Author: 13

  • Solo Miner Ini Berhasil Tambang 3 BTC Senilai Rp4,5M! Kok Bisa?!

    Pada tanggal 12 Desember 2025, seorang miner individu atau lebih sering dikenal dengan solo miner yang menggunakan solo pool dengan Solo CK berhasil menyelesaikan blok Bitcoin nomor 927474. Blok ini memberikan subsidy (hadiah blok) sebesar 3.125 BTC plus biaya transaksi 0.008 BTC, total 3.133 BTC. 

    Blok yang berhasil ditambang dengan hadiah 3 BTC senilai Rp4,5 miliar. Sumber: Mempool

    Nilai ini setara dengan sekitar kurang lebih $284.000 USD, atau sekitar Rp4,8 miliar. Kejadian seorang solo miner yang berhasil menambang BTC dalam jumlah besar, bukan hanya kali ini terjadi. Sebelumnya pernah juga kasus serupa di mana penambang tunggal dengan perangkat terbatas berhasil menambang satu blok penuh. Misalnya, pada tahun 2022 seorang solo miner dengan kekuatan hash yang relatif kecil berhasil menemukan blok dan menerima hadiah lebih dari 6 BTC.

    Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun jaringan Bitcoin didominasi oleh mining pool besar dengan kekuatan komputasi masif, peluang bagi penambang solo nampaknya masih terus ada walaupun kemungkinannya sangat kecil.

    Lantas apa kenapa hal ini bisa terjadi dan kenapa solo miner bisa mendapatkan ubah dari blok yang sangat besar, bahkan bisa mengalahkan miner dengan hashrate yang lebih tinggi?

    Apa itu Solo Mining?

    Solo mining adalah metode penambangan di mana miner bekerja sendirian untuk menyelesaikan blok. Berbeda dengan pool mining, di mana ribuan miner menggabungkan kekuatan komputasi mereka dan berbagi hadiah, solo miner mengambil semua risiko dan hadiah sendiri. 

    Proses solo mining ini menggunakan peralatan ASIC (Application-Specific Integrated Circuit) yang melakukan triliunan hash per detik untuk memecahkan puzzle SHA-256.

    Namun, karena hash rate jaringan Bitcoin saat ini mencapai sekitar 1.100-1.243 ZH/s (zettahashes per detik), yang berarti lebih dari 1 kuadriliun hash per detik, bagi miner dengan hash rate rendah, seperti 6 TH/s (terahashes per detik), peluang menemukan blok adalah 1 banding 180 juta. 

    Jadi solo miner yang berhasil menambang blok 927474 dan mendapatkan 3 BTC Senilai Rp4,5M dengan hash rate 90 TH/s, sama dengan seperti mendapatkan hadiah lotre dengan peluang 1 banding 12 juta.

    Baca juga: Apa itu Cloud Mining di Dunia Kripto, dan Bagaimana Cloud Mining Bekerja?

    Alasan Kenapa Solo Miner Bisa Tambang 3 Bitcoin Sendiri

    Meskipun peluang mendapatkan hadiah blok fantastis dari mining Bitcoin bagi solo miner sangat kecil, solo mining tetap memungkinkan karena sifat acak dari proses Proof-of-Work (PoW). Berikut beberapa alasannya!

    Mekanisme Proof-of-Work yang Acak

    Bitcoin dirancang oleh Satoshi Nakamoto agar siapa pun bisa berpartisipasi dalam penambangan tanpa perlu izin dari pihak ketiga. Proses PoW melibatkan pemecahan puzzle matematis (hashing) untuk memvalidasi transaksi dan menambahkan blok baru ke blockchain

    Miner yang pertama kali menemukan hash valid mendapatkan hadiah blok penuh, dalam kasus di atas hadiahnya berupa 3.125 BTC ditambah biaya transaksi sekitar 0.008 BTC.

    Karena PoW bersifat probabilistik atau acak, maka tidak ada jaminan siapa yang menang; ini seperti lotre di mana setiap hash yang dihasilkan adalah tiket. Meskipun hash rate jaringan Bitcoin mencapai ratusan exahash per detik (EH/s), seorang solo miner dengan hash rate rendah masih memiliki peluang, meski sangat kecil. 

    Jika beruntung solo miner dapat mendapatkan hadiah blok untuk dirinya sendiri, ini berbeda dengan pool mining, di mana miner menggabungkan kekuatan untuk meningkatkan peluang kolektif, tapi hadiah dibagi rata berdasarkan kontribusi.

    Siapa Saja Bisa Melakukan Mining Bitcoin

    Meskipun 80-90% hash rate dikuasai oleh pool besar seperti Foundry USA atau AntPool, protokol Bitcoin memastikan bahwa setiap individu masih bisa ikut serta untuk melakukan mining secara mandiri. Ini mencegah sentralisasi penuh dan menjaga jaringan tetap aman dari serangan.

    Dukungan dari Pool Solo Khusus dan Perangkat Efisien

    Banyak solo miner sukses menggunakan layanan seperti Solo CK Pool, yang bukan pool berbagi hadiah melainkan infrastruktur untuk miner independen. Pool ini memungkinkan miner menjalankan node tanpa setup rumit, dengan biaya minimal 2% jika menang. Ini membuat solo mining lebih mudah diakses, meskipun tetap sendirian dalam kompetisi.

    Selain itu, perangkat ASIC modern di 2025 semakin efisien, dengan hash rate tinggi tapi konsumsi listrik rendah (misalnya Bitaxe Gamma 601 dengan 1.2 TH/s). Ini memungkinkan miner rumahan bersaing, meski odds rendah. Bandingkan dengan pool: Di pool, hardware sederhana cukup karena kontribusi kecil pun dibayar, tapi potensi untung besar hilang. Solo mining cocok untuk mereka yang sabar dan punya toleransi risiko tinggi.

