Author: 10

  • Marak Kasus Investasi Unit Link, Simak Tips Ini Agar Tak Tekor Investasi Unit Link!

    Belakangan ini, media sosial diramaikan oleh keluhan nasabah atas dua perusahaan asuransi terkemuka tanah air mengenai unit link dan investasi di asuransi. Hal ini membuat warganet mengulik tentang apa itu unit link dan tips membeli unit link.

    Pembahasan ini terkait dengan unggahan media sosial oleh akun Instagram @tane_rempong_official. Akun ini menyebutkan pengalaman seseorang yang mengaku menabung di asuransi selama lima tahun. Sayangnya, ia merasa kecewa. Sebab, ketika asuransi ini akan diambil, tabungan asuransinya tersebut tidak memiliki nilai tunai.

    Tangkapan layar tersebut dibarengi dengan penjelasan tentang kekecewaan sang nasabah mengenai asuransi unit link tersebut. Warganet pun lantas berbalasan debat kusir mengenai apa itu unit link, dan apa saja yang sebenarnya dapat diperoleh seorang pemilik asuransi.

    Produk unit link memang kini kembali jadi sorotan karena sejumlah nasabah mengaku dirugikan beberapa perusahaan asuransi besar. Mereka menimbang bahwa nilai premi yang telah mereka bayarkan secara rutin tidak sepadan dengan hasil investasi yang ditawarkan para agen penjual asuransi di awal sebelum akad. Atau, perihal nilainya yang turun dari total yang disetorkan selama ini.

    Jadi, Apa Itu Unit Link?

    Produk unit link adalah produk asuransi dengan manfaat investasi. Jadi, walau memiliki manfaat investasi, tetapi unit link pada dasarnya merupakan asuransi dengan manfaat utama perlindungan bagi nasabahnya.

    Terdapat juga jenis unit link yang bergaransi dan tidak. Untuk yang bergaransi, keuntungannya adalah sang nasabah memperoleh santunan dan bunga yang dihasilkan dari penempatan investasi.

    Karena itu, unit link bergaransi disebut sebagai saving plan dengan penawaran bunga lebih tinggi dibandingkan deposito. Sedangkan, produk tidak bergaransi akan memberikan harga tetap. Pemahaman tentang unit link ini merupakan dasar untuk tips membeli unit link dengan tepat.

    Sayangnya, banyak pihak yang tidak begitu memahami esensi dari unit link. Head of Investment Communication & Fund Development Allianz Life Indonesia Meta Lakshmi Permata Dewi menjelaskan perihal ini. Ia menyatakan bahwa masyarakat masih belum bisa membedakan produk asuransi unit link dan saving plan.

    Unit link pada dasarnya menawarkan dua manfaat, yakni perlindungan dan investasi. Pihak penyedia asuransi dan agen perlu memberikan edukasi ini kepada calon nasabah. Dan membantu mereka untuk menyesuaikan profil risiko dengan dana investasi yang akan dipilih,” ujarnya.

    Risiko investasi saving plan sepenuhnya ditanggung perusahaan asuransi. Adapun risiko unit link berada di tangan pemegang polis.

    Pembagian Pos Premi Unit Link dan Biaya yang Menyertai

    Asuransi jiwa unit link membagi pos premi asuransi dari nasabah. Sebagian sebagai manfaat perlindungan jiwa, sementara sebagian lainnya untuk dikelola sebagai investasi. Oleh karena itu, kata Meta, perlu dipahami alokasi dana unit link tidak sepenuhnya dialokasikan pada investasi semata dan imbal hasilnya pun tidak dihitung dari keseluruhan premi yang dibayarkan.

    Kendati demikian, Meta mengakui, produk unit link memang tampak menggiurkan bagi nasabah lantaran menawarkan perlindungan sekaligus investasi dalam satu produk. Meskipun, tips membeli unit link yang tepat adalah para nasabah perlu memperhatikan berapa besar premi yang akan digunakan.

    Yakni, untuk membayar keperluan-keperluan asuransi seperti biaya marketing, komisi agen, hingga biaya operasional. Selain itu, ada dana yang juga perlu dialokasikan untuk membayar biaya administrasi, asuransi, dan manfaat tambahan.

    Meta juga mengingatkan, khususnya di tahun pertama, produk unit link biasanya memiliki nilai rendah dalam investasinya karena memang tujuannya adalah untuk investasi jangka panjang. Sejumlah biaya dasar yang disebutkan di atas akan membentuk nilai tunai pada produk unit link setelah tahun kedua.

    Untuk nilai tunainya sendiri, tentu tidak jauh berbeda dari produk investasi lainnya yang sangat dipengaruhi oleh faktor keadaan pasar modal dan ekonomi. Karena itu, jika nasabah betul-betul ingin mendulang cuan dari jenis asuransi unit link, ia juga perlu memahami profil risiko yang akan dihadapi.

    Bagaimana tips membeli unit link yang menyesuaikan dengan profil risikomu? Cek langkah-langkah berikut.

    Baca juga: Apa Itu Asuransi?

    7 Tips Membeli Unit Link

    Untuk memilih asuransi unit link yang tepat tentu membutuhkan pertimbangan yang jeli. Sobat Cuan perlu menimbang-nimbang sejumlah aspek sebelum memilih asuransi.

    CEO Hanwha Life Insurance Indonesia David Yeom mengatakan, saat ini, potensi asuransi unit link cukup besar. Namun, masyarakat perlu lebih jeli untuk beberapa hal. Apa saja yang perlu diperhatikan?

    1. Perusahaan Asuransi dan Agen yang Kredibel

    Pastikan perusahaan asuransi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Akan ada risiko yang dihadapi bila perusahaan asuransi tidak terdaftar dan diawasi OJK.

    2. Prioritas Kebutuhan

    Untuk tujuan investasi seperti dana pendidikan atau properti, Sobat Cuan bisa pilih Regular Premium Unit Link (RPUL) Back End karena memberikan alokasi 100% premi dasar berkala untuk investasi sejak awal.

    3. Manfaat yang Sesuai

    Hitung Uang Pertanggungan (UP) perlindungan jiwa dengan mempertimbangkan nilai ekonomis, jumlah tanggungan dan jumlah utangmu.

    Ada banyak cara menghitung UP, tapi yang termudah adalah UP = 10 x Pendapatan Tahunan. Lengkapi juga dengan asuransi tambahan (Rider), misalnya untuk perlindungan kesehatan atau penyakit kritis. Ingat, ambil UP dan Rider sesuai kebutuhan.

    Baca juga: Apa Itu Premi Asuransi?

    4. Cermati Bonus dan Bebas Biaya

    Ada beberapa unit link yang mensyaratkan berbagai biaya dasar, tapi ada pula yang tidak. Jadi, cermatlah untuk menanyakan perihal ini.

    5. Pilih Premi Sesuai Kemampuan

    Selanjutnya, tips membeli unit link yang sesuai dengan profil risikomu adalah dengan memperhatikan premi yang perlu dibayarkan.

    Premi Unit Link harus sesuai dengan kemampuan finansial Sobat Cuan. Besarnya premi baiknya sekitar 10% hingga 30% dari pendapatan. Sekarang banyak produk Unit Link menawarkan premi yang terjangkau. Bahkan ada asuransi investasi link dengan premi seharga secangkir kopi, yakni mulai dari Rp 17.000 per hari.

    6. Performa Instrumen Investasi Unit Link

    Setiap pilihan instrumen investasi memiliki risiko yang beragam: rendah, sedang atau tinggi. Cek performa berkala dan manfaatkan fleksibilitas mengalihkan dana investasi sesuai profil risiko dan gaya investasimu.

    7. Pahami Polis Unit Link

    Pelajari seluruh ketentuan yang tertera di dalam Polis, juga pahami seluruh manfaat dan risiko Unit Link yang Anda pilih. Jadilah nasabah yang aktif serta kritis.

    Sebelum memutuskan menerapkan tips membeli unit link di atas, pastikan juga kamu mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini kepada agen asuransi unit link:

    • Apakah setelah mendapatkan penjelasan dari agen asuransi tersebut, kamu sudah memahami apa itu unit link dan siap menanggung risiko untuk membeli asuransi jenis ini? Sudah tahu apa saja kelebihan dan kekurangannya?
    • Sudah memperoleh penjelasan yang memadai dari agen asuransi terkait untung dan rugi asuransi unit link yang mereka tawarkan?
    • Apakah kamu telah melengkapi dirimu dengan bagasi informasi terkait istilah investasi apa saja yang perlu dipahami saat membeli asuransi unit link?
    • Nah, poin ini penting meski kamu sudah mengikuti tips membeli unit link di atas: apa konsekuensinya jika nilai investasi asuransi unit link kamu menurun?
    • Tanyakan juga: apakah akan ada peningkatan biaya asuransi seiring waktu?
    • Di tahun keberapa kamu akan memperoleh nilai dana dari asuransi unit link itu alias kapan kamu akan memperoleh cuan dari premi yang dialokasikan pada investasi?
    • Apa itu cuti premi dan apa risikonya bagimu?
    • Apakah kamu dapat menukar dana investasi atau menarik investasi di asuransi unit link?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: CNBC, Tempo, Detik, Lovelife Daily



    Sumber : pluang.com

  • Butuh Petunjuk Soal Cuan Aset Kripto? Coba Follow Influencer Aset Kripto Ini!

