Author: 09

  • Apa itu Leverage di Crypto Futures?

      Ringkasan:

    • Leverage memungkinkan trader mengontrol posisi yang lebih besar dengan modal lebih kecil, memperbesar keuntungan dari perubahan harga kecil.
    • Leverage bekerja dalam dua arah. Tidak hanya dapat meningkatkan keuntungan, tetapi juga bisa menambahkan kerugian signifikan jika pasar bergerak berlawanan.
    • Leverage membantu memaksimalkan keuntungan dengan modal terbatas, tetapi manajemen risiko yang baik sangat penting karena potensi kerugian yang lebih tinggi.

    Dalam dunia Crypto Futures, Leverage adalah alat yang sangat membantu para trader yang ingin memperbesar potensi keuntungan mereka. Leverage memungkinkan kamu melakukan trading dalam jumlah besar dengan investasi awal yang lebih kecil. Mari kita pelajari lebih dalam tentang mekanisme Leverage.

    Leverage dalam trading mengacu pada peminjaman dana untuk meningkatkan ukuran posisi tanpa harus menyediakan seluruh modal sendiri. Dalam kata lain, Leverage memperbesar daya beli kamu. Sebagai contoh, dengan Leverage 25x, kamu dapat mengontrol posisi senilai $2,000 hanya dengan modal $80 (25 x $80 = $2,000). 

    Leverage Dinamis (Dynamic Leverage) di Pluang 

    Di Pluang, kamu bisa mengatur Leverage yang mau dipakai dalam kelipatan 1, baik 2x, 5x, 10x, ataupun 25x. Dengan fitur ini, Sobat Cuan bebas menyesuaikan tingkat risiko dan strategi trading sesuai kebutuhan—mulai dari gaya konservatif dengan leverage rendah, hingga strategi agresif dengan leverage tinggi untuk memaksimalkan potensi keuntungan. 

    Pelajari lebih lanjut tentang Dynamic Leverage di sini.

    Trader menggunakan Leverage untuk memaksimalkan potensi keuntungan. leverage memungkinkan pergerakan harga kecil menghasilkan keuntungan signifikan, terutama di pasar kripto yang volatil. Dalam Spot, keuntungan kamu terbatas pada persentase perubahan harga aset. Dengan Leverage, dampak pergerakan harga aset terkalikan dengan jumlah Leverage yang digunakan.

    Contoh: Jika kamu menggunakan $80 untuk trading Crypto Futures dan menggunakan Leverage 25x, kamu dapat membuka posisi long senilai $2,000. Jika harga Crypto Futures naik 10%, posisi kamu akan bernilai $2,200. Ini berarti kamu mendapatkan keuntungan sebesar $200—setara dengan pengembalian 250% dari investasi awal $80 kamu, dibandingkan dengan kenaikan 10% tanpa Leverage.

    Perlu diingat bahwa Leverage juga bekerja dua arah. Jika kamu menggunakan $80, menggunakan Leverage 25x untuk membuka posisi $2,000, dan harga aset turun 10%, posisi kamu akan turun nilainya menjadi $1,800. Hal ini mengakibatkan kerugian sebesar $200, yang setara dengan –250% dari investasi awal $80 kamu—lebih besar dari penurunan harga langsung sebesar 10%.

    Jika kamu memilih Leverage 5x dengan modal yang sama, kamu dapat membuka posisi Long senilai $400. Jika harga Crypto Futures naik 10%, posisi kamu akan bernilai $440. Ini berarti kamu mendapatkan keuntungan sebesar $40—setara dengan pengembalian 50% dari investasi awal $80 kamu, dibandingkan dengan kenaikan 10% tanpa Leverage.

    Bila harga aset turun 10%, posisi kamu akan turun nilainya menjadi $360. Hal ini mengakibatkan kerugian sebesar $40, yang setara dengan –50% dari investasi awal $80 kamu—lebih besar dari penurunan harga langsung sebesar 10%. Menggunakan Leverage yang lebih rendah pada modal yang sama dapat menjaga risiko lebih terkendali.

    Margin adalah jumlah dana yang kamu butuhkan di akun untuk membuka dan mempertahankan posisi di Crypto Futures. Untuk memahami bagian ini lebih baik, kenali Margin dan tipe-tipe Margin di sini.

    Perlu diketahui bahwa nilai Margin Maintenance sebuah posisi tidak berubah walaupun memiliki nilai Leverage yang berbeda. Hal ini dikarenakan Margin Maintenance dihitung dari Leverage tersedia yang paling tinggi. 

    Margin Maintenance % = (1/Leverage Tertinggi/4)%

    Margin Maintenance = Harga Entry x Jumlah x Margin Maintenance %

    Sebagai contoh, karena Leverage tertinggi yang tersedia di BTCUSDT-PERP adalah 25x, maka nilai Margin Maintenance% pada semua posisi kontrak tersebut adalah 1%, terlepas dari nilai Leverage yang digunakan (5x, 10x maupun 25x). 

    Bila kamu sudah memiliki posisi terbuka dan mengubah nilai Leverage posisi tersebut, berikut adalah hal-hal yang tidak berubah:

    • Margin Maintenance: Seperti yang sudah dijelaskan di atas, nilai Margin Maintenance dihitung dari nilai Leverage tertinggi yang ada di kontrak tersebut. Artinya, Nilai Margin Maintenance% pada suatu kontrak akan tetap sama, terlepas dari nilai Leverage yang digunakan pada posisi.   
    • Harga Likuidasi: Harga likuidasi dihitung berdasarkan nilai Margin Maintenance pada posisi tersebut. Karena nilai Margin Maintenance tetap sama, perubahan Leverage tidak mempengaruhi harga likuidasi.
    • Rasio Margin: Sama seperti harga likuidasi, nilai Rasio Margin terdiri dari Margin Maintenance yang tetap sama. Maka, perubahan Leverage tidak mempengaruhi harga likuidasi.

    Berikut adalah hal-hal yang akan berubah:

    • Leverage yang digunakan pada kontrak tersebut: Bila kamu mengubah nilai Leverage pada suatu kontrak, nilai Leverage pada posisi-posisi yang sudah terbuka di kontrak tersebut akan berubah. 
    • Leverage pada Open Order: Sama seperti Leverage yang digunakan pada kontrak tersebut, Leverage pada Order Terbuka (Open Order) juga ikut berubah.
    • Margin Awal (Initial Margin): Nilai Margin Awal ditentukan berdasarkan Nilai Posisi dibagi dengan nilai Leverage. Dengan mengubah nilai Leverage, nilai Margin Awal juga tentu berubah.
    • Persentase P&L (P&L%): Persentase P&L dihitung berdasarkan nilai Margin Awal. Dengan berubahnya nilai Margin Awal, Persentase P&L juga ikut berubah mengikuti perubahan nilai Leverage.

    Perlu diingat bahwa meskipun Leverage dapat memperbesar potensi keuntungan, Leverage juga secara signifikan meningkatkan risiko kerugian yang lebih besar jika pasar bergerak tidak sesuai harapan. Manajemen risiko yang efektif dan pemahaman mendalam tentang mekanisme Leverage sangat penting untuk memanfaatkan alat ini dengan bijak serta menghindari tantangan yang dapat muncul.



    Sumber : pluang.com

  • Apa itu Funding Rate?

      Ringkasan: 

    • Funding Rate adalah biaya yang dipertukarkan antara trader dengan posisi Long dan Short untuk menjaga harga Crypto Futures tetap mendekati harga Spot aset kriptonya. Mekanisme ini memastikan keseimbangan harga walau kontrak Crypto Futures tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. 
    • Ketika harga Crypto Futures berada di atas harga Spot, trader Long membayar trader Short, dan sebaliknya. 

    Funding Rate dapat berdampak signifikan pada biaya memegang posisi. Trader Long mungkin dikenakan biaya di pasar bullish, sementara trader Short dikenakan biaya di pasar bearish. Memahami Funding Rate adalah kunci untuk mengelola trading dengan efektif.

    Salah satu fitur unik dalam Crypto Futures adalah Funding Payment dan Funding Rate. Mekanisme Funding Fee membantu menyelaraskan harga kontrak perpetual dengan harga Spot dari aset kriptonya. Tidak seperti kontrak futures biasa yang memiliki tanggal kedaluwarsa, harga kontrak perpetual dirancang agar harga kontrak Crypto Futures tetap mendekati harga Spot secara berkelanjutan. Funding Rate berperan penting dalam menjaga keseimbangan ini dengan mengoreksi perbedaan harga.

