Author: 15

  • Analisa Harga ETH Hari Ini: Ethereum Naik 6,7% ke $3,6k, Awal Rebound?

    Harga Ethereum (ETH) melonjak tajam dalam 24 jam terakhir, mencatatkan kenaikan +6,78% ke level $3.614,36 per ETH.

    Lonjakan ini terjadi seiring dengan meningkatnya minat investor terhadap aset kripto utama setelah periode koreksi panjang di bulan Oktober dan November.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $436,24 miliar USD dan volume perdagangan 24 jam sebesar $34,11 miliar USD, Ethereum tetap menempati posisi aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin.

    Kenaikan ini juga menandai kembalinya momentum bullish di tengah tanda-tanda pemulihan pasar kripto global.

    Baca Juga: Analisa Harga ETH Hari Ini: Ethereum Terkoreksi ke $3,378, Jadi Bearish?

    Performa Harga Ethereum: Dari Koreksi ke Potensi Rebound

    Selama tiga bulan terakhir, harga Ethereum mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Berikut rangkuman pergerakan harganya:

    • Hari ini: +$220,75 (+6,52%)
    • 30 hari terakhir: -$196,18 (-5,16%)
    • 60 hari terakhir: -$811,45 (-18,37%)
    • 90 hari terakhir: -$697,68 (-16,21%)

    Kendati harga ETH masih jauh dari rekor tertingginya di $4.953,73, penguatan harian yang solid ini menandakan bahwa investor mulai melihat peluang beli setelah koreksi panjang.

    Jika tren kenaikan ini berlanjut, Ethereum berpotensi menguji level psikologis $3.800–$4.000 dalam waktu dekat.

    Level Teknis Penting: Support dan Resistensi ETH

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 10 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 10 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam 24 jam terakhir, ETH diperdagangkan di kisaran terendah $3.370,21 hingga tertinggi $3.656,15, menunjukkan volatilitas yang cukup aktif di tengah euforia pasar.

    Secara teknikal, support utama kini berada di area $3.350, sementara resistensi kuat berada di kisaran $3.650–$3.700.

    Jika ETH berhasil menembus resistensi tersebut dengan volume tinggi, potensi reli ke $3.900–$4.000 akan semakin terbuka.

    Namun, jika tekanan jual muncul di sekitar area resistance, harga bisa kembali menguji zona support $3.300–$3.400, yang saat ini menjadi batas bawah aman bagi tren jangka pendek.

    Faktor Pendorong Kenaikan Ethereum

    Beberapa katalis penting mendorong penguatan harga ETH hari ini:

    1. Optimisme Pasar Kripto Global
      Rebound Bitcoin ke atas $106.000 turut meningkatkan sentimen positif terhadap altcoin utama seperti Ethereum. Korelasi harga antara BTC dan ETH tetap tinggi, dengan ETH cenderung mengikuti arah pasar makro.
    2. Kenaikan Aktivitas DeFi dan Layer-2
      Volume transaksi dan total value locked (TVL) di jaringan Ethereum meningkat lebih dari 5% minggu ini. Protokol Layer-2 seperti Arbitrum dan Optimism juga mencatat lonjakan aktivitas, memperkuat utilitas jaringan ETH.
    3. Ekspektasi Pembaruan Ekosistem (Upgrade Dencun)
      Komunitas menantikan implementasi upgrade “Dencun” yang akan membawa proto-danksharding, mempercepat transaksi dan menurunkan biaya gas. Hal ini meningkatkan daya tarik Ethereum bagi developer dan pengguna DeFi.
    4. Peningkatan Permintaan Institusional
      Beberapa laporan menyebutkan adanya arus masuk dana besar ke produk investasi berbasis ETH, seperti ETF berjangka di AS, yang mencerminkan kepercayaan investor institusional terhadap fundamental Ethereum.

    Analisa Teknis: Sinyal Bullish Mulai Menguat

    Dari sisi teknikal, ETH menunjukkan tanda-tanda pembalikan tren (reversal).

    Indikator RSI 14-hari mulai bergerak dari area netral ke atas 55, menandakan potensi momentum positif. Sementara itu, garis EMA 7-hari ($3.480) telah berpotongan ke atas EMA 25-hari, sinyal klasik peralihan ke tren naik jangka pendek.

    Selama harga tetap bertahan di atas EMA 7-hari dan level $3.500, peluang untuk melanjutkan reli ke arah $3.800 sangat terbuka.

    Trader jangka pendek disarankan untuk memantau area $3.650 sebagai titik konfirmasi breakout.

    Baca Juga: Ethereum Melemah 2,57%, Imbas Tekanan Makro dan DeFi Lesu

    Ethereum Kembali Pulih, Tapi Waspadai Koreksi Singkat

    Kenaikan 6,78% harga Ethereum hari ini menunjukkan bahwa pasar mulai pulih setelah fase tekanan yang cukup dalam.

    Faktor seperti aktivitas jaringan yang meningkat, antisipasi upgrade Dencun, dan dukungan dari pasar kripto global menjadi katalis utama yang mendorong harga.

    Namun, dengan volatilitas yang masih tinggi, trader perlu berhati-hati terhadap potensi koreksi jangka pendek, terutama jika ETH gagal menembus area $3.700 dengan volume kuat.

