanya prospek bisnis AAPL yang cerah, sobat cuan bisa untuk membeli call option AAPL untuk menghasilkan potensial profit lebih banyak dari saham biasa.

    Beli Call Option Apple di Sini!

    Risiko Berinvestasi di Saham AAPL

    Pelemahan Kondisi Perekonomian di China

    Penjualan Iphone kedua terbesar berasal dari China, dan di China sendiri, Apple memiliki market share sebesar 15%. Dengan adanya pelemahan ekonomi dan event discount besar seperti event sale liburan di China dapat memberikan dampak signifikan kepada AAPL karena masyarakat lokal lebih memilih untuk membeli smartphone buatan China yang memiliki harga yang lebih murah. 

    Perang Dagang Antara China-USA

    Diangkatnya Trump sebagai presiden kembali membuat isu terkait perang dagang US-China kembali muncul. Dengan adanya ketegangan antara China dan USA dapat berdampak pada supply chain raw materials AAPL, seperti chips dan processors internal yang diimport dari Taiwan. Terdapat ketergantungan yang tinggi terhadap regulasi pemerintah China yang ditakutkan terdapat larangan ekspor ataupun tarif tinggi terhadap produk-produk tersebut ke USA, sehingga AAPL harus mencari supplier baru. 

    Kompetisi Dengan Perusahaan Teknologi Pengembang AI 

    AAPL harus terus berinovasi mengembangkan teknologi berbasis IoS agar tidak kalah bersaing dengan kompetitor yang menawarkan teknologi AI yang terhubung ke perangkat elektroniknya. Dengan inovasi yang tertinggal dibandingkan kompetitor membuat AAPL memiliki risiko untuk kehilangan market share nya. 

    Transaksi Saham AAPL di Sini!

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Perusahaan Besutan Bill Gates, Microsoft (MSFT) Akan Rilis Earnings! Apa Saja yang Musti Diperhatikan?

    Profil Singkat Microsoft

    Latar Belakang Perusahaan

    Didirikan pada tahun 1975 oleh Bill Gates dan Paul Allen, Microsoft awalnya dikenal sebagai perusahaan yang merevolusi industri perangkat lunak dengan sistem operasi Windows. Berkantor pusat di Redmond, Washington, Microsoft telah berkembang menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar yang mencapai triliunan dolar.

    Seiring waktu, Microsoft telah bertransformasi menjadi pemain utama dalam berbagai sektor teknologi, mulai dari perangkat lunak hingga layanan cloud. Dengan fokus pada inovasi dan diversifikasi, perusahaan ini berhasil tetap relevan di tengah persaingan yang semakin ketat.

    Lini Bisnis Utama Microsoft

    • Cloud Computing: Azure, platform cloud Microsoft, adalah salah satu pemain dominan di pasar cloud global, bersaing dengan AWS dan Google Cloud.
    • Perangkat Lunak Produktivitas: Produk seperti Microsoft Office 365 dan Teams tetap menjadi tulang punggung bisnis.
    • Perangkat Keras: Microsoft memproduksi perangkat seperti Surface dan konsol game Xbox.
    • AI dan Teknologi Masa Depan: Investasi besar-besaran dalam AI, termasuk kemitraan strategis dengan OpenAI.
    • Gaming: Akuisisi besar seperti Activision Blizzard memperkuat posisi Microsoft dalam industri gaming.

    Penjualan dan Pertumbuhan Produk Microsoft Kuartalan | Sumber: Bloomberg

    Tesis Investasi Microsoft

    1. Dominasi di Cloud Computing: Azure adalah salah satu pendorong utama pertumbuhan pendapatan Microsoft, dengan pertumbuhan konsisten di atas rata-rata industri.
    2. Ekosistem yang Terintegrasi: Kombinasi produk perangkat lunak, perangkat keras, dan layanan cloud menciptakan ekosistem yang sulit disaingi.
    3. Inovasi Berkelanjutan: Microsoft terus menginvestasikan miliaran dolar dalam AI, quantum computing, dan teknologi canggih lainnya.
    4. Stabilitas Finansial: Dengan neraca yang kuat dan arus kas yang konsisten, Microsoft memiliki kapasitas untuk berinvestasi dalam peluang pertumbuhan jangka panjang.
    5. Diversifikasi Pendapatan: Tidak seperti perusahaan teknologi lainnya, pendapatan Microsoft tersebar di berbagai sektor, mengurangi risiko dari ketergantungan pada satu sumber.

