Author: 10

  • Kenapa, Sih, Kamu Gak Bisa Nunda Nabung? Simak Penjelasannya di Sini!

    Sejak zaman dulu, kita selalu dijejali konsep bahwa “menabung pangkal kaya”. Namun, alasan menabung sejatinya bukan cepat-cepat menjadi kaya semata, lho. Tapi untuk mencapai tujuan finansial yang hakiki.

    Sayangnya, tidak semua orang menyadari pentingya menabung. Banyak yang menganggap bahwa menabung tidak penting lantaran mereka sudah hidup berkecukupan. Selain itu, mungkin mereka juga menganggap bahwa menabung bisa ditunda asal penghasilannya belum mumpuni.

    Namun, asal kamu tahu nih, Sobat Cuan, yang namanya menabung itu wajib dan tak boleh ditunda! Mengapa demikian? Sebab, pasti kamu akan menemui serangkaian peristiwa dalam hidup yang mengharuskanmu menggelontorkan uang banyak.

    Misalnya, tiba-tiba kamu harus masuk rumah sakit karena badan tidak sehat secara mendadak. Atau, dinding rumah tiba-tiba ambrol tanpa alasan tertentu. Mending kalau kamu punya asuransi untuk menanggung itu semua. Bagaimana kalau tidak? Mungkin, kamu harus rela pinjam uang sana-sini, yang justru malah menjerumuskanmu ke jurang utang.

    Lagipula, jika kamu memulai menabung sejak dini, maka bunga majemuk (compound interest) akan bekerja untukmu dan melipatkan tabunganmu menjadi penghasilan pasif bagimu. Jadi, secara umum, memiliki tabungan akan menguntungkanmu di masa depan.

    Selain itu, meski kamu merasa tidak butuh menabung, kamu pasti punya, dong, tujuan finansial yang ingin dicapai? Nah, ibarat kecoa, tujuan finansial ini sebenarnya nyata dan “nemplok” di dirimu, tapi kadang kamu tak menyadarinya saja.

    Nah, di bawah ini adalah beberapa alasan bagi kamu untuk menabung sekarang juga! Yuk, capai berbagai tujuan finansial, yang kadang kita tak sadari ini, dengan menyisihkan uang berapa pun!

    Baca juga: Pilih Menabung atau Investasi?

    1. Alasan Menabung untuk Dana Darurat

    Mungkin kamu sudah bosan mendengarnya. Tapi, anggaplah artikel ini seperti ibumu yang cerewet padamu saban hari untuk mengingatkanmu punya dana darurat. Itu demi kebaikanmu.

    Menurut survei Bankrate tahun 2019 lalu, hanya 18% saja anak muda yang mengatakan mereka dapat hidup dari tabungan mereka selama enam bulan. Faktanya, bahkan hampir 40% perlu meminjam uang untuk membantu mereka di situasi darurat. Kamu enggak mau menambah kalangan orang yang grasa-grusu dengan uangnya seperti ini, kan?

    Keadaan darurat tentu bisa berupa apa saja. Mungkin kamu tiba-tiba perlu membeli ponsel baru karena kecopetan, tagihan medis yang mahal karena kecelakaan dan patah tulang, atau… mungkin, tiba-tiba menjadi pengangguran karena pandemi?

    Idealnya, dana darurat perlu mencakup biaya hidupmu selama 3 hingga 6 bulan. Jika pengeluaran per bulanmu di kisaran Rp5 juta, maka artinya kamu perlu menysiihkan Rp15-30 juta per bulan untuk dana daruratmu.

    Jika ini menjadi awal bagi alasan menabung buatmu, pastikan berapa lama target yang kamu butuhkan untuk mengumpulkan alokasi dana tersebut. Cobalah sisihkan Rp1-3 juta per bulan, dan lihat berapa lama kamu akan mencapai Rp15-30 juta itu.

    2. Menabung untuk Pensiun Dini

    Apakah kamu termasuk kalangan anak muda masa kini yang ingin pensiun dini? Semakin cepat kamu mulai menabung, tentu semakin baik. Ada bunga majemuk yang dapat melipatgandakan nilai uang tabunganmu, yang bisa kamu gunakan sebagai penghasilan pasif.

    Kamu dapat menyediakan rekening khusus bagi dana untuk rencana pensiun dinimu ini. Pastikan juga kamu memilih jenis investasi yang tepat sehingga bunga bagi tabungan tersebut akan bisa mengalahkan laju inflasi.

    Misalnya saja, bayangkan kamu akan pensiun di usia 40 tahun. Apa yang akan kamu lakukan di masa pensiun ini? Menulis novel, mengembangkan game, atau malah membangun bisnismu sendiri yang benar-benar kamu sukai? Tentu, semakin personal alasannya bagimu, maka akan semakin kuat alasan menabung itu tertanam dalam benakmu.

    Lantas, pertimbangkan berapa modal yang kamu perlukan untuk menjalankan “hal-hal menyenangkan” ini. Lalu, sediakanlah dana yang cukup bagi masa pensiunmu selama kamu mengerjakan hal-hal itu.

    3. Tabungan untuk DP Rumah 

    Menetapkan alasan menabung untuk menyiapkan DP rumah tentu menjadi alasan yang lazim bagi sebagian besar orang. Siapa yang tidak ingin tinggal di rumah sendiri yang nyaman dan tidak perlu membayar tagihan kontrakan bulanan?

    Jika kamu termasuk di barisan ini, maka, buruan cari tahu rumah jenis apa yang kamu inginkan dan pastikan kapan kamu menargetkan membayar DP rumah itu. Cari tahu juga soal tawaran dari bank untuk KPR yang dapat meringankan target dana yang kamu butuhkan.

    4. Memasang Tabungan di Investasi yang Berbunga Tinggi

    Hari gini, siapa yang tidak cinta cuan? Tentu untuk memperoleh keuntungan dari dana yang kamu miliki bikin kamu wajib jeli dalam melihat jenis investasi yang menyemburkan cuan bagimu.

    Apakah deposito dengan bunga 3-6% mencukupi bagimu untuk melipatkan nilai tabunganmu? Bagaimana dengan tingkat inflasi 3-6% yang juga akan membarenginya? Berarti kelak nilai uangmu akan segitu-segitu saja jika bunganya setara dengan tingkat inflasi?

    Yup. karena itulah, dalam berinvestasi, ada prinsip yang dikenal sebagai “diversifikasi portofolio”. Ini artinya, kamu dapat menempatkan berbagai jenis aset berbeda ke dalam portofolio untuk memperoleh cuan yang tepat.

    Banyak banget, lho, aset-aset investasi yang bisa kamu investasikan. Beberapa saham blue chip bisa memberi imbal hasil hingga 20% per tahunnya, belum lagi ditambah dividen yang bakal diterima pemegang saham. Aset kripto bahkan bisa cuan hingga ratusan dan ribuan persen dalam hitungan bulan.

    Emas, yang menjadi aset tradisi turun-temurun, juga terkenal memberi perlindungan nilai maksimal bagi danamu. Jadikan berinvestasi cerdas sebagai alasan menabung bagimu, maka kamu akan melihat bagaimana uang bertumbuh untukmu.

    Tunggu apa lagi? Pluang menawarkan ketiga jenis aset itu. Kamu dapat membeli saham S&P 500, mengantongi aset kripto dalam crypto wallet-mu, dan bahkan membeli emas digital dengan jentikan jari.

    Baca juga: Ingin Cepat Menabung Hingga Rp1 Miliar, Simak 5 Strategi Jitunya!

    5. Alasan Menabung untuk Berlibur, Beli Mobil, dan Impian Lainnya

    Kita harus akui, terkadang alasan menabung kita memang bukan untuk hal-hal idealis atau ndakik-ndakik amat, kok.

    Adalah hal yang manusiawi untuk ingin menghabiskan penghasilan yang kamu peroleh susah-payah dengan menukarnya dengan berlibur ke negara impian. Atau, membeli mobil idaman, atau sekadar makan enak di restoran Michelin bintang tiga?

    Jika ini adalah alasan menabung bagimu, maka sama seperti alasan lainnya, pastikan dulu apa yang benar-benar kamu inginkan. Misalnya, untuk menghabiskan waktu senggang, apakah kamu lebih suka pergi ke Bali untuk bersantai di pantainya ataukah belanja barang mewah di Ginza, Tokyo? Lantas, pastikan juga berapa banyak uang yang kamu perlu tabung untuk “trip”-mu itu.

    6. Menyimpan Danamu untuk Biaya Tak Teratur yang Cenderung Berulang

    Terkadang, dalam hidup yang rumit ini, ada berbagai jenis pengeluaran yang kalau kamu tilik ulang, bakal membuatmu berujar, “Ih, kok gue ngeluarin duit segini buat hal kayak begini, ya?”

    Tidak masalah. Semua orang juga menghadapinya, dan itu artinya kamu tidak sendiri. Namun, bagaimana cara orang lain yang lebih cerdas secara finansial dari kita mengatasi kendala ini? Yup, mereka menyediakan dana ekstra untuk itu. Jadi, bukan hanya menyiapkan dana darurat, tapi menyiapkan “dana sewaktu-waktu” untuk “keperluan bulanan” pun bisa menjadi alasan menabung buatmu. Tapi, tentu saja, kamu mesti memulainya dari menetapkan besaran sinking fund yang akan kamu perlukan tiap bulannya.

    7. Alasan Menabung untuk Masa Depan Pendidikan

    Kamu mungkin bakal berpikir bahwa di zaman seperti saat ini, pendidikan formal tidak terlalu diperlukan. “Banyak juga, kok, CEO yang DO” telah menjadi alasan banyak anak muda di seluruh dunia untuk tidak menamatkan penddikannya.

    Bukan masalah, karena menjadi lifelong learner alias pembelajar seumur hidup tanpa perlu mementingkan edukasi formal adalah hal yang lebih penting lagi.

