Author: 09

  • 7. Pluang Web Trading vs. TradingView

    7.1 Keunggulan Pluang Web Trading dibandingkan dengan TradingView Versi Gratis

     

    Disamping berbagai fitur yang telah diadopsi Pluang Web Trading dari platform trading terkemuka TradingView, berikut ini sejumlah keunggulan Pluang Web Trading:

    1. Indikator

    Kamu dapat menggunakan indikator tanpa batasan per grafik di Pluang Web Trading, sedangkan kamu hanya dapat menggunakan 2 indikator per grafik dengan menggunakan TradingView Gratis.

    2. Watchlist

    Pluang Web Trading memungkinkan kamu membuat 15 watchlist, sedangkan TradingView Gratis hanya 1 watchlist.

    3. Layout yang Dapat Disimpan

    Pluang Web Trading memungkinkan kamu menyimpan 10 layout, sedangkan TradingView Gratis hanya 1 layout.

    4. Charts Per Tab

    Pluang Web Trading menyediakan fitur ‘Charts Per Tab’ hingga 8 charts bagi semua pengguna. Fitur Charts per Tab di platform TradingView hanya tersedia bagi pengguna berbayar.

    5. Price Alerts

    Pluang Web Trading menyediakan fitur ‘Price Alert’ hingga 20 price alert bagi seluruh penggunanya. TradingView membatasi jumlah price alert yang dapat dibuat dengan  maksimal lima price alert bagi pengguna gratis. Pengguna berbayar dapat mengakses fitur ini dalam limit tertentu bergantung pada subscribe plan-nya.

     

    Untuk mendapatkan fitur-fitur seperti yang ditawarkan Pluang di TradingView, pengguna harus membayar biaya berlangganan bulanan/tahunan ke TradingView. Dengan menggunakan platform Pluang untuk trading, kamu bisa menikmati fitur eksklusif yang seharusnya berbayar di TradingView secara gratis. Tunggu apa lagi, cobain sekarang! 

    COBAIN WEB TRADING SEKARANG!*



    Sumber : pluang.com

  • Cara Trading Options di Pluang

    Sekarang Pluang telah menyediakan options di aplikasi untuk dijadikan pilihan investasi Sobat Cuan. Pluang options yang disediakan sudah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI dan sama dengan options yang sudah diregulasi oleh regulator AS (SEC dan OCC) yang sudah diperjualbelikan di seluruh dunia. Bagi Sobat Cuan yang tertarik menggunakan options namun masih bingung menavigasi aplikasi Pluang untuk melakukan transaksi options, artikel ini akan memandu Sobat Cuan melalui hal-hal penting dalam options trading menggunakan aplikasi Pluang, mulai dari cara menemukan halaman options hingga mengeksekusi pembelian pertama Sobat Cuan. 

    Cara Menemukan Halaman Options

    Perjalanan options trading Sobat Cuan dapat dimulai dengan masuk ke halaman options. Terdapat tiga cara untuk masuk ke halaman options tersebut, yaitu melalui:

    1. “Options trading” call-to-action button pada home page.
    2. Halaman aset saham AS.
    3. Halaman search.

    Onboarding Page

    Jika Sobat Cuan baru pertama kali membuka halaman options, maka Sobat Cuan akan disambut oleh onboarding page yang di dalamnya terdapat pengenalan singkat mengenai options. Sobat Cuan juga bisa belajar lebih lanjut mengenai options melalui artikel-artikel Pluang dengan cara klik tombol “Learn more about options basics ->

    Setelah mempelajari mengenai dasar-dasar options, Sobat Cuan bisa klik tombol “Start Options Trading” di bawah halaman untuk masuk ke halaman options trading.

    Options Explore Page

    Ketika sudah selesai melakukan onboarding terhadap options trading, Sobat Cuan bisa memulai mencari kontrak options yang mau dibeli dengan mengeksplor options explore page.

    Easy Options

    1. Pilih underlying asset saham atau ETF yang kamu tertarik untuk beli pada drop down yang tersedia.
    2. Pilih apakah pandangan market kamu terhadap aset tersebut akan naik atau turun.
    3. Klik tombol “Temukan Kontrak” untuk mencari kontrak yang sesuai dengan pandangan market kamu

    Peringkat Kontrak

    1. Cara lain untuk menemukan kontrak yang kedua adalah dengan menggunakan fitur filter peringkat kontrak.
    2. Kamu bisa mengurutkan performa kontrak dengan mengurutkan filter ini.
    3. Pilih filter “Volume” untuk mengurutkan performa kontrak selama satu hari kebelakang berdasarkan kontrak dengan jumlah volume terbesar atau terkecil.
    4. Pilih filter “Price Change” untuk mengurutkan performa kontrak selama satu hari kebelakang berdasarkan kontrak dengan perubahan harga terbesar atau perubahan harga terkecil.
    5. Pilih filter “OI Value” untuk mengurutkan performa kontrak selama satu hari kebelakang berdasarkan kontrak dengan nilai open interest terbesar atau terkecil.

    Saham Favorit

    Sobat Cuan juga bisa mengeksplor kontrak-kontrak options yang tersedia berdasarkan saham-saham favorit para trader pada halaman ini. Aset yang ditampilkan merupakan aset yang sering dipilih oleh para trader options. Aset ini diurutkan secara otomatis berdasarkan total volume kontrak, yang juga menunjukkan aktivitas trading dan popularitasnya di antara para trader.

    Pelajari tentang Options Trading

    Pada halaman explore Sobat Cuan juga bisa menemukan bagian pelajari tentang options trading. Pada bagian ini, kamu bisa mempelajari mengenai options trading secara lebih dalam dengan membaca artikel-artikel yang membahas options trading untuk membantu kamu untuk menguasai options trading.

    Membeli Kontrak Options

    Berikut ini adalah tampilan halaman options trading di dalam aplikasi Pluang. Untuk melakukan transaksi options, Sobat Cuan bisa melakukan tahap-tahap berikut:

    1. Pilih panah ke atas atau ke bawah berdasarkan pandangan pasar, panah hijau ke atas apabila pandangan pasar adalah bullish dan panah merah ke bawah apabila pandangan pasar adalah bearish.
    2. Pilih tanggal kedaluwarsa (expiration date) yang cocok untuk pandangan pasar dengan pilihan tombol “Dalam 1 Minggu”, “Dalam 1 Bulan” dan “Lebih dari 1 Bulan” dan pilih tanggal kedaluwarsanya.
    3. Pilih kontrak yang kamu pikir paling cocok untuk pandangan pasar kamu.
    4. Setelah memilih kontrak, kamu akan masuk ke tampilan ringkasan dari kontrak tersebut. Halaman ini akan menunjukkan detail mengenai kontrak tersebut, yang berisikan informasi seperti strike price hingga greeks.
    5. Klik tombol “Beli” untuk masuk ke halaman detail pembelian. Di bagian atas halaman ini terdapat keterangan order book untuk melihat volume dari kontrak tersebut untuk menunjukkan likuiditas kontrak tersebut.
    6. Apabila kontrak yang kamu pilih memiliki likuiditas yang rendah, maka akan ada simbol yang menandakan bahwa kontrak tersebut memiliki likuiditas rendah untuk memperingatkan kamu bahwa ada kemungkinan order yang akan kamu buat tidak akan terlaksanakan.
    7. Pada halaman ini kamu juga bisa mengatur pembelian kontrak options seperti tipe order dan jumlah kontrak. Tipe order yang bisa kamu pilih untuk pembelian options adalah market order, limit order, stop order, dan stop-limit order
    8. Terdapat juga terdapat grafik P&L dari pembelian yang akan dieksekusi untuk membantu kamu memvisualisasikan kemungkinan breakeven, profit, dan loss.
    9. Klik tombol “Tinjau Order” untuk meninjau pembelian kamu sebelum melakukan transaksi.
    10. Klik tombol “Buat Order” untuk melakukan pembelian kontrak options kamu.

    Melihat Riwayat Transaksi

    1. Sobat Cuan bisa melihat riwayat transaksi options trading pada halaman “Riwayat Transaksi” pada aplikasi Pluang.
    2. Dalam halaman ini kamu bisa melihat posisi options trading yang sedang berlangsung beserta dengan gain yang didapatkan.
    3. Kamu juga bisa melihat sejarah pembelian dan penjualan options trading yang sebelum-sebelumnya.
    4. Kamu bisa cek kembali detail order yang pernah dilakukan dan yang sedang berlangsung dengan cara klik salah satu baris untuk masuk ke halaman detail transaksi.

     Menjual Kontrak Options (Manual)

    Tentunya setelah berhasil melakukan transaksi options trading Sobat Cuan perlu menjual posisi options yang kamu miliki untuk merealisasikan pendapatan. Berikut adalah cara untuk menutup posisi options kamu dengan cara sell to close pada aplikasi Pluang.