    Keberuntungan

    Keberuntungan menjadi salah satu faktor kunci kenapa solo miner bisa berhasil mendapatkan blok rewards dari mining Bitcoin.

    Secara teknis, peluang seorang penambang tunggal untuk menemukan blok sangat kecil karena harus bersaing dengan total hash rate global yang didominasi oleh mining pool besar. 

    Semakin besar hash rate, peluang yang dimiliki untuk memecahkan puzzle matematis Bitcoin, dan menemukan  blok. Tetapi meskipun hashrate kecil, tetap ada kemungkinan untuk memecahkan puzzle tersebut dan mendapatkan blok, meskipun peluangnya 1 berbanding jutaan.

    Baca juga: Mengenal Mining Pool Kripto: Solusi Efektif untuk Miners Kecil 

    Penutup

    Rewards dari solo mining memang terlihat menggiurkan tapi, dengan probabilitas yang sangat kecil maka peluang menemukan blok sangat rendah. Ini berarti solo miner juga harus siap berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tanpa menemukan blok sama sekali.

    Selain dengan mining, kamu juga bisa mendapatkan Bitcoin dengan membeli langsung di exchange resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto—dapatkan potongan 20% dengan memasukkan kode TEMUTOKO saat registrasi. Download dan daftar di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $90.321, Tekanan Kembali

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin kembali bergerak melemah dalam 24 jam terakhir. Aset kripto terbesar di dunia tersebut turun 2,13% dan diperdagangkan di level $90.321,38 per BTC.

    Penurunan ini menekan kapitalisasi pasar Bitcoin ke kisaran $1,80 triliun, meski volume perdagangan harian justru melonjak tinggi mencapai $82,18 miliar.

    Kondisi ini mencerminkan meningkatnya aktivitas jual beli di tengah ketidakpastian arah pasar. Investor dan trader tampak masih berhati-hati, terutama setelah Bitcoin gagal mempertahankan area psikologis di atas $92.000.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 3%, Sinyal Bullish Mulai Terbuka

    Pergerakan Harga Harian: Volatilitas Tinggi Masih Berlanjut

    Dalam perdagangan 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak pada rentang $89.532,60 hingga $92.721,77. Tekanan jual terlihat semakin kuat ketika BTC mendekati area resistance harian, memicu aksi ambil untung dari pelaku pasar jangka pendek.

    Perubahan harga per jam tercatat relatif datar di -0,03%, mengindikasikan fase konsolidasi setelah koreksi tajam.

    Meski demikian, volatilitas tinggi masih berpotensi terjadi seiring besarnya volume transaksi yang masuk ke pasar.

    Kinerja Jangka Pendek hingga Menengah Masih Tertekan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari performa waktu yang lebih panjang, tekanan bearish Bitcoin masih cukup jelas:

    • 30 hari: turun 11,56%
    • 60 hari: terkoreksi 20,40%
    • 90 hari: melemah 21,83%

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin masih menjadi aset kripto paling dominan, tekanan makro dan sentimen pasar global terus membatasi ruang kenaikan harga.

    Jarak antara harga saat ini dan rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07 juga semakin menegaskan bahwa fase koreksi belum sepenuhnya berakhir.

    Volume Besar, Sinyal Distribusi atau Akumulasi?

    Lonjakan volume perdagangan hingga $82 miliar dalam 24 jam menjadi salah satu poin penting dalam analisa harga BTC hari ini.

    Volume besar sering kali menandakan dua kemungkinan utama, yaitu:

    1. Distribusi – Investor besar melepas aset di tengah ketidakpastian, menekan harga.
    2. Akumulasi tersembunyi – Pelaku pasar institusional memanfaatkan koreksi untuk mengumpulkan BTC secara bertahap.

    Dengan suplai beredar sebesar 19,96 juta BTC atau sekitar 95,05% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, kelangkaan Bitcoin tetap menjadi faktor fundamental jangka panjang.

    Namun dalam jangka pendek, sentimen dan likuiditas pasar masih menjadi penggerak utama harga.

    Level Support dan Resistance yang Perlu Diperhatikan

    Dari sudut pandang teknikal, beberapa level kunci menjadi perhatian pelaku pasar:

    Support penting:

    • $89.500 – area terendah harian dan penopang psikologis jangka pendek
    • $87.000 – $88.000 – zona support berikutnya jika tekanan jual berlanjut

    Resistance terdekat:

    • $92.700 – puncak harga harian
    • $95.000 – level psikologis yang perlu ditembus untuk memulihkan sentimen bullish

    Selama BTC masih bergerak di bawah area $92.000–$95.000, potensi rebound cenderung terbatas dan rawan tertahan aksi jual.

    Sentimen Pasar: Optimisme Jangka Panjang, Hati-Hati Jangka Pendek

    Meski harga Bitcoin melemah hari ini, perubahan harga mingguan masih mencatatkan kenaikan +0,79%, menandakan adanya minat beli yang belum sepenuhnya hilang.

    Namun, kombinasi koreksi bulanan dan tekanan volume besar membuat pasar cenderung bersikap defensif.

    Investor jangka panjang umumnya masih memandang Bitcoin sebagai aset lindung nilai dan penyimpan nilai digital. Sebaliknya, trader jangka pendek menghadapi risiko volatilitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bangkit 2,4%, Tapi Masih Terjebak

    Analisa harga BTC hari ini menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi dengan tekanan jual yang cukup kuat.