    Persis karena dunia begitu cepat bergerak seperti saat ini, maka kamu tidak boleh membiarkan dirimu ketinggalan dengan laju cepat teknologi ini. Ingin mempelajari bahasa pemrograman atau mengasah talenta berbahasa agar dapat mencari sambilan sebagai pengembang aplikasi atau penerjemah? Kamu tentu akan membutuhkan uang untuk membayar biaya kursus atau keperluan lain yang mendukung niatmu ini.

    Bagaimana caranya? Jadikanlah tujuan ini sebagai alasan menabung bagimu. Alokasikan tabungan khusus yang bisa kamu namai “dana untuk biaya pendidikan” dan semacamnya barangkali akan membantumu mencapai tujuan ini.

    Nah, kamu jadi makin tertarik untuk menabung sekarang, kan? Sebagai langkah permulaan yang tepat untuk menabung, kamu bisa banget mengikuti kompetisi Ramadan Nabung Cuan di Pluang! Selain bisa menabung, kamu juga bisa mendapatkan total hadiah 3 gram emas, lho! Yuk, klik caranya di sini!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: The Motley Fool, The Balance



    Sumber : pluang.com

  • Jangan Salah, Sobat Cuan! Ini Beda Bitcoin dan Bitcoin Gold

    Harga aset kripto melonjak drastis selama sepekan terakhir dan akhirnya membawa kapitalisasi pasar aset kripto menuju angka US$2 triliun untuk pertama kalinya. Meski Bitcoin ikut menggerakkan “gelombang” kapitalisasi pasar tersebut, namun altcoin mulai dari Binance Coin, Ripple, dan Ethereum malah menjadi motor penggerak yang utama. Salah satu altcoin yang mendorong altcoin season itu adalah Bitcoin Gold (BTG).

    Harga Bitcoin Gold pada pekan lalu memang melonjak 163%. Namun, hal itu nampaknya disebabkan oleh kesalahan sang trader. Lantas, di mana salahnya mereka?

    Jadi, trader tampaknya keliru menghubungkan BTG yang merupakan hard fork Bitcoin, dengan sebuah investment bank asal Brazil. Sebab, meskipun tidak ada hubungannya dengan Bitcoin Gold, bank investasi terbesar Brasil ini memiliki ticker atau nama singkat altcoin yang sama, BTG. Meski, nama panjang dari bank tersebut adalah BTG Pactual.

    Hal itu secara kebetulan itu direspons positif oleh para trader yang ‘lapar’. Makanya, tak heran kalau harga BTG langsung melesat.

    Namun, peristiwa tersebut bukan kali pertama para trader nyasar dalam mengidentifikasi BTG.

    Bitcoin Gold adalah salah satu ‘peninggalan’ dari musim forking 2017. Namun kemudian, eksistensinya seolah-olah terlupakan. Alhasil, banyak orang menduga bahwa Bitcoin Gold adalah koin yang sama dengan Bitcoin. Padahal, sebenarnya tidak begitu. Lantas, apa sih beda Bitcoin dan Bitcoin Gold?

    Baca juga: Apa Saja Faktor Penentu Harga Ethereum? Simak Di Sini!

    Kenapa Sih Ada Bitcoin Gold?

    Jadi begini Sobat Cuan, Bitcoin diluncurkan pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto.
    Nah, tujuan awalnya adalah untuk menjadi solusi atas masalah pembayaran dan keinginan untuk menciptakan sistem keuangan yang terdesentraliasi. Yakni sebuah ekosistem di mana sistem keuangan benar-benar bebas tanpa campur tangan siapapun, seperti pemerintah dan otoritas moneter.

    Kini Bitcoin sudah bisa dianggap awam dan juga menjadi ikon bagi aset kripto. Namun, nyatanya ia dinilai belum benar-benar bisa memenuhi kebutuhan pengguna. Untuk menjawab kebutuhan pengguna, lantas muncul istilah forking.

    Forking adalah istilah untuk pengembangan dan perubahan dari aset kripto. Istilah tersebut kemudian dibedakan menjadi dua, yaitu soft fork dan hard fork. Soft fork adalah pengembangan yang lebih ke pembaruan sistem tanpa mengubah fundamental. Sementara hard fork lebih ke mengarah penciptaan produk turunan baru dari sebuah aset kripto. Nah, maka dari itu muncullah Bitcoin Gold sebagai salah satu hard fork.

    Baca juga: Apa Itu Decentralized Finance (DeFi)?

    Lebih Jelas Perbedaan Bitcoin dengan Bitcoin Gold

    Bitcoin Gold adalah bentuk hard fork dari Bitcoin yang muncul pada 24 Oktober 2017. Altcoin ini lahir karena adanya keinginan untuk “membuat Bitcoin terdesentralisasi kembali.”

    Sobat Cuan pasti setuju kalau gagasan ini mungkin terdengar aneh. Hal itu karena Bitcoin dan semua cryptocurrency memang bertujuan untuk terdesentralisasi. Namun ternyata, gagasan yang dimaksud adalah untuk membuat semua orang bisa melakukan mining.

    Pasalnya, selama ini penambangan Bitcoin membutuhkan perangkat yang dikenal sebagai ASIC mining hardware. ASIC mining hardware adalah perangkat keras yang mahal dan boros energi. Nah, situasi ini membuat aktivitas penambahan Bitcoin semakin lama hanya bisa dinikmati oleh orang-orang bermodal jumbo.

    Maka dari itu, Bitcoin Gold diciptakan agar tiap orang bisa melakukan penambangan, termasuk orang-orang biasa. Bitcoin Gold bisa ditambang oleh komputer biasa dengan bantuan GPU (Graphic Processing Unit) atau kartu grafis komputer. Hal ini jadi memudahkan siapapun untuk melakukan penambangan, sama seperti Bitcoin di masa awal kemunculannya.

    Dengan penjelasan di atas, semoga Sobat Cuan semua tidak ikutan keliru ya, dalam membedakan Bitcoin dan Bitcoin Gold!

    Baca juga: Ethereum vs Bitcoin: Katanya Sekarang Ethereum Lebih Unggul, Kamu Pilih Mana?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: CoinTelegraph



    Sumber : pluang.com

  • Mau Jadi Milyuner Masa Depan? Coba Putarkan Uang di DeFi!

    Cara menjadi kaya di era aset kripto kini terbilang kian mudah. Semakin matangnya berbagai protokol decentralized finance (DeFi), memberi kepercayaan diri lebih bagi para investor yang bertaruh dalam ekosistem ini.

    Tengok saja pemegang token milik platform DeFi Uniswap. Pada tahun lalu, Uniswap membagikan 400 token gratis kepada penggunanya untuk merayakan peluncuran koin digital barunya bernama UNI, yang menampilkan gambar unicorn merah muda sebagai ikonnya. Hari ini, nilai 400 koin itu sudah setara dengan US$12.000.

    DeFi, ruang tempat aset-aset kripto ini berputar, kini memang kian moncer. Saat ini, sudah semakin banyak pihak yang memanfaatkan teknologi DeFi, sebuah teknologi yang berjalan di atas sistem blockchain Ethereum. Hal ini juga terlihat dari jumlah total nilai aset kripto tersimpan (Total Value Locked/TVL) di platform DeFi yang kini sudah di angka US$68,5 miliar, atau meningkat dibanding awal April yakni US$55 miliar pada 1 April lalu.

    Sebenarnya, mengapa pecinta aset kripto kini menggandrungi DeFi? Apakah memang memutarkan uang di DeFi adalah cara menjadi kaya di era digital?

    Baca juga: Mau Coba Investasi di DeFi? Begini, Lho, Caranya!

    Cara Menjadi Kaya Era Kripto: Saat DeFi Akan Gantikan Jasa Keuangan Konvensional

    Saat ini, DeFi ibarat ladang yang subur dan masih belum habis benar dijelajahi. Seperti yang ditulis Forum Ekonomi Dunia (The World Economic Forum/WEF) pada Desember bertajuk “Crypto: What Is It Good For?”, prospek aset kripto di masa mendatang kian cemerlang karena berpotensi menggantikan peran jasa keuangan konvensional.

    Forum tersebut menyoroti pemain kunci dalam ekosistem DeFi, termasuk berlangsungnya pertukaran terdesentralisasi seperti Uniswap, dan mengungkapkan rencana Deutsche Bank yang membuka hak digital untuk menyediakan berbagai layanan yang sejenis dengan yang ditawarkan DeFi. Yakni, layanan “lending, staking, dan voting”.

    Anggota parlemen AS seperti Rashida Tlaib, dalam forum tersebut, menjelaskan bahwa dewan legislatif AS telah memperkenalkan undang-undang untuk mengatur stablecoin, aset kripto dengan nilai konstan. Bahkan, perusahaan analisis teknologi blockchain juga sudah mulai melakukan pengawasan pada blockchain untuk memantau transaksi keuangan.

    Ini dilakukan setelah melihat banyaknya uang mengalir di sistem DeFi. Uniswap, misalnya, telah mengumpulkan kapitalisasi pasar lebih dari US$17 miliar.

    Jadi, bagaimana masa depan DeFi? JP Morgan Chase mengatakan DeFi akan menjadi ancaman bagi lembaga keuangan tradisional dengan sistem Centralized Finance (CeFi). Sementara itu, Bank of America pekan lalu mencatat bahwa Ethereum “memiliki lebih banyak fitur” daripada Bitcoin.

    Yep, perkembangan pesat berlangsung dalam hitungan detik di ranah aset kripto ini. Jadi, mengapa kamu tidak mencoba untuk mencari peruntungan juga dari aset ini?

    Baca juga: Mengapa DeFi Bakal Jadi Saingan Sengit Jasa Keuangan Konvensional?