    1. Kamu bisa menemukan posisi options yang sedang berlangsung di halaman riwayat transaksi atau pada halaman portofolio aset.
    2. Klik posisi yang ingin kamu tutup untuk masuk ke halaman detail posisi tersebut untuk melihat detail status posisi tersebut. Selanjutnya kamu bisa klik tombol “Jual” untuk masuk ke halaman penjualan.
    3. Pada halaman penjualan, kamu bisa mengatur cara penjualan melalui tipe order, harga limit, dan jumlah kontrak yang ingin dijual. Setelah semua sudah disesuaikan, kamu bisa klik tombol “Tinjau Order” untuk review penjualan yang ingin dieksekusi.
    4. Klik “Buat Order” untuk mengeksekusi penjualan kontrak kamu, dan otomatis sell order tersebut akan masuk ke halaman riwayat transaksi Pluang kamu

    Auto Sell to Close Pluang

    Pluang akan secara otomatis menutup posisi options Sobat Cuan sekitar 30 menit sebelum waktu kedaluwarsa. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko yang terjadi apabila kamu lupa menutup posisi options kamu dan terekspos kepada risiko exercise pada saat kedaluwarsa. Sobat Cuan akan menerima peringatan berupa push notification dari aplikasi Pluang sebelum penjualan otomatis dilakukan. Order ini dapat kamu lihat di halaman riwayat transaksi dengan keterangan bahwa order dieksekusi otomatis oleh sistem karena kontrak hampir kedaluwarsa.

    Disclaimer

    • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
    • Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



    Sumber : pluang.com

  • Terminologi Umum Options Trading

    Setelah membaca artikel pertama mengenai options trading, mungkin Sobat Cuan baru mendengar beberapa terminologi yang tidak umum diketahui. Namun, Sobat Cuan tidak perlu terlalu khawatir karena pada intinya, options trading berkisar pada beberapa istilah fundamental yang membentuk instrumen keuangan ini. Pada artikel ini, Sobat Cuan akan belajar mengenai beberapa terminologi umum yang terkait dengan options trading.


    1. Strike Price
      Strike price adalah harga dimana pemegang options memiliki hak untuk membeli (dalam kasus call options) atau menjual (dalam kasus put options) underlying asset. Ini adalah harga yang telah ditentukan dimana transaksi terjadi jika options dieksekusi (exercise).
    2. Underlying Asset dan Underlying Price
      Underlying asset atau aset acuan mengacu pada aset yang mendasari kontrak options tersebut. Underlying asset ini dapat berupa saham, indeks, komoditas, atau instrumen keuangan lainnya. Sedangkan underlying price adalah harga pasar dari underlying asset tersebut. Nilai kontrak options terkait erat dengan pergerakan underlying price. Jika underlying price bergerak menguntungkan pemegang options, nilai options biasanya meningkat, dan sebaliknya.
    3. Expiration Date
      Expiration date, atau tanggal kedaluwarsa, adalah tanggal di mana kontrak options tidak berlaku lagi. Ini adalah batas waktu di mana pemegang options harus memutuskan apakah akan menggunakan options atau membiarkannya kedaluwarsa tanpa nilai. Kontrak options memiliki tanggal kedaluwarsa yang beragam, bisa mingguan, bulanan, 3 bulan, hingga lebih dari 1 tahun. Setelah tanggal kedaluwarsa, kontrak options menjadi tidak berharga, dan pemegang options kehilangan hak untuk membeli atau menjual aset.
    4. Premium
      Premium atau premi adalah harga yang dibayarkan oleh pembeli options untuk hak yang terdapat dalam kontrak options (membeli atau menjual aset). Harga premium bisa dibilang sebagai biaya untuk membeli sebuah kontrak options dan ditentukan oleh berbagai faktor, termasuk underlying price, volatilitas, waktu kedaluwarsa, dan kondisi pasar yang berlaku.
    5. Open Interest
      Open interest adalah jumlah total kontrak options yang beredar (baik call maupun put) yang belum di-exercise atau ditutup. Secara garis besar, open interest memberikan indikasi aktivitas perdagangan dan likuiditas options tersebut. Angka open interest yang tinggi biasanya menunjukkan bahwa ada banyak peserta di pasar tersebut, yang dapat menyebabkan likuiditas yang lebih baik dan spread bid-ask yang lebih sempit, sementara open interest yang rendah dapat menunjukkan aktivitas dan likuiditas yang lebih sedikit. Angka open interest yang ditunjukkan biasanya merupakan angka open interest satu hari sebelumnya dan akan diperbarui setiap hari.
    6. In-The-Money (ITM)
      In-the-money (ITM) merupakan salah satu dari tiga status atau posisi dimana sebuah kontrak options berada. Sebuah options dianggap ITM jika underlying price menguntungkan untuk mengeksekusi options tersebut. Untuk call options, ini berarti underlying price lebih tinggi daripada strike price, sedangkan untuk put options, ini berarti underlying price lebih rendah daripada strike price. Options yang ITM biasanya memiliki harga premium yang lebih tinggi.
    7. At-the-Money (ATM)
      Status atau posisi kedua dari sebuah options adalah at-the-money (ATM). Sebuah options dikatakan ATM jika underlying price sama dengan strike price. Options ATM berada di antara profitabilitas dan kerugian. Options ini sering kali sensitif terhadap perubahan harga dan volatilitas underlying asset.
    8. Out-of-the-Money (OTM)
      Status atau posisi terakhir dari sebuah options adalah out-of-the-money (OTM). Sebuah options dikatakan OTM jika underlying price tidak menguntungkan untuk mengeksekusi options tersebut. Untuk call options, ini berarti underlying price lebih rendah daripada strike price, sedangkan untuk put options, ini berarti underlying price lebih tinggi daripada strike price. Options OTM biasanya memiliki harga premium yang relatif lebih murah tetapi lebih berisiko.
    9. Long
      Long adalah posisi dimana kamu membeli sebuah kontrak options baik call options maupun put options. Posisi ini memberikan kamu hak untuk membeli atau menjual underlying asset dengan risiko yang terbatas oleh premium.
    10. Short
      Short adalah posisi dimana kamu menjual sebuah kontrak options baik call options maupun put options. Posisi ini mengekspos kamu terhadap kewajiban untuk membeli atau menjual underlying asset dengan profit yang terbatas oleh premium. (Fitur ini belum hadir di Pluang Options Trading)*
    11. Exercise
      Exercise merupakan salah satu metode merealisasikan pendapatan options trading kamu untuk posisi long options. Ketika kamu melakukan exercise atau mengeksekusi kontrak options, kamu menggunakan hak kamu sebagai pemegang (pembeli) options untuk membeli (dalam kasus call options) atau menjual (dalam kasus put options) underlying asset pada harga strike price. Hal ini dapat dilakukan kapan saja sebelum options berakhir, tergantung pada jenis options (Amerika vs Eropa).
    12. Assignment
      Berbalik dengan exercise, assignment adalah kewajiban kamu sebagai penjual options (posisi short options) ketika pihak pembeli options yang kamu jual memutuskan untuk mengeksekusi haknya. Dalam hal ini, kamu akan memiliki kewajiban untuk membeli atau menjual underlying asset pada strike price kepada pembeli kontrak options kamu sesuai dengan apa yang tertera pada kontrak options yang kamu jual.
    13. Sell to close
      Sell to close merupakan metode yang lebih umum untuk merealisasikan keuntungan bagi seseorang yang memiliki posisi long options. Metode ini dilakukan dengan cara menutup posisi long options dan mendapatkan keuntungan dari perubahan harga premium.
    14. Buy to close
      Berbalik dengan sell to close, buy to close adalah metode yang lebih umum digunakan untuk merealisasikan keuntungan bagi seseorang yang memiliki posisi short options. Metode ini dilakukan dengan cara membeli kembali options yang telah mereka jual untuk menutup posisi short options mereka dan mendapatkan keuntungan dari perubahan harga premium.

    Kesimpulannya, memahami terminologi umum ini sangat penting bagi siapa pun yang terjun ke dunia options trading. Dengan memahami konsep-konsep yang sudah dijelaskan di atas, Sobat Cuan dapat membuat keputusan yang tepat, menyusun strategi trading yang efektif, dan menavigasi kerumitan pasar options dengan penuh percaya diri.

    • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
    • Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



    Sumber : pluang.com

  • Apa itu Options Trading?

    Dalam dunia finansial, options trading adalah aset trading yang menarik dan serbaguna yang menawarkan berbagai peluang kepada para investor. Namun, bagi banyak orang, dunia options trading bisa tampak menakutkan dan rumit. Jangan takut, artikel ini akan mengungkap seluk beluk options trading, mengeksplorasi konsep dasar, penggunaan, keuntungan, dan jenisnya untuk membekali Sobat Cuan dengan pengetahuan untuk memulai perjalanan options trading-mu!

    Apa itu Options Trading?