    Mekanisme pembayaran yang disebut Funding Payment terjadi antara trader Long dan Short. Mekanisme ini dapat dianggap sebagai biaya memegang kontrak. Biaya ini dihitung dengan mengalikan tarif dinamis yang disebut Funding Rate dengan ukuran posisi trading kamu dan secara otomatis dipotong dari (atau ditambahkan ke) Saldo Margin masing-masing trader. Ketika harga Crypto Futures berada di atas harga Spot, trader Long membayar trader Short. Ketika harga Crypto Futures berada di bawah harga Spot, trader Short membayar trader Long. Berikut tabel untuk yang lebih jelas:

    Kondisi Harga

    Funding Rate

    Pembayaran

    Spot > Crypto Futures

    Negatif

    Short membayar long

    Spot < Crypto Futures

    Positif

    Long membayar short

    Funding Rate dapat dihitung menggunakan rumus berikut:

     

     

    Impact Bid Price: Harga rata-rata harga Bid dalam Order Book.
    Impact Ask Price: Harga rata-rata harga Ask dalam Order Book.
    Price Index: Harga rata-rata nilai aset pada harga Spot dari berbagai bursa. 

    Funding Rate melibatkan pembayaran langsung antara trader di Pluang—tidak mengalir antara trader dan Pluang. Pembayaran dilakukan setiap 8 jam, yaitu sekitar pukul: 07:00, 15:00, dan 23:00 WIB untuk semua kontrak Crypto Futures.

    Funding Rate sangat penting bagi trader kontrak perpetual karena dapat memengaruhi biaya memegang posisi. Bergantung pada kondisi pasar, kamu mungkin perlu mempertimbangkan pembayaran berkala ini saat merencanakan trading kamu. Kamu harus memantau Funding Rate bila memegang posisi dalam waktu yang lama karena Funding Fee bisa menjadi biaya yang signifikan seiring waktu.

    • Trader Long: Di pasar bullish, harga kontrak Crypto Futures sering lebih tinggi dari harga Spot. Dalam pasar ini, trader Long sering membayar Funding Fee kepada trader Short. Hal ini bisa menjadi biaya tersembunyi dalam mempertahankan posisi Long.
    • Trader Short: Di pasar bearish, trader Short mungkin membayar Funding Fee kepada trader Long karena harga kontrak akan sering lebih rendah dari harga Spot. Hal ini menambah biaya tambahan dalam mempertahankan posisi Short.

    Bagi trader, memahami cara kerja Funding Rate sangat penting karena dapat memengaruhi biaya dan keuntungan dalam mempertahankan posisi Long atau Short. Baik kamu yang membayar atau menerima Funding Payment, memantau tarif ini adalah kunci untuk mengelola trading dengan efektif dan memaksimalkan keuntungan.



    Sumber : pluang.com

  • Apa itu Hedging & Strategi Hedging

      Ringkasan: 

    • Hedging dalam Crypto Futures melibatkan pengambilan posisi Crypto Futures untuk mengimbangi potensi kerugian dari posisi Spot, membantu melindungi portofolio dari pergerakan harga yang merugikan.
    • Strategi umum termasuk Direct Hedge (satu banding satu), Partial Hedge, Hedging dengan aset berbeda, serta menggunakan Leverage untuk melakukan Hedging dengan modal lebih kecil sambil melindungi portofolio yang lebih besar.
    • Hedging dapat membatasi kerugian, mengamankan keuntungan, mengurangi volatilitas, dan memberikan fleksibilitas, tetapi juga memiliki risiko dan biaya yang dapat membatasi potensi keuntungan.

    Hedging adalah strategi pengelolaan risiko yang digunakan trader untuk melindungi portofolio mereka dari pergerakan harga yang merugikan. Dalam konteks Crypto Futures, Hedging melibatkan pengambilan posisi Crypto Futures untuk mengimbangi potensi kerugian dari posisi Spot.

    Contoh: Jika kamu memiliki sejumlah besar Bitcoin (BTC) dalam portofolio Spot dan khawatir tentang kemungkinan penurunan harga, kamu dapat membuka posisi Short dalam kontrak Crypto Futures BTCUSDT-PERP. Jika harga Bitcoin turun, kerugian dalam kepemilikan BTC Spot akan diimbangi dengan keuntungan dari posisi Short di Crypto Futures BTCUSDT-PERP.

    Hedging sangat berguna di pasar kripto yang volatil. Dengan menerapkan strategi Hedging, Trader dapat:

    • Membatasi Kerugian: Hedging dapat mengurangi kerugian jika pasar bergerak melawan posisi kamu.
    • Mengunci Keuntungan: Kamu dapat mengamankan keuntungan pada aset yang kamu miliki dalam jangka panjang selama fluktuasi jangka pendek.
    • Mengurangi Volatilitas: Hedging membantu menstabilkan portofolio dengan mengurangi dampak naik turunnya pasar.
    • Meningkatkan Fleksibilitas: Dengan kontrak perpetual, kamu dapat menyesuaikan posisi Hedging sesuai kondisi pasar tanpa khawatir tentang tanggal kedaluwarsa.

     

    Kamu dapat menggunakan berbagai strategi untuk mengelola risiko di pasar Crypto Futures. Berikut adalah beberapa pendekatan umum:

    1. Direct Hedge (One-to-One Hedge)
      Strategi ini melibatkan pembukaan posisi yang ukurannya sama dan arahnya berlawanan dengan posisi yang sedang berjalan.

      Contoh:
      Kamu memiliki 1 BTC dan ingin melindungi diri dari penurunan harga. Kamu membuka posisi Short sebesar 1 BTC dalam kontrak Crypto Futures BTCUSDT-PERP. Jika harga turun, keuntungan dari posisi Short akan mengimbangi kerugian dari penurunan nilai BTC kamu.
    2. Partial Hedge
      Partial Hedge melibatkan hedging hanya pada sebagian dari posisi kamu, memberikan perlindungan jika harga jatuh, tetapi tetap memberi peluang keuntungan jika pasar bergerak sesuai harapan.

      Contoh:
      Kamu memiliki 2 BTC tetapi hanya ingin melindungi separuh portofolio kamu. Kamu dapat membuka posisi Short sebesar 1 BTC dalam Crypto Futures BTCUSDT-PERP, sehingga setengah portofolio kamu terlindungi jika harga turun sementara setengah lainnya tetap terbuka untuk potensi kenaikan harga.
    3. Hedge dengan Aset Berbeda
      Strategi ini melibatkan Hedging dengan aset yang berkorelasi erat dengan aset yang dimiliki, biasanya dengan korelasi positif.

      Contoh:
      Kamu memiliki BTC dan tahu bahwa harga ETH dan BTC cenderung bergerak bersama. Jika kamu memperkirakan penurunan jangka pendek, alih-alih melakukan Short BTCUSDT-PERP, kamu dapat melakukan Short ETHUSDT-PERP. Karena ETH lebih volatil, Short ETHUSDT-PERP dapat memberikan potensi keuntungan yang lebih besar. Jika pasar turun, keuntungan dari posisi Short ETH dapat mengimbangi sebagian kerugian dari penurunan nilai BTC kamu.
    4. Hedging dengan Leverage
      Dengan menggunakan Leverage, kamu dapat melakukan Hedging dengan modal lebih kecil. Dengan Leverage, kamu bisa membuka posisi berlawanan yang lebih kecil tetapi tetap melindungi portofolio yang lebih besar.

      Contoh:
      Kamu memiliki 10 ETH dan khawatir tentang penurunan harga dalam jangka pendek. Daripada melakukan Short seluruh 10 ETH, kamu bisa membuka posisi Short dengan Leverage 25x menggunakan 0,4 ETH untuk menutupi potensi penurunan harga 10 ETH sambil menyisakan 9,6 ETH untuk potensi kenaikan harga. Strategi ini memungkinkan kamu melakukan Hedging dengan modal lebih kecil.

     

    Hedging dalam Crypto Futures adalah strategi yang baik untuk mengelola risiko dan melindungi portofolio dari volatilitas pasar. Baik melalui Direct atau Partial Hedge, menggunakan aset berkorelasi, atau menerapkan Leverage, strategi ini memberikan fleksibilitas dalam menghadapi pasar kripto yang dinamis.

    Namun, penting untuk memahami bahwa Hedging juga memiliki risiko dan biaya. Meskipun dapat memberikan perlindungan, Hedging juga dapat membatasi potensi keuntungan jika pasar bergerak berbeda dari perkiraan. Pengelolaan risiko yang tepat dan pemahaman yang jelas tentang strategi sangat penting untuk melakukan Hedging secara efektif.