    Secara keseluruhan, tren jangka menengah Ethereum tetap positif, dan jika momentum ini berlanjut, ETH berpotensi kembali menuju level psikologis $4.000 yang membuka jalan bagi reli baru menuju rekor tertingginya dalam beberapa bulan ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Decred (DCR) Hari Ini Melonjak 33%

    Decred (DCR) kembali mencuri perhatian pasar kripto global. Berdasarkan data terbaru, harga Decred hari ini berada di level $31.07 per DCR/USD, mencatat kenaikan sebesar +33.00% dalam 24 jam terakhir.

    Kapitalisasi pasar (market cap) Decred kini mencapai $531.82 juta USD, dengan volume perdagangan harian mencapai $102.39 juta USD — angka yang menunjukkan tingginya minat investor terhadap aset ini.

    Pergerakan harga signifikan ini menandai momentum positif bagi komunitas Decred, yang dikenal dengan sistem tata kelola on-chain dan model konsensus hibrida yang menggabungkan Proof-of-Work (PoW) dan Proof-of-Stake (PoS).

    Dengan peningkatan minat investor terhadap proyek yang menekankan desentralisasi dan keamanan, Decred tampaknya tengah memasuki fase bullish yang kuat.

    Baca Juga: Layer 1 Crypto Meledak! Decred & Monero Pimpin Lonjakan Fantastis

    Performa Harga DCR dalam 24 Jam Terakhir

    Dalam 24 jam terakhir, harga terendah DCR tercatat di $23.38, sementara harga tertinggi mencapai $43.08. Pergerakan harga yang volatil ini menunjukkan adanya tekanan beli yang kuat dari pasar.

    Secara teknikal, momentum naik ini mengindikasikan potensi keberlanjutan tren positif, terutama jika DCR mampu bertahan di atas level psikologis $30.

    Analisis Tren Harga dan Perbandingan Historis

    Pergerakan harga Decred (DCR/USDT) pada Senin, 10 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Decred (DCR/USDT) pada Senin, 10 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Performa DCR dalam beberapa periode terakhir menunjukkan peningkatan yang luar biasa:

    • Hari ini: naik $7.48 atau +31.97%
    • 30 hari terakhir: naik $15.48 atau +100.65%
    • 60 hari terakhir: naik $13.89 atau +81.81%
    • 90 hari terakhir: naik $13.44 atau +77.16%

    Dengan tren kenaikan yang konsisten selama tiga bulan terakhir, Decred memperlihatkan stabilitas dan pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan banyak altcoin lain di pasar yang masih fluktuatif.

    Kinerja positif ini juga mengindikasikan kepercayaan investor terhadap fundamental proyek yang solid.

    Data Pasokan dan Kapitalisasi Pasar

    Saat ini, pasokan yang beredar (circulating supply) Decred mencapai 17.11 juta DCR, setara dengan 81.50% dari total pasokan maksimum 21 juta DCR.

    Jika dihitung berdasarkan total pasokan penuh, kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya mencapai $648.25 juta USD.

    Dengan tingkat adopsi yang meningkat, Decred berpotensi memperkuat posisinya di antara 100 aset kripto teratas, saat ini menempati peringkat ke-105 di pasar global.

    Rekor Harga dan Potensi ke Depan

    Meski kini diperdagangkan di kisaran $31, harga Decred masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) di $250.02.

    Namun, tren kenaikan yang tajam dalam jangka pendek bisa menjadi sinyal bahwa investor mulai kembali melirik DCR sebagai aset undervalued dengan potensi besar.

    Kenaikan volume perdagangan harian lebih dari $100 juta menunjukkan adanya akumulasi dari pelaku pasar besar (whales) dan trader institusional.

    Jika tren ini berlanjut, DCR berpotensi menembus level resistensi kuat di kisaran $45–$50 dalam waktu dekat.

    Baca Juga: Mengenal Aset Kripto Decred (DCR) dan Frax Share (FXS)

    Momentum Bullish Decred di 2025

    Dengan lonjakan harga +33% dalam sehari, kenaikan 100% dalam sebulan, serta volume perdagangan yang melonjak drastis, Decred (DCR) menunjukkan tanda-tanda kuat memasuki fase bullish baru.

    Faktor-faktor seperti struktur ekonomi token yang terbatas (maksimal 21 juta DCR), model tata kelola yang transparan, serta minat investor terhadap proyek blockchain yang fokus pada keamanan dan partisipasi komunitas, menjadi pendorong utama pertumbuhan Decred di 2025.

    Bagi investor jangka menengah dan panjang, Decred patut dipertimbangkan sebagai aset dengan potensi fundamental kuat di tengah gejolak pasar kripto global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Sinyal Kripto: Analisis Teknikal dan Peluang 10 November 2025

    Tokocrypto menghadirkan Market Sinyal Harian Kripto yang berisi analisis mendalam dan rekomendasi strategi perdagangan untuk hari Senin, 10 November 2025. Dalam edisi kali ini, fokus tertuju pada tiga aset kripto yang menunjukkan potensi pergerakan harga yang signifikan.

    Informasi ini disusun berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, guna membantu para trader mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah dinamika pasar kripto yang terus berubah.

    Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

    PUMP/USDT (🔼 +11.56%)

    • Entry: $0.004209
    • Stop Loss: $0.004030
    • Take Profit: $0.004696

    ENA/USDT (🔼 +7.91%)

    • Entry: $0.3341
    • Stop Loss: $0.3232
    • Take Profit: $0.3606

    ASTER/USDT (🔼 +9.06%)

    • Entry: $1.123
    • Stop Loss: $1.077
    • Take Profit: $1.225

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Anak Menteri Purbaya Beri Tips Cari Altcoin Potensial, Wajib Catat?!