    Aspek Finansial Microsoft

    Pendapatan dari Cloud Computing

    Microsoft Azure telah menjadi motor utama pertumbuhan perusahaan. Dalam laporan terakhir, pendapatan Azure tumbuh sebesar 26% YoY. Lonjakan permintaan untuk solusi cloud hybrid di berbagai sektor menjadi pendorong utama. Dengan penetrasi pasar yang terus meningkat, Azure diharapkan tetap menjadi kontributor utama pendapatan.

    Laba Operasional yang Kuat

    Laba operasional Microsoft terus menunjukkan tren peningkatan, didukung oleh efisiensi operasional dan diversifikasi produk. Margin operasi perusahaan mencapai 42% pada kuartal terakhir, yang mencerminkan kemampuan Microsoft untuk mengoptimalkan pengeluaran sambil meningkatkan pendapatan.

    Arus Kas yang Stabil

    Microsoft menghasilkan arus kas operasional yang luar biasa, dengan angka $89 miliar dalam 12 bulan terakhir. Arus kas yang kuat ini memungkinkan perusahaan untuk mendanai akuisisi strategis, membayar dividen, dan melakukan pembelian kembali saham, yang semuanya menguntungkan bagi para pemegang saham.

    Highlight Keuangan Microsoft Tahunan | Sumber: Bloomberg

    Valuasi Microsoft

    Meskipun terbilang cukup tinggi dengan rasio P/E 30.1x, Microsoft saat ini diperdagangkan pada rasio P/E yang sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata industri teknologi, dan tetap mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan masa depan. Namun, dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang konsisten, valuasi ini dianggap wajar oleh banyak analis. Model DCF (Discounted Cash Flow) menunjukkan bahwa Microsoft memiliki potensi kenaikan lebih lanjut, terutama jika investasi dalam AI dan cloud computing terus memberikan hasil. Dan P/E saat ini mencerminkan rata-rata P/E Microsoft dalam 2 tahun kebelakang.

    P/E Band Microsoft | Sumber: Bloomberg

    Risiko Berinvestasi pada Microsoft Saat Ini

    • Persaingan Ketat: Microsoft menghadapi persaingan sengit dari AWS dan Google Cloud di sektor cloud computing.
    • Regulasi: Perusahaan teknologi besar seperti Microsoft menjadi sasaran pengawasan regulasi yang lebih ketat di berbagai negara.
    • Ketergantungan pada Segmen Kunci: Meski diversifikasi tinggi, segmen cloud masih menjadi penyumbang utama pertumbuhan pendapatan. Penurunan di sektor ini bisa berdampak signifikan.
    • Valuasi yang Tinggi: Dengan valuasi yang sudah premium, potensi penurunan harga saham bisa terjadi jika hasil earnings tidak memenuhi ekspektasi pasar.

    Dengan semua faktor ini, laporan keuangan mendatang akan menjadi momen penting untuk menilai apakah Microsoft tetap menjadi investasi yang solid di tengah kondisi pasar yang dinamis.

    Target Analis

    Secara konsensus, analis dari berbagai institusi menyematkan rating BUY pada Microsoft dengan target harga  $505.76. Dengan harga $429.03 pada saat analisa ini disusun, membuat Microsoft memiliki potensi kenaikan sebesar 17.9% dari posisi saat ini.

    Beli Saham MSFT di Sini!

    Transaksi juga MSFT Call Options untuk menghasilkan potensial profit lebih banyak dari saham biasa.

    Mulai Transaksi OPTIONS di Sini!

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com