Author: 14

  • Market Sinyal Kripto: Analisis Teknikal dan Peluang 13 November 2025

    Tokocrypto menghadirkan Market Sinyal Harian Kripto yang berisi analisis mendalam dan rekomendasi strategi perdagangan untuk hari Kamis, 13 November 2025. Dalam edisi kali ini, fokus tertuju pada tiga aset kripto yang menunjukkan potensi pergerakan harga yang signifikan.

    Informasi ini disusun berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, guna membantu para trader mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah dinamika pasar kripto yang terus berubah.

    Peristiwa yang terjadi dalam 24 jam terakhir

    1. AS Resmi Akhiri Government Shutdown Setelah 6 Minggu
      DPR AS meloloskan RUU pengeluaran untuk mengakhiri penutupan pemerintahan selama 6 minggu, dan Presiden Trump diperkirakan akan menandatanganinya malam ini.
      Token terdampak: $BTC, $ETH, $XRP.
    2. IBM Umumkan Chip Quantum Generasi Baru untuk Keamanan Masa Depan
      IBM memperkenalkan chip quantum dengan kemampuan koreksi kesalahan 10x lebih cepat dan sistem tahan gangguan untuk target tahun 2029.
      Token terdampak: $BTC, $ETH (potensi risiko keamanan jangka panjang).
    3. Bitcoin Depot Ekspansi ke Hong Kong
      Operator ATM Bitcoin terbesar di Amerika Utara kini memperluas bisnis ke pasar Asia, dimulai dari Hong Kong.
      Token terdampak: $BTC.
    4. Sui Luncurkan Stablecoin Native “USDsui” Bersama Bridge (Stripe)
      Sui Network akan meluncurkan USDsui, stablecoin native yang diterbitkan oleh Bridge (perusahaan di bawah Stripe).
      Token terdampak: $SUI.
    5. Nasdaq Resmi Setujui Peluncuran ETF XRP Canary Capital
      Nasdaq telah menyetujui listing ETF XRP Canary Capital, yang akan diluncurkan resmi pada sesi perdagangan berikutnya.
      Token terdampak: $XRP.

    Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

    EDU/USDT (🔼 +9.86%)

    • Entry: $0.1644
    • Stop Loss: $0.1577
    • Take Profit: $0.1808

    EDU/USDT saat ini sedang menunjukkan tanda-tanda awal kebangkitan dari fase konsolidasi panjang, dengan area entry ideal di $0.1644 dan target profit di $0.1808 (+9.86%). Harga terlihat mulai menembus batas atas range konsolidasi dengan volume yang meningkat, menandakan mulai adanya dorongan beli yang sehat. Indikator MACD mulai berbalik arah ke zona positif, mengisyaratkan momentum bullish mulai terbentuk.

    RED/USDT (🔼 +5.32%)

    • Entry: $0.3115
    • Stop Loss: $0.3019
    • Take Profit: $0.3306

    RED/USDT saat ini berada dalam fase pullback sehat setelah memantul kuat dari area support $0.3019, yang menjadi benteng bawah utamanya. Selama harga bertahan di atas level entry $0.3115, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju take profit $0.3306 (+6.11%) masih terbuka lebar.

    Struktur harga menunjukkan pola higher low kecil, menandakan buyer mulai mengambil alih setelah fase tekanan singkat. Sementara itu, MACD sudah mulai mengerem momentum bearish dan bersiap membentuk potensi cross up, yang biasanya menjadi sinyal awal kebangkitan harga.

    EIGEN/USDT (🔼 +10.01%)

    • Entry: $0.736
    • Stop Loss: $0.703
    • Take Profit: $0.810

    EIGEN/USDT mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah memantul dari area demand $0.703, yang saat ini menjadi pagar terakhir sebelum tren turun kembali berlanjut. Selama harga bergerak stabil di atas zona entry $0.736, momentum buyer berpotensi mendorong kenaikan menuju resistance kuat $0.810 (+10%). Struktur candle memperlihatkan pola “rebound pelan tapi pasti”, sementara MACD masih negatif namun mulai merapat—ibarat mesin yang sedang memanas sebelum kembali melaju


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 7 Indikator Trading Chart di Aplikasi Tokocrypto dan Cara Menggunakannya

    Trading kripto tidak hanya bisa mengandalkan sekadar insting, tapi balik setiap keputusan beli atau jual, ada analisis teknikal yang membantu trader memahami arah pasar. 

    Nah, di aplikasi Tokocrypto, kamu bisa menemukan berbagai indikator bawaan yang biasa digunakan trader profesional untuk membaca momentum, tren, dan potensi pembalikan harga lho!

    Indikator seperti MA, EMA, BOLL, VOL, MACD, KDJ, dan RSI ini bisa kamu gunakan dengan mudah di aplikasi Tokocrypto hanya dengan sekali tap! 

    Yuk pelajari satu persatu indikator trading yang tersedia di aplikasi Tokocrypto beserta cara menggunakannya!

    1. MA (Moving Average)

    Moving Average (MA) adalah indikator paling dasar dan paling sering digunakan di dunia trading. MA menghitung rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu, misalnya jam, hari, atau minggu.

    Di Tokocrypto, kamu dapat menggunakan indikator Moving Average dengan menekan tombol MA pada bagian bawah chart harga, lalu indikator MA akan muncul dalam bentuk beberapa garis berbeda warna yang merepresentasikan periode MA.

    Kamu dapat menggunakan indikator MA sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi tren, seperti:

    • Jika harga berada di atas garis MA → tren cenderung naik (bullish).
    • Jika harga berada di bawah garis MA → tren cenderung turun (bearish).

    Selain untuk membantu mengidentifikasi tren, perpotongan antara MA pendek dengan MA panjang juga bisa menjadi sinyal seperti golden cross (bullish) atau death cross (bearish).

    • Golden Cross → MA jangka pendek menembus ke atas MA jangka panjang.
    • Death Cross →  MA jangka pendek menembus ke bawah MA jangka panjang.