    Putra Menteri Purbaya, Yudo Sadewa, baru-baru ini menyampaikan wejangan penting bagi para investor kripto pemula. Melalui akun pribadinya, Yudo memang dikenal aktif berbagi pandangan seputar pasar dan perkembangan dunia kripto. 

    Dalam salah satu videonya yang diunggah di TikTok pribadinya @yudosadewa, ia memberikan peringatan agar investor tidak gegabah dalam membeli altcoin, khususnya token yang baru saja dirilis dan memperoleh airdrop dalam jumlah besar.

    Fenomena ini memang sering terjadi di pasar kripto dimana banyak investor tergoda oleh euforia ketika harga altcoin mulai melambung tinggi, tanpa benar-benar memahami tokenomics dan risiko di balik token yang mereka beli. Akibatnya, alih-alih untung besar, justru banyak yang nyangkut karena membeli di harga pucuk.

    Nah, kira-kira apa saja tips dari Yudo Sadewa dalam memilih altcoin potensial dan menghindari jebakan token? Simak penjelasan lengkapnya!

    Hindari Dua Hal Ini!

    Dalam video berdurasi singkat di TikTok, Yudo Sadewa menjelaskan bahwa kebanyakan investor pemula gagal bukan karena salah pilih proyek, tapi karena mereka tidak memahami timing dan struktur token.

    Ia menyebut dua hal utama yang sering menjebak trader pemula: membeli token airdrop yang baru listing dari TGE, serta mengabaikan tokenomics yang inflating alias suplai token yang terus bertambah. Simak videonya:

    sumber: @yudosadewa

    Tips 1: Hindari Token Airdrop yang Baru TGE dan Listing di Exchange Besar

    Yudo Sadewa menegaskan bahwa membeli token yang baru saja melewati Token Generation Event (TGE) dan listing di bursa besar bukanlah strategi terbaik. 

    Alasannya, karena ketika token tersebut resmi diperdagangkan, ribuan penerima airdrop biasanya langsung menjual token yang mereka dapat dengan gratis ke pasar. 

    Sehingga dapat memicu momentum “dump”, yaitu aksi jual massal oleh holder awal yang ingin segera menjual asetnya, sehingga harga token bisa turun tak lama setelah listing. 

    Investor baru yang masuk di momen hype sering kali menjadi exit liquidity alias “korban likuiditas” bagi para pemegang airdrop atau early investor yang ingin menjual di puncak. 

    Data harga token airdrop setelah listing. Sumber: Cointelegraph

    Data dari Cointelegraph perihal token airdrop yang mengalami penurunan harga sejak hari pertama listing semakin menegaskan relevansi tips yang dibagikan oleh Yudo Sadewa. Dari data tersebut menunjukkan bahwa 74,19%  token airdrop mengalami penurunan setelah listing, itu artinya dari 31 token airdrop besar yang berhasil TGE, 23 diantaranya langsung kehilangan nilai setelah masuk listing bursa dan hanya 8 saja yang memberikan return positif.

    Baca juga: Tips Deteksi Pergerakan Whale Lewat Volume dan Aktivitas Dompet

    Tips 2: Waspadai Inflasi Token Akibat Unlock Besar

    Selain faktor airdrop, Yudo Sadewa juga menekankan pentingnya memahami tokenomics atau struktur ekonomi di balik setiap altcoin. 

    Banyak proyek yang tampak menjanjikan di permukaan ternyata memiliki sistem distribusi token yang berbahaya, yaitu adanya jadwal unlock besar setiap beberapa bulan. Fenomena ini dikenal sebagai inflating tokenomics, di mana suplai token terus bertambah sementara permintaan tidak selalu mengikuti. 

    Akibatnya, harga token cenderung tertekan setiap kali terjadi unlock besar. Yudo memberikan contoh proyek seperti Manta Network (MANTA) dan StarkNet (STRK), yang memiliki token dalam jumlah besar yang belum di unlock dengan jadwal unlock yang tidak terlalu lama, yang membuat harga sulit naik karena adanya inflasi suplai token.

    Jika melihat perjalanan salah satu contoh token yang disebutkan, yakni Manta Network (MANTA), Manta sejak awal TGE dan listing di bursa besar, pergerakan harganya cenderung terus menurun seiring dengan meningkatnya suplai token yang di-unlock

    Jadwal unlock koin Manta Networks (MANTA). Sumber: Tokenomist

    Berdasarkan data dari Tokenomist, pada saat peluncuran di Januari 2024 jumlah token yang beredar baru sekitar 253 juta. Namun, hanya dalam waktu kurang dari dua tahun, tepatnya pada November 2025, jumlah tersebut melonjak menjadi 543 juta token. Artinya, Manta mengalami inflasi suplai lebih dari 100% dalam periode singkat.

    Kondisi ini sejalan dengan apa yang diaktakan Yudo Sadewa, yang menekankan pentingnya mempelajari tokenomics sebelum membeli altcoin.

    Mau cari token altcoin yang locked suplainya tinggal sedikit lagi agar tidak inflasi? Yuk langsung cari di aplikasi Tokocrypto dan nikmati gratis biaya trading!