    Sumber : pluang.com

  • Manajemen Risiko di Crypto Futures

      Ringkasan:

    • Leverage memperbesar baik keuntungan maupun kerugian, sehingga penting untuk menentukan jumlah kerugian maksimum dan menghitung Leverage yang sesuai.
    • Pantau harga likuidasi dan rasio margin dengan cermat untuk menghindari likuidasi. Menjaga buffer yang sehat dan memantau Margin Maintenance dapat melindungi dari pergerakan pasar yang tiba-tiba.
    • Tetap waspada selama kondisi pasar yang volatil, sesuaikan risiko, dan kurangi ukuran posisi untuk menghindari kerugian besar.

    Trading Crypto Futures bisa sangat menguntungkan karena adanya Leverage dan volatilitas pasar. Namun, dengan potensi keuntungan tinggi, risiko yang dihadapi juga tinggi. Manajemen risiko yang efektif sangat penting dalam menghadapi trading Crypto Futures yang cepat berubah. Tanpa strategi yang tepat, kamu berisiko mengalami kerugian besar, termasuk likuidasi. Berikut adalah aspek teknis utama dan tips untuk membantu kamu mengelola risiko dengan lebih baik:

    • Leverage
      Leverage memungkinkan kamu untuk mengontrol posisi yang lebih besar daripada modal awal. Meskipun dapat memperbesar keuntungan, Leverage juga memperbesar kerugian, membuat pergerakan harga kecil pun bisa berakibat fatal jika menggunakan Leverage tinggi.

      Tip: Tentukan jumlah maksimum yang siap kamu risikokan dalam satu transaksi dan jumlah keuntungan penuh yang ingin kamu capai. Gunakan nilai ini untuk menghitung Leverage dan ukuran posisi yang sesuai. Dengan pendekatan ini, meskipun pasar bergerak melawanmu, kerugian tetap dalam batas yang telah ditentukan, menjaga modal dan kepercayaan diri.
    • Harga Likuidasi
      Harga likuidasi adalah titik harga yang menutup posisi kamu secara otomatis karena margin yang tersedia tidak cukup untuk menutup potensi kerugian. Mekanisme ini melindungi dari kerugian lebih besar dibandingkan margin yang telah disetorkan.

      Tip: Pantau harga likuidasi secara rutin. Jika terlalu dekat dengan harga pasar saat ini, pertimbangkan untuk mengurangi Leverage atau menambah margin agar posisi memiliki ruang gerak lebih besar.
    • Rasio Margin dan Margin Maintenance
      Rasio margin menunjukkan seberapa banyak dari Saldo Margin yang digunakan untuk menutupi total posisi. Jika rasio ini turun terlalu rendah, kamu berisiko menerima Margin Call atau mengalami likuidasi.

      Tip: Jaga margin yang sehat di atas persyaratan minimum Margin Maintenance. Langkah ini dapat mencegah Margin Call atau likuidasi saat terjadi pergerakan harga yang tidak terduga.
    • Funding Rate
      Dalam kontrak Crypto Futures, trader secara berkala membayar atau menerima Funding Rate tergantung pada posisi mereka (Long atau Short). Mekanisme ini menjaga harga kontrak tetap selaras dengan harga Spot tetapi dapat memengaruhi profitabilitas, terutama untuk posisi jangka panjang.

      Tip: Pantau Funding Rate, terutama jika kamu berencana menahan posisi dalam waktu lama. Membayar Funding Fee terus-menerus dapat mengurangi keuntungan.
    • Volatilitas
      Kripto secara alami bersifat volatil, dengan fluktuasi harga 5–10% dalam waktu singkat merupakan hal yang umum terjadi. Leverage memperbesar dampak dari fluktuasi ini, meningkatkan risiko kerugian besar.

      Tip: Tetap waspada terhadap kondisi pasar, terutama saat terjadi peristiwa volatilitas tinggi (misalnya, pengumuman berita besar, regulasi baru, atau pergerakan pasar besar). Selama periode ini, pertimbangkan untuk mengurangi risiko atau sementara keluar dari pasar jika belum yakin dengan arah tren.
    • Ukuran Posisi
      Penentuan ukuran posisi adalah bagian penting dari manajemen risiko. Mengambil posisi yang terlalu besar dibandingkan Saldo Wallet dapat meningkatkan risiko kehilangan seluruh modal.

      Tip: Gunakan strategi ukuran posisi yang tepat dengan hanya merisikokan 1–5% dari total Saldo Wallet dalam setiap perdagangan. Strategi ini memastikan bahwa bahkan dalam serangkaian perdagangan yang merugikan, saldo tetap bertahan dan memungkinkan kamu untuk trading secara berkelanjutan.

    Manajemen risiko adalah dasar keberhasilan jangka panjang dalam trading Crypto Futures. Dengan menjaga rasio margin yang sehat dan menggunakan ukuran posisi yang sesuai, kamu dapat melindungi diri dari kerugian besar. Ingat, tujuan utama trading bukan hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga mengelola risiko secara efektif dan menjaga modal untuk peluang trading di masa depan.



    Sumber : pluang.com

  • Skenario di Crypto Futures

    Dalam trading Crypto Futures, memahami interaksi antara posisi trading, profit and loss (P&L), dan margin adalah kunci untuk sukses dalam trading. Artikel ini akan memperkenalkan kamu dengan skenario-skenario yang mungkin kamu temui ketika trading di Crypto Futures untuk memperdalam pemahamanmu.

  • Membuka posisi Long dan Short dengan Leverage 

    Perhatikan skenario berikut. Waktu 1 adalah waktu ketika BTCUSDT-PERP seharga $100,000, Waktu 2 adalah waktu ketika BTCUSDT-PERP seharga $103,500, dan Waktu 3 adalah waktu ketika BTCUSDT-PERP seharga $98,750. 

    Misalkan kamu membuka posisi Long dengan detail sebagai berikut: 

    • Kontrak: BTCUSDT-PERP
    • Saldo Wallet: $20,000
    • Harga Entry: $100,000
    • Leverage: 25x
    • Jumlah: 1 BTC 

    Saat posisi Long ini dieksekusi, posisi ini memiliki: 

    • Ukuran posisi kamu dalam USDT akan sebesar $100,000 yang didapat dari: Ukuran posisi = Harga Entry x Jumlah = $100,000 x 1 BTC = $100,000
    • Menggunakan Leverage 25x, Margin Maintenance pada posisi ini bernilai sebesar $1,000 yang didapat dari: Margin Maintenance = Margin Maintenance % x Ukuran posisi awal  = 1% x $100,000 = $1,000. Perlu diketahui bahwa Margin Maintenance dihitung berdasarkan ukuran posisi awal, sehingga Margin Maintenance akan tetap memiliki nilai yang sama bila harga berubah.
    • Saldo Margin bernilai sebesar $20,000 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 + 0 = $20,000
    • Margin Tersedia akan bernilai sebesar $19,000 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance – Total Margin Order Terbuka = $20,000 – $1,000 – 0 = $19,000
    • Dan rasio margin berubah menjadi 5% yang didapati dari: rasio margin = Margin Maintenance/(Margin Tersedia + Total Margin Maintenance) *100% = $1,000/($19,000 + $1,000) = 5%

    Bila harga BTCUSDT-PERP naik menjadi $103,500, maka: 

    • Unrealized P&L-mu menjadi sebesar $3,500 yang didapati dari: Unrealized P&L = (Harga Mark – Harga Entry) x Jumlah = ($103,500 – $100,000) x 1 = $3,500
    • Dengan persentase Unrealized P&L bernilai 350% yang didapati dari: Unrealized P&L % = $3,500/$1,000 x 100%
    • Saldo Margin berubah menjadi $23,500 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 + $3,500 = $23,500 
    • Margin Tersedia akan bernilai sebesar $22,500 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance – Total Margin Order Terbuka = $23,500 – $1,000 – 0 = $22,500
    • Rasio margin berubah menjadi 4.27% yang didapati dari: rasio margin = Margin Maintenance/(Margin Tersedia + Total Margin Maintenance) *100% = $1,000/($22,500 + $1,000) = 4.27%

    Bila harga BTCUSDT-PERP turun menjadi $98,750, maka: 

    • Unrealized P&L-mu menjadi sebesar –$1,250 yang didapati dari: Unrealized P&L = (Harga Mark – Harga Entry) x Jumlah = ($98,750 – $100,000) x 1 = –$1,250
    • Dengan persentase Unrealized P&L bernilai –125% yang didapati dari: Unrealized P&L % = –$1,250/$1,000 x 100%
    • Saldo Margin berubah menjadi $18,750 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 – $1,250 = $18,750
    • Margin Tersedia akan bernilai sebesar $17,750 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance – Total Margin Order Terbuka = $18,750 – $1,000 – 0 = $17,750
    • Rasio margin berubah menjadi 5.33% yang didapati dari: rasio margin = Margin Maintenance/(Margin Tersedia + Total Margin Maintenance) *100% = $1,000/($17,750 + $1,000) = 5.33%

    Misalkan kamu membuka posisi Short dengan ukuran trading yang sama, maka kamu akan mendapatkan keuntungan bila harga turun. Perhatikan skenario berikut. 