    2. EMA (Exponential Moving Average)

    EMA (Exponential Moving Average) adalah versi lebih sensitif dari MA. Indikator ini memberikan bobot lebih besar pada harga terbaru, sehingga lebih cepat menangkap perubahan tren pasar.

    Sama seperti MA di aplikasi Tokocrypto, kamu dapat menggunakan indikator Exponential Moving Average dengan menekan tombol EMA pada bagian bawah chart harga, lalu indikator EMA akan muncul dalam bentuk beberapa garis berbeda warna yang merepresentasikan periode EMA.

    Kamu dapat menggunakan indikator EMA sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi tren, seperti:

    • Jika harga berada di atas garis EMA → tren cenderung naik (bullish).
    • Jika harga berada di bawah garis EMA → tren cenderung turun (bearish).

    Selain untuk membantu mengidentifikasi tren, perpotongan antara EMA pendek dengan EMA panjang juga bisa menjadi sinyal seperti golden cross (bullish) atau death cross (bearish).

    • Golden Cross → EMA jangka pendek menembus ke atas MA jangka panjang.
    • Death Cross →  EMA jangka pendek menembus ke bawah MA jangka panjang.

    Pelajari lebih lengkap: Apa Itu Moving Averages?

    3. BOLL (Bollinger Bands)

    Bollinger Bands adalah indikator volatilitas yang menunjukkan sebaran harga di sekitar nilai rata-rata. Indikator Bollinger Bands terdiri dari:

    • Upper band (batas atas)
    • Lower band (batas bawah)
    • Middle band (garis tengah atau pergerakan rata-rata)

    Upper band dan lower band akan bereaksi terhadap pergerakan harga, dengan melebar saat fluktuasi tinggi (meninggalkan middle band) dan menyempit saat fluktuasi rendah (menuju middle band).

    kamu dapat menggunakan indikator Bollinger Bands dengan menekan tombol BOLL pada bagian bawah chart harga, lalu indikator Bollinger Bands akan muncul dalam bentuk seperti saluran yang mengapit harga dalam upper band, lower band, dan middle band.

    Kamu dapat menggunakan indikator Bollinger Bands untuk menginterpretasikan pergerakan harga dengan sebagai berikut:

    • Ketika harga mendekati upper band, pasar dianggap overbought (harga sudah dianggap terlalu tinggi dari rata-rata).
    • Ketika harga mendekati lower band, pasar dianggap oversold (harga masuk ke level rendah dari rata-rata).
    • Ketika band atas dan bawah yang terus menyempit, menandakan pasar sedang tenang, sementara band yang melebar menunjukkan volatilitas tinggi.

    Bollinger Bands cocok digunakan untuk trader yang mencari peluang dari pergerakan harga jangka pendek.

    Pelajari lebih lengkap: Apa Itu Bollinger Band?

    4. VOL (Volume)

    Volume adalah indikator yang menampilkan jumlah transaksi (pembelian dan penjualan) pada periode waktu tertentu.

    Untuk menampilkan indikator trading volume, kamu hanya perlu menekan tombol VOL yang ada di bawah chart harga, lalu indikator dalam bentuk batang vertikal dengan warna merah dan hijau akan muncul di bagian bawah chart harga.

    • Hijau: volume beli lebih besar dari volume jual.
    • Merah: volume jual mendominasi.

    Semakin tinggi batangnya, semakin besar volume transaksi pada periode waktu tersebut. Volume dapat membantu kamu untuk memvalidasi momen breakout atau pembalikan tren (reversal) berdasarkan minat pasar.

    Pelajari lebih lengkap: Cara Membaca Volume Trading untuk Pemula

    5. MACD (Moving Average Convergence Divergence)

    MACD adalah indikator momentum yang digunakan untuk mengukur kekuatan momentum dan tren perubahan arah harga. Di aplikasi Tokocrypto, kamu dapat menekan tombol MACD di bawah grafik harga untuk memunculkan indikator tersebut.

    MACD terdiri dari dari tiga elemen yang bergerak di sekitar garis nol:

    • Garis MACD: Membantu menentukan momentum naik atau turun (tren pasar) dengan mengurangkan dua Exponential Moving Average (EMA).
    • Garis Sinyal: Sebuah EMA dari garis MACD (biasanya EMA 9-periode). Analisis kombinasi garis sinyal dengan garis MACD dapat membantu mengidentifikasi potensi pembalikan atau titik masuk dan keluar.
    • Histogram: Representasi grafis dari Divergence dan Convergence dari garis MACD. Dalam kata lain, histogram dihitung berdasarkan perbedaan antara dua garis.

    Kamu dapat menggunakan indikator MACD untuk menginterpretasikan pergerakan harga dengan sebagai berikut:

    • MACD di atas garis nol (0) → tren cenderung naik (bullish).
    • MACD di bawah garis nol (0) → tren cenderung turun (bearish).
    • Ketika garis MACD melintasi ke atas garis sinyal → peluang beli (bullish crossover).
    • Ketika garis MACD melintasi ke bawah garis sinyal → peluang jual (bearish crossover).
    • Histogram di atas nol (hijau) → momentum naik semakin kuat.
    • Histogram di bawah nol (merah → momentum turun semakin kuat.

    MACD menjadi favorit trader menengah hingga berpengalaman karena mampu memberikan konfirmasi tren yang lebih jelas dibandingkan indikator tunggal seperti MA.

    Baca lebih lengkap: Penjelasan Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD)

    6. KDJ (Stochastic Indicator)

    KDJ merupakan pengembangan dari Stochastic Oscillator, dengan tambahan komponen garis J yang membuatnya lebih sensitif terhadap perubahan harga.

    Indikator KDJ adalah alat analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur momentum pasar dan mengidentifikasi peluang pembalikan harga. 

    Indikator ini memiliki tiga komponen utama dalam bentuk garis: K, D, dan J.

    • K line → menunjukkan tren jangka pendek.
    • D line → rata-rata dari K line, lebih halus.
    • J line → garis tambahan yang menunjukkan deviasi K dan D, membuat sinyal lebih tajam.