    Penurunan ke area $90.000 terjadi di tengah volume perdagangan yang tinggi, menandakan pertarungan sengit antara penjual dan pembeli.

    Selama BTC belum mampu menembus resistance utama, pergerakan harga cenderung fluktuatif dengan risiko penurunan lanjutan.

    Pelaku pasar disarankan untuk terus memantau level support dan resistance, serta mengelola risiko dengan disiplin di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Turun Tipis 0,7%, Pi Network di Persimpangan: Ada Apa?

    Pergerakan harga Pi Network (PI) saat ini berada dalam fase krusial. Di satu sisi, proyek ini bersiap melangkah ke fase Open Network pada kuartal pertama 2025 yang berpotensi membuka utilitas nyata.

    Namun di sisi lain, pasar masih dibayangi risiko token unlock besar-besaran dan ketidakpastian likuiditas yang dapat menekan harga dalam jangka pendek.

    Keseimbangan antara ekspansi ekosistem dan tekanan suplai inilah yang membuat arah harga Pi menjadi topik hangat di kalangan investor dan komunitas kripto global.

    Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok! Tiga Ancaman Besar Ini Bisa Seret PI

    Batas Waktu Migrasi Mainnet & KYC: Pedang Bermata Dua

    Tim inti Pi Network secara resmi memperpanjang Grace Period migrasi Mainnet dan KYC hingga 28 Februari 2025.

    Keputusan ini memberi ruang tambahan bagi jutaan pengguna untuk menyelesaikan verifikasi identitas dan memindahkan token mereka ke Mainnet.

    Setelah tenggat tersebut, Pi yang belum dimigrasikan (kecuali hasil penambangan enam bulan terakhir) akan hangus.

    Dengan lebih dari 8,36 miliar PI yang sudah beredar, kebijakan ini berpotensi menekan inflasi suplai apabila banyak token gagal dimigrasikan.

    Dari sudut pandang pasar, hal ini sebenarnya bisa saja menjadi faktor stabilisasi harga jika tingkat migrasi meningkat.

    Namun, perpanjangan waktu juga membawa risiko psikologis: penundaan Open Network yang terus berulang berpotensi mengikis kepercayaan investor, terutama jika peluncuran Q1 2025 kembali mundur.

    Ancaman Token Unlock: Tekanan Nyata dari Sisi Suplai

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap

    Salah satu tantangan terbesar Pi Network saat ini adalah gelombang token unlock. Dalam 30 hari ke depan, rata-rata 6 juta PI atau sekitar US$1,25 juta akan terbuka setiap hari dan siap masuk pasar.

    Dengan rasio perputaran (turnover ratio) hanya 0,7%, likuiditas PI tergolong tipis. Artinya, tambahan suplai dalam jumlah besar berisiko memicu volatilitas tinggi dan menekan harga jika tidak diimbangi permintaan baru.

    Pergerakan dompet Tim Inti juga menjadi sorotan. Beberapa transfer PI ke bursa, seperti pemindahan 2 juta PI, yang secara historis sering diikuti koreksi harga.

    Meski belum tentu bersifat manipulatif, sentimen pasar cenderung bereaksi negatif terhadap sinyal-sinyal tersebut.

    Open Network Q1 2025: Katalis Bullish yang Ditunggu

    Di balik tekanan jangka pendek, Open Network Pi Network tetap menjadi katalis jangka menengah hingga panjang yang paling dinanti.

    Jika berhasil diluncurkan sesuai rencana pada Q1 2025, Open Network akan memungkinkan konektivitas eksternal ke blockchain dan layanan pihak ketiga, integrasi DeFi dan pembayaran merchant, peningkatan utilitas aplikasi berbasis Pi.

    Langkah Pi Network menuju kepatuhan regulasi, termasuk pendekatan terhadap kerangka MiCA di Eropa dan kemunculan produk ETP terkait Pi di Swedia, menunjukkan upaya serius membangun legitimasi.

    Namun demikian, bayang-bayang gugatan hukum senilai US$10 juta yang menuding adanya penjualan token oleh pihak internal masih menjadi risiko reputasi.

    Walau belum terbukti, isu ini dapat menghambat adopsi jika tidak ditangani secara transparan.

    Arah Harga Pi: Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Secara teknikal, pergerakan harga Pi saat ini berada di zona penentuan:

    • Resistance penting: $0,23 (level Fibonacci 23,6%)
    • Support krusial: $0,17

    Breakout di atas $0,23 berpotensi memicu momentum bullish baru, terutama jika didukung kabar positif terkait Open Network atau listing bursa besar. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support $0,17 membuka risiko penurunan ke level terendah baru.

    Baca Juga: Kombinasi Tekanan Teknikal Seret Harga Pi Network (PI) Turun 1,46%

    Harga Pi Network saat ini berada di persimpangan strategis antara harapan besar Open Network dan realitas tekanan suplai dari token unlock.

    Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kemampuan tim menyeimbangkan ekspansi ekosistem dengan manajemen suplai token.

    Dengan tenggat migrasi Mainnet yang semakin dekat dan Open Network di depan mata, beberapa bulan ke depan akan menjadi periode penentuan bagi masa depan Pi Network.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Hari Ini Terkoreksi 4,5%, ETH di Area Psikologis $3.000

    Pergerakan harga Ethereum (ETH) hari ini menunjukkan tekanan signifikan setelah aset kripto terbesar kedua ini terkoreksi tajam dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data pasar terbaru di Tokocrypto pada Sabtu (13/12), ETH diperdagangkan di level $3.089,18, turun 4,54% dalam sehari.