    Bila harga BTCUSDT-PERP naik menjadi $103,500, maka: 

    • Unrealized P&L-mu menjadi sebesar –$3,500 yang didapati dari: Unrealized P&L = (Harga Mark – Harga Entry) x Jumlah = ($100,000 – $103,500) x 1 = –$3,500
    • Dengan persentase Unrealized P&L bernilai –350% yang didapati dari: Unrealized P&L % =  –$3,500/$1,000 x 100%
    • Saldo Margin berubah menjadi $16,500 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 – $3,500 = $16,500 
    • Margin Tersedia akan bernilai sebesar $15,500 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance – Total Margin Order Terbuka = $16,500 – $1,000 – 0 = $15,500
    • Rasio margin berubah menjadi 6.06% yang didapati dari: rasio margin = Margin Maintenance/(Margin Tersedia + Total Margin Maintenance) *100% = $1,000/($15,500 + $1,000) = 6.06%

    Bila harga BTCUSDT-PERP turun menjadi $98,750, maka: 

    • Unrealized P&L-mu menjadi sebesar $1,250 yang didapati dari: Unrealized P&L = (Harga Mark – Harga Entry) x Jumlah = ($100,000 – $98,750) x 1 = $1,250
    • Dengan persentase Unrealized P&L bernilai 125% yang didapati dari: $1,250/$1,000 x 100%
    • Saldo Margin berubah menjadi $21,250 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 + $1,250 = $21,250
    • Margin Tersedia akan bernilai sebesar $15,500 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance – Total Margin Order Terbuka = $21,250 – $1,000 – 0 = $20,250
    • Rasio margin berubah menjadi 4.7% yang didapati dari: rasio margin = Margin Maintenance/(Margin Tersedia + Total Margin Maintenance) *100% = $1,000/($20,250 + $1,000) = 4.7%

     

  • Dampak posisi terhadap margin

    Posisi terbuka yang memiliki Unrealized P&L akan mempengaruhi nilai Saldo Margin, Dapat Dipindahkan, Sedang Digunakan, serta nilai-nilai margin lainnya yang dipengaruhi oleh Unrealized P&L. 

    Perhatikan tabel berikut untuk memahami perubahan nilai yang terjadi. Kondisi 1 menunjukan Unrealized P&L positif sebesar 3,500 USDT dan Kondisi 2 menunjukan Unrealized P&L negatif sebesar 3,500 USDT. 

    Misalkan kamu memiliki Saldo Wallet sebesar $20,000 dan membuka 1 posisi Long di BTCUSDT-PERP yang memiliki Margin Maintenance sebesar $1,000 dan Unrealized P&L positif sebesar $3,500, maka: 

    • Saldo Margin berubah menjadi $23,500 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 + $3,500 = $23,500 
    • Margin Tersedia akan bernilai sebesar $22,500 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance – Total Margin Order Terbuka = $23,500 – $1,000 – 0 = $22,500
    • Rasio margin akunmu bernilai sebesar 4.25% yang didapat dari: rasio margin = Margin Maintenance/(Margin Tersedia + Total Margin Maintenance) *100% = $1,000/($22,500 + $1,000)*100% = 4.25%
    • Sedang Digunakan akan bernilai $1,000 yang didapati dari: Sedang Digunakan = Margin Order + Margin Maintenance = 0 + $1,000 = $1,000
    • Dapat Dipindahkan akan bernilai $19,000 yang didapati dari: Dapat Dipindahkan = Saldo Wallet + Unrealized Losses – Margin Maintenance – Margin Order = $20,000 + 0 – $1,000 – 0 = $19,000

    Misalkan kamu memiliki Saldo Wallet sebesar $20,000 dan membuka 1 posisi Long di BTCUSDT-PERP yang memiliki Margin Maintenance sebesar $1,000 dan Unrealized P&L negatif sebesar –$3,500, maka: 

    • Saldo Margin berubah menjadi $23,500 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 – $3,500 = $16,500 
    • Margin Tersedia akan bernilai sebesar $22,500 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance – Total Margin Order Terbuka = $16,500 – $1,000 – 0 = $15,500
    • Rasio margin akunmu bernilai sebesar 4.25% yang didapat dari: rasio margin = Margin Maintenance/(Margin Tersedia + Total Margin Maintenance) *100% = $1,000/($15,500 + $,1000) *100% = 6.06%
    • Sedang Digunakan akan bernilai $1,000 yang didapati dari: Sedang Digunakan = Margin Order + Margin Maintenance  = 0 + $1,000 = $1,000
    • Dapat Dipindahkan akan bernilai $19,000 yang didapati dari: Dapat Dipindahkan = Saldo Wallet + Unrealized Losses – Margin Maintenance – Margin Order = $20,000 – $3,500 – $1,000 – 0 = $15,500.

     

  • Dampak memiliki 2 atau lebih posisi terbuka terhadap Margin

    Perhatikan tabel berikut untuk memahami perubahan nilai yang terjadi.

    Membuka 2 atau lebih posisi akan mempengaruhi nilai-nilai margin secara akumulatif sebagai berikut. Misalkan kamu memiliki Saldo Wallet sebesar $20,000 dan kamu memiliki 2 posisi yaitu: 

    1. Long di BTCUSDT-PERP yang memiliki Margin Maintenance sebesar $1,000 dan Unrealized P&L positif sebesar $3,500
    2. Short di ETHUSDT-PERP yang memiliki Margin Maintenance sebesar $1,000 dan Unrealized P&L negatif sebesar –$2,300

    Maka, nilai-nilai akun marginmu akan menjadi sebagai berikut: 

    • Saldo Margin berubah menjadi $21,200 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 + ($3,500 + (–$2,300))  = $21,200  
    • Margin Tersedia akan bernilai sebesar $22,500 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance – Total Margin Order Terbuka = $16,500 – $1,000 – 0 = $15,500
    • Rasio margin akunmu bernilai sebesar 4.25% yang didapat dari: rasio margin = Margin Maintenance/(Margin Tersedia + Total Margin Maintenance) *100% = ($1,000+$1,000)/$16,500 *100% = 6.06%
    • Sedang Digunakan akan bernilai $1,000 yang didapati dari: Sedang Digunakan = Margin Order + Margin Maintenance = 0 + $1,000 = 0 + $1,000 = $1,000
    • Dapat Dipindahkan akan bernilai $19,000 yang didapati dari: Dapat Dipindahkan = Saldo Wallet + Unrealized Losses – Margin Maintenance – Margin Order = $20,000 – $3,500 – $1,000 – 0 = $15,500.
  • Likuidasi
    Likuidasi terjadi ketika rasio margin akunmu bernilai 100%. Biasanya, rasio margin yang menyentuh 100% terjadi bila Margin Tersedia mendekati nilai 0. Hal ini terjadi karena

    Perhatikan tabel berikut untuk memahami perubahan nilai yang terjadi.

    Misalkan kamu memiliki Saldo Wallet sebesar $20,000 dan hanya memiliki 1 posisi Long di BTCUSDT-PERP dengan detail sebagai berikut:  

    • Kontrak: BTCUSDT-PERP
    • Harga Entry: $100,000
    • Leverage: 25x
    • Jumlah: 1 BTC 
    • Margin Maintenance: $1,000

    Maka, berdasarkan poin di atas, kamu memiliki Jumlah dalam USDT sebesar $100,000 dan rasio margin sebesar 5%. Dengan demikian: 

    • Margin Tersedia akan bernilai 0 bila Saldo Margin bernilai sama dengan Margin Maintenance yaitu $1,000 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance = 0 = Saldo Margin – $1,000 → Saldo Margin = $1,000
    • Saldo Margin bernilai $1,000 terjadi bila Unrealized P&L bernilai –$19,000 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 + Unrealized P&L = $1,000 → Unrealized P&L = –$19,000
    • Unrealized P&L bernilai –$19,000 terjadi bila harga BTCUSDT-PERP atau Harga Mark bernilai $81,000 yang didapati dari: Unrealized P&L = (Harga Mark – Harga Entry) x Jumlah = (Harga Mark – $100,000) x 1 → Harga Mark = $81,000

    Dalam kasus ini, $81,000 menjadi Harga Likuidasi posisi Long BTCUSDT-PERP milik Sobat Cuan. Bila nilai BTCUSDT-PERP mendekati $81,000, maka akan terjadi likuidasi pada akun margin. Berdasarkan hitungan di atas, kamu juga bisa melihat likuidasi terjadi bila nilai Saldo Margin = Total Margin Maintenance. 