    Kamu dapat memunculkan indikator KDJ di aplikasi Tokocrypto dengan menekan tombol KDJ yang ada di bawah grafik harga.

    Cara Membacanya:

    • Jika garis J > 100 maka pasar berpotensi dalam kondisi overbought (potensi turun).
    • Jika garis J < 0 maka pasar berpotensi dalam kondisi oversold (potensi naik).
    • Sinyal beli: Garis K menembus ke atas garis D terutama ketika ada di area oversold (<20)
    • Sinyal jual: Garis K menembus ke bawah garis D terutama ketika ada di area overbould (>80)

    7. RSI (Relative Strength Index)

    RSI adalah indikator momentum yang digunakan untuk mengukur kekuatan tren harga dalam periode tertentu (biasanya 14 hari).

    Saat momentum meningkat (RSI naik), ini mengindikasikan bahwa aset sedang aktif dibeli di pasar. Sebaliknya, jika momentum menurun (RSI turun), ini adalah tanda bahwa minat pedagang dalam saham atau aset tersebut sedang berkurang.

    Singkatnya, RSI bisa membantu kamu dalam mengidentifikasi kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold).

    Di aplikasi Tokocrypto kamu hanya perlu menekan tombol RSI yang ada di bagian bawah chart harga untuk memunculkan indikator RSI.

    Cara menggunakannya cukup mudah:

    • RSI >80 → aset dianggap overbought, berpotensi koreksi turun.
    • RSI <20 → aset dianggap oversold, berpotensi rebound naik.

    RSI sangat populer karena mudah dipahami dan bisa digunakan untuk mengonfirmasi sinyal dari indikator lain, seperti EMA atau MACD.

    Pelajari lebih lengkap: Mengenal Lebih Dekat Indikator Relative Strength Index (RSI)


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dogecoin di Ambang Kehancuran? Q4 2025 Jadi Mimpi Buruk Bagi Holder!

    Dogecoin, koin meme yang dulu menjadi bintang di setiap akhir tahun, kini menghadapi kuartal keempat (Q4) paling suram sejak 2020. Biasanya, periode ini selalu membawa keuntungan besar bagi komunitas DOGE, namun 2025 justru ditutup dengan penurunan lebih dari 26% sejauh ini.

    Pertanyaannya: apakah masih ada harapan untuk kebangkitan di detik-detik terakhir tahun ini?

    Whales Kabur, Holder Lama Kehilangan Keyakinan

    Jika Dogecoin tampak lemah kali ini, penyebabnya bukan hanya sentimen pasar, tetapi juga perilaku para pemegang besar dan jangka panjang (whales dan HODLers).

    Beberapa tahun terakhir, Q4 selalu menjadi momen emas bagi DOGE:

    • 2022: naik 14.2%
    • 2023: naik 44.2%
    • 2024: melesat 176.6%

    Namun di 2025, tren itu patah total.
    Data HODL Waves menunjukkan bahwa:

    • Pemegang jangka pendek (1–3 bulan) turun dari 17.47% menjadi hanya 7.24%.
    • Pemegang jangka panjang (1–2 tahun) anjlok dari 40.32% ke 21.87%.

    Artinya, banyak koin keluar dari dompet dan kembali ke pasar, tanda meningkatnya tekanan jual.

    Whales Bergerak Tak Seirama

    Whale tracker menunjukkan pergerakan signifikan:

    • Dompet besar berisi 10–100 juta DOGE menjual masif sejak 11 Oktober, mengurangi kepemilikan dari 24.61 miliar ke 20.33 miliar DOGE, setara sekitar 730 juta dolar di harga saat ini.
    • Sementara itu, kelompok super besar (di atas 1 miliar DOGE) bertransaksi bolak-balik tanpa arah jelas.
    • Satu-satunya kelompok yang menambah posisi adalah mid-tier whales (100 juta–1 miliar DOGE), naik dari 27.68 miliar ke 32.38 miliar sejak akhir Oktober.

    Masalahnya, ketika whales tidak bergerak searah, momentum harga sulit terbentuk. Inilah yang membuat Q4 kali ini menjadi yang paling lesu sejak 2020, bahkan dengan kabar positif soal ETF crypto.

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Volume dan Derivatif Menunjukkan Tekanan Berat

    Dilaporkan BeInCrypto, Indikator On-Balance Volume (OBV), yang mengukur apakah kenaikan harga didukung oleh volume nyata, baru saja menembus tren naiknya untuk pertama kali sejak awal 2025.
    Ini berarti setiap pantulan harga baru-baru ini tidak benar-benar didorong oleh pembelian nyata. Dengan kata lain, rebound yang terjadi berisiko mudah memudar.

    Pasar derivatif juga menunjukkan bias bearish yang ekstrem:

    • Posisi short: 776.75 juta dolar
    • Posisi long: hanya 151.77 juta dolar

    Rasio lebih dari 5:1 menunjukkan bahwa mayoritas trader bertaruh melawan Dogecoin hingga akhir Desember.

    Namun, ketimpangan besar ini juga bisa menciptakan potensi short squeeze — jika harga naik sedikit saja, para short bisa terpaksa menutup posisi, memicu lonjakan harga jangka pendek.

    Titik Penentuan di $0.17, Bertahan atau Runtuh?

    Secara teknikal, Dogecoin masih berada di dalam kanal naik (ascending channel) yang dimulai April 2025. Namun kini harganya menyentuh batas bawah di sekitar $0.17.

    Jika area ini jebol dan DOGE menutup minggu di bawahnya, target berikutnya bisa turun ke $0.15, dan itu akan menjadi breakdown struktural pertama dalam tujuh bulan terakhir.

    Meski begitu, belum semua harapan hilang.
    RSI menunjukkan adanya “hidden bullish divergence,” di mana harga membentuk higher low sementara RSI justru lower low. Pola ini sering kali menandakan potensi pemulihan terakhir dalam tren besar.

    Skenario Rebound: Keajaiban Akhir Tahun?