    Koreksi ini memangkas kapitalisasi pasar Ethereum menjadi sekitar $372,8 miliar, dengan volume perdagangan harian sebesar $22,07 miliar.

    Penurunan harga Ethereum terjadi di tengah fase konsolidasi pasar kripto global, di mana investor cenderung bersikap hati-hati menyusul volatilitas tinggi dan minimnya katalis positif jangka pendek.

    Baca Juga: ETF Ethereum Cetak Rekor 6 Minggu, Sinyal Rotasi Besar Investor

    Tekanan Jangka Pendek Masih Mendominasi

    Dalam rentang 24 jam terakhir, Ethereum sempat menyentuh level terendah $3.050,27 sebelum mencoba melakukan pemulihan terbatas.

    Namun, tekanan jual tetap dominan hingga membuat ETH gagal bertahan di atas area $3.200. Sementara itu, level tertinggi harian tercatat di $3.264,40, yang kini berfungsi sebagai resistance terdekat.

    Secara jangka pendek, koreksi harian sebesar -4,54% mencerminkan aksi ambil untung (profit taking) yang cukup agresif, terutama setelah ETH sempat mencatatkan kenaikan dalam sepekan terakhir sebesar +1,71%.

    Hal ini menunjukkan bahwa reli jangka pendek belum cukup kuat untuk membalikkan tren koreksi menengah.

    Performa Bulanan dan Kuartalan Masih Lemah

    Jika ditarik ke timeframe yang lebih panjang, performa harga Ethereum masih berada dalam fase bearish:

    • 30 hari: turun 11,21%
    • 60 hari: terkoreksi 24,72%
    • 90 hari: anjlok 33,96%

    Data ini menegaskan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda. ETH masih bergerak jauh di bawah rekor tertingginya di $4.953,73, yang dicapai pada puncak siklus bullish sebelumnya.

    Bagi investor jangka menengah, kondisi ini mengindikasikan bahwa Ethereum masih membutuhkan katalis fundamental kuat, baik dari sisi makro, adopsi teknologi, maupun sentimen pasar global, untuk kembali membangun tren naik yang solid.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Volume Perdagangan Menurun, Sinyal Kehati-hatian Pasar

    Volume perdagangan harian Ethereum tercatat sekitar $22 miliar, relatif lebih rendah dibandingkan periode volatilitas tinggi sebelumnya.

    Penurunan volume ini menandakan berkurangnya agresivitas pelaku pasar, baik dari sisi pembeli maupun penjual.

    Kondisi tersebut sering kali menjadi ciri fase wait and see, di mana investor menunggu konfirmasi arah pasar berikutnya.

    Meski suplai Ethereum tetap stabil di kisaran 120,70 juta ETH, tanpa batas maksimum pasokan, sentimen pasar tetap menjadi faktor penentu utama pergerakan harga.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Dari sudut pandang teknikal, beberapa level penting patut menjadi perhatian:

    • Support utama: $3.000 – area psikologis yang krusial
    • Support lanjutan: $2.900 jika tekanan jual berlanjut
    • Resistance terdekat: $3.260 – $3.300

    Apabila ETH gagal bertahan di atas $3.000, risiko penurunan lanjutan terbuka lebar.

    Sebaliknya, rebound kuat dengan volume besar berpotensi membawa ETH kembali menguji area resistance di atas $3.300.

    Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Naik 1,52% ke $3.243: Ada Sentimen Rebound?

    Harga Ethereum hari ini mencerminkan kondisi pasar yang masih rapuh. Koreksi harian sebesar 4,5% mempertegas bahwa ETH masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bearish dalam jangka menengah.

    Meski demikian, kenaikan mingguan yang masih positif menunjukkan bahwa minat beli belum sepenuhnya hilang.

    Bagi investor dan trader, fase ini menjadi momen krusial untuk mencermati level support $3.000, dinamika volume, serta sentimen pasar kripto global.

    Pergerakan Ethereum dalam beberapa hari ke depan berpotensi menjadi penentu arah tren selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • JELLYJELLY Meroket 34%, Altcoin Paling Bersinar Hari Ini

    Pergerakan harga JELLYJELLY hari ini mencuri perhatian pelaku pasar kripto setelah mencatat lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir.

    Token Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY) tercatat diperdagangkan di level $0,094845, menguat sekitar 32–34% dalam sehari.

    Kenaikan tajam ini mendorong kapitalisasi pasar JELLYJELLY ke kisaran $94,8 juta, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu aset kripto dengan performa harian terbaik.

    Tidak hanya dari sisi harga, aktivitas perdagangan JELLYJELLY juga melonjak pesat. Volume transaksi 24 jam mencapai sekitar $91,8 juta, hampir menyamai kapitalisasi pasarnya.

    Rasio ini mencerminkan tingginya minat spekulatif dan likuiditas yang cukup aktif di pasar.

    Baca Juga: Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY) Melonjak 221%, Ini Faktor Pendorongnya

    Lonjakan Harga Didukung Momentum Jangka Pendek

    Dalam perdagangan harian, JELLYJELLY bergerak cukup volatil dengan harga terendah di $0,067173 dan harga tertinggi di $0,099596. Area $0,10 kini menjadi resistance psikologis yang sedang diuji oleh pasar.

    Secara intraday, token ini masih menunjukkan momentum positif dengan kenaikan +1,81% dalam satu jam terakhir, menandakan tekanan beli belum sepenuhnya mereda.

    Kenaikan harga harian sebesar +32,90% juga diperkuat oleh lonjakan mingguan yang sangat agresif.