    Dukungan Besar dari Berbagai Penjuru untuk Aset Kripto

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa nilai TVL dalam protokol DeFi melesat sekitar US$10 miliar hanya dalam dua pekan pertama April. Nah, padahal tokcernya kinerja DeFi sebenarnya sudah terasa di kuartal I, di mana TVL-nya melonjak dari US$16 miliar ke US$49 miliar.

    Apa yang bisa kita baca dari peningkatan sebesar hingga US$33 miliar dalam hitungan 3 bulan itu? Tentunya, ini menunjukkan bahwa kinerja aset DeFi terus berlangsung dengan sangat baik.

    Menurut data dari Messari, setidaknya 74 aset DeFi telah meningkat nilainya, bahkan hingga lebih dari 100% sejak awal tahun ini. Tujuh aset bahkan berhasil memberi imbal hasil hingga 1.000% bagi pemilik aset kripto ini.

    Peningkatan modal yang masuk dalam jaringan DeFi tentu juga menjadi peluang cuan dan cara menjadi kaya bagi sebagian besar orang. Performa tinggi DeFi pun menciptakan “efek bola salju”. Semakin banyak uang yang masuk ke DeFi, maka semakin banyak investor dan pengguna baru yang kian tertarik dengan aset kripto.

    Jadi, pada kuartal kedua 2021 ini, apa yang akan ditawarkan oleh berbagai protokol DeFi?

    Nishank Khanna, CFO Clarify Capital, menjelaskan ada semakin banyak investor institusional yang masuk ke dalam aset kripto. Artinya, banyak perusahaan besar akan menggunakan mata uang kripto sebagai alat transaksi keuangan mereka.

    “Perusahaan akan terus membeli aset kripto,” jelas Khanna. “Dan sama seperti orang biasa pada umumnya, perusahaan pun takut ketinggalan tren ini.”

    Selain berbagai perusahaan besar, dukungan terhadap sistem DeFi juga ditunjukkan oleh berbagai pemangku kepentingan. Pembuat keputusan dan para pemimpin industri yang berpengaruh juga termasuk mereka yang memborong aset kripto pada kuartal pertama 2021 ini.

    Cara Menjadi Kaya dari Pembelian Aset Kripto dalam Angka Fantastis, Tunjukkan Kematangan Pasar

    Semakin banyaknya jumlah investor besar yang masuk ke DeFi menunjukkan bahwa ekosistem DeFi telah mencapai tanda-tanda kematangan pasar.

    Konstantin Richter, CEO dan pendiri Block Daemon, menjelaskan kepada Finance Magnates bahwa peningkatan investor besar ini memberi sinyal bahwa protokol DeFi semakin matang. “Bank sentral dan bisnis besar mempelajari potensi dampak ekonomi dari DeFi,” jelasnya.

    Clayton Weir, kepala pejabat strategi FISPAN juga meyakini bahwa DeFi akan mengubah wajah perbankan di masa depan. “Dan ini akan terus bertahan lama setelah pandemi,” pungkasnya.

    Mengapa sistem DeFi bisa sekuat itu menghadang CeFi? Hal ini lantaran sistem keuangan terdesentralisasi ini berhasil memotong perantara untuk merampingkan “birokrasi” transaksi. Ini adalah bagian dari “gerakan Keuangan Terbuka” (Open Finance movement) yang lebih luas dan menawarkan alternatif untuk dapat diakses secara global.

    Di waktu yang sama, ekosistem ini memberi kesempatan bagi banyak investor untuk meraih cara menjadi kaya dengan efisien. Setiap orang kini punya kesempatan yang sama. Pertanyaannya adalah: maukah kamu meluangkan waktu untuk mempelajari aset kripto dan sistem DeFi? Jika iya, maka kamu pun dapat mengambil kesempatan paling awal untuk mengakses aset kripto dan memutar modal di dalam sistem protokol DeFi ini.

    Sudahkah kamu membahas cuan yang kamu hasilkan dari aset kriptomu di Pluang dan berbagi trik dan strategi berinvestasi kripto di akun Telegram-mu hari ini?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Worth, Finance Magnates



    Sumber : pluang.com

  • Kenapa Ramadan Menjadi Momen yang Tepat Bagi Kamu Untuk Menabung?

    Bagi umat Muslim, bulan suci Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menabung pahala. Dan, kalau kamu bisa sekaligus juga merasakan manfaat menabung saat Ramadan untuk menyisihkan uang dan memangkas pengeluaran, mengapa tidak?

    Pikirkan, deh, Sobat Cuan, betapa berharganya momen bulan Ramadan ini untuk membantumu berhemat, apalagi di tengah pandemi. Coba lihat lagi gaya hidupmu selama empat bulan terakhir ini. Sudah sepertiga tahun, apakah kamu sudah berhasil mewujudkan resolusi finansialmu?

    Selain itu, pengeluaranmu pada lebaran mungkin akan melonjak. Misalnya, mungkin kamu harus merogoh kocek dalam untuk pulang kampung (kalau masih nekat), atau memberikan salam tempel ke sanak saudara. Tentu saja, uang-uang tersebut tidak akan jatuh dari langit!

    Tapi, tidak ada kata terlambat, Sobat Cuan! Kamu masih bisa kok memulai menabung saat Ramadan. Bahkan, bulan Ramadan adalah waktu yang tepat bagi kamu untuk mulai menabung. Apa alasannya?

    Baca juga: Hati-hati! Jebakan Ramadan Effect untuk Investor di Depan Mata

    Beberapa Alasan Menyisihkan Danamu Saat Ramadan

    1. Pengeluaran yang Minim di Awal Ramadan

    Saat bulan Ramadan, tentunya kamu tidak mengeluarkan duit saat pagi hingga sore hari untuk keperluan konsumsi. Misalnya, untuk sarapan, makan siang, beli jajan, hingga merokok. Nah, momen menahan nafsu ini juga sebaiknya kamu manfaatkan juga menabung!

    Memang, nafsu belanja kamu kemungkinan akan melonjak mendekati lebaran. Sehingga, tidak ada salahnya juga kamu menggunakan tabungan yang kamu sisihkan di awal-awal Ramadan untuk berlebaran. Asal, tujuan finansialmu memang adalah merayakan lebaran.

    2. Momen Tepat Untuk Mengejar Resolusi Finansial Tahun Ini

    Kamu tentu punya resolusi finansial untuk dicapai tahun ini. Namun, apakah selama tiga bulan terakhir kamu berupaya untuk mencapainya? Nah, kalau jawabannya belum, kamu bisa mengejar ketertinggalan itu dengan menabung selama bulan Ramadan.

    Semoga, kebiasaan menabung kamu di bulan Ramadan akan konsisten hingga akhir tahun. Ujungnya, resolusi finansialmu akan tercapai di akhir tahun!

    3. Mengikuti Perintah Agama

    Bulan Ramadan adalah masa-masa di mana kita beribadah dan mendekatkan diri pada Tuhan. Tapi, ibadah dan budi baik kamu selama bulan Ramadan akan makin afdol kalau kamu juga menabung. Mengapa demikian?

    Sebab, menabung itu salah satu perintah dari Al-Quran, lho, Tidak percaya? Nih, kamu baca sendiri, deh, apa kata ayat suci Al-Quran mengenai menabung:

    “… dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.” (QS. Al-Isra’: 26-27)

    Anjuran agama untuk menabung dan menghindari sikap boros juga tercermin di beberapa sunnah berikut:

    “Simpanlah sebagian dari harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu.” (H.R Bukhari)

    “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al-Furqon :67)

    Ajaran Islam melarang seseorang berbelanja dengan berlebih-lebihan dan justru malah mengajarkanmu untuk menyimpannya demi kebutuhan masa depan.

    Sebagai seorang muslim, tentunya kamu ingin, dong, menjalankan hidup sesuai dengan ajaran dan syariat Islam. Jadi, mengapa tidak sekalian memetik manfaat menabung saat Ramadan?

    Baca juga: Jaga Kondisi Keuanganmu, Berhemat di Bulan Ramadan deengan 4 Tips Jitu Ini

    Rasakan Manfaat Menabung Saat Ramadan

    Dengan alasan menabung di atas, tentu kamu sudah teryakinkan, dong, untuk mulai menabung. Selanjutnya, apa saja yang dapat kamu lakukan untuk mengatur keuangan selama bulan Ramadan nanti?

    1. Buatlah Rencana Keuangan

    Tentukan daftar prioritas apa saja yang kamu butuhkan selama bulan Ramadan ini. Lihat apa yang bisa kamu lakukan dengan daftar itu. Tanyakan ke dirimu: seberapa perlunya aku membeli ini dan membeli itu? Tentukan anggaran pengeluaran untuk berbagai kebutuhanmu selama bulan Ramadhan ini.

    2. Catat Pengeluaran Harian

    Catatan pengeluaran yang rapi akan membantumu untuk memantau berapa banyak uang yang telah kamu habiskan. Jika kamu merasa pengeluaranmu di hari sebelumnya berlebihan, maka kamu bisa membatasi pengeluaranmu di hari berikutnya.

    3. Utamakan Kebutuhan, Batasi Keinginan Berlebih

    Berpuasa adalah momen berpantang dari hawa nafsu. Maka, selain untuk pencapaian material, manfaat menabung saat Ramadhan pun akan terasa bagimu secara psikologis. Jadi, bukan hanya menahan lapar dan haus, kamu juga bisa untuk membatasi keinginan berlebih atas sesuatu.

    4. Buat Daftar Menu Sahur dan Berbuka

    Supaya sejalan dengan rencana keuanganmu, ingat untuk siapkan juga daftar menu yang dapat selaras dengan kebutuhan vitamin dan mineral dalam tubuh selama puasa ini. Juga, akan membantumu memantau berapa pengeluaran yang kamu perlukan.