    Dalam kasus akun margin yang memiliki 2 posisi atau lebih, kamu dapat menggunakan perhitungan yang sama tetap dengan mengakumulasi nilai Margin Maintenance. Dengan demikian, perlu diingat bahwa semakin banyak posisi yang kamu miliki, semakin besar risiko terjadinya likuidasi pada akun margin. Maka, selalu gunakan strategi trading yang bijak dan tepat untuk trading di Crypto Futures. 



Sumber : pluang.com

  • Cara Trading Crypto Futures di Pluang

    Step-by-Step Tutorial: Trading Crypto Futures Menggunakan Aplikasi Pluang

    Sekarang Pluang telah menyediakan Crypto Futures di aplikasi sebagai pilihan investasi baru Sobat Cuan. Raih potensi keuntungan lebih besar di aset kripto dengan Leverage 25x! Bagi kamu yang tertarik menggunakan Crypto Futures namun masih bingung menavigasi aplikasi Pluang untuk melakukan transaksi, artikel ini akan memandu kamu melalui hal-hal penting dalam Crypto Futures menggunakan aplikasi Pluang! 

     

    Cara mengisi Akun Margin USDT untuk memulai trading di Crypto Futures 

    Kamu akan trading Crypto Futures di akun yang berbeda dari Spot. Pluang menyediakan akun baru bernama Akun Margin USDT untuk memudahkan kamu dalam trading Spot dan Crypto Futures! Untuk memulai trading Crypto Futures, kamu perlu mengisi akun ini dengan USDT. 

    Pertama-tama, beli USDT melalui Akun Spot. 

    Bila sudah memiliki USDT di Akun Spot, pindahkan USDT tersebut ke Akun Margin USDT. Ikuti langkah-langkah berikut untuk memindahkan USDT: 

    1. Buka halaman Saldo 
    2. klik tab “Kripto” 
    3. Pada bagian Akun Margin USDT, klik “Tambah” 
    4. Tentukan jumlah USDT yang ingin kamu pindahkan dan selesaikan proses pemindahan.

    Cara menemukan halaman Crypto Futures

    Saatnya memulai perjalanan trading Crypto Futures! Temukan daftar aset kripto di Crypto Futures melalui cara-cara berikut: 

    1. Crypto Futures quick button pada Home Page. 
    2. List Crypto Futures pada Home Page.
    3. Tab Crypto Futures pada Explore Page.

    Bila kamu sudah menemukan daftar aset kripto di Crypto Futures, pilih kontrak yang ingin kamu trading

     

    Cara Melakukan order pada Crypto Futures

    Setelah kamu memilih salah satu kontrak Crypto Futures, layar akan menampilkan Futures Display Page sebagai berikut:

    Pada halaman ini, kamu dapat melihat harga, pergerakan harga, dan informasi lain yang kamu butuhkan tentang kontrak tersebut. Untuk mulai memasang order, pilih tombol “Sell (Short)” untuk memasang posisi Short atau tombol “Buy (Long)” untuk memasang posisi Long

     

    Memasang Posisi Long

    1. Pilih “Buy (Long)” di halaman kontrak yang telah kamu pilih. 
    2. Isi detail dari order posisi Long kamu
      1. Pantau likuiditas pasar dengan mengetuk tanda panah Order Book. 
      2. Kenali Reduce-Only dan Post-Only di sini

    Bila semuanya sudah sesuai, klik Tinjau Order dan selesaikan order kamu

    emasang Posisi Short

    1. Pilih “Sell (Short)” di halaman kontrak yang telah kamu pilih. 
    2. Isi detail dari order posisi Long kamu
    1. Pantau likuiditas pasar dengan mengetuk tanda panah Order Book 
    2. Kenali Reduce-Only dan Post-Only di sini

    Bila semuanya sudah sesuai, klik Tinjau Order dan selesaikan order kamu 

    Melihat posisi terbuka yang dimiliki

    Setelah membuka posisi trading di Crypto Futures, kamu dapat melihat seluruh posisi yang dimiliki dalam 1 halaman. Kamu dapat melihat posisi-posisi yang dimiliki di rincian Akun Margin USDT atau halaman Portofolio Futures. 

    1. Melihat Posisi terbuka di Akun Margin USDT
      1. Buka halaman Saldo
      2. klik tab “Kripto”
      3. Klik bagian “Akun Margin USDT”
      4. Kamu dapat melihat detail setiap posisi terbuka seperti Margin Maintenance dan harga likuidasi
        Pada halaman ini, kamu juga dapat melihat Saldo Margin yang bisa kamu gunakan untuk membuka posisi lain di Crypto Futures. Lihat juga nilai-nilai akumulasi dari posisi-posisi yang kamu miliki seperti Unrealized P&L, Sedang Digunakan, Dapat Dipindahkan, serta rasio margin. Gunakan informasi ini untuk mengetahui risiko yang kamu miliki dan menentukan strategi trading yang tepat. Pelajari lebih lengkap tentang istilah-istilah Crypto Futures di sini.
    2. Melihat Posisi terbuka di Portofolio Futures
      1. Buka halaman Portofolio
      2. Klik toggle “Futures” pada pojok kanan atas halaman 
      3. Kamu dapat melihat daftar setiap posisi terbuka milikmu dan Unrealized P&L pada setiap posisi

        Pada halaman ini, kamu juga dapat melihat akumulasi dari Margin Maintenance dan Unrealized P&L dari seluruh posisi yang kamu miliki. Gunakan informasi untuk mengetahui kondisi trading kamu di Crypto Futures.  



    Sumber : pluang.com

  • Risiko Short Options

    Setelah mengetahui bahwa Short Options memberikan potensi keuntungan yang terbatas (sebesar Premi) dengan imbalan risiko yang besar, bahkan berpotensi tidak terbatas untuk Short Call, Sobat Cuan harus memahami mengapa manajemen risiko adalah hal yang mutlak harus dilakukan.

    Meskipun kamu mendapatkan Premi di depan, kamu berisiko kehilangan jauh lebih banyak jika pergerakan harga tidak sesuai harapan.

    Risiko Utama dalam Options Shorts

    Risiko terbesar dari Options Shorts timbul dari kewajiban yang kamu ambil.

    1. Risiko Kerugian Tidak Terbatas atau Sangat Besar (Unlimited or Huge Loss Risk)

    Risiko kerugian tidak terbatas atau sangat besar (Unlimited or Huge Loss Risk) adalah risiko yang dialami ketika melakukan shorts options, disebabkan oleh perubahan harga Underlying Asset atau saham yang berlawanan arah dari prediksi. Untuk Short Call Option, penjual options akan mengalami Unlimited Loss Risk apabila harga Underlying Asset naik lebih dari Strike Price apalagi sampai signifikan. Sebaliknya untuk Short Put Option, Huge Loss Risk dapat terjadi apabila harga Underlying Asset turun lebih dari Strike Price.

    Risiko Unlimited Loss Call Option (Short Call):

    • Skenario: Kamu menjual Call Option untuk saham AAPL dengan Strike Price $100 maka kamu akan berharap harga saham AAPL akan stagnan atau turun lebih rendah dari Strike Price.
    • Risiko: Jika harga saham AAPL melonjak ke $150, pembeli akan mengeksekusi options mereka, dan kamu wajib menjual saham AAPL seharga $100 dan rugi $50 per lembar. Karena harga saham secara teori dapat terus naik tanpa batas, potensi kerugian Anda juga tidak terbatas

    Risiko Huge Loss Put Option (Short Put):

    • Skenario: Kamu menjual Put Option untuk saham TSLA dengan Strike Price $100 maka kamu akan berharap harga saham TSLA akan stagnan atau naik lebih tinggi dari Strike Price.
    • Risiko: Jika harga saham TSLA anjlok ke $50, pembeli akan mengeksekusi options mereka, dan kamu wajib membeli saham TSLA seharga $50 dan rugi $50 per lembar. Maksimal kerugian kamu dalam hal ini adalah apabila TSLA jatuh ke $0 dan mengalami kerugian sebesar $100 per lembar..