    Kinerja Mingguan hingga 90 Hari Sangat Kuat

    Pergerakan harga Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY/USDT) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY/USDT) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Jika ditinjau dari timeframe yang lebih panjang, performa JELLYJELLY terbilang impresif:

    • 7 hari terakhir: naik 129,01%
    • 30 hari: menguat 24,41%
    • 60 hari: naik 22,34%
    • 90 hari: melonjak 70,20%

    Data tersebut menunjukkan bahwa reli JELLYJELLY bukan hanya bersifat sesaat, melainkan telah berlangsung secara bertahap dalam beberapa bulan terakhir.

    Meski demikian, harga saat ini masih jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $0,494135, yang membuka ruang spekulasi terkait potensi lanjutan jika sentimen pasar tetap positif.

    Likuiditas Tinggi dan Struktur Pasokan

    JELLYJELLY memiliki pasokan beredar sebesar 1 miliar token, yang juga merepresentasikan hampir seluruh suplai yang ada.

    Dengan tidak adanya batas maksimum pasokan yang diumumkan, struktur token ini relatif transparan dari sisi suplai jangka pendek.

    Kapitalisasi pasar yang hampir setara dengan Fully Diluted Market Cap (FDMC) di kisaran $94,5 juta menandakan minimnya risiko inflasi token mendadak, sebuah faktor yang sering menjadi perhatian investor ritel.

    Apa yang Mendorong Kenaikan Harga JELLYJELLY?

    Meski data harga tidak menjelaskan katalis secara spesifik, lonjakan tajam seperti ini umumnya dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, antara lain:

    1. Sentimen pasar positif terhadap token berkapitalisasi menengah
    2. Lonjakan volume perdagangan, menandakan masuknya trader jangka pendek
    3. Efek FOMO (fear of missing out) setelah kenaikan mingguan lebih dari 100%
    4. Rotasi modal dari aset besar ke altcoin berisiko tinggi

    Namun, kondisi ini juga mengindikasikan volatilitas tinggi yang perlu diwaspadai.

    Level Penting yang Perlu Dicermati

    Bagi trader dan investor, beberapa level teknikal krusial patut diperhatikan:

    • Support terdekat: $0,085 – $0,080
    • Support kuat: $0,067
    • Resistance utama: $0,10
    • Resistance lanjutan: $0,12 jika breakout terjadi

    Kegagalan menembus $0,10 berpotensi memicu koreksi jangka pendek, sementara penembusan dengan volume besar dapat membuka jalan ke reli lanjutan.

    Baca Juga: Harga JELLYJELLY Melonjak 14%, Oase di Tengah Bullish Bulanan

    Harga JELLYJELLY hari ini mencerminkan euforia pasar terhadap aset kripto berkapitalisasi menengah dengan likuiditas tinggi.

    Lonjakan lebih dari 30% dalam sehari dan kenaikan mingguan di atas 100% menjadikan Jelly-My-Jelly salah satu token paling agresif saat ini.

    Meski potensi keuntungan masih terbuka, investor perlu mencermati risiko volatilitas tinggi dan kemungkinan koreksi setelah reli tajam.

    Disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci dalam menghadapi pergerakan ekstrem seperti ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga JUV Hari Ini Melonjak 25%, Juventus Fan Token Jadi Incaran Pasar

    Pergerakan harga JUV hari ini menjadi sorotan pelaku pasar kripto setelah mencatat kenaikan tajam dalam 24 jam terakhir.

    Juventus Fan Token (JUV) tercatat diperdagangkan di level $0,794108, menguat sekitar 24,9% secara harian.

    Lonjakan signifikan ini mendorong kembali minat investor terhadap sektor fan token, yang sempat lesu dalam beberapa bulan terakhir.

    Bersamaan dengan kenaikan harga, kapitalisasi pasar JUV kini berada di kisaran $10,8 juta, sementara volume perdagangan 24 jam melonjak hingga $55,49 juta.

    Tingginya volume transaksi ini menunjukkan meningkatnya aktivitas spekulatif sekaligus minat beli jangka pendek dari trader.

    Baca Juga: Juventus Fan Token Melejit 25%, Investor & Fans Sama-Sama Girang!

    Lonjakan Harga Didorong Volume Perdagangan Tinggi

    Secara fundamental pasar, rasio volume terhadap kapitalisasi pasar JUV tergolong sangat tinggi. Dengan volume harian yang mencapai lebih dari lima kali kapitalisasi pasar, JUV masuk dalam kategori aset dengan volatilitas tinggi dan pergerakan agresif.

    Dalam 24 jam terakhir, JUV mencatat kenaikan harga sebesar $0,157534 atau +24,79%, mencerminkan tekanan beli yang kuat.

    Bahkan dalam timeframe lebih pendek, token ini masih mencatatkan penguatan +1,84% dalam satu jam terakhir, menandakan momentum bullish belum sepenuhnya mereda.

    Performa JUV dalam Berbagai Timeframe

    Pergerakan harga Juventus Fan Token (JUV/USDT) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Juventus Fan Token (JUV/USDT) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari data historis, performa JUV menunjukkan dinamika yang cukup menarik:

    • 7 hari terakhir: naik 23,40%
    • 30 hari: menguat tipis 2,10%
    • 60 hari: turun 15,36%
    • 90 hari: terkoreksi 32,92%

    Data tersebut memperlihatkan bahwa reli JUV saat ini lebih bersifat pemulihan jangka pendek setelah tekanan jual dalam jangka menengah.

    Meski demikian, lonjakan mingguan dan harian yang kuat berpotensi menjadi sinyal awal perubahan tren jika mampu dipertahankan.

    Pasokan dan Struktur Token JUV

    Juventus Fan Token memiliki jumlah pasokan beredar sebesar 13,61 juta token.

    Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDMC) di kisaran $15,83 juta, masih terdapat selisih yang menandakan potensi tekanan suplai di masa depan, tergantung pada mekanisme distribusi token lanjutan.

    Namun, dibandingkan dengan banyak aset kripto lain, suplai JUV relatif terbatas, yang dapat menjadi faktor pendukung harga saat permintaan meningkat, terutama dari komunitas penggemar klub Juventus.

    Fan Token Kembali Dilirik Investor

    Kenaikan harga JUV juga sejalan dengan kembalinya minat pasar terhadap fan token olahraga. Token jenis ini sering mengalami lonjakan harga menjelang atau sesudah momentum tertentu, seperti pertandingan penting, rumor kerja sama, atau meningkatnya aktivitas komunitas.

    Meski tidak ada katalis spesifik yang tercantum dalam data harga, lonjakan volume dan pergerakan cepat sering kali dipicu oleh kombinasi sentimen pasar positif, aksi trader jangka pendek, serta efek FOMO (fear of missing out).

    Level Penting yang Perlu Diperhatikan

    Bagi trader dan investor, beberapa level teknikal penting patut dicermati:

    • Support terdekat: $0,72 – $0,70
    • Support kuat: $0,63
    • Resistance psikologis: $0,80
    • Resistance lanjutan: $0,90 jika breakout berlanjut

    Apabila JUV mampu bertahan di atas area US$0,75, peluang pengujian resistance lanjutan tetap terbuka. Namun, kegagalan mempertahankan level tersebut berpotensi memicu aksi ambil untung jangka pendek.

    Baca Juga: Pasar Fan Token: AS Roma, OG, dan Juventus Catat Lonjakan Mingguan

    Harga JUV hari ini mencerminkan kebangkitan minat pasar terhadap Juventus Fan Token, didorong oleh lonjakan volume dan sentimen jangka pendek yang positif.

    Kenaikan hampir 25% dalam sehari menjadikan JUV salah satu fan token dengan performa terbaik saat ini.

    Meski peluang lanjutan masih terbuka, investor perlu mewaspadai volatilitas tinggi yang melekat pada fan token.

    Manajemen risiko dan pemantauan level teknikal tetap menjadi kunci dalam menghadapi pergerakan cepat seperti ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dogecoin Tertekan Usai Suku Bunga The Fed Turun, Minat Hilang?

    Dogecoin (DOGE) masih bergerak terbatas atau sideways di tengah melemahnya minat investor institusional dan ritel. Hingga Jumat (12/12/2025) sore waktu GMT, DOGE diperdagangkan di kisaran USD 0,1403, sedikit di atas harga pembukaan intraday, dengan tekanan teknikal masih mendominasi pergerakan harga.

    Secara teknikal, pergerakan Dogecoin tertahan oleh Exponential Moving Average (EMA) 50, 100, dan 200 hari yang terus membatasi potensi kenaikan. Support utama di level USD 0,1321 tercatat masih bertahan sejak 20 November, meskipun sentimen risk-off meluas di pasar kripto.

    Volatilitas Dogecoin

    Dilaporkan FXStreet, Volatilitas pasar meningkat setelah Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu lalu. Namun, sikap hawkish bank sentral AS tersebut justru memicu ketidakpastian baru, terutama di tengah risiko inflasi dan pelemahan pasar tenaga kerja. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran bahwa The Fed dapat menghentikan siklus pelonggaran moneternya, sehingga menekan aset berisiko seperti kripto.

    Dari sisi derivatif, pasar Dogecoin menunjukkan penurunan minat yang signifikan. Open Interest (OI) futures DOGE tercatat sebesar USD 1,5 miliar pada Jumat, anjlok jauh dari level USD 4,4 miliar pada 10 Oktober. Penurunan tajam ini dipicu oleh gejolak pasar pada Oktober lalu yang melikuidasi lebih dari USD 19 miliar aset kripto dalam satu hari.

    Rendahnya OI mencerminkan absennya investor ritel dan hilangnya kepercayaan pasar, yang berpotensi terus membatasi peluang rebound harga Dogecoin dalam waktu dekat.

    Baca juga: Dogecoin Nabrak Tembok! Harga Ditolak di $0,145, Pertanda Badai Baru?

    ETF Dogecoin Belum Melonjak

    Sementara itu, peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) spot Dogecoin pada November lalu belum mampu menarik minat institusional secara signifikan. Data SoSoValue menunjukkan ETF DOGE yang terdaftar di AS tidak mencatatkan arus masuk pada Kamis, setelah sehari sebelumnya hanya menerima sekitar USD 172.000. Secara kumulatif, arus masuk ETF DOGE rata-rata berada di kisaran USD 2 juta, dengan total aset bersih sekitar USD 5,74 juta. Saat ini, terdapat dua ETF spot Dogecoin di AS, yakni GDOG milik Grayscale dan BWOW milik Bitwise.

    Analisa Teknikal

    Dari sisi teknikal lanjutan, DOGE masih bergerak di bawah EMA 50 hari di USD 0,1625, EMA 100 hari di USD 0,1813, dan EMA 200 hari di USD 0,1957, menjaga bias bearish tetap dominan. Indikator MACD masih berada sedikit di atas garis sinyal, namun histogram hijau yang menyusut menandakan momentum bullish mulai melemah. Relative Strength Index (RSI) berada di level 41, yang membuka peluang pelemahan lanjutan jika tekanan jual meningkat.