    5. Kelompokkan Pengeluaran antara bulan Ramadan dengan Hari Raya

    Pengeluaran selama menjalankan puasa di bulan Ramadan bisa dipantau. Namun, bagaimana jika saatnya tiba hari raya? Kamu tentu bisa juga menyiapkan anggaran. Entah itu terkait berapa alokasi danamu untuk THR, apakah kamu memutuskan untuk mudik dan mengongkosi dirimu untuk itu, dan seterusnya. Buatlah serinci mungkin, dan hindari pengeluaran yang tidak wajib.

    6. Belanja Lebih Awal

    Berbagai kebutuhan pokok tentunya akan makin melambung seiring hari yang berjalan dalam bulan Ramadan ini. Jadi, untuk mengantisipasi kebutuhan yang tinggi jelang hari raya nanti, kamu mungkin bisa menyiapkan berbagai stok belanja. Berbagai kebutuhan seperti beras, minyak, dan lainnya bisa kamu amankan jauh-jauh hari.

    Jadi, Sobat Cuan tentunya sudah siap untuk mengencangkan ikat pinggang selama bulan suci Ramadan ini, bukan? Untuk dapat merasakan manfaat menabung saat Ramadan dengan lebih mantap lagi, mengapa tidak sekalian menaruh danamu sebagai investasi di Pluang?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Detik Finance, Cermati, Sikapi Uangmu



    Sumber : pluang.com

  • Apa Saja Indikator Analisis Teknikal yang Penting di Aset Kripto? Simak di Sini!

    Sobat Cuan, seperti kita tahu, trader atau investor aset kripto kawakan memiliki beberapa cara untuk menilai dan memprediksi pasar mata uang kripto. Salah satunya adalah melalui pendekatan yang dikenal sebagai analisis teknikal.

    Dengan menggunakan metode analisis teknikal, kamu bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang sentimen pasar dan memprediksi tren signifikan di pasar. Analisa ini dapat digunakan untuk membuat prediksi yang lebih akurat dan strategi investasi yang lebih bijak.

    Analisis teknikal mempertimbangkan sejarah pergerakan aset kripto dengan grafik harga dan volume perdagangan, serta apa pun yang dilakukan terhadap token tersebut. Di sisi lain, analisis fundamental lebih difokuskan pada penentuan apakah valuasi atau nilai koin tersebut lebih tinggi, sesuai, atau kurang.

    Ide Dasar Analisis Teknikal Aset Kripto

    Nah, untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang analisis teknikal, sangat penting untuk memahami ide-ide fundamental Teori Dow yang didasarkan pada analisis teknikal:

    1. Pasar mempertimbangkan segala sesuatu terkait penetapan harga. Semua detail yang ada, sebelumnya, dan yang akan datang diintegrasikan ke dalam hitungan harga aset saat ini.
      Terkait dengan Bitcoin atau aset kripto lain, hal ini akan terdiri dari banyak variabel. Misalnya, seperti permintaan saat ini, masa lalu, dan masa depan, dan peraturan apa pun yang memengaruhi pasar kripto. Harga yang ada adalah respons terhadap semua detail terkini, yang mencakup ekspektasi dan pengetahuan dari setiap koin yang diperdagangkan di pasar. Analis teknikal menafsirkan harga terkait sentimen pasar untuk membuat prediksi bijak serta diperhitungkan untuk masa mendatang.
    2. Pergerakan harga tidak acak. Sebaliknya, harga sering mengikuti tren, yang bisa jadi jangka panjang atau pendek. Setelah tren dibentuk oleh token, tren tersebut mungkin akan berlanjut atau berbalik. Nah, analis teknikal mencoba membantu investor dalam menggunakan dan mengambil untung dari tren itu.
    3. ‘Apa’ lebih penting daripada ‘mengapa’. Analis teknikal lebih fokus pada harga koin daripada setiap variabel yang menghasilkan pergerakan harga. Meskipun berbagai aspek dapat memengaruhi harga koin untuk bergerak ke arah tertentu, analis teknikal cenderung meninjau penawaran dan permintaan.
    4. Sejarah cenderung berulang. Adalah mungkin untuk memprediksi psikologi pasar. Pedagang terkadang bereaksi dengan cara yang sama ketika mengalami sentimen atau tren serupa.

    Baca juga: Apa Saja Faktor Penentu Harga Ethereum? Simak Di Sini!

    Indikator Analisis Teknikal Aset Kripto: Garis Tren

    Garis tren, atau arah tipikal harga yang dituju sebuah token, dapat sangat bermanfaat bagi trader atau investor aset kripto. Meskipun demikian, menggunakan cara ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Aset kripto mungkin sangat tidak stabil. Mengamati grafik pergerakan harga Bitcoin atau aset kripto lain mungkin akan mengungkapkan pilihan tertinggi dan terendah yang membentuk pola linier.

    Dengan pemikiran tersebut, analis teknikal dapat mengabaikan volatilitas dan menemukan tren naik saat melihat serangkaian level tertinggi. Begitu juga sebaliknya, kamu dapat mengidentifikasi tren turun saat melihat serangkaian posisi harga yang rendah.

    Selain itu, ada tren yang bergerak ke samping (sideways), dan dalam kasus ini, token tidak bergerak secara signifikan di kedua arah. Kamu harus menyadari bahwa tren datang dalam berbagai bentuk periode, termasuk garis tren jangka menengah, panjang dan pendek.

    Baca juga: Jangan Salah, Sobat Cuan! Ini Beda Bitcoin dan Bitcoin Gold

    Level Resistance dan Support

    Selain garis tren, ada juga garis horizontal yang menunjukkan level support dan resistance. Dengan mengidentifikasi level ini, kamu dapat menarik kesimpulan tentang penawaran dan permintaan token.

    Pada tingkat support, tampak ada sejumlah besar investor atau trader yang bersedia membeli koin (permintaan besar). Investor tersebut percaya bahwa mata uang tersebut dihargai rendah pada tingkat saat ini, dan oleh karena itu akan berusaha untuk membelinya.

    Setelah token mendekati level itu, situasi beli kemudian terjadi. Permintaan yang besar biasanya menghentikan penurunan dan terkadang bahkan mengubah momentum menjadi tren naik.

    Sementara, level resistance justru sebaliknya, yang merupakan area di mana banyak trader menunggu dengan sabar untuk menjual token. Hal ini membentuk zona pasokan yang besar. Setiap kali koin mendekati “batas atas” itu, token ramai-ramai akan dijual dan pasokan kembali banyak.

    Moving Average atau Rata-rata Pergerakan

    Ini adalah alat analisis teknikal lain untuk mata uang kripto dan instrumen lain secara umum untuk menyederhanakan prediksi tren. Moving average didasarkan pada harga rata-rata token selama periode waktu tertentu. Misalnya, rata-rata pergerakan harga pada hari tertentu akan dihitung sesuai dengan harga token untuk setiap 20 hari perdagangan sebelum hari itu. Data itu kemudian dihubungkan hingga membentuk garis.

    Penting juga untuk mengenali rata-rata pergerakan eksponensial atau exponential moving average (EMA). Dimana rata-rata pergerakan harga yang memberikan bobot lebih dalam terhadap nilai harga beberapa hari terakhir, dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Contohnya adalah koefisien perhitungan lima hari perdagangan terakhir dengan skema EMA 15 hari akan sebesar dua kali lipat dari sepuluh hari sebelumnya.

    Dalam grafik berikut, Sobat Cuan dapat melihat contoh praktis: Jika rata-rata pergerakan harga dalam 10 hari berada di atas rata-rata pergerakan 30 hari, hal itu mungkin memberitahu kamu bahwa tren positif akan datang.

    Volume Perdagangan

    Volume perdagangan memainkan peran penting dalam mengidentifikasi tren dalam analisis teknikal. Tren yang signifikan disertai dengan volume perdagangan yang tinggi, sementara tren yang lemah disertai dengan volume perdagangan yang rendah.

    Saat koin turun, Sobat Cuan disarankan untuk memeriksa volume yang menyertai penurunan. Tren pertumbuhan yang sehat dalam jangka panjang disertai dengan peningkatan volume yang tinggi dan penurunan volume yang rendah.

    Penting juga bagi kamu untuk melihat bahwa volume meningkat dari waktu ke waktu. Jika volume menurun selama kenaikan, tren naik kemungkinan akan berakhir, dan juga sebaliknya selama tren turun.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: CryptoPotato



    Sumber : pluang.com

  • OKB Wajib Baca, Ini Lho Cara Mengelola Uang Kaget Agar Tak Gampang Tekor!

    Semua orang pasti ingin mendapat uang kaget. Siapa sih, yang tak mau mendapatkan rezeki nomplok secara dadakan? Apalagi, kalau kita lagi ada kebutuhan yang banyak. Hanya saja, “durian runtuh” itu akan percuma kalau kita tidak tahu cara mengelola uang kaget yang benar.

    Contohnya baru saja terjadi di Tuban, Jawa Timur. Pada awal tahun ini, jagat media sosial dikejutkan dengan video mengenai rombongan petani yang berbondong-bondong memborong mobil dari diler. Aksi itu dilakukan setelah mereka mendapatkan miliaran rupiah dari PT Pertamina (Persero) sebagai kompensasi pembebasan lahan untuk proyek kilang New Grass Root Refinery (NGRR).

    Namun, selang sebulan kemudian, uang yang tadinya berjumlah miliar langsung menyusut menjadi puluhan juta saja. Salah satunya dialami seorang petani, yang mengaku nilai uangnya amblas dari Rp17 miliar menjadi Rp50 juta saja.

    Memang, mendapatkan rezeki dadakan bisa bikin kamu kalap begitu saja. Dalam konteks ini, mereka yang menerima segepok uang kaget kerap terjebak dalam situasi yang bernama sudden wealth syndrome.