    Dunia investasi aset kripto memang terkenal dengan volatilitas harganya. Bahkan, pergerakan harganya bisa langsung berubah drastis hanya dengan racauan di media sosial yang diunggah oleh para influencer aset kripto.

    Butuh bukti? Tengok saja cuitan pentolan Tesla Elon Musk pada akhir Januari lalu. Kala itu, ia berhasil bikin harga Bitcoin naik 15% ke kisaran US$38.406 dalam sehari setelah menambahkan kata #Bitcoin ke dalam profil Twitter-nya. Fenomena ini kemudian dikenal sebagai Elon Pump.

    Tak hanya Elon Musk, ternyata kamu juga bisa mencermati tanda-tanda perkembangan aset kripto dengan mengikuti para influencer ini di media sosial. Bahkan, bisa jadi, kamu juga bisa memprediksi harga dan perkembangan aset kripto ke depannya!

    Salah satu contohnya masih berkisar di Elon Musk. Pada Desember lalu, Musk merespons cuitan CEO Microstrategy Michael Saylor, yang saat itu menyarankan Musk untuk mendiversifikasikan neraca keuangan Tesla di Bitcoin. Siapa yang menyangka, pada Februari lalu, Tesla benar-benar membeli Bitcoin senilai US$1,5 miliar dan menyeret harga raja aset kripto tersebut ke arah rekor tertingginya.

    Oleh karenanya, jangan lewatkan informasi aset kripto sekecil pun, Sobat Cuan. Sebab, banyak “harta karun” aset kripto yang bisa kamu temukan di sana.

    Hanya saja, pertanyaannya tentu siapa saja influencer aset kripto yang perlu kamu ikuti. Nah, kamu bisa menggali informasi dari beberapa influencer aset kripto di bawah ini.

    Tapi ingat, Sobat Cuan. Jadikan informasi dari mereka sebagai bahan renungan saja dan jangan jadikan patokan utama kamu dalam berinvestasi aset kripto. Sebab, ada kalanya influencer aset kripto cenderung “mengagungkan” apapun jenis aset kriptonya demi menaikkan harganya di pasar. Alias, pompom harga aset kripto.

    Baca juga: Hati-Hati Sobat Cuan, Jangan Terjebak Pompom Saham!

    Daftar Influencer Aset Kripto yang Jadi Junjungan Banyak Orang

    1. Anthony Pompliano

    Anthony Pompliano adalah Partner Morgan Creek Digital Investment, sebuah firma hedge fund yang berfokus pada investasi blockchain dan aset digital. Pompliano memang terkenal sebagai fans berat aset kripto dan kerap membagikan pandangannya mengenai Bitcoin dan kawan-kawannya di akun Twitter pribadinya. Ia pun juga tak pernah ragu bertaruh bahwa harga Bitcoin akan mencapai US$100.000 di akhir 2021 nanti.

    Pamor Pompliano di media sosial pun cukup mantap. Sebab, saat ini ia memiliki hampir 700.000 pengikut di Twitter.

    2. Scott Melker

    Scott Melker merupakan seorang investor pecinta aset kripto sekaligus Disc Jockey asal Amerika Serikat. Namun, belakangan, ia terkenal di Twitter karena selalu memberikan perkembangan terkini mengenai pasar aset kripto.

    Cuitan dia banyak yang dengerin nih, Sobat Cuan. Selain punya 296.000 pengikut di Twitter, Melker juga punya kanal podcast dan YouTube yang bahas soal aset kripto.

    Baca juga: Mimpi Menjadi Influencer? Simak Caranya di Sini!

    3. Brian Armstrong

    Brian merupakan CEO Coinbase, yakni salah satu platform transaksi aset kripto terbesar yang berbasis di Amerika Serikat. Nah, mengingat statusnya tersebut, tak heran jika dia dijunjung oleh fans berat aset kripto. Selain itu, tak heran juga jika ia saat ini memiliki 534.000 pengikut di Twitter.

    4. Tyler dan Cameron Winklevoss

    Tyler dan Cameron Winklevoss adalah saudara kembar pendiri Gemini, sebuah perusahaan exchange aset kripto. Selama ini, mereka kerap didapuk sebagai salah satu orang yang berhasil kaya karena Bitcoin. Tak heran jika keduanya memiliki gabungan pengikut mencapai 1 juta orang!

    5. Michael Saylor

    Rasanya, tak afdol jika kita tidak memasukkan Michael Saylor sebagai salah satu influencer paling berpengaruh di aset kripto. Saylor dikenal sebagai pendukung setia Bitcoin. Makanya, bukan hal yang asing apabila kita menemukan “kata-kata mutiara” mengenai Bitcoin seperti cuitannya di atas.

    Ucapannya dianggap cukup berpengaruh di jagat aset kripto. Salah satunya adalah postingan di awal, di mana ia mengklaim telah berhasil mempengaruhi Elon Musk untuk menempatkan sebagian dana Tesla di aset kripto.

    Nah, Sobat Cuan sudah siap dapat wejangan aset kripto dari mereka? Apapun petuah dari punggawanya tersebut, tetap jangan lupa investasinya aset kripto di Pluang, ya!

    Baca juga: Doyan Aset Kripto, Manusia Tajir Elon Musk Ingin Digaji pakai Bitcoin

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Yahoo Finance





    Sumber : pluang.com

  • Di Tengah Harga Altcoin yang Lagi Melonjak, Kenapa Bitcoin Masih Lebih Baik?

    Pekan lalu menjadi pekan yang bersejarah bagi kancah investasi aset kripto. Untuk pertama kalinya, kapitalisasi pasar aset kripto menyentuh US$2 triliun untuk pertama kalinya.

    Meski memang Bitcoin mengambil setengah dari kapitalisasi pasar tersebut, tembusnya angka kapitalisasi pasar ke level tersebut justru disebabkan oleh pergerakan altcoin. Alias, aset-aset kripto lain yang merupakan teman sepermainan Bitcoin.

    Yang pertama tentu saja Ethereum. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di dunia ini mencatatkan rekor baru pada akhir pekan lalu setelah hampir menyentuh US$2.200 per keping. Hal itu dikarenakan antusiasme penggemar aset kripto terhadap teknologi decentralized finance (DeFi) dan antisipasi atas pembaruan sistem Ethereum 2.0.

    Begitu juga dengan Binance Coin (BNB), yang harganya sudah mencapai rekor tertinggi di periode yang sama, yakni US$423 per keping.

    Tak ketinggalan pula Ripple, yang akhirnya juga menembus US$1 per keping untuk pertama kalinya di pekan lalu. Seluruh altcoin tersebut terdorong angin segar bahwa investor institusi, termasuk korporasi, telah menyusup ke kancah investasi aset kripto. Peristiwa tersebut pun kemudian terkenal di kalangan pecinta aset kripto sebagai altcoin season.

    Bagi para spekulator, altcoin season adalah momen yang tepat untuk mendulang cuan. Hanya saja, banyak yang beranggapan bahwa memegang altcoin untuk jangka panjang adalah tindakan yang gegabah. Sehingga, lebih baik bagi investor untuk tetap menggenggam Bitcoin. Benarkah pendapat itu?

    Baca juga: Apa Itu Altcoin?

    Investasi Aset Kripto: Kekurangan Altcoin

    Memang, selama ini altcoin hadir untuk menjawab kritik yang selalu dialamatkan ke Bitcoin. Misalnya volatilitas harganya yang kencang, harganya yang terlalu mahal, hingga dianggap tidak praktis untuk transaksi lantaran tidak ada regulasi yang mendukungnya.

    Namun demikian, Chief Operating Officer CoinFlip Ben Weiss mengatakan, altcoin kemungkinan tidak akan bisa memberikan imbal hasil dalam jangka panjang.

    Selain itu, penggemar aset kripto juga tak bisa membedakan fungsi atau keunggulan satu altcoin dibanding altcoin lainnya. Hal ini nantinya bisa mengarahkan harga altcoin untuk dibentuk dari spekulasi dan pompom semata. Dengan kata lain, menggenggam altcoin dalam jangka panjang akan percuma karena beberapa diantaranya tidak akan memiliki nilai guna di masa depan.

    “Altcoin memberikan kesempatan masyarakat untuk mendulang cuan yang besar, jika kita melihatnya dari sisi persentase kenaikannya. Tapi, di saat yang sama, risiko investasinya juga tinggi,” jelas Weiss.