    Kesimpulan

    Dua tips Yudo Sadewa ini mungkin terdengar sederhana, tapi sering kali diabaikan oleh investor kripto pemula. Jadi jika kamu ingin mencari altcoin potensial di tahun 2026 nanti atau altcoin 100x selanjutnya, jangan hanya melihat hype, tapi pahami juga bagaimana fundamental dan tokenomics altcoin tersebut, serta faktor pendukung lainnya ya!

    Baca juga: Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

    Sumber gambar: tiktok @yudosadewa



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale Jual 3 Miliar DOGE, Tapi Analis Justru Melihat Sinyal Reli Besar!

    Dogecoin (DOGE) tampaknya sedang bersiap untuk bull run besar ketiganya, mengikuti pola yang sudah berulang sejak tahun 2014. Sejumlah analis kripto melihat tanda-tanda klasik yang menandakan bahwa reli besar mungkin semakin dekat, meski baru saja terjadi aksi jual masif dari para “Whale” kripto.

    Pola Historis Dogecoin Mulai Terulang

    Menurut analis teknikal EtherNasyonal, pergerakan harga Dogecoin selama satu dekade terakhir membentuk pola berulang:

    • Periode tenang dan akumulasi panjang
    • Diikuti oleh lonjakan harga besar-besaran
    • Lalu kembali tenang untuk beberapa tahun sebelum siklus baru dimulai

    Dilaporkan Tronweekly, pola ini terlihat jelas pada reli besar tahun 2017 dan lonjakan euforia 2021 yang sebagian besar dipicu oleh komunitas Dogecoin serta dukungan dari tokoh seperti Elon Musk. Kini, grafik jangka panjang DOGE kembali memperlihatkan fase akumulasi serupa, yang menurut analis bisa menjadi tanda awal dari “run” besar berikutnya.

    Whale Jual 3 Miliar DOGE, Tanda Bahaya atau Justru Awal Baru?

    Data dari analis on-chain Ali Martinez menunjukkan bahwa para pemegang besar (whale) Dogecoin telah menjual lebih dari 3 miliar DOGE dalam sebulan terakhir. Sekilas ini mungkin tampak negatif, tetapi Martinez justru menilai hal ini sering terjadi sebelum tren harga berbalik naik.

    Secara historis, setiap kali Dogecoin mengalami aksi jual besar oleh whale, tak lama setelah itu pasar memasuki fase akumulasi baru dan harga mulai bangkit kembali. Dengan kata lain, aksi jual besar ini bisa jadi bagian dari “reset sehat” pasar, bukan sinyal kehancuran.

    Grafik Jangka Panjang Masih Tunjukkan Potensi Besar

    Tim analis dari Bitcoinsensus menemukan bahwa grafik jangka panjang Dogecoin saat ini sangat mirip dengan fase akumulasi sebelum reli-reli sebelumnya. Setiap kali DOGE memasuki periode koreksi panjang dan tenang, hasil akhirnya selalu sama — lonjakan harga besar.

    Jika pola ini berulang, bukan tidak mungkin DOGE akan kembali menantang level tertingginya di 2021, terutama bila kondisi pasar kripto secara keseluruhan membaik.

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 9 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 9 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Giliran Dogecoin Setelah Bitcoin dan Ethereum?

    Pasar kripto saat ini masih didominasi oleh Bitcoin dan Ethereum, terutama sejak kemunculan ETF dan meningkatnya minat institusional. Namun, dalam setiap siklus bull run sebelumnya, DOGE dan altcoin lain cenderung bergerak belakangan, lalu justru melampaui performa dua raksasa tersebut ketika investor ritel kembali aktif.

    Jika pasar kembali memasuki fase “risk-on”, di mana para trader berani mengambil risiko lebih tinggi, Dogecoin berpotensi menjadi pusat perhatian baru di pasar kripto seperti yang terjadi pada 2017 dan 2021.

    DOGE di Ambang Reli Baru?

    Semua sinyal tampaknya mengarah ke satu hal: Dogecoin sedang mengulang siklus lamanya. Penjualan besar oleh whale, akumulasi jangka panjang, dan pola grafik historis semuanya mengisyaratkan bahwa DOGE bisa jadi sedang memasuki babak awal bull run ketiganya.

    Namun tentu saja, konfirmasi masih dibutuhkan. Investor disarankan untuk memantau pergerakan volume, area akumulasi, dan resistensi penting untuk menghindari jebakan reli palsu.

    Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Season Semakin Dekat? BTC Dominance Turun Drastis

    Apakah altcoin season akan segera tiba? Sejumlah analis meyakini sinyal-sinyal awalnya sudah terlihat. Salah satunya datang dari analis kripto populer, Matthew Hyland, yang menilai bahwa grafik BTC Dominance kini menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang bisa membuka jalan bagi kebangkitan altcoin.

    “Alasan kamu harus percaya diri terhadap pergerakan altcoin adalah karena grafik BTC Dominance tampak bearish, dan sudah seperti itu selama berminggu-minggu,” tulis Hyland di X (Twitter) pada Jumat.
    Menurutnya, tren ini kemungkinan akan berlanjut, sementara reli Bitcoin yang terjadi belakangan hanyalah ‘dead cat bounce’ alias pantulan sementara dalam tren turun.

    Dalam video terpisah, Hyland juga menuduh bahwa volatilitas harga Bitcoin akhir-akhir ini bukan murni pergerakan pasar, melainkan hasil “manipulasi dari institusi keuangan tradisional (Wall Street) untuk menyiapkan posisi mereka.”