    Jika DOGE mampu mempertahankan support $0.17 dan memantul, rebound 33% ke $0.22 masih mungkin terjadi, tepat di level Fibonacci retracement 0.5.
    Faktor pemicu tambahan bisa datang dari peluncuran Bitwise Spot ETF akhir November, yang berpotensi menarik volume baru ke pasar crypto.

    Namun, jika gagal mempertahankan channel ini, Dogecoin bisa kehilangan struktur bullish multi-kuartal dan terancam turun ke bawah $0.15 atau lebih rendah menjelang akhir tahun.

    Q4 Terburuk, Tapi Masih Ada Harapan Tipis

    Dogecoin 2025 adalah kisah tentang kehilangan keyakinan di tengah volatilitas.
    Whales menjauh, volume menipis, dan pasar derivatif memojokkan DOGE. Namun selama level $0.17 belum ditembus, peluang comeback tetap terbuka — meski kecil.

    Apakah Dogecoin akan bangkit seperti 2024, atau justru jatuh menembus $0.15 dan menutup tahun dalam zona merah? Investor kini menatap satu angka: $0.17, garis kehidupan terakhir bagi Dogecoin.

    Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi Harga Solana: Bisa Tembus $200 Sebelum 2025 Berakhir?

    Pasar kripto kembali bergejolak, dan kali ini semua mata tertuju pada Solana (SOL), aset digital yang disebut-sebut sebagai “pesaing terkuat Ethereum”. Namun dengan harga yang anjlok 6% dalam 24 jam terakhir, pertanyaannya kini: apakah Solana masih bisa menembus level $200 sebelum 2025 berakhir?

    Kondisi Terkini: Solana Masih Dalam Tekanan, Tapi Ada Harapan

    Saat artikel ini ditulis, harga Solana berada di kisaran $155,76, turun 5,2% dalam 24 jam terakhir. Meskipun sempat menguat di awal minggu, tekanan jual kembali mendominasi, membuat investor bertanya-tanya: apakah ini akhir dari momentum bullish?

    Menurut data pasar, volume perdagangan harian Solana turun 3% menjadi sekitar $5,54 miliar, sementara fear and greed index menunjukkan angka 26, sinyal ketakutan di pasar kripto. Indikator teknikal seperti MACD dan Awesome Oscillator menunjukkan tren negatif, dengan level resistensi terdekat di $172.

    Namun menariknya, indikator RSI masih netral, memberi peluang rebound dalam waktu dekat. Beberapa analis memprediksi SOL dapat kembali naik ke $172 akhir bulan ini, meski kemungkinan koreksi ke $120–$150 masih terbuka.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Kekuatan di Balik Solana: Ekosistem, ETF, dan Institusi

    Meski pasar sedang merah, ekosistem Solana justru menunjukkan ekspansi besar-besaran. Dana institusional mengalir deras ke ETF Solana, dengan total lebih dari $300 juta inflow, menjadikan SOL salah satu aset kripto paling diminati oleh investor besar.

    Dilaporkan Bitemycoin, produk seperti Bitwise’s BSOL dan Grayscale’s GSOL menawarkan staking yield 5–7% per tahun, membuat Solana semakin menarik bagi portofolio institusional. Selain itu, pembaruan jaringan dan aktivitas staking yang meningkat berpotensi mendorong reli harga dalam beberapa bulan mendatang.

    Baca juga: Solana Bangkit Lagi! Harga Mantul dari $155, Siap Menuju $200?

    Analisis Teknikal: Peluang Bullish Masih Terbuka

    Secara teknikal, Solana memang masih berada di bawah EMA 10, 20, dan 50 hari, yang kini menjadi level resistensi penting. Namun, analis menilai bahwa dukungan kuat di kisaran $146–$150 dapat menjadi pijakan bagi kebangkitan harga.

    Jika Solana berhasil menembus resistensi $190–$205, harga berpotensi menuju retest all-time high di $294,33, yang sempat tercapai 10 bulan lalu. Banyak analis percaya, momentum ini bisa saja dimulai pada kuartal pertama 2025, terlebih jika dukungan regulasi dan adopsi institusional terus meningkat.

    Prediksi Harga: Menuju $200 di 2025, Tapi Tidak Mudah

    Prediksi jangka menengah menunjukkan bahwa Solana bisa menutup tahun 2025 di sekitar $185, mendekati level psikologis $200. Analis memperkirakan harga SOL akan bergerak di antara $156–$185, dengan rata-rata tahunan $168,62, memberi potensi return on investment sekitar 17,9%.

    Untuk jangka panjang, proyeksi bahkan lebih optimistis. Berikut prediksi harga Solana 2025–2030:

    Tahun Harga Minimum Harga Rata-rata Harga Maksimum
    2025 $155 $230 $400
    2026 $215 $300 $425
    2027 $220 $290 $435
    2028 $230 $310 $450
    2029 $240 $320 $475
    2030 $250 $340 $500

    Dengan pertumbuhan ekosistem yang cepat dan dukungan investor besar, SOL berpotensi menembus $500 pada 2030. Namun, perlu diingat bahwa pasar kripto sangat fluktuatif, dan perjalanan menuju $200 tidak akan mudah.

    Kesimpulan: Solana Masih Punya Taring, Tapi Waspadai Volatilitas

    Meski sedang melemah, Solana belum kehilangan momentumnya. Kombinasi dari adopsi institusional, ETF baru, dan potensi kenaikan aktivitas staking dapat menjadi pemicu reli besar berikutnya. Namun, investor tetap disarankan melakukan riset mendalam dan memahami risiko, karena volatilitas di pasar kripto bisa berubah dalam hitungan jam.

    Apakah Solana bisa menembus $200 di 2025? Jawabannya: ya, bisa, tapi dengan perjuangan.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Akan Meledak ke $12,50?! Ini Prediksi Gila Analis

    Dunia kripto kembali diguncang oleh prediksi mengejutkan: XRP (Ripple) diperkirakan akan melonjak drastis hingga $12,50 dalam lima tahun ke depan. Jika benar, itu berarti kenaikan lebih dari 400% dari harga saat ini, $2,40.