    Ia kemudian merujuk pada kasus meroketnya harga Dogecoin pada awal tahun lalu. Mengutip Coinmarketcap, harga Dogecoin sempat meroket 650% dari US$0,007 per keping menjadi US$0,053 per keping dalam semalam di akhir Januari. Hanya saja, sampai saat ini, tidak ada yang bisa menjelaskan alasan mendasar di balik kegilaan Dogecoin.

    Masyarakat hanya mengetahui bahwa Dogecoin adalah altcoin yang sedang hype, namun mereka tidak tahu mengenai potensi masa depannya plus kegunaannya. Makanya, tak heran jika harganya langsung drop separuhnya dua minggu kemudian ketika keranjingan mengenai Dogecoin mulai mereda.

    “Makanya, lebih baik berinvestasi di sesuatu yang memang Anda percaya di jangka panjang, daripada ikut-ikutan tren semata. Sebab, popularitas yang melejit tiba-tiba, artinya bisa bikin Anda kehilangan semua secara tiba-tiba juga,” tutur dia.

    Baca juga: Apa Itu Cryptocurrency?

    Investasi Aset Kripto: Bitcoin Lebih Baik

    Di sisi lain, Bitcoin juga memiliki harga yang cukup volatil. Bahkan, pada tahun 2018, harganya pernah anjlok 65% dalam peristiwa yang dikenang sebagai Bitcoin Crash.

    Hanya saja, banyak yang menganggap risiko investasi Bitcoin menjadi lebih mudah terukur dibanding altcoin lantaran kapitalisasi pasarnya yang besar dan banyak informasi yang memadai tentang Bitcoin.

    Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat di angka US$1,13 triliun, atau setara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar itu, tentu semua mata pecinta aset kripto akan selalu mengawasi dengan ketat pergerakan raja aset kripto satu ini.

    Sementara itu, risiko investasi Bitcoin juga bisa dilihat dari keterbukaan informasi mengenainya. Salah satunya mengenai mekanisme penawarannya.

    Pecinta aset kripto sudah paham bahwa pasokan Bitcoin hanya dibatasi mencapai 21 juta keping di seluruh dunia, sehingga pasokannya suatu saat akan habis. Sesuai hukum penawaran dan permintaan, hal itu memberi petunjuk bahwa harga Bitcoin bisa jadi akan beranjak naik terus karena kelangkaan suplainya.

    Maka dari itu, tak heran jika banyak investor institusi yang kini melihat Bitcoin sebagai aset pelindung kekayaan, dari mulai Microstrategy hingga Tesla.

    Bahkan, informasi-informasi seperti ini pun memudahkan analis dalam memprediksi harga Bitcoin ke depan. Salah satu analisis yang terkenal adalah model stock-to-flow yang diperkenalkan oleh analis berinisial Plan B pada 2019 silam.

    Perhitungan stock-to-flow sendiri mengacu pada jumlah komoditas beredar (stock) yang dibandingkan dengan jumlah produksinya (flow) dalam satu jangka waktu tertentu.

    Pendekatan ini mengasumsikan bahwa harga Bitcoin ke depan akan sangat dipengaruhi dengan kelangkaan suplainya di jagat maya. Apalagi, suplai Bitcoin pun sudah diketahui publik, yakni sebanyak 21 juta keping yang sedianya akan selesai ditambang pada 2140 mendatang. Selain itu, publik juga sudah mengetahui bahwa fenomena halving akan terjadi setelah 210 ribu Bitcoin selesai ditambang, atau setiap empat tahun sekali.

    Investasi Aset Kripto: Masih Nekat Investasi Altcoin? Coba Strategi Dollar Cost Averaging

    Namun, tidak ada salahnya juga jika investor ingin menjajal investasi altcoin. Tentu saja, hal itu perlu disertai dengan mitigasi risiko yang mumpuni.

    Salah satu strategi yang bisa digunakan adalah strategi Dollar Cost Averaging (DCA) yang diperkenalkan oleh raja saham dunia Warren Buffet untuk mencegah dampak negatif volatilitas harga. Di dalam strategi ini, investor bisa mendiversifikasi aset kripto untuk menyebar risiko. Kemudian, ia bisa berinvestasi di masing-masing aset kripto secara rutin berapa pun nilainya.

    Misalnya, jika seorang investor memiliki uang Rp100 juta, ia tidak usah langsung menginvestasikannya ke aset kripto sekaligus. Namun, bisa saja ia berinvestasi Rp10 juta dalam 10 bulan ke dalam keranjang Bitcoin dan aset altcoin lainnya.

    Pada akhirnya, harga Bitcoin memang lebih mahal daripada altcoin. Namun, harga yang tinggi itu pun setimpal dengan kenyamanan berinvestasinya. Apakah kamu sudah siap berinvestasi Bitcoin? Yuk, segera investasi Bitcoin di Pluang!

    Baca juga: Orang-Orang Ini Tajir Berkat Bitcoin. Siapa Saja?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: US News, Coinmaketcap, Tokens24



    Sumber : pluang.com

  • Mitos-Mitos Tentang Investasi Emas Ini Udah Gak Berlaku Lagi di 2021! Apa Saja?

    Emas sudah dikenal sebagai logam mulia sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Sejak zaman dulu, masyarakat menganggap emas memiliki nilai yang bisa digunakan sebagai investasi demi memupuk kekayaan maupun alat tukar menukar.

    Namun ternyata, tidak semua persepsi tentang emas sama di benak banyak orang. Nyatanya, banyak kekeliruan tentang investasi emas yang beredar di masyarakat dan justru dijadikan sebagai “alasan” untuk tidak menggenggam logam mulia tersebut.

    Ya, bahkan “mitos-mitos” mengenai investasi emas tersebut masih ada hingga sekarang. Salah satu persepsi keliru yang sering muncul tentang emas adalah ia akan sulit dimiliki oleh mereka yang tak berduit. Dengan begitu, persepsi yang ada di pikiran adalah sulit untuk membeli emas jika tidak memilki banyak uang.

    Alhasil, banyak orang yang merasa belum cukup kaya menganggap sulit untuk bisa memiliki emas. Padahal, banyak manfaat yang bisa dirasakan masyarakat dengan menyimpan emas. Salah satunya adalah mampu mempertahankan nilai kekayaan dalam jangka panjang tanpa mengalami penurunan nilai.

    Emas mampu mempertahankan kewibawaannya dengan menyimpan nilai yang sesuai dengan nilai emas itu sendiri. Bandingkan dengan mata uang kertas yang nilai intrinsiknya justru jauh lebih rendah dibanding nilai nominalnya yang tertera di uang kertas.

    Selain hal tersebut, terdapat pula mitos-mitos lain tentang investasi emas yang bikin masyarakat keder duluan sebelum menggenggamnya. Apa saja mitos-mitos tersebut?

    Baca juga: 5 Rekomendasi Film Tentang Saham & Investasi Ini Wajib Kamu Tonton!

    Mitos Investasi Emas yang Sudah Kuno di 2021

    1. Harus Kaya Dulu untuk Berinvestasi Emas

    Ada pandangan keliru yang mengatakan, bahwa seseorang harus memiliki kekayaan yang besar untuk bisa memilki emas batangan. Faktanya, investor tetap bisa membeli emas sesuai dengan jumlah berapapun sesuai kemampuannya. Kini, masyarakat bisa berinvestasi emas mulai dari 1 gram, 0,5 gram, dan seterusnya hingga ke satuan yang lebih kecil.

    Apalagi, kini investasi emas menjadi lebih gampang dengan kehadiran emas digital yang tentu bisa didapatkan di Pluang!

    2. Investasi emas sangat berisiko

    Sejatinya setiap instrumen investasi apapun, baik itu emas, aset kripto, saham atau pun valuta asing (valas) selalu memiliki risiko yang membayangi setiap pergerakannya. Namun uniknya, faktor risiko yang kerap mengikuti instrumen investasi modern, justru berdampak positif terhadap harga emas.

    Hal itu bisa terjadi karena emas memiliki fasilitas lindung nilai terhadap potensi penurunan aset investasi lainnya.  Ketika kondisi ekonomi mengalami perlambatan dan konflik geopolitik menjadi isu utama, maka investor akan mulai berburu aset safe-heaven seperti emas untuk bisa menopang volatilitas harga instrumen investasi lain.

    Bahkan pada tahun 1970-an, di mana sempat terjadi tren inflasi di beberapa negara yang dipicu oleh harga minyak, emas justru berhasil mencatatkan rekor bullish terbesarnya di zaman modern.

    Hal tersebut menjadikan emas layak menjadi pilihan terbaik untuk diversifikasi portofolio investasi. Ketika semua instrumen investasi bergerak naik turun, emas tidak pernah berada dalam harga nol.

    3. Sulit untuk Membeli, Menyimpan dan Menjual Emas

    Mitos lain tentang emas adalah sulitnya akses masyaraakt untuk mendapatkan emas batangan. Nah, saat ini, investor bisa dengan mudah membeli emas, menyimpannya secara digital dan menjualnya hanya dengan bermodalkan ponsel pintar dan koneksi internet. Tentu saja hal itu dilakukan melalui aplikasi Pluang.