    BTC Dominance Turun 5%, Tapi Altcoin Masih Lesu

    Data dari TradingView menunjukkan bahwa dominasi pasar Bitcoin turun 5,13% sejak Mei dan kini berada di level 59,90%.

    Meski begitu, Bitcoin masih memegang porsi terbesar dari pasar kripto dan diperdagangkan di kisaran US$102.090 per 9 November, menurut CoinMarketCap.

    Sebelumnya, pada 4 November, harga Bitcoin sempat jatuh di bawah US$100.000 untuk pertama kalinya dalam empat bulan, memicu kekhawatiran tentang arah pasar ke depan. Namun, sebagian analis menilai momen ini bisa menjadi titik awal bagi “rotasi modal” dari BTC ke altcoin.

    Sayangnya, CoinMarketCap Altcoin Season Index masih berada di angka 28/100, yang berarti pasar kripto masih dalam fase “Bitcoin Season”. Dengan kata lain, meski dominasi BTC turun, performa altcoin secara keseluruhan belum menunjukkan tanda kuat untuk takeover.

    Altcoin Season Kali Ini Mungkin Tak Seramai Dulu

    Siklus altcoin season di masa lalu sering diwarnai dengan lonjakan besar-besaran di berbagai koin kecil. Namun, beberapa eksekutif kripto memperkirakan siklus kali ini akan lebih selektif.

    Maen Ftouni, CEO CoinQuant, mengatakan bahwa pada altcoin season berikutnya, modal besar akan lebih banyak mengalir ke aset yang sudah memiliki ETF atau berpotensi mendapatkannya.

    “Tidak semua koin akan mengalami lonjakan besar. Likuiditas akan terkonsentrasi di aset tertentu, termasuk ‘dinosaurus’ lama yang sudah mapan,” jelas Ftouni.

    Metrik Altcoin Season Index pada 9 November 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Metrik Altcoin Season Index pada 9 November 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Artinya, di siklus kali ini, trader tidak bisa lagi berharap semua altcoin “terbang bersama”. Proyek yang memiliki fundamental kuat, likuiditas besar, serta dukungan institusional kemungkinan akan jadi pemenang utama.

    Apa Artinya Bagi Trader?

    Dilaporkan Trading View, bagi investor ritel, situasi ini bisa menjadi momen penting untuk menata ulang strategi. Beberapa poin yang bisa diperhatikan:

    • Pantau tren BTC Dominance. Penurunan lanjutan bisa jadi sinyal awal altcoin season.
    • Fokus pada aset likuid. Koin dengan volume tinggi dan ekosistem kuat lebih berpotensi menyerap modal baru.
    • Jangan abaikan manajemen risiko. Crash Oktober yang menghapus US$19 miliar posisi leverage jadi pengingat keras bahwa euforia bisa berbalik cepat.
    • Cari katalis jelas. ETF, upgrade jaringan, atau kolaborasi institusional bisa jadi pemicu rotasi modal.

    Altcoin Season di Ujung Tanduk?

    Selama BTC Dominance terus melemah, peluang untuk rotasi ke altcoin tetap terbuka. Namun, sinyal sejati altcoin season bukan hanya dari penurunan dominasi, melainkan konfirmasi performa lintas koin yang lebih luas dan volume perdagangan yang meningkat.

    Jika semua itu terjadi secara bersamaan, maka fase berikutnya dari pasar kripto bisa jadi benar-benar milik altcoin — tapi kali ini, hanya bagi mereka yang tahu di mana harus menaruh modalnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Layer 1 Crypto Meledak! Decred & Monero Pimpin Lonjakan Fantastis

    Pasar kripto kembali memanas! Token-token Layer 1, tulang punggung dari berbagai jaringan blockchain, tengah menunjukkan performa luar biasa. Beberapa koin bahkan mencatat lonjakan harga lebih dari 90% hanya dalam sepekan terakhir.

    Simak siapa saja yang jadi bintang di panggung Layer 1 hari ini, dikutip CoinMarketCap.

    1. Decred (DCR): Sang Penggerak Utama dengan Lonjakan 96%

    Ilustrasi aset kripto Decred (DCR).
    Ilustrasi aset kripto Decred (DCR).

    Decred memimpin daftar dengan performa luar biasa. Dalam tujuh hari terakhir, harga DCR naik 96,10%, menjadikannya salah satu token dengan kinerja terbaik di pasar Layer 1 saat ini.

    • Harga: $36.50
    • Kenaikan 24 jam: +50.84%
    • Market Cap: $624.79 juta
    • Volume harian: $75.47 juta

    Dengan sistem hybrid proof-of-work dan proof-of-stake, Decred menunjukkan bahwa model tata kelola komunitas masih sangat diminati investor kripto.

    2. Kava (KAVA): Comeback yang Tak Terduga

    Setelah sempat redup, Kava bangkit dengan kenaikan 30.71% dalam 24 jam dan total 22.12% dalam seminggu.

    • Harga: $0.1655
    • Market Cap: $179.23 juta
    • Volume harian: $153.39 juta

    Integrasi Kava dengan ekosistem Cosmos dan dukungan DeFi yang kuat tampaknya menjadi katalis besar bagi kebangkitan harga token ini.

    3. Nano (XNO): Si Cepat yang Mulai Diperhatikan Lagi

    Nano (XNO)
    Nano (XNO)

    Nano, yang dikenal karena transaksi tanpa biaya dan kecepatan super cepat, mulai menarik perhatian lagi dengan lonjakan 64.45% dalam seminggu.