    Sindrom ini menggambarkan tindakan gegabahmu dalam melakukan belanja selepas ketiban uang bejibun. Ujung-ujungnya, bukannya menerima untung, kamu malah semakin tekor. Dengan kata lain, uang kaget yang didapat ternyata hanya memberikan dampak yang “kagetan” pula. Alias, dampaknya hanya sementara.

    Dampak dari sudden wealth syndrome juga tidak main-main, lho, Sobat Cuan. Sebab, kondisi tersebut bisa menyebabkan kamu stress seiring sulitnya kamu beradaptasi dalam menyesuaikan gaya hidup yang baru. Alhasil, hubungan kamu dengan orang-orang sekitarmu juga bisa renggang.

    Berkaca dari peristiwa tersebut, tentu kamu harus tahu cara mengelola uang kaget sehingga dampaknya bisa dirasakan seumur hidup. Ya, hitung-hitung sebagai bekal kalau kamu juga nantinya mendapatkan berkah yang tak diduga-duga.

    Baca juga: Bergaji UMR dan Ingin Investasi? Atur Keuanganmu dengan 5 Langkah Ini

    Mengelola Uang Kaget: Cara Mengelola Emosi Setelah Mendapat Rezeki Nomplok

    Biasanya, sudden wealth syndrome dipicu oleh salah satu “letupan” yang terdapat di sisi psikologis kita. Sehingga, ada baiknya kita mengenal pangkal emosi tersebut satu per satu.

    1. Syok. Mereka yang menjadi Orang Kaya Baru (OKB) kadang tidak mempercayai bahwa uang yang mereka dapatkan adalah benar-benar uang mereka. Perasaan itu pun bikin mereka seolah-olah berada di atas awan.
    2. Perasaan bersalah. Namun, ada kalanya mereka merasa tidak pantas menerima uang segepok tersebut. Akhirnya mereka merasa kesepian dan kesal.
    3. Merasa hidup tidak pasti. Karena mereka baru memegang uang dalam jumlah banyak untuk pertama kalinya, maka mereka merasa tak punya prioritas tak pasti dengan uang tersebut. Alhasil, segala keputusan kecil mengenai pembelanjaan uang kaget itu seolah-olah terkesan sembrono.
    4. Cemas. Biasanya, mereka juga takut kalau kekayaan “dadakan” yang mereka miliki suatu saat juga bisa “menghilang” dengan sendirinya.

    Nah, jadi bagaimana tepatnya kita bisa mengontrol perasaan setelah ketiban uang yang banyak? Cara yang paling tepat adalah dengan meluangkan waktu tanpa melakukan keputusan apapun mengenai apa yang akan kamu lakukan dengan uang kaget itu. Dengan hal tersebut, kamu tidak akan kewalahan dalam “mencerna” perasaanmu setelah mendapat uang tersebut.

    Selain itu, dengan menghabiskan waktu “tanpa ngapa-ngapain”, kamu juga bisa meredakan kecemasan bahwa kamu merasa berhak mendapatkan uang tersebut. Namun, kalau kamu masih merasa kewalahan dengan seluruh perasaan yang ada di dalam diri kamu, ada baiknya kamu berkonsultasi ke psikolog.

    Baca juga: Mau Buka Usaha Kecil, Berapa Sih Modalnya?

    Cara Mengelola Uang Kaget

    Nah, setelah berhasil mengelola perasaanmu, kamu bisa langsung bertindak untuk mengelola uang kagetmu. Bagaimana caranya?

    1. Hitung Uangmu

    Kamu harus menyediakan cukup waktu untuk menghitung uang bagi dirimu sendiri. Kalau perlu, kamu duduk bareng dengan pasanganmu, orang tua, atau siapa pun yang kamu percaya dan bisa membantumu menghitung uang tersebut.

    2. Kembangkan Rencana Keuanganmu Secara Komprehensif

    Setelah itu, kamu bisa menentukan rencana keuanganmu dengan menggunakan uang tersebut. Memang, tidak ada pakem yang mutlak terkait perencanaan keuangan. Namun, kamu perlu menyoroti kebutuhan utamamu sebagai landasan utama perencanaan keuanganmu.

    Dalam merencanakan keuangan, kamu harus bisa merincikan seluruh pengeluaran yang akan kamu gelontorkan. Kalau pun kamu mau membelanjakan uangmu dalam jumlah banyak, kamu harus bisa menentukan urgensi pengeluaranmu tersebut. Apakah belanja tersebut berguna bagimu di masa depan? Atau, apakah pengeluaran itu bisa menghasilkan imbal hasil buatmu?

    Kalau kamu tak bisa menentukan perencanaan keuanganmu, tidak ada salahnya, kok, kamu menggunakan jasa perencana keuangan. Kan, ceritanya kamu lagi punya uang banyak.

    3. Hati-Hati dengan Bisikan Teman dan Keluarga

    Ibarat peribahasa, “ada gula, ada semut”, status kamu sebagai OKB mungkin akan bikin teman-temanmu dan keluarga jauhmu mendadak lengket denganmu.

    Tentu saja, intensi mereka adalah untuk menikmati harta barumu. Nah, kalau kamu tidak kuat iman, bisa-bisa mereka malah melorotin kamu. Untuk itu, ada baiknya kamu jaga lingkaran pertemananmu dan menjaga jarak dengan mereka-mereka yang selama ini “kemana aja“.

    4. Investasi

    Ini adalah faktor yang paling penting: Berinvestasi menggunakan uang kaget. Hal ini tentu bermanfaat bagimu, karena kamu berkesempatan untuk menambah kekayaan di masa depan. Bahkan, kalau investasimu cuan banget, kamu tak perlu lagi deh, bekerja banting tulang.

    Nah, kalau kamu mau mulai investasi menggunakan uang kaget, kamu bisa melakukannya di Pluang. Tak hanya aman, namun kamu juga bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah di emas, S&P 500, dan aset kripto hanya dalam satu aplikasi.

    Baca juga: Jangan Sampai Puasa di Tanggal Tua, Ini 6 Cara Hemat Buat Anak Kos

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Money Crashers, Investopedia



    Sumber : pluang.com

  • Tips Berdamai dengan FOMO Agar Tak Panic Selling Buying Aset Kripto

    Sobat Cuan pecinta aset kripto pasti tahu banget bahwa dua minggu belakangan ini kondisi pasar sangat hijau dan subur. Ya, sebuah kondisi yang sering disebut ‘altcoin season’ membuat harga banyak aset kripto beterbangan. Lalu, apa kaitannya dengan FOMO?

    Bitcoin selaku pemimpin aset kripto terus naik dan menembus level US$64.000 per koin untuk pertama kalinya dalam sejarah pada pekan lalu. Sementara Ethereum turut melonjak dan mancapai level US$2.500. Bahkan Dogecoin yang dianggap sebagai ‘memecoin’ sempat meroket hingga 400% hanya dalam seminggu.

    Nah, biasanya setelah kenaikan yang tajam, pasar mulai mengalami koreksi atau penurunan karena aksi jual. Situasi pasar yang naik turun bak rollercoaster ini seringkali membuat banyak investor atau trader menjadi ‘kehilangan akal sehat’ dalam berinvestasi dan cenderung melakukan transaksi berdasarkan emosi.

    Akibat hal tersebut, muncul dua hal yang biasanya terjadi ketika pasar kehilangan akal sehat. Hal itu adalah panic buying dan panic selling. Panic buying adalah ketika kamu melakukan transaksi beli tanpa berdasarkan pijakan keputusan yang bijaksana. Sementara panic selling adalah kebalikannya.

    Dua hal tersebut erat kaitannya dengan istilah FOMO yang merupakan kepanjangan dari Fear of Missing Out. Istilah ini memiliki arti untuk orang-orang yang merasa takut ketinggalan sesuatu hal, khususnya tren pasar dalam hal berinvestasi aset kripto.

    Mengelola perasaan kamu terhadap kepanikan menjadi sangat penting belakangan ini. Apalagi setelah melihat harga Bitcoin dan Ethereum yang langsung ambrol pada akhir pekan lalu sesudah mencetak all-time high pada Rabu (14/4).

    FOMO Aset Kripto Adalah Masalah Serius

    FOMO adalah masalah serius di komunitas investor aset kripto. Jika kamu adalah salah satu yang mengalaminya, hal itu dapat menimbulkan sesuatu yang sangat buruk bagi portofolio investasi dan kesehatan mentalmu.

    FOMO adalah kondisi yang bisa membuat orang berinvestasi dalam penawaran perdana token (ICO) bodong, panik saat harga token turun, dan bersikeras membeli token yang tidak jelas sentimennya.

    Berinvestasi seharusnya tidak pernah berdasarkan hal yang emosional. Jika ya, maka kamu melakukannya dengan salah. Nah, berikut kami ulas cara mengatasinya ketika Sobat Cuan merasa tertekan untuk berinvestasi di setiap perubahan situasi pasar kripto.

    Cara termudah untuk menghindari ‘virus’ FOMO dalam berinvestasi aset kripto adalah dengan mengalihkan perhatian kamu. Terutama jika rasa takut ketinggalan mulai menggerogoti kantongmu, Sobat Cuan. Jika kamu mendapati diri terus-menerus mengeluarkan uang untuk aset kripto dengan harapan cuan akan meroket, sebaiknya mulai berhenti sejenak dan berpikir.

    Sobat Cuan, hidup tidak selalu tentang berinvestasi dan menghasilkan lebih banyak uang. Terkadang, melakukan sesuatu yang sederhana seperti berkebun atau bermain game Mobile Legends adalah yang perlu kamu lakukan untuk memadamkan FOMO.

    Baca juga: Apa Alasan Kita Perlu Perhatikan Kapitalisasi Pasar Saat Investasi Aset Kripto?