    4. Lebih baik beli saham Perusahaan Emas Ketimbang Beli Emas

    Saham perusahaan pertambangan emas mampu memberikan dampak positif pada harga emas secara riil. Namun, calon investor yang ingin membenamkan dananya di instrumen emas pun sebaikanya disarankan untuk memiliki emas terlebih dahulu.

    Sejatinya, mengoleksi saham perusahaan emas atau pun emas fisik memang bisa menambah kekayaan. Hanya saja, perlu diingat bahwa investasi di perusahaan tambang emas punya risiko yang tidak dimiliki emas beneran. Misalnya, faktor risiko kecakapan manajemen, kondisi politik, operasional bisnis, dan faktor internal lainnya.

    Baca juga: Pengertian Pasar Uang, Apa Bedanya Dengan Pendapatan Tetap?

    5. Harga Emas Turun Seiring Kenaikan Suku Bunga

    Mitos tentang emas lainnya adalah harga emas akan turun ketika suku bunga naik. Memang, suku bunga bergerak dinamis, kadang naik dan kadang juga turun. Namun, hal itu tidak memengaruhi harga emas. Justru, ketika suku bunga naik yang berarti terdapat potensi munculnya inflasi, hal itu akan berpengaruh positif bagi harga emas.

    Begitu pula dengan suku bunga riil. Ketika angkanya berada di bawah 0%, maka instrumen investasi seperti uang tunai ataupun obligasi, tidak bisa lagi efektif mendatangkan cuan, karena tingkat pengembaliannya lebih rendah dari inflasi.

    Suku bunga riil sendiri merupakan suku bunga murni yang sudah memasukkan inflasi sebagai faktor penentu penurunan daya beli.

    Nah, setelah membaca hal-hal di atas, bisa disimpulkan bahwa emas bukan lagi investasi mahal dan eksklusif. Kini, masyarakat bisa mendapatkannya secara mudah. Terutama, melalui aplikasi Pluang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: GoldSilver



    Sumber : pluang.com

  • Apa Alasan Kita Perlu Perhatikan Kapitalisasi Pasar Saat Investasi Aset Kripto?

    Beberapa waktu terakhir, harga Bitcoin dan aset kripto lainnya meroket. Kenaikan harga Bitcoin dan fenomena yang belakangan disebut sebagai altcoin season ini telah mendorong nilai kapitalisasi pasar aset kripto ke level lebih dari US$2 triliun untuk pertama kalinya pada pekan lalu.

    Beberapa orang berpikir bahwa kenaikan harga aset kripto mungkin baru saja dimulai. Sementara itu, beberapa orang menganggap bahwa ini adalah torehan sejarah baru di kancah aset kripto.

    Tapi, mungkin hal ini bikin Sobat Cuan bertanya-tanya: Apa sih pentingnya memahami kapitalisasi pasar aset kripto?

    Baca juga: Apa Itu Kapitalisasi Pasar?

    Apa itu Kapitalisasi Pasar dan Mengapa itu Penting?

    Kapitalisasi pasar aset kripto ditentukan oleh harga saat ini dikalikan dengan pasokan yang beredar. Artinya, jika nilai kapitalisasi pasarnya besar, maka peredaran aset kripto tersebut terbilang cukup “dominan” di kancah aset kripto.

    Maka dari itu, tak heran jika kapitalisasi pasar ini disebut faktor yang menentukan “ranking” suatu cryptocurrency dengan teman sepermainannya. Selain itu, semakin besar ukuran kapitalisasi pasar sebuah aset kripto, maka bisa dibilang aset tersebut cukup populer di mata investor.

    Maka dari itu, kapitalisasi pasar adalah indikator paling penting untuk melihat peringkat masing-masing aset digital.

    Di bawah ini merupakan lima aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia per 13 April 2021.

    Ranking Jenis Aset Kripto
    1 Bitcoin US$1,16 triliun
    2 Ethereum US$252,74 miliar
    3 Binance Coin US$86,68 miliar
    4 XRP US$72,69 miliar
    5 Tether US$45,42 miliar

    Apakah Aset Kripto Populer adalah Aset Kripto yang Aman?

    Aset kripto dengan kapitalisasi besar umumnya dianggap sebagai investasi yang aman. Sebab, pandangan pelaku pasar dan analis pasti akan selalu tertuju kepada aset yang punya kapitalisasi pasar jumbo. Ini lantaran uang milik “hajat hidup orang banyak” terdapat di situ.

    Maka dari itu, berinvestasi di dalam koin yang memiliki kapitalisasi pasar besar biasanya merupakan strategi investasi yang konservatif. Koin-koin berukuran besar ini memiliki harga yang cukup stabil dibanding mata uang kripto lainnya. Namun, masih lebih volatil dibandingkan aset tradisional seperti saham.

    Sementara itu, investor juga bisa saja menempatkan uangnya di aset kripto berkapitalisasi pasar kecil karena punya prospek pertumbuhan yang lebih mumpuni dibandingkan koin-koin berkapitalisasi pasar besar. Hanya saja, harganya cukup volatil.

    Hanya saja, konsep menentukan keputusan investasi berdasarkan kapitalisasi pasar sering menuai kritikan tajam. Alasannya, kapitalisasi pasar mata uang kripto kurang lebih hanya sebatas mencerminkan popularitas koin dalam jangka panjang, bukan semata-mata mencerminkan prospeknya di masa depan.

    Selain itu, beberapa kritik juga mengatakan bahwa melihat “gesitnya” aset kripto melalui kapitalisasi pasar adalah konsep yang usang dan merupakan warisan dari analisis pasar saham.

    Namun kini, investor menggunakan kapitalisasi pasar sebagai cara yang objektif untuk melihat kinerja sesungguhnya dari altcoin di pasar aset kripto. Sebab, kadang ada beberapa pihak di media sosial yang sengaja “memoles” kinerja suatu koin tertentu atas alasan pompom nilai.

    Nah, sebagai jalan tengahnya, maka investor pun sebaiknya berinvestasi di aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar terlebih dulu. Yakni, di Bitcoin dan Ethereum. Keduanya bisa Sobat Cuan dapatkan di Pluang, lho!

    Baca juga: Di Tengah Harga Altcoin yang Lagi Melonjak, Kenapa Bitcoin Masih Lebih Baik?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Forbes, Bitpanda



    Sumber : pluang.com

  • Bisa Gak Sih, Kamu Rugi di Reksadana Pendapatan Tetap? Simak Di Sini!

    Pasar saham terkenal dengan volatilitas harganya yang sudah diprediksi. Bak sedang naik roller coaster, trader saham harus sudah mempersiapkan segala risiko ketika sedang membenamkan dananya di beberapa saham pilihan. Nah, salah satu strategi mitigasi risiko tersebut adalah dengan mendiversifikasikan aset ke reksadana pendapatan tetap.

    Apa itu reksadana pendapatan tetap? Sama seperti bentuk reksadana lainnya, reksadana pendapatan tetap merupakan wadah atas dana para investor. Bedanya, terletak di alokasi portofolio investasinya.

    Produk reksa dana pendapatan tetap didominasi oleh aset investasi berupa obligasi alias surat utang yang memiliki tenor lebih dari 1 tahun. Minimal 80% dari keseluruhan penempatan dana dibenamkan di instrumen investasi tersebut. Hal ini berbeda dengan produk reksadana saham, yang memiliki underlying asset berupa saham, atau reksadana pasar uang.

    Lantas, mengapa jenis reksadana ini disebut “pendapatan tetap”? Ini lantaran imbal hasil yang ditawarkan oleh obligasi bersifat tetap, sesuai dengan kupon yang diberikan. Makanya, jenis investasi ini cocok untuk investor yang masuk dalam golongan konservatif – moderat.

    Dengan mengalokasikan sebagian dana di reksa dana pendapatan tetap (RDPT), investor dapat memetik keuntungan dengan relatif mudah. Maklum, proses pengelolaan dana dilakukan oleh manajer investasi, sehingga investor tidak perlu repot untuk memantau perkembangan unit penyertaan (UP) yang dimilki.

    Selain itu, investor pun tidak perlu dana yang besar untuk menggenggam reksadana ini. Dengan modal Rp100 ribu, investor sudah bisa membeli produk reksadana pendapatan tetap yang diinginkan.

    Produk ini cocok untuk dijadikan tujuan investasi jangka menengah. Alias, imbal hasil maksimal biasanya baru bisa dirasakan investor dalam jangka waktu satu hingga tahun.

    Namun, menilik dari nama jenis reksadana ini, tentu Sobat Cuan juga akan mempertanyakan satu pertanyaan: Kalau reksadana ini disebut “pendapatan tetap”, apakah instrumen ini selamanya akan menghasilkan pendapatan? Kemudian, apakah investor bisa rugi menggenggam reksadana ini?

    Baca juga:Apa Itu Reksadana?