    • Harga: $1.09
    • Kenaikan 24 jam: +20.76%
    • Market Cap: $145.62 juta

    Apakah ini sinyal kebangkitan teknologi ramah lingkungan berbasis blockchain yang sempat tenggelam?

    Baca juga: Top Layer 1 Tokens Hari Ini: SOL dan TRX Melesat, BTC Tembus $110K!

    4. Monero (XMR): Raja Privasi Tak Tergoyahkan

    Token privasi legendaris ini tetap menjadi favorit investor yang mendambakan anonimitas transaksi. Dalam seminggu terakhir, Monero naik 22.72%, angka yang solid untuk token besar dengan kapitalisasi pasar mencapai $8 miliar.

    • Harga: $434.51
    • Volume harian: $363 juta

    Monero membuktikan bahwa di tengah regulasi yang makin ketat, privasi tetap menjadi aset paling berharga di dunia kripto.

    5. Kite (KITE): Pendatang Baru yang Mulai Terbang

    Kite

    Dengan kenaikan 18.26% dalam 24 jam, KITE mulai menarik perhatian trader ritel.

    • Harga: $0.08424
    • Market Cap: $151.64 juta
    • Volume harian: $187.49 juta

    Meski belum sebesar proyek Layer 1 lain, volume perdagangan yang tinggi menunjukkan bahwa minat pasar terhadap KITE meningkat pesat.

    Momentum Layer 1 Kembali Menggila

    Lonjakan besar-besaran di sektor Layer 1 menunjukkan kembalinya kepercayaan investor terhadap proyek-proyek inti blockchain. Dari Decred yang melonjak hingga Monero yang tetap kokoh, pasar tampaknya mulai bergerak menuju fundamental yang kuat.

    Apakah ini awal dari bull run baru untuk Layer 1? Para analis memperkirakan bahwa jika tren ini berlanjut, token-token utama bisa mencetak rekor harga tertinggi baru dalam waktu dekat.

    Baca juga: Proyek Solana Teratas 2025: Token Ekosistem yang Patut Diperhatikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Guncang Dunia Kripto! ETF Barunya Serap Ratusan Juta Dolar AS

    Pasar kripto tengah menyaksikan sebuah perubahan besar. Di saat Bitcoin dan Ethereum terpuruk dengan miliaran dolar keluar dari ETF mereka, Solana justru mencuri perhatian dunia investasi.

    Dilaporkan Cointribune, melalui peluncuran ETF anyar dari Bitwise, Solana Staking ETF (BSOL), miliaran dolar mulai beralih arah, menandai babak baru dalam “perang altcoin”.

    BSOL Meledak: $545 Juta Masuk Hanya Dalam 8 Hari

    Diluncurkan pada 28 Oktober 2025, ETF BSOL langsung menjadi magnet modal. Dalam waktu kurang dari dua minggu, produk ini menarik lebih dari $545 juta, dengan $30 juta mengalir hanya dalam satu hari.

    Sementara itu, ETF Bitcoin kehilangan sekitar $2,1 miliar, dan ETF Ethereum ikut merosot hingga $579 juta. Kontras yang tajam, seolah menegaskan bahwa investor mulai bosan dengan dua raksasa lama tersebut.

    Hunter Horsley, CEO Bitwise, menegaskan tren ini di platform X:

    “Aliran dana masuk setiap hari sejak peluncuran. Lebih dari $500 juta totalnya. Investor jelas menginginkan eksposur ke Solana.”

    ETF BSOL ini 100% berbasis staking, menawarkan imbal hasil tahunan sekitar 7% tanpa repot menyimpan koin secara langsung. Ditambah lagi, Bitwise menghapus biaya pengelolaan sementara waktu, membuat produk ini semakin menarik bagi investor institusional.

    Baca juga: Di Tengah Lonjakan ETF, Solana Hadapi Risiko Koreksi Hingga $126

    SOL Turun 29%, Tapi Investor Justru Semakin Ganas

    Ironis tapi nyata. Meski harga SOL anjlok 29% bulan ini, investor institusional terus menambah posisi. Harga Solana kini berada di sekitar $159,09, jauh di bawah puncaknya, namun justru dilihat sebagai zona akumulasi strategis.

    Menurut analis Sumit Roy dari ETF.com:

    “Solana punya komunitas paling loyal setelah Bitcoin dan Ethereum. Aktivitas on-chain-nya sangat kuat, meski pasar sedang lesu.”

    Data menunjukkan kekuatan Solana yang masih tangguh:

    • 70 juta transaksi per hari (Oktober 2025)
    • Volume DEX mencapai $143 miliar per bulan
    • 3,2 juta dompet aktif
    • 1.100 transaksi per detik (TPS)

    Dengan fundamental sekuat ini, banyak analis melihat support kokoh di $155 dan target kenaikan menuju $200–$250 jika tren pasar membaik.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 9 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 9 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Altcoin Bangkit, Raksasa Lama Terpukul

    Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam peta kekuatan kripto global. Investor institusi mulai memindahkan dana dari blockchain lama seperti Bitcoin dan Ethereum ke altcoin yang lebih gesit dan produktif seperti Solana.

    Kesuksesan BSOL bahkan mendorong Grayscale meluncurkan produk saingan: GSOL, yang kini sudah mengantongi $114 juta dana kelolaan.

    Sementara itu, Bitwise tampaknya belum ingin berhenti. Dalam berkas ke SEC, mereka diam-diam menghapus klausul penundaan untuk ETF Dogecoin, membuka peluang peluncuran produk baru hanya dalam 20 hari ke depan. Sebuah langkah berani yang bisa kembali mengguncang pasar.