    Prediksi ini datang dari Geoffrey Kendrick, analis senior di Standard Chartered, yang percaya bahwa harga XRP akan tumbuh 73% per tahun selama tiga tahun ke depan, sebuah proyeksi yang bahkan membuat investor Bitcoin menoleh.

    Ripple: Si Penantang SWIFT Senilai $40 Miliar

    Ripple, perusahaan fintech di balik XRP, baru saja mengumpulkan dana $500 juta dengan valuasi mencengangkan sebesar $40 miliar. Dengan dana segar itu, Ripple semakin agresif dalam misinya menggantikan sistem transfer internasional konvensional seperti SWIFT, yang selama ini menjadi tulang punggung perbankan global.

    CEO Ripple, Brad Garlinghouse, bahkan berani menyebut bahwa XRP dapat menguasai 14% dari volume pembayaran global yang kini dikelola oleh SWIFT dalam lima tahun. Jika benar, berarti lebih dari $20 triliun transaksi tahunan bisa mengalir lewat blockchain XRP Ledger.

    Bayangkan: transaksi lintas negara yang biasanya memakan waktu hari, kini bisa selesai dalam hitungan detik — dengan biaya hanya sepersekian dari biaya transfer bank.

    Namun, tak semua analis seoptimistis itu. Beberapa pihak menganggap penggunaan kripto volatil seperti XRP sebagai risiko yang tidak perlu. Untuk mengatasi hal itu, Ripple meluncurkan stablecoin RLUSD, namun kini harus bersaing ketat dengan pemain lama seperti USDC dari Circle.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: XRP Naik 9,5% Seminggu, Ini Awal dari Reli Besar Kripto Berikutnya?

    SEC Dikabarkan Siap Setujui ETF XRP, Lonjakan Harga di Depan Mata?

    Dilaporkan Yahoo Finance, setelah suksesnya peluncuran ETF Bitcoin Spot pada 2024 (yang membuat harga BTC naik 127% hanya dalam beberapa bulan), kini semua mata tertuju pada XRP.

    Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) dikabarkan akan menyetujui beberapa ETF XRP Spot sebelum akhir 2025, setelah sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan.

    Langkah ini berpotensi membuka pintu bagi investor institusional dengan dana lebih dari $130 triliun di bawah pengelolaan mereka. Steven McClurg, CEO Canary Capital, bahkan memperkirakan ETF XRP bisa menarik arus dana hingga $5 miliar hanya dalam bulan pertama.

    Jika mengikuti pola Bitcoin, lonjakan besar XRP bisa jadi tinggal menunggu waktu.

    Waspada: XRP Tetap Kripto dengan Volatilitas Tinggi

    Meski prediksinya menggoda, investor perlu waspada. XRP dikenal sangat fluktuatif — sudah lima kali mengalami penurunan lebih dari 20% dari rekor tertingginya hanya dalam tiga tahun terakhir.

    Kini pun harga XRP masih 30% di bawah puncaknya, sehingga potensi risiko tetap besar. Jika kamu bukan tipe yang tahan goyah melihat portofolio merah, lebih baik pertimbangkan dua kali sebelum ikut dalam euforia.

    Peluang Emas atau Bom Waktu?

    XRP jelas memiliki potensi besar, dukungan korporasi kuat, teknologi yang terbukti efisien, dan peluang ekspansi lewat ETF yang sebentar lagi tiba. Namun, seperti semua aset kripto, risiko tetap sebanding dengan potensi cuannya.

    Bagi investor berani, ini bisa jadi “tiket emas” menuju keuntungan tiga digit di 2030.
    Bagi yang konservatif, menonton dari pinggir sambil belajar mungkin pilihan bijak.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crypto Fear and Greed Index Anjlok ke Level 26: Tanda Awal Kepanikan?

    Pasar kripto kembali berdarah hari ini (12 November 2025). Bitcoin dan altcoin utama kompak rontok, membuat investor di seluruh dunia dilanda kepanikan. Berdasarkan data terbaru CoinMarketCap dari Crypto Fear and Greed Index, tingkat ketakutan (Fear) melonjak ke 26, menandakan pasar berada di zona takut.

    Sebagai perbandingan, kemarin indeks berada di 31 (Fear), seminggu lalu di 20 (Fear), dan bulan lalu di 31 (Fear). Puncak optimisme sempat terjadi pada 21 November 2024 dengan skor 88 (Extreme Greed), sementara titik terendah tahun ini tercatat pada 11 Maret 2025, di posisi 15 (Extreme Fear).

    Crypto Market Crash 2025: Bitcoin dan Altcoin Terjun Bebas

    Harga Bitcoin (BTC) kini jatuh di bawah $103.000, sementara sebagian besar altcoin anjlok lebih dari 5%.

    Beberapa token yang paling terpukul antara lain:

    • Starknet (STRK) – turun 16% dalam 24 jam
    • Zcash (ZEC), Internet Computer (ICP), Pump (PUMP), dan Filecoin (FIL) – ambruk lebih dari 13%
    • Immutable (IMX), Ethena (ENA), Arbitrum (ARB), Official Trump (TRUMP), dan Uniswap (UNI) – merosot lebih dari 10%

    Kepanikan ini menunjukkan bahwa investor sedang berada di fase “Fear”, di mana ketakutan dan aksi jual mendominasi pasar.

    Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 12 November 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 12 November 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Profit-Taking dan Panic Selling Jadi Penyebab Utama

    Salah satu penyebab utama crash kali ini adalah aksi ambil untung (profit-taking) setelah reli panjang. Misalnya:

    • Starknet sempat menjadi top gainer beberapa hari lalu menjelang token unlock.
    • Zcash naik spektakuler dari $30 ke $700 dalam sebulan, namun kini terkoreksi tajam karena investor mulai mengambil untung sesuai teori Wyckoff Distribution.
    • Uniswap juga sempat melonjak berkat rencana token burn besar-besaran sebelum akhirnya anjlok kembali.