    2. Risiko Assignment (Pelaksanaan Kewajiban)

    Risiko Assignment dapat terjadi pada dua skenario ketika sedang membuka posisi short options. Assignment bisa terjadi ketika pembeli kontrak options memutuskan untuk mengeksekusi (exercise) kontraknya yang mungkin terjadi kapan saja (terutama options tipe Amerika). Kemungkinan assignment terjadi lebih besar ketika kamu, sebagai penjual kontrak options, sedang dalam posisi rugi. Hal ini mungkin terjadi karena ketika kamu dalam posisi rugi, pembeli kontrak options sedang dalam posisi untung dan lebih besar kemungkinan bahwa dia akan mengeksekusi kontraknya sehingga kamu akan mendapatkan assignment untuk melaksanakan kewajiban kamu sebagai penjual kontrak.

    Assignment juga mungkin terjadi ketika hingga expiration date, kamu tidak menutup posisi short options kamu yang sedang rugi. Karena pada saat expiration date, kontrak options yang menguntungkan bagi pembelinya akan otomatis tereksekusi. Ketika hal ini terjadi, maka kamu akan mendapatkan assignment dan harus melaksanakan kewajiban kamu sebagai penjual kontrak yaitu perlu menjual atau membeli saham pada strike price.

    • Implikasi: Assignment yang tidak terduga dapat memaksa kamu membeli (untuk Short Put) atau menjual (untuk Short Call) aset dasar pada harga yang tidak menguntungkan.

    3. Risiko Margin Call

    Sejumlah platform, termasuk Pluang, mengharuskan penjual options untuk menyisihkan sejumlah sahamnya (minimal 100 lembar, karena 1 kontrak mewakili 100 lembar saham) dan/atau uang tunai sebagai jaminan (collateral) untuk menutupi kewajiban mereka jika pembeli mengeksekusi options. Hal ini bisa menjadi risiko karena, jika kamu terkena assignment maka semua collateral kamu akan terjual baik dalam bentuk saham ataupun uang tunai. 

    Cara Mitigasi Risiko Short Options

    Meskipun risiko yang dihadapi oleh Option Writer sangat besar, terdapat strategi teruji yang digunakan trader profesional untuk mengelola dan membatasi risiko tersebut.

    1. Gunakan Strategi Covered (Tertutup)

    Jika kamu menjual kontrak options tanpa memiliki underlying asset sebagai jaminan (naked/uncovered short call) , kamu akan terekspos kerugian tidak terbatas. Strategi paling efektif dan termudah untuk membatasi risiko ini adalah dengan menggunakan strategi Covered Short.

    • Short Call (Covered Call): Jika kamu menjual Call Option dengan memiliki Underlying Asset sebagai jaminan.
      • Mitigasi Risiko: Jika harga saham naik tajam dan options dieksekusi, kamu hanya perlu menyerahkan saham yang sudah dimiliki. Kerugian dari options ditutupi oleh keuntungan yang diperoleh dari kenaikan harga saham yang dipegang.
    • Short Put (Cash Secured Put): Jika kamu menjual Put Option dengan memiliki uang tunai sebagai jaminan.
      • Mitigasi Risiko: Jika harga saham naik turun tajam dan options dieksekusi, kamu hanya perlu menyerahkan uang tunai yang sudah dimiliki.

    Dalam Pluang, trading Short Options mewajibkan kamu untuk menggunakan strategi tertutup baik untuk Short Call dan Short Put.

    2. Merencanakan Exit Strategy

    Jangan pernah biarkan posisi Short Options Sobat Cuan terkena assignment atau kedaluwarsa secara otomatis (terutama jika berisiko).

    • Aksi: Selalu siapkan strategi trading sesuai dengan profil risiko masing-masing. Hal ini bisa dibantu dengan menggunakan Buy-to-Close Order (perintah beli untuk menutup posisi jual) pada harga tertentu dan juga menggunakan fitur Take Profit atau Stop Loss (TP/SL) agar bisa mengamankan profit atau mengurangi kerugian yang berlebihan.

    3. Fokus pada options dengan waktu jatuh tempo yang pendek (High time decay)

    Pilih options dengan waktu jatuh tempo yang pendek (misalnya kurang dari 45 hari). Kenapa? Karena semakin dekat ke tanggal jatuh tempo, semakin sedikit waktu bagi harga saham untuk bergerak jauh atau berlawanan dengan posisi kamu. Artinya, peluang kamu untuk menang sebagai penjual options jadi lebih besar.

    Short Options adalah alat trading yang ampuh, menawarkan kesempatan untuk menghasilkan pendapatan (Premi) secara konsisten, terutama dalam pasar yang bergerak lambat atau datar. Namun, kekuatan ini datang dengan harga: kebutuhan untuk mengelola potensi kerugian yang besar.

    Kunci kesuksesan dalam Short Options bukanlah terletak pada seberapa banyak Premium yang kamu kumpulkan, melainkan seberapa efektif Anda membatasi dan melindungi modal kamudari lonjakan harga yang tiba-tiba. Dengan menerapkan strategi Covered, merencanakan exit strategy, dan fokus pada options dengan waktu jatuh tempo yang pendek, kamu dapat mengubah risiko yang tidak terbatas menjadi risiko yang terkelola dan terukur.



    Sumber : pluang.com

  • Short Call dan Short Put Options

    Dalam artikel sebelumnya, kita telah memahami bahwa Short Options berarti menjual (writing) kontrak options, yang memberikan kita kewajiban dan hak untuk menerima Premi di awal.

    Dua posisi dasar Short Options adalah Short Call (menjual kontrak Call Option) dan Short Put (menjual kontrak Put Option). Kedua strategi ini memiliki mekanisme dan profil risiko yang berbeda.

    1. Short Call (Menjual Kontrak Call Option)

    Ketika Sobat Cuan mengambil posisi Short Call, kamu menjual hak kepada pembeli (Long Call) untuk membeli Underlying Asset dari kamu pada Strike Price yang ditentukan. Tujuan kamu melakukan Short Call adalah agar kontrak options tersebut kedaluwarsa tanpa nilai, sehingga Premi yang diterima menjadi keuntungan maksimal yaitu ketika harga underlying asset bergerak stagnan, turun, atau naik tapi tidak melewati strike price.

    Bayangkan kamu memiliki pandangan bahwa harga saham Tesla (TSLA) tidak akan naik terlalu tinggi dalam waktu dekat. Untuk mendapatkan penghasilan tambahan, Anda memutuskan untuk menjual (write) kontrak Call Option.

    Misalkan, harga saham TSLA saat ini adalah $200 per lembar. Kamu menjual kontrak Call Option dengan Strike Price $205 yang akan berakhir bulan depan. Harga premi yang diterima untuk kontrak tersebut adalah $5 per lembar.

    Skenario Untung (Profit)

    Sobat akan mendapatkan keuntungan maksimum ketika harga TSLA pada tanggal kedaluwarsa berada di bawah Strike Price. Dalam skenario ini, pembeli options tidak akan mengeksekusi kontraknya karena mereka akan mengalami kerugian sehingga kontrak options tersebut kedaluwarsa tanpa nilai (Worthless).

    • Harga TSLA turun ke $200:
      Keuntungan Maksimum: Jumlah premi yang diterima.
      Profit/Loss = Premium Diterima

      = $5 x 100 lembar
      = $500 per kontrak (karena satu kontrak merepresentasikan 100 lembar saham).

    Skenario Breakeven

    Titik breakeven adalah saat keuntungan dari premi yang diterima sama persis dengan kerugian yang timbul karena harga aset naik, sehingga kamu tidak mengalami keuntungan maupun kerugian.

    Harga Breakeven = Strike Price + Premi Diterima

    = $205 + $5
    = $210

    Artinya kamu akan mulai rugi ketika harga saham TSLA naik melampaui $210.

    Skenario Rugi (Loss)

    Kerugian Anda akan terjadi ketika harga TSLA naik di atas Breakeven Point ($210). Perlu diingat, kerugian Short Call berpotensi tidak terbatas.