    Pasar kripto memang sedang bergolak, tapi di tengah badai, Solana justru berdiri tegak. Dengan performa jaringan yang solid, dukungan investor besar, dan inovasi produk finansial yang menarik, Solana tampaknya siap menantang dominasi Bitcoin dan Ethereum.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Siap ke $3? ETF XRP Siap Meluncur, Investor Besar Mulai Panas!

    Aset digital XRP kembali jadi sorotan pasar kripto global. Meski sempat menghadapi tekanan jual pada akhir pekan, kabar peluncuran ETF XRP-spot dan ekspansi agresif Ripple membuat banyak analis yakin: rebound besar sedang mengintai.

    Tekanan jual yang muncul akibat shutdown pemerintah AS dan arus keluar dari ETF Bitcoin belum mampu menahan spekulasi bahwa XRP tengah bersiap lepas dari bayang-bayang BTC.

    ETF XRP: Siap Meluncur, Institusi Sudah Mengintai

    Dilaporkan FXempire, langkah besar datang dari para penerbit ETF besar seperti 21Shares, Bitwise, Canary Capital, dan Franklin Templeton. Mereka telah mengajukan amendemen S-1 yang menandakan peluncuran ETF XRP-spot pada November ini.

    Menurut rumor pasar, Canary XRP ETF bisa jadi yang pertama meluncur, kemungkinan pada Kamis, 13 November 2025. Jika peluncuran berjalan lancar dan permintaan institusional mengalir deras, harga XRP bisa saja menembus level $2.84, titik tertinggi sejak Oktober.

    Prediksi berani datang dari CEO Canary Capital, Steven McClurg, yang memperkirakan arus masuk mencapai $5–10 miliar dalam bulan pertama.
    “Kalau tercapai, ETF XRP bisa masuk jajaran Top 10 ETF terbesar sepanjang masa,” ujarnya optimis.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 9 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 9 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Ripple Bangun Ekosistem “Uang Internet”

    Di balik euforia ETF, Ripple terus memperluas kerajaan finansialnya.

    • Evernorth (entitas baru yang didukung Ripple) sedang membangun cadangan XRP senilai lebih dari $1 miliar sebagai aset treasury.
    • Ripple Prime, layanan prime broker multi-aset, siap meningkatkan utilitas XRP di sektor institusional.
    • Ripple juga mengincar lisensi bank AS, membuka peluang integrasi XRP dengan sektor keuangan tradisional.

    CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menegaskan:
    “XRP adalah inti dari semua yang kami bangun. Dari Metaco hingga GTreasury, semuanya mengarah pada satu hal: Internet of Value.”

    Regulasi dan Politik: Faktor Penentu Arah XRP

    Baca juga: XRP Menguat di Tengah Hype ETF, Institusi Berebut Masuk, Target $3?

    Salah satu pendorong utama volatilitas adalah Market Structure Bill yang baru saja lolos dari DPR AS. Namun, shutdown pemerintah membuat proses di Senat tertunda. Jika RUU ini segera dibahas dan disahkan, regulasi yang lebih jelas bisa menjadi katalis bullish besar bagi XRP.

    Jurnalis kripto Eleanor Terrett mengungkap:
    “Markup bipartisan hampir selesai dan bisa diumumkan minggu depan. Itu sinyal kuat bagi pasar.”

    Tekanan Jangka Pendek Masih Ada

    Meski fundamentalnya kuat, secara teknikal XRP masih berada di wilayah bearish. Harga terkini di sekitar $2.28 menandakan penurunan mingguan lebih dari 10%, berada di bawah EMA 50 dan 200, sinyal tekanan jangka pendek.

    Level penting yang perlu diawasi:

    • Support: $2.2 – $2.0 – $1.9
    • Resistance: $2.35 – $2.5 – $2.8 – $3.0

    Jika XRP mampu menembus $2.5, jalan menuju $3.0 terbuka lebar. Sebaliknya, gagal bertahan di atas $2.2 bisa memicu koreksi menuju $2.0.

    Skenario Bearish: Risiko di Bawah $2.2

    • BlackRock menunda atau membantah rencana ETF XRP.
    • Senat AS terus mengalami kebuntuan.
    • Perusahaan besar enggan menjadikan XRP sebagai cadangan aset.
    • Ripple gagal memperoleh lisensi bank AS.

    Jika semua ini terjadi, XRP bisa jatuh ke level $1.9, menandai tren bearish yang lebih dalam.

    Skenario Bullish: Jalan Menuju $3

    • Senat AS meloloskan RUU pendanaan dan Market Structure Bill.
    • ETF XRP resmi diluncurkan dan diserbu investor besar.
    • Perusahaan keuangan mengakumulasi XRP sebagai treasury reserve.
    • Ripple mendapat lisensi bank AS dan memperluas integrasi XRPL.

    Dalam skenario ini, harga XRP bisa melonjak menuju $2.62, bahkan melampaui $3.0 dalam jangka menengah.

    Outlook: XRP Siap Lepas dari Bayang-Bayang Bitcoin

    Meski jangka pendek masih berisiko, struktur jangka menengah XRP tetap bullish. Peluncuran ETF, dukungan institusi, dan langkah agresif Ripple dalam menguasai sektor keuangan global bisa menjadikan XRP bintang utama siklus kripto berikutnya.