    Bayangkan kalau Sobat Cuan mendapat kabar bahwa akan ada pembangunan perumahan di suatu daerah. Kamu mendengar juga bahwa nanti di dekat perumahan tersebut akan dibangun bermacam-macam fasilitas seperti tol, stasiun, dan mall perbelanjaan. Dikabarkan kalau ingin membeli salah satu unit di perumahan tersebut sekarang harganya adalah Rp 1,5 miliar. Setelah mendengar berita tersebut, kamu tertarik untuk membeli satu unit rumah karena harganya dan lokasinya yang sangat menarik, tapi kamu masih sedikit ragu dengan berita pembangunan fasilitas lainnya.

    Tentunya kalau kamu menunggu rumah dan fasilitas selesai dibangun, maka harganya akan jauh lebih mahal. Untuk membantu mengambil keputusan, developer perumahan ini mengedarkan sebuah kupon Nomor Urut Pemesanan (NUP) yang memberikan kamu hak untuk membeli rumah kamu 1 tahun lagi tetap dengan harga Rp 1,5 miliar, tapi kamu harus membayar premi NUP tersebut sebesar Rp 10 juta.

    Misalkan dalam 1 tahun ke depan benar terjadi pembangunan fasilitas tol, stasiun, dan mall perbelanjaan seperti berita yang pernah kamu dengar. Harga satu unit rumah dalam perumahan tersebut naik harganya menjadi Rp 2 miliar, dengan NUP kamu, kamu berhak untuk membeli rumah tersebut tetap di harga Rp 1,5 miliar, maka kamu bisa dibilang untung sebesar Rp 500 juta (dikurangi dengan premi NUP sebesar Rp 10 juta menjadi Rp 490 juta). 

    Namun sebaliknya, jika dalam satu tahun ke depan ternyata pembangunan fasilitas lainnya terhenti dan harga satu unit rumah turun menjadi hanya Rp 1 miliar, kamu tidak perlu menggunakan NUP kamu untuk membeli rumah di harga Rp 1,5 miliar dan bisa langsung membeli rumah seharga Rp 1 miliar saja. Namun perlu diingat, NUP kamu akan hangus dan akan kehilangan seluruh premi yang kamu bayar seharga Rp 10 juta.

    Analogi pembelian rumah dengan NUP ini merangkum esensi options trading. Bayangkan saja kalau options adalah kupon NUP untuk sebuah aset finansial seperti saham, ETF, dan kripto. Secara formalnya pengertian options adalah sebagai berikut:

    Options adalah sebuah kontrak yang memberikan hak, tetapi bukan kewajiban, kepada pemegangnya (pembeli) untuk membeli atau menjual sebuah aset acuan (underlying asset) pada harga yang sudah ditentukan sebelumnya (strike price) dalam jangka waktu tertentu. Pembeli membayar premi (premium) untuk hak istimewa ini.

    Dalam options trading, terdapat dua metode untuk mengambil keuntungan, yaitu dengan mengeksekusi (exercise) kontrak kamu jika kontrak kamu menguntungkan sebelum atau saat kedaluwarsa. Maksud dari exercise adalah membeli atau menjual saham sesuai yang tertera pada kontrak. Metode kedua adalah dengan menutup posisi kamu (sell to close), yaitu dengan cara menjual kontrak kamu dan mengambil untung dari perubahan harga premium kontrak options tersebut. Harga premium sebuah kontrak dapat berubah karena faktor-faktor tertentu. Hal ini akan dibahas pada artikel-artikel berikutnya.

    Jenis-Jenis Options Trading

    Options trading dapat dikategorikan menjadi dua jenis berdasarkan underlying asset dan cara eksekusi:

    1. Call options dan put options: Call options memberikan hak kepada pembeli untuk membeli underlying asset pada strike price sebelum tanggal kedaluwarsa, sedangkan put options memberikan hak kepada pembeli untuk menjual aset pada strike price. Call options mendapatkan keuntungan dari kenaikan underlying price, sedangkan put options mendapatkan keuntungan dari penurunan underlying price. Penjelasan lebih lanjut akan kita bahas pada artikel-artikel berikutnya.
    2. Options Amerika dan Eropa: Options Amerika dapat dieksekusi (exercise) kapan saja sebelum kedaluwarsa, sedangkan options Eropa hanya dapat dieksekusi pada saat kedaluwarsa. Mayoritas options yang diperdagangkan adalah options Amerika, yang menawarkan fleksibilitas yang lebih besar bagi pemegangnya. (Pluang hanya menyediakan options trading Amerika)

    Kegunaan Options Trading

    Options trading memiliki tiga tujuan utama:

    1. Spekulasi: Trader dapat berspekulasi mengenai pergerakan harga aset tanpa harus memilikinya secara langsung. Dengan membeli call options (yang nilainya meningkat seiring kenaikan underlying asset) atau put options (yang nilainya meningkat seiring penurunan underlying asset), trader dapat memperoleh keuntungan dari pergerakan pasar dengan risiko terbatas.
    2. Perlindungan: Options dapat bertindak sebagai asuransi terhadap pergerakan harga yang merugikan. Dengan membeli put option, investor dapat melindungi portofolio mereka dari risiko penurunan. Jika pasar menurun, nilai put option meningkat, mengimbangi kerugian pada underlying asset. Options juga memiliki batasan kerugian yang jelas, apabila hipotesis pasar kamu salah maka batasan kerugian yang akan kamu alami akan terbatas oleh premium yang kamu bayar untuk options tersebut sama seperti analogi NUP rumah di atas.
    3. Diversifikasi portfolio: Options bisa dijadikan salah satu aset untuk menambah diversifikasi portfolio. Options memberikan fleksibilitas dalam portfolio Sobat Cuan karena options menyediakan strategi yang bisa digunakan ketika pasar sedang bullish atau bearish.

    Pro dan Kontra Options Trading

    Options trading menawarkan beberapa keuntungan:

    1. Fleksibel: Options dapat dimanfaatkan oleh berbagai tipe trader dalam berbagai jenis keadaan pasar. Hal ini memungkinkan karena terdapat call options yang cocok digunakan untuk market yang sedang bullish dan put options yang cocok digunakan untuk market yang sedang bearish.
    2. Leverage: Options memungkinkan trader untuk mengendalikan posisi yang lebih besar dengan jumlah modal yang lebih kecil. Hal ini dikarenakan satu kontrak options sama dengan memperjual belikan 100 lembar saham underlying asset. Dengan leverage ini options bisa meningkatkan potensi keuntungan, sehingga trader dapat mencapai persentase keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan saham saja.
    3. Risiko terbatas: Tidak seperti saham, di mana kerugian secara teoritis tidak terbatas, options trading menawarkan risiko penurunan yang terbatas. Kerugian terbesar yang dapat dialami oleh pembeli options adalah premium yang dibayarkan, terlepas dari seberapa besar pergerakan underlying price.

    Namun, options trading juga memiliki kekurangannya sendiri:

    1. Peluruhan waktu (time decay): Kontrak options memiliki tanggal kedaluwarsa, dan nilai kontraknya akan berkurang semakin dekat dengan tanggal kedaluwarsanya, sebuah fenomena yang dikenal sebagai peluruhan waktu atau time decay.
    2. Kompleksitas: Options trading melibatkan kurva pembelajaran yang curam karena berbagai strategi dan faktor yang mempengaruhi harga options, seperti volatilitas dan waktu kedaluwarsa. Trader pemula mungkin merasa kewalahan dan mungkin mengalami kerugian jika mereka tidak sepenuhnya memahami mekanismenya.

    Pluang telah menyediakan aset options untuk menjadi pilihan investasi Sobat Cuan yang dapat diakses di aplikasi. Dapat dipastikan bahwa options yang disediakan oleh Pluang sudah terjamin aman dan legal karena sudah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Options yang disediakan Pluang juga merupakan options berbasis saham AS yang harganya sesuai dengan yang ada di pasar AS dan sudah teregulasi oleh badan resmi yaitu SEC dan OCC. Options saham AS juga dijamin aman karena sudah tersedia di berbagai penjuru dunia sebagai salah satu pilihan aset derivatif untuk diperjualbelikan.

    Kesimpulannya, options trading membuka dunia yang penuh dengan kemungkinan bagi para investor, menyediakan jalan untuk spekulasi, perlindungan, dan diversifikasi portfolio. Meskipun menawarkan potensi keuntungan yang signifikan dan risiko kerugian yang terbatas, options trading membutuhkan pemahaman yang mendalam mengenai mekanisme dan risiko yang terkait. Dengan pengetahuan dan strategi yang tepat, options trading dapat menjadi tambahan yang berharga bagi perangkat investor mana pun, menawarkan fleksibilitas dan peluang untuk mendapatkan keuntungan dalam berbagai kondisi pasar.

    • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
    • Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



    Sumber : pluang.com

  • Options vs Spot

    Definisi

    1. Options: Options adalah derivatif keuangan yang memberikan hak, tetapi bukan kewajiban, kepada pemegangnya untuk membeli (call option) atau menjual (put option) aset yang mendasarinya pada harga yang telah ditentukan (strike price) sebelum atau pada tanggal kedaluwarsa yang ditentukan. Trader dapat menggunakan options untuk berspekulasi mengenai pergerakan harga, melakukan hedging terhadap potensi kerugian, atau mendiversifikasi portofolio dalam keadaan pasar yang beragam.
    2. Spot: Spot mengacu pada pembelian atau penjualan instrumen keuangan atau komoditas untuk penyerahan dan pembayaran secara langsung. Jenis perdagangan ini melibatkan pertukaran aktual dari aset seperti saham, mata uang, atau komoditas, pada harga pasar saat ini (harga spot).

    Perbedaan Utama Antara Keduanya

    Perbedaan utama antara options dan spott terletak pada sifat transaksi dan kewajiban yang dibebankannya. Untuk options, pembeli memiliki hak tetapi tidak berkewajiban untuk mengeksekusi perdagangan, sementara penjual berkewajiban untuk memenuhi kontrak jika pembeli memilih untuk mengeksekusi kontraknya. Sedangkan untuk spot, kedua belah pihak berkewajiban untuk menyelesaikan transaksi dengan segera berdasarkan harga pasar saat ini.

    Pro dan Kontra dari Keduanya

    Options

    Pro

    1. Leverage: Opsi memungkinkan trader untuk mengontrol sejumlah besar underlying asset dengan investasi yang relatif lebih kecil.
    2. Fleksibilitas: Berbagai strategi dapat digunakan untuk mendapatkan keuntungan dalam kondisi pasar yang berbeda, seperti bullish, bearish, atau netral.
    3. Manajemen Risiko: Risiko options terbatas pada jumlah premium yang dibayar.

    Kontra

    1. Kompleksitas: Perdagangan opsi dapat menjadi rumit dan membutuhkan pemahaman yang baik tentang berbagai strategi dan kondisi pasar.
    2. Risiko kedaluwarsa: Options memiliki masa berlaku yang terbatas, dan dapat kedaluwarsa tanpa nilai jika underlying asset tidak bergerak ke arah yang diantisipasi.

    Spot

    Pro

    1. Kesederhanaan: Spot sangat mudah dan melibatkan pembelian atau penjualan aset secara langsung pada harga pasar saat ini.
    2. Eksekusi Segera: Transaksi diselesaikan dengan cepat, memberikan kepemilikan atau likuiditas segera.
    3. Transparansi: Harga di pasar spot biasanya transparan dan tersedia secara luas.

    Kontra

    1. Tidak Ada Leverage: Spot tidak memberikan leverage seperti options, yang berarti modal yang lebih besar diperlukan untuk mengendalikan jumlah aset yang sama.
    2. Strategi Terbatas: Spot terutama melibatkan pembelian rendah dan penjualan tinggi atau sebaliknya, tanpa opsi strategis yang beragam yang tersedia seperti beragam strategi pada options
    3. Eksposur Risiko: Trader sepenuhnya terekspos pada risiko pasar dan potensi kerugian tanpa kemampuan untuk melakukan hedging seperti pada options.

    Kapan Options Lebih Baik Digunakan dan Kapan Spot Lebih Baik Digunakan

    Option Lebih Baik Digunakan Ketika:

    1. Kebutuhan hedging: Investor ingin melindungi portofolionya dari potensi kerugian tanpa menjual underlying asset.
    2. Pasar yang bearish : Dengan adanya put options, trader memiliki kesempatan untuk tetap mendapatkan keuntungan dalam kondisi pasar yang sedang turun (bearish).
    3. Trade jangka pendek: Karena adanya tanggal kedaluwarsa, options trading lebih cocok digunakan untuk trade jangka pendek yang dibantu dengan adanya sifat leverage pada options.

    Spot Lebih Baik Digunakan Ketika:

    1. Kepemilikan Segera: Investor ingin segera memiliki aset atau membutuhkan likuiditas tanpa penundaan.
    2. Kesederhanaan: Trader lebih menyukai transaksi yang mudah tanpa perlu memahami instrumen derivatif yang rumit.
    3. Investasi Jangka Panjang: Investor ingin membeli dan memiliki aset untuk jangka panjang, mendapatkan keuntungan dari apresiasi dan dividen tanpa khawatir akan kedaluwarsa.
    4. Penghindaran Risiko: Trader lebih memilih untuk menghindari potensi kompleksitas dan risiko yang terkait dengan leverage dan instrumen derivatif.

    Contoh Perbedaan Perhitungan Options dengan Spot

    Bayangkan Sobat Cuan memiliki modal sebesar USD$500 untuk diinvestasikan. Kamu memiliki dua opsi, yaitu untuk membeli spot atau membeli options. Misalkan saham Tesla (TSLA) sekarang berada di harga USD$250.

    Sobat Cuan berspekulasi bahwa harga Tesla (TSLA) akan naik menjadi USD$270 dalam waktu satu bulan, maka kamu memiliki opsi untuk membeli call options dengan strike price USD$260 dengan harga premium sebesar USD$5. Dengan total modal yang dimiliki, maka kamu dapat membeli 1 kontrak dengan total premium yang dibayar sebesar USD$500. Sedangkan, dengan modal tersebut kamu bisa membeli 2 lembar saham Tesla (TSLA) pada spot market. Maka perbedaan keuntungan dan kerugian yang bisa kamu dapatkan dari keduanya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

    Rumus profit/loss

    Spot market = (Harga saham sekarang – harga beli) x jumlah lembar saham

    Call options = (Harga saham sekarang – strike price premium ) x jumlah kontrak x 100

    Sedangkan jika Sobat Cuan berspekulasi bahwa saham Tesla (TSLA) akan turun, maka kamu bisa membeli put options. Sekarang bayangkan kalau kamu berspekulasi bahwa saham Tesla (TSLA) dengan harga USD$250 per lembar akan turun menjadi USD$230 maka kamu membeli put options dengan strike price USD$240 dan harga premium sebesar USD$5. Dengan modal yang sama, kamu dapat membeli 1 kontrak dengan total premium sebesar USD$500 atau 2 lembar saham Tesla (TSLA) pada spot market. Perbedaan keuntungan dan kerugian yang bisa didapatkan dapat dilihat pada tabel berikut ini.

    Rumus profit/loss

    Spot market = (Harga saham sekarang – harga beli) x jumlah lembar saham

    Put options = (strike price Harga saham sekarang – harga premium ) x jumlah kontrak x 100

    Kesimpulannya, masing-masing options dan spot menawarkan kelebihan dan kekurangan yang unik. Berdasarkan perhitungan profit dan loss dari masing-masing spot dan options dapat dilihat bahwa spot memberikan kemungkinan loss yang lebih kecil. Options memberikan kesempatan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda apabila spekulasi Sobat Cuan terealisasikan dan options memberikan fleksibilitas dimana kamu masih bisa mendapatkan keuntungan ketika pasar sedang turun. Memahami perbedaan-perbedaan ini dan kapan harus menggunakan keduanya dapat membantu investor dan trader membuat keputusan yang tepat untuk memenuhi tujuan keuangan mereka.

    • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
    • Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



    Sumber : pluang.com

  • Long Call dan Long Put Options

    Jika Sobat Cuan sudah siap untuk meningkatkan kemampuan options trading ke level selanjutnya, memahami strategi dasar yang melibatkan options call dan put adalah langkah penting. Artikel ini akan membantu Sobat Cuan dalam menguraikan dasar-dasar membeli (long) dan menutup posisi (sell to close) call options dan put options, lengkap dengan skenario keuntungan, break even, dan kerugian sederhana untuk memberikan gambaran yang jelas tentang cara kerja strategi ini.

    Terdapat dua cara untuk mendapatkan profit dari options. Metode pertama adalah dengan mengeksekusi (exercise) kontrak yang kamu miliki baik sebelum atau saat tanggal kedaluwarsa. Perlu diingat ketika kamu melakukan exercise pada kontrak kamu, maka kamu harus membeli minimal 100 saham atau menjual 100 saham yang kamu miliki. Terdapat metode lain yang tidak mengharuskan kamu melakukan kedua hal tersebut, yaitu dengan cara menutup posisi kamu atau lebih dikenal dengan sell to close. 

    Maksud dari metode sell to close adalah mengambil keuntungan dengan cara menjual kontrak kamu ketika kontrak tersebut mengalami perubahan harga premium. Perlu Sobat Cuan ketahui, harga kontrak (premium) akan berubah berdasarkan beberapa faktor yang akan mempengaruhi status dari kontrak tersebut (in-the-money, at-the-money, atau out-of-the-money), diantaranya adalah underlying price, intrinsic & extrinsic value, volatility, dan time decay. Penjelasan lebih lanjut mengenai faktor-faktor ini akan dijelaskan pada artikel selanjutnya.