    • Harga TSLA naik menjadi $215:
      Profit/Loss = (Premium Diterima) – (Harga Saham Saat Ini – Strike Price)
      = $5 – ($215 – $205)
      = $5 – $10
      = -$5 = $5 x 100
      = -$500 per kontrak (karena satu kontrak merepresentasikan 100 lembar saham)

    Menutup Posisi Short Call (Buy to Close)

    Dalam praktiknya, trader sering menutup posisi Short sebelum kedaluwarsa dengan melakukan Buy to Close (membeli kembali kontrak yang sudah dijual). Hal ini biasa dilakukan untuk take profit atau cut loss sebelum tanggal kedaluwarsa untuk menghindari risiko assignment.

    Cara menghitung untung atau rugi adalah dengan menghitung selisih antara harga premi yang diterima dengan harga premi saat ingin menutup posisi (premi saat ini). Sobat Cuan akan untung jika premi turun, dan rugi jika premi naik.

    • Premi yang diterima: $5
    • Skenario Profit (Premi Turun):
      Misal harga TSLA tetap $200, dan premi turun menjadi $2.
      Profit/Loss = Premium diterima – Premi saat ini
      = $5 – $2 = $3 per lembar
      = $300 per kontrak (karena satu kontrak merepresentasikan 100 lembar saham)
    • Skenario Loss (Premi Naik):
      Misal harga TSLA naik tajam, dan premi naik menjadi $8.
      Profit/Loss = Premium diterima – Premi saat ini
      = $5 – $8 = -$3 per lembar
      = -$300 per kontrak (karena satu kontrak merepresentasikan 100 lembar saham)

    2. Short Put (Menjual Put Option)

    Ketika Sobat Cuan mengambil posisi Short Put, kamu menjual hak kepada pembeli (Long Put) untuk menjual Underlying Asset kepada kamu pada Strike Price

    Sekarang bayangkan harga saham NVDA saat ini adalah $450 per lembar. Kamu memutuskan menjual kontrak Put Option dengan Strike Price $440 yang akan berakhir bulan depan. Harga premi yang diterima untuk kontrak tersebut adalah $10 per lembar.

    Skenario Untung (Profit)

    Keuntungan maksimum terjadi jika harga NVDA pada tanggal kedaluwarsa berada di atas Strike Price. Pembeli Put Option tidak akan mengeksekusi karena akan mengalami kerugian sehingga kontrak akan kedaluwarsa tanpa nilai (worthless).

    • Harga NVDA di atas $440 (misal $450):
      Keuntungan Maksimum: Jumlah premi yang diterima.
      Profit/Loss = Premi Diterima
      = $10 per lembar
      = $10 x 100 lembar
      = $1,000 per kontrak (karena satu kontrak merepresentasikan 100 lembar saham).

    Skenario Impas (Breakeven Point)

    Titik breakeven adalah saat keuntungan dari premi yang diterima sama persis dengan kerugian yang timbul karena harga aset turun, sehingga kamu tidak mengalami keuntungan maupun kerugian.

    Harga Breakeven = Strike Price + Premi Diterima

    = $440 – $10
    = $430

    Artinya kamu akan mulai rugi ketika harga saham NVDA turun di bawah $430.

    Skenario Rugi (Loss)

    Kerugian Anda akan terjadi ketika harga NVDA turun di bawah Breakeven Point ($430). Perlu diingat, kerugian Short Put terbatas hingga harga aset turun ke nol, tetapi bisa sangat besar.

    • Harga TSLA turun menjadi $400:
      Profit/Loss = (Premium Diterima) – (Strike Price – Harga Saham Saat Ini)
      = $10 – ($440 – $400)
      = $10 – $40
      = -$30 = $30 x 100
      = -$3,000 per kontrak (karena satu kontrak merepresentasikan 100 lembar saham)

    Menutup Posisi Short Put (Buy to Close)

    Sama seperti Short Call, menutup posisi Short Put dengan Buy to Close adalah cara umum untuk merealisasikan P&L sebelum tanggal kedaluwarsa.

    • Premi yang diterima: $10
    • Skenario Profit (Premi Turun):
      Misal harga NVDA stabil atau naik, dan premi turun menjadi $4.
      Profit/Loss = Premium diterima – Premi saat ini
      = $10 – $4 = $6 per lembar
      = $600 per kontrak (karena satu kontrak merepresentasikan 100 lembar saham)
    • Skenario Loss (Premi Naik):
      Misal harga NVDA turun mendekati atau di bawah strike price, dan premi naik menjadi $15.
      Profit/Loss = Premium diterima – Premi saat ini
      = $10 – $15 = -$5 per lembar
      = -$500 per kontrak (karena satu kontrak merepresentasikan 100 lembar saham)

    Posisi Short Call dan Short Put adalah inti dari Options Trading yang berorientasi pada penerimaan premi. Kamu telah melihat bahwa keuntungan dari posisi ini terbatas, sedangkan risiko kerugiannya, terutama pada Short Call, berpotensi tidak terbatas. Inilah sebabnya mengapa Short Options membutuhkan disiplin yang sangat tinggi, pandangan kuat terhadap kondisi pasar, dan pengaturan strategi penutupan posisi (Buy to Close) yang disiplin.



    Sumber : pluang.com

  • Apa itu Short Options?

    Setelah mempelajari tentang Long Options, yaitu membeli kontrak options (baik Call Option maupun Put Option), saatnya melihat sisi sebaliknya dari Options Trading yaitu Short Options, atau sering disebut juga Selling/Writing Options (menjual kontrak options).

    Sebagai penyegar ingatan, penting untuk diingat bahwa Options Trading adalah permainan Zero-Sum, yang berarti untuk setiap pembeli (Long) yang menghasilkan keuntungan, pasti ada penjual (Short) yang mengalami kerugian, dan sebaliknya. Selain itu, ingatlah istilah kunci:

    • Premium: Harga yang dibayar pembeli kepada penjual untuk kontrak options.
    • Strike Price: Harga yang disepakati dalam kontrak options untuk melakukan transaksi aset dasar (Underlying Asset).
    • Expiration Date: Tanggal kadaluarsa kontrak options.

    Apa Itu Short Options?

    Definisi dan Peran Penjual Options

    Secara sederhana, Short Options adalah posisi di mana trader menjual atau menulis sebuah kontrak options.

    Dalam transaksi Options Trading, pihak yang menjual kontrak options dikenal sebagai Option Writer atau Seller. Ketika kamu mengambil posisi Short, kamu tidak lagi memegang hak seperti pembeli (Long Options), melainkan mengambil kewajiban untuk menjual atau membeli Underlying Asset jika pembeli options (Option Holder) memilih untuk mengeksekusi kontrak tersebut.

    Pada saat pembukaan posisi (Sell to Open), penjual options akan langsung menerima Premium (Premi) dari pembeli options. Premi inilah yang menjadi sumber pendapatan awal, sekaligus laba maksimum yang bisa didapatkan.

    Perbedaan Utama dengan Long Options

    Perbedaan mendasar antara Long Options dan Short Options terletak pada tiga hal: Hak vs. Kewajiban, Penerimaan Premi, dan Ekspektasi Pergerakan Harga.

    Aspek

    Long Options (Pembeli options)

    Short Options (Penjual/Writer options)

    Posisi

    Membeli (Long)

    Menjual/Menulis (Short)

    Peran

    Option Holder (Pemegang Hak)

    Option Writer/Seller (Pemegang Kewajiban)

    Aliran Dana Awal

    Membayar Premi (Uang keluar)

    Menerima Premi (Uang masuk)

    Potensi Keuntungan

    Tidak terbatas (tergantung pergerakan harga)

    Terbatas (maksimal sebesar Premi yang diterima)

    Potensi Kerugian

    Terbatas (maksimal sebesar Premi yang dibayar)

    Berpotensi Tidak Terbatas (risiko utama Short Options)

    Ekspektasi Pasar

    Membutuhkan pergerakan harga yang kuat dan cepat.

    Mendapat keuntungan jika harga tidak bergerak sesuai harapan pembeli, atau bahkan bergerak berlawanan.

    Mekanisme Kerja Short Options

    Bagaimana Short Options bekerja? Mari kita lihat dua skenario utama: Short Call dan Short Put.

    1. Short Call (Menjual Call Option)

    • Aksi: Kamu menjual (write) sebuah Call Option dan menerima Premi.
    • Kewajiban: Jika Option Holder mengeksekusi kontrak, kamu sebagai penjual kontrak wajib menjual Underlying Asset kepada pembeli seharga Strike Price.
    • Ekspektasi Keuntungan: Kamu berharap harga Underlying Asset tetap di bawah Strike Price hingga Expiration Date, atau bahkan turun. Jika itu terjadi, Call Option akan kedaluwarsa tanpa nilai (Worthless), dan Premium yang diterima menjadi keuntungan bersih.
    • Risiko: Jika harga Underlying Asset melonjak tajam di atas Strike Price, kamu diwajibkan menjual Underlying Asset dengan harga Strike Price, yang jauh lebih murah daripada harga pasar (Market Price), dan kerugian bisa tidak terbatas.