    Pasar kripto memang dikenal sangat fluktuatif, euforia cepat berganti dengan ketakutan dalam hitungan hari.

    Gelombang Likuidasi Menghantam Pasar

    Data menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir, posisi long Bitcoin senilai $115 juta dilikuidasi. Ethereum, Zcash, dan Solana juga mengalami likuidasi senilai lebih dari $26 juta.
    Totalnya, lebih dari 150.000 trader tersapu habis.

    Likuidasi ini memperparah tekanan jual, karena posisi margin secara otomatis ditutup saat harga turun drastis, menciptakan efek domino di seluruh pasar.

    Menariknya, para trader masih trauma dengan kejadian 11 Oktober lalu, ketika 1,6 juta trader kehilangan lebih dari $20 miliar hanya dalam satu hari. Tak heran, banyak pelaku pasar kini memilih menepi dan menunggu situasi stabil.

    Anjloknya Minat pada ETF dan Korelasi dengan Saham

    Faktor lain yang memperparah situasi adalah menurunnya permintaan ETF kripto.
    Dalam sepekan terakhir, Bitcoin ETF hanya mencatat inflow $1,5 juta, padahal minggu sebelumnya kehilangan $1,2 miliar.

    Sementara Ethereum ETF bahkan tidak mencatat inflow sama sekali setelah sempat minus $504 juta.

    Selain itu, banyak perusahaan yang sebelumnya agresif membeli aset digital — seperti GameStop dan MetaPlanet, kini berhenti berinvestasi karena harga saham mereka ikut anjlok.

    Pasar saham global pun ikut terguncang. Raksasa teknologi seperti NVIDIA dan CoreWeave memimpin pelemahan di Wall Street, memperkuat korelasi negatif antara aset kripto dan pasar saham.

    Ketakutan Menguasai Pasar, Tapi Apakah Ini Peluang?

    Dengan Fear and Greed Index berada di zona Fear (26), jelas bahwa sentimen pasar sedang negatif. Namun, bagi sebagian investor berpengalaman, ketakutan ekstrem justru sering menjadi sinyal peluang beli.

    Seperti pepatah legendaris Warren Buffett:

    “Be fearful when others are greedy, and greedy when others are fearful.”

    Apakah kamu akan ikut panik, atau justru siap memanfaatkan ketakutan ini?

    Baca juga: Apa Itu Crypto Fear and Greed Index?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • China Bongkar Skandal Kripto: AS Diduga Curi 127.000 Bitcoin

    Dunia kripto kembali geger! Pemerintah China baru saja menuduh Amerika Serikat melakukan “peretasan tingkat negara” untuk mencuri 127.000 Bitcoin, senilai lebih dari 13 miliar dolar AS atau sekitar Rp200 triliun.

    Tuduhan ini muncul setelah Pusat Tanggap Darurat Virus Komputer Nasional China (CVERC) merilis laporan mengejutkan: ribuan koin digital milik LuBian Mining Pool, sebuah kolam penambangan Bitcoin asal China-Iran, ternyata berakhir di tangan pemerintah AS.

    4 Tahun Menghilang, Tiba-Tiba Dimiliki Pemerintah AS

    Dilaporkan Cryptopolitan, kasus ini bermula pada Desember 2020, ketika LuBian kehilangan 127.272 Bitcoin akibat serangan masif yang memanfaatkan kelemahan dalam sistem pembuat kunci privat.

    Alih-alih algoritma aman 256-bit, LuBian disebut hanya menggunakan generator 32-bit berbasis Mersenne Twister MT19937-32—celah yang memungkinkan peretas menebak kunci privat hanya dalam miliaran percobaan, bukan triliunan.

    Akibatnya, lebih dari 5.000 alamat dompet berhasil diretas dalam waktu kurang dari dua jam.
    Dana senilai sekitar 3,5 miliar dolar AS pada saat itu lenyap, dan LuBian pun ambruk.

    Namun yang membuat heran, Bitcoin curian itu diam selama empat tahun penuh, tak pernah dijual, dipindahkan, atau dicampur lewat mixer. Hingga pada pertengahan 2024, semua koin itu tiba-tiba berpindah ke alamat baru, yang menurut perusahaan analitik on-chain Arkham, dikendalikan oleh pemerintah AS.

    Baca juga: Amerika Borong Bitcoin, China Tumpuk Emas: Perang Aset Dunia Dimulai?!

    China: “Ini Bukan Penegakan Hukum, Ini Perampokan!”

    Menurut CVERC, langkah ini bukan kebetulan. Mereka menuduh bahwa Departemen Kehakiman AS (DOJ) melakukan operasi diam-diam untuk menguasai Bitcoin curian itu, lalu menggugat pemilik aslinya, Chen Zhi, kepala Prince Group asal Kamboja, pada Oktober 2025.

    “Rantai peristiwa ini menunjukkan sebuah operasi siber tingkat negara yang disamarkan sebagai penegakan hukum,” tulis CVERC dalam laporannya.

    CVERC juga menyebut, perilaku penyimpanan dana itu tidak sesuai dengan perilaku peretas biasa. Biasanya, peretas akan segera menjual atau mencampur koin hasil curian untuk menghapus jejak. Tapi dalam kasus ini, dana malah diam bertahun-tahun, lalu muncul di bawah kendali resmi AS.

    Pemilik Asli Sempat Minta Tebusan Lewat Blockchain

    Chen Zhi tak tinggal diam. Dalam 2021 hingga 2022, ia mencoba berkomunikasi dengan “peretas” lewat pesan yang disematkan di jaringan Bitcoin menggunakan fungsi OP_RETURN.
    Salah satu pesannya berbunyi:

    “Tolong kembalikan dana kami, kami akan memberikan imbalan.”

    Pesan lainnya bahkan berisi alamat email khusus:
    “Hubungi kami di [email protected] untuk membahas pengembalian dana dan imbalan Anda.”