    Sebelum masuk ke contoh perhitungan dari masing-masing skenario strategi dasar dari options, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui ketika melakukan perhitungan profit & loss dari pembelian atau penjualan options. Hal pertama yang perlu diketahui adalah bahwa satu kontrak options merepresentasikan 100 lembar saham. Hal kedua yang perlu kamu ketahui untuk perhitungan profit & loss adalah bahwa contoh perhitungan yang diberikan dalam artikel ini tidak memperhitungkan biaya komisi dan regulasi yang ada.

    Membeli Call Options (Long Call):

    Bayangkan kamu sangat tertarik untuk membeli saham Apple (AAPL) karena mereka akan merilis iPhone keluaran terbaru beberapa bulan ke depan, dan kamu berspekulasi bahwa harga sahamnya akan meroket dalam beberapa bulan tersebut. Daripada membeli saham secara langsung, kamu memutuskan untuk membeli call options

    Misalkan, harga saham Apple (AAPL) pada saat ini adalah USD$100 per lembar. Kamu berencana untuk membeli kontrak call options dengan strike price sebesar USD$105 yang akan berakhir bulan depan. Harga premium untuk kontrak options tersebut adalah USD$3 per kontrak. Maka kapan kamu akan mendapatkan keuntungan, break even, atau kerugian? Mari simak perhitungan di bawah.

    Skenario Breakeven

    Kamu akan mendapatkan hasil breakeven ketika harga Apple (AAPL) naik menjadi sama dengan strike price ditambah dengan premium yang dibayar. Maka dalam skenario ini kamu akan breakeven ketika:

    Harga Breakeven = Strike Price + Premium yang Dibayar

    = USD$105 + USD$3

    = USD$108

    Skenario  Untung (Profit)

    Kamu akan mendapatkan keuntungan dari kontrak call options kamu apabila harga saham Apple (AAPL) naik menjadi lebih besar daripada harga breakeven sebelum kontrak tersebut kedaluwarsa. Misalkan harga saham Apple (AAPL) naik menjadi USD$110.

    Rumus perhitungan keuntungan dan kerugian membeli call options adalah

    Profit atau Loss = (Harga Saham Saat Ini – Strike Price) – Premium yang Dibayar

    = (USD$110 – USD$105) – USD$3

    = USD$5 – USD$3

    = USD$2 per lembar

    = USD$200 per kontrak (karena satu kontrak merepresentasikan 100 lembar saham)

    Skenario Rugi (Loss)

    Sebaliknya dari untung, kamu akan rugi apabila harga Apple (AAPL) turun di bawah harga breakeven. Perlu diingat bahwa kamu akan mulai rugi ketika underlying price berada dibawah harga breakeven, bukan ketika underlying price berada dibawah strike price. Namun tenang, kerugian maksimal yang akan kamu alami terbatas dengan jumlah premium yang kamu bayar. Untuk itu mari kita bahas dua skenario kerugian yang mungkin terjadi.

    1. Harga AAPL (AAPL) naik ke USD$106
      Rumus perhitungan keuntungan dan kerugian membeli call options adalah
      Profit atau Loss = (Harga Saham Saat Ini – Strike Price) – Premium yang Dibayar
      = (USD$106 – USD$105) – USD$3
      = USD$1 – USD$3
      = -USD$2 per lembar
      = -USD$200 per kontrak
    2. Harga AAPL (AAPL) turun ke USD$100
      Rumus perhitungan keuntungan dan kerugian call options adalah
      Profit atau Loss = (Harga Saham Saat Ini – Strike Price) – Premium yang Dibayar
      = (USD$100 – USD$105) – USD$3
      = -USD$5 – USD$3
      = -USD$8
      Namun, karena adanya premium maka kerugian yang akan kamu alami adalah hanya sebesar
      = -USD$3 per lembar
      = -USD$300 per kontrak

    Menutup Posisi Long Call (Sell to Close Long Call)

    Contoh di atas merupakan penjelasan bagaimana cara menghitung break even, profit, dan loss dari long call options apabila Sobat Cuan berakhir mengeksekusi (exercise) kontrak options. Sekarang kita akan membahas perhitungan breakeven, profit, dan loss apabila kamu menggunakan metode sell to close.

    Mari kita ambil contoh yang sama, misalkan, harga saham Apple (AAPL) pada saat ini adalah USD$100 per lembar. Kamu berencana untuk membeli kontrak call options dengan strike price sebesar USD$105 yang akan berakhir bulan depan dengan harga premium USD$3 Harga premium untuk kontrak options tersebut adalah USD$3 per kontrak. Maka kapan kamu akan mendapatkan keuntungan, break even, atau kerugian dengan menutup posisi kamu? Mari simak perhitungan di bawah.

    Skenario Break Even, Profit, dan Loss

    Cara menghitung apakah kamu mendapatkan hasil breakeven, profit, atau loss dengan cara menutup posisi kamu adalah dengan menghitung selisih antara harga premium saat ini dengan harga premium saat kamu membeli kontrak. 

    Misalkan saham Apple (AAPL) naik hanya sedikit sebelum tanggal kedaluwarsa menjadi USD$102 dan misalkan kontrak yang telah kamu beli tetap memiliki harga premium sebesar USD$3 pada saat itu. Apabila kamu memutuskan untuk menutup posisi long call kamu, maka kamu akan mendapatkan hasil breakeven karena tidak ada perubahan dari harga premium yang kamu miliki dengan cara menghitung selisih antara perubahan harga premium ketika kamu beli dan ketika ingin kamu jual.

    Profit atau Loss = (Harga Premium Saat Ini) – (Harga Premium Saat Membeli)

    = USD$3 – USD$3

    = USD$0 (Breakeven)

    Kamu akan mendapatkan profit dengan cara menutup posisi kamu apabila kontrak yang kamu miliki bertambah harganya sebelum tanggal kedaluwarsa. Hal ini biasanya terjadi apabila kontrak yang kamu miliki semakin dekat dengan status in-the-money (ITM). Contohnya dalam kasus ini adalah apabila harga Apple (AAPL) naik menjadi USD$107 dan harga kontrak kamu naik menjadi USD$5. Maka keuntungan yang kamu dapat adalah sebesar USD$2.

    Profit atau Loss = (Harga Premium Saat Ini) – (Harga Premium Saat Membeli)

    = USD$5 – USD$3

    = USD$2 (Profit)

    Terakhir, kamu akan mendapatkan loss apabila harga premium saat ini turun menjadi lebih rendah dari ketika kamu membelinya. Hal ini mungkin terjadi apabila sebelum tanggal kedaluwarsa harga underlying asset tetap atau turun. Misalnya dalam kasus ini harga AAPL turun menjadi USD$98 dan harga kontrak kamu turun menjadi USD$1 maka kamu akan mengalami kerugian sebesar USD$2.

    Profit atau Loss = (Harga Premium Saat Ini) – (Harga Premium Saat Membeli)

    = USD$1 – USD$3

    = -USD$2 (Loss)

    Membeli Put Options (Long Put):

    Sekarang, mari kita pertimbangkan skenario yang berbeda di mana kamu khawatir tentang potensi penurunan pasar. Bayangkan kamu berspekulasi bahwa saham Meta (META) akan turun dalam beberapa bulan ke depan. Dengan hasil spekulasi kamu, maka kamu memutuskan untuk membeli kontrak put options untuk mengambil keuntungan.

    Misalkan, harga saham Meta (META) pada saat ini adalah USD$100 per lembar. Kamu berencana untuk membeli kontrak put options dengan strike price sebesar USD$95 yang akan berakhir bulan depan. Harga premium untuk kontrak put options tersebut adalah USD$3 per kontrak. Maka kapan kamu akan mendapatkan keuntungan, breakeven, atau kerugian? Mari simak perhitungan di bawah.

    Skenario Breakeven

    Kamu akan mendapatkan hasil breakeven ketika harga saham Meta (META) sama dengan strike price dikurangi oleh premium yang dibayar

    Breakeven = Strike Price Premium yang Dibayar

    = USD$95 – USD$3

    = USD$92

    Skenario Untung (Profit)

    Jika harga saham turun di bawah harga breakeven, kamu akan mulai menghasilkan keuntungan. Misalkan prediksi kamu benar dan harga Meta (META) turun menjadi USD$85, maka berikut adalah cara menghitung besarnya keuntungan kamu.

    Rumus keuntungan dan kerugian membeli put options

    Profit atau Loss = (Strike Price– Harga Saham Saat Ini) – Premium yang Dibayar

    = (USD$95 – USD$85) – USD$3

    = USD$10 – USD$3

    = USD$7 per lembar

    = USD$700 per kontrak

    Skenario Rugi (Loss)

    Jika harga saham tetap berada di atas breakeven price hingga kedaluwarsa, kamu akan mengalami kerugian. Namun kerugian maksimal kamu akan terbatas pada premium yang kamu bayar.