    Sadarilah Bahwa Beberapa Kerugian Memang Tidak Bisa Dihindari

    Hal lucu tentang FOMO dalam aset kripto adalah ada banyak kebenaran di dalamnya. Sobat Cuan akan kehilangan beberapa peluang untuk mendapatkan keuntungan. Itu hal wajar dalam berinvestasi. Tidak seorang pun, bahkan si kembar Winklevoss pemilik Gemini Exchange, yang berhasil mendapatkan cuan terus menerus hanya dari berinvestasi.

    Hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah memikirkan strategi investasi aset kripto, sebagai upaya memperbaiki kondisi finansial dan mencapai berbagai tujuan kamu. Selama kamu mendapatkan sesuatu dari berinvestasi, tidak perlu panik apabila tidak mendapatkan segalanya.

    Baca juga: Apa Alasan Kita Perlu Perhatikan Kapitalisasi Pasar Saat Investasi Aset Kripto?

    Pahami Bahwa Ada Saat-saat Pasar Cryptocurrency Meluncur Turun

    Meskipun pasar crypto tengah bullish, tidak selamanya kondisi cerah dan subur. Ada saat-saat dalam sejarah kripto di mana investor kehilangan semua kekayaan karena mereka memutuskan untuk berinvestasi pada waktu yang salah.

    Contohnya, jika kamu berinvestasi dalam Bitcoin selama bulan Desember 2020, misalnya, kamu bisa saja mengalami rugi US$20.000 per token. Nah, kamu yang saat ini tengah menikmati cuan akibat harga Bitcoin meroket pun mungkin tidak pernah benar-benar pulih sampai sekarang.

    FOMO juga sangat buruk dalam hal berinvestasi di ICO yang akhirnya gagal. Cryptocurrency FOMO itu nyata, tetapi pastikan Sobat Cuan tidak kehilangan segalanya seperti yang dilakukan beberapa investor.

    Baca juga: Setelah Dihantam Badai, Harga Bitcoin dan Ethereum Mencoba Bangkit Pekan Ini

    Lihatlah Tren Umum Aset Kripto, Kamu Mungkin Tidak Melewatkan Terlalu Banyak Hal

    Semakin lama “berenang” di aset kripto, kamu akhirnya tahu tahu bahwa industri kripto memiliki banyak bias tentang mereka yang mampu bertahan dan sukses di kancah ini. Dan akhirnya kamu pun tahu bahwa semakin banyak kamu mendengar tentang kegagalan orang lain, semakin sedikit cryptocurrency FOMO yang Sobat Cuan miliki.

    Hal ini terutama ketika kamu mendengar tentang ICO yang terdengar luar biasa. Padahal, untuk setiap cryptocurrency yang akhirnya diperdagangkan dan diterima oleh pasar, ada lebih banyak lagi yang akhirnya mati alias tidak laku.

    Ingat Juga Soal Berbagai Penipuan yang Mengguncang Dunia Cryptocurrency.

    Tidak perlu seorang ilmuwan untuk mengetahui bahwa scammer menyukai orang-orang yang ‘menderita’ cryptocurrency FOMO. Mereka senang menemukan orang-orang yang begitu antusias tentang investasi cryptocurrency sehingga mereka tidak dapat melewatkan kesepakatan apapun. Bahkan jika detail kesepakatan sama sekali tersembunyi dari mereka.

    Sayangnya, kebanyakan orang yang mereka mangsa akan jatuh cinta lagi dan lagi dan lagi. Lebih buruk lagi, mereka tidak akan pernah melihat bahwa uang tersebut akan kembali lagi. Ini adalah kisah yang umurnya sama tuanya dengan cryptocurrency itu sendiri.

    Banyak penipuan ini bisa sangat meyakinkan, terutama jika Sobat Cuan tidak tahu banyak tentang blockchain. Jika kamu tidak percaya, lihat bagaimana koin seperti Monero Gold menjadi sebuah kasus penipuan.

    Baca juga: Apa Saja Indikator Analisis Teknikal yang Penting di Aset Kripto? Simak di Sini!

    Jika Kamu Belum Yakin Soal Investasi, Ingatlah Apa yang Dikatakan Warren Buffett

    Percaya atau tidak, banyak miliarder top mengimbau kepada orang-orang untuk tidak menjadi korban cryptocurrency FOMO. Bahkan beberapa investor terbesar sepanjang masa meminta kepada orang-orang untuk tidak berinvestasi dalam aset kripto sama sekali.

    Jika Sobat Cuan memiliki teladan investasi yang kamu ikuti, kamu mungkin ingin mendengarkan peringatan mereka. Orang-orang yang ingin belajar berinvestasi seperti Warren Buffett atau bagaimana berinvestasi seperti Ray Dalio, misalnya, akan terkejut saat mengetahui bahwa kedua miliarder tersebut adalah lawan blak-blakan aset kripto secara keseluruhan.

    Warren Buffett bahkan sampai menyebut aset kripto sebagai “racun tikus”. Dia tidak disebut Peramal dari Omaha tanpa alasan, jadi jika Sobat Cuan percaya padanya, kamu mungkin ingin menerima nasihatnya.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: TheChain



    Sumber : pluang.com

  • Katanya Menabung Buat Mencapai Tujuan Finansial. Apa Sih, Arti Tujuan Finansial?

    Saat kita berbicara tentang kebutuhan finansial, sangat jelas bahwa tujuan finansial adalah rencana yang bersifat personal. Terkait kebutuhan pribadi, situasi setiap orang bisa dikatakan unik dan berbeda. Tidak ada yang memiliki tagihan dan utang ataupun gaya hidup yang sama satu sama lainnya.

    Saat kamu siap untuk mengendalikan gaya hidup dan bagaimana mengatur finansialmu, itu artinya kamu memerlukan rencana yang akan menjawab berbagai masalah spesifik dalam kehidupanmu sehari-hari.

    Persis untuk itulah tujuan finansial diperlukan. Tujuan finansial adalah target yang ingin dicapai saat kita mengelola uang. Artinya, aktivitas ini terkait ke bagaimana kita menabung atau menyimpan dana, membelanjakan uang itu, hingga menghasilkan atau bahkan berinvestasi.

    Membuat daftar tujuan finansial yang spesifik memang sangat penting untuk menentukan anggaran. Tujuan finansial itu pun harus terukur, spesifik, dan berorientasi pada waktu. Karena itu, dalam kategorinya, ada beberapa jenis tujuan finansial, di antaranya: tujuan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

    Baca juga: Mendingan Lunasi Utang atau Mulai Investasi? Tentukan Tujuan Finansialmu Sekarang!

    Tujuan Finansial Bersifat Jangka Pendek hingga Jangka Panjang

    Tujuan jangka pendek biasanya berupa target-target keuangan yang bisa dicapai dalam satu tahun. Ini termasuk membeli televisi baru, laptop, atau liburan keluarga. Sementara itu, tujuan jangka menengah membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk mencapainya. Tujuan ini dapat dicapai dengan disiplin dan kerja keras. Melunasi saldo kartu kredit, membuat pinjaman atau tabungan untuk uang muka kendaraan adalah tujuan jangka menengah.

    Sementara itu, tujuan jangka panjang biasanya membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun untuk mencapainya. Untuk kategori ini, beberapa contoh tujuan finansial adalah menabung untuk pendidikan perguruan tinggi atau membeli rumah baru.

    Apa saja contoh tujuan finansial yang diukur berdasarkan orientasi waktu yang sifatnya jangka panjang ini?

    1. Menyiapkan Dana Darurat

    Kamu mungkin menganggap dana darurat sebagai tujuan jangka pendek. Namun, dana darurat juga memiliki manfaat jangka panjang yang penting. Saat menyiapkan dana darurat, tujuan finansial adalah hal yang hendak dicapai dalam jangka pendek hingga panjang. Berikut ini beberapa manfaat dana darurat:

    • Kamu tidak perlu merasa cemas atau khawatir bakal mengalami krisis finansial
    • Dana darurat akan membuatmu selalu siap untuk menghadapi “berbagai pukulan kehidupan”, entah itu seperti kehilangan pekerjaan atau tanggungan biaya medis yang besar
    • Kamu punya sumber pendanaan perantara. Bayangkan saja posisi dana darurat berada di antara gaji bulananmu dan aset investasimu. Dana darurat selalu dapat digunakan sehingga tidak akan mengganggu jalannya investasi jangka panjangmu.

    2. Membayar Utang

    Dalam beberapa titik di hidup kita, kita mungkin akan menghadapi utang macet yang perlu dilunasi. Terlepas dari jenisnya sebagai utang konsumtif ataukah utang produktif, membayar utang adalah hal yang wajib dilakukan jika ingin melancarkan pengelolaan keuangan.

    Selain itu, kamu pun akan berhasil terbebas dari kekhawatiran dan rasa stres yang timbul lantaran berutang.

    Bila kamu berhasil terbebas dari utang, maka kamu akan memiliki kendali penuh atas penghasilanmu. Artinya lagi, akan ada lebih banyak uang yang dapat kamu pergunakan untuk menabung atau investasi. Tujuan finansial adalah hal yang dapat direncanakan dan dicapai lebih mudah jika kamu dapat menyingkirkan persoalan ini.

    Baca juga: Ampuh Cegah Kantong Jebol, Ini Tips Keuangan di Tahun 2021!

    3. Menabung untuk Hari Tua

    Seberapa pun cintanya kamu pada pekerjaanmu, pada satu titik di hidupmu, kamu akan menyadari bahwa ada fase “pensiun” yang memang harus kamu ambil. Tujuan finansial adalah kunci menjawab kebutuhan perencanaan pensiun tersebut. Entah kamu mau pensiun dini ataukah tidak.