    Sayangnya, tak satu pun mendapat jawaban. Kini, setelah AS menyita seluruh aset itu dan menuduh Chen melakukan aktivitas ilegal, China menuding Washington telah “menipu” dunia kripto.

    Pelajaran Pahit untuk Dunia Kripto

    Terlepas dari perang tudingan antara dua kekuatan dunia, laporan CVERC menutup dengan peringatan keras bagi komunitas kripto global:

    “Jangan ulangi kesalahan LuBian. Gunakan generator acak yang benar, aktifkan multisig, simpan aset di cold wallet, dan pantau aktivitas on-chain secara real-time.”

    Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa di dunia kripto, bahkan miliaran dolar bisa menghilang dalam sekejap, dan siapa pun bisa jadi “peretas,” bahkan negara superpower.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Awas Ambruk! Pi Network Terancam Jatuh ke Bawah $0,20

    Harga Pi Network (PI) kembali goyah. Dalam 24 jam terakhir, token ini turun 1,05% ke level $0,228, lebih buruk dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan yang hanya melemah 0,57%.
    Namun penurunan ini bukan tanpa alasan, ada tiga faktor besar yang menjadi penyebab utama, dan semuanya mengarah pada potensi kejatuhan yang lebih dalam.

    1. Gelombang Token Unlock “Banjir Pasokan” yang Siap Menenggelamkan Harga

    Dilaporkan CoinMarketCap, data dari Piscan menunjukkan bahwa November ini akan ada 145 juta PI token yang di-unlock, disusul 173 juta lagi di bulan Desember. Artinya, dalam dua bulan saja, ratusan juta token baru siap membanjiri pasar.

    Dampaknya cukup jelas: lebih banyak token beredar tanpa peningkatan permintaan berarti. Hasilnya, tekanan jual meningkat dan harga berpotensi terus melemah.
    Sebagai perbandingan, saat unlock 72 juta token pada Mei 2025 lalu, harga PI langsung rontok 53%.

    Yang perlu diawasi:

    • Rata-rata unlock harian: sekitar 4,85 juta PI per hari
    • Tren deposit ke bursa yang makin meningkat

    Jika pola ini berulang, PI bisa menghadapi tekanan jual besar-besaran dalam waktu dekat.

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: CoinMarketCap
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: CoinMarketCap

    2. Lonjakan Token di Bursa, Sinyal Jelas Akan Aksi Jual Massal

    Saldo PI di bursa kini mencapai rekor tertinggi 426 juta token, naik 3 juta sejak awal November.
    Platform besar seperti Gate.io dan Bitget bahkan menampung sekitar 50% dari total token tersebut.

    Mengapa ini mengkhawatirkan?
    Biasanya, ketika banyak token berpindah ke dompet bursa, itu menandakan para holder bersiap menjual.
    CoinGecko juga mencatat adanya inflow 600 ribu token dalam 24 jam terakhir, memperkuat sinyal tekanan jual jangka pendek.

    Baca juga: Pi Network (PI) Naik 3%: Testnet Stabil, Sinyal Breakout di Depan Mata

    3. Struktur Teknis Lemah, Momentum Positif Mulai Pudar

    Secara teknikal, PI gagal bertahan di atas SMA 7 hari ($0,225) dan kini menghadapi resistensi kuat di level Fibonacci 23,6% ($0,2685).
    Meskipun histogram MACD masih positif, tren momentumnya mulai menurun (+0.00043 vs -0.0037 signal line).

    RSI di 43,6 menunjukkan kondisi belum oversold, namun dengan volume harian rendah ($21,2 juta), reli harga tampak sulit bertahan lama.
    Jika harga tutup di bawah $0.2267, potensi koreksi menuju support $0.20 makin besar.

    Arah PI Masih Suram

    Penurunan PI bukan sekadar fluktuasi jangka pendek. Ini adalah konsekuensi langsung dari ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan: token baru terus bermunculan, sementara minat beli menurun.

    Meski tren mingguan masih mencatat kenaikan tipis (+5,08%), semua mata kini tertuju pada satu pertanyaan besar:

    Apakah Pi Network mampu menahan badai unlock 145 juta token tanpa jatuh di bawah $0.20?

    Para trader dan holder sebaiknya tetap waspada, karena tekanan jual besar bisa datang kapan saja, dan kali ini, pasarnya mungkin tidak siap menyerapnya.

    Baca Juga: Update Node v0.5.4 Dorong Harga Pi Network (PI) Naik 2% ke $0,2248


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nano (XNO) Naik 29,5% dalam Sehari! Pertanda Awal Altcoin Season Baru?

    Dalam 24 jam terakhir, Nano (XNO) mencatat lonjakan luar biasa sebesar 29,5% ke $1,58, memperkuat tren kenaikan mingguan (+52,6%) dan bulanan (+119,98%). Lonjakan tajam ini terjadi di tengah penurunan dominasi Bitcoin, menandakan kemungkinan rotasi modal besar-besaran ke altcoin.

    Apakah ini sinyal kuat dimulainya altcoin season baru, atau justru tanda bahaya dari euforia pasar? Berikut analisis mendalam mengenai tiga pendorong utama di balik lonjakan XNO ini.

    1. Altcoin Rotation: Ketika Kapital Mengalir ke Token “Kecil”

    Dilaporkan CoinMarketCap, lonjakan Nano tidak terjadi sendirian. Ketika dominasi Bitcoin turun ke 59,5% (dari 60,12% minggu lalu), altcoin mulai mencuri perhatian. Menurut laporan CoinMarketCap, XNO melonjak 30,8%, sementara Bitcoin dan Ethereum justru terkoreksi, sinyal klasik risk-on sentiment di pasar kripto.

    Biasanya, ketika Bitcoin mulai “beristirahat” di area konsolidasi, para trader mencari peluang di altcoin dengan potensi keuntungan lebih tinggi. Menariknya, Fear & Greed Index masih di level 26 (Extreme Fear), kondisi yang secara historis sering menjadi titik awal reboun altcoin besar-besaran.