    Reksadana Pendapatan Tetap Juga Punya Risiko

    Nah, Sobat Cuan perlu memahami bahwa reksaddana pendapatan tetap adalah produk pasar modal. Sensitivitas harganya juga sama seperti pasar modal. Sehingga, investor pun perlu lihai dalam mengelola risikonya.

    Perlu juga dipahami, bahwa yang namanya investasi tidak melulu soal keuntungan. Terdapat juga risiko yang harus diperhitungkan saat investor sudah memutuskan untuk berinvestasi di instrumen tertentu.

    Untuk kasus reksadana pendapatan tetap, risiko yang kemungkinan dihadapi adalah penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari produk reksadana yang dimiliki.

    Seperti disinggung sebelumnya, alokasi dana investasi dalam produk reksadana tersebut didominasi oleh penempatan di surat utang atau obligasi.

    Seharusnya, investor sudah paham mengenai imbal hasilnya dari besaran kupon obligasi tersebut. Namun, kadang imbal hasil investor tak sejalan dengan kuponnya, lantaran manajer investasi selalu mengelola kembali pendapatan yang berasal dari kupon obligasi ke obligasi lainnya. Ini yang menyebabkan nilai NAB berflutuasi.

    Investor harus mengerti bahwa keuntungan sudah berada di genggaman ketika NAB reksadana meningkat. Namun, begitu pula sebaliknya. Ketika nilai NAB menyusut, dan kebetulan saat itu sedang membutuhkan dana segar, mau tidak mau pemilik UP di reksa dana tersebut menjualnya dalam keadaan harga yang lebih rendah saat pembelian.

    Risiko seperti itu bisa saja terjadi, sehingga pemilihan instrumen obligasi menjadi hal vital untuk dicermati.

    Risiko Reksadana Pendapatan Tetap: Alasan NAB Jungkat-Jungkit

    Salah satu penyebab fluktuatifnya NAB reksadana pendapatan tetap adalah pergerakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

    Jika BI memangkas suku bunga acuannya, maka penerbitan obligasi baru akan menghasilkan nilai kupon yang rendah. Sehingga, investor akan berburu obligasi lama namun memilki kupon lebih baik. Sesuai hukum ekonomi, maka permintaan yang tinggi akan membuat harga obligasi lama tersebut terkerek naik.

    Hal lain yang menyebabkan perubahan imbal hasil reksadana pendapatan tetap adalah hasil pemeringkatan surat utang.

    Biasanya setiap bulan atau triwulan, lembaga pemeringkat utang memberikan hasil peringkat utang atas obligasi yang sudah beredar. Semakin baik hasil peringkatnya, maka semakin kecil juga risiko yang harus ditanggung investor akibat potensi gagal bayar. Begitu pun sebaliknya.

    Peringkat obligasi sangat dipengaruhi oleh kondisi keuangan dan juga bisnis obligornya. Namun sebenarnya, hal itu sangat jarang terjadi.

    Berdasarkan data Infovesta, sejak tahun 2005, baru ada 3 periode reksadana pendapatan tetap yang mencatatakan rugi. Yakni, pada tahun 2005 sebesar -1,67%, 2013 sebesar -4,53% dan 2018 sebesar -2,2%.

    Namun, berbicara perkara imbal hasil, keuntungan rata-rata yang diterima reksadana pendapatan tetap berkisar di angka 3% pada 2002 sampai 2019. Bahkan, pertumbuhan imbal hasil tertinggi dari reksadana pendapatan tetap pernah mencapai 17,73% di 2006.

    Baca juga: Kaum Milenial, Berapa Banyak Investasi yang Mesti Kamu Punya?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Cetak Rekor Melulu, Ini Alasan Harga Ethereum Bakal Terbang Terus!

    Ethereum (ETH), mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, memecahkan rekor dengan menembus level US$2.377 per keping pada Selasa (13/4). Rekor harga Ethereum ini hanya beberapa hari setelah menembus US$2.100 untuk pertama kalinya.

    Meskipun tidak jelas apakah ada kaitannya, rekor harga Ethereum terjadi hanya beberapa hari sebelum bursa aset kripto terkemuka AS, Coinbase, mulai melantai di Nasdaq. Hal ini dinilai menjadi salah satu peristiwa dalam industri kripto yang paling diantisipasi. Sebuah tanda bahwa pasar semakin matang dan siap untuk mengadopsi, dengan potensi para investor Wall Street akan mendukung aset kripto untuk meroket.

    Dengan menembus level tertinggi baru sepanjang masa, aksi harga Ethereum baru-baru ini menggemparkan pasar aset kripto dan menjadi pemimpin untuk pergerakan harga-harga altcoin. Di mana, peristiwa ini disebut sebagai altcoin season. Ini tak mengherankan, lantaran Ethereum selalu menjadi rujukan bagi keuangan terdesentralisasi dan proyek token lain.

    Meskipun banyak proyek token lain yang diberi label sebagai “pembunuh Ethereum”, hal itu tampak tidak serius. Selama bertahun-tahun, Ethereum hanya sekarang menghadapi persaingan yang sebagian besar berasal dari masalah skalabilitas jaringan dan transaksi. Jika tidak ada solusi efektif untuk memperluas jaringannya, Ethereum mungkin akan segera mulai kalah bersaing dengan platform serupa yang sama-sama memiliki fitur smart contract.

    Meski demikian, beberapa analis memperkirakan bahwa Ethereum akan kembali mencatat level tertinggi sepanjang masa dan bisa mengungguli Bitcoin di masa mendatang. Sobat Cuan pasti penasaran, faktor apa yang menaikkan harga ETH ke depan?

    Rekor Harga Ethereum Karena Investor institusi

    Pembelian Bitcoin senilai US$1,5 miliar oleh Tesla menarik banyak perhatian di komunitas aset kripto. Tidak mengherankan bahwa lebih banyak perusahaan yang ingin melakukan diversifikasi dan mengambil posisi beli di Ether. Menurut laporan Coinbase, investor institusional sekarang mengenali Ethereum sebagai investasi potensial, mirip dengan Bitcoin.

    Mungkin aset kripto baru saja mengukuhkan dirinya sebagai kelas aset institusional. Namun, kenyataannya banyak perusahaan Fortune 500 yang telah berinvestasi di Ethereum hampir setahun yang lalu. Menurut penelitian, beberapa alamat dompet Ethereum merujuk ke perusahaan besar seperti JPMorgan Chase, IBM, Microsoft, Amazon, dan Walmart.

    Sangat mungkin bahwa investor institusi besar sudah memiliki Ethereum, tetapi belum mempublikasikannya. Tesla melakukan hal itu, dengan mengumumkan investasi Bitcoinnya kira-kira sebulan setelah transaksi. Sementara perusahaan Grayscale terus menumbuhkan kepercayaan Ether, dan perusahaan besar lain juga menimbun Bitcoin dan Ethereum. Jadi jelas bahwa investasi institusional adalah salah satu faktor di balik reli harga terbaru.

    Baca juga: Apa Alasan Kita Perlu Perhatikan Kapitalisasi Pasar Saat Investasi Aset Kripto?

    Rekor Harga Ethereum Karena NFT Semakin Viral

    Belakangan ini, belantika aset kripto dihebohkan dengan penjualan Non-Fungible Token (NFT) yang marak dimanfaatkan oleh artis digital hingga pengembang game. Namun, pemanfaatan NFT tak hanya berhenti di situ. Ternyata, selebritas seperti Logan Paul dan Snoop Dogg telah menggunakan NFT sebagai sarana promosi dan menciptakan sumber penerimaan baru.

    Chief Marketing Officer perusahaan platform NFT Blid Boxes, Suz Lee, mengatakan bahwa adopsi NFT yang meluas membuktikan bahwa ekosistem Ethereum benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan di dunia nyata. Makanya, bukan tidak mungkin nantinya permintaan ETH akan meningkat, yang kemudian akan ikut mengerek harganya.

    Harga Ethereum Terus Menanjak Karena Adopsi DeFi

    Tak hanya didorong oleh demam NFT, harga Ethereum kemungkinan juga masih akan didorong oleh tingginya adopsi aplikasi Decentralized Finance (DeFi). DeFi merupakan ragam aplikasi jasa keuangan aset kripto, di mana kegiatannya mirip dengan jasa keuangan pada umumnya, seperti pinjam meminjam. Hanya saja, transaksi dilakukan dengan aset kripto, bukan uang fiat, dan sistemnya berjalan di atas sistem smart contracts milik Ethereum.

    Belakangan, peminat teknologi DeFi terbilang cukup marak, yang tercermin dari banyaknya nilai aset kripto yang tersimpan di dompet DeFi. Pada 14 April 2021, total nilai terkunci (Total Value Locked) di DeFi tercatat sebesar US$68,5 miliar, atau meningkat dari US$55 miliar pada 1 April lalu.