    Survei dari Provision Living terhadap 43% milenial yang mereka wawancarai menyebutkan bahwa mereka menyimpan hingga US$5.000 (setara Rp73 juta) atau kurang untuk masa pensiun. Para milenial ini juga mengungkapkan kekhawatiran mereka akan masa pensiun, entah mereka akan punya cukup uang untuk bertahan hidup.

    Karena itulah, perencanaan pensiun adalah hal yang penting disiapkan jauh-jauh hari. Jika kamu berencana untuk pensiun pada usia 50 tahun, maka pikirkan berapa dana yang kamu akan perlukan pada usia tersebut.

    4. Membeli Rumah

    Tujuan finansial adalah rencana yang perlu bersifat realistis dan taylor-made. Membeli rumah adalah salah satu tujuan finansial yang tergolong sebagai tujuan jangka panjang. Bagi sebagian besar orang, apalagi generasi milenial yang semakin kesulitan saja untuk membeli properti, kepemilikan rumah adalah satu target keuangan terbesar.

    Menabung uang muka atau DP adalah cara terbaik untuk menyiapkan diri mencapai tujuan finansial ini. Jika kamu memiliki pasangan, bicarakan juga kemungkinan mengambil cicilan KPR yang barangkali dapat ditanggung berdua.

    5. Membeli Kendaraan Pribadi

    Memiliki kendaraan pribadi tergolong sebagai tujuan finansial dengan jangka menengah. Terutama jika kamu menghitung pengeluaran yang kamu butuhkan dari penggunaan transportasi umum dan jika bepergian dengan transportasi publik terasa tidak efisien buatmu.

    6. Berinvestasi di Pendidikan

    Yep, biaya pendidikan semakin mahal saja dari waktu ke waktu. Sebagian besar orang tua masa kini sudah menyiapkan target tujuan finansial untuk memenuhi alokasi biaya pendidikan ini.

    Jika kamu termasuk dari kalangan tersebut, ketahuilah, bahwa ada banyak program tabungan pendidikan yang disediakan di berbagai bank. Para analis finansial juga dapat memberimu masukan tentang berapa alokasi dana terbaik yang kamu perlukan untuk jenjang pendidikan tertentu.

    7. Merencanakan untuk Hidup Rileks

    Sebagian besar tujuan finansial adalah rencana yang berorientasi pada pencapaian kebutuhan. Namun, kamu bisa bersantai, kok, dengan juga membuat tujuan finansial setiap tahunnya yang disisihkan untuk hiburan. Misalnya, liburan ke luar negeri, membeli koleksi figurin, hingga pergi ke konser atau orkestra yang kamu minati.

    Jika kamu bekerja keras dan menabung dengan rajin, kamu berhak menghadiahi dirimu sendiri dengan tujuan finansial untuk membuat hidupmu terasa lebih rileks. “Reward” semacam ini diperlukan supaya kamu tidak terlalu tertekan dalam mengejar tujuan finansialmu yang lainnya.

    Jadi, dari daftar di atas, yang mana termasuk tujuan finansial andalanmu? Tidak sulit, kan, memilih salah satu tujuan finansial untuk dicapai yang memperkuat targetmu menabung dan investasi?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Credit, Good Financial Cents



    Sumber : pluang.com

  • Kenapa Kamu Mesti Beli Emas Sekarang Meski Harganya Lagi Gak Karuan?

    Belakangan ini, harga emas dunia terus bergerak volatil setelah mencetak performa mumpuni 2020 lalu. Meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS dan nilai tukar dolar AS menjadi biang kerok tertekannya logam mulia sejak awal tahun. Sehingga, kamu kadang mempertanyakan kembali alasan untuk investasi emas.

    Apalagi, kini ancaman obligasi pemerintah AS terhadap harga emas kian kentara. Pada pekan kedua Maret lalu, contohnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang sempat mencapa level 1,7% membuat harga emas keok tak berdaya. Harganya amblas ke level US$1.678 per ons atau susut 20,5% dari perdagangan sebelumnya yang berada di angka US$1.716,90 per ons.

    Di tengah volatilitas yang kadang tidak karuan, emas tetaplah barang wajib untuk dikoleksi investor dalam portofolio aset investasinya.

    Di saat pergerakan emas menukik tajam, disitulah saat yang tepat untuk masuk dan menunggu harga emas kembali rebound. Istilahnya adalah time to buy, dengan harapan ketika investor membeli emas di harga “bawah”, maka ruang untuk menikmati cuan akan semakin besar. Sehingga, potensi keuntungannya menjadi maksimal.

    Selain itu, ada beberapa alasan lain mengapa Sobat Cuan harus tetap menggenggam dan terus mengoleksi emas meskipun harganya sedang bergerak liar. Apa saja hal tersebut?

    Baca juga: Harga Emas Menanjak Seiring Ketakutan Investor Atas Kenaikan Inflasi

    1. Alasan Investasi Emas: Emas mampu melindungi kekayaan dari adanya inflasi

    Saat kondisi ekonomi suatu negara berjalan lambat, biasanya pemerintah akan mengambil kebijakan menginjeksi uang ke dalam sistem keuangan. Tujuannya, adalah untuk menggairahkan kembali daya beli masyarakat.

    Namun, hal tersebut memiliki dampak lanjutan, yakni inflasi. Secara sederhana, ketika ekonomi sedang morat marit, maka pemerintah akan menggelontorkan stimulus dalam bentuk insentif ataupun bantuan tunai.

    Jika dilihat secara menyeluruh, hal itu adalah bentuk kebijakan positif, di mana uang akan mengalir deras ke masyarakat. Sehingga, roda ekonomi bisa bergerak lebih cepat. Namun, perlu disadari bahwa jika uang beredar bertambah, maka risiko inflasi pun ikut mengintai.

    Dalam kondisi seperti demikian, investasi berisiko seperti instrumen pasar modal menjadi tidak menarik. Ini lantaran kenaikan tingkat inflasi akan menggerus tingkat return-nya secara riil. Bahkan, bukan tidak mungkin real return-nya akan berada di zona negatif.

    Nah, dalam menyikapi hal ini, investor biasanya melindungi nilai kekayaannya dari gerusan inflasi dengan memakirkan hartanya di emas. Sebab, nilai emas yang memiliki unsur logam mulia di dalamnya tentu tidak akan tergerus oleh faktor inflasi.

    Jika melihat dari faktor inflasi, saat ini sejatinya adalah saat yang tepat untuk berinvestasi emas sebelum harganya melonjak. Sebab, kini ekonomi sudah mulai bergeliat selepas diguncang pandemi COVID-19. Jika ekonomi bergairah, maka daya beli meningkat, dan ujungnya akan terjadi inflasi.

    Salah satu sinyal inflasi menguat pun sudah terlihat di Amerika Serikat.

    Data penjualan ritel AS, misalnya, mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 9,8% pada Maret. Ini merupakan pertumbuhan paling pesat yang dicatat AS selama delapan tahun terakhir.

    Sementara itu, Departemen Ketenagakerjaan AS pada pekan lalu merilis indeks harga konsumen AS yang melesat 2,6% secara tahunan. Ini adalah rekor pertumbuhan indeks tertinggi sejak 2011.

    Dengan sinyal inflasi seperti demikian, apakah Sobat Cuan tidak ingin melindungi kekayaan dengan emas?

    2. Alasan Investasi Emas – Emas Untuk Perlindungan Risiko Geopolitik dan Pasar Saham

    Adanya Pandemi COVID-19 tidak membuat redam konflik antar negara. Karena masing-masing negara berlomba untuk menciptakan atau mendapatkan vaksin guna bisa mempercepat pemulihan.

    Sehingga risiko dari adanya konflik yang terjadi diantara Indo-China, ketegangan geopolitik Timur Tengah dan perang dagang antara AS-China tidak dapat dikesampingkan oleh investor

    Di tengah ketidakpastian ini, emas juga bisa bertindak sebagai pelindung dari risiko keamanan yang terjadi. Karena dalam kondisi seperti ini, menyimpan kas dalam jumlah besar juga memiliki risiko yang besar.

    Contohnya terjadi pada Oktober silam. Indeks dolar AS sempat menyusut lantaran hilangnya kepercayaan terhadap AS untuk membayar tagihan utangnya yang terus bertumpuk. Sehingga, mata uang Euro berhasil menyalip dolar AS menjadi mata uang yang paling banyak digunakan dalam pembayaran global pada bulan tersebut. Nah, menurunnya nilai tukar tentu akan menyurutkan nilai kekayaan secara riil.

    Di saat situasi geopolitik tengah tak menentu, investor pun perlu cermat. Utamanya, mengatur risiko investasi. Salah satu cara mengantisipasinya adalah dengan mendiversifikasikan aset yang kamu miliki.

    Kamu dapat mengatur aset investasi dengan menginvestasikan 10% portofolionya ke emas. Namun, ekonom Jim Rickards bahkan merekomendasikan kamu untuk mengalokasikan 30% aset kamu ke emas saat kondisi krisis.

    Baca juga: Waswas Optimisme Ekonomi AS Bayangi Harga Emas Hari Ini

    3. Alasan Investasi Emas – Meski Volatil, Tapi Harga Logam Mulia Akan Naik di Jangka Panjang

    Meskipun harga emas telah mengalami penyusutan harga selama beberapa tahun, namun secara historis harga emas naik dari waktu ke waktu.

    Sebagai contoh, harga emas pada Maret 2001 tercatat di angka US$263 per ons. Tetapi, harganya berangka ke US$1.715 per ons pada Maret 2021. Artinya, harga emas sudah melonjak sekitar 552% dalam 20 tahun terakhir. Nah, kondisi serupa pun dipastikan terjadi di masa depan.

    Dewan Emas Dunia mengatakan harga emas pada pasar spot yang rendah seperti saat ini menandakan bahwa emas sudah mencapai ambang produksinya. Ketika ini terjadi, maka produksi di seluruh industri dapat melambat, persediaan emas berkurang.