    Garis tren turun dari level USD 0,3063 terus membatasi potensi pemulihan, dengan resistance terdekat di USD 0,1688. Penutupan harian di atas level tersebut berpotensi memperbaiki sentimen dan membuka jalan menuju EMA 100 hari. Sebaliknya, kegagalan menembus EMA 50 hari diperkirakan akan membuat penjual tetap menguasai pasar Dogecoin dalam jangka pendek.

    Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Diam-Diam Solana Dilirik Bank Raksasa, Obligasi Rp800 Miliar

    Solana (SOL) mulai memasuki fase baru dengan meningkatnya perhatian dari investor institusional, menyusul dua perkembangan besar: penerbitan surat utang berbasis blockchain oleh bank global dan rencana integrasi XRP ke dalam ekosistemnya.

    Langkah terbaru datang dari J.P. Morgan yang mengatur penerbitan commercial paper tokenisasi senilai US$50 juta atau sekitar Rp800 miliar untuk Galaxy Digital. Instrumen utang jangka pendek tersebut diterbitkan langsung di jaringan Solana, dengan Coinbase dan Franklin Templeton tercatat sebagai pembeli. Proses penyelesaian transaksi dilakukan menggunakan stablecoin USDC.

    Institusional Lirik Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 12 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 12 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam skema ini, J.P. Morgan bertindak sebagai pihak yang menciptakan token obligasi sekaligus mengelola penyelesaian transaksi primer di blockchain. Proyek tersebut dipandang sebagai uji coba nyata penggunaan jaringan publik untuk transaksi keuangan yang teregulasi.

    Dilaporkan Trading View, penerbitan ini menjadi sinyal kuat meningkatnya minat institusi besar terhadap infrastruktur blockchain publik, khususnya dalam sektor tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA). Analis industri memproyeksikan nilai pasar RWA dapat mencapai triliunan dolar dalam dekade mendatang.

    Bagi Solana, kesepakatan ini dinilai sebagai validasi strategis. Selama ini, jaringan tersebut lebih dikenal sebagai pusat aktivitas ritel dan pengembang aplikasi. Adopsi institusional dinilai berjalan lebih lambat. Keterlibatan bank global dalam instrumen pasar fundamental seperti surat utang memperkuat posisi Solana sebagai kandidat infrastruktur keuangan masa depan.

    Di sisi lain, Solana juga bersiap memperluas interoperabilitas lintas jaringan melalui integrasi XRP. Melalui kerja sama dengan Hex Trust dan LayerZero, aset wrapped XRP (wXRP) akan segera tersedia di jaringan Solana.

    Baca juga: Geger! JPMorgan Terbitkan Surat Utang AS Pertama di Blockchain Solana

    Solana Siap Bersaing

    wXRP akan didukung penuh secara 1:1 oleh XRP asli yang disimpan dalam akun kustodian terpisah. Hex Trust menyatakan likuiditas awal yang disiapkan mencapai lebih dari US$100 juta. Kehadiran wXRP memungkinkan pemanfaatan XRP dalam berbagai aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) di Solana, seperti lending dan penyediaan likuiditas.

    Selain membuka akses ke ekosistem DeFi berkecepatan tinggi, mekanisme wrapped asset ini juga berpotensi memengaruhi struktur pasar XRP. XRP asli harus dikunci sebagai jaminan, yang berpotensi mengurangi pasokan beredar saat permintaan meningkat.

    Perkembangan ini muncul di tengah meningkatnya optimisme sejumlah pelaku industri terhadap Solana. Investor dan tokoh keuangan Anthony Scaramucci secara terbuka menyatakan pandangan bullish, bahkan menyebut potensi Solana untuk melampaui Ethereum dalam kapitalisasi pasar—meski klaim tersebut masih bersifat spekulatif.

    Kombinasi uji coba institusional, integrasi lintas jaringan, dan pertumbuhan aktivitas pengembang menunjukkan perubahan persepsi pasar terhadap Solana. Jaringan ini semakin diposisikan tidak hanya sebagai platform aplikasi konsumen, tetapi juga sebagai fondasi potensial bagi instrumen keuangan skala besar di era aset digital.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Mulai Bergerak ke $3? Tiga Sinyal Ini Bikin Investor Tak Lagi Sabar

    Harga XRP yang selama beberapa pekan terakhir bergerak lesu mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan. Setelah turun sekitar 18% dalam sebulan terakhir dan melemah hampir 4% dalam 24 jam terakhir, XRP kini memunculkan sejumlah sinyal teknikal dan on-chain yang mengarah pada potensi rebound harga.

    Dilaporkan BeInCrypto, selama akhir November hingga awal Desember, XRP terjebak dalam rentang sempit di kisaran US$2,28 hingga US$1,98. Kondisi ini mencerminkan tarik-menarik yang seimbang antara pembeli dan penjual. Namun, pergerakan terbaru di dekat batas bawah rentang tersebut memunculkan indikasi yang berbeda dibandingkan upaya pemantulan sebelumnya.

    Divergensi Volume Jadi Tanda Awal Akumulasi

    Sinyal pertama datang dari indikator On-Balance Volume (OBV). Dalam periode 6 hingga 11 Desember, harga XRP mencetak level terendah yang lebih rendah, tetapi OBV justru membentuk level terendah yang lebih tinggi. Divergensi ini mengindikasikan adanya akumulasi tersembunyi, di mana volume pembelian mulai masuk meski harga masih terlihat melemah.

    Secara teknikal, XRP juga menyentuh garis bawah pola symmetrical triangle, pola yang kerap menjadi pertanda terjadinya pergerakan harga agresif setelah fase konsolidasi. Kombinasi antara dukungan pola grafik dan divergensi OBV ini menandakan tekanan beli mulai kembali muncul di area bawah.