    Banyak analis memperkirakan bahwa investor institusi akan semakin membanjiri platform DeFi dan membawa likuiditas dengan nilai lumayan ke dalamnya. Sebab, kini sudah semakin banyak proyek-proyek DeFi yang ditujukan khusus untuk melayani investor institusi, seperti konsultasi manajemen risiko dan lain-lain.

    Kemudian, investor diyakini akan beralih ke DeFi setelah menilai bahwa mereka tidak akan menghasilkan imbal hasil dengan melakukan kegiatan keuangan konvensional. Misalnya, menabung atau membuka akun deposito. Ini lantaran bank sentral beberapa negara, khususnya AS, masih memberlakukan rezim suku bunga rendah sampai ekonomi benar-benar pulih.

    Apalagi, kini terdapat berbagai aset di platform DeFi yang ditautkan (peg) dengan nilai dolar AS di dunia nyata dan memberikan pertumbuhan return dua digit. Misalnya, di USD Coin (USDC), Tether (USDT), dan beberapa stablecoin lain yang ditopang dan ditautkan dengan nilai dolar AS.

    Keunggulan ini akan menarik minat penabung dan investor alternatif yang mendambakan cuan dari menabung dalam waktu lama. Sesuai hukum permintaan dan penawaran, maka minat Ethereum akan melejit. Sehingga, harganya akan semakin meroket.

    Prediksi Rekor Harga Ethereum: Menuju US$2.500 di Kuartal II?

    Perlu juga dicatat bahwa nilai aset kripto ini telah meroket 159,9% sejak awal tahun. Dengan mengingat angka-angka ini, berikut adalah beberapa prediksi harga terbesar yang perlu diingat investor crypto untuk ethereum.

    Sheldon McIntyre dari FXStreet menyatakan secara teknis bahwa bahkan jika resistensi muncul, pedagang harus bersiap untuk menaikkan target keuntungan. Ia menilai kenaikan target merujuk ke level retracement Fibonacci di US$2.327,41 dan US$2.504,09.

    Sementara itu, Elena R dari Coinpedia menyatakan Ethereum saat ini tengah mencapai ketinggian baru. Bahkan, skenario optimistisnya, Ethereum bisa naik hingga US$7.000 per keping.

    “Kami melihat bahwa perusahaan berbasis dana Ethereum dan pasar DeFi akan memperkuat posisi Ethereum yang tersedia dan memberikan premis untuk kenaikan tambahan,” ujarnya.

    Jadi, bagaimana Sobat Cuan? Sudah siap cuan di masa depan bersama Ethereum? Yuk, segera investasi Ethereum di Pluang!

    Baca juga: Ini Penjelasan Dasar-dasar Protokol Ethereum 2.0

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Coindesk, CoinTelegraph, Nasdaq



    Sumber : pluang.com

  • Mending Investasi Emas Fisik atau Emas Digital? Simak Penjelasannya di Sini!

    Kita semua tahu, emas adalah investasi yang tradisinya sudah diwariskan secara turun-temurun, alias dari generasi ke generasi. Namun, di saat platform digital sedang marak di berbagai sektor, barangkali pertanyaan ini sempat menggelayut di benakmu: Mending pilih emas fisik vs emas digital, ya?

    Kamu mungkin sudah tidak asing dengan segala bentuk investasi emas yang disimpan orang-orang yang jauh lebih tua darimu: perhiasan emas, koin emas, dan sederet nota pembelian emas yang masih mereka simpan.

    Namun, saat dunia bergerak maju dengan digitalisasi yang makin masif, apakah kamu akan memilih untuk berinvestasi dengan jalan konservatif semacam itu?

    Kehadiran Emas Digital di Era 4.0

    Saat ini, alternatif emas fisik ditawarkan lewat kehadiran emas digital. Sehingga, kini masyarakat sama sekali tidak sulit untuk membeli emas digital.

    Berinvestasi di emas digital memang jadi cara berinvestasi yang hemat biaya dan efisien. Sebab, berinvestasi emas digital tidak melibatkan biaya penyimpanan tambahan. Selain itu, investor tidak perlu khawatir dengan keamanan emas yang disimpan oleh perusahaan perdagangan di brankas atas nama investor.

    Saat kamu membeli satu unit emas digital secara daring, perusahaan nantinya menyediakan emas fisik/batangan yang sudah diperiksa kemurniannya dan ditempatkan di perusahaan terpercaya. Jika kamu tertarik untuk menukarnya ke dalam bentuk fisik, emas tersebut tinggal dikeluarkan dari “lemari besi” alias penitipannya di perusahaan kliring berjangka.

    Nah, kalau kamu mau berburu emas digital, kamu bisa mendapatkannya di Pluang! Emas yang dijual di Pluang adalah emas yang dijamin di PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero). Emas fisik Pluang adalah emas Antam yang bersertifikat dan bisa dijual kembali di mana saja. Jadi, tidak ada risiko emas bakal hilang karena PT KBI menyimpan emas tersebut dengan aman.

    Baca juga: Lebih Untung Mana, Investasi Emas vs Reksadana?

    Emas Fisik vs Emas Digital? Lihat Dulu Manfaatnya

    Sejatinya, pertanyaan terkait emas fisik vs emas digital adalah ihwal yang sama usangnya dengan memilih antara membaca buku fisik atau buku digital.

    Dua hal itu bukan pilihan yang harus dipilih salah satunya. Sebab, masing-masing pilihan, apapun bentuknya, masih memiliki nilai sebagai buku. Begitu pun emas. Mau fisik atau digital, mereka semua tetaplah emas paten.

    Namun, kalau kamu masih memikirkan kelemahan dan kelebihan emas fisik vs emas digital, berikut ada hal-hal yang bisa kamu pertimbangkan.

    Berikut ini manfaat berinvestasi emas digital:

    1. Kamu Dapat Berinvestasi dalam Jumlah Kecil

    Kamu sebagai investor dapat menginvestasikan sejumlah kecil uang dalam emas digital. Tidak ada batasan atau batasan pembelian minimum. Karenanya seseorang dapat mempertimbangkan emas digital untuk investasi dengan nilai yang kecil saja.

    2. Kualitasnya Terjaga

    Investor hanya akan memiliki emas 24 karat, dan kualitasnya terjaga. Jadi, enggak seperti belanja di toko emas yang kamu masih ragu dengan keasliannya, nih. Dalam platform emas digital, kamu tidak harus peduli dengan perlindungan atau kemurnian karena memang sudah dijamin dari sononya.

    3. Dapat Ditukarkan Menjadi Emas Fisik dengan Mudah

    Masih menanyakan soal emas fisik vs emas digital saat emas digital bisa ditukar dengan emas fisik kapan saja dengan mudahnya? Kamu bahkan bisa mencairkan nilai emasmu beserta keuntungan yang kamu peroleh darinya ke nomor rekening dalam bentuk uang tunai.

    4. Pinjaman dengan Jaminan Emas Digital

    Bahkan, nilai investasi dalam platform emas digital dapat digunakan sebagai jaminan untuk melakukan pinjaman.

    5. Keamanan 

    Aset emas digital diasuransikan dan disimpan dengan aman di lemari besi. Alhasil, tidak ada risiko perampokan meski kamu punya berkilo-kilogram emas. Tanggung jawab emas ada pada penjualnya. Di Pluang, emasmu disimpan di PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero).

    6. Melacak Investasi dengan Jentikan Jari

    Pengin menghitung berapa nilai emasmu pada jam ini dibandingkan pada jam yang sama di hari kemarin? Kamu dapat lakukan itu dengan mudah lewat ponselmu. Buka saja aplikasi atau situs webnya di saat kamu senggang, voila, kamu akan bisa menghitung nilai kinerja investasimu.

    7. Diversifikasi Portofolio

    Punya emas digital sekaligus emas fisik? Tidak masalah. Emas digital yang kamu miliki bisa menjadi semacam diversifikasi portofolio buatmu.

    8. Tarif Real-time

    Keunggulan utama emas digital, nih. Harganya tidak tipu-tipu alias bukan kaleng-kaleng. Karena bisa diawasi kapan saja, platform digital menawarkan tarif emas secara real-time alias dalam harga jual-belinya pada saat itu juga. Karena itu, investor dapat memanfaatkan pergerakan harga ini untuk melakukan pembelian atau penjualan. Cuan dengan pintar bisa semudah ini, dan kamu mau melewatkannya?

    Baca juga: Ini 5 Alasan Utama Investasi Emas Batangan yang Harus Kamu Ketahui!

    Meanwhile, Emas Fisik~

    Ceritanya, kamu sudah paham segala keunggulan emas digital di atas. Tapi, kamu masih ngotot, nih, debat kusir soal emas fisik vs emas digital. Nah, ketahuilah wahai Sobat Cuan, bahwa ternyata emas fisik juga menawarkan banyak keunggulan, lho. Apa saja?

    1. Menunjukkan Prestise

    Jika kamu kolektor nota pembelian alias tanda terima emas fisik, barangkali kamu termasuk #TimEmasFisik.