    Sesuai hukum permintaan, harga akan kembali naik seiring dengan melonjaknya kebutuhan emas. Pun saat ini emas tidak mencatatkan penurunan harga, Sobat Cuan tetap harus mengkoleksi emas karena logam lunak itu merupakan uang sungguhan yang mampu menyimpan nilai dan membantu penurunan mata uang juga inflasi.

    Nah, jadi bagaimana Sobat Cuan? Apakah sudah siap berinvestasi emas untuk masa depan? Kamu bisa banget, lho, berinvestasi di emas melalui aplikasi Pluang.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Wahai Kaum Mager Nabung, Ini Lho Pentingnya Konsisten Nabung Bagi Kamu

    Kita semua tahu, bahwa cara untuk berhemat dan memiliki net worth yang oke seperti miliarder papan atas adalah dengan menabung. Namun, kita juga perlu mengakui, tidak semua dari kita dapat menerapkan cara jitu untuk konsisten menabung.

    Bagi sebagian besar orang, kegiatan menabung bukanlah hal yang mudah. Banyak yang beralasan bahwa penghasilannya tiap bulan tidak dapat disisihkan sedikit pun untuk ditabung.

    Padahal, sebenarnya, tidak pernah meniatkan untuk mulai menabung atau bahkan menunda-nunda adalah alasan utama mengapa kebanyakan orang gagal menabung. Selain itu, tidak memiliki rencana anggaran yang pasti serta tidak punya prioritas adalah alasan yang kerap kali mendorong ke gaya hidup boros, dan alhasil, menyebabkan gagal menabung.

    Jadi, bagaimana, dong, agar bisa menerapkan cara konsisten menabung?

    Konon, mengetahui berapa net worth kamu akan memacumu untuk semangat menabung. Kamu sudah tahu, dong, apa itu net worth alias kekayaan bersih karena sudah sering melihat angka net worth para seleb dan miliarder?

    Barangkali, yang kamu perlu tahu selanjutnya adalah tentang bagaimana nilai net worth itu diperoleh. Serta, bagaimana caranya konsisten menabung dengan ketentuan nominal tertentu agar dapat mencapai net worth tersebut.

    Baca juga: Apa Itu Net Worth?

    Hitung Net Worth-mu Biar Tahu Cara Konsisten Menabung

    Net worth atau kekayaan bersih adalah kondisi di mana jumlah asetmu lebih banyak daripada kewajiban (liabilities) yang perlu kamu tanggung. Kewajiban ini dapat berupa utang yang perlu dibayarkan, tagihan tiap bulan, hingga prioritas pengeluaranmu.

    Kekayaan bersih tersebut menggambarkan tentang situasi keuanganmu secara keseluruhan. Karena itu, kamu mesti selalu menyempatkan untuk melakukan penghitungan tiap bulannya untuk tahu apakah terjadi “besar pasak daripada tiang” dalam pendapatan dan pengeluaranmu.

    Jika kamu dapat melacak kekayaan bersih dari waktu ke waktu dengan teratur, kamu bakal dapat memonitor dan mengevaluasi keadaan finansial secara keseluruhan. Saat itulah, cara konsisten menabung dapat kamu terapkan seirama dengan berapa net worth yang hendak kamu capai.

    Kekayaan Bersih =  Jumlah Aset – Jumlah Liabilitas

    Net worth sama dengan jumlah aset dikurangi kewajiban (tanggungan/liabilitas). Perbedaan antara nilai total aset dan kewajiban adalah kekayaan bersihmu.

    Aset adalah segala sesuatu yang bernilai dan kamu miliki, yang dapat kamu ubah menjadi uang tunai. Contohnya termasuk investasi berupa saham dan obligasi atau batang emas, tabungan serta deposito dalam rekening bank, dana pensiun, hingga properti pribadi dan kendaraan milikmu. Bahkan, aset termasuk juga barang-barang koleksimu. Terkadang, benda tak berwujud seperti koneksi pribadimu (alias kenalanmu) bisa dihitung sebagai aset.

    Di sisi lain, kewajiban (liabilities) dapat berupa utang, seperti pinjaman, hipotek, utang kartu kredit, tagihan medis, dan berbagai pengeluaran tiap bulan.

    Karena itu, salah satu tantangan dalam menghitung kekayaan bersih adalah menetapkan nilai yang akurat untuk semua asetmu. Berapa angka yang kamu patok untuk figurin atau mobil yang kamu beli tahun lalu, atau bahkan rumah yang kamu cicil sejak 10 tahun lalu? Apakah nilainya akan merosot seiring waktu atau justru meningkat?

    Dengan mengetahui “berapa harga” dari segala milikmu itu, kamu dapat menentukan berapa nilai kekayaan bersihmu.

    Menghitung Jumlah Kekayaan Bersih Bantu Tonjolkan Urgensi dari Menabung

    Dari hitung-hitungan di atas, kamu bisa tanyakan, “apakah gue sudah benar sekaya bayangan gue”? Apakah laporan kekayaan bersih dari hitung-hitungan di atas memberikan angka yang positif? Ataukah, sebetulnya kita masih perlu menetapkan cara konsisten menabung untuk terus mempertahankan net worth tersebut?

    Dari menghitung aset dan kewajibanmu, lantas coba tentukan apa yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan jumlah asetmu agar dapat melampaui kewajiban yang perlu kamu tanggung. Misalnya, agar utang tidak menumpuk, kamu dapat kurangi pengeluaran yang tidak perlu.

    Bijaknya, kamu tentu tidak hanya perlu menjaga nilai net worth agar tetap bertahan seiring waktu. Namun, juga meningkatkannya. Ingat, ada laju inflasi tahunan yang perlu kita lawan jika ingin tetap mandiri secara finansial.

    Bagaimana caranya? Yuk, ketahui saving rate alias tingkat kemampuan menabung. Bagaimanapun, bunga maupun imbal hasil dapat kamu peroleh dari tabungan serta investasi, yang akan membantu menentukan diversifikasi portofolio yang pas untuk tujuan finansialmu.

    Baca juga: Apa Itu Pendapatan Bersih?

    Menghitung Kemampuanmu Menabung

    Setelah mengetahui kesehatan finansial kamu sebenarnya, kamu mungkin bertanya-tanya: Berapa jumlah tabungan yang bisa dialokasikan tiap bulannya?

    Saving rate (tingkat tabungan) alias tingkat kemampuan menabung adalah jumlah uang yang dapat kamu tabung setiap bulannya. Persentase ini diperoleh dari total pendapatan kotormu dikurangi dengan berbagai pengeluaran.

    Semakin tinggi tingkat tabunganmu, maka semakin banyak uang yang dapat kamu tabung per bulannya. Alhasil, semakin banyak uang yang dapat kamu sisihkan per bulannya, maka semakin banyak pula uang dapat kamu kumpulkan untuk dana darurat, mencapai tujuan finansial tertentu, atau malah untuk masa pensiun.

    Cara Konsisten Menabung dengan Menghitung Tingkat Tabungan

    Tingkat tabungan dapat dihitung dengan membagi jumlah tabungan bulanan dengan pendapatan kotor bulanan. Jadi, jika kamu berpenghasilan Rp10 juta per bulannya (sudah dipotong pajak), dan hanya dapat menabung Rp500.000, persentase tingkat tabunganmu adalah sebagai berikut:

    500.000 / 10.000.000 = 0,05 alias 5%

    Jika tingkat tabunganmu tiap bulannya tidak teratur, maka kamu bisa menghitungnya dengan mengevaluasinya secara tahunan.

    Hitunglah tingkat tabungan tahunanmu dengan membagi jumlah tabunganmu per tahun dengan pendapatan kotor tahunanmu. Anggaplah kamu berpenghasilan Rp10 juta per bulan (sudah dipotong pajak), maka pendapatan tahunanmu sebesar Rp120 juta. Sementara, kamu hanya mampu menabung Rp2,5 juta dalam setahun, maka persentase sebagai berikut:

    2.500.000/120.000.000 = 0,02 alias 2%

    Angkanya tampak lebih kecil dibandingkan kamu menabung Rp500.000 tiap bulannya, ya?

    Hal-hal yang Dapat Membantu Mendongkrak Tingkat Tabungan

    Idealnya, seiring waktu, kamu perlu meningkatkan persentase tingkat tabungan agar dapat mencapai kemandirian finansial. Cara konsisten menabung diperlukan agar kamu dapat meningkatkan angka tersebut tiap tahunnya.

    Untuk memastikan kamu menabung secara pintar, menghitungnya secara kalkulatif seperti cara di atas adalah jalan yang sangat direkomendasikan. Berikut ini hal-hal yang dapat membantumu meningkatkan persentase kemampuanmu menabung tiap bulannya:

    • Analisis net worth-mu alias kekayaan bersihmu saat ini
    • Ketahui bagaimana caranya untuk memangkas liabilitas
    • Menghasilkan lebih banyak uang untuk meningkatkan aset
    • Kenali beragam jenis investasi dan mana investasi yang paling cocok untukmu
    • Tingkatkan aset dengan menerapkan diversifikasi portofolio
    • Hindari gaya hidup yang membuatmu memboroskan danamu

    Untuk membantu mendiversifikasi portofoliomu, kamu barangkali dapat menempatkan danamu pada beberapa jenis aset berbeda di Pluang. Pluang menawarkan investasi emas, saham S&P 500, dan aset kripto untuk membantumu menabung lebih konsisten!

    Selain itu, kamu juga bisa ikutan program Ramadan Nabung Cuan sebagai sarana latihanmu menabung selama bulan suci Ramadan. Tidak cuma menabung, namun kamu juga nantinya bisa mendapat hadiah emas dengan total 3 gram, lho! Kalau tertarik, segera daftar di sini, ya!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia, Savology



    Sumber : pluang.com