    1. Harga Meta (META) turun ke USD$93
      Rumus perhitungan keuntungan dan kerugian membeli put options adalah
      Profit atau Loss = (Strike Price – Harga Saham Saat Ini) – Premium yang Dibayar
      = (USD$95 – USD$93) – USD$3
      = USD$2 – USD$3
      = -USD$1 per lembar
      = -USD$100 per kontrak
    2. Harga Meta (META) naik ke USD$100
      Rumus perhitungan keuntungan dan kerugian membeli put options adalah
      Profit atau Loss = (Strike Price – Harga Saham Saat Ini) – Premium yang Dibayar
      = (USD$95 – USD$100) – USD$3
      = -USD$5 – USD$3
      = -USD$8
      Namun, karena adanya premium maka kerugian yang akan kamu alami adalah hanya sebesar
      = -USD$3 per lembar
      = -USD$300 per kontrak

    Menutup Posisi Long Put (Sell to Close Long Put)

    Sama halnya dengan call option, Sobat Cuan juga bisa menutup posisi long put dengan menjual kontrak untuk mendapatkan breakeven, profit, atau loss. Bedanya dengan long call adalah kamu akan mendapatkan breakeven atau profit jika underlying price turun dan akan mendapatkan loss apabila underlying price tetap atau naik.

    Mari kita ambil contoh yang sama dengan long put di atas, misalkan, harga saham Meta (META) pada saat ini adalah USD$100 per lembar kamu membeli put options dengan harga strike sebesar USD$95 yang akan berakhir bulan depan dengan harga premium sebesar USD$3 per kontrak. Mari simak perhitungan di bawah.

    Skenario Breakeven, Profit, dan Loss

    Sama dengan long call, cara menghitung apakah kamu mendapatkan hasil breakeven, profit, atau loss dengan cara menutup posisi kamu adalah dengan menghitung selisih antara harga premium saat ini dengan harga premium saat kamu membeli kontrak. 

    Misalkan saham Meta (META) turun hanya sedikit sebelum tanggal kedaluwarsa menjadi USD$99 dan misalkan kontrak yang telah kamu beli tetap memiliki harga premium sebesar USD$3 pada saat itu. Apabila kamu memutuskan untuk menutup posisi long put kamu, maka kamu akan mendapatkan hasil breakeven karena tidak ada perubahan dari harga premium.

    Profit atau Loss = (Harga Premium Saat Ini) – (Harga Premium Saat Membeli)

    = USD$3 – USD$3

    = USD$0 (Breakeven)

    Kamu akan mendapatkan profit dengan cara menutup posisi kamu apabila kontrak yang kamu miliki berkurang harganya sebelum tanggal kedaluwarsa. Contohnya dalam kasus ini adalah apabila harga Meta (META) turun menjadi USD$93 dan harga kontrak kamu naik menjadi USD$5. Maka keuntungan yang kamu dapat adalah sebesar USD$2.

    Profit atau Loss = (Harga Premium Saat Ini) – (Harga Premium Saat Membeli)

    = USD$5 – USD$3

    = USD$2 (Profit)

    Terakhir, kamu akan mendapatkan loss apabila harga premium saat ini turun menjadi lebih rendah dari ketika kamu membelinya. Hal ini mungkin terjadi apabila sebelum tanggal kedaluwarsa underlying price tetap atau naik. Misalnya dalam kasus ini harga Meta (META) naik menjadi USD$102 dan harga kontrak kamu turun menjadi USD$1 maka kamu akan mengalami kerugian sebesar USD$2.

    Profit atau Loss = (Harga Premium Saat Ini) – (Harga Premium Saat Membeli)

    = USD$1 – USD$3

    = -USD$2 (Loss)

    Dengan menguasai strategi options trading dasar yang melibatkan long call dan long put ini, Sobat Cuan akan mendapatkan alat yang sangat berharga untuk menavigasi dunia pasar keuangan yang dinamis. Ingat, options trading melibatkan risiko dan kompleksitas, jadi sangat penting untuk mengedukasi diri kamu sendiri secara menyeluruh dan mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum menerapkan strategi apa pun. Dengan latihan dan pengalaman, kamu akan dilengkapi dengan baik untuk memanfaatkan options untuk keuntungan kamu dan mencapai tujuan investasi kamu.

    • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
    1. Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



    Sumber : pluang.com

  • Elemen Harga Options

    Terdapat banyak sekali kontrak options yang dapat dipilih Sobat Cuan untuk dibeli atau dijual. Mungkin kamu memiliki pertanyaan mengapa ada banyak sekali kontrak options dengan harga yang berbeda-beda. Penetapan harga options ini mungkin menjadi teka-teki untuk Sobat Cuan, tapi apabila kamu dapat memahami elemen-elemen inti yang mempengaruhi harga kontrak-kontrak ini kamu akan membuka rahasia untuk menavigasi pasar options yang dinamis. Pada artikel ini, kamu dapat mempelajari komponen fundamental dari penetapan harga options, termasuk underlying price, nilai intrinsik dan ekstrinsik, volatilitas, dan suku bunga.

    Underlying Price atau Harga Saham Acuan

    Underlying price mengacu pada harga pasar saat ini dari aset yang menjadi dasar kontrak options, seperti saham, indeks, atau komoditas. Harga ini memainkan peran penting dalam penentuan nilai kontrak options.

    Untuk mempermudah pengertian pengaruh underlying price terhadap harga kontrak options, bayangkan bahwa kontrak options adalah supply dan trader atau investor yang ingin membeli kontrak tersebut adalah demand.

    Untuk kontrak call options, ketika underlying price berada di atas strike price maka orang yang memiliki kontrak tersebut akan mendapatkan untung. Karena sifatnya yang menguntungkan maka akan semakin banyak demand terhadap kontrak tersebut. Karena tingginya demand, maka harga kontrak tersebut akan semakin tinggi, inilah yang dinamakan sebagai kontrak in-the-money (ITM). Sebaliknya, jika underlying price berada di bawah strike price, maka akan semakin sedikit demand terhadap kontrak tersebut sehingga harganya akan semakin murah dan inilah yang dinamakan sebagai kontrak out-of-the-money (OTM).

    Sebaliknya, untuk put options, harga kontrak akan naik ketika underlying price berada di bawah strike price karena sifatnya yang menguntungkan dan akan turun harganya ketika underlying price berada di atas strike price.

    Nilai Intrinsik dan Ekstrinsik

    Nilai intrinsik dari sebuah options adalah ukuran seberapa besar nilai sebuah options jika dieksekusi (exercise) saat itu juga. Untuk call options, nilai intrinsik dihitung sebagai selisih antara underlying price dan strike price (jika positif). Untuk put options, nilai intrinsik adalah selisih antara strike price dan underlying price (jika positif). Jika nilai intrinsik options tersebut adalah sama dengan 0 atau kurang dari 0 maka dapat dinyatakan bahwa options tersebut tidak berharga.

    1. Nilai Intrinsik Call Option = Underlying Price Strike Price
    2. Nilai Intrinsik Put Option = Strike Price – Underlying Price

    Sedangkan nilai ekstrinsik atau dikenal juga dengan time value (nilai waktu) adalah nilai yang mewakili nilai tambahan dari options di luar nilai intrinsiknya. Nilai ini mencerminkan faktor-faktor seperti waktu kedaluwarsa, volatilitas, dan suku bunga. Nilai ekstrinsik berkurang seiring waktu karena peluruhan waktu (time decay). Rumus untuk melakukan perhitungan nilai ekstrinsik adalah sebagai berikut

    Nilai Ekstrinsik = Harga Premium Options – Nilai Intrinsik

    Untuk mengerti nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik sebuah kontrak options, kamu bisa melihat ilustrasi dari komponen harga sebuah call option dengan strike price sebesar USD$90 di bawah ini.