    Investasi dalam emas fisik memang mensyaratkan investasi minimum yang lebih tinggi dibandingkan emas digital. Kita semua tahu, ada gram minimal dalam pembelian emas fisik. Sehingga, membelinya pun memunculkan rasa kebanggaan tersendiri.

    Meski demikian, tentu menggenggam emas fisik memiliki kekurangan tersendiri. Biaya membawa dan menyimpan emas fisik tergolong lebih tinggi. Ditambah lagi, selalu ada risiko pencurian yang bakal mengintaimu. Untuk pembelian dalam nilai tertentu, bahkan, selalu ada pajak kekayaan yang dikenakan.

    2. Emas Fisik Tahan Inflasi

    Begitu juga emas digital. Namun, tetap saja, ini adalah manfaat inheren yang akan kamu peroleh saat kamu memutuskan berinvestasi di emas. Jadi, terlepas dari emas fisik vs emas digital, keunggulan ini tetap terjaga. Emas adalah investasi yang melindungi nilai kekayaanmu.

    Singkat kata, emas tidak terdepresiasi seiring waktu, seperti banyak aset lainnya.

    3. Tidak Kehilangan Nilai Intrinsiknya

    Begitu juga emas digital. Sejarah membuktikan bahwa logam mulia satu ini selalu diminati. Bahkan selama krisis, seseorang dapat dengan mudah menjual asetnya jika dalam berbentuk emas.

    4. Investor Dapat Menjaminkan Emas Fisik Mereka

    Begitu juga emas digital. Kamu dapat menggunakan emas sebagai jaminan saat melakukan peminjaman.

    5. Dapat Diwariskan

    Seseorang dapat mewariskan emas fisik mereka kepada generasi berikutnya. Begitu juga dengan emas digital.

    Jadi, saat kita bicara soal emas fisik vs emas digital, keduanya memiliki pro dan kontranya masing-masing. Namun, pilihan investasi sepenuhnya bergantung padamu sebagai investor. Jika satu-satunya tujuanmu adalah untuk investasi, maka berinvestasi dalam bentuk emas digital adalah pilihan ideal.

    Di sisi lain, emas fisik dapat memberi prestise (saat digunakan dalam bentuk perhiasan), atau bahkan disimpan tanpa perlu terkait atau terafiliasi ke platform tertentu. Memiliki emas fisik juga bisa menjadi diversifikasi portofoliomu, ketika di saat yang sama kamu memasang investasi juga pada emas digital.

    Baik itu emas fisik vs emas digital, idealnya kamu menaruh tipe atau jenis aset ini dalam jumlah 10-20% agar portofoliomu dapat dikategorikan sebagai portofolio yang sehat. Emas dapat membantu melindungi nilai kekayaanmu terhadap volatilitas, risiko mata uang, risiko inflasi, dan bahkan, risiko pandemi.

    Sudahkah kamu berinvestasi emas di Pluang hari ini?

    Baca juga: Ingin Diversifikasi Bitcoin dan Emas? Simak Komposisi Idealnya di Sini!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Scripbox



    Sumber : pluang.com

  • Menyimpan Banyak Manfaat, Kenalan Yuk Sama Asuransi Jiwa Berjangka!

    Sebagian masyarakat Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya asuransi jiwa. Tak heran, sebab produk ini memberikan banyak sekali manfaat finansial kepada para pemegang polisnya. Namun, masyarakat Indonesia nampaknya masih belum mengenal lebih dekat salah satu jenis asuransi jiwa, yakni asuransi jiwa berjangka (Term Life Insurance).

    Jadi, apa sih, pengertian asuransi jiwa berjangka? Kemudian, apa bedanya dengan asuransi jiwa lainnya?

    Nah, judul produk asuransi ini menyimpan dua kata kunci, Sobat Cuan. Yakni, “asuransi jiwa” dan “berjangka”.

    Layaknya asuransi jiwa, produk ini memberikan perlindungan finansial kepada keluarga atau pihak yang sudah ditentukan oleh tertanggung apabila sewaktu-waktu tertanggung mengalami tutup usia. Namun, masa berlaku asuransi tersebut berada di dalam jangka waktu tertentu, makanya produk ini mengandung kata “berjangka”.

    Karena merupakan bagian dari asuransi jiwa, maka asuransi jiwa berjangka juga menjadi salah satu produk jasa keuangan yang bisa membantu masyarakat mencapai kebebasan finansial. Yakni, situasi di mana seseorang sudah bisa memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya dari sisi materiil.

    Sayangnya, tingkat penetrasi asuransi penduduk Indonesia tergolong masih sangat rendah. Melansir BeritaSatu, selama tahun 2020, penetrasi asuransi di tanah air baru mencapai sekitar 3% dari total populasi

    Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk meningkatkan literasi keuangan di bidang asuransi. Khususnya asuransi jiwa berjangka yang akan kita bahas berikut ini. 

    Baca juga: Apa Itu Asuransi Jiwa?

    Pengertian Asuransi Jiwa Berjangka

    Asuransi jiwa berjangka adalah salah satu jenis produk asuransi jiwa yang memberikan santunan uang kepada pihak yang sudah ditentukan oleh tertanggung.

    Uang santunan tersebut akan diberikan jika tertanggung meninggal dalam satu periode tertentu yang sudah disepakati antara perusahaan asuransi dan juga tertanggung. Kesepakatan periode asuransi tersebut tercantum di dalam buku polis tertanggung atau pemegang polis.

    Umumnya, asuransi jenis ini digunakan oleh nasabah yang sedang memiliki tanggungan dalam jumlah besar. Contohnya, seperti kredit properti atau kendaraan.

    Tak hanya itu, asuransi jiwa juga seringkali menjadi syarat bagi nasabah yang ingin mengambil kredit seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Nah, kalau kamu berencana untuk membeli kredit rumah dalam waktu dekat, sebaiknya persiapkan juga dana untuk menggunakan asuransi jiwa berjangka, ya!

    Ciri-Ciri Asuransi Jiwa Berjangka

    Terdapat beberapa ciri yang bisa kamu ketahui mengenai produk asuransi jiwa yang satu ini. Apa saja sih, karakteristiknya?

    1. Memiliki jangka waktu tertentu 

    Hal yang paling membedakan antara asuransi jiwa berjangka dengan asuransi lainnya adalah terdapatnya jangka waktu tertentu untuk masa pertanggungannya. Sebagai contoh, jika seseorang mengambil produk asuransi ini untuk keperluan KPR, maka lama waktu premi yang perlu dibayarkan tentu mengikuti pelunasan kredit rumah tersebut.

    2. Premi yang relatif rendah

    Pembayaran premi asuransi jiwa dalam jangka waktu tertentu ini memiliki premi yang relatif rendah tergantung dengan besarnya uang pertanggungan yang diberikan.

    3. Polis dapat diperpanjang atau diperbaharui 

    Karena sifatnya terbatas oleh waktu, maka asuransi jiwa berjangka masih dimungkinkan untuk diperpanjang atau diperbaharui atas kesepakatan pihak-pihak yang berkepentingan. 

    Baca juga: Apa Itu Asuransi?

    Manfaat Asuransi Jiwa Berjangka 

    Produk asuransi jiwa berjangka juga memiliki banyak manfaat bagi para nasabahnya. Berikut ini beberapa diantaranya:

    1. Memberikan perlindungan finansial kepada keluarga tertanggung atau ahli waris

    Asuransi jiwa tentunya memberikan rasa aman kepada keluarga tertanggung atau ahli waris. Khususnya dari sisi finansial. Sebab jika tertanggung adalah seorang pencari nafkah tunggal dalam keluarga akan mencegah keluarga tersebut kehilangan mata pencaharian untuk sementara.

    2. Meminimalisir kredit macet

    Di Indonesia, kita sering mendengar mengenai kasus kredit macet atau suatu pihak gagal untuk melunasi hutangnya kepada kreditur. Asuransi jiwa bisa dimanfaatkan untuk meminimalisir kejadian seperti itu, jika hal tersebut menimpa kreditur maupun debitur.

    3. Membantu mengelola dana jangka panjang 

    Jika kamu memiliki rencana jangka panjang dari sisi finansial seperti pendidikan anak, jaminan hari tua serta mendirikan usaha, maka asuransi jiwa sangat bermanfaat untuk membantu kamu mengelola dana dalam jangka panjang.

    Jadi, kamu tidak perlu lagi repot-repot menyisihkan uang pribadi untuk ketiga hal tersebut untuk memenuhi kebutuhanmu dan keluarga di masa yang akan datang. Cukup membayar premi dan fokus terhadap hal yang ingin dicapai. 

    Jadi, Apakah Asuransi Jiwa Berjangka itu Penting?

    Jawabannya adalah iya. Jika kamu adalah seorang yang memiliki tanggungan dalam jumlah kecil maupun besar, maka produk asuransi ini adalah hal yang wajib untuk digunakan.