    Momentum ini bisa cepat sirna jika Bitcoin gagal mempertahankan support di $100K. Jika BTC turun di bawah $101K (low 5 November), efek domino ke altcoin, termasuk Nano, bisa terjadi.

    Pergerakan harga Nano (XNO/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Nano (XNO/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Top Kripto AI Select: GIGGLE, XNO, dan RESOLV Naik Hingga 186%

    2. Social & Leverage Frenzy: Hype Media Sosial Picu Euforia

    Crypto influencer ternama seperti Sistine Research menyoroti peluang 400% APY untuk posisi long XNO di Bybit. Tak hanya itu, rumor target harga fantastis hingga $1.000 pun beredar di komunitas trader. Akibatnya, volume perdagangan XNO melonjak 218% ke $26,7 juta, menandakan banjir modal spekulatif.

    Euforia leverage dan yield tinggi memang mempercepat dorongan harga, tapi juga memperbesar risiko liquidation cascade bila arah pasar berbalik. Indikator RSI14 di 81,83 sudah menandakan kondisi overbought, yang berarti potensi koreksi bisa muncul kapan saja jika momentum melambat.

    3. Technical Breakout: XNO Tembus Level Kritis

    Secara teknikal, XNO berhasil menembus level Fibonacci 61,8% di $1,38 dan EMA 200 hari di $0,91, dua level yang sebelumnya menjadi dinding besar resistensi. Indikator MACD histogram di +0,084 mengonfirmasi momentum bullish masih solid.

    Para trader kini menargetkan level berikutnya di Fib 78,6% ($1,63). Namun, muncul RSI divergence, menandakan potensi kelelahan tren. Jika harga menutup di bawah $1,45 (pivot point saat ini), aksi ambil untung bisa menyeret harga kembali ke bawah.

    Antara Momentum dan Bahaya FOMO

    Rally Nano kali ini bukan sekadar keberuntungan acak, ia didorong oleh kombinasi rotasi altcoin, dorongan sosial, dan sinyal teknikal kuat. Namun, pasar saat ini berpotensi overheated, dan koreksi jangka pendek bukan hal yang mustahil.

    Baca juga: AI Select Token: BNB, AVAX, Hingga HEMI Masuk Radar Hari Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PARTI Melesat 7.6% dalam Sehari, Sinyal Bullish Serius atau FOMO?

    Pasar kripto sedang melemah, tapi Particle Network (PARTI) justru melawan arus. Dalam 24 jam terakhir, harga PARTI melonjak 7,62%, sementara pasar kripto global justru turun 0,68%. Lonjakan ini diikuti dengan kenaikan volume perdagangan 385% menjadi $70,3 juta, menandakan arus modal masuk yang signifikan.

    Apa yang membuat PARTI melesat? Ada tiga katalis utama: listing di Revolut, sinyal teknikal bullish, dan pertumbuhan ekosistem.

    1. Listing di Revolut, Akses Retail Makin Mudah

    Pada 12 Agustus 2025, PARTI resmi terdaftar di Revolut, aplikasi fintech populer dengan lebih dari 60 juta pengguna global. Integrasi ini memungkinkan pengguna Eropa membeli PARTI langsung menggunakan fiat, tanpa perlu berpindah ke bursa kripto lain.

    Dampaknya langsung terasa:

    • Lonjakan permintaan dari investor retail mendorong lonjakan volume hingga 385%.
    • Likuiditas meningkat, mengurangi hambatan bagi modal baru yang masuk.

    Yang perlu diperhatikan ke depan adalah apakah lonjakan volume ini berlanjut dan seberapa besar pengguna Revolut benar-benar mengadopsi token ini.

    2. Sinyal Teknikal Bullish, Tapi Overbought

    Dilaporkan CoinMarketCap, secara teknikal, PARTI baru saja menembus level Fibonacci retracement 23,6% ($0,0759), disertai dengan crossover bullish pada MACD, sinyal positif pertama sejak Mei 2025. Namun, RSI 77,61 menandakan kondisi overbought, yang bisa memicu koreksi jangka pendek.

    Kuncinya:

    • Jika harga menembus $0.0807, tren bullish bisa berlanjut.
    • Jika jatuh di bawah $0.072, aksi ambil untung bisa menekan harga.

    Singkatnya, PARTI punya momentum kuat, tapi investor perlu waspada terhadap potensi pullback.

    3. Pertumbuhan Ekosistem yang Eksplosif

    Pergerakan harga Particel Network (PARTI/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Particel Network (PARTI/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Menurut laporan Messari Q1 2025, ekosistem Particle menunjukkan pertumbuhan luar biasa:

    • Universal Accounts naik 557% QoQ menjadi 110.900 akun.
    • Volume DEX melonjak 15.154% QoC, dengan rata-rata harian mencapai $5,9 juta.
    • Lebih dari 90 tim developer kini menggunakan Particle SDKs, memperkuat efek jaringan di masa depan.

    Angka ini menunjukkan bahwa adopsi nyata sedang terjadi, bukan sekadar spekulasi harga. Semakin banyak proyek mengintegrasikan alat chain abstraction milik Particle, semakin tinggi pula nilai utilitas token PARTI.

    Baca juga: Particle Network (PARTI) Melejit 14%, Investor Langsung Serbu!

    Antara Momentum dan Risiko

    Lonjakan PARTI mencerminkan kombinasi antara dorongan retail dari Revolut, momentum teknikal positif, dan fundamental ekosistem yang kuat. Namun, dengan RSI yang tinggi dan sirkulasi token yang baru 23,3%, volatilitas jangka pendek tetap menjadi risiko utama.

    Pertanyaan penting sekarang:
    Bisakah PARTI mempertahankan harga di atas $0.072 saat dominasi Bitcoin naik ke 59,5%?

    Pantau terus volume dari Revolut dan aktivitas developer di jaringan Particle, dua faktor yang bisa menentukan arah berikutnya bagi token ini.

    Apakah kamu percaya PARTI bisa jadi hidden gem berikutnya, atau ini cuma euforia sesaat?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com