    2. Short Put (Menjual Put Option)

    • Aksi: Kamu menjual (write) sebuah Put Option dan menerima Premi.
    • Kewajiban Anda: Jika Option Holder mengeksekusi kontrak, kamu sebagai penjual kontral wajib membeli Underlying Asset dari pembeli seharga Strike Price.
    • Ekspektasi Keuntungan: Kamu berharap harga Underlying Asset tetap di atas Strike Price hingga Expiration Date, atau bahkan naik. Jika itu terjadi, Put Option akan kedaluwarsa tanpa nilai, dan Premi yang diterima menjadi keuntungan bersih.
    • Risiko: Jika harga anjlok di bawah Strike Price, kamu diwajibkan membeli Underlying Asset dengan harga yang jauh lebih mahal daripada harga pasar (Market Price). Kerugian kamu berpotensi besar, tetapi terbatas hingga harga Underlying Asset turun ke nol.

    Mengapa Trader Melakukan Short Options?

    Meskipun memiliki potensi risiko yang besar, Short Options adalah strategi yang populer di kalangan trader dan investor berpengalaman. Berikut adalah alasan utamanya:

    1. Mendapatkan Tambahan Penghasilan (Income Generation)

    Tujuan utama menjual options adalah untuk mengumpulkan Premi. Penjual options menerima uang tunai di awal transaksi, dan jika options tersebut kedaluwarsa tanpa dieksekusi, seluruh Premi tersebut menjadi profit. Ini sering digunakan oleh trader yang ingin mendapatkan profit tambahan dari aset yang sudah mereka miliki, misalnya sudah memiliki lebih dari 100 lembar saham NVDA, dibandingkan dengan membiarkannya diam saja atau turun, trader bisa menjual kontrak Short Call dan mendapatkan penghasilan tambahan dari premi yang didapatkan.

    2. Mengambil Keuntungan di Pasar yang Stagnan

    Long Options membutuhkan pergerakan harga yang besar dan cepat untuk menghasilkan keuntungan. Short Options justru sebaliknya. Penjual options mendapat keuntungan dalam kondisi:

    • Harga bergerak stagnan (tidak naik atau turun secara signifikan).
    • Harga bergerak sedikit berlawanan dengan harapan pembeli.

    Sebab, selama harga aset tetap di sekitar atau melenceng dari Strike Price sedemikian rupa sehingga options tersebut tidak menguntungkan bagi pembeli untuk dieksekusi, penjual akan menang.

    Catatan Penting Mengenai Risiko

    Harus ditekankan kembali: Risiko utama dalam Short Options adalah potensi kerugian yang tidak terbatas (pada Short Call) atau berpotensi besar (pada Short Put).

    Untuk membuka posisi Short Options, trader perlu menyisihkan sejumlah sahamnya (minimal 100 lembar, karena 1 kontrak mewakili 100 lembar saham) dan/atau uang sebagai jaminan (collateral) untuk menutupi kewajiban mereka jika pembeli mengeksekusi options. Oleh karena itu, Short Options umumnya tidak direkomendasikan untuk investor pemula tanpa pemahaman risiko dan strategi manajemen risiko yang mendalam.



    Sumber : pluang.com

  • Apa Itu Saham? Memahami Dasar Investasi di Pasar Modal Indonesia

    Memahami investasi di pasar modal Indonesia dapat membantu kamu dalam beberapa hal seperti menghindari keputusan spekulatif, memahami risiko dan potensi keuntungan, dan memilih saham yang sesuai dengan tujuan keuangan pribadi.

    Apa itu Saham dan Pasar Modal?

    Secara sederhana, saham adalah bukti kepemilikan seseorang atas suatu perusahaan. Ketika sebuah perusahaan membutuhkan modal untuk mengembangkan bisnisnya, mereka bisa menjual sebagian kepemilikannya kepada publik. Inilah yang disebut dengan “Go Public” atau Penawaran Umum Perdana atau dikenal juga dengan Initial Public Offering (IPO).

    Sebagai contoh, PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA) adalah salah satu perusahaan terbuka di Indonesia. Ketika kamu membeli satu lembar saham BBCA, kamu secara sah menjadi salah satu pemilik dari bank tersebut, meskipun hanya dalam porsi yang sangat kecil. Sebagai pemilik, kamu berhak mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan (dividen) dan memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

    Tempat di mana saham-saham ini diperjualbelikan disebut Pasar Modal. Di Indonesia, Pasar Modal difasilitasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Di sinilah para investor bisa membeli dan menjual saham perusahaan-perusahaan yang sudah terdaftar. Pergerakan harga saham di BEI diukur dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

    Mengapa Investasi di Saham Indonesia?

    Investasi saham di Indonesia menawarkan beberapa keunggulan unik sebagai aset investasi:

    • Potensi Pertumbuhan Ekonomi: Indonesia adalah salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Pertumbuhan ekonomi yang stabil mendorong kinerja perusahaan-perusahaan lokal. Dengan berinvestasi di saham Indonesia, kamu secara tidak langsung turut berpartisipasi dan mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan ekonomi nasional.
    • Akses ke Berbagai Sektor Unggulan: BEI memiliki banyak perusahaan dari berbagai sektor yang kuat dan fundamentalnya baik. Kamu bisa berinvestasi di sektor perbankan (misalnya BBCA, BBRI), telekomunikasi (TLKM), barang konsumsi (UNVR, INDF), hingga energi dan pertambangan (ADRO, PTBA). Diversifikasi ini memungkinkan kamu menyebar risiko dan memanfaatkan peluang di berbagai industri.
    • Perlindungan Investor: Pasar modal Indonesia diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setiap transaksi jual beli saham dilakukan melalui perusahaan sekuritas yang terdaftar dan diawasi ketat. Hal ini memberikan jaminan keamanan dan perlindungan bagi para investor.

    Saham Indonesia Dibandingkan Dengan Kripto dan Emas

    Untuk memahami kekuatan saham, penting untuk membandingkannya dengan aset investasi populer lainnya:

    • Saham vs. Kripto:
      • Saham: Memiliki nilai intrinsik karena didukung oleh kinerja perusahaan yang nyata, seperti aset fisik, produk, dan profitabilitas. Saham diatur dan diawasi oleh OJK.
      • Kripto: Aset digital yang nilainya sangat fluktuatif dan sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar. Meskipun memiliki potensi keuntungan tinggi, risikonya juga jauh lebih besar dan regulasinya masih berkembang.
    • Saham vs. Emas:
      • Saham: Berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang yang lebih tinggi melalui kenaikan harga dan dividen. Saham bersifat produktif karena uang kamu digunakan perusahaan untuk berekspansi, menciptakan lapangan kerja, dan menghasilkan keuntungan.
      • Emas: Bertindak sebagai penyimpan nilai yang baik (safe haven) saat ekonomi tidak stabil. Keuntungan dari emas hanya didapatkan dari kenaikan harganya, tidak ada dividen. Emas cenderung tidak menghasilkan imbal hasil setinggi saham dalam jangka panjang.

    Bagaimana Cara Mendapatkan Keuntungan dari Investasi Saham?

    Sobat Cuan bisa mendapatkan keuntungan dari investasi saham melalui dua cara utama:

    1. Capital Gain: Ini adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih harga jual dan harga beli saham. Jika kamu membeli saham dengan harga Rp 1.000 per lembar dan menjualnya saat harganya naik menjadi Rp 1.500, maka kamu mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 per lembar.
    2. Dividen: Dividen adalah bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham. Pembagian dividen biasanya dilakukan setahun sekali atau lebih, tergantung kebijakan perusahaan. Kamu akan menerima dividen sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki, tanpa harus menjualnya.

    Kesimpulan

    Saham adalah salah satu instrumen investasi paling kuat untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang. Dengan memahami dasar-dasar ini dan memilih saham perusahaan yang memiliki fundamental baik, kamu tidak hanya berinvestasi untuk masa depan finansial kamu, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Artikel ini hanya berupa fondasi dalam perjalanan memahami Saham Indonesia, jangan lupa untuk pelajari artikel-artikel selanjutnya untuk mengenal saham Indonesia lebih jauh lagi!



    Sumber : pluang.com