    Komponen yang Mempengaruhi Nilai Ekstrinsik Sebuah Kontrak Options

    • Peluruhan Waktu (Time Decay)
      Peluruhan waktu atau time decay ini pasti terjadi pada semua kontrak options dimana sebuah kontrak options akan berkurang nilainya semakin dekat dengan masa kedaluwarsa. Hal ini terjadi karena semakin dekat dengan waktu kedaluwarsa, waktu yang dibutuhkan underlying asset untuk bergerak dan menguntungkan kontrak options semakin sedikit. Semakin dekat dengan tanggal kedaluwarsa, maka semakin cepat pula konsep peluruhan waktu ini terjadi. Untuk mempermudah pengertian, kamu dapat melihat grafik di bawah ini

    • Volatilitas
      Terdapat dua jenis volatilitas dalam dunia options. Volatilitas yang dimaksud adalah volatilitas historis atau historical volatility (HV)  dan juga volatilitas tersirat atau implied volatility (IV). Kedua volatilitas ini juga menjadi faktor yang mempengaruhi penetapan harga sebuah options.
      Mungkin kamu sudah pernah mendengar mengenai volatilitas historis atau historical volatility (HV). HV adalah angka yang mengukur pergerakan harga masa lalu dari sebuah aset. Angka HV memberikan informasi mengenai seberapa besar harga aset berfluktuasi selama periode tertentu. HV menjadi salah satu faktor dari harga sebuah options karena memiliki efek terhadap nilai ekstrinsik sebuah options. Semakin tinggi HV sebuah underlying asset, berkemungkinan besar options tersebut menjadi semakin mahal karena ada kemungkinan lebih besar underlying price untuk bergerak ke posisi yang menguntungkan.
      Apabila HV membahas volatilitas underlying asset yang sudah pernah terjadi, volatilitas tersirat atau implied volatility (IV) mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pergerakan underlying price di masa mendatang. IV adalah penentu utama harga options, karena sama logikanya dengan HV, semakin tinggi nilai IV maka akan semakin tinggi harga premium options dan sebaliknya. Hal ini disebabkan karena dengan tingginya volatilitas, maka underlying price lebih mungkin untuk bergerak menuju harga yang menguntungkan pemegang kontrak options.
    • Suku Bunga
      Suku bunga berkaitan langsung dengan nilai ekstrinsik dari sebuah kontrak options. Pengaruh suku bunga terhadap call options dan put options berbeda.
      Untuk call options, semakin tinggi suku bunga biasanya akan semakin tinggi nilai ekstrinsik sebuah kontrak call options, sehingga menyebabkan harga dari call options akan meningkat. Hal ini bisa terjadi karena dengan tingginya suku bunga, harga saham biasanya meningkat. Dibandingkan membeli saham secara langsung, investor memiliki pilihan untuk membeli call option yang sudah mewakili 100 lembar saham per kontrak dengan harga yang relatif lebih murah.
      Sedangkan untuk put options, semakin tinggi suku bunga biasanya harga kontrak put options akan menurun. Ketika suku bunga sedang meningkat maka harga saham akan meningkat sehingga investor mungkin akan lebih mempertimbangkan untuk menjual saham secara langsung dibandingkan dengan menggunakan put options. Karena hal inilah put options menjadi lebih tidak menarik untuk dibeli dan menyebabkan harga kontrak put options menurun.

    Memahami pengaruh underlying price, nilai intrinsik dan ekstrinsik, time decay, volatilitas, dan suku bunga terhadap harga sebuah kontrak options sangat penting untuk kamu ketahui. Elemen-elemen harga ini mempengaruhi nilai kontrak options dan memainkan peran penting dalam mengembangkan strategi trading yang efektif. Dengan menguasai dasar-dasar ini, Sobat Cuan akan lebih mudah membuat keputusan yang tepat dan menavigasi dunia pasar options yang dinamis dengan percaya diri.

    • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
    • Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



    Sumber : pluang.com

  • Apa itu Crypto Futures?

      Ringkasan:

    • Crypto Futures memungkinkan trader berspekulasi pada harga aset kripto tanpa harus memiliki asetnya.
    • Trader dapat memperoleh keuntungan dari pasar yang naik maupun turun serta meningkatkan potensi keuntungan melalui Leverage.

    Seiring berkembangnya pasar aset kripto, Crypto Futures menjadi fokus utama bagi trader yang ingin memaksimalkan trading mereka. Crypto Futures menawarkan keuntungan unik dibandingkan trading pada umumnya, memungkinkan trader untuk meningkatkan potensi keuntungan dengan modal yang lebih sedikit serta memanfaatkan fluktuasi harga aset kripto.

    Crypto Futures adalah kontrak finansial yang memungkinkan kamu berspekulasi pada harga kripto, seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL). Nilai kontrak ini didasari pada harga aset acuannya sehingga kamu dapat memperoleh keuntungan dari pergerakan harga tanpa harus memiliki aset kriptonya secara langsung.

    Pluang kini menawarkan kontrak futures perpetual, jenis Crypto Futures yang tidak memiliki tanggal kadaluwarsa. Artinya, kamu dapat mempertahankan posisi trading-mu tanpa batas waktu selama memenuhi jaminan (Margin) yang cukup. 

    Dalam Crypto Futures, Sobat Cuan dapat:

    • Mengambil posisi Long jika kamu memprediksi harga kripto akan naik.
    • Mengambil posisi Short jika kamu memprediksi harga kripto akan turun.

    Selain itu, Crypto Futures memungkinkan kamu untuk menggunakan Leverage yang dapat membantu kamu mengendalikan posisi lebih besar dengan modal lebih kecil. Meskipun Leverage dapat memperbesar keuntungan, ingat bahwa risiko juga ikut meningkat.

    Kelebihan:

    • Potensi Keuntungan Dua Arah: Kamu dapat mengambil keuntungan dari pasar yang naik (posisi Long) maupun turun (posisi Short).
    • Memperbesar Potensi Keuntungan dengan Leverage: Leverage memungkinkan kamu mengendalikan posisi lebih besar dengan modal yang lebih kecil.
    • Hedging: Kamu dapat melindungi nilai asetmu dari volatilitas harga dengan mengambil posisi Crypto Futures yang berlawanan.

    Kekurangan:

    • Risiko Lebih Tinggi Akibat Leverage: Leverage tidak hanya memperbesar keuntungan, tetapi juga kerugian. Hal ini menyebabkan kemungkinan kerugian yang lebih besar dari pada modal awal.
    • Biaya Berkala: Memegang posisi Crypto Futures dapat dikenakan Funding Payment yang bisa bertambah seiring waktu dan mengurangi hasil trading.
    • Risiko Likuidasi: Jika pasar bergerak jauh melawan posisi yang memiliki Leverage tinggi, likuidasi paksa bisa terjadi. Hal ini menyebabkan hilangnya seluruh modal awal.
    • Kepemilikan: Trading Spot berarti benar-benar memiliki aset kripto yang dibeli, sedangkan Crypto Futures hanya berspekulasi pada pergerakan harga tanpa kepemilikan aset.
    • Potensi Keuntungan & Kerugian: Spot hanya menghasilkan keuntungan dari kenaikan harga, sementara Crypto Futures memungkinkan posisi leverage, memperbesar baik keuntungan maupun kerugian.
    • Pergerakan Pasar: Spot hanya menguntungkan saat harga naik, sedangkan Crypto Futures memungkinkan keuntungan dari pergerakan harga ke arah naik dan turun.

    Crypto Futures adalah alat trading yang efektif. Menawarkan potensi keuntungan lebih besar dan strategi trading dua arah. Memahami perbedaan antara Spot dan Crypto Futures membantu Sobat Cuan menavigasi pasar dengan lebih efektif serta memanfaatkan peluang yang ada. Yuk pelajari lebih lanjut tentang Crypto Futures untuk memaksimalkan produk ini!



    Sumber : pluang.com

  • Apa itu Long & Short?

      Ringkasan:

    • Crypto Futures memungkinkan Sobat Cuan untuk mengambil posisi Long dan Short pada aset kripto.
    • Posisi Long menghasilkan keuntungan ketika harga kripto naik.
    • Posisi Short menghasilkan keuntungan ketika harga kripto turun.

    Saat trading Crypto Futures, kamu memiliki dua posisi untuk dipilih: Long dan Short. Memahami kedua istilah ini sangat penting bagi siapa saja yang ingin melakukan trading Crypto Futures karena keduanya memungkinkan kamu untuk memperoleh keuntungan, baik ketika pasar bergerak naik maupun turun. Mari kita bahas lebih lanjut:

    Posisi Long berarti kamu berspekulasi bahwa harga suatu aset kripto akan naik. Setelah membuka posisi Long, kamu akan memperoleh keuntungan jika harga naik melebihi level pada saat kamu memasuki posisi.

    Posisi short adalah kebalikannya—kamu berspekulasi bahwa harga aset kripto akan turun. Setelah membuka posisi Short, kamu akan memperoleh keuntungan jika harga turun di bawah level pada saat kamu memasuki posisi.

    Bayangkan kamu memperkirakan harga emas akan naik dari $1.800 per gram. Daripada membeli emas secara langsung, kamu “meminjam”nya melalui bursa dengan membuka kontrak futures perpetual dengan posisi Long pada aset emas. Ini memungkinkan kamu untuk setuju membeli emas pada harga $1.800. Jika harga naik menjadi $1.900, kamu menjualnya di harga yang lebih tinggi dan mendapatkan selisihnya. 

    Sebaliknya, jika kamu memperkirakan harga akan turun, kamu bisa “meminjam” emas untuk dijual pada harga $1.800 per gram, meskipun kamu tidak memilikinya. Jika harga turun menjadi $1.700, kamu membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah dan mendapatkan keuntungan dari selisih $100 per gram. Mekanisme ini memungkinkan kamu untuk memperoleh keuntungan baik dari pasar yang naik maupun turun, tanpa harus memiliki emas secara langsung.