    Tekanan Jual Pemegang Jangka Panjang Mulai Menurun

    Sinyal kedua berasal dari perilaku pemegang jangka panjang. Data menunjukkan bahwa jumlah XRP yang dilepas oleh kelompok ini turun signifikan. Pada 3 Desember, pemegang jangka panjang melepas sekitar 101 juta XRP. Angka tersebut menyusut menjadi sekitar 51 juta XRP pada 10 Desember, atau turun hampir 49%.

    Meski masih tercatat sebagai penjual bersih, penurunan tekanan jual ini dinilai penting karena pemegang jangka panjang umumnya menjadi faktor penentu arah tren harga yang lebih berkelanjutan.

    Investor Jangka Pendek Mulai Keluar dari Pasar

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 12 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 12 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sinyal ketiga datang dari berkurangnya suplai spekulatif. Wallet XRP dengan usia kepemilikan sangat singkat, yang kerap menjual saat harga memantul, kini terlihat mengurangi eksposur. Kelompok pemegang 24 jam tercatat menguasai 1,89% suplai pada 2 Desember, namun turun tajam menjadi hanya 0,22% pada 10 Desember.

    Sementara itu, kelompok pemegang satu hari hingga satu minggu juga mengalami penurunan signifikan, dari puncak 3,88% pada 4 Desember menjadi 1,24%. Berkurangnya suplai dari investor jangka pendek ini berpotensi mengurangi tekanan jual yang biasanya menggagalkan reli harga.

    Level Kunci Penentu Arah XRP

    Saat ini XRP diperdagangkan di sekitar US$2,00 dan masih berada dalam rentang konsolidasi. Untuk mengonfirmasi rebound, XRP perlu menembus level US$2,17. Penutupan harian di atas level tersebut akan meningkatkan peluang pengujian kembali batas atas di US$2,28.

    Sebaliknya, risiko penurunan tetap mengintai. Jika harga menutup harian di bawah US$1,98, skenario bullish akan melemah dan membuka peluang penurunan lanjutan menuju area support berikutnya di sekitar US$1,88.

    Dengan kombinasi sinyal teknikal dan perubahan perilaku investor, pergerakan XRP dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah potensi rebound ini benar-benar mampu bertahan atau kembali gagal seperti sebelumnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Geger! JPMorgan Terbitkan Surat Utang AS Pertama di Blockchain Solana

    JPMorgan kembali mencetak sejarah di dunia keuangan global. Bank terbesar di Amerika Serikat itu sukses mengeksekusi transaksi penerbitan commercial paper AS yang ditokenisasi sepenuhnya di blockchain publik Solana, sebuah langkah yang menandai integrasi nyata antara keuangan tradisional (TradFi) dan teknologi blockchain.

    Transaksi bersejarah ini diumumkan pada 11 Desember 2025, dengan afiliasi Galaxy Digital Holdings LP bertindak sebagai penerbit surat utang jangka pendek tersebut. Ini menjadi salah satu contoh paling awal dari utang korporasi AS yang diterbitkan, diproses, dan diselesaikan sepenuhnya secara on-chain.

    JPMorgan Kenalkan USCP token

    Dalam transaksi ini, JPMorgan memperkenalkan USCP token, instrumen utang jangka pendek berbasis Solana yang mereplikasi mekanisme commercial paper konvensional dalam format digital. Seluruh proses penerbitan dan penebusan dilakukan menggunakan USDC, stablecoin milik Circle, sehingga memungkinkan penggalangan dana yang sepenuhnya native di blockchain.

    Dilaporkan Ethnews, investor dalam transaksi tersebut adalah Coinbase dan Franklin Templeton, dua institusi besar yang membeli commercial paper tokenisasi tersebut. Coinbase juga berperan sebagai penyedia layanan kustodi, termasuk pengelolaan private key dan infrastruktur dompet digital untuk memastikan keamanan aset tingkat institusional.

    Baca juga: Bitcoin Diserbu! JP Morgan & Konglomerat Global Kunci 1,05 Juta BTC

    Kolaborasi ini melibatkan sejumlah pemain utama lintas sektor, antara lain:

    • JPMorgan sebagai arranger sekaligus pencipta USCP token
    • Afiliasi Galaxy Digital sebagai penerbit surat utang
    • Coinbase dan Franklin Templeton sebagai investor
    • Coinbase sebagai kustodian aset digital

    Keterlibatan bank besar, perusahaan kripto, dan manajer aset global ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan institusi terhadap blockchain publik sebagai infrastruktur pasar keuangan nyata.

    Transaksi Commercial Paper AS Pertama

    Bagi Galaxy Digital, penerbitan ini merupakan transaksi commercial paper AS pertamanya, sekaligus membuka jalur pembiayaan jangka pendek yang lebih efisien. Sementara bagi JPMorgan, kesepakatan ini menunjukkan bahwa aktivitas perbankan inti, seperti strukturisasi dan likuiditas, dapat dijalankan di blockchain publik tanpa mengorbankan standar regulasi dan operasional.

    Langkah ini juga menegaskan perubahan besar dalam strategi institusi keuangan global. Tokenisasi tidak lagi sekadar uji coba, melainkan telah menjadi alat operasional di pasar modal. Eksekusi instrumen utang di blockchain publik, yang sebelumnya dianggap terlalu ambisius, kini mulai menjadi kenyataan.

    Dengan semakin populernya tokenisasi obligasi negara, dana pasar uang, dan commercial paper, penerbitan USCP oleh JPMorgan berpotensi dikenang sebagai titik balik penting, saat pasar kredit institusional mulai beralih dari sistem tradisional menuju jaringan blockchain yang lebih transparan, terprogram, dan dapat diakses secara global.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com