    Pertanyaannya sekarang: Apakah XRP akan tetap menjadi bayangan Bitcoin, atau justru menulis kisah sukses institusionalnya sendiri?

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aktivitas Mainnet Rendah, Harga Pi Network (PI) Anjlok 3,11%

    Harga Pi Network (PI) kembali mengalami penurunan, mencatatkan koreksi -3,11% dalam 24 jam terakhir. Secara mingguan, token ini telah merosot -11,41%, dan secara kuartalan kehilangan hampir -46% nilainya.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual terhadap PI masih berlanjut, sejalan dengan pelemahan pasar kripto global yang turun 2,09% dalam periode yang sama.

    Saat ini, Pi Network diperdagangkan di kisaran $0.21, dengan likuiditas yang cenderung tipis dan volume perdagangan yang rendah.

    Para analis menilai bahwa meski terdapat pola teknikal yang berpotensi bullish, sinyal pemulihan masih belum cukup kuat untuk membalikkan tren turun yang telah terbentuk sejak awal kuartal ini.

    Baca Juga: Update Node v0.5.4 Dorong Harga Pi Network (PI) Naik 2% ke $0,2248

    Analisis Teknis: Sinyal Lemah di Tengah Pola Falling Wedge

    Dari sisi teknikal, Pi Network telah menembus level support penting di $0.225, yang sebelumnya merupakan level Fibonacci retracement 50%.

    Saat ini, harga bergerak di bawah semua rata-rata pergerakan utama, termasuk SMA 7-hari ($0.227) dan SMA 200-hari ($0.453).

    Indikator MACD sempat menunjukkan sinyal positif (+0.000548), namun RSI berada di kisaran 44–46, mencerminkan tidak adanya dorongan kuat dari sisi pembeli.

    Meskipun terbentuk pola falling wedge, yang umumnya menjadi tanda potensi pembalikan tren bullish—kegagalan harga untuk bertahan di atas support $0.21 dapat memicu penurunan lebih lanjut menuju level terendah sepanjang masa di $0.1493.

    Dengan rasio perputaran (turnover ratio) hanya 1.14%, volatilitas harga Pi cenderung tinggi akibat rendahnya likuiditas di pasar sekunder.

    Level penting yang perlu diperhatikan:

    • Resistance utama: $0.225 (SMA 30)
    • Support kuat: $0.21
      Penutupan harian di bawah support ini bisa memperpanjang tekanan jual di minggu mendatang.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 9 November 2025. Sumber: CoinMarketCap
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 9 November 2025. Sumber: CoinMarketCap

    Aktivitas Mainnet Rendah dan Keluarannya Developer

    Dari sisi fundamental, Pi Network menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan momentum pengembangannya.

    Meskipun pembaruan Node v0.5.4 pada 6 November meningkatkan keamanan dan akurasi perhitungan reward, update tersebut bertepatan dengan keluarnya WorkforcePool, pemenang Hackathon pertama Pi, yang mengeluhkan biaya operasional tinggi dan kurangnya dukungan dari tim inti.

    Data terbaru menunjukkan bahwa hanya 296 node aktif di mainnet, mencerminkan tingkat partisipasi jaringan yang masih sangat rendah.

    Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas terkait keberlanjutan ekosistem, terutama dalam menarik kembali pengembang dan pengguna baru.

    Namun demikian, kemitraan Pi dengan OpenMind pada 8 November dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang spekulatif jangka menengah.

    Jika berhasil diimplementasikan, langkah ini bisa meningkatkan utilitas token PI di sektor teknologi berbasis AI terdesentralisasi.

    Whale Activity: Akumulasi di Tengah Risiko Unlock Token

    Menariknya, aktivitas whale (pemegang besar) menunjukkan tanda akumulasi. Salah satu whale utama tercatat membeli 5,3 juta PI dalam sembilan hari terakhir, meski masih menanggung kerugian belum terealisasi sebesar $40 juta.

    Namun, di sisi lain, unlock token bulanan sebesar 4,5 juta PI menambah tekanan jual potensial. Jumlah tersebut setara dengan 0,05% dari total suplai, yang jika tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan, dapat memperburuk tren penurunan harga.

    Kondisi ini menggambarkan dinamika pasar yang kompleks: di satu sisi ada akumulasi jangka panjang oleh pemain besar, sementara di sisi lain, pasokan tambahan dari unlock token bisa menahan potensi kenaikan harga.

    Baca Juga: Harga Pi Network Jatuh 1,7%! Developer Mundur, Investor Panik

    PI di Persimpangan Arah, Investor Perlu Waspada

    Secara keseluruhan, pergerakan harga Pi Network saat ini mencerminkan kombinasi tekanan teknikal dan fundamental.

    Lemahnya likuiditas, rendahnya aktivitas ekosistem, serta keluarnya pengembang utama menjadi sinyal peringatan bagi investor.

    Walaupun terdapat faktor positif seperti kemitraan AI dengan OpenMind dan dukungan akumulasi whale, harga PI masih perlu menembus area $0.225–$0.23 untuk memvalidasi potensi pembalikan tren bullish.

    Jika support $0.21 gagal dipertahankan, risiko koreksi menuju $0.15 kembali terbuka lebar.

    Pemantauan terhadap aktivitas mainnet melalui PiScan dan potensi delisting di bursa besar seperti OKX, yang baru-baru ini menghapus beberapa pasangan margin Pi, juga penting untuk menentukan arah pasar ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com