    Dalam pasar tradisional seperti Spot, kamu biasanya hanya mendapatkan keuntungan ketika harga naik. Namun dengan Crypto Futures, kamu dapat memperoleh keuntungan baik ketika pasar bergerak naik maupun turun.



    Sumber : pluang.com

  • Terminologi Umum Crypto Futures

    Pelajari

    Terminologi Umum Crypto Futures

    5014 dilihat·Waktu baca: 4 menit

    glossarycryptofutures

    Jangan takut sama bahasa baru yang ada di Crypto Futures! Kenali semuanya di sini! 

    1. Kontrak Futures: Kontrak futures adalah perjanjian keuangan untuk membeli atau menjual aset tertentu pada harga yang telah ditentukan di tanggal yang akan datang. Kontrak ini memiliki tanggal kedaluwarsa yang membuat para trader wajib menyelesaikan ketentuan kontrak.

    2. Kontrak Perpetual: Kontrak perpetual adalah jenis kontrak futures yang tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Hal ini memungkinkan trader untuk mempertahankan posisi tanpa batas waktu.

    3. Kontrak Futures Perpetual Kripto: Jenis Kontrak perpetual yang nilainya berasal dari aset kripto.

    4. Long: Posisi Long adalah posisi trading yang menghasilkan keuntungan bila harga suatu aset naik. Biasanya, posisi Long diambil ketika trader memprediksi harga aset akan naik.
    5. Short: Posisi Short adalah posisi trading yang menghasilkan keuntungan bila harga suatu aset turun. Biasanya, posisi Short diambil ketika trader memprediksi harga aset akan turun.
    6. Leverage: Leverage memungkinkan trader untuk mengontrol posisi yang lebih besar dengan modal yang lebih kecil menggunakan dana pinjaman. Sebagai contoh, trading dengan Leverage 25x memungkinkan kamu untuk mengontrol posisi trading senilai $1,000 hanya dengan $40 sebagai modal (juga dikenal sebagai margin). Meskipun Leverage dapat memperbesar keuntungan, Leverage juga meningkatkan potensi kerugian, menjadikan manajemen risiko hal yang sangat penting.
    7. Harga Mark: Mark Price adalah harga referensi yang dihitung berdasarkan kombinasi harga Spot dan faktor lainnya seperti Funding Rate dan kondisi pasar. Harga Mark digunakan untuk mencegah likuidasi yang tidak perlu ketika volatilitas pasar sedang tinggi dan membuat posisi trading kurang terpengaruh oleh lonjakan atau penurunan harga secara tiba-tiba.
    8. Margin: Margin adalah jaminan yang diperlukan untuk membuka dan mempertahankan posisi dengan Leverage. Margin menentukan ukuran posisi maksimum yang dapat dimiliki oleh seorang trader.
    9. Jumlah: Total kontrak yang dimiliki dalam posisi terbuka.
    10. Ukuran Posisi: Ukuran dari Jumlah posisi kamu dalam USDT.
    11. Margin Maintenance: Margin Maintenance adalah saldo minimum yang diperlukan dalam Saldo Margin untuk mempertahankan posisi Crypto Futures. Jika margin turun di bawah level ini, semua posisi dapat terlikuidasi. Di Pluang, Maintenance Margin untuk Crypto Futures bergantung pada Leverage dan total Jumlah posisi.
      Contoh: Jika kamu memegang posisi senilai $1,000 di BTCUSDT-PERP dan $2.000 di ETHUSDT-PERP, total ukuran posisi kamu dalam USDT adalah 3,000 USDT. Dengan Leverage 25x, Margin Maintenance% kamu adalah 1%. Jadi, Margin Maintenance = $30 (1% dari $3,000). Jika margin turun di bawah $30, maka semua posisi akan terlikuidasi.

    12. Saldo Margin: Total margin yang tersedia untuk membuka dan mempertahankan posisi. Saldo Margin adalah jumlah dari Saldo Wallet dan Unrealized P&L.
    13. Margin Ratio: Rasio Margin mencerminkan tingkat risiko posisi kamu yang ditunjukkan dengan proporsi Margin Maintenance terhadap jumlah dari Margin Tersedia dan total Margin Maintenance di Wallet kamu. Rasio Margin yang lebih tinggi mengartikan risiko likuidasi yang lebih besar.

    14. Saldo Wallet: Total saldo yang ada di dompet kamu.
    15. Unrealized P&L: Total keuntungan atau kerugian dari posisi terbuka saat ini.
    16. Sedang Digunakan: Margin yang digunakan untuk membuka dan mempertahankan posisi.
    17. Dapat Dipindahkan: margin yang dapat ditarik yang belum digunakan dalam akun margin.

    18. Margin Tersedia: Margin yang dapat digunakan untuk membuka posisi baru. Kamu bisa membuka posisi lebih besar dari jumlah ini Margin Tersedia, tergantung pada leverage kamu.

    19. Margin Call: Margin Call adalah sebuah peringatan yang diberikan ketika rasio margin kamu mencapai 50% dan 75%. Margin Call mendorong kamu untuk menambahkan USDT ke Akun Margin USDT atau menutup beberapa posisi terbuka untuk mengurangi risiko likuidasi.
    20. Likuidasi: Likuidasi terjadi ketika seluruh posisi terbuka otomatis ditutup karena rasio margin menyentuh nilai 100%. Hal ini biasanya terjadi ketika kamu memiliki Unrealized Loss yang berlebihan sehingga Saldo Margin turun di bawah nilai margin Maintenance yang diperlukan.
    21. Harga Likuidasi: Harga likuidasi adalah harga spesifik milik kontrak posisi terbuka kamu yang memicu likuidasi. Ketika harga kontrak mencapai nilai ini, posisi akan otomatis ditutup untuk meminimalkan kerugian lebih lanjut. Sisa margin akan digunakan untuk menutupi kerugian tersebut.
    22. Margin Order: Total margin yang dialokasikan untuk pesanan terbuka. 

    23. Funding Rate: Funding Rate adalah persentase pembayaran yang digunakan pada Funding Payment, proses pembayaran antara pemegang posisi Long dan Short untuk menjaga harga Crypto Futures tetap selaras dengan harga Spot. Pendanaan ini dibayarkan setiap 8 jam dan dihitung dengan mengalikan Funding Rate dengan ukuran posisi. Jika harga Crypto Futures lebih tinggi dari harga Spot, pemegang posisi Long membayar posisi Short, dan sebaliknya.

      Impact Bid Price: Harga rata-rata harga Bid dalam Order Book.
      Impact Ask Price: Harga rata-rata harga Ask dalam Order Book.
      Price Index: Harga rata-rata nilai aset pada harga Spot dari berbagai bursa.

    24. Countdown: Waktu hitung mundur yang menunjukkan kapan Funding Payment berikutnya akan terjadi untuk setiap pasangan trading di kontrak Crypto Futures.
    25. Reduce-Only: Reduce-Only adalah tipe eksekusi order yang hanya mengurangi atau menutup posisi yang terbuka. Misalnya, membuka posisi Short dengan opsi "Reduce-Only" saat memiliki posisi Long hanya akan mengurangi atau menutup posisi Long tersebut tanpa secara tidak sengaja membuka posisi Short baru.
    26. Post Only: Post-Only adalah tipe eksekusi order yang memastikan order kamu ditambahkan ke Order Book sebagai maker order, sehingga menghindari biaya taker dengan berkontribusi pada likuiditas tanpa langsung mencocokkan order yang sudah ada.
    27. Cross Margin: Cross Margin adalah mode yang membagi seluruh saldo yang tersedia di Saldo Margin seorang trader ke semua posisi. Cross Margin memungkinkan Unrealized Profit dari posisi terbuka digunakan sebagai modal untuk membuka posisi baru. Namun, karena semua saldo digabungkan, risiko juga terbagi ke semua posisi.
    28. Isolated Margin: Isolated Margin adalah mode yang mengalokasikan margin ke satu posisi tertentu sebagai jaminan. Isolated Margin membatasi Unrealized Profit dan risiko posisi tersebut untuk mempengaruhi posisi lain. Hal ini dapat melindungi posisi lain dan keseluruhan Saldo Margin dari kemungkinan kerugian yang ada.
    29. Tick Size: Kenaikan harga minimum untuk suatu kontrak, diukur dalam USDT.
    30. Funding Rate Settled: Waktu yang dijadwalkan untuk Funding Fee antara posisi Long dan Short.
    31. Open Interest: Total jumlah kontrak (Long dan Short) yang masih terbuka. Jumlah ini  mencerminkan likuiditas dan aktivitas pasar dari kontrak futures tertentu. Open Interest yang tinggi sering kali menandakan pasar yang lebih aktif.
    32. Insurance Fund: Dana cadangan yang digunakan untuk menutupi kerugian likuidasi yang melebihi saldo akun trader, dengan tujuan untuk menjaga stabilitas pasar dan mengurangi dampak pada trader lain.

    Bagikan artikel ini

    Artikel Terkait



    Sumber : pluang.com