    Sama seperti investasi, asuransi adalah salah satu instrumen finansial yang penting agar kamu dapat mencapai kebebasan finansial di masa tua nanti. Jangan sampai nantinya kamu mengorbankan satu instrumen finansial dan lupa untuk memenuhi instrumen lainnya yang tidak kalah penting.

    Ingin melakukan investasi tapi di saat yang bersamaan juga mendapatkan perlindungan asuransi jiwa berjangka? Jangan khawatir! Sebab PasarPolis dan Pluang kini bekerja sama untuk menghadirkan produk investasi dan asuransi jiwa, lho!

    Setiap pengguna Pluang yang berinvestasi emas seberat 1 gram berkesempatan untuk mendapatkan perlindungan jiwa berjangka dengan uang pertanggungan hingga Rp15.000.000 secara cuma-cuma.

    Jadi tunggu apalagi? Yuk langsung aja investasi emas sekarang juga!



    Sumber : pluang.com

  • Mau Cepet Kaya dan Pensiun Dini? Nih, Simak Rahasianya di Sini!

    Banyak orang bilang, ini memang zamannya millennial dan gen Z. Karena itu, tentu cara menjadi kaya kalangan ini juga berbeda, dong, dibandingkan generasi terdahulu?

    Yep, seorang pakar keuangan pribadi, Michelle Schroeder-Gardner kini sedang berada di jalurnya untuk menjadi kelompok dari 3,7% orang Amerika Serikat di bawah usia 55 tahun yang mempersiapkan diri untuk pensiun dini.

    Dia adalah seorang digital nomad alias pengembara digital, sebuah pekerjaan yang kini menjadi tren di generasinya. Di usianya yang saat ini 31 tahun, dia telah menemukan formula untuk menabung 90% dari penghasilannya sehingga dia dapat persis berhenti bekerja pada tahun ini.

    Kalau kamu saat ini justru merasa tertekan dan stres karena membandingkan dirimu dengannya, tenang saja. Saat ini, setengah dari orang seusia Michelle di negaranya juga belum menabung apa pun untuk masa pensiun. Jadi, walau sekarang ini kamu baru merasa: kok gue baru terpikir, ya, buat nabung dan investasi… Tenang saja, sebab kamu belum terlambat!

    Namun, inilah waktunya untuk membalikkan keadaan. Dari orang yang bercita-cita mati muda di usia 27  tahun, menjadi orang yang bercita-cita untuk pensiun di usia 31 tahun. Setidaknya, kamu bisa tiru tips cara menjadi kaya yang diberikan oleh Michelle berikut ini.

    Baca juga: Selain Dana Pensiun, Ini 5 Pertanda Kamu Siap untuk Pensiun Lebih Awal

    Cara Menjadi Kaya demi Bisa Pensiun Dini

    Dalam blognya, Making Sense of Cents, yang kini rutin dibaca oleh 300.000 pembaca per bulannya, Michelle mengungkap tips cara menjadi kaya. Persisnya, tentang bagaimana dia dan suaminya membayar lunas US$38.000 dalam pinjaman mahasiswanya hanya dalam tujuh bulan. Lantas, tentang bagaimana mereka memaksimalkan pendapatan untuk bisa pensiun dini.

    Jadi, apa saja saran Michelle supaya kita bisa bergabung di Garis Depan Milenial Pensiun Dini sepertinya? Ikuti saran-sarannya berikut ini:

    1. Pahami dan Lunasi Utangmu

    Ini artinya, kamu perlu tahu dengan tepat berapa banyak uang yang kamu pinjam dari pegadaian. Dan di waktu yang sama, berapa biaya cicilan rumah, cicilan motor, dan cicilan-cicilan lainnya… Berikut juga tingkat suku bunga yang menyertai semua pinjaman tersebut.

    Salah seorang teman Michelle mengira dirinya berhutang US$34.000 dalam bentuk pinjaman. Padahal, kalau dihitung bersama dengan bunganya, jumlah utang si teman malah mencapai dua kali lipatnya.

    Apa yang perlu dilakukan setelah kamu tahu persis jumlah utangmu? Terapkan strategi yang lebih keras untuk berusaha melunasinya. Tidak semua utang itu buruk. Selalu ada yang dinamakan dengan “utang produktif” ketika kamu menggunakan kembali utangmu untuk memutarnya menjadi uang yang lebih banyak.

    Jadi, salah satu cara menjadi kaya di tahap ini: hindari utang konsumtif alias utang yang untuk menopang gaya hidup. Jika melakukan pinjaman utang produktif, pastikan kamu betul-betul yakin dengan risikonya dan profit yang akan kamu peroleh dengan memutar uang itu. Hitung juga utang-utang dalam pembiayaan kredit rumah maupun kendaraanmu. Dan satu hal yang pasti: ingat lunasi semuanya.

    2. Perolehan dari Kerja Sambilan

    Lakukan usaha sampingan di luar pekerjaan kantormu. Jika kamu bilang kamu tidak punya waktu, yah, sebagian besar dari kita justru menghabiskan waktu untuk menonton semalam suntuk alias binge-watch miniseri hingga 28 jam dalam seminggu.

    Bayangkan saja kalau kamu menggunakan setengah dari waktu itu untuk menemukan cara menghasilkan uang tambahan. Ini tentu bakal membantumu untuk memasukkan lebih banyak uang ke dalam rencana pensiunmu dan menempatkan porsi yang pas di portofolio investasimu.

    3. Cara Menjadi Kaya dengan Mudah? Pangkas Pengeluaran yang Tidak Perlu

    Punya subscription majalah hiburan yang tidak pernah dibaca? Langganan aplikasi berbayar tahunan yang tidak pernah digunakan? Membayar asuransi untuk barang milikmu yang kamu tidak pernah gunakan?

    Hitung baik-baik ke mana saja selama ini kamu “membuang” uangmu. Deretkan dalam daftar, sepanjang-panjangnya, pengeluaran yang tidak benar-benar penting bagimu selama setahun terakhir ini.

    Lantas, pangkaslah semua pengeluaran yang tidak penting bagimu. Dan kamu akan lihat mengapa ini boleh jadi adalah cara menjadi kaya yang membuatmu nyaman.

    Bukan hanya soal tagihan atau pengeluaran yang sembarangan, kamu juga bisa melihat barang-barang tidak terpakai, atau ruang-ruang kosong di rumahmu yang bisa dimanfaatkan. Misalnya, kamu bisa menyewakan ruang kosong di rumahmu itu, menjual barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi.

    Baca juga: Tips Investasi Dini Sebelum Mencapai Usia 30 Tahun

    4. Miliki Dana Darurat

    Bukan hanya saat pandemi saja kamu akan membutuhkan dana darurat. Bayangkanlah bahwa kamu tidak dapat menebak apa kebutuhan mendadak yang akan datang padamu dalam beberapa bulan atau tahun ke depan.

    Memiliki dana darurat sangat penting bahkan meski kamu sudah memiliki jaminan asuransi kesehatan atau asuransi untuk berbagai hal dalam hidupmu. Kamu mungkin bisa menyimpan dana darurat tersebut dalam bentuk emas digital di Pluang. Mengapa? Karena di waktu yang sama, ia akan menjadi investasi bagimu. Dan seperti halnya dana darurat pada umumnya, kamu dapat mencairkannya menjadi uang tunai kapan saja.

    Lagipula, ketika dana darurat tersebut tidak terpakai, maka dana ini akan bisa kamu masukkan ke dalam pos dana pensiun. Menyisihkan uang untuk dana darurat sebanyak 3-6 bulan pengeluaran bisa kamu mulai sejak saat ini demi mencapai pensiun dini sesuai harapan.

    5. Pikirkan Angka Dana Pensiun yang Realistis

    Visi pensiun dini atau “menjadi mandiri secara finansial” versimu tentu akan berbeda dengan versi Michelle atau orang-orang lainnya. Jadi, pastikan kamu tahu berapa dana pensiun yang realistis yang akan kamu butuhkan kelak. Lantas, berusahalah untuk mewujudkan angka itu.

    Michelle memperoleh bantuan dari dua buku favoritnya untuk membantunya mengetahui berapa dana pensiun yang ia butuhkan dan cara menjadi kaya demi mencapai tujuan itu. Buku tersebut berjudul Work Optional oleh Tanja Hester dan Quit Like A Millionaire oleh Kristy Shen dan Bryce Leung.

    Inti dari kelima tips di atas adalah: Yep. Siapa pun bisa mencapai kebebasan finansial dan pensiun lebih awal. Namun, kita tetap harus menyusun rencana, bersedia untuk bekerja sampingan, dan menabung sebagian besar pendapatan untuk mencapai tujuan itu.

    Kamu akan menyadari betapa besarnya manfaat berhemat-hemat saat ini saat kamu telah berhasil pensiun dini suatu hari nanti. Jadi, tetap semangat! Dan agar kamu bisa mencapai tujuan finansialmu, ada baiknya kamu juga berinvestasi. Apalagi, berinvestasi di Pluang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Baca juga: Forbes



    Sumber